• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Ekologi Perairan Muara Sungai Badung di Teluk Beoa Ditinjau dari Parameter Fisika, Kimia dan Biologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kondisi Ekologi Perairan Muara Sungai Badung di Teluk Beoa Ditinjau dari Parameter Fisika, Kimia dan Biologi"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i t

.

(

y

$ t '-

/

'

r"l

/s-

KONDISI

EKOLOGI

PERAIRAN MUARA SUNGAI

BADUNG

01

TELUK

BENOA DlTlNlAU DARl

PARAMETER FISIKA, KlMlA DAN

BlOLOGl

Oleh

IDA BAGUS KADE SUGIRAWAIY

C 24.1144

J U R U S A M

MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKAN AN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(3)

Ida Bagus Kade Sugirawan. C 2 4 . 1 1 4 4 . Kondisi Ekologi Perairan Muara Sungai Badung Di Teluk Benoa Ditinjau Dari

Parameter Fisika, Kimia Dan Biologi. Dibawah bimbingan

Koesoebiono, MSc dan Ir. 1.N.N Suryadiputra.

RINGKASAN

Pesatnya pembangunan di Indonesia saat ini, menimbulkan beberapa pengaruh terhadap lingkungan. Salah satu pengaruh pesatnya kegiatan pembangunan tersebut adalah makin banyaknya bahan sisa yang dibuang ke lingkungan perairan. Muara sungai merupakan salah satu lingkungan perairan yang,sering dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan bahan sisa tersebut. Keadaan ini dapat mempengaruhi kondisi ekologi perairan muara sungai tersebut. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari kondisi parameter fisika, kimia dan biologi perairan muara sungai.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi perairan muara sungai Badung dengan melihat kondisi parameter fisika, kimia dan didukung oleh parameter biologi yaitu makrozoobenthos.

Penelitian ini dilakukan di muara Sungai Badung (Teluk Benaa), Denpasar yaitu dari bulan Nopember 1991 sampai dengan Desember 1991. Pengambilan contoh dilakukan dalam selang waktu 2 minggu sekali, pada 12 stasiun. Sebelas stasiun terletak pada Muara sungai Bandung dan sebuah stasiun pada Sungai Badung. Pengambilan contoh pada muara Sungai Badung berdasarkan metoda kipas.

Parameter kualitas air yang di analisa adalah DO, BOD, COD, TOM, minyak, ammonia, nitrat, phosphat, kecerahan, suhu, pH, salinitas, dan substrat. Parameter biologi yang diamati adalah makrozoobenthos.

Kondisi perairan muara Sungai Badung dapat dipengaruhi oleh adanya masukan dari Sungai Badung.maupun adanya kegia- tan yang terdapat di Teluk Benoa. Tinggi rendahnya penga- ruh tersebut akan dapat dilihat dari keadaan parameter kualitas air, baik itu parameter fisika, kimia dan biologi. Dari analisa kualitas air, nilai parameter fisika dan kimia seperti suhu, salinitas, pH, kecerahan, DO, BOD, nitrat, ammonia dan phosphat, masih berada dalam batas yang normal untuk kelangsungan hidup biota perairan. Berdasarkan nilai' BOD yang berkisar antara 1,6

-

4,8 ppm dapat dinyatakan bahwa muara Sungai Badung belum tercemar oleh bahan organik.
(4)

menunjukkan bahwa muara Sungai Badung mulai di pengaruhi oleh bahan organik yang hanya dapat diuraikan secara kimiawi. Bila perairan tersebut digunakan untuk budidaya, nilai COD tersebut harus diperhatikan karena berdasarkan baku mutu yang juga dikeluarkan oleh Menteri KLH, nilai COD

yang diperbolehkan untuk keperluan budidaya adalah kurang atau sama dengan 80 ppm. Parameter lain yang nilainya tergolong tinggi adalah minyak. Kandungan minyak yang terukur berkisar antara 8,l-18,2 ppm.

Berdasarkan perhitungan beberapa parameter kualitas air yang diformulasikan kedalam persamaan Indek Kualitas Lingkungan (IKL), (Ott, 1978), diperoleh nilai IKL yang berkisar antara 70,65-80,83. Hal ini berarti kondisi lingkungan muara Sungai Badung tergolong masih baik bila ditinjau dari parameter kualitas airnya. Namun karena adanya kandungan minyak yang melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Menteri KLH maka nilai IKL akan menjadi buruk, yaitu -24,89, -23,14 dan -23,60 (pada stasiun 1,8 dan 9). Dalam Ott (1978) juga dinyatakan apabila sampel mengandung bahan yang toxic maka nilai IKL dikurangi 100.

