PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN TAPANULI
SELATAN TAHUN 2010-2012
TUGAS AKHIR
MUNAWIRNASIR NASUTION
072407092
PROGRAM STUDI D – 3 STATISTIKA
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN TAPANULI
SELATAN TAHUN 2010-2012
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk melengkapi tugas dan melengkapi syarat mencapai gelar Ahli Madya
MUNAWIRNASIR NASUTION
072407092
PROGRAM STUDI D – 3 STATISTIKA
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERSETUJUAN
Judul :
PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI
KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN
2010-2012
Kategori : TUGAS AKHIR
Nama : munawirnasir
Nomor Induk Mahasiswa : 072407092
Program Studi : DIPLOMA (D3) STATISTIKA
Departemen : MATEMATIKA
Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
(FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Diluluskan di
Medan, Juni 2011
Diketahui oleh Pemimbing,
Departemen Matematika FMIPA USU Ketua,
Prof. Dr. Tulus, M.Si Drs. Gim tarigan
PERNYATAAN
PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN TAPANULI
SELATAN TAHUN 2010-2012
TUGAS AKHIR
Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, April 2011
Munawirnasir
PENGHARGAAN
Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, atas segala nikmat dan Karunia-Nya tugas akhir ini berhasil diselesaikan pada waktu yang telah ditetapkan.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Drs. Gim tarigan , M.si, selaku pembimbimg pada penyelesaian tugas akhir ini yang telah menyempurnakan kajian ini. Panduan ringkas dan padat dan professional yang telah diberikan kepada saya agar dapat menyelesaikan tugas ini. Ucapan terima kaasih juga saya ucapkan kepada ketua dan sekretaris departemen, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua Dosen dan Pegawai pada Departemen Matematika FMIPA USU.
DAFTAR ISI
Halaman
Persetujuan ii
Pernyataan iii
Penghargaan iv
Daftar Isi v
Daftar Tabel vii
BAB 1 Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Identifikasi Masalah 2
1.3 Batasan Masalah 3
1.4 Maksud dan Tujuan 3
1.5 Metodologi Penelitian 4
1.6 Tinjauan Pustaka 5
1.7 Organisasi Penulisan 6
BAB 2 Tinjauan Teoritis 7
2.1 Sumber-sumber Data 7
2.2 Metode yang Digunakan 9
BAB 3 Gambaran Umum Tempat Riset 11
3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik 11 3.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik 14 3.3 Gambaran Tentang Kabupaten Mandailing Natal 15
BAB 4 Analisa dan Pembahasan 18
4.1 Pengertian Analisa Data 18
4.2 Proyeksi Penduduk Kabupaten Mandailing Natal
Tahun 2014 18
BAB 5 Implementasi Sistem 29
5.1 Pengertian Implementasi Sistem 29
5.2 Pengenalan Excel 30
5.3 Fungsi Statistik 31
BAB 6 Kesimpulan dan Saran 35
6.1 Kesimpulan 35
6.2 Saran 36
Daftar Pustaka 37
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 Jumlah penduduk Laki-laki Kabupaten Mandailing Natal tahun
2005 - 2009 19
Tabel 4.2 Jumlah perubahan penduduk Kabupaten Mandailing Natal menurut
Jenis kelamin tahun 2005 – 2009 20
Tabel 4.3 Persentase perubahan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal
Menurut jenis kelamin tahun 2005 – 2009 23
Tabel 4.4 Hasil peramalan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Istilah statistik dengan statistika sering dipakai silih berganti meskipun sebenarnya artinya sangat
berbeda. Statistika adalah suatu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan
data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data
dan penganalisisan yang dilakukan. Sedangkan statistik adalah dipakai untuk menyatakan
kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel maupun diagram, yang
melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang menjelaskan sesuatu hal
biasanya diberi nama statistik mengenai hal yang bersangkutan. Demikianlah umpama kita
mengenal adanya statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik pendidikan, statistik produksi,
statistik pertanian, statistic kesehatan dan masih banyak nama-nama lainnya.
Statistik penduduk adalah suatu cara yang dapat digunakan untuk menjelaskan keadaan
penduduk di suatu negara maupun daerah. Pengetahuan tentang penduduk merupakan salah satu
masalah di dunia dewasa ini yang selalu berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan hidup yang
diperlukan oleh semua umat manusia. Dengan bertambahnya penduduk berarti semakin
bertambah pula persaingan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang diperlukan.
Semua perencanaan pembangunan perlu ditunjang oleh informasi mengenai jumlah penduduk, persebaran dan susunan penduduk menurut berbagai kelompok
yang sesuai dengan perencanaan tersebut. Informasi kependudukan yang harus tersedia tidak
kependudukan pada masa mendatang. Data kependudukan pada masa mendatang dibuat
perhitungan-perhitungan dan asumsi-asumsi tertentu.
Pertambahan penduduk yang besar dari tahun ke tahun memerlukan tambahan investasi
dan sarana untuk menunjang kesejahteraan rakyat, sarana kesehatan, pendidikan dan lain
sebagainya. Hal ini merupakan masalah yang rumit bagi pemerintah dalam usahanya
membangun dan meningkatkan taraf hidup rakyatnya demi menuju masyarakat yang adil dan
makmur sehingga tercapailah cita-cita nasional bangsa Indonesia.
Berdasarkan kondisi di atas, Penulis ingin melihat sampai sejauh mana keadaan
penduduk Kabupaten Mandailing Natal. Untuk itu penulis mengambil judul “PROYEKSI
PENDUDUK KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2014”.
1.2 Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul tersebut maka yang akan menjadi permasalahan adalah “Bagaimana
Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2014 berdasarkan data
jumlah penduduk pada tahun 2005 – 2009”.
