Kajian Agronomi Pengembangan Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (Tabela) dan Kedelai
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Pupuk yang digunakan dalam usahatani padi sawah di daerah penelitian adalah pupuk dasar yaitu Urea, ZA, SP36, KCL dan pupuk majemuk. Dosis penggunaan pupuk
Bobot Biji Panen Tanaman Kedelai pada Pertanaman Turnpangsari Kedelai-padi di Lahan Sawah dengan Pola Baris Padi yang Babeda. Tanaman kedelai varietas Bromo nyata
Faktor pertama adalah dosis pupuk urea sebagai petak utama yang terdiri dari 2 (dua) taraf yaitu 250 kg ha -1 dan 400 kg ha -1 , faktor kedua adalah varietas padi sebagai anak
Pengaruh pola tanam, pupuk anorganik NPK dan cara pemanfaatan jerami padi terhadap porositas dan air tersedia tanah setelah panen kedelai varietas Sinabung pada lahan sawah
Perlakuan pemupukan dengan 400 kg/ha pupuk majemuk Phonska + 152 kg/ha urea mengakibatkan tanaman padi sawah kultivar IR 64 di Jatinangor Sumedang mempunyai rata-rata jumlah
Perlakuan pemupukan dengan 400 kg/ha pupuk majemuk Phonska + 152 kg/ha urea mengakibatkan tanaman padi sawah kultivar IR 64 di Jatinangor Sumedang mempunyai rata-rata jumlah
Hal tersebut diduga karena penggunaan pupuk Urea (100%) oleh petani tidak ditunjang oleh penggunaan pupuk SP18 (66% untuk padi sawah non hibrida dan 32% untuk padi sawah
KESIMPULAN Kesimpulan penelitian yang dapat ditarik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi sistem TABELA pada pada usahatani padi sawah di Desa Kukuluri Kecamatan