Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
GINGIVAL OVERGROWTH PADA PASIEN
TRANSPLANTASI GINJAL
SKRIPSI
Oleh :
NURUL NADIA HUSIN NIM : 050600066
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan
di hadapan tim penguji skripsi
Medan, Mei 2009
Pembimbing : Tanda tangan
Saidina Hamzah Daliemunthe, drg., Sp. Perio (K) ...
NIP : 130 358 271
Zulkarnain, drg., M. Kes ...
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim penguji
pada tanggal 13 Mei 2009
TIM PENGUJI
KETUA : Saidina Hamzah Daliemunthe, drg., Sp. Perio (K)
ANGGOTA : 1. Zulkarnain, drg., M. Kes
2. Irma Ervina, drg., Sp. Perio
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Fakultas Kedokteran Gigi
Departemen Periodonsia
Tahun 2009
Nurul Nadia Husin
Gingival overgrowth pada pasien transplantasi ginjal
ix + 34 halaman
Pasien transplantasi ginjal diberi pengobatan berupa obat imunosupresif yaitu
siklosporin untuk mencegah penolakan organ transplantasi. Salah satu efek akibat
pemakaian siklosporin adalah gingival overgrowth. Diantara efek samping lain akibat
pemakaian obat ini ialah neurotoksisitas, nefrotoksisitas, induksi pada keadaan
diabetik, hepatotoksisitas, dan hipertensi. Mekanisme yang pasti mengenai terjadinya
gingival overgrowth pada pasien akibat pemakaian siklosporin sampai saat ini belum
jelas diketahui dan masih kontroversial. Namun, tidak semua pasien yang
mengkonsumsi obat siklosporin ini mengalami gingival overgrowth dan hanya pasien
tertentu yang mempunyai fibroblas yang abnormal yang mudah berinteraksi
dengan obat-obatan.
Pemahaman terhadap gingival overgrowth akibat pemakaian obat siklosporin
pada pasien transplantasi ginjal adalah didasarkan pada gambaran klinis dan perlu
juga diketahui gambaran histologiknya untuk mengetahui perubahan yang terjadi
pada struktur jaringan yang menyebabkan bertambah besarnya volume jaringan.
Prevalensi gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin pada pasien transplantasi
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
diinduksi obat-obatan bervariasi tergantung beberapa faktor diantaranya: kombinasi
siklosporin bersama obat-obat golongan calcium channel blocker, lama pemakaian
siklosporin, dosis siklosporin, konsentrasi siklosporin plasma, usia, jenis kelamin,
plak kontrol, higiene oral dan genetik.
Gingival overgrowth yang disebabkan pengobatan dengan siklosporin diganti
dengan pengobatan dengan takrolimus karena takrolimus tidak dapat menyebabkan
gingival overgrowth. Terdapat perbedaan dalam impak yang dihasilkan siklosporin
dan takrolimus terhadap jaringan gingiva yaitu dimana takrolimus tidak memberi
impak terhadap jaringan gingiva sekaligus tidak menyebabkan gingival overgrowth.
Penggantian terapi ini dapat mengelakkan risiko serta mengurangkan gingival
overgrowth yang terjadi tanpa melibatkan tindakan bedah
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT maka penulisan skripsi
ini telah diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana
Kedokteran Gigi.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan
pengarahan serta juga dorongan semangat sehingga skripsi in dapat diselesaikan.
Untuk itu dengan hati yang tulus, penulis menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Orang tua tercinta Ayahanda Husin Deraman dan Ibunda Nooriah Muda
yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang sekaligus menjadi
tauladan bagi penulis. Juga buat abang dan adik-adik penulis, Hamie Hashrul, Hamie
Ikhwan, dan Hamie Hakiemin, yang baik secara langsung dan tidak langsung
memberikan dukungan moril kepada penulis.
2. Bapak Saidina Hamzah Daliemunthe, drg., Sp. Perio (K) dan
Bapak Zulkarnain, drg., M. Kes. sebagai pembimbing bagi penulis untuk
menyelesaikan skripsi ini, yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk
membimbing dan memberi petunjuk kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
3. Seluruh staf pengajar FKG USU, khususnya Prof. Ismet D. Nasution,
drg., Sp. Pros., (K) PhD, selaku dosen wali yang telah membimbing penulis selama
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
4. Insan yang sentiasa disisi penulis, Ahmad Fariz Khalid, yang sentiasa
membantu dan memberi dukungan moril terhadap penulis baik secara langsung dan
tidak langsung.
5. Teman - teman terbaik penulis, Nur Ashima, Nurul’ain, Maryam
Abidah, Mohamad Syafiq, Ahmad Yani, Muhammad Mustaqim, Firhan Fikrin,
Muhammad Syazwan dkk yang sering memberi dukungan yang tidak terhingga
kepada penulis.
6. Teman-teman seperjuangan, khususnya Nor Ain, Ilyana, Siti Balqish,
Azee Azwa, Musfirah Aimi, Sri Fajarni, dan teman-teman stambuk ’05 yang tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu.
Akhirnya penulis mengharapkan semoga hasil karya atau skripsi ini dapat
memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi fakultas, pengembangan ilmu dan
masyarakat.
