• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proyeksi Kesempatan Kerja Di Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2010-2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Proyeksi Kesempatan Kerja Di Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2010-2012"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN TAPANULI

SELATAN TAHUN 2010-2012

TUGAS AKHIR

MUNAWIRNASIR NASUTION

072407092

PROGRAM STUDI D – 3 STATISTIKA

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN TAPANULI

SELATAN TAHUN 2010-2012

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan melengkapi syarat mencapai gelar Ahli Madya

MUNAWIRNASIR NASUTION

072407092

PROGRAM STUDI D – 3 STATISTIKA

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul :

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI

KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN

2010-2012

Kategori : TUGAS AKHIR

Nama : munawirnasir

Nomor Induk Mahasiswa : 072407092

Program Studi : DIPLOMA (D3) STATISTIKA

Departemen : MATEMATIKA

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

(FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di

Medan, Juni 2011

Diketahui oleh Pemimbing,

Departemen Matematika FMIPA USU Ketua,

Prof. Dr. Tulus, M.Si Drs. Gim tarigan

(4)

PERNYATAAN

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN TAPANULI

SELATAN TAHUN 2010-2012

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, April 2011

Munawirnasir

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, atas segala nikmat dan Karunia-Nya tugas akhir ini berhasil diselesaikan pada waktu yang telah ditetapkan.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Drs. Gim tarigan , M.si, selaku pembimbimg pada penyelesaian tugas akhir ini yang telah menyempurnakan kajian ini. Panduan ringkas dan padat dan professional yang telah diberikan kepada saya agar dapat menyelesaikan tugas ini. Ucapan terima kaasih juga saya ucapkan kepada ketua dan sekretaris departemen, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua Dosen dan Pegawai pada Departemen Matematika FMIPA USU.

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan ii

Pernyataan iii

Penghargaan iv

Daftar Isi v

Daftar Tabel vii

BAB 1 Pendahuluan 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Identifikasi Masalah 2

1.3 Batasan Masalah 3

1.4 Maksud dan Tujuan 3

1.5 Metodologi Penelitian 4

1.6 Tinjauan Pustaka 5

1.7 Organisasi Penulisan 6

BAB 2 Tinjauan Teoritis 7

2.1 Sumber-sumber Data 7

2.2 Metode yang Digunakan 9

BAB 3 Gambaran Umum Tempat Riset 11

3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik 11 3.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik 14 3.3 Gambaran Tentang Kabupaten Mandailing Natal 15

BAB 4 Analisa dan Pembahasan 18

4.1 Pengertian Analisa Data 18

4.2 Proyeksi Penduduk Kabupaten Mandailing Natal

Tahun 2014 18

BAB 5 Implementasi Sistem 29

5.1 Pengertian Implementasi Sistem 29

5.2 Pengenalan Excel 30

5.3 Fungsi Statistik 31

(7)

BAB 6 Kesimpulan dan Saran 35

6.1 Kesimpulan 35

6.2 Saran 36

Daftar Pustaka 37

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Jumlah penduduk Laki-laki Kabupaten Mandailing Natal tahun

2005 - 2009 19

Tabel 4.2 Jumlah perubahan penduduk Kabupaten Mandailing Natal menurut

Jenis kelamin tahun 2005 – 2009 20

Tabel 4.3 Persentase perubahan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal

Menurut jenis kelamin tahun 2005 – 2009 23

Tabel 4.4 Hasil peramalan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal

(9)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Istilah statistik dengan statistika sering dipakai silih berganti meskipun sebenarnya artinya sangat

berbeda. Statistika adalah suatu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan

data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data

dan penganalisisan yang dilakukan. Sedangkan statistik adalah dipakai untuk menyatakan

kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel maupun diagram, yang

melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang menjelaskan sesuatu hal

biasanya diberi nama statistik mengenai hal yang bersangkutan. Demikianlah umpama kita

mengenal adanya statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik pendidikan, statistik produksi,

statistik pertanian, statistic kesehatan dan masih banyak nama-nama lainnya.

Statistik penduduk adalah suatu cara yang dapat digunakan untuk menjelaskan keadaan

penduduk di suatu negara maupun daerah. Pengetahuan tentang penduduk merupakan salah satu

masalah di dunia dewasa ini yang selalu berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan hidup yang

diperlukan oleh semua umat manusia. Dengan bertambahnya penduduk berarti semakin

bertambah pula persaingan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang diperlukan.

Semua perencanaan pembangunan perlu ditunjang oleh informasi mengenai jumlah penduduk, persebaran dan susunan penduduk menurut berbagai kelompok

yang sesuai dengan perencanaan tersebut. Informasi kependudukan yang harus tersedia tidak

(10)

kependudukan pada masa mendatang. Data kependudukan pada masa mendatang dibuat

perhitungan-perhitungan dan asumsi-asumsi tertentu.

Pertambahan penduduk yang besar dari tahun ke tahun memerlukan tambahan investasi

dan sarana untuk menunjang kesejahteraan rakyat, sarana kesehatan, pendidikan dan lain

sebagainya. Hal ini merupakan masalah yang rumit bagi pemerintah dalam usahanya

membangun dan meningkatkan taraf hidup rakyatnya demi menuju masyarakat yang adil dan

makmur sehingga tercapailah cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Berdasarkan kondisi di atas, Penulis ingin melihat sampai sejauh mana keadaan

penduduk Kabupaten Mandailing Natal. Untuk itu penulis mengambil judul “PROYEKSI

PENDUDUK KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2014”.

1.2 Identifikasi Masalah

Sesuai dengan judul tersebut maka yang akan menjadi permasalahan adalah “Bagaimana

Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2014 berdasarkan data

jumlah penduduk pada tahun 2005 – 2009”.

1.3 Batasan Masalah

Pembatasan masalah bertujuan untuk memperjelas arah dan tujuan dari suatu masalah yang akan

diteliti sehingga tidak menimbulkan kekeliruan. Untuk lebih mengarahkan penguraian, sesuai

(11)

sebagai pedoman yang jelas dan tegas dalam mengambil keputusan. Sehubungan dengan itu

Penulis membatasi hanya menghitung pertumbuhan penduduk untuk tahun 2014, yang

didasarkan pada data jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2005 – 2009.

