• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Elastisitas Permintaan terhadap Kredit Konsumsi di Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Elastisitas Permintaan terhadap Kredit Konsumsi di Sumatera Utara"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini, khususnya latar belakang, memberikan konteks penting bagi penelitian elastisitas permintaan kredit konsumsi di Sumatera Utara. Latar belakang memaparkan perkembangan kredit konsumsi di Indonesia, peran perbankan dalam perekonomian, serta faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit, termasuk suku bunga, PDRB per kapita, dan kurs rupiah. Pembahasan mengenai teori permintaan dan implikasi makro ekonomi dari elastisitas permintaan kredit memberikan landasan teoritis yang kuat. Bagian ini relevan secara pedagogis karena memperkenalkan mahasiswa pada isu ekonomi makro dan mikro yang aktual serta mendorong kemampuan analisis kritis terhadap fenomena ekonomi nyata.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini memberikan landasan teoritis yang komprehensif tentang perbankan, kredit konsumsi, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Diskusi mengenai peran bank sebagai lembaga intermediasi keuangan, jenis-jenis kredit, dan prinsip-prinsip kredit memberikan dasar pemahaman yang kokoh. Penggunaan contoh-contoh nyata, seperti kredit perumahan dan kendaraan bermotor, membuat materi lebih mudah dipahami oleh mahasiswa. Secara pedagogis, sub-bab ini melatih mahasiswa dalam menganalisis faktor-faktor ekonomi yang saling berkaitan dan memengaruhi permintaan kredit.

1.2 Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang diajukan dengan jelas mendefinisikan fokus penelitian. Pertanyaan-pertanyaan penelitian yang spesifik mengarahkan mahasiswa untuk memahami hubungan antara variabel-variabel kunci (tingkat suku bunga kredit konsumsi, PDRB per kapita, dan kurs rupiah) dengan elastisitas permintaan kredit konsumsi. Secara pedagogis, ini melatih mahasiswa untuk merumuskan masalah penelitian yang terarah dan terukur.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang dirumuskan secara spesifik dan terukur menunjukkan sasaran yang ingin dicapai. Tujuan penelitian ini selaras dengan rumusan masalah dan memberikan arah yang jelas bagi mahasiswa dalam memahami metodologi penelitian. Ini juga membantu mahasiswa memahami pentingnya penentuan tujuan penelitian yang jelas dan terukur dalam proses riset.

1.4 Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan manfaat praktis dan akademis dari penelitian ini, baik bagi pembuat kebijakan, peneliti, maupun kalangan akademisi. Penjelasan ini menekankan relevansi penelitian terhadap dunia nyata dan kontribusinya pada pengembangan ilmu pengetahuan. Secara pedagogis, ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya relevansi dan dampak penelitian.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pustaka menyajikan kerangka teoritis yang mendasari penelitian. Tinjauan ini mencakup teori-teori ekonomi yang relevan, seperti teori permintaan, teori suku bunga, dan teori paritas daya beli. Pembahasan tentang definisi dan konsep-konsep kunci, seperti elastisitas permintaan, PDB per kapita, dan kurs, memberikan pemahaman yang mendalam. Tinjauan pustaka juga meninjau penelitian terdahulu yang relevan, sehingga mahasiswa dapat memahami konteks penelitian dan kontribusi penelitian ini pada bidang studi.

2.1 Pengertian Bank

Bagian ini mendefinisikan bank dan perannya dalam perekonomian, memberikan landasan pemahaman tentang lembaga keuangan dan sistem perbankan. Penjelasan mengenai fungsi bank sebagai penghimpun dan penyalur dana serta jasa-jasa perbankan lainnya sangat penting untuk memahami konteks penelitian. Secara pedagogis, sub-bab ini memperkenalkan mahasiswa pada dasar-dasar perbankan dan perannya dalam sistem ekonomi.

2.2 Kredit

Sub-bab ini membahas berbagai jenis dan prinsip kredit, termasuk kredit konsumsi. Analisis 5C dan 7P kredit memberikan wawasan mendalam tentang proses penilaian kredit. Pembahasan mengenai kredit konsumsi sebagai fokus penelitian memberikan dasar pemahaman yang penting bagi mahasiswa.

