i
EFEKTIFITAS KOEFISIEN NILAI NUTRISI SEBAGAI UJI STATUS
PERAIRAN DENGAN SUMBER PENCEMAR LIMBAH DOMESTIK DI
SUNGAI KOTA MOJOKERTO
(Dimanfaatkan Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Kelas X)
SKRIPSI
DISUSUN OLEH :
ANJAR RIZKI AMBARWATI
201110070311058
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
ii
EFEKTIFITAS KOEFISIEN NILAI NUTRISI SEBAGAI UJI STATUS
PERAIRAN DENGAN SUMBER PENCEMAR LIMBAH DOMESTIK DI
SUNGAI KOTA MOJOKERTO
(Dimanfaatkan Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Kelas X)
SKRIPSI
Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang
Sebagai Salah Satu Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana PendidikanBiologi
Disusun oleh:
ANJAR RIZKI AMBARWATI
NIM. 201110070311058
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUANALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
vi
KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji selalu dipanjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa meridhloi perjuangan kita serta yang tiada pernah henti mencurahkan segala kasih sayangnya. Tidak lupa shalawat kepada Nabi besar Muhammad SAW dan keluarganya. Segala rasa syukur atas ijin rahmat dan hidayah Allah, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Efektifitas Koefisien Nilai Nutrisi Sebagai Uji Status Perairan Di Sungai Kota Mojokerto (Dimanfaatkan
Sebagai Bahan Ajar Biologi Sma Kelas X)” semoga apa yang tertulis dalam lembaran ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis. Skripsi ini dibuat yaitu untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan studi tingkat strata 1 (S1) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.
vii
1. Bapak Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah Malang
2. Ibu Dr. Yuni Pantiwati, M. M, M. Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi, beserta jajaran seluruh dosen Jurusan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Ibu Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes selaku dosen pembimbing I dan Ibu Dra. Roimil Latifah, M.Si., M.M selaku pembimbing II, terimakasih atas waktu, tenaga, kesabaran, motivasi dan masukan-masukan serta bimbingan selama ini sangat membantu dalam proses penyelesaian skripsi.
4. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih telah membantu dan menyemangati khususnya teman Biologi kelas B angkatan 2011 telah menjadi sahabat dan teman yang terbaik untuk saya, terimakasih untuk kebersamaan, keceriaan dan kerja sama selama kuliah semoga kita dipertemukan pada kesempatan yang berbeda. .
Demikian, semoga Allah SWT melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada seluruh pihak yang terkait, karena keterlibatan mereka skripsi dengan judul “Efektifitas Koefisien Nilai Nutrisi Sebagai Uji Status Perairan Di Sungai Kota Mojokerto (Dimanfaatkan Sebagai Bahan Ajar Biologi Sma
Kelas X)” dapat terselesaikan.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Malang, 28 Agustus 2015 Penulis
x
1.3Tujuan Penelitian ... 4
1.4Manfaat Penelitian ... 5
1.5Batasan Masalah... 6
1.6Definisi Istilah ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Lokasi Penelitian ... 8
2.2 Pencemaran Air ... 10
2.3 Koefisien Nilai Nutrisi ... 21
2.4 Kelainan Terkait Nutrisi pada Ikan ... 24
2.5 Hasil Penelitian sebagai Bahan Ajar ... 27
2.6 Kerangka Konsep ... 30
2.7 Hipotesis ... 31
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelelitian ... 32
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ... 33
3.3 Populasi dan Sampel ... 33
3.3.1 Populasi ... 33
3.3.2 Sampel ... 34
3.3.3 Teknik Sampling ... 34
3.3.4 Penentuan Lokasi Pengambilan Sampel ... 35