Untuk parameter biologi, makrozoobenthos yang ditemu- kan selama penelitian di muara Sungai Badung sebanyak 4

Klas dan 15 jenis makrozoobenthos. Keempat Klas tersebut yaitu Polychaeta (Nereis sp), Branchyura (Scylla serrata), Moluska (Tellina sp) dan Crustacea (Palaemonetes ) Ke- empat Klas makrozoobenthos tersebut Klas Polychaeta jenisnya terbanyak yaitu 8 jenis dan kelimpahannya juga terbesar

.

Kondisi makrozoobenthos bila dilihat dari indek kera- gaman, keseragaman, dan dominansi tergolong masih baik. Keragaman yang diperoleh cenderung moderat, keseragaman tinggi dan belum terlihat adanya dominansi dari salah satu jenis makrozoobenthos.

(5)

KONDISl EKOLOGI PEIZAIRAN MUARA SUNGAI BADUNG

Dl TELUK BENOA DITINJAU DARI

PARAMETER FISIIGZ, KIMIA DAN UIOLOGI

SKRIPSI

' Sehagai S;~lah Satu Syarat Untuk Mrrnperoleh Grlar

SARJANA I'ERILiNAN

Bidany Kcahlian Manajemen Surnberdaya Perairan

Pada Fakultas Perikanan, Institut Pcrtanian Bogor

Olrh

IDA BAGUS 1GiDE SUGIRAWAN

K(1rnisi Pendidikan

11 Juli 1992

T a n g a l lulus

Ir. I.N.N. Suryadiputra

A n g o t a

(6)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Tabanan, Bali pada tanggal 20

Oktober 1967, merupakan putra kedua dari lima bersaudara, dari ayah Almarhum Ida Bagus Kade Suetha dan ibu Ida Ayu Gde sukmawati.

Pada tahun 1975 penulis memulai pendidikan dasar di SD No 4 Senganan, Penebel, Tabanan, Bali. Pada Tahun 1981,

penulis menamatkan sekolah dasar dan melanjutkan ke sekolah menengah tingkat pertama di SMP Negeri 1 Penebel hingga tahun 1984. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan ke sekolah menengah tingkat atas di SMA Negeri 1 Tabanan.

Pada tahun 1987, penulis di terima menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Setahun kemudian, setelah penulis melewati Tingkat Persiapan Pertama (TPB), penulis memilih Fakultas Perikanan dan Manajemen Sumberdaya Perairan sebagai bidang keahlian.

Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Perikanan, penulis pernah menjadi Asisten Luar Biasa pada mata kuliah ~ k o l o g i Sumberdaya Perairan I (1989-1991), mata kuliah ~ i o l o g i Laut (1989-1992) dan mata kuliah Produktivitas Perairan (1992)

Penulis dinyatakan lulus sebagai Sarjana Perikanan pada sidang ujian yang dilaksanakan pada tanggal 11 Juli

1992. Untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan ini penulis

(7)

Muara Sungai Badung Di Teluk Benoa Ditinjau Dari Parameter

Fisika., Kimia Dan Biologi, dibawah bimbingan Bapak

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang

Maha Kuasa atas segala karuniaNya, sehingga Skpripsi

ini dapat diselesaikan.

Skripsi ini berjudul Kondisi Ekologi Perairan Muara

Sungai Badung Di Teluk Benoa Ditinjau Dari Parameter

Fisika, Kimia Dan Biologi. Penelitian ini dilakukan di

muara Sungai Badung, Denpasar dari bulan Nopember sampai

dengan Desember 1991.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Skripsi ini masih

banyak kekurangannya, sehingga penulis mengaharapkan saran

dan kritik demi kesempurnaannya.

Akhir kata penulis berharap semoga Skripsi ini dapat

bermanfaat bagi yang membacanya.

Bogor, Oktober 1991

(9)

UCAPAN TERIMAICASM

- Tersusunnya Skripsi ini tidak terlepas dari bantuan

dan pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Koesoebiono, MSc, dan Bapak Ir 1.N.N Suryadiputra selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan pengarahan kepada penulis sejak penyusunan usulan penelitian hingga penulisan Skripsi ini selesai.

2. Bapak Ir R. Widodo selaku dosen penguji tamu yang telah banyak memberikan masukan dan saran.

3. Pihak Laboratorium Kualitas Air di Sub Balai Penelitian Budidaya Pantai Gondol atas bantuannya dalam analisa kualitas air.

