• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterkaitan Kandungan Seng pada Tanah dengan Kadar Seng pada Manusia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keterkaitan Kandungan Seng pada Tanah dengan Kadar Seng pada Manusia"

Copied!
343
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121)
(122)
(123)
(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)
(141)
(142)
(143)
(144)
(145)
(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)
(152)
(153)
(154)
(155)
(156)
(157)
(158)
(159)
(160)
(161)
(162)
(163)
(164)
(165)
(166)
(167)
(168)
(169)
(170)
(171)
(172)
(173)

KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH

DENGAN KADAR SENG PADA MANUSIA

Oleh

S U N A R

PROGRAM

PASCASARJANA

(174)

Hai manusia ! kalau kamu masih ragu tentang berbangkit maka ingatlah bahwa Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian segumpal darah beku, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempuna untuk Kami jelaskan kepada kamu..

..

.

(175)

KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH

.DENGAN KADAR SENG PADA MANUSIA

Oleh S U N A R

Disertasi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar DOKTOR

pada

Program Studi Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Program

Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(176)

THE RELATIONSHIP ZINC IN SOIL WITH

THE ZINC STATUS OF HUMAN

abstract

Zinc is an essensial trace dement in the diets of human for optimal health and growth. Si s and symptoms of mild zinc deficienc in young children include impairefi"linear growth, poor weigh gain, reducedl deposition of lean

body tissue, anoreksia, hypogeus~a and impaired immunocompetence.

Relationship between zinc soil, cro and water with nutritional status in

school children was used three soil in Gent lava, Alluvial (Entisol), Latosol

(Inceptisol , and Podsolik (Ultisol

.

The availability of zinc so11 1.32,4.34 and

3.08 ppm

2

or Alluvial, Latosol an

d

Podsolik respectively, zinc concentration in

water 0.03, 0.07 and 0.00 ppm respectively and zinc concentration in rice

3 1.55, 37.23 and 37.43 pm respectwely. Measure Interrelationships between

availability zinc soil

wig

unc adequacy status in human, was used- Smi* z+c

taste test and usin hair zinc concentrations of school children living m SIX

Indonesia village

t

161 males, 168 females), owth and body composition

indices, and dietary intakes of ener protein,

g3-

mineral and vlt- at two

days, using analyzed and literature%od com ositlon values. The experiment

war coqducted in green house of Faculty of &riculqe Bogor Agriculture of

U~versity. The treatments appl~cation of Zn m A U U V I ~ , Latosol and Podsolrk

so11 and plant.

The results show that prevalence of zinc w i t . zinc taste test in the rural

area Alluvial 56.33 %, Latosol 57.65

YO,

and Podsolik 64.47 %. The hair zinc

concentration in the rural area Alluvial 11 1.15 m, .Latosol 76.53 ppm and

Podsolik 99.99 p rn. Fowty-four percent of c h i g e n ln rural area Latosol, 27

% in rural area Fodsolik and 25 % in rural area AUuvial had low hair Zn

concentration or zinc dijiciency (< 70 ppm). In Latosol, children with low hair

Zn concentration

had

low nutritional status. The nutrient intake ade uacy were

based on the Indonesian RDA and the aver e of nutrient dail &e in rural

kkal (91% RD3qmotein 41 g

( A

% RDA), Zn

Ca 402 m g 65 o RDA); in rural area Latosol,

protein

I

2 g (88 % RDA), Zn 7 m

m rural area PodsoWh, energy 2 174

&h5t1

i?

Zn 8 mg (62 % RDA) and Ca 221 mg (36

a licat~on of Zn to the Alluvial, Latosol

plant not signi%antly influenced zinc concenbabon in

constribution of zinc concentration soil for zinc

concentration in water, crop and human. It seemed that positive and negative

influenced but not sigmficantl

.

The zinc concentration soil indirect effects of

zinc status human very low. ?it seemed that path coefficient vety small. Zinc

concentration

in

soil, water and crop, and socioculture status do not provide a

very complete explanation of variation @ zinc status human, as inhcated-by

the fact these variabel combination explam on1 about 5.7 percent of vanahon

in zinc status human. This indicates, not that &e fully recursive path model is

(177)

RINGKASAN

H. SUNAR. KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH

DENGAN KADAR SENG PADA PviANUSIA (Di bawah bimbingan

MUCHAMMAD SRI SAENI Sebagai Ketua, F. GUNARWAN SURATMO,

DARWIN KARYADI, KHAIRIL ANWAR NOTODIPUTRO dan SUPIANDI

SABIHAM sebagai anggota).