2.3 Teori Permintaan

Bagian ini memaparkan teori permintaan, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya dan konsep elastisitas permintaan. Penjelasan mengenai kurva permintaan dan berbagai kategori elastisitas (elastis, inelastis, dll.) memberikan pemahaman yang komprehensif. Secara pedagogis, ini melatih mahasiswa dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep ekonomi mikro.

2.4 Suku Bunga

Sub-bab ini menjelaskan berbagai jenis suku bunga dan teori-teori yang berkaitan, termasuk teori klasik, neo-klasik, dan Keynesian. Pembahasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga, seperti kebutuhan dana dan kebijakan pemerintah, memberikan wawasan praktis. Secara pedagogis, sub-bab ini memperkenalkan mahasiswa pada berbagai perspektif ekonomi dalam memahami suku bunga.

2.5 Produk Domestik Bruto (PDB)

Sub-bab ini menjelaskan konsep PDB dan PDB per kapita sebagai indikator perekonomian. Pembahasan tentang komponen-komponen PDB dan hubungannya dengan konsumsi, investasi, dan pengeluaran pemerintah memberikan pemahaman yang komprehensif. Penjelasan mengenai PDB per kapita dan implikasinya terhadap permintaan kredit memberikan dasar analisis yang kuat.

2.6 Kurs

Sub-bab ini membahas konsep kurs dan teori paritas daya beli. Penjelasan tentang apresiasi dan depresiasi mata uang dan dampaknya terhadap perdagangan internasional memberikan wawasan penting. Secara pedagogis, sub-bab ini memperkenalkan mahasiswa pada konsep ekonomi internasional dan dampaknya pada perekonomian domestik.

2.7 Penelitian Terdahulu

Tinjauan pustaka ini menelaah penelitian sebelumnya yang relevan, memberikan konteks dan landasan bagi penelitian saat ini. Dengan membandingkan dan mengkontraskan penelitian terdahulu, mahasiswa diajarkan untuk menilai kontribusi penelitian baru dan metodologi yang digunakan. Ini membantu mereka memahami bagaimana penelitian dibangun secara kumulatif.

2.8 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual memvisualisasikan hubungan antar variabel penelitian. Ini membantu mahasiswa memahami bagaimana variabel-variabel dihubungkan dan bagaimana penelitian akan menguji hipotesis. Ini juga menunjukkan bagaimana teori diintegrasikan ke dalam metode penelitian yang dipilih.

2.9 Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian merupakan pernyataan yang akan diuji. Pernyataan ini harus terukur dan teruji secara empiris. Ini memberikan fokus yang jelas pada penelitian dan bagaimana hasilnya akan diinterpretasikan. Ini juga melatih mahasiswa bagaimana merumuskan hipotesis yang dapat diuji.

III. Metode Penelitian

Bagian ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan, termasuk jenis data, metode pengumpulan data, dan model analisis. Pembahasan mengenai model regresi berganda dan metode Ordinary Least Squares (OLS) memberikan pemahaman tentang teknik analisis data kuantitatif. Penjelasan mengenai uji asumsi klasik (multikolinearitas, normalitas, dan autokorelasi) memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam memilih dan menerapkan metode penelitian yang tepat dan menguji validitas hasil penelitian.

3.1 Ruang Lingkup Penelitian

Bagian ini mendefinisikan batasan geografis dan temporal penelitian, memastikan fokus penelitian yang terarah. Ini juga menjelaskan variabel yang akan diteliti dan batasan penelitian yang ditetapkan. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam menentukan batasan penelitian agar fokus dan mudah dikerjakan.

3.2 Definisi Operasional

Definisi operasional menjelaskan secara rinci bagaimana variabel-variabel penelitian diukur. Ini sangat penting untuk memastikan keakuratan dan konsistensi data. Penjelasan yang jelas memastikan bahwa data dapat dikumpulkan dan dianalisis secara konsisten. Ini juga meningkatkan transparansi dan reproduksibilitas penelitian.

