(Studi Kasus Pada “Bayi F” Di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen Tahun 2014)
KARYA TULIS ILMIAH
Oleh:
NURSANTI
(NIM: 201110300511056)
PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
i
PELAKSANAAN PERAWATAN PADA BAYI YANG
DILAKUKAN FOTO TERAPI
(Studi Kasus Pada “Bayi F” Di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen Tahun 2014)
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Ahli Madya
Keperawatan
Oleh:
NURSANTI
(NIM: 201110300511056)
PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
ii
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul : Pelaksanaan Perawatan Pada Bayi Yang Di Lakukan Foto Terapi
(Studi Kasus Pada “Bayi F” Di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen Tahu 2014)
Nama Lengkap : Nursanti
NIM : 201110300511056
Jurusan : D3 Keperawatan
Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Lintas Tente Karumbu Woha-Bima RT. 21
RW.05 Kel. Ngali Kec. Belo Kab. Bima Hp. 081359123429
Alamat email : [email protected]
Dosen Pembimbing I
Nama Lengkap dan Gelar : Reni Ilmiasih, M.Kep.,Sp.Kep.An
NIDN : 0716.057.907
Alamat Rumah dan No Tel./HP : 081 330 715 870
Dosen Pembimbing II
Nama Lengkap dan Gelar : Henik Tri Rahayu, S.Kep. Ns. M.S.
NIDN : 0713.018.301
Alamat Rumah dan No Tel./HP : Kromengan RT. 24 RW. 07 Kab. Malang 085 859 751 444
Menyetujui, Malang, 12 Agustus 2014
Dosen Pembimbing II Dosen Pembimbing I
(Henik Tri Rahayu, S.Kep. Ns. M.S.) (Reni Ilmiasih, M.Kep.,Sp.Kep.An)
NIDN. 0713.018.301 NIDN. 0716.057.907
Ketua Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
iii
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Karya Tulis Ilmiah ini diajukan oleh :
Nama : Nursanti
NIM : 201110300511056
Program Studi : Diploma III Keperawatan
Fakultas : Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas : Universitas Muhammadiyah Malang
Judul KTI : Pelaksanaan Perawatan pada Bayi yang dilakukan Foto
Terapi (Studi Kasus Pada “Bayi F” Di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen Tahu 2014)
Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji pada tanggal 13 Agustus 2014 dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Ahli Madya Keperawatan (Amd.Kep) pada Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Ma lang.
DEWAN PENGUJI
Penguji 1 : Ledy Martha Aridiana, S.Kep.Ns., M.Kes ( ) NIDN. 0725.038.204
Penguji 2 : Kholis Eko Cahyono, S.Kep.Ns ( ) NIK. 20205011
Penguji 3 : Reni Ilmiasih, M.Kep., Sp.Kep.An ( ) NIDN. 0716.057.907
Penguji 4 : Henik Tri Rahayu, S.Kep. Ns. M.S. ( ) NIDN. 0713.018.301
Ditetapkan di : Malang
Tanggal : 13 Agustus 2014
Mengetahui,
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang
iv
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA TULIS ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai civitas akademik Universitas Muhammadiyah Malang, saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Nursanti
NIM : 201110300511056
Program Studi : Diploma III Keperawatan
Fakultas : Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas : Universitas Muhammadiyah Malang
Jenis Karya : Karya Tulis Ilmiah
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Universitas Muhammadiyah Malang Hak Bebas Royalti Noneksklusif
(Non-exclusive Royalty Free Right) atas karya tulis ilmiah saya yang berjudul :
Pelaksanaan Perawatan pada Bayi yang dilakukan Foto Terapi (Studi Kasus Pada “Bayi F” Di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen
Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan), dengan Hak Bebas Royalti
Non-eksklusif ini, Universitas Muhammadiyah Malang berhak menyimpan, mengalih
media/ formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat,
dan mempublikasikan tugas karya tulis ilmiah saya selama tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis/ pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. Demikian
pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Malang
Pada tanggal : 15 Agustus 2014
Yang menyatakan
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapakan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Penulisan
Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk
mencapai gelar Ahli Madya Keperawatan pada Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan
bimbingan dari berbagai pihak pada penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, sangatlah
sulit bagi saya untuk menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu, saya
mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep,Sp.Kom selaku Dekan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Ibu Reni Ilmiasih, M.Kep.,Sp.Kep.An selaku Ketua Program Studi
Diploma III Keperawatan serta pembimbing institusi.