Medan, Mei 2009
Penulis,
Nurul Nadia Husin
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ………
HALAMAN PERSETUJUAN ………
HALAMAN TIM PENGUJI SKRIPSI ………
KATA PENGANTAR ……….. iv
DAFTAR ISI ………. vi
DAFTAR TABEL ……… viii
DAFTAR GAMBAR ………. ix
BAB 1 PENDAHULUAN ……….. 1
BAB 2 TUJUAN PEMBERIAN SIKLOSPORIN PADA PASIEN TRANSPLANTASI GINJAL DAN EFEK SAMPING
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
BAB 4 TAKROLIMUS SEBAGAI OBAT ALTERNATIF PENGGANTI SIKLOSPORIN PADA PASIEN TRANSPLANTASI GINJAL ….. 21
BAB 5 DISKUSI DAN KESIMPULAN ………... 29
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Hubungan antara prevalensi gingival overgrowth dengan
variabel-variabel penelitian ……… 19
2. Data demografik dan karakteristik dari keempat-empat pasien
transplantasi ……… 22
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin selepas
transplantasi ginjal ………. 8
2. Gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin selepas transplantasi ginjal ……….. 8
3. Skor gingival overgrowth pada pasien transplantasi ginjal yang diinduksi siklosporin ………... 9
4. Gambaran histopatologik dari gingival overgrowth dengan akantosis yang tidak teratur dengan infiltrasi limfomononuklear ……….. 10
5. Gambaran histopatologik dari gingival overgrowth dengan akantosis yang tidak teratur dengan kongesti kapilari dan fibrosis korion ………. 11
6. Gambaran histopatologik dari gingival overgrowth yang kronik dengan akantosis yang tidak teratur dengan parakeratosis ringan dan papilomatosis dengan fibrosis korion ……….. 11
7. Gambaran awal gingival overgrowth pada pasien ………... 23
8. Gambaran klinis dari gingiva setelah perawatan ………. 24
9. Gingival overgrowth melibatkan seluruh gigi anterior ……… 25
10.Gingival overgrowth pada bukal dan palatal dari pandangan oklusal ………. 26
11. Kondisi gingiva setelah 6 bulan pengobatan dengan takrolimus ………….... 27
12. Kondisi gingiva pada pandangan oklusal ……….……….. 28
---Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
BAB 1
PENDAHULUAN
Pasien transplantasi ginjal diberi pengobatan berupa obat imunosupresif yaitu
siklosporin untuk mencegah penolakan organ transplantasi. Salah satu efek akibat
pemakaian siklosporin adalah gingival overgrowth. Untuk mengetahui lebih lanjut
terjadinya gingival overgrowth pada pasien transplantasi ginjal, dalam skripsi ini
akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengannya.
Pada bab 2 akan dibahas mengenai tujuan pemberian siklosporin pada pasien
transplantasi ginjal dan efek samping yang dihasilkan. Akan diterangkan juga
mengenai mekanisme terjadinya gingival overgrowth dan gambaran klinis dan
histologik. Gambaran klinis ini diuraikan untuk mengetahui manifestasi
periodonsium akibat pemakaian siklosporin, serta gambaran histologik diuraikan
untuk mengetahui bagaimana perubahan pada epitel, jaringan ikat (lamina propia).
Pembahasan pada bab 3 mencakup prevalensi gingival overgrowth pada
pasien transplantasi ginjal yang mendapat terapi siklosporin serta faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi terjadinya gingival overgrowth, diantaranya kombinasi
siklosporin bersama obat-obat golongan calcium channel blocker, lama pemakaian
siklosporin, dosis siklosporin, konsentrasi siklosporin plasma, usia, jenis kelamin,
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Pada bab 4 pula akan dibahas mengenai takrolimus yang merupakan obat
alternatif pengganti siklosporin pada pasien transplantasi ginjal, dimana penggantian
siklosporin dengan takrolimus merupakan tindakan non-bedah bagi mencegah
terjadinya gingival overgrowth. Dan pada akhir tulisan ini, akan ditutup dengan
diskusi dan kesimpulan.
Dengan adanya pembahasan yang diuraikan pada bab-bab tersebut diharapkan
terdapat pemahaman gingival overgrowth pada pasien transplantasi ginjal.
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
BAB 2
TUJUAN PEMBERIAN SIKLOSPORIN PADA PASIEN TRANSPLANTASI
GINJAL DAN EFEK SAMPING YANG DIHASILKAN
Siklosporin merupakan suatu obat imunosupresif yang banyak digunakan,
baik secara tunggal maupun dikombinasikan bersama obat imunosupresif lain untuk
mencegah penolakan transplantasi organ dan juga untuk pengobatan beberapa
penyakit autoimun lainnya. Pada pasien tranplantasi ginjal, ditemui beberapa efek
samping yang disebabkan oleh pemakaian obat siklosporin.1-3
Di antara efek samping pemakaian obat ini ialah neurotoksisitas,
nefrotoksisitas, induksi pada keadaan diabetik, dan hepatotoksisitas.4 Hipertensi juga
merupakan salah satu efek samping yang disebabkan oleh pemakaian obat
siklosporin. Akibat hipertensi yang akan terjadi pada pasien transplantasi ginjal yang
diberi siklosporin, pemberian siklosporin dikombinasikan bersama obat-obat
golongan calcium channel blocker.2
Selain dari itu, efek samping yang lain berupa hirsutisme, tremor, gangguan
pada kulit (cutaneous disorders), dan infeksi opportunistik.1-3,5 Efek samping di
rongga mulut berupa lingual fungiform papilae hypertrophy dan gingival
overgrowth.3 Secara umum, gingival overgrowth pada pasien transplantasi ginjal
akibat pemakaian obat-obatan ini dapat lebih parah pada bagian anterior dan labial
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
2.1 Mekanisme Terjadinya Gingival Overgrowth
Mekanisme yang pasti mengenai terjadinya gingival overgrowth pada pasien
akibat pemakaian siklosporin sampai saat ini belum jelas diketahui dan masih
kontroversial. Ini adalah karena tidak semua pasien yang mengkonsumsi obat
siklosporin ini mengalami gingival overgrowth dan hanya pasien tertentu saja yang
mempunyai fibroblas yang abnormal yang mudah berinteraksi dengan obat-
obatan.1,3-5
Persoalan mengenai apakah siklosporin secara langsung dapat mempengaruhi
terjadinya gingival overgrowth atau metabolitnya yang mempengaruhi terjadinya
gingival overgrowth masih dibahas dan perbedaan pendapat masih terjadi dalam hal
apakah efeknya langsung terhadap gingiva atau melalui beberapa proses lainnya
terdahulu.
Meskipun mekanisme terjadinya gingival overgrowth masih belum jelas
diketahui, menurut beberapa penelitian terdapat dua hipotesa mengenai terjadinya
gingival overgrowth yang disebabkan pemakaian siklosporin. Hipotesa pertama
menyatakan terjadinya pembentukan jaringan fibroblas dan sel epitel pada gingiva.