3.4 Variabel Penelitian ... 36
3.4.1 Variabel Independen (Variabel Bebas) ... 36
3.4.2 Variabel Dependen (Variabel Terikat) ... 36
3.5 Alat dan Bahan Penelitian ... 37
xi
3.5.2 Bahan yang digunakan ... 37
3.6 Prosedur Penelitian... 38
3.6.1 Tahap Persiapan ... 38
3.6.2 Prosedur pengambilan sampel ... 38
3.6.3 Pengukuran Parameter Perairan ... 40
3.7 Teknik Analisis Data ... 42
3.8 Pengolahan Data... 43
3.9 Penyusunan Bahan Ajar Biologi ... 44
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian dan Pengambilan Sampel ... 46
4.2 Hasil Perhitungan Koefisien Nilai Nutrisi Ikan ... 46
4.3 Hasil Pengujian Parameter Fisika dan Kimia perairan ... 50
4.4 Analisis Data ... 52
4.5 Pembahasan ... 53
4.6 Hasil Penelitian sebagai Sumber Belajar Biologi ... 59
4.6.1 Kejelasan Potensi ... 59
4.6.2 Kesesuaian dengan Tujuan Belajar ... 60
4.6.3 Ketepatan Sasaran ... 61
4.6.4 Kejelasan Informasi ... 61
4.6.5 Kejelasan Pedoman Eksplorasinya ... 62
4.6.6 Kejelasan Perolehan ... 62
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 71
5.2 Saran ... 72
DAFTAR PUSTAKA ... 73
xii
DAFTAR TABEL
xiii
DAFTAR GRAFIK
xiv
DAFTAR GAMBAR
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Perhitungan ... 74
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 82
Lampiran 3 Handout Biologi ... 90
Lampiran 4 Format Penilaian ... 100
Lampiran 5 surat Hasil Pengujian Laboratorium Jasa Tirta I Mojokerto ... 102
Lampiran 6 Surat Hasil Pengujian Laboratorium Perikanan UMM ... 118
Lampiran 7 Surat Hasil Penelitian Laboratorium Kimia UMM ... 119
xvi Daftar Pustaka
Anonymous, 2015. Morfologi, anatomi dan habitat ikan gatul. Online. http://tentang-kehidupan-dunia.blogspot.com/2014/08/ikan-gatul-berasal-dari-mana.html. 10 Agustus 2015
Anonim, 2015. Kota Mojokerto. Online. https://www.google.co.id/maps/place Mojokerto. Diakses 17 April 2015.
Anonim, 2015. Klasisfikasi Ikan sepat Rawa. Online
https://id.wikipedia.org/wiki/Sepat_rawa. Diakses 26 Juni 2015.
Ademe, Arega Shumetie dan Molla Alemayehu, 2014. Source and Determinants of Water Pollution in Ethiopia: Distributed LagModeling Approach.
Afifi, Mohammed. et al. 2014. Histopathological and ultrastractural alterations in skin, gills, liver and muscle of Siganus canaliculatus and Epinephelus morio caught from Jeddah and Yanbu coast as bio-indicators of oil hydrocarbons pollution.
Agrawal, Anju. et al. 2010. Water Pollution with Special Reference to Pesticide Contaminaion in India.
Agustiningsih, Dyah. dkk. 2012. Analisis Kualitas Air Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal.
Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Alkasabeh, Jaffar Y.M. 2009. Toxicity Testing and the Efect of Landfill Leachate Malaysia on Behavior of Common Carp (Cyprinus carpio L., 1758; Pisces, Cyprinidae.
Asdak, Chay. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Universitas Gadjah Mada Press.
Azwir, 2006. Analisa Pencemaran Air Sungai Tapung Kiri Oleh Limbah Industri Kelapa Sawit Pt. Peputra Masterindo Di Kabupaten Kampar.
Badriyah, Lailatul. 2010. Pengaruh Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di Smp Bakti Mulya 400 Pondok Pinang Jakarta Selatan.
Belawati, Tian, dkk. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
xvii
Duruibe, J. O. et al. 2007. Heavy Metal Pollution And Human Biotoxic Effects.
Fachrul, Melati Ferianita. 2012. Metode sampling Bioekologi. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Fadaeifard, Ferooz, et al. 2012. Evaluation of physicochemical parameters of waste water from rainbow trout fish farms and their impacts on water
quality of Koohrang stream–Iran.
