KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH
DENGAN KADAR SENG PADA MANUSIA
Oleh
S U N A R
PROGRAM
PASCASARJANA
Hai manusia ! kalau kamu masih ragu tentang berbangkit maka ingatlah bahwa Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian segumpal darah beku, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempuna untuk Kami jelaskan kepada kamu..
..
.
KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH
.DENGAN KADAR SENG PADA MANUSIA
Oleh S U N A R
Disertasi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar DOKTOR
pada
Program Studi Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Program
Pascasarjana Institut Pertanian BogorPROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
THE RELATIONSHIP ZINC IN SOIL WITH
THE ZINC STATUS OF HUMAN
abstract
Zinc is an essensial trace dement in the diets of human for optimal health and growth. Si s and symptoms of mild zinc deficienc in young children include impairefi"linear growth, poor weigh gain, reducedl deposition of lean
body tissue, anoreksia, hypogeus~a and impaired immunocompetence.
Relationship between zinc soil, cro and water with nutritional status in
school children was used three soil in Gent lava, Alluvial (Entisol), Latosol
(Inceptisol , and Podsolik (Ultisol
.
The availability of zinc so11 1.32,4.34 and3.08 ppm
2
or Alluvial, Latosol and
Podsolik respectively, zinc concentration inwater 0.03, 0.07 and 0.00 ppm respectively and zinc concentration in rice
3 1.55, 37.23 and 37.43 pm respectwely. Measure Interrelationships between
availability zinc soil
wig
unc adequacy status in human, was used- Smi* z+ctaste test and usin hair zinc concentrations of school children living m SIX
Indonesia village
t
161 males, 168 females), owth and body compositionindices, and dietary intakes of ener protein,
g3-
mineral and vlt- at twodays, using analyzed and literature%od com ositlon values. The experiment
war coqducted in green house of Faculty of &riculqe Bogor Agriculture of
U~versity. The treatments appl~cation of Zn m A U U V I ~ , Latosol and Podsolrk
so11 and plant.
The results show that prevalence of zinc w i t . zinc taste test in the rural
area Alluvial 56.33 %, Latosol 57.65
YO,
and Podsolik 64.47 %. The hair zincconcentration in the rural area Alluvial 11 1.15 m, .Latosol 76.53 ppm and
Podsolik 99.99 p rn. Fowty-four percent of c h i g e n ln rural area Latosol, 27
% in rural area Fodsolik and 25 % in rural area AUuvial had low hair Zn
concentration or zinc dijiciency (< 70 ppm). In Latosol, children with low hair
Zn concentration
had
low nutritional status. The nutrient intake ade uacy werebased on the Indonesian RDA and the aver e of nutrient dail &e in rural
kkal (91% RD3qmotein 41 g
( A
% RDA), ZnCa 402 m g 65 o RDA); in rural area Latosol,
protein
I
2 g (88 % RDA), Zn 7 mm rural area PodsoWh, energy 2 174
&h5t1
i?
Zn 8 mg (62 % RDA) and Ca 221 mg (36
a licat~on of Zn to the Alluvial, Latosol
plant not signi%antly influenced zinc concenbabon in
constribution of zinc concentration soil for zinc
concentration in water, crop and human. It seemed that positive and negative
influenced but not sigmficantl
.
The zinc concentration soil indirect effects ofzinc status human very low. ?it seemed that path coefficient vety small. Zinc
concentration
in
soil, water and crop, and socioculture status do not provide avery complete explanation of variation @ zinc status human, as inhcated-by
the fact these variabel combination explam on1 about 5.7 percent of vanahon
in zinc status human. This indicates, not that &e fully recursive path model is
RINGKASAN
H. SUNAR. KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH
DENGAN KADAR SENG PADA PviANUSIA (Di bawah bimbingan
MUCHAMMAD SRI SAENI Sebagai Ketua, F. GUNARWAN SURATMO,
DARWIN KARYADI, KHAIRIL ANWAR NOTODIPUTRO dan SUPIANDI
SABIHAM sebagai anggota).
Seng (Zn) adalah zat gizi esensial yang termasuk kelompok mikrornineral
yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Peranan seng dalam tubuh
sangat luas dan penting, dan terdapat 200 metalloenzim yang tergantung
kepada logam seng. Defisiensi seng dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik,
seksual, mengurangi daya konsentrasi (mudah mengantuk), mengurangi daya
penyembuhan luka, ketajaman pengecap (rasa), kulit kering clan kasar, anemia
dan lain-lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran seng di dalam
beberapa jenis tanah, tanaman dan air, mengetahui saling keterkaitan kadar
seng antara tanah, tanaman, air dan manusia serta faktor lainnya; mengetahui
pengaruh pemupukan terhadap kandungan seng dalam tanaman .
