• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 9 PENGEVALUASIAN STRATEGIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 9 PENGEVALUASIAN STRATEGIS"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 9 PENGEVALUASIAN STRATEGIS

Buku : Manajemen Strategis Konsep

Pengarang : Fred R. David

Tugas Mata Kuliah Manajemen Strategis Agroindustri

(2)

Aktivitas pokok dlm evaluasi strategis

:

1. Penyelidikan atas landasan yang mendasari strategi perusahaan.

2. Pembandingan hasil yang diharapkan dengan hasil yang sebenarnya.

(3)
(4)

1. Konsistensi

(5)

2. Kesesuaian

(6)

3. Kelayakan

(7)

4. Keunggulan

Keunggulan kompetitif biasanya merupakan

(8)

Alasan kenapa evaluasi strategi lebih

sulit saat ini :

1. Meningkatnya kompleksitas lingkungan yang dramatis

2. Semakin sulitany untuk memprediksi masa depan secara akurat

3. Bertambahnya jumlah variabel

4. Cepatnya laju pengusangan bahkan untuk rancangan yang paling bagus sekalipun

5. Semakin banyaknya kejadian di dalam negeri dan dunia yg mempengaruhi organisasi

(9)

Kerangka Kerja Evaluasi Strategi

1. Mengkaji Ulang Landasan Strategi 2. Mengukur Kinerja Organisasi

(10)

1. Mengkaji Ulang Landasan Strategi

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan

mengembangkan revisi matriks IFE dan matrik EFE.

Revisi matriks IFE berfokus pada perubahan-perubahan dalam kekuatan dan kelemahan

(11)
(12)

Faktor yg menghambat perusahaan untuk

meraih tujuan jangka panjang dan tahunan

• Faktor Eksternal : langkah pesaing, perubahan permintaan, perubahan teknologi, perubahan ekonomi, pergesaran demografis.

(13)

2. Mengukur Kinerja Organisasi

Aktivitas nya mencakup

1. Pembandingan hasil yang diharapkan dengan hasil yang diharapkan dengan hasil yang

sebenarnya.

2. Penyelidikan terhadap penyimpangan dari rencana.

3. Evaluasi kinerja individual

(14)

Beberapa rasio keuangan yg penting:

1. Pengembalian atas investasi (ROI) 2. Pengembalian atas ekuitas (ROE) 3. Margin laba

4. Pangsa pasar

5. Utang terhadap ekuitas 6. Laba per saham

(15)

3. Mengambil Tindakan Korektif

Meliputi :

1. Perubahan struktur organisasi

2. Pergantian satu atau beberapa karyawan penting

(16)

Ategyg

Aktivitas 1 : Mengkaji ulang landasan yg mendasari

strategi

Adakah perbedaan yg

signifikan? ya

Aktivitas 3 : Ambil Tindakan

Korektif Tidak

Aktivitas 2 : Mengukur Kinerja Organisasi (bandingkan kemajuan

pencapaian tujuan dg kenyataan

Tidak

Apakah ada perbedaan yg signifikan? ya

(17)

Balanced Scorecard

Merupakan sebuah proses yang memungkinkan perusahaan mengevaluasi strategi dari empat prespektif, yaitu :

1. Kinerja keuangan

2. Pengetahuan konsumen 3. Proses bisnis internal

(18)
(19)

Perencanaan Kontijensi

(20)

Beberapa rencana kontijensi yang lazim

dibuat oleh perusahaan mencakup :

1. Jika pesaing utama menarik diri dari pasar tertentu.

2. Jika sasaran penjualan kita tidak tercapai. 3. Jika permintaan akan produk baru kita

melampaui rencana.

4. Jika bencana tertentu terjadi

(21)

Rencana kontijensi yang efektif

melibatkan :

1. Mengidentifikasi kejadian-kejadian yang menguntungkan maupun tidak diinginkan yang bisa menghambat pelaksanaan strategi.