Fadil, Muhammad syukri. 2011. Kajian Beberapa Aspek Parameter Fisika Kimia Air dan Aspek Fisiologis Ikan Yang Ditemukan Pada Aliran Buangan Pabrik Karet Di Sungai Batang Arau.
Fonge, B. A. et al. 2011. Fish (Arius heudelotii Valenciennes, 1840) as bioindicator of heavy metals in Douala Estuary of Cameroon.
Gambhir, Ramandeep Singh.et al. 2012. Water Pollution: Impact of Pollutants and New Promising Techniques in Purification Process
Harijanto, Mohammad. 2007. Pengembangan Bahan Ajar Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Program Pendidikan Pembelajar Sekolah Dasar.
Hendrata, Sugianto. 2004. Pemanfaatan Ikan Nila (Oreochormis niloticus) Sebagai Bioindikator Untuk Menilai Efektifitas Kinerja IPAL Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang.
Herlambang, Arie. 2006. Pencemaran Air dan Strategi Penanggulanganya.
Hermawan, Asep Herry. Dkk. 2014. Pengembangan Bahan Ajar.
Irianto, Agus. 2005. Patologi Ikan Teleostei. Jogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Kshiragar, Ayodhya D. 2013. Use of Algae as Bioindicators to Determine Quality of River Mula from Pune City, Maharasta (India).
Kusumaningrum, Galuh Ajeng, dkk. 2014. Uji Kadar Albumin Dan Pertumbuhan Ikan Gabus (Channa Striata) Dengan Kadar Protein Pakankomersialyang Berbeda.
Lestari dan Edward, 2004. Dampak Pencemaran Logam Berat Terhadap Kualitas Air Laut Dan Sumberdaya Perikanan (Studi Kasus Kematian Massal Ikan-Ikan Di Teluk Jakarta).
xviii
Majhi, Sulip Kumar dan Sanjay Kumar Das, 2013. Thermal Tolerance, Oxygen Consumption and Stress Response in Danio dangila and Brachydanio rerio (Hamilton, 1822) Acclimated to Four Temperatures.
Mallya, Yovita John. 2007. The Effects Of Dissolved Oxygen On Fish Growth In Aquaculture.
Marganof, 2007. Model Pengendalian Pencemaran Perairan Di Danau Maninjau
Sumatra Barat. IPB Bogor.
Moertinah, Sri. 2010. Kajian Proses Anaerobik Sebagai Alternatif Teknologi Pengolahan Air Limbah Industri Organik Tinggi.
Mohmmad, Nur. 2010. Pengembangan Bahan Ajar.
Mulfizar, dkk. Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Tiga Jenis Ikan yang Tertangkap di Perairan Kuala Gigieng, Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Mulyasa. 2005. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta : Depdiknas.
Murjani, Akhmad. 2009. Budidaya Ikan Sepat Rawa (Trichogaster Trichopterus) dengan Pemberian Pakan Komersil.
Nurhayati, 2008. Studi Perbandingan Metode Sampling Antara Simple Random Dengan Stratified Random.
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalan Pencemaran Air.
Pratiwi, Yuli. 2010. Penentuan Tingkat Pencemaran Limbah Industri Tekstil Berdasarkan Nutrition Value Coeficient Bioindikator.
Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.
Jogyakarta: Diva Press.
Pujiastuti, Peni. 2003. Dampak Budidaya Ikan Dalam Karamba Jaring Apung
Terhadap Perkembangan Biota Air Lokal di WGM. Prosiding Seminar
Nasional Unika Soegijopranoto Semarang.
Rahman, Aditya dan Lisa Watun Khairoh. 2012. Penentuan Tingkat Pencemaran Sungai Desa Awang Bangkal Berdasarkan Nutrition Value Coeficient dengan Menggunakan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus Linn.) sebagai Bioindikator.
Salmin, 2005. Oksigen Terlarut (Do) Dan Kebutuhan Oksigen Biologi (Bod) Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan.
xix
Penanganannya (Studi Kasus Kelurahan Sampangan Dan Bendan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang).