Seng (Zn) adalah zat gizi esensial yang termasuk kelompok mikrornineral

yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Peranan seng dalam tubuh

sangat luas dan penting, dan terdapat 200 metalloenzim yang tergantung

kepada logam seng. Defisiensi seng dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik,

seksual, mengurangi daya konsentrasi (mudah mengantuk), mengurangi daya

penyembuhan luka, ketajaman pengecap (rasa), kulit kering clan kasar, anemia

dan lain-lain.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran seng di dalam

beberapa jenis tanah, tanaman dan air, mengetahui saling keterkaitan kadar

seng antara tanah, tanaman, air dan manusia serta faktor lainnya; mengetahui

pengaruh pemupukan terhadap kandungan seng dalam tanaman .

Penelitian ini dilakukan terhadap 24 contoh tanah yang tersebar di Jawa

Barat; selanjutnya penelitian difokuskan pada enam desa dengan jenis tanah

Aluvial, Podsolik dan Latosol; terhadap enam desa tersebut dilakukan

pencatatan umur dan jenis kelamin, pengukuran tinggi dan bobot badan, test

kecap Smith dan pengambilan contoh rambut terhadap an&-anak di delapan

(178)

responden rumah tangga dengan bantuan kueisioner untuk mengetahui jumlah

anak, pekerjaan, pendidikan, pola konsumsi, penyakit clan pola makan 'recall'

selama 24 dan 48 jam yang ldu. Percobaan rumah kaca dilakukan terhadap

keenam contoh jenis tanah, untuk mengetahui pengaruh pemupukan seng

terhadap kualitas bahan pangan. Seluruh data tanah, tanaman, air, kuiesioner,

analisis rambut diolah dengan SPSS dan SAS. Analisis lintasan (path analysis)

dilakukan untuk mengetahui koefisien lintasan antar peubah.

Rata-rata ketersediaan seng dari 24 contoh tanah yang terdiri dari jenis

tanah Aluvial < Latosol < Podsolik bertumt-turut 1.87 If 0.85, 2.90

+

1.05 dan

3.52 f 2.11 ppm. Ketersediaan seng dalam tanah sangat beragam dan

dipengaruhi banyak faktor, diantara faktor yang diketahui ysrkni; pH, C -

organik, N-total, P, K, Ca, Mg, Na, A1 clan H dengan nilai koefisien

determinasi R' (yang disesuaikan) = 0.45 yang berarti hanya 45 % ketersediaan

seng dipengaruhi faktor atau peubah tersebut, sedangkan sisanya 55 5%

dipengaruhi oleh faktor atau peubah lainnya. Faktor-faktor luar seperti redoks

potensid, mikroorganisme, pengaruh iklirn mikro dan lain-lain mungkin lebih

menentukan.

Konstribusi pengaruh kandungan seng dalam tanah bersama-sama dengan

pH air terhadap kadar seng dalam air rendah. Besarnya konstribusi kandungan

seng tanah dan pH air yakni 35.2 O%/ dan masih terdapat 64.8 % faktor luar

ymg mempengaruhi kadar seng M a m air. Konsentrasi seng dalam air sangat

kecil dibandingkan ketersediaan seng ddam tanah yakni berkisar dari 0 sampai

0.08 ppm.

Konstribusi pengaruh kandungan seng dalam tanah, seng dalam air dan

(179)

beras sebesar 46.9 %. Masih terdapat 53.1 % faktor luar dari model tersebut

yang mempengaruhi kadar seng dalam tanaman. Faktor agroekologi,

keseimbangan unsur hara clan faktor lainnya masih dominan mempengaruhi

kadar seng dalam tanaman dan beras.

Rata-rata konsentrasi seng dalam anak an& sekolah seluruh daerah yakni

95.47 f 55.48 pprn dengan kisaran 20 sampai 522.5 ppm. J d a h responden

329 anak (161 anak laki-laki dan 168 anak wanita), umur 9.68 f 2.08 tahun

dengan kisaran 5.5 sampai 15 tahun, tinggi badan anak 127.01

+

12.78 cm

dengan kisaran 100.00 sampai 157.00 cm dan berat badan anak 25.42 f 6.96 kg

dengan kisaran 13.50 sampai 54.00 kg.

Status seng dalam tubuh anak ditentukan dua cara yakni dengan tes kecap

Smith dan analisis kadar seng rambut. Hasil tes kecap Smith terhadap an&-

anak sekolah menunjukkan terdapat 60 % golongan 1 atau prevalensi

defisiensi seng biuuk dan 40 % golongan 2 atau prevalensi defisiensi seng

sedang. Berdasarkan konsentrasi seng dalam rambut, rata-rata persentase an&

yang defisiensi seng (kadar seng rambut < 70 ppm) 32.52 % atau 107 anak,

prevalensi defisiensi seng (kadar seng rambut 70-100 ppm) 34.66 % atau 114

anak dan non defisiensi seng (kadar seng rambut > 100 ppm) 32.82 % atau 108

an&. Secara urnurn, persentase anak yang prevalensi defisiensi seng (kadar

seng rambut < 100 ppm) 67.18 % atau 221 anak. Paling banyak yang

prevalensi defisiensi seng adalah anak wanita dibanding anak laki-laki yakni

masing-masing 13 1 anak wanita (59 ?4) dan 90 anak laki-laki (4 1 %).

