• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Bisnis Rumah Burger

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perencanaan Bisnis Rumah Burger"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

PERENCANAAN BISNIS RUMAH BURGER

Oleh :

TRI MULIAWAN ARAMIKO 082102127

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN TUGAS AKHIR

NAMA : TRI MULIAWAN ARAMIKO

NIM : 082102127

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI

JUDUL : PERENCANAAN BISNIS RUMAH BURGER

Tanggal :...2011 Dosen Pembimbing

(Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak) NIP. 19550914 198103 1 005

Tanggal :...2011 Ketua Program Studi DIII Akuntansi

(Drs. Rustam, M.Si,Ak) NIP. 195111141 98203 1 002

Tanggal :...2011 Dekan

(3)

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA, serta senantiasa memberikan kesehatan,

kesempatan, dan kekuatan kepada penulis sehingga akhirnya dapat menyelesaikan

Tugas Akhir ini. Untuk Kedua orang tuaku yang tercinta Ayahanda Nurdin

Salmi dan Ibunda Nurhayati yang telah memberikan segenap kasih sayang,

semangat dan dukungan kepada penulis baik materil maupun nonmateril sehingga

laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.

Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat

yang telah ditentukan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan D-III Akuntansi

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Judul Tugas Akhir ini adalah

“PERENCANAAN BISNIS RUMAH BURGER”.

Penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah

memberikan bantuan, yaitu:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi Diploma

Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku Sekretaris Program Studi

Diploma Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

sekaligus selaku Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan waktunya

untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

(4)

5. Saudara kandung tersayang dan tercinta (abang Yunarioni Aldi, kakak

Hikmah Fitria, dan adik Noviaris Rezeki) terima kasih atas motivasi dan

bantuannya kepada penulis dalam mengerjakan Tugas Akhir ini.

6. Teman-teman penulis M. Nuruddin, Faisal Abdilah, Rangga Yuda , Diego,

Yusuf, Mul, Riski R, Irfan, Isvan, Gita, Ayura, Fitri, Lincet, Yuni, Dewi,

Ima, Ayu, Ade, Uki, Putri yang mendukung dalam penulisan Tugas Akhir

ini terima kasih atas kasih sayang kalian dan seluruh teman-teman

seperjuangan khususnya D3Tak ’08 Grup C atas semua dukungan,

bantuan, doa dan hari-hari yang dilalui bersama selama tiga tahun ini.

7. Buat teman-teman magang kelompok 25, Uki, Evida, Dian, Corry, dan

Roma yang memberikan kritik dan saran kepada penulis pada Tugas akhir

ini.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kata sempurna

baik dari segi isi maupun dari segi penyajiannya. Oleh karena itu penulis

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar untuk ke depannya

penulis dapat menulis dengan lebih baik lagi.

Medan, 2011

Penulis,

(5)

DAFTAR ISI

DAFTAR GRAFIK ... vii

(6)

E. Aspek Produksi ... 30

1. Proses Produksi ... 30

2. Bahan Baku dan Penolong... 32

3. Peralatan yang Dibutuhkan ... 33

F. Analisis Sumber Daya Manusia ... 35

G. Rencana Pengembangan Usaha ... 35

H. Pemanfaatan IT ... 36

I. Analisis Keuangan ... 37

J. Analisis Resiko ... 47

BAB III PENUTUP A.Kesimpulan ... 49

B. Saran ... 50

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan Rumah Burger per hari ... 23

Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan Rumah Burger ... 24

Tabel 2.3 Proyeksi penjualan Rumah Burger per Tahun ... 26

Tabel 2.4 Analisis Pesaing ... 30

Tabel 2.5 Bahan Baku per minggu ... 33

Tabel 2.6 Peralatan ... 34

Tabel 2.7 Biaya Sarana Penunjang ... 34

Tabel 2.8 Anggaran Penjualan ... 38

Tabel 2.9 Anggaran Produksi ... 39

Tabel 2.10 Anggaran Pembelian Bahan Baku ... 40

Tabel 2.11 Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung ... 41

Tabel 2.12 Anggaran Beban Operasi ... 42

Tabel 2.13 Laporan Laba Rugi ... 43

Tabel 2.14 Proyeksi Keuangan Laporan Arus Kas 5 Tahun ... 45

Tabel 2.15 Sumber Pendanaan Rumah Burger... 45

(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Rumah Burger ... 14

Gambar 2.2 Cheese Greenburger ... 17

Gambar 2.3 Beef Greenburger ... 18

Gambar 2.8 Saluran Pemasaran Rumah Burger ... 29

(9)

DAFTAR GRAFIK

Halaman

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai peran penting dan strategis bagi

pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju.

Pada saat krisis ekonomi berlangsung di Indonesia, UKM merupakan sektor

ekonomi yang memiliki ketahanan paling baik. Kemampuan UKM perlu

diberdayakan dan dikembangkan secara terus menerus dengan berusaha

mereduksi kendala yang dialami UKM, sehingga mampu memberikan kontribusi

lebih maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat (Sutaryo, 2004).

Usaha Kecil Menengah ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh

informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha

kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.

Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar,

aspek tersebut adalah :

1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar

2. Merawat jaringan pasar untuk mempertahankan pangsa pasar.

Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan

bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai

keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang

signifikan dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga

(11)

demikian wirausahawan harus mampu menciptakan peluangnya sendiri demi

tercipta suatu hal yang berharga dan dapat dipakai untuk bertahan hidup.

Dunia usaha dan dunia industri saat ini sedang mengalami perkembangan

yang kian pesat , terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun

makro dengan beragam usaha mereka yang menarik, dan sudah pasti akan

menghasilkan laba untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan

di usaha tersebut .

Adapun jenis usaha yang sedang marak saat ini yakni usaha di sektor industri,

salah satu industri yang banyak diminati ialah industri makanan ringan, dan

faktanya dapat kita lihat di sepanjang jalan besar di kota Medan banyak outlet

yang menjual makanan ringan dengan berbagai rasa dan bahan dasar.

