PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, ETIKA PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN
PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK) FAKULTAS EKONOMI DAN
BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Oleh :
EFRI EJAYANI BR TARIGAN
112103067
PROGRAM STUDI D-III KESEKRETARIATAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
NIM : 112103067
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KESEKRETARIATAN
JUDUL TUGAS AKHIR : PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, ETIKA
PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP
PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN
PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)
FEB UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Tanggal : Januari 2015 KETUA PROGRAM STUDI
DIPLOMA III KESEKRETARIATAN
(Dr. Beby Karina FawzeeaSembiring,SE,MM) NIP: 19741012 200003 2 003
Tanggal : JANUARI 2015 DEKAN
Prof. Dr. AzharMaksum,SE, M.Ec, Ak
PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR
NAMA : EFRI EJAYANI BR TARIGAN
NIM : 112103067
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KESEKRETARIATAN
JUDUL : PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, ETIKA
PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP
PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN
PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)
FEB UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
.
Medan, Januari 2015
Menyetujui
Pembimbing
kasih, kesetiaan, berkat dan karuniaNyalah penulis dapat menyelesaikan Tugas
Akhirini guna memenuhi salah satu syarat yang telah ditentukan dalam rangka
menyelesaikan Pendidikan DIII Kesekretariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara. Semua ini adalah semata-mata karena kasih dan
campur tangan Tuhan yang begitu besar dalam kehidupan penulis selama
menyelesaikan Tugas Akhir ini. Biarlah ini adalah untuk dan demi kemuliaan
nama Tuhan saja.
Dalam rangka penyelesaian Tugas Akhir ini penulis menyadari bahwa
penyajiannya masih jauh dari sempurna.Namun demikian penulis telah berusaha
dengan sungguh-sungguh agar Tugas Akhir ini dapat disajikan dengan baik.Oleh
karena itu dengan segala hormat dan kerendahan hati, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang dapat menjadi masukan yang berarti bagi tugas-tugas
selanjutnya.
Dari awal sampai selesai penulis Tugas Akhir ini telah banyak menerima
bimbingan moril maupun material dari berbagai pihak, untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Syahril Pasaribu, D.T.M. & H,M.Sc, (CTM),Sp.A(K) selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, SE, M.Ec,Ak selaku Dekan Fakultas
memberi arahan, masukan dan dorongan kepada penulis dalam penulisan
Tugas Akhir ini.
4. Ibu Magdalena LL Sibarani, SE, MSi selaku Sekretaris Program Studi
Diploma III Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara.
5. Bapak dan Ibu dosen serta staf pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara.
6. Ucapan Terima Kasih penulis yang sangat spesial kepada kedua Orang Tua
penulisAlm.Suruhen Tarigan dan Rasianta Br Gintingyang telah memberikan
segenap kasih sayang, dorongan, bahkan semangat dan pengorbanan yang
begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan studi.
7. Buat kakak, teman terdekat dan sahabat yang selalu memberi motivasi dan
semangat : Litia Pratidina Sembiring, SE, Ranita Tarigan, Sri Karina,
SusiSinaga, Karyuni, Retno Yuli Yanti, Intan Mey,Hazwani Nadira , Myriam
Novena Marbun , Retno Yuli Yanti , Indah Try Wahyuni , Debby Yolanda
Harahap, dan Siti Aysah Lubis,
8. Seluruh teman-teman penulis Stambuk 2011 di Program Diploma III
Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Medan, Januari 2015
Penulis
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... IV DAFTAR TABEL ... 4
DAFTAR GAMBAR ... 26
BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian... 3
1.4 Manfaat penelitian ... 3
1.5 Jadwal Kegiatan dan Sistematika Penulisan ... 4
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah singkat ... 7
2.1.1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis ... 7
2.1.2 Pendidikan Profesi Akuntansi... 10
2.2 Ruang Lingkup Pendidikan Profesi Akuntansi ... 11
2.3 Gaya Kepemimpinan ...21
2.4 Etika Profesi ...23
2.5 Disiplin Kerja ...24
3.1.2 Tipe Kepemimpinan ... 32
3.1.3 Teori Kepemimpinan ... 36
3.1.4 Perilaku Organisasi ... 40
3.1.5 Sikap ... 41
3.1.6 Unsur-unsur Penyusunan Sikap ... 42
3.17 Gaya Kepemimpinan PPAK... 43
3.2 Pengertian Etika dan Profesi ... 47
3.2.1 Etika Profesi Pendidikan Profesi Akuntansi ... 49
3.3 Disiplin 3.3.1 Pengertian Disiplin ... 50
3.3.2 Indikator-indikator Kedisiplinan ... 52
3.3.3 Jenis-jenis Disiplin ... 54
3.3.4 Prinsip dan Langkah Pendisiplinan ... 55
3.3.5 Tingkat dan Jenis Sanksi Disiplin ... 57
3.3.6 Jenis Disiplin Pendidikan Profesi Akuntansi ... 59
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 60
B. Saran ... 62
1.1Latar Belakang
Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi formal dan merupakan
wadah dimana sistem kerja sama dilakukan dalam berbagai aktifitas untuk
mencapai tujuan yang sudah ditetapkan agar tujuan perusahaan dapat terwujud.
Maka perusahaan harus menggunakan seluruh sumber daya yang dimilikinya.
Banyak faktor yang mempengaruhi dalam upaya untuk mencapai tujuan dari suatu
perusahaan, faktor itu antara lain: manusia, mesin, metode, material, market, dan
modal. Dimana faktor yang paling penting adalah manusia, karena manusia
merupakan orang yang terlibat langsung dalam menjalankan aktifitas di dalam
suatu perusahaan.
Dalam suatu organisasi, gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin
merupakan suatu sikap yang berkaitan dengan pengarahan kepada pegawai untuk
melakukan pekerjaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam memahami perilaku
kerja pegawai, karena seorang pemimpin harus mengupayakan bagaimana cara
pegawainya dapat melaksanakan pekerjaan itu dengan baik sehingga para pegawai
memiliki prestasi kerja yang baik.
Oleh karena itu, gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin perlu
diterapkan terhadap karyawan untuk membangkitkan daya gerak dan kemauan
bekerja seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang merupakan suatu
keinginan dan kebutuhan dari karyawan itu bersifat material sedapat mungkin
harus dipenuhi.
Gaya kepemimpinan merupakannorma perilaku yang digunakan oleh
seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain
seperti yang ia inginkan. karena itu, seorang pemimpin sangat dibutuhkan dalam
suatu organisasi untuk mengupayakan bagaimana pegawainya dapat
melaksanakan pekerjaan dengan baik sehingga pegawai memiliki pestasi kerja
yang baik.
Etika profesi merupakan sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan
pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian
sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap
masyarakat.Oleh karena itu, untuk mendapatkan salah satu pekerjaan impian
dengan memahami pentingnya etika profesi.
Disiplindiartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan (hukum) atau tunduk
pada pengawasan, dan pengendalian, yang mana disiplin sebagai latihan yang
bertujuan mengembangkan diri agar berperilaku tertib.
