UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN MEDAN
PERENCANAAN BISNIS “BURGER WEENAK”
TUGAS AKHIR Diajukan Oleh
EMYA CHRISNA BR SEMBIRING 082101175
DIPLOMA III KEUANGAN
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
Fakultas Ekonomi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
NAMA : EMYA CHRISNA BR SEMBIRING
NIM : 082101175
JURUSAN : DIPLOMA III KEUANGAN
JUDUL : PERENCANAAN BISNIS BURGER WEENAK
Tanggal : ... 2011 Dosen Pembimbing,
(Drs. Raja Bongsu Hutagalung, MSi)
NIP. 19591229 198903 1 002
Tanggal : ... 2011 Ketua Program Studi,
(Drs. Raja Bongsu Hutagalung, MSi)
NIP. 19591229 198903 1 002
Tanggal : ... 2011 Dekan,
(Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA, serta senantiasa memberikan
kesehatan, kesempatan, dan kekuatan kepada penulis sehingga akhirnya dapat
menyelesaikan Tugas Akhir ini. Untuk Kedua orangtua saya yang tercinta
Ayahanda Umar Dhani Sembiring dan Ibunda Relly Br Bangun yang telah memberikan segenap kasih sayang, semangat dan dukungan kepada penulis baik
meteril maupun nonmateril sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.
Penulisan Tugas Akhir ini ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat
yang telah ditentukan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan D-III Keuangan
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Judul Tugas Akhir ini adalah
“PERENCANAAN BISNIS BURGER WEENAK”.
Penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah
memberikan bantuan, yaitu:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku Ketua Program Studi
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara sekaligus selaku
Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing
3. Bapak Syafrizal Helmi, SE, M.Si selaku Sekretaris Program Studi
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Seluruh Dosen Pengajar dan Staff Pegawai pada Fakultas Ekonomi.
5. Kakakku Menda, Rimna dan abangku Lisa, Leser, Pantas dan Guna
terima kasih atas motivasi dan bantuannya kepada penulis dalam
mengerjakan Tugas Akhir ini.
6. Sahabat-sahabatku yang tersayang Vitha, Yuli, Viana, Sabet dan Dely
serta seluruh teman-teman penulis di Keuangan stambuk 08, Rani, Febri,
Eva dan Devi yang mendukung dalam penulisan Tugas Akhir ini terima
kasih atas kasih sayang kalian.
7. Buat teman-teman magang kelompok 6, Kurnia, Devi, Nia, Risma, Desi,
dan Atika yang memberikan kritik dan saran kepada penulis pada Tugas
akhir ini.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kata sempurna
baik dari segi isi maupun dari segi penyajiannya. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar untuk ke depannya
penulis dapat menulis dengan lebih baik lagi.
Medan, 2011
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR GRAFIK ... vii
G. Rencana Pengembangan Usaha ... 37
H. Pemanfaatan IT ... 38
I. Analisis Keuangan ... 39
J. Analisis Resiko ... 45
BAB III PENUTUP ... 47
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan Burger Weenak per hari ... 25
Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan Burger Weenak ... 26
Tabel 2.3 Analsis Pesaing ... 31
Tabel 2.4 Bahan Baku per minggu ... 35
Tabel 2.5 Peralatan ... 36
Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang ... 36
Tabel 2.7 Sumber Pendanaan Burger Weenak ... 40
Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan ... 40
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Burger Weenak ... 13
Gambar 2.2 Beef Greenburger Cheese ... 16
Gambar 2.3 Beef Greenburger ... 17
Gambar 2.4 Burger Original ... 18
Gambar 2.5 Hotdog ... 18
Gambar 2.6 French Fries ... 19
Gambar 2.7 Aneka Minuman Segar ... 19
Gambar 2.8 Saluran Pemasaran Burger Weenak ... 30
DAFTAR GRAFIK
Halaman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dengan berkembangnya dunia usaha umumnya, maka banyak
perusahaan-perusahaan yang mengalami pertumbuhan (growth) menjadi perusahaan lebih
besar. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kegiatan-kegiatan yang ada di
perusahaan juga bertambah banyak, begitu juga volume kegiatan yang
dilaksanakan. Jika dalam perusahaan kecil, jenis kegiatan yang dilakukan terbatas
sehingga akan mudah untuk direncanakan dan diawasi, setelah perusahaan mulai
berkembang dan semakin besar, volume kegiatan meningkat dan semakin sulit
untuk direncanakan dan diawasi.
Dunia Bisnis bukan hal yang baru lagi di era globalisasi sekarang ini, prospek
usaha dibidang bisnis begitu menggiurkan untuk digeluti oleh semua kalangan
yang ingin dan mampu untuk bersaing sehat dengan segala inovasi dan produk
yang menarik konsumen. Dunia bisnis hidup begitu sederhana akan tetapi
mempunyai peluang yang besar untuk terjun kedalamnya dan mamperoleh laba
yang bagitu menjanjikan.
Dunia bisnis yang digeluti begitu banyak dan beragam,mulai dari makanan,
minuman, toko kue, cafe, resto, dan butik pakaian, dll. Untuk itu didalam dunia
bisnis pesaing bukanlah lagi momok besar bagi seorang pengusaha bisnis, tapi
pesaing bisa dijadikan sebagai mitra untuk saling bekerjasama dalam penjualan
produk masing-masing. Sebelum seorang pengusaha merintis bisnis yang
dahulu, yang berujuan untuk memudahkan pengusaha dalam mengawali
bisnisnya.
