• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Bisnis Burger Weenak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perencanaan Bisnis Burger Weenak"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN MEDAN

PERENCANAAN BISNIS “BURGER WEENAK”

TUGAS AKHIR Diajukan Oleh

EMYA CHRISNA BR SEMBIRING 082101175

DIPLOMA III KEUANGAN

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III

Fakultas Ekonomi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

NAMA : EMYA CHRISNA BR SEMBIRING

NIM : 082101175

JURUSAN : DIPLOMA III KEUANGAN

JUDUL : PERENCANAAN BISNIS BURGER WEENAK

Tanggal : ... 2011 Dosen Pembimbing,

(Drs. Raja Bongsu Hutagalung, MSi)

NIP. 19591229 198903 1 002

Tanggal : ... 2011 Ketua Program Studi,

(Drs. Raja Bongsu Hutagalung, MSi)

NIP. 19591229 198903 1 002

Tanggal : ... 2011 Dekan,

(Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec)

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang

telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA, serta senantiasa memberikan

kesehatan, kesempatan, dan kekuatan kepada penulis sehingga akhirnya dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini. Untuk Kedua orangtua saya yang tercinta

Ayahanda Umar Dhani Sembiring dan Ibunda Relly Br Bangun yang telah memberikan segenap kasih sayang, semangat dan dukungan kepada penulis baik

meteril maupun nonmateril sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.

Penulisan Tugas Akhir ini ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat

yang telah ditentukan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan D-III Keuangan

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Judul Tugas Akhir ini adalah

“PERENCANAAN BISNIS BURGER WEENAK”.

Penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah

memberikan bantuan, yaitu:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku Ketua Program Studi

Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara sekaligus selaku

Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing

(4)

3. Bapak Syafrizal Helmi, SE, M.Si selaku Sekretaris Program Studi

Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

4. Seluruh Dosen Pengajar dan Staff Pegawai pada Fakultas Ekonomi.

5. Kakakku Menda, Rimna dan abangku Lisa, Leser, Pantas dan Guna

terima kasih atas motivasi dan bantuannya kepada penulis dalam

mengerjakan Tugas Akhir ini.

6. Sahabat-sahabatku yang tersayang Vitha, Yuli, Viana, Sabet dan Dely

serta seluruh teman-teman penulis di Keuangan stambuk 08, Rani, Febri,

Eva dan Devi yang mendukung dalam penulisan Tugas Akhir ini terima

kasih atas kasih sayang kalian.

7. Buat teman-teman magang kelompok 6, Kurnia, Devi, Nia, Risma, Desi,

dan Atika yang memberikan kritik dan saran kepada penulis pada Tugas

akhir ini.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kata sempurna

baik dari segi isi maupun dari segi penyajiannya. Oleh karena itu penulis

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar untuk ke depannya

penulis dapat menulis dengan lebih baik lagi.

Medan, 2011

Penulis

(5)

DAFTAR ISI

DAFTAR GRAFIK ... vii

(6)

G. Rencana Pengembangan Usaha ... 37

H. Pemanfaatan IT ... 38

I. Analisis Keuangan ... 39

J. Analisis Resiko ... 45

BAB III PENUTUP ... 47

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan Burger Weenak per hari ... 25

Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan Burger Weenak ... 26

Tabel 2.3 Analsis Pesaing ... 31

Tabel 2.4 Bahan Baku per minggu ... 35

Tabel 2.5 Peralatan ... 36

Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang ... 36

Tabel 2.7 Sumber Pendanaan Burger Weenak ... 40

Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan ... 40

(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Burger Weenak ... 13

Gambar 2.2 Beef Greenburger Cheese ... 16

Gambar 2.3 Beef Greenburger ... 17

Gambar 2.4 Burger Original ... 18

Gambar 2.5 Hotdog ... 18

Gambar 2.6 French Fries ... 19

Gambar 2.7 Aneka Minuman Segar ... 19

Gambar 2.8 Saluran Pemasaran Burger Weenak ... 30

(9)

DAFTAR GRAFIK

Halaman

(10)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dengan berkembangnya dunia usaha umumnya, maka banyak

perusahaan-perusahaan yang mengalami pertumbuhan (growth) menjadi perusahaan lebih

besar. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kegiatan-kegiatan yang ada di

perusahaan juga bertambah banyak, begitu juga volume kegiatan yang

dilaksanakan. Jika dalam perusahaan kecil, jenis kegiatan yang dilakukan terbatas

sehingga akan mudah untuk direncanakan dan diawasi, setelah perusahaan mulai

berkembang dan semakin besar, volume kegiatan meningkat dan semakin sulit

untuk direncanakan dan diawasi.

Dunia Bisnis bukan hal yang baru lagi di era globalisasi sekarang ini, prospek

usaha dibidang bisnis begitu menggiurkan untuk digeluti oleh semua kalangan

yang ingin dan mampu untuk bersaing sehat dengan segala inovasi dan produk

yang menarik konsumen. Dunia bisnis hidup begitu sederhana akan tetapi

mempunyai peluang yang besar untuk terjun kedalamnya dan mamperoleh laba

yang bagitu menjanjikan.

Dunia bisnis yang digeluti begitu banyak dan beragam,mulai dari makanan,

minuman, toko kue, cafe, resto, dan butik pakaian, dll. Untuk itu didalam dunia

bisnis pesaing bukanlah lagi momok besar bagi seorang pengusaha bisnis, tapi

pesaing bisa dijadikan sebagai mitra untuk saling bekerjasama dalam penjualan

produk masing-masing. Sebelum seorang pengusaha merintis bisnis yang

(11)

dahulu, yang berujuan untuk memudahkan pengusaha dalam mengawali

bisnisnya.

