• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PERALATAN KANTOR KELAS XI AP SMK NEGERI 1 TANJUNG PURA T.P 2016/2017.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PERALATAN KANTOR KELAS XI AP SMK NEGERI 1 TANJUNG PURA T.P 2016/2017."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN PERALATAN KANTOR KELAS XI AP SMK NEGERI 1 TANJUNG PURA

T.P 2016/2017

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh :

NOVIA TRIE PUTRI NIM : 7121141041

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Novia Trie Putri. Nim : 7121141041. Perbedaan Model Pembelajaran Explicit Instruction dan Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Peralatan Kantor Kelas XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P. 2016/2017. Skripsi Jurusan Pendidikan Ekonomi. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Medan 2016.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peralatan kantor kelas XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peralatan kantor yang diajar dengan model pembelajaran Explicit Instruction dan hasil belajar peralatan kantor yang diajar dengan model pembelajaran Demonstrasi pada siswa kelas XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P 2016/2017.

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tanjung Pura dengan Populasi jumlah seluruh kelas XI AP yang terdiri dari 3 kelas berjumlah 99 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Random Sampling dimana sampelnya terdiri dari kelas XI AP 1 sebagai kelas eksperimen I yang terdiri dari 33 siswa dan kelas XI AP 2 sebagai kelas eksperimen II yang terdiri dari 33 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur hasil belajar peralatan kantor adalah objektif tes dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal, dimana sebelumnya telah diuji cobakan untuk mengetahui tingkat vadilitas tes, reliabilitas tes, daya pembeda soal, dan tingkat kesukaran. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan menggunakan rumus thitung > ttabel taraf signifikan 95% atau �= 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen I yaitu 58,79 dengan SD 10,39 dan varians 107,86. Dan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen II yaitu 56.67 dengan SD 11,90 dan varians 141,67. Sedangkan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen I yaitu 78,48 dengan SD 7,75 dan varians 60,13. Nilai rata-rata post-test kelas eksperimen II yaitu 74,54 dengan SD 9,55 dan varians 91,19. Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa berdistribusi normal karena Lhitung < Ltabel dan homogen Fhitung < Ftabel. Dari perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel (1,81 > 1,67) taraf signifikan 95% atau �= 0,05, hipotesisi statistik � ∶ ��1 ≠ ��2 : 78,48 ≠74,54 sehingga dalam penelitian ini berarti Ha diterima H0 ditolak.

Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang positif dan signifikan antara model pembelajaran Explicit Instruction dan Demonstrasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Peralatan Kantor Kelas XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P. 2016/2017

(6)

ABSTRACT

Novia Trie Putri. Nim: 7121141041. The Difference of Learning Model Explicit Instruction and Demonstrasi to Learning outcomes of students At Subjects Office Equipment Class XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura Academic Year 2016/2017. Thesis Department of Economic Education. Administration Education Program. Faculty of Economics. Medan State University, 2016.

The problem in this research is the low learning outcomes office equipment AP class XII SMK Negeri 1 Tanjung Pura. This study aims to determine differences in learning outcomes office equipment taught by learning model Explicit Instruction and learning outcomes office equipment taught by demonstration model of learning in class XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura Academic Year 2016/2017.

The research was conducted at SMK Negeri 1 Tanjung Pura with the population total number of AP classes XI consisting of three classes totaling 99 people. The sampling technique was conducted by random sampling where the sample consists of class XI AP 1 as an experimental class I, which consists of 33 students and class XI AP 2 as the experimental class II, which consists of 33 students. The research instrument used to measure the learning outcomes of office equipment is an objective multiple choice test of 20 items, which had previously been tested to determine the level vadilitas test, reliability test, distinguishing matter and level of difficulty. Data analysis technique used is normality test, homogeneity, and hypothesis testing by using the formula tcount > ttable significant level of 95% or α = 0.05.