Penelitian ini dilakukan terhadap 24 contoh tanah yang tersebar di Jawa
Barat; selanjutnya penelitian difokuskan pada enam desa dengan jenis tanah
Aluvial, Podsolik dan Latosol; terhadap enam desa tersebut dilakukan
pencatatan umur dan jenis kelamin, pengukuran tinggi dan bobot badan, test
kecap Smith dan pengambilan contoh rambut terhadap an&-anak di delapan
responden rumah tangga dengan bantuan kueisioner untuk mengetahui jumlah
anak, pekerjaan, pendidikan, pola konsumsi, penyakit clan pola makan 'recall'
selama 24 dan 48 jam yang ldu. Percobaan rumah kaca dilakukan terhadap
keenam contoh jenis tanah, untuk mengetahui pengaruh pemupukan seng
terhadap kualitas bahan pangan. Seluruh data tanah, tanaman, air, kuiesioner,
analisis rambut diolah dengan SPSS dan SAS. Analisis lintasan (path analysis)
dilakukan untuk mengetahui koefisien lintasan antar peubah.
Rata-rata ketersediaan seng dari 24 contoh tanah yang terdiri dari jenis
tanah Aluvial < Latosol < Podsolik bertumt-turut 1.87 If 0.85, 2.90
+
1.05 dan3.52 f 2.11 ppm. Ketersediaan seng dalam tanah sangat beragam dan
dipengaruhi banyak faktor, diantara faktor yang diketahui ysrkni; pH, C -
organik, N-total, P, K, Ca, Mg, Na, A1 clan H dengan nilai koefisien
determinasi R' (yang disesuaikan) = 0.45 yang berarti hanya 45 % ketersediaan
seng dipengaruhi faktor atau peubah tersebut, sedangkan sisanya 55 5%
dipengaruhi oleh faktor atau peubah lainnya. Faktor-faktor luar seperti redoks
potensid, mikroorganisme, pengaruh iklirn mikro dan lain-lain mungkin lebih
menentukan.
Konstribusi pengaruh kandungan seng dalam tanah bersama-sama dengan
pH air terhadap kadar seng dalam air rendah. Besarnya konstribusi kandungan
seng tanah dan pH air yakni 35.2 O%/ dan masih terdapat 64.8 % faktor luar
ymg mempengaruhi kadar seng M a m air. Konsentrasi seng dalam air sangat
kecil dibandingkan ketersediaan seng ddam tanah yakni berkisar dari 0 sampai
0.08 ppm.
Konstribusi pengaruh kandungan seng dalam tanah, seng dalam air dan
beras sebesar 46.9 %. Masih terdapat 53.1 % faktor luar dari model tersebut
yang mempengaruhi kadar seng dalam tanaman. Faktor agroekologi,
keseimbangan unsur hara clan faktor lainnya masih dominan mempengaruhi
kadar seng dalam tanaman dan beras.
Rata-rata konsentrasi seng dalam anak an& sekolah seluruh daerah yakni
95.47 f 55.48 pprn dengan kisaran 20 sampai 522.5 ppm. J d a h responden
329 anak (161 anak laki-laki dan 168 anak wanita), umur 9.68 f 2.08 tahun
dengan kisaran 5.5 sampai 15 tahun, tinggi badan anak 127.01
+
12.78 cmdengan kisaran 100.00 sampai 157.00 cm dan berat badan anak 25.42 f 6.96 kg
dengan kisaran 13.50 sampai 54.00 kg.
Status seng dalam tubuh anak ditentukan dua cara yakni dengan tes kecap
Smith dan analisis kadar seng rambut. Hasil tes kecap Smith terhadap an&-
anak sekolah menunjukkan terdapat 60 % golongan 1 atau prevalensi
defisiensi seng biuuk dan 40 % golongan 2 atau prevalensi defisiensi seng
sedang. Berdasarkan konsentrasi seng dalam rambut, rata-rata persentase an&
yang defisiensi seng (kadar seng rambut < 70 ppm) 32.52 % atau 107 anak,
prevalensi defisiensi seng (kadar seng rambut 70-100 ppm) 34.66 % atau 114
anak dan non defisiensi seng (kadar seng rambut > 100 ppm) 32.82 % atau 108
an&. Secara urnurn, persentase anak yang prevalensi defisiensi seng (kadar
seng rambut < 100 ppm) 67.18 % atau 221 anak. Paling banyak yang
prevalensi defisiensi seng adalah anak wanita dibanding anak laki-laki yakni
masing-masing 13 1 anak wanita (59 ?4) dan 90 anak laki-laki (4 1 %).