Prestasi kerja merupakan tolak ukur didalam melihat kemampuan seorang
karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Namun demikian, prestasi kerja dapat
dicapai dengan adanya gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin dalam
melaksanakan pekerjaan yang diberikan pimpinannya akan dilaporkan hasilnya
kembali. Pegawai mudah untuk berprestasi bila ada kemauan, keinginan untuk
Dengan demikian pemberian gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin
harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk mampu menciptakan semangat kerja
yang baik dan pada akhirnya dapat digunakan sebagai alat yang positif bagi
peningkatan disiplin kerja.
Dari latar belakang inilah penulis merasa tertarik untuk menulis tentang
gaya kepemimpian dan disiplin, yang berjudul “PENGARUH GAYA
KEPEMIMPINAN,ETIKA PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI
KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA”.
1.2Rumusan Masalah
Untuk mengetahui bagaimana cara seorang pemimpin mengunakan pengaruh gaya kepemimpinan, etika profesi dan disiplin kerja di bagian Pendidikan Profesi
Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara.
1.3Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan di bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara dan penerapan etika profesi dalam meningkatkan prinsip moral dasar atau norma-norma etis di
Perusahaan/Instansi, selain itu faktor – faktor yang mendukung disiplin kerja karyawan dan sistem di bagian pendidikan profesi akuntansi (PPAK) dalam
1.4Manfaat Penelitian
1. Sebagai masukan untuk bagian Profesi Akuntansi (PPAK) FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA dalam
mengolah sumber daya manusia.
2. Sebagai bahan pertimbangan pada bagian PROFESI AKUNTANSI (PPAK)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA
UTARA dalam meningkatkan efektifitas kinerja karyawan agar dapat
menjalankan sistem gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin kerja yang
kurang baik menjadi lebih baik.
3. Sebagai bahan acuan bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara untuk
menyelesaikan Tugas Akhir dimasa yang akan datang.
4. Menambah wawasan serta pengetahuan pembaca dan penulis sendiri
mengenai gaya kepemimpinan,etika profesi dan pendisiplinan diri.
5. Sebagai bukti bahwa mahasiswa-mahasiswi tersebut memang sudah mampu
untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat kedalam suatu Tugas
Akhir.
1.5Jadwal Kegiatan dan Sistematika Penulisan 1) Jadwal kegiatan
Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis membuat jadwal kegiatan yang
diperlukan untuk bisa memanage waktu dengan baik. Supaya penulisan Tugas
Tabel 1.1
Jadwal kegiatan Agustus 2014 sampai September 2014
NO KEGIATAN
MINGGU KE
1 2 3
1 Persiapan
2 Pengumpulan Data
3 Penulisan Laporan
Sumber : Penulis (2014).
Pada kegiatan pengumpulan data, penulis melakukan pengumpulan data
selama satu bulan, dimulai tanggal 06 Agustus 2014 sampai 06 Sepetember 2014,
sejak disetujuinya judul Tugas Akhir oleh Ketua Program Studi DIII
Kesekretariatan. Setelah melakukan penelitian, penulis akan memulai penulisan
laporan yang akan dikemas dalam bentuk Tugas Akhir. Dimana dalam
penulisannya, penulis akan dibimbing oleh dosen pembimbing agar penulisan
laporan sesuai dengan judul dan materi pembahasan.
2) Sistematika Penulisan
Penulis akan memberikan gambaran rencana isi dari penulisan Tugas Akhir
yang dapat membuat lebih terarah penulis membagi luas pembahasan Tugas Akhir
ini dalam empat bab, yang dianggap cukup memadai untuk mengemukakan hal
yang dianggap penting dan relevan dengan judul Tugas Akhir yang dimaksud,
dengan tujuan agar penulisan tugas akhir ini dapat lebih terarah dan sistematis.
BAB I : PENDAHULUAN
Di dalam bab ini, penulis akan menguraikan tentang latar belakang,
permasalahan, tujuan penelitian dan rencana yang terjadi dari jadwal kegiatan
dan sistematika penulisan.
BAB II :PROFIL PERGURUAN TINGGI
Dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang sejarah singkat instansi,
struktur organisasi dan personalia, uraian tugas (Job Description), kinerja
usaha terkini dan rencana kegiatan Fakultas Ekonomi Universitas Sumater
Utara.
BAB III : PEMBAHASAN
Penulis akan memberikan gambaran tentang isi yang membuat lebih
terarahnya penulisan Tugas Akhir ini. Penulis membagi Tugas Akhir ini dalam
empat bab, yang dianggap cukup memadai untuk mengembangkan hal yang
dianggap penting dan relevan dengan judul tugas akhir yang dimaksud, dengan
tujuan agar penulisan tugas akhir ini dapat lebih terarah dan sistematis. Adapun
uraiannya adalah sebagai berikut: dalam bab ini penulis akan menjelaskan
mengenai gaya kepemimpinan, etika profesi dan disiplin kerja pada Pendidikan
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini penulis akan memberikan kesimpulan berdasarkan
uraian terdahulu dan memberikan saran-saran tentang pengaruh gaya
kepemimpinan, etika profesi dan disiplin kerja pada Pendidikan Profesi
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalm hal mendukung efektifitas kerja
para pegawai pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
yang bertitik tolak dari pengumpulan data dan pembahasan yang dilakukan
dimana diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi
Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
2.1.1 Sejarah singkat fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara diprakarsai oleh pemuka masyarakat Sumatera
Utara dan Aceh dengan membentuk Yayasan Sumatera Utara dan mendirikan
Fakultas Kedokteran pada 20 agustus 1952 sebagai fakultas pertama. Kemudian
menyusul Fakultas Hukum, pertanian, dan Teknik. Sementara Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara pertama kali didirikan oleh Yayasan Univeritas
Sumatera Utara berlokasi di KutaRaja (sekarang kota Banda Aceh) pada tahun
1959. Berhubung Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang
berkedudukan di Banda Aceh menjadi bagian dari Universitas Syiah Kual, pada
tahun 1961, Universitas Sumatera Utara membuka kembali Fakultas Ekonomi
yang berada di Medan. Penetapan pembukaan dilakukan dengan surat keputusan
Menteri Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No.64/1961 tanggal 24 November
1961 yang berlaku surat terhitung mulai 1 Oktober 1961.
Berdasarkan surat keputusan tersebut, tanggal 24 November, diperingati
sebagai hari lahir atau Dies Natalis Fakultas Ekonomi Univeritas Sumatara
Utara.Pada tahun 1957 Akademik Administrasi Niaga Medan (AAN) dipindahkan
ke Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara menjadi pendidikan Ahli
Indonesia No.42/U1975 tanggal 13 Maret 1975.PAAP kemudian menjadi program
Diploma Tiga (D-III) dengan tiga program study, yaitu D-III Keuangan, D-III
Akuntansi dan D-III Kesekretariatan.
Sehubungan dengan pembaharuan yang dilakukan pada pendidikan tinggi
dengan S.K. Dirjen Dikti No.23/Dikti/Kep/1987, No.25/Dikti/Kept/1987,
No.25/Dikti/Kept/1987 dan S.K. Rektor Universitas Sumatera Utara
No.568/PTO5.h/SK/Q87 tanggal 19 Agustus 1987, pada tanggal 14 September
1987 diadakan serah terima antara Direktur PAAP Universitas Sumatera Utara.