2. Menemukan titik-titik picu.

3. Menilai dampak dari setiap kejadian kontijensi. Perkirakan manfaat atau bahaya potensial dari setiap kejadian kontijensi.

(22)

5. Menilai dampak negatif dari setiap rencana kontijensi. Itu artinya, memperkirakan seberapa jauh setiap rencana kontijensi akan membiarkan begitu saja kejadian kontijensi yang terkait.

6. Menentukan sinyal-sinyal awal dari kejadian kontijensi penting.

(23)

Audit

(24)

Audit Lingkungan

(25)

Tantangan dalam manajemen

strategis di Abad ke 21

seni atau ilmu pengetahuan

strategi perlu dibukakan atau ditutup

prosesnya di dalam perusahaan harus dari atas-ke-bawah atau dari

(26)

Isu : Seni atau ilmu pengetahuan

Dalam penyusunan sebuah strategi diperlukan sebuah pengetahuan yang cukup dan tidak

jarang pula intuisi yang tepat juga diperlukan. Intuisi yang tepat akan muncul seiring dengan seringnya manajer melakukan penyusunan

(27)

Isu : yang tampak atau tersembunyi

Alasan untuk terbuka penuh dalam proses strategi dan keputusan yang dihasilkan adalah:

1. Manajer, karyawan, dan pemangku kepentingan (stakeholder) yang lain dapat memberikan

kontribusi bagi proses tersebut.

2. Investor, kreditor, dan para pemangku

kepentingan lain memiliki dasar yang lebih besar untuk mendukung sebuah perusahaan bila

(28)

3. Visibilitas mendorong demokrasi, sementara kerahasiaan menghasilkan otokrasi.

Kebanyakan perusahaan memilih demokrasi daripada otokrasi sebagai gaya manajemen. 4. Partisipasi dan keterbukaan mendorong

(29)

Alasan yang membuat beberapa perusahaan memilih untuk menjalankan perencanaan secara rahasia adalah:

1. Penyebaran startegi perusahaan secara

bebas bisa dengan mudah berubah menjadi intelijensi kompetitif bagi perusahaan

(30)

2. Kerahasiaan membatasi kritik, praduga, dan

melihat ke belakang hal-hal yang sudah terjadi. 3. Partisipan dalam proses strategi yang terbuka

menjadi lebih menarik bagi perusahaan pesaing yang mungkin lalu mencoba memikat dan

merebut mereka.

4. Kerahasiaan membatasi akses perusahaan

(31)

Isu : Pendekatan atas-ke-bawah atau

bawah-ke-atas

(32)

Kesimpulan

Referensi

Dokumen terkait

1) Pengkajian awal dan pengkajian ulang.. 2) Diagnosis keperawatan dan kebutuhan asuhan keperawatan klien. 3) Rencana tindakan asuhan keperawatan. 4) Tindakan asuhan keperawatan

 Rencana tindakan manajemen untuk mengatasi observasi dilaporkan (jika ada) Rencana tindakan manajemen untuk mengatasi observasi dilaporkan (jika ada)  – 

Apabila dari audit awal tahap 2 ditemukan adanya ketidaksesuaian terhadap standar audit, maka klien dipersyaratkan untuk melakukan tindakan perbaikan atas

a) Memberikan rencana sistematis untuk setiap tahap pekerjaan audit yang merupakan suatu rencana yang dapat dikomunikasikan kepada supervisor audit maupun kepada staff audit. b)

 Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat oleh pimpinan puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu

Berdasarkan rencana yang telah dibuat, peneliti memulai kegiatan awal pembelajaran dengan memberikan salam, mempresensi siswa, berusaha menarik perhatian siswa dengan

Fenomena ini menarik untuk diteliti, sehingga penting untuk ditelusuri kesesuaian kegiatan audit yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Purworejo dengan standar audit

Demikian Rancangan Awal Rencana Strategis (Renstra) Perubahan Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Tahun 2018 semoga dapat dijadikan pedoman untuk lebih memacu dalam