Pada umumnya kegiatan berbisnis dilakukan oleh orang yang sudah memiliki
pengalaman di bidang yang dibisniskan orang tersebut. Hal tersebut di karenakan
berbagai pihak masih getar getir dalam melakukan kegiatan bisnis dalam
kehidupan mereka, mereka merasa bahwa dalam memulai kegiatan berbisnis
pengetahuan berbisnis yang menjadi dasar dalam memulai suatu usaha. Namun
dengan berkembangnya zaman, orang yang melakukan aktifitas bisnis tidak harus
memiliki pengalaman. Bahkan untuk saat ini saja, kegiatan bisnis sudah
merambah di berbagai pihak masyarakat, tidak terkecuali banyak juga ibu rumah
tangga, karyawan, bahkan mahasiswa juga banyak melakukan aktifitas berbisnis
dalam kesehariannya. Hal tersebut karena dilatar belakangkan banyaknya laba
yang di dapatkan dari berbisnis tersebut. Kegiatan berbisnis saat ini tidak sesulit
yang terdahulu. Salah satu modal utama sebelum melakukan kegiatan berbisnis
antara lain adalah seberapa besar pihak tersebut ingin melakukan kegiatan bisnis
yang akan ditekuninya, serta daya juang pebisnis dalam mempublikasikan barang
atau pun jasa yang ingin akan bisniskannya. Hal tersebut dikarenakan tidak
sedikit para pebisnis memilih mundur dari kegiatan mereka karena merasa laba
yang didapatkannya tidak sebanding dengan apa yang telah dikeluarkannya dalam
memulai usaha bisnis tersebut. Sesungguhnya kelangsungan hidup berbisnis
dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain keadaan ekonomi suatu negara.
Perubahan kondisi tersebut justru dapat mengakibatkan di satu pihak dapat
dapat dipakai sebagai suatu peluang bisnis bagi munculnya usaha baru. Banyak
faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup suatu usaha atau bisnis, bukan
hanya faktor ekonomi saja. Faktor persaingan usaha, regulasi suatu negara,
politik, kondisi sosial atau budaya, tren, teknologi, dan lain sebagainya dapat
mempengaruhi kelangsungan hidup suatu bisnis.
Dalam
jasa kepad
historis kata bisnis darbusiness, dari kata dasar busy yang berarti
"sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian,
sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang
sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri
memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya penggunaan singular kata bisnis
dapat merujuk pada
ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
Perencanaan bisnis merupakan langkah awal dalam menjalankan bisnis,
biasanya terdiri dari apa yang akan kita lakukan, kapan dan bagaimana cara
melakukannya. Perencanaan bisnis yang baik akan membantu dalam melihat lebih
jelas mengenai tipe bisnis yang akan dirintis, siapa saja yang akan menjadi
pelanggan dan produk atau jasa apa yang akan anda tawarkan kepada mereka.
Jenis usaha kecil tidak perlu membuat rencana bisnis yang rumit untuk
melakukan diskusi atau tanya jawab.Seringkali orang dalam memulai bisnis tanpa
rencana sama sekali, sehingga ide-ide mereka menjadi kabur dan mereka tidak
tahu apa yang selanjutnya harus mereka lakukan. Dengan menulis sebuah rencana,
meskipun itu berupa catatan-catatan kecil, kita akan mendapat gambaran yang
lebih jelas mengenai jenis bisnis yang anda inginkan, serta bagaimana bisnis itu
harus berkembang sejalan dengan waktu. Beberapa hal yang dapat kita pikirkan
saat menulis rencana bisnis yaitu, Jenis usaha apa yang akan kita rintis, Tujuan
apa dari bisnis yang akan dirintis, Bagaimana bisnis kita akan menghasilkan uang,
Siapa yang akan menjadi pelanggan kita, Bagaimana cara kita mendapatkan
pelanggan.
Membuat rencana bisnis merupakan hal yang sangat penting sebelum anda
action bisnis anda. Dengan melakukan perencanaan bisnis berarti anda sudah
memetakan bisnis anda untuk kedepannya nanti.
Hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan perencanaan bisnis diantaranya
adalah : pertama, target market harus jelas, apakah kalangan mahasiswa, pria,
wanita, remaja, anak-anak, pokoknya kita harus tentukan dulu target market kita
dengan spesifik. Kedua, Produk. setelah kita sudah menentukan peluangnya
(target marketnya) ada di mana. Berikan produk dengan kualitas nomer satu,
walaupun sedikit lebih mahal, tapi ini akan menjadi promosi gratis buat anda
untuk kedepannya. Ketiga, Promosi. Tentukan bentuk promosi yang akan anda
terapkan untuk bisnis anda, Alokasikan dana yang paling besar untuk promosi,
dengan konsumen maka penjualan nya pun akan biasa-biasa saja. Keempat, Cara
Pembayaran. Jika bisnis anda adalah bisnis skala kecil, mungkin ini tidak akan
begitu berpengaruh / menjadi masalah, tetapi jika bisnis anda sudah besar, anda
harus sudah menentukan metode pembayaran yang tepat untuk bisnis anda,
carilah system pembayaran yang paling aman, walaupun itu membutuhkan lebih
banyak dana. Kelima, Support System. Sama dengan point no.4 jika bisnis anda
masih dalam skala kecil mungkin point ini bisa dihilangkan, karena seluruhnya
bisa anda tangani sendiri, tetapi tetap harus di perhatikan.
Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai peran penting dan strategis bagi
pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju.
Pada saat krisis ekonomi berlangsung di Indonesia, UKM merupakan sektor
ekonomi yang memiliki ketahanan paling baik. Kemampuan UKM perlu
diberdayakan dan dikembangkan secara terus menerus dengan berusaha
mereduksi kendala yang dialami UKM, sehingga mampu memberikan kontribusi
lebih maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat (Sutaryo, 2004).
Usaha Kecil Menengah ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh
informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha
kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.
Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar,
aspek tersebut adalah :
1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar
Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan
bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai
keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang
signifikan dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga
sumber-sumber daya itu bisa dikapitalisasikan (Zimmerer, 2008). Dengan
demikian wirausahawan harus mampu menciptakan peluangnya sendiri demi
tercipta suatu hal yang berharga dan dapat dipakai untuk bertahan hidup.
