• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Etika Profesi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Etika Profesi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, ETIKA PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK) FAKULTAS EKONOMI DAN

BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Oleh :

EFRI EJAYANI BR TARIGAN

112103067

PROGRAM STUDI D-III KESEKRETARIATAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

NIM : 112103067

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KESEKRETARIATAN

JUDUL TUGAS AKHIR : PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, ETIKA

PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP

PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)

FEB UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Tanggal : Januari 2015 KETUA PROGRAM STUDI

DIPLOMA III KESEKRETARIATAN

(Dr. Beby Karina FawzeeaSembiring,SE,MM) NIP: 19741012 200003 2 003

Tanggal : JANUARI 2015 DEKAN

Prof. Dr. AzharMaksum,SE, M.Ec, Ak

(3)

PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR

NAMA : EFRI EJAYANI BR TARIGAN

NIM : 112103067

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KESEKRETARIATAN

JUDUL : PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, ETIKA

PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP

PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)

FEB UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

.

Medan, Januari 2015

Menyetujui

Pembimbing

(4)

kasih, kesetiaan, berkat dan karuniaNyalah penulis dapat menyelesaikan Tugas

Akhirini guna memenuhi salah satu syarat yang telah ditentukan dalam rangka

menyelesaikan Pendidikan DIII Kesekretariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara. Semua ini adalah semata-mata karena kasih dan

campur tangan Tuhan yang begitu besar dalam kehidupan penulis selama

menyelesaikan Tugas Akhir ini. Biarlah ini adalah untuk dan demi kemuliaan

nama Tuhan saja.

Dalam rangka penyelesaian Tugas Akhir ini penulis menyadari bahwa

penyajiannya masih jauh dari sempurna.Namun demikian penulis telah berusaha

dengan sungguh-sungguh agar Tugas Akhir ini dapat disajikan dengan baik.Oleh

karena itu dengan segala hormat dan kerendahan hati, penulis mengharapkan

kritik dan saran yang dapat menjadi masukan yang berarti bagi tugas-tugas

selanjutnya.

Dari awal sampai selesai penulis Tugas Akhir ini telah banyak menerima

bimbingan moril maupun material dari berbagai pihak, untuk itu penulis

mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Syahril Pasaribu, D.T.M. & H,M.Sc, (CTM),Sp.A(K) selaku

Rektor Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, SE, M.Ec,Ak selaku Dekan Fakultas

(5)

memberi arahan, masukan dan dorongan kepada penulis dalam penulisan

Tugas Akhir ini.

4. Ibu Magdalena LL Sibarani, SE, MSi selaku Sekretaris Program Studi

Diploma III Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas

Sumatera Utara.

5. Bapak dan Ibu dosen serta staf pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara.

6. Ucapan Terima Kasih penulis yang sangat spesial kepada kedua Orang Tua

penulisAlm.Suruhen Tarigan dan Rasianta Br Gintingyang telah memberikan

segenap kasih sayang, dorongan, bahkan semangat dan pengorbanan yang

begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan studi.

7. Buat kakak, teman terdekat dan sahabat yang selalu memberi motivasi dan

semangat : Litia Pratidina Sembiring, SE, Ranita Tarigan, Sri Karina,

SusiSinaga, Karyuni, Retno Yuli Yanti, Intan Mey,Hazwani Nadira , Myriam

Novena Marbun , Retno Yuli Yanti , Indah Try Wahyuni , Debby Yolanda

Harahap, dan Siti Aysah Lubis,

8. Seluruh teman-teman penulis Stambuk 2011 di Program Diploma III

Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

(6)

Medan, Januari 2015

Penulis

(7)

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... IV DAFTAR TABEL ... 4

DAFTAR GAMBAR ... 26

BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian... 3

1.4 Manfaat penelitian ... 3

1.5 Jadwal Kegiatan dan Sistematika Penulisan ... 4

BAB II : PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah singkat ... 7

2.1.1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis ... 7

2.1.2 Pendidikan Profesi Akuntansi... 10

2.2 Ruang Lingkup Pendidikan Profesi Akuntansi ... 11

2.3 Gaya Kepemimpinan ...21

2.4 Etika Profesi ...23

2.5 Disiplin Kerja ...24

(8)

3.1.2 Tipe Kepemimpinan ... 32

3.1.3 Teori Kepemimpinan ... 36

3.1.4 Perilaku Organisasi ... 40

3.1.5 Sikap ... 41

3.1.6 Unsur-unsur Penyusunan Sikap ... 42

3.17 Gaya Kepemimpinan PPAK... 43

3.2 Pengertian Etika dan Profesi ... 47

3.2.1 Etika Profesi Pendidikan Profesi Akuntansi ... 49

3.3 Disiplin 3.3.1 Pengertian Disiplin ... 50

3.3.2 Indikator-indikator Kedisiplinan ... 52

3.3.3 Jenis-jenis Disiplin ... 54

3.3.4 Prinsip dan Langkah Pendisiplinan ... 55

3.3.5 Tingkat dan Jenis Sanksi Disiplin ... 57

3.3.6 Jenis Disiplin Pendidikan Profesi Akuntansi ... 59

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 60

B. Saran ... 62

(9)

1.1Latar Belakang

Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi formal dan merupakan

wadah dimana sistem kerja sama dilakukan dalam berbagai aktifitas untuk

mencapai tujuan yang sudah ditetapkan agar tujuan perusahaan dapat terwujud.

Maka perusahaan harus menggunakan seluruh sumber daya yang dimilikinya.

Banyak faktor yang mempengaruhi dalam upaya untuk mencapai tujuan dari suatu

perusahaan, faktor itu antara lain: manusia, mesin, metode, material, market, dan

modal. Dimana faktor yang paling penting adalah manusia, karena manusia

merupakan orang yang terlibat langsung dalam menjalankan aktifitas di dalam

suatu perusahaan.

Dalam suatu organisasi, gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin

merupakan suatu sikap yang berkaitan dengan pengarahan kepada pegawai untuk

melakukan pekerjaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam memahami perilaku

kerja pegawai, karena seorang pemimpin harus mengupayakan bagaimana cara

pegawainya dapat melaksanakan pekerjaan itu dengan baik sehingga para pegawai

memiliki prestasi kerja yang baik.

Oleh karena itu, gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin perlu

diterapkan terhadap karyawan untuk membangkitkan daya gerak dan kemauan

bekerja seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang merupakan suatu

(10)

keinginan dan kebutuhan dari karyawan itu bersifat material sedapat mungkin

harus dipenuhi.

Gaya kepemimpinan merupakannorma perilaku yang digunakan oleh

seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain

seperti yang ia inginkan. karena itu, seorang pemimpin sangat dibutuhkan dalam

suatu organisasi untuk mengupayakan bagaimana pegawainya dapat

melaksanakan pekerjaan dengan baik sehingga pegawai memiliki pestasi kerja

yang baik.

Etika profesi merupakan sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan

pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian

sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap

masyarakat.Oleh karena itu, untuk mendapatkan salah satu pekerjaan impian

dengan memahami pentingnya etika profesi.

Disiplindiartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan (hukum) atau tunduk

pada pengawasan, dan pengendalian, yang mana disiplin sebagai latihan yang

bertujuan mengembangkan diri agar berperilaku tertib.

