Informasi Dokumen
- Penulis:
- Firman Prawira Wardhana
- Sekolah: Institut Bisnis Dan Informatika Stikom Surabaya
- Mata Pelajaran: S1 Sistem Komputer
- Topik: Analisis Unjuk Kerja Topologi Star Pada Jaringan Berbasis PPPOE Mikrotik
- Tipe: Tugas Akhir
- Tahun: 2016
- Kota: Surabaya
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah yang berkaitan dengan topologi star dalam jaringan PPPOE menggunakan Mikrotik. Topologi star menghubungkan semua perangkat ke satu titik pusat, yaitu router, yang berfungsi mengatur komunikasi data. Dalam konteks ini, penulis menguraikan pentingnya penggunaan kabel UTP dan bagaimana topologi ini dapat mempengaruhi performa jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis unjuk kerja jaringan berbasis PPPOE dengan menggunakan topologi star, serta untuk memahami bagaimana pengaturan ini dapat mempengaruhi kualitas koneksi internet yang diterima oleh pengguna.
1.1 Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah menjelaskan pentingnya topologi star dalam jaringan komputer dan bagaimana topologi ini memungkinkan pengaturan yang efisien dan terstruktur. Penulis menekankan bahwa konektivitas yang baik antara node dan router sangat penting untuk memastikan komunikasi data yang cepat dan stabil. Selain itu, penggunaan teknologi PPPOE sebagai penghubung ke ISP juga menjadi fokus utama, di mana penulis menguraikan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kecepatan dan stabilitas koneksi internet.
1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah berfokus pada dua pertanyaan utama: bagaimana membangun jaringan berbasis PPPOE pada router Mikrotik dengan topologi star, dan bagaimana melakukan analisis unjuk kerja jaringan tersebut. Dengan merumuskan masalah ini, penulis menetapkan tujuan penelitian yang jelas dan terfokus, yang akan dijawab melalui analisis yang mendalam terhadap implementasi topologi star dan performa jaringan yang dihasilkan.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah ditetapkan untuk memperjelas ruang lingkup penelitian. Penulis membatasi analisis pada penggunaan perangkat Mikrotik RB941-2nd TC dan RB951G-2HnD, serta fokus pada pengujian yang melibatkan DHCP, OSPF, dan PPPOE. Dengan menetapkan batasan ini, penelitian dapat lebih terfokus dan memberikan hasil yang lebih relevan dan aplikatif dalam konteks jaringan berbasis PPPOE.
1.4 Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun jaringan berbasis PPPOE pada router Mikrotik dengan topologi star dan untuk menganalisis unjuk kerja jaringan tersebut. Dengan mencapai tujuan ini, penulis berharap dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang efektivitas topologi star dalam konteks jaringan internet modern dan bagaimana PPPOE dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan menyajikan struktur laporan yang jelas dan terorganisir. Penulis menguraikan bahwa laporan dibagi menjadi lima bab, dimulai dengan pendahuluan yang menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan, dan sistematika penulisan. Bab selanjutnya akan membahas landasan teori, metode penelitian, hasil dan pembahasan, serta penutup yang berisi kesimpulan dari penelitian.
II. LANDASAN TEORI
Bab ini membahas teori-teori yang relevan dengan penelitian, termasuk konsep PPPOE, arsitektur jaringan, dan protokol yang digunakan dalam pengaturan jaringan. Pemahaman tentang teori ini sangat penting untuk mendasari analisis yang akan dilakukan, serta untuk memberikan konteks yang lebih luas mengenai implementasi topologi star dalam jaringan berbasis PPPOE. Penjelasan tentang kualitas layanan (Quality of Service/QoS) juga menjadi fokus, karena hal ini berpengaruh langsung terhadap performa jaringan.
2.1 Point to Point Over Ethernet (PPPOE)
PPPOE adalah protokol yang digunakan untuk mengenkapsulasi frame PPP dalam frame Ethernet, yang sangat umum digunakan dalam layanan DSL. Protokol ini memungkinkan koneksi point-to-point virtual di atas jaringan Ethernet, dan menawarkan keuntungan dalam hal pengelolaan bandwidth dan otentikasi pengguna. Pemahaman tentang PPPOE sangat penting untuk analisis performa jaringan yang dibangun.