Dunia usaha dan dunia industri saat ini sedang mengalami perkembangan
yang kian pesat , terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun
makro dengan beragam usaha mereka yang menarik, dan sudah pasti akan
menghasilkan laba untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan
di usaha tersebut .
Adapun jenis usaha yang sedang marak saat ini yakni usaha di sektor industri,
salah satu industri yang banyak diminati ialah industri makanan ringan, dan
faktanya dapat kita lihat di sepanjang jalan besar di kota Medan banyak outlet
yang menjual makanan ringan dengan berbagai rasa dan bahan dasar.
Perkembangan ini disebabkan mulai dari tingginya kebutuhan masyarakat akan
makanan ringan dan keinginan masyarakat untuk menikmati rasa-rasa yang
berbeda yang ditawarkan oleh produsen pada makanan, dengan penampilan dan
warna yang menarik serta harga yang terjangkau oleh masyrakat, maka satu
keputusan yang tepat untuk turut meramaikan dunia industri makanan.
Salah satu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi oleh tiap manusia adalah
hal ini, yang akan dibahas lebih mendalam adalah kebutuhan akan pangan, karena
kita semua tahu bahwa kebutuhan tersebut sangat penting dan manusia tidak akan
bertahan hidup tanpa pangan.
Makanan jenis Hamburger tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita.
Tidak hanya di kota-kota besar tetapi di berbagai tempat kita bisa menjumpai
makanan tersebut. Hamburger merupakan jenis ‘fast food’ yang berasal dari
negara Amerika. Makanan ini banyak digemari karena tampilannya yang unik
karena memadukan berbagai macam bahan seperti roti, sayuran segar, daging
panggang dan berbagai saus yang menghasilkan cita rasa lain yang enak. Awalnya
makanan ini merupakan makanan mahal tetapi seiring dengan perkembangan
zaman maka makanan ini bisa kita dapatkan dengan harga yang sangat miring.
Yang menjadi target pemasaran usaha ini adalah masyarakat, pelajar dan
mahasiswa daerah kampus. Bidikan pasar di area kampus tersebut telah
direncanakan secara cermat dan matang karena menurut analisa pasar yang ada,
area kampus merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru
khususnya dibidang makanan. Area kampus tidak hanya didominasi oleh
masyarakat asli Medan tetapi juga terdapat kaum pendatang yang biasanya kos
ataupun mengontrak di daerah sekitar kampus. Kaum pendatang tersebut
kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini dapat kita manfaatkan karena
rata-rata anak kos biasanya lebih suka membeli makanan daripada memasak sendiri
dan dapat pula sebagai alternatif makanan lain jika bosan terhadap menu
Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian
konsumen terhadap keamanan produk dan nilai fungsionalnya untuk kesehatan.
Burger ini merupakan salah satu alternatif olahan pangan yang sehat karena
menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu usaha burger ini memiliki konsep
yang baru di kalangan masyarakat dan memiliki ciri khas tersendiri.
Pembukaan usaha dalam bidang makanan sangat menguntungkan dan
mempunyai prospek yang cerah ke depannya. Hal ini berkaitan dengan
perkembangan zaman dimana laju pertumbuhan penduduk meningkat relatif besar
serta besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap industri kuliner. Maka usaha
Burger ini dianggap sangat bagus untuk dikembangkan mengingat pasar yang ada
sangatlah mendukung. Apalagi inovasi yang akan disajikan oleh penulis memiliki
banyak pilihan baru di dalam pemilihan menu dan dapat menarik perhatian
pencinta kulliner di daerah Medan khususnya.
Untuk tahap awal usaha burger ini hanya dimiliki oleh satu orang sebagai
pemilik yaitu saya sendiri. Untuk berbelanja keperluan dagang pemilik dibantu
oleh karyawan. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya
belanja bahan makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan
lainnya. Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal
milik pribadi.
Dari keadaan tersebut, dan berdasarkan pantauan saya bahwa maraknya
pilihan makanan yang enak dan bergizi sedikit ditemukan. Maka saya merasa
akan menjadi suatu potensi ke depannya apabila usaha Burger ini dapat
tersebut dalam sebuah Tugas Akhir dengan judul “PERENCANAAN BISNIS
BURGER WEENAK”.
B. Tujuan Prospek Usaha
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari prospek usaha yang dilakukan penulis
adalah :
1. Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi
organisasi agar dapat melaksanakan aktivitas dengan lebih efisien, efektif
serta lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan demi kelancaran
organisasi dalam mencapai tujuannya.
2. Sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi peneliti atau
rekan-rekan mahasiswa yang akan membahas masalah dengan topik yang sama.
3. Menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri pengusaha guna
menciptakan usaha baru secara profesional dan terlatih.
4. Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka
meningkatkan perekonomian di sektor riil.
5. Untuk memiiliki kemampuan wawasan akademik yang mendukung
kemampuan dalam merumuskan perencanaan dan kebijakan serta
evaluasi keberhasilan operasi bisnis.
6. Mampu berkomunikasi dengan pihak luar yang terlibat dalam bidang ilmu
pengetahuan, penelitian maupun aplikasi kegiatan-kegiatan ilmiah
C. Manfaat Prospek Usaha
a. Bagi Penulis, untuk memperoleh pengetahuan tentang bagaimana
membuat perencanaan bisnis dengan baik dan untuk menjadi pedoman
bagi penulis dalam upaya merealisasikan perencanaan bisnisnya.
b. Mengetahui persaingan pasar atau bisnis dalam menjalankan dan seberapa
berkembangannya bisnis yang akan dijalankan penulis.
c. Bagi Pembaca, hasil tugas akhir ini bermanfaat untuk menambah
pengetahuan untuk memulai suatu bisnis dan dapat dijadikan sumber atau
titik tolak sebagai bahan perbandingan bagi perencaan bisnis selanjutnya.