Perkembangan ini disebabkan mulai dari tingginya kebutuhan masyarakat akan

makanan ringan dan keinginan masyarakat untuk menikmati rasa-rasa yang

berbeda yang ditawarkan oleh produsen pada makanan, dengan penampilan dan

warna yang menarik serta harga yang terjangkau oleh masyarakat, maka satu

keputusan yang tepat untuk turut meramaikan dunia industri makanan.

Salah satu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi oleh tiap manusia adalah

kebutuhan primer atau pokok yang meliputi sandang, pangan, dan papan. Dalam

hal ini, yang akan dibahas lebih mendalam adalah kebutuhan akan pangan, karena

kita semua tahu bahwa kebutuhan tersebut sangat penting dan manusia tidak akan

bertahan hidup tanpa pangan.

Makanan jenis Hamburger tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita.

(12)

makanan tersebut. Hamburger merupakan jenis ‘fast food’ yang berasal dari

negara Amerika. Makanan ini banyak digemari karena tampilannya yang unik

karena memadukan berbagai macam bahan seperti roti, sayuran segar, daging

panggang dan berbagai saus yang menghasilkan cita rasa lain yang enak. Awalnya

makanan ini merupakan makanan mahal tetapi seiring dengan perkembangan

zaman maka makanan ini bisa kita dapatkan dengan harga yang sangat miring.

Yang menjadi target pemasaran usaha ini adalah masyarakat, pelajar dan

mahasiswa daerah kampus. Bidikan pasar di area kampus tersebut telah

direncanakan secara cermat dan matang karena menurut analisa pasar yang ada,

area kampus merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru

khususnya dibidang makanan. Area kampus tidak hanya didominasi oleh

masyarakat asli Medan tetapi juga terdapat kaum pendatang yang biasanya kos

ataupun mengontrak di daerah sekitar kampus. Kaum pendatang tersebut

kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini dapat kita manfaatkan karena

rata-rata anak kos biasanya lebih suka membeli makanan daripada memasak sendiri

dan dapat pula sebagai alternatif makanan lain jika bosan terhadap menu

sehari-hari.

Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian

konsumen terhadap keamanan produk dan nilai fungsionalnya untuk kesehatan.

Burger ini merupakan salah satu alternatif olahan pangan yang sehat karena

menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu usaha burger ini memiliki konsep

(13)

Pembukaan usaha dalam bidang makanan sangat menguntungkan dan

mempunyai prospek yang cerah ke depannya. Hal ini berkaitan dengan

perkembangan zaman dimana laju pertumbuhan penduduk meningkat relatif besar

serta besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap industri kuliner. Maka usaha

Burger ini dianggap sangat bagus untuk dikembangkan mengingat pasar yang ada

sangatlah mendukung. Apalagi inovasi yang akan disajikan oleh penulis memiliki

banyak pilihan baru di dalam pemilihan menu dan dapat menarik perhatian

pencinta kuliner di daerah Medan khususnya.

Untuk tahap awal usaha burger ini hanya dimiliki oleh satu orang sebagai

pemilik yaitu saya sendiri. Untuk berbelanja keperluan dagang pemilik dibantu

oleh karyawan. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya

belanja bahan makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan

lainnya. Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal

milik pribadi.

Dari keadaan tersebut, dan berdasarkan pantauan saya bahwa maraknya

pilihan makanan yang enak dan bergizi sedikit ditemukan. Maka saya merasa

akan menjadi suatu potensi ke depannya apabila usaha Burger ini dapat

dikembangkan penulis. Maka dengan ini penulis ingin membahas masalah

tersebut dalam sebuah Tugas Akhir dengan judul “PERENCANAAN BISNIS

RUMAH BURGER”.

B. Tujuan Prospek Usaha

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari prospek usaha yang dilakukan penulis

(14)

1. Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi

organisasi agar dapat melaksanakan aktivitas dengan lebih efisien, efektif

serta lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan demi kelancaran

organisasi dalam mencapai tujuannya.

2. Sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi peneliti atau

rekan-rekan mahasiswa yang akan membahas masalah dengan topik yang sama.

3. Menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri pengusaha guna

menciptakan usaha baru secara profesional dan terlatih.

4. Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka

meningkatkan perekonomian di sektor riil.

C. Manfaat Prospek Usaha

1. Bagi Penulis

Untuk memperoleh pengetahuan tentang bagaimana membuat perencanaan

bisnis dengan baik dan untuk menjadi pedoman bagi penulis dalam upaya

merealisasikan perencanaan bisnisnya.

2. Bagi Pembaca

Hasil tugas akhir ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan untuk

memulai suatu bisnis dan dapat dijadikan sumber atau titik tolak sebagai

bahan perbandingan bagi perencaan bisnis selanjutnya.

3. Bagi Pihak Lain

Sebagai pedoman atau referensi bagi peneliti lain yang tertarik untuk

mengadakan penelitian di bidang atau permasalahan yang sama di masa

(15)

terutama dengan memperhatikan harga terhadap permintaan dalam

mengkonsumsi setiap produk yang akan dipasarkan.

C. Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah dalam penulisan tugas akhir ini, penulis membuat

sistematika pembahsan dalam 3 (tiga) bab. Setiap bab dibagi atas sub-sub bab

yang sesuai dengan kebutuhan penulis.

BAB : I LATAR BELAKANG

Dalam bab ini penulis menguraikan tentang alasan pemilihan

perencanaan bisnis Rumah Burger, latar belakang masalah, tujuan dan

manfaat perencanaan bisnis, dan sistematika pembahasan.

BAB : II PROFIL PERUSAHAAN

Dalam bab ini penulis akan menguraikan secara ringkas Profil

perusahaan, Biodata pemilik usaha, Struktur usaha, Aspek pasar,

Keunggulan produk, Gambaran produk, Target dan Segmen pasar,

Trend pengembangan, Proyeksi pasar, Strategi pemasaran, Pesaing

bisnis, Aspek produksi, Analisis SDM, Rencana pengembangan usaha,

Analisis keuangan, Analisis risiko usaha.