4. Ibunda I A Gde Sukmawati, Aji dan Ibu Jus, Bli de, Gus Mang, Ayu tut, Gus tu, serta seluruh keluarga di Subamia atas dorongan dan motivasinya pada penulis selama penelitian dan penyusunan Skripsi ini.

5,. Rekan ~ e s i atas bantuannya saat penelitian di lapangan. 6. Rekan-rekan di I' Puri Bali" (C2) atas dorongan

semangatnya.

(10)

Halaman

...

KATA PENGANTAR i

UCAPAN TERIMAKASIH ... i i

...

D A F T W IS1 iii

...

DAFTAR TABEL

...

DAFTAR GAMBAR

...

DAFTAR LAMPIRAN

...

.

I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

...

1.2 Tujuan

...

I1

.

TINJAUAN PUSTAKA

...

2.1 Keadaan Umum Estuaria

...

2.2 Komunitas Makrozoobenthos

...

2.3 Faktor Fisika . Kimia Pembatas Komuni- tas Makrozoobenthos

...

2.3.1 Faktor Fisika

...

2.3.1.1 Salinitas

...

2.3.1.2 Suhu

...

...

2.3.1.3 Arus

2.3.1.4 Substrat

...

...

2.3.2 Faktor Kimia

...

2.3.2.1 Oksigen Terlarut

...

2.3.2.2 BOD5 dan COD

2.3.2.4 Bahan Organik Total

..

2.3.2.5 Kandungan Organik da

-

...

lam Substrat

111

.

METODOLOGI

...

...

3.1 Waktu dan Lokasi

3.2 . Penentuan Stasiun Penelitian

...

...

3.3 Pengambilan Contoh Benthos

3.4 Pengukuran Parameter Fisika dan Kimia

3.5 Analisa Data

...

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)

i t

.

(

y

$ t '-

/

'

r"l

/s-

KONDISI

EKOLOGI

PERAIRAN MUARA SUNGAI

BADUNG

01

TELUK

BENOA DlTlNlAU DARl

PARAMETER FISIKA, KlMlA DAN

BlOLOGl

Oleh

IDA BAGUS KADE SUGIRAWAIY

C 24.1144

J U R U S A M

MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKAN AN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(99)

Ida Bagus Kade Sugirawan. C 2 4 . 1 1 4 4 . Kondisi Ekologi Perairan Muara Sungai Badung Di Teluk Benoa Ditinjau Dari

Parameter Fisika, Kimia Dan Biologi. Dibawah bimbingan

Koesoebiono, MSc dan Ir. 1.N.N Suryadiputra.

RINGKASAN

Pesatnya pembangunan di Indonesia saat ini, menimbulkan beberapa pengaruh terhadap lingkungan. Salah satu pengaruh pesatnya kegiatan pembangunan tersebut adalah makin banyaknya bahan sisa yang dibuang ke lingkungan perairan. Muara sungai merupakan salah satu lingkungan perairan yang,sering dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan bahan sisa tersebut. Keadaan ini dapat mempengaruhi kondisi ekologi perairan muara sungai tersebut. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari kondisi parameter fisika, kimia dan biologi perairan muara sungai.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi perairan muara sungai Badung dengan melihat kondisi parameter fisika, kimia dan didukung oleh parameter biologi yaitu makrozoobenthos.

Penelitian ini dilakukan di muara Sungai Badung (Teluk Benaa), Denpasar yaitu dari bulan Nopember 1991 sampai dengan Desember 1991. Pengambilan contoh dilakukan dalam selang waktu 2 minggu sekali, pada 12 stasiun. Sebelas stasiun terletak pada Muara sungai Bandung dan sebuah stasiun pada Sungai Badung. Pengambilan contoh pada muara Sungai Badung berdasarkan metoda kipas.

Parameter kualitas air yang di analisa adalah DO, BOD, COD, TOM, minyak, ammonia, nitrat, phosphat, kecerahan, suhu, pH, salinitas, dan substrat. Parameter biologi yang diamati adalah makrozoobenthos.