Prestasi kerja merupakan tolak ukur didalam melihat kemampuan seorang

karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Namun demikian, prestasi kerja dapat

dicapai dengan adanya gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin dalam

melaksanakan pekerjaan yang diberikan pimpinannya akan dilaporkan hasilnya

kembali. Pegawai mudah untuk berprestasi bila ada kemauan, keinginan untuk

(11)

Dengan demikian pemberian gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin

harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk mampu menciptakan semangat kerja

yang baik dan pada akhirnya dapat digunakan sebagai alat yang positif bagi

peningkatan disiplin kerja.

Dari latar belakang inilah penulis merasa tertarik untuk menulis tentang

gaya kepemimpian dan disiplin, yang berjudul “PENGARUH GAYA

KEPEMIMPINAN,ETIKA PROFESI DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI

KERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA”.

1.2Rumusan Masalah

Untuk mengetahui bagaimana cara seorang pemimpin mengunakan pengaruh gaya kepemimpinan, etika profesi dan disiplin kerja di bagian Pendidikan Profesi

Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara.

1.3Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan di bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara dan penerapan etika profesi dalam meningkatkan prinsip moral dasar atau norma-norma etis di

Perusahaan/Instansi, selain itu faktor – faktor yang mendukung disiplin kerja karyawan dan sistem di bagian pendidikan profesi akuntansi (PPAK) dalam

(12)

1.4Manfaat Penelitian

1. Sebagai masukan untuk bagian Profesi Akuntansi (PPAK) FAKULTAS

EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA dalam

mengolah sumber daya manusia.

2. Sebagai bahan pertimbangan pada bagian PROFESI AKUNTANSI (PPAK)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA

UTARA dalam meningkatkan efektifitas kinerja karyawan agar dapat

menjalankan sistem gaya kepemimpinan,etika profesi dan disiplin kerja yang

kurang baik menjadi lebih baik.

3. Sebagai bahan acuan bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara untuk

menyelesaikan Tugas Akhir dimasa yang akan datang.

4. Menambah wawasan serta pengetahuan pembaca dan penulis sendiri

mengenai gaya kepemimpinan,etika profesi dan pendisiplinan diri.

5. Sebagai bukti bahwa mahasiswa-mahasiswi tersebut memang sudah mampu

untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat kedalam suatu Tugas

Akhir.

1.5Jadwal Kegiatan dan Sistematika Penulisan 1) Jadwal kegiatan

Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis membuat jadwal kegiatan yang

diperlukan untuk bisa memanage waktu dengan baik. Supaya penulisan Tugas

(13)

Tabel 1.1

Jadwal kegiatan Agustus 2014 sampai September 2014

NO KEGIATAN

MINGGU KE

1 2 3

1 Persiapan

2 Pengumpulan Data

3 Penulisan Laporan

Sumber : Penulis (2014).

Pada kegiatan pengumpulan data, penulis melakukan pengumpulan data

selama satu bulan, dimulai tanggal 06 Agustus 2014 sampai 06 Sepetember 2014,

sejak disetujuinya judul Tugas Akhir oleh Ketua Program Studi DIII

Kesekretariatan. Setelah melakukan penelitian, penulis akan memulai penulisan

laporan yang akan dikemas dalam bentuk Tugas Akhir. Dimana dalam

penulisannya, penulis akan dibimbing oleh dosen pembimbing agar penulisan

laporan sesuai dengan judul dan materi pembahasan.

2) Sistematika Penulisan

Penulis akan memberikan gambaran rencana isi dari penulisan Tugas Akhir

yang dapat membuat lebih terarah penulis membagi luas pembahasan Tugas Akhir

ini dalam empat bab, yang dianggap cukup memadai untuk mengemukakan hal

yang dianggap penting dan relevan dengan judul Tugas Akhir yang dimaksud,

dengan tujuan agar penulisan tugas akhir ini dapat lebih terarah dan sistematis.

(14)

BAB I : PENDAHULUAN

Di dalam bab ini, penulis akan menguraikan tentang latar belakang,

permasalahan, tujuan penelitian dan rencana yang terjadi dari jadwal kegiatan

dan sistematika penulisan.

BAB II :PROFIL PERGURUAN TINGGI

Dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang sejarah singkat instansi,

struktur organisasi dan personalia, uraian tugas (Job Description), kinerja

usaha terkini dan rencana kegiatan Fakultas Ekonomi Universitas Sumater

Utara.

BAB III : PEMBAHASAN

Penulis akan memberikan gambaran tentang isi yang membuat lebih

terarahnya penulisan Tugas Akhir ini. Penulis membagi Tugas Akhir ini dalam

empat bab, yang dianggap cukup memadai untuk mengembangkan hal yang

dianggap penting dan relevan dengan judul tugas akhir yang dimaksud, dengan

tujuan agar penulisan tugas akhir ini dapat lebih terarah dan sistematis. Adapun

uraiannya adalah sebagai berikut: dalam bab ini penulis akan menjelaskan

mengenai gaya kepemimpinan, etika profesi dan disiplin kerja pada Pendidikan

(15)

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab ini penulis akan memberikan kesimpulan berdasarkan

uraian terdahulu dan memberikan saran-saran tentang pengaruh gaya

kepemimpinan, etika profesi dan disiplin kerja pada Pendidikan Profesi

Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalm hal mendukung efektifitas kerja

para pegawai pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

yang bertitik tolak dari pengumpulan data dan pembahasan yang dilakukan

dimana diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi

Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

(16)

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan

2.1.1 Sejarah singkat fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara diprakarsai oleh pemuka masyarakat Sumatera

Utara dan Aceh dengan membentuk Yayasan Sumatera Utara dan mendirikan

Fakultas Kedokteran pada 20 agustus 1952 sebagai fakultas pertama. Kemudian

menyusul Fakultas Hukum, pertanian, dan Teknik. Sementara Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara pertama kali didirikan oleh Yayasan Univeritas

Sumatera Utara berlokasi di KutaRaja (sekarang kota Banda Aceh) pada tahun

1959. Berhubung Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang

berkedudukan di Banda Aceh menjadi bagian dari Universitas Syiah Kual, pada

tahun 1961, Universitas Sumatera Utara membuka kembali Fakultas Ekonomi

yang berada di Medan. Penetapan pembukaan dilakukan dengan surat keputusan

Menteri Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No.64/1961 tanggal 24 November

1961 yang berlaku surat terhitung mulai 1 Oktober 1961.

Berdasarkan surat keputusan tersebut, tanggal 24 November, diperingati

sebagai hari lahir atau Dies Natalis Fakultas Ekonomi Univeritas Sumatara

Utara.Pada tahun 1957 Akademik Administrasi Niaga Medan (AAN) dipindahkan

ke Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara menjadi pendidikan Ahli

(17)

Indonesia No.42/U1975 tanggal 13 Maret 1975.PAAP kemudian menjadi program

Diploma Tiga (D-III) dengan tiga program study, yaitu D-III Keuangan, D-III

Akuntansi dan D-III Kesekretariatan.

Sehubungan dengan pembaharuan yang dilakukan pada pendidikan tinggi

dengan S.K. Dirjen Dikti No.23/Dikti/Kep/1987, No.25/Dikti/Kept/1987,

No.25/Dikti/Kept/1987 dan S.K. Rektor Universitas Sumatera Utara

No.568/PTO5.h/SK/Q87 tanggal 19 Agustus 1987, pada tanggal 14 September

1987 diadakan serah terima antara Direktur PAAP Universitas Sumatera Utara.

Setelah serah terima maka nama tersebut berubah menjadi Program Diploma III

Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Sampai pada saat ini Fakultas Ekonomi

mengelola progran S-1 dan program D-III serta Pendidikan Profesi Akuntansi

(PPAK) yang telah menghasilkan tenaga ahli Sarjana Ekonomi yang baik dan

bermutu, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara di Medan mulai

menerima Mahasiswa pada bulan Agustus 1961.