Scannell, Phyllis K. Weber dan Lawrence K. Duffy. 2007. Effects of Total Dissolved Solids on Aquatic Organisms: A Review of Literature and Recommendation for Salmonid Species.
Sihaloho, Wira Susi. 2009. Analisa Kandungan Amonia Dari Limbah Cair Inlet dan Outlet Dari Beberapa Industri Kelapa Sawit.
Simanjuntak, Maronjahan. 2007. Kadar Fosfat, Nitrat, dan Silikat di Teluk
Jakarta.
Simbolon, Domu. dkk. 2010. Kandungan Merkuri dan Sianida pada Ikan yang Tertangkap dari Teluk Kao, Halmahera Utara.
Sinaga, Tiorinse. 2009. Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Indikaor Kualitas Perairan Danau Toba Balige Kabupaten Toba Samosir.
Sopiah, R. Nida. 2014. Pengelolaan Limbah Deterjen Sebagai Upaya Minimalisir Polutan di Badan air Dalam rangka Pembangunan Berkelanjutan.
Situmorang, Toberni S, dkk. 2013. Studi Komparasi Jenis Makanan Ikan Keperas (Puntius Binotatus) Di Sungai Aek Pahu Tombak, Aek Pahu Hutamosu dan Sungai Parbotikan Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan.
Suharto, 2011. Limbah Kimia dalam Pencemaran Air dan Udara. Yogyakarta:Andi.
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Supradata, 2005. Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Tanaman Hias Cyperus Alternifolius,L. Dalam Sistem Lahan Basah Buatan Aliran Bawah Permukaan (Ssf-Wetlands).
Tarigan, M. S Dan Edward. 2003. Kandungan Total Zat Padat Tersuspensi(Total Suspended Solid) Di Perairan Raha, Sulawesi Tenggara
Tatangindatu, Frits. dkk. 2013. Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa.
Yudo, Satmoko. 2010. Kondisi Kualitas Sungai ciliwung Di Wilayah DKI Jakarta Ditunjau Dari Parameter Organik, amoniak, Fosfat, Deterjen dan Bakteri Coli.
xx
Yuwono, Edi dan Purnama Suwardi, 2001. Fisiologi Hewan Air. Jakarta: Sagung Seto.
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Permasalahan utama masyarakat perkotaan adalah kekurangan pasokan air bersih yang diakibatkan meluasnya industri sehingga mengurangi sumber air alami (Kshiragar, 2013). Ketidakseimbangan antara sumber air alami dengan populasi masyarakat yang terus mengalami pertumbuhan akan mempengaruhi status dan kuantitas air sehingga menyebabkan pencemaran air. Perairan yang tercemar mengandung zat atau bahan tambahan yang merubah struktur alami air. Dampak pencemaran air menyebabkan timbulnya penyakit pada tumbuhan dan hewan perairan.
Air berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia mulai dari minum, masak, mandi, mencuci, irigasi, transportasi, rekreasi, olah raga sampai dengan kebutuhan teknologi dan industri. Seiring dengan berkembangnya jaman dan tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi, hal tersebut dapat menurunkan status dan kuantitas air. Penggunaan air sebagai pemenuh kebutuhan hidup yang berkelanjutan jangka panjang mengakibatkan perubahan yang sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan (Li, et al. 2010). Sumber air alami berasal dari laut, danau dan sungai.
2
padat, cair maupun gas mengandung bahan berbahaya (Lestari dan Edward, 2004). Masukan bahan pencemar berakibat secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kerusakan lingkungan termasuk pencemaran sungai.