Setelah serah terima maka nama tersebut berubah menjadi Program Diploma III
Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Sampai pada saat ini Fakultas Ekonomi
mengelola progran S-1 dan program D-III serta Pendidikan Profesi Akuntansi
(PPAK) yang telah menghasilkan tenaga ahli Sarjana Ekonomi yang baik dan
bermutu, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara di Medan mulai
menerima Mahasiswa pada bulan Agustus 1961.
Fakultas Ekonomi Sumatera Utara mengasuh dua jenjang program pendidikan,
yaitu program pendidikan Strata Satu dan Program Pendidikan Diploma Tiga.
Program pendidikan Strata Satu (S-1) meliputi:
1. Departemen Ekonomi Pembangunan
2. Departemen Manajemen
3. Departemen Akuntansi
Program pendidikan Diploma Tiga (D-III) meliputi:
3. Program studi Kesekretariatan
Setelah keluar peraturan No.56 tahun 2003 tanggal 11 November 2003
Universitas Sumatera Utara sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN)
dimana Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera merupakan satu dari 10 fakutas
dan Pascasarjana yang ada pada saat Universitas Sumatera Utara menjadi
PT.BHMN, maka terjadilah perubahan nama jurusan yang ada diFakultas
Ekonomi menjadi Departemen, setelah menjadi PT.BHMN, dengan dibentuknya
Fakultas Parmasi dan Fakultas Psikologi tahun 2007 Universitas Sumatera Utara
memiliki 12 Fakultas.
Visi dan Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara: Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:
Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara menjadi salah satu Fakultas
Ekonomi dan Bisnis terkemuka yang dikenal unggul dan mampu memenuhi
kebutuhan pasar dalam persaingan global.
Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:
a. Menghasilkan lulusan yang mempunyai karakter dan kompetensi dalam
bidang ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi yang berorientasi pasar.
b. Meningkatkan kualitas belajar mengajar dengan pemberdayaan dan
c. Mengembangkan dan meningkatkan pelaksanaan dalam penelitian dan
pengabdian sebagai upaya meningkatkan keilmuan dan sumber pendanaan
Fakultas dalam status PT.BHMN
d. Senantiasa berusaha meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa selaku
pelanggan ( customer ) dan lainnya
e. Meningkatkan jaringan dan kerjasama dengan institusi swasta dan
pemerintah serta organisasi professional dan lembaga lain yang terkait
yang bertaraf Nasional dan Internasional.
Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:
a. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing serta
menyesuaikan diri terhadap perkembangan Nasional dan Internasional.
b. Menjadi lembaga yang berkemampuan melaksanakan penelitian-penelitian
dan pengabdian kepada msyarakat dan responsiveterhadap
perkembangan/perubahan.
2.1.2 Sejarah Singkat PendirianPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.Berdasarkan
surat keputusan Menteri Keuangan No. 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan
Beregister Negara. Lulusan Pendidikan Profesi Akuntansi diberikan gelar
Akuntan setelah mendaftar ke Menteri Keuangan untuk memperoleh Gelar
yang disyaratkan oleh Kementerian Keuangan untuk memperoleh gelar Akuntan
Professional atau CA (Chartered Accountant).
Sesuai SK Mendikbud RI No.036/U/1993 tentang gelar dan sebutan
Lulusan Perguruan Tinggi, dan Naskah Kerjasama IAI dengan Dirjen Dikti.
No.565/D/2002 dan No. 2460/MOV/IA/02, untuk memperoleh gelar Ak
seseorang yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi ( Akuntansi ) wajib
mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) pada Perguruan Tinggi
penyelenggaraan yang telah mendapatkan izin dari Direktur Jendral Pendidikan
Tinggi (Dirjen Dikti).
Setelah memperoleh ijazah tersebut lulusan PPAK dapat mendaftarkan diri
ke Departemen Keuangan RI, untuk mendapatkan Nomor Registrasi Negara dan berhak menyandang sebutan profesi “Akuntan” (Ak).
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) telah memeperoleh
izin penyelenggaraan program PPAK berdasarkan surat Dirjen Dikti No.
3542/D/T/2003 tanggal 13 November 2003, sejak semester ganjil Tahun
Akademik 2004/2005 PPAK Fakultas Ekonomi USU untuk pertama kali
menerima Mahasiswa.
2.2 Ruang LingkupPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) A.Strategi
1)Menjalin hubungan yang erat dengan semua komponen stakeholders
2)Mengakomodasikan kebutuhan stakeholders dengan pemberian jasa yang
bervariasi.
B.Struktur Organisasi
Organisasi merupakan satu wadah sekumpulan orang-orang yang bekerja
sama dan terkait dalam hubungan formal pada suatu Hirearki untuk mencapai
suatu tujuan tertentu. Struktur Organisasi adalah salah satu cara untuk mengetahui
Organisasi serta bentuk organisasi yang dipergunakan dalam suatu perusahaan
yang bersangkutan.
Demi tercapainya tujuan instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur
seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Peraturan ini dihubungkan
dengan pencapaian instansi yang telah diterapkan sebelumnya.
Struktur Organisasi memiliki tiga fungsi, yaitu:
1. Meciptakan kesuksesan bagi suatu bisnis, dengan memiliki struktur
Organisasi kita yang telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa
yang akan datang.
2. Memudahkan perkembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur
Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian mana saja yang nantinya
membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan dapat menempatkan
sesuai keahliannya.
3. Fungsi delegasi yaitu dengan struktur Organisasi kita bisa dengan mudah
melakukan pelimpahan pekerjaan atau wewenang kepada orang yang
Adapun struktur Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara adalah sebagai berikut:
1. Dekan
2. Pembantu Dekan
Pembantu Dekan terdiri dari:
a. Pembantu Dekan Bidang Akademik atau disebut Tata Usaha atau
disebut Pembantu Dekan I
b. Pembantu Dekan Bidang Administrasi atau Tata Usaha atau disebut
Pembantu Dekan II
c. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan atau disebut Pembantu
Dekan III
3. Kepala Tata Usaha
Bagian Tata Usaha terdiri dari beberapa sub bagian, yaitu:
a. Sub Bagian Akademik
b. Sub Bagian Umum dan Keuangan
c. Sub Bagian Kepegawaian
d. Sub Bagian Kepegawaian dan Alumni
e. Sub Bagian Perlengkapan
Job description
Adapun uraian tugas dari setiap bagian struktur organisasi Fakultas Ekonomi
adalah:
1. Bagian Tata Usaha
Tugas nya adalah:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) bagian dan
mempersiapkan penyusunan (RKAT) Fakultas.
b. Menghimpun dan menelaah peraturan perundang-undangan di bidang
Ketatausahaan Akademik, Administrasi umum dan keuangan,
Kemahasiswaan dan Alumni, Kepegawaian dan perlengkapan.
c. Mengumpulkan dan mengelolah data ketatausahaan Akademik,
Administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan dan alumni,
kepegawaian dan perlengkapan.
d. Melaksanakan urusan persuratan, kerumahtanggaan, perlengkapan,
kepegawaian, keuangan dan kearsipan.
e. Melaksanakan urusan rapat Dinas dan upacara resmi di lingkungan
Fakultas.
f. Melaksanakanadministrasi pendidikan, penelitian, dan
pengabdian/pelayanan pada masyarakat.
g. Melaksanakan urusan kemahasiswaan dan hubungan Alumni Fakultas.
h. Melaksanakan administrasi pemantauan dan evaluasi kegiatan di
lingkungan Fakultas.
j. Melaksanakan penyimpanan dokumen dan surat yang berhubungan
dengan kegiatan Fakultas.
k. Menyusun laporan kerja bagian Fakultas dan mempersiapkan
penyusunan laporan Fakultas.
l. Sub bagian Akademik
Tugas nya adalah:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub bagian
dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.
b. Mengumpulkan dan mengelolah data di bidang pendidikan, penelitian,
dan pengabdian/pelayanan kepada masyarakat.
c. Melakukan administrasi akademik.
d. Melakukan penyusunan rencana kebutuhan Sarana Akademik.
e. Menghimpun dan mengklarifikasikan data pencapaian target kurikulum.
f. Melakukan urusan kegiatan pertemuan ilmiah di lingkungan fakultas.
g. Melakukan administrasi penlitian dan pengabdian/pelayanan pada
masyarakat di lingkungan fakultas.
