• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Etika Profesi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Etika Profesi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Anwar Prabu Mangkunegara,2005.Manajeman Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya

Batens,2003. Etika Profesi. Bandung: Tantangan membangun Manusia, Bumi Aksara.

Daft,2010. Era Baru Manajemen. Jakarta: Salemba Empat

Handoko,2001. Strategi Pendisiplinan Diri. Depok: Quitum Media

Hasibuan S.P. Malayu H.Drs, 2003, Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Hubbies,2006. Disiplin Tanpa Teriakan Atau Pukulan. Yogyakarta: Fajar Pustaka

Marshall,2011. Pelatihan Dasar Kepemimpinan. Yogyakarta:Gloria Usaha Mulia

Mondy,2008. Kepemimpinan Yang Sukses Dalam Seminggu. Erlangga

Prayitno,2003. Etika Bisnis dan Profesi. Yogyakarta: Cv. Andi Offiset. Rivai,2000. Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi. Rajafindo Persada

Rustiyanto,2009. Etika Profesi Kependidikan. Yogyakarta: Alfa Media Sastrohadiwiryo,2001. Perjanjian Kerja. Jakarta: Dss Publising

Siagian,2003. Berani Menerapkan Disiplin. Jaksel: One Eart Media

Sanusi,2009. Kepemimpinan dalam Manejeman. Jakarta: Sumber Daya Manusia, BPFE

Sudarmo,2010. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Manajeman Sumber Daya Manusia, Remaja Rosdakarya.

Suradinata,2000. Disiplin adalah jabatan yang menghubungkan anda terhadap kesuksesan. Bogor, Ghalia Indonesia.

(2)

3.1 Gaya Kepemimpinan

Pengertian kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk

berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.Sudarmo (2010:107)

Pemimpin dan kepemimpinan merupakan fitrah kemanusiaan. Sejak

manusia ada, sejak itu pula pemimpin dan kepemimpinan telah ada. Bahasan

mengenai pemimpin dan kepemimpinan pada umumnya menjelaskan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, tipe dan sifat yang sesuai dengan kepemimpinan serta kemampuan-kemampuan apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang

pemimpin agar bisa menjadi pemimpin yang di idolakan.Sudarmo (2010:111) Pemimpin adalah inti dari manajemen, ini berarti bahwa tujuan manajemen akan tecapai jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat

dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi

pendirian atau pendapat orang.seorang pemimpin adalah seorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.pemimpin memiliki peran

strategis dalam sebuah organisasi karena kesuksesan organisasi ditentukan oleh

(3)

Gaya kepemimpinan juga memenuhi hubungan tenaga kerja dan

karyawan untuk mendefenisikan perundingan bersama dan mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dalam mewujudkan hubungan perlindungan bersama Mondy (2008:116)

Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan.hal ini

menunjukkan bahwa posisi pemimpin alam suatu organisasi berada pada posisi pemimpin yang terpenting. Demikian juga pemimpin dimana pun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepentingannya.

Sutikno (2014:3) menyatakan bahwa “ pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu dan siap menjadi pelayan, bukan siap untuk dilayani.”

Beberapa pengertian kepemimpinan menurut pendapat para ahli, sebagaimana yang dikutip dari buku “Kepemimpinan sekarang dan masa depan”karya Sanusi (2009:15) berikut ini:

a. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diluar untuk mencapai tujuan bersama.

b. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok.

c. Kepemimpinan adalah kegitan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum.

d. Kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna mempengaruhi serta

menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan.defenisi

(4)

pemberian jalan yang mudah dari pada pekerjaan orang lain yang

terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

e. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk

bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.

Dari beberapa defenisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan

adalah kepemimpinan untuk mempengruhi dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti

yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya. Rivai

(2004:55) mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.

3.1.1 Fungsi Kepemimpinan

Sesungguhnya semua orang mempunyai potensi menjadi pemimpin, yang berbeda hanya derajat bakatnya saja, namun demikian potensi itu harus dikembangkan. Kepemimpinan yang efektif harus dipelajari dan dan diraih.

Fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok atau organisasi masing-masing yang mengisyaratkan bahwa

setiap pemimpin berada didalam dan bukan diluar organisasi.

(5)

Sutikno (2014:18) secara operasional kepemimpinan dapar dibedakan menjadi

lima fungsi pokok yaitu:

a. Fungsi instruktif. Fungsi instruktif ini bersifat komunikasi satu arah.

Pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa,

bagaimana, bilamana, dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif.

b. Fungsi konsultatif. fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Hal tersebut

digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang

yang dipimpinnya.

c. Fungsi partisipasi.dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha

mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya.

d. Fungsi delegasi. Fungsi ini dilaksanakan dengan memberi pelimpahan

wewenang atau menetapkan keputusan baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pemimpin.

e. Fungsi pengendalian. Kepemimpinan yang sukses harus mampu

mengatur aktivitas anggotanya secar terarah dan dalam koordinasi yang

efektif sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal.

Kelima fungsi kepemimpinan tersebut pada dasarnya merupakan strategi

(6)

perasaan, sikap dan perilaku atau menggerakkan anggota organisasi agar

melaksanakan kegiatan atau bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.

3.1.2 Tipe Kepemimpinan

Ada empat tipe kepemimpinan yang dapat digunakan untuk berbagai organisasi menurut Sutikno (2014:35) yaitu:

Directive adalah salah satu tipe kepemimpinan tertua dan sering kali disebut

juga dengan pendekatan otoriter. Dalam tipe ini, pemimpin akan menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu dan mengharapkan mereka untuk segera

melakukannya. Participative dalam tipe ini, pemimpin mencari input dari

pihak lain dan mengajak orang-orang yang relevan dengan pembahasan untuk pengambilan keputusan Laissez-faire mendorong inisiatif dari banyak pihak agar bersama-sama memikirkan bagaimana proses pekerjaan sampai

menghasilkan outcome.Adaptive gaya kepemimpinan yang mengalir dan menyesuaikan gaya sesuai dengan tipe kepemimpinan.

1. Tipe Kepemimpinan Kharismatik

Tipe Kepemimpinan Kharismatik memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa umtuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia

mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pegawai-pegawai yang bisa dipercaya. Kepemimpinan Kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang

superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia yang Maha Kuasa.

(7)

berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas Kepemimpinan

Kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar. 2. Tipe kepemimpinan Paternalistik/Maternalistik

Kepemimpinan Paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan

yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut, mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri

yang perlu dikembangkan, mereka bersikap terlalu melindungi, mereka jarang memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk

berinisiatif, mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberian

kesempatan kepada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, selalu bersikap maha tahu dan maha besar.

Sedangkan tipe kepemimpinan Maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan Paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan Maternalistik terdapat sifat over-protektiv atau terlalu melindungi yang sangat

menonjol disertai kasih sayang yang berlebih-lebihan. 3. Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe Kepemimpinan Militeristik ini sangat mirip dengan kepemimpinan Otoriter. Adapun sifat-sifat dari Tipe Kepemimpinan Militeristik adalah, lebih banyak menggunakan sistem perintah/pemandu, keras dan sangat otoriter,

(8)

mutlak dari bawahan, sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara

ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, menuntut adanya disiplin yang keras dan kau dari bawahannya, tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritik-kritikan dari bawahannya, komunikasi hanya berlangsung searah.