1.4 Maksud dan Tujuan

Seperti yang kita ketahui bahwa maksud dari pengadakan penelitian adalah untuk

mengumpulkan, mengolah, serta menganalisa data yang secara sistematis dan efisien untuk

memecahkan suatu masalah. Selain itu, maksud dari penelitian adalah untuk mengaplikasikan

pengetahuan atau menerapkan ilmu statistik yang di dapat selama duduk di bangku perkuliahan

tentang metode dan kegunaan statistik.

Adapun tujuan Penulis dalam melaksanakan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui proyeksi pertumbuhan penduduk Kabupaten Mandailing Natal.

2. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Kabupaten Mandailing

Natal sebagai bahan masukan atau bahan perbandingan untuk mengambil tindakan yang

akan dilaksanakan untuk tahun-tahun mendatang dalam mengatasi petambahan penduduk

serta menyusun perencanaan-perencanaan yang dapat mencapai tujuan utama Kabupaten

Mandailing Natal.

(12)

Metode penelitian adalah suatu cara yang terdiri dari langkah-langkah atau urutan kegiatan yang

berfungsi sebagai pedoman umum yang digunakan untuk melaksanakan penelitian sehingga apa

yang menjadi tujuan dari penelitian itu terwujud. Metode yang digunakan penulis dalam metode

ini adalah:

1. Metode pengambilan data

Metode pengumpulan data dapat dibedakan berdasarkan sumbernya, yaitu:

a. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau individu

sendiri, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya.

b. Data sekunder yaitu data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh

peneliti tetapi dikumpulkan orang pihak lain. Misalnya dari BPS, majalah,

internet, keterangan-keterangan atau publikasi lainnya.

Adapun data yang dibutuhkan untuk penulisan ini merupakan data sekunder dari

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara yang dilakukan pada bulan januari

sampai februari. penulis memilih data sekunder karena membutuhkan biaya yang

sedikit dan waktu yang lebih cepat dari pada data primer.

2. Penelitian kepustakaan

Penelitian kepustakaan adalah salah satu penelitian yang dipergunakan untuk

memperoleh data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam material yang didapat

di perpustakaan seperti: buku-buku, referensi, naskah serta bahan-bahan yang bersifat

teoritis yang mendukung dan relevan dalam penelitian.

(13)

1.6 Tinjauan Pustaka

Untuk kepentingan pembangunan dari berbagai kepentingan diperlukan proyeksi jumlah

penduduk dari tahun-tahun sebelumnya, apalagi kebutuhan perhitungan dengan proyeksi sangat

membantu. Salah satu perkiraan yang dapat membantu untuk mengetahui jumlah penduduk di

masa yang akan datang adalah proyeksi (projection).

Proyeksi penduduk adalah perhitungan yang menunjukkan angka fertilitas, mortalitas,

dan migrasi di masa yang akan datang. Perkiraan penduduk tidak hanya beberapa tahun, tetapi

bisa saja perkiraan beberapa puluh tahun yang akan datang. Jadi proyeksi penduduk

menggunakan beberapa asumsi sehingga jumlah penduduk yang akan datang adalah X kalau

fertilitas, mortalitas dan migrasi berada pada tingkat tertentu (Abdulrahman Ritonga;2003).

1.7 Organisasi Tulisan

Organisasi tulisan dibuat untuk memaparkan ataupun menjelaskan isi dari tugas akhir. Adapun

organisasi tulisan yang akan dikemukakan dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut ini:

BAB 1 : PENDAHULUAN

Bab ini memaparkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, maksud dan

tujuan dari penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka, dan organisasi tulisan.

BAB 2 : TINJAUAN TEORITIS

Bab ini berisi tentang sumber-sumber data dan menjelaskan tentang model yang akan digunakan

dalam pengolahan data yang didapat. Dalam hal ini menggunakan rumus Pertumbuhan

(14)

BAB 3 : GAMBARAN UMUM TEMPAT RISET

Bab ini memaparkan tentang sejarah singkat tempat riset yaitu BPS, visi dan misi BPS dan

gambaran tentang Kabupaten Mandailing Natal.

BAB 4 : ANALISA DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisikan tentang penganalisaan dan pengolahan data yang diperoleh yaitu untuk

menghitung jumlah penduduk di tahun mendatang, melihat perbandingan jenis kelamin,

perbandingan rasio anak perempuan, rasio beban tanggungan, dan melihat struktur penduduk

dari hasil gambaran penduduk pada tahun 2014.

BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM

Bab ini menjelaskan tentang rancangan program yang akan digunakan oleh penulis dalam

pengolahan data dalam tugas akhir ini dan bagaimana cara pengklasifikasian program tersebut.

BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan penutup yang berisikan kesimpulan yang diambil dari pembahasan pada

bab-bab sebelumnyadan Penulis mencoba memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk

(15)

BAB 2

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Sumber-Sumber Data

Sumber-sumber data kependudukan yang pokok adalah sensus penduduk, registrasi penduduk

dan penelitian (survei). Secara teoritis data registrasi penduduk lebih lengkap dari pada

sumber-sumber data yang lain karena kemungkinan tercecernya pencatatan peristiwa-peristiwa kelahiran,

kematian, dan mobilitas penduduk sangat kecil. Namun demikian di negara-negara yang sedang

berkembang, misalnya Indonesia, data-data kependudukan dari hasil registrasi masih jauh dari

memuaskan. Hal ini disebabkan karena banyaknya kejadian-kejadian vital (kelahiran dan

kematian) yang tidak tercatat sebagaimana mestinya.