BAB : III KESIMPULAN DAN SARAN

Sebagai bab terakhir dari paper ini, makan penulis akan mengambil

(16)

atau tidak, dan beberapa saran yang memungkinkan dapat bermanfaat

bagi perkembangan perencanaan bisnis ini, serta bagi para pembaca

(17)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Data Perusahaan

Dalam suatu perusahaan memiliki data perusahaan yang meliputi nama

pemilik, susunan pemegang saham, struktur organisasi, bentuk kepemilikan

bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon, faximile, E-mail, NPWP serta perizinan

perusahaan yang mana dalam data perusahaan ini akan mencerminkan bergerak

dalam bidang apa dan produk atau jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan

tersebut. Berikut adalah data dari perusahaan yang penulis rencanakan:

Nama Perusahaan : Rumah Burger

Bidang Usaha : Industri Makanan

Jenis Produk : Burger Hijau, Hotdog, Friend Fries

Alamat Perusahaan : Jl. Dr. Mansyur No. 124, Medan

Nomor Telepon : ( 061 ) 9124477

Alamat E-mail : [email protected]

Facebook, Twitter : Rumah Burger, rumahburger

(18)

B. Biodata Pemilik

1. Nama Tri Muliawan Aramiko

2. Jabatan Pimpinan

3. Tempat dan Tanggal

Lahir

Medan, 17 Oktober 1989

4. Alamat Rumah Jl. Puskesmas I Gg. 06 No.9 Medan

5. Nomor Telepon 085297190001

6. Alamat E-mail [email protected]

7. NIM 082102127

(19)

Anggota

1. Nama Mhd. Nuruddin Zein

2. Jabatan Staf Administrasi dan Keuangan

3. Tempat dan Tanggal

Lahir

Medan, 19 Februari 1991

4. Alamat Rumah Jl. Bunga Mawar no. 21 Medan

5. Nomor Telepon 085760670590

6. Alamat E-mail Mhd.Nuruddin@ yahoo.com

7. NIM 082102109

(20)

Anggota

1. Nama Rangga Yudha Frandhana

2. Jabatan Staf Pemasaran

3. Tempat dan Tanggal

Lahir

Medan, 04 Maret 1989

4. Alamat Rumah Jl. Gaperta No. 21 Medan

5. Nomor Telepon 085290018723

6. Alamat E-mail [email protected]

7. NIM 082102118

(21)

Anggota

1. Nama Faisal Abdillah

2. Jabatan Staf Produksi

3. Tempat dan Tanggal

Lahir

Medan, 19 September 1989

4. Alamat Rumah JL. Utama Gg. Umanat No. 18 Medan

5. Nomor Telepon 085761213113

6. Alamat E-mail [email protected]

(22)

8. Program Studi DIII Akuntansi

C. Struktur Organisasi Rumah Burger

Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas – batas wewenang

dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan/ keterkaitan

antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi

tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh

aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.

Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah

ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam

bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat

diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja

sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat

tercapai.

Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan

perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan

serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui

saluran tunggal.

Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan

yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan

(23)

perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Struktur

perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk

membuat kerja sama tanpa terjebak menciptakan birokrasi yang berbelit-belit.

Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi

kelemahan dari setiap bagian atau individu.

Adapun struktur organisasi dari burger hijau ini adalah sebagai berikut :

Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Rumah Burger

Gambar 2.1 di atas menjelaskan bahwa untuk saat ini dalam struktur

organisasi kami hanya masih 4 orang termasuk penulis yang terlibat dalam

pengelolaan rencana ini. Ke depannya akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang

akan diserap. Penulis yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi usaha

yang berkembang dan menjadi perusahaan yang besar.

Uraian Tugas

Berikut ini adalah uraian tugas dari setiap unit yang terdiri dari :

(24)

Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan

pengawasan, serta peningkatan mutu.

Job description :

1)Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan usaha Rumah Burger.

2) Merencanakan dan menyusun program kerja

3)Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan

pengawasan, serta peningkatan mutu.

4)Membina karyawan.

Kualifikasi: Minimal sedang berkuliah, usia minimal 20 tahun, mutu pribadi,

disiplin, motivasi kerja tinggi, perhatian, mandiri, mampu mempengaruhi orang

lain, mampu membuat keputusan, bersikap adil dan bertanggung jawab.

b.Staf Produksi

Job Description :

1) Memonitor pelaksanaan rencana produksi.

2) Bertanggung jawab atas pengendalian bahan baku dan efisiensi

pengunaan tenaga kerja dan peralatan.

Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi

kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.

c. Staf Administrasi dan Keuangan

Job Description :

1)Melakukan pengecekan harga-harga pada produk-produk yang telah

diproduksi dan memeriksa laporan keuangan terhadap barang-barang

(25)

2)Mengendalikan kegiatan-kegiatan bidang keuangan

3)Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta

pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.

Kualifikasi: Telah berpengalaman di bidangnya, mutu pribadi; perhatian, disiplin,

motivasi tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, teliti.

d.Staf Pemasaran

Job Description :

1)Mengendalikan pelaksanaan program pemasaran, meliputi; pembuatan dan

stock usaha, distribusi, penetapan dan pengendalian harga, pemasaran,

serta aspek lain yang berkaitan dengan pemasaran

2)Menentukan pasar sasaran

3)Memonitor kepuasan konsumen, mengevaluasi persaingan, serta

mengidentifikasikan kecenderungan dan peluang pasar.

4)Memahami kebutuhan konsumen/calon konsumen serta memberikan jalan

keluar.

Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi

kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.

D. Aspek Pasar dan Pemasaran 1. Produk yang Dihasilkan

Produk berupa makanan cepat saji jenis burger ini dibuat sedemikian rupa

sehingga bisa memuaskan pelanggan dan menarik simpati bagi calon pembeli.

Kami mengembangkan produk ini berbeda, yaitu dalam penyajiannya kami

(26)

warming yaitu dengan cara dibungkus dengan daun pisang sehinnga memiliki

aroma daun pisang serta daun pandan sebagai pewarna dari roti burger itu sendiri.