Pada umumnya kegiatan berbisnis dilakukan oleh orang yang sudah memiliki

pengalaman di bidang yang dibisniskan orang tersebut. Hal tersebut di karenakan

berbagai pihak masih getar getir dalam melakukan kegiatan bisnis dalam

kehidupan mereka, mereka merasa bahwa dalam memulai kegiatan berbisnis

pengetahuan berbisnis yang menjadi dasar dalam memulai suatu usaha. Namun

dengan berkembangnya zaman, orang yang melakukan aktifitas bisnis tidak harus

memiliki pengalaman. Bahkan untuk saat ini saja, kegiatan bisnis sudah

merambah di berbagai pihak masyarakat, tidak terkecuali banyak juga ibu rumah

tangga, karyawan, bahkan mahasiswa juga banyak melakukan aktifitas berbisnis

dalam kesehariannya. Hal tersebut karena dilatar belakangkan banyaknya laba

yang di dapatkan dari berbisnis tersebut. Kegiatan berbisnis saat ini tidak sesulit

yang terdahulu. Salah satu modal utama sebelum melakukan kegiatan berbisnis

antara lain adalah seberapa besar pihak tersebut ingin melakukan kegiatan bisnis

yang akan ditekuninya, serta daya juang pebisnis dalam mempublikasikan barang

atau pun jasa yang ingin akan bisniskannya. Hal tersebut dikarenakan tidak

sedikit para pebisnis memilih mundur dari kegiatan mereka karena merasa laba

yang didapatkannya tidak sebanding dengan apa yang telah dikeluarkannya dalam

memulai usaha bisnis tersebut. Sesungguhnya kelangsungan hidup berbisnis

dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain keadaan ekonomi suatu negara.

Perubahan kondisi tersebut justru dapat mengakibatkan di satu pihak dapat

(12)

dapat dipakai sebagai suatu peluang bisnis bagi munculnya usaha baru. Banyak

faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup suatu usaha atau bisnis, bukan

hanya faktor ekonomi saja. Faktor persaingan usaha, regulasi suatu negara,

politik, kondisi sosial atau budaya, tren, teknologi, dan lain sebagainya dapat

mempengaruhi kelangsungan hidup suatu bisnis.

Dalam

jasa kepad

historis kata bisnis darbusiness, dari kata dasar busy yang berarti

"sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian,

sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang

sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri

memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya penggunaan singular kata bisnis

dapat merujuk pada

ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.

Perencanaan bisnis merupakan langkah awal dalam menjalankan bisnis,

biasanya terdiri dari apa yang akan kita lakukan, kapan dan bagaimana cara

melakukannya. Perencanaan bisnis yang baik akan membantu dalam melihat lebih

jelas mengenai tipe bisnis yang akan dirintis, siapa saja yang akan menjadi

pelanggan dan produk atau jasa apa yang akan anda tawarkan kepada mereka.

Jenis usaha kecil tidak perlu membuat rencana bisnis yang rumit untuk

(13)

melakukan diskusi atau tanya jawab.Seringkali orang dalam memulai bisnis tanpa

rencana sama sekali, sehingga ide-ide mereka menjadi kabur dan mereka tidak

tahu apa yang selanjutnya harus mereka lakukan. Dengan menulis sebuah rencana,

meskipun itu berupa catatan-catatan kecil, kita akan mendapat gambaran yang

lebih jelas mengenai jenis bisnis yang anda inginkan, serta bagaimana bisnis itu

harus berkembang sejalan dengan waktu. Beberapa hal yang dapat kita pikirkan

saat menulis rencana bisnis yaitu, Jenis usaha apa yang akan kita rintis, Tujuan

apa dari bisnis yang akan dirintis, Bagaimana bisnis kita akan menghasilkan uang,

Siapa yang akan menjadi pelanggan kita, Bagaimana cara kita mendapatkan

pelanggan.

Membuat rencana bisnis merupakan hal yang sangat penting sebelum anda

action bisnis anda. Dengan melakukan perencanaan bisnis berarti anda sudah

memetakan bisnis anda untuk kedepannya nanti.

Hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan perencanaan bisnis diantaranya

adalah : pertama, target market harus jelas, apakah kalangan mahasiswa, pria,

wanita, remaja, anak-anak, pokoknya kita harus tentukan dulu target market kita

dengan spesifik. Kedua, Produk. setelah kita sudah menentukan peluangnya

(target marketnya) ada di mana. Berikan produk dengan kualitas nomer satu,

walaupun sedikit lebih mahal, tapi ini akan menjadi promosi gratis buat anda

untuk kedepannya. Ketiga, Promosi. Tentukan bentuk promosi yang akan anda

terapkan untuk bisnis anda, Alokasikan dana yang paling besar untuk promosi,

(14)

dengan konsumen maka penjualan nya pun akan biasa-biasa saja. Keempat, Cara

Pembayaran. Jika bisnis anda adalah bisnis skala kecil, mungkin ini tidak akan

begitu berpengaruh / menjadi masalah, tetapi jika bisnis anda sudah besar, anda

harus sudah menentukan metode pembayaran yang tepat untuk bisnis anda,

carilah system pembayaran yang paling aman, walaupun itu membutuhkan lebih

banyak dana. Kelima, Support System. Sama dengan point no.4 jika bisnis anda

masih dalam skala kecil mungkin point ini bisa dihilangkan, karena seluruhnya

bisa anda tangani sendiri, tetapi tetap harus di perhatikan.

Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai peran penting dan strategis bagi

pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju.

Pada saat krisis ekonomi berlangsung di Indonesia, UKM merupakan sektor

ekonomi yang memiliki ketahanan paling baik. Kemampuan UKM perlu

diberdayakan dan dikembangkan secara terus menerus dengan berusaha

mereduksi kendala yang dialami UKM, sehingga mampu memberikan kontribusi

lebih maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat (Sutaryo, 2004).

Usaha Kecil Menengah ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh

informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha

kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.

Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar,

aspek tersebut adalah :

1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar

(15)

Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan

bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai

keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang

signifikan dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga

sumber-sumber daya itu bisa dikapitalisasikan (Zimmerer, 2008). Dengan

demikian wirausahawan harus mampu menciptakan peluangnya sendiri demi

tercipta suatu hal yang berharga dan dapat dipakai untuk bertahan hidup.

Dunia usaha dan dunia industri saat ini sedang mengalami perkembangan

yang kian pesat , terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun

makro dengan beragam usaha mereka yang menarik, dan sudah pasti akan

menghasilkan laba untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan

di usaha tersebut .

Adapun jenis usaha yang sedang marak saat ini yakni usaha di sektor industri,

salah satu industri yang banyak diminati ialah industri makanan ringan, dan

faktanya dapat kita lihat di sepanjang jalan besar di kota Medan banyak outlet

yang menjual makanan ringan dengan berbagai rasa dan bahan dasar.