Materi pencemar air sungai berasal dari limbah non domestik maupun domestik. Limbah non domestik seperti limbah yang dihasilkan dari industri, pertanian, peternakan, dan transportasi. Limbah domestik seperti limbah dari rumah tangga, perkantoran, pertokoan, pasar, jalan, terminal, dan rumah sakit (Yudo, 2010). Waktu optimum masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari yang menghasilkan limbah domestik pada pukul 06.00 – 08.00 (Data
penelitian, 2006 dalam Sasongko, 2006). Pencemaran dapat diketahui menggunakan indikator diantaranya fisika, kimia dan biologi yang dapat disimpulkan sebagai status perairan. Kelompok organisme yang dapat digunakan sebagai indikator diantaranya bakteri, jamur, protozoa, alga, tumbuhan tingkat tinggi, makro invertebrata dan ikan (Kshirsagar, 2013).
Ikan sebagai bioindikator status lingkungan perairan dikarenakan ikan sebagai rantai makanan terakhir pada komunitas perairan. Biota air baik tumbuhan dan hewan sebagai bahan makanan ikan, menerima dan menyimpan bahan pencemar. Berdasarkan sumber makanan tersebut, ikan yang hidup diperairan tercemar akan menerima residu bahan pencemar dan
berakibat mengalami beberapa gangguan biologik yang berupa kematian atau
paling tidak kelainan struktural maupun fungsional ke arah abnormal
3
Menurut Pratiwi (2010) kelainan struktural dan fungsional pada ikan dapat diukur dengan menghitung koefisien nilai nutrisi. Koefisien nilai nutrisi
merupakan nilai penentu indeks nutrisi pada organisme untuk menentukan
nilai kecukupan asupan gizi yang telah dikonsumsi. Beberapa kriteria status
perairan ditinjau dari nilai koefisien nutrisi diantaranya, ≥ 1,70 adalah tidak tercemar, 1,30 – 1,69 adalah tercemar, 0,90 – 1,29 adalah tercemar ringan, 0,50 – 0,89 adalah tercemar sedang, dan ≤ 0,49 adalah tercemar berat (Tandjung (1982) dalam Sunarto (2007) dalam Rahman dan Lisa Watun Khairoh, 2012). Kesesuaian hasil kriteria pengukuran koefisien nilai nutrisi yang didukung menggunakan parameter kimia fisika perairan sebagai efektifitas penggunaan bioindikator koefisien nilai nutrisi.
Hasil penelitian akan dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X semester I dalam materi perubahan lingkungan atau iklim dan daur ulang sampah melalui analisis SK-KD, dengan mengaitkan hasil penelitian ini pada materi kerusakan lingkungan dan jenis-jenis limbah. Bahan ajar yang dipilih peneliti berupa media cetak dalam bentuk handout.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui status perairan dengan
parameter koefisien nilai nutrisi ikan yang ditinjau menggunakan parameter
fisika (suhu, Total Suspended Solid (TSS), dan Total Disolved Solid (TDS))
dan kimia(pH, oksigen biologis (BOD), CO2 terlarut (COD)). Berdasarkan
latar belakang diatas maka penulis mengangkat judul “Efektifitas Koefisien
Nilai Nutrisi Sebagai Uji Status Perairan Di Sungai Kota Mojokerto
4
1.2 Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
1.2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan
masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimanakah efektifitas koefisien nilai nutrisi ikan sebagai bioindikator
status perairan di sungai Jalan Kuwung dan Jalan Kedungsari Kota
Mojokerto?
2. Bagaimanakah hasil pengujian parameter kimia (pH, BOD, COD) dan
fisika (suhu, TSS, dan TDS) sebagai daya dukung penentu status perairan
di sungai Jalan Kuwung dan Jalan Kedungsari Kota Mojokerto
menggunakan koefisien nilai nutrisi?
3. Bagaimanakah perbedaan rata-rata koefisien nilai nutrisi ikan yang diambil
di perairan sungai Jalan Kuwung dan Jalan Kedungsari Kota Mojokerto?
4. Bentuk bahan ajar apakah yang dapat dihasilkan dari penelitian ini? 1.2.2 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka didapatkan tujuan
penelitian sebagai berikut.
1. Untuk mengidentifikasi status perairan di perairan sungai Jalan Kuwung dan Jalan Kedungsari Kota Mojokerto menggunakan koefisien nilai nutrisi
ikan sebagai bioindikator.
