• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Penderita Retinoblastoma di RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Januari 2011 – Desember 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Karakteristik Penderita Retinoblastoma di RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Januari 2011 – Desember 2013"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membangun landasan teoritis dan praktis penelitian tentang karakteristik penderita retinoblastoma di RSUP Haji Adam Malik Medan periode Januari 2011 – Desember 2013. Latar belakang memaparkan retinoblastoma (RB) sebagai kanker mata anak yang signifikan, menekankan pentingnya diagnosis dini dan pengobatan optimal, khususnya di negara berkembang dengan keterbatasan sumber daya kesehatan. Keterlambatan diagnosis seringkali menyebabkan prognosis yang buruk. Latar belakang ini secara efektif mengarahkan pembaca pada urgensi penelitian ini dan relevansinya dengan permasalahan kesehatan publik. Rumusan masalah, tujuan penelitian (umum dan khusus), serta manfaat penelitian dijabarkan dengan jelas, menunjukkan kerangka berpikir yang terstruktur dan terarah. Tujuan penelitian yang terinci, meliputi angka kejadian, karakteristik klinis, faktor sosiodemografi, dan outcome pasien, memungkinkan pengukuran hasil penelitian yang komprehensif. Manfaat penelitian yang meliputi dampak bagi RSUP Haji Adam Malik, orang tua dan pasien, masyarakat, dan peneliti lain menunjukkan kontribusi akademik dan praktis yang potensial.

1.1. Latar Belakang

Sub-bab ini menyajikan tinjauan pustaka yang relevan dengan retinoblastoma, membahas insidensi global dan regional, faktor risiko (termasuk sosioekonomi dan status gizi), manifestasi klinis, dan tantangan dalam diagnosis dan pengobatan di negara berkembang. Penulis mengutip beberapa penelitian sebelumnya untuk mendukung argumennya. Dari segi pedagogis, sub-bab ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang retinoblastoma, mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya konteks sosial dan ekonomi dalam kesehatan, serta menunjukkan bagaimana penelitian dapat menginformasikan praktik klinis. Penggunaan referensi dari berbagai sumber menunjukkan kualitas penelitian dan kredibilitas isi sub-bab ini. Sub-bab ini berhasil membangun konteks dan justifikasi bagi penelitian yang dilakukan.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diajukan secara singkat dan tepat, yaitu menentukan karakteristik penderita retinoblastoma pada periode waktu dan lokasi penelitian yang spesifik. Ini menunjukan fokus penelitian yang terarah dan terukur. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa bagaimana merumuskan pertanyaan penelitian yang efektif dan spesifik, penting untuk mengarahkan proses penelitian secara efisien dan menghasilkan data yang relevan.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian, baik umum maupun khusus, dijabarkan dengan detail. Tujuan umum menyatakan maksud utama penelitian, sementara tujuan khusus menjabarkan aspek-aspek spesifik yang akan diteliti. Ini menunjukkan perencanaan penelitian yang matang dan terstruktur. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa pentingnya merumuskan tujuan penelitian yang jelas, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART), sehingga memastikan arah penelitian yang tepat dan hasil yang bermakna.

1.4. Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan dampak positif yang diharapkan dari penelitian ini, baik bagi RSUP Haji Adam Malik, orang tua dan pasien, masyarakat, dan peneliti lain. Ini menunjukkan relevansinya terhadap berbagai pihak dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa pentingnya mempertimbangkan dampak dan aplikasi praktis dari penelitian, selain kontribusi akademisnya. Menjelaskan manfaat penelitian menunjukkan kemampuan peneliti untuk menghubungkan penelitian dengan konteks yang lebih luas.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pustaka memberikan landasan teoritis yang kuat bagi penelitian. Penulis secara sistematis membahas anatomi, histologi, dan fisiologi retina, menjelaskan dasar biologis retinoblastoma. Diskusi mengenai etiologi, patogenesis, faktor risiko, klasifikasi, diagnosis, dan penatalaksanaan retinoblastoma disampaikan secara komprehensif. Penggunaan beragam sumber referensi ilmiah memperkuat kredibilitas tinjauan pustaka. Secara pedagogis, bagian ini menyediakan bahan ajar yang komprehensif tentang retinoblastoma, memperluas pengetahuan mahasiswa, dan melatih mereka dalam menganalisis dan mensintesis informasi ilmiah dari berbagai sumber.

2.1. Retina

Sub bab ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang anatomi, histologi, dan fisiologi retina, membangun dasar pemahaman yang diperlukan untuk memahami retinoblastoma. Penjelasan anatomi retina, termasuk ukuran, lokasi, dan vaskularisasi, sangat penting. Deskripsi histologi retina, dengan sepuluh lapisannya, sangat detail dan informatif. Penjelasan fisiologi retina, termasuk fungsi sel batang dan kerucut serta jalur visual, sangat relevan. Penggunaan gambar anatomi dan histologi meningkatkan pemahaman pembaca. Dari segi pedagogis, sub bab ini memperlengkapi mahasiswa dengan pengetahuan dasar tentang anatomi dan fisiologi mata yang esensial untuk memahami penyakit mata, khususnya retinoblastoma.

2.2. Retinoblastoma

Sub bab ini membahas secara rinci tentang retinoblastoma, mulai dari definisi, etiologi (mutasi genetik RB1), faktor risiko (genetik, sosioekonomi, status gizi), patogenesis (mekanisme molekuler), klasifikasi (berdasarkan mutasi genetik, lateralisasi, dan perkembangan), diagnosis (gejala klinis, pemeriksaan fisik dan penunjang), dan penatalaksanaan (enukleasi, radioterapi, kemoterapi, dan lainnya). Penjelasannya komprehensif, detail dan didasarkan pada literatur ilmiah. Penggunaan tabel dan gambar memperjelas informasi yang kompleks. Dari segi pedagogis, sub bab ini merupakan sumber belajar yang komprehensif tentang retinoblastoma, meliputi aspek klinis, patologi, dan pengobatannya. Ini membantu mahasiswa memahami kompleksitas penyakit ini dan mempersiapkan mereka dalam menghadapi kasus serupa di masa depan.

III. Kerangka Konsep dan Definisi Operasional

Bagian ini menjelaskan secara ringkas kerangka konseptual penelitian dan definisi operasional variabel-variabel yang digunakan. Kerangka konseptual menggambarkan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti, memberikan gambaran desain penelitian secara visual. Definisi operasional memastikan pengukuran variabel yang konsisten dan obyektif, menghindari ambiguitas dalam interpretasi data. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa pentingnya merumuskan kerangka konseptual dan definisi operasional yang jelas dan terukur untuk memastikan kualitas dan kevalidan penelitian.

IV. Metodologi Penelitian

Bagian metodologi menjelaskan desain, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan pengolahan serta analisis data. Penggunaan desain cross-sectional, metode total sampling, serta teknik pengumpulan dan analisis data yang tepat (SPSS) memperlihatkan metodologi penelitian yang terencana dengan baik dan terukur. Deskripsi metode yang detail memudahkan pembaca untuk memahami proses penelitian dan mengevaluasi keandalan hasilnya. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa tentang berbagai metode penelitian kuantitatif, pentingnya pemilihan metode yang tepat sesuai dengan tujuan penelitian, dan tata cara pelaporan metodologi penelitian yang memenuhi standar ilmiah.

V. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian secara sistematis dan menganalisisnya secara kritis. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang mudah dipahami, menunjukkan angka kejadian RB, karakteristik demografis pasien, karakteristik klinis, dan outcome. Pembahasan menganalisis hasil penelitian dan menghubungkannya dengan literatur yang ada, menjelaskan signifikansi temuan dan implikasinya bagi praktik klinis dan penelitian lebih lanjut. Penulis menunjukkan kemampuannya untuk menginterpretasi data dan menarik kesimpulan yang berdasarkan bukti empiris. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam menganalisis dan menginterpretasi data, menulis hasil penelitian secara sistematis dan jelas, serta menghubungkan temuan penelitian dengan konteks teoritis yang relevan.

5.1. Hasil Penelitian

Bagian ini menyajikan temuan-temuan penelitian secara deskriptif dan sistematis, menggunakan tabel dan grafik yang mudah dipahami. Presentasi data yang terstruktur dan jelas memudahkan pembaca dalam memahami karakteristik penderita retinoblastoma berdasarkan berbagai variabel yang diteliti (demografi orang tua dan anak, status gizi, klasifikasi RB, stadium, gejala klinis, onset, penatalaksanaan, dan outcome). Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam menyajikan data kuantitatif secara efektif dan komprehensif, sesuai dengan standar penulisan ilmiah.

5.2. Pembahasan

Bagian ini memberikan interpretasi dan analisis yang kritis terhadap hasil penelitian. Penulis membandingkan temuan penelitian dengan literatur yang relevan, menjelaskan kesamaan dan perbedaannya, serta menawarkan penjelasan yang beralasan atas temuan-temuan yang unik. Pembahasan yang menyeluruh menunjukkan kemampuan penulis untuk berpikir kritis dan menganalisis data secara mendalam. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam melakukan analisis dan interpretasi data secara kritis, menghubungkan temuan penelitian dengan teori yang relevan, dan menulis pembahasan yang mendukung kesimpulan penelitian.

VI. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan penelitian dan menawarkan saran untuk penelitian dan praktik selanjutnya. Kesimpulan menyatakan secara ringkas temuan utama penelitian, sedangkan saran menawarkan rekomendasi yang bermanfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Kesimpulan dan saran yang terarah dan relevan menunjukkan kemampuan penulis untuk menarik kesimpulan yang berdasarkan bukti empiris dan menawarkan rekomendasi yang bermanfaat. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam merumuskan kesimpulan yang tepat dan menawarkan saran yang konstruktif, berdasarkan temuan penelitian.

VII.Daftar Pustaka

Daftar pustaka mencantumkan semua sumber referensi yang digunakan dalam tesis. Daftar pustaka yang lengkap dan terstruktur menunjukkan kepatuhan penulis terhadap etika penulisan ilmiah dan kemampuan penulis dalam mengelola referensi secara efisien. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam menyusun daftar pustaka yang memenuhi standar akademik.

Referensi Dokumen

  • Orphanet Journal of Rare Disease: Retinoblastoma ( Aerts, I., Lumbroso-Le Ruic, L., Gauthier-Villars, M., Brisse, H., Doz, F., Desjardins, L. )
  • An Epidemiological Assesment of Childhood Cancer in Greater Mumbai ( Ajiki, dkk. )
  • How is Retinoblastoma Diagnosed ( American Cancer Society )
  • Computed Tomography Findings of Retinoblastoma Patient at Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta ( Asih, D., Gatot, D., Sitorus, R.S. )
  • Outcome of children with retinoblastoma and isolated choroidal invasion ( Bosaleh, A., dkk. )

Gambar

Gambar 2.1. Anatomi Retina
Gambar 2.6. Siklus sel patologis: proses inaktivasi protein Rb melalui
Gambar 2.8. Patogenesis mutasi gen RB1 sel germinal dan sel non-
Gambar 2.11. Gambaran leukokoria pada pemeriksaan funduskopi
+7

Referensi

Dokumen terkait

1 Balita Perempuan Tidak ada gejala klinis ostium primum 2 Balita Perempuan Dyspnea, Mudah lelah, Stenosis ostium sekundum 3 Anak - anak Perempuan Sesak karena aktivitas, Mudah

Jenis Kelamin Keadaan tunuh penderita yang membedakan manusia secara fisik Data Rekam Medis Rekam Medis Laki-laki Perempuan Nominal Stadium Keluhan Utama Gejala Klinis

Berdasarkan jenis pekerjaan yang telah dibagi secara garis besar berdasarkan tingkat kemungkinan cedera dan beban pada sendi lutut, penderita osteoartritis lutut paling

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penderita berdasarkan jumlah, kelompok usia yang terbanyak, perbandingan jenis kelamin, tipe, keluhan utama, gejala

Dengan penelitian ini dapat diketahui angka karakteristik retinopati hipertensi di RSUP H.Adam Malik Medan periode Januari-Desember 2012 sehingga diharapkan dapat menjadi salah

Retina menerima suplai darah dari dua sumber: khoriokapilaria, sistem kapilari dari arteri koroidal yang merupakan cabang dari arteri siliari, yang berada tepat di luar

Kesimpulan: Benda asing ditemukan paling banyak pada balita terutama laki-laki dengan jenis benda anorganik, gejala klinis sulit menelan, dan banyak penderita ditemukan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penderita berdasarkan jumlah, kelompok usia yang terbanyak, perbandingan jenis kelamin, tipe, keluhan utama, gejala