Perkembangan ini disebabkan mulai dari tingginya kebutuhan masyarakat akan

makanan ringan dan keinginan masyarakat untuk menikmati rasa-rasa yang

berbeda yang ditawarkan oleh produsen pada makanan, dengan penampilan dan

warna yang menarik serta harga yang terjangkau oleh masyrakat, maka satu

keputusan yang tepat untuk turut meramaikan dunia industri makanan.

Salah satu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi oleh tiap manusia adalah

(16)

hal ini, yang akan dibahas lebih mendalam adalah kebutuhan akan pangan, karena

kita semua tahu bahwa kebutuhan tersebut sangat penting dan manusia tidak akan

bertahan hidup tanpa pangan.

Makanan jenis Hamburger tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita.

Tidak hanya di kota-kota besar tetapi di berbagai tempat kita bisa menjumpai

makanan tersebut. Hamburger merupakan jenis ‘fast food’ yang berasal dari

negara Amerika. Makanan ini banyak digemari karena tampilannya yang unik

karena memadukan berbagai macam bahan seperti roti, sayuran segar, daging

panggang dan berbagai saus yang menghasilkan cita rasa lain yang enak. Awalnya

makanan ini merupakan makanan mahal tetapi seiring dengan perkembangan

zaman maka makanan ini bisa kita dapatkan dengan harga yang sangat miring.

Yang menjadi target pemasaran usaha ini adalah masyarakat, pelajar dan

mahasiswa daerah kampus. Bidikan pasar di area kampus tersebut telah

direncanakan secara cermat dan matang karena menurut analisa pasar yang ada,

area kampus merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru

khususnya dibidang makanan. Area kampus tidak hanya didominasi oleh

masyarakat asli Medan tetapi juga terdapat kaum pendatang yang biasanya kos

ataupun mengontrak di daerah sekitar kampus. Kaum pendatang tersebut

kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini dapat kita manfaatkan karena

rata-rata anak kos biasanya lebih suka membeli makanan daripada memasak sendiri

dan dapat pula sebagai alternatif makanan lain jika bosan terhadap menu

(17)

Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian

konsumen terhadap keamanan produk dan nilai fungsionalnya untuk kesehatan.

Burger ini merupakan salah satu alternatif olahan pangan yang sehat karena

menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu usaha burger ini memiliki konsep

yang baru di kalangan masyarakat dan memiliki ciri khas tersendiri.

Pembukaan usaha dalam bidang makanan sangat menguntungkan dan

mempunyai prospek yang cerah ke depannya. Hal ini berkaitan dengan

perkembangan zaman dimana laju pertumbuhan penduduk meningkat relatif besar

serta besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap industri kuliner. Maka usaha

Burger ini dianggap sangat bagus untuk dikembangkan mengingat pasar yang ada

sangatlah mendukung. Apalagi inovasi yang akan disajikan oleh penulis memiliki

banyak pilihan baru di dalam pemilihan menu dan dapat menarik perhatian

pencinta kulliner di daerah Medan khususnya.

Untuk tahap awal usaha burger ini hanya dimiliki oleh satu orang sebagai

pemilik yaitu saya sendiri. Untuk berbelanja keperluan dagang pemilik dibantu

oleh karyawan. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya

belanja bahan makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan

lainnya. Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal

milik pribadi.

Dari keadaan tersebut, dan berdasarkan pantauan saya bahwa maraknya

pilihan makanan yang enak dan bergizi sedikit ditemukan. Maka saya merasa

akan menjadi suatu potensi ke depannya apabila usaha Burger ini dapat

(18)

tersebut dalam sebuah Tugas Akhir dengan judul “PERENCANAAN BISNIS

BURGER WEENAK”.

B. Tujuan Prospek Usaha

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari prospek usaha yang dilakukan penulis

adalah :

1. Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi

organisasi agar dapat melaksanakan aktivitas dengan lebih efisien, efektif

serta lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan demi kelancaran

organisasi dalam mencapai tujuannya.

2. Sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi peneliti atau

rekan-rekan mahasiswa yang akan membahas masalah dengan topik yang sama.

3. Menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri pengusaha guna

menciptakan usaha baru secara profesional dan terlatih.

4. Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka

meningkatkan perekonomian di sektor riil.

5. Untuk memiiliki kemampuan wawasan akademik yang mendukung

kemampuan dalam merumuskan perencanaan dan kebijakan serta

evaluasi keberhasilan operasi bisnis.

6. Mampu berkomunikasi dengan pihak luar yang terlibat dalam bidang ilmu

pengetahuan, penelitian maupun aplikasi kegiatan-kegiatan ilmiah

(19)

C. Manfaat Prospek Usaha

a. Bagi Penulis, untuk memperoleh pengetahuan tentang bagaimana

membuat perencanaan bisnis dengan baik dan untuk menjadi pedoman

bagi penulis dalam upaya merealisasikan perencanaan bisnisnya.

b. Mengetahui persaingan pasar atau bisnis dalam menjalankan dan seberapa

berkembangannya bisnis yang akan dijalankan penulis.

c. Bagi Pembaca, hasil tugas akhir ini bermanfaat untuk menambah

pengetahuan untuk memulai suatu bisnis dan dapat dijadikan sumber atau

titik tolak sebagai bahan perbandingan bagi perencaan bisnis selanjutnya.

d. Akan lebih memudahkan pembaca untuk melakukan bisnis dalam

(20)

BAB II PEMBAHASAN A. Data Perusahaan

Dalam suatu perusahaan memiliki data perusahaan yang meliputi nama

pemilik, susunan pemegang saham, struktur organisasi, bentuk kepemilikan

bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon, faximile, E-mail, NPWP serta perizinan

perusahaan yang mana dalam data perusahaan ini akan mencerminkan bergerak

dalam bidang apa dan produk atau jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan

tersebut. Berikut adalah data dari perusahaan yang direncanakan penulis:

Nama Perusahaan : Burger Weenak

Bidang Usaha : Industri Makanan

Jenis Produk : Burger Hijau, Hotdog, Friend Fries

Alamat Perusahaan : Jl. Bahagia Gg. Budi Utomo No 6 Medan

Nomor Telepon : 085 762 644 644

Alamat E-mail : [email protected]

Facebook, Twitter : Burger Weenak, BurNak

(21)

B. Biodata Pemilik

Nama : Emya Chrisna Br Sembiring

Jabatan : Pimpinan

Tempat dan tanggal Lahir : Ujung Bandar, 31 Juli 1990

Alamat Rumah : Jl. Bahagia Gg. Budi Utomo No 6 Medan

Nomor Telepon : 085 762 644 644

Alamat E-mail : [email protected]

Facebook/ Twitter : Burger Weenak/ BurNak

Pendidikan Terakhir : Diploma

C. Struktur Organisasi Burger Weenak

Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas – batas wewenang

dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan/ keterkaitan

antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi

tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh

aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.

Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah

ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam

bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat

diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja

sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat

(22)

Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan

perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan

serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui

saluran tunggal.

Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan

yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan

ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala

perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Struktur

perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk

membuat kerja sama tanpa terjebak menciptakan birokrasi yang berbelit-belit.

Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi

kelemahan dari setiap bagian atau individu.

Adapun struktur organisasi dari burger hijau ini adalah sebagai berikut :

Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Burger Weenak

Gambar 2.1 di atas menjelaskan bahwa untuk saat ini dalam struktur

(23)

pengelolaan rencana ini. Ke depannya akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang

akan diserap. Penulis yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi usaha

yang berkembang dan menjadi perusahaan yang besar.

Uraian Tugas

Berikut ini adalah uraian tugas dari setiap unit yang terdiri dari :

a. Pimpinan

Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan

pengawasan, serta peningkatan mutu.

Job description :

1. Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan usaha Burger Weenak.

2. Merencanakan dan menyusun program kerja

3. Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan

pengawasan, serta peningkatan mutu.

4. Membina karyawan.

Kualifikasi: Minimal sedang berkuliah, usia minimal 20 tahun, mutu pribadi,

disiplin, motivasi kerja tinggi, perhatian, mandiri, mampu mempengaruhi orang

lain, mampu membuat keputusan, bersikap adil dan bertanggung jawab.

b. Staf Produksi

Job Description :

1. Memonitor pelaksanaan rencana produksi.

2. Bertanggung jawab atas pengendalian bahan baku dan efisiensi

(24)

Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi

kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.

c. Staf Administrasi dan Keuagan

1. Melakukan pengecekan harga-harga pada produk-produk yang telah

diproduksi dan memeriksa laporan keuangan terhadap barang-barang

produksi yang telah laku terjual.

2. Mengendalikan kegiatan-kegiatan bidang keuangan

3. Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta

pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.

Kualifikasi: Telah berpengalaman di bidangnya, mutu pribadi; perhatian, disiplin,

motivasi tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, teliti.

d. Staf Pemasaran

1. Mengendalikan pelaksanaan program pemasaran, meliputi; pembuatan dan

stock usaha, distribusi, penetapan dan pengendalian harga, pemasaran,

serta aspek lain yang berkaitan dengan pemasaran

2. Menentukan pasar sasaran

3. Memonitor kepuasan konsumen, mengevaluasi persaingan, serta

mengidentifikasikan kecenderungan dan peluang pasar.

4. Memahami kebutuhan konsumen/calon konsumen serta memberikan jalan

keluar.

Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi

(25)

D. Aspek Pasar dan Pemasaran D1. Produk yang Dihasilkan

Produk berupa makanan cepat saji jenis burger ini dibuat sedemikian rupa

sehingga bisa memuaskan pelanggan dan menarik simpati bagi calon pembeli.

Kami mengembangkan produk ini berbeda, yaitu dalam penyajiannya kami

membuatnya menjadi kaya akan bumbu-bumbu dan hadir dengan konsep global

warming yaitu dengan cara dibungkus dengan daun pisang sehinnga memiliki

aroma daun pisang serta daun pandan sebagai pewarna dari roti burger itu sendiri.

Ada beberapa variasi menu yang dihasilkan dari usaha burger hijau ini akan

tetapi ada 2 ( dua ) produk yang menjadi andalan dari usaha Burger Weenak ini.

a. Beef Greenburger Cheese

Salah satu menu andalan dari usaha burger ini adalah “Beef Greenburger

Cheese” yaitu burger yang berwarna hijau beraromakan daun pandan dan

aroma daun pisang serta dengan tambahan keju sebagai pelengkap. Harga

dari menu ini yaitu sebesar Rp 8.000,-

Gambar 2.2 : Beef Greenburger Cheese

(26)

b. Beef Greenburger

Menu andalan lainnya yang dihasilkan dari Burger Weenak ini adalah

“Beef Greenburger”. Menu ini tidak jauh berbeda dengan menu andalan

yang sebelumnya yang membedakannya yaitu menu ini tidak

menambahkan keju sebagai pelengkapnya .Harga untuk menu ini adalah

Rp 7.000,-

Gambar 2.3 : Beef Greenburger

Sumber : www.google.com (2011)

Selain menu-menu andalan di atas, ada beberapa menu lain yang tersedia di

Burger Weenak antara lain :

1. Burger Original

Usaha burger ini juga menyediakan burger original bagi konsumen yang

kurang menyukai burger berwarna hijau sebagai produk andalan dari

(27)

Gambar 2.4 : Burger Original

Sumber : www.google.com (2011)

2. Hotdog

Hotdog atau yang kita kenal sebagai sosis juga tersedia di dalam daftar

usaha burger ini dengan harga Rp 6.000,-

Gambar 2.5 : Hotdog

Sumber : www.google.com (2011)

3. French Fries

Burger Weenak ini juga menyediakan kentang goreng atau French Fries

(28)

Gambar 2.6 : French Fries

Sumber : www.google.com (2011)

4. Aneka Minuman Segar

Sebagai pelengkap dari makanan yang disediakan, Burger Weenak juga

menyediakan berbagai jenis minuman yang segar. Harga yang ditawarkan

untuk setiap porsi minuman ini adalah Rp5.000,-

Gambar 2.7 : Aneka Minuman Segar

(29)

D2. Keunggulan Kompetitif Produk Burger Weenak :

1. Roti burger produk ini lain dari roti burger yang lain karena

warnanya yang hijau.

2. Menggunakan bahan-bahan yang alami.

3. Kebersihan dan kenyamanan yang dijamin.

4. Penyajiannya yang menarik dan hadir dengan konsep global

warming dan rasanya yang enak.

5. Harga relative murah.

6. Daging yang digunakan adalah daging yang dibuat sendiri dari

daging cincang.

Selain keunggulan-keunggulan yang di atas ada beberapa pelayanan yang

diberikan sebagai ciri khas dari burger “Burger Weenak” antara lain :

1. Menerapkan pelayanan 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan

Santun ).

2. Memberikan potongan harga untuk even-even tertentu atau untuk

pembelian dalam jumlah yang banyak.

3. Dapat menerima pesanan dalam jumlah besar.

Semua pelayanan tersebut ditujukan dengan maksud menarik simpati

pelanggan sehingga mereka akan tetap nyaman berlangganan.

D3. Gambaran Pasar

Diperkirakan minat pasar akan kebutuhan pangan akan terus meningkat

seiring dengan perkembangan zaman, karena manusia tidak bisa bertahan hidup

(30)

dan cepat saji membuat Burger Weenak optimis produk yang dijual dapat diterima

di masyarakat dengan menu-menu andalan dan beda dari yang lain.

Tampil dengan konsep global warming dan beda dari produk burger yang lain,

usaha Burger Weenak ini mampu menembus persaingan pasar yang ramai dengan

jenis-jenis makanan yang lain, baik makanan tradisional maupun makanan asing.

Untuk mengatasi adanya persaingan antar sesama produk maupun produk

yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis Burger Weenak melakukan kegiatan

promosi untuk mendukung penjualan usaha ini yaitu sebagai berikut:

1. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan

2. Pemberian diskon pembelian produk Burger Weenak untuk awal

pembukaan.

3. Brosur/ daftar harga, selebaran.

4. Facebook, Twitter

5. Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba

memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa burger

hijau tersebut dan diharapkan menjadi media promosi ke orang lain.

D4. Target Pasar

Dalam berbagai jenis usaha apapun baik jasa, dagang maupun industri

kegiatan pemasaran adalah hal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin karena

tingkat kepentingannya yang sangat tinggi. Dan pemasaran sendiri berarti suatu

sistem keseluruhan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,

(31)

dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli

potensial.

Mengingat pentingnya pemasaran tersebut, maka usaha mikro inipun harus

menentukan segmen pasarnya. Selanjutnya sesuai dengan pengertian pasar ialah

sekelompok orang yang mempunyai uang untuk dibelanjakan, mempunyai

kemauan, dan kewenangan untuk melakukan pembelian, maka segmentasi pasar

Burger Weenak ini terdiri beberapa faktor:

a. Faktor Geografis : Jl. Bahagia Gg. Budi Utomo No 6 Medan

b. Faktor Demografis :1. Usia ; Segala Usia

2. Jenis Kelamin ; pria dan wanita

3. Agama ; Semua agama

Bidikan pasar di area kampus tersebut telah direncanakan secara cermat dan

matang karena menurut analisa pasar yang ada, area kampus merupakan ladang

yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya dibidang makanan.

Area kampus tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli Medan tetapi juga

terdapat kaum pendatang yang biasanya kos ataupun mengontrak di daerah sekitar

kampus. Kaum pendatang tersebut kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini

dapat kita manfaatkan karena rata-rata anak kos biasanya lebih menyukai hal-hal

yang berbau cepat dalam penyajian (cepat saji) serta dapat pula sebagai alternatif

makanan lain jika bosan terhadap menu sehari-hari.

Usaha burger ini merupakan usaha yang menjanjikan, karena peminatnya yang

(32)

D5. Trend Perkembangan Pasar

Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat ini.

Penulis sangat yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang

dapat berkembang cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perekonomian

Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk

yang unik.

Dari analisis perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan

ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga mempengaruhi dari trend perkembangan

pasar ini. Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat

pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan ini sangat

mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena

dengan tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk

mengkonsumsi suatu produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu

produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk mengkonsumsi produk

dari usaha penulis.

Diperkirakan untuk kawasan Harjosari terdapat minimal 950.000 orang yang

tinggal disana. Dan untuk di area kampus jumlah terbanyak adalah mahasiswa.

Jika rata-rata didominasi oleh kaum muda sedangkan dikalangan kaum muda

tersebut sedang demam makanan asing maka permintaan barang akan selalu ada,

bahkan dapat cenderung meningkat untuk hari-hari tertentu misalnya untuk

malam minggu, hari minggu, ataupun hari libur.

Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha

(33)

dan akan mempengaruhi biaya operasional usaha ini. Dengan tingginya inflasi

maka tinggi pula harga bahan baku serta gaji para karyawan yang akan berimbas

pada harga produk usaha burger hijau ini. Namun, ketika inflasi turun maka bahan

baku penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha

burger hijau ini.

Dari segi tingkat suku bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan

perkembangan usaha ini. Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga

mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga

yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha

dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan terpengaruh akan naik atau turunnya

tingkat suku bunga. Dengan modal sendiri ini kami sangat yakin akan dapat

mengembangkan usaha ini menjadi perusahaan yang besar.

D6. Proyeksi Penjualan

Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan

faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan

dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang

rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas

produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per

periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk perencanaan

strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka 1 tahun ke depan,

sesuai dengan rencana produksinya.

Dengan mengambil asumsi bahwa proyek burger hijau ini berjalan dimana

(34)

yang diharapkan adalah Rp.130.000,-/hari. Omset tersebut dihitung atas dasar

harga burger sesuai dengan harga yang ditetapkan setiap menunya dengan rincian

sebagai berikut :

Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan “Burger Weenak” Per Hari

No Nama Menu Banyak (Unit) @ Jumlah Harga

(Rp)

1 Beef Greenburger Cheese 5 8.000 40.000

2 Beef Greenburger 4 7.000 28.000

3 Burger Original 2 7.000 14.000

4 Hotdog 3 6.000 18.000

5 French Fries 2 5.000 10.000

6 Aneka Minunan 4 5.000 20.000

Total 20 130.000

Dengan tabel proyeksi penjualan per hari seperti di atas maka dapat

disimpulkan Burger Weenak menjual kurang lebih 600 burger pada bulan pertama

penjualan usaha ini. Berikut adalah proyeksi penjualan Burger Weenak dalam 1

(35)

Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan “Burger Weenak”

No Bulan Penjualan (dalam unit)

1 I 600

2 II 610

3 III 615

4 IV 590

5 V 618

6 VI 623

7 VII 630

8 VIII 645

9 IX 650

10 X 635

11 XI 642

12 XII 657

Dari gambar tabel 2.2 di atas memperlihatkan proyeksi penjualan burger hijau

setiap bulannya .Pada bulan pertama permintaan burger hijau sebanyak 600 unit

(bungkus) yang tiap harinya diharapkan terjual sebanyak 20 bungkus. Dan pada

bulan berikutnya terjadi kenaikan dan penurunan permintaan ini dapat disebabkan

adanya kenaikan inflasi ataupun pertumbuhan ekonomi pada bulan-bulan tertentu

(36)

Grafik 2.1 Proyeksi Penjualan Burger Weenak Strategi Pemasaran Burger Weenak

Banyaknya persaingan di kawasan kampus yang menjadi lokasi usaha burger

hijau ini mengharuskan melakukan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan

penjualan burger hijau tersebut. Strategi pemasaran yang akan dibuat haruslah

mencakup perkiraan akan hasil yang diharapkan dan mempertimbangkan

alternative ke depan.

Untuk memperkenalkan jenis usaha baru yang akan dibuka, maka usaha

burger ini juga menerapkan strategi pemasaran yang telah terorganisir dengan

seksama demi meningkatkan penjualan produk ke depannya. Berbagai usaha

(37)

1. Promosi penjualan

a. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan

b. Pemberian diskon pembelian produk Burger Weenak untuk awal

pembukaan.

c. Promosi langsung ke konsumen.

2. Iklan

a. Brosur / daftar harga

b. Iklan di media cetak lokal

c. Selebaran

3.Jejaring Sosial

Untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan dari produk terbaru

maka Burger Weenak akan menyampaikan informasi tersebut lewat jejaring sosial

seperti Facebook dan Twitter. Konsumen dapat melihat produk-produk yang

tersedia diakun Facebook yaitu “Burger Weenak” dan di Twitter yaitu “BurNak”.

Usaha ini dilakukanuntuk mempermudah penjualan dari usaha burger ini..

Dalam akun jejaring sosial ini akan ditampilkan segala macam koleksi menu

yang ada di Burger Weenak. Tidak hanya sekedar informasi berupa data-data atau

karekteristik tentang spesifikasi produk tertentu, akan tetapi juga menampilkan

gambar secara jelas yang terdapat di album Facebook Burger Weenak maupun

“twitpic”. Dengan begitu pelanggan ataupun calon pelanggan dapat bisa menilai

langsung dari menu yang tersedia. Akun ini juga sebagai sarana untuk

menyampaikan kritik dan saran dari konsumen atau pelanggan dari Burger

(38)

D7. Analisis Pesaing

Pesaing merupakan faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan

pemasaran. Menurut pakar manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima )

kekuatan persaingan yakni masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti,

kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di antara para

pesaing yang ada. Kelima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama

menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan

kekuatan yang paling besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang

sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi.

a. Ancaman Masuknya Pendatang Baru

Pendatang baru dalam industri dapat mengancam pesaing yang ada. Untuk

usaha burger hijau ini ancaman akan masuknya pendatang baru dapat merebut

pangsa pasar dari produk usaha ini. Misalnya masuknya produk yang sejenis

maupun yang berbeda seperti roti bakar, pizza, kebab dan sebagainya. Masuknya

menu-menu seperti ini dapat mengancam penjualan produk burger hijau ini.

b. Tingkat Rivalitas Diantara Para Pesaing yang Ada

Persaingan ada yang berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi

dengan menggunakan strategi-strategi seperti persaingan harga, promosi dan

sebagainya. Untuk usaha burger hijau ini tingkat rivalitas yang ada di sekitar area

kampus sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat menyebabkan

(39)

c. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Dalam usaha burger hijau ini yang menentukan harga berada di tangan

usaha Burger Weenak, ini disebabkan usaha ini hadir untuk pertama kalinya di

Medan dan belum ada pesaing yang memiliki ciri-ciri dan konsep yang sama

dengan yang ditawarkan Burger Weenak ini.

d. Saluran Distribusi

Penggunaan saluran distribusi yang tepat akan memberikan manfaat

seperti tersedianya produk (burger hijau) pada moment yang tepat bagi konsumen,

dan juga akan tersedianya produk (burger hijau) di lokasi yang menyenangkan

bagi pelanggan potensial.

Makanan seperti burger hijau ini adalah salah satu makanan ringan,

alangkah baiknya jika lebih dekat dengan masyarakat, agar terpenuhi permintaan

dan memaksimalkan keuntungan, maka dalam pemasaran dan penjualan Burger

Weenak hanya menggunakan 1 ( satu )saluran distribusi.

1) Zero Level Channel: dari produsen langsung ke konsumen

Gambar 2.8 : Saluran Pemasaran Burger Weenak

Gambar 2.8 menjelaskan bahwa saluran yang digunakan oleh Burger Weenak

adalah saluran No Channel atau Zero level channel yaitu saluran yang

pemasarannya langsung dari produsen ke konsumen. Saluran ini tidak memiliki

perantara, dikarenakan usaha burger hijau ini “menjajakan” produknya dengan

(40)

cara mendirikan warung atau café sehingga konsumen datang langsung untuk

membeli produk Green Burger Hijau ini.

Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari usaha

burger ini terdapat pesaing dari produk yang sejenis dan yang tidak sejenis.

Adapun keunggulan dan kelemahan dari produk yang kami tawarkan dari

kompetitor di sekitar Jalan SM Raja sebagai berikut :

Tabel 2.3 Analisis Pesaing

PESAING KEUNGGULAN KELEMAHAN

Usaha Gorengan

Usaha Ayam Penyet

Usaha Bakso

1.Harga lebih ekonomis

2.Lebih ringan untuk di

jual.

1.Lebih mengenyangkan.

1. Sudah dikenal oleh

masyarakat.

1. Harganya lebih mahal

(41)

E. Aspek Produksi E1. Proses produksi

Proses produksi dari usaha kami ini dilakukan dengan cara yang sangat

sederhana, yaitu dengan cara pemanggangan dagingnya yang mengikuti selera

dari pelanggan misalnya : setengah matang, matang ataupun sampai garing.

Kemudian roti yang sudah matang disajikan dengan dibungkus menggunakan

daun pisang agar mendukung konsep global warming yang menjadi konsep usaha

(42)

SKEMA PROSES PRODUKSI

Gambar 2.9 : Skema Proses Produksi Burger Weenak

Roti dibelah 2 lalu dioleskan dengan mentega dan dipanggang bersamaan dengan daging dan telur.

Daging dan telur yang sudah matang diangkat lalu diletakkan di atas salah satu

belahan roti

Lalu tambahkan sayuran dan saus di atasnya

matang

Tambahkan belahan roti lainnya sebagai pelengkap dan dibungkus dengan daun

pisang.

Masukan ke dalam mikrowave selama 5 menit

(43)

Penjelasan Skema

1. Skema di atas merupakan tahapan produksi Burger Weenak secara umum,

setelah burger dibelah 2 lalu dioleskan mentega lalu dipanggang sampai

berwarna kecokelatan.

2. Selanjutnya panggang juga daging dan telur sampai matang atau sesuai

selera yang diminta oleh konsumen.

3. Setelah daging dan telur matang dan roti sudah berwarna kecokelatan

letakkan 1 belahan roti lalu taruh daging di atas belahan roti tersebut

beserta dengan sayuran selada, mentimun, tomat, keju dan saus tomat dan

mayonaisenya.

4. Pada tahap keempat ini, letakkan belahan roti yang lain di atas semua

bahan yang sudah disediakan, kemudian bungkus dengan daun pisang dan

masukkan ke dalam mikrowave selama 5 ( lima ) menit.

5. Tahap terakhir ialah sajikan ke pelanggan dan jika take away ( dibawa

pulang ) dibungkus dengan kantongan.

E2. Bahan Baku dan Bahan Penolong

Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk

perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah

suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.

(44)

Tabel 2.4 Bahan Baku Per Minggu

No Uraian Banyak @ Jumlah Harga (Rp)

1 Daging giling 35 kg 11.000 385.000

2 Roti 30 bungkus 2.000 60.000

3 Saus tomat 6 botol 5.000 30.000

4 Mayonaise 5 bungkus 6.000 30.000

5 Mentimun 4 kg 3.000 12.000

6 Selada 0,3 kg 5.000 1.500

7 Tomat 1 kg 4.000 4.000

8 Sosis 4 pack 5.000 20.000

9 Margarine 2 bungkus 7.000 14.000

10 Telur 100 biji 850 85.000

Total 641.500

E3. Peralatan yang dibutuhkan

Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga

harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan

dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan. Adapun peralatan yang dibutuhkan yaitu :

(45)

No Peralatan/ Mesin Jumlah

Unit

Harga Jumlah Harga

1 Mikrowave 1 1.000.000 1.000.000

2 Alat pemanggang daging 1 750.000 750.000

3 Pisau 1 5.000 5.000

4 Tabung gas 1 100.000 100.000

5 Gas 3 kg 1 15.000 15.000

Total 1.870.000

Sarana Penunjang

Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk

dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air,

telepon, internet.

Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang

Jenis Biaya Jumlah Biaya

1. Listrik Rp 50.000,-

2. Air Rp 30.000,-

3. Telefon Rp 40.000

(46)

F. Analisis Sumber Daya Manusia ( SDM )

Untuk usaha Burger Weenak ini pada dasarnya membutuhkan tenaga kerja

yang ulet, rajin serta jujur. Akan tetapi tidak hanya itu saja, usaha burger hijau

kami ini membutuhkan tenaga yang telah berpengalaman. Sebagai pimpinan dan

pemilik usaha burger ini saya harus bertanggung jawab atas perencanaan,

pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan, serta peningkatan mutu dari

produk Burger Weenak. Untuk kualifikasi tenaga kerja yang lain seperti staf

administrasi dan keuangan, staf produksi, serta staf pemasaran kami

membutuhkan tenaga kerja yang memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi

pada pelanggan serta loyal.

G. Rencana Pengembangan Usaha

Kami juga telah menyiapkan rencana pengembangan usaha ini kelak jika telah

beberapa waktu didirikan. Persiapan rencana ini dimaksudkan agar usaha ini dapat

berjalan terus-menerus dan berhasil bertahan dalam menghadapi persaingan pasar

yang ada. Dengan pemikiran yang matang dan terencana ini diharapkan usaha ini

mampu berkembang menjadi lebih baik. Adapun rencana pengembangan usaha

tersebut adalah sebagai berikut :

1. Strategi Pemasaran

a. Pengembangan produk

b. Pengembangan Wilayah Pemasaran

Kami berencana akan mengembangkan cabang usaha ini di area kampus

lainnya di Kota Medan seperti UMSU, UNIMED dan lain-lain. Tidak terbatas

(47)

perbelanjaan di Medan seperti di mall Sun dan Paladium sehingga omset yang

didapatkan akan meningkat.

2. Strategi SDM

Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan

karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi

yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada

karyawan yang berprestasi.

3. Strategi Penetapan Harga

Harga disesuaikan dengan lingkungan masyarakat ekonomi ke bawah

sehingga semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya.

4. Strategi Produksi

Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan

kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari

produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan

mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.

H. Pemanfaatan IT

Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang

peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah

bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis

mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu

terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.

Dalam pemanfaatan IT, Burger Weenak menggunakan akun Facebook dan

(48)

produk-produk yang tersedia di Burger Weenak. Akun Facebook dan Twitter ini

juga sebagai sarana bagi konsumen atau pelanggan untuk menyampaikan kritik

dan saran dari produk-produk maupun pelayanan dari Burger Weenak.

I. Analisis Keuangan

Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah

tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari

masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau

bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3

kategori yakni :

a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan

b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang

Koperasi

c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang

Namun untuk bisnis burger hijau ini, kami menggunakan dana dari kami

sendiri, agar tanggung jawab dan pembagian hasil nantinya jauh lebih mudah,

adapun bila membutuhkan pengembangan usaha.

a. Proyeksi Keuangan

Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang

dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di

dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara

ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara

(49)

A. Sumber Pendanaan

Tabel 2.7 Sumber Pendanaan “Burger Weenak”

Uraian Persentase (%) Jumlah

(a) (b) (c) (d) (c = a + b +

c + d)

1. Modal

Sendiri

1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 6.000.000

2.

Pinjaman

0 0 0 0 0

Jumlah (1+2) 6.000.000

B. Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi

Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi

Uraian Jumlah

a. Tanah 0

b. Mesin/Peralatan 1.870.000

c. Peralatan Kantor 100.000

d. Infrastruktur 500.000

e. Biaya pra operasi 500.000

(50)

Rencana Arus Kas

RENCANA ARUS KAS (dalam jutaan rupiah) BURGER WEENAK

500 500 500 500 500 500 500 500 500 500

(51)

b. Laporan Keuangan

PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 5 TAHUN KE DEPAN

BURGER WEENAK

(dalam jutaan rupiah)

Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek penjualan

sebesar 20% per tahun)

Tabel 2.9 Proyeksi Laporan Arus Kas 5 Tahun

Uraian

b. Penggunaan dana (Cash out flow) 55,592,40 58.874,88 66.377,86 75.381,43 86.184,71,

c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 10.527,60 13.269,12 20,194,94 28.505,93 38.479,12

d. Keadaan kas awal 0 10.527,60 23.796,72 43.991,66 72.497,60

(52)

c. BEP ( Break Even Point )

Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama modal

yang dikeluarkan akan kembali.

Untuk mengetahui berapa lama modal usaha burger ini akan kembali maka perhitungan

BEP nya adalah :

Rumusnya:

Total Pendapatan = Total Pengeluaran

(Harga Jual x Qty) = (Biaya tetap + biaya variabel)

Estimasi dalam 1 bulan:

Qty 1 bulan = 623 porsi

Harga = 623 x Rp 7000 = Rp 3.738.000

Biaya Variabel = Rp 2.566.000

Biaya Tetap = Rp 7.326.000

Estimasi BEP =

= Rp 7.326.000

Rp 3.738.000-Rp 2.566.000

(53)

J. Analisis Resiko

Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian diakibatkan

karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau kelemahan seseorang/

perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan perusahaannya. Ketidakpastian

dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :

1. Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang deisebabkan oleh

kejadian-kejadisn yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara, misalnya krisis

ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga BBM, dan perubahan

perilaku konsumen.

2. Ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh

kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan, perang

atau kudeta militer.

3. Ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian

alam seperti bencana alam.

a. Analisis Resiko Usaha

1. Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan terganggunya

produktivitas yang akan dihasilkan.

2. Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak tertentu yang

mengambil keuntungan dari usaha ini.

3. Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu bencana alam

seperti gempa dan banjir.

4. Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.

(54)

b. Antisipasi Resiko Usaha

1. Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi ketika

perekonomian tidak stabil.

2. Dengan antipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat dilakukan

dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

3. Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari inovasi

dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan yang inovatif.

4. Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati peraturan

(55)

BAB III PENUTUP

Pada bab ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari pembahasan

yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Adapun beberapa kesimpulan yang dapat

diambil berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, ialah bisnis burger ini layak

untuk dipasarkan ke masyarakat dan sangat bagus untuk dikembangkan. Pasar dari usaha

ini juga sangat menjanjikan karena lokasinya yang strategis dan yang menjadi target

utama pasarnya adalah para mahasiswa yang menyukai hal-hal yang baru dan bersifat

instan seperti makanan sejenis burger ini. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek sebagai

berikut :

a. Resiko yang mungkin akan dialami oleh usaha ini sangat kecil, dikarenakan

usaha ini bukanlah makanan musiman dan juga makanan ini sudah dikenal di

berbagai belahan dunia.

b. Untuk Sumber Daya Manusia usaha burger ini mempunyai kualifikasi yaitu

memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi pada pelanggan serta loyal.

c. Rencana pengembangan usaha burger ini akan direncakan dengan membuka

cabang-cabang lain di sekitar kampus yang lain dan juga membuka cabang di

pusat perbelanjaan di kota Medan.

d. Dan usaha ini dimulai dengan menggunakan modal awal sebesar Rp

6.000.000 dan perkiraan titik modal impas yaitu pada bulan ke 6 (enam)

(56)

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, Emma Nur, 2010. Burger Hijau Berselimut Daun Pisang

(http://bandung.detik.com/read/2010/01/05/094209/1271738/671/burger-hijau-berselimut-daun-pisang)

Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini, 2010.

Kewirausahaan, USU Press, Medan

Gambar

Gambar 2.1  Struktur Organisasi Burger Weenak .............................................
Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Burger Weenak
Gambar 2.2 : Beef Greenburger Cheese
Gambar 2.3 : Beef Greenburger
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jenis produk yang dihasilkan dari usaha ini adalah jasa penyewaan konsol.. game Playstation

Untuk usaha bubur kacang hijau ini tingkat rivalitas yang ada di sekitar area kampus sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat menyebabkan turunnya permintaan akan

Meskipun dalam prakteknya sudah banyak jenis usaha serupa yang telah ada di Indonesia, tapi saya akan membuat usaha saya berbeda dari perusahaan lain dengan mengambil

Kami mengembangkan produk ini berbeda, yaitu dalam penyajiannya kami membuatnya menjadi kaya akan bumbu-bumbu dan hadir dengan konsep makanan yang sehat, yaitu daging

atau segmentasi pasar yang dituju akan membuat usaha ini menjadi lebih. berkembang karena melihat dari usaha yang menjanjiakan dan

Ho3 : Tidak ada pengaruh penggunaan tempe kedelai, tempe kacang hijau, dan tempe kacang merah sebagai bahan dasar pembuatan isian burger terhadap daya

Seperti yang telah dijelaskan di pembahasan sebelumnya bahwa usaha burger merupakan usaha yang sangat berpeluang besar. Namun di sisi lain, usaha ini terdapat

Menu yang ditawarkan di “La Café” sendiri adalah macam kue dan beberapa makanan berat asli khas Indonesia tetapi akan dimodifikasi dengan rasa unik dengan cita rasa yang tinggi yang