Ada beberapa variasi menu yang dihasilkan dari usaha burger ini akan tetapi

ada 2 ( dua ) produk yang menjadi andalan dari usaha Rumah Burger ini.

a. Cheese Greenburger

Salah satu menu andalan dari usaha burger ini adalah “Beef Greenburger

Cheese” yaitu burger yang berwarna hijau beraromakan daun pandan dan

aroma daun pisang serta dengan tambahan keju sebagai pelengkap. Harga

dari menu ini yaitu sebesar Rp 8.000,-

Gambar 2.2 : Beef Greenburger Cheese

Sumber : www.google.com (2011)

b. Beef Greenburger

Menu andalan lainnya yang dihasilkan dari Rumah Burger adalah “Beef

Greenburger”. Menu ini tidak jauh berbeda dengan menu andalan yang

sebelumnya yang membedakannya yaitu menu ini tidak menambahkan

(27)

Gambar 2.3 : Beef Greenburger

Sumber : www.google.com (2011)

2. Keunggulan Kompetitif Produk Rumah Burger :

1. Roti burger produk ini lain dari roti burger yang lain karena

warnanya yang hijau.

2. Menggunakan bahan-bahan yang alami.

3. Kebersihan dan kenyamanan yang dijamin.

4. Penyajiannya yang menarik dan hadir dengan konsep global

warming dan rasanya yang enak.

5. Harga relative murah.

6. Daging yang digunakan adalah daging yang dibuat sendiri dari

daging cincang.

Selain keunggulan-keunggulan yang di atas ada beberapa pelayanan yang

diberikan sebagai ciri khas dari burger “Rumah Burger” antara lain :

1. Menerapkan pelayanan 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan

Santun ).

2. Memberikan potongan harga untuk even-even tertentu atau untuk

(28)

3. Dapat menerima pesanan dalam jumlah besar.

Semua pelayanan tersebut ditujukan dengan maksud menarik simpati

pelanggan sehingga mereka akan tetap nyaman berlangganan.

3. Gambaran Pasar

Diperkirakan minat pasar akan kebutuhan pangan akan terus meningkat

seiring dengan perkembangan zaman, karena manusia tidak bisa bertahan hidup

tanpa ketersediaan pangan. Permintaan pasar yang “demam” akan makanan asing

dan cepat saji membuat Rumah Burger optimis produk yang dijual dapat diterima

di masyarakat dengan menu-menu andalan dan beda dari yang lain.

Tampil dengan konsep global warming dan beda dari produk burger yang lain,

usaha Rumah Burger ini mampu menembus persaingan pasar yang ramai dengan

jenis-jenis makanan yang lain, baik makanan tradisional maupun makanan asing.

Untuk mengatasi adanya persaingan antar sesama produk maupun produk

yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis Rumah Burger melakukan kegiatan

promosi untuk mendukung penjualan usaha ini yaitu sebagai berikut:

a. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan

b. Pemberian diskon pembelian produk Rumah Burger untuk awal

pembukaan.

c. Brosur/ daftar harga, selebaran.

d. Facebook, Twitter

e. Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba

memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa burger

(29)

4. Target Pasar

Dalam berbagai jenis usaha apapun baik jasa, dagang maupun industri

kegiatan pemasaran adalah hal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin karena

tingkat kepentingannya yang sangat tinggi. Dan pemasaran sendiri berarti suatu

sistem keseluruhan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,

menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang

dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli

potensial.

Mengingat pentingnya pemasaran tersebut, maka usaha mikro inipun harus

menentukan segmen pasarnya. Selanjutnya sesuai dengan pengertian pasar ialah

sekelompok orang yang mempunyai uang untuk dibelanjakan, mempunyai

kemauan, dan kewenangan untuk melakukan pembelian, maka segmentasi pasar

Rumah Burger ini terdiri beberapa faktor:

a. Faktor Geografis : Jl. Dr. Mansyur No. 124, MEDAN

b. Faktor Demografis :1. Usia ; Segala Usia

2. Jenis Kelamin ; pria dan wanita

3. Agama ; Semua agama

Bidikan pasar di area kampus tersebut telah direncanakan secara cermat dan

matang karena menurut analisa pasar yang ada, area kampus merupakan ladang

yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya dibidang makanan.

Area kampus tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli Medan tetapi juga

terdapat kaum pendatang yang biasanya kos ataupun mengontrak di daerah sekitar

(30)

dapat kita manfaatkan karena rata-rata anak kos biasanya lebih menyukai hal-hal

yang berbau cepat dalam penyajian (cepat saji) serta dapat pula sebagai alternatif

makanan lain jika bosan terhadap menu sehari-hari.

Usaha burger ini merupakan usaha yang menjanjikan, karena peminatnya yang

hampir merata di setiap kalangan masyarakat atau siapa saja bisa menikmatinya.

5. Trend Perkembangan Pasar

Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat ini.

Penulis sangat yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang

dapat berkembang cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perekonomian

Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk

yang unik.

Dari analisis perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan

ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga mempengaruhi dari trend perkembangan

pasar ini. Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat

pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan ini sangat

mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena

dengan tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk

mengkonsumsi suatu produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu

produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk mengkonsumsi produk

dari usaha penulis.

Diperkirakan untuk kawasan JL. Dr. Mansyur terdapat minimal 950.000 orang

yang tinggal disana. Dan untuk di area kampus jumlah terbanyak adalah

(31)

kaum muda tersebut sedang demam makanan asing maka permintaan barang akan

selalu ada, bahkan dapat cenderung meningkat untuk hari-hari tertentu misalnya

untuk malam minggu, hari minggu, ataupun hari libur.

Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha

penulis. Dikarenakan ketika inflasi tinggi maka akan berimbas pada bahan baku

dan akan mempengaruhi biaya operasional usaha ini. Dengan tingginya inflasi

maka tinggi pula harga bahan baku serta gaji para karyawan yang akan berimbas

pada harga produk usaha burger hijau ini. Namun, ketika inflasi turun maka bahan

baku penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha

burger ini.

Dari segi tingkat suku bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan

perkembangan usaha ini. Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga

mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga

yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha

dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan terpengaruh akan naik atau turunnya

tingkat suku bunga. Dengan modal sendiri ini kami sangat yakin akan dapat

mengembangkan usaha ini menjadi perusahaan yang besar.

