Deiksis Eksofora Dalam Bahasa Batak Toba
Teks penuh
Dokumen terkait
Kata tambah yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan pengungkap makna keaspekan seperti yang dikemukakan oleh Poerwadarminta (1976); yang menyebutkan bahwa keaspekan
Makian dalam BBT tersebut dibentuk oleh kombinasi komponen semantik substantif, predikat mental, milik, pewatas, kesamaan, konsep logis, dan evaluator dengan makna asali
Mulyadi dalam penelitiannya terhadap “Verba Emosi Statif dalam Bahasa Melayu Asahan (BMA)” mengatakan bahwa: Verba emosi statif, yaitu bertolak dari makna ke bentuk, dengan
“Makna Emosi dan Norma Budaya dalam Bahasa Indonesia”.. Dalam Artikel: Kiprah
Selanjutnya, makna verba gerakan agentif dalam bahasa Batak Toba di bentuk oleh dua makna asali MELAKUKAN dan TERJADI yang berkombinasi membentuk sintaksis.. makan universal ‛
Selanjutnya, makna verba ‘AMBIL’ dibentuk oleh dua makna asali MELAKUKAN dan BERPINDAH yang berkombinasi untuk membentuk sintaksis makna universal ‛ X MELAKUKAN SESUATU PADA
Selanjutnya, makna verba ‘AMBIL’ dibentuk oleh dua makna asali MELAKUKAN dan BERPINDAH yang berkombinasi untuk membentuk sintaksis makna universal ‛ X MELAKUKAN SESUATU PADA
Di dalam bukunya, Moeliono (2003:42) mengemukakan pengertian deiksis, yaitu: deiksis adalah gejala semantis yang terdapat pada kata atau konstruksi yang hanya