4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan Otokratis memiliki ciri-ciri antara lain, mendasarkan diri

pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, berambisi untuk merajai situasi, setiap perintah dan kebikan selalu ditetapkan sendiri, bawahan tidak pernah

diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan kegiatan yang akan

dilakukan, semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas perimbangan pribadi, adanya sikap eksklusivisme, selalu ingin berkuasa secara absolut, sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat, dan

kaku, pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh. 5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe Kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia

membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semuanya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikitpun dalam kegiatan kelompoknya.

Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak

buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu

(9)

biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem

nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat-marit atau kacau balau.

6. Tipe Kepemimpinan Populis

Kepemimpinan Populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakatyang tradisional, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang

luar negri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administrati/eksekutif

Tipe Kepemimpinan Administratif adalah kepemimpinan yang mampu

menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknorat-teknorat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh

karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipr-tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, industri, manajemen modern dan

perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan Demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan

pada semua bawahan, dengan peneknan pada rasa tanggung jawab internal

(10)

Demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada

partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.

Kepemimpinan Demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian

paa spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang

tepat.

3.1.3 Teori Kepemimpinan

Teori kempemimpinan membicarkan bagaimana seorang menjadi

pemimpin, atau bagaimana timbulnya seorang pemimpin. Teori-teori dalam

kepemimpinan umumnya menunjukkan perbedaan karena setiap teoritikus mempunyai segi penekanannya sendiri yang dipandang dari satu aspek tertentu Sutikno (2014:25).

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interprestasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain: Latar belakang pemimpin dan dan

kepemimpinan-kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.Sutikno

(2014:26)

Sebab-sebab munculnya seseorang menjadi pemimpin, antara lain: a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi seorang pemimpin.

Seorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan

(11)

b. Seeorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat

kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan. Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan

kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan. a) Teori Sifat

Dalam teori sifat, penekanan lebih pada sifat-sifat umum yang dimiliki pemimpin, yaitu sifat-sifat yang dibawa sejak lahir. Menurut teori sifat, hanya individu yan memiliki sifat-sifat tenulah yang bisa menjadi

pemimpin. Teori ini menegaskan ide bahwa beberapa individu dilahirkan

memiliki sifat-sifat tertentu yang secara alamiah menjadikan mereka seorang pemimpin.

Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat , perangai atau

ciri-ciri yang dimiliki pemimpin. Menurut Stogdill, sifat-sifat tertentu efektif dalam situasi tertentu, dan ada pula sifat-sifat tertentu yang berkembang akibat pengaruh situasi organisasi. Sebagai contoh, sifat

kreativitas akan berkembang jika seorang pemimpin berada didalam organisasi yang fleksibel dan mendorong kebebasan berekspresi,

dibandingkan di dalam organisasi yang birokratis.Safaria(2004:21) menjelaskan tiga sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu kepercayaan diri, kejujuran, integritas serta motivasi. Kepercayaan

diri, berhubungan dengan keyakinan diri pemimpin akan pertimbangannya,

(12)

berhubungn dengan keyakinan bahwa pemimpin bisa dipercaya, bisa

dipegang janjinya, dan pemimpin tidak suka memainkan peran palsu. Intergritas, apa saja yang dikatakan oleh seorang pemimpin, pasti selalu

dilaksanakan. Dorongan, berkaitan dengan motivasi tujuan tertentu.

Pemimpin yang memiliki motivasi pretasi yang tinggi akan memunculkan energi besar, ketekunan, kegigihan dalam mencapai tujuannya.

b) Teori Perilaku

Teori perilaku, lebih dikenal dengan Behaviorist Theories. Teori ini terfokus kepada tindakan-tindakan yang dilakukan pemimpin dari pada

memperhatikan atribut yang melekat pada diri seseorang pemimpin. Dasar

pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seseorangkrtika melakukan kegitan pengarahanuntuk suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Sutikno (2014:26)

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seseorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini pemimpin mempunyai deskripsi

perilaku:

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan,

memiliki ciri ramah tamah, mau berkonsultsi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya.

Beorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang

(13)

atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan

bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,

pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tugas.

c) Teori Situasional

Teori Situasional mengatakan bahwa pembawaan yang harus dimiliki seseorang pemimpin adalah berbeda-beda, tergantung dari situasi yang

sedang dihadapi. Teori Situasional dari Hersey dan Blanchard terfokus pada

karakteristik kematangan bawahan sebagai kunci pokok situasi yang menentukan keefektifan perilaku seorang pemimpin. Menurut mereka, bawahan memiliki tingkat kesiapan dan kematangan yang berbeda-beda

sehingga pemimpin harus mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya, agar sesuai dengan situasi kesiapan dan kematangan bawahan. Keefektifan kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi

yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan tuntutan situasi Sutikno,(2014:27).

Hersey dan Blanchard (2014), Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi

(14)

1. Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas

2. Benuk dan sifat teknologi yang digunakan 3. Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan 4. Norma yang dianut kelompok

5. Rentang kendali

6. Ancaman dari luar organisasi

7. Tingkat stres

8. Iklim yang terdapat dalam organisasi

3.1.4 Perilaku Orgnisasi

Perilaku organisasi adalah bidang interdisipliner yang didedikasikan

untuk pembelajaran sikap, perilaku dan kinerja manusia dalam sebuah organisasi. Perilaku organisasi mengambil konsep dari banyak disiplin ilmu, diantaranya psikologi, sosiologi, antropologi budaya, teknik industri,

ekonomi, etika, dan konseling kejujuran, serta manajemen. Konsep dan prinsip perilaku organisasi adalah hal yang penting bagi pimpinan karena dalam setiap organisasi manusia pada akhirnya akan mengambil keputusan

yang mengontrol bagaimana orgnisasi mendapatkan dan menggunakan sumber daya. Sutikno,(2014:120)

Orang-orang tersebut dapat bekerja sama, bersaing, mendukung, menjatuhkan, satu dan lainnya. Keyakinan dan perasaan tentang dirinya, rekan kerjanya, dan organisasi akan membentuk apa yang mereka lakukan

dan seberapa baik mereka melakukannya. Orang-orang dapat mengalihkan

(15)

kesalahpahaman, atau mereka dapat menggabungkan talenta dan pemikiran

mereka yang beragam untuk mencapai lebih banyak hal sebagai sebuah kelompok daripada yang dapat mereka lakukan sendirian. Sutikno,(2014:120)

3.1.5 Sikap

Seorang pegawai yang memiliki permasalahan sikap akan sulit untuk dijadikan teman, selalu mengeluh dan menimbulkan masalah, dan secara keras menolak ide-ide baru. Memahami sifat pegawai adalah hal penting

bagi manajer, karena sikap dapat menentukan bagaimana orang-orang

menafsirkan lingkungan mereka, berinteraksi dengan yang lain, dan berperilaku dalam bekerja.