The results showed that the average value pretest experimental class I is 58.79 with SD 10,39 and varians 107,86. And the average value pretest experimental class II is 56.67 with SD 11,90 and varians 141,67. While the value of the average post-test experimental class I is 78,48 with SD 7,75 and varians 60,13. The average value of the post-test experimental class II that is 74,54 with SD 9,55 and varians 91,19. Based on the data analysis it was concluded that the data were normally distributed student learning outcomes for Lcount < Ltable and homogeneous Fhitung < Ftabel. From the calculation hypothesis test obtained tcount > ttable (1,81 > 1,67) or a 95% significance level α = 0,05, statistical hypothesis �� ∶ ��1 ≠ ��2 : 78,48 ≠74,54 so in research this means Ha accepted H0 is rejected.

Therefore we can conclude there is a positive and significant difference between the learning model Explicit Instruction and Demonstration on student learning outcomes in subjects Office Equipment AP Class XI SMK Negeri 1 Tanjung Pura Academic Year 2016/2017

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti ucapkan kepada Allah SWT atas berkah dan

rahmat-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun skripsi ini

adalah berjudul Perbedaan Model Pembelajaran Explicit Instruction dan Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Peralatan Kantor Kelas XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P. 2016/2017”

Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada

Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Studi Pendidikan Administrasi

Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

Dalam penelitian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak,

sehingga pada kesempatan ini peneliti dengan segala kerendahan dan ketulusan

hati mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Prof. Indra Maipita, M.Si., P.hD, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Dr. Eko Wahyu Nugrahadi, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang

Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

4. Bapak Dr. H. Arwansyah, M,Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi.

5. Bapak Dr. Dede Ruslan, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Ekonomi.

6. Ibu Dra. Sri Mutmainnah M.Si selaku Ketua Prodi Administrasi Perkantoran

(8)

waktu, pengarahan dan motivasi dalam membantu peneliti untuk

menyelesaikan skripsi ini

7. Dosen penguji saya, Bapak Dr. H. Arwansyah M.Si., Bapak Drs. M. Rusdi

Harahap M.Pd., dan Ibu Ellys Siregar Spd. M.Pd yang telah banyak

memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyusunan skripsi ini.

8. Terima kasih saya ucapkan kepada dosen Pembimbing Akademik peneliti,

Bapak Drs. Mangarap Sinaga M.S yang telah memberikan bimbingan dan

arahan selama peneliti menyelesaikan perkuliahan.

9. Seluruh Dosen dan Pegawai yang ada di Fakultas Ekonomi, khususnya Dosen

Program Studi Administrasi Perkantoran atas segala ilmu dan bantuan yang

telah diberikan kepada penulis selama penulis menuntut ilmu di Universitas

Negeri Medan.

10.Bapak Drs. Riswan Effendi selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjung

Pura, yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan

penelitian disekolah tersebut.

11.Bapak/Ibu guru beserta staf pegawai Negeri 1 Tanjung Pura dan seluruh

Siswa/siswi SMK Negeri 1 Tanjung Pura.

12.Terkhusus dan teristimewa ucapan terima kasih yang tak terhingga, sayang

dan cinta kasih setulus-tulusnya adinda ucapkan kepada kedua orangtua

tercinta Ayahanda Sudiarto dan Ibunda Ekawati Kustini yang telah

memberikan kasih sayang dan cinta yang tak terhingga kepada, terimakasih

adinda ucapkan atas segala pengorbanan, nasehat, semangat, materi dan do’a

(9)

13.Teristimewa ucapan terima kasih, kepada Kakanda tersayang dan tercinta Eko

Sunarto, dan adikku Sindi Antika serta seluruh keluarga besarku yang telah

memberikan doa, semangat, dan motivasi kepada peneliti.

14.Kepada sahabat-sahabat peneliti Nurul Hikmah Dalimunthe, Ririe Utari,

Sriminti Wahyuni, Yusrika Panggabean, Nur Aisyah, Devi Safitri dan Nirvana

Berutu, peneliti mengucapkan banyak terima kasih untuk persahabatan kita.