Berdasarkan jenis tanah, rata-rata konsentrasi seng dalam rambut an&-

anak pada daerah Aluvial 1 1 1.15 ppm, Latosol 76.53 pprn dan Podsolik 99.9 1

(180)

viii

bahan pangan khususnya kadar seng dalam tanaman belum efektif melalui

pemupukan. Disamping itu, konstribusi kadar seng dalam tanaman terhadap

kadar seng pada manusia kecil, karena kadar seng dalam tanaman kecil dan

daya serapnya rendah dalam tubuh. Perlu konsumsi pangan nabati yang banyak

(181)

Judul penelitian : KETERKAITAN KANDUNGAN SENG PADA TANAH DENGAN KADAR SENG PADA MANUSIA

Nama Mahasiswa : S U N A R

Nomor Pokok : 94 533

Program Studi : PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN

LINGKUNGAN

Menyetujui:

1. Komisi Pembimbing

-

,

,

-

-Prof. Dr.1r. M. Sri Saeni, M S

\

-

Prof. Dr. Ir. F. G. Suratmo Prof. Dr. dr. Darwin Karvadi

Anggota Anggota

A

Dr. Ir. Khairil Anwar Notodivutro Dr. Ir. S u ~ i a n d i Sabiham

Anggota Anggota

2. Ketua Program Studi

I N k-

-

<

(182)

Penulis dilahirkan pada tanggal 11 Nopember 1960 di Balige Sumatera

Utara, dari ayah Abdul Wahid (Almarhum) dan ibu Hj. Siti Salrnah. Penulis

menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 1972 di Silaen, Sekolah

Menengah Pertama pada tahun 1975 di Laguboti, dan Sekolah Menengah Atas

pada tahun 1979 di Pematang Siantar. Menyelesaikan pendidikan sarjana di

Fakultas Pertanian Institut P e k a n Bogor tahun 1983, dan pendidikan 5-2 di

Program Studi PengeloIaam Sumberdaya Alam dan Lingkungan Pascasarjana

Institut Pertanian Bogor tahun 1993. Sejak tahun 1994 mengikuti pendidikan

program S-3 (Doktor) pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan

Lingkungan Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Dari tahun 1983 sampai 1986 penulis bekerja sebagai tenaga peneliti dari

berbagai konsultan dan LPPSK dan menjadi dosen tidak tetap pada Fakultas

Pertanian Universitas Borobudur Jakarta. Diangkat sebagai dosen tetap pada

Fakultas Pertanian Universitas Borobudur sejak tanggal 1 Oktober 1986. Pada

tahun yang sama diangkat sebagai Pembantu Dekan I11 Fakultas Pertanian

Universitas Borobudur sampai tahun 1989, selanjutnya sejak tahun 1989

sampai 1992 sebagai Pembantu Dekan I, tahun 1995 sampai saat ini sebagai

Kepala Biro Administrasi Akademik Universitas Borobudur. Pada bulan Maret

1999 diangkat sebagai wakil direktur Program Pasca Sarjana Universitas

(183)

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas lindungan dan

rahrnamya, penuLis dapat wewujudkan penelitian dan tulisan ini.

Kepada Ketua Komisi Pembimbing, Bapak Prof Dr.Ir. Muhammad Sri

Saeni, MS penulis menghaturkan hormat dan terima kasih yang sedalam-

dalamnya atas bimbingan dan didikannya selama dalam penelitian dan

penulisan. Ucapan yang sama penulis juga sampaikan kepada anggota komisi

pembimbing, Bapak Prof. Dr.Ir. F.G. Suratmo, Bapak Prof. Dr. dr. Darwin

Karyadi, Bapak Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro dan Bapak Dr.Ir. Supiandi

Sabiham yang telah telah mencurahkan waktu

dan

pemikiran dalam

membimbing penulis selama ini.

Kepada Bapak Rektor Universitas Borobudur

Jakarta

penulis sampaikan

ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk

mengikuti pendidikan Program Doktor cli Program Pascasarjana IPB Bogor.

Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada istri penulis, Hj.

Siti Kholifah yang telah membantu dalam pengumpulan data di lapangan serta

dukungan moril yang tidak ternilai, serta kedua anak: Idham Rahmanarto dan

Ifan Rohimanto atas pengertian dan dukungannya.

Penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya juga disampaikan

kepada orangtua penulis yang sangat berjasa dalam mengasuh, membesarkan

dan mendidik penulis. Juga kepada seluruh guru dan dosen yang telah

(184)

Akhirnya kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu

persatu yang telah banyak membantu penyelesaian tulisan ini disampaikan

(185)

KATA PENGANTAR

Penelitian ini dimaksudkan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

gelar doktor pada Program Studi Sumberdaya Alam dan Lingkungan pada

Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Judul penelitian " Keterkaitan

Kandungan Seng pada Tanah dengan Kadar Seng pada Manusia".

Laporan ini menjelaskan mulai proses penyampaian latar belakang

perumusan masalah, kerangka berpikir, tujuan dan kegunaan serta hipotesis.

Dilanjutkan dengan bagaimana menjawab permasalahan dan tujuan serta

hipotesis dengan metode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

ternyata jenis tanah dan kadar seng yang berbeda bukan faktor dominan yang

menentukan perbedaan kadar seng dalam tanaman, air dan manusia.

Konsentrasi seng dalam rambut an&, dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang

saling berkaitan. Dalam penelitian ini, faktor yang lebih kuat mempengaruhi

konsentrasi seng pada rambut anak addah tingkat konsumsi protein, jenis

kelamin, status gizi, konsumsi seng dari tanaman dan nasi.

Penelitian ini tidak lepas dari kekurangan maupun kehilafan, untuk itu

penulis sangat terbuka menerima saran d m kritik yang membangun. Harapan

penulis mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.

(186)

DAFTAR IS1

Halaman

J

...

KATA PENGANTAR

...

xlu

...

DAFTAR

IS1

3

xiv

DAFTAR TABEL

...

xvi

DAFTAR GAMBAR

...

xix

PENDAHULUAN

...

1

Latar belakang

...

1

Perurnusan masalah

...

5

. .

Kerangka

pe

nduran

...

6

Tujuan dan kegmaan penelitian

...

9

TINJAUAN PUSTAKA

...

Peranan seng pada manusia

...

Penentuan status seng pada manusia

...

...

Kadar seng pada tanarnan dan peranannya

Kadar seng dalam tanah

...

Pemupukan seng

...

Pengukuran status seng

...

METODOLOGI PENELITIAN

...

Waktu

dan tempat penelitian

...

Pengambilan contoh tanah

...

...

Pemilihan responden d m pengambilan data

Percobaan

rumah

kaca

...

.

.
(187)

...

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sifat dan ciri tanah

...

Korelasi beberapa sifat kimia tanah

...

Konsentrasi seng dalam air

...

Keadaan umum daerah penelitian

...

Keadaan responden

...

Rumah tangga responden

...

Status seng mak

...

...

Korelasi konsentrasi seng rambut dengan peubah lainnya

... Keterkaitan kandungan seng tanah dengan peubah lainnya Percobaan rumah kaca

...

Pembahasan umurn

...

KESIMPULAN

...

Kesimpulan ... S arm

...

(188)

DAFTAR TABEL

Nornor Halaman

1. Sebab-sebab dan gejala defisiensi seng

...

18 2. Kriteria untuk pH, C-organik, Zn dan Mn

...

...

...

28

3. Tempat-tempat pengambilan contoh tanah di Jawa Barat

....

...

.... 32

4 Kadar seng tanah berdasarkan metode DTPA 0.005 M

.. .

... ... 33

5 . Jumlah an& sekolah yang dijadikan responden

...

... ... ... . 34

6. Jumlah dan persentase jenis tanah berdasarkan kemasamannya.. 44

7. Jumlah dan persentase contoh tanah berdasarkan

kriteria PPT (1983)

...

...

. . 45

8. Raiaan, kisaran dan kriteria kadar seng pada jenis tanah

AluviaI, Latosol clan Podsolik

... ...

....

...

...

46

9. Korelasi antara seng tanah dengan berbagai sifat kimia tanah.. . . 48

10. Hubungan beberapa sifat kimia tanah dengan ketersediaan Zn ... 50

1 1. Konsentrasi seng @ pH air pada berbagai sumber air

dilokasi penelltian.. . .

.

. . .

..

. . .

. .

.

. . .

. . ..

. .

..

. .

..

. . .

. .

. . . .

. . . .

. .

.

.

. . . 5 1

12. Persentase an& sekolah berdasarkan tes kecap Smith

...

59

13. Sebaran an& menurut konsentrasi seng dalam rambut

...

. 60

14. Rata-rata dan ersentase konsentrasi seng berdasarkan asal

sekolah &TI status seng rambut

...

.... ... 62

15. Korelasi konsentrasi seng dalam rambut dengan peubah lain.. . . . 63

16. Tingkat konsumsi energi, protein, sen kalsium, phospor,

besi dan phytat per hari berdasAan sekolah

...