Fakultas Ekonomi Sumatera Utara mengasuh dua jenjang program pendidikan,

yaitu program pendidikan Strata Satu dan Program Pendidikan Diploma Tiga.

Program pendidikan Strata Satu (S-1) meliputi:

1. Departemen Ekonomi Pembangunan

2. Departemen Manajemen

3. Departemen Akuntansi

Program pendidikan Diploma Tiga (D-III) meliputi:

(18)

3. Program studi Kesekretariatan

Setelah keluar peraturan No.56 tahun 2003 tanggal 11 November 2003

Universitas Sumatera Utara sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN)

dimana Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera merupakan satu dari 10 fakutas

dan Pascasarjana yang ada pada saat Universitas Sumatera Utara menjadi

PT.BHMN, maka terjadilah perubahan nama jurusan yang ada diFakultas

Ekonomi menjadi Departemen, setelah menjadi PT.BHMN, dengan dibentuknya

Fakultas Parmasi dan Fakultas Psikologi tahun 2007 Universitas Sumatera Utara

memiliki 12 Fakultas.

Visi dan Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara: Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:

Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara menjadi salah satu Fakultas

Ekonomi dan Bisnis terkemuka yang dikenal unggul dan mampu memenuhi

kebutuhan pasar dalam persaingan global.

Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:

a. Menghasilkan lulusan yang mempunyai karakter dan kompetensi dalam

bidang ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi yang berorientasi pasar.

b. Meningkatkan kualitas belajar mengajar dengan pemberdayaan dan

(19)

c. Mengembangkan dan meningkatkan pelaksanaan dalam penelitian dan

pengabdian sebagai upaya meningkatkan keilmuan dan sumber pendanaan

Fakultas dalam status PT.BHMN

d. Senantiasa berusaha meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa selaku

pelanggan ( customer ) dan lainnya

e. Meningkatkan jaringan dan kerjasama dengan institusi swasta dan

pemerintah serta organisasi professional dan lembaga lain yang terkait

yang bertaraf Nasional dan Internasional.

Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara:

a. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing serta

menyesuaikan diri terhadap perkembangan Nasional dan Internasional.

b. Menjadi lembaga yang berkemampuan melaksanakan penelitian-penelitian

dan pengabdian kepada msyarakat dan responsiveterhadap

perkembangan/perubahan.

2.1.2 Sejarah Singkat PendirianPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.Berdasarkan

surat keputusan Menteri Keuangan No. 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan

Beregister Negara. Lulusan Pendidikan Profesi Akuntansi diberikan gelar

Akuntan setelah mendaftar ke Menteri Keuangan untuk memperoleh Gelar

(20)

yang disyaratkan oleh Kementerian Keuangan untuk memperoleh gelar Akuntan

Professional atau CA (Chartered Accountant).

Sesuai SK Mendikbud RI No.036/U/1993 tentang gelar dan sebutan

Lulusan Perguruan Tinggi, dan Naskah Kerjasama IAI dengan Dirjen Dikti.

No.565/D/2002 dan No. 2460/MOV/IA/02, untuk memperoleh gelar Ak

seseorang yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi ( Akuntansi ) wajib

mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) pada Perguruan Tinggi

penyelenggaraan yang telah mendapatkan izin dari Direktur Jendral Pendidikan

Tinggi (Dirjen Dikti).

Setelah memperoleh ijazah tersebut lulusan PPAK dapat mendaftarkan diri

ke Departemen Keuangan RI, untuk mendapatkan Nomor Registrasi Negara dan berhak menyandang sebutan profesi “Akuntan” (Ak).

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) telah memeperoleh

izin penyelenggaraan program PPAK berdasarkan surat Dirjen Dikti No.

3542/D/T/2003 tanggal 13 November 2003, sejak semester ganjil Tahun

Akademik 2004/2005 PPAK Fakultas Ekonomi USU untuk pertama kali

menerima Mahasiswa.

2.2 Ruang LingkupPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) A.Strategi

1)Menjalin hubungan yang erat dengan semua komponen stakeholders

(21)

2)Mengakomodasikan kebutuhan stakeholders dengan pemberian jasa yang

bervariasi.

B.Struktur Organisasi

Organisasi merupakan satu wadah sekumpulan orang-orang yang bekerja

sama dan terkait dalam hubungan formal pada suatu Hirearki untuk mencapai

suatu tujuan tertentu. Struktur Organisasi adalah salah satu cara untuk mengetahui

Organisasi serta bentuk organisasi yang dipergunakan dalam suatu perusahaan

yang bersangkutan.

Demi tercapainya tujuan instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur

seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Peraturan ini dihubungkan

dengan pencapaian instansi yang telah diterapkan sebelumnya.

Struktur Organisasi memiliki tiga fungsi, yaitu:

1. Meciptakan kesuksesan bagi suatu bisnis, dengan memiliki struktur

Organisasi kita yang telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa

yang akan datang.

2. Memudahkan perkembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur

Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian mana saja yang nantinya

membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan dapat menempatkan

sesuai keahliannya.

3. Fungsi delegasi yaitu dengan struktur Organisasi kita bisa dengan mudah

melakukan pelimpahan pekerjaan atau wewenang kepada orang yang

(22)

Adapun struktur Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Sumatera Utara adalah sebagai berikut:

1. Dekan

2. Pembantu Dekan

Pembantu Dekan terdiri dari:

a. Pembantu Dekan Bidang Akademik atau disebut Tata Usaha atau

disebut Pembantu Dekan I

b. Pembantu Dekan Bidang Administrasi atau Tata Usaha atau disebut

Pembantu Dekan II

c. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan atau disebut Pembantu

Dekan III

3. Kepala Tata Usaha

Bagian Tata Usaha terdiri dari beberapa sub bagian, yaitu:

a. Sub Bagian Akademik

b. Sub Bagian Umum dan Keuangan

c. Sub Bagian Kepegawaian

d. Sub Bagian Kepegawaian dan Alumni

e. Sub Bagian Perlengkapan

(23)

Job description

Adapun uraian tugas dari setiap bagian struktur organisasi Fakultas Ekonomi

adalah:

1. Bagian Tata Usaha

Tugas nya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) bagian dan

mempersiapkan penyusunan (RKAT) Fakultas.

b. Menghimpun dan menelaah peraturan perundang-undangan di bidang

Ketatausahaan Akademik, Administrasi umum dan keuangan,

Kemahasiswaan dan Alumni, Kepegawaian dan perlengkapan.

c. Mengumpulkan dan mengelolah data ketatausahaan Akademik,

Administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan dan alumni,

kepegawaian dan perlengkapan.

d. Melaksanakan urusan persuratan, kerumahtanggaan, perlengkapan,

kepegawaian, keuangan dan kearsipan.

e. Melaksanakan urusan rapat Dinas dan upacara resmi di lingkungan

Fakultas.

f. Melaksanakanadministrasi pendidikan, penelitian, dan

pengabdian/pelayanan pada masyarakat.

g. Melaksanakan urusan kemahasiswaan dan hubungan Alumni Fakultas.

h. Melaksanakan administrasi pemantauan dan evaluasi kegiatan di

lingkungan Fakultas.