Manakala, hipotesa kedua menyatakan terjadi pengurangan degradasi kolagen yang
menyebabkan peningkatan jumlah fibroblas dan volume dari matriks ekstraselluler.
Selain itu, ada juga beberapa pendapat yang menyatakan bahwa faktor genetik dapat
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
2.1.1 Pembentukan Jaringan Fibroblas Dan Sel Epitel
Hipotesa pertama berpendapat siklosporin secara langsung atau tidak
langsung dapat mempengaruhi pembesaran serta fungsi dari kedua-dua fibroblas
gingiva dan sel epitel.1,4,5,7 Adanya peningkatan sintesa kolagen atau produksi
kolagen oleh fibroblas gingiva akibat pemakaian siklosporin ini yang membawa
kepada terjadinya gingival overgrowth dimana fibroblas distimulasi untuk
menghasilkan kolagen yang membangun jaringan ikat.4
Selain itu, ada pendapat melaporkan gingival overgrowth yang diinduksi
siklosporin berkemungkinan juga merupakan akibat dari perubahan dalam kadar
penggantian dari sel epitel dan jaringan ikat, dimana terjadi peningkatan dalam
struktur protein yang berhubungan dengan penebalan epitel.5,8
2.1.2 Pengurangan Degradasi Kolagen
Menurut Kurzawski M dkk, gingival overgrowth akibat pemakaian
siklosporin ini dikarakteristik dengan peningkatan jumlah fibroblas dan volume dari
matriks ekstraselluler yang merupakan hasil dari gangguan pada keseimbangan
homeostatik. Matriks metalloproteinase- 1 (MMP- 1) bertindak dalam destruksi
matriks ekstraselluler dan bekerjasama dengan MMP lain dalam degradasi kolagen.9
Thomason dkk pula melaporkan terjadi pengurangan dari ekspresi MMP
dalam gingival overgrowth pada pasien transplantasi yang diberi perawatan dengan
siklosporin. Studi yang lebih lanjut berpendapat siklosporin menghambat produksi
dan aktiviti dari MMP-1 pada jaringan fibroblas gingiva, seterusnya membantu dalam
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Bagaimanapun, pendapat-pendapat tersebut masih bisa disangkal karena hasil
dari penelitian Kurzawski M dkk tersebut menunjukkan tiada hubungan antara MMP-
1 dengan terjadinya gingival overgrowth. Berbeda dengan hasil kajian dari Thomasan
dkk yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara MMP- 1 dan gingival
overgrowth yang terjadi.9
Pendapat dari Radwan-Oczko M dkk pula menyatakan, pemakaian siklosporin
yang lama menekan aktiviti dari cathepsin-B dan –L, yang menyebabkan
pengurangan degradasi protein pada sel gingiva. Aktiviti fagositik yang menurun
dari fibroblas gingiva menyebabkan terjadinya pengurangan pada degradasi kolagen
oleh siklosporin.10
Meskipun kedua hipotesa tersebut masih belum jelas diketahui, ada juga yang
berpendapat terjadinya gingival overgrowth yang disebabkan pemakaian siklosporin
dipengaruhi oleh faktor genetik karena faktor ini mempengaruhi kesanggupan
jaringan menerima obat siklosporin atau metabolitnya.1,10
2.2 Gambaran Klinis dan Histologik
Untuk lebih memahami gingival overgrowth akibat pemakaian siklosporin,
perlu diketahui gambaran klinis dari pemakaian siklosporin tersebut. Disamping itu
perlu juga diketahui gambaran histologiknya untuk mengetahui perubahan yang
terjadi pada struktur jaringan yang menyebabkan bertambah besarnya volume
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
2.2.1 Gambaran Klinis Gingival Overgrowth
Gambaran klinis gingival overgrowth pada pasien transplantasi ginjal yang
dirawat dengan siklosporin telah banyak diteliti. Gingival overgrowth ini bisa terlihat
antara 1-3 bulan selepas transplantasi dan perawatan dengan siklosprin. Lokalisasinya
pada umumnya lebih sering di anterior daripada posterior, dan lebih sering di labial
daripada lingual.5,11 Gingival overgrowth diawali pada papila interdental dan
membesar untuk membentuk nodula-nodula gumpalan merah lunak yang mudah
berdarah.12
Pertumbuhan yang progresif mengakibatkan perubahan-perubahan fibrotik:
jaringan interdental jadi membesar, merah muda, kencang dan kenyal saat dipalpasi.
Lama kelamaan keadaan tersebut dapat sama sekali menutup mahkota gigi-gigi.
Meskipun pembesarannya akibat dari respons hiperplastik, komponen radang yang
disebabkan oleh plak bakteri gigi sering kali ada bersamanya dan cenderung
memperparah keadaan tersebut.12
Faktor lokal lain yang cenderung dapat menyebabkan inflamasi yang lebih
parah merupakan pemakaian pesawat ortodonti, bernafas melalui mulut, serta
restorasi yang inadekuat.5,11 Gingival overgrowth yang lebih parah ditandai dengan
lobus-lobus yang terbentuk pada gingiva, serta oedematous, mobil, lunak, dan
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Terdapat derajat keparahan pada gingival overgrowth seperti yang
dikemukakan oleh Ellis dkk dan Nassouti dkk, yang memberi skor pada setiap derajat
keparahan gingival overgrowth pada pasien transplantasi ginjal dengan pengobatan
Gambar 1 : Gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin selepas transplantasi ginjal. (J. Periodontal 2001; 72: 742).