3. Ibu Henik Tri Rahayu, S.Kep. Ns. M.S. selaku pembimbing institusi, yang
bersedia membimbing saya dari awal sampai akhir dan meluangkan
waktunya.
4. Bapak Kholis Eko Cahyono, S. Kep. Ns, selaku ketua bidang keperawatan
rumah sakit Wava Husada Kepanjen yang berkenan memberikan tempat
untuk penelitian ini.
5. Orang tua, keluarga, orang yang saya sayangi dan teman-teman yang telah mendo’akan, mendukung saya dan slalu memberikan motivasi kepada saya.
Saya berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna
bagi kita bersama. Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah
ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya Karya Tulis Ilmiah ini.
Penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini bisa bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Malang, Agustus 2014
vi ABSTRAK
Nursanti.2014. Studi Kasus Pelaksanaan Perawatan Pada Bayi Yang Dilakukan
Foto Terapi. Program Diploma III Keperawatan, Fakultas Ilmu
Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing (I): Reni Ilmiasih M.Kep, Sp., kep. An Pembimbing (II): Henik Tri Rahayu, S.Kep. Ns. M.S
Bayi dengan peningkatan kadar bilirubin lebih dari 13-18 mg/dl dilakukan foto terapi, dimana foto terapi dapat menurunkan kadar bilirubin total. Pelaksanaan perawatan pada bayi yang dilakukan foto terapi meliputi perawatan pemberian nutrisi, mengubah posisi secara berkala, mempertahankan suhu tubuh bayi, mencegah resiko cidera. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan perawatan pada bayi yang dilakukan foto terapi di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen. Desain penelitian pendekatan kualitatif dilakukan dengan strategi penelitian case study research, dengan menggunakan tehnik sampling purposive sampling. Partisipan yang diambil hanya satu responden yaitu bayi dengan hiperbilirubinemia, di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen, pada bulan Juli 2014. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi dan data yang ada dianalisis dengan menggunakan metode domain analisis. Hasil penelitian menunjukkan perawatan pada bayi yang dilakukan foto terapi mulai dari pemberian nutrisi, perawatan resiko cidera, pengukuran suhu sudah sesuai standar operasional prosedur. Perawatan bayi yang kurang optimal adalah mengubah posisi teratur setiap 3 jam sehingga beresiko terhadap kerusakan integritas kulit. Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya perawatan resiko cidera untuk mencegah cidera kulit pada bayi yang dilakukan fototerapi yaitu dengan melakukan penggantian posisi secara teratur setiap 3 jam sekali.
vii ABSTRACT
Nursanti. 2014. The implementation of treatment in Baby’s case by Photo therapy. Diploma III Nurse Program, Health Scientist Faculty, Muhammadiyah University of Malang. Lecturer (I): Reni Ilmiasih M.Kep, Sp., kep. An Lecturer (II): Henik Tri Rahayu, S. Kep. Ns. M.S
The baby that has bilirubin quality more than 13-18 mg/dl have to treat by photo therapy, doing photo therapy is can decrease the total quality of bilirubin. The implementation of treatment in baby is giving nutrition, changing the position of the baby, keep the temperature of baby’s body, the decrease of injury. The purpose of this research is to know the implementation of treatment to baby that treat by photo therapy in Wava Husada Kepanjen Hospital. This research is doing with case study research strategy, by using technique of purposive sampling. The sample of this research is hiperbilirubinemia’s baby. This research is doing in Wava Husada Kepanjen Hospital, July 2014. This research data have been taking by using interviewing method, observation, and documentation. This research is using in data exam tringulasi and have been examination in domain analysis method. The result of this research indicated the baby is treating by photo therapy from giving nutrition, the decrease of injury, keep the temperature of baby is appropriate with standart operational prosedur. The less treatment of baby is change the position of baby every 3 hours can give damaged in skin integrity. All in all, from the result of this research we have to do treatment to decrease the risk of skin damaged in baby that doing photo therapy is change the position of the baby every 3 hours.