Manajer berusaha keras untuk mengembngkan dan memperkuat sikap

positif di antara semua pegawai, karena orang-orang yang bahagia dan positif adalah orang-orang yang lebih sehat, lebih baik, dan lebih produktif. Terkadang sifat negatif dapat dihasilkan dari karakteristik pekerjaan, seperti

tingginya tingkat stres, tetapi manajer dapat mencari cara untuk membantu orang-orang bersikap lebih baik. Pimpinan harus memperhatikan sifat

(16)

3.1.6 Unsur-unsur Penyusunan Sikap

Satu langkah penting bagi pimpinan adalah mengenali dan memahami unsur-unsur yang menyusun suatu sikap, yang penting bagaimana seorang

pemimpin mengubah sikap tersebut. Sutikno,(2014:129)

Ilmuan perilaku menyatakan bahwa sikap terdiri atas tiga unsur : kognitif

pemikiran), afektif (perasaan), dan perilaku. Unsur kognifit yang membentuk suatu sikap adalah, keyakinan, opini dan informasi yang dimiliki seseorang tentang objek dari sikapnya, seperti pengetahuan tentang

apa yang dituntut dari suatu pekerjaan, atau opini tentang kemampuan diri.

Unsur afektif adalah emosi atau perasaan seseorang terhadap objek atau sikapnya, seperti benci atau suka pada suatu pekerjaan. Unsur perilaku adalah maksud seseorang untuk berperilaku terhadap objek dari sikapnya

dalam cara tertentu. Unsur kognitif adalah pikiran sadar yang mengatakan bahwa pekerjaan saya menarik dan menantang. Unsur afektif adalah perasaan yang mengatakan bahwa saya sangat menyukai pekerjaan ini.

(Sutikno, 2014: 130)

Unsur-unsur ini, pada akhirnya, berhubungan dengan unsur perilaku

pegawaiyang bersangkutan kemungkinan besar akan datang lebih awal ketempat kerja karena ia merasa bahagia dengan pekerjaannya. Unsur emosi (afektif) sering kali merupakan faktor paling kuat dalam mempengaruhi

suatu perilaku, jadi manajer harus mewaspadai situasi yang melibatkan

(17)

kesimpulan bahwa dari sikap para pegawai, mereka ingin pimpinan tersebut

untuk mengambil semua keputusan yang mempengaruhi departemen, tetapi pimpinan tersebut mnginginkan para pegawainya untuk lebih memegang tanggung jawab dan pengambilan keputusan.

Untuk mengubah sikap para pegawainya ini, pimpinan dapat mempertimbangkan untuk memberikan pendidikan pada pegawai mengenai

area-area dimana mereka dapat menggunakan pengambilan keputusan dengan baik (mengubah unsur kognitifnya), membangun antusiasme para pegawai dengan memberikan informasi yang menarik mengenai kepuasan

yang didapatkan dari pemberdayaan pegawai (mengubah unsur afektif) atau

cukup dengan bersikeras bahwa pegawai harus melakukan pengambilan keputusan sendiri (mengubah unsur perilaku) dengan harapan bahwa, setelah mereka mengalami kelebihan dalam memegang wewenang untuk

melakukan pengambilan keputusan, para pegawai tersebut akan mulai menyukai tanggung jawab tersebut. Daft (2010:284)

3.1.7 Gaya Kepemimpinan Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Gaya Kepemimpinan sangatlah mempengaruhi suatu perusahaan/instansi terhadap para pegawai, karena jika perubahan itu mempunyai gaya kepemimpinan yang efektif, maka perusahaan itu akan menjadi tempat yang

sangatlah diminati oleh semua masyarakat. Pada Bagian Pendidikan Profesi

(18)

Utaramempunyai gaya kepemimpinan yang sangat efektif dan tipe gaya

kepemimpinan demokratis.

Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara ini adalah perusahaan yang mempunyai

pemimpin yang ketat, sehingga para pegawai haruslah dituntut untuk disiplin, selain disiplin, mereka juga harus menggambarkan secara jelas

aneka tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan organisasi.

Selan itu Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan

Bisnis Universitas Sumatera Utara juga mempunyai gaya kepemimpinan

atau model kepemimpinan yang sangat efektif. Tingkah laku pemimpin yang efektif cenderung menunjukkan kinerja yang tinggi, seperti para pegawai maupun para atasan mereka saling membantu satu sama lain.

Walaupun di dalam kantor para pegawai disana terlihat cuek satu sama lain, tetapi mereka tetap memiliki rasa kekeluargaan. Para pegawai disana mereka sangatlah sibuk dengan tugasnya masing-masing sehingga tidak ada

waktu untuk becanda, maupun berleha-leha di dalam kantor.

Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara mempunyai gaya kepemimpinan yang kuat. Mereka berpendapat bahwa, pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang menata kelembagaan organisasinya secara sangat terstruktur, dan

(19)

dikantor, dan saling percaya, saling menghargai dan senantiasa hangat

dengan para karyawan maupun stafnya.

Perilaku kepemimpinan kepengurusannya mendorong bawahannya untuk menumbuh kembangkan daya inovatif dan kreatif. karakteristik lainnya

adalah kecepatan menunjukkan penghargaan kepada bawahan yang berprestasi tinggi.

Gaya kepemimpinan pada masing-masing divisi Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara juga berhubungan dengan struktur organisasi yaitu dengan adanya

struktur organisasi yang memisahkan fungsi dengan jelas, maka dapat

diperoleh keuntungan gaya kepemimpinan yang demokratis dan efektif sebagai berikut:

a. Terciptanya arus komunikasi yang baik dalam perusahaan/instansi.

b. Terhindarnya konflik dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama karyawan/staf.

c. Mendapatkan ketegasan fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing

karyawan.

d. Terwujudnya hubungn yang harmonis antr karyawan dalam perusahaan.

Gaya kepemimpinan yang terdapat Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara juga sangat berpengaruh pada kinerja karyawan, misalnya pimpinan memiliki

tipe gaya kepemimpinan demoktratik maka bawahan juga akan memiliki

(20)

mengingatkan apabila terjadi kesalahan dalam bekerja. Pimpinan/ketua Pada

Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara juga memiliki daya tarik atau menarik dan ramah.

Penelitian tentang kepemimpinan menunjukkan bahwa kepemimpinan bukanlah masalah sifat-sifat dan karakteristik-karakteristik. Pemimpin yang efektif menyadari pentingnya tindakan-tindakan kecil “ The effective aware

of the importance of small actions “Marshall (2011:18).

Dimana dari keseluruhan yang terjadi di Bagian Pendidikan Profesi

Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dapat

disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara mempunyai gaya kepemimpinan tipe demokratik dan juga memiliki model

pemimpin yang efektif (model of effective leaders) untuk karyawan dan staf-staf lainnya sangat mempengaruhi kinerja mereka menjadi sangat baik dalam bekerja dan juga memiliki komunikasi yang efektif. Dimana dari

hasil kerja mereka selalu mengupayakan yang terbaik dalam bekerja. Dan karyawan diberikan kesempatan untuk berkembang serta adanya target

waktu dalam bekerja membuat karyawan bekerja dengan tepat waktu karena pimpinan juga memberikan contoh yang bagus. Dan yang terpenting pimpinan dan karyawan dan staf saling berkomunikasi demi kelancaran

(21)

3.2 Pengertian Etika Dan Profesi

Secara etimologis, istilah etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang

dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti yakni tempat tinggal yang biasa, adat istiadat, kebiasaan, akhlak, karakter (character), perasaan, sikap,

dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta eta) artinya adalah kebiasaan.Dan arti terahir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “Etika”

oleh Aristoteles (384-332 SM) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Dengan demikian bertitik tolak dari asal-usul kata ini, maka etika berarti ilmu atau nama tentang yang biasa dilakukan atau ilmu tentang

kebisaan (Prayitno,2003:112).

Menurut (Batens, 2000:119), konsep etika mempunyai tiga arti.Pertama, kata etika bisa dipakai dalam arti, yakni nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam

mengatur perilakunya.Kedua, etika berfungsi juga sebagai kumpulan asas atau nilai moral.Yang dimaksud disini adalah kode etik.Ketiga, etika berarti ilmu tentang yang baik atau buruk, etika baru menjadi ilmu, bila

kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai tentang yang dianggap baik atau buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat.

Dengan demikian, etika adalah ilmu yang membantu tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas, atau dengan cara lain, etika mrupakan ilmu yang menyelidiki perilaku moral. Dalam ilmu

filsafat, etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua

(22)

mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia,

sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan bersama.Etika berkaitan erat dengan berbagai masalah nilai Karena etika pada pokoknya membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan predikat nilai susila dan “tidak susila”,

“baik dan buruk”.

Profesi adalah suatu moral community(masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama. Profesi lahir karena adanya suatu latar belakang pendidikan yang sama dan memiliki suatu keahlian yang belum

tentu dimiliki oleh orang lain (Rustiyanto, 2009:97).

Etika profesi adalah sikap hidup berupa keahlian untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa

kewajiban terhadap masyarakat.Etika profesi mengandung unsur tentang pengorbanan demi kemanusiaan, dedikasi dan pengabdian masyarakat. Munculnya etika profesi sebenarnya berasal dari adanya penyimpangan

perilaku dari penyundang profesi terhadap sistem nilai, norma, aturan ketentuan yang berlaku dalam profesinya tidak ada komitmen pribadi dalam

(23)

a) Defenisi Etika Profesi menurut para ahli

1. Science, medis/dokter:

Etika profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu. Contoh: pers dan

jurnalistik. 2. Usma,

Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan professional dari klien dengan ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban mayarakat sebagai

keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya

dengan disertai refleksi yang seksama.

3.2.1 Etika Profesi di Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Pelaksanaan Etika Frofesi di Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sudah

terlaksana dengan baik di dalam melaksanakn pelayanan dan tata cara, norma dan moralitas. Pekerjaan terlaksana dengan baik sesuai dengan

prinsip-prinsip yang berlaku sehingga tercapainya efisiensi dalam melakukan segala kewajiban yang behubungan dengan Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas

(24)

3.3 Disiplin

Jawatan kuasacabinet mengkaji Pelaksanaan Dasar Pelajaran

Kebangsaan Tahun 2002 menafsirkan disiplin sebagai: “Kesanggupan seseorang individu menghormati dan mematuhi undang-undang, disiplin itu dikenakan dari luar atau dengan kerelaan sendiri”. Disiplin juga bermakna

kesanggupan seseorang itu bekerja atau membuat sesuatu dengan cukup

tertib, kesanggupan menghormati hak individu lain, kesanggupan mengamalkan tingkah laku yang baik dan tidak mengganggu kepentingan orang lain, kesanggupan hormat menghormati antara satu dengan

lainmempunyai semangat tolong menolong.

Disiplin adalah kesadaran dan kesetiaan seseorang dalam menaati semua peraturan perusahaan serta norma-norma sosial yang berlaku, pada pembahasan ini penulis akan menguraikan system pemberian disiplin pada

setiap karyawan ataupun pengurus pada setiap instansi. 3.3.1 Pengertian Disiplin

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengertian disiplin, penulis

mengutip beberapa defenisi sebagai berikut:

Menurut Fathoni (2006:172),disiplin adalah “kesadaran dan kesediaan

seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku”

Kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua

(25)

suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan

peraturan perusahaan baik tertulis maupun tidak.

Kedisiplinan dapat diartikan bilamana karyawan datang dan pulang tepat pada waktunya, mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik, mematuhi

semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.

Menurut Sastrohadiwiryo (2001:291),disiplin adalah “sebagai salah satu

sikap menghargai, menghormati, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup melaksanakannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya”

Mangkuprawira dan Hubeis (2006:122),kedisiplinan karyawan adalah “sifat seseorang yang secara sadar mematuhi aturan dan peraturan organisasi

tertentu”.

Handoko (2001:208),kedisiplinan adalah “kegiatan manajemen untuk menjalankan standar-standar organisasional”.

Dari defenisi tersebut disimpulkan bahwa pengertian disiplin adalah:

1. Merupakan salah satu dari tugas manajemen

2. Untuk menciptakan semangat kerja dan kegairahan kerja karyawan

3. Untuk memacu prestasi kerja

(26)

3.3.2 Indikator-Indikator Kedisiplinan

Menurut Hasibuan (2003:195),pada dasarnya banyak indikator-indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan dalam suatu organisasi diantaranya:

a. Tujuan dan Kemampuan

Tujuan dan kemampuanikut mempengaruhi ttingkat kedisiplinan karyawan.

Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secaraideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. Hal ini berarti tujuan (pekerjaan) yang dibebankan kepada karyawan harus sesuai dengan kemampuan

karyawan bersangkutan, agar dia bekerja dengan sungguh-sungguh dan

disiplin dalam mengerjakannya. b. Teladan Pimpinan

Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan

karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya. Pimpinan harus memberikan contoh yang baik, berdisiplin, jujur, adil serta sesuai dengan perbuatannya. Dengan teladan pimpinan yang

baik, kedisiplinan bawahan pun ikut menjadi baik. Jika teladan pimpinan kurang baik, para karyawan pun akan kurang baik.

c. Balas Jasa

Balas jasa (gaji dan kesejahteraan) ikut mempengaruhi kedisiplinan karyawan karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan

(27)

semakin baik terhadap pekerjaan, kedisiplinan mereka akan semakin baik

pula. d. Keadilan

Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan, karena ego

yang selalu merasa dirinya penting dan minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya.

e. Waskat

Waskat(pengawasan melekat) adalah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan karyawan perusahaan. Dengan waskat

berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap,

gairah kerja dan prestasi kerja bawahannya. Hal ini berarti atasan harus selalu ada/hadir ditempat kerja agar dapat mengaasi dan memberikan petunjuk, jika ada bawahannya yang mengalami kesulitan dalam

menyelesaikan pekerjaannya. f. Sanksi Hukum

Sanksi hukum berperan penting dalam memelihara kedisiplinan karyawan.

Dengan sanksi hukuman yang semakin berat, karyawan akan semakin kuat melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap dan perilaku disipliner

karyawan akan berkurang.

g. Ketegasan

Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi

kedisiplinan perusahaan. Pimpinan harus berani dan tegas, bertindak untuk

(28)

hukuman yang ditetapkan.pimpinan yang berani bertindak tegas

menerapkan hukuman bagi karyawan yang indisipliner akan disegani dan diakui kepemimpinannya oleh bawahan. Dengan demikian, pimpinan akan dapat memelihara kedisplinan karyawan perusahaan. Sebaliknya apabila

seorang pimpinan kurang tegas atau tidak menghukum karyawan yang indisipliner, sulit baginya memelihara kedisiplinan bawahannya, bahkan

sikap indisipliner karyawan semakin banyak karena mereka beranggapan bahwa peraturan dan sanksi hukumannya tidak berlaku lagi.

h. Hubungan Kemanusiaan

Hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama karyawan ikut

menciptakan kedisiplinan yang baik suatu perusahaan. Hubungan-hubungan baik bersifak vertikal maupun horizontal diantara sesama akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang baik, hal ini akan memotivasi

kedisiplinan yang baik bagi perusahaan.

3.3.3 Jenis-Jenis Disiplin

Menurut Mangkunegara (2005:129),disiplin terbagi atas dua jenis yaitu: 1. Disiplin preventif

Disiplin preventif adalah upaya untuk menggerakkan pegawai dan mematuhi pedoman kerja, aturan-aturan yang telah digariskan oleh perusahaan. Tujuan dasarnya adalah untuk menggerakkan pegawai

berdisiplin diri. Dengan cara preventif, pegawai dapat memlihara dirinya

(29)

2. Disiplin Korektif

Disiplin korektif adalah suatu upaya menggerakkan pegawai dalam menyatukan suatu peraturan dan mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada perusahaan.

3.3.4 Prinsip dan Langkah Pendisiplinan

Ketika perusahaan menyusun dan menetapkan strategi bisnis maka seharusnya dapat dijabarkan ke dalam bentuk strategi-strategi operasional yang lebih teknis, antara lain strategi pengembangan mutu sumber daya

manusia. Tujuannya adalah peningkatan produktivitas dan mutu kerja para

karyawan. Bentuk strategi ini antara lain adalah bagaimana tiap unit kerja mampu menetapkan cara-cara mengatasi ketidakdisiplinan karyawan dalam bekerja.

MenurutMangkuprawiradanHubeis (2006:122),prinsip-prinsip dan langkah-langkah pendisiplinan adalah sebagai berikut:

Prinsip-prinsip pendisiplinan:

a. Pendiiplinan karyawan merupakan salah satu subsistem dari manajemen kinerja Sumber Daya Manusia. Tujuannya memperbaiki

kemerosotan kinerja karyawan.

(30)

c. Didokumentasi secara lengkap: tingkat kinerja, kapan terjadi, siapa

saksinya, bagaimana diidentifikasi dan dikomunikasikan pada karyawan, serta langkah-langkah apa yang telah diambil.

d. Menggunakan pendekatan tekanan dan paksaan seminimum mungkin,

bergantung pada sikap dan bobot masalah kinerja karyawan.

e. Melibatkan karyawan bersangkutan, mulai dari identifikasi masalah

dan pendekatan solusi masalah kinerja yang rendah akibat faktor kedisiplinan yang rendah.

f. Keteladan dari pihak manajemen tentang kedisiplinan yang

diharapkan dan tidak menyembunyikan masalah ketidakdisiplin.

Langkah-langkah pendisiplinan:

a. Pendisiplinan karyawan dengan menggunakan seminimum mungkin unsur-unsur paksaan dan tekanan, karyawan diberi kesempatan untuk

berespon dan peluang untuk mempebaiki kinerjanya.

b. Diberi konsekuensi jika pendekatan masalah yang lebih kooperatif tidak berhasil.

c. Diawali secara halus dan suportif serta komunikatif. Artinya, kalau masih bermasalah, gunakan pendekatan komunikatif aktif dan

kekuasaan manajerial plus pemberian konsekuensi ringan. Namun, kalau juga masih bermasalah maka perlu menggunakan tindakan ekstrem, yaitu pemecatan.

Seperti yang sering terjadi, penegakan kedisiplinan karyawan tidaklah

(31)

menerapkannya karena khawatir menimbulkan konflik yang

berkepanjangan.untuk itu maka perlu ditekankan bahwa pendisiplinan adalah suatu proses yang harus menerapkan kaidah-kaidah kemanusiaan, disamping aturan perusahaan. Selain itu, prosesnya membutuhkan waktu

yang tidak singkat. Dari beberapa keterangan diatas perlu dicatat hal-hal pendisiplinan karyawan:

a. Jangan menunda pendisiplinan jika ada masalah kerja.

b. Mulailah selalu dengan peran yang sifatnya membantu dan lakukanlah seminimisasi tekanan.

c. Memastikan diagnosis yang tepat dengan dukungan data terpercaya

dan akurat.

d. Pendisiplinan hendaknya diikuti dengan peningkatan kecerdasan karyawan atau dijadikan satu paket program yang terintegrasi.

e. Pemberian konsekuensi yang layak.

3.3.5 Tingkat dan Jenis Sanksi Disiplin

Tujuan utama pengadaan sanksi disiplin kerja bagi para tenaga kerja yang melanggar norma-norma perusahaan adalah memperbaiki dan mendidik

para tenaga kerja yang melakukan pelanggaran disiplin.

(32)

MenurutSastrohadiwiryo (2001:293), pada umumnya sebagai pegangan

manajer meskipun tidak mutlak tingkat dan jenis sanksi disiplin kerja terdiri dari sanksi disiplin berat, sedang, dan ringan.

1. Disiplin Berat

a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah

b. Pembebasan dari jabatan/pekerjaan yang dijadikan sebagai tenaga kerja biasa bagi yang memegang jabatan.

c. Memberhentikan dengan tidak hormat dari statusnya

sebagai pegawai.

2. Disiplin Sedang

a. Penundaan pemberian kompensasi yang sebelumnya telah dirancangkan sebagaimana tenaga kerja lainnya.

b. Penurunan upah sebesar satu kali upah biasanya diberikan, harian, mingguan, dan bulanan.

c. Penundaan program promosi bagi bagi tenaga kerja yang

bersangkutan pada jabatan yang lebih tinggi. 3. Disiplin Ringan

a. Teguran lisan kepada tenaga kerja yang bersangkutan. b. Teguran tertulis

c. Pernyataan tidak puas secara tertulis.

Menurut Siagian,(2003:306), ada beberapa tahapan pendisiplinan

(33)

1. Peringatan lisan oleh penyedia.

2. Pernyataan tertulis ketidakpuasan oleh atasan langsung. 3. Penundaan kenaikan gaji berkala.

4. Penundaan kenaikan pangkat.

5. Pembebasan dari jabatan. 6. Pemberhentian sementara.

7. Pemberhentian atas permintaan sendiri.

8. Pemberhentin dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. 9. Pemberhentian tidak dengan hormat.

Yang memiliki wewenang penuh pemberian sanksi terhadap tenaga kerja

yang melakukan pelanggaran disiplin kerja adalah manajer puncak. Akan tetapi di dalam praktek, hal ini didelegasikan kepada manajer tenaga kerja. Manajer puncak maupun manajer tenaga kerja dalm melaksanakan tugasnya

selalu berpedoman kepada perundang-undangan yang berlaku di pemerintah.

3.3.6 Jenis disiplin pada bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

Sistem pemberian disiplin yang ditetapkan pada bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara adalah menggunakan jenis yang bersifat Korektif yaitu kegiatan yang diambil

untuk menangani pelanggaran terhadap peraturan dan mencoba untuk

(34)

A. Kesimpulan

Setelah membahas dan memperhatikan dasar-dasar teoritis dari berbagai literature pada Bab III tentang gaya kepemimpinan,etika profesi dan Disiplin kerja

karyawan kemudian membandingkan dengan penerapan yang ada pada bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara dipimpin oleh Dra. Narumondang Bulan Siregar, MM, Ak (Selaku Ketua Pendidikan Profesi Akuntansi) yang Membawahi, sekretarisnya yang bernama Abikusno Dharsuky,beserta staf

dan pegawai lainnya memiliki gaya kepemimpinan, etika profesi dan disiplin kerja yang baik.

2. Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara bertanggung jawab menyampaikan dan melaporkan keberhasilan maupun kegagalan kepada Dekan Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Struktur Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara bebrbentuk garis, dimana dalam stuktur

organisasi garis tugas-tugas perencanaan, pengendalian dan pengawasan

(35)

bawahan. Dalam hal ini garis diartikan sebagai jalan pelaporan tanggung

jawab sedangkan ke bawah pendelegasian tugas atau wewenang.

4. Gaya kepemimpinan pada masing-masing divisi Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera

Utaraberhubungan dengan struktur organisasi yaitu dengan adanya struktur organisasi yang memisahkan fungsi dengan jelas, maka dapat

diperoleh keuntungan gaya kepemimpinan yang demokratis dan efektif sebagai berikut:

a. Terciptanya arus komunikasi yang baik dalam perusahaan/instansi.

b. Terhindarnya konflik dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama

karyawan/staf.

c. Mendapatkan ketegasan fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing karyawan.

d. Terwujudnya hubungn yang harmonis antr karyawan dalam perusahaan.

e. Pelaksanaan Etika Frofesi di Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi

(PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sudah terlaksana dengan baik di dalam melaksanakn pelayanan dan

tata cara, norma dan moralitas. Pekerjaan terlaksana dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku sehingga tercapainya efisiensi dalam melakukan segala kewajiban yang behubungan

dengan Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas

(36)

5. Pelaksanaan Etika Frofesi di Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sudah terlaksana dengan baik di dalam melaksanakn pelayanan dan tata cara, norma dan moralitas. Pekerjaan terlaksana dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip

yang berlaku sehingga tercapainya efisiensi dalam melakukan segala kewajiban yang behubungan dengan Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi

(PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

6. Disiplin yang digunakan pada Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara,

bersifat korektif dimana suatu upaya menggerakkan pegawai dalam

melaksanakan suatu peraturan diberikan pembinaan dan mengarahkan agar tetap mematuhi peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK).

B. Saran

Penulis menyarankan agar:

1. Ketua Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Dra. Narumondang Bulan Siregar,

MM, Ak memiliki tanggung jawab kepada para staf dan menggunakan gaya kepemimpinan untuk terciptanya arus komunikasi yang baik dalam Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Untuk menghindari konflik

dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama karyawan/staf dalam

(37)

karyawan untuk terwujudnya hubungan yang harmonis antara karyawan

dalam Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) dan dapat terlaksana dengan baik dan hasil yang memuaskan.

2. Di bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera

Utara sudah terlaksana dengan baik, etika profesi yang mana dalam melaksanakan pelayanan dan tata cara norma dan moralitas Pekerjaan

terlaksana dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku. 3. Dalam Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera

Utara agar digunakan disiplin yang bersifat korektif dimana suatu upaya

menggerakkan pegawai, dalam melaksanakan suatu peraturan yang

diberi dan diarahkan oleh ketua Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) agar karyawan/staf mematuhi peraturan sesuai pedoman yang berlaku pada Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara.

4. Saran kepada Universitas Sumatera Utara Sebaiknya pihak lembaga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara menyediakan Sarana dan Prasarana yang lebih memadai untuk mendukung

(38)

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan

2.1.1 Sejarah singkat fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara diprakarsai oleh pemuka masyarakat Sumatera

Utara dan Aceh dengan membentuk Yayasan Sumatera Utara dan mendirikan Fakultas Kedokteran pada 20 agustus 1952 sebagai fakultas pertama. Kemudian

menyusul Fakultas Hukum, pertanian, dan Teknik. Sementara Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara pertama kali didirikan oleh Yayasan Univeritas Sumatera Utara berlokasi di KutaRaja (sekarang kota Banda Aceh) pada tahun

1959. Berhubung Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang

berkedudukan di Banda Aceh menjadi bagian dari Universitas Syiah Kual, pada tahun 1961, Universitas Sumatera Utara membuka kembali Fakultas Ekonomi yang berada di Medan. Penetapan pembukaan dilakukan dengan surat keputusan

Menteri Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No.64/1961 tanggal 24 November 1961 yang berlaku surat terhitung mulai 1 Oktober 1961.

Berdasarkan surat keputusan tersebut, tanggal 24 November, diperingati

sebagai hari lahir atau Dies Natalis Fakultas Ekonomi Univeritas Sumatara Utara.Pada tahun 1957 Akademik Administrasi Niaga Medan (AAN) dipindahkan

(39)

Indonesia No.42/U1975 tanggal 13 Maret 1975.PAAP kemudian menjadi program

Diploma Tiga (D-III) dengan tiga program study, yaitu D-III Keuangan, D-III Akuntansi dan D-III Kesekretariatan.

Sehubungan dengan pembaharuan yang dilakukan pada pendidikan tinggi

dengan S.K. Dirjen Dikti No.23/Dikti/Kep/1987, No.25/Dikti/Kept/1987, No.25/Dikti/Kept/1987 dan S.K. Rektor Universitas Sumatera Utara

No.568/PTO5.h/SK/Q87 tanggal 19 Agustus 1987, pada tanggal 14 September 1987 diadakan serah terima antara Direktur PAAP Universitas Sumatera Utara. Setelah serah terima maka nama tersebut berubah menjadi Program Diploma III

Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Sampai pada saat ini Fakultas Ekonomi

mengelola progran S-1 dan program D-III serta Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) yang telah menghasilkan tenaga ahli Sarjana Ekonomi yang baik dan bermutu, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara di Medan mulai

menerima Mahasiswa pada bulan Agustus 1961.

Fakultas Ekonomi Sumatera Utara mengasuh dua jenjang program pendidikan, yaitu program pendidikan Strata Satu dan Program Pendidikan Diploma Tiga.

Program pendidikan Strata Satu (S-1) meliputi: 1. Departemen Ekonomi Pembangunan

2. Departemen Manajemen 3. Departemen Akuntansi

Program pendidikan Diploma Tiga (D-III) meliputi:

(40)

3. Program studi Kesekretariatan

Setelah keluar peraturan No.56 tahun 2003 tanggal 11 November 2003 Universitas Sumatera Utara sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dimana Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera merupakan satu dari 10 fakutas

dan Pascasarjana yang ada pada saat Universitas Sumatera Utara menjadi PT.BHMN, maka terjadilah perubahan nama jurusan yang ada diFakultas

Ekonomi menjadi Departemen, setelah menjadi PT.BHMN, dengan dibentuknya Fakultas Parmasi dan Fakultas Psikologi tahun 2007 Universitas Sumatera Utara memiliki 12 Fakultas.

Visi dan Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara: Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:

Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara menjadi salah satu Fakultas

Ekonomi dan Bisnis terkemuka yang dikenal unggul dan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam persaingan global.

Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:

a. Menghasilkan lulusan yang mempunyai karakter dan kompetensi dalam

bidang ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi yang berorientasi pasar. b. Meningkatkan kualitas belajar mengajar dengan pemberdayaan dan

(41)

c. Mengembangkan dan meningkatkan pelaksanaan dalam penelitian dan

pengabdian sebagai upaya meningkatkan keilmuan dan sumber pendanaan Fakultas dalam status PT.BHMN

d. Senantiasa berusaha meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa selaku

pelanggan ( customer ) dan lainnya

e. Meningkatkan jaringan dan kerjasama dengan institusi swasta dan

pemerintah serta organisasi professional dan lembaga lain yang terkait yang bertaraf Nasional dan Internasional.

Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:

a. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing serta menyesuaikan diri terhadap perkembangan Nasional dan Internasional. b. Menjadi lembaga yang berkemampuan melaksanakan penelitian-penelitian

dan pengabdian kepada msyarakat dan responsiveterhadap perkembangan/perubahan.

2.1.2 Sejarah Singkat PendirianPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.Berdasarkan

surat keputusan Menteri Keuangan No. 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara. Lulusan Pendidikan Profesi Akuntansi diberikan gelar

(42)

yang disyaratkan oleh Kementerian Keuangan untuk memperoleh gelar Akuntan

Professional atau CA (Chartered Accountant).

Sesuai SK Mendikbud RI No.036/U/1993 tentang gelar dan sebutan Lulusan Perguruan Tinggi, dan Naskah Kerjasama IAI dengan Dirjen Dikti.

No.565/D/2002 dan No. 2460/MOV/IA/02, untuk memperoleh gelar Ak seseorang yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi ( Akuntansi ) wajib

mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) pada Perguruan Tinggi penyelenggaraan yang telah mendapatkan izin dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

Setelah memperoleh ijazah tersebut lulusan PPAK dapat mendaftarkan diri

ke Departemen Keuangan RI, untuk mendapatkan Nomor Registrasi Negara dan berhak menyandang sebutan profesi “Akuntan” (Ak).

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) telah memeperoleh

izin penyelenggaraan program PPAK berdasarkan surat Dirjen Dikti No. 3542/D/T/2003 tanggal 13 November 2003, sejak semester ganjil Tahun Akademik 2004/2005 PPAK Fakultas Ekonomi USU untuk pertama kali

menerima Mahasiswa.

2.2 Ruang LingkupPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) A.Strategi

1)Menjalin hubungan yang erat dengan semua komponen stakeholders

(43)

2)Mengakomodasikan kebutuhan stakeholders dengan pemberian jasa yang

bervariasi.

B.Struktur Organisasi

Organisasi merupakan satu wadah sekumpulan orang-orang yang bekerja

sama dan terkait dalam hubungan formal pada suatu Hirearki untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Struktur Organisasi adalah salah satu cara untuk mengetahui

Organisasi serta bentuk organisasi yang dipergunakan dalam suatu perusahaan yang bersangkutan.

Demi tercapainya tujuan instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur

seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Peraturan ini dihubungkan

dengan pencapaian instansi yang telah diterapkan sebelumnya. Struktur Organisasi memiliki tiga fungsi, yaitu:

1. Meciptakan kesuksesan bagi suatu bisnis, dengan memiliki struktur

Organisasi kita yang telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa yang akan datang.

2. Memudahkan perkembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur

Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian mana saja yang nantinya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan dapat menempatkan

sesuai keahliannya.

3. Fungsi delegasi yaitu dengan struktur Organisasi kita bisa dengan mudah melakukan pelimpahan pekerjaan atau wewenang kepada orang yang

(44)

Adapun struktur Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Sumatera Utara adalah sebagai berikut: 1. Dekan

2. Pembantu Dekan

Pembantu Dekan terdiri dari:

a. Pembantu Dekan Bidang Akademik atau disebut Tata Usaha atau

disebut Pembantu Dekan I

b. Pembantu Dekan Bidang Administrasi atau Tata Usaha atau disebut Pembantu Dekan II

c. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan atau disebut Pembantu

Dekan III

3. Kepala Tata Usaha

Bagian Tata Usaha terdiri dari beberapa sub bagian, yaitu:

a. Sub Bagian Akademik

b. Sub Bagian Umum dan Keuangan c. Sub Bagian Kepegawaian

d. Sub Bagian Kepegawaian dan Alumni e. Sub Bagian Perlengkapan

(45)

Job description

Adapun uraian tugas dari setiap bagian struktur organisasi Fakultas Ekonomi adalah:

1. Bagian Tata Usaha

Tugas nya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) bagian dan

mempersiapkan penyusunan (RKAT) Fakultas.

b. Menghimpun dan menelaah peraturan perundang-undangan di bidang Ketatausahaan Akademik, Administrasi umum dan keuangan,

Kemahasiswaan dan Alumni, Kepegawaian dan perlengkapan.

c. Mengumpulkan dan mengelolah data ketatausahaan Akademik, Administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan dan alumni, kepegawaian dan perlengkapan.

d. Melaksanakan urusan persuratan, kerumahtanggaan, perlengkapan, kepegawaian, keuangan dan kearsipan.

e. Melaksanakan urusan rapat Dinas dan upacara resmi di lingkungan

Fakultas.

f. Melaksanakanadministrasi pendidikan, penelitian, dan

pengabdian/pelayanan pada masyarakat.

g. Melaksanakan urusan kemahasiswaan dan hubungan Alumni Fakultas. h. Melaksanakan administrasi pemantauan dan evaluasi kegiatan di

lingkungan Fakultas.

(46)

j. Melaksanakan penyimpanan dokumen dan surat yang berhubungan

dengan kegiatan Fakultas.

k. Menyusun laporan kerja bagian Fakultas dan mempersiapkan penyusunan laporan Fakultas.

l. Sub bagian Akademik Tugas nya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub bagian dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data di bidang pendidikan, penelitian,

dan pengabdian/pelayanan kepada masyarakat.

c. Melakukan administrasi akademik.

d. Melakukan penyusunan rencana kebutuhan Sarana Akademik.

e. Menghimpun dan mengklarifikasikan data pencapaian target kurikulum.

f. Melakukan urusan kegiatan pertemuan ilmiah di lingkungan fakultas. g. Melakukan administrasi penlitian dan pengabdian/pelayanan pada

masyarakat di lingkungan fakultas.

2. Sub Bagian Umum dan Keuangan Tugasnya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data ketatausahaan dan

kerumahtanggaan.

(47)

d. Melakukan urusan penerimaan tamu Pimpinan, rapat dinas dan

pertemuan ilmiah di lingkungan Fakultas. e. Mengumpulkan dan mengelolah data keuangan.

f. Melakukan penerimaan, penyimpanan, pembukuan, pengeluaran dan

pertanggung jawaban keuangan.

g. Melakukan pembayaran gaji, honorarium, lembur, vakansi, perjalanan

dinas, pekerjaan borongan dan pembelian serta pengeluaran lainnya yang telah diteliti kebenarannya.

h. Mengoprasionalkan system informasi keuangan.

i. Melakukan penyimpanan dokumen dan surat bidang keuangan.

j. Menyusun laporan kerja Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan laporan bagian.

3. Sub bagian Kepegawaian

a. Tugasnya adalah : Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Bagian.

b. Menyusun konsep juklat/juknis dibidang Kepegawaian.

c. Melakasanakan proses pengadaan dan pengangkatan pegawaian. d. Melaksanakan urusan mutasi pegawai.

e. Memverifikasi usulan angka Kredit jabatan fungsional.

f. Memproses penetapan angka kredit jabatan fungsional, usul kenaikan jabatan/pangkat, surat keputusan mengajar, pengangkatan guru besar

tetap/tidak tetap/emeritus, ijin dan cuti.

(48)

h. Memproses SK jabatan struktural dan fungsional.

i. Memproses pelanggaran disiplin pegawai.

j. Menyusun laporan kerha Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan laporan bagian.

4. Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Tugasnya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian dan mempersipkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data dibidang Kemahasiswaan dan

Alumni.

c. Melakukan Administrasi Kemahasiswaan.

d. Melakukan urusan pemberi izin/rekomodasi kegiatan Kemahasiswaan. e. Melakukan usul pemulihan Mahasiswa berprestasi.

f. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Kemahasiswaan tingkat Universitas.

g. Melakukan pengurus beasiswa, pembinaan karier, dan layanan

kesejahteraan Mahasiswa.

h. Melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan pembinaan

Kemahasiswaan.

i. Mengoprasionalkan Sistem Informasi Kemahasiswaan dan Alumni. j. Melakukan penyajian informasi di bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

k. Menyusun laporan kerja Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan

(49)

5. Sub Bagian Perlengkapan

Tugasnya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data perlengkapan.

c. Mengoprasionalkan system informasi keumahtanggaan dan

perlengkapan.

d. Melakukan penyimpanan dokumen dan surat di bidang kerumahtanggaan dan perlengkapan.

e. Melakukan pemelihaaraan kebersihan, keindahan dan keamanan

lingkungan.

f. Melakukan urusan pengelolaan barang perlengkapan

g. Menyusun laporan kerja Sub Bagian mempersiapkan penyusunan laporan

bagian.

C.Jaringan Usaha atau Kegiatan

Fakultas adalah unsur pelaksanaan Akademik yang melaksanakan dan mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pelayanan

masyarakat dan pembinaan Civitas Akademika. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara merupakan sebuah instansi yang menghasilkan jasa pendidikan non-profil ( tidak beriorentasi pada perolehan laba) seperti

perusahaan penghasil pada umumnya yang bertujuan menghasilkan laba ba gi

(50)

Fakultas Ekonomi Universitas dan Bisnis Sumatera Utara lebih

beriorentasi pada pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, melakukan penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, serta melakukan kegiatan social berupa pengabdian kepada masyarakat

sesuai dengan Tri Dharma Tinggi yaitu penyelenggaraan pendidikan, pengadaan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan Demikian, harapan lulusan-lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara adalah lulusan yang mempunyai kualitas yang baik dan mampu bersaing di lapangan pekerjaan nantinya.

D.Kinerja Usaha Terkini

Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yangharus dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua,

begitu juga pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Fakultas terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh Fakultas dapat terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan

kerja keras yang tinggi, disiplin, dan loyalitas dalam bekerja.

Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan

kinerja yang bermutu dan tepat. Dengan adanya seorang sekretaris di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan setiap Departemen akan membantu meningkatkan kinerja perusahaan. Karena seorang seketaris memiliki tugas-tugas yang

penting dalam sebuah perusahaan. Jadi usaha kerja terkini yang dijalankan

(51)

terhadap Mahasiswa, melakukan berbagai macam penelitian-penelitian ilmiah

khususnya bidang ekonomi yang bermanfaat bagi Universitas, mahasiswa dan masyarakat, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat, memotivasi masyarakat agar dapat hidup lebih layak dan mandiri, kegiatan bakti sosial

kepada masyarakat, dan lain sebagainya. Fakultas juga terus melakukan pembinaan terhadap civitas akademika agar dapat menghasilkan Sumber

Daya Mahasiswa (SDM) yang benar-benar memiliki kualitas yang baik.

E.Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera utara

adalah:

a. Menyusun jadwal perkuliahaan semester genap Tahun Ajaran yang akan datang.

b. Ujian Mid Semester/Ujian Semester Genap/ganjil.

c. Merancang kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Tahun Ajaran yang akan datang.

d. Menyusun Kartu Rencana Study (KRS) dan Kartu Hasil Study (KHS)

semester ganjil dan genap. e. Wisuda Mahasiswa.

f. Menyusun jadwal perkuliahaan semester genap Tahun Ajaran yang akan

datang.

Untuk mencapai program kerja dan rencana kerja dapat dapat disusun

(52)

1. Peningkatan proses belajar mengajar, silabus metode dan alat yang

digunakan dapat di tingkatkan.

2. Jumlah lulusan meningkat dan diharapkan lulus tepat waktu, serta indeks prestasi lebih baik.

3. Mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa harus sesuai dengan kurikulum dan harus ada rumpun

4. Ilmunya Meningkatkan kegiatan seminar, lokakarya, kuliah umum yang diadakan pimpinan Fakultas.

5. Memberi bimbingan kepada mahasiswa dan melaksanakan kegiatan

magang/praktek kerja lapangan agar dapat menghasilkan lulusan yang

berkualitas.

2.3 Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk

suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian Gaya Kepemimpinan yang demikian sesuai dengan pendapat yang disampaikn oleh (Jacobs & Jecqueiles, 2007)

Gaya Kepemimpinan memiliki tiga pola dasar yaitu: 1. Mementingkan pelaksanaan tugas

2. Mementingkan hubungan kerja sama

(53)

Macam-macam Gaya Kepemimpinan

Ada tiga Gaya Kepemimpinan yang pokok(Gito Sudarmo, 2010:119) antara lan:

1. Gaya Kepemimpinan Otokratis

Gaya Kepemimpinan Otokratis ini meletakkan seorang pemimpin sebagai sumber kebijakan pemimpin merupakan segala-galanya sedangkan bawahan dipandang sebagai orang yang melaksanakan

perintah. Oleh karena itu bawahan hanya menerima instruksi saja dan

tidak diperkenankan membantah maupun mengeluarkan ide atau pendapat.

Jadi dapat disimpulkan, Gaya Kepemimpinan Otokratis ini segala

sesuatunya ditentukan oleh pemimpin sehingga keberhasilan Organisasi terletak pada pemimpin.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Gaya Kepemimpinan ini memberikan tanggung jawab dan wewenang kepada semua pihak, sehingga terlibat aktif dalam

organisasi, anggota diberikan kesempatan untuk memberikan usul serta saran dan kritik demi kemajuan suatu Organisasi. Jadi dapat disimpulkan,Gaya Kepemimpinan Demokratis ini memandang

bawahan sebagai bagian dari keseluruhan organisasinya, sehingga

mendapat tempat sesuai dengan harkat dan martabat nya sebagai manusia, sedangkan pemimpin mempunyai tanggung jawab dan tugas untuk mengarahkan, mengontrol dan mengevaluasi serta

Gambar

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
Gambar 2.2 Struktur Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara.
Tabel 1.1

Referensi

Dokumen terkait

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana hubungan gaya kepemimpinan ororiter dengan disiplin kerja pegawai, bagaimana hubungan gaya kepemimpinan demokratif

Berdasarkan pada uraian latar belakang di atas dan melihat pentingnya gaya kepemimpinan yang sesuai dengan harapan pegawai, motivasi kerja dan disiplin kerja dalam

persepsi mahasiswa terhadap etika bisnis dan etika profesi dipandang dari segi. gender dan

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dapat di ajukan sebuah penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja

Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA, KEPUASAN KERJA, DAN

Berdasarkan pada latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Gaya Kepemimpinan

“Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Dinas Perhubungan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai DPRD Kabupaten Labuhanbatu, kontribusi gaya kepemimpinan