Pemodelan Penjadwalan Perawat Menggunakan Nonpreemptive Goal Programming: Studi Kasus di Rumah Sakit Permata Bekasi
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
23 Berdasarkan tabel di atas dan Lampiran 20, tabel jumlah shift, waktu lembur, dan waktu libur perawat ruang rawat inap Pafio berdasarkan penjadwalan secara manual,
Hasil penjadwalan tenaga perawat berupa pembagian hari libur dari 38 perawat yang bertugas pada ruang RPB yaitu sejumlah 32 perawat memiliki 2 hari libur dan 6
digunakan adalah pengelompokan berdasarkan tingkat kepentingan tujuan. Pengelompokan berdasarkan tingkat kepentingan tersebut membagi GP ke dalam.. 2 jenis model, yaitu
Metode Goal Programming dapat diterapkan pada penjadwalan perawat IGD Rumah Sakit Umum Kota Bandung dengan menentukan variabel-variabel keputusan, menentukan fungsi tujuan
Menurut perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, dengan perawat sejumlah 31 orang, hari penjadwalan 21 hari, dan kebutuhan jam kerja sebanyak 25 jam kerja per hari,
boleh ditugaskan kembali pada shift sore maupun shift malam di hari yang sama, (3) jika perawat bertugas pada shift malam di hari i, maka perawat tersebut tidak boleh ditugaskan
Pada jadwal manual pelanggaran terjadi sebanyak 12 kali, mislnya saja terjadi pada perawat 1 dimana perawat tersebut memiliki jadwal yang melanggar aturan ditugaskan pada lebih
Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa penjadwalan secara manual tidak memenuhi semua aturan rumah sakit, antara lain aturan kebutuhan perawat untuk setiap shift, aturan maksimum mendapat