• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Protokol Manajemen Perawatan Luka Modern di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengembangan Protokol Manajemen Perawatan Luka Modern di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Edy Mulyadi
  • Pengajar:
    • Setiawan, S.Kp., MNS., Ph.D
    • dr. Dedi Ardinata, M.Kes
    • Dr. dr. Ridha Darmajaya, Sp.BS
    • Cholina Trisa Siregar, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Magister Ilmu Keperawatan
  • Topik: Pengembangan Protokol Manajemen Perawatan Luka Modern di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2014
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pengembangan protokol manajemen perawatan luka modern di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa. Perubahan dalam manajemen perawatan luka dari metode konvensional ke modern sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Konsep manajemen perawatan luka modern dengan basis lembab telah terbukti efektif dalam mempercepat proses penyembuhan, mengurangi infeksi, dan menurunkan biaya perawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Prosedur Operasional Standar (POS) manajemen perawatan luka modern yang dapat diimplementasikan oleh perawat di rumah sakit.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya perawatan luka yang efektif dan efisien dalam konteks pelayanan kesehatan. Dengan meningkatnya jumlah pasien yang memerlukan perawatan luka, penting untuk mengadopsi pendekatan modern yang berbasis bukti. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa banyak rumah sakit, termasuk RSUCND, masih menggunakan metode konvensional yang kurang efektif. Oleh karena itu, pengembangan protokol manajemen perawatan luka modern menjadi sangat relevan untuk meningkatkan kualitas perawatan.

1.2. Permasalahan

Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah kurangnya Prosedur Operasional Standar (POS) untuk perawatan luka di RSUCND. Hal ini menyebabkan variasi dalam praktik perawatan luka yang dapat berdampak pada hasil penyembuhan pasien. Penelitian ini berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan mengembangkan POS yang dapat digunakan oleh perawat sebagai panduan dalam melakukan perawatan luka.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun langkah-langkah Prosedur Operasional Standar (POS) Manajemen Perawatan Luka Modern (MPLM) yang dapat digunakan oleh perawat di RSUCND. Dengan adanya POS ini, diharapkan perawat dapat memberikan perawatan luka yang lebih terstandarisasi dan efektif, sehingga dapat meningkatkan hasil penyembuhan pasien.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini mencakup peningkatan kualitas perawatan luka di rumah sakit, peningkatan profesionalisme perawat, dan penyediaan pedoman yang jelas bagi peserta didik dalam pendidikan keperawatan. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang manajemen perawatan luka.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas berbagai konsep terkait perawatan luka, termasuk definisi, klasifikasi, tahapan penyembuhan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan. Tinjauan pustaka ini memberikan landasan teoritis yang kuat bagi penelitian ini dan menjelaskan pentingnya mengadopsi konsep perawatan luka modern. Dengan memahami teori-teori ini, perawat dapat lebih baik dalam menerapkan praktik perawatan luka yang efektif.

2.1. Definisi Luka

Luka didefinisikan sebagai kerusakan pada jaringan yang dapat bervariasi dalam kedalaman dan luasnya. Memahami definisi luka penting untuk menentukan jenis perawatan yang tepat. Klasifikasi luka juga membantu perawat dalam merencanakan intervensi yang sesuai berdasarkan karakteristik luka yang dihadapi.

2.2. Klasifikasi Luka

Klasifikasi luka berdasarkan penyebab dan kedalaman memberikan pemahaman yang lebih baik tentang jenis luka yang dihadapi. Dengan mengetahui klasifikasi ini, perawat dapat merancang rencana perawatan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

2.3. Tahapan Penyembuhan Luka

Tahapan penyembuhan luka terdiri dari fase inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Memahami tahapan ini membantu perawat dalam mengelola perawatan luka dengan lebih baik, serta mengidentifikasi tanda-tanda komplikasi yang mungkin terjadi selama proses penyembuhan.

2.4. Tipe Penyembuhan Luka

Tipe penyembuhan luka dapat dibedakan menjadi penyembuhan primer, sekunder, dan tertier. Pengetahuan tentang tipe penyembuhan ini penting untuk menentukan pendekatan perawatan yang sesuai dan efektif, serta untuk mengantisipasi potensi komplikasi.

2.5. Pengkajian Luka

Pengkajian luka adalah langkah penting dalam manajemen perawatan luka. Melalui pengkajian yang komprehensif, perawat dapat mengidentifikasi karakteristik luka dan merencanakan intervensi yang tepat untuk mempercepat penyembuhan.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian aksi partisipatif, yang melibatkan kolaborasi antara peneliti dan perawat di RSUCND. Metode ini memungkinkan pengembangan protokol yang relevan dan dapat diterima oleh praktisi. Melalui metode ini, data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan kuesioner untuk mengevaluasi pengetahuan dan praktik perawat.

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian aksi, yang bertujuan untuk meningkatkan praktik perawatan luka melalui pengembangan protokol. Penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari perawat dalam setiap tahap penelitian, sehingga hasilnya lebih relevan dan aplikatif.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa selama periode tertentu. Lokasi penelitian yang dipilih merupakan tempat di mana praktik perawatan luka masih menggunakan metode konvensional, sehingga pengembangan protokol baru sangat diperlukan.