Kondisi perairan muara Sungai Badung dapat dipengaruhi oleh adanya masukan dari Sungai Badung.maupun adanya kegia- tan yang terdapat di Teluk Benoa. Tinggi rendahnya penga- ruh tersebut akan dapat dilihat dari keadaan parameter kualitas air, baik itu parameter fisika, kimia dan biologi. Dari analisa kualitas air, nilai parameter fisika dan kimia seperti suhu, salinitas, pH, kecerahan, DO, BOD, nitrat, ammonia dan phosphat, masih berada dalam batas yang normal untuk kelangsungan hidup biota perairan. Berdasarkan nilai' BOD yang berkisar antara 1,6

-

4,8 ppm dapat dinyatakan bahwa muara Sungai Badung belum tercemar oleh bahan organik.
(100)

menunjukkan bahwa muara Sungai Badung mulai di pengaruhi oleh bahan organik yang hanya dapat diuraikan secara kimiawi. Bila perairan tersebut digunakan untuk budidaya, nilai COD tersebut harus diperhatikan karena berdasarkan baku mutu yang juga dikeluarkan oleh Menteri KLH, nilai COD

yang diperbolehkan untuk keperluan budidaya adalah kurang atau sama dengan 80 ppm. Parameter lain yang nilainya tergolong tinggi adalah minyak. Kandungan minyak yang terukur berkisar antara 8,l-18,2 ppm.

Berdasarkan perhitungan beberapa parameter kualitas air yang diformulasikan kedalam persamaan Indek Kualitas Lingkungan (IKL), (Ott, 1978), diperoleh nilai IKL yang berkisar antara 70,65-80,83. Hal ini berarti kondisi lingkungan muara Sungai Badung tergolong masih baik bila ditinjau dari parameter kualitas airnya. Namun karena adanya kandungan minyak yang melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Menteri KLH maka nilai IKL akan menjadi buruk, yaitu -24,89, -23,14 dan -23,60 (pada stasiun 1,8 dan 9). Dalam Ott (1978) juga dinyatakan apabila sampel mengandung bahan yang toxic maka nilai IKL dikurangi 100.

Untuk parameter biologi, makrozoobenthos yang ditemu- kan selama penelitian di muara Sungai Badung sebanyak 4

Klas dan 15 jenis makrozoobenthos. Keempat Klas tersebut yaitu Polychaeta (Nereis sp), Branchyura (Scylla serrata), Moluska (Tellina sp) dan Crustacea (Palaemonetes ) Ke- empat Klas makrozoobenthos tersebut Klas Polychaeta jenisnya terbanyak yaitu 8 jenis dan kelimpahannya juga terbesar

.

Kondisi makrozoobenthos bila dilihat dari indek kera- gaman, keseragaman, dan dominansi tergolong masih baik. Keragaman yang diperoleh cenderung moderat, keseragaman tinggi dan belum terlihat adanya dominansi dari salah satu jenis makrozoobenthos.

(101)

KONDISl EKOLOGI PEIZAIRAN MUARA SUNGAI BADUNG

Dl TELUK BENOA DITINJAU DARI

PARAMETER FISIIGZ, KIMIA DAN UIOLOGI

SKRIPSI

' Sehagai S;~lah Satu Syarat Untuk Mrrnperoleh Grlar

SARJANA I'ERILiNAN

Bidany Kcahlian Manajemen Surnberdaya Perairan

Pada Fakultas Perikanan, Institut Pcrtanian Bogor

Olrh

IDA BAGUS 1GiDE SUGIRAWAN

K(1rnisi Pendidikan

11 Juli 1992

T a n g a l lulus

Ir. I.N.N. Suryadiputra

A n g o t a

(102)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Tabanan, Bali pada tanggal 20

Oktober 1967, merupakan putra kedua dari lima bersaudara, dari ayah Almarhum Ida Bagus Kade Suetha dan ibu Ida Ayu Gde sukmawati.

Pada tahun 1975 penulis memulai pendidikan dasar di SD No 4 Senganan, Penebel, Tabanan, Bali. Pada Tahun 1981,

penulis menamatkan sekolah dasar dan melanjutkan ke sekolah menengah tingkat pertama di SMP Negeri 1 Penebel hingga tahun 1984. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan ke sekolah menengah tingkat atas di SMA Negeri 1 Tabanan.

Pada tahun 1987, penulis di terima menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Setahun kemudian, setelah penulis melewati Tingkat Persiapan Pertama (TPB), penulis memilih Fakultas Perikanan dan Manajemen Sumberdaya Perairan sebagai bidang keahlian.

Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Perikanan, penulis pernah menjadi Asisten Luar Biasa pada mata kuliah ~ k o l o g i Sumberdaya Perairan I (1989-1991), mata kuliah ~ i o l o g i Laut (1989-1992) dan mata kuliah Produktivitas Perairan (1992)

Penulis dinyatakan lulus sebagai Sarjana Perikanan pada sidang ujian yang dilaksanakan pada tanggal 11 Juli

1992. Untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan ini penulis

(103)

Muara Sungai Badung Di Teluk Benoa Ditinjau Dari Parameter

Fisika., Kimia Dan Biologi, dibawah bimbingan Bapak

(104)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang

Maha Kuasa atas segala karuniaNya, sehingga Skpripsi

ini dapat diselesaikan.