2.1.1 Sensus Penduduk

Sensus penduduk merupakan suatu proses keseluruhan dari pada pengumpulan, pengolahan,

penilaian, penganalisaan dan penyajian data kependudukan yang menyangkut antara lain:

ciri-ciri demografi, sosial ekonomi, dan lingkungan hidup. Kedudukan sensus penduduk menjadi

amat penting terutama bagi negara-negara yang tidak atau belum tersedia sumber data lain

seperti registrasi atau survei. Agar hasil sensus penduduk dapat diperbandingkan antara beberapa

negara, maka dapat disepakati untuk melaksanakan melaksanakan sensus penduduk tiap 10 tahun

(16)

Adapun ruang lingkup sensus penduduk mencakup seluruh wilayah geografis suatu negara dan

seluruh penduduknya. Pelaksanaan sensus penduduk pada tahun 1980 di Indonesia misalnya,

mencakup seluruh wilayah geografis Indonesia dan mencakup seluruh golongan umur penduduk

baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal. Dan luasnya

data yang ingin dicakup dalam suatu sensus tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.

2.1.2 Regristasi Penduduk

Registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dilaksanakan oleh petugas

pemerintahan setempat yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian,

perubahan tempat tinggal dan perubahan pekerjaan.

Sistem registrasi penduduk telah dimulai sejak abad ke-16, terutama dilaksanakan oleh

gereja-gereja Kristen di Inggris dan negara-negara lain di Eropa. Disamping di Inggris, registrasi

juga telah dilaksanakan di Finlandia (1628), Denmark (1646), Norwegia (1685), dan Swedia

(1686). Di luar Eropa registrasi penduduk dilaksanakan di Cina kemudian menjalar ke Jepang

pada abad ke-17. Sistem registrasi penduduk ini akhirnya menjalar juga ke negara-negara Asia

dan Afrika dan diperkenalkan oleh negara-negara yang menjajahnya.

2.1.3 Survei Penduduk

Survey adalah cara pengumpulan data yang dilaksanakan melalui pencacahan sampel dari suatu

populasi untuk memperkirakan karakteristik objek pada saat tertentu. Hasil sensus penduduk dan

registrasi penduduk mempunyai keterbatasan. Mereka hanya menyediakan data statistik

kependudukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan prilaku penduduk tersebut.

(17)

terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam. Biasanya survei

kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengadakan survei-survei kependudukan, misalnya

Survei Ekonomi Nasional yang dimulai sejak tahun 1963, Survei Angkatan Kerja Nasional

(SAKERNAS) dan Survei Antar Sensus (SUPAS). Hasil-hasil survei ini melengkapi informasi

yang didapat dari Sensus Penduduk dan Registrasi Penduduk.

2.2 Metode yang Digunakan

Statistik dalam pengertian sebagai metode diperlukan untuk menyusun data yang telah

dikumpulkan. Masalah pengambilan keputusan akan timbul apabila kita dihadapkan pada 2

alternatif atau lebih yang harus kita pilih. Dengan menggunakan statistika kita akan dapat

mengambil keputusan secara tepat.

2.2.1 Angka pertumbuhan penduduk

Angka pertumbuhan penduduk menunjukkan rata-rata pertambahan penduduk per tahun pada

periode atau waktu tertentu dan biasanya dinyatakan dengan persen. Untuk menghitung besarnya

angka pertumbuhan penduduk setiap tahunnya maka penulis menggunakan rumus Pertumbuhan

Exponensiill, yaitu:

Dimana :

(18)

P0 = banyaknya penduduk pada tahun dasar

r = angka pertumbuhan penduduk

e = angka eksponensial (2.718282)

2.2.2 Rasio jenis kelamin menurut kelompok umur (Sex Ratio)

Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan

banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu, biasanya dinyatakan dengan

banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan. Secara umum rasio jenis

kelamin dapat dituliskan sebagai berikut:

Dimana:

SR = rasio jenis kelamin

a = jumlah penduduk laki-laki

b = jumlah penduduk perempuan

(19)

BAB 3

GAMBARAN UMUM TEMPAT RISET

3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik

propinsi sumatera utara merupakan lembaga pemerintahan non departemen yang berada dibawah

dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.

Badan Pusat Statistik ini ada sejak :

1. Masa Pemerintahan Hindia Belanda

Pada bulan februari 1920, kantor statistik pertama kali didirikan oleh Direktur Pertanian,

Kerajinan dan Perdagangan (Directur Van Land Bouw Nijeverheid En Handel), dan

kedudukan di bogor. Kantor ini diserahi tugas untuk mengolah dan mempublikasikan data

statistik.

Pada tahun 1923, Dibentuk suatu komisi untuk statistik yang anggotanya merupakan

wakil dari tiap – tiap departemen. Komisi tersebut diberi tugas untuk merencanakan

tindakan-tindakan yang mengarah sejauh mungkin untuk mencapai kesatuan dalam kegiatan di bidang

statistik di Indonesia.

Pada tanggal 24 September 1924, nama lembaga tersebut diganti dengan nama Central

Kantor Voor De Statistiek (CKS) atau kantor statistik dan dipindahkan ke Jakarta. Bersama

dengan itu beralih pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula dilakukan oleh

(20)

2. Masa Pemerintahan Jepang

Pada bulan juni 1944 pemerintah jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan statistik yang

utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang atau militer. Pada masa ini CKS diganti

menjadi Shomubu Chosasitsu Gunseikanbu.

3. Masa Kemerdekaan Republik Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tanggal 17 Agustus 1945. Kegiatan

statistik ditangani oleh lembaga atau instansi baru sesuai dengan suasana kemerdekaan yaitu

KAPPURI (Kantor Penyelidik Perangkaan Umum Republik Indonesia). Tahun 1946, Kantor

KAPPURI dipindahkan ke Yogyakarta sebagai sekuens dari Perjanjian Linggar Jati. Sementara

ini pemerintah Belanda (NICA) di Jakarta mengaktifkan kembali CKS.

Berdasarkan surat edaran kementerian kemakmuran tanggal 12 juli 1950

nomor:219/S.C,KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor Puast Statistik (KPS) dan berada

dibawah dan bertanggung jawab kepada kemakmuran.

