LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
KUESIONER
PERTANYAAN-PERTANYAAN KARAKTERISTIK RESPONDEN PENELITIAN
1. Sudah berapa lama anda bekerja di perusahaan ini?
☐
<8 tahun☐
8 – 16 tahun☐
17 – 24 tahun☐
25 – 32 tahun2. Jenis Kelamin Anda:
☐
Laki-laki☐
Perempuan3. Anda saat ini berusia:
☐
20 – 30 tahun☐
31 – 40 tahun☐
˃50 tahun4. Pendidikan terakhir Anda:
☐
SD☐
SMP☐
SMA☐
D3☐
S1☐
S2☐
S35. Anda bekerja pada Bagian:
Bagian Manajemen
Pramubakti Satpam
SD Model SD Reguler SLB
SMA Plus SMA Reguler
TK
PETUNJUK PENGISIAN
KAMI TELAH MENYEDIAKAN BERBAGAI PERNYATAAN UNTUK ANDA JAWAB. SETIAP BUTIR PERNYATAAN HANYA BOLEH DIJAWAB SATU KALI DENGAN MENCENTANG SALAH SATU KOTAK DARI LIMA PILIHAN KOTAK YANG DISEDIAKAN. CONTOHNYA SEPERTI BERIKUT
Sangat Tidak Setuju 1 2 3 4 5 Setuju
Variabel X1 (Faktor Internal Karyawan )
No .
Butir Pertanyaan 1 2 3 4 5
1.1 Saya siap bekerja sesuai dengan tugas dan uraian (job description) yang diberikan oleh Yayasan Pendidikan Al- Azhar di Medan
1.2 Saya merasa dipercaya oleh Yayasan Pendidikan Al- Azhar di Medan untuk bekerja di Organisasi
1.3 Saya menerima gaji dari Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan sesuai dengan kewajiban saya
1.4 Saya menerima bonus (reward) dari Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan sesuai dengan kerja yang Saya berikan
3.1 Saya memiliki prestasi kerja
3.2 Saya memiliki wewenang untuk bekerja 3.3 Saya memilik tanggung jawab untuk
bekerja
3.4 Saya menciptakan relasi dalam ruang lingkup saya
4.1 Saya bekerja sesuai dengan TOPOKSI (tugas,pokok,dan fungsi) saya
4.2 Saya belajar terus – menerus didalam organisasi
4.3 Saya memiliki keterampilan yang baik sesuai dengan tuntutan pekerjaan Saya 4.4 Saya memiliki kemampuan yang baik
sesuai dengan tuntutan pekerjaan Saya 4.5 Saya ,memiliki sikap yang baik sesuai
dengan tuntutan pekerjaan Saya 5.1 Kekuatan keluarga (Power) Yayasan
mempunyai peran penting dalam kinerja individu
5.2 Budaya di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan berdampak pada kinerja saya
Variabel X2 (Faktor Eksternal Karyawan)
No. Butir Pertanyaan 1 2 3 4 5
1.1 Gaji yang saya terima sesuai dengan standart Regional Sumatera Utara 1.2 Bonus yang Saya terima sesuai dengan
standart di Kota Medan
Medan
1.4 Saya Merupakan tenaga kerja
berkualitas di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan
2.1 Menurut Saya, kondisi perekonomian di Indonesia buruk, karena adanya inflasi nilai tukar rupiah indonesia >13.500 3.1 Saya Masuk SPSI (Serikat Pekerja
Seluruh Indonesia) yang ada di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan
4.1 Menurut saya SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) telah bekerja dengan baik untuk melindungi pekerja yang ada di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan
Variabel Y (Kinerja Organisasi)
No Butir Pertanyaan 1 2 3 4 5
1.1 Potensi Saya meningkat di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan 1.2 Saya ikut Organisasi SPSI (Federasi
Buruh Seluruh Indonesia) 1.3 Yayasan Pendidikan Al-Azhar di
Medan mampu mengelola Sumber Daya Manusia Organisasi
2.1 Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan mampu Mengkooridinasi seluruh Karyawan dari semua divisi dengan baik
3.2 Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memberikan Imbalan Ekstrinsik (Pengakuan dan Penghargaan) kepada Karyawan dengan adil dan benar
4.1 Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memberikan hak kepada karyawannya sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan .
4.2 Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memberikan hak kepada karyawannya sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan .
82 4 4 4 4 4 1 1 22 4 1 4 4 4 4 4 4 29
83 5 4 5 4 5 4 5 32 4 5 5 5 5 5 5 4 38
84 5 5 5 5 5 1 1 27 5 1 5 4 4 5 5 5 34
85 5 4 4 4 1 1 1 20 5 5 5 5 5 5 5 5 40
86 5 4 4 5 1 1 1 21 5 1 5 4 3 5 4 5 32
87 4 4 3 3 1 1 1 17 5 1 5 3 4 5 4 4 31
88 5 4 5 5 1 1 1 22 4 1 4 4 5 5 5 5 33
89 5 5 5 4 1 1 1 22 5 1 4 5 4 5 4 5 33
90 5 4 4 5 5 1 1 25 5 1 5 4 2 3 4 3 27
91 5 3 3 4 1 2 3 21 1 1 1 2 3 4 2 3 17
92 5 5 5 5 5 5 5 35 5 5 5 5 5 5 4 5 39
93 5 5 5 5 5 5 5 35 5 5 5 5 5 5 5 5 40
94 5 5 5 5 5 5 5 35 5 5 5 5 4 5 5 5 39
95 5 4 4 5 5 4 5 32 5 4 4 5 5 4 4 5 36
96 4 3 3 3 4 4 3 24 4 3 2 3 4 4 3 4 27
97 4 3 4 5 5 4 5 30 5 4 5 5 4 5 5 5 38
98 4 3 3 4 4 4 4 26 3 4 3 4 3 4 4 4 29
99 5 5 5 5 5 1 1 27 5 1 5 5 5 5 5 5 36
LAMPIRAN 4
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
DAFTAR PUSTAKA
Wibowo. 2014. Manajemen Kinerja, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Wibowo. 2013. Budaya Organisasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
A.Noe, Raymond dan , John R. Hollenbeck, Barry Gerhart,Patrick M. Wright, 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Mencapai Keunggulan Bersaing. Salemba Empat.
Situmorang, Syafrizal Helmi dan Muchlis Luthfi, 2012. Analisis Data untuk Riset Manajemen dan Bisnis. USU Press. Medan.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung.
Kuncoro, Mudrajat. 2009. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi Edisi 3. Erlangga. Jakarta.
Mondy, Wayne R. 2008 Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 10 Jilid 1. Erlangga Jakarta.
Schuler, Susan E. Jackson. Human Resources Manajement. New York: West Publishing Company. 2000.