Skripsi ini berjudul Kondisi Ekologi Perairan Muara

Sungai Badung Di Teluk Benoa Ditinjau Dari Parameter

Fisika, Kimia Dan Biologi. Penelitian ini dilakukan di

muara Sungai Badung, Denpasar dari bulan Nopember sampai

dengan Desember 1991.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Skripsi ini masih

banyak kekurangannya, sehingga penulis mengaharapkan saran

dan kritik demi kesempurnaannya.

Akhir kata penulis berharap semoga Skripsi ini dapat

bermanfaat bagi yang membacanya.

Bogor, Oktober 1991

(105)

UCAPAN TERIMAICASM

- Tersusunnya Skripsi ini tidak terlepas dari bantuan

dan pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Koesoebiono, MSc, dan Bapak Ir 1.N.N Suryadiputra selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan pengarahan kepada penulis sejak penyusunan usulan penelitian hingga penulisan Skripsi ini selesai.

2. Bapak Ir R. Widodo selaku dosen penguji tamu yang telah banyak memberikan masukan dan saran.

3. Pihak Laboratorium Kualitas Air di Sub Balai Penelitian Budidaya Pantai Gondol atas bantuannya dalam analisa kualitas air.

4. Ibunda I A Gde Sukmawati, Aji dan Ibu Jus, Bli de, Gus Mang, Ayu tut, Gus tu, serta seluruh keluarga di Subamia atas dorongan dan motivasinya pada penulis selama penelitian dan penyusunan Skripsi ini.

5,. Rekan ~ e s i atas bantuannya saat penelitian di lapangan. 6. Rekan-rekan di I' Puri Bali" (C2) atas dorongan

semangatnya.

(106)

Halaman

...

KATA PENGANTAR i

UCAPAN TERIMAKASIH ... i i

...

D A F T W IS1 iii

...

DAFTAR TABEL

...

DAFTAR GAMBAR

...

DAFTAR LAMPIRAN

...

.

I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

...

1.2 Tujuan

...

I1

.

TINJAUAN PUSTAKA

...

2.1 Keadaan Umum Estuaria

...

2.2 Komunitas Makrozoobenthos

...

2.3 Faktor Fisika . Kimia Pembatas Komuni- tas Makrozoobenthos

...

2.3.1 Faktor Fisika

...

2.3.1.1 Salinitas

...

2.3.1.2 Suhu

...

...

2.3.1.3 Arus

2.3.1.4 Substrat

...

...

2.3.2 Faktor Kimia

...

2.3.2.1 Oksigen Terlarut

...

2.3.2.2 BOD5 dan COD

2.3.2.4 Bahan Organik Total

..

2.3.2.5 Kandungan Organik da

-

...

lam Substrat

111

.

METODOLOGI

...

...

3.1 Waktu dan Lokasi

3.2 . Penentuan Stasiun Penelitian

...

...

3.3 Pengambilan Contoh Benthos

3.4 Pengukuran Parameter Fisika dan Kimia

3.5 Analisa Data

...

Referensi

Dokumen terkait

Pediatric Physical Therapy, Jan S. Functional Movement Development, Donna J. Suzanne “Tink” Martin.. Panduan Praktik Klinis Fisioterapi | 15 Motor skill Acquisition in the

Pembahasan dan penetapan rancangan undang-undang tentang perubahan APBN dilakukan oleh Pemerintah bersama dengan Badan Anggaran dan komisi terkait dalam waktu paling lama 1 (satu)

Untuk membuat objek pada WebGL, yang pertama kali dilakukan adalah dengan menentukan vertex dari objek dan disimpan pada sebuah array. Lalu dengan menggunakan

Diawali dengan briefing pagi dari HR dan Legal, agenda saya hari ini yaitu melanjutkan membuat desain antar muka Fasapay Indonesia mobile.. Membuat ripple effect pada

に触れるようになった。また,東大門市場は,他国では珍しい夜間市場であることから,海外から

Deng-Neng Chen et al (2010) menekankan bahwa knowledge management adalah proses aktivitas manusia yang berhubungan dengan pengetahuan, namun tidak berurusan dengan sifat istimewa

garis yan gterbentuk diberi nama permintaan (demand). Ditinjau dari pihak guru, materi pembelajaran itu harus diajarkan atau disampaikan dalam kegiatan

Dalam penyusunan Zonasi yang menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan penentuan Zona ialah pendapat dari masyarakat dan stakeholder terkait kawasan yang