ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM
HARIAN SEPUTAR INDONESIA
SKRIPSI
OLEH
PESTA ULI RIA PANGGABEAN
070701004
DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat hasil karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan
disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila pernyataan yang saya buat ini tidak benar,
saya bersedia menerima sanksi berupa pembatalan gelar kesarjanaan yang saya
peroleh.
Medan, Juni 2010
Hormat Saya,
ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM
HARIAN SEPUTAR INDONESIA
OLEH
PESTA ULI RIA PANGGABEAN
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis penggunaan perubahan makna kata dalam harian
Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010. Tujuan penelitian
untuk mendeskripsikan penggunaan perubahan makna kata dalam harian Seputar
Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dan jenis perubahan makna
PRAKATA
Segala puji syukur bagi Dia, Allah pemilik kehidupan ini. Oleh karena
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun skripsi ini tepat pada
waktunya.
Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana
humaniora pada Departemen Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas
Sumatera Utara. Adapun judul ini adalah “Analisis Perubahan Makna Kata dalam
Harian Seputar Indonesia”.
Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan moril
maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu, ucapan terima kasih yang tulus
penulis sampaikan kepada :
1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si. sebagai Ketua Departemen
Sastra Indonesia dan Drs. Haris Sutan Lubis, M.S.P. sebagai Sekretaris
Departemen Sastra Indonesia, Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Salliyanti, M.Hum. sebagai pembimbing I dan bapak Drs. T Aiyub
Sulaiman sebagai pembimbing II. Terima kasih atas segala waktu, ilmu, dan
kesabaran selama membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak Drs. Syahrial Isa, M.Hum. sebagai dosen wali yang telah banyak
memberikan bimbingan dan nasehat selama penulis menjalankan
perkuliahan.
5. Kedua orang tua tercinta, bapak S. Panggabean dan ibu D. Br Manik yang
Dengan kesungguhan hati penulis persembahkan semua ini sebagai tanda
sayang dan terima kasih atas segala hal yang telah diberikan.
6. Buat kakanda Purnama Panggabean dan Rinali Panggabean yang tidak
bosan-bosannya mendukung penulis. Adinda Margareth Panggabean yang
selalu memberi semangat. Kepada kalian bertiga juga penulis persembahkan
semua ini.
7. Seluruh staf pengajar dan pegawai Fakultas Ilmu Budaya, Universitas
Sumatera Utara, khususnya staf pengajar Departemen Sastra Indonesia atas
segala ilmu yang diberikan selama lebih kurang empat tahun.
8. Pemimpin kelompok kak Rapi, SS. dan kak Marta, SE. yang selalu
mendoakan, memberi semangat, serta memberi asupan rohani kepada
penulis.
9. Teman kelompok tumbuh bersama (KTB) Nurlela Silalahi dan Flora Gultom
yang selalu menemani penulis baik pada saat tertawa maupun menangis.
10.Adik rohani penulis, YADIKI (Yanti, Asima, Diana, Iska, Kristianti, dan
Intan) yang selalu menyemangati dan mendoakan penulis.
11.Teman-teman satu kost yang selalu mau memberi laptopnya untuk penulis
pinjam ada kak Triana, Dina, Ayaki, dan Iin.
12.Komponen pelayanan UKM KMK USU UP Fakultas Ilmu Budaya,
khususnya koordinasi (Dortama Lumban Gaol, Eva Munthe, Evi Haloho,
Johenro Silalahi, Forester Mendrofa, dan Melita Panggabean) yang selalu
mendoakan dan memberi semangat kepada penulis.
13.Teman – teman stambuk 2007 Irene, Nani, Irma Sofie, Mustika, Imel dan
teman-teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu terima kasih
14.Adik – adik stambuk 2008, 2009, dan 2010 dan kakak, abang stambuk 2006
yang selalu memberi semangat kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
kesempurnaan skripsi ini.
Akhirnya, penulis berharap skripsi ini dapat menambah wawasan dan
pengetahuan pembaca mengenai analisis perubahan makna kata dalam surat kabar
dan juga perkembangan linguistik.