1.3 Batasan Masalah
Pembatasan masalah bertujuan untuk memperjelas arah dan tujuan dari suatu masalah yang akan
diteliti sehingga tidak menimbulkan kekeliruan. Untuk lebih mengarahkan penguraian, sesuai
sebagai pedoman yang jelas dan tegas dalam mengambil keputusan. Sehubungan dengan itu
Penulis membatasi hanya menghitung pertumbuhan penduduk untuk tahun 2014, yang
didasarkan pada data jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2005 – 2009.
1.4 Maksud dan Tujuan
Seperti yang kita ketahui bahwa maksud dari pengadakan penelitian adalah untuk
mengumpulkan, mengolah, serta menganalisa data yang secara sistematis dan efisien untuk
memecahkan suatu masalah. Selain itu, maksud dari penelitian adalah untuk mengaplikasikan
pengetahuan atau menerapkan ilmu statistik yang di dapat selama duduk di bangku perkuliahan
tentang metode dan kegunaan statistik.
Adapun tujuan Penulis dalam melaksanakan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui proyeksi pertumbuhan penduduk Kabupaten Mandailing Natal.
2. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Kabupaten Mandailing
Natal sebagai bahan masukan atau bahan perbandingan untuk mengambil tindakan yang
akan dilaksanakan untuk tahun-tahun mendatang dalam mengatasi petambahan penduduk
serta menyusun perencanaan-perencanaan yang dapat mencapai tujuan utama Kabupaten
Mandailing Natal.
Metode penelitian adalah suatu cara yang terdiri dari langkah-langkah atau urutan kegiatan yang
berfungsi sebagai pedoman umum yang digunakan untuk melaksanakan penelitian sehingga apa
yang menjadi tujuan dari penelitian itu terwujud. Metode yang digunakan penulis dalam metode
ini adalah:
1. Metode pengambilan data
Metode pengumpulan data dapat dibedakan berdasarkan sumbernya, yaitu:
a. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau individu
sendiri, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya.
b. Data sekunder yaitu data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh
peneliti tetapi dikumpulkan orang pihak lain. Misalnya dari BPS, majalah,
internet, keterangan-keterangan atau publikasi lainnya.
Adapun data yang dibutuhkan untuk penulisan ini merupakan data sekunder dari
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara yang dilakukan pada bulan januari
sampai februari. penulis memilih data sekunder karena membutuhkan biaya yang
sedikit dan waktu yang lebih cepat dari pada data primer.
2. Penelitian kepustakaan
Penelitian kepustakaan adalah salah satu penelitian yang dipergunakan untuk
memperoleh data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam material yang didapat
di perpustakaan seperti: buku-buku, referensi, naskah serta bahan-bahan yang bersifat
teoritis yang mendukung dan relevan dalam penelitian.
1.6 Tinjauan Pustaka
Untuk kepentingan pembangunan dari berbagai kepentingan diperlukan proyeksi jumlah
penduduk dari tahun-tahun sebelumnya, apalagi kebutuhan perhitungan dengan proyeksi sangat
membantu. Salah satu perkiraan yang dapat membantu untuk mengetahui jumlah penduduk di
masa yang akan datang adalah proyeksi (projection).
Proyeksi penduduk adalah perhitungan yang menunjukkan angka fertilitas, mortalitas,
dan migrasi di masa yang akan datang. Perkiraan penduduk tidak hanya beberapa tahun, tetapi
bisa saja perkiraan beberapa puluh tahun yang akan datang. Jadi proyeksi penduduk
menggunakan beberapa asumsi sehingga jumlah penduduk yang akan datang adalah X kalau
fertilitas, mortalitas dan migrasi berada pada tingkat tertentu (Abdulrahman Ritonga;2003).
1.7 Organisasi Tulisan
Organisasi tulisan dibuat untuk memaparkan ataupun menjelaskan isi dari tugas akhir. Adapun
organisasi tulisan yang akan dikemukakan dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut ini:
BAB 1 : PENDAHULUAN
Bab ini memaparkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, maksud dan
tujuan dari penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka, dan organisasi tulisan.
BAB 2 : TINJAUAN TEORITIS
Bab ini berisi tentang sumber-sumber data dan menjelaskan tentang model yang akan digunakan
dalam pengolahan data yang didapat. Dalam hal ini menggunakan rumus Pertumbuhan
BAB 3 : GAMBARAN UMUM TEMPAT RISET
Bab ini memaparkan tentang sejarah singkat tempat riset yaitu BPS, visi dan misi BPS dan
gambaran tentang Kabupaten Mandailing Natal.
BAB 4 : ANALISA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisikan tentang penganalisaan dan pengolahan data yang diperoleh yaitu untuk
menghitung jumlah penduduk di tahun mendatang, melihat perbandingan jenis kelamin,
perbandingan rasio anak perempuan, rasio beban tanggungan, dan melihat struktur penduduk
dari hasil gambaran penduduk pada tahun 2014.
BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang rancangan program yang akan digunakan oleh penulis dalam
pengolahan data dalam tugas akhir ini dan bagaimana cara pengklasifikasian program tersebut.
BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan penutup yang berisikan kesimpulan yang diambil dari pembahasan pada
bab-bab sebelumnyadan Penulis mencoba memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk
BAB 2
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Sumber-Sumber Data
Sumber-sumber data kependudukan yang pokok adalah sensus penduduk, registrasi penduduk
dan penelitian (survei). Secara teoritis data registrasi penduduk lebih lengkap dari pada
sumber-sumber data yang lain karena kemungkinan tercecernya pencatatan peristiwa-peristiwa kelahiran,
kematian, dan mobilitas penduduk sangat kecil. Namun demikian di negara-negara yang sedang
berkembang, misalnya Indonesia, data-data kependudukan dari hasil registrasi masih jauh dari
memuaskan. Hal ini disebabkan karena banyaknya kejadian-kejadian vital (kelahiran dan
kematian) yang tidak tercatat sebagaimana mestinya.