d. Akan lebih memudahkan pembaca untuk melakukan bisnis dalam
BAB II PEMBAHASAN A. Data Perusahaan
Dalam suatu perusahaan memiliki data perusahaan yang meliputi nama
pemilik, susunan pemegang saham, struktur organisasi, bentuk kepemilikan
bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon, faximile, E-mail, NPWP serta perizinan
perusahaan yang mana dalam data perusahaan ini akan mencerminkan bergerak
dalam bidang apa dan produk atau jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan
tersebut. Berikut adalah data dari perusahaan yang direncanakan penulis:
Nama Perusahaan : Burger Weenak
Bidang Usaha : Industri Makanan
Jenis Produk : Burger Hijau, Hotdog, Friend Fries
Alamat Perusahaan : Jl. Bahagia Gg. Budi Utomo No 6 Medan
Nomor Telepon : 085 762 644 644
Alamat E-mail : [email protected]
Facebook, Twitter : Burger Weenak, BurNak
B. Biodata Pemilik
Nama : Emya Chrisna Br Sembiring
Jabatan : Pimpinan
Tempat dan tanggal Lahir : Ujung Bandar, 31 Juli 1990
Alamat Rumah : Jl. Bahagia Gg. Budi Utomo No 6 Medan
Nomor Telepon : 085 762 644 644
Alamat E-mail : [email protected]
Facebook/ Twitter : Burger Weenak/ BurNak
Pendidikan Terakhir : Diploma
C. Struktur Organisasi Burger Weenak
Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas – batas wewenang
dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan/ keterkaitan
antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi
tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh
aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.
Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah
ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam
bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat
diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja
sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat
Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan
perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan
serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui
saluran tunggal.
Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan
yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan
ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala
perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Struktur
perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk
membuat kerja sama tanpa terjebak menciptakan birokrasi yang berbelit-belit.
Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi
kelemahan dari setiap bagian atau individu.
Adapun struktur organisasi dari burger hijau ini adalah sebagai berikut :
Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Burger Weenak
Gambar 2.1 di atas menjelaskan bahwa untuk saat ini dalam struktur
pengelolaan rencana ini. Ke depannya akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang
akan diserap. Penulis yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi usaha
yang berkembang dan menjadi perusahaan yang besar.
Uraian Tugas
Berikut ini adalah uraian tugas dari setiap unit yang terdiri dari :
a. Pimpinan
Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan
pengawasan, serta peningkatan mutu.
Job description :
1. Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan usaha Burger Weenak.
2. Merencanakan dan menyusun program kerja
3. Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan
pengawasan, serta peningkatan mutu.
4. Membina karyawan.
Kualifikasi: Minimal sedang berkuliah, usia minimal 20 tahun, mutu pribadi,
disiplin, motivasi kerja tinggi, perhatian, mandiri, mampu mempengaruhi orang
lain, mampu membuat keputusan, bersikap adil dan bertanggung jawab.
b. Staf Produksi
Job Description :
1. Memonitor pelaksanaan rencana produksi.
2. Bertanggung jawab atas pengendalian bahan baku dan efisiensi
Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi
kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.
c. Staf Administrasi dan Keuagan
1. Melakukan pengecekan harga-harga pada produk-produk yang telah
diproduksi dan memeriksa laporan keuangan terhadap barang-barang
produksi yang telah laku terjual.
2. Mengendalikan kegiatan-kegiatan bidang keuangan
3. Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta
pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
Kualifikasi: Telah berpengalaman di bidangnya, mutu pribadi; perhatian, disiplin,
motivasi tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, teliti.
d. Staf Pemasaran
1. Mengendalikan pelaksanaan program pemasaran, meliputi; pembuatan dan
stock usaha, distribusi, penetapan dan pengendalian harga, pemasaran,
serta aspek lain yang berkaitan dengan pemasaran
2. Menentukan pasar sasaran
3. Memonitor kepuasan konsumen, mengevaluasi persaingan, serta
mengidentifikasikan kecenderungan dan peluang pasar.
4. Memahami kebutuhan konsumen/calon konsumen serta memberikan jalan
keluar.
Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi
D. Aspek Pasar dan Pemasaran D1. Produk yang Dihasilkan
Produk berupa makanan cepat saji jenis burger ini dibuat sedemikian rupa
sehingga bisa memuaskan pelanggan dan menarik simpati bagi calon pembeli.
Kami mengembangkan produk ini berbeda, yaitu dalam penyajiannya kami
membuatnya menjadi kaya akan bumbu-bumbu dan hadir dengan konsep global
warming yaitu dengan cara dibungkus dengan daun pisang sehinnga memiliki
aroma daun pisang serta daun pandan sebagai pewarna dari roti burger itu sendiri.
Ada beberapa variasi menu yang dihasilkan dari usaha burger hijau ini akan
tetapi ada 2 ( dua ) produk yang menjadi andalan dari usaha Burger Weenak ini.
a. Beef Greenburger Cheese
Salah satu menu andalan dari usaha burger ini adalah “Beef Greenburger
Cheese” yaitu burger yang berwarna hijau beraromakan daun pandan dan
aroma daun pisang serta dengan tambahan keju sebagai pelengkap. Harga
dari menu ini yaitu sebesar Rp 8.000,-
Gambar 2.2 : Beef Greenburger Cheese
b. Beef Greenburger
Menu andalan lainnya yang dihasilkan dari Burger Weenak ini adalah
“Beef Greenburger”. Menu ini tidak jauh berbeda dengan menu andalan
yang sebelumnya yang membedakannya yaitu menu ini tidak
menambahkan keju sebagai pelengkapnya .Harga untuk menu ini adalah
Rp 7.000,-
Gambar 2.3 : Beef Greenburger
Sumber : www.google.com (2011)
Selain menu-menu andalan di atas, ada beberapa menu lain yang tersedia di
Burger Weenak antara lain :
1. Burger Original
Usaha burger ini juga menyediakan burger original bagi konsumen yang
kurang menyukai burger berwarna hijau sebagai produk andalan dari
Gambar 2.4 : Burger Original
Sumber : www.google.com (2011)
2. Hotdog
Hotdog atau yang kita kenal sebagai sosis juga tersedia di dalam daftar
usaha burger ini dengan harga Rp 6.000,-
Gambar 2.5 : Hotdog
Sumber : www.google.com (2011)
3. French Fries
Burger Weenak ini juga menyediakan kentang goreng atau French Fries
Gambar 2.6 : French Fries
Sumber : www.google.com (2011)
4. Aneka Minuman Segar
Sebagai pelengkap dari makanan yang disediakan, Burger Weenak juga
menyediakan berbagai jenis minuman yang segar. Harga yang ditawarkan
untuk setiap porsi minuman ini adalah Rp5.000,-
Gambar 2.7 : Aneka Minuman Segar
D2. Keunggulan Kompetitif Produk Burger Weenak :
1. Roti burger produk ini lain dari roti burger yang lain karena
warnanya yang hijau.