2.2 Manfaat PPPOE
PPPOE menyediakan berbagai manfaat, termasuk user authentication dan pengelolaan bandwidth yang lebih efisien. Dalam konteks ISP, PPPOE memungkinkan penyedia layanan untuk menggunakan server otentikasi yang sama untuk sesi PPP dan PPPOE, sehingga mengurangi biaya operasional. Keuntungan ini menjadikan PPPOE sebagai pilihan yang populer untuk akses internet berkecepatan tinggi.
2.3 Arsitektur PPPOE
Arsitektur PPPOE mencakup berbagai tahap, mulai dari inisiasi sesi hingga pengakhiran sesi. Proses ini melibatkan pertukaran paket antara klien dan server untuk membangun koneksi. Memahami arsitektur ini penting untuk menganalisis bagaimana data ditransfer dalam jaringan dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kecepatan dan stabilitas koneksi.
2.4 Struktur PPPOE
Struktur PPPOE terdiri dari berbagai elemen, termasuk frame dan payload yang digunakan untuk mengenkapsulasi data. Memahami struktur ini memungkinkan peneliti untuk menganalisis bagaimana data dikirim dan diterima dalam jaringan, serta untuk mengidentifikasi potensi masalah yang dapat mempengaruhi performa jaringan.
2.5 Jenis PPPOE
Terdapat beberapa jenis konfigurasi PPPOE yang dapat diterapkan, termasuk virtual private dial-up network dan konfigurasi interface Ethernet. Mengetahui berbagai jenis ini membantu peneliti dalam memilih konfigurasi yang paling sesuai untuk penelitian yang dilakukan, serta untuk memahami implikasi dari setiap jenis konfigurasi terhadap performa jaringan.
III. METODE PENELITIAN
Metode penelitian menjelaskan pendekatan yang digunakan untuk membangun topologi star dan melakukan analisis performa jaringan. Penulis menjelaskan langkah-langkah yang diambil, mulai dari perancangan topologi hingga pengujian yang dilakukan untuk mengukur berbagai parameter kualitas layanan. Metode ini penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis dan dapat diulang oleh peneliti lain.
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini mencakup perancangan topologi star dan pengujian performa jaringan. Penulis menjelaskan bagaimana topologi ini dibangun menggunakan perangkat Mikrotik dan bagaimana pengujian dilakukan untuk mengukur parameter seperti bandwidth, throughput, latency, jitter, dan packet loss. Pendekatan ini memastikan bahwa analisis dilakukan secara menyeluruh dan terukur.
3.2 Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian mencakup langkah-langkah spesifik yang diambil untuk membangun jaringan dan melakukan pengujian. Penulis menjelaskan penggunaan perangkat lunak dan alat yang diperlukan, serta bagaimana pengujian dilakukan untuk mengumpulkan data yang relevan. Prosedur yang jelas membantu memastikan konsistensi dalam penelitian dan validitas hasil yang diperoleh.
3.3 Desain dan Pembuatan Topologi Star
Desain dan pembuatan topologi star melibatkan pemilihan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat, serta pengaturan koneksi antara node dan router. Penulis menjelaskan bagaimana setiap perangkat dihubungkan dan dikonfigurasi untuk memastikan komunikasi yang efektif. Desain yang baik sangat penting untuk mencapai performa jaringan yang optimal.
3.4 Domain Host Configuration Protocol (DHCP)
Penggunaan DHCP dalam jaringan ini memungkinkan pengaturan alamat IP secara otomatis untuk setiap perangkat yang terhubung. Penulis menjelaskan bagaimana DHCP server dan client dikonfigurasi, serta bagaimana proses ini berkontribusi pada efisiensi jaringan. Pemahaman tentang DHCP penting untuk memastikan bahwa setiap perangkat dapat terhubung dengan benar dan mendapatkan alamat IP yang diperlukan.