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRAC ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... .x
DAFTAR GAMBAR...xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian ... 3
1.4 Manfaat Penelitian ... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...5
2.1 Hiperbilirubinemia ...5
2.1.1 Definisi hiperbilirubinemia...5
2.1.2 Klasifikasi ... .5
2.1. 3 Penyebab ... .6
2.1. 4 Manifestasi klinis...6
2.1.5 Penatalaksanaan...7
2.2 foto terapi...9
2.2.1 Definisi Foto terapi ...9
ix
2.2.3 mekanisme kerja foto terapi ... ...10
2.2.4 durasi foto terapi...10
2.2.5 prosedur foto terapi ...11
3.1 perawatan foto terapi...11
3.1.1 Perawatan cairan dan nutrisi selama foto terapi...12
3.1.2 perawatan perubahan posisi selama foto terapi...13
3.1.3 perawatan pengukuran suhu selama foto terapi...14
3.1.4 perawatan resiko cidera...14
3.2 kelainan yang mungkin timbul selama perawatan foto terap....15
3.3 efek samping foto terapi...16
BAB 3 METODELOGI STUDI KASUS...18
3.1 Desain Penelitian...18
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian...18
3.3 Setting Penelitian...18
3.4 Subjek Penelitian...19
3.5 Metode Pengumpulan Data...20
3.6 Metode Uji Keabsahan Data...21
3.7 Metode Analisa Data...22
3.8 Etika Penelitian...22
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN...23
4.1 Informasi Umum Partisipan...23
4.1.2 Hasil wawancara dan observasi...24
4.1.2.1 perawatan pemberian nutrisi ...24
4.1.2.2 perawatan perubahan posisi selama foto terapi...25
4.1.2.3 perawatan suhu ...26
4.1.2.4 perawatan resiko cidera ...26
4. 2 Pembahasan...33
x
4.2.1.1 pemberian nutrisi selama foto terapi ...33
4.2.1.2 perawatan posisi secara berkala selama foto terapi... 34
4.2.1.3 observasi pengukuran suhu selama foto terapi ... 35
4.2.1.4 pencegahan resiko cidera ... ... 36
BAB 5 PENUTUP... 37
5.1 Kesimpulan...37
5.2 Saran...37
5.2.1 Bagi perawat ...38
5.2.2 Bagi rumah sakit...38
5.2.3 Bagi peneliti selanjutnya ...38
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1.5.1 petunjuk penatalaksanaan perawatan pada bayi sehat
cukup bulan berdasarkan American of pediatrics ...8
Tabel 2.1.5.2 petunjuk penatalaksanaan hiperbilirubinemia berdasarkan
Berat badan dan bayi baru lahir yang relatif sehat ...8
Tabel 3.1 pemberian minum secara rutin pada neonatus ...15
Tabel 4.1.1 Informasi umum partisipan yang di lakukan di Rumah Sakit
Wava Husada Kepanjen...23
xii
DAFTAR GAMBAR
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Transkrip Wawancara dan Observasi Lampiran 2 Standart Operasional Prosedur Foto Terapi
xiv
DAFTAR PUSTAKA
American Academy of pediatrics. (2004). Management of hiperbilirubinemia in
the newborn infant 35 or more week of gestation. http: //www,
aappublication.org. Diakses pada tanggal 18 juli 2014.
American Academy of pediatrics work group on beast-feeding. (2004). Breast – feeding of the use of human milk pediatrics, 100 (3), 110 -139.
Anonim. Alat Foto terapi http:www. alexalkes. com. Diakses pada tanggal 16 juli 2014.
Hidayat, A.A. (2006). Asuhan neonatus, bayi dan balita buku praktikum mahasiswa kebidanan. Jakarta: EGC.
Kuzniewicz M.W., Escobar G,J., Wi, S., Liljestrand, P., McCulloch, C., Newman T.B. (2009). Risk factors for severe hyperbilirubinemia among infants with borderline bilirubin levels: anested case-control study. Journal Pediatri, 153(2), 234-250.
Kosim, M, S., Soetandio,R., & Sakundarno, M. (2008). Dampak Lama Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total pada Hiperbilirubinemia Neonatal. Jurnal Sari Pediatri, 10 (3), 200- 215.
Kosim, M, S., Yunanto, A., Dewi, R., Sarosa,G,I., & Usman, A. (2011). Buku Ajar Neonatologi. Jakarta: IDAI.
Kushartono, H. (2006). Terapi Cairan dan Electrolit pada Anak. Surabaya: Open Urika Creative Multimedia and presentation Division.