3.3. Partisipan Penelitian

Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari perawat yang bekerja di RSUCND. Melibatkan perawat sebagai partisipan penting untuk mendapatkan masukan dan umpan balik yang berharga dalam pengembangan protokol manajemen perawatan luka.

3.4. Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui berbagai metode, termasuk wawancara, kuesioner, dan observasi. Penggunaan metode yang beragam ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang pengetahuan dan praktik perawat terkait perawatan luka.

IV. HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Prosedur Operasional Standar (POS) Manajemen Perawatan Luka Modern (MPLM) berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat di RSUCND. Protokol ini telah diimplementasikan dan memberikan dampak positif terhadap kualitas perawatan luka yang diberikan kepada pasien.

4.1. Deskripsi lokasi penelitian

Deskripsi lokasi penelitian mencakup informasi tentang fasilitas dan sumber daya yang tersedia di RSUCND. Pengetahuan ini penting untuk memahami konteks di mana protokol baru akan diterapkan dan tantangan yang mungkin dihadapi.

4.2. Karakteristik Demografi Partisipan

Karakteristik demografi partisipan memberikan gambaran tentang latar belakang pendidikan dan pengalaman perawat yang terlibat dalam penelitian. Informasi ini penting untuk menilai relevansi hasil penelitian terhadap populasi perawat di RSUCND.

4.3. Proses Manajemen Perawatan Luka Modern di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa

Proses manajemen perawatan luka modern yang diterapkan di RSUCND menunjukkan peningkatan dalam praktik perawatan luka. Dengan adanya POS MPLM, perawat lebih terarah dalam melakukan perawatan dan dapat mengurangi risiko infeksi serta mempercepat penyembuhan luka.

4.4. Outcome Action Research

Outcome dari penelitian ini mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam manajemen perawatan luka. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan penelitian aksi efektif dalam meningkatkan praktik keperawatan di RSUCND.

V. PEMBAHASAN

Pembahasan ini menguraikan hasil penelitian dalam konteks literatur yang ada. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang manajemen perawatan luka modern dan menunjukkan bagaimana protokol baru dapat diterapkan dalam praktik keperawatan sehari-hari.

5.1. Proses Pelaksanaan action Research

Proses pelaksanaan penelitian aksi menunjukkan kolaborasi yang baik antara peneliti dan perawat. Melalui diskusi dan refleksi, perawat dapat memberikan masukan yang berharga untuk pengembangan protokol yang lebih baik.

5.2. Manajemen Perawatan Luka Modern di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa

Manajemen perawatan luka modern yang diterapkan di RSUCND menunjukkan hasil yang positif. Protokol MPLM membantu perawat dalam memberikan perawatan yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kepuasan pasien.

5.3. Pelajaran yang di dapat dari penelitian action Research (Lesson Learned)

Pelajaran yang didapat dari penelitian ini mencakup pentingnya kolaborasi antara peneliti dan praktisi dalam mengembangkan protokol. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan perawat dalam penelitian dapat meningkatkan penerimaan dan keberhasilan implementasi protokol.

5.4. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ini mencakup jumlah partisipan yang terbatas dan waktu penelitian yang singkat. Hal ini dapat mempengaruhi generalisasi hasil penelitian, namun tetap memberikan wawasan berharga untuk pengembangan praktik perawatan luka.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan Prosedur Operasional Standar (POS) Manajemen Perawatan Luka Modern (MPLM) di RSUCND telah berhasil meningkatkan kualitas perawatan luka. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan evaluasi jangka panjang terhadap implementasi protokol ini.

6.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan POS MPLM memberikan dampak positif terhadap pengetahuan dan keterampilan perawat dalam perawatan luka. Protokol ini dapat diimplementasikan secara efektif di RSUCND.

6.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melanjutkan evaluasi terhadap implementasi POS MPLM dan mempertimbangkan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan praktik perawatan luka di rumah sakit lain.

Gambar

Gambar 2.1. Fase penyembuhan luka
Gambar 2.2. Siklus spiral Kemmis dan Mc Taggart
Gambar 2.3. Dimensi Caring Swanson
Gambar 2.4. Kerangka Konsep Protokol Manajemen Perawatan Luka Modern di                       Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa
+7

Referensi

Dokumen terkait

kepala ruangan juga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku caring. yang ditunjukkan oleh kepala

Judul : Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Langsa.. Nama Mahasiswa :

Seperti pada hasil penelitian yang telah didapatkan ada hubungan antara fasilitas kesehatan dengan kepuasan pasien di rumah sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh yang

Perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien, menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi: melakukan

Setiap perawat harus memahami caring, tulus dan berusaha memahami apa yang dirasakan klien berbeda-beda sehingga perawat dapat memberikan asuhan keperawatan bermutu yang

Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan Asuhan Keperawatan pada klien yang mengalami stroke dengan masalah defisit perawatan diri.. Desain penelitian ini

Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah memberikan asuhan keperawatan secara tepat terhadap Ny.F dan Ny.A yang mengalami demam thypoid dengan masalah

Akhir dari proses keperawatan adalah evaluasi terhadap asuhan keperawatan yang diberikan pada evaluasi yang peneliti lakukan selama 3 hari pada pasien 1 dan pasien 2 dengan diagnosa