3.3 Jenis Data

Bagian ini menjelaskan jenis data yang digunakan (data sekunder, time series), sumber data, dan periode waktu yang diteliti. Penjelasan ini memastikan bahwa data yang digunakan relevan dan valid. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam menentukan jenis dan sumber data yang sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Bagian ini menjelaskan proses pengumpulan data, menekankan pentingnya sumber data yang kredibel. Ini juga menjelaskan bagaimana data disaring dan diolah sebelum analisis. Ini memberikan transparansi pada proses penelitian dan memungkinkan replikasi penelitian.

3.5 Model Analisis

Bagian ini menjelaskan model analisis yang digunakan, yaitu model regresi berganda. Ini juga menjelaskan alasan pemilihan model dan variabel independen serta dependen. Secara pedagogis, bagian ini memperkenalkan mahasiswa pada penerapan model statistik dalam penelitian ekonomi.

3.6 Metode Analisis

Bagian ini menjelaskan secara detail metode analisis data yang digunakan, yaitu Ordinary Least Squares (OLS). Ini juga menjelaskan bagaimana koefisien regresi diinterpretasikan. Penjelasan ini memastikan bahwa mahasiswa memahami teknik analisis dan interpretasinya.

3.7 Uji Kesesuaian (Test Goodness of Fit)

Penjelasan ini menjelaskan bagaimana model regresi yang dibangun diuji tingkat kesesuaiannya dengan data. Uji ini memastikan bahwa model yang dibangun mampu menjelaskan variansi data secara memadai. Penjelasan ini sangat penting untuk memastikan validitas hasil penelitian.

3.8 Uji Asumsi Klasik

Bagian ini membahas uji asumsi klasik yang diperlukan untuk memastikan validitas hasil regresi, termasuk uji multikolinearitas, normalitas, dan autokorelasi. Penjelasan ini penting karena pelanggaran asumsi klasik dapat membahayakan interpretasi hasil regresi. Penjelasan ini juga melatih mahasiswa dalam memahami dan menangani masalah dalam analisis data.

IV. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil analisis data dan interpretasinya. Deskripsi daerah penelitian memberikan konteks geografis dan demografis yang relevan. Presentasi data mengenai perkembangan kredit konsumsi, suku bunga, PDRB per kapita, dan kurs rupiah memberikan gambaran empiris yang komprehensif. Interpretasi hasil regresi dan pengujian hipotesis memberikan jawaban atas pertanyaan penelitian. Pembahasan yang mendalam menghubungkan hasil penelitian dengan teori dan penelitian terdahulu. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa dalam menganalisis dan menginterpretasi data kuantitatif serta menyusun argumen berdasarkan bukti empiris.

4.1 Deskripsi Daerah Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran umum kondisi geografis, demografis, dan ekonomi Sumatera Utara, memberikan konteks yang penting untuk memahami hasil penelitian. Data yang relevan, seperti jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi, perlu disajikan. Ini membantu mahasiswa memahami faktor-faktor kontekstual yang mungkin memengaruhi hasil penelitian.

4.2-4.5 Perkembangan Variabel

Sub-bab ini menyajikan data time series mengenai perkembangan kredit konsumsi, suku bunga kredit konsumsi, PDRB per kapita, dan kurs rupiah di Sumatera Utara. Presentasi data yang jelas dan terstruktur penting untuk memahami tren dan pola yang terjadi. Bagian ini juga melatih mahasiswa dalam menyajikan data secara efektif dan menarik.

4.6 Hasil dan Analisis Data

Bagian ini menyajikan hasil analisis regresi, termasuk koefisien regresi, nilai p, dan nilai R-squared. Interpretasi statistik yang tepat sangat penting untuk menghindari kesimpulan yang keliru. Penjelasan yang jelas dan ringkas mengenai temuan empiris sangat penting.

4.7 Pembahasan

Bagian ini menafsirkan hasil analisis regresi dalam konteks teori dan penelitian terdahulu. Penjelasan mengenai signifikansi statistik dan implikasi ekonomi dari temuan penelitian sangat penting. Penjelasan ini melatih mahasiswa dalam menghubungkan temuan empiris dengan kerangka teoritis dan penelitian sebelumnya.