2.1.1 Sensus Penduduk
Sensus penduduk merupakan suatu proses keseluruhan dari pada pengumpulan, pengolahan,
penilaian, penganalisaan dan penyajian data kependudukan yang menyangkut antara lain:
ciri-ciri demografi, sosial ekonomi, dan lingkungan hidup. Kedudukan sensus penduduk menjadi
amat penting terutama bagi negara-negara yang tidak atau belum tersedia sumber data lain
seperti registrasi atau survei. Agar hasil sensus penduduk dapat diperbandingkan antara beberapa
negara, maka dapat disepakati untuk melaksanakan melaksanakan sensus penduduk tiap 10 tahun
Adapun ruang lingkup sensus penduduk mencakup seluruh wilayah geografis suatu negara dan
seluruh penduduknya. Pelaksanaan sensus penduduk pada tahun 1980 di Indonesia misalnya,
mencakup seluruh wilayah geografis Indonesia dan mencakup seluruh golongan umur penduduk
baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal. Dan luasnya
data yang ingin dicakup dalam suatu sensus tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.
2.1.2 Regristasi Penduduk
Registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dilaksanakan oleh petugas
pemerintahan setempat yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian,
perubahan tempat tinggal dan perubahan pekerjaan.
Sistem registrasi penduduk telah dimulai sejak abad ke-16, terutama dilaksanakan oleh
gereja-gereja Kristen di Inggris dan negara-negara lain di Eropa. Disamping di Inggris, registrasi
juga telah dilaksanakan di Finlandia (1628), Denmark (1646), Norwegia (1685), dan Swedia
(1686). Di luar Eropa registrasi penduduk dilaksanakan di Cina kemudian menjalar ke Jepang
pada abad ke-17. Sistem registrasi penduduk ini akhirnya menjalar juga ke negara-negara Asia
dan Afrika dan diperkenalkan oleh negara-negara yang menjajahnya.
2.1.3 Survei Penduduk
Survey adalah cara pengumpulan data yang dilaksanakan melalui pencacahan sampel dari suatu
populasi untuk memperkirakan karakteristik objek pada saat tertentu. Hasil sensus penduduk dan
registrasi penduduk mempunyai keterbatasan. Mereka hanya menyediakan data statistik
kependudukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan prilaku penduduk tersebut.
terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam. Biasanya survei
kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengadakan survei-survei kependudukan, misalnya
Survei Ekonomi Nasional yang dimulai sejak tahun 1963, Survei Angkatan Kerja Nasional
(SAKERNAS) dan Survei Antar Sensus (SUPAS). Hasil-hasil survei ini melengkapi informasi
yang didapat dari Sensus Penduduk dan Registrasi Penduduk.
2.2 Metode yang Digunakan
Statistik dalam pengertian sebagai metode diperlukan untuk menyusun data yang telah
dikumpulkan. Masalah pengambilan keputusan akan timbul apabila kita dihadapkan pada 2
alternatif atau lebih yang harus kita pilih. Dengan menggunakan statistika kita akan dapat
mengambil keputusan secara tepat.
2.2.1 Angka pertumbuhan penduduk
Angka pertumbuhan penduduk menunjukkan rata-rata pertambahan penduduk per tahun pada
periode atau waktu tertentu dan biasanya dinyatakan dengan persen. Untuk menghitung besarnya
angka pertumbuhan penduduk setiap tahunnya maka penulis menggunakan rumus Pertumbuhan
Exponensiill, yaitu:
Dimana :
P0 = banyaknya penduduk pada tahun dasar
r = angka pertumbuhan penduduk
e = angka eksponensial (2.718282)
2.2.2 Rasio jenis kelamin menurut kelompok umur (Sex Ratio)
Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan
banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu, biasanya dinyatakan dengan
banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan. Secara umum rasio jenis
kelamin dapat dituliskan sebagai berikut:
Dimana:
SR = rasio jenis kelamin
a = jumlah penduduk laki-laki
b = jumlah penduduk perempuan
BAB 3
GAMBARAN UMUM TEMPAT RISET
3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik
propinsi sumatera utara merupakan lembaga pemerintahan non departemen yang berada dibawah
dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.
Badan Pusat Statistik ini ada sejak :
1. Masa Pemerintahan Hindia Belanda
Pada bulan februari 1920, kantor statistik pertama kali didirikan oleh Direktur Pertanian,
Kerajinan dan Perdagangan (Directur Van Land Bouw Nijeverheid En Handel), dan
kedudukan di bogor. Kantor ini diserahi tugas untuk mengolah dan mempublikasikan data
statistik.
Pada tahun 1923, Dibentuk suatu komisi untuk statistik yang anggotanya merupakan
wakil dari tiap – tiap departemen. Komisi tersebut diberi tugas untuk merencanakan
tindakan-tindakan yang mengarah sejauh mungkin untuk mencapai kesatuan dalam kegiatan di bidang
statistik di Indonesia.
Pada tanggal 24 September 1924, nama lembaga tersebut diganti dengan nama Central
Kantor Voor De Statistiek (CKS) atau kantor statistik dan dipindahkan ke Jakarta. Bersama
dengan itu beralih pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula dilakukan oleh
2. Masa Pemerintahan Jepang
Pada bulan juni 1944 pemerintah jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan statistik yang
utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang atau militer. Pada masa ini CKS diganti
menjadi Shomubu Chosasitsu Gunseikanbu.
3. Masa Kemerdekaan Republik Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tanggal 17 Agustus 1945. Kegiatan
statistik ditangani oleh lembaga atau instansi baru sesuai dengan suasana kemerdekaan yaitu
KAPPURI (Kantor Penyelidik Perangkaan Umum Republik Indonesia). Tahun 1946, Kantor
KAPPURI dipindahkan ke Yogyakarta sebagai sekuens dari Perjanjian Linggar Jati. Sementara
ini pemerintah Belanda (NICA) di Jakarta mengaktifkan kembali CKS.
Berdasarkan surat edaran kementerian kemakmuran tanggal 12 juli 1950
nomor:219/S.C,KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor Puast Statistik (KPS) dan berada
dibawah dan bertanggung jawab kepada kemakmuran.
Dengan surat Menteri Perekonomian tanggal 1 maret 1952 Nomor : P/44,lembaga KPS
berada dibawah dan bertanggung jawab perekonomian. Selanjutnya keputusan Menteri
Perekonomian tanggal 24 Desember 1953 Nomor:18.009/M,KPS dibagi menjadi 2 bagian yaitu
bagian Research yang di sebut Afdeling A dan bagian penyelenggara tata usaha yang disebut
Afdeling B.
Dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor :131 tahun 1957, kementerian
perekonomian dipecah menjadi kementerian Perdagangan dan Kemeterian Perindustrian. Untuk
selanjutnya Presiden Republik indonesia Nomor :172 tahun 1957, terhitung mulai tanggal 1 juni
1957 KPS diubah menjadi Biro Pusat Statistik dan urusan statistik semula menjadi tanggung
4. Masa Orde Baru sampai Sekarang
Pada pemerintah Orde Baru khususnya untuk memenuhi kebutuhan perencanaan dan evaluasi
pembangunan, maka untuk mendapatkan statistik yang handal, lengkap, tepat, akurat dan
terpercaya mulai diadakan pembenaran organisasi Biro Pusat Statistik.
Dalam masa Orde Baru ini Badan Pusat Statistik telah mengalami empat (4) kali
perubahan struktur organisasi :
a) Peraturan pemerintah Nomor : 16 tahun 1968 tentang organisasi Badan Pusat Statistik.
b) Peraturan pemerintah Nomor : 6 tahun 1980 tentang organisasi Badan Pusat Statistik.
c) Peraturan pemerintah Nomor : 2 tahun 1992 tentang kedudukan, tugas, fungsi,susunan
dan tata kerja Biro Pusat Statistik.
d) Undang – undang Nomor :16 tahun 1997 tentang statistik.
e) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor :86 tahun 1998 tentang Badan Pusat
Statistik.
f) Keputusan kepala Badan Pusat Statistik Nomor :100 tahun 1998 tentang organisasi dan
tenaga kerja Badan Pusat Statistik.
g) Peraturan Pemerintah Nomor : 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik.
Tahun 1968, ditetapkan peraturan pemerintah Nomor : 16 tahun 1968 yaitu yang mengatur
organisasi dan tata kerja di pusat dan di daerah. Tahun 1980 peraturan pemerintah Nomor : 6
tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti peraturan pemerintah Nomor : 6 tahun 1980 di
tiap provinsi terdapat perwakilan Badan Pusat Statistik dengan nama kantor Statistik Provinsi
Pada tanggal 19 Mei 1997 menetapkan tentang statistik sebagai pengganti undang –
undang Nomor : 6 dan 7 tentang sensus dan statistik. Pada tanggal 17 juni 1998 dengan
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 86 tahun 1998 ditetapkan Badan Pusat
Statistik, sekaligus mengatur tata kerja dan struktur Organisasi Badan Pusat Statistik yang baru.
3.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik mempunyai misi untuk menjadikan informasi sebagai tulang punggung
pembangunan nasional dan regional dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas,
ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang mutakhir.
Dalam nenunjang pembangunan nasional Badan Pusat statistik mengemban misi
mengarahkan pembangunan statistik pada penyediaan data statistik yang bermutu dan handal,
efektif dan efisien, peningkatan kesadaran masyarakat akan kegunaan Badan Pusat Statitik dan
pengemban ilmu pengetahuan statistik dalam kehidupan masyarakat.
3.3Gambaran Tentang Kabupaten Mandailing Natal
1 Geografi
Kabupaten Mandailing Natal secara geografis terletak antara 00.100- 10050 Lintang Utara dan 980 50 – 100010 Bujur Timur. Wilayah administrasi Mandailing Natal dibagi atas 17 Kecamatan dan 392 desa/kelurahan yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia
dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1998 pada tanggal 23 November 1998. Namun
sampai pada tahun 2009, setelah terjadi pemekaran, maka jumlah kecamatan menjadi 23
Kecamatan dan 395 desa/kelurahan.
Daerah Kabupaten Mandailing Natal secara geografis terletak paling selatan dan propinsi
a) Sebelah Utara dengan Kabupaten Padang Lawas
b) Sebelah Sedlatandengan Propinsi Sumatera Barat
c) SebelahTimur dengan Propinsi Sumatera Barat d) Sebelah Barat dengan Samudera Indonesia
2 Topografi
Daerah Kabupaten Mandailing Natal dibedakanatas 3 bagian:
- Dataran rendahmerupakandaerah pesisir dengan kemiringan 00 – 20 dengan daerahnya sekitar 160.500 ha (24,24%).
- Daerah/dataran landai dengan kemiringan 20 – 150. Luas daerahnya 36.385 ha (5,49%). - Dataran tinggi dengan kemiringan 15% - 40%. Dataran tinggi dibedakan atas 2 jenis:
a. Daerah perbukitan dengan luasnya 112.00 ha (16,91%) dengan kemiringan 150 - 200
b. Daerah pegunungan dengan luas 353.185 ha (53.34%) dengan kemiringan200-400
3 Iklim
Wilayah Mandailing Natal mempunyai iklim yang hampir sama dengan sebagian besar
Kabupaten / Kota yang ada di Indonesia. Hanya dikenal dua musim yaitu musim hujan dan
kemarau.