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
siklosporin. Pasien dinilai derajat keparahannya dengan pemberian skor 0 hingga 5
seperti berikut :
Skor 0 : Tanpa gingival overgrowth (normal)
Skor 1 : Ada perubahan tekstur pada interdental gingiva
Skor 2 : Gingival overgrowth ringan pada interdental gingiva
Skor 3 : Gingival overgrowth sedang pada interdental gingiva
Skor 4 : Gingival overgrowth kelihatan jelas dan menutupi 1/3 dari mahkota gigi
Skor 5 : Gingival overgrowth parah dan menutupi lebih dari 1/3 mahkota gigi5
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
2.2.2 Gambaran Histologik Gingival Overgrowth
Gingival overgrowth akibat pemakaian obat siklosporin mengalami perubahan
pada struktur jaringan gingiva yang menyebabkan bertambah besarnya volume
jaringan. Dengan mengetahui gambaran histologik dari gingival overgrowth ini maka
dapat diketahui sejauh mana perubahan struktur jaringan gingiva yang terjadi.
Gambaran histologik dari gingival overgrowth yang dinduksi siklosporin ini
ditandai dengan penambahan matriks protein ekstrasellular, seperti kolagen yang
tebal (padat), pada jaringan ikat gingiva. Secara histologik, gambaran yang terlihat
adalah berupa permukaan epitel yang tidak teratur dan melebar serta terlihat epitel
yang hiperplastik dan akantosis. Dapat dilihat juga lapisan epitel yang parakeratosis
dan jaringan ikat bawahnya dengan batasan yang dalam.13
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Gambar 5 : Gambaran histopatologik dari gingival overgrowth dengan akantosis yang tidak teratur dengan kongesti kapilari dan fibrosis korion. (J. Epilepsy Clin Neurophysiol 2007;13:85).
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Dari bab ini dapat diketahui tujuan pemberian siklosporin pada pasien
transplantasi ginjal dan efek samping yang dihasilkan akibat dari perawatan dengan
siklosporin. Selain itu dapat dipelajari mekanisme terjadinya gingival overgrowth
pada pasien transplantasi ginjal dengan perawatan siklosporin dan juga mempunyai
gambaran yang lebih jelas dari gingival overgrowth yaitu dari sisi klinis dan
histologiknya.
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
BAB 3
PREVALENSI GINGIVAL OVERGROWTH PADA PASIEN
TRANSPLANTASI GINJAL YANG MENDAPAT TERAPI SIKLOSPORIN
DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
Terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya gingival
overgrowth pada pasien transplantasi ginjal yang mendapat terapi siklosporin.
Keadaan ini dapat mempersulit kondisi gingiva dimana terjadi perubahan terhadap
pembesaran gingiva seseorang yang disebabkan oleh berbagai-bagai faktor tersebut.
Gingival overgrowth yang diinduksi obat-obatan imunosupresif sering terjadi
pada pasien transplantasi ginjal, dimana prevalensi dan insidensi gingival overgrowth
bervariasi, tergantung beberapa faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya gingival
overgrowth. Siklosporin telah digunakan secara meluas selama dua dekade sebagai
obat imunosupresif pada pasien transplantasi untuk mencegah penolakan transplantasi
organ.
Maka, dalam bab ini akan dibahas mengenai prevalensi gingival overgrowth
pada pasien transplantasi ginjal yang mendapat terapi siklosporin serta faktor-faktor
yang mempengaruhinya.
3.1 Prevalensi Gingival Overgrowth
Gingival overgrowth sering timbul dikalangan pasien transplantasi yang
menerima pengobatan dengan obat imunosupresif seperti siklosporin yang mana
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
menunjukkan bahwa terapi siklosporin berhubungan dengan gingival overgrowth,
dan insidensinya pada pasien transplantasi dilaporkan kira-kira 30%.1 Transplantasi
ginjal mulai sukses pada tahun 1980-an disebabkan munculnya siklosporin sebagai
obat imunosupresif.4 Insidensi gingival overgrowth yang diinduksi obat-obatan
bervariasi tergantung beberapa faktor.11
Menurut Greenberg dkk, prevalensi gingival overgrowth yang berhubungan
dengan siklosporin dilaporkan antara 25% dan 81%, tergantung populasi studi dan
indeks yang digunakan, dan biasanya gingival overgrowth muncul dalam 12 bulan
pertama pengobatan dengan siklosporin. Dosis siklosporin yang tinggi dan
kombinasinya bersama obat-obat golongan calcium channel blocker meningkatkan
risiko dan keparahan gingival overgrowth.4
Berbeda pula dengan prevalensi gingival overgrowth pada pasien transplantasi
ginjal dengan pemakaian takrolimus, dimana lebih rendah jika dibandingkan dengan
pasien dengan pemakaian siklosporin. Prevalensi paling tinggi adalah pada pasien
transplantasi ginjal dengan pemakaian siklosporin yang dikombinasikan dengan
obat-obat golongan calcium channel blocker, yaitu 76%, dan prevalensi yang paling
rendah adalah pada pasien transplantasi ginjal dengan pemakaian takrolimus tanpa
dikombinasikan bersama obat-obat golongan calcium channel blocker, yaitu 15%.4
Menurut Afonso dkk, Drozdzik dkk, dan Kurzawski dkk, insidensi gingival
overgrowth pada pasien transplantasi yang diterapi dengan siklosporin antara 13%
hingga 84,6%.5,8,9 Manakala menurut Bustos dkk dan Costa dkk, prevalensi dan
insidensi gingival overgrowth bervariasi dari studi ke studi, yang mana biasanya
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
transplantasi ginjal yang diinduksi siklosporin bervariasi dari 8% hingga 81%.11
Dalam studi lain pula Hernández dkk berpendapat prevalensi gingival overgrowth
yang diinduksi siklosporin pada pasien transplantasi ginjal antara 12,5% hingga
84,6%.15
Dapat disimpulkan bahwa pada pasien transplantasi ginjal, prevalensi gingival
overgrowth yang diinduksi siklosporin yang paling rendah adalah 8%. Manakala
prevalensi gingival overgrowth yang paling tinggi adalah 84,6%. Kedua-duanya
merupakan hasil penelitian dari Hernández dkk.11,15
3.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Gingival Overgrowth
Meskipun mekanisme terjadinya gingival overgrowth masih kurang jelas dan
kontroversial, beberapa studi berpendapat terdapat beberapa faktor yang berpengaruh
dalam terjadinya gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin pada pasien
transplantasi ginjal.1 Menurut Vescovi dkk, faktor-faktor yang mempengaruhi
gingival overgrowth dapat digolongkan kepada tiga golongan yaitu farmakologikal,
demografik, dan individual.3
3.2.1 Hubungan Faktor Farmakologikal Terhadap Gingival Overgrowth
Antara faktor-faktor farmakologikal yang terlibat dalam mekanisme terjadinya
gingival overgrowth adalah kombinasi siklosporin bersama obat-obat golongan
calcium channel blocker, lama pemakaian siklosporin, konsentrasi siklosporin
plasma, dan dosis siklosporin.2 Hubungan faktor-faktor ini terhadap terjadinya
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
A. Kombinasi bersama obat-obat golongan Calcium Channel Blocker
Pasien transplantasi ginjal yang menerima pengobatan dengan siklosporin
sering dikombinasikan bersama obat-obat golongan calcium channel blocker.
Pemberian siklosporin sering dikombinasikan bersama obat-obat golongan calcium
channel blocker supaya dapat mengelakkan efek samping yang terjadi seperti
hipertensi dan nefrotoksisitas.2
Antara obat-obat golongan calcium channel blocker yang merupakan induktor
terhadap gingival overgrowth dan sering digunakan adalah seperti nifedipin,
diltiazem, verapamil, nitrendipin, felodipin, dan amlodipin. Terjadi efek sinergistik
dari obat-obat golongan calcium channel blocker yang berhubungan dengan
siklosporin, dimana kombinasi pengobatan ini menunjukkan peningkatan dalam
prevalensi dan keparahan gingival overgrowth.2-5
B. Lama pemakaian siklosporin
Berdasarkan lamanya pemakaian siklosporin, beberapa studi menyatakan
adanya hubungan yang signifikan antara lamanya pemakaian siklosporin dan gingival
overgrowth yang terjadi, dimana pemakaian siklosporin yang lebih lama
menunjukkan skor gingival overgrowth yang lebih tinggi.2,3 Gingival overgrowth
biasanya bermula antara bulan pertama hingga ketiga setelah transplantasi dan yang
diberi pengobatan dengan siklosporin.5
Hasil studi dari Vescovi dkk menguatkan lagi hubungan antara lamanya
pemakaian siklosporin dengan gingival overgrowth yang terjadi, dimana gingival
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
siklosporin. Skor gingival overgrowth mulai parah setelah setahun pengobatan
dengan siklosporin.3
C. Dosis siklosporin dan konsentrasi siklosporin plasma
Laporan mengenai dosis siklosporin dan konsentrasi siklosporin plasma dalam
gingival overgrowth masih kontroversial. Berdasarkan beberapa studi, terdapat
korelasi yang positif antara dosis siklosporin dan konsentrasi siklosporin plasma
dengan keparahan gingival overgrowth. Terjadinya gingival overgrowth hanya
dengan dosis yang tinggi,2 tetapi tidak pada semua kasus menunjukkan bahwa dosis
berperan dalam terjadinya gingival overgrowth.3,5
Thomas dkk pula melaporkan, konsentrasi siklosporin plasma merupakan
faktor yang penting dalam terjadinya gingival overgrowth. Pengurangan dalam dosis
siklosporin dan konsentrasi siklosporin plasma dapat mengurangkan gingival
overgrowth.2
3.2.2 Hubungan Faktor Demografik Terhadap Gingival Overgrowth
Faktor demografik yang terlibat dalam terjadinya gingival overgrowth adalah
usia dan jenis kelamin, dimana menurut beberapa peneliti, usia berperan dalam
terjadinya gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin. Anak-anak lebih mudah
terserang gingival overgrowth dibandingkan orang dewasa.3 Namun sebaliknya,
menurut beberapa peneliti lain, tiada perbedaan yang signifikan antara usia dengan
gingival overgrowth yang terjadi.1,2,7
Demikian juga dengan jenis kelamin yang masih tidak jelas sama ada
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
menyatakan laki-laki lebih berisiko mendapat gingival overgrowth dibandingkan
perempuan, tetapi pendapat tersebut bisa disangkal karena terjadinya bias terhadap
laki-laki dimana transplantasi organ lebih sering pada laki-laki. Hasil studi Vescovi
dkk menunjukkan tiada perbedaan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin
terhadap gingival overgrowth yang terjadi.3
3.2.3 Hubungan Faktor Individual Terhadap Gingival Overgrowth
Antara faktor-faktor individual yang terlibat dalam mekanisme terjadinya
gingival overgrowth adalah plak kontrol, higiene oral dan genetik. Peranan inflamasi
dalam terjadinya gingival overgrowth masih kurang jelas. Meskipun begitu,
meningkatnya keparahan gingival overgrowth berhubungan dengan indeks plak dan
inflamasi gingiva.2
Menurut beberapa pendapat, gingival overgrowth pada pasien yang
mengkonsumsi obat siklosporin ini berhubungan baik terhadap plak kontrol yang
buruk dan adanya plak dapat menginduksi tanda-tanda inflamasi. Beberapa studi juga
menunjukkan pengurangan dalam keparahan gingival overgrowth setelah perbaikan
skor plak.2
Pemeliharaan rongga mulut sebelum dan selama pengobatan dengan
siklosporin adalah penting dalam mengekalkan higiene oral yang baik. Beberapa studi
menunjukkan, higiene oral yang baik dapat mengurangkan derajat keparahan gingival
overgrowth. Komponen inflamatori tersebut dapat memberi kesan terhadap keparahan
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Selain itu, faktor lain yang dikatakan berhubungan dengan terjadinya gingival
overgrowth adalah faktor genetik, dimana ada yang berpendapat terjadinya gingival
overgrowth dipengaruhi oleh faktor genetik karena faktor ini mempengaruhi
kesanggupan jaringan menerima obat siklosporin atau metabolitnya.1,10
Tabel 1. Hubungan antara prevalensi Gingival Overgrowth dengan variabel-variabel penelitian.