15.Teristimewa kepada teman dekat peneliti Indra Dedi Prayudi, terima kasih

untuk dukungan dan semangat yang begitu banyak diberikan selama dan

sampai peneliti menyelesaikan perkuliahan.

16.Terima kasih kepada teman seperjuangan di kelas Pendidikan Administrasi

Perkantoran Reg. B stambuk 2012.

17.Kepada teman-teman PPL yang tercinta di SMK Negeri 1 Tanjung Pura

terutama kepada, Widia Irmidiani, dan Sri Oktaviani terima kasih untuk

motivasi dan dukungan kalian semua.

Akhir kata peneliti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang

membantu dan mendukung dalam proses penyelesaian skripsi ini. Peneliti

berharap skripsi ini bermanfaat bagi seluruh pihak sebagai bahan masukan bagi

dunia pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Medan, Agustus 2016 Peneliti

(10)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 5

1.3. Pembatasan Masalah ... 6

1.4. Rumusan Masalah ... 6

1.5. Tujuan Penelitian ... 6

1.6. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis ... 8

2.1.1. Hakikat Model Pembelajaran ... 8

2.1.2. Model Pembelajaran Explicit Instruction ... 10

2.1.3. Model Pembelajaran Demonstrasi ... 13

2.1.4. Perbedaan Model Pembelajaran Explicit Instruction dengan Demonstrasi ... 17

(11)

2.2. Penelitian yang Relevan ... 22

2.3. Kerangka Berpikir ... 24

2.4. Hipotesis ... 27

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28

3.1.1. Lokasi Penelitian ... 28

3.1.2. Waktu Penelitian ... 28

3.2. Populasi dan Sampel ... 28

3.2.1. Populasi Penelitian ... 28

3.2.2. Sampel Penelitian ... 28

3.3. Variabel Penelitian ... 29

3.4. Defenisi Operasional ... 29

3.5. Desain Penelitian ... 30

3.6. Teknik Pengumpulan Data ... 33

3.6.1. Validitas Tes ... 34

3.6.2. Reliabilitas Tes ... 35

3.6.3. Tingkat Kesukaran Soal ... 36

3.6.4. Daya Pembeda Soal ... 37

3.7. Teknik Analisis Data ... 38

3.7.1. Menghitung Nilai Rata-Rata dan Standar Deviasi ... 38

3.7.1.1. Menghitung Rata-rata Skor ... 38

3.7.1.2. Menghitung Standard Deviasi ... 38

3.7.2. Uji Normalitas ... 38

(12)

3.7.4. Pengujian Hipotesis ... 40

BAB 1V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian ... 42

4.1.1 Uji Vadilitas Tes ... 42

4.1.2 Uji Reliabilitas Tes ... 43

4.1.3 Uji Tingkat Kesukaran Tes ... 45

4.1.4 Uji Daya Pembeda Tes ... 45

4.2. Analisis Data... 46

4.2.1 Menghitung Nilai Rata-rata, Simpangan Baku, dan Varian 46 4.2.2 Uji Normalitas ... 54

4.2.3 Uji Homogenitas ... 55

4.2.4 Uji Hipotesis... 56

4.2.5 Hipotesis Statistik... 56

4.3 Pembahasan ... 57

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 61

5.2. Saran ... 61

(13)
[image:13.595.85.528.114.553.2]