2. Menggunakan bahan-bahan yang alami.
3. Kebersihan dan kenyamanan yang dijamin.
4. Penyajiannya yang menarik dan hadir dengan konsep global
warming dan rasanya yang enak.
5. Harga relative murah.
6. Daging yang digunakan adalah daging yang dibuat sendiri dari
daging cincang.
Selain keunggulan-keunggulan yang di atas ada beberapa pelayanan yang
diberikan sebagai ciri khas dari burger “Burger Weenak” antara lain :
1. Menerapkan pelayanan 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan
Santun ).
2. Memberikan potongan harga untuk even-even tertentu atau untuk
pembelian dalam jumlah yang banyak.
3. Dapat menerima pesanan dalam jumlah besar.
Semua pelayanan tersebut ditujukan dengan maksud menarik simpati
pelanggan sehingga mereka akan tetap nyaman berlangganan.
D3. Gambaran Pasar
Diperkirakan minat pasar akan kebutuhan pangan akan terus meningkat
seiring dengan perkembangan zaman, karena manusia tidak bisa bertahan hidup
dan cepat saji membuat Burger Weenak optimis produk yang dijual dapat diterima
di masyarakat dengan menu-menu andalan dan beda dari yang lain.
Tampil dengan konsep global warming dan beda dari produk burger yang lain,
usaha Burger Weenak ini mampu menembus persaingan pasar yang ramai dengan
jenis-jenis makanan yang lain, baik makanan tradisional maupun makanan asing.
Untuk mengatasi adanya persaingan antar sesama produk maupun produk
yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis Burger Weenak melakukan kegiatan
promosi untuk mendukung penjualan usaha ini yaitu sebagai berikut:
1. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan
2. Pemberian diskon pembelian produk Burger Weenak untuk awal
pembukaan.
3. Brosur/ daftar harga, selebaran.
4. Facebook, Twitter
5. Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba
memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa burger
hijau tersebut dan diharapkan menjadi media promosi ke orang lain.
D4. Target Pasar
Dalam berbagai jenis usaha apapun baik jasa, dagang maupun industri
kegiatan pemasaran adalah hal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin karena
tingkat kepentingannya yang sangat tinggi. Dan pemasaran sendiri berarti suatu
sistem keseluruhan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial.
Mengingat pentingnya pemasaran tersebut, maka usaha mikro inipun harus
menentukan segmen pasarnya. Selanjutnya sesuai dengan pengertian pasar ialah
sekelompok orang yang mempunyai uang untuk dibelanjakan, mempunyai
kemauan, dan kewenangan untuk melakukan pembelian, maka segmentasi pasar
Burger Weenak ini terdiri beberapa faktor:
a. Faktor Geografis : Jl. Bahagia Gg. Budi Utomo No 6 Medan
b. Faktor Demografis :1. Usia ; Segala Usia
2. Jenis Kelamin ; pria dan wanita
3. Agama ; Semua agama
Bidikan pasar di area kampus tersebut telah direncanakan secara cermat dan
matang karena menurut analisa pasar yang ada, area kampus merupakan ladang
yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya dibidang makanan.
Area kampus tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli Medan tetapi juga
terdapat kaum pendatang yang biasanya kos ataupun mengontrak di daerah sekitar
kampus. Kaum pendatang tersebut kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini
dapat kita manfaatkan karena rata-rata anak kos biasanya lebih menyukai hal-hal
yang berbau cepat dalam penyajian (cepat saji) serta dapat pula sebagai alternatif
makanan lain jika bosan terhadap menu sehari-hari.
Usaha burger ini merupakan usaha yang menjanjikan, karena peminatnya yang
D5. Trend Perkembangan Pasar
Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat ini.
Penulis sangat yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang
dapat berkembang cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perekonomian
Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk
yang unik.
Dari analisis perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan
ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga mempengaruhi dari trend perkembangan
pasar ini. Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat
pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan ini sangat
mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena
dengan tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk
mengkonsumsi suatu produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu
produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk mengkonsumsi produk
dari usaha penulis.
Diperkirakan untuk kawasan Harjosari terdapat minimal 950.000 orang yang
tinggal disana. Dan untuk di area kampus jumlah terbanyak adalah mahasiswa.
Jika rata-rata didominasi oleh kaum muda sedangkan dikalangan kaum muda
tersebut sedang demam makanan asing maka permintaan barang akan selalu ada,
bahkan dapat cenderung meningkat untuk hari-hari tertentu misalnya untuk
malam minggu, hari minggu, ataupun hari libur.
Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha
dan akan mempengaruhi biaya operasional usaha ini. Dengan tingginya inflasi
maka tinggi pula harga bahan baku serta gaji para karyawan yang akan berimbas
pada harga produk usaha burger hijau ini. Namun, ketika inflasi turun maka bahan
baku penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha
burger hijau ini.
Dari segi tingkat suku bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan
perkembangan usaha ini. Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga
mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga
yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha
dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan terpengaruh akan naik atau turunnya
tingkat suku bunga. Dengan modal sendiri ini kami sangat yakin akan dapat
mengembangkan usaha ini menjadi perusahaan yang besar.