6. Proyeksi Penjualan

Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan

faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan

dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang

rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas

(32)

periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk perencanaan

strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka 1 tahun ke depan,

sesuai dengan rencana produksinya.

Dengan mengambil asumsi bahwa proyek burger ini berjalan dimana pada

tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata 20 bungkus maka omset yang

diharapkan adalah Rp.130.000,-/hari. Omset tersebut dihitung atas dasar harga

burger sesuai dengan harga yang ditetapkan setiap menunya dengan rincian

sebagai berikut :

Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan “Rumah Burger” Per Hari

No Nama Menu Banyak (Unit) @ Jumlah Harga

(Rp)

1 Cheese Greenburger 10 8.000 80.000

2 Beef Greenburger 10 8.000 80.000

Total 20 160000

Dengan tabel proyeksi penjualan per hari seperti di atas maka dapat

disimpulkan Rumah Burger menjual kurang lebih 600 burger pada bulan pertama

penjualan usaha ini. Berikut adalah proyeksi penjualan Rumah Burger dalam 1

(33)

Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan “Rumah Burger”

No Bulan Penjualan (per buah) Jlh. Pendapatan ( Rp. 8000 )

CG BG CG BG

1 I 300 300 2400000 2400000

2 II 305 305 2440000 2440000

3 III 310 305 2480000 2440000

4 IV 290 300 2320000 2400000

5 V 313 305 2504000 2440000

6 VI 323 300 2584000 2400000

7 VII 320 310 2560000 2480000

8 VIII 320 325 2560000 2600000

9 IX 325 325 2600000 2600000

10 X 315 320 2520000 2560000

11 XI 330 312 2640000 2496000

12 XII 332 325 2656000 2600000

TAHUN I 3783 3732 30264000 29856000

CG = Cheese Greenburger BG = Beef Greenburger

Dari gambar tabel 2.2 di atas memperlihatkan proyeksi penjualan Rumah

Burger setiap bulannya. Pada bulan pertama permintaan burger sebanyak 600 unit

(34)

bulan berikutnya terjadi kenaikan dan penurunan permintaan ini dapat disebabkan

adanya kenaikan inflasi ataupun pertumbuhan ekonomi pada bulan-bulan tertentu

yang sedang tidak baik.

Grafik 2.1 Proyeksi Penjualan Rumah Burger Berikut adalah pertumbuhan pasarnya :

Growth market = Revenue tahun ini – Reveneu tahun lalu x 100%

Revenue tahun lalu

= 72144000 – 60120000 x 100%

60120000

= 20 %

(35)

Tabel 2.3 Proyeksi Penjualan per tahun “Rumah Burger”

Tahun Proyeksi Penjualan (per buah)

Jlh Pendapatan (Rp. 8000)

CG BG CG BG

2011 3783 3462 30264000 29856000

2012 4539,6 4154,4 36316800 35827200 2013 5447,52 4985,28 43580160 42992640 2014 6537,02 5982,34 52296192 51591168 2015 7844,43 7178,80 62755430,4 61909401,6

Strategi Pemasaran Rumah Burger

Banyaknya persaingan di kawasan kampus yang menjadi lokasi usaha burger

ini mengharuskan melakukan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan

penjualan burger tersebut. Strategi pemasaran yang akan dibuat haruslah

mencakup perkiraan akan hasil yang diharapkan dan mempertimbangkan

alternative ke depan.

Untuk memperkenalkan jenis usaha baru yang akan dibuka, maka usaha

burger ini juga menerapkan strategi pemasaran yang telah terorganisir dengan

seksama demi meningkatkan penjualan produk ke depannya. Berbagai usaha

pemasaran yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

1.Promosi penjualan

a. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan

b. Pemberian diskon pembelian produk Rumah Burger untuk awal

pembukaan.

(36)

2.Iklan

a. Brosur / daftar harga

b. Iklan di media cetak lokal

c. Selebaran

3.Jejaring Sosial

Untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan dari produk terbaru

maka Rumah Burger akan menyampaikan informasi tersebut lewat jejaring sosial

seperti Facebook dan Twitter. Konsumen dapat melihat produk-produk yang

tersedia diakun Facebook yaitu “Rumah Burger” dan di Twitter yaitu

“rumahburger”. Usaha ini dilakukan untuk mempermudah penjualan dari usaha

burger ini.

Dalam akun jejaring sosial ini akan ditampilkan segala macam koleksi menu

yang ada di Rumah Burger. Tidak hanya sekedar informasi berupa data-data atau

karekteristik tentang spesifikasi produk tertentu, akan tetapi juga menampilkan

gambar secara jelas yang terdapat di album Facebook Rumah Burger maupun

“twitpic”. Dengan begitu pelanggan ataupun calon pelanggan dapat bisa menilai

langsung dari menu yang tersedia. Akun ini juga sebagai sarana untuk

menyampaikan kritik dan saran dari konsumen atau pelanggan dari Rumah

Burger.

7. Analisis Pesaing

Pesaing merupakan faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan

pemasaran. Menurut pakar manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima )

(37)

kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di antara para

pesaing yang ada. Kelima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama

menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan

kekuatan yang paling besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang

sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi.

a. Ancaman Masuknya Pendatang Baru

Pendatang baru dalam industri dapat mengancam pesaing yang ada. Untuk

usaha burger hijau ini ancaman akan masuknya pendatang baru dapat merebut

pangsa pasar dari produk usaha ini. Misalnya masuknya produk yang sejenis

maupun yang berbeda seperti roti bakar, pizza, kebab dan sebagainya. Masuknya

menu-menu seperti ini dapat mengancam penjualan produk burger hijau ini.

b. Tingkat Rivalitas Diantara Para Pesaing yang Ada

Persaingan ada yang berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi

dengan menggunakan strategi-strategi seperti persaingan harga, promosi dan

sebagainya. Untuk usaha burger ini tingkat rivalitas yang ada di sekitar area

kampus sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat menyebabkan

turunnya permintaan akan produk ini.

c. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Dalam usaha burger ini yang menentukan harga berada di tangan usaha

Rumah Burger, ini disebabkan usaha ini hadir untuk pertama kalinya di Medan

dan belum ada pesaing yang memiliki ciri-ciri dan konsep yang sama dengan yang

ditawarkan oleh Rumah Burger ini.