Jantra Handoko. 2015.Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Karyawan terhadap Produktivitas kerja PT. Anugrah Mulia Indobel. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Dasa Dragni Cvite Fiskovica. 2014. Impact of Internal and External Factors Of Performance Fast Growing Small and Medium Business. Croatia : University Of Croatia.
Ragil Permana Sari. 2013. Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. Anugrah Raharja. Semarang : Fakultas Ekonomi Universitas Semarang
Zuhdi Abd Zakaria dkk. 2011. The Relationship Beetween External and Internal Factors, Of Information System Towards Employee Performance a Case of Royal Custom Departmen Malaysia. Malaysia : School of Technology Management University Utara Malaysia
Ikhsan Saudy Syam. 2008. Analisis Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Karyawan,Pabrik Karet Crumb Rubber Perkembunan Suka Maju PTPN VIII Sukabumi. Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Mutia Pratiwi, 2013 Study Manajemen Kewirausahaan Islam
http://Mutia91.blogspot.com/2013/09/sikap-sikap-individu-dalam-organisasi
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian pada skripsi ini adalah penelitian eksplanasi assosiatif, yaitu penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih (Ginting & Situmorang, 2008:57).Adapun variabel yang ingin dikatahui pengaruhnya adalah dalam penelitian ini adalah variabel faktor kinerja internal karyawan (X1), dan variabel kinerja eksternal karyawan (X2), terhadap kinerja organisasi (Y).
3.2Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan Yayasan Pendidikan Al – Azhar Medan Jl. Pintu Air IV No. 214 Kwala Bekala, Padang Bulan Medan Indonesia. Penelitian ini dilakukan selama bulan november 2015 Hingga bulan maret 2016
3.3 Batasan Operasional
Definisi operasional bertujuan untuk melihat keterkaitan antara variabel dari suatu faktor dengan variabel tunggal .Defenisi operasional merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur untuk mengetahui baik buruknya pengukuran dalam sebuah penelitian didalam penelitian.
b. Variabel Dependen (Y), yaitu kinerja organisasi (Y).
3.4 Definisi Operasional Variabel
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Definisi Dimensi Indikator
5.1 Job Description
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert, yaitu dengan menyusun jangkauan skor dalam skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial (Sugiyono, 2012:132). Penelitian ini memberikan lima alternatif jawaban kepada responden, dengan menggunakan skala 1 sampai 5 untuk keperluan analisis kuantitatif. Penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.2
Instrumen Skala Likert
No Pernyataan Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber: Sugiyono, 2012
Tabel 3.3 Jumlah Populasi
Jumlah Karyawan Di Al – Azhar Medan
Bidang Laki – Laki Perempuan Jumlah
Manajemen 9 13 22
Pramubakti/Satpam 26 29 55
SD Model 5 23 28
SLB 2 6 8
SMA Plus 16 15 31
SMA Reguler 16 28 44
SMP Percut 10 14 24
SMP 28 17 45
TK - 9 9
122 172 294
Sumber : Kabag. Manajemen Yayasan Pendidikan Al- Azhar Medan
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian
3.6.1 Populasi
Kuncoro (2009:118) populasi adalah “kelompok elemen yang lengkap,
yang biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian dimana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian”. Objek dalam penelitian ini
adalah seluruh karyawan yang bekerja di Yayasan Pendidikan Al – Azhar Medan . Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 294 karyawan, dapat dilihat dalam Tabel3.3 diatas.
3.6.2 Sampel
Sampel adalah “suatu himpunan bagian dari unit populasi”. (Kuncoro,
2009:118) Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin.
N =
Keterangan : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi
e = Standard Error 0,1 (10%)
n =
n = = 99.6 ( dibulatkan menjadi 100)
Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 100 orang karyawan pelaksana pada Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportionate random sampling yaitu teknik pengambilan sampel anggota populasi yang dilakukan dengan proporsional. Rumus proportionate random sampling (Sugiyono, 2007:75) adalah sebagai berikut:
Ni= n
Keterangan :
ni = Anggota sampel pada proporsi ke i Ni = Populasi ke i
n = Sampel yang diambil dalam penelitian N = Populasi total
Tabel 3.4
Tabel Penarikan Sampel Proportionate Random Sampling
No. Bagian Jumlah
Karyawan Populasi
Samp el
1. Bagian Manajemen 22 100 = 7.4 7
2. Bagian Pramubakti /
Satpam 55 100= 18.7 19
3. SD Model 28 100 = 9.5 10
4. SD Reguler 28 100 = 9.5 10
5. SLB 8 100= 2.7 3
6. SMA Plus 31 100= 10.5 10
7. SMA Reguler 44 100 =14.9 15
8. SMA Percut 24 100 = 8.1 8
9. SMP 45 100= 15.3 15
10. TK 9 100= 3.06 3
Jumlah Sampel 100
Sumber: Kabag Manajemen Yayasan Pendidikan Al – Azhar ( Telah Diolah) 3.7 Jenis Data
Peneliti menggunakan dua jenis data dalam melakukan penelitian ini yaitu: a. Data Primer
Data primer (primary data) yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi” (Situmorang dkk, 2012:3). Adapun data primer dalam
kuesioner yaitu karyawan Yayasan Pendidikan Al – Azhar Medan, yang berjumlah 100 responden yang diambil melalui penarikan sampel Propotionate Random Sampling.
b. Data Sekunder
Data sekunder (secondary data) yaitu data yang diperoleh/dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain” (Situmorang dkk, 2012:3).Adapun data sekunder
dalam penelitian ini didapat dari laporan tahunan kinerja karyawan Di Yayasan Pendidikan Al- Azhar Medan.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik, yaitu:
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan daftar pertanyaan mengenai variabel yang diteliti dalam penelitian ini yang akan di isi oleh responden.
2. Studi dokumentasi
Penulis mengumpulkan data yang telah tersedia seperti sejarah perusahaan, jumlah pegawai dan lain-lain.
3. Wawancara
3.9 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
3.9.1 Uji Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Suatu alat pengukur dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. (Situmorang dkk, 2012:76). Kriteria dalam menentukan validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut:
1. Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid. 2. Jika r hitung< r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid.
Uji validitas kuesioner dalam penelitian ini dilakukan pada 30 orang karyawan Yayasan Pendidikan Al- Azhar di Medan diluar dari sampel dengan dibantu oleh program aplikasi komputer pengolahan data. Untuk memperoleh hasil yang terarah dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika rhitung ≥ rtabel, maka pernyataan dinyatakan valid, 2. Jika rhitung< rtabel, maka pernyataan dinyatakan tidak valid,
Tabel 3.5
Sumber : Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
3.9.2 Uji Reliabilitas
menunjukkan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama. Pernyataan yang telah dinyatakan valid dalam uji validitas, maka akan ditentukan reliabilitasnya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan aplikasi pengolah data dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika r alpha positif ≥ r 0,80 maka dinyatakan reliabel. 2. Jika r alpha negatif < r 0,80 maka dinyatakan tidak reliabel.
