• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Tambahan Makanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Bahan Tambahan Makanan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAH AN TAM BAH AN M AKAN AN cam puran berbagai senyaw a) yang sengaj a dit am bahkan ke dalam m akanan dan t erlibat dalam proses pengolahan, pengem asan dan/ at au penyim panan, dan bukan

m erupakan bahan ( ingredient ) ut am a. BTM dan produk- produk degradasinya,

biasanya t et ap di dalam m akanan, t et api ada beberapa yang sengaj a dipisahkan selam proses pengolahan. Sem ent ara it u pada Undang- undang RI No. 7 Tahun 1996 t ent ang Pangan khususnya pada Bab I I ( Kem anan Pangan) Bagian Kedua disebut kan banw a yang dim aksud dengan bahan t am bahan pangan adalah bahan yang dit am bahkan ke dalam pangan unt uk m em pengaruhi sifat at au bent uk pangan. Penggunaan bahan t am bahan pangan dalam produk pangan yang t idak m em punyai resiko kesehat an dapat dibenarkan, karena hal t ersebut lazim digunakan. BTM yang secara t idak sengaj a dit am bahkan, at au lebih t epat disebut sebagai kont am inan, t idak t erm asuk dalam kont eks BTM yang dibicarakan.

Penam bahan BTM secara um um bert uj uan unt u ( 1) m eningkat kan nilai gizi m akanan, ( 2) m em perbaiki nilai sensori m akanan, dan ( 3) m em perpanj ang um ur sim pan ( shelf life) m akanan. Bahan- bahan t am bahan sepert i vit am in, m ineral, at au asam am ino biasanya dit am bahkan unt uk m em perbaiki dan/ at au m enaikkan nilai gizi suat u m akanan. Banyak m akanan yang diperkaya at au difort ifikasi dengan vit am in unt uk m engem balikan vit am in yang hilang selam a pengolahan, sepert i penam bahan vit am in B ke t epung t erigu at au penam bahan vit am in A ke dalam susu. Mineral besi dit am bahkan unt uk m em perkaya nilai gizi m akanan, t erut am a karena besi yang berada dalam m akanan um um nya m em punyai ket ersediaan hayat i ( biovailabilit y)

rendah.

Warna, bau, dan konsist ensi/ t ekst ur suat u bahan pangan dapat berubah at au berkurang akibat pengolahan dan penyim panan. Hal ini dapat diperbaiki dengan penam bahan BTM sepert i pew arna, senyaw a pem bent uk w arna, penegas rasa, pengent al, penst abil, dan lain- lain. Pem bent ukan bau yang m enyim pang ( off flavor)

pada produk- produk berlem ak dapat dicegah dengan penam bahan ant ioksidan. Tekst ur m akanan dapat diperbaiki dengan penam bahan m ineral, pengem ulsi, pengent al dan/ at au penst abil sepert i m onogliserida, hidrokoloid, dan lain- lain.

Pengolahan pangan belakangan ini m em punyai kecenderungan unt uk m em produksi m akanan yang panj ang um ur sim pannya ( aw et ) dan m udah disaj ikan

( convenient ) . Hal t ersebut didorong oleh fakt or- fakt or sepert i sifat bahan pangan

segar yang um um nya m udah rusak ( perishable) dan m usim an, sert a gaya hidup

yang m enginginkan segala sesuat unya serba m udah dan cepat . Unt uk m endapat kan m akanan yang dem ikian, salah sat u usaha yang digunakan adalah dengan m enam bahkan bahan pengaw et , baik unt uk m encegah t um buhnya m ikroba m aupun unt uk m encegah t erj adinya reaksi- reaksi kim ia yang t idak dikehendaki selam a pengolahan dan penyim panan.

Selain t uj uan- t uj uan di at as, BTM sering digunakan unt uk m eproduksi m akanan unt uk kelom pok khusus sepert i penderit a diabet es, pasien yang baru m engalam i operasi, orang- orang yang m enj alankan diet rendah kalori at au rendah

lem ak, dan sebagainya

. Berbagai BTM yang digunakan untuk maksud tersebut di

(2)

Dari ket erangan di at as, secara im plisit di dapat pengert ian bahw a BTM dan produk- produk degradasinya harus bersifat t idak berbahaya pada t ingkat pem akaian yang diizinkan. Selain it u, pem akaian BTM seyogyanya hanya j ika benar- benar dibut uhkan, yait u j ika benar- benar dirasakan t erj adi penurunan nilai gizi m akanan, perubahan sifat sensori m akanan akibat pengolahan at au j ika diperlukan unt uk m em bant u pengolahan ( processing aid) .