(38)

Penggunaan saluran distribusi yang tepat akan memberikan manfaat

seperti tersedianya produk (burger) pada moment yang tepat bagi konsumen, dan

juga akan tersedianya produk (burger) di lokasi yang menyenangkan bagi

pelanggan potensial.

Makanan seperti burger ini adalah salah satu makanan ringan, alangkah

baiknya jika lebih dekat dengan masyarakat, agar terpenuhi permintaan dan

memaksimalkan keuntungan, maka dalam pemasaran dan penjualan Rumah

Burgerhanya menggunakan 1 ( satu )saluran distribusi.

1) Zero Level Channel: dari produsen langsung ke konsumen

Gambar 2.8 : Saluran Pemasaran RumahBurger

Gambar 2.8 menjelaskan bahwa saluran yang digunakan oleh Rumah Burger

adalah saluran No Channel atau Zero level channel yaitu saluran yang

pemasarannya langsung dari produsen ke konsumen. Saluran ini tidak memiliki

perantara, dikarenakan usaha burger hijau ini “menjajakan” produknya dengan

cara mendirikan warung atau café sehingga konsumen datang langsung untuk

membeli produk Burger ini.

Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari usaha

burger ini terdapat pesaing dari produk yang sejenis dan yang tidak sejenis.

Adapun keunggulan dan kelemahan dari produk yang kami tawarkan dari

kompetitor di sekitar Jalan Dr. Mansyur sebagai berikut :

(39)

Tabel 2.4 Analisis Pesaing

PESAING KEUNGGULAN KELEMAHAN

Usaha Gorengan

Usaha Ayam Penyet

Usaha Bakso

1.Harga lebih ekonomis

2.Lebih ringan untuk di

jual.

1.Lebih mengenyangkan.

1. Sudah dikenal oleh

masyarakat.

1. Harganya lebih mahal

2. Sudah banyak

Proses produksi dari usaha kami ini dilakukan dengan cara yang sangat

sederhana, yaitu dengan cara pemanggangan dagingnya yang mengikuti selera

dari pelanggan misalnya : setengah matang, matang ataupun sampai garing.

(40)

daun pisang agar mendukung konsep global warming yang menjadi konsep usaha

kami ini. Berikut adalah skema proses produksi dari usaha Rumah Burger ini :

SKEMA PROSES PRODUKSI

Gambar 2.9 : Skema Proses Produksi Green Burger

Roti dibelah 2 lalu dioleskan dengan mentega dan dipanggang bersamaan

dengan daging dan telur.

Daging dan telur yang sudah matang diangkat lalu diletakkan di atas salah satu

belahan roti

Lalu tambahkan sayuran dan saus di atasnya

matang

Tambahkan belahan roti lainnya sebagai pelengkap dan dibungkus dengan daun

pisang.

Masukan ke dalam mikrowave selama 5 menit

(41)

Penjelasan Skema

1. Skema di atas merupakan tahapan produksi burger secara umum, setelah

burger dibelah 2 lalu dioleskan mentega lalu dipanggang sampai berwarna

kecokelatan.

2. Selanjutnya panggang juga daging dan telur sampai matang atau sesuai

selera yang diminta oleh konsumen.

3. Setelah daging dan telur matang dan roti sudah berwarna kecokelatan

letakkan 1 belahan roti lalu taruh daging di atas belahan roti tersebut

beserta dengan sayuran selada, mentimun, tomat, keju dan saus tomat dan

mayonaisenya.

4. Pada tahap keempat ini, letakkan belahan roti yang lain di atas semua

bahan yang sudah disediakan, kemudian bungkus dengan daun pisang dan

masukkan ke dalam mikrowave selama 5 ( lima ) menit.

5. Tahap terakhir ialah sajikan ke pelanggan dan jika take away ( dibawa

pulang ) dibungkus dengan kantongan.

2. Bahan Baku dan Bahan Penolong

Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk

perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah

suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.

(42)

Tabel 2.5 Bahan Baku Per Minggu

No Uraian Banyak @ Jumlah Harga (Rp)

1 Daging giling 35 kg 11.000 385.000

2 Roti 30 bungkus 2.000 60.000

3 Saus tomat 6 botol 5.000 30.000

4 Mayonaise 5 bungkus 6.000 30.000

5 Mentimun 4 kg 3.000 12.000

6 Selada 0,3 kg 5.000 1.500

7 Tomat 1 kg 4.000 4.000

8 Sosis 4 pack 5.000 20.000

9 Margarine 2 bungkus 7.000 14.000

10 Telur 100 biji 850 85.000

Total 641.500

3. Peralatan yang dibutuhkan

Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga

harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan

dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan. Adapun peralatan yang

(43)

Tabel 2.6 Peralatan

No Peralatan/ Mesin Jumlah

Unit

Harga Jumlah Harga

1 Mikrowave 1 1.000.000 1.000.000

2 Alat pemanggang daging 1 750.000 750.000

3 Pisau 1 5.000 5.000

4 Kompor gas 1 100.000 100.000

5 Gas 3 kg 1 15.000 15.000

Total 1.870.000

Sarana Penunjang

Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk

dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air,

telepon, internet.

Tabel 2.7 Biaya Sarana Penunjang

Jenis Biaya Jumlah Biaya

1. Listrik Rp 50.000,-

2. Air Rp 30.000,-

3. Telefon Rp 40.000

(44)

F. Analisis Sumber Daya Manusia ( SDM )

Untuk usaha Rumah Burger ini pada dasarnya membutuhkan tenaga kerja

yang ulet, rajin serta jujur. Akan tetapi tidak hanya itu saja, usaha burger kami ini

membutuhkan tenaga yang telah berpengalaman. Sebagai pimpinan dan pemilik

usaha burger ini saya harus bertanggung jawab atas perencanaan,

pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan, serta peningkatan mutu dari

produk Rumah Burger. Untuk kualifikasi tenaga kerja yang lain seperti staf

administrasi dan keuangan, staf produksi, serta staf pemasaran kami

membutuhkan tenaga kerja yang memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi

pada pelanggan serta loyal.