2. Sub Bagian Umum dan Keuangan
Tugasnya adalah:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.
b. Mengumpulkan dan mengelolah data ketatausahaan dan
kerumahtanggaan.
d. Melakukan urusan penerimaan tamu Pimpinan, rapat dinas dan
pertemuan ilmiah di lingkungan Fakultas.
e. Mengumpulkan dan mengelolah data keuangan.
f. Melakukan penerimaan, penyimpanan, pembukuan, pengeluaran dan
pertanggung jawaban keuangan.
g. Melakukan pembayaran gaji, honorarium, lembur, vakansi, perjalanan
dinas, pekerjaan borongan dan pembelian serta pengeluaran lainnya yang
telah diteliti kebenarannya.
h. Mengoprasionalkan system informasi keuangan.
i. Melakukan penyimpanan dokumen dan surat bidang keuangan.
j. Menyusun laporan kerja Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan
laporan bagian.
3. Sub bagian Kepegawaian
a. Tugasnya adalah : Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
(RKAT) Bagian.
b. Menyusun konsep juklat/juknis dibidang Kepegawaian.
c. Melakasanakan proses pengadaan dan pengangkatan pegawaian.
d. Melaksanakan urusan mutasi pegawai.
e. Memverifikasi usulan angka Kredit jabatan fungsional.
f. Memproses penetapan angka kredit jabatan fungsional, usul kenaikan
jabatan/pangkat, surat keputusan mengajar, pengangkatan guru besar
tetap/tidak tetap/emeritus, ijin dan cuti.
h. Memproses SK jabatan struktural dan fungsional.
i. Memproses pelanggaran disiplin pegawai.
j. Menyusun laporan kerha Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan
laporan bagian.
4. Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni
Tugasnya adalah:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersipkan penyusunan RKAT Bagian.
b. Mengumpulkan dan mengelolah data dibidang Kemahasiswaan dan
Alumni.
c. Melakukan Administrasi Kemahasiswaan.
d. Melakukan urusan pemberi izin/rekomodasi kegiatan Kemahasiswaan.
e. Melakukan usul pemulihan Mahasiswa berprestasi.
f. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Kemahasiswaan tingkat
Universitas.
g. Melakukan pengurus beasiswa, pembinaan karier, dan layanan
kesejahteraan Mahasiswa.
h. Melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan pembinaan
Kemahasiswaan.
i. Mengoprasionalkan Sistem Informasi Kemahasiswaan dan Alumni.
j. Melakukan penyajian informasi di bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
k. Menyusun laporan kerja Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan
5. Sub Bagian Perlengkapan
Tugasnya adalah:
a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian
dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.
b. Mengumpulkan dan mengelolah data perlengkapan.
c. Mengoprasionalkan system informasi keumahtanggaan dan
perlengkapan.
d. Melakukan penyimpanan dokumen dan surat di bidang kerumahtanggaan
dan perlengkapan.
e. Melakukan pemelihaaraan kebersihan, keindahan dan keamanan
lingkungan.
f. Melakukan urusan pengelolaan barang perlengkapan
g. Menyusun laporan kerja Sub Bagian mempersiapkan penyusunan laporan
bagian.
C.Jaringan Usaha atau Kegiatan
Fakultas adalah unsur pelaksanaan Akademik yang melaksanakan dan
mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pelayanan
masyarakat dan pembinaan Civitas Akademika. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara merupakan sebuah instansi yang menghasilkan
jasa pendidikan non-profil ( tidak beriorentasi pada perolehan laba) seperti
perusahaan penghasil pada umumnya yang bertujuan menghasilkan laba ba gi
Fakultas Ekonomi Universitas dan Bisnis Sumatera Utara lebih
beriorentasi pada pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas,
melakukan penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan,
serta melakukan kegiatan social berupa pengabdian kepada masyarakat
sesuai dengan Tri Dharma Tinggi yaitu penyelenggaraan pendidikan,
pengadaan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan Demikian, harapan lulusan-lulusan dari Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Sumatera Utara adalah lulusan yang mempunyai kualitas
yang baik dan mampu bersaing di lapangan pekerjaan nantinya.
D.Kinerja Usaha Terkini
Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yangharus dijalankan
sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua,
begitu juga pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara,
Fakultas terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh Fakultas dapat
terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan
kerja keras yang tinggi, disiplin, dan loyalitas dalam bekerja.
Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan
kinerja yang bermutu dan tepat. Dengan adanya seorang sekretaris di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis dan setiap Departemen akan membantu meningkatkan
kinerja perusahaan. Karena seorang seketaris memiliki tugas-tugas yang
penting dalam sebuah perusahaan. Jadi usaha kerja terkini yang dijalankan
terhadap Mahasiswa, melakukan berbagai macam penelitian-penelitian ilmiah
khususnya bidang ekonomi yang bermanfaat bagi Universitas, mahasiswa dan
masyarakat, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat, memotivasi
masyarakat agar dapat hidup lebih layak dan mandiri, kegiatan bakti sosial
kepada masyarakat, dan lain sebagainya. Fakultas juga terus melakukan
pembinaan terhadap civitas akademika agar dapat menghasilkan Sumber
Daya Mahasiswa (SDM) yang benar-benar memiliki kualitas yang baik.
E.Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera utara
adalah:
a. Menyusun jadwal perkuliahaan semester genap Tahun Ajaran yang akan
datang.
b. Ujian Mid Semester/Ujian Semester Genap/ganjil.
c. Merancang kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Tahun Ajaran
yang akan datang.
d. Menyusun Kartu Rencana Study (KRS) dan Kartu Hasil Study (KHS)
semester ganjil dan genap.
e. Wisuda Mahasiswa.
f. Menyusun jadwal perkuliahaan semester genap Tahun Ajaran yang akan
datang.
Untuk mencapai program kerja dan rencana kerja dapat dapat disusun
1. Peningkatan proses belajar mengajar, silabus metode dan alat yang
digunakan dapat di tingkatkan.
2. Jumlah lulusan meningkat dan diharapkan lulus tepat waktu, serta indeks
prestasi lebih baik.
3. Mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa harus sesuai dengan
kurikulum dan harus ada rumpun
4. Ilmunya Meningkatkan kegiatan seminar, lokakarya, kuliah umum yang
diadakan pimpinan Fakultas.
5. Memberi bimbingan kepada mahasiswa dan melaksanakan kegiatan
magang/praktek kerja lapangan agar dapat menghasilkan lulusan yang
berkualitas.