3.5 Firewall
Firewall berfungsi untuk melindungi jaringan dari ancaman luar dengan mengatur lalu lintas data yang masuk dan keluar. Penulis menjelaskan bagaimana firewall dikonfigurasi dalam jaringan ini untuk memastikan keamanan data. Keamanan jaringan adalah aspek penting yang harus diperhatikan dalam setiap implementasi jaringan, terutama dalam konteks akses internet.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menyajikan hasil penelitian yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan, serta analisis terhadap data yang dikumpulkan. Penulis membahas berbagai parameter performa jaringan, seperti bandwidth, throughput, latency, jitter, dan packet loss. Hasil ini memberikan wawasan tentang efektivitas topologi star dalam konteks jaringan berbasis PPPOE dan bagaimana pengaturan yang tepat dapat mempengaruhi kualitas layanan.
4.1 Pengujian Koneksi
Pengujian koneksi dilakukan untuk mengukur seberapa baik jaringan dapat menghubungkan PPPOE client dengan PPPOE server. Penulis menganalisis hasil pengujian ini untuk mengevaluasi stabilitas dan kecepatan koneksi yang diperoleh. Hasil ini penting untuk memahami performa jaringan dalam situasi nyata dan untuk mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin muncul.
4.2 Analisis Bandwidth dan Throughput
Analisis bandwidth dan throughput memberikan informasi tentang kapasitas jaringan dalam menangani data. Penulis menjelaskan bagaimana pengujian dilakukan untuk mengukur kedua parameter ini dan membandingkannya dengan standar yang diharapkan. Hasil analisis ini memberikan wawasan tentang seberapa baik jaringan dapat memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal kecepatan akses internet.
4.3 Latency dan Jitter
Latency dan jitter adalah parameter penting yang mempengaruhi pengalaman pengguna dalam menggunakan internet. Penulis membahas bagaimana pengujian dilakukan untuk mengukur kedua parameter ini dan apa implikasinya terhadap performa jaringan. Memahami latency dan jitter sangat penting untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan pengalaman yang baik saat menggunakan layanan internet.
4.4 Packet Loss
Packet loss dapat menjadi indikator masalah dalam jaringan, dan penulis menjelaskan bagaimana pengujian dilakukan untuk mengukur tingkat kehilangan paket. Hasil pengujian ini memberikan wawasan tentang stabilitas jaringan dan potensi masalah yang dapat mempengaruhi kualitas layanan. Mengurangi packet loss adalah kunci untuk meningkatkan performa jaringan.
4.5 Diskusi Hasil
Diskusi hasil mencakup analisis mendalam terhadap data yang diperoleh dari pengujian. Penulis membahas bagaimana hasil ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengaturan jaringan dan memaksimalkan performa. Diskusi ini penting untuk memberikan rekomendasi bagi praktisi di bidang jaringan dan untuk memperbaiki implementasi yang ada.
V. PENUTUP
Bab penutup menyajikan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, serta rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Penulis merangkum temuan utama dari analisis unjuk kerja jaringan berbasis PPPOE dengan topologi star dan menekankan pentingnya pengaturan yang tepat untuk mencapai performa jaringan yang optimal. Rekomendasi yang diberikan dapat menjadi panduan bagi peneliti dan praktisi dalam mengembangkan jaringan yang lebih baik di masa depan.
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan merangkum hasil penelitian dan menegaskan bahwa topologi star dapat memberikan performa yang baik dalam jaringan berbasis PPPOE jika diatur dengan benar. Penulis menekankan pentingnya pengujian dan analisis yang cermat untuk memastikan kualitas layanan yang baik bagi pengguna.
5.2 Rekomendasi
Rekomendasi diberikan untuk penelitian selanjutnya dan praktik terbaik dalam pengaturan jaringan. Penulis menyarankan agar penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengeksplorasi potensi peningkatan performa jaringan dan untuk mengidentifikasi solusi bagi masalah yang mungkin muncul dalam implementasi jaringan berbasis PPPOE.
Referensi Dokumen
- Mikrotik kung fu panduan router mikrotik lengkap & jelas kitab 2 ( Towidjojo, R. )
- Mikrotik kung fu panduan router mikrotik lengkap & jelas kitab 4 ( Towidjojo, R. )
- Panduan lengkap menguasai router masa depan menggunakan Mikrotik RouterOS ( Herlambang, M. L., Catur, A. L. )
- High-speed network and internets performance and quality of service 2 nd Ed ( Stallings, W. )
- A Method for Transmitting PPP Over Ethernet (PPPoE) ( Mamakos, L., Lidl, K., Evarts, J., Carrel, D., Simone, D., & Wheeler, R. )