Berdasarkan jenis tanah, rata-rata konsentrasi seng dalam rambut an&-
anak pada daerah Aluvial 1 1 1.15 ppm, Latosol 76.53 pprn dan Podsolik 99.9 1
viii
bahan pangan khususnya kadar seng dalam tanaman belum efektif melalui
pemupukan. Disamping itu, konstribusi kadar seng dalam tanaman terhadap
kadar seng pada manusia kecil, karena kadar seng dalam tanaman kecil dan
daya serapnya rendah dalam tubuh. Perlu konsumsi pangan nabati yang banyak
Judul penelitian : KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH DENGAN KADAR SENG PADA MANUSIA
Nama Mahasiswa : S U N A R
Nomor Pokok : 94 533
Program Studi : PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN
LINGKUNGAN
Menyetujui:
1. Komisi Pembimbing
-
,
,
-
-Prof. Dr.1r. M. Sri Saeni, M S
\
-
Prof. Dr. Ir. F. G. Suratmo Prof. Dr. dr. Darwin Karvadi
Anggota Anggota
A
Dr. Ir. Khairil Anwar Notodivutro Dr. Ir. S u ~ i a n d i Sabiham
Anggota Anggota
2. Ketua Program Studi
I N k-
-
<
Penulis dilahirkan pada tanggal 11 Nopember 1960 di Balige Sumatera
Utara, dari ayah Abdul Wahid (Almarhum) dan ibu Hj. Siti Salrnah. Penulis
menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 1972 di Silaen, Sekolah
Menengah Pertama pada tahun 1975 di Laguboti, dan Sekolah Menengah Atas
pada tahun 1979 di Pematang Siantar. Menyelesaikan pendidikan sarjana di
Fakultas Pertanian Institut P e k a n Bogor tahun 1983, dan pendidikan 5-2 di
Program Studi PengeloIaam Sumberdaya Alam dan Lingkungan Pascasarjana
Institut Pertanian Bogor tahun 1993. Sejak tahun 1994 mengikuti pendidikan
program S-3 (Doktor) pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan
Lingkungan Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Dari tahun 1983 sampai 1986 penulis bekerja sebagai tenaga peneliti dari
berbagai konsultan dan LPPSK dan menjadi dosen tidak tetap pada Fakultas
Pertanian Universitas Borobudur Jakarta. Diangkat sebagai dosen tetap pada
Fakultas Pertanian Universitas Borobudur sejak tanggal 1 Oktober 1986. Pada
tahun yang sama diangkat sebagai Pembantu Dekan I11 Fakultas Pertanian
Universitas Borobudur sampai tahun 1989, selanjutnya sejak tahun 1989
sampai 1992 sebagai Pembantu Dekan I, tahun 1995 sampai saat ini sebagai
Kepala Biro Administrasi Akademik Universitas Borobudur. Pada bulan Maret
1999 diangkat sebagai wakil direktur Program Pasca Sarjana Universitas
UCAPAN TERIMA KASIH
Dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas lindungan dan
rahrnamya, penuLis dapat wewujudkan penelitian dan tulisan ini.
Kepada Ketua Komisi Pembimbing, Bapak Prof Dr.Ir. Muhammad Sri
Saeni, MS penulis menghaturkan hormat dan terima kasih yang sedalam-
dalamnya atas bimbingan dan didikannya selama dalam penelitian dan
penulisan. Ucapan yang sama penulis juga sampaikan kepada anggota komisi
pembimbing, Bapak Prof. Dr.Ir. F.G. Suratmo, Bapak Prof. Dr. dr. Darwin
Karyadi, Bapak Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro dan Bapak Dr.Ir. Supiandi
Sabiham yang telah telah mencurahkan waktu
dan
pemikiran dalammembimbing penulis selama ini.
Kepada Bapak Rektor Universitas Borobudur
Jakarta
penulis sampaikanucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk
mengikuti pendidikan Program Doktor cli Program Pascasarjana IPB Bogor.
Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada istri penulis, Hj.