Dengan surat Menteri Perekonomian tanggal 1 maret 1952 Nomor : P/44,lembaga KPS

berada dibawah dan bertanggung jawab perekonomian. Selanjutnya keputusan Menteri

Perekonomian tanggal 24 Desember 1953 Nomor:18.009/M,KPS dibagi menjadi 2 bagian yaitu

bagian Research yang di sebut Afdeling A dan bagian penyelenggara tata usaha yang disebut

Afdeling B.

Dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor :131 tahun 1957, kementerian

perekonomian dipecah menjadi kementerian Perdagangan dan Kemeterian Perindustrian. Untuk

selanjutnya Presiden Republik indonesia Nomor :172 tahun 1957, terhitung mulai tanggal 1 juni

1957 KPS diubah menjadi Biro Pusat Statistik dan urusan statistik semula menjadi tanggung

(21)

4. Masa Orde Baru sampai Sekarang

Pada pemerintah Orde Baru khususnya untuk memenuhi kebutuhan perencanaan dan evaluasi

pembangunan, maka untuk mendapatkan statistik yang handal, lengkap, tepat, akurat dan

terpercaya mulai diadakan pembenaran organisasi Biro Pusat Statistik.

Dalam masa Orde Baru ini Badan Pusat Statistik telah mengalami empat (4) kali

perubahan struktur organisasi :

a) Peraturan pemerintah Nomor : 16 tahun 1968 tentang organisasi Badan Pusat Statistik.

b) Peraturan pemerintah Nomor : 6 tahun 1980 tentang organisasi Badan Pusat Statistik.

c) Peraturan pemerintah Nomor : 2 tahun 1992 tentang kedudukan, tugas, fungsi,susunan

dan tata kerja Biro Pusat Statistik.

d) Undang – undang Nomor :16 tahun 1997 tentang statistik.

e) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor :86 tahun 1998 tentang Badan Pusat

Statistik.

f) Keputusan kepala Badan Pusat Statistik Nomor :100 tahun 1998 tentang organisasi dan

tenaga kerja Badan Pusat Statistik.

g) Peraturan Pemerintah Nomor : 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik.

Tahun 1968, ditetapkan peraturan pemerintah Nomor : 16 tahun 1968 yaitu yang mengatur

organisasi dan tata kerja di pusat dan di daerah. Tahun 1980 peraturan pemerintah Nomor : 6

tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti peraturan pemerintah Nomor : 6 tahun 1980 di

tiap provinsi terdapat perwakilan Badan Pusat Statistik dengan nama kantor Statistik Provinsi

(22)

Pada tanggal 19 Mei 1997 menetapkan tentang statistik sebagai pengganti undang –

undang Nomor : 6 dan 7 tentang sensus dan statistik. Pada tanggal 17 juni 1998 dengan

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 86 tahun 1998 ditetapkan Badan Pusat

Statistik, sekaligus mengatur tata kerja dan struktur Organisasi Badan Pusat Statistik yang baru.

3.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik mempunyai misi untuk menjadikan informasi sebagai tulang punggung

pembangunan nasional dan regional dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas,

ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang mutakhir.

Dalam nenunjang pembangunan nasional Badan Pusat statistik mengemban misi

mengarahkan pembangunan statistik pada penyediaan data statistik yang bermutu dan handal,

efektif dan efisien, peningkatan kesadaran masyarakat akan kegunaan Badan Pusat Statitik dan

pengemban ilmu pengetahuan statistik dalam kehidupan masyarakat.

3.3Gambaran Tentang Kabupaten Mandailing Natal

1 Geografi

Kabupaten Mandailing Natal secara geografis terletak antara 00.100- 10050 Lintang Utara dan 980 50 – 100010 Bujur Timur. Wilayah administrasi Mandailing Natal dibagi atas 17 Kecamatan dan 392 desa/kelurahan yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia

dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1998 pada tanggal 23 November 1998. Namun

sampai pada tahun 2009, setelah terjadi pemekaran, maka jumlah kecamatan menjadi 23

Kecamatan dan 395 desa/kelurahan.

Daerah Kabupaten Mandailing Natal secara geografis terletak paling selatan dan propinsi

(23)

a) Sebelah Utara dengan Kabupaten Padang Lawas

b) Sebelah Sedlatandengan Propinsi Sumatera Barat

c) SebelahTimur dengan Propinsi Sumatera Barat d) Sebelah Barat dengan Samudera Indonesia

2 Topografi

Daerah Kabupaten Mandailing Natal dibedakanatas 3 bagian:

- Dataran rendahmerupakandaerah pesisir dengan kemiringan 00 – 20 dengan daerahnya sekitar 160.500 ha (24,24%).

- Daerah/dataran landai dengan kemiringan 20 – 150. Luas daerahnya 36.385 ha (5,49%). - Dataran tinggi dengan kemiringan 15% - 40%. Dataran tinggi dibedakan atas 2 jenis:

a. Daerah perbukitan dengan luasnya 112.00 ha (16,91%) dengan kemiringan 150 - 200

b. Daerah pegunungan dengan luas 353.185 ha (53.34%) dengan kemiringan200-400

3 Iklim

Wilayah Mandailing Natal mempunyai iklim yang hampir sama dengan sebagian besar

Kabupaten / Kota yang ada di Indonesia. Hanya dikenal dua musim yaitu musim hujan dan

kemarau.

Musim kemarau terjadi antara bulan Juni sampai bulan September. Arus angina berasal dari

Australia yang tidak mengandung uap air, sebaliknya musim hujan terjadi pada bulan

Desember sampai bulan Maret karena arus angin banyak mengandung uap air yang berasal

dari Asia dan Samudera Pasifik. Keadaanini seperti silih berganti setiap tahun setelah

melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober-November. Frekuensi curah

hujan tahun 2009 lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2008.

4 Penduduk dan Ketenagakerjaan

(24)

Kabupaten yang terdiri dari 17 kecamatan dengan kepadatannya yakni 62 jiwa/km2. Kepadatan tertinggi di kecamatan Lembah Sorik Merapi yaitu 499 jiwa/km2 dan terkecil di kecamatan Muara Batang Gadis (10 jiwa/km2). Sesuai dengan nama daerahnya, penduduk mayoritas adalah Mandailing juga dihuni oleh suku-suku lainnya seperti, Batak, Jawa, Melayu,

Minag dan lainnya.

Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat dalam rangka

pelaksanaan otonomi daerah, diharapkan dapat memecahkan masalah kependudukan di daerah,

dengan cara pemindahan penduduk dari Pulau Jawa melalui program transmigrasi yang terdapat

di Kecamatan Natal dan Batang Natal berjalan sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah serta

Program KB yang dimulai pada awal tahun 1970-an dapat menekan laju penduduk di wilayah

Kabupaten Mandailing Natal.

4.2. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2006 yakni 413.750 jiwa. Laki-laki

202.904 orang dan perempuan 210.846 orang. Dengan sex ratio yaitu 96,23 dan banyak rumah

tangga 93.922 kk dengan rata-rata anggota rumah tangga yakni 4. Laju petumbuhan penduduk

Mandailing Natal tahun 2006 sebesar 1,42%.

Struktur penduduk Mandailing Natal menunjukkan bahwa usia produktif (15-64 tahun)

sangat menonjol sebesar 55,54% dan usia ketergantungan terdiri usia (0-14 tahun) sebesar:

41,43% dan Lansia (65+)sebesar 3,03%.

4.3. Ketenagakerjaan

Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan. Jumlah dan komposisi

terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi. Hasil SP 2000,

(25)

BAB 4

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Arti dan Kegunaan Analisis Data

Analisis data pada dasarnya dapat diartikan sebagai berikut :

1. Membandingkan dua hal atau lebih variabel untuk mengetahui selisih atau rasionya

kemudian diambil kesimpulannya.

2. Menguraikan atau memecahkan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau

komponen-komponen yang lebih kecil agar dapat :

a. Mengetahui komponen yang menonjol

b. Membandingkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya

c. Membandingkan salah satu atau beberapa komponen dengan keseluruhannya.

3. Memperkirakan atau memperbandingkan besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu

kejadian lainnya serta memperkirakan/meramalkan kejadian lainnya yang dapat

dinyatakan dengan perubahan nilai suatu variabelnya.

4.2 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2014

Laju pertumbuhan penduduk adalah perubahan penduduk yang terjadi jika dibandingkan

dengan tahun sebelumnya dan biasanya dinyatakan dalam persentase. Hampir semua Negara

maju telah menyusun perkiraan jumlah seluruh penduduk setiap tahun. Dalam hal ini prosedur

untuk menghitung angka pertumbuhan penduduk boleh dikatakan cukup sederhana karena

perhitungannya dilakukan dengan membagi pertambahan jumlah penduduk selama tahun yang

bersangkutan dengan jumlah penduduk pada tahun awal. Pada kenyataan banyak Negara tidak

mempunyai angka yang tepat mengenai kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk dan

(26)

Dalam pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan model Matematis yang

sesuai. Model yang digunakan adalah Model Eksponensial dengan rumus sebagai berikut :

r =

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2005 – 2009

TAHUN

JENIS KELAMIN

TOTAL

LAKI-LAKI WANITA

2005 193.284 199.886 393.170

2006 202.904 210.846 413.750

2007 205.343 212.247 417.590

2008 207.475 216.237 423.712

2009 210.578 219.311 429.889

(27)

Tabel 4.3 Jumlah Perubahan Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Menurut Jenis Kelamin

Tahun 2005-2009

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PERUBAHAN /

TAHUN

LAKI-LAKI WANITA LAKI-LAKI WANITA

2005 193.284 199.886 2.962 2.555

2006 202.904 210.846 9.620 10.960

2007 205.343 212.247 2.439 1.401

2008 207.475 216.237 2.132 3.990

2009 210.578 219.311 3.103 3.074

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara

Dengan :

- Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2004 adalah 190.332

(28)

4.2.1 Keadaan Jumlah Penduduk

Adapun perhitungan jumlah penduduk didahului dengan menghitung tingkat pertumbuhan

penduduk, yang nantinya dengan tingkat pertumbuhan tadi kita gunakan sebagai peramalan

jumlah penduduk di masa yang akan dating, Rumus yang digunakan untuk menghitung Jumlah

Penduduk sebagai berikut :

r =

Dengan t log e = 0,43429

dan rumus untuk menghitung Jumlah penduduk yaitu :

1. Persentase Perubahan Penduduk Laki-laki pertahun :

(29)

3. Persentase perubahan penduduk laki-laki dan perempuan pertahun:

4. Persentase Perubahan Jumlah Penduduk pada Tahun 2007

a. Untuk Laki-laki

r2009 = 1,713%

(30)
[image:30.612.112.498.174.346.2]

r2009 = 1,855%

Tabel 4.4 Percentage Perubahan Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Menurut

Jenis Kelamin Tahun 2005 – 2009

Tahun Jumlah laki-laki (%) Jumlah Perempuan (%) Jumlah laki – laki dan perempuan (%)

2005 1,539 1,286 1,410

2006 4,857 5,338 5,102

2007 1,195 0,662 0,923

2008 1,033 1,862 1,455

2009 1,484 1,411 1,470

Jumlah 10,108 10,559 10,360

Sumber : Hasil Pengolahan Data Tabel 4.2

Dari Tabel di atas menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah penduduk Laki -laki

dan perempuan secara keseluruhan menurun dan dari hasil survey penurunan ini terjadi karena

kesadaran masyarakat untuk melaksanakan program KB (Keluarga Berencana) yang digalakkan

pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga serta banyaknya penduduk Indonesia

berpindah dari satu daerah ke daerah lain atau dari kecamatan satu ke kecamatan lain,yang

mungkin disebabkan karena faktor lapangan pekerjaan yang tidak tersedia di daerah asal.