Pem akaian BTM um um nya diat ur oleh lem baga- lem baga sepert i Direkt orat

Jenderal Pengaw asan Obat dan Makanan ( Dit j en POM) di I ndonesia dan Food and

Drug Adm inist rat ion ( FDA) di USA. Perat uran m engenai pem akaian BTM berbeda di suat u negara dengan negara lainnya. Meskipun dem ikian, ada usaha unt uk m engharm oniskan perat uran t ersebut , t erut am a berdasarkan penem uan- penem uan t erbaru m engenai kem anan BTM yang digunakan. Di I ndonesia sendiri, perat uran t ent ang BTM dikeluarkan oleh Depart em en Kesehat an dan pengaw asannya dilakukan oleh Dit j en POM.

Dalam perat uran t ersebut dinyat akan bahw a penggunaan BTM dapat dibenarkan apabila ( 1) dim aksudkan unt uk m encapai m asing- m asing t uj uan penggunaannya dalam pengolahan, ( 2) t idak digunakan unt uk m enyem bunyikan penggunaan bahan yang salah at au t idak m em em nuhi persyarat an, ( 3) t idak unt uk m enyem bunyikan cara kerj a yang bert ent angan dengan cara produksi yang baik unt uk m akanan, dan ( 4) t idak digunakan unt uk m enyem bunyikan kerusakan pangan.

2 . Je n is, Fu n gsi da n M e k a n ism e Ke r j a Ba h a n Ta m ba h a n M a k a n a n

Perat uran Ment eri Kesehat an RI No. 235/ MENKES/ PER/ VI / 1979 t anggal 19 Juni 1979 m engelom pokkan BTM berdasarkan fungsinya, yait u: ( 1) ant ioksidan dan ant ioksidan sinergis, ( 2) ant i kem pal, ( 3) pengasam , penet ral dan pendapar, ( 4) enzim , ( 5) pem anis buat an, ( 6) pem ut ih dan pem at ang, ( 7) penam bah gizi, ( 8) pengaw et , ( 9) pengem ulsi, pem ant ap dan pengent al, ( 10) pengeras, ( 11) pew arna alam i dan sint et ik, ( 12) penyedap rasa dan arom a, ( 13) sekuest ran, dan ( 14) bahan t am bahan lain. Pada t ulisan ini dibahas 5 ( lim a) kelom pok BTM, yait u ant ioksidan; ant i kem pal; pengasam ; penet ral dan pendapar, dan pem anis sert a pengaw et . Beberapa st rukt ur kim ia senyaw a ant ioksidan dan bahan pew arna m akanan j uga disaj ikan pada lam piran 1 sam pai dengan lam piran 4.

a .An t iok sida n

Fu n gsi Ant ioksidan digunakan unt uk m elindungi kom ponen- kom ponen m akanan yang bersifat t idak j enuh ( m em punyai ikat an rangkap) , t erut am a lem ak dan m inyak. Meskipun dem ikian ant ioksidan dapat pula digunakan unt uk m elindungi kom ponen-kom ponen lain sepert i vit am in dan pigm en, yang j uga banyak m engandung ikat an rangkap di dalam a st rukt urnya.

M e k a n ism e Ke r j a Unt uk m em perm udah m ekanism e kerj a ant ioksidan, perlu dij elaskan t erlebih dahulu m ekanism e oksidasi lem ak di dalam bahan m akanan at au sist em biologis pada um um nya. Oksidasi lem ak t erdiri dari t iga t ahap ut am a, yait u inisiasi, propagasi, dan t erm inasi. Pada t ahap inisiasi t erj adi pem bent ukan radikal asam lem ak, yait u suat u senyaw a t urunan asam lem ak yang bersifat t idak st abil dan

sangat reakt if akibat dari

hilangnya satu atom hidrogen (reaksi 1). Pada tahap

(3)

I n isia si : RH R•••• + H•••• ( 1 ) Pr opa ga si : R•••• + O2 ROO•••• ( 2 )

: ROO•••• + RH ROOH + R•••• ( 3 )

Hidroperoksida yang t erbent uk bersifat t idak st abil dan akan t erdegradasi lebih lanj ut m enghasilkan senyaw a- senyaw a karbonil rant ai pendek sepert i aldehida

dan ket on yang bert anggungj aw ab at as flavor m akanan berlem ak. Tanpa adanya

ant ioksidan, reaksi oksidasi lem ak akan m engalam i t erm inasi m elalui reaksi ant ar radikal bebas m em bent uk kom pleks radikal bebas ( reaksi 4) .