Siti Kholifah yang telah membantu dalam pengumpulan data di lapangan serta
dukungan moril yang tidak ternilai, serta kedua anak: Idham Rahmanarto dan
Ifan Rohimanto atas pengertian dan dukungannya.
Penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya juga disampaikan
kepada orangtua penulis yang sangat berjasa dalam mengasuh, membesarkan
dan mendidik penulis. Juga kepada seluruh guru dan dosen yang telah
Akhirnya kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu yang telah banyak membantu penyelesaian tulisan ini disampaikan
KATA PENGANTAR
Penelitian ini dimaksudkan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
gelar doktor pada Program Studi Sumberdaya Alam dan Lingkungan pada
Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Judul penelitian " Keterkaitan
Kandungan Seng pada Tanah dengan Kadar Seng pada Manusia".
Laporan ini menjelaskan mulai proses penyampaian latar belakang
perumusan masalah, kerangka berpikir, tujuan dan kegunaan serta hipotesis.
Dilanjutkan dengan bagaimana menjawab permasalahan dan tujuan serta
hipotesis dengan metode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ternyata jenis tanah dan kadar seng yang berbeda bukan faktor dominan yang
menentukan perbedaan kadar seng dalam tanaman, air dan manusia.
Konsentrasi seng dalam rambut an&, dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang
saling berkaitan. Dalam penelitian ini, faktor yang lebih kuat mempengaruhi
konsentrasi seng pada rambut anak addah tingkat konsumsi protein, jenis
kelamin, status gizi, konsumsi seng dari tanaman dan nasi.
Penelitian ini tidak lepas dari kekurangan maupun kehilafan, untuk itu
penulis sangat terbuka menerima saran d m kritik yang membangun. Harapan
penulis mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.
DAFTAR IS1
Halaman
J
...
KATA PENGANTAR
...
xlu
...
DAFTAR
IS1
3xiv
DAFTAR TABEL
...
xvi
DAFTAR GAMBAR
...
xix
PENDAHULUAN
...
1
Latar belakang
...
1
Perurnusan masalah
...
5
. .
Kerangka
pe
nduran
...
6
Tujuan dan kegmaan penelitian
...
9
TINJAUAN PUSTAKA
...
Peranan seng pada manusia
...
Penentuan status seng pada manusia
...
...
Kadar seng pada tanarnan dan peranannya
Kadar seng dalam tanah
...
Pemupukan seng
...Pengukuran status seng
...
METODOLOGI PENELITIAN
...
Waktu
dan tempat penelitian
...
Pengambilan contoh tanah
...
...
Pemilihan responden d m pengambilan data
Percobaan
rumah
kaca
...
.
....
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sifat dan ciri tanah
...
Korelasi beberapa sifat kimia tanah...
Konsentrasi seng dalam air...
Keadaan umum daerah penelitian...
Keadaan responden...
Rumah tangga responden
...
Status seng mak...
...
Korelasi konsentrasi seng rambut dengan peubah lainnya... Keterkaitan kandungan seng tanah dengan peubah lainnya Percobaan rumah kaca
...
Pembahasan umurn...
KESIMPULAN
...
Kesimpulan ... S arm
...
DAFTAR TABEL
Nornor Halaman
1. Sebab-sebab dan gejala defisiensi seng
...
18 2. Kriteria untuk pH, C-organik, Zn dan Mn...
...
...
283. Tempat-tempat pengambilan contoh tanah di Jawa Barat
....
...
.... 324 Kadar seng tanah berdasarkan metode DTPA 0.005 M
.. .
... ... 335 . Jumlah an& sekolah yang dijadikan responden
...
... ... ... . 346. Jumlah dan persentase jenis tanah berdasarkan kemasamannya.. 44
7. Jumlah dan persentase contoh tanah berdasarkan
kriteria PPT (1983)
...
...
. . 458. Raiaan, kisaran dan kriteria kadar seng pada jenis tanah
AluviaI, Latosol clan Podsolik
... ...
....
...
...
469. Korelasi antara seng tanah dengan berbagai sifat kimia tanah.. . . 48
10. Hubungan beberapa sifat kimia tanah dengan ketersediaan Zn ... 50
1 1. Konsentrasi seng @ pH air pada berbagai sumber air
dilokasi penelltian.. . .
.
. . .
..
. . .. .
.. . .
. . ... .
..
. .
..
. . .. .
. . . .
. . . .. .
..