(24)

j. Melaksanakan penyimpanan dokumen dan surat yang berhubungan

dengan kegiatan Fakultas.

k. Menyusun laporan kerja bagian Fakultas dan mempersiapkan

penyusunan laporan Fakultas.

l. Sub bagian Akademik

Tugas nya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub bagian

dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data di bidang pendidikan, penelitian,

dan pengabdian/pelayanan kepada masyarakat.

c. Melakukan administrasi akademik.

d. Melakukan penyusunan rencana kebutuhan Sarana Akademik.

e. Menghimpun dan mengklarifikasikan data pencapaian target kurikulum.

f. Melakukan urusan kegiatan pertemuan ilmiah di lingkungan fakultas.

g. Melakukan administrasi penlitian dan pengabdian/pelayanan pada

masyarakat di lingkungan fakultas.

2. Sub Bagian Umum dan Keuangan

Tugasnya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian

dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data ketatausahaan dan

kerumahtanggaan.

(25)

d. Melakukan urusan penerimaan tamu Pimpinan, rapat dinas dan

pertemuan ilmiah di lingkungan Fakultas.

e. Mengumpulkan dan mengelolah data keuangan.

f. Melakukan penerimaan, penyimpanan, pembukuan, pengeluaran dan

pertanggung jawaban keuangan.

g. Melakukan pembayaran gaji, honorarium, lembur, vakansi, perjalanan

dinas, pekerjaan borongan dan pembelian serta pengeluaran lainnya yang

telah diteliti kebenarannya.

h. Mengoprasionalkan system informasi keuangan.

i. Melakukan penyimpanan dokumen dan surat bidang keuangan.

j. Menyusun laporan kerja Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan

laporan bagian.

3. Sub bagian Kepegawaian

a. Tugasnya adalah : Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan

(RKAT) Bagian.

b. Menyusun konsep juklat/juknis dibidang Kepegawaian.

c. Melakasanakan proses pengadaan dan pengangkatan pegawaian.

d. Melaksanakan urusan mutasi pegawai.

e. Memverifikasi usulan angka Kredit jabatan fungsional.

f. Memproses penetapan angka kredit jabatan fungsional, usul kenaikan

jabatan/pangkat, surat keputusan mengajar, pengangkatan guru besar

tetap/tidak tetap/emeritus, ijin dan cuti.

(26)

h. Memproses SK jabatan struktural dan fungsional.

i. Memproses pelanggaran disiplin pegawai.

j. Menyusun laporan kerha Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan

laporan bagian.

4. Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni

Tugasnya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian

dan mempersipkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data dibidang Kemahasiswaan dan

Alumni.

c. Melakukan Administrasi Kemahasiswaan.

d. Melakukan urusan pemberi izin/rekomodasi kegiatan Kemahasiswaan.

e. Melakukan usul pemulihan Mahasiswa berprestasi.

f. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Kemahasiswaan tingkat

Universitas.

g. Melakukan pengurus beasiswa, pembinaan karier, dan layanan

kesejahteraan Mahasiswa.

h. Melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan pembinaan

Kemahasiswaan.

i. Mengoprasionalkan Sistem Informasi Kemahasiswaan dan Alumni.

j. Melakukan penyajian informasi di bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

k. Menyusun laporan kerja Sub Bagian dan mempersiapkan penyusunan

(27)

5. Sub Bagian Perlengkapan

Tugasnya adalah:

a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Sub Bagian

dan mempersiapkan penyusunan RKAT Bagian.

b. Mengumpulkan dan mengelolah data perlengkapan.

c. Mengoprasionalkan system informasi keumahtanggaan dan

perlengkapan.

d. Melakukan penyimpanan dokumen dan surat di bidang kerumahtanggaan

dan perlengkapan.

e. Melakukan pemelihaaraan kebersihan, keindahan dan keamanan

lingkungan.

f. Melakukan urusan pengelolaan barang perlengkapan

g. Menyusun laporan kerja Sub Bagian mempersiapkan penyusunan laporan

bagian.

C.Jaringan Usaha atau Kegiatan

Fakultas adalah unsur pelaksanaan Akademik yang melaksanakan dan

mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pelayanan

masyarakat dan pembinaan Civitas Akademika. Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara merupakan sebuah instansi yang menghasilkan

jasa pendidikan non-profil ( tidak beriorentasi pada perolehan laba) seperti

perusahaan penghasil pada umumnya yang bertujuan menghasilkan laba ba gi

(28)

Fakultas Ekonomi Universitas dan Bisnis Sumatera Utara lebih

beriorentasi pada pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas,

melakukan penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan,

serta melakukan kegiatan social berupa pengabdian kepada masyarakat

sesuai dengan Tri Dharma Tinggi yaitu penyelenggaraan pendidikan,

pengadaan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan Demikian, harapan lulusan-lulusan dari Fakultas Ekonomi dan

Bisnis Universitas Sumatera Utara adalah lulusan yang mempunyai kualitas

yang baik dan mampu bersaing di lapangan pekerjaan nantinya.

D.Kinerja Usaha Terkini

Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yangharus dijalankan

sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua,

begitu juga pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara,

Fakultas terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh Fakultas dapat

terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan

kerja keras yang tinggi, disiplin, dan loyalitas dalam bekerja.

Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan

kinerja yang bermutu dan tepat. Dengan adanya seorang sekretaris di Fakultas

Ekonomi dan Bisnis dan setiap Departemen akan membantu meningkatkan

kinerja perusahaan. Karena seorang seketaris memiliki tugas-tugas yang

penting dalam sebuah perusahaan. Jadi usaha kerja terkini yang dijalankan

(29)

terhadap Mahasiswa, melakukan berbagai macam penelitian-penelitian ilmiah

khususnya bidang ekonomi yang bermanfaat bagi Universitas, mahasiswa dan

masyarakat, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat, memotivasi

masyarakat agar dapat hidup lebih layak dan mandiri, kegiatan bakti sosial

kepada masyarakat, dan lain sebagainya. Fakultas juga terus melakukan

pembinaan terhadap civitas akademika agar dapat menghasilkan Sumber

Daya Mahasiswa (SDM) yang benar-benar memiliki kualitas yang baik.

E.Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera utara

adalah:

a. Menyusun jadwal perkuliahaan semester genap Tahun Ajaran yang akan

datang.

b. Ujian Mid Semester/Ujian Semester Genap/ganjil.

c. Merancang kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Tahun Ajaran

yang akan datang.

d. Menyusun Kartu Rencana Study (KRS) dan Kartu Hasil Study (KHS)

semester ganjil dan genap.

e. Wisuda Mahasiswa.

f. Menyusun jadwal perkuliahaan semester genap Tahun Ajaran yang akan

datang.

Untuk mencapai program kerja dan rencana kerja dapat dapat disusun

(30)

1. Peningkatan proses belajar mengajar, silabus metode dan alat yang

digunakan dapat di tingkatkan.

2. Jumlah lulusan meningkat dan diharapkan lulus tepat waktu, serta indeks

prestasi lebih baik.

3. Mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa harus sesuai dengan

kurikulum dan harus ada rumpun

4. Ilmunya Meningkatkan kegiatan seminar, lokakarya, kuliah umum yang

diadakan pimpinan Fakultas.

5. Memberi bimbingan kepada mahasiswa dan melaksanakan kegiatan

magang/praktek kerja lapangan agar dapat menghasilkan lulusan yang

berkualitas.

