• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Protein S 100 Pada Schwannoma Di Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Gambaran Protein S 100 Pada Schwannoma Di Medan"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang penelitian mengenai gambaran protein S100 pada schwannoma di Medan. Latar belakang ini menjelaskan pentingnya diagnosa schwannoma yang akurat, mengingat diagnosis bandingnya yang kompleks dan sulit dibedakan secara klinis dan histopatologi. Pembahasan juga mencakup rumusan masalah, yang menanyakan kemampuan imunohistokimia S100 sebagai modalitas diagnostik schwannoma. Tujuan penelitian dijelaskan secara umum dan khusus, menekankan pada pengujian peran S100 dalam diagnostik schwannoma dan penilaian signifikansinya sebagai modalitas diagnostik. Manfaat penelitian mencakup tiga bidang: pendidikan (memperluas khasanah diagnostik dan meningkatkan kualitas penatalaksanaan), penelitian (sebagai masukan untuk penelitian lebih lanjut dan bahan perbandingan), dan pelayanan kesehatan (menunjang perbaikan diagnostik dan penatalaksanaan pasien schwannoma). Secara keseluruhan, bagian ini membangun konteks dan tujuan penelitian, yang relevan dengan pemahaman mahasiswa tentang metode diagnostik dan riset medis.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini menjelaskan prevalensi schwannoma, tantangan dalam diagnosisnya, dan peran imunohistokimia S100 dalam membedakan schwannoma dari neurofibroma. Penjelasan ini membangun dasar argumentasi untuk penelitian, menyoroti celah pengetahuan yang akan diatasi melalui penelitian ini. Dengan menjelaskan kompleksitas diagnosis schwannoma, sub-bab ini memperkenalkan pentingnya metode diagnostik tambahan seperti imunohistokimia S100 untuk peningkatan akurasi diagnosis. Mahasiswa dapat memahami pentingnya penelitian ini dalam konteks permasalahan klinis yang ada dan keterbatasan metode diagnostik konvensional.

1.2 Rumusan Masalah

Sub-bab ini merumuskan pertanyaan penelitian secara spesifik, yaitu tentang kemampuan imunohistokimia S100 sebagai modalitas diagnostik schwannoma. Rumusan masalah ini mengarahkan fokus penelitian dan memberikan kerangka kerja yang jelas bagi metodologi penelitian yang akan diuraikan selanjutnya. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana rumusan masalah yang tepat dan terarah dapat membimbing proses penelitian. Mereka juga dapat memahami bagaimana pertanyaan penelitian ini langsung berhubungan dengan latar belakang dan tujuan penelitian.

1.3 Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menjabarkan tujuan umum dan tujuan khusus penelitian. Tujuan umum secara luas menggambarkan apa yang ingin dicapai oleh penelitian, sementara tujuan khusus memecah tujuan umum ke dalam langkah-langkah yang lebih terukur dan spesifik. Ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami pentingnya merumuskan tujuan yang jelas dan terukur dalam suatu penelitian. Dengan membedakan tujuan umum dan khusus, mahasiswa memahami hierarki tujuan dalam riset dan bagaimana tujuan khusus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan umum.

1.4 Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menguraikan manfaat penelitian dalam tiga bidang: pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Ini menunjukkan dampak potensial penelitian terhadap berbagai stakeholder, dan mengajarkan mahasiswa bagaimana menilai dampak suatu penelitian. Penjelasan ini penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana hasil penelitian dapat diaplikasikan dan memberikan kontribusi positif. Mahasiswa dapat belajar bagaimana suatu penelitian dapat memiliki relevansi dan dampak yang luas di berbagai konteks.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pustaka memberikan landasan teoritis bagi penelitian dengan membahas definisi, epidemiologi, jenis-jenis, manifestasi klinis, histopatologi, diagnosis banding schwannoma, serta struktur, fungsi, dan metode pengukuran protein S100. Pembahasan yang komprehensif mengenai schwannoma dan protein S100 memberikan kerangka teoritis yang kuat untuk interpretasi hasil penelitian. Bagian ini juga menjelaskan hubungan antara S100 dan RAGE serta penyakit-penyakit yang terkait dengan perubahan ekspresi protein S100. Dengan mempelajari bagian ini, mahasiswa dapat memahami literatur yang relevan dengan topik penelitian dan metode analisis yang digunakan. Mereka juga belajar bagaimana melakukan tinjauan literatur yang sistematis dan komprehensif.

2.1 Schwannoma

Bagian ini memberikan tinjauan komprehensif tentang schwannoma, mulai dari definisi dan epidemiologi hingga jenis-jenis, manifestasi klinis, histopatologi, dan diagnosis bandingnya. Hal ini menyediakan latar belakang yang mendalam bagi mahasiswa tentang karakteristik schwannoma. Dengan membahas berbagai aspek schwannoma, bagian ini memberikan pemahaman yang lengkap tentang penyakit ini, termasuk patogenesis, presentasi klinis, dan tantangan diagnostik yang dihadapi. Mahasiswa dapat memahami pentingnya pengetahuan yang mendalam tentang penyakit target dalam penelitian medis.

2.2 Protein S100

Bagian ini membahas secara detail tentang protein S100, termasuk struktur, fungsi, metode pengukuran, hubungannya dengan RAGE, dan keterkaitannya dengan berbagai penyakit. Ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran protein S100 dalam berbagai proses biologis. Dengan membahas berbagai aspek protein S100, termasuk metodenya pengukuran dan keterkaitannya dengan penyakit lain, bagian ini menyediakan pengetahuan yang luas dan memperkaya wawasan mahasiswa tentang protein ini dan perannya dalam konteks penelitian. Mahasiswa belajar mengenai biomarker dan perannya dalam penelitian biomedis.

III. Kerangka Konsep dan Definisi Operasional

Bagian ini menjelaskan kerangka konsep penelitian yang menunjukkan hubungan antara variabel dependen (gambaran protein S100) dan variabel independen (schwannoma). Definisi operasional dari kedua variabel tersebut diberikan secara jelas dan terukur. Mahasiswa dapat memahami pentingnya definisi operasional yang jelas dan terukur dalam penelitian agar hasil penelitian dapat diinterpretasikan secara tepat. Kerangka konseptual memberikan visualisasi bagaimana variabel-variabel tersebut saling berhubungan, memberikan gambaran yang sistematis tentang penelitian.

3.1 Kerangka Konsep Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan secara singkat hubungan antara schwannoma dan protein S100 yang akan diteliti. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana merumuskan kerangka konseptual yang sederhana namun efektif untuk penelitian. Presentasi visual kerangka konsep mempermudah pemahaman mahasiswa tentang hubungan variabel-variabel dalam penelitian.

3.2 Prosedur Penelitian

Sub-bab ini secara ringkas menjelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian, khususnya proses persiapan sampel jaringan untuk pemeriksaan imunohistokimia. Ini memberikan gambaran metodologi penelitian secara praktis. Dengan uraian prosedur penelitian, mahasiswa dapat mengikuti langkah-langkah yang dilakukan peneliti, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang metodologi penelitian. Mahasiswa juga belajar pentingnya detail dan ketelitian dalam proses penelitian.

IV. Metode Penelitian

Bagian ini menjelaskan secara rinci desain penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian (termasuk kriteria inklusi dan eksklusi), serta metode pengumpulan dan analisis data. Bagian ini akan membahas rancangan penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian (inklusi dan eksklusi), metode pengumpulan data, dan metode analisis data. Mahasiswa dapat mempelajari berbagai metode penelitian dan bagaimana memilih metode yang tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penjelasan rinci tentang metodologi penelitian membantu mahasiswa memahami proses penelitian secara komprehensif.

V. Hasil Penelitian

Bagian ini menyajikan data penelitian secara sistematis, meliputi karakteristik sampel (jenis kelamin, umur, suku) dan hasil pemeriksaan imunohistokimia S100. Presentasi data yang terstruktur dan ringkas memungkinkan mahasiswa untuk memahami hasil penelitian secara objektif. Data disajikan dalam tabel yang mudah dipahami dan diinterpretasikan.

VI. Pembahasan, Simpulan, dan Saran

Bagian ini menginterpretasi hasil penelitian dan menghubungkannya dengan kerangka teoritis yang telah dibahas sebelumnya. Simpulan penelitian disusun berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan. Saran untuk penelitian selanjutnya diberikan berdasarkan keterbatasan penelitian dan temuan yang diperoleh. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana menginterpretasi hasil penelitian secara kritis dan menarik kesimpulan yang valid. Bagian ini juga mengajarkan mahasiswa bagaimana merumuskan saran untuk penelitian selanjutnya berdasarkan keterbatasan dan temuan penelitian.

Gambar

Tabel 2.1. Hubungan antara anggota S100 protein family dengan beberapa jenis   kanker
Tabel 5.1.Distribusi berdasarkan jenis kelamin pada penderita schwannoma
Tabel 5.2. Distribusi berdasarkan umur pada penderita schwannoma
Tabel 5.4. Distribusi pewarnaan S100 pada Schwannoma
+4

Referensi

Dokumen terkait

Gangguan sistem saraf merupakan gangguan pada struktural, biokomia, sum-sum tulang belakang atau saraf lainnya yang mengakibatkan berbagai gejala.Efek yang ditimbulkan bisa

Tipe tumor orbita yang paling sering pada dewasa adalah tumor jinak seperti tumor vaskular, tumor tulang,tumor jaringan syaraf, 1 tumor sekunder (berasal dari jaringn

Peranan S100 pada cedera otak merupakan bidang yang sedang diteliti secara luas, beberapa studi menunjukkan indikasi bahwa S100B dapat menurunkan cedera neuronal dan/atau

Tumor tulang yang perkembangan jaringan abnormalnya berasal dari tulang disebut tumor tulang primer, sedangkan tumor yang bermetastase ke tulang yang berasal dari bagian tubuh

Efek samping yang dapat terjadi adalah : gangguan pada saraf kedelapan,dan toksisitas ginjal.. Gangguan pendengaran, gangguan keseimbangan yang menetap,

Gangguan sistem saraf merupakan gangguan pada struktural, biokomia, sum-sum tulang belakang atau saraf lainnya yang mengakibatkan berbagai gejala.Efek yang ditimbulkan bisa

Tanda klinis yang membedakan Bell’s palsy dengan stroke atau kelainan yang bersifat sentral lainnya adalah tidak terdapatnya kelainan pemeriksaan saraf kranialis lain, motorik

Mioma uteri merupakan tumor jinak yang berasal dari sel otot polos uterus yang imatur dan jaringan ikat yang