• Tidak ada hasil yang ditemukan

Monitoring Dan Evaluasi Penerapan Teknologi Legowo 4:1 Pada Usaha Tani Padi Sawah ( Desa Lubuk Bayas Kec. Perbaungan Kab. Serdang Bedagai)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Monitoring Dan Evaluasi Penerapan Teknologi Legowo 4:1 Pada Usaha Tani Padi Sawah ( Desa Lubuk Bayas Kec. Perbaungan Kab. Serdang Bedagai)"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar                                                          Judul                                             Halaman
Gambar 1. Skema Dampak
Tabel 1. Tinggi Tanaman dan Komponen Hasil Padi Sawah Pada Sistem Tanam Legowo 4:1 dan Tegel Di Kabupaten Simalungun, Musim Hujan Tahun 1998/1999
Tabel 2. Produksi Beberapa Varietas Padi Sawah Sistem Tanam Legowo 4:1 dan Tegel Di Kabupaten Simalungun, Musim Hujan Tahun 1998/1999
+7

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat hubungan karakteristik sosial ekonomi petani pelaksana penerapan pertanian padi organik (pendidikan, lama berusaha tani, usia, frekuensi mengikuti penyuluhan, dan

Untuk menganalisis perbedaan rata-rata produktivitas, rata-rata biaya, dan rata-rata pendapatan petani padi organik dengan pendapatan petani padi semi. organik di

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan scoring , metode statistik Korelasi Rank Spearmen dan metode Uji Beda Rata-Rata (Compare Means ) dengan

Jumlah biaya produksi usahatani padi sawah sistem tanam jajar legowo 2:1 lebih tinggi bila dibandingkan dengan sistem tanam jajar legowo 4:1 dan sistem

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap para petani padi nonorganik, semiorganik, dan organik di daerah penelitian dapat dilihat bahwa ada beberapa hal

a) Hasil produksi pertanian organik pada awal penerapannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan pertanian anorganik yang menggunakan bahan kimia. Karena hal ini pula dan

Berdasarkan uraian mengenai kelebihan dan kekurangan usahatani padi sawah organik dan adanya fenomena berupa masih sangat sedikitnya jumlah kelompok tani di Kabupaten

pertanian padi organik (pendidikan, lama berusaha tani, usia, frekuensi mengikuti penyuluhan, dan luas lahan) dengan tingkat partisipasinya dalam pelaksanaan penerapan