2.3 Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai
perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut
kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk
suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian Gaya Kepemimpinan yang demikian
sesuai dengan pendapat yang disampaikn oleh (Jacobs & Jecqueiles, 2007)
Gaya Kepemimpinan memiliki tiga pola dasar yaitu:
1. Mementingkan pelaksanaan tugas
2. Mementingkan hubungan kerja sama
Macam-macam Gaya Kepemimpinan
Ada tiga Gaya Kepemimpinan yang pokok(Gito Sudarmo, 2010:119) antara lan:
1. Gaya Kepemimpinan Otokratis
Gaya Kepemimpinan Otokratis ini meletakkan seorang pemimpin
sebagai sumber kebijakan pemimpin merupakan segala-galanya
sedangkan bawahan dipandang sebagai orang yang melaksanakan
perintah. Oleh karena itu bawahan hanya menerima instruksi saja dan
tidak diperkenankan membantah maupun mengeluarkan ide atau
pendapat.
Jadi dapat disimpulkan, Gaya Kepemimpinan Otokratis ini segala
sesuatunya ditentukan oleh pemimpin sehingga keberhasilan
Organisasi terletak pada pemimpin.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya Kepemimpinan ini memberikan tanggung jawab dan
wewenang kepada semua pihak, sehingga terlibat aktif dalam
organisasi, anggota diberikan kesempatan untuk memberikan usul
serta saran dan kritik demi kemajuan suatu Organisasi. Jadi dapat
disimpulkan,Gaya Kepemimpinan Demokratis ini memandang
bawahan sebagai bagian dari keseluruhan organisasinya, sehingga
mendapat tempat sesuai dengan harkat dan martabat nya sebagai
manusia, sedangkan pemimpin mempunyai tanggung jawab dan tugas
untuk mengarahkan, mengontrol dan mengevaluasi serta
3. Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
Pada prinsipnya Gaya Kepemimpinan ini memberikan kebebasan
mutlak kepada para bawahan. semua keputusan dalam pelaksanaan
tugas dan pekerjaan diserahkan sepenuhnya kepada bawahan.
Adapun Gaya Kepemimpinan yang digunakan di bagian
Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara
adalah Gaya Kepemimpinan Otokratis, dimana Pemimpin merupakan
segala-galanya sedangkan bawahan adalah orang yang melaksanakan
perintah.
2.4 Etika Profesi
Bartens (2003), Etika Pofesi merupakan Norma yang diterapkan dan diterima
oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada
anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral
profesi di mata masyarakat.
Prinsip dasar di dalam Etika Profesi:
1. Prinsip standar teknis, profesi dilakukan sesuai keahlian
2. Prinsip kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya,
kompetensi dan ketekunan.
3. Prinsip tanggung jawab, profesi melaksanakan tanggung jawabnya sebagai
profesional.
4. Prinsip kepentingan publik, menghormati kepentingan publik.
5. Prinsip integritas, menjunjung tinggi nilai tanggung jawab profesional.
7. Prinsip kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi.
8. Prinsip perilaku profesional, berperilaku konsisten dengan reputasi profesi.
Prinsip dasar Etika Profesi yang digunakan di bagian Pendidikan Profesi
Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara adalah Prinsip Kompetensi, yang
mana kita melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesional, kompetensi dan
ketekunan.
2.5 Disiplin Kerja
Disiplin kerja adalah sikap dan perilaku oknum/aparatur oleh seseorang
atau kelompok yang senantiasa berkeinginan untuk melaksanakan dan mematuhi
untuk menjalankan segala peraturan dan keputusan yang telah ditetapkan. Disiplin
sangat berhubungan erat dengan motivasi kerja yang baik disertai kerja yang kuat
untuk dapat meningkatkan mutu produktivitas kerja. (Suradinata ,2000:150)
Adapun tata kerja atau aturan untuk membina disiplin kerja pegawai di
bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara yaitu:
a. Seorang pemimpin bertanggung jawab memberikan tugas/pekerjaan kepada
bawahannya dan memberikan arahan, pedoman, dan petunjuk dengan
membimbing serta arahan untuk pelaksanaan tugas yang diberikan kepada
stafnya.
2.6. Visi dan Misi Pendidikan Profesi Akuntansi Visi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)
Visi pendidikan Profesi Akuntansi yaitu ingin menjadikan Program
Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera
Utara“ menjadi suatu program pendidikanprofesi akuntansi yang unggul dan
sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bisnis dimasa yang akan datang”.
Misi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)
Misi pendidikan profesi akuntansi adalah mampu mengembangkan dan
meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang ilmu akuntansi dan memiliki
komitmen tinggi dalam menjalankan profesi di bidang akuntansi, dalam
menghadapi persaingan global.
TujuanPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)
Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera
Utarabertujuan :
1. Menghasilkan lulusan tenaga profesi akuntansi yang memiliki kompetensi
dan komitmen tinggi dalam menjalankan profesi di bidang akuntansi yang
memantapkan diri dalam meniti karir sebagai Akuntan Intern (Akuntan
Perusahaan), Akuntan Manajemen,Akuntan Pendidik,Akuntan Pajak,
Akuntan Sektor Publik, Akuntan Keuangan Daerah, Akuntan Keuangan.
2. Membimbing lulusan D4/S1/S2/S3 Akuntansi dan Non
2.1.Struktur Stuktur Organisasi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
Sumber : Buku Pedoman Dan Informasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (2014)
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
DEKAN
2.2Struktur Organisasi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)
Sumber : Borang Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (2014)
Gambar 2.2 Struktur Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara.
DEKAN
PD-I PD-II PD-III
DPF
Ketua/sekretaris Dept. Akuntansi
KTU Sub bagian
Laboraturium
Ketua/Sekretaris
Program Studi Akuntansi
Ketua/Sekretaris PPA
Staf Pengajar Akuntansi
Bagian Tata Usaha Departemen
Staf Pengajar PPA
3.1 Gaya Kepemimpinan
Pengertian kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas
kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk
berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki
keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.Sudarmo (2010:107)
Pemimpin dan kepemimpinan merupakan fitrah kemanusiaan. Sejak
manusia ada, sejak itu pula pemimpin dan kepemimpinan telah ada. Bahasan
mengenai pemimpin dan kepemimpinan pada umumnya menjelaskan bagaimana
menjadi pemimpin yang baik, tipe dan sifat yang sesuai dengan kepemimpinan
serta kemampuan-kemampuan apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang
pemimpin agar bisa menjadi pemimpin yang di idolakan.Sudarmo (2010:111)
Pemimpin adalah inti dari manajemen, ini berarti bahwa tujuan
manajemen akan tecapai jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat
dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang
mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi
pendirian atau pendapat orang.seorang pemimpin adalah seorang yang aktif
membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin
pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.pemimpin memiliki peran
strategis dalam sebuah organisasi karena kesuksesan organisasi ditentukan oleh
Gaya kepemimpinan juga memenuhi hubungan tenaga kerja dan
karyawan untuk mendefenisikan perundingan bersama dan mengidentifikasi
langkah-langkah yang diperlukan dalam mewujudkan hubungan perlindungan
bersama Mondy (2008:116)
Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang
bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan.hal ini
menunjukkan bahwa posisi pemimpin alam suatu organisasi berada pada posisi
pemimpin yang terpenting. Demikian juga pemimpin dimana pun letaknya akan
selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepentingannya.