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Tabel 1 diatas menunjukkan hubungan antara prevalensi gingival overgrowth
yang terjadi dengan variabel-variabel penelitian dari hasil studi Vescovi dkk. Antara
variabel-variabel yang terlibat adalah jenis kelamin, dosis siklosporin, lama
pemakaian obat immunosupresif, kombinasi bersama obat-obat golongan calcium
channel blocker, status higiene oral, dan konsentrasi siklosporin plasma.3
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
BAB 4
TAKROLIMUS SEBAGAI OBAT ALTERNATIF PENGGANTI
SIKLOSPORIN PADA PASIEN TRANSPLANTASI GINJAL
Gingival overgrowth sering timbul dikalangan pasien transplantasi yang
diinduksi obat-obatan imunosupresif seperti diltiazem, nifedipin, verapamil,
siklosporin, dan baru-baru ini mula diperkenalkan takrolimus.2 Meskipun banyak
obat imunosupresif lain telah diperkenalkan, diperkirakan dalam dekade berikutnya
kira-kira 1 juta orang yang masih akan memakai siklosporin.3
Takrolimus adalah obat imunosupresif generasi baru yang merupakan obat
alternatif pengganti siklosporin pada pasien transplantasi ginjal. Obat ini ditemukan
di Jepang pada tahun 1984, dan digunakan secara rutin sejak 1994 untuk mencegah
penolakan organ yang ditransplantasi seperti ginjal. Takrolimus memiliki efek
samping yang sama seperti siklosporin yaitu nefrotoksisitas, neurotoksisitas, dan
induksi pada keadaan diabetik. Walau bagaimanapun, tidak seperti siklosporin,
takrolimus tidak dapat menyebabkan gingival overgrowth.4
Dari hasil penelitian Greenberg dkk, pasien transplantasi yang menerima
terapi siklosporin mempunyai risiko mendapat gingival overgrowth 5 kali lebih tinggi
dibandingkan dengan pasien transplantasi yang menerima terapi takrolimus.4 Oleh
karena itu, siklosporin digantikan dengan takrolimus yang merupakan obat
imunosupresif generasi baru yang aman dan selamat sebagai terapi alternatif.11
Terdapat perbedaan dalam impak yang dihasilkan siklosporin dan takrolimus
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
jaringan gingiva sekaligus tidak menyebabkan gingival overgrowth. Berdasarkan
karakteristik ini, terapi dengan siklosporin digantikan dengan takrolimus, dimana
penggantian ini dapat mengelakkan risiko serta mengurangkan gingival overgrowth
yang terjadi tanpa melibatkan tindakan bedah.11
Maka, gingival overgrowth yang disebabkan pengobatan dengan siklosporin
diganti dengan pengobatan dengan takrolimus karena takrolimus tidak dapat
menyebabkan gingival overgrowth. Di sini akan dibahas dua laporan kasus yang
menggunakan takrolimus sebagai obat alternatif pengganti siklosporin.
Laporan kasus yang pertama oleh Hernández dkk, dimana takrolimus
merupakan tindakan non-bedah yang digunakan sebagai obat alternatif pengganti
siklosporin bagi mengurangkan gingival overgrowth yang terjadi. Empat orang
penerima organ transplantasi yang menerima hepar atau ginjal direkrut untuk studi
ini. Kesemuanya mempunyai gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin. Pada
tabel 1 merupakan detail demografik dan karakteristik dari kempat-empat pasien
transplantasi.11
Tabel 2. Data demografik dan karakteristik dari keempat-empat pasien transplantasi. (J. Periodontol
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Data pada tabel 2 diatas menunjukkan karakteristik demografik, sebab
transplantasi, waktu sejak transplantasi, medikasi, dan dosis pada kempat-empat
pasien. Pasien-pasien tersebut menunjukkan penurunan yang cepat dalam
gejala-gejala dan besar dari gingiva. Perubahan ini secara klinikal jelas terbukti 8 minggu
setelah pertukaran ke takrolimus. Setahun berikutnya, kesemua pasien mengalami
kemunduran dari gingival overgrowth, meskipun masih terdapat sedikit bentuk
anatomi yang tidak beraturan pada papila interdental dari salah seorang pasien. Tiada
efek berlawanan dari takrolimus sepanjang studi dilakukan kecuali salah seorang dari
pasien mangalami sakit kepala.11
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Hasil dari pengobatan dengan takrolimus, gingival overgrowth berkurang
dengan hampir sempurna tanpa melakukan tindakan bedah. Pada bagian papila
interdental, didapati masih terdapat sedikit ketidakaturan dari gingiva. Dari kasus ini,
didapati penggantian pengobatan siklosporin ke takrolimus pada pasien transplantasi
organ yang mempunyai gingival overgrowth yang parah, beserta dengan program
plak kontrol meluas adalah efektif untuk kontrol serta mengeliminasi gingival
overgrowth.11
Menurut laporan kasus kedua oleh Hernández dkk pula, seorang wanita
berusia 50 tahun dirujuk pada Maret 1998 karena masalah ketidakselesaan dan rasa
gatal pada daerah seluruh gingiva serta gingival overgrowth disekeliling giginya yang
menyebabkan masalah estetis. Pasien didiagnosa dengan gagal ginjal kronis pada
1975 dan menggunakan hemodialisis. Pada 1977 pasien menerima transplantasi
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
ginjal, dimana obat immunosuppresif yang digunakan adalah kortikosteroid dan
azathioprin.15
Pada 1992, pasien kembali menggunakan hemodialisis karena penolakan
ginjal yang kronis. Pada Mei 1996, pasien menerima transplantasi ginjal yang kedua
dan obat immunosupresif yang digunakan adalah siklosporin dan kortikosteroid.
Pasien menyatakan tiada komplikasi selepas transplantasi kedua, kecuali gingival
overgrowth yang progresif dan hirsutisme. Pengobatan termasuk siklosporin,
prednisolone, phenytoin, carbamazepine, dan norfloxacin.15
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Gambar 9 dan 10 menunjukkan gingival overgrowth pada pasien transplantasi
ginjal yang dirawat dengan phenytoin selama 7 tahun dan siklosporin selama 20
bulan. Bagi mengelakkan tindakan bedah untuk mengurangkan gingival overgrowth,
pengobatan ditukar dari siklosporin ke takrolimus. Ahli neurologis memutuskan
untuk mengekalkan pengobatan dengan phenytoin berikutan dari hasil yang sukses.