Dengan diperolehnya persentase jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal maka

ramalan atau taksiran jumlah penduduk dapat ditentukan dengan menggunakan harga perubahan

Jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal dengan menggunakan rumus, yaitu :

1. Ramalan Jumlah Penduduk Tahun 2010

a. Untuk Laki-laki

P2010 = P2009.e.r.n

= 210.578. 2,718282 0,017139.l = 210.578 . 1,017286716

(31)

b. Untuk Perempuan

P2010 = P2009 . er.n

= 219.311 . 2,71 8282 0,018549.l = 219.311 . 1,018722103

= 223.417

2. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2011

a. Untuk Laki - laki

P2011 = P2010 . er.n

= 214.218 . 2,718282 0,017139.2 = 214.218 . 1,034872263

= 221.688

b. Untuk Perempuan

P2011 = P2010. er.n

= 223.417 . 2,7182820,018549 .2 = 223.417 . 1,037794722

= 231.861

3. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2012

a. Untuk Laki – laki

P2012 = P2011.e.r.n

= 221.688 . 2,7182820,017139 . 3 = 221.688 . 1,052761807

= 233.385

b. Untuk Perempuan

P2012 = P2011.e.r.n

= 231.861 . 2,7182820,018549. 3 = 231.861 . 1,057224421

(32)

4. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2013

a. Untuk Laki – laki

P2013 = P2012.e.r.n

= 233.385 . 2,7182820,017139 . 4 = 233.385 . 1.070960602

= 249.946

b. Untuk Perempuan

P2013 = P2012.e.r.n

= 245.129 . 2,7182820,018549. 4 = 245.129 . 1,077017885

= 264.008

5. Ramalan Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2014

a. Untuk Laki – laki

P2014 = P2013.e.r.n

= 249.946 . 2,7182820,017139 . 5 = 249.946 . 1,089473994

= 272.310

b. Untuk Perempuan

P2014 = P2013.e.r.n

= 264.008 . 2,7182820,018549. 5 = 264.008 . 1,097181925

= 289.665

6. Evaluasi Data Penduduk Indonesia

Dari hasil peramalan jumlah penduduk Indonesia dengan mehggunakan Perumusan

Eksponensial Of Growth seperti perhitungan di atas, maka di dapat nilai dari Tahun 2010 - 2015.

(33)
[image:33.612.101.512.134.309.2]

Tabel 4.5 Hasil Peramalan Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal dari Tahun

2010 – 2014

Tahun Jumlah Penduduk Jumlah

Laki - laki Perempuan

2010 2011 2012 2013 2014 214.218 221.688 233.385 249.946 272.310 223.417 231.681 245.129 264.008 289.665 437.635 453.369 478.514 513.954 561.975

Jumlah 1.191.547 1.253.900 2.445.447

4.3. Keadaan Laju Pertumbuhan Penduduk

Adapun perhitungan laju pertumbuhan penduduk sebagai berikut

Pn = Po (1 + r)n

Kita dapat menghitung laju pertumbuhan dengan asumsi lima tahun sekali, yaitu tahun

2005 - 2009 Maka akan kita peroleh :

1. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2005 - 2009

Pn=Po (l+r)n P2009 = P2005 (1+r)5

429.889 = 339.170( 1 + r )5

(1 + r)5 = 1,26743538

5 Log (l+r) = log 1,26743538

log ( 1 + r) = 0.02058778

(34)

r = 1,048546706-1

r =0,048546706

r = 4,85 %

2. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2009 - 2014

Pn=Po (l+r)n P2014 = P2009 (1+r)5

561.975 = 429.889( 1 + r )5

(1 + r)5 = 1,307259

5 Log (l+r) = log 1,307259

log ( 1 + r) = 0,023272

1 + r = Antilog 0,023272

r = 1,055047469-1

r =0,055047469

r = 5,50 %

Kita dapat menghitung Rasio Jenis Kelamin, yaitu sebagai berikut

1. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2009

SRi = x 100%

2. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2010

SRi = x 100%

(35)

SRi = x 100%

4. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2012

SRi = x 100%

5. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2013

SR1 = x 100%

6. Untuk Rasio Jenis Kelamin tahun 2014

(36)

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Pengertian Implementasi Sistem

Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sistem yang

ada dalam desain sistem yang telah disetujui, menginstal dan memulai sistem baru atau sistem

yang diperbaiki.

Tujuan dari implementasi sistem adalah sebagai berikut:

1. Menyelesaikan desain sistem yang ada dalam dokumen sistem yang disetujui.

2. Menulis, menguji dan mendokumentasikan program-program dan prosedur-prosedur yang

diperlukan oleh dokemen desain sistem yang disetujui.

3. Memastikan bahwa personal dapat mengoperasikan sistem baru.

4. Memperhitungkan bahwa sistem memenuhi permintaan pemakai.

5. Memastikan bahwa konversi ke sistem baru berjalan dengan benar.

Implementasi yang sudah selesai harus di uji coba kehandalannya sehingga dapat

diketahui kehandalannya dari sistem yang ada dan telah sesuai dengan apa yang diinginkan.

Dalam pengolahan data pada tugas akhir ini Penulis menggunakan suatu perangkat lunak sebagai

(37)

5.2 Pengenalan Excel

Microsoft Excel adalah aplikasi pengolah angka yang sangat popular dan canggih saat ini yang

dapat digunakan untuk mengatur, menyediakan maupun menganalisis data dan

mempresentasikan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram.

5.2.1 Mengaktifkan Microsoft Excel

Dalam mengaktifkan excel dilakukan dengan cara mengklik tombol Start kemudian pilih dan

klik Program, Microsoft Office, Microsoft Excel.

5.2.2 Istilah-istilah Microsoft Excel

Ada beberapa istilah yang dikenal dalam Excel, yaitu:

1. Woksheet adalah daerah tempat lembaran kerja untuk memasukkan data atau rumus.

Normalnya Microsoft Excel menyediakan worksheet atau sheet sebanyak tiga sheet.

2. Workbook merupakan buku kerja yang terdiri dari beberapa workbook. Workbook ini

merupakan file penyimpanan worksheet sehingga mempermudah mengorganisasi file-file

sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

3. Cell merupakan perpotongan baris dan kolom yang ditandai dengan aktifnya pointer cell pada

posisi tertentu. Posisi sel aktif ditunjukkkan pada NameBox.

4. Pointer Cell adalah tanda penunjuk keaktifan sel berupa kotak bingkai tebal.

5. Range merupakan kumpulan beberapa sel yang membentuk kelompok area (ditandai dengan

warna hitam saat diblok).

(38)

7. Fill Handle merupakan bagian bawah pointer cell yang berfungsi untuk memindahkan atau

mengcopy data dan rumus dengan menggunakan mouse.

5.2.3 Tipe data dalam Microsoft Excel

Tipe data dalam excel terbagi dua jenis, yaiu:

1. Konstanta adalah berupa data yang diketik langsung pada area kerja berupa teks, data

tanggal, waktu, mata uang, persen, pecahan, notasi ilmiah dan lainnya.

2. Rumus adalah berupa gabungan dari tipe konstanta,alamat sel, nama sel atau range,

fungsi operator yang menghasilkan nilai baru. Tipe rumus ditandai dengan diawali tanda

[image:38.612.66.504.362.562.2]

= atau tanda +.

Tabel 5.1 Simbol – simbol Operator dalam Microsoft Excel

Simbol Operator

+ Tambah = Sama dengan

- Kurang > Lebih besar

* Kali >= Lebih besar sama dengan

/ Bagi < Lebih kecil

^ Pangkat <= Lebih kecil sama dengan

% Persen <> Tidak sama dengan

5.3 Fungsi Statistik

Microsoft Excel menyediakan banyak jenis kategori fungsi diantaranya fungsi statistik yang

dapat digunakan dalam membuat fungsi termasuk fungsi otomatis seperti Autusam.

Fungsi statistik bertujuan untuk menganalisa kesimpulan suatu data. Penganalisaan data

(39)

1. SUM (range) : mencari total sekumpulan data angka.

2. MAX (range) : mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data angka.

3. MIN (range) : mencari nilai terendah dari sekumpulan data angka.

4. AVERAGE (range) : mencari nilai rata – rata dari sekumpulan data angka.

5. COUNT (range) : mencari banyak data dari sekumpulan data angka.

6. COUNTA (range) : mecari banyak data dari sekumpulan data angka atau teks.

5.4 Grafik dalam Microsoft Excel

Salah satu fasilitas Mcrosoft excel adala kemampuan untuk membuat grafik ( chart) sehingga

data – data dalam bentuk angka-angka yang tersusun dalam tabel dapat dipresentasikan ke dalam

bentuk yang lebih menarik yakni dalam grafik bentuk batang, garis, kolom, lingkaran dan bentuk

grafik lainnya. Grafik ini sering digunakan untuk menunjukkan persentasi dari sebuah penelitian

atau menampilkan hasil dari data yang telah diolah.

Langka – langkah dalam membuat grafik:

a. Arahkan pointer sel pada tabel data.

(40)

c. Langkah 1 : tentukan tipe dan sub tipe grafik misalnya tipe column dan sub tipe 3 – D

column.

d. Klik Next, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

e. Langkah 2 : tentukan sumber data grafik. Jika sel pointer berada pada tabel data maka

(41)

f. Kilk Next, maka akan muncul tampilan di bawah ini:

g. Langkah 3 : tentuka keterangan pendukung grafik seperti titles (judu-judul tabel), axis

(sumbu koordinat tabel), gridlines (garis-garis skala tabel), legends (keterangan

tambahan), data labels (nama-nama dalam tabel) dan data tabel.

h. Klik Next, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

i. Langkah 4 : tentkan lokasi penempatan grafik.

(42)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi dari perhitungan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan tahun 2005 – 2009 maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Dengan menggunakan rumus pertumbuhan eksponensial dapat dicari persentase perubahan jumlah penduduk laki-laki, persentase perubahan jumlah penduduk perempuan, serta perubahan penduduk secara keseluruhan (laki – laki dan perempuan) sehingga dapat diramalkan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal di masa yang akan datang.

2. Diperkirakan jumlah penduduk Kabupaten Mandailing Natal menurut jenis kelamin laki – laki pada tahun 2014 adalah 272.310 jiwa, jenis kelamin perempuan sebesar 289.665 jiwa, dan jumlah keseluruhan 561.975 jiwa.

(43)

6.2 SARAN

Berdasarkan data yang diamati, penulils memberi saran dari hasil analisi jumlah pertumbuhan

penduduk Kabupaten Mandailing Natal yaitu sebagai berikut :

1. Menurunnya jumlah penduduk setiap tahun, diharapkan pemerintah dapat mengambil

tindakan untuk lebih memperhatikan lagi tingkat kualitas kesehatan penduduk di Kabupaten

Mandailing Natal.

2. Pemerintah harus memperhatikan lagi faktor – faktor yang memperngaruhi perubahan jumlah

penduduk yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal sehingga pemerataan penyebaran

penduduk dapat terjadi, dengan melakukan transmigrasi dan pemerataan pembangunan yang

(44)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2006. Mandailing Natal Dalam

Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten

Mandailing Natal.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2007. Mandailing Natal Dalam

Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten

Mandailing Natal.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2008. Mandailing Natal Dalam

Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten

Mandailing Natal.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2009. Mandailing Natal Dalam

Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten

Mandailing Natal.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mandailing Natal. 2010. Mandailing Natal Dalam

Angka. Kabupaten Mandailing Natal: Badan Pusat Statistik Kabupaten

Mandailing Natal.

Mantra, I. Bagus.1991.Pengantar Studi Demografi. Yogyakarta: Nur Cahaya.

(45)

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2005

Kecamatan Laki-laki Perempuan Laki-laki +

Perempuan

Rasio

Jenis Kelamin

1. Batahan

2. Batang Natal

3. Lingga Bayu

4. Kota Nopan

5. Ulu Pungkut

6. Tambangan

7. Lembah Sorik Merapi

8. Muara Sipongi

9. Penyabungan

10. Penyabungan Selatan

11. Penyabungan Barat

12. Penyabungan Utara

13. Penyabungan Timur

14. Natal

15. Muara Bt. Gadis

16. Siabu

17. Bukit Malintang

(46)

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2006

Kecamatan Laki-laki Perempuan Laki – Laki + perempuan

Rasio Jenis Kelamin

1. Batahan

2. Batang Natal

3. Lingga Bayu

4. Kota Nopan

5. Ulu Pungkut

6. Tambangan

7. Lembah Sorik Merapi

8. Muara Sipongi

9. Penyabungan

10. Penyabungan Selatan

11. Penyabungan Barat

12. Penyabungan Utara

13. Penyabungan Timur

14. Natal

15. Muara Bt. Gadis

16. Siabu

17. Bukit Malintang

(47)

Jumlah 202.904 210.846 413.750 96.23

Sumber: BPS Kabupaten Mandailing Natal

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2007

Kecamatan Jenis Kelamin Laki-laki + Perempuan

Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan

1. Batahan

2. Sinunukan

3. Batang Natal

4. Lingga Bayu

5. Ranto Baek

6. Kota Nopan

7. Ulu Pungkut

8. Tambangan

9. Lembah Sorik Merapi

10. Puncak Sorik Merapi

11. Muara Sipongi

(48)

14. Penyabungan Selatan

15. Penyabungan Barat

16. Penyabungan Utara

17. Penyabungan Timur

18. Huta Bargot

19. Natal

20. Muara Bt. Gadis

21. Siabu

22. Bukit Malintang

23. Naga Juang

4.925 4.544 10.130 6.468 2.740 13.120 7.359 26.069 6.279 1.887 5.476 4.992 10.605 6.808 2.873 12.855 7.280 26.889 6.383 1.930 10.401 9.536 20.735 13.276 5.613 25.975 14.639 51.958 12.662 3.817 89,94 91,03 95,52 95,01 95,37 102,06 101,09 93,23 98,23 98,87

Jumlah 205.343 212.247 417.590 96,75

Sumber: BPS Kabupaten Mandailing Natal

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2008

Kecamatan Jenis Kelamin Laki-laki + Perempuan

Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan

1. Batahan

2. Sinunukan

3. Batang Natal

4. Lingga Bayu

(49)

5. Ranto Baek

6. Kota Nopan

7. Ulu Pungkut

8. Tambangan

9. Lembah Sorik Merapi

10. Puncak Sorik Merapi

11. Muara Sipongi

12. Pakantan

13. Penyabungan

14. Penyabungan Selatan

15. Penyabungan Barat

16. Penyabungan Utara

17. Penyabungan Timur

18. Huta Bargot

19. Natal

20. Muara Bt. Gadis

21. Siabu

22. Bukit Malintang

23. Naga Juang

5.076 14.215 2.789 7.124 8917 3.937 5.483 1.457 36.600 4.976 4.591 10.235 6.535 2.768 13.256 7.435 25.32 6.344 1.911 5.103 15.213 2.948 7.987 4.831 4.366 5.370 1.432 388.781 5.579 5.086 10.820 6.941 2.912 13.123 7.426 27.396 6.496 1.949 19.179 29.428 5.737 15.111 17.748 8.303 10.852 2.899 75.381 10.555 9.677 21.055 13.376 4.580 26.379 14.851 52.725. 12.840 3.860 99,47 93,44 94,61 89,19 100,97 90,17 102,10 102,44 95,38 89,19 90,27 94,59 94,15 95,05 101,01 100,12 92,46 97,66 98,05

(50)

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dan Kecamatan Tahun 2009

Kecamatan Jenis Kelamin Laki-laki + Perempuan

Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan

1. Batahan

2. Sinunukan

3. Batang Natal

4. Lingga Bayu

5. Ranto Baek

6. Kota Nopan

7. Ulu Pungkut

8. Tambangan

9. Lembah Sorik Merapi

10. Puncak Sorik Merapi

11. Muara Sipongi

12. Pakantan

13. Penyabungan

14. Penyabungan Selatan

15. Penyabungan Barat

16. Penyabungan Utara

(51)

17. Penyabungan Timur

18. Huta Bargot

19. Natal

20. Muara Bt. Gadis

21. Siabu

22. Bukit Malintang

23. Naga Juang

6.633

2.810

13.455

7.546

25.708

6.439

1.939

7.040

2.953

13.306

7.530

27.790

6.588

1.977

13.673

5.763

26.761

16.076

53.498

13.027

3.916

94.22

95.16

101.12

100.21

92.51

97.74

98.08

Jumlah 210.578 219.311 429.889 96.02

Gambar

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2005 – 2009
Tabel 4.3 Jumlah Perubahan Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Menurut Jenis Kelamin
Tabel 4.4 Percentage Perubahan Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal Menurut
Tabel 4.5 Hasil Peramalan Jumlah Penduduk Kabupaten Mandailing Natal dari Tahun
+2

Referensi

Dokumen terkait

PROYEKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KABUPATEN DELI SERDANG PADA TAHUN 2012 DENGAN METODE EKSPONENSIAL..

Analisis Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Perempuan Dengan Menggunakan Microsoft Excel.. Gambar 4.3 Tampilan Analisis Persentase Perubahan Jumlah Penduduk

Langkah akhir yang dilakukan hanya untuk meramalkan jumlah penduduk, peluang kerja atau kesempatan kerja,jumlah pengangguran terbuka dan tenaga kerja yang ada di Kota Madya

Eva Julianti Siregar : Proyeksi Kesempatan Kerja Di Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2008-2010, 2008.. USU Repository

Tabel 3.5 Persentase Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Karo per Tahun 24 Tabel 3.6 Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki, Perempuan, dan Keseluruhan. Kabupaten Karo Tahun 2015-2018

Tabel 3.5 Persentase Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Karo per Tahun 24 Tabel 3.6 Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki, Perempuan, dan Keseluruhan. Kabupaten Karo Tahun 2015-2018

Gambar 3.4 Tampilan Analisis Persentase Perubahan Jumlah Keseluruhan Penduduk Laki-laki dan

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Deli Serdang dari Tahun 2001-20015 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-laki Persentase Perubahan Jumlah Penduduk