Sutikno (2014:3) menyatakan bahwa “ pemimpin yang baik adalah
pemimpin yang mampu dan siap menjadi pelayan, bukan siap untuk dilayani.”
Beberapa pengertian kepemimpinan menurut pendapat para ahli,
sebagaimana yang dikutip dari buku “Kepemimpinan sekarang dan masa
depan”karya Sanusi (2009:15) berikut ini:
a. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas
kelompok yang diluar untuk mencapai tujuan bersama.
b. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk
bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok.
c. Kepemimpinan adalah kegitan mempengaruhi orang lain agar ikut serta
dalam mencapai tujuan umum.
d. Kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna mempengaruhi serta
menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan.defenisi
pemberian jalan yang mudah dari pada pekerjaan orang lain yang
terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
e. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk
bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.
Dari beberapa defenisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan
adalah kepemimpinan untuk mempengruhi dan menggerakkan orang lain
untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan dalam organisasi diarahkan untuk
mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti
yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya. Rivai
(2004:55) mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi
atau mendapatkan pengikut.
3.1.1 Fungsi Kepemimpinan
Sesungguhnya semua orang mempunyai potensi menjadi pemimpin, yang
berbeda hanya derajat bakatnya saja, namun demikian potensi itu harus
dikembangkan. Kepemimpinan yang efektif harus dipelajari dan dan diraih.
Fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam
kehidupan kelompok atau organisasi masing-masing yang mengisyaratkan bahwa
setiap pemimpin berada didalam dan bukan diluar organisasi.
Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial karena harus diwujudkan dalam
Sutikno (2014:18) secara operasional kepemimpinan dapar dibedakan menjadi
lima fungsi pokok yaitu:
a. Fungsi instruktif. Fungsi instruktif ini bersifat komunikasi satu arah.
Pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa,
bagaimana, bilamana, dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan
dapat dilaksanakan secara efektif.
b. Fungsi konsultatif. fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Hal tersebut
digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang
memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang
yang dipimpinnya.
c. Fungsi partisipasi.dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha
mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya baik dalam keikutsertaan
mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya.
d. Fungsi delegasi. Fungsi ini dilaksanakan dengan memberi pelimpahan
wewenang atau menetapkan keputusan baik melalui persetujuan maupun
tanpa persetujuan dari pemimpin.
e. Fungsi pengendalian. Kepemimpinan yang sukses harus mampu
mengatur aktivitas anggotanya secar terarah dan dalam koordinasi yang
efektif sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara
maksimal.
Kelima fungsi kepemimpinan tersebut pada dasarnya merupakan strategi
perasaan, sikap dan perilaku atau menggerakkan anggota organisasi agar
melaksanakan kegiatan atau bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.
3.1.2 Tipe Kepemimpinan
Ada empat tipe kepemimpinan yang dapat digunakan untuk berbagai
organisasi menurut Sutikno (2014:35) yaitu:
Directive adalah salah satu tipe kepemimpinan tertua dan sering kali disebut
juga dengan pendekatan otoriter. Dalam tipe ini, pemimpin akan menyuruh
seseorang untuk melakukan sesuatu dan mengharapkan mereka untuk segera
melakukannya. Participative dalam tipe ini, pemimpin mencari input dari
pihak lain dan mengajak orang-orang yang relevan dengan pembahasan untuk
pengambilan keputusan Laissez-faire mendorong inisiatif dari banyak pihak
agar bersama-sama memikirkan bagaimana proses pekerjaan sampai
menghasilkan outcome.Adaptive gaya kepemimpinan yang mengalir dan
menyesuaikan gaya sesuai dengan tipe kepemimpinan.
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatik
Tipe Kepemimpinan Kharismatik memiliki kekuatan energi, daya tarik
dan pembawaan yang luar biasa umtuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia
mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pegawai-pegawai
yang bisa dipercaya. Kepemimpinan Kharismatik dianggap memiliki
kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang
superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia yang Maha Kuasa.
berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas Kepemimpinan
Kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe kepemimpinan Paternalistik/Maternalistik
Kepemimpinan Paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan
yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut, mereka menganggap
bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri
yang perlu dikembangkan, mereka bersikap terlalu melindungi, mereka jarang
memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri,
mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
berinisiatif, mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberian
kesempatan kepada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi
dan daya kreativitas mereka sendiri, selalu bersikap maha tahu dan maha
besar.
Sedangkan tipe kepemimpinan Maternalistik tidak jauh beda dengan tipe
kepemimpinan Paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan
Maternalistik terdapat sifat over-protektiv atau terlalu melindungi yang sangat
menonjol disertai kasih sayang yang berlebih-lebihan.
3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe Kepemimpinan Militeristik ini sangat mirip dengan kepemimpinan
Otoriter. Adapun sifat-sifat dari Tipe Kepemimpinan Militeristik adalah, lebih
banyak menggunakan sistem perintah/pemandu, keras dan sangat otoriter,
mutlak dari bawahan, sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara
ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, menuntut adanya disiplin
yang keras dan kau dari bawahannya, tidak menghendaki saran, usul, sugesti,
dan kritik-kritikan dari bawahannya, komunikasi hanya berlangsung searah.
4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan Otokratis memiliki ciri-ciri antara lain, mendasarkan diri
pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, pemimpinnya
selalu berperan sebagai pemain tunggal, berambisi untuk merajai situasi,
setiap perintah dan kebikan selalu ditetapkan sendiri, bawahan tidak pernah
diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan kegiatan yang akan
dilakukan, semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan
atas perimbangan pribadi, adanya sikap eksklusivisme, selalu ingin berkuasa
secara absolut, sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat, dan
kaku, pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe Kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia
membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semuanya sendiri.
Pemimpin tidak berpartisipasi sedikitpun dalam kegiatan kelompoknya.
Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya
sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki
keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak
buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu
biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem
nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya
morat-marit atau kacau balau.
6. Tipe Kepemimpinan Populis
Kepemimpinan Populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakatyang
tradisional, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang
luar negri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali
sikap nasionalisme.
7. Tipe Kepemimpinan Administrati/eksekutif
Tipe Kepemimpinan Administratif adalah kepemimpinan yang mampu
menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya
biasanya terdiri dari teknorat-teknorat dan administratur-administratur yang
mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh
karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien
dalam pemerintahan. Pada tipr-tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya
perkembangan teknis yaitu teknologi, industri, manajemen modern dan
perkembangan sosial ditengah masyarakat.
8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan Demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan
bimbingan yang efisien kepada pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan
pada semua bawahan, dengan peneknan pada rasa tanggung jawab internal
Demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada
partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan Demokratis menghargai potensi setiap individu, mau
mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian
paa spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan
kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang
tepat.
3.1.3 Teori Kepemimpinan
Teori kempemimpinan membicarkan bagaimana seorang menjadi
pemimpin, atau bagaimana timbulnya seorang pemimpin. Teori-teori dalam
kepemimpinan umumnya menunjukkan perbedaan karena setiap teoritikus
mempunyai segi penekanannya sendiri yang dipandang dari satu aspek
tertentu Sutikno (2014:25).
