UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
TOLAK PELURU GAYA ORTHODOX MELALUI
PENDEKATAN BERMAIN PADA SISWA KELAS VII
SMP N 1 SIGUMPAR TAHUN AJARAN 2014/2015
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat – syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
OLEH :
BOTTOR BATARA
NIM. 6103111019
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat
rahmad dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. skripsi ini
dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program
sarjana pendidikan di Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik dari segi isi, bahasa, maupun dari teknik penulisannya. Oleh
karena itu dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritikan, saran dan
relevan dari bapak/ibu Dosen demi kesempurnaan skripsi ini, antara lain:
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Basyaruddin Daulay, M.Kes selaku Dekan FIK Unimed.
3. Bapak Drs. Suharjo, M.Pd selaku Wakil Dekan I FIK Unimed.
4. Bapak Drs. Mesnan, M.Kes AIFO selaku Wakil Dekan II FIK Unimed.
5. Bapak Dr. Budi Valianto, M.Pd selaku Wakil Dekan III FIK Unimed.
6. Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.Kes selaku Ketua Jurusan PJKR.
7. Bapak Afri Tantri, S.Pd, M.Pd selaku Sekretaris Jurusan PJKR.
8. Bapak Drs. Tuhadi, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi Penulis yang
telah banyak meluangkan waktu, memberikan bimbingan dan arahan yang
sangat berharga dalam penulisan skripsi ini.
9. Para Dosen dan Asisten Dosen, Staff Administrasi, Staff Perpustakaan dan
10.Terimakasih Kepada Kepala SMP Negeri 1 Sigumpar Kecamatan Sigumpar
yang telah memberikan izin melakukan penelitian di sekolah tersebut.
11.Terima Kasih Kepada Guru Pendidikan Jasmani SMP Negeri 1 Sigumpar.
12.Terkhusus buat Ayah tercinta Binsar Sinaga dan Ibu tercinta Rosmaria
Simanungkalit yang telah mengasuh, membesarkan dan membimbing serta
mendoakan penulis sehingga dapat menyelesaikan studi ini.
13.Untuk adik tercinta Robin Sinaga, Adi Putra Sinaga, Berthy Sinaga, Fhirman
Sinaga, Phoda Jaya Sinaga yang selalu memberikan dorongan dan semangat
serta mendoakan penulis sehingga dapat menyelesaikan studi ini.
14.Teristimewa buat Silvia Carmanita Siagian yang selalu memberi semangat dan
dukungan serta mendoakan penulis sehingga dapat menyelesaikan studi ini.
15.Untuk seluruh Staf perpustakaan FIK UNIMED dan Administrasi
16.Untuk Sahabat- sahabatku Chandra Mendrofa S.kom, Jendy May Nababan
S.Pd, Jermawanto Purba, Surya Onan Pardede S.Pd,
17.Buat Semua teman- teman PJKR dan terkhususnya buat Ahmad Wira S.Pd,
Bryan Star Samosir S.Pd, Jeprianus Sipayung S.Pd, Julkifly Sirait S.Pd,
Lincon Niro Munthe, Reinner Pasaribu, Maraman Aprianto S,Pd. Riko
Sidabutar, Sihol Sinurat S.Pd, Yusa Sihombing S.Pd dan teman- teman yang
tidak dapat disebutkan satu persatu, yang memberikan semangat dan
18.Rekan-rekan seperjuangan lainnya yang telah banyak membantu secara moril
maupun materil dalam penyelesaian skripsi ini.
Semoga penulisan ini dapat berguna bagi semua pembaca, terutama bagi
pihak sekolah dan juga bagi penulis sendiri. Akhir kata, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan dari pembaca budiman sebagai masukan
untuk menutupi kekurangan yang ada pada skripsi ini dan dapat bermanfaat bagi
seluruh Civitas Akademi Universitas Negeri Medan, khususnya pada jurusan
PJKR/ PKR FIK UNIMED.
.Atas segala bantuan dan bimbingan yang telah penulis terima, penulis
tidak dapat membalasnya kiranya tiada kata lain untuk penulis ucapkan selain
berserah diri kepada Tuhan YME dan melimpahkan kuasa Nya untuk kita semua,
Amin.