2.3 Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai

perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut

kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk

suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian Gaya Kepemimpinan yang demikian

sesuai dengan pendapat yang disampaikn oleh (Jacobs & Jecqueiles, 2007)

Gaya Kepemimpinan memiliki tiga pola dasar yaitu:

1. Mementingkan pelaksanaan tugas

2. Mementingkan hubungan kerja sama

(31)

Macam-macam Gaya Kepemimpinan

Ada tiga Gaya Kepemimpinan yang pokok(Gito Sudarmo, 2010:119) antara lan:

1. Gaya Kepemimpinan Otokratis

Gaya Kepemimpinan Otokratis ini meletakkan seorang pemimpin

sebagai sumber kebijakan pemimpin merupakan segala-galanya

sedangkan bawahan dipandang sebagai orang yang melaksanakan

perintah. Oleh karena itu bawahan hanya menerima instruksi saja dan

tidak diperkenankan membantah maupun mengeluarkan ide atau

pendapat.

Jadi dapat disimpulkan, Gaya Kepemimpinan Otokratis ini segala

sesuatunya ditentukan oleh pemimpin sehingga keberhasilan

Organisasi terletak pada pemimpin.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Gaya Kepemimpinan ini memberikan tanggung jawab dan

wewenang kepada semua pihak, sehingga terlibat aktif dalam

organisasi, anggota diberikan kesempatan untuk memberikan usul

serta saran dan kritik demi kemajuan suatu Organisasi. Jadi dapat

disimpulkan,Gaya Kepemimpinan Demokratis ini memandang

bawahan sebagai bagian dari keseluruhan organisasinya, sehingga

mendapat tempat sesuai dengan harkat dan martabat nya sebagai

manusia, sedangkan pemimpin mempunyai tanggung jawab dan tugas

untuk mengarahkan, mengontrol dan mengevaluasi serta

(32)

3. Gaya Kepemimpinan Laissez Faire

Pada prinsipnya Gaya Kepemimpinan ini memberikan kebebasan

mutlak kepada para bawahan. semua keputusan dalam pelaksanaan

tugas dan pekerjaan diserahkan sepenuhnya kepada bawahan.

Adapun Gaya Kepemimpinan yang digunakan di bagian

Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara

adalah Gaya Kepemimpinan Otokratis, dimana Pemimpin merupakan

segala-galanya sedangkan bawahan adalah orang yang melaksanakan

perintah.

2.4 Etika Profesi

Bartens (2003), Etika Pofesi merupakan Norma yang diterapkan dan diterima

oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada

anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral

profesi di mata masyarakat.

Prinsip dasar di dalam Etika Profesi:

1. Prinsip standar teknis, profesi dilakukan sesuai keahlian

2. Prinsip kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya,

kompetensi dan ketekunan.

3. Prinsip tanggung jawab, profesi melaksanakan tanggung jawabnya sebagai

profesional.

4. Prinsip kepentingan publik, menghormati kepentingan publik.

5. Prinsip integritas, menjunjung tinggi nilai tanggung jawab profesional.

(33)

7. Prinsip kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi.

8. Prinsip perilaku profesional, berperilaku konsisten dengan reputasi profesi.

Prinsip dasar Etika Profesi yang digunakan di bagian Pendidikan Profesi

Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara adalah Prinsip Kompetensi, yang

mana kita melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesional, kompetensi dan

ketekunan.

2.5 Disiplin Kerja

Disiplin kerja adalah sikap dan perilaku oknum/aparatur oleh seseorang

atau kelompok yang senantiasa berkeinginan untuk melaksanakan dan mematuhi

untuk menjalankan segala peraturan dan keputusan yang telah ditetapkan. Disiplin

sangat berhubungan erat dengan motivasi kerja yang baik disertai kerja yang kuat

untuk dapat meningkatkan mutu produktivitas kerja. (Suradinata ,2000:150)

Adapun tata kerja atau aturan untuk membina disiplin kerja pegawai di

bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara yaitu:

a. Seorang pemimpin bertanggung jawab memberikan tugas/pekerjaan kepada

bawahannya dan memberikan arahan, pedoman, dan petunjuk dengan

membimbing serta arahan untuk pelaksanaan tugas yang diberikan kepada

stafnya.

(34)

2.6. Visi dan Misi Pendidikan Profesi Akuntansi Visi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)

Visi pendidikan Profesi Akuntansi yaitu ingin menjadikan Program

Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera

Utaramenjadi suatu program pendidikanprofesi akuntansi yang unggul dan

sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bisnis dimasa yang akan datang”.

Misi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)

Misi pendidikan profesi akuntansi adalah mampu mengembangkan dan

meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang ilmu akuntansi dan memiliki

komitmen tinggi dalam menjalankan profesi di bidang akuntansi, dalam

menghadapi persaingan global.

TujuanPendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)

Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera

Utarabertujuan :

1. Menghasilkan lulusan tenaga profesi akuntansi yang memiliki kompetensi

dan komitmen tinggi dalam menjalankan profesi di bidang akuntansi yang

memantapkan diri dalam meniti karir sebagai Akuntan Intern (Akuntan

Perusahaan), Akuntan Manajemen,Akuntan Pendidik,Akuntan Pajak,

Akuntan Sektor Publik, Akuntan Keuangan Daerah, Akuntan Keuangan.

2. Membimbing lulusan D4/S1/S2/S3 Akuntansi dan Non

(35)

2.1.Struktur Stuktur Organisasi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Sumber : Buku Pedoman Dan Informasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (2014)

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

DEKAN

(36)

2.2Struktur Organisasi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK)

Sumber : Borang Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (2014)

Gambar 2.2 Struktur Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara.

DEKAN

PD-I PD-II PD-III

DPF

Ketua/sekretaris Dept. Akuntansi

KTU Sub bagian

Laboraturium

Ketua/Sekretaris

Program Studi Akuntansi

Ketua/Sekretaris PPA

Staf Pengajar Akuntansi

Bagian Tata Usaha Departemen

Staf Pengajar PPA

(37)

3.1 Gaya Kepemimpinan

Pengertian kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas

kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk

berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki

keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.Sudarmo (2010:107)

Pemimpin dan kepemimpinan merupakan fitrah kemanusiaan. Sejak

manusia ada, sejak itu pula pemimpin dan kepemimpinan telah ada. Bahasan

mengenai pemimpin dan kepemimpinan pada umumnya menjelaskan bagaimana

menjadi pemimpin yang baik, tipe dan sifat yang sesuai dengan kepemimpinan

serta kemampuan-kemampuan apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang

pemimpin agar bisa menjadi pemimpin yang di idolakan.Sudarmo (2010:111)

Pemimpin adalah inti dari manajemen, ini berarti bahwa tujuan

manajemen akan tecapai jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat

dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang

mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi

pendirian atau pendapat orang.seorang pemimpin adalah seorang yang aktif

membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin

pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.pemimpin memiliki peran

strategis dalam sebuah organisasi karena kesuksesan organisasi ditentukan oleh

(38)

Gaya kepemimpinan juga memenuhi hubungan tenaga kerja dan

karyawan untuk mendefenisikan perundingan bersama dan mengidentifikasi

langkah-langkah yang diperlukan dalam mewujudkan hubungan perlindungan

bersama Mondy (2008:116)

Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang

bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan.hal ini

menunjukkan bahwa posisi pemimpin alam suatu organisasi berada pada posisi

pemimpin yang terpenting. Demikian juga pemimpin dimana pun letaknya akan

selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepentingannya.

Sutikno (2014:3) menyatakan bahwa “ pemimpin yang baik adalah

pemimpin yang mampu dan siap menjadi pelayan, bukan siap untuk dilayani.”