DAFTAR TABEL

Tabel Hal

1.1 Data hasil belajar peralatan kantor siswa kelas XI T.A 2015/2016 .. 3

2.1 Perbedaan Explicit Instruction dan Demonstrasi ... 17

3.1 Populasi ... 28

3.2 Sampel ... 29

3.3 Desain Penelitian ... 31

3.4 Kisi-Kisi Instrument ... 33

4.1 Distribusi Frekuensi Pre-test Kelas Eksperimen I ... 47

4.2 Distribusi Frekuensi Pre-test Kelas Experimen II ... 49

4.3 Distribusi Frekuensi Post-test Kelas Eksperimen I ... 51

4.4 Distribusi Frekuensi Post-test Kelas Experimen II ... 53

4.5 Uji Normalitas Nilai Pre Test Kelas Eksperimen I dan II ... 54

4.6 Uji Normalitas Nilai Post Test Kelas Eksperimen I dan II ... 55

(14)
[image:14.595.69.534.113.650.2]

DAFTAR GAMBAR

Gambar Hal

4.1 Distribusi Frekuensi Pre-test Kelas Eksperimen I ... 48

4.2 Distribusi Frekuensi Pre-test Kelas Experimen II ... 50

4.3 Distribusi Frekuensi Post-test Kelas Eksperimen I ... 52

(15)

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1Silabus

Lampiran 2 RPP Experimen I

Lampiran 3 RPP Experimen II

Lampiran 4 Materi Pembelajaran

Lampiran 5 Instrumen Soal

Lampiran 6 Kunci Jawaban

Lampiran 7 Tabel Validitas Tes

Lampiran 8 Perhitungan Vadilitas Tes

Lampiran 9 Tabel Reliabilitas Tes

Lampiran 10 Perhitungan Reliabilitas Tes

Lampiran 11 Tabel Tingkat Kesukaran Tes

Lampiran 12 Perhitungan Tingkat Kesukaran Tes

Lampiran 13 Tabel Uji Daya Pembeda Soal

Lampiran 14 Perhitungan Uji Daya Pembeda Soal

Lampiran 15 Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen I

Lampiran 16 Data Hasil Belajar Kelas Experimen II

Lampiran 17 Perhitungan Rata-rata, Standar Deviasi dan Varians

Lampiran 18 Uji Normalitas

Lampiran 19 Uji Homogenitas

Lampiran 20 Uji Hipotesis

Lampiran 21 Dokumentasi

Lampiran 22 Tabel r Product Moment

Lampiran 23 Tabel Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Liliefor

Lampiran 24 Nilai-nilai Distribusi F

Lampian 25 Nilai-nilai Distribusi t

(16)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha untuk mengembangkan potensi Sumber Daya

Manusia (SDM) melalui kegiatan pembelajaran. Melalui kegiatan pembelajaran,

seseorang akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang

dapat meningkatkan kualitas dirinya. Oleh sebab itu, pendidikan menjadi sangat

penting bagi kehidupan manusia.

Menurut Tirtaraharja (2005: 37)

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar dan indah untuk kehidupan karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan, dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap pendidikan.

Dari dua fungsi tujuan pendidikan tersebut, digambarkan bahwa pendidikan

dapat menuntun dan mengarahkan setiap individu agar selalu meningkatkan

kualitas dirinya.

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah lemahnya proses

pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk

mengembangkan kemampuan berfikir. Saat ini banyak proses pembelajaran di

dalam kelas lebih diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi.

Otak siswa dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi

tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya kemudian

(17)

2

yang lulus dari sekolah akan pintar secara teoritis akan tetapi kurang cakap dalam

aplikasi.

Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, Standar Proses Pendidikan

(SPP) memiliki peran yang sangat penting. Menurut peraturan pemerintah No. 19

Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 ayat 6, “standar proses pendidikan adalah standar

nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu

satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan”. Standar proses

pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, dalam arti bagaimana

seharusnya proses pembelajaran berlangsung.