Tabel 3.6 Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
N of Items ,925 31
Sumber : Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
Pada 31 pernyataan dengan tingkat signifikansi 5% diketahui bahwa koefisien alpha (Cronbach’s Alpha) adalah sebesar 0,925. Ini berarti 0,925> 0,80
sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dijadikan sebagai instrumen penelitian.
3.10 Uji Asumsi Klasik
3.10.1 Uji Normalitas
3.10.2 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Jika varians sama, dan ini yang seharusnya terjadi maka dikatakan ada homoskedastisitas. Sedangkan jika varians tidak sama dikatakan terjadi heteroskedastisitas. (Situmorang dan Lufti, 2012:108).
Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan grafikdengan menggunakan tingkat signifikan 5%. Jika probabilitasnya signifikannya di atas tingkat kepercayaan 5% dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heteroskedastisitas (Situmorang & Lufti, 2011: 119).
3.10.3 Uji Multikolinearitas
3.11 Teknik Analisis
3.11.1 Analisis Deskriptif
Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai-nilai variabel, baik satu variabel ataupun lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain dan untuk mengetahui nilai dari fenomena yang terjadi pada suatu organisasi/perusahaan. Penganalisaan data dilakukan dengan cara menyusun data, mengelompokkannya, kemudian menginterprestasikannya sehingga diperoleh gambaran yang sebenarnya mengenai kondisi Organisasi
3.11.2 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dependent dapat diprediksi melalui variabel independent secara individual.Analisis regresi linear berganda ditujukan untuk menentukan hubungan linier antara beberapa variabel bebas yang disebut X1, X2 dan seterusnya dengan variabel terikat yang disebut Y”.(Situmorang dan Lufti, 2012:151). Untuk
memperoleh hasil analisis data, maka peneliti menggunakan bantuan program SPSS. Model Persamaannya dapat digambarkan sebagai berikut:
Y = a + b1x1 + b2x2+ ε
Keterangan :
X1 = Faktor Internal Karyawan X2 = Faktor Eksternal Karyawan b = Koefisien Regresi
ε = Standar Error
3.11.3 Koefisien Determinanasi (R2)
Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independent atau predictor-nya.Semakin besar nilai koefisien determinasi, maka semakin baik kemampuan variabel independent menerangkan varibel dependent.
Range nilai dari R2 adalah 0-1. . Semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan sangat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu maka model semakin baik. (Situmorang dan Lufti, 2012:154)
3.11.4 Pengujian Hipotesis
1. Uji F (Uji secara Serempak/Simultan)
Pada penelitian ini Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara serentak atau bersama-sama variabel independent (Faktor Internal Karyawan dan Faktor Eksternal Karyawan) terhadap variabel dependent (Kinerja Organisasi).Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:
2. Ho ditolak dan Ho diterima jika > pada =5%
Jika tingkat signifikansi di bawah 0,1 maka ditolak dan diterima.
Jika pada perhitungan > dan tingkat signifikansinya (0,000) < 0,05 maka menunjukkan bahwa pengaruh variabel independent secara serempak adalah signifikan terhadap Kinerja Organisasi.
2. Uji- t (Uji Parsial)
Pada Penelitian ini Uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independent secara individu (parsial) terhadap variabel dependent.Kriteria pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:
1. diterima atau ditolak jika < pada α = 5%
2. ditolak atau diterima jika > pada α = 5%
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1 Sejarah Umum Perusahaan
Pada tanggal 16 Juli 1983 Yayasan Hajjah Rachmah Nasution mendirikan Perguruan Al-Azhar yang menyelenggarakan jenjang pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah. Perguruan Al-Azhar yang menyelenggarakan jenjang pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah.Sedangkan Universitas Al-Azhar yang dibuka tanggal 27 Desember 1986 menyelenggarakan pendidikan tinggi. Nama Al-Azhar merupakan usulan dari seorang tokoh pengusaha Bapak Abdul Hakim Nasution (abang kandung Ibu Hajjah Rachmah Nasution) sebagai pengganti nama Perguruan Indra Utama. Maksud pendirian Perguruan/Universitas Al-Azhar adalah sebagai wadah untuk mendukung program pemerintah mendidik generasi penerus guna mencapai kualitas Insan Kamil.
Kuala Berkala, Padang Bulan Medan.
Yayasan Hajjah Rachmah Nasution didirikan tanggal 24 Agustus 1983 dengan Akte Notaris Raskami Sembiring SH No 39 tanggal 24 Januari 1983 dan diubah dengan Akte Notaris Raskami Sembiring SH No 17 tanggal 18 November 1997 lalu diubah kembali dengan Akte Notaris Adi Pinem SH No 36 tanggal 19 Juli 2001.
Tujuan pendidikan Al-Azhar adalah melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, unggul dalam prestasi, cemerlang dalam gagasan, menarik dalam penampilan, tanggap terhadap perubahan dan amanah dalam bertugas dan mempunyai daya saing tinggi.
Saat ini Perguruan Al-Azhar Medan menyelenggarakan jenjang pendidikan mulai dari PG/TK, SD, SMP, SMA, dan SMK dengan tiga jenis program pembelajaran yaitu program regular, program plus & program ekselerasi.
4.1.2. Visi dan Misi Yayasan Pendidikam Al-Azhar di Medan
Visi : Wadah intelektual muslim dan muslim inetelektual.
Misi : Melaksanakan pendidikan dengan dua muatan dan satu ciri khas.
Pertama, bermuatan iman dan taqwa di qalbunya.
Kedua, bermuatan ilmu dan teknologi dalam akal pikirannya.
4.1.3 Struktur Organisasi Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan
Struktur organisasi merupakan hal yang penting pada suatu perusahaan struktur organisasi juga mengandung unsur- unsur spesialisasi kerja dalam melaksanakan pekerjaan. Di Yayasan Pendidikan Al- Azhar di Medan sendiri terbagi dalam dua bagian, dimana yang pertama disebut direktorat manajemen dan bagian kedua adalah direktorar edukatif.
4.1.4. Kegiatan Operasional
1. Karyawan
Organisasi yang bergerak dibidang pendidikan, Karyawan merupakan asset terpenting, begitu juga dengan seluruh karyawan yang ada di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan, karena key employeer dari Yayasan Pendidikan Al-Azhar adalah tenaga pengajar yang berkualitas, pengelelola kebersihan tempat untuk kenyamanan karyawan yang termasuk dalam kompensasi tidak langsung yang diberikan yayasan. Oleh karena hal dari pada itu karyawan yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi, mampu meningkat meningkatkan produktivitas sehingga dapat bersaing dengan Yayasan Pendidikan yang lain.
Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memiliki jumlah karyawan kurang lebih sebanyak 294 orang, dimana di Manajemen ada 22 Orang, Pramubakti/Satpam 55 orang, SD Model 28 Orang, SD Reguler 28 Orang, SLB 8 Orang, SMA Plus 31 Orang, SMA Reguler 44 Orang, SMA Percut 24 Orang,SMP 45 Orang dan TK ada 9 Orang.
2. Waktu
Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan mempunyai waktu jam kerja rutin setiap harinya operasional bekerja dimulai dari 7.00 pagi sampai jam 18.00 WIB.
3. Pelayanan
waktu dan rutin membaca Al-Qur’an, berakhlak mulia dalam ucapan, sikap dan perbuatan, tidak melawan guru dan orangtua, belajar tekun dan berdisiplin, rapi dalam penampilan dan membudayakan hidup bersih.
4.2 Hasil dan Pembahasan
4.2.1 Analisis Deskriptif
4.2.1.1. Gambaran Umum Responden
Analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian penjelasan dari pengumpulan data primer berupa kuisioner yang telah diisi oleh para responden. Responden dalam penelitian ini adalah para karyawan Yayasan Pendidikan Al – Azhar di Medan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang, Karakterisitik responden yang dibahas mencakup, lamanya bekerja responden di yayasan, jenis kelamin responden, usia responden, pendidikan terakhir responden . Deskripsi responden adalah sebagai berikut.
1. Lama Bekerja
Tabel 4.1
Karakteristik Respondem Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Jumlah Responden Presentase%
<8 Tahun 31 31
8 – 16 Tahun 36 36
17-24 Tahun 25 25
25-32 Tahun 8 8
Jumlah 100 100
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah,2016)
Medan selama < 8 Tahun , Diiukuti dengan 36 Responden sekitar 36% dari responden memiliki pengalaman kerja di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan selama 8 – 16 Tahun. Kemudian sebanyak 25 responden sekitar 25% dari jumlah responden memiliki pengalaman kerja di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan selama 17-24 Tahun memiliki pengalaman bekerja selama 17-24 tahum. Yang terakhir ada sekitar 8 orang responden 8% dari jumlah responden memiliki pengalama kerja di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan selama 25-32 tahun. yang bermayoritas responden bekerja selama 8-16 tahun dan 17 – 24 tahum
2. Jenis Kelamin
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase (%)
Pria 39 39
Wanita 61 61
Total 100 100
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah,2016)
Tabel 4.2 menunujukkan bahwa sebanyak 39 orang responden sekitar 39% dari karyawan yang menjadi responden berjenis kelamin ria. Dan 61 orang responden atau sekitar 61% responden berjenis kelamin wanita. Dapat dilihat bahwa jumlah responden wanita lebih banyak dari pada pria.
3. Usia
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Responden Presentase (%)
20-30 22 22
>50 21 21
Total 100 100
Sumber : Hasil Penelitian (Data Diolah,2016)
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa sebanyak 22 orang responden atau sekitar 21%
berusia sekitar 20 sampai 30 tahun. Diikuti dengan 57 orang responden atau 57%
responden yang berusia 31-40 tahun. Lalu sebanyak 21 orang responden atau sekitar
21% responden yang berusia >50 tahun. Dapat dilihat mayoritas karyawan yang bekerja
di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan adalah di usia 31-40 Tahun.
4. Pendidikan Terakhir
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarlam Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Responden Persentase ( %)
SD - -
SMP 8 8
SMA 11 11
D3 23 23
S1 53 53
S2 5 5
S3 - -
Total 100 100
Sumber : Hasil Penelitian (Data Diolah, 2015)
Tabel 4.4 menunjukkam bahwa sebanyal 8 orang responden atau sekitar 8 %
karyawan yayasan pendidikan Al-Azhar dimedan adalah tamatan SMP, 11 orang
responden sekitar 11% karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar dimedan adalah tamatan
SMA. 23 Responden atau sekitar 23% karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhae Medan
di Medan adalah tamatan S1. Dan 5 orang responden sekitar 5 % karyawan di Yayasan
pendidikan Al-Azhar di Medan adalah tamatan S2 . dapat dilihat bahwa jumlah tamatan
S1 adalah responden terbanyak untuk diteliti di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
5. Bidang Pekerjaan
Tabel 4.5 Jenis – Jenis Pekerjaan
Bidang Pekerjaan Jumlah Responden Presentase (%)
Manajemen 7 7
Pramubakti 19 19
SD Model 10 10
SD Reguler 10 10
SLB 3 3
SMA Plus 10 10
SMA Reguler 15 15
SMP Percut 8 8
SMP 15 15
TK 3 3
Total 100 100
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah,2016)
responden bekerja di bagian guru di SLB, ada sekitar 10 orang 10% dari jumlah responden yang bekerja di bagian SMA Plus, 15 orang responden 15% dari seluruh responden bekerja di bagian SMA Reguler, 8 orang responden sekitar 8% dari jumlah responden bekerja bagiam SMP precut, dan 3 orang responden sekitar 3% dari keseluruhan jumlah responden bekerja di bagian TK.
4.2.1.2 Deskriptif Variabel
Pada penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif persentase hasil penelitian setiap variabel yang mempengaruhi kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jumlah pernyataan seluruhnya adalah 16 butir variable faktor internal karyawan (X1), 7 butir variabel faktor eksternal karyawan (X2), dan 8
butir variabel kinerja organisasi (Y). Jadi jumlah seluruh pernyataan adalah 31 butir. Kuesioner yang disebarkan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert dengan tanggapan responden sebagai berikut:
Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5
Setuju (S) : diberi skor 4
1. Variabel Faktor Internal Karyawan sebagai X1
Tabel 4.6
Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Faktor Internal Karyawan
Pernyataan
STS TS KR S SS
Total
F % F % F % F % F %
1 0 0 0 0 3 3 24 24 73 73 100 2 0 0 0 0 7 7 39 39 54 54 100 3 0 0 0 0 23 23 33 33 44 44 100 4 0 0 0 0 10 10 26 26 64 64 100 5 0 0 0 0 8 8 45 45 47 47 100 6 0 0 0 0 13 13 41 41 46 46 100 7 0 0 0 0 7 7 30 30 63 63 100 8 0 0 0 0 0 0 35 35 65 65 100 9 0 0 0 0 3 3 17 17 80 80 100 10 0 0 0 0 13 13 41 41 46 46 100 11 0 0 0 0 3 3 50 50 47 47 100 12 0 0 0 0 20 20 32 32 48 48 100 13 0 0 0 0 10 10 34 34 56 56 100 14 0 0 0 0 0 0 43 43 57 57 100 15 0 0 16 16 10 10 32 32 42 42 100 16 0 0 4 4 3 3 32 32 61 61 100 Sumber: Hasil Penelitian (Data Diolah, 2016)
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa :
uraian yang diberikan oleh Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan, 24% menyatakan setuju, 3% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
b. Pada pernyataan kedua, dari 100 responden, 54% responden menyatakan sangat setuju bahwa mereka merasa dipercaya oleh Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan, 39% menyatakan setuju, 7% menyatakan kurang setuju dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
c. Pada pernyataan ketiga, dari 100 responden, 44% responden menyatakan sangat setuju bahwa mereka menerima gaji Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan sesuai dengan kewajiban saya, 33% menyatakan setuju, 23% menyatakan kurang setuju dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju terhadap pernyataan ini.
d. Pada pernyataan keempat, dari 100 responden, 64% responden menyatakan sangat setuju bahwa mereka menerima bonus dari Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan sesuai dengan kerja yang saya berikan, 26% menyatakan setuju, 10% menyatakan kurang setuju dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
f. Pada pernyataan keenam, dari 100 responden, 46% responden menyatakan sangat setuju bahwa mereka memiliki prestasi kerja, 41% menyatakan setuju, 13% menyatakan kurang setuju dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
g. Pada pernyataan ketujuh, dari 100 responden, 63% responden menyatakan sangat setuju bahwa mereka memiliki wewenang untuk bekerja, 30% menyatakan setuju, 7% menyatakan kurang setuju dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
h. Pada pernyataan kedelapan, dari 100 responden, 65% responden menyatakan sangat setuju bahwa mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk bekerja, 35% menyatakan setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju terhadap pernyataan ini.
i. Pada pernyataan kesembilan, dari 100 responden terdapat 80% responden yang menyatakan sangat setuju mereka menciptakan relasi dalam ruang lingkup mereka, 17% menyatakan setuju, 3% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
k. Pada pernyataan kesebelas, dari 100 responden terdapat 47% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka belajar secara terus-menerus didalam organisasi, 50% menyatakan setuju, 3% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
l. Pada pernyataan keduabelas, dari 100 responden terdapat 48% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka memiliki keterampilan yang baik sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka, 32% menyatakan setuju, 20% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
m. Pada pernyataan ketigabelas, dari 100 responden terdapat 56% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka memiliki kemampuan yang baik sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka, 34% menyatakan setuju, 10% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
n. Pada pernyataan keempatbelas, dari 100 responden terdapat 57% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka memiliki sikap yang baik sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka, 43% menyatakan setuju, dan tidak ada yang menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
kurang setuju, 16% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju.
p. Pada pernyataan keenambelas, dari 100 responden terdapat 61% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa budaya di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan berdampak pada kinerja mereka, 32% menyatakan setuju, 3% menyatakan kurang setuju 4% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju.
2. Variabel Faktor Eksternal Karyawan sebagai X2
Tabel 4.7
Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Faktor Internal Karyawan
Pernyataan
STS TS KR S SS
Total
F % F % F % F % F %
1 0 0 0 0 3 3 27 27 70 70 100 2 0 0 0 0 22 22 38 38 40 40 100 3 0 0 0 0 21 21 33 33 46 46 100 4 0 0 0 0 13 13 24 24 63 63 100 5 25 25 0 0 3 3 18 18 54 54 100 6 40 40 4 4 3 3 25 25 28 28 100 7 40 40 0 0 14 14 7 7 39 39 100 Sumber: Hasil Penelitian (Data Diolah, 2016)
Berdasarkan Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa :
standart regional Sumatera Utara, 38% menyatakan setuju, 22% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
b. Pada pernyataan kedua, dari 100 responden terdapat 40% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa bonus yang mereka terima sesuai dengan standart dikota Medan, 38% menyatakan setuju, 22% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
c. Pada pernyataan ketiga, dari 100 responden terdapat 46% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka mendapatkan kesempatan kerja yang sama di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan, 33% menyatakan setuju, 21% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
d. Pada pernyataan keempat, dari 100 responden terdapat 63% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka merupakan tenaga kerja yang berkualitas di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan, 24% menyatakan setuju, 13% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada satu orangpun responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
18% menyatakan setuju, 3% menyatakan kurang setuju, 25% menyatakan sangat tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju.
f. Pada pernyataan keenam, dari 100 responden terdapat 28% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka masuk SPSI yang ada di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan, 25% menyatakan setuju, 3% menyatakan kurang setuju, 4% menyatakan tidak setuju dan 40% yang menyatakan sangat tidak setuju.
g. Pada pernyataan ketujuh, dari 100 responden terdapat 39% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa menurut mereka SPSI telah bekerja dengan baik untuk melindungi pekerja yang ada di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan, 7% menyatakan setuju, 14% menyatakan kurang setuju, 40% menyatakan sangat tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju.
3. Variabel Kinerja Organisasi sebagai Y
Tabel 4.8
Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Kinerja Organisasi
Pernyataan
STS TS KR S SS
Total
F % F % F % F % F %
7 0 0 4 4 7 7 30 30 59 59 100 8 0 0 0 0 10 10 32 32 58 58 100 Sumber: Hasil Penelitian (Data Diolah, 2016)
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa :
a. Pada pernyataan pertama, dari 100 responden terdapat 66% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa potensi mereka meningkat di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan, 20% menyatakan setuju, 10% menyatakan kurang setuju, 4% menyatakan sangat tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju.
b. Pada pernyataan kedua, dari 100 responden terdapat 27% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka mengikuti organisasi SPSI, 15% menyatakan setuju, 14% menyatakan kurang setuju, 41% menyatakan sangat tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju.
c. Pada pernyataan ketiga, dari 100 responden terdapat 50% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan mampu mengelola Sumber Daya Manusia Organisasi, 16% menyatakan setuju, 11% menyatakan kurang setuju, 16% menyatakan sangat tidak setuju, dan 7% menyatakan tidak setuju.
menyatakan setuju, 23% menyatakan kurang setuju, 4% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju.
e. Pada pernyataan kelima, dari 100 responden terdapat 44% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa Yayasan Pendidikan Al-Azhar di-Medan memberikan Imbalan instrinsik (Gaji dan Bonus) kepada Karyawannya dengan adil dan benar, 36% menyatakan setuju, 14% menyatakan kurang setuju, 6% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. f. Pada pernyataan keenam, dari 100 responden terdapat 66% responden yang
menyatakan sangat setuju bahwa Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memberikan Imbalan Ekstrinsik (Pengakuan dan Penghargaan) kepada Karyawan dengan adil dan benar, 28% menyatakan setuju, 6% menyatakan kurang setuju, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
g. Pada pernyataan ketujuh, dari 100 responden terdapat 59% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memberikan hak kepada karyawannya sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, 30% menyatakan setuju, 7% menyatakan kurang setuju, 4% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju.
4.2.2 Asumsi Klasik
4.2.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas residual bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2013:160). Cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan desain grafik dan uji Kolmogorov-Smirnov.
Sumber : Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
Gambar 4.2 Grafik Histogram
ke kiri atau ke kanan. Untuk lebih menjelaskan bahwa data yang diuji berdistribusi normal dapat juga dilihat dengan grafik normal probability plot yang menunjukkan titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 4.3 berikut:
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
Gambar 4.3 Normal Plot
Tabel 4.9
Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardize d Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 4,61499143 Most Extreme
Differences
Absolute ,182
Positive ,182
Negative -,144
Kolmogorov-Smirnov Z 1,817
Asymp. Sig. (2-tailed) ,300
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber : Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
Pada Tabel 4.9 memperlihatkan nilai Asym Sig. (2-tailed) adalah 0,300 dan diatas nilai signifikansi (0,05). Dengan kata lain variabel residual berdistribusi normal.
4.2.2.2 Uji Heteroskedastisitas
Sumber : Hasil Penelitian ( Data diolah, 2016)
Gambar 4.4 Grafik Scatter Plot
Gambar 4.4 memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedasitas pada model regresi, sehingga model regresi ini layak untuk digunakan.
Tabel 4.10 Hasil Uji Gletser Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 14,139 3,043 4,647 ,000
Faktor_Internal_Karyawan -,081 ,057 -,177 -1,430 ,156 Faktor_Eksternal_Karyawan -,199 ,075 -,327 -2,642 ,010 a. Dependent Variable: absut
Berdasarkan hasil Tabel 4.10 diketahui bahwa nilai signifikansi variabel brand image dan kelompok referensi lebih besar dari 0,05 sehingga pada ketiga variabel independen tersebut tidak terjadi heteroskedasitas.
4.2.2.3 Uji Multikoloniearitas
Uji multikoloniearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Dalam penelitian ini uji multikoloniearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF) (Ghazali, 2013:105). Multikoloniearitas tidak terjadi jika VIF<10 dan nilai tolerance> 0,10.
Sumber : Hasil Penelitian ( Data diolah, 2016)
bahwa tidak ada multikoloniearitas antar variabel independen dalam model regresi.
4.2.3. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linear berganda ditujukan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan variabel bebas (X1,X2) berupa variable faktor internal karyawan dan
faktor eksternal karyawan serta variabel terikat (Y) berupa kinerja organisasi, maka untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, penulis menggunakan bantuan program software SPSS (Statistik Product and Service Solution) dari tabel coefficient maka dihasilkan output sebagai berikut:
Tabel 4.12
Faktor_Internal_Karyawan ,576 ,083 ,677 6,920 ,000 Faktor_Eksternal_Karyawan ,059 ,110 ,052 ,534 ,594 a. Dependent Variable: Kinerja_Organisasi
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
Berdasarkan hasil pengolahan data seperti terlihat pada Tabel 4.12 kolom Unstandardized Coefficients bagian B diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y = -9,126 + 0,576X1+ 0,059X2
Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan akan menurun sebesar 9,126, dengan asumsi variabel lain tetap. Ini disebabkan oleh faktor internal karyawan dan faktor eksternal mempunyai pengaruh yang kuat terhadap variabel kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan.
b. Variabel faktor internal karyawan terhadap kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan dengan koefisien regresi sebesar 0,576. Ini mempunyai arti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel faktor internal karyawan sebesar 1 satuan, maka kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan akan meningkat sebesar 0,377.
c. Variabel faktor eksternal karyawan terhadap kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan dengan koefisien regresi sebesar 0,059. Ini mempunyai arti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel faktor eksternal karyawan sebesar 1 satuan, maka kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan akan meningkat sebesar 0,059.
4.2.4 Uji Hipotesis
4.2.4.1 Uji Signifikan Simultan (Uji-F)
Tabel 4.13 Hasil Uji-F
ANOVAb
Model Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2193,994 2 1096,997 50,466 ,000a
Residual 2108,516 97 21,737
Total 4302,510 99
a. Predictors: (Constant), Faktor_Eksternal_Karyawan, Faktor_Internal_Karyawan b. Dependent Variable: Kinerja_Organisasi
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah,2016)
Dari hasil uji F yang telah dilakukan diperoleh F hitung sebesar 50,466 sedangkan F tabel adalah 3,090, sehingga F hitung lebih besar dari F tabel (50,466>3,090). Dengan signifikansi penelitian lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil tersebut maka faktor internal karyawan dan faktor eksternal karyawan berpengaruh sangat signifikan secara simultan terhadap kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan.
4.2.4.2 Uji Parsial (Uji-t)
Tabel 4.14
Faktor_Internal_Karyawan ,576 ,083 ,677 6,920 ,000 Faktor_Eksternal_Karyawan ,059 ,110 ,052 ,534 ,594 a. Dependent Variable: Kinerja_Organisasi
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
Dari hasil uji-t pada Tabel 4.14 menunjukkan bahwa:
2. Besarnya t hitung untuk faktor internal karyawan adalah sebesar 6,920 dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil tersebut menunjukkan t hitung lebih besar dari t tabel (6,920>1,985). Dilihat dari signifikansinya, nilai signifikansi faktor internal karyawan lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Maka diperoleh kesimpulan bahwa faktor internal karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar Medan.
4.2.4.3 Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat. Dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada tabel Model Summaryb dan tertulis R square. Namun untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R square yang sudah disesuaikan atau tertulis Adjusted R Square, karena di sesuaikan dengan jumlah variabel bebas dalam penelitian. Nilai R square dikatakan baik jika di atas 0,5 karena nilai R square berkisar 0 sampai 1.
Tabel 4.15 Uji Determinasi (R2)
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,714a ,510 ,500 4,66233
a. Predictors: (Constant), Faktor_Eksternal_Karyawan, Faktor_Internal_karyawan b. Dependent Variable: Kinerja_Organisasi
Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah, 2016)
4.3 Pembahasan
4.3.1 Pengaruh Faktor Internal Karyawan terhadap kinerja organisasi
Berdasarkan pengujian secara parsial diperoleh bahwa variable faktor internal karyawan berpengaruh positif, hasilnya signifikan terhadap kinerja organisasi. Hal ini terlihat dari nilai signifikansinya lebih kecil dari 0.05 yaitu 0.000 dan nila t hitung lebih kecil dari nilai t tabel(6.920>1.985). Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian handoko (2015) bahwa faktor internal karyawan berpengaruh positif dan signifikan.
Pada pernyataan pertama variable kesiapan mental pada table 4.6 yang menunjukkan bahwa distirbusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju sebesar 73% artinya hampir seluruh responden sangat setuju bahwa Yayasan Pendidikan Al- Azhar di Medan , Bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan siap bekerja sesuai dengan tugas dan uraian oleh Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
Pada pernyataan kedua variable kesiapan mental pada table 4.6 yang menunjukkan bahwa distirbusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju 54% artinya hampir seluruh responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan merasa dipercaya oleh Yayasan pendidikan Al-Azhar di Medan untuk bekerja di Organisasi
karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan menerima gaji dari Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan sesuai dengan kewajibannya.
Pada pernyataan keempat variable kesiapan mental pada table 4.6 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh sangat setuju 64% artinya hampir seluruh responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan pendidikan Azhar di Medan menerima (reward) dari Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan sesuai dengan kerja yang diberikan.
Pada pernyataan kelima variable kepribadian pada table 4.6 menunjukkan bahwa disrtibusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju 47% artinya hampir setengah dari responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan menjalankan nilai – nilai yang dibuat oleh Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
Pada pernyataan keenam variable motivasi pada table 4.6 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh sangat setuju 46% artinya hampir setengah dari responden sangat setuju nahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memiliki prestasi dalam bekerja
Pada pernyataan ketujuh variable motivasi padatabel 4.6 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangat setuju 63% artinya hampir seluruh dari responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memiliki wewenang untuk bekerja .
responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memiliki tanggung jawab dalam bekerja.
Pada pernyataan kesembilan variable motivasi pada table 4.6 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangaat setuju 80% artinya hampir seluruh responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan menciptakan relasi dalam ruang lingkup bekerja.
Pada peryataan kesepuluh variable pendidikan pada table 4.6 menunjukkan distribusi jawaban responden sangat setuju 46% hampir setengah dari responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan bekerja sesuai dengan TOPOKSI ( tugas, pokok, dan fungsi)
Pada pernyataan kesebelas variable pendidikan pada table 4.6 menunjukkan distribusi jawaban responden setuju 50% hampir seluruh dari responden setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan belajar terus menerus dalam organisasi.
Pada pernyataan keduabelas variable pendidikan pada table 4.6 menunjukkan distirbusi jawab responden sangat setuju 48% hampir setengah dari responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memiliki keterampilan yang baik sesuai dengan tuntutan pekerjaan.
Pada pernyataan keempatbelas variable pendidikan pada table 4.6 menunjukkam bahwa distirubusi jawaban responden sangat setuju 57% hampir seluruh responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memiliki sikap yang baik sesuai tuntutan pekerjaan
Pada pernyataan kelimabelas variable hubungan & kekuatan keluarga dalam berorganisasi pada table 4.6 menunjukkam bahwa distribusi jawaban responden sangat setuju 42% hampir setengah responden sangat setuju bahwa kekuatan keluarga (power) Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan mempunyai peranan penting dala kinerja individu
Pada Pernyataan keenambelas variable hubungan & kekuatan keluarga dalam berorganisasi pada table 4.6 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangat setuju 61% hampir seluruh responden sangat setuju bahwa Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memiliki budaya yang berdampak pada karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan telah menciptakan karyawan bekerja sesuai dengan Job Description-nya. Menciptakan building trust kepada karyawan dan mampu memberi gaji dan bonus yang baik kepada karyawan, sehingga terciptalah motivasi karyawan untuk berprestasi dalam bekerja
Karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memberi tuntutan kepada seluruh karyawan untuk memiliki keterampilan, kemampuan, dan sikap yang baik. Karyawan menerima tuntutan pekerjaan yang diberikan oleh Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
4.3.2 Pengaruh Faktor Eksternal Karyawan terhadap kinerja organisasi
Berdasarkan pengujian secara parsial diperoleh bahwa variable faktor internal karyawan berpengaruh positif, tetapi hasilnya tidak signifikan terhadap kinerja organisasi. Hal ini terlihat dari nilai signifikansinya lebih dari 0.05 yaitu 0.504 dan nila t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (0.534<0.1.985). Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian handoko (2015) bahwa faktor internal karyawan berpengaruh positif dan signifikan
Pada pernyataan pertama variable pusat tenaga kerja pada table 4.7 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangat stuju 70% hampir seluruh responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan menerima gaji sesuai dengan standart regional sumatera utara.
Pada pernyataan kedua variable Pusat tenaga kerja pada table 4.7 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangat setuju 40% setengah dari responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan menerima bonus dengan standart di Kota Medan.
setengah dari responden sangatsetuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Azhar di Medanmemiliki kesempatan kerja yang sama di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
Pada pernyataan keempat variable Pusat tenaga kerja pada table 4.7 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangat setuju 63% hampir seluruh dari responden sangat setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan merupakan tenaga kerja yang berkualitas di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
Pada pernyataan kelima variable kondisi ekonomi pada table 4.7 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangat setuju 54%. Hampir seluruh dari responden sangat setuju bahwa karyawan yayasan pendidikan al-azhar berpendapat kondisi perekonomian Indonesia buruk, karena adanya inflasi nilai tukar rupiah >13.500.
Pada pernyataan keenam variable pemerintah pada table 4.7 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden sangat tidak setuju 40% hampir setengah dari respon densangat tidak setuju bahwa karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan masuk ke SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) yang ada di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
Medan berfikir SPSI (serikat pekerja seluruh Indonesia)telah bekerja dengan baik untuk melindungi pekerja yang ada di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan memberikan system kompensasi yang baik kepada karyawannya. Sehingga, karyawan Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan tidak menghiraukan system upah minimum regional yang dibuat oleh kebijakan pemerintah, sebab gaji dan bonus mereka sudah diatas UMR dan mereka cenderung ke sejahtera, tidak ada kontra besar terjadi samapi harus melibatkan pihak ketiga (eksternal)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan dari penelitian ini,yaitu sebagai berikut:
1. Hasil dari pengujian statistik F menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal secara bersama – sama berpengaruh terhadap kinerja Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
2. Hasil dari pengujian statistik menunjukkan pengaruh secara parsial bahwa faktor internal karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi di Yayasan pendidikan Al-Azhar di Medan dan faktor eksternal karyawan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja organisasi di Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan
dipengaruhi oleh faktor - faktor lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan maka saran yang diberikan adalah:
1. Faktor Internal Karyawan
Para karyawan harus dapat terus mampu mempertahankan dan menjaga sikap, kepribadian, motivasi, pendidikan, dan hubungan antar keluarga yang mereka miliki agar dapat memberikan kinerja yang maksimal bagi organisasi sehingga tercapailah tujuan visi dan misi Yayasan Pendidikan Al-Azhar di Medan.
2. Faktor Eksternal Karyawan
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Pengertian Kinerja
Terdapat beberapa pandangan para pakar tentang pengertian manajemen kinerja. Bacal ( 1999: dalam Wibowo 2013:12 ) memandang manajemen kinerja sebagai proses komunikasi yang dilakukan secara terus menerus dalam kemitraan antara karyawan dengan atasan langsungnya. Proses komunikasi ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas serta pemahaman mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Proses komunikasi merupakan suatu sistem, memiliki sejumlah bagian yang semuanya harus diikutisertakan, apabila manajemen kinerja ini hendak memberikan nilai tambah bagi organisasi, manajer dan karyawan
Pada Bacal, ( 2012: 24 dalam Wibowo 2013:12) memberikan perumusan bahwa manajemen kinerja adalah proses komunikasi yang sedang berjalan, dilakukan dengan kemitraan antara pekerja dan atasan langsung mereka, yang menyangkut pencapaian harapan yang jelas dan saling pengertian tentang pekerjaan yang harus dilakukan.
Seberapa baik kita mengelola kinerja bawahan akan secara langsung memengaruhi tidak hanya kinerja masing – masing pekerja secara individu dan unit kerjanya, tetapi juga kinerja seluruh organisasi.
Pekerja seharusnya memahami tentang apa yang diharapkan dari pekerjaanya dan mendapat dukungan yang diperlukan untuk memberikan kontribusi pada organisasi secara efisien dan produktif. Pemahaman akan tujuan harga diri dan motivasi diharapkan akan meningkat, dengan demikian manajemen kinerja memerlukan kerja sama, saling pengertian dan komunikasi secara terbuka antara atasan dan bawahan.
2.1.2 Ruang Lingkup
Manajemen kinerja adalah tentang mengelola organisasi. Manajemen kinerja merupakan proses manajemen secara alamiah .Manajemen Kinerja mengelola kinerja dalam konteks lingkungan bisnis eksternal maupu internal, Hal ini menyangkut bagaimana suatu usaha bisnis dikembangkan apa yang ditetapkan untuk dilakukan dan bagaimana untuk menjalankannya.
Sistem manajemen kinerja adalah sistem yang memastikan bahwa standar kinerja dan sasaran ditetapkan, bahwa standar kinerja secara reguler diukur, dan bahwa tindakan dilakukan untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang (Schermerhorn, 2010 :307).
A. Masukan
Kapabilitas sumber daya manusia diwujudkan dalam bentuk Pengetahuan, Keterampilan dan Kompetensi.
B. Proses
Manajemen kinerja mencakup suatu proses pelaksanaan kinerja tentang bagaimana kinerja dijalankan. Manajemen kinerja diawali dengan suatu perencanaan tentang bagaimana merencanakan tujuan yan diharapkan dimasa depan, dan menyusun semua sumber daya dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam perencanaan dirumuskan tentang tujuan dan harapan dimasa depan, Tujuan dan sasaran dirumuskan dalan rencana bisnis. C. Keluaran
Manajemen kinerja sangat berkepentingan dengan keluaran yang merupakan hasil kerja organisasi,hasil kerja yang dapat dicapai organisasi perlu dibandingkan dengan tujuan yang diharapkan organisasi untuk dicapai. Keluaran organisasi dapat lebih besar dan lebih rendah dari tujuan yang ditetapkan
D. Manfaat
2.1.3 Indikator Kinerja
Kinerja karyawan mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain termasuk:
a. Kuantitas kerja, merupakan volume kerja yang dihasilkan di atas kondisi normal.
b. Kualitas kerja, merupakan kerapian, ketelitian, dan keterkaitan hasil dengan tidak mengabaikan volume pekerjaan.
c. Pemanfaatan waktu, merupakan penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan kebijaksanaan perusahaan.
d. Kerjasama, merupakan kemampuan menangani hubungan dalam pekerjaan.
2.1.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Dua faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Variable Faktor Internal ( Timpe Dkk : dalam Dewantoro 2011) terdiri dari :
a. Sikap
b. Kepribadian
Kepribadian merupakan himpunan karakteristik dan kecendrungan yang stabil serta menentukan sifat umum dan perbedaan perilaku seseorang. Kepribadian dipengaruhi oleh keturunan, budaya, dan faktor sosial. Kepribadian adalah saling berhubungan dengan persepsi, sikap, belajar, dan motivasi setiap usaha untuk mengerti perilaku menjadi tidak lengkap apabila kepribadian tidak diperhitungkan (Gibson et al, 2008: 156-157). c. Motivasi
David McCelland dalam teorinya Mc.Clelland Achievment Motivation Theory atau teori motivasi. Teori yang memfokuskan pad tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (Achievment), kebutuhan kekuasaan (Power) dan kebutuhan Afiliansi
d. Pendidikan
e. Hubungan & kekuatan Keluarga
Klein dan Smyrnios (2002: Djoko Dewantoro 2011) menegemukakan tiga bagian kekuatan keluarga , yaitu Power (kekuatan), Experience (Pengalaman) dan Culture (Budaya). Kekutan keluarga termasuk pengaruh keluarga atas kepemilikan, supervise, dan manajemen. Mc Conaughy et al (2001 : Djoko Dewantoro 2011 ) membuktikan bahwa pengendalian melalui kepemilikan selalu dikaitkan dengan kinerja perusahaan yang lebih tinggi. Sedangkan untuk supervise, yang menjadi landasan adalah hubungan antara pengendalian dengan orang yang dikendalikan, di mana penentuan tujuan perusahaan dan pengendalian berbeda di mana. hubungan keluarga dan yang terkait dengan efek agency (Schulze Lubatkin, Dewantoro 2011) dapat membiaskan penentuan tujuan dan pengendalian.
Variable Faktor Eksternal terdiri dari:
a. Pasar Tenaga Kerja (Labor Market)
Pada umumnya timbul pendapat bahwa tenaga kerja sebaiknya tidak diatur oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Pada kenyataannya, apabila terdapat kesempatankerja penuh, upah dan gaji mungkin lebih tinggi untuk menarik dan kecakupan tenaga yang berkualitas
b. Kondisi Ekonomi ( The Economy)
c. Pemerintah ( The Government )
Pemerintah secara langsung memengaruhi kompensasi melalui pengendalian upah, antara lain sebagai contoh apabila pemerintah menetapkan besaran upah minimum
d. Unions (Perserikatan)
Serikat Pekerja mempunyai pengaruh pada bayaran, tunjangan, dan perbaikan kondisi kerja.Pada umumnya cenderung mengakibatkan meningkatnya tingkat bayaran.
2.1.5 Struktur organisasi
Susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan
bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut
diintegrasikan (koordinasi).Selain daripada itu struktur organisasi juga
menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan. Adapun ciri-ciri organisasi mempunyai tujuan dan
saranMempunya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati. Adanya
kerja sama dari sekelompok orang. Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang.
Men (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan
sering disebut dengan istilah pegawai atau personel. Pegawai atau personnel
terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan
tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan
tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja
management/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan
manusiawi (men power) organisasi.
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu
perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut
tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers),
secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (men power) organisasi.
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan
menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan
merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga
menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola
(network). Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari
semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah,
gedung/bangunan/kantor).
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan
teknologi.kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan
peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan,dan juga beberapa tujuan tertentu
Variabel Organisasional, terdiri dari: a. Sumber Daya