....

...

69

17. Jumlah dan persentase anak sekolah berdasarkan

status gizi anak.. .

. . .

.

..

.

.

. . .

. . . .

. .

..

.

.. . . . ,

. . . .

. . .. .

.

.

.

.

. . .

.

. . , . . . 7 1

18. Hubungan antara konsentrasi seng d a m rambut dengan

(189)

xvii

Nomor Halaman

Rataan kadar seng tanaman pada berbagai jenis tanah

...

Rataan kadar seng beras pada berbagai jenis tanah

...

Rata-rata kadar seng pada beras berdasarkan perlakuan

...

Keterkaitan antara kadar seng pada tiga jenis tanah. tanaman dan air dengan manusla

...

lam~iran

Kadar unsur hara dari 24 contoh tanah

...

Korelasai berbagai sifat kimia tanah

...

Analisis sidik ragam dari sifat kimia tanah

...

Sebaran anak menurut jenis kelamin

...

Sebaran an& menurut wnur anak

...

Sebaran an& berdasarkan kelompok umur

...

Sebaran anak berdasarkan tinggi badan

...

Sebaran anak menurut bobot badan anak

...

Sebaran anak menurut pendidikan orangtua

...

Sebaran anak menurut umur orang tua

...

Sebaran jumlah anak dalam satu keluarga

...

Sebaran anak menurut peke rjaan orang tua ...

Sebaran keluarga berdasarkan asal bahan makanan ...

Sebaran anak menurut konsentrasi seng rambut dan desa ...

Sebaran anak menurut umur clan konsentrasi seng

dalam rambut

...

Korelasi dari berbagai peubah terhadap konsentrasi seng ...

Rata-rata tingkat konsumsi an&-anak per orang per hari ...

(190)

Nomor Hdaman

19. Path analisis (analisis lintasanf antara berbagai peubah

...

133

20. Hasil analisis sidik ragam terhadap jumlah anakan dan

bobot gabah kenng giling

...

140

2 1. Hasil analisis sidik ragam kadar seng dalam tanaman dan

beras.

...

143

22. Hasil analisis chi-square antara status seng dengan konsumsi

protein, energi dan seng serta status gizi

...

147

23. Kadar seng dalam berbagai bahan pangan.. ... 153

(191)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Selama w a h dua puluh tahun terakhir ini dampak kekurangan seng (Zn)

pada tubuh manusia terus meningkat. Kekurangan seng pada manusia dapat

mengganggu pertumbuhan dan h g s i seks dan reproduksi, pengecapan,

penciuman dan juga mengganggu selera makan (Fosmaire, 1990). Mineral seng

merupakan unsur penting bagi pembentukan insulin tubuh. Unsur ini juga

berperan mengatur kesuburan rambut dan rnencegah kebotakan. Pada pria,

seng meningkatkan fungsi seks melalui peningkatan kadar plasma testoteron

dan "folicle stimulating hormon" (FSH) yang memperbaiki produksi dan

kualitas sperma.

Kekurangan seng dapat menekan pertumbuhan anak-anak, berat badan

turun, menurunkan deposisi lemak dalam jaringan, hipogeusia, dan

menurunkan daya tahan tubuh (Hambridge, 1989: Prasad, 1991: Ferguson et.

al., 1993). Salah satu gejala defisiensi seng adalah gangguan pada sintesis

gustin, yaitu protein yang berperanan dalam pengecap rasa pada lidah,

sehingga defisiensi seng akan menyebabkan hipogeusia yang menimbulkan

terjadinya anoreksia (Wright et. al., 198 I), sementara menurut penelitian

lainnya menemukan kasus kuku cekung serupa sendok (koilonikia) akibat

kekurangan seng. Temuan lain adalah defisiensi seng berhubungan dengan

kasus marasmus dan kwarsikor akibat kekurangan kalori protein berat . Wanita

hamil yang menderita kekurangan darah (anemia) dan penunman kadar seng,

akan melahirkan bayi dengan daya kekebalan rendah, menderita kelainan

bawaan dan perkembangan mental yang rendah. Seng juga dihubungkan

(192)

kehamilan. Padahal penderlta anaemia di Indonesia saat ini masih tinggi yakni

sekitar 60% terutama pada wanita hamil.

Kebutuhan seng yang normal untuk kecukupan rata-rata yang dianjurkan

berbeda menurut golongan umur. Untuk golongan umw 0 (baru lahir') sampai

12 bulan kecukupan gizi 3 sampai 5 mg per hari, umur I sampai 9 tahun

kecukupan gizi 10 mg per hari dm golongan umur 10 sampai 60 tahun

kecukupan gizi 15 mg per hari (WNPG, 1998). Pada anak-anak yang sehat,

kadar seng yang normal adalah 100-250 pg (1.53-3.82 w o l ) per gram pada

rambut.