Medan, Juni 2011
Penulis,
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ……….………..……….………. i
ABSTRAK ……….……….………..……..…………. ii
PRAKATA ……….……….….…...………... iii
DAFTAR ISI ... vi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ……….…………....………. 1
1.2 Masalah ………...….……….…………. 4
1.3 Batasan Masalah ……….……….…………..….………. 4
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian …….….….………….……..……… 5
1.4.1 Tujuan Penelitian …………..….…….………….……. 5
1.4.2 Manfaat Penelitian ………..…..…...….………….. 5
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep ……….……….. 6
2.1.1 Semantik ……….…….…………. 6
2.1.2 Makna ………..……….…..……….. 7
2.1.3 Harian Seputar Indonesia …... 8
2.2 Landasan Teori ... 9
2.2.1 Perubahan Makna ... 9
2.3 Tinjauan Pustaka ... 14
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 16
3.2 Populasi dan Sampel ... 16
3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ... 17
3.4 Metode dan Teknik Analisis Data ... 17
BAB IV ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM HARIAN SEPUTAR INDONESIA 4.1 Penggunaan perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia ... 20
4.1.1 Perubahan Makna Meluas ... 20
4.1.2 Perubahan Makna Menyempit ... 39
4.1.3 Perubahan Makna Perubahan Total ... 42
4.1.4 Perubahan Makna Penghalusan ... 44
4.1.5 Perubahan Makna Pengasaran ... 49
4.2 Perubahan Makna yang Paling Dominan dalam Harian Seputar Indonesia ……….….……… 54
4.1.1 Perubahan Makna Meluas ... 54
4.1.2 Perubahan Makna Pengasaran ... 56
4.1.3 Perubahan Makna Menyempit ... 57
4.1.4 Perubahan Makna Penghalusan ... 58
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan ... 60
5.2 Saran ... 60
DAFTAR PUSTAKA
ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM
HARIAN SEPUTAR INDONESIA
OLEH
PESTA ULI RIA PANGGABEAN
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis penggunaan perubahan makna kata dalam harian
Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010. Tujuan penelitian
untuk mendeskripsikan penggunaan perubahan makna kata dalam harian Seputar
Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dan jenis perubahan makna
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa lambang
bunyi, yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Ritonga, 2008:1). Bahasa juga
merupakan perwujudan tingkah laku manusia baik lisan maupun tulisan sehingga
orang dapat mendengar, mengerti, serta merasakan apa yang dimaksud. Sudah
sewajarnya bahasa dimiliki oleh setiap manusia di dunia ini yang secara rutin
dipergunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalin hubungan antara
sesama manusia (Samsuri, 1982 : 4).
Setiap bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia belum bisa dikatakan
bahasa, bila makna tidak terkandung di dalamnya. Apakah setiap arus ujaran
mengandung makna atau tidak, haruslah dilihat dari konvensi suatu kelompok
masyarakat tertentu. Setiap kelompok masyarakat bahasa, baik kecil maupun besar,
secara konvensional telah sepakat bahwa setiap struktur bunyi ujaran tertentu akan
mempunyai arti tertentu pula. Dengan demikian terhimpunlah bermacam-macam
susunan bunyi yang satu berbeda dari yang lain, yang masing-masing mengandung
suatu makna tertentu bersama-sama membentuk perbendaharaan kata dari suatu
masyarakat (Ritonga, 2008:1).
Dalam penggunaan bahasa secara umum acapkali kata-kata itu digunakan
secara tidak cermat sehingga maknanya umum. Tetapi dalam penggunaan secara
khusus, dalam bidang kegiatan tertentu, bahasa itu digunakan secara cermat
sehingga maknanya tepat dalam penggunaan. Makna sebuah kata, walaupun secara
Makna kata baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Kalau
lepas dari konteks kalimat, makna kata itu menjadi umum dan kabur. Tetapi dalam
penggunaan secara khusus, dalam bidang kegiatan tertentu, penggunaan kata-kata
secara cermat sehingga maknanya pun menjadi tepat (Chaer, 2003:70).
Perkembangan makna mencakup segala hal tentang makna yang
berkembang, berubah, dan bergeser. Gejala perubahan makna sebagai akibat dari
perkembangan makna oleh para pemakai bahasa. Bahasa berkembang sesuai dengan
perkembangan pikiran manusia (Djajasudarma, 2008:62).
Peranan surat kabar dalam pembinaan bahasa dapat bersifat positif, namun
juga dapat bersifat negatif. Apabila bahasa yang digunakan oleh pers adalah bahasa
yang baik dan terpelihara tentu saja pengaruhnya akan baik terhadap masyarakat
pembaca. Akan tetapi, apabila bahasa yang digunakan oleh pers itu bahasa yang
kacau dan tidak terpelihara, misalnya dalam penggunaan kata-kata tidak benar,
maka akan memberikan pengaruh yang negatif dan merugikan masyarakat.
Badudu (1985:138) menyatakan bahwa :
“bahasa pers ialah satu ragam bahasa yang memiliki sifat-sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, dan menarik. Hal ini disebabkan adanya