Medan, Februari 2015
Penulis
BOTTOR BATARA
ABSTRAK
BOTTOR BATARA, NIM.6103111019
, “Upaya Meningkatkan Hasil
Belajar Tolak Peluru Gaya Orthodox Melalui Pendekatan Bermain
Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sigumpar Tahun Ajaran
2014/2015’’,
(PEBIMBING : TUHADI)
Skripsi Medan : FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIMED
2015
PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tolak peluru melalui pendekatan bermain pada siswa kelas VII SMP Negeri 1Sigumpar Tahun Ajaran 2014/2015.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK).Sumber data dalam penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sigumpar Tahun Ajaran 2014/2015 berjumlah 28 orang.Untuk memperoleh data dari penelitian ini maka dilakukan tes awal untuk mendapatkan hasil belajar sebelum melakukan tindakan post-test, lalu dilakukan pembelajaran tolak peluru melalui pendekatan bermain yang dilakukan tes hasil belajar I dan tes belajar II yang berbentuk pendekatan bermain tehnik dasar tolak peluru sebanyak dua kali pertemuan. Setelah data terkumpulkan dilakukan analisis; Dari tes awal hasil belajar pre-test diperoleh 8 orang siswa (28,57%) yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar , sedangkan 20 orang siswa (71,42%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar. Dengan nilai rata – rata 58,03%. Kemudian dilakukan test siklus I diperoleh 15 orang siswa (53,57%) yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar, sedangkan 13 orang siswa (46,42%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar. Dengan nilai rata – rata 69,64%. Kemudian dilakukan post-test II (siklus II) diperoleh 24 orang siswa (85,71%) yang mencapai tingkat ketuntasan belajar, sedangkan 4 orang siswa (14,28%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, dengan nilai rata – rata ketuntasan siswa adalah 78,34%. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata – rata hasil belajar siklus I dan Siklus II yaitu sebesar 69,64% dan peningkatan ketuntasan klasikalnya sebesar 78,34%.
DAFTAR ISI
1. Hakekat Pendidikan Jasmani... 9
2. Hakekat Hasil Belajar ... 11
3. Hakekat Atletik ... 16
4. Hakekat Tolak Peluru ... 18
5. Hakekat Gaya Orthodox ... 22
6. Hakekat Pendekatan bermain ... 30
B. Kerangka Berfikir... 39
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 41
A. Jenis Penelitian ... 41
B. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian ... 41
1. Lokasi Penelitian ... 41
2. Waktu Penelitian ... 41
C. Subjek ... 41
D. Desain Penelitian ... 42
E. Pelaksanaan Penelitian ... 43
F. Instrumen Penelitian... 45
G. Teknik Analisis Data ... 51
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ... 54
1. Siklus I ... 55
2. Siklus II ... 58
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 62
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 64
A. Kesimpulan ... 64
Daftar Tabel
Halaman
Tabel 1 Rubrik Penilaian Hasil Belajar Tolak Peluru ... 37
Tabel 2 Paparan Data ... 40
Tabel 3 Deskripsi Data Hasil Belajar Tolak Peluru ... 42
Tabel 4 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Tolak Peluru ... 44
Tabel 5 Deskripsi hasil belajar siklus II Tolak Peluru ... 49
Daftar Gambar
Halaman
Gambar 1 lapangan tolak peluru ... 15
Gambar 2 Cara memegang peluru... 20
Gambar 3 Sikap Badan Saat Akan Menolak ... 21
Gambar 4 Sikap Badan Saat Akan Menolak ... 22
Gambar 5 Sikap Badan Setelah Menolak Peluru Gaya Orthodox ... 23
Gambar 6 Bermain tolak peluru menggunakan rintangan ban ... 28
Gambar 7 Bermain tolak peluru menggunakan rintangan tali ... 29
Gambar 8 bermain menolak peluru ke dinding ... 30
Gambar 9 Desain Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Jasmani ... 33
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pendidikan Jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam
mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan
manusia. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat
lansung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan
berolahragayang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana.Pembekalan
pengalaman belajar melalui proses pembelajaran pendididkan jasmani dengan
mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan
olahraga, internalisasi nilai – nilai(sportifitas, kejujuran, kerjasama,dan lain-lain ).
Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani bukan melalui pengajaran
didalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik
mental,intelektual,emosional dan social.Aktivitas yang diberikan dalam
pengajaran harus mendapatkan sentuhan, psikologis, sehingga aktifitas yang
dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Pendidikan jasmani yang diajarkan
di sekolah adalah bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual,
emosional dan keterampilan motorik siswa. Kemampuan motoric ini diharapkan
akan dapat mendukung kondisis fisiknya. Dengan kondisi fisik yang baik
diharapkan akan dapat menunjang proses belajar setiap mata pelajaran. Proses
pembelajaran disekolah akan belajar dengan lancer dan berkesinambungan.
Agar standar kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat
mana yanga ada dalam kurikulum, maka guru pendidikan jasmani harus mampu
dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta
didik,sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancer dan
berkesinambungan.
Keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran pendidikan
jasmani dapat diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti keberhasilan
tersebut.Keberhasilan itu dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan
materi dan hasil belajar siswa.Semakin tinggi pemahaman, penguasaan materi dan
hasil belajar maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran.
Pada kenyataan masih ditemukan keragaman masalah dalam
pembelajaran pendidikan jasmani, seperti: 1) keaktifan siswa dalam mengikuti
pembelajaran masih belum Nampak, 2) para siswa jarang mengajukan pertanyaan,
walaupun guru sering meminta agar siswa bertanya jika ada hal-hal yang kurang
dipahami.
Namun dalam kenyataannya masih banyak guru pendididkan jasmani yang
masih terbatas dalam mengajarkan pembelajaran dan praktek karena berbagai
macam keterbatasan dalam menyediakan sarana yang menunjang dalam pelajaran
pendidikan jasmani,sehingga kadang pembelajaran pendidikan jasmani harus
dilaksanakan secara teori saja dan tidak sperti apa yang diharapakan. Pendidikan
jasmani disekolah harus mempunyai tujuan yang mengarah kepada tujuan
pendidikan. Yaitu meningkatkan kesegaran jasmani dan daya tahan tubuh siswa,
dengan bugarnya kondisi siswa akan mempengaruhi tingkat belajar siswa serta
pendidikan jasmani melibatkan aktifitas fisik, demikian juga dalam belajar tolak
peluru.Salah satu masalah pendidikan jasmani di Indonesia hingga dewasa ini
adalah belum efektifnya pengajaran pendidikn jasmani di sekolah – sekolah,
kondisi rendahnya kualitas pengajaran pendidikan jasmani di sekolah lanjut telah
dikemukakan didalam berbagai forum oleh beberapa pengamat.
Hal ini disebabkan oleh beberapa factor diantaranya ialah terbatasnya
sumber – sumber yang diguanakan untuk mendukung proses pengajaran
pendidikan jasmani.Guru kurang mampu dalam dalam melaksanakan profesinya
secara professional , kurang berhasil melaksanakan tanggung jawab untuk
mengajarkan dan mendidik siswa secara sistematik melalui gerakan pendidikan
jasmani yang mengembangkan kemampuan dan keterampilan secara menyeluruh
baik fisik, mental maupun intelektual.
Untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran tolak peluru tersebut
kreatifitas seorang guru sangat dibutuhkan, sehingga proses pembelajarannya
dapat memberi pengalaman belajar yang baik secara lengkap kepada anak didik.
Fenomena ini merupakan sebuah masalah akibat kurangnya kemampuan sebagian
guru pendidikan jasmani dalam memanfaatkan perannya sebagai guru yang
memiliki potensi sesuai dengan tuntutan target kurikulum dan daya serap serta
sebagai seorang pendidik yang kreatif dalam mengaktifkan pembelajaran
pendidikan jasmani sekolah khususnya nomor tolak peluru.
Tolak peluru adalah suatu nomor yang terdapat dalam nomor lempar pada
cabang olahraga atletik. Meskipun termasuk dalam nomor lempar,tolak peluru
dilempar, maka gerak menolak peluru disebut tolak peluru bukan lempar peluru.
Sesuai dengan namanya maka peluru tidak dilempar tapi ditolak atau didorong,
yaitu berupa dorongan dari bahu yang kuat disertai dengan gerak merentangkan
lengan, pergelanagan tangan dan jari – jari yang terarah dengan tujuan agar
didapat jarak tolakan yang maksimal Untuk mencapai tujuan yang dimaksud
kepada setiap siswa di SMP dituntut terlebih dahulu menguasai gerak dan teknik
dasar dalam tolak peluru.Teknik dasar tersebut adalah teknik pengangan, awalan,
lemparan dan posisi akhir setelah melakukan tolakan.