Musim kemarau terjadi antara bulan Juni sampai bulan September. Arus angina berasal dari
Australia yang tidak mengandung uap air, sebaliknya musim hujan terjadi pada bulan
Desember sampai bulan Maret karena arus angin banyak mengandung uap air yang berasal
dari Asia dan Samudera Pasifik. Keadaanini seperti silih berganti setiap tahun setelah
melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober-November. Frekuensi curah
hujan tahun 2009 lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2008.
4 Penduduk dan Ketenagakerjaan
Kabupaten yang terdiri dari 17 kecamatan dengan kepadatannya yakni 62 jiwa/km2. Kepadatan tertinggi di kecamatan Lembah Sorik Merapi yaitu 499 jiwa/km2 dan terkecil di kecamatan Muara Batang Gadis (10 jiwa/km2). Sesuai dengan nama daerahnya, penduduk mayoritas adalah Mandailing juga dihuni oleh suku-suku lainnya seperti, Batak, Jawa, Melayu,
Minag dan lainnya.
Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat dalam rangka
pelaksanaan otonomi daerah, diharapkan dapat memecahkan masalah kependudukan di daerah,
dengan cara pemindahan penduduk dari Pulau Jawa melalui program transmigrasi yang terdapat
di Kecamatan Natal dan Batang Natal berjalan sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah serta
Program KB yang dimulai pada awal tahun 1970-an dapat menekan laju penduduk di wilayah
Kabupaten Mandailing Natal.
4.2. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2006 yakni 413.750 jiwa. Laki-laki
202.904 orang dan perempuan 210.846 orang. Dengan sex ratio yaitu 96,23 dan banyak rumah
tangga 93.922 kk dengan rata-rata anggota rumah tangga yakni 4. Laju petumbuhan penduduk
Mandailing Natal tahun 2006 sebesar 1,42%.
Struktur penduduk Mandailing Natal menunjukkan bahwa usia produktif (15-64 tahun)
sangat menonjol sebesar 55,54% dan usia ketergantungan terdiri usia (0-14 tahun) sebesar:
41,43% dan Lansia (65+)sebesar 3,03%.
4.3. Ketenagakerjaan
Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan. Jumlah dan komposisi
terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi. Hasil SP 2000,
BAB 4
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Arti dan Kegunaan Analisis Data
Analisis data pada dasarnya dapat diartikan sebagai berikut :
1. Membandingkan dua hal atau lebih variabel untuk mengetahui selisih atau rasionya
kemudian diambil kesimpulannya.
2. Menguraikan atau memecahkan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau
komponen-komponen yang lebih kecil agar dapat :
a. Mengetahui komponen yang menonjol
b. Membandingkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya
c. Membandingkan salah satu atau beberapa komponen dengan keseluruhannya.
3. Memperkirakan atau memperbandingkan besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu
kejadian lainnya serta memperkirakan/meramalkan kejadian lainnya yang dapat
dinyatakan dengan perubahan nilai suatu variabelnya.
4.2 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2014
Laju pertumbuhan penduduk adalah perubahan penduduk yang terjadi jika dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dan biasanya dinyatakan dalam persentase. Hampir semua Negara
maju telah menyusun perkiraan jumlah seluruh penduduk setiap tahun. Dalam hal ini prosedur
untuk menghitung angka pertumbuhan penduduk boleh dikatakan cukup sederhana karena
perhitungannya dilakukan dengan membagi pertambahan jumlah penduduk selama tahun yang
bersangkutan dengan jumlah penduduk pada tahun awal. Pada kenyataan banyak Negara tidak
mempunyai angka yang tepat mengenai kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk dan
Dalam pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan model Matematis yang
sesuai. Model yang digunakan adalah Model Eksponensial dengan rumus sebagai berikut :
r =
Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2005 – 2009
TAHUN
JENIS KELAMIN
TOTAL
LAKI-LAKI WANITA
2005 193.284 199.886 393.170
2006 202.904 210.846 413.750
2007 205.343 212.247 417.590
2008 207.475 216.237 423.712
2009 210.578 219.311 429.889
Tabel 4.3 Jumlah Perubahan Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Menurut Jenis Kelamin
Tahun 2005-2009
TAHUN
JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PERUBAHAN /
TAHUN
LAKI-LAKI WANITA LAKI-LAKI WANITA
2005 193.284 199.886 2.962 2.555
2006 202.904 210.846 9.620 10.960
2007 205.343 212.247 2.439 1.401
2008 207.475 216.237 2.132 3.990
2009 210.578 219.311 3.103 3.074
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara
Dengan :
- Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2004 adalah 190.332
4.2.1 Keadaan Jumlah Penduduk
Adapun perhitungan jumlah penduduk didahului dengan menghitung tingkat pertumbuhan
penduduk, yang nantinya dengan tingkat pertumbuhan tadi kita gunakan sebagai peramalan
jumlah penduduk di masa yang akan dating, Rumus yang digunakan untuk menghitung Jumlah
Penduduk sebagai berikut :
r =
Dengan t log e = 0,43429
dan rumus untuk menghitung Jumlah penduduk yaitu :
1. Persentase Perubahan Penduduk Laki-laki pertahun :
3. Persentase perubahan penduduk laki-laki dan perempuan pertahun:
4. Persentase Perubahan Jumlah Penduduk pada Tahun 2007
a. Untuk Laki-laki
r2009 = 1,713%
r2009 = 1,855%
Tabel 4.4 Percentage Perubahan Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Menurut
Jenis Kelamin Tahun 2005 – 2009
Tahun Jumlah laki-laki (%) Jumlah Perempuan (%) Jumlah laki – laki dan perempuan (%)
2005 1,539 1,286 1,410
2006 4,857 5,338 5,102
2007 1,195 0,662 0,923
2008 1,033 1,862 1,455
2009 1,484 1,411 1,470
Jumlah 10,108 10,559 10,360
Sumber : Hasil Pengolahan Data Tabel 4.2
Dari Tabel di atas menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah penduduk Laki -laki
dan perempuan secara keseluruhan menurun dan dari hasil survey penurunan ini terjadi karena
kesadaran masyarakat untuk melaksanakan program KB (Keluarga Berencana) yang digalakkan
pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga serta banyaknya penduduk Indonesia
berpindah dari satu daerah ke daerah lain atau dari kecamatan satu ke kecamatan lain,yang
mungkin disebabkan karena faktor lapangan pekerjaan yang tidak tersedia di daerah asal.
Dengan diperolehnya persentase jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal maka
ramalan atau taksiran jumlah penduduk dapat ditentukan dengan menggunakan harga perubahan
Jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal dengan menggunakan rumus, yaitu :
1. Ramalan Jumlah Penduduk Tahun 2010
a. Untuk Laki-laki
P2010 = P2009.e.r.n
= 210.578. 2,718282 0,017139.l = 210.578 . 1,017286716
b. Untuk Perempuan
P2010 = P2009 . er.n
= 219.311 . 2,71 8282 0,018549.l = 219.311 . 1,018722103
= 223.417
2. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2011
a. Untuk Laki - laki
P2011 = P2010 . er.n
= 214.218 . 2,718282 0,017139.2 = 214.218 . 1,034872263
= 221.688
b. Untuk Perempuan
P2011 = P2010. er.n
= 223.417 . 2,7182820,018549 .2 = 223.417 . 1,037794722
= 231.861
3. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2012
a. Untuk Laki – laki
P2012 = P2011.e.r.n
= 221.688 . 2,7182820,017139 . 3 = 221.688 . 1,052761807
= 233.385
b. Untuk Perempuan
P2012 = P2011.e.r.n
= 231.861 . 2,7182820,018549. 3 = 231.861 . 1,057224421
4. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2013
a. Untuk Laki – laki
P2013 = P2012.e.r.n
= 233.385 . 2,7182820,017139 . 4 = 233.385 . 1.070960602
= 249.946
b. Untuk Perempuan
P2013 = P2012.e.r.n
= 245.129 . 2,7182820,018549. 4 = 245.129 . 1,077017885
= 264.008
5. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2014
a. Untuk Laki – laki
P2014 = P2013.e.r.n
= 249.946 . 2,7182820,017139 . 5 = 249.946 . 1,089473994
= 272.310
b. Untuk Perempuan
P2014 = P2013.e.r.n
= 264.008 . 2,7182820,018549. 5 = 264.008 . 1,097181925
= 289.665
6. Evaluasi Data Penduduk Indonesia
Dari hasil peramalan jumlah penduduk Indonesia dengan mehggunakan Perumusan
Eksponensial Of Growth seperti perhitungan di atas, maka di dapat nilai dari Tahun 2010 - 2015.
Tabel 4.5 Hasil Peramalan Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal dari Tahun
2010 – 2014
Tahun Jumlah Penduduk Jumlah
Laki - laki Perempuan
2010 2011 2012 2013 2014 214.218 221.688 233.385 249.946 272.310 223.417 231.681 245.129 264.008 289.665 437.635 453.369 478.514 513.954 561.975
Jumlah 1.191.547 1.253.900 2.445.447
4.3. Keadaan Laju Pertumbuhan Penduduk
Adapun perhitungan laju pertumbuhan penduduk sebagai berikut
Pn = Po (1 + r)n
Kita dapat menghitung laju pertumbuhan dengan asumsi lima tahun sekali, yaitu tahun
2005 - 2009 Maka akan kita peroleh :
1. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2005 - 2009
Pn=Po (l+r)n P2009 = P2005 (1+r)5
429.889 = 339.170( 1 + r )5
(1 + r)5 = 1,26743538
5 Log (l+r) = log 1,26743538
log ( 1 + r) = 0.02058778
r = 1,048546706-1
r =0,048546706
r = 4,85 %
2. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2009 - 2014
Pn=Po (l+r)n P2014 = P2009 (1+r)5
561.975 = 429.889( 1 + r )5
(1 + r)5 = 1,307259
5 Log (l+r) = log 1,307259
log ( 1 + r) = 0,023272
1 + r = Antilog 0,023272
r = 1,055047469-1
r =0,055047469
r = 5,50 %
Kita dapat menghitung Rasio Jenis Kelamin, yaitu sebagai berikut
1. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2009
SRi = — x 100%
2. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2010
SRi = — x 100%
SRi = — x 100%
4. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2012
SRi = — x 100%
5. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2013
SR1 = — x 100%
6. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2014
BAB 5
IMPLEMENTASI SISTEM
5.1 Pengertian Implementasi Sistem
Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sistem yang
ada dalam desain sistem yang telah disetujui, menginstal dan memulai sistem baru atau sistem
yang diperbaiki.
Tujuan dari implementasi sistem adalah sebagai berikut:
1. Menyelesaikan desain sistem yang ada dalam dokumen sistem yang disetujui.
2. Menulis, menguji dan mendokumentasikan program-program dan prosedur-prosedur yang
diperlukan oleh dokemen desain sistem yang disetujui.
3. Memastikan bahwa personal dapat mengoperasikan sistem baru.
4. Memperhitungkan bahwa sistem memenuhi permintaan pemakai.
5. Memastikan bahwa konversi ke sistem baru berjalan dengan benar.
Implementasi yang sudah selesai harus di uji coba kehandalannya sehingga dapat
diketahui kehandalannya dari sistem yang ada dan telah sesuai dengan apa yang diinginkan.