D6. Proyeksi Penjualan
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan
faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan
dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang
rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas
produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per
periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk perencanaan
strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka 1 tahun ke depan,
sesuai dengan rencana produksinya.
Dengan mengambil asumsi bahwa proyek burger hijau ini berjalan dimana
yang diharapkan adalah Rp.130.000,-/hari. Omset tersebut dihitung atas dasar
harga burger sesuai dengan harga yang ditetapkan setiap menunya dengan rincian
sebagai berikut :
Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan “Burger Weenak” Per Hari
No Nama Menu Banyak (Unit) @ Jumlah Harga
(Rp)
1 Beef Greenburger Cheese 5 8.000 40.000
2 Beef Greenburger 4 7.000 28.000
3 Burger Original 2 7.000 14.000
4 Hotdog 3 6.000 18.000
5 French Fries 2 5.000 10.000
6 Aneka Minunan 4 5.000 20.000
Total 20 130.000
Dengan tabel proyeksi penjualan per hari seperti di atas maka dapat
disimpulkan Burger Weenak menjual kurang lebih 600 burger pada bulan pertama
penjualan usaha ini. Berikut adalah proyeksi penjualan Burger Weenak dalam 1
Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan “Burger Weenak”
No Bulan Penjualan (dalam unit)
1 I 600
2 II 610
3 III 615
4 IV 590
5 V 618
6 VI 623
7 VII 630
8 VIII 645
9 IX 650
10 X 635
11 XI 642
12 XII 657
Dari gambar tabel 2.2 di atas memperlihatkan proyeksi penjualan burger hijau
setiap bulannya .Pada bulan pertama permintaan burger hijau sebanyak 600 unit
(bungkus) yang tiap harinya diharapkan terjual sebanyak 20 bungkus. Dan pada
bulan berikutnya terjadi kenaikan dan penurunan permintaan ini dapat disebabkan
adanya kenaikan inflasi ataupun pertumbuhan ekonomi pada bulan-bulan tertentu
Grafik 2.1 Proyeksi Penjualan Burger Weenak Strategi Pemasaran Burger Weenak
Banyaknya persaingan di kawasan kampus yang menjadi lokasi usaha burger
hijau ini mengharuskan melakukan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan
penjualan burger hijau tersebut. Strategi pemasaran yang akan dibuat haruslah
mencakup perkiraan akan hasil yang diharapkan dan mempertimbangkan
alternative ke depan.
Untuk memperkenalkan jenis usaha baru yang akan dibuka, maka usaha
burger ini juga menerapkan strategi pemasaran yang telah terorganisir dengan
seksama demi meningkatkan penjualan produk ke depannya. Berbagai usaha
1. Promosi penjualan
a. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan
b. Pemberian diskon pembelian produk Burger Weenak untuk awal
pembukaan.
c. Promosi langsung ke konsumen.
2. Iklan
a. Brosur / daftar harga
b. Iklan di media cetak lokal
c. Selebaran
3.Jejaring Sosial
Untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan dari produk terbaru
maka Burger Weenak akan menyampaikan informasi tersebut lewat jejaring sosial
seperti Facebook dan Twitter. Konsumen dapat melihat produk-produk yang
tersedia diakun Facebook yaitu “Burger Weenak” dan di Twitter yaitu “BurNak”.
Usaha ini dilakukanuntuk mempermudah penjualan dari usaha burger ini..
Dalam akun jejaring sosial ini akan ditampilkan segala macam koleksi menu
yang ada di Burger Weenak. Tidak hanya sekedar informasi berupa data-data atau
karekteristik tentang spesifikasi produk tertentu, akan tetapi juga menampilkan
gambar secara jelas yang terdapat di album Facebook Burger Weenak maupun
“twitpic”. Dengan begitu pelanggan ataupun calon pelanggan dapat bisa menilai
langsung dari menu yang tersedia. Akun ini juga sebagai sarana untuk
menyampaikan kritik dan saran dari konsumen atau pelanggan dari Burger
D7. Analisis Pesaing
Pesaing merupakan faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan
pemasaran. Menurut pakar manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima )
kekuatan persaingan yakni masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti,
kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di antara para
pesaing yang ada. Kelima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama
menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan
kekuatan yang paling besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang
sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi.
a. Ancaman Masuknya Pendatang Baru
Pendatang baru dalam industri dapat mengancam pesaing yang ada. Untuk
usaha burger hijau ini ancaman akan masuknya pendatang baru dapat merebut
pangsa pasar dari produk usaha ini. Misalnya masuknya produk yang sejenis
maupun yang berbeda seperti roti bakar, pizza, kebab dan sebagainya. Masuknya
menu-menu seperti ini dapat mengancam penjualan produk burger hijau ini.
b. Tingkat Rivalitas Diantara Para Pesaing yang Ada
Persaingan ada yang berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi
dengan menggunakan strategi-strategi seperti persaingan harga, promosi dan
sebagainya. Untuk usaha burger hijau ini tingkat rivalitas yang ada di sekitar area
kampus sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat menyebabkan
c. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
Dalam usaha burger hijau ini yang menentukan harga berada di tangan
usaha Burger Weenak, ini disebabkan usaha ini hadir untuk pertama kalinya di
Medan dan belum ada pesaing yang memiliki ciri-ciri dan konsep yang sama
dengan yang ditawarkan Burger Weenak ini.
d. Saluran Distribusi
Penggunaan saluran distribusi yang tepat akan memberikan manfaat
seperti tersedianya produk (burger hijau) pada moment yang tepat bagi konsumen,
dan juga akan tersedianya produk (burger hijau) di lokasi yang menyenangkan
bagi pelanggan potensial.
Makanan seperti burger hijau ini adalah salah satu makanan ringan,
alangkah baiknya jika lebih dekat dengan masyarakat, agar terpenuhi permintaan
dan memaksimalkan keuntungan, maka dalam pemasaran dan penjualan Burger
Weenak hanya menggunakan 1 ( satu )saluran distribusi.
1) Zero Level Channel: dari produsen langsung ke konsumen
Gambar 2.8 : Saluran Pemasaran Burger Weenak
Gambar 2.8 menjelaskan bahwa saluran yang digunakan oleh Burger Weenak
adalah saluran No Channel atau Zero level channel yaitu saluran yang
pemasarannya langsung dari produsen ke konsumen. Saluran ini tidak memiliki
perantara, dikarenakan usaha burger hijau ini “menjajakan” produknya dengan
cara mendirikan warung atau café sehingga konsumen datang langsung untuk
membeli produk Green Burger Hijau ini.
Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari usaha
burger ini terdapat pesaing dari produk yang sejenis dan yang tidak sejenis.
Adapun keunggulan dan kelemahan dari produk yang kami tawarkan dari
kompetitor di sekitar Jalan SM Raja sebagai berikut :
Tabel 2.3 Analisis Pesaing
PESAING KEUNGGULAN KELEMAHAN
Usaha Gorengan
Usaha Ayam Penyet
Usaha Bakso
1.Harga lebih ekonomis
2.Lebih ringan untuk di
jual.
1.Lebih mengenyangkan.
1. Sudah dikenal oleh
masyarakat.
1. Harganya lebih mahal
E. Aspek Produksi E1. Proses produksi
Proses produksi dari usaha kami ini dilakukan dengan cara yang sangat
sederhana, yaitu dengan cara pemanggangan dagingnya yang mengikuti selera
dari pelanggan misalnya : setengah matang, matang ataupun sampai garing.
Kemudian roti yang sudah matang disajikan dengan dibungkus menggunakan
daun pisang agar mendukung konsep global warming yang menjadi konsep usaha
SKEMA PROSES PRODUKSI
Gambar 2.9 : Skema Proses Produksi Burger Weenak
Roti dibelah 2 lalu dioleskan dengan mentega dan dipanggang bersamaan dengan daging dan telur.
Daging dan telur yang sudah matang diangkat lalu diletakkan di atas salah satu
belahan roti
Lalu tambahkan sayuran dan saus di atasnya
matang
Tambahkan belahan roti lainnya sebagai pelengkap dan dibungkus dengan daun
pisang.
Masukan ke dalam mikrowave selama 5 menit
Penjelasan Skema
1. Skema di atas merupakan tahapan produksi Burger Weenak secara umum,
setelah burger dibelah 2 lalu dioleskan mentega lalu dipanggang sampai
berwarna kecokelatan.
2. Selanjutnya panggang juga daging dan telur sampai matang atau sesuai
selera yang diminta oleh konsumen.
3. Setelah daging dan telur matang dan roti sudah berwarna kecokelatan
letakkan 1 belahan roti lalu taruh daging di atas belahan roti tersebut
beserta dengan sayuran selada, mentimun, tomat, keju dan saus tomat dan
mayonaisenya.
4. Pada tahap keempat ini, letakkan belahan roti yang lain di atas semua
bahan yang sudah disediakan, kemudian bungkus dengan daun pisang dan
masukkan ke dalam mikrowave selama 5 ( lima ) menit.
5. Tahap terakhir ialah sajikan ke pelanggan dan jika take away ( dibawa
pulang ) dibungkus dengan kantongan.
E2. Bahan Baku dan Bahan Penolong
Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk
perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.
Tabel 2.4 Bahan Baku Per Minggu
No Uraian Banyak @ Jumlah Harga (Rp)
1 Daging giling 35 kg 11.000 385.000
2 Roti 30 bungkus 2.000 60.000
3 Saus tomat 6 botol 5.000 30.000
4 Mayonaise 5 bungkus 6.000 30.000
5 Mentimun 4 kg 3.000 12.000
6 Selada 0,3 kg 5.000 1.500
7 Tomat 1 kg 4.000 4.000
8 Sosis 4 pack 5.000 20.000
9 Margarine 2 bungkus 7.000 14.000
10 Telur 100 biji 850 85.000
Total 641.500
E3. Peralatan yang dibutuhkan
Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga
harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan
dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan. Adapun peralatan yang dibutuhkan yaitu :
No Peralatan/ Mesin Jumlah
Unit
Harga Jumlah Harga
1 Mikrowave 1 1.000.000 1.000.000
2 Alat pemanggang daging 1 750.000 750.000
3 Pisau 1 5.000 5.000
4 Tabung gas 1 100.000 100.000
5 Gas 3 kg 1 15.000 15.000
Total 1.870.000
Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk
dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air,
telepon, internet.
Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang
Jenis Biaya Jumlah Biaya
1. Listrik Rp 50.000,-
2. Air Rp 30.000,-
3. Telefon Rp 40.000
F. Analisis Sumber Daya Manusia ( SDM )
Untuk usaha Burger Weenak ini pada dasarnya membutuhkan tenaga kerja
yang ulet, rajin serta jujur. Akan tetapi tidak hanya itu saja, usaha burger hijau
kami ini membutuhkan tenaga yang telah berpengalaman. Sebagai pimpinan dan
pemilik usaha burger ini saya harus bertanggung jawab atas perencanaan,
pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan, serta peningkatan mutu dari
produk Burger Weenak. Untuk kualifikasi tenaga kerja yang lain seperti staf
administrasi dan keuangan, staf produksi, serta staf pemasaran kami
membutuhkan tenaga kerja yang memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi
pada pelanggan serta loyal.
G. Rencana Pengembangan Usaha
Kami juga telah menyiapkan rencana pengembangan usaha ini kelak jika telah
beberapa waktu didirikan. Persiapan rencana ini dimaksudkan agar usaha ini dapat
berjalan terus-menerus dan berhasil bertahan dalam menghadapi persaingan pasar
yang ada. Dengan pemikiran yang matang dan terencana ini diharapkan usaha ini
mampu berkembang menjadi lebih baik. Adapun rencana pengembangan usaha
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Strategi Pemasaran
a. Pengembangan produk
b. Pengembangan Wilayah Pemasaran
Kami berencana akan mengembangkan cabang usaha ini di area kampus
lainnya di Kota Medan seperti UMSU, UNIMED dan lain-lain. Tidak terbatas
perbelanjaan di Medan seperti di mall Sun dan Paladium sehingga omset yang
didapatkan akan meningkat.
