BAB 9 PENGEVALUASIAN STRATEGIS
Buku : Manajemen Strategis Konsep
Pengarang : Fred R. David
Tugas Mata Kuliah Manajemen Strategis Agroindustri
Aktivitas pokok dlm evaluasi strategis
:
1. Penyelidikan atas landasan yang mendasari strategi perusahaan.
2. Pembandingan hasil yang diharapkan dengan hasil yang sebenarnya.
1. Konsistensi
2. Kesesuaian
3. Kelayakan
4. Keunggulan
Keunggulan kompetitif biasanya merupakan
Alasan kenapa evaluasi strategi lebih
sulit saat ini :
1. Meningkatnya kompleksitas lingkungan yang dramatis
2. Semakin sulitany untuk memprediksi masa depan secara akurat
3. Bertambahnya jumlah variabel
4. Cepatnya laju pengusangan bahkan untuk rancangan yang paling bagus sekalipun
5. Semakin banyaknya kejadian di dalam negeri dan dunia yg mempengaruhi organisasi
Kerangka Kerja Evaluasi Strategi
1. Mengkaji Ulang Landasan Strategi 2. Mengukur Kinerja Organisasi
1. Mengkaji Ulang Landasan Strategi
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan
mengembangkan revisi matriks IFE dan matrik EFE.
Revisi matriks IFE berfokus pada perubahan-perubahan dalam kekuatan dan kelemahan
Faktor yg menghambat perusahaan untuk
meraih tujuan jangka panjang dan tahunan
• Faktor Eksternal : langkah pesaing, perubahan permintaan, perubahan teknologi, perubahan ekonomi, pergesaran demografis.
2. Mengukur Kinerja Organisasi
Aktivitas nya mencakup
1. Pembandingan hasil yang diharapkan dengan hasil yang diharapkan dengan hasil yang
sebenarnya.
2. Penyelidikan terhadap penyimpangan dari rencana.
3. Evaluasi kinerja individual
Beberapa rasio keuangan yg penting:
1. Pengembalian atas investasi (ROI) 2. Pengembalian atas ekuitas (ROE) 3. Margin laba
4. Pangsa pasar
5. Utang terhadap ekuitas 6. Laba per saham
3. Mengambil Tindakan Korektif
Meliputi :
1. Perubahan struktur organisasi
2. Pergantian satu atau beberapa karyawan penting
Ategyg
Aktivitas 1 : Mengkaji ulang landasan yg mendasari
strategi
Adakah perbedaan yg
signifikan? ya
Aktivitas 3 : Ambil Tindakan
Korektif Tidak
Aktivitas 2 : Mengukur Kinerja Organisasi (bandingkan kemajuan
pencapaian tujuan dg kenyataan
Tidak
Apakah ada perbedaan yg signifikan? ya
Balanced Scorecard
Merupakan sebuah proses yang memungkinkan perusahaan mengevaluasi strategi dari empat prespektif, yaitu :
1. Kinerja keuangan
2. Pengetahuan konsumen 3. Proses bisnis internal
Perencanaan Kontijensi
Beberapa rencana kontijensi yang lazim
dibuat oleh perusahaan mencakup :
1. Jika pesaing utama menarik diri dari pasar tertentu.
2. Jika sasaran penjualan kita tidak tercapai. 3. Jika permintaan akan produk baru kita
melampaui rencana.
4. Jika bencana tertentu terjadi
Rencana kontijensi yang efektif
melibatkan :
1. Mengidentifikasi kejadian-kejadian yang menguntungkan maupun tidak diinginkan yang bisa menghambat pelaksanaan strategi.
2. Menemukan titik-titik picu.
3. Menilai dampak dari setiap kejadian kontijensi. Perkirakan manfaat atau bahaya potensial dari setiap kejadian kontijensi.
5. Menilai dampak negatif dari setiap rencana kontijensi. Itu artinya, memperkirakan seberapa jauh setiap rencana kontijensi akan membiarkan begitu saja kejadian kontijensi yang terkait.
6. Menentukan sinyal-sinyal awal dari kejadian kontijensi penting.
Audit
Audit Lingkungan
Tantangan dalam manajemen
strategis di Abad ke 21
seni atau ilmu pengetahuan
strategi perlu dibukakan atau ditutup
prosesnya di dalam perusahaan harus dari atas-ke-bawah atau dari
Isu : Seni atau ilmu pengetahuan
Dalam penyusunan sebuah strategi diperlukan sebuah pengetahuan yang cukup dan tidak
jarang pula intuisi yang tepat juga diperlukan. Intuisi yang tepat akan muncul seiring dengan seringnya manajer melakukan penyusunan
Isu : yang tampak atau tersembunyi
Alasan untuk terbuka penuh dalam proses strategi dan keputusan yang dihasilkan adalah:
1. Manajer, karyawan, dan pemangku kepentingan (stakeholder) yang lain dapat memberikan
kontribusi bagi proses tersebut.
2. Investor, kreditor, dan para pemangku
kepentingan lain memiliki dasar yang lebih besar untuk mendukung sebuah perusahaan bila
3. Visibilitas mendorong demokrasi, sementara kerahasiaan menghasilkan otokrasi.
Kebanyakan perusahaan memilih demokrasi daripada otokrasi sebagai gaya manajemen. 4. Partisipasi dan keterbukaan mendorong
Alasan yang membuat beberapa perusahaan memilih untuk menjalankan perencanaan secara rahasia adalah:
1. Penyebaran startegi perusahaan secara
bebas bisa dengan mudah berubah menjadi intelijensi kompetitif bagi perusahaan
2. Kerahasiaan membatasi kritik, praduga, dan
melihat ke belakang hal-hal yang sudah terjadi. 3. Partisipan dalam proses strategi yang terbuka
menjadi lebih menarik bagi perusahaan pesaing yang mungkin lalu mencoba memikat dan
merebut mereka.
4. Kerahasiaan membatasi akses perusahaan