Penelitian mengenai kekurangan seng pada fnanusia telah dilaporkan oleh

beberapa peneliti mancanegara termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian

mancanegara antara lain di Amerika Utara (Gibson et. a/., 1989; Hambridge et.

al., 1972 d m 1985; Walravens et. al., 1983), Yugoslavia (Buzina et. al. ,

1980), Cina (Xue Cun et. al., 1985), Papua New Guinea (Gibson et. al., 1991),

Thailand (Udamkesmalee et. al., 1990), Malawi (Fergusson et. a/., 1989), dan

Guatemala (Gavan et. al., 1993).

Di Indonesia, penelitian status seng dilakukan dengan tes kecap Smith

d m mengukur konsentrasi seng dalam darah. Dengan test kecap Smith telah

dilakukan pada masyarakat yang ada di RW 04 Manggarai Jakarta (Djaja et.

al., 1988), di Banyumas (Kurniadi et. al. 1988) dan kelurahan utan kayu utara

Jakarta (Savitri, 1991). Dari hasil penelitian Djaja et. al. (1988) di

Manggarai ditemukan 87.99% penderita kekurangan seng

.

Penelitian Kurniadi

et. al. (1988 ) di Banyumas ditemukan 79.37 % penderita defisiensi seng clan

penelitian Savitri (1991)

di

Kelurahan

Utan

Kayu ditemukan 90.2 % anak-anak
(193)

indikator konsentrasi seng dalam serum darah di Kabupaten Bogor yaitu

Kec-tan Ciampea dan Cibungbulang juga menunjukkan defisiensi seng pada

anak usia sekolah (63.10 9'0) (Kenny el. al., 1996) dan pada orang dewasa 55% (Rahmasari et. al., 1996). Selanjutnya Djiteng et. al. (1996) yang meneliti di

Kabupaten Malang dan Tuban menemukan bahwa semua golongan urnur

menunjukkan kadar serum seng dalam darah dibawah normal begitu pula hasil

tes kecap Smith.

Kekurangan seng pada manusia diduga berkaitan erat dengan konsumsi

makanan yang mengandung seng rendah, gangguan metabolisme dalam tub*

dan pola konsumsi. Kekurangan seng pada makanan yang dikonsumsi dapat

disebabkan oleh karena bahan pangan tersebut dihasillcan dari kondisi

agroekologi yang kekurangan seng. Menurut hasil penelitian Soepartini et. al.,

(1973) dan

Al

Jabn et. al., (1990) diberbagai tempat di Indonesia (Sulawesi

Sela- Sumatera Utara, Lombok dan Jawa) ditemukan kandungan seng pada

kategori rendah (kurang dari 1 ppm) sampai tinggi (lebih dari 1 ppm).

Selanjutnya Soepardi (1982) menemukan kawasan persawahan yang ada di

Pulau Jawa yaitu daerah pantai utara dan daerah yang intensif disawahkan

menunjukkan kemungkinan kekurangan ullsur seng. Hal yang sama juga dilaporkan oleh Subadiyasa (1988) dan Abubakar (1987) berturut-turut pada

tanah sawah di Bali dan Lombok.

Defisiensi seng pada tanah dan tanaman dapat disebabkan oleh beberapa

(194)

(Lindsay, 1972). Selain itu tanah kekurangan seng terjadi karena tekstur tanah

kasar dan tanah masam dengan curah hujan tinggi.

Ganguan metabolisme seperti adanya infeksi oleh parasit, diare, aktivitas

fisik, geophagia clan sikle sel anemia dapat meningkatkan kehilangan seng dalam tubuh atau menurunkan penyerapan seng pada usus. Selain itu

komponen bahan pangan seperti fitat, serat, kalsium dan protein juga

b e r p e n g d pada penyerapan seng. Protein berperanan dalam membantu

absorbsi seng melalui penyerapan dan pemindahn seng kedalam plasma.

Fitat yang tinggi pada bahan pangan dapat menurunkan penyerapan seng, karena dapat membentuk ligan dengan seng. Pada penderita diabetes

kandungan sengnya rendah karena absorbsi terganggu dan ekslaesi seng tinggi.

Begitu pula pecandu alkohol, serapan seng akan terharnbat. Dengan demikian,

faktor yang mempenganrhi status seng pada manusia merupakan interaksi yang

kompleks antara komponen pangan, kesehatan dan status seng pada bahan

pangan. Pola konsumsi hanya mengandallum nabati tanpa variasi makanan

hewani, menjadi penyebab ketidakseimbangan dan kekurangan seng dalam

tub& manusia. Oleh karena sumber seng utama berasal dari daging, kerang-

kerangan, biji-bijian, serealia dan leguminoseae.