4.8 Uji Kesesuaian (Test Goodness of Fit)

Bagian ini menyajikan hasil uji kesesuaian model regresi, termasuk koefisien determinasi (R²) dan uji F-statistik. Interpretasi yang tepat dari hasil uji ini sangat penting untuk memastikan validitas model regresi. Ini juga melatih mahasiswa dalam mengevaluasi kesesuaian model penelitian.

4.9 Uji Asumsi Klasik

Bagian ini membahas hasil uji asumsi klasik, memastikan bahwa hasil regresi dapat diandalkan. Interpretasi hasil uji multikolinearitas, normalitas, dan autokorelasi sangat penting untuk memastikan validitas temuan. Ini juga melatih mahasiswa dalam memeriksa asumsi klasik dan memastikan validitas hasil penelitian.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan penelitian dan memberikan saran berdasarkan temuan tersebut. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian secara ringkas dan jelas. Saran yang diberikan harus relevan dengan temuan penelitian dan bermanfaat bagi pembuat kebijakan dan penelitian selanjutnya. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa untuk menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan rekomendasi yang bermakna.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian secara ringkas dan jelas, berdasarkan temuan empiris. Kesimpulan harus mencerminkan pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Ini juga melatih mahasiswa untuk menyimpulkan temuan penelitian secara ringkas dan akurat.

5.2 Saran

Saran yang diberikan harus relevan dengan temuan penelitian dan bermanfaat bagi pihak-pihak terkait, seperti pembuat kebijakan dan peneliti selanjutnya. Saran harus spesifik dan terukur. Ini melatih mahasiswa untuk memberikan rekomendasi yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti.

VI.Daftar Pustaka

Daftar pustaka yang lengkap dan mengikuti format yang konsisten menunjukkan ketelitian dan kredibilitas penelitian. Daftar pustaka yang lengkap dan akurat sangat penting untuk memastikan validitas penelitian. Ini juga melatih mahasiswa dalam mengelola referensi dan sitasi.

VII.Lampiran

Lampiran berisi data mentah, hasil estimasi OLS, dan hasil uji asumsi klasik. Data yang lengkap dan terdokumentasi dengan baik memastikan transparansi dan reproduksibilitas penelitian. Penyajian data mentah yang lengkap dan terorganisir dengan baik meningkatkan kredibilitas penelitian.

Gambar

Gambar 2.1. Kurva Permintaan yang Berlereng Menurun.
Tabel 2.1. Kategori Elastisitas Permintaan
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual.
Tabel 4.1 Perkembangan Permintaan Kredit Konsumsi, Tingkat Suku Bunga Kredit Konsumsi, PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku di Sumatera Utara dan Kurs Rupiah terhadap Dollar (USD) Tahun 1991-2010
+4

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini berjudul ”Analisis Pengaruh Suku Bunga Kredit dan Pendapatan Per Kapita terhadap Jumlah Kredit Konsumsi Pada Bank Umum Pemerintah di Sumatera Utara”.. Penelitian

Dari koefisien masing-masing variabel, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengaruh variabel PDRB, Kurs, Inflasi, Ekspor, suku bunga kredit, angkatan kerja, belanja

Bedasarkanperhitungan nilai diatas diperoleh nilai korelasi antara variabel kurs,tingkat suku bunga,laju inflasi terhadap deposito berjangka rupiah secara simultan dan

Sinaga : Analisis Pengaruh Suku Bunga dan Pendapatan Per Kapita Terhadap Kredit Konsumsi pada Bank..., 2006... Tuana

Tesis ini menganalisis tentang pengaruh pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, suku bunga pinjaman dan kondisi perekonomian terhadap permintaan kredit produktif di Sumatera Utara dengan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PDRB, suku bunga kredit, IHK dan jumlah deposito

Payment , PDRB, Suku Bunga Kredit, dan Tarif BBNKB berpengaruh signifikan terhadap Permintaan Kredit Kendaraan Bermotor di Kota Bandar Lampung dalam jangka panjang.. Namun, variabel

Tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap permintaan kredit konsumsi di Indonesia, begitupun suku bunga kredit konsumsi, sedangkan dana pihak ketiga (giro,