. . . 5 112. Persentase an& sekolah berdasarkan tes kecap Smith
...
5913. Sebaran an& menurut konsentrasi seng dalam rambut
...
. 6014. Rata-rata dan ersentase konsentrasi seng berdasarkan asal
sekolah &TI status seng rambut
...
.... ... 6215. Korelasi konsentrasi seng dalam rambut dengan peubah lain.. . . . 63
16. Tingkat konsumsi energi, protein, sen kalsium, phospor,
besi dan phytat per hari berdasAan sekolah
...
.......
6917. Jumlah dan persentase anak sekolah berdasarkan
status gizi anak.. .
. . .
...
.
.. . .
. . . .. .
..
.
.. . . . ,. . . .
. . .. ..
..
.
. . ..
. . , . . . 7 118. Hubungan antara konsentrasi seng d a m rambut dengan
xvii
Nomor Halaman
Rataan kadar seng tanaman pada berbagai jenis tanah
...
Rataan kadar seng beras pada berbagai jenis tanah
...
Rata-rata kadar seng pada beras berdasarkan perlakuan
...
Keterkaitan antara kadar seng pada tiga jenis tanah. tanaman dan air dengan manusla
...
lam~iran
Kadar unsur hara dari 24 contoh tanah
...
Korelasai berbagai sifat kimia tanah
...
Analisis sidik ragam dari sifat kimia tanah
...
Sebaran anak menurut jenis kelamin...
Sebaran an& menurut wnur anak
...
Sebaran an& berdasarkan kelompok umur
...
Sebaran anak berdasarkan tinggi badan
...
Sebaran anak menurut bobot badan anak...
Sebaran anak menurut pendidikan orangtua...
Sebaran anak menurut umur orang tua
...
Sebaran jumlah anak dalam satu keluarga...
Sebaran anak menurut peke rjaan orang tua ...
Sebaran keluarga berdasarkan asal bahan makanan ...
Sebaran anak menurut konsentrasi seng rambut dan desa ...
Sebaran anak menurut umur clan konsentrasi seng
dalam rambut
...
Korelasi dari berbagai peubah terhadap konsentrasi seng ...
Rata-rata tingkat konsumsi an&-anak per orang per hari ...
Nomor Hdaman
19. Path analisis (analisis lintasanf antara berbagai peubah
...
13320. Hasil analisis sidik ragam terhadap jumlah anakan dan
bobot gabah kenng giling
...
1402 1. Hasil analisis sidik ragam kadar seng dalam tanaman dan
beras.
...
14322. Hasil analisis chi-square antara status seng dengan konsumsi
protein, energi dan seng serta status gizi
...
14723. Kadar seng dalam berbagai bahan pangan.. ... 153
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Selama w a h dua puluh tahun terakhir ini dampak kekurangan seng (Zn)
pada tubuh manusia terus meningkat. Kekurangan seng pada manusia dapat
mengganggu pertumbuhan dan h g s i seks dan reproduksi, pengecapan,
penciuman dan juga mengganggu selera makan (Fosmaire, 1990). Mineral seng
merupakan unsur penting bagi pembentukan insulin tubuh. Unsur ini juga
berperan mengatur kesuburan rambut dan rnencegah kebotakan. Pada pria,
seng meningkatkan fungsi seks melalui peningkatan kadar plasma testoteron
dan "folicle stimulating hormon" (FSH) yang memperbaiki produksi dan
kualitas sperma.
Kekurangan seng dapat menekan pertumbuhan anak-anak, berat badan
turun, menurunkan deposisi lemak dalam jaringan, hipogeusia, dan
menurunkan daya tahan tubuh (Hambridge, 1989: Prasad, 1991: Ferguson et.
al., 1993). Salah satu gejala defisiensi seng adalah gangguan pada sintesis
gustin, yaitu protein yang berperanan dalam pengecap rasa pada lidah,
sehingga defisiensi seng akan menyebabkan hipogeusia yang menimbulkan
terjadinya anoreksia (Wright et. al., 198 I), sementara menurut penelitian
lainnya menemukan kasus kuku cekung serupa sendok (koilonikia) akibat
kekurangan seng. Temuan lain adalah defisiensi seng berhubungan dengan
kasus marasmus dan kwarsikor akibat kekurangan kalori protein berat . Wanita
hamil yang menderita kekurangan darah (anemia) dan penunman kadar seng,
akan melahirkan bayi dengan daya kekebalan rendah, menderita kelainan
bawaan dan perkembangan mental yang rendah. Seng juga dihubungkan
kehamilan. Padahal penderlta anaemia di Indonesia saat ini masih tinggi yakni
sekitar 60% terutama pada wanita hamil.