Sehubungan dengan makin luasnya kasus kekurangan seng pada manusia,

maka peneliti mencoba mendekati permasdahan tersebut dari keterkaitan

kandungan seng pada tanah dan air dengan manusia. Mengingat masyarakat

Indonesia sebagian besar (kira-kira 60 %) tinggd di desa dan pada umumnya

hanya mengkonsumsi bahan pangan nabati yang diproduksi dari daerah

setempat. Menurut Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi ( 1998 )

(195)

konsumsi pangan penduduk masih~ sebagian besar tergantung dari bahan

pangan nabati. Pola pangan penduduk Indonesia untuk kalori masih

mengkonsumsi padi-padian sekitar 63.6 %

dan hanya sekitar

3.3 % dari hewani. Hal itu mungkin menjadi salah satu faktor penyebab masalah

kekurangan gizi khususnya seng pada masyarakat di pedesaan. Untuk

mengetahui keterkaitan tersebut pada manusia

tidak

mudah, karena

pengaruhnya

tidak berdiri sendiri, clan

tidak spesifik pengaruh kliniknya.

Kandungan seng yang terdapat pada rambut m u s i a bukan gambaran

konsumsi pada saat tertentu, tetapi merupakan akumulasi dari kondisi beberapa

waktu sebelumnya. Analisis kandungan seng pada rambut hanya merupakan

indikator kandungan seng masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Perumusan masalah

Berdasarkan faMa tersebut, maka dapat dimmuskan pennasalahan dalam

penelitian ini. 1). Bagaimana persebaran ketersediaan seng pada jenis tanah yang berbeda ?. 2). Apakah terdapat hubungan antara kandungan seng di daiam

tanah, tanaman dan air dengan kadar seng pada manusia yang tinggal di pedesaan ?. 3). Apakah faktor yang menentukan status seng pada anak ?. 4). Apakah kekurangan seng pada bahan pangan manusia dapat ditingkatkan

dengan menambah pupuk kedalam tanah atau tanaman ?.

Keraneka vemikiran

Kesehatan masyarakat ditentukan oleh tingkat konsumsi sen& konsumsi

gizi lainnya, dan adanya penyakit atau infeksi yang dapat menunmkan

(196)

dipengaruhi oleh pola konsumsi pangan. Pola konsumsi pangan mencakup

ragam jenis pangan

dan

jumlah pangan yang dikomumsi serta fi-ekuensi dan

waktu makan yang secara kuantitaif kesemuanya menentukan ukuran tinggi

rendahnya pangan yang dikonsumsi. Tinggi rendahnya pangan yang

dikonsumsi dapat dinyatakan dengan besaran satuan kalori untuk energi clan

gram untuk protein, lemak, mineral dan vitamin. Faktor sosialbudaya seperti

kebiasaan makan, j d a h anggota keluarga,

dan

tingkat pendidhn atau

pengetahuan serta faktor ekonomi seperti tingkat pendapatan, harga pangan

dan

non pangan, dan mekanisme pemasaran berperanan dalam menentukan pola

konsumsi pangan masyarakat.

Asal usul dan ketersediaan bahan pangan yang dikonsumsi menjadi

penting diketahui, sebagai salah satu faktor yang berperan menentukan kadar

seng dalam bahan pangan. Tanah yang berperan sebagai media dan penyedia

unsur hara bagi tanaman akan menentukan kualitas balsan pangan yang

dihasilkan. Ketersediaan seng dalam tanah ditentukan o1eh jenis tanah yang memiliki sifat kimia dan fisik yang berbeda tergantung dari bahan induk dan

proses pembentukannya. Ketersediaan seng dalam

tanah

dan unsur hara lainnya secara seimbang akan menentukan kadar seng pada tanaman.

Domisili masyarakat Indonesia yang sebagian besar berada di desa dan

pada umumnya penyediaan konsumsi pangan berasal dari daerah setempat,

akan terkait dengan pengelolaan tanah dan tanaman. Untuk daerah -daerah

yang sulit dijangkau, peranan lahan sebagai sumber pangan pokok menjadi sangat penting. Beras sebagai bahan makanan pokok diperoleh dari tanaman

(197)

Berdasarkan hasil penelitian yang dilalmkan pada beberapa jenis

tanah

sawah di Pulau Jawa, kasus kekurangan seng pada

tanah

banyak ditemukan.

Tetapi, kaitannya dengan tanaman maupun manusia yang di atasnya belum

banyak diungkapkan. Oleh karena itu, penelitian ini akan lebih terfokus pada

masalah, apakah ada hubungan ant- kandungan seng pada tanah, tanaman

dan air dengan kadar seng pada manusia. Bagaimana mengatasi kekurangan

seng tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber

pangan nabati yang dikonsumsi oleh manusia, sehingga kua.litas sumberdaya

manusia lebih baik di masa yang akan datang.