Lubis, B.M., Rasyidah, Syofiani, B., Sianturi, P., Azlin, E & Tjipta, G., D. (2013). Rasio bilirubin albumin pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Journal sari pediatri, 14 (5), 270-298.
Mali P.H. (2004). Nurse’s Responsibilities in Phototheraphy: Nursing Journal of india
Moeslichan, Sarjono,A., Suradi, R., Rahardjani, K. B., Usman, A ., Rinawati et al. (2004). Tatalaksana iktreus neonatorum
http://www.yanmedikdepkes.net/hta/hasil%20kajian%20HTA/2004/tatalak sana%20ikterus %20 Neonatorum doc. Di akses pada tanggal 12 juli 2014
Mecum, V. (2005). Pediatri. Edisi 13. Jakarta: EGC
Maisels, M.J., McDonagh A.F. (2008). Phototherapy for neonatal jaundice. Journal Med, 358 (9), 800-920.
xv
Mansjoer, A. (2008). Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1. Jakarta: EGC
Nasution. (2004) Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara
Polit, D.F. & Beck, C.T. (2012). Nursing research: generation and Assesing avidance for nursing practice. Philadelphia: Lippincott.
Sugiyono. (2013) Metode Penelitian Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Cetakan ke 16. Bandung: Alfabeta.
Schwartz, M.W. (2005). Pedoman klinis pediatri. Jakarta: EGC
Surasmi, A., Handayani, S., & Kusuma, H.N. (2003). Perawatan Bayi Resiko Tinggi. Jakarta: EGC
Wong, D. L., Hokkenberry, M, E., Wilson, D., Winkelstein, M.L., Schwart, P. (2009). Buku Ajar keperawatan pediatrik. Jakarta: EGC
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Hiperbilirubinemia merupakan kondisi peningkatan kadar bilirubin
yang terakumulasi dalam darah dan di tandai dengan jaundice atau
ikterus, suatu pewarnaan sklera dan kuku (Wong, Hokkenberry, Wilson,
Winkelstein & Schwartz, 2009). Hiperbilirubinemia merupakan salah satu
fenomena klinis yang sering ditemukan pada bayi baru lahir.
Hiperbilirubinemia menyebabkan bayi terlihat berwarna kuning keadaan
ini timbul akibat akumulasi pigmen bilirubin 4Z, 15Z bilirubin IX alpha
yang berwarna ikterus pada sklera dan kulit (Kosim, Yunanto, Dewi,
Sarosa,& Usman, 2012).
Jenis hiperbilirubinemia pada nenonatus ada 2 yaitu hiperbilirubinemia
tidak terkonyungasi/ indirek atau konyungasi/direk (WHO, 2011). Pada
kebanyakan bayi baru lahir, hiperbilirubinemia tak terkonyungasi
merupakan fenomena tradisional yang normal, tetapi pada beberapa bayi
terjadi peningkatan bilirubin secara berlebihan sehingga bilirubin
berpotensi menjadi toksik (Kosim, Yunanto, Dewi, Sarosa, & Usman,
2012). Hiperbilirubinemia merupakan salah satu fenomena klinis tersering
ditemukan pada bayi baru lahir, dapat disebabkan oleh proses fisiologis,
atau patologis, atau kombinasi keduanya (Lubis, Rasyidah, Syofiani,
Sianturi, Azlin & Tjipta, 2013)
Insidensi terjadinya hiperbilirubin adalah 25-60 % dari semua
neonatus cukup bulan dan 80% dari neonatus kurang bulan (WHO,
2011). Angka kejadian hiperbilirubin neonatorum pada bayi cukup bulan
di beberapa rumah sakit (RS) pendidikan di indonesia antara lain RSCM,
RS Dr sardjito, RS Dr Soetomo, RS Dr kariadi bervariasi dari 13,7%
sebanyak 3,.61%. Angka kejadiannya sangat kecil tetapi komplikasi yang
di timbulkan sangat fatal (Moeslichan, Surjono, Suradji, Usman &
Rinawati, 2004). Penanganan yang cepat dan tepat dapat menghindari
komplikasi yang sangat fatal.
Foto terapi merupakan tindakan yang memberika terapi melalui
sinar yang menggunakan lampu, dan lampu yang di gunakan sebaiknya
tidak lebih dari 500 jam untuk menghindari turunnya energi yang di
hasilkan oleh lampu (Hidayat, 2008). Foto terapi intensif yaitu dengan
menggunakan sinar blue green spectrum dengan panjang gelombang
430-490 nm, kekuatan paling kurang 30 Uw//cm2 diperiksa dengan radio
meter, atau diperkirakan dengan menempatkan bayi langsung di bawah
sumber sinar dan kulit bayi yang terpajan lebih luas (Kosim, Yunanto,
Dewi, Sarosa & Usman, 2012). Penelitian yang di lakukan oleh
kuzniwizt,et al 2009 menunjukkan bahwa penggunaan foto terapi mampu
menurunkan kejadian hiperbilirubinemia berat.
Studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Wava Husada
Kepanjen di dapatkan data bahwa setiap bayi yang menderita
hiperbilirubinemia dengan kadar lebih dari atau sama dengan 13-18 mg/dl
dilakukan foto terapi dan pelaksanaan perawatan foto terapi yang
dilakukan meliputi perawatan resiko cidera, perawatan pemberian cairan
dan nutrisi, observasi pengukuran suhu, perawatan popoknya dan
perawatan perubahan posisi secara berkala.
Asuhan keperawatan yang di berikan selama pelaksanaan prosedur
foto terapi mulai dari tahap persiapan alat sampai proses pelaksanaan foto
terapi menjadi tanggung jawab perawat untuk memastikan bayi menjalani
prosedur secara tepat. Mali (2004) menyebutkan peran perawat selama
pelaksanaan prosedur foto terapi di awali dengan mempersiapkan unit foto
terapi dengan menghangatkan ruangan tempat unit foto terapi di
tempatkan, sehingga suhu suhu di bawah lampu antara 30o c sampai 38 o c,
rusak atau berkelip kelip, jangan lupa untuk mencatat tanggal pengganti
tabung dan lama penggunaan tabung tersebut. Tabung di ganti setelah
2000 jam penggunaan atau setelah 3 bulan, walaupun tabung masih bisa
berfungsi. Tahap selanjutnya perawat mengelola pemberian foto terapi
dengan menempatkan bayi di bawah sinar foto terapi (Moeslichan,
Surjono, Suradji, Usman & Rinawati, 2004)
Perawat melaksanakan asuhan keperawatan pada bayi yang
dilakukan foto terapi bertujuan untuk mempertahankan suhu tubuh bayi,
meningkatkan jumlah masukan cairan berupa ASI dan susu formula selama
periode foto terapi, mengganti posisi secara berkala tiap 3 jam, mengkaji
warna kulit dan sianosis bila bayi mendapatkan oksigen, mengganti popok
bila basah atau BAB dan melihat konsistensi BAB dan warnanya.
Pelaksanaan perawatan foto terapi harus sesuai dengan standar operasional
prosedur sehingga dapat mencapai pelayanan yang berkualitas. Apabila
pelaksanaan perawatan foto terapi tidak sesuai dengan standar opersional
prosedur akan menimbulkan berbagai masalah terutama perawatan nutrisi
yang tidak tepat akan menimbulkan kekurangan volume cairan tubuh atau
dehidrasi (Surasmi, Handayani & Kusuma, 2003).
Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti ingin meneliti
tentang pelaksanaan perawatan pada bayi yang dilakukan foto terapi di
Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pelaksanaan perawatan pada bayi yang dilakukan foto
terapi di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di rumah sakit wava
husada kepanjen bahwa bayi dengan peningkatan kadar bilirubin lebih dari
atau sama dengan 13-18 mg/dl dilakukan foto terapi dan peneliti tertarik
Husada Kepanjen.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi perawat
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi dan evaluasi bagi perawat di Rumah Sakit Wava Husada kepanjen dalam
mengembangkan asuhan keperawatan sesuai standar operasional prosedur.
1.4.2 Bagi institusi
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat sebagai
bahan referensi atau bacaan bagi mahasiswa dan bahan ajar dosen
sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
1.4.3 Bagi Rumah Sakit
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan masukan dan
evaluasi tentang pelaksanaan perawatan foto terapi bagi staf rumah sakit
yang dengan standar operasional prosedur foto terapi pada bayi
hiperbilirubinemia sehingga dapat meningkatkan proses kesembuhan dan