Kebutuhan seng yang normal untuk kecukupan rata-rata yang dianjurkan
berbeda menurut golongan umur. Untuk golongan umw 0 (baru lahir') sampai
12 bulan kecukupan gizi 3 sampai 5 mg per hari, umur I sampai 9 tahun
kecukupan gizi 10 mg per hari dm golongan umur 10 sampai 60 tahun
kecukupan gizi 15 mg per hari (WNPG, 1998). Pada anak-anak yang sehat,
kadar seng yang normal adalah 100-250 pg (1.53-3.82 w o l ) per gram pada
rambut.
Penelitian mengenai kekurangan seng pada fnanusia telah dilaporkan oleh
beberapa peneliti mancanegara termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian
mancanegara antara lain di Amerika Utara (Gibson et. a/., 1989; Hambridge et.
al., 1972 d m 1985; Walravens et. al., 1983), Yugoslavia (Buzina et. al. ,
1980), Cina (Xue Cun et. al., 1985), Papua New Guinea (Gibson et. al., 1991),
Thailand (Udamkesmalee et. al., 1990), Malawi (Fergusson et. a/., 1989), dan
Guatemala (Gavan et. al., 1993).
Di Indonesia, penelitian status seng dilakukan dengan tes kecap Smith
d m mengukur konsentrasi seng dalam darah. Dengan test kecap Smith telah
dilakukan pada masyarakat yang ada di RW 04 Manggarai Jakarta (Djaja et.
al., 1988), di Banyumas (Kurniadi et. al. 1988) dan kelurahan utan kayu utara
Jakarta (Savitri, 1991). Dari hasil penelitian Djaja et. al. (1988) di
Manggarai ditemukan 87.99% penderita kekurangan seng
.
Penelitian Kurniadiet. al. (1988 ) di Banyumas ditemukan 79.37 % penderita defisiensi seng clan
penelitian Savitri (1991)
di
KelurahanUtan
Kayu ditemukan 90.2 % anak-anakindikator konsentrasi seng dalam serum darah di Kabupaten Bogor yaitu
Kec-tan Ciampea dan Cibungbulang juga menunjukkan defisiensi seng pada
anak usia sekolah (63.10 9'0) (Kenny el. al., 1996) dan pada orang dewasa 55% (Rahmasari et. al., 1996). Selanjutnya Djiteng et. al. (1996) yang meneliti di
Kabupaten Malang dan Tuban menemukan bahwa semua golongan urnur
menunjukkan kadar serum seng dalam darah dibawah normal begitu pula hasil
tes kecap Smith.
Kekurangan seng pada manusia diduga berkaitan erat dengan konsumsi
makanan yang mengandung seng rendah, gangguan metabolisme dalam tub*
dan pola konsumsi. Kekurangan seng pada makanan yang dikonsumsi dapat
disebabkan oleh karena bahan pangan tersebut dihasillcan dari kondisi
agroekologi yang kekurangan seng. Menurut hasil penelitian Soepartini et. al.,
(1973) dan
Al
Jabn et. al., (1990) diberbagai tempat di Indonesia (SulawesiSela- Sumatera Utara, Lombok dan Jawa) ditemukan kandungan seng pada
kategori rendah (kurang dari 1 ppm) sampai tinggi (lebih dari 1 ppm).
Selanjutnya Soepardi (1982) menemukan kawasan persawahan yang ada di
Pulau Jawa yaitu daerah pantai utara dan daerah yang intensif disawahkan
menunjukkan kemungkinan kekurangan ullsur seng. Hal yang sama juga dilaporkan oleh Subadiyasa (1988) dan Abubakar (1987) berturut-turut pada
tanah sawah di Bali dan Lombok.
Defisiensi seng pada tanah dan tanaman dapat disebabkan oleh beberapa
(Lindsay, 1972). Selain itu tanah kekurangan seng terjadi karena tekstur tanah
kasar dan tanah masam dengan curah hujan tinggi.
Ganguan metabolisme seperti adanya infeksi oleh parasit, diare, aktivitas
fisik, geophagia clan sikle sel anemia dapat meningkatkan kehilangan seng dalam tubuh atau menurunkan penyerapan seng pada usus. Selain itu
komponen bahan pangan seperti fitat, serat, kalsium dan protein juga
b e r p e n g d pada penyerapan seng. Protein berperanan dalam membantu
absorbsi seng melalui penyerapan dan pemindahn seng kedalam plasma.
Fitat yang tinggi pada bahan pangan dapat menurunkan penyerapan seng, karena dapat membentuk ligan dengan seng. Pada penderita diabetes
kandungan sengnya rendah karena absorbsi terganggu dan ekslaesi seng tinggi.
Begitu pula pecandu alkohol, serapan seng akan terharnbat. Dengan demikian,
faktor yang mempenganrhi status seng pada manusia merupakan interaksi yang
kompleks antara komponen pangan, kesehatan dan status seng pada bahan
pangan. Pola konsumsi hanya mengandallum nabati tanpa variasi makanan
hewani, menjadi penyebab ketidakseimbangan dan kekurangan seng dalam
tub& manusia. Oleh karena sumber seng utama berasal dari daging, kerang-
kerangan, biji-bijian, serealia dan leguminoseae.
Sehubungan dengan makin luasnya kasus kekurangan seng pada manusia,
maka peneliti mencoba mendekati permasdahan tersebut dari keterkaitan
kandungan seng pada tanah dan air dengan manusia. Mengingat masyarakat
Indonesia sebagian besar (kira-kira 60 %) tinggd di desa dan pada umumnya
hanya mengkonsumsi bahan pangan nabati yang diproduksi dari daerah
setempat. Menurut Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi ( 1998 )
konsumsi pangan penduduk masih~ sebagian besar tergantung dari bahan
pangan nabati. Pola pangan penduduk Indonesia untuk kalori masih
mengkonsumsi padi-padian sekitar 63.6 %
dan hanya sekitar
3.3 % dari hewani. Hal itu mungkin menjadi salah satu faktor penyebab masalahkekurangan gizi khususnya seng pada masyarakat di pedesaan. Untuk
mengetahui keterkaitan tersebut pada manusia
tidak
mudah, karenapengaruhnya
tidak berdiri sendiri, clan
tidak spesifik pengaruh kliniknya.Kandungan seng yang terdapat pada rambut m u s i a bukan gambaran
konsumsi pada saat tertentu, tetapi merupakan akumulasi dari kondisi beberapa
waktu sebelumnya. Analisis kandungan seng pada rambut hanya merupakan
indikator kandungan seng masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.
Perumusan masalah
Berdasarkan faMa tersebut, maka dapat dimmuskan pennasalahan dalam
penelitian ini. 1). Bagaimana persebaran ketersediaan seng pada jenis tanah yang berbeda ?. 2). Apakah terdapat hubungan antara kandungan seng di daiam
tanah, tanaman dan air dengan kadar seng pada manusia yang tinggal di pedesaan ?. 3). Apakah faktor yang menentukan status seng pada anak ?. 4). Apakah kekurangan seng pada bahan pangan manusia dapat ditingkatkan
dengan menambah pupuk kedalam tanah atau tanaman ?.
Keraneka vemikiran
Kesehatan masyarakat ditentukan oleh tingkat konsumsi sen& konsumsi
gizi lainnya, dan adanya penyakit atau infeksi yang dapat menunmkan
dipengaruhi oleh pola konsumsi pangan. Pola konsumsi pangan mencakup
ragam jenis pangan
dan
jumlah pangan yang dikomumsi serta fi-ekuensi danwaktu makan yang secara kuantitaif kesemuanya menentukan ukuran tinggi
rendahnya pangan yang dikonsumsi. Tinggi rendahnya pangan yang
dikonsumsi dapat dinyatakan dengan besaran satuan kalori untuk energi clan
gram untuk protein, lemak, mineral dan vitamin. Faktor sosialbudaya seperti
kebiasaan makan, j d a h anggota keluarga,
dan
tingkat pendidhn ataupengetahuan serta faktor ekonomi seperti tingkat pendapatan, harga pangan
dan
non pangan, dan mekanisme pemasaran berperanan dalam menentukan pola
konsumsi pangan masyarakat.