G. Rencana Pengembangan Usaha

Kami juga telah menyiapkan rencana pengembangan usaha ini kelak jika telah

beberapa waktu didirikan. Persiapan rencana ini dimaksudkan agar usaha ini dapat

berjalan terus-menerus dan berhasil bertahan dalam menghadapi persaingan pasar

yang ada. Dengan pemikiran yang matang dan terencana ini diharapkan usaha ini

mampu berkembang menjadi lebih baik. Adapun rencana pengembangan usaha

tersebut adalah sebagai berikut :

1. Strategi Pemasaran

a. Pengembangan produk

b. Pengembangan Wilayah Pemasaran

Kami berencana akan mengembangkan cabang usaha ini di area kampus

lainnya di Kota Medan seperti UMSU, UNIMED dan lain-lain. Tidak terbatas

(45)

perbelanjaan di Medan seperti di mall Sun dan Paladium sehingga omset yang

didapatkan akan meningkat.

2. Strategi SDM

Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan

karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi

yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada

karyawan yang berprestasi.

3. Strategi Penetapan Harga

Harga disesuaikan dengan lingkungan masyarakat ekonomi ke bawah

sehingga semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya.

4. Strategi Produksi

Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan

kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari

produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan

mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.

H. Pemanfaatan IT

Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang

peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah

bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis

mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu

terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.

Dalam pemanfaatan IT, Rumah Burger menggunakan akun Facebook dan

(46)

produk-produk yang tersedia di Rumah Burger. Akun Facebook dan Twitter ini

juga sebagai sarana bagi konsumen atau pelanggan untuk menyampaikan kritik

dan saran dari produk-produk maupun pelayanan dari Rumah Burger.

I. Analisis Keuangan

Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah

tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari

masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau

bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3

kategori yakni :

a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan

b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang

Koperasi

c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang

Namun untuk bisnis burger hijau ini, kami menggunakan dana dari kami

sendiri, agar tanggung jawab dan pembagian hasil nantinya jauh lebih mudah,

adapun bila membutuhkan pengembangan usaha.

a. Proyeksi keuangan

Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang

dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di

dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara

ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara

(47)

1) Proyeksi penjualan

Rumah Burger

PROYEKSI PENJUALAN

(dalam unit)

Tabel 2.8: Anggaran Penjualan

Jenis

CG = Cheese Greenburger

(48)

2) Proyeksi produksi

Rumah Burger

PROYEKSI PRODUKSI

(dalam unit)

Tabel 2.9 Anggaran Produksi

Keterang

an

Triwln 1 Triwln 2 Sem. 1 Sem. 2 Tahun 1

CG BG CG BG CG BG CG BG CG BG

Penjualan 915 910 926 905 1841 1815 1942 1917 3783 3732

Pers.

Akhir

300 300 300 300 600 600 600 600 1200 1200

Produk

siap

dijual

1215 1210 1226 1205 2441 2415 2542 2517 4983 4932

Pers.

Awal

0 0 300 300 0 0 600 600 0 0

Produksi 1215 1210 926 905 2441 2415 1942 1917 4983 4932

CG = Cheese Greenburger

(49)

3) Proyeksi pembelian bahan baku Rumah Burger

PROYEKSI PEMBELIAN BAHAN BAKU

(dalam ribuan rupiah)

Tabel 2.10: Anggaran Pembelian Bahan Baku

Ket. Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Triwln 1 Triwln 2 Sem 1 Sem 2 Tahun 1

BBB* 2566 2566 2566 7698 7698 15396 15396 30792

Pers

Akhir

250 250 250 750 750 1500 1500 3000

BBT* 2816 2816 2816 8448 8448 16896 16896 33792

Pers

awal

0 250 250 0 750 0 1500 0

PBB* 2816 2566 2566 8448 7698 16896 15396 33792

KET: BBB = Biaya Bahan Baku

* BBT = Biaya Bahan Tersedia

(50)

4) Proyeksi biaya tenaga kerja langsung Rumah Burger

PROYEKSI BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

Tabel 2.11: Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung

Pekerja Upah Total

Bulan 1 1 300.000 600.000

2 300.000

Bulan 2 1 300.000 600.000

2 300.000

Bulan 3 1 300.000 600.000

2 300.000

Triwulan 1 1 900.000 1.800.000

2 900.000

Triwulan 2 1 900.000 1.800.000

2 900.000

Semester 1 1 1.800.000 3.600.000

2 1.800.000

Semester 2 1 1.800.000 3.600.000

2 1.800.000

Setahun 1 3.600.000 7.200.000

(51)

5) Proyeksi beban operasi Rumah Burger

PROYEKSI BEBAN OPERASI

(dalam rupiah)

Tabel 2.12 Anggarani Beban Operasi

Triwulan 1 Triwulan 2 Semester 1 Semester 2 Tahun 1

1. Biaya

Pemasaran

Biaya Sewa

Tempat

500000 500000 1000000 1000000 2000000

Biaya Iklan 62.500 62.500 125.000 125.000 250.000

Jumlah 562500 562.500 1.125.000 1.125.000 2.250.000

2. Biaya

Administrasi

Biaya peralatan 1870000 - 1870000 - 1870000

Biaya Gaji

pimpinan/staf

3000000 3000000 6000000 6000000 12000000

Jumlah 4870000 3000000 7870000 6000000 13870000

Beban Usaha

(1+2)

(52)

6) Proyeksi Laporan Laba/Rugi Rumah Burger

Proyeksi Laporan Laba/rugi

(dalam ribuan rupiah)

Tabel 2.13 Laporan Laba/rugi

(53)
(54)

PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 5 TAHUN KE DEPAN RUMAH BURGER

(dalam jutaan rupiah)

Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek

penjualan sebesar 20% per tahun)

Tabel 2.14 Proyeksi Laporan Arus Kas 5 Tahun

8) Sumber Pendanaan

Tabel 2.15 Sumber Pendanaan “Rumah Burger”

Uraian Persentase (%) Jumlah

(a) (b) (c) (d) (c = a + b + c +

d)

1. Modal

Sendiri

1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 6.000.000

2.

Pinjaman

0 0 0 0 0

Jumlah (1+2) 6.000.000

Uraian

b. Penggunaan dana (Cash out flow) 55,592,40 58.874,88 66.377,86 75.381,43 86.184,71,

c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 10.527,60 13.269,12 20,194,94 28.505,93 38.479,12

d. Keadaan kas awal 0 10.527,60 23.796,72 43.991,66 72.497,60

(55)

9) Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi

Tabel 2.16 Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi

Uraian Jumlah

a. Tanah 0

b. Mesin/Peralatan 1.870.000

c. Peralatan Kantor 100.000

d. Infrastruktur 500.000

e. Biaya pra operasi 500.000

Jumlah 2.970.000

b. BEP ( Break Even Point )

Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama

modal yang dikeluarkan akan kembali.

Untuk mengetahui berapa lama modal usaha burger ini akan kembali maka

perhitungan BEP nya adalah :

Rumusnya:

Total Pendapatan = Total Pengeluaran

(Harga Jual x Qty) = (Biaya tetap + biaya variabel)

Estimasi dalam 1 bulan:

Qty 1 bulan = 623 porsi

(56)

Biaya Variabel = Rp 2.566.000

Biaya Tetap = Rp 7.326.000

Estimasi BEP =

= Rp 7.326.000

Rp 3.738.000-Rp 2.566.000

= + 6,2 Bulan

J. Analisis Resiko

Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian

diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau

kelemahan seseorang/ perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan

perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :

1. Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh

kejadian-kejadian yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara,

misalnya krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga

BBM, dan perubahan perilaku konsumen.

2. Ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh

kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan,

(57)

3. Ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh

kejadian-kejadian alam seperti bencana alam.

a. Analisis Resiko Usaha

1. Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan

terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.

2. Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak

tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.

3. Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu bencana

alam seperti gempa dan banjir.

4. Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.

5. Kebijakan pemerintah yang sewaktu-waktu akan berubah.

b. Antisipasi Resiko Usaha

1. Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi

ketika perekonomian tidak stabil.

2. Dengan antipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat dilakukan

dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

3. Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari

inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan yang

inovatif.

4. Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati peraturan

(58)

BAB III

PENUTUP

Pada bab ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari

pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, selain itu penulis juga

memberikan beberapa saran yang mungkin bermanfaat demi kebaikan dan

kemajuan perusahaan.

A. KESIMPULAN

Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pembahasan

yang telah dilakukan, ialah bisnis burger ini layak untuk dipasarkan ke masyarakat

dan sangat bagus untuk dikembangkan. Pasar dari usaha ini juga sangat

menjanjikan karena lokasinya yang strategis dan yang menjadi target utama

pasarnya adalah para mahasiswa yang menyukai hal-hal yang baru dan bersifat

instan seperti makanan sejenis burger ini. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek

sebagai berikut :

1. Resiko yang mungkin akan dialami oleh usaha ini sangat kecil,

dikarenakan usaha ini bukanlah makanan musiman dan juga

makanan ini sudah dikenal di berbagai belahan dunia.

2. Untuk Sumber Daya Manusia usaha burger ini mempunyai

kualifikasi yaitu memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi

(59)

3. Rencana pengembangan usaha burger ini akan direncanakan

dengan membuka cabang-cabang lain di sekitar kampus yang lain

dan juga membuka cabang di pusat perbelanjaan di kota Medan.

4. Dan usaha ini dimulai dengan menggunakan modal awal sebesar

Rp 6.000.000 dan perkiraan titik modal impas yaitu pada bulan ke

6 (enam) sebesar Rp 6.074.000

B. SARAN

Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat penulis berikan untuk kemajuan

dan perkembangan usaha “Rumah Burger” yaitu sebagai berikut :

1. Sebelum melakukan suatu usaha hendaknya membuat suatu

perencanaan bisnis terlebih dahulu untuk dapat memudahkan

penanganan usaha tersebut agar dapat berkembang maju dimasa yang

akan datang.

2. Lakukan analisa pasar dengan mengadakan atau melakukan berbagai

survey untuk mengetahui minat pasar terhadap produk yang ditawarkan.

3. Perlunya penangan biaya operasional sekecil mungkin,terutama yang

berkaitan dengan biaya pembuatan produk.

4. Penanganan biaya produksi sekecil mungkin.

(60)

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, Emma Nur, 2010. Burger Hijau Berselimut Daun Pisang (http://bandung.detik.com/read/2010/01/05/094209/1271738/671/burger-hijau-berselimut-daun-pisang)

Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini, 2010.

Kewirausahaan, USU Press, Medan

Nafarin, M. 2004, Penganggaran Perusahaan, Edisi I, Jakarta : Salemba Empat

Gambar

Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Rumah Burger
Gambar 2.2 : Beef Greenburger Cheese
Gambar 2.3 : Beef Greenburger
Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan “Rumah Burger” Per Hari
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemahaman konsep ini pula yang digunakan oleh pihak manajemen Mister Burger yaitu warung makan yang mempunyai produk unggulan burger dan hotdog dalam meningkatkan kualitas

Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan

Kepemilikan akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Pinte-rest, BBM yang gratis atau BBM bisa menjadi solusi Anda yang ingin bisnis online tapi

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Harga, Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian di Burger King Jemursari” ini merupakan hasil dari

Owned media adalah tipe media promosi yang dikelola oleh perusahaan atau brand itu sendiri. Contohnya, akun Instagram, Facebook, Twitter, Website, dan lainnya. 538), pemasaran

Burger adalah sejenis makanan berupa roti berbentuk bundar yang diiris dua dan ditengahnya diisi dengan patty yang biasanya di ambil dari daging, kemudian sayur-sayuran

Kelebihan dari Garlick Store dalam menggunakan Facebook dan Twitter tidak hanya sebagai media promosi produk yang ditawarkan saja, akan tetapi juga sebagai media

Berikut ini ada data Traditional Format yang telah dianalisis dari UKM Ocean Burger : Perhitungan COGS : Direct Cost Indirect Cost Per Burger Per Burger Direct Material Roti