Kejadian bibir sumbing pada beberapa tempat dijadikan dasar bagi

pemilihan tempat penelitian, selain dari jenis tanahnya, aksebilitas wilayah dan

prasarana dan sarana di desa. Ada dugaan, kasus bibir sumbing merupakan

&bat kekurangan seng pada saat ibu hamil. Kekurangan seng pada saat ibu

hamil akan memperbesar resiko anak yang dilahirkan mengalami bibir

sumbing. Pada masa anak-anak, kekurangan seng dapat menekan pertumbuhan

anak-anak, berat badan turun, menurunkan deposisi lemak, hipogeusia,

menunmkan daya tahan tubuh, kuku cekung, menurunkan daya konsentrasi dan

lain-lain. Pada pria dewasa dapat mempercepat kebotakan, menurunkan fimgsi

seks dan kualitas spenna.

Untuk mengetahui status seng atau kondisi kadar seng pada manusia,

sasaran penelitian ditujukan pada anak-anak sekolah. Pemilihan responden

anak

didasarkam pada pertimbangan bahwa anak-anak sekolah adalah harapan bangsa yang perlu ditingkatkan kualitasnya melalui perbaikan gizi khususnya
(198)
(199)

antara lain menganalisis plasma darah, serum, sel darah merah , rambut dan

urin serta tes kecap Smith. Pada penelitian ini, status seng pada anak

ditentukan dengan mengambil contoh rambut untuk dianalisis kadar sengnya

dan tes kecap Smith.

Disamping itu, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin dan urnur anak

serta rumah tangga dari setiap anak diteliti. Kondisi status s a g manusia yang

dihasilkan, diharapkan dapat menggambarkan kondisi masyarakat yang berada

pada daerah pedesaan. Selengkapnya kerangka berfikir pada Gambar 1.

Tuiuan dan kwunaan ~enelitian

Penelitian ini bertujuan;

1. Mengetahui persebaran kandungan dan ketersediaan seng di

dalam

berbagai

jenis tanah, tanaman, air

dan

manusia.

2. Mengetahui konstribusi hubungan atau keterkaitan antara tanah, tan-

air clan manusia.

3. Mengetahui status seng pada anak-anak sekolah dengan menggunakan test

kecap (rasa) Smith clan kadar seng dalam rambut.

4. Mengetahui seberapa penting kadar seng dalam tanah dibandingkan dengan

faktor-faktor lainnya mempengaruhi kadar seng &lam tubuh manusia.

5. Mengetahui cara mengatasi kekurangan seng pada tanah, tanaman dan

bahan pangan.

Kegunaan penelitian

1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam upaya untuk mengatasi

(200)

2. Sebagai dasar penelitian lanjutan tentang hubungan antara manusia dan

lingkungannya.

Hipotesis

1. Terdapat perbedaan kadar seng pada tanaman dan air sesuai dengan

ketersediaan seng di dalam setiap jenis bnah.

2. Terdapat hubungan yang erat antara kadar seng pada tanah, air, tanaman

dan manusia.

3. Pemberian pupuk seng ke dalam tanah atau melalui tanaman dapat

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar malondialdehid (MDA) plasma sebagai penanda radikal bebas, dan skor histopatologi penyembuhan luka dengan

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengaruh pemberian fosfat alam terhadap perubahan sifat kimia tanah, dan kadar hara pada tanaman jagung (Zea

Kandungan Hara Tanah dan Tanaman Karet Menghasilkan Terhadap Pemberian Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Jumlah Lubang Biopori, Dibimbing oleh Chairani Hanum dan Ratna Rosanty

penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem olah tanah dan pemberian mulsa bagas tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan C-mik dan beberapa sifat kimia tanah seperti kelembaban

Adapun manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah memberikan informasi tentang kadar kandungan logam seng (Zn) dan Timbal (Pb) yang terdapat pada air limbah kelapa

Manfaat menentukan kadar kalium pada tanah untuk menyesuaikan kandungan tanah yang dibutuhkan oleh tanaman perlu dilakukan analisa terhadap tanah dengan memperhatikan faktor-faktor

Tanah yang baik merupakan tanah yang mengandung hara.Unsur yang terpenting dalam tanah agar dapat mendukung kesuburan tanah salah satunya adalah kandungan c-organik.Dimana kandungan

Berdasarkan hasil analisis tanah, kandungan N-total sebelum perlakuan pasca inkubasi adalah sebesar 0,49% dalam kriteria sedang dan setelah pemberian kompos Azolla dengan