Beberapa pengertian kepemimpinan menurut pendapat para ahli,

sebagaimana yang dikutip dari buku “Kepemimpinan sekarang dan masa

depan”karya Sanusi (2009:15) berikut ini:

a. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas

kelompok yang diluar untuk mencapai tujuan bersama.

b. Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk

bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok.

c. Kepemimpinan adalah kegitan mempengaruhi orang lain agar ikut serta

dalam mencapai tujuan umum.

d. Kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna mempengaruhi serta

menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan.defenisi

(39)

pemberian jalan yang mudah dari pada pekerjaan orang lain yang

terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yang telah

ditetapkan.

e. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk

bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.

Dari beberapa defenisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan

adalah kepemimpinan untuk mempengruhi dan menggerakkan orang lain

untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan dalam organisasi diarahkan untuk

mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti

yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya. Rivai

(2004:55) mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi

atau mendapatkan pengikut.

3.1.1 Fungsi Kepemimpinan

Sesungguhnya semua orang mempunyai potensi menjadi pemimpin, yang

berbeda hanya derajat bakatnya saja, namun demikian potensi itu harus

dikembangkan. Kepemimpinan yang efektif harus dipelajari dan dan diraih.

Fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam

kehidupan kelompok atau organisasi masing-masing yang mengisyaratkan bahwa

setiap pemimpin berada didalam dan bukan diluar organisasi.

Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial karena harus diwujudkan dalam

(40)

Sutikno (2014:18) secara operasional kepemimpinan dapar dibedakan menjadi

lima fungsi pokok yaitu:

a. Fungsi instruktif. Fungsi instruktif ini bersifat komunikasi satu arah.

Pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa,

bagaimana, bilamana, dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan

dapat dilaksanakan secara efektif.

b. Fungsi konsultatif. fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Hal tersebut

digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang

memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang

yang dipimpinnya.

c. Fungsi partisipasi.dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha

mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya baik dalam keikutsertaan

mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya.

d. Fungsi delegasi. Fungsi ini dilaksanakan dengan memberi pelimpahan

wewenang atau menetapkan keputusan baik melalui persetujuan maupun

tanpa persetujuan dari pemimpin.

e. Fungsi pengendalian. Kepemimpinan yang sukses harus mampu

mengatur aktivitas anggotanya secar terarah dan dalam koordinasi yang

efektif sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara

maksimal.

Kelima fungsi kepemimpinan tersebut pada dasarnya merupakan strategi

(41)

perasaan, sikap dan perilaku atau menggerakkan anggota organisasi agar

melaksanakan kegiatan atau bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.

3.1.2 Tipe Kepemimpinan

Ada empat tipe kepemimpinan yang dapat digunakan untuk berbagai

organisasi menurut Sutikno (2014:35) yaitu:

Directive adalah salah satu tipe kepemimpinan tertua dan sering kali disebut

juga dengan pendekatan otoriter. Dalam tipe ini, pemimpin akan menyuruh

seseorang untuk melakukan sesuatu dan mengharapkan mereka untuk segera

melakukannya. Participative dalam tipe ini, pemimpin mencari input dari

pihak lain dan mengajak orang-orang yang relevan dengan pembahasan untuk

pengambilan keputusan Laissez-faire mendorong inisiatif dari banyak pihak

agar bersama-sama memikirkan bagaimana proses pekerjaan sampai

menghasilkan outcome.Adaptive gaya kepemimpinan yang mengalir dan

menyesuaikan gaya sesuai dengan tipe kepemimpinan.

1. Tipe Kepemimpinan Kharismatik

Tipe Kepemimpinan Kharismatik memiliki kekuatan energi, daya tarik

dan pembawaan yang luar biasa umtuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia

mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pegawai-pegawai

yang bisa dipercaya. Kepemimpinan Kharismatik dianggap memiliki

kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang

superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia yang Maha Kuasa.

(42)

berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas Kepemimpinan

Kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2. Tipe kepemimpinan Paternalistik/Maternalistik

Kepemimpinan Paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan

yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut, mereka menganggap

bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri

yang perlu dikembangkan, mereka bersikap terlalu melindungi, mereka jarang

memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri,

mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk

berinisiatif, mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberian

kesempatan kepada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi

dan daya kreativitas mereka sendiri, selalu bersikap maha tahu dan maha

besar.

Sedangkan tipe kepemimpinan Maternalistik tidak jauh beda dengan tipe

kepemimpinan Paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan

Maternalistik terdapat sifat over-protektiv atau terlalu melindungi yang sangat

menonjol disertai kasih sayang yang berlebih-lebihan.

3. Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe Kepemimpinan Militeristik ini sangat mirip dengan kepemimpinan

Otoriter. Adapun sifat-sifat dari Tipe Kepemimpinan Militeristik adalah, lebih

banyak menggunakan sistem perintah/pemandu, keras dan sangat otoriter,

(43)

mutlak dari bawahan, sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara

ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, menuntut adanya disiplin

yang keras dan kau dari bawahannya, tidak menghendaki saran, usul, sugesti,

dan kritik-kritikan dari bawahannya, komunikasi hanya berlangsung searah.

4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan Otokratis memiliki ciri-ciri antara lain, mendasarkan diri

pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, pemimpinnya

selalu berperan sebagai pemain tunggal, berambisi untuk merajai situasi,

setiap perintah dan kebikan selalu ditetapkan sendiri, bawahan tidak pernah

diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan kegiatan yang akan

dilakukan, semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan

atas perimbangan pribadi, adanya sikap eksklusivisme, selalu ingin berkuasa

secara absolut, sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat, dan

kaku, pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.

5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe Kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia

membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semuanya sendiri.

Pemimpin tidak berpartisipasi sedikitpun dalam kegiatan kelompoknya.

Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya

sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki

keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak

buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu

(44)

biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem

nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya

morat-marit atau kacau balau.

6. Tipe Kepemimpinan Populis

Kepemimpinan Populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakatyang

tradisional, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang

luar negri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali

sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administrati/eksekutif

Tipe Kepemimpinan Administratif adalah kepemimpinan yang mampu

menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya

biasanya terdiri dari teknorat-teknorat dan administratur-administratur yang

mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh

karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien

dalam pemerintahan. Pada tipr-tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya

perkembangan teknis yaitu teknologi, industri, manajemen modern dan

perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan Demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan

bimbingan yang efisien kepada pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan

pada semua bawahan, dengan peneknan pada rasa tanggung jawab internal

(45)

Demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada

partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.

Kepemimpinan Demokratis menghargai potensi setiap individu, mau

mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian

paa spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan

kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang

tepat.

3.1.3 Teori Kepemimpinan

Teori kempemimpinan membicarkan bagaimana seorang menjadi

pemimpin, atau bagaimana timbulnya seorang pemimpin. Teori-teori dalam

kepemimpinan umumnya menunjukkan perbedaan karena setiap teoritikus

mempunyai segi penekanannya sendiri yang dipandang dari satu aspek

tertentu Sutikno (2014:25).

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan

penjelasan dan interprestasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan

mengemukakan beberapa segi antara lain: Latar belakang pemimpin dan dan

kepemimpinan-kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia.

Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.Sutikno

(2014:26)

Sebab-sebab munculnya seseorang menjadi pemimpin, antara lain:

a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi seorang pemimpin.

Seorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan

(46)

b. Seeorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat

kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan

pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan. Untuk

mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan

kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.

a) Teori Sifat

Dalam teori sifat, penekanan lebih pada sifat-sifat umum yang dimiliki

pemimpin, yaitu sifat-sifat yang dibawa sejak lahir. Menurut teori sifat,

hanya individu yan memiliki sifat-sifat tenulah yang bisa menjadi

pemimpin. Teori ini menegaskan ide bahwa beberapa individu dilahirkan

memiliki sifat-sifat tertentu yang secara alamiah menjadikan mereka

seorang pemimpin.

Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat , perangai atau

ciri-ciri yang dimiliki pemimpin. Menurut Stogdill, sifat-sifat tertentu

efektif dalam situasi tertentu, dan ada pula sifat-sifat tertentu yang

berkembang akibat pengaruh situasi organisasi. Sebagai contoh, sifat

kreativitas akan berkembang jika seorang pemimpin berada didalam

organisasi yang fleksibel dan mendorong kebebasan berekspresi,

dibandingkan di dalam organisasi yang birokratis.Safaria(2004:21)

menjelaskan tiga sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin,

yaitu kepercayaan diri, kejujuran, integritas serta motivasi. Kepercayaan

diri, berhubungan dengan keyakinan diri pemimpin akan pertimbangannya,

(47)

berhubungn dengan keyakinan bahwa pemimpin bisa dipercaya, bisa

dipegang janjinya, dan pemimpin tidak suka memainkan peran palsu.

Intergritas, apa saja yang dikatakan oleh seorang pemimpin, pasti selalu

dilaksanakan. Dorongan, berkaitan dengan motivasi tujuan tertentu.

Pemimpin yang memiliki motivasi pretasi yang tinggi akan memunculkan

energi besar, ketekunan, kegigihan dalam mencapai tujuannya.

b) Teori Perilaku

Teori perilaku, lebih dikenal dengan Behaviorist Theories. Teori ini

terfokus kepada tindakan-tindakan yang dilakukan pemimpin dari pada

memperhatikan atribut yang melekat pada diri seseorang pemimpin. Dasar

pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku

seseorangkrtika melakukan kegitan pengarahanuntuk suatu kelompok ke

arah pencapaian tujuan. Sutikno (2014:26)

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku

seseorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok

ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini pemimpin mempunyai deskripsi

perilaku:

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan,

memiliki ciri ramah tamah, mau berkonsultsi, mendukung, membela,

mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan

serta memperlakukannya setingkat dirinya.

Beorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang

(48)

atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan

bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku

bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi

memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,

pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian

tugas.

c) Teori Situasional

Teori Situasional mengatakan bahwa pembawaan yang harus dimiliki

seseorang pemimpin adalah berbeda-beda, tergantung dari situasi yang

sedang dihadapi. Teori Situasional dari Hersey dan Blanchard terfokus pada

karakteristik kematangan bawahan sebagai kunci pokok situasi yang

menentukan keefektifan perilaku seorang pemimpin. Menurut mereka,

bawahan memiliki tingkat kesiapan dan kematangan yang berbeda-beda

sehingga pemimpin harus mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya,

agar sesuai dengan situasi kesiapan dan kematangan bawahan. Keefektifan

kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi

yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok

dengan tuntutan situasi Sutikno,(2014:27).

Hersey dan Blanchard (2014), Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori

situasional oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan

dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi

(49)

1. Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas

2. Benuk dan sifat teknologi yang digunakan

3. Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan

4. Norma yang dianut kelompok

5. Rentang kendali

6. Ancaman dari luar organisasi

7. Tingkat stres

8. Iklim yang terdapat dalam organisasi

3.1.4 Perilaku Orgnisasi

Perilaku organisasi adalah bidang interdisipliner yang didedikasikan

untuk pembelajaran sikap, perilaku dan kinerja manusia dalam sebuah

organisasi. Perilaku organisasi mengambil konsep dari banyak disiplin ilmu,

diantaranya psikologi, sosiologi, antropologi budaya, teknik industri,

ekonomi, etika, dan konseling kejujuran, serta manajemen. Konsep dan

prinsip perilaku organisasi adalah hal yang penting bagi pimpinan karena

dalam setiap organisasi manusia pada akhirnya akan mengambil keputusan

yang mengontrol bagaimana orgnisasi mendapatkan dan menggunakan

sumber daya. Sutikno,(2014:120)

Orang-orang tersebut dapat bekerja sama, bersaing, mendukung,

menjatuhkan, satu dan lainnya. Keyakinan dan perasaan tentang dirinya,

rekan kerjanya, dan organisasi akan membentuk apa yang mereka lakukan

dan seberapa baik mereka melakukannya. Orang-orang dapat mengalihkan

(50)

kesalahpahaman, atau mereka dapat menggabungkan talenta dan pemikiran

mereka yang beragam untuk mencapai lebih banyak hal sebagai sebuah

kelompok daripada yang dapat mereka lakukan sendirian.

Sutikno,(2014:120)

3.1.5 Sikap

Seorang pegawai yang memiliki permasalahan sikap akan sulit untuk

dijadikan teman, selalu mengeluh dan menimbulkan masalah, dan secara

keras menolak ide-ide baru. Memahami sifat pegawai adalah hal penting

bagi manajer, karena sikap dapat menentukan bagaimana orang-orang

menafsirkan lingkungan mereka, berinteraksi dengan yang lain, dan

berperilaku dalam bekerja.

Manajer berusaha keras untuk mengembngkan dan memperkuat sikap

positif di antara semua pegawai, karena orang-orang yang bahagia dan

positif adalah orang-orang yang lebih sehat, lebih baik, dan lebih produktif.

Terkadang sifat negatif dapat dihasilkan dari karakteristik pekerjaan, seperti

tingginya tingkat stres, tetapi manajer dapat mencari cara untuk membantu

orang-orang bersikap lebih baik. Pimpinan harus memperhatikan sifat

negatif karena sikap tersebut dapat menjadi penyebab timbuknya

permasalahan ditempat kerja maupun penyebab permasalahan dikemudian

(51)

3.1.6 Unsur-unsur Penyusunan Sikap

Satu langkah penting bagi pimpinan adalah mengenali dan memahami

unsur-unsur yang menyusun suatu sikap, yang penting bagaimana seorang

pemimpin mengubah sikap tersebut. Sutikno,(2014:129)

Ilmuan perilaku menyatakan bahwa sikap terdiri atas tiga unsur : kognitif

pemikiran), afektif (perasaan), dan perilaku. Unsur kognifit yang

membentuk suatu sikap adalah, keyakinan, opini dan informasi yang

dimiliki seseorang tentang objek dari sikapnya, seperti pengetahuan tentang

apa yang dituntut dari suatu pekerjaan, atau opini tentang kemampuan diri.

Unsur afektif adalah emosi atau perasaan seseorang terhadap objek atau

sikapnya, seperti benci atau suka pada suatu pekerjaan. Unsur perilaku

adalah maksud seseorang untuk berperilaku terhadap objek dari sikapnya

dalam cara tertentu. Unsur kognitif adalah pikiran sadar yang mengatakan

bahwa pekerjaan saya menarik dan menantang. Unsur afektif adalah

perasaan yang mengatakan bahwa saya sangat menyukai pekerjaan ini.

(Sutikno, 2014: 130)

Unsur-unsur ini, pada akhirnya, berhubungan dengan unsur perilaku

pegawaiyang bersangkutan kemungkinan besar akan datang lebih awal

ketempat kerja karena ia merasa bahagia dengan pekerjaannya. Unsur emosi

(afektif) sering kali merupakan faktor paling kuat dalam mempengaruhi

suatu perilaku, jadi manajer harus mewaspadai situasi yang melibatkan

(52)

kesimpulan bahwa dari sikap para pegawai, mereka ingin pimpinan tersebut

untuk mengambil semua keputusan yang mempengaruhi departemen, tetapi

pimpinan tersebut mnginginkan para pegawainya untuk lebih memegang

tanggung jawab dan pengambilan keputusan.