2. Untuk mengidentifikasi hasil pengujian parameter kimia (pH, BOD, COD)
5
perairan di sungai Jalan Kuwung dan Jalan Kedungsari Kota Mojokerto menggunakan koefisien nilai nutrisi.
3. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata koefisien nilai nutrisi ikan yang
diambil di perairan sungai Jalan Kuwung dan Jalan Kedungsari Kota Mojokerto
4. Untuk menentukan jenis bahan ajar yang dapat dihasilkan dari penelitian tersebut.
1.3Manfaat Penelitian
Diharapka hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan semua pihak yang
terkait sebagai berikut.
1. Bagi Peneliti
Dapat mengetahui status perairan dan tingkat pencemaran sungai di Jalan
Kuwung dan Jalan Kedungsari Kota Mojokerto menggunakan koefisien
nilai nutrisi ikan dan didukung menggunakan parameter BOD, COD, pH,
suhu, TSS, TDS perairan.
2. Manfaat Bagi Masyarakat
a. Masyarakat umum
Dapat memberikan status perairan sungai Jalan Kuwung dan Jalan
Kedungsari di kota Mojokerto.
b. Manfaat Bagi Pemerintah Kota Mojokerto
a) dapat dijadikan bahan pertimbangan menetapkan
6
b) dapat dijadikan bahan pertimbangan pembenahan infrastruktur
daerah untuk perbaikan dalam jangka panjang pada berbagai
dampak pencemaran air sungai di kota Mojokerto
3. Bagi pendidikan
Sebagai sumber belajar didalam perencanaan pembelajaran biologi SMA kelas X dalam bentuk cetak (handout).
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Pengukuran koefisien nilai nutrisi dengan menggunakan perhitungan
Koefisien Nilai Nutrisi:
2. Data penunjang status perairan berupa parameter kimia (pH, BOD, COD)
dan fisika (suhu, TSS, TDS).
3. Pengukuran parameter COD, BOD dan TSS dialakukan pengujian di Jasa
Tirta I Kota Mojokerto.
4. Pengukuran parameter pH dan TDS dilaksanakan di Laboratoratorium
Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang.
5. Pengukuran parameter suhu dilaksanakan secara insitu dibadan air lokasi
penelitian
6. Pengukuran indeks nutrisi ikan dilaksanakan di Laboratoratorium Kimia
Universitas Muhammadiyah Malang.
7. Pengambilan sampel air dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 06.00 –
08.00 pada masing – masing lokasi terdapat empat titik pantau (Firdaus,
7
8. Penangkapan ikan sebagai biondikator diambil langsung dari perairan di
sungai dengan ukuran minimal ± 3 cm (Pratiwi, 2010).
(Lucky, 1977 dalam Pratiwi, 2010).
9. Hasil penelitian akan dimanfaatkan sebagai sumber belajar cetak dalam
bentuk handout.
1.5Definisi Istilah
Untuk mengetahui adanya perbedaan pengertian dalam penelitian ini
maka perlu diberikan penjelasan tentang beberapa istilah yang perlu diberikan
penjelasan adalah sebagai berikut.
1. Pencemaran: merupakan penambahan unsur atau organisme kedalam
suatu lingkungan sehingga terjadi perubahan susunan dan bentuk serta
mengubah peruntukanya.
2. Parameter: alat pengukur yang telah ditentukan batas standart bakunya
3. Bioindikator: spesies makhluk hidup yang digunakan sebagai parameter pengukuran suatu lingkungan untuk menentukan status.
4. Koefisien Nilai Nutrisi: merupakan nilai penentu indeks nutrisi pada inividu atau spesies untuk menentukan nilai kecukupan asupan gizi yang telah dikonsumsi.
5. Status perairan merupakan pengukuran kualitas air sungai menggunakan
parameter biologi (bioindikator), kima dan fisika.
6. Efektivitas adalah bila sasaran atau tujuan telah tercapai sesuai dengan
8