Te r m in a si : ROO•••• + ROO•••• n on r a dik a l ( 4 ) R•••• + ROO•••• n on r a dik a l R•••• + R•••• n on r a dik a l

Ant ioksidan yang baik akan bereaksi dengan radikal asam lem ak segera set elah senyaw a t ersebut t erbent uk. Dari berbagai j enis ant ioksidan yang ada, m ekanism e kerj a sert a kem am puannya sebagai ant ioksidan sangat bervariasi. Seringkali, kom binasi beberap j enis ant ioksidan m em berikan perlindungan yang lebih baik ( sinergism e) t erhadap oksidasi dibandingkan dengan sat u j enis ant ioksidan saj a. Sebagai cont oh, asam askorbat seringkali dicam pur dengan ant ioksidan yang m erupakan senyaw a fenolik unt uk m encegah oksidasi lem ak. Asam askorbat dapat m eregenerasi senyaw a fenolik dengan j alan m enyum bangkan sat u at om hidrogennya kepada radikal fenoksil yang t erbent uk ket ika fenolik m enyum bangkan sat u at om hidrogennya kepada radikal asam lem ak. Agar asam askorbat dapat berperan lebih efekt if pada m edia lem ak, asam askorbat diubah m enj adi bent uk yang lebih t idak polar, yait u bent uk est er asam lem aknya ( m isalnya askorbil palm it at ) . Senyaw a-senyaw a yang m em berikan efek sinergism e ant ioksidan t ersebut sering disebut sebagai ant ioksidan sekunder, sedangkan ant ioksidan ut am anya dikenal sebgai ant ioksidan prim er.

Adanya ion logam , t erut am a besi ( Fe) dan t em baga ( Cu) , dapat m endorong t erj adinya oksidasi lem ak ( bert indak sebagai prooksidan) . I on- ion logam ini seringkali diinakt ivasi dengan penam bahan senyaw a pengkelat sepert i asam sit rat dan EDTA. Dalam kapasit asnya t ersebut , senyaw a pengkelat dapat j uga disebut bersifat sinergist ik dengan ant ioksidan karena m enaikkan efekt ivit as ant ioksidan ut am anya.

Suat u senyaw a unt uk dapat digunakan sebagai ant ioksidan harus m em punyai sifat - sifat t idak t oksik, efekt if pada konsent rasi yang rendah ( 0,01 – 0,02% ) , dan dapat t erkonsent rasi pada perm ukaan/ lapisan lem ak ( bersifat lipofilik) . Selain it u, ant ioksidan harus dapat t ahan pada kondisi pengolahan pangan pada um um nya. Ant ioksidan yang sering dit am bahkan ke dalam m akanan dapat bersifat alam i, sepert i t okoferol dan bet a- karot en at au m erupakan ant ioksidan sint et is sepert i BHA

(4)

Ant ioksidan- ant iokasidan yang sering digunakan um um nya t ergolong ke dalam senyaw a fenolik. Senyaw a- senyaw a t ersebut bert indak sebagai ant ioksidan m elalui kem am puannya unt uk bereaksi dengan radikal bebas ( t erut am a radikal peroksi, ROO•) . Dalam hal ini, senyaw a fenolik bert indak sebagai donor hidrogen at au sebagai aksept or radikal peroksi ( reaksi 5 dan 6) .

ROO•••• + AH2 ROOH + AH•••• ( 5 ) AH•••• + AH•••• A + AH2 ( 6 ) b. An t i Ke m pa l

Fu n gsi Ant i kem pal adalah senyaw a anhidrat yang dapat m engikat air t anpa m enj adi basah dan biasanya dit am bahkan ke dalam bahan pangan yang bersifat bubuk at au part ikulat sepert i garam m ej a, cam puran kering ( dry m ixes) , dan lain-lain. Tuj uan penam bahan senyaw a ant i kem pal adalah unt uk m encegah t erj adinya penggum palan dan m enj aga agar bahan t ersebut t et ap dapat dit uang ( free flow ing) .