Guru merupakan pelaksana pembelajaran dan sumber utama bagi siswa
dalam pembelajaran pendidikan jasmani harus bias menciptakan kondisi belajar
yang dapat meransang siswa agar belajar efektif. Guru pendidikan jasmani secara
sadar akan melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani sesuai dengan
kurikulum dan harus mengetahui tujuan yang akan dicapai. Agar tujuan
pendidikan jasmani tercapai dengan baik, maka guru harus mampu menciptakan
suasana belajar yang efektif dan variasi serta menyenangkan.
Berdasarkan hasil observasi peneliti tanggal 14 Maret 2014, dapat dilihat
bahwa hasil belajar siswa dalam pelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP
N 1 Sigumpar, ternyata masih banyak yang memperoleh nilai rendah.Dari 28
orang siswa kelas VII, ternyata sebagian besar siswa (25 orang) memiliki nilai
dibawah nilai KKM dan 11% orang siswa memiliki nilai diatas KKM. Nilai KKM
mata pelajaran pendidikan jasmani sekolah adalah 75. Siswa masih kurang
pendidikan jasmani perlu memberikan penjelasan lebih lanjut lagi tentang teknik
tolak peluru, agar siswa lebih mengerti dengan baik.
Ada teori mengatakan metode ceramah itu metode lama dan menyebabkan
siswa tidak dapat mengembanggakan kemampuan imajinasinya dan daya
pikirnya.Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tolak peluru menjadi
monoton, karena guru lebih terkesan lebih banyak berperan dalam pembelajaran
sedangkan siswa lebih banyak mendengarkan dan meniru gerakan yang
diperankan guru pendidikan jasmani. Situasi seperti ini kurang mendukung atas
kemampuan siswa terutama dalam memahami suatu materi pembelajaran tolak
peluru.Pembelajaran dengan metode lama atau ceramah menyebabkan siswa tidak
dapat mengembangkan kemampuan imajinasinya dan daya pikirnya.
Dengan itu, kurangnya kemampuan siswa di dalam melakukan teknik
dasar tolak peluru juga karena kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia di
sekolah seperti banyak peluru hanya 3 buah. Menyebabkan pada waktu siswa
melakukan teknik memengang peluru, teknik meletakkan peluru pada bahu, teknik
menolak peluru harus secara bergantian.
Jadi untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan metode yang cocok
pada pembelajaran.Tolak peluru salah satunya yaitu dengan Pendekatan
Bermain.Strategi dalam mengajar merupakan factor yang sangat penting untuk
memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Salah satunya karena keberhasilan
daripada proses belajar dapat dipengaruhi oleh srategi pembelajaranya. Maka
peneliti menggunakan Gaya Orthodox melalui pendekatan bermain agar siswa
luas. Gaya ini merupakan alternative gaya yang dapat dipilih dalam pengajaran
pendidikan jasmani, mengingat dalam pengajaran penjas diperlukan suatu bentuk
kegiatan yang dapat mengarahkan siswa untuk dapat menemukan suatu konsep
melalui praktek menguasai teknik yang dipelajari atau penenmuan secara lansung.
Dengan melakukan tolak peluru melalui pendekatan bermain, diharapkan
dapat berpengaruh terhadap kemampuan siswa menguasai gerak dasar tolak
peluru dengan benar. Berdasarkan itu penulis berminat untuk melakukan
penelitian yang berjudul “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru
Gaya Orthodox Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas VII SMP N
1 Sigumpar tahun ajaran 2014/2015.”
B. Identifikasi Masalah
Sebagaimana yang telah diuraikan pada latar belakang masalah di atas,
maka peneliti mengindentifikasi masalah yang antara lain : 1. Siswa sulit
melakukan teknik dasar tolak peluru 2. Siswa merasa susah melakukan tolak
peluru gaya Orthodox, 3. Keterbatasan alat sehingga membuat siswa jenuh ketika
harus menunggu giliran melakukan gerakan, 4. Siswa kurang aktif dalam
mengikuti pembelajaran, 5. Kemauan untuk belajar tolak peluru sangat rendah, 6.
Kurangnya variasi belajar yang dilakukan guru penjas.
C. Pembatasan Masalah
Dari identifikasi masalah,peneliti membatasi masalah penelitian ini pada
Upaya Meningkatkan Hasil belajar Tolak Peluru Gaya Orthodox Melalui
Pendekatan Bermain Tolak Peluru menggunakan rintangan ban, tolak peluru
angka – angka sebagai sasaran pada siswa kelas VII SMP N 1 Sigumpar tahun
ajaran 2014/2015”.
D. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Apakah
melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru gaya
orthodox pada siswa kelas VII SMP N 1 Sigumpar tahun ajaran 2014/2015 ?
E.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada
meningkatkan hasil belajar tolak peluru dengan pendekatan bermain pada siswa
kelas VII SMP N 1 Sigumpar tahun ajaran 2014/2015.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapakan dapat bermanfaat :
1. Sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Sebagai bahan masukan bagi seluruh guru npendidikan jasmani olahraga
untuk dapat meningkatkan kemampuan mengajarnya.
3. Sebagai bahan pertimbangan untuk pihak sekolah SMP N 1 Sigumpar tahun
ajaran 2014/2015 dalam menerapkan pembelajaran di sekolah dengan
menggunakan pendekatan bermain.
4. Untuk memperkaya ilmu pengetahuan terhadap berbagai cabang olahraga,
khususnya pokok bahasan tolak peluru gaya Orthodox bagi mahasiswa FIK
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
pembelajaran melalui peningkatan hasil belajar dengan penerapan variasi pembelajaran
dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1
Sigumpar Tahun Ajaran 2014/2015.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diajukan saran-saran sebagai
berikut :
1. Penerapan variasi pembelajaran merupakanpembelajar yang dapat diterapkan
dalam memperbaiki hasil belajar siswa khususnya nomor tolak peluru gaya
menyamping.
2. Diharapkan kepada guru Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga Sekolah
Menengah Pertama sebaiknya menjelaskan lebih rinci lagi bagaimana teknik tolak
peluru yang benar.
3. Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian dengan kajian yang sama dapat
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir Ateng, (1992). Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani, Jakarta
DEPDIKBUD
Agus Kristiyanto, (2010). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Surakarta. UNS
Arikunto dkk, (2010) suatu pendekatan praktek, jakarta : Rineka Cipta
Aip Syarifuddin. 1992. Atletik. Jakarta: Dekdikbud. Dirjendikti.Proyek Penilaian
Tenaga Kerja
Dimyanti. 2006. Belajar dan Mengajar. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Djumidar, (2007).Gerak-gerak Dasar AtletikDalam Bermain. Jakarta. Rajawali
Sport.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/hakikat-belajar/
(http:deviarimariani.wordpress.com/bermaindankreativitasanak).
http://othenk. Blogspot.com/2008/11/pengertian-tentang-efektifitas.html
Http://www.blogmieinstan.co.cc/2010/06/shotput-tolak-peluru.html
Mochamad Djumidar, (2004). Gerak-gerak Dasar Atletik Dalam Bermain.
Jakarta. Raja Grafindo Persada.
Mudjiono, dimyati.(2006). Hasil belajar. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Rubric. Blog at WordPress.com
Piaget. (1993). Belajar Gerak Dalam Bermain.Jakarta
Santoso, dkk.2007.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.Penerbit
Slameto, (2010).Belajar.Penerbit Rineka Cipta.Jakarta
Slameto, (2010). Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya.Penerbit
Rineka Cipta. Jakarta
Sudjana, (2004).Belajar . Tarsito Bandung
Sudjana, nana.(2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:PT
Remaja Rosdakarya
Sukintaka. 1992, Sifat Bermain D2 PGSD PENJASKES, Jakarta :
DEPDIKBUD
Sunaryo Basuki, dkk (1979). Atletik.Garuda Madju Cipta Jakarta
(Djumidar : 152). Atletik.Jakarta. PT Rineka Cipta.
Suryo Subroto, B. (1997) proses belajar mengajar disekolah.Penerbit Rineka
Cipta.
Winkel. 1991. Pengertian Pembelajaran.
Yudistira. 2006. Tehnik Gerakan Dari Sikap Akhir Setelah Menolak Peluru,