Asal usul dan ketersediaan bahan pangan yang dikonsumsi menjadi
penting diketahui, sebagai salah satu faktor yang berperan menentukan kadar
seng dalam bahan pangan. Tanah yang berperan sebagai media dan penyedia
unsur hara bagi tanaman akan menentukan kualitas balsan pangan yang
dihasilkan. Ketersediaan seng dalam tanah ditentukan o1eh jenis tanah yang memiliki sifat kimia dan fisik yang berbeda tergantung dari bahan induk dan
proses pembentukannya. Ketersediaan seng dalam
tanah
dan unsur hara lainnya secara seimbang akan menentukan kadar seng pada tanaman.Domisili masyarakat Indonesia yang sebagian besar berada di desa dan
pada umumnya penyediaan konsumsi pangan berasal dari daerah setempat,
akan terkait dengan pengelolaan tanah dan tanaman. Untuk daerah -daerah
yang sulit dijangkau, peranan lahan sebagai sumber pangan pokok menjadi sangat penting. Beras sebagai bahan makanan pokok diperoleh dari tanaman
Berdasarkan hasil penelitian yang dilalmkan pada beberapa jenis
tanah
sawah di Pulau Jawa, kasus kekurangan seng pada
tanah
banyak ditemukan.Tetapi, kaitannya dengan tanaman maupun manusia yang di atasnya belum
banyak diungkapkan. Oleh karena itu, penelitian ini akan lebih terfokus pada
masalah, apakah ada hubungan ant- kandungan seng pada tanah, tanaman
dan air dengan kadar seng pada manusia. Bagaimana mengatasi kekurangan
seng tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber
pangan nabati yang dikonsumsi oleh manusia, sehingga kua.litas sumberdaya
manusia lebih baik di masa yang akan datang.
Kejadian bibir sumbing pada beberapa tempat dijadikan dasar bagi
pemilihan tempat penelitian, selain dari jenis tanahnya, aksebilitas wilayah dan
prasarana dan sarana di desa. Ada dugaan, kasus bibir sumbing merupakan
&bat kekurangan seng pada saat ibu hamil. Kekurangan seng pada saat ibu
hamil akan memperbesar resiko anak yang dilahirkan mengalami bibir
sumbing. Pada masa anak-anak, kekurangan seng dapat menekan pertumbuhan
anak-anak, berat badan turun, menurunkan deposisi lemak, hipogeusia,
menunmkan daya tahan tubuh, kuku cekung, menurunkan daya konsentrasi dan
lain-lain. Pada pria dewasa dapat mempercepat kebotakan, menurunkan fimgsi
seks dan kualitas spenna.
Untuk mengetahui status seng atau kondisi kadar seng pada manusia,
sasaran penelitian ditujukan pada anak-anak sekolah. Pemilihan responden
anak
didasarkam pada pertimbangan bahwa anak-anak sekolah adalah harapan bangsa yang perlu ditingkatkan kualitasnya melalui perbaikan gizi khususnyaantara lain menganalisis plasma darah, serum, sel darah merah , rambut dan
urin serta tes kecap Smith. Pada penelitian ini, status seng pada anak
ditentukan dengan mengambil contoh rambut untuk dianalisis kadar sengnya
dan tes kecap Smith.
Disamping itu, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin dan urnur anak
serta rumah tangga dari setiap anak diteliti. Kondisi status s a g manusia yang
dihasilkan, diharapkan dapat menggambarkan kondisi masyarakat yang berada
pada daerah pedesaan. Selengkapnya kerangka berfikir pada Gambar 1.
Tuiuan dan kwunaan ~enelitian
Penelitian ini bertujuan;
1. Mengetahui persebaran kandungan dan ketersediaan seng di
dalam
berbagaijenis tanah, tanaman, air
dan
manusia.2. Mengetahui konstribusi hubungan atau keterkaitan antara tanah, tan-
air clan manusia.
3. Mengetahui status seng pada anak-anak sekolah dengan menggunakan test
kecap (rasa) Smith clan kadar seng dalam rambut.
4. Mengetahui seberapa penting kadar seng dalam tanah dibandingkan dengan
faktor-faktor lainnya mempengaruhi kadar seng &lam tubuh manusia.
5. Mengetahui cara mengatasi kekurangan seng pada tanah, tanaman dan
bahan pangan.
Kegunaan penelitian
1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam upaya untuk mengatasi
2. Sebagai dasar penelitian lanjutan tentang hubungan antara manusia dan
lingkungannya.
Hipotesis
1. Terdapat perbedaan kadar seng pada tanaman dan air sesuai dengan
ketersediaan seng di dalam setiap jenis bnah.
2. Terdapat hubungan yang erat antara kadar seng pada tanah, air, tanaman
dan manusia.
3. Pemberian pupuk seng ke dalam tanah atau melalui tanaman dapat