M e k a n ism e Ke r j a Senyaw a ant i kem pal biasanya m erupakan garam - garam anhidrat yang bersifat cepat t erhidrasi dengan m engikat air, at au senyaw a- senyaw a yang dapat m engikat air m elalui pengikat an di perm ukaan ( surface adhesion) t anpa m enj adi basah dan m enggum pal. Senyaw a- senyaw a t ersebut biasanya adalah senyaw a yang secara alam ai berbent uk ham pir krist al ( near cryst alline) .

Senyaw a ant i kem pal dapat digolongkan m enj adi : ( 1) garam ( alum inium , am onium , kalsium , pot assium , dan sodium ) ; ( 2) kalsium posfat ; ( 3) pot assium dan sodium ferosianida; ( 4) m agnesium oksida; dan ( 5) garam ( m agnesium , kaslium , dan cam puran kalsium alum inium ) dari asam silikat . Senyaw a golongan 1, 2, dan 3 m em buat hidrat , sedangkan senyaw a 4 dan 5 m enyerap air. Pot assium dan sodium ferosianida t idak banyak lagi digunakan karena t oksisit anya yang relat ip t inggi. Jum lah yang dit am bahkan biasanya berkisar pada 1% berat bahan pangan. Senyaw a ant i kem pal biasanya dapat dim et abolism e at au t idak t oksik pada t ingkat pengguanaan yang diij inkan.

Kalsium silikat banyak digunakan unt uk m enghindari penggum palan baking pow der dan m em punyai kem am puan unt uk m engikat air 2,5 kali dari berat nya. Selain m engikat air, kalsium silikat j uga dapat m engikat m inyak dan senyaw a-senyaw a non polar lainnya. Sifat ini yang m em buat kalsium silikat banyak digunakan di dalam cam puran- cam puran yang m engandung bum bu, t erut am a yang kandungan m inyak at sirinya t inggi. Kalsium st earat sering digunakan sebagai processing aid

dalam pem buat an perm en keras ( hard candy) .

Senyaw a ant i kem pal yang relat if baru dikem bangkan adalah bubuk selulose berkrist al m ikro ( m icrocryst alline cellulose pow der) dan banyak digunakan unt uk produk kej u parut agar t idak m em bent uk gum palan.

c. Pe n ga sa m , Pe n e t r a l, da n Pe n da pa r

Fu n gsi Asam , baik organik m aupun anorganik, secara alam i t erdapat di dalam bahan pangan dan keberadaannya beragam , m ulai dari sebagai m et abolit ant ara

sam pai sebagai kom ponen pendapar ( buffering agent ) . Asam seringkali

dit am bahkan ke dalam bahan pangan dan proses pengolahan pangan dan fungsinya yang paling pent ing adalah sebagai senyaw a pendapar. Asam dan garam nya sering pula dit am bahkan sebagai cam puran pem bent uk adonan ( leavening syst em ) , sebagai

ant im ikroba dan sebagai senyaw a

pengkelat.

Asam berperan sangat pent ing dalam

pem bent ukan gel pekt in, dapat bert indak sebagai penghilang busa ( defoam ing

(5)

sayuran, asam sering dit am bahkan unt uk m enurunkan pH dan m engurangi

kebut uhan panas selam a proses st erilisasi. Fungsi lain dari asam yang t ak kalah

pent ingnya, t ent u saj a adalah kont ribusinya t erhadap rasa dan arom a bahan pangan. Asam j uga m em punyai kem am puan unt uk m engubah dan m eningkat kan int ensit as rasa dari kom ponen cit arasa lainnya. Asam lem ak rant ai pendek berkont ribusi t erhadap arom a berbagai m akanan.

M e k a n ism e Ke r j a Di dalam cam puran pem bent uk adonan, senyaw a- senyaw a penyusunnya bereaksi m elepaskan gas di dalam adonan sehingga m em perbaiki perkem bangan, pori- pori, kehalusan t ekst ur dari rot i at au kue yang dihasilkan. Asam

dan garam sodium bikarbonat j ika bereaksi dapat m enghasilkan gas CO2. Asam

-asam ( donor hidrogen) yang sering digunakan dalam cam puran pem bent uk adonan ant ara lain adalah sodium pirofosfat ( Na2H2P2O7) , sodium alum inium sulfat