2. Strategi SDM
Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan
karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi
yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada
karyawan yang berprestasi.
3. Strategi Penetapan Harga
Harga disesuaikan dengan lingkungan masyarakat ekonomi ke bawah
sehingga semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya.
4. Strategi Produksi
Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan
kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari
produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan
mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.
H. Pemanfaatan IT
Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang
peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah
bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis
mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu
terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.
Dalam pemanfaatan IT, Burger Weenak menggunakan akun Facebook dan
produk-produk yang tersedia di Burger Weenak. Akun Facebook dan Twitter ini
juga sebagai sarana bagi konsumen atau pelanggan untuk menyampaikan kritik
dan saran dari produk-produk maupun pelayanan dari Burger Weenak.
I. Analisis Keuangan
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah
tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3
kategori yakni :
a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang
Koperasi
c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang
Namun untuk bisnis burger hijau ini, kami menggunakan dana dari kami
sendiri, agar tanggung jawab dan pembagian hasil nantinya jauh lebih mudah,
adapun bila membutuhkan pengembangan usaha.
a. Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang
dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di
dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara
ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara
A. Sumber Pendanaan
Tabel 2.7 Sumber Pendanaan “Burger Weenak”
Uraian Persentase (%) Jumlah
(a) (b) (c) (d) (c = a + b +
c + d)
1. Modal
Sendiri
1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 6.000.000
2.
Pinjaman
0 0 0 0 0
Jumlah (1+2) 6.000.000
B. Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi
Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi
Uraian Jumlah
a. Tanah 0
b. Mesin/Peralatan 1.870.000
c. Peralatan Kantor 100.000
d. Infrastruktur 500.000
e. Biaya pra operasi 500.000
Rencana Arus Kas
RENCANA ARUS KAS (dalam jutaan rupiah) BURGER WEENAK
500 500 500 500 500 500 500 500 500 500
b. Laporan Keuangan
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 5 TAHUN KE DEPAN
BURGER WEENAK
(dalam jutaan rupiah)
Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek penjualan
sebesar 20% per tahun)
Tabel 2.9 Proyeksi Laporan Arus Kas 5 Tahun
Uraian
b. Penggunaan dana (Cash out flow) 55,592,40 58.874,88 66.377,86 75.381,43 86.184,71,
c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 10.527,60 13.269,12 20,194,94 28.505,93 38.479,12
d. Keadaan kas awal 0 10.527,60 23.796,72 43.991,66 72.497,60
c. BEP ( Break Even Point )
Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama modal
yang dikeluarkan akan kembali.
Untuk mengetahui berapa lama modal usaha burger ini akan kembali maka perhitungan
BEP nya adalah :
Rumusnya:
Total Pendapatan = Total Pengeluaran
(Harga Jual x Qty) = (Biaya tetap + biaya variabel)
Estimasi dalam 1 bulan:
Qty 1 bulan = 623 porsi
Harga = 623 x Rp 7000 = Rp 3.738.000
Biaya Variabel = Rp 2.566.000
Biaya Tetap = Rp 7.326.000
Estimasi BEP =
= Rp 7.326.000
Rp 3.738.000-Rp 2.566.000
J. Analisis Resiko
Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian diakibatkan
karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau kelemahan seseorang/
perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan perusahaannya. Ketidakpastian
dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :
1. Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang deisebabkan oleh
kejadian-kejadisn yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara, misalnya krisis
ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga BBM, dan perubahan
perilaku konsumen.
2. Ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan, perang
atau kudeta militer.
3. Ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian
alam seperti bencana alam.
a. Analisis Resiko Usaha
1. Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan terganggunya
produktivitas yang akan dihasilkan.
2. Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak tertentu yang
mengambil keuntungan dari usaha ini.
3. Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu bencana alam
seperti gempa dan banjir.
4. Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.
b. Antisipasi Resiko Usaha
1. Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi ketika
perekonomian tidak stabil.
2. Dengan antipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat dilakukan
dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
3. Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari inovasi
dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan yang inovatif.
4. Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati peraturan
BAB III PENUTUP
Pada bab ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari pembahasan
yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Adapun beberapa kesimpulan yang dapat
diambil berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, ialah bisnis burger ini layak
untuk dipasarkan ke masyarakat dan sangat bagus untuk dikembangkan. Pasar dari usaha
ini juga sangat menjanjikan karena lokasinya yang strategis dan yang menjadi target
utama pasarnya adalah para mahasiswa yang menyukai hal-hal yang baru dan bersifat
instan seperti makanan sejenis burger ini. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek sebagai
berikut :
a. Resiko yang mungkin akan dialami oleh usaha ini sangat kecil, dikarenakan
usaha ini bukanlah makanan musiman dan juga makanan ini sudah dikenal di
berbagai belahan dunia.
b. Untuk Sumber Daya Manusia usaha burger ini mempunyai kualifikasi yaitu
memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi pada pelanggan serta loyal.
c. Rencana pengembangan usaha burger ini akan direncakan dengan membuka
cabang-cabang lain di sekitar kampus yang lain dan juga membuka cabang di
pusat perbelanjaan di kota Medan.
d. Dan usaha ini dimulai dengan menggunakan modal awal sebesar Rp
6.000.000 dan perkiraan titik modal impas yaitu pada bulan ke 6 (enam)
DAFTAR PUSTAKA
Afifah, Emma Nur, 2010. Burger Hijau Berselimut Daun Pisang
(http://bandung.detik.com/read/2010/01/05/094209/1271738/671/burger-hijau-berselimut-daun-pisang)
Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini, 2010.
Kewirausahaan, USU Press, Medan