• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian Masyarakat terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wilayah Perkotaan: Kasus Kotamadya Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penilaian Masyarakat terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wilayah Perkotaan: Kasus Kotamadya Bogor"

Copied!
197
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.  Kerangka dan alur pikir penelitian
Gambar 5.  Pola RTH yang mengikuti pola tata ruang kota                                      (Sumber: Tim IPB 1993)
Gambar 7.  Peta wilayah administratif kota penelitian
Tabel 1.  Jumlah dan kepadatan penduduk kota
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penyebab semakin kecilnya persentase RTH pada hirarki I adalah karena sebagian besar daerah hirarki I berlokasi di pusat kota (Kecamatan Bogor Tengah) dan juga merupakan daerah

Vegetasi tinggi berpengaruh tunggal terhadap suhu permukaan di perkotaan karena vegetasi tinggi dapat menyebabkan adanya gradien suhu antara lingkungan berupa lahan

Untuk melihat pengaruh antara struktur RTH semak terhadap iklim mikro, dilakukan pengambilan data iklim mikro yang meliputi suhu udara, kelembaban udara, dan

Sebagaimana tujuan dari penelitian ini adalah membuat Peta Ruang Terbuka Hijau Wilayah Barat Kabupaten Pasuruan tahun 1993 dan 2009, mengetahui perubahan RTH di

Untuk melihat pengaruh antara struktur RTH semak terhadap iklim mikro, dilakukan pengambilan data iklim mikro yang meliputi suhu udara, kelembaban udara, dan

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik komunikasi langsung dibantu dengan alat berupa kuisioner yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu hal

Penilaian Pemahaman Pengunjung RTH Muara Enim Berdasarkan fungsi Ekologi No Ekologi Nilai Rata-Rata Kriteria 1 Polusi Udara 2,49 Sangat Baik 2 Keadaan Lingkungan 2,90

Terdapat hubungan positif sangat signifikan antara tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat bukan penambang, bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan dan persepsi maka