( Na2SO4.Al2( SO4)3) , pot asium t art arat ( KHC4H4O6) , glukono- delt a- lakt on ( C6H10)6) ,

dan lain- lain. Reaksi pelepasan gas CO2 adalah sebagai berikut :

R- O-,H+ + N a H CO3 R- O-, N a+ + H2O + CO2

Cam puran pem bent uk adonan ( baking pow der) biasanya t erdiri at as asam ,

sodium bikarbonat , pat i dan bahan pengisi lainnya. Di Am erika Serikat , cam puran

pem bent uk adonan harus dapat m ensuplai set idak- t idaknya 12% berat dari CO2

yang dibut uhkan dan um um nya m engandung 26- 35% berat sodium bikarbonat . Sebagai senyaw a pendapar, garam sodium dari asam aset at , sit rat , glukonat , dan fosfat adalah yang paling sering digunakan. Sit rat adalah yang paling populer karena cit a rasa yang dihasilkan lebih baik. Unt uk m akanan rendah sodium , garam pot asium dapat m enggant ikan sodium . Um um nya garam kalsium j arang digunakan karena kelarut annya dalam air yang rendah.

d. Pe m a n is

Fu n gsi Pem anis m erupakan kom ponen bahan pangan yang um um , oleh karena it u agak aneh kalau dim asukkan ke dalam daft ar bahan t am bahan m akanan. Oleh karena it u pem anis yang t erm asuk BTM adalah pem anis penggant i gula ( sukrosa) . Pem anis, baik yang alam i m aupun yang sint et is, m erupakan senyaw a yang m em berikan persepsi rasa m anis t et api t idak ( at au hanya sedikit ) m em punyai nilai set idak- t idaknya t idak m elebihi harga gula.

Senyaw a yang m em punyai rasa m anis st rukt urnya sangat beragam . Meskipun dem ikian, senyaw a- senyaw a t ersebut m em punyai feat ure yang m irip, yait u m em iliki sist em donor/ aksept or prot on ( sist em AHs/ Bs) yang cocok dengan sist em resept or

( AHrBr) pada indera perasa m anusia.

Sakarin, yang m erupakan pem anis t ert ua, t erm asuk pem anis yang sangat pent ing perannya dan biasanya dij ual dalam bent uk garam Na at au Ca. Tingkat kem anisan sakarin adalah 300 kali lebih m anis daripada gula. Karena t idak m em punyai nilai kalori, sakarin sangat populer digunakan sebagai pem anis m akanan diet , baik bagi penderit a diabet es m aupun unt uk pasien lain dengan diet rendah

kalori. Pada konsent rasi yang t inggi,

sakarin mempunyai after-taste yang pahit.

(6)

Set elah sakarin, siklam at m erupakan pem anis non- nut rit if lainnya yang t idak kalah populer. Tingkat kem anisan siklam at adalah 30 kali lebih m anis daripada gula

dan siklam at t idak m em berikan aft er- t ast e sepert i halnya sakarin. Meskipun

dem ikian, rasa m anis yang dihasilkan oleh siklam at t idak t erlalu baik ( sm oot h) j ika dibandingkan dengan sakarin. Siklam at diperj ual belikan dalam bent uk garam Na at au Ca- nya. Siklam at dilarang penggunaannya di Am erika serikat , Kanada, dan I nggris sej ak t ahun 1970- an karena produk degradasinya ( sikloheksil am ina) bersifat karsinogenik. Meskipun dem ikian, penelit ian yang m endasari pelarangan penggunaan siklam at banyak m endapat krit ik karena silam at digunakan pada t ingkat yang sangat t inggi dan t idak m ungkin t erj adi dalam prakt ek sehari- hari. Oleh karena it u, FAO/ WHO m asih m em asukkan siklam at sebagai BTM yang diperbolehkan.

Aspart am at au m et il est er dari L- aspart il- L- fenilalanin m erupakan pem anis baru yang penggunaannya diij inkan pad t ahun 1980- an unt uk produk- produk m inum an ringan dan cam puran kering ( dry m ixt ures) . Aspart am m erupakan pem anis yang m em punyai nilai kalori karena pada dasarnya aspart am m erupakan dipept ida. Meskipun dem ikian, kem anisannya yang t inggi ( 200 kali kem anisan sukrosa) m aka hanya dit am bahkan dalam j um lah yang sangat kecil sehingga nilai kalorinya dapat diabaikan. Aspart am sangat disukai karena rasa m anis yang dihasilkannya sangat m irip dengan gula. Karena m w erupakan dipept ida, aspart am m udah t erhidrolisis, m udah m engalam i reaksi kim ia yant g biasa t erj adi pada kom ponen pangan lainnya dan m ungkin t erdegradasi oleh m ikroba. Hal t ersebut t ent unya m erupakan lim it asi penggunaan aspart am pada produk- produk pangan dengan kadar air yang t inggi. Jika m engalam i hidrolisis, aspart am akan kehilangan rasa m anisnya. Di dalam m akanan, aspart am dapat m engalam i kondensasi int ram olekuler m enghasilkan diket o piperazin. Reaksi ini t erj adi t erut am a pada kondisi pH net ral sam pai basa karena gugus am ina yang t idak t erprot onasi lebih t ersedia unt uk reaksi t ersebut . Pada pH basa, gugus am ina j uga dapat dengan cepat bereaksi dengan gugus karbonil dari gula m aupun vanilin. Oleh karena it u, set elah bereaksi dengan gula, aspart am dapat kehilangan rasa m anisnya dan set et alh bereaksi dengan vanilin, vanila kehilangan arom a khasnya. Produk- produk yang dim aniskan dengan aspart am harus diberi label yang j elas, t erut am a t ent ang kandungan fenilalaninnya yang dipant ang oleh penderit a kelainan fenilket onuria.

(7)

e . Pe n ga w e t

Fu n gsi Sepert i halnya pem anis, fungsi pengaw et sudah sangat j elas yait u unt uk m em perpanj ang um ur sim pan suat u m akanan dan dalam hal ini dengan j alan m engham bat pert um buhan m ikroba. Oleh karena it u sering disebut dengan senyaw a ant im ikroba.

M e k a n ism e Ke r j a . Berbagai senyaw a m em punyai sifat sebagai ant i m ikroba, diant aranya sulfit dan sulfur dioksida, garam nit rit dan nit rat , asam sorbat , asam propionat , asam aset at dan asam bensoat . Sulfur dioksida t elah lam a digunakan dalam m akanan sebagai pengaw et dan penggunaannya berkem bang m enj adi berbagai bent uk sepert i gas SO2, garam bisulfit dan sulfit . Penelit ian m enunj ukkan

bahw a sulfur dioksida paling efekt if bekerj a pada kondisi pH rendah dan diperkirakan hal ini disebabkan H2SO3 yang dalam larut an t idak t erdisosiasi. Dalam keadaan t idak

t erdisosiasi larut an t ersebut lebih m udah m enem bus dinding sel m ikroba. Selain bert indak sebagai pengaw et , sulfur dioksida j uga dapat m encegah pencoklat an non enzim at ik ( reaksi Maillard) yait u dengan cara bereaksi dengan gula- gula pereduksi m aupun senyaw a t ara aldehida. Sulfur dioksida j uga m em punyai efek m em ucat kan pigm en m elanoidin yang t erbent uk dalam reaksi Maillard sehingga sangat efekt if dalam m encegah reaksi pencoklat an t ersebut . Sulfur dioksida j uga sering dit am bahkan ke dalam t epung unt uk m em ut us ikat an disulfida dan m em perbaiki m ut u adonan yang dihasilkan. Sulfur dioksida dan sulfit dapat dim et abolesm e m enj adi sulfat dan diekskresi ke adalam urin t anpa efek sam ping lainnya. Sulfur dioksida at au sulfit biasanya dit am bahkan pada konsent rasi sekit ar 500 – 1000 ppm , t ergant ung dari t uj uan penam bahan dan j enis m akanan.

Garam pot assium dan sodium dari nit rit dan nit rat yang dit am bahkan pada psoses kyuring pada daging j uga dapat m engham bat pert um buhan m ikroba. Senyaw a yang berperan adalah nit rit dan pada konsent rasi 150- 200 ppm dapat

m engham bat pert um buhan Clost ridia di dalam daging yang dikalengkan. Meskipun

dem ikian, penggunaan nit rit saat ini dihindari karena diduga m enghasilkan nit rosam in yang bersifat karsinogenik.