Selepas dua bulan pengobatan dengan takrolimus, terjadi pengurangan dari gingival
overgrowth. Setelah enam bulan berikutnya, pengurangan gingival overgrowth
berterusan.15
Respon pengobatan dengan takrolimus setelah 6 bulan adalah sukses dengan
pengurangan gingival overgrowth yang hampir sempurna. Protokol pengobatan
termasuk pemeliharaan higiene oral serta plak kontrol. Dari laporan kasus ini,
gingival overgrowth hampir hilang secara keseluruhan setelah penggantian
pengobatan dengan takrolimus. Kemungkinan juga pengurangan gingival overgrowth
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
yang hampir sempurna berhubungan juga dengan terapi phenytoin yang masih
dikekalkan dalam pengobatan.15
Dari hasil kedua laporan kasus berikut menunjukkan bahwa penggantian
pengobatan dari siklosporin ke takrolimus adalah langkah yang baik dalam
mengurangkan gingival overgrowth. Tetapi pengobatan masih perlu disertakan
dengan penjagaan mukosa mulut yang rapi seperti pemeliharaan higiene oral dan plak
kontrol yang baik. Pertukaran pengobatan dari siklosporin ke takrolimus juga
merupakan perawatan dalam menangani gingival overgrowth tanpa melibatkan
tindakan bedah.11,15
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
--- 000 ---
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
BAB 5
DISKUSI DAN KESIMPULAN
Gingival overgrowth sering terjadi akibat pemakaian obat-obatan, diantaranya
pemakaian obat imunosupresif yaitu siklosporin. Siklosporin sering dipakai pada
pasien transplantasi ginjal untuk mencegah penolakan transplantasi organ. Selain
gingival overgrowth, terdapat beberapa efek samping lain akibat pemakaian
siklosporin seperti neurotoksisitas, nefrotoksisitas, induksi pada keadaan diabetik dan
hipertensi.
Mekanisme sebenarnya mengenai terjadinya gingival overgrowth pada pasien
transplantasi ginjal akibat pemakaian siklosporin pada saat ini belum jelas diketahui.
Tetapi menurut beberapa penelitian dari beberapa sumber menduga terdapat dua
hipotesa mengenai terjadinya gingival overgrowth yang disebabkan pemakaian
siklosporin. Hipotesa pertama menyatakan terjadinya pembentukan jaringan fibroblas
dan sel epitel pada gingiva. Manakala, hipotesa kedua meyatakan terjadi pengurangan
degradasi kolagen.
Untuk memahami gingival overgrowth akibat efek obat siklosporin ini perlu
diketahui gambaran klinis dan histologiknya. Pada tahap awal gingival overgrowth
dimulai pada papila interdental dan membesar untuk membentuk nodula-nodula
gumpalan merah lunak yang mudah berdarah. Apabila bertambah besar, pembesaran
pada tepi gingiva dan papila interdental akan menyatu dan berkembang menjadi
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
demikian besar, gingival overgrowth dapat menghalangi oklusi dan mempengaruhi
estetis.
Secara histologik, terjadi perubahan pada struktur jaringan gingiva yang
menyebabkan bertambah besarnya volume jaringan. Hal itu ditandai dengan
penambahan matriks protein ekstraseluler, seperti kolagen yang tebal (padat) pada
jaringan ikat gingiva. Terlihat permukaan epitel yang tidak teratur dan melebar serta
terlihat epitel yang hiperplastik dan akantosis. Dapat dilihat juga lapisan epitel yang
parakeratosis dan jaringan ikat bawahnya dengan batasan yang dalam.
Prevalensi gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin pada pasien
transplantasi ginjal bervariasi yaitu sekitar 8% hingga 84,6%. Transplantasi ginjal
mulai sukses pada tahun 1980-an disebabkan munculnya siklosporin sebagai obat
imunosupresif. Insidensi gingival overgrowth yang diinduksi obat-obatan bervariasi
tergantung beberapa faktor. Berbeda pula dengan prevalensi gingival overgrowth
pada pasien transplantasi ginjal dengan pemakaian takrolimus, dimana lebih rendah
jika dibandingkan dengan pasien dengan pemakaian siklosporin.
Gingival overgrowth yang diinduksi siklosporin dapat dipengaruhi oleh
berbagai macam faktor diantaranya: kombinasi siklosporin bersama obat-obat
golongan calcium channel blocker, lama pemakaian siklosporin, dosis siklosporin,
konsentrasi siklosporin plasma, usia, jenis kelamin, plak kontrol, higiene oral dan
genetik. Terjadinya efek sinergistik dari obat-obat golongan calcium channel blocker
yang berhubungan dengan siklosporin, dimana kombinasi pengobatan ini
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
Selain itu, pemakaian siklosporin yang lebih lama menunjukkan skor gingival
overgrowth yang lebih tinggi. Berdasarkan beberapa studi, pengurangan dalam dosis
siklosporin dan konsentrasi siklosporin plasma dapat mengurangkan gingival
overgrowth. Menurut beberapa peneliti, usia berperan dalam terjadinya gingival
overgrowth, dimana anak-anak lebih mudah terserang gingival overgrowth
dibandingkan orang dewasa.
Demikian juga dengan jenis kelamin yang masih tidak jelas sama ada
berperan terhadap terjadinya gingival overgrowth. Tetapi ada yang berpendapat
laki-laki lebih berisiko mendapat gingival overgrowth dibandingkan perempuan.
Menurut beberapa pendapat, gingival overgrowth pada pasien yang
mengkonsumsi obat siklosporin ini berhubungan baik terhadap plak kontrol yang
buruk dan adanya plak dapat menginduksi tanda-tanda inflamasi. Beberapa studi juga
menunjukkan pengurangan dalam keparahan gingival overgrowth setelah perbaikan
skor plak.
Pemeliharaan rongga mulut sebelum dan selama pengobatan dengan
siklosporin adalah penting dalam mengekalkan higiene oral yang baik. Higiene oral
yang baik dapat mengurangkan derajat keparahan gingival overgrowth. Ada juga
yang berpendapat terjadinya gingival overgrowth dipengaruhi oleh faktor genetik
karena faktor ini mempengaruhi kesanggupan jaringan menerima obat siklosporin
atau metabolitnya.
Gingival overgrowth yang disebabkan pengobatan dengan siklosporin diganti
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
gingival overgrowth. Dari hasil kedua laporan kasus menunjukkan terdapat perbedaan
dalam impak yang dihasilkan siklosporin dan takrolimus terhadap jaringan gingiva
yaitu dimana takrolimus tidak memberi impak terhadap jaringan gingiva sekaligus
tidak menyebabkan gingival overgrowth. Berdasarkan karakteristik ini, terapi dengan
siklosporin digantikan dengan takrolimus.
Dapat disimpulkan bahwa pada pasien transplantasi ginjal yang mendapat
perawatan dengan siklosporin dapat mengakibatkan gingival overgrowth. Maka,
diperkenalkan obat alternatif pengganti siklosporin yaitu takrolimus, dimana
takrolimus tidak dapat menyebabkan gingival overgrowth. Penggantian ini dapat
mengelakkan risiko serta mengurangkan gingival overgrowth yang terjadi tanpa
melibatkan tindakan bedah.
Disini disarankan, perlunya meningkatkan pemahaman mengenai gambaran
klinis dan gambaran histologik gingival overgrowth akibat pemakaian siklosporin
pada pasien transplantasi ginjal serta diperhatikan juga faktor-faktor yang diduga
yang turut berperan di dalam terjadinya gingival overgrowth. Disamping itu, perlunya
kerjasama antara dokter dan dokter gigi dalam pencegahan dan perawatan gingival
overgrowth pada pasien transplantasi ginjal.
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
DAFTAR RUJUKAN
1. Bulut S, Alaaddinoglu EE, Bilezikçi B, Demirhan B, Moray Gokhan.
Immunohistochemical Analysis of Lymphocyte Subpopulations in Cyclosporin A-Induced Gingival Overgrowth. J Periodontol 2002; 73: 892-9.
2. Costa FO, Ferreira SD, Costa JE, Oliveira AMSD, Cota LOM. Demographic,
Pharmacologic, and Periodontal Variables for Gingival Overgrowth in Subjects Medicated With Cyclosporin in the Absence of Calcium Channel Blockers. J Periodontol 2007; 78: 254-61.
3. Vescovi P, Meleti M, Manfredi M, Merigo E, Pedrazzi G.
Cyclosporin-Induced Gingival Overgrowth: A Clinical-Epidemiology Evaluation of 121 Italian Renal Transplant Recipients. J Periodontol 2005; 76: 1259-64.
4. Greenberg KV, Armitage GC, Shiboski CH. Gingival Enlargement Among
Renal Transplant Recipients in the Era of New-Generation Immunosuppressants. J Periodontol 2008; 79: 453-60.
5. Afonso M, Oliveira Bello V de, Shibli JA, Sposto MR. Cyclosporin
A-Induced Gingival Overgrowth in Renal Transplant Patients. J Periodontol
2003; 74: 51-6.
6. Bustos DA, Grenón MS, Benitez M, Boccardo G de, Pavan JV, Gendelman H.
Human Papillomavirus Infection in Cyclosporin-Induced Gingival Overgrowth in Renal Allograft Recipients. J Periodontol 2001; 72: 741-4.
7. Bulut S, zdemir BH. Apoptosis and Expression of Caspase-3 in
Cyclosporin-Induced Gingival Overgrowth. J Periodontol 2007; 78: 2364-8.
8. Drozdzik A, Kurzawski M, Kozak M, Banach J, Drozdzik M. SPARC Gene
Polymorphism in Renal Transplant Patients With Gingival Overgrowth. J
Periodontol 2007; 78: 2185-9.
9. Kurzawski M, Drozdzik A, Dembowska E, Pawlik A, Banach J, Drozdzik M.
Matrix Metalloproteinase- 1 Gene Polymorphism in Renal Transplant Patients With and Without Gingival Enlargement. J Periodontol 2006; 77:
1498-502.
10.Radwan-Oczko M, Boraty ska M, Zi tek M, Zol dziewska M, Jonkisz A. The
Relationship of Transforming Growth Factor- ß1 Gene Polymorphism, Its Plasma Level, and Gingival Overgrowth in Renal Transplant Recipients Receiving Different Immunosuppressive Regimens. J Periodontol 2006; 77:
Nurul Nadia Husin : Gingival Overgrowth Pada Pasien Transplantasi Ginjal, 2009.
11.Hernández G, Arriba L et al. Conversion from Cyclosporin A to Tacrolimus as
a Non-Surgical Alternative to Reduce Gingival Enlargement: A Preliminary Case Series. J Periodontol 2003; 74: 1816-23.
12.Langlais RP, Miller CS. Atlas Berwarna: Kelainan Rongga Mulut Yang
Lazim. Jakarta : Hipokrates, 1998 : 24.
13.Lin K, Guilhoto LMFF, Yacubian EMT. Drug-Induced Gingival Enlargement
– Part II. Antiepileptic Drugs: Not Only Phenytoin is Involved. J Epilepsy
Clin Neurophysiol 2007; 13: 83-8.
14.Oliveira Costa F de, Ferreira SD, Miranda Cota LO de, Costa JE da, Aguiar MA. Prevalence, Severity, and Risk Variables Associated With Gingival
Overgrowth in Renal Transplant Subjects Treated Under Tacrolimus or Cyclosporin Regimens. J Periodontol 2006; 77: 969-75.
15.Hernández G, Arriba L, Lucas M, Andrés A de. Reduction of Severe Gingival
Overgrowth in a Kidney Transplant Patient by Replacing Cyclosporin A With Tacrolimus. J Periodontol 2000; 71: 1630-6.