Dalam pengolahan data pada tugas akhir ini Penulis menggunakan suatu perangkat lunak sebagai
5.2 Pengenalan Excel
Microsoft Excel adalah aplikasi pengolah angka yang sangat popular dan canggih saat ini yang
dapat digunakan untuk mengatur, menyediakan maupun menganalisis data dan
mempresentasikan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram.
5.2.1 Mengaktifkan Microsoft Excel
Dalam mengaktifkan excel dilakukan dengan cara mengklik tombol Start kemudian pilih dan
klik Program, Microsoft Office, Microsoft Excel.
5.2.2 Istilah-istilah Microsoft Excel
Ada beberapa istilah yang dikenal dalam Excel, yaitu:
1. Woksheet adalah daerah tempat lembaran kerja untuk memasukkan data atau rumus.
Normalnya Microsoft Excel menyediakan worksheet atau sheet sebanyak tiga sheet.
2. Workbook merupakan buku kerja yang terdiri dari beberapa workbook. Workbook ini
merupakan file penyimpanan worksheet sehingga mempermudah mengorganisasi file-file
sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
3. Cell merupakan perpotongan baris dan kolom yang ditandai dengan aktifnya pointer cell pada
posisi tertentu. Posisi sel aktif ditunjukkkan pada NameBox.
4. Pointer Cell adalah tanda penunjuk keaktifan sel berupa kotak bingkai tebal.
5. Range merupakan kumpulan beberapa sel yang membentuk kelompok area (ditandai dengan
warna hitam saat diblok).
7. Fill Handle merupakan bagian bawah pointer cell yang berfungsi untuk memindahkan atau
mengcopy data dan rumus dengan menggunakan mouse.
5.2.3 Tipe data dalam Microsoft Excel
Tipe data dalam excel terbagi dua jenis, yaiu:
1. Konstanta adalah berupa data yang diketik langsung pada area kerja berupa teks, data
tanggal, waktu, mata uang, persen, pecahan, notasi ilmiah dan lainnya.
2. Rumus adalah berupa gabungan dari tipe konstanta,alamat sel, nama sel atau range,
fungsi operator yang menghasilkan nilai baru. Tipe rumus ditandai dengan diawali tanda
[image:38.612.66.504.362.562.2]= atau tanda +.
Tabel 5.1 Simbol – simbol Operator dalam Microsoft Excel
Simbol Operator
+ Tambah = Sama dengan
- Kurang > Lebih besar
* Kali >= Lebih besar sama dengan
/ Bagi < Lebih kecil
^ Pangkat <= Lebih kecil sama dengan
% Persen <> Tidak sama dengan
5.3 Fungsi Statistik
Microsoft Excel menyediakan banyak jenis kategori fungsi diantaranya fungsi statistik yang
dapat digunakan dalam membuat fungsi termasuk fungsi otomatis seperti Autusam.
Fungsi statistik bertujuan untuk menganalisa kesimpulan suatu data. Penganalisaan data
1. SUM (range) : mencari total sekumpulan data angka.
2. MAX (range) : mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data angka.
3. MIN (range) : mencari nilai terendah dari sekumpulan data angka.
4. AVERAGE (range) : mencari nilai rata – rata dari sekumpulan data angka.
5. COUNT (range) : mencari banyak data dari sekumpulan data angka.
6. COUNTA (range) : mecari banyak data dari sekumpulan data angka atau teks.
5.4 Grafik dalam Microsoft Excel
Salah satu fasilitas Mcrosoft excel adala kemampuan untuk membuat grafik ( chart) sehingga
data – data dalam bentuk angka-angka yang tersusun dalam tabel dapat dipresentasikan ke dalam
bentuk yang lebih menarik yakni dalam grafik bentuk batang, garis, kolom, lingkaran dan bentuk
grafik lainnya. Grafik ini sering digunakan untuk menunjukkan persentasi dari sebuah penelitian
atau menampilkan hasil dari data yang telah diolah.
Langka – langkah dalam membuat grafik:
a. Arahkan pointer sel pada tabel data.
c. Langkah 1 : tentukan tipe dan sub tipe grafik misalnya tipe column dan sub tipe 3 – D
column.
d. Klik Next, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:
e. Langkah 2 : tentukan sumber data grafik. Jika sel pointer berada pada tabel data maka
f. Kilk Next, maka akan muncul tampilan di bawah ini:
g. Langkah 3 : tentuka keterangan pendukung grafik seperti titles (judu-judul tabel), axis
(sumbu koordinat tabel), gridlines (garis-garis skala tabel), legends (keterangan
tambahan), data labels (nama-nama dalam tabel) dan data tabel.
h. Klik Next, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:
i. Langkah 4 : tentkan lokasi penempatan grafik.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi dari perhitungan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan tahun 2005 – 2009 maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Dengan menggunakan rumus pertumbuhan eksponensial dapat dicari persentase perubahan jumlah penduduk laki-laki, persentase perubahan jumlah penduduk perempuan, serta perubahan penduduk secara keseluruhan (laki – laki dan perempuan) sehingga dapat diramalkan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal di masa yang akan datang.
2. Diperkirakan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal menurut jenis kelamin laki – laki pada tahun 2014 adalah 272.310 jiwa, jenis kelamin perempuan sebesar 289.665 jiwa, dan jumlah keseluruhan 561.975 jiwa.
6.2 SARAN
Berdasarkan data yang diamati, penulils memberi saran dari hasil analisi jumlah pertumbuhan
penduduk Kabupaten Mandailing Natal yaitu sebagai berikut :
1. Menurunnya jumlah penduduk setiap tahun, diharapkan pemerintah dapat mengambil
tindakan untuk lebih memperhatikan lagi tingkat kualitas kesehatan penduduk di Kabupaten
Mandailing Natal.
2. Pemerintah harus memperhatikan lagi faktor – faktor yang memperngaruhi perubahan jumlah
penduduk yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal sehingga pemerataan penyebaran
penduduk dapat terjadi, dengan melakukan transmigrasi dan pemerataan pembangunan yang
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2006. Mandailing Natal Dalam
Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten
Mandailing Natal.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2007. Mandailing Natal Dalam
Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten
Mandailing Natal.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2008. Mandailing Natal Dalam
Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten
Mandailing Natal.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2009. Mandailing Natal Dalam
Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten
Mandailing Natal.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2010. Mandailing Natal Dalam
Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten
Mandailing Natal.
Mantra, I. Bagus.1991.Pengantar Studi Demografi. Yogyakarta: Nur Cahaya.
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2005
Kecamatan Laki-laki Perempuan Laki-laki +
Perempuan
Rasio
Jenis Kelamin
1. Batahan
2. Batang Natal
3. Lingga Bayu
4. Kota Nopan
5. Ulu Pungkut
6. Tambangan
7. Lembah Sorik Merapi
8. Muara Sipongi
9. Penyabungan
10. Penyabungan Selatan
11. Penyabungan Barat
12. Penyabungan Utara
13. Penyabungan Timur
14. Natal
15. Muara Bt. Gadis
16. Siabu
17. Bukit Malintang
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2006
Kecamatan Laki-laki Perempuan Laki – Laki + perempuan
Rasio Jenis Kelamin
1. Batahan
2. Batang Natal
3. Lingga Bayu
4. Kota Nopan
5. Ulu Pungkut
6. Tambangan
7. Lembah Sorik Merapi
8. Muara Sipongi
9. Penyabungan
10. Penyabungan Selatan
11. Penyabungan Barat
12. Penyabungan Utara
13. Penyabungan Timur
14. Natal
15. Muara Bt. Gadis
16. Siabu
17. Bukit Malintang
Jumlah 202.904 210.846 413.750 96.23
Sumber: BPS Kabupaten Mandailing Natal
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2007
Kecamatan Jenis Kelamin Laki-laki + Perempuan
Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
1. Batahan
2. Sinunukan
3. Batang Natal
4. Lingga Bayu
5. Ranto Baek
6. Kota Nopan
7. Ulu Pungkut
8. Tambangan
9. Lembah Sorik Merapi
10. Puncak Sorik Merapi
11. Muara Sipongi
14. Penyabungan Selatan
15. Penyabungan Barat
16. Penyabungan Utara
17. Penyabungan Timur
18. Huta Bargot
19. Natal
20. Muara Bt. Gadis
21. Siabu
22. Bukit Malintang
23. Naga Juang
4.925 4.544 10.130 6.468 2.740 13.120 7.359 26.069 6.279 1.887 5.476 4.992 10.605 6.808 2.873 12.855 7.280 26.889 6.383 1.930 10.401 9.536 20.735 13.276 5.613 25.975 14.639 51.958 12.662 3.817 89,94 91,03 95,52 95,01 95,37 102,06 101,09 93,23 98,23 98,87
Jumlah 205.343 212.247 417.590 96,75
Sumber: BPS Kabupaten Mandailing Natal
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2008
Kecamatan Jenis Kelamin Laki-laki + Perempuan
Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
1. Batahan
2. Sinunukan
3. Batang Natal
4. Lingga Bayu
5. Ranto Baek
6. Kota Nopan
7. Ulu Pungkut
8. Tambangan
9. Lembah Sorik Merapi
10. Puncak Sorik Merapi
11. Muara Sipongi
12. Pakantan
13. Penyabungan
14. Penyabungan Selatan
15. Penyabungan Barat
16. Penyabungan Utara
17. Penyabungan Timur
18. Huta Bargot
19. Natal
20. Muara Bt. Gadis
21. Siabu
22. Bukit Malintang
23. Naga Juang
5.076 14.215 2.789 7.124 8917 3.937 5.483 1.457 36.600 4.976 4.591 10.235 6.535 2.768 13.256 7.435 25.32 6.344 1.911 5.103 15.213 2.948 7.987 4.831 4.366 5.370 1.432 388.781 5.579 5.086 10.820 6.941 2.912 13.123 7.426 27.396 6.496 1.949 19.179 29.428 5.737 15.111 17.748 8.303 10.852 2.899 75.381 10.555 9.677 21.055 13.376 4.580 26.379 14.851 52.725. 12.840 3.860 99,47 93,44 94,61 89,19 100,97 90,17 102,10 102,44 95,38 89,19 90,27 94,59 94,15 95,05 101,01 100,12 92,46 97,66 98,05
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2009
Kecamatan Jenis Kelamin Laki-laki + Perempuan
Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
1. Batahan
2. Sinunukan
3. Batang Natal
4. Lingga Bayu
5. Ranto Baek
6. Kota Nopan
7. Ulu Pungkut
8. Tambangan
9. Lembah Sorik Merapi
10. Puncak Sorik Merapi
11. Muara Sipongi
12. Pakantan
13. Penyabungan
14. Penyabungan Selatan
15. Penyabungan Barat
16. Penyabungan Utara
17. Penyabungan Timur
18. Huta Bargot
19. Natal
20. Muara Bt. Gadis
21. Siabu
22. Bukit Malintang
23. Naga Juang
6.633
2.810
13.455
7.546
25.708
6.439
1.939
7.040
2.953
13.306
7.530
27.790
6.588
1.977
13.673
5.763
26.761
16.076
53.498
13.027
3.916
94.22
95.16
101.12
100.21
92.51
97.74
98.08
Jumlah 210.578 219.311 429.889 96.02