Dalam implementasi Standar Proses Pendidikan, guru merupakan

komponen yang sangat penting, sebab keberhasilan pelaksanaan proses

pembelajaran sangat tergantung pada guru. Guru merupakan sosok yang sangat

terlibat dalam proses pembelajaran di kelas. Tetapi pada kenyataanya masih

banyak guru yang belum sepenuhnya merealisasikan peranannya sebagai tenaga

yang professional, kreatif dan inovatif dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan

nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu indikator pendidikan

berkualitas adalah perolehan nilai hasil belajar. Nilai hasil belajar siswa sangat

ditentukan oleh keberhasilan proses pembelajaran. Keberhasilan proses

pembelajaran tidak lepas dari peran guru yang profesional.

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK Negeri 1 Tanjung Pura pada

mata pelajaran peralatan kantor, diperoleh keterangan bahwa masih banyak siswa

(18)

3

75. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peralatan kantor siswa masih rendah.

[image:18.595.87.542.141.528.2]

Data tersebut dapat dilihat pada table 1.1.

Tabel 1.1

Data Hasil Belajar Peralatan Kantor Kelas XI Kelas Jumlah

Siswa

KKM Tahun

Ajaran

Rentang Nilai Persentasi Ketuntasan 65-74 75-84 85 >

34 Siswa

75 2014/2015 21 9 4 38,2%

XI AP 1 75 2015/2016 23 7 4 32,3%

Rata-rata 22 8 4 35,3%

34 Siswa

75 2014/2015 19 8 7 44,1%

XI AP 2 75 2015/2016 23 8 3 32,3%

Rata-rata 21 8 5 38,2%

Sumber : Guru Mata Pelajaran Peralatan Kantor SMK Negeri 1 Tanjung Pura

Dari tabel di atas menunjukkan persentasi siswa yang mencapai KKM pada

kelas XI-AP 1 tahun ajaran 2014/2015 hanya 38,2 % (11 orang), sedangkan pada

tahun ajaran 2015/2016 mengalami penurunan menjadi 32,3% (11 orang). Pada

kelas XI-AP 2 tahun ajaran 2014/2015 siswa yang mencapai KKM sebesar 44,1 %

(15 orang) dan tahun ajaran 2015/2016 sebesar 32,3%. Data tersebut

menunjukkan bahwa rata-rata jumlah siswa yang mencapai KKM masih rendah

dan mengalami penurunan pada tahun berikutnya.

Menurut pengamatan peneliti, rendahnya hasil belajar peralatan kantor

siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Tanjung Pura disebabkan

guru yang masih menerapkan model pembelajaran konvensional, dimana

pembelajaran masih berpusat pada guru. Guru cenderung lebih banyak

menjelaskan pelajaran dengan ceramah dan mencatat di depan kelas sedangkan

siswa hanya mendengarkan dan menulis apa yang disampaikan guru tanpa ada

(19)

4

Menurut hasil pengamatan peneliti dengan siswa SMK Negeri 1 Tanjung

Pura guru tidak menerapkan model pembelajaran yang inovatif di dalam proses

pembelajaran, akibatnya siswa cenderung kurang aktif dan kesulitan dalam

memahami pelajaran peralatan kantor dikarenakan cara mengajar guru yang

monoton dan selalu berpatokan pada buku. Dengan suasana kelas yang seperti ini,

pelajaran yang didapat tidak mudah untuk diingat terlebih dapat dipahami oleh

siswa.

Apabila dibiarkan terus menerus, maka dikhawatirkan kualitas belajar siswa

akan semakin menurun, mengingat mata pelajaran peralatan kantor merupakan

mata pelajaran produktif yang wajib dipahami siswa jurusan administrasi

perkantoran. Maka dari itu agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan

efisien, guru diharapkan dapat merancang model pembelajaran yang sesuai

dengan materi yang akan disampaikan sehingga siswa lebih mahir dalam

pengelolaan peralatan kantor. Dengan menerapkan model pembelajaran yang

tepat, siswa akan lebih mudah memahami materi yang dia ajarkan, selain itu juga

dapat menciptakan suasana kelas yang tidak monoton dan membosankan bagi

siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa mengamati

secara langsung materi yang dipelajari adalah model pembelajaran Explicit

Instuction dan Demonstrasi. Menurut Istarani (2012; 99) “model pembelajaran

Explicit Instruction khusus dirancang untuk mengembangkan cara belajar peserta

didik tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat

(20)

5

digunakan untuk menciptakan daya urut dan kemampuan berfikir siswa secara

ringkas dan sistematis.

Menurut Roestiah (dalam Mifatul Huda, 2014) “model pembelajaran

Demonstrasi (Peragaan) merupakan model mengajar dimana guru memperlihatkan

suatu benda asli, benda tiruan atau suatu proses dari materi yang diajarkan kepada

seluruh siswa”. Dalam model demonstrasi, siswa dapat mengamati dengan

seksama apa yang terjadi, bagaimana prosesnya, bahan apa saja yang diperlukan

serta bagaimana hasilnya.

Kedua model ini akan membuat siswa lebih memahami materi pelajaran

karena pembelajaran yang dilakukan guru tidak hanya dapat didengar siswa, tetapi

juga dapat dilihat dan dilakukan sendiri oleh siswa. Hal ini dapat menumbuhkan

daya ingat yang kuat terhadap siswa karena pelajaran tersebut telah menjadi

pengalaman baginya.

Dari uraian diatas, peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan

judul: “Perbedaan Model Pembelajaran Explicit Instruction dan Demonstrasi

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Peralatan Kantor Kelas XI AP

SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P. 2016/2017”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka peneliti

mengidentifikasi pokok-pokok masalah sebagai berikut:

1. Guru masih menenerapkan model pembelajaran konvensional dalam

proses pembelajaran.

(21)

6

3. Siswa kurang aktif dan kesulitan dalam memahami mata pelajaran

peralatan kantor.

4. Hasil belajar peralatan kantor siswa masih rendah.

1.3. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini dapat lebih fokus sehingga sasaran yang diinginkan

tercapai, maka peneliti membatasi masalah yang akan diteliti. Adapun batasan

masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Model pembelajaran yang diteliti adalah model pembelajaran Explicit

Instruction dan Demonstrasi

2. Hasil belajar yang diteliti adalah hasil belajar Peralatan Kantor pada

ranah kognitif siswa kelas XI-AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P.

2016/2017.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah

diatas, maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu “Apakah ada

perbedaan yang positif dan signifikan model pembelajaran Explicit Instruction

dan Demonstrasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Peralatan

Kantor Kelas XI AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P. 2016/2017”?

1.5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peralatan kantor yang diajar dengan

(22)

7

diajar dengan model pembelajaran Demonstrasi pada siswa kelas XI AP SMK

Negeri 1 Tanjung Pura T.P 2016/2017.

1.6. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:

1. Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan

pengalaman peneliti dalam bidang pendidikan khususnya pada model

pembelajaran Explicit instruction dan model pembelajaran

Demonstrasi.

2. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi staf pengajar dan

khususnya guru bidang studi peralatan kantor SMK Negeri 1 Tanjung

Pura dalam menggunakan model pembelajaran Explicit instruction dan

model pembelajaran Demonstrasi.

3. Sebagai bahan refrensi dan massukan bagi civitas akademis Fakultas

Ekonomi Universitas Negeri Medan dan pihak lain yang ingin

mengadakan penelitian yang berkaitan dengan model pembelajaran

(23)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas maka dapat

disimpulkan bahwa :

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang positif dan

siginifikan hasil belajar peralatan kantor khususnya pada materi

menggunakan peralatan kantor yang diajar dengan Model Pembelajaran

Explicit Instruction dan hasil belajar peralatan kantor yang diajar dengan

Model Pembelajaran Demonstrasi. Hal ini dapat dilihat setelah pengujian

akhir atau post test, dimana rata-rata hasil belajar kelas eksperimen I setelah

perlakuan adalah 78,48. Untuk rata-rata hasil belajar kelas eksperimen II

adalah 74,54 sehingga � ∶ ��1 ≠ ��2

2. Dari hasil perhitungan hipotesis diperoleh nilai dimana thitung > ttabel (1,81 >

1,67). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang positif dan

signifikan antara Model Pembelajaran Explicit Instruction dan Demonstrasi

terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas XI

AP SMK Negeri 1 Tanjung Pura T.P 2016/2017.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas maka peneliti

memberi beberapa saran sebagai berikut :

1. Dengan melihat perbedaan yang positif dan signifikan sebaiknya guru

(24)

62

memilih menggunakan Model Pembelajaran Explicit Instruction agar

dapat meningkatkan hasil belajar.

2. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti lebih lanjut pada Model

Pembelajaran Explicit Instruction disarankan agar melakuakan

penelitian ini dengan mata pelajaran yang lain agar dapat dijadikan studi

pembanding guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

3. Kepada pihak yang berwenang dalam bidang pendidikan, disarankan

agar dapat mensosialisasi model pembelajaran explicit instruction

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, Nur. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Model Demonstrasi Untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Diklat Menggunakan Peralatan Kantor Kelas XI SMK Prayatna Medan. Medan : Skripsi Unimed

Anitah, Sri. 2007. Model-Model Belajar dan Rumpun Model Mengajar. Jakarta : Depdiknas.

Furida, Vida Hasna dkk. 2009. Menggunakan Peralatan Kantor SMK. Bandung Armico

Hafni, Zainur. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Expicit Instruction dengan

Strategi Pembelajaran The Power Of Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI SMK Sinar Husni Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016.

Medan : Skripsi Unimed

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia

Huda, Mifatul. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. 2014. Pustaka Pelajar : Yogyakarta

Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada

Jihad. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta : Multi Presindo

Kurniasih, Imas dan Berlin Sani. 2015. Ragam Pengembangan Model

Pembelajaran. Jakarta : Kata Pena

Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosda Karya

Maulida, Risya. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction

dengan Strategi Practice Rehearsal Pairs Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Tunas Pelita Binjai T.P 2014/2015. Medan : Skripsi Unimed

Nurulwati. 2000. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran. http://tricepti4042.blogspot.com (diakses tanggal 15 Maret 2016)

Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Belajar

Qirana Shali dkk. 2012 Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction

(26)

64

Http://cs.upi.edu/uploads/paper_skripsi_dik_pdf (diakses tanggal 16 Maret 2016)

Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Strandar Proses

Pendidikan. Jakarta : Kencana

Slameto, 2010. Belajar & Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta

Sudjana. 2008. Metode Statistika. Bandung : Tarsito

Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosda karya

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta : Pustaka Belajar

Tampubolon, Damaris. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Expicit Instruction

dengan Strategi Pembelajaran Fire-Up Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI SMK Negeri Medan T.P 2013/2014.Medan : Skripsi Unimed

Tirtarahardja dan La Sula. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta : Perenada Media Grup

Trianto. 2010. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustakaraya

Zebua, Evi Zultriani. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Demonstrasi

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Menggunakan Peralatan Kantor Di SMK Prayatna-1 Medan T.A 2014/2015. Medan:

Gambar

Tabel
Gambar
Tabel 1.1 Data  Hasil Belajar Peralatan Kantor Kelas XI

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran explicit instruction dapat meningkatkan hasil belajar menggambar dengan perangkat lunak pada

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dikelas XI Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan pada mata

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar antara penggunaan metode Explicit Instruction dengan penggunaan model pembelajaran ARIAS

dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara metode pembelajaran eksperimen dengan metode pembelajaran demonstrasi terhadap hasil belajar siswa pada standar

Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Explicit Instruction dengan model Group Investigation untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI

Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan Time Token

Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar kewirausahaan dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievment

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika pada pokok bahasan segitiga melalui strategi Think- Pair-Square dan Explicit