Untuk mengubah sikap para pegawainya ini, pimpinan dapat

mempertimbangkan untuk memberikan pendidikan pada pegawai mengenai

area-area dimana mereka dapat menggunakan pengambilan keputusan

dengan baik (mengubah unsur kognitifnya), membangun antusiasme para

pegawai dengan memberikan informasi yang menarik mengenai kepuasan

yang didapatkan dari pemberdayaan pegawai (mengubah unsur afektif) atau

cukup dengan bersikeras bahwa pegawai harus melakukan pengambilan

keputusan sendiri (mengubah unsur perilaku) dengan harapan bahwa,

setelah mereka mengalami kelebihan dalam memegang wewenang untuk

melakukan pengambilan keputusan, para pegawai tersebut akan mulai

menyukai tanggung jawab tersebut. Daft (2010:284)

3.1.7 Gaya Kepemimpinan Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Gaya Kepemimpinan sangatlah mempengaruhi suatu perusahaan/instansi

terhadap para pegawai, karena jika perubahan itu mempunyai gaya

kepemimpinan yang efektif, maka perusahaan itu akan menjadi tempat yang

sangatlah diminati oleh semua masyarakat. Pada Bagian Pendidikan Profesi

(53)

Utaramempunyai gaya kepemimpinan yang sangat efektif dan tipe gaya

kepemimpinan demokratis.

Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara ini adalah perusahaan yang mempunyai

pemimpin yang ketat, sehingga para pegawai haruslah dituntut untuk

disiplin, selain disiplin, mereka juga harus menggambarkan secara jelas

aneka tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan

organisasi.

Selan itu Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan

Bisnis Universitas Sumatera Utara juga mempunyai gaya kepemimpinan

atau model kepemimpinan yang sangat efektif. Tingkah laku pemimpin

yang efektif cenderung menunjukkan kinerja yang tinggi, seperti para

pegawai maupun para atasan mereka saling membantu satu sama lain.

Walaupun di dalam kantor para pegawai disana terlihat cuek satu sama lain,

tetapi mereka tetap memiliki rasa kekeluargaan. Para pegawai disana

mereka sangatlah sibuk dengan tugasnya masing-masing sehingga tidak ada

waktu untuk becanda, maupun berleha-leha di dalam kantor.

Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara mempunyai gaya kepemimpinan yang kuat.

Mereka berpendapat bahwa, pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang

menata kelembagaan organisasinya secara sangat terstruktur, dan

(54)

dikantor, dan saling percaya, saling menghargai dan senantiasa hangat

dengan para karyawan maupun stafnya.

Perilaku kepemimpinan kepengurusannya mendorong bawahannya untuk

menumbuh kembangkan daya inovatif dan kreatif. karakteristik lainnya

adalah kecepatan menunjukkan penghargaan kepada bawahan yang

berprestasi tinggi.

Gaya kepemimpinan pada masing-masing divisi Pada Bagian Pendidikan

Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera

Utara juga berhubungan dengan struktur organisasi yaitu dengan adanya

struktur organisasi yang memisahkan fungsi dengan jelas, maka dapat

diperoleh keuntungan gaya kepemimpinan yang demokratis dan efektif

sebagai berikut:

a. Terciptanya arus komunikasi yang baik dalam perusahaan/instansi.

b. Terhindarnya konflik dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama

karyawan/staf.

c. Mendapatkan ketegasan fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing

karyawan.

d. Terwujudnya hubungn yang harmonis antr karyawan dalam perusahaan.

Gaya kepemimpinan yang terdapat Pada Bagian Pendidikan Profesi

Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara juga

sangat berpengaruh pada kinerja karyawan, misalnya pimpinan memiliki

tipe gaya kepemimpinan demoktratik maka bawahan juga akan memiliki

(55)

mengingatkan apabila terjadi kesalahan dalam bekerja. Pimpinan/ketua Pada

Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara juga memiliki daya tarik atau menarik dan

ramah.

Penelitian tentang kepemimpinan menunjukkan bahwa kepemimpinan

bukanlah masalah sifat-sifat dan karakteristik-karakteristik. Pemimpin yang

efektif menyadari pentingnya tindakan-tindakan kecil “ The effective aware of the importance of small actions “Marshall (2011:18).

Dimana dari keseluruhan yang terjadi di Bagian Pendidikan Profesi

Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dapat

disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Pada Bagian Pendidikan Profesi

Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

mempunyai gaya kepemimpinan tipe demokratik dan juga memiliki model

pemimpin yang efektif (model of effective leaders) untuk karyawan dan

staf-staf lainnya sangat mempengaruhi kinerja mereka menjadi sangat baik

dalam bekerja dan juga memiliki komunikasi yang efektif. Dimana dari

hasil kerja mereka selalu mengupayakan yang terbaik dalam bekerja. Dan

karyawan diberikan kesempatan untuk berkembang serta adanya target

waktu dalam bekerja membuat karyawan bekerja dengan tepat waktu karena

pimpinan juga memberikan contoh yang bagus. Dan yang terpenting

pimpinan dan karyawan dan staf saling berkomunikasi demi kelancaran

(56)

3.2 Pengertian Etika Dan Profesi

Secara etimologis, istilah etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang

dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti yakni tempat tinggal yang

biasa, adat istiadat, kebiasaan, akhlak, karakter (character), perasaan, sikap,

dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta eta) artinya adalah kebiasaan.Dan arti terahir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “Etika”

oleh Aristoteles (384-332 SM) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat

moral. Dengan demikian bertitik tolak dari asal-usul kata ini, maka etika

berarti ilmu atau nama tentang yang biasa dilakukan atau ilmu tentang

kebisaan (Prayitno,2003:112).

Menurut (Batens, 2000:119), konsep etika mempunyai tiga arti.Pertama,

kata etika bisa dipakai dalam arti, yakni nilai-nilai atau norma-norma moral

yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam

mengatur perilakunya.Kedua, etika berfungsi juga sebagai kumpulan asas

atau nilai moral.Yang dimaksud disini adalah kode etik.Ketiga, etika berarti

ilmu tentang yang baik atau buruk, etika baru menjadi ilmu, bila

kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai tentang yang dianggap

baik atau buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat.

Dengan demikian, etika adalah ilmu yang membantu tentang moralitas

atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas, atau dengan cara

lain, etika mrupakan ilmu yang menyelidiki perilaku moral. Dalam ilmu

filsafat, etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua

Gambar

Tabel 1.1
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
Gambar 2.2 Struktur Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Universitas Sumatera Utara.

Referensi

Dokumen terkait

Begitu juga pada Bagian Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi dalam peningkatan disiplin pegawai diantara

Peran Gaya Kepemimpinan dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai pada Bagian Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara .... Universitas Sumatera

diperlukan untuk bisa memanage waktu dengan baik. Supaya penulisan Tugas.. Pada kegiatan pengumpulan data, penulis melakukan pengumpulan data. selama satu bulan,

Peran Gaya Kepemimpinan dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai pada Bagian Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

meningkatkan motivasi kerja pegawai pada bagian Akademik Fakultas Ekonomi. dan Bisnis Universitas

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bagian Akademik/Pendidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.. DEKAN

Beby Karina Fawzeea Sembiring, SE, MM, Selaku Ketua Program Studi D-III Kesekretariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dan juga penulis

Pengaruh Motivasi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Terhadap Minat Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi