UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN MEDAN
PERENCANAAN BISNIS AYAM PENYET
TUGAS AKHIR Diajukan Oleh
HARDINA SURYA SILABAN 082101032
DIPLOMA III KEUANGAN
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
Fakultas Ekonomi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
NAMA : HARDINA SURYA SILABAN
NIM : 082101032
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KEUANGAN
JUDUL : PERENCANAAN BISNIS AYAM PENYET
Tanggal : ... 2011 Dosen Pembimbing
(Drs.Raja Bongsu Hutagalung,M.Si) NIP. 19591229 198903 1 002
Tanggal : ... 2011 Ketua Program Studi DIII Keuangan
(Drs.Raja Bongsu Hutagalung,M.Si) NIP. 19591229 198903 1 002 Tanggal : ... 2011 DEKAN
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Yesus Kristus atas Berkat,
Kasih dan Penyertaan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
Tugas Akhir ini, yang berjudul “ PERENCANAAN BISNIS AYAM PENYET”
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
penulis kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs.Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku Ketua Program Studi
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara selaku Dosen
Pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis
dalam penulisan dan memberikan petunjuk mengenai penyusunan tugas
akhir ini ke arah yang lebih sempurna.
3. Bapak Syafrizal Helmi Situmorang, SE, M.Si selaku Sekretaris Program
Studi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Orang tua Saya L.Silaban dan E.Simanungkalit yang selalu Memberikan
semangat dan dukungan serta menyayangi Saya.
5. Saudara Saya (K’Lamsa, b’Gekmar, b’Lian, k’Rosa, b’Bilmar dan
A’Boas) yang selalu memberikan semangat.
6. Keponakan Saya ( Martin Adriel Hutauruk, Gabriel Hutauruk, Josua
Silaban, Simon Lumbangaol dan Adytia Lumbangaol) yang lucu dan
7. Keluarga Pdt.Sitanggang dan Saudara-saudara Saya dalam Persekutuan
yang selalu mendukung Saya dalam doa.
8. May Situngkir (Sirambut Sunslik) dan Enteria Sagala (Grey) yang selalu
membantu dan melengkapi hari-hari Saya
9. Enni Tappubolon (Ayang-ayang) dan Tanda Habeahan (Tukang Pamer)
yang lucu-lucu dan menyenangkan.
10. Semua Grup A tampa terkecuali.
11.Kelompok Magang grup 8 “EDAK” : Anggie (Si’imut-imut), Lia
Rahmayani (Si Cerewet), Maya (Mok-mok), Julia (R’pemdian) dan Elpida
(tomboy)
12.Buat semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan Tugas
Akhir ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari
bentuk yang sempurna, karena itu penulis mengahrapkan saran dan kritik yang
membangun dari semua pihak. Penulis juga berharap semoga Tugas Akhir ini
dapat memberikan manfaat yang berguna bagu semua pihak yang membutuhkan.
Medan, Juni 2011
Penulis
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Sturuktur Organisasi Usaha ... 7
Gambar 2.2 Ganbar Ayam Penyet……… 8
Gambar 2.3 Gambar Aneka Minuman... 10
Gambar 2.4 Grafik Proyeksi 1 Tahun... 18
Gambar 2.5 Diagram Proyeksi Penjualan 5 Tahun ... 18
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Kebutuhan Pembiayaan ... 12
Tabel 2.1 Proyeksi Permintaan Konsumen ... 16
Tabel 2.3 Proyeksi Penjualan Selama 1 Tahun ... 16
Tabel 2.4 Proyeksi Penjualan 5 Tahun Kedepan ... 17
Tabel 2.5 Keunggulan dan Kelemahan Perusahaan ... 20
Tabel 2.6 Bahan Baku dan Bahan Penolong ... 21
Tabel 2.7 Peralatan Produk ... 22
Tabel 2.8 Sarana Penunjang ... 24
Tabel 2.9 Sumber Pendana ... 26
Tabel 2.10 Modal Investasi Awal ... 26
Tabel 2.11 Kebutuhan Bahan Baku dan Bahan Penolong ... 38
Tabel 2.12 Total Cost ... 27
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang. Sebab banyak sekali
keuntungan yang bisa kita dapat dari situ. Selain bisa menjadi Bos dari diri sendiri jam
kerja bisa diatur dengan fleksibel juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar
dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita
tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi
kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.
Usaha Kecil Menengah ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar. Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut adalah :
1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar.
2. Merawat jaringan pasar untuk mempertahankan pangsa pasar.
Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan bisnis
baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan
pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang signifikan dan menggabungkan
sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga sumber-sumber daya itu bisa
dikapitalisasikan.
Dengan demikian wirausahawan harus mampu menciptakan peluangnya sendiri
Dunia usaha dan dunia industry saat ini sedang mengalami perkembangan yang
kian pesat, terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun makro dengan
beragam usaha yang menarik dan sudah pasti akan menghasilkan laba untuk
meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan di usaha tersebut.
Adapun jenis usaha yang sedang marak saat ini yakni usaha disektor industri.
Salah satu industri yang banyak diminati ialah industri makanan ringan, dan faktanya
dapat dilihat disepanjang jalan besar di kota Medan banyak outlet yang menjual makanan
dengan beranekaragam rasa dan kualitas.
Perkembangan ini disebabkan mulai dari tingginya kebutuhan masyarakat akan
makanan ringan (kegemaran ngemil) dan keinginan masyarakat untuk menikmati
berbagai rasa yang berbeda yang ditawarkan dengan berbagai macam penampilan serta
harga yang tidak terlalu mahal sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu
semakin banyak pebisnis muda yang memiliki jiwa kewirausahaan membuka bisnis
makanan ringan karena bisnis ini adalah bisnis yang tepat untuk dikembangkan.
Salah satu usaha makanan yang lagi marak kita lihat di kota Medan ialah usaha
ayam penyet. Ayam penyet merupakan makanan tradisional ayam berlumur sambal yang
berasal dari daerah Jawa Timur. Kata penyet sendiri ialah berasal dari bahasa jawa yang
artinya adalah ‘lumat”. Usaha makanan ini juga yang paling banyak peminatnya, karena
selain memiliki cita rasa yang berbeda, harga dari produk ini juga relatif murah sehingga
dapat dijangkau oleh masyarakat khususnya kalangan menengah.
Selain itu bisnis ayam penyet ini tidak terlalu memerlukan banyak modal awal
membangun usaha ini, karena harga bahan-bahan pokok dari bisnis ini relatif murah
sehingga dapat memperoleh keuntungan yang besar, serta proses produksi dari ayam
beserta bumbu, kemudian ditempa atau ditindih kemudian dilumatkan bersama sambal.
Walaupun cara pembuatan ayam penyet ini sangat mudah untuk dilakukan tetapi kita juga
harus dapat menciptakan cita rasa yang sedikit lebih berbeda dengan rasa produk
makanan lainnya agar menciptakan cita rasa khas tersendiri dari usaha ayam penyet ini.
Usaha Ayam Penyet ini direncanakan akan dijalankan pada awal tahun 2012,
yang beralamat di Jalan Djamin Ginting Pasar I Padang Bulan Medan. Usaha ini
diharapkan dapat berkembang dikawasan ini karena tempatnya strategis dan dekat dari
daerah anak kost yang merupakan target pasar dari usaha ini. Bidikan pasar di sekitar
kampus tersebut telah direncanakan secara cermat dan matang karena menurut analisa
pasar yang ada, sekitar kampus merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka
bisnis baru khususnya dibidang makanan
Memang tidak ada yang bisa memastikan usaha kita akan berhasil atau tidak,
tetapi kita dapat mengusakan keberhasilan tersebut, yaitu dengan cara melakukan
persiapan usaha yang matang dan melaksanakan strategi pemasaran yang efektif antara
lain:
1. Tempat yang strategis. Memilih tempat
yang ramai, banyak dikunjungi orang, kendaraan lewat dan mudah dijangkau.
2. Perijinan. Izin usaha harus ada agar usaha berjalan lancar. Paling tidak harus "permisi"
kepada lingkungan sekitar, seperti RT, RW dan kelurahan. Jika mengurus izin usah
sekaligus dengan badan hukumnya di notaris, itu lebih bagus.
3. Modal. Menyediakan modal yang cukup untuk keperluan sebagai berkut:
Modal awal membuka usaha. Modal kerja untuk membayar biaya operasional selama
perusahaan belum menghasilkan keuntungan. Biaya operasional antara lain meliputi
4. Melaksanakan strategi pemasaran yang efektif, antara lain: harga yang kompetitif,
penawaran variasi jasa, promosi usaha, dll.
Keberhasilan suatu bisnis bisa dinilai dari beberapa sisi, terutama dari sisi
finansial. Karena itu, secara umum, sebuah usaha bisa dinilai berhasil jika mampu
mencapai tujuan finansialnya atau tujuan keuangannya, yaitu mendapatkan keuntungan.
Namun tujuan keuangan untuk mendapatkan keuntungan ini juga harus realistis, spesifik
dan terukur. Artinya penetapan target keuntungan juga harus memperhitungkan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti kapasitas usaha, modal, produktifitas kerja dan
lain-lain. Tentunya tanpa melupakan azas dengan modal sekecil mungkin mendapatkan
untung sebesar-besarnya.
Dengan melihat begitu baiknya pertumbuhan bisnis wirausaha ini, mulai dari
perencanaan usaha sampai dengan proses realisasi usaha ini. Maka dengan ini penulis
ingin membahas masalah tersebut dalam sebuah Tugas Akhir dengan judul Perencanaan Bisnis Ayam Penyet
1.2 Tujuan Prospek Usaha
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari prospek usaha yang dilakukan penulis
adalah
1. Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi organisasi agar
dapat melaksanakan aktivitas dengan lebih efektif dan efisien serta lebih
bijaksana dalam pengambilan keputusan demi kelancaran organisasi dalam
mencapai tujuannya.
2. Menambah pengetahuna dan wawasan pemikiran penulis tentang cara
3. Sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi rekan rekan mahasiswa
yang akan membahas masalah dengan topic yang sama.
4. Menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri pengusaha guna menciptakan
usaha baru secara professional dan terlatih.
5. Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka
meningkatkan perekonomian di sector riil.
6. Memperkenalkan produk ayam penyet dengan tiga macam pilihan sambal yang
disajikan sesuai selera konsumen.
1.3 Manfaat Prospek Usaha
Adapun manfaat yang ingin dicapai dari prospek usaha yang dilakukan oleh penulis adalah :
1. Meminimalisasi tingkat pengangguran di kota Medan khususnya
2. Menumbuhkembangkan solidaritas tim dalam berwirausaha
3. Konsumsi produk makanan ini diharapkan dapat memberikan kepuasan terhadap
BAB II PEMBAHASAN
Di dalam suatu usaha seorang pemilik harus memiliki data usaha yang
meliputi nama pemilik, struktur organisasi, bentuk kepemilikan bisnis, alamat
usaha, nomor telepon, serta perizinan perusahaan yang mana dalam data
perusahaan ini akan mencerminkan bergerak dalam bidang apa dan produk atau
jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan tersebut. Berikut adalah data dari
usaha yang penulis rencanakan.
2.1Data Usaha
1. Nama Perusahaan
2. Bidang Usaha
3. Jenis Produk / Jasa
4. Alamat Perusahaan
5. Nomor Telepon/HP
6. Alamat Email
Ayam Penyet surya
Rumah Makan
Ayam Penyet
Jalan Djamin Ginting No 766, Pasar I Padang Bulan Medan
081375040756
7. Situs Web
8. Mulai Berdiri
9. Bank Perusahaan
2.2 Data Pemilik 1. Nama
2. Jabatan
3. Tempat dan tanggal Lahir
4. Alamat Rumah
5. Nomor Telepon
6. Alamat Email
7. Pendidikan Terakhir
Januari 2012
Bank BNI
Hardina Surya Silaban
Pimpinan/pemasak
Sibolga, 07 Januari 1990
Jalan Djamin Ginting, Pasar I Padang Bulan , Medan
081375040756
2.3 Struktur Organisasi
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Usaha Ayam Penyet
2.4 Aspek Pasar dan Pemasaran
2.4.1 Produk yang dihasilkan a. Ayam Penyet
Yaitu makanan tradisional ayam yang di penyetkan/dilumetkan yang
diatasnya berlumur sambal yang disajikan dengan daun kemangi, kol,tempe/tahu
dan timun sebagai pelengkap. Karyawan 1
Martin
Karyawan 4
Simon Karyawan 2
Jhosua
Karyawan 3
Gabriel Pimpinan
Gambar 2.2 Gambar Ayam Penyet 1. Resep Bahan Ayam Penyet :
a. 1 ekor ayam berukuran kecil, potong menjadi empat bagian
b. 300 ml air
c. 2 lembar daun salam
d. minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
2. Resep Bumbu Ayam Penyet (haluskan) :
a. 4 siung bawang putih
b. 1/2 sendok tek ketumbar
c. 1 cm kunyit
d. 3 cm jahe
e. 3 cm lengkuas
f. 1 1/2 sendok teh garam
3. Resep Bahan Sambal Ayam Penyet :
b. 1 siung bawang putih
c. 6 buah cabai merah keriting
d. 5 buah cabai rawit merah
e. 1/2 buah tomat
f. 1 sendok makan terasi goreng
g. 1/2 sendok teh garam
h. 1 sendok makan irisan gula merah
i. 1 ikat kemangi, ambil daunnya
j. 2 buah jeruk limau, belah dua
4. Cara Memasak Ayam Penyet :
a. Lumuri ayam dengan bumbu yang dihaluskan. Tambahkan daun salam dan
air. Masak hingga daging ayam empuk. Angkat dan sisihkan.
b. Goreng daging ayam hingga matang. Angkat dan tiriskan.
c. Sambal : Tumis bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat hingga
layu. Haluskan bersama terasi, garam, dan gula. Tambahkan air jeruk
limau dan daun kemangi. Aduk rata.
d. Letakkan ayam goreng di atas sambal. Penyet-penyet hingga sambal
menempel pada daging ayam.
Menyajikan minuman jus buah segar dan minuman-minuman ringan
lainnya seperti :
1. Jus Melon
2. Jus Sirsak
3. Jus Semangka
4. Jus Terong Belanda
5. Jus Pokat
6. Teh Manis Dingin
7. Teh Manis Panas
8. Teh Botol Sosro
Gambar 2.3 Gambar Aneka Minum
2. 4.2 Keunggulan Produk
Adapun produk yang ditonjolkan pada Rumah Makan Ayam Penyet ini
ialah Ayam Penyetnya karena Ayam Penyetnya menghasilkan cita rasa yang
berbeda dari yang lain yaitu terdapat pada rasa sambalnya. Ayam Penyet disajikan
dengan tiga pilihan sambal dengan tingkat kepedasan yang berbeda. Tujuannya,
agar bisa membuat pelanggan ketagihan saat menyantapnya walaupun tidak
tahan pedas.
Sedangkan produk makanan yang lain seperti nasi goreng ayam penyet
makanan karena selera konsumen yang berbeda beda. Selain itu di Rumah makan
ini juga menyediakan aneka minuman seperti jus buah segar yang terbuat dari
100% buah asli tanpa pemanis buatan sehingga jus-jus buah segar tersebut baik
untuk dikonsumsi karena banyak mengandung vitamin,serta harganya juga
terjangkau.
2.4.3 Gambaran Pasar
Ditinjau dari jumlah penduduk, daya beli, dan minat konsumen terhadap
tingkat konsumsinya, khususnya pada menu makanan yang sehat,bergizi,dan
terjangkau harganya maka saya optimis bisnis makanan yang dipasarkan akan
berkembang pesat. Apalagi pada saat ini kebutuhan akan makanan sangat
meningkat karena tingkat konsumsi masyarakat yang semakin tinggi.
Adapun jenis makanan yang ditawarkan sebagai berikut
1. Ayam Penyet Biasa Rp. 9.000
2. Ayam Penyet+ Nasi Putih Rp. 12.000
3. Nasi Goreng Ayam Penyet Rp. 15.000
4. Aneka Jus Buah Segar Rp. 7.000
5. Teh Manis Panas/Dingin Rp. 3.000
Misalnya diasumsikan permintaan perhari sebesar 50 porsi,berarti dalam
sebulan dapat dijual 1500 porsi ( 50 porsi x 30 hari ), jadi dalam setahun
permintaan konsumen sebesar 18000 porsi ( yaitu 1500 porsi x 12 bulan). Maka
peningkatan permintaan tiap tahun menjadi 18000 x 20% = 3600 porsi, sehingga
untuk tahun berikutnya dapat dihasilkan 21600 porsi yaitu berasal dari 18000 +
3600, demikian akumulasi tahun berikutnya. Berikut ini disajikan table proyeksi
permintaan konsumen dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016
Tabel 2.1 Proyeksi Permintaan Konsumen Tahun PerkiraanPermintaan
(dalam porsi)
2012 18000
2013 21600
2014 25920
2015 31104
2016 37325
a. Kegiatan promosi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Membuat selebaran atau brosur yang kemudian menyebarkannya disekitar
kampus, kos-kosan,kantor atau tempat tempat umum lainnya agar bisnis
yang kita buat diketahui orang banyak.
2. Melalui advertising yaitu pemasangan iklan di media massa khususnya
dikoran berita seperti waspada,analisa,medan bisnis maupun sumut pos.
3. Memberitahukan kepada kawan-kawan , relasi tentang usaha yang baru
4. Menyebarkan kartu nama yang memuat informasi tentang bisnis yang baru
dibuka.
5. Memberikan garatis soft drink pada setiap pembelian makanan diatas
Rp.50.000
6. Membuat akun Facebook dan Twitter sehingga lebih mudah dikenal oleh
banyak orang.
2.4.4 Target atau Segmen Pasar yang Dituju
Target pasar adalah sekelompok pembeli yang mempunyai sifat-sifat yang
sama yang membuat pasar itu berdiri sendiri. Adanya sekelompok orang dengan
ciri-ciri yang sama belumlah berarti mereka membentuk pasara sasaran. Hanya
bila mereka mempunyai ciri-ciri yang sama sebagai pembeli, maka barulah
mereka membentuk suatu apasar sasaran.
Mengingat pentingnya pemasaran tersebut, maka usaha ayam penyet
inipun harus menentukan segmen pasarnya. Selanjutnya sesuai dengan pengertian
pasar ialah sekelompok orang yang mempunyai uang untuk dibelanjakan,
mempunyai kemauan, dan kewenangan untuk melakukan pembelian, maka
segmentasi pasar Ayam Penyet ini terdiri beberapa faktor:
Faktor Geografis : Jl.Djamin Ginting No 766 Pasar I Padang Bulan Medan Faktor Demografis : a. Usia : Segala Usia
b. Jenis Kelamin : pria dan wanita
c. Agama : Semua agama
Bidikan pasar di sekitar kampus tersebut telah direncanakan secara cermat
dan matang karena menurut analisa pasar yang ada, sekitar kampus merupakan
ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya dibidang
makanan.
Daerah kampus tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli Medan tetapi
juga terdapat kaum pendatang yang biasanya kos ataupun mengontrak di daerah
sekitar kampus. Kaum pendatang tersebut kebanyakan adalah kaum muda.
Peluang ini dapat kita manfaatkan karena rata-rata anak kos biasanya lebih
munyukai hal-hal yang berbau cepat dalam penyajian (cepat saji) serta dapat pula
sebagai alternatif makanan lain jika bosan terhadap menu sehari-hari.
Usaha ayam penyet ini merupakan usaha yang menjanjikan, karena
peminatnya yang hampir merata di setiap kalangan masyarakat atau siapa saja
bisa menikmatinya. Usaha Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah
masyarakat menengah ke bawah. Produk Ayam Penyet disesuaikan dengan target
pasarnya, oleh karena itu harga produk dapat terjangkau.
2.4.5 Trend Perkembangan Pasar
Saat ini pertumbuhan ekonomi sangatlah berdampak pada hasil penjual
barang maupun jasa yang ditawarkan. Apabila pertumbuhan ekonomi suatu
Negara sedang membaik maka permintaan akan barang/ jasa masyarakat terhadap
Ini berarti trend penjualan akan membaik pula maka suatu bisnis ataupun
perusahaan yang menjual barang/ jasa penerimaannya akan lebih tinggi. Apabila
dibandingkan ketika ekonomi Indonesia terkena krisis, maka daya beli masyarakat
menjadi menurun, trend penjualan akan menurun akibatnya suatu bisnis atau
perusahaan banyak yang mengalami kebangkrutan.
Diperkirakan untuk kawasan Pasar I padang Bulan ini terdapat 120.000
orang penduduk. Dan untuk di area sekitar kampus jumlah terbanyak adalah
mahasiswa/anak kos. Jika rata-rata didominasi oleh kaum muda maka permintaan
akan produk akan selalu ada, bahkan dapat cenderung meningkat untuk hari-hari
tertentu misalnya hari-hari besar,pada saat bulan ramadhan,dan malam minggu.
Dan untuk peningkatan usaha Ayam Penyet ini dipengaruhi oleh tingkat
suku bunga sebesar 8% pertahun yaitu sekitar 10 % per bulan. Maka dari itu naik
turunnya suatu tingkat suku bunga tmempengaruhi biaya pendanaan bisnis ini.
Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga mempengaruhi ketika usaha yang
dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga yakni bank. Dalam usaha ini,
untuk langkah awal modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha dari modal
sendiri dan pinjaman dari bank yaitu sebesar Rp. 15.000.000 dengan bunga 8%,
maka cicilan perbulan sebesar Rp. 1.250.000 dengan bunga Rp. 100.000
Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha ini.
Adanya inflasi cukup mempengaruhi biaya operasional dari suatu usaha yang
diakibatkan naiknya biaya pasokan dan bahan baku serta gaji para karyawan.
akan menaikkan harga pokok penjualan. Ini akan menyebabkan turunnya akan
permintaan dari produk yang ditawarkan.
2.4.6 Proyeksi Penjualan
Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan Ayam Penyet Per Hari
No Nama Menu Banyak (Unit) @ Jumlah Harga (Rp)
No Bulan Penjualan (Porsi)
9 September 1704
10 Oktober 1695
11 November 1758
12 Desember 1786
Keterangan Tabel : Peningkatan proyeksi penjualan diperkirakan
mengalami kenaikan sebesar 10% per bulan tetapi sewaktu waktu penjualan
dapat mengalami penurunan yang disebabkan oleh selera dari masyarakat yang
berbeda-beda.
Dari gambar table 2.3 di atas memperlihatkan peningkatan permintaan
setiap bulannya dari penjualan Ayam Penyet ini. Pada bulan Januari permintaan
sebanyak 1500 porsi yang tiap harinya diharapkan terjual sebanyak 50 porsi dan
akan terus naik tiap bulannya. Ini dapat disebabkan hadirnya ayam penyet dengan
tampilan dan konsep yang berbeda dapat menembus pasar kuliner dan dapat
bersaing dengan produk yang sejenis maupun yang berbeda.
Untuk perencanaan strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan
dalam jangka minimal 5 tahun ke depan, sesuai dengan rencana produksinya.
Tabel 2.4 Proyeksi penjualan 5 tahun kedepan
Tahun Perkiraan Penjualan ( dalam porsi )
2012 18000
2013 21600
Berikut hasil dari peningkatan permintaan selama satu tahundalam bentuk
grafik :
Gambar 2.4 Grafik Proyeksi Penjualan Selama Setahun
Selain itu penulis juga menyajikan hasil peningkatan penjualan Selama
lima tahun mendatang dalam bentuk diagram :
2015 31104
Gambar 2.5 Diagram Proyeksi Penjualan Selama Lima Tahun
2.4.7 Analisis Pesaing
Pesaing merupakan faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan
pemasaran. Menurut pakar manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima )
kekuatan persaingan yakni masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti,
kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di antara para
pesaing yang ada. Kelima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama
menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan
kekuatan yang paling besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang
sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi.
1. Ancaman Masuknya Pendatang Baru
Pendatang baru dalam industri dapat mengancam pesaing yang ada. Untuk
pangsa pasar dari produk usaha ini. Misalnya masuknya produk yang sejenis
maupun yang berbeda seperti Ayam Bakar,Ayam Kremes,maupun Ayam Presto.
Masuknya menu-menu seperti ini dapat mengancam penjualan ayam Penyet ini.
2. Tingkat Rivalitas Diantara Para Pesaing yang Ada
Persaingan ada yang berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi
dengan menggunakan strategi-strategi seperti persaingan harga, promosi dan
sebagainya. Untuk usaha Ayam Penyet ini tingkat rivalitas yang ada di sekitar
area kampus sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat
menyebabkan turunnya permintaan akan produk ini.
3. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
Dalam usaha Ayam Penyet ini yang menentukan harga berada di tangan
usaha Ayam Penyet, ini disebabkan usaha ini hadir untuk pertama kalinya di
Medan dengan ciri khas sambalnya yang menyajikan tiga pilihan sambal dan
belum ada pesaing yang memiliki ciri-ciri dan konsep yang sama dengan yang
ditawarkan oleh Ayam Penyet ini.
4. Saluran Distribusi
Penggunaan saluran distribusi yang tepat akan memberikan manfaat
seperti tersedianya produk (Ayam Penyet) pada moment yang tepat bagi
konsumen, dan juga akan tersedianya produk (Ayam Penyet) di lokasi yang
Makanan seperti Ayam Penyet ini adalah salah satu makanan ringan,
alangkah baiknya jika lebih dekat dengan masyarakat, agar terpenuhi permintaan
dan memaksimalkan keuntungan, maka dalam pemasaran dan penjualan Ayam
Penyet inihanya menggunakan 1 ( satu )saluran distribusi.
Tabel 2.5 Keunggulan dan Kelemahan Pesaing
tempat kurang nyaman.
2.5 Aspek Produksi
1. Bahan Baku dan Bahan Penolong
Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama
untuk perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.
Bahan baku yang digunakan adalah (dihitung berdasarkan kebutuhan per bulan):
Tabel 2.6 Bahan Baku dan Bahan Penolong
No. Uraian Banyak @ JumlahHarga
6 Perlengkapan 430.000 430.000
Lain-2. Proses Produksi
Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan
proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang dimaksud.
Bentuk proses biasa digambarkan dalam lembaran skema atau diagram alur yang
disertai dengan keterangan deskriptif.
PRODUK
Gambar 2.6 Alur proses produksi 3. Peralatan yang Dibutuhkan
Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan
juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu
berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.
b. penggorengan 1 unit
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang
termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi
Tabel 2.8 Sarana Penunjang
Jenis Biaya Jumlah Biaya
1. Air /Lisrtik Rp 60.000,-
2. Telepon Rp 30.000,-
Total Biaya Sarana Penunjang : Rp 90.000,-
2.6 Analisis SDM
Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga perlu memperhatikan
hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang dibutuhkan, dan
persyaratan kerja. Karena dalam usaha ini pemilik juga merupakan investor aktif
yang berarti pemilik juga menjalankan pekerjaan operasional, maka sistem
penggajian tidak dihitung secara spesifik melainkan menerima pembagian dari
laba yang didapatkan. Sehingga untuk saat ini usaha pemilik belum memerlukan
tenaga kerja tambahan karena masih dapat mengelola sendiri usaha ini.
Untuk tahap awal pemilik membutuhkan empat orang tenaga kerja dan
jika bisnis/usaha ini telah berkembang maka pemilik akan menambah tenaga
kerjanya.Untuk mendapatkan karyawan yang berkompeten maka pemilik melihat
dari tiga sisi yaitu sisi pertumbuhan, efisiensi, dan stabilitas. Di sisi pertumbuhan ,
kita akan memantau durasi bekerjanya,tingkat pendidikan dan biaya pelatihan
pelanggan juga bisa termonitor. Sementara itu dari sisi efisiensi harus dilihat
karyawan dengan keahlian tertentu.
2.6.1 Rencana Pengembangan Usaha. 1. Strategi Produksi
Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan
kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari
produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan
mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang
2. Strategi Organisasi dan SDM
Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan
karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi
yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada
karyawan yang berprestasi.
3. Strategi Marketing
Marketing juga mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang
marketing yang akan dilakukan adalah dengan lebih memasarkan usaha ini
dengan membuat brosur, poster dan flyer yang akan lebih dipasarkan kepada
masyarakat umum.
Dalam mengembangkan usaha, pemilik akan menambah armada untuk
mengembangkan usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan
yang selama ini didapat.
2.7. Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana
yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk
di dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow.
Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha
secara finansial sebagai berikut :
A. Tabel 2.9 Sumber Pendanaan
Uraian Persentase (%) Jumlah
(a) (b) (c) (d) (e) (a + b + c +
d+e) 1. Modal
Sendiri
7.000.000 7.000.000 7.000.000 7.000.000 7.000.000 35.000.000
2.Pinjaman 15.000.000 0 0 0 15.000.000
Jumlah (1+2) 50.000.000
B. Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi Awal Tabel 2.10 Tabel Kebutuhan Pembiayaan
Uraian Jumlah
a. Sewa Tempat 6.000.000
c.Peralatan Masak 1.300.000
C. Tabel 2.11 Tabel Bahan Baku dan Bhan Penolong kebutuhan selama 1 bulan
6 Perlengkapan 430.000 430.000
Lain-No
7. Bahan Lain-lain 1.350.000 1.350.000
s. botol saus dan kecap 25.000
t. penyaring khusus 450.000 u. rak piring 200.000
v. dandang 75.000
12. Meja dan Kursi 2.000.000 13. Gaji 4 Karyawan
@700.000
2800.000
14. Biaya air dan Listrik 90.000
15. Sewa Tempat 6.000.000
16. Promosi/iklan/spanduk 300.000
Total Fixed Cost 15.690.000
2.8. Rencana Arus Kas
RENCANA ARUS KAS (dalam ribuan rupiah)
AYAM PENYET
UNTUK TAHUN 2012
Bln0 Bln I Bln II Bln III Bln IV Bln V Bln VI Bln VII Bln VIII Bln IX Bln X Bln XI Bln X
A. PENERIMAAN
Penerimaan Penjualan 0 15.600 17.160 17.845 18.876 20.763 22.839 25.123 27.636 30.399 33.439 36.783 40.462
Penerimaan Pinjaman 15000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penerimaan lain-lain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
B. PENGELUARAN
Sewa Tempat 6000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pembelian Bahan Baku 0 9570 10.048 10.550 11.077 11.630 12.211 12.821 13.462 14.135 14.841 15.583 16.362
Pembelian Bahan Pembantu 0 1350 1350 1350 1350 1350 1350 1350 1350 1350 1350 1350 1350
Promosi (iklan.spanduk) 300 0 300 0 300 0 300 0 300 0 300 0 300
Meja & Kursi 2000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Peralatan Masak 1300 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Peralatan Makan 1000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Peralatan Lain Lain 1650 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Perlengkapan 0 430 430 430 430 430 430 430 430 430 430 430 430
Alat Tulis Kantor 30 0 30 0 30 0 30 0 30 0 30 0 30
Transportasi 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Listrik, Air, Telepon 0 90 100 90 95 95 95 90 100 95 95 100 95
Gaji Pegawai 4orang 0 2800 2800 2800 2800 2800 2800 2800 2800 2800 2800 2800 2800
Angsuran Pokok 0 1250 1250 1250 1250 1250 1250 1250 1250 1250 1250 1250 1250
Biaya Bunga 0 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Sub Total Pengeluaran 12380 15850 16.668 16.830 17.692 17.915 18.826 19.101 20.082 19.145 21.456 21.873 22.977
C. SELISIH KAS 2620 (250) 492 1015 1184 2848 4013 6022 7554 11.254 11.983 14910 17.485
D. SALDO KAS AWAL 35000 37620 37370 37862 38877 40061 42909 46922 52944 60498 71752 83735 986
2.8. BEP (Break Even Point/Titik Pulang Impas)
BEP (Unit)
Analisis Break Even Point
Total Biaya Tetap = 15.690.000
Total Biaya Variabel = 11.510.000
Quantitas = 1500 (50 x 30 hari)
Variable Cost Per Unit = 11.510.000/1.500 pcs
= 7.673 = 7.700
Sales Price = Rp 9.000
Penjualan = Quantitas x Harga
= 1500 x 9.000
= Rp. 13.500.000
Estimasi BEP = Total fix Cost
Penjualan −Total Variabel Cost
= 15.690.000
13.500.000 – 11.510.000
=
15.690.00019.90.000
= 7,8 Bulan
2.8.2 Laporan Keuangan
TABEL 2.13 PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 5 TAHUN KE DEPAN AYAM PENYET
Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek penjualan sebesar 20% per tahun dan pengeluaran sebesar 10%)
Uraian
Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
a. Sumber dana (in flow) 40.462.000 48.554.400 58.265.280 69.918.336 83.902.003 b. Penggunaan dana (out flow) 22.977.000 25.274.700 27.802.170 30.582.387 33.640.625
c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 17.485.000 23.279.700 30.463.110 39.335.949 50.261.378
d. Keadaan kas awal 0 17.485.000 40.764.700 71.227.810 110.563.759
2.9 Analisis Resiko
Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian
diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau
kelemahan seseorang/ perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan
perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :
1. Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang deisebabkan oleh
kejadian-kejadisn yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara,
misalnya krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga
BBM, dan perubahan perilaku konsumen.
2. Ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan,
perang atau kudeta militer.
3. Ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian alam seperti bencana alam.
2.9.1 Analisis Resiko Usaha
1. Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.
2. Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.
4. Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi. 5. Kebijakan pemerintah yang sewaktu-waktu akan berubah.
2.9.2 Antisipasi Resiko Usaha
1. Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi
ketika perekonomian tidak stabil.
2. Dengan antipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat
dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
3. Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari
inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan
yang inovatif.
4. Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati
BAB III PENUTUP
Pada bab ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari
pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, selain itu penulis juga
memberikan beberapa saran yang mungkin bermanfaat demi kebaikan dan
kemajuan perusahaan.
3.1Kesimpulan
Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan
pembahasan yang telah dilakukan, yaitu sebagai berikut :
a. Ayam Penyet adalah usaha kecil yang mampu memenuhi kebutuhan
masyarakat yang ingin mengkonsumsi makanan ringan sehat. Produk
yang dihasilkan harganya relative murah sehingga target pasarnya
tidak hanya berfokus pada satu kelompok individu saja tetapi produk
ini dapat dikonsumsi semua orang.
b. Dengan melihat hasil analisis baik pasar, segmentasi pasar,
keuntungan dan lain sebagainya dapat disimpulkan bahwa usaha
Ayam Penyet ini layak untuk dijalankan sebagai usaha yang
tergolong sukses karena dapat ditinjau dari beberapa aspek
diantaranya :
1.Lokasi usaha strategis dan banyak konsumen yang berminat untuk
mengkonsumsi makanan ini khususnya anak kost yang tinggal
2.Pangsa pasarnya besar dikarenakan harga produk terjangkau
sehingga penghasilan/keuntungan tiap bulan meningkat sejalan
dengan peningkatan penjualan.
3.Modal awal akan kembali setelah bulan ke tujuh dengan saldo
akhir bulan ketujuh sebesar Rp.51.698.000, sehingga tidak
membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk membalikkan
modal awal.
4.Untuk usaha ini laba yang diperoleh setiap penjulan dapat ditaksir
sekitar 20% perbulan sehingga dapat memacu pertumbuhan
ekonomi.
5.Produk dari usaha ini merupakan produk makanan yang
dibutuhkan masyarakat sehinnga tingkat konsumsi masyarakat
tinggi dan permintaan akan produk akan meningkat sehingga
keuntungan yang diperoleh semakin besar dan dapat
mengembangkan usaha ini agar lebih maju.
c. Gambaran pasar untuk usaha Ayam Penyet sangat menjanjikan karena
ditempat yang strategis. Dilihat dari permintaan yang sangat besar akan
produk ini.
d. Rencana arus kas usaha Ayam Penyet menjadi cerminan bahwa akan
berkembangnya usaha ini. Usaha ini merupakan usaha yang menjanjikan
DAFTAR PUSTAKA
Daft, Richard L,2007. Management Edisi 6, Jakarta : Salemba Empat
Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang, Frida Ramadini. 2010. Kewirausahaan, USU Press, Medan
Kotler,Philip and Kelvin Lane Keller, 2007. Manajemen Pemasaran, Edisi 12, PT. Indeks
Situmorang, Syafrizal Helmi. 2008. Bisnis Perencanaan dan Pengembangan, USU Press, Medan