Asam sorbat yang m erupakan asam m onokarboksilat dan analog- analognya yang m em iliki ikat an rangkap- a ( a- unsat urat ed) m em punyai sifat ant i m ikroba yang sangat kuat . Asam ini digunakan dalam bent uk garam sodium dan pot assium nya dan diket ahui efekt if m engham bat pert um buhan kapang dan ragi di dalam berbagai m akanan, sepert i kej u, produk- produk bakeri, sari buah, anggur dan acar- acaran

( pickles) . Asam sorbat sangat efekt if m enekan pert um buhan kapang dan t idak m em pengaruhi cit arasa m akanan pada t ingkat penam bahan yang diperbolehkan ( sam pai 0,3% berat ) . Akt ivit as sorbat m eningkat dengan m eningkat nya keasam an bahan, at au m enurunnya pH m akanan. Secara um um asam askorbat efekt if sam pai pH 6,5. Akt ivit as asam sorbat dan analog- analog asam lem aknya diperkirakan karena m ikroba t idak dapat dim et abolism e sist em dien dengan ikat an rangkap 1. Diperkirakan asam sorbat m engganggu akt ivit as enzim dehidrogenase yang biasanya m endehidrogenasi asam lem ak pada aw al akt ivit asnya.

(8)

Penggunaan asam aset at dalam pengaw et an pangan sudah sej ak lam a, sepert i pada pengacaran ( pem buat an pickles) . Selain cuka ( 4% asam aset at ) dan asam aset at , bent uk- bent uk lain yang digunakan dalam m akanan adalah sodium , kalsium , dan pot assium aset at . Bent uk garam - gram t ersebut digunakan dalam rot i

dan produk- produk bakery lainnya yanit u unt uk m encegah pem bent ukan ropy bread.

Asam aset at digunakan dalam m engacar sayur m aupun daging dan ikan. Selain sebagai ant i m ikroba, asam aset at j uga berkont ribusi t erhadap cit arasa m akanan sepert i pada produk m ayones, acar, saus t om at , dan lain- lain. Akt ivit as ant im ikroba asam aset at m eningkat dengan m enurunnya pH.

Asam bensoat seringkali digunakan sebagai ant i m ikroba dalam m akanan sepert i sari buah, m inum an ringan, sauerkraut , dan lain- lain. Garam sodium dari asam bensoat lebih sering digunakan karena bersifat labih larut dalam air daripada sifat bent uk asam nya. Asam bensoat sangat pot en t erhadap ragi dan bakt eri dan paling t idak efekt if dalam m engham bat pert um buhan kapang. Asam bensoat sering dikom binasi dengan asam sorbat , dan dit am bahkan dalam j um lah sekit ar 0,05- 0,1% berat .

(9)

D AFTAR PUSTAKA

Puspit asari N.L., BTP, Manfaat dan Resiko Penggunaannya. Makalah disam paikan pada Pelat ihan Pengendalian Mut u dan Keam anan Pangan Bagi St af Pengaj ar, Pusat St udi Pangan dan Gizi I PB bekerj asam a dengan DI KTI , 21 Juli – 2 Agust us 1997.

Anonym ous, 1993, Food Labeling: Quest ion and answ ers, Office of Food Labelling Cent er for Food Safet y and Applied Nut rit ion. Food and Drug Adm inist rat ion, Washingt on DC.

Wij aya, C.H. Pelabelan Pangan, Makalah disam paikan pada Pelat ihan Pengendalian Mut u dan Keam anan Pangan Bagi St af Pengaj ar, Pusat St udi Pangan dan Gizi I PB bekerj asam a dengan DI KTI , 21 Juli – 2 Agust us 1997.

Referensi

Dokumen terkait

plywood, laminated veneer lumber, glue laminated timber, flooring, particleboard, fibreboard, plywood general use, concrete from plywood, structural plywood..

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi kitinase optimum yang dihasilkan oleh bakteri kitinolitik Isolat 26 pada variasi waktu inkubasi 8, 16, 24,

 Kata moral pada umumnya dipakai untuk menunjuk kepada suatu tindakan atau perbuatan yang sesuai dengan ide-ide umum yang berlaku dalam suatu masyarakat!.  Menunjuk kepada

Klarifikasi Akta Pendirian / Perubahan Perusahaan, Surat Ijin Usaha Perdagangan dengan bidang / sub bidang Event Organizer, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat

[r]

Berdasarkan latar belakang yang ada, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Transportasi Umum di Kota Surakarta Menggunakan

[r]

Dalam penelitian ini analisis deskriptif dilakukan untuk menjawab rumusan penelitian pertama, kedua dan ketiga yaitu mengetahui perkembangan profitabilitas