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan
penjelasan dan interprestasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan
mengemukakan beberapa segi antara lain: Latar belakang pemimpin dan dan
kepemimpinan-kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia.
Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.Sutikno
(2014:26)
Sebab-sebab munculnya seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi seorang pemimpin.
Seorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan
b. Seeorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat
kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan
pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan. Untuk
mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan
kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.
a) Teori Sifat
Dalam teori sifat, penekanan lebih pada sifat-sifat umum yang dimiliki
pemimpin, yaitu sifat-sifat yang dibawa sejak lahir. Menurut teori sifat,
hanya individu yan memiliki sifat-sifat tenulah yang bisa menjadi
pemimpin. Teori ini menegaskan ide bahwa beberapa individu dilahirkan
memiliki sifat-sifat tertentu yang secara alamiah menjadikan mereka
seorang pemimpin.
Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat , perangai atau
ciri-ciri yang dimiliki pemimpin. Menurut Stogdill, sifat-sifat tertentu
efektif dalam situasi tertentu, dan ada pula sifat-sifat tertentu yang
berkembang akibat pengaruh situasi organisasi. Sebagai contoh, sifat
kreativitas akan berkembang jika seorang pemimpin berada didalam
organisasi yang fleksibel dan mendorong kebebasan berekspresi,
dibandingkan di dalam organisasi yang birokratis.Safaria(2004:21)
menjelaskan tiga sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin,
yaitu kepercayaan diri, kejujuran, integritas serta motivasi. Kepercayaan
diri, berhubungan dengan keyakinan diri pemimpin akan pertimbangannya,
berhubungn dengan keyakinan bahwa pemimpin bisa dipercaya, bisa
dipegang janjinya, dan pemimpin tidak suka memainkan peran palsu.
Intergritas, apa saja yang dikatakan oleh seorang pemimpin, pasti selalu
dilaksanakan. Dorongan, berkaitan dengan motivasi tujuan tertentu.
Pemimpin yang memiliki motivasi pretasi yang tinggi akan memunculkan
energi besar, ketekunan, kegigihan dalam mencapai tujuannya.
b) Teori Perilaku
Teori perilaku, lebih dikenal dengan Behaviorist Theories. Teori ini
terfokus kepada tindakan-tindakan yang dilakukan pemimpin dari pada
memperhatikan atribut yang melekat pada diri seseorang pemimpin. Dasar
pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku
seseorangkrtika melakukan kegitan pengarahanuntuk suatu kelompok ke
arah pencapaian tujuan. Sutikno (2014:26)
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku
seseorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok
ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini pemimpin mempunyai deskripsi
perilaku:
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan,
memiliki ciri ramah tamah, mau berkonsultsi, mendukung, membela,
mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan
serta memperlakukannya setingkat dirinya.
Beorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang
atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan
bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku
bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi
memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,
pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian
tugas.
c) Teori Situasional
Teori Situasional mengatakan bahwa pembawaan yang harus dimiliki
seseorang pemimpin adalah berbeda-beda, tergantung dari situasi yang
sedang dihadapi. Teori Situasional dari Hersey dan Blanchard terfokus pada
karakteristik kematangan bawahan sebagai kunci pokok situasi yang
menentukan keefektifan perilaku seorang pemimpin. Menurut mereka,
bawahan memiliki tingkat kesiapan dan kematangan yang berbeda-beda
sehingga pemimpin harus mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya,
agar sesuai dengan situasi kesiapan dan kematangan bawahan. Keefektifan
kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi
yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok
dengan tuntutan situasi Sutikno,(2014:27).
Hersey dan Blanchard (2014), Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori
situasional oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan
dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi
1. Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas
2. Benuk dan sifat teknologi yang digunakan
3. Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan
4. Norma yang dianut kelompok
5. Rentang kendali
6. Ancaman dari luar organisasi
7. Tingkat stres
8. Iklim yang terdapat dalam organisasi
3.1.4 Perilaku Orgnisasi
Perilaku organisasi adalah bidang interdisipliner yang didedikasikan
untuk pembelajaran sikap, perilaku dan kinerja manusia dalam sebuah
organisasi. Perilaku organisasi mengambil konsep dari banyak disiplin ilmu,
diantaranya psikologi, sosiologi, antropologi budaya, teknik industri,
ekonomi, etika, dan konseling kejujuran, serta manajemen. Konsep dan
prinsip perilaku organisasi adalah hal yang penting bagi pimpinan karena
dalam setiap organisasi manusia pada akhirnya akan mengambil keputusan
yang mengontrol bagaimana orgnisasi mendapatkan dan menggunakan
sumber daya. Sutikno,(2014:120)
Orang-orang tersebut dapat bekerja sama, bersaing, mendukung,
menjatuhkan, satu dan lainnya. Keyakinan dan perasaan tentang dirinya,
rekan kerjanya, dan organisasi akan membentuk apa yang mereka lakukan
dan seberapa baik mereka melakukannya. Orang-orang dapat mengalihkan
kesalahpahaman, atau mereka dapat menggabungkan talenta dan pemikiran
mereka yang beragam untuk mencapai lebih banyak hal sebagai sebuah
kelompok daripada yang dapat mereka lakukan sendirian.
Sutikno,(2014:120)
3.1.5 Sikap
Seorang pegawai yang memiliki permasalahan sikap akan sulit untuk
dijadikan teman, selalu mengeluh dan menimbulkan masalah, dan secara
keras menolak ide-ide baru. Memahami sifat pegawai adalah hal penting
bagi manajer, karena sikap dapat menentukan bagaimana orang-orang
menafsirkan lingkungan mereka, berinteraksi dengan yang lain, dan
berperilaku dalam bekerja.
Manajer berusaha keras untuk mengembngkan dan memperkuat sikap
positif di antara semua pegawai, karena orang-orang yang bahagia dan
positif adalah orang-orang yang lebih sehat, lebih baik, dan lebih produktif.
Terkadang sifat negatif dapat dihasilkan dari karakteristik pekerjaan, seperti
tingginya tingkat stres, tetapi manajer dapat mencari cara untuk membantu
orang-orang bersikap lebih baik. Pimpinan harus memperhatikan sifat
negatif karena sikap tersebut dapat menjadi penyebab timbuknya
permasalahan ditempat kerja maupun penyebab permasalahan dikemudian
3.1.6 Unsur-unsur Penyusunan Sikap
Satu langkah penting bagi pimpinan adalah mengenali dan memahami
unsur-unsur yang menyusun suatu sikap, yang penting bagaimana seorang
pemimpin mengubah sikap tersebut. Sutikno,(2014:129)
Ilmuan perilaku menyatakan bahwa sikap terdiri atas tiga unsur : kognitif
pemikiran), afektif (perasaan), dan perilaku. Unsur kognifit yang
membentuk suatu sikap adalah, keyakinan, opini dan informasi yang
dimiliki seseorang tentang objek dari sikapnya, seperti pengetahuan tentang
apa yang dituntut dari suatu pekerjaan, atau opini tentang kemampuan diri.
Unsur afektif adalah emosi atau perasaan seseorang terhadap objek atau
sikapnya, seperti benci atau suka pada suatu pekerjaan. Unsur perilaku
adalah maksud seseorang untuk berperilaku terhadap objek dari sikapnya
dalam cara tertentu. Unsur kognitif adalah pikiran sadar yang mengatakan
bahwa pekerjaan saya menarik dan menantang. Unsur afektif adalah
perasaan yang mengatakan bahwa saya sangat menyukai pekerjaan ini.
(Sutikno, 2014: 130)
Unsur-unsur ini, pada akhirnya, berhubungan dengan unsur perilaku
pegawaiyang bersangkutan kemungkinan besar akan datang lebih awal
ketempat kerja karena ia merasa bahagia dengan pekerjaannya. Unsur emosi
(afektif) sering kali merupakan faktor paling kuat dalam mempengaruhi
suatu perilaku, jadi manajer harus mewaspadai situasi yang melibatkan
kesimpulan bahwa dari sikap para pegawai, mereka ingin pimpinan tersebut
untuk mengambil semua keputusan yang mempengaruhi departemen, tetapi
pimpinan tersebut mnginginkan para pegawainya untuk lebih memegang
tanggung jawab dan pengambilan keputusan.
Untuk mengubah sikap para pegawainya ini, pimpinan dapat
mempertimbangkan untuk memberikan pendidikan pada pegawai mengenai
area-area dimana mereka dapat menggunakan pengambilan keputusan
dengan baik (mengubah unsur kognitifnya), membangun antusiasme para
pegawai dengan memberikan informasi yang menarik mengenai kepuasan
yang didapatkan dari pemberdayaan pegawai (mengubah unsur afektif) atau
cukup dengan bersikeras bahwa pegawai harus melakukan pengambilan
keputusan sendiri (mengubah unsur perilaku) dengan harapan bahwa,
setelah mereka mengalami kelebihan dalam memegang wewenang untuk
melakukan pengambilan keputusan, para pegawai tersebut akan mulai
menyukai tanggung jawab tersebut. Daft (2010:284)
3.1.7 Gaya Kepemimpinan Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Gaya Kepemimpinan sangatlah mempengaruhi suatu perusahaan/instansi
terhadap para pegawai, karena jika perubahan itu mempunyai gaya
kepemimpinan yang efektif, maka perusahaan itu akan menjadi tempat yang
sangatlah diminati oleh semua masyarakat. Pada Bagian Pendidikan Profesi
Utaramempunyai gaya kepemimpinan yang sangat efektif dan tipe gaya
kepemimpinan demokratis.
Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara ini adalah perusahaan yang mempunyai
pemimpin yang ketat, sehingga para pegawai haruslah dituntut untuk
disiplin, selain disiplin, mereka juga harus menggambarkan secara jelas
aneka tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan
organisasi.
Selan itu Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan
Bisnis Universitas Sumatera Utara juga mempunyai gaya kepemimpinan
atau model kepemimpinan yang sangat efektif. Tingkah laku pemimpin
yang efektif cenderung menunjukkan kinerja yang tinggi, seperti para
pegawai maupun para atasan mereka saling membantu satu sama lain.
Walaupun di dalam kantor para pegawai disana terlihat cuek satu sama lain,
tetapi mereka tetap memiliki rasa kekeluargaan. Para pegawai disana
mereka sangatlah sibuk dengan tugasnya masing-masing sehingga tidak ada
waktu untuk becanda, maupun berleha-leha di dalam kantor.
Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara mempunyai gaya kepemimpinan yang kuat.
Mereka berpendapat bahwa, pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang
menata kelembagaan organisasinya secara sangat terstruktur, dan
dikantor, dan saling percaya, saling menghargai dan senantiasa hangat
dengan para karyawan maupun stafnya.
Perilaku kepemimpinan kepengurusannya mendorong bawahannya untuk
menumbuh kembangkan daya inovatif dan kreatif. karakteristik lainnya
adalah kecepatan menunjukkan penghargaan kepada bawahan yang
berprestasi tinggi.
Gaya kepemimpinan pada masing-masing divisi Pada Bagian Pendidikan
Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera
Utara juga berhubungan dengan struktur organisasi yaitu dengan adanya
struktur organisasi yang memisahkan fungsi dengan jelas, maka dapat
diperoleh keuntungan gaya kepemimpinan yang demokratis dan efektif
sebagai berikut:
a. Terciptanya arus komunikasi yang baik dalam perusahaan/instansi.
b. Terhindarnya konflik dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama
karyawan/staf.
c. Mendapatkan ketegasan fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing
karyawan.
d. Terwujudnya hubungn yang harmonis antr karyawan dalam perusahaan.
Gaya kepemimpinan yang terdapat Pada Bagian Pendidikan Profesi
Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara juga
sangat berpengaruh pada kinerja karyawan, misalnya pimpinan memiliki
tipe gaya kepemimpinan demoktratik maka bawahan juga akan memiliki
mengingatkan apabila terjadi kesalahan dalam bekerja. Pimpinan/ketua Pada
Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara juga memiliki daya tarik atau menarik dan
ramah.
Penelitian tentang kepemimpinan menunjukkan bahwa kepemimpinan
bukanlah masalah sifat-sifat dan karakteristik-karakteristik. Pemimpin yang
efektif menyadari pentingnya tindakan-tindakan kecil “ The effective aware of the importance of small actions “Marshall (2011:18).
Dimana dari keseluruhan yang terjadi di Bagian Pendidikan Profesi
Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dapat
disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Pada Bagian Pendidikan Profesi
Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
mempunyai gaya kepemimpinan tipe demokratik dan juga memiliki model
pemimpin yang efektif (model of effective leaders) untuk karyawan dan
staf-staf lainnya sangat mempengaruhi kinerja mereka menjadi sangat baik
dalam bekerja dan juga memiliki komunikasi yang efektif. Dimana dari
hasil kerja mereka selalu mengupayakan yang terbaik dalam bekerja. Dan
karyawan diberikan kesempatan untuk berkembang serta adanya target
waktu dalam bekerja membuat karyawan bekerja dengan tepat waktu karena
pimpinan juga memberikan contoh yang bagus. Dan yang terpenting
pimpinan dan karyawan dan staf saling berkomunikasi demi kelancaran
3.2 Pengertian Etika Dan Profesi
Secara etimologis, istilah etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang
dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti yakni tempat tinggal yang
biasa, adat istiadat, kebiasaan, akhlak, karakter (character), perasaan, sikap,
dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta eta) artinya adalah kebiasaan.Dan arti terahir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “Etika”
oleh Aristoteles (384-332 SM) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat
moral. Dengan demikian bertitik tolak dari asal-usul kata ini, maka etika
berarti ilmu atau nama tentang yang biasa dilakukan atau ilmu tentang
kebisaan (Prayitno,2003:112).
Menurut (Batens, 2000:119), konsep etika mempunyai tiga arti.Pertama,
kata etika bisa dipakai dalam arti, yakni nilai-nilai atau norma-norma moral
yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam
mengatur perilakunya.Kedua, etika berfungsi juga sebagai kumpulan asas
atau nilai moral.Yang dimaksud disini adalah kode etik.Ketiga, etika berarti
ilmu tentang yang baik atau buruk, etika baru menjadi ilmu, bila
kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai tentang yang dianggap
baik atau buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat.
Dengan demikian, etika adalah ilmu yang membantu tentang moralitas
atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas, atau dengan cara
lain, etika mrupakan ilmu yang menyelidiki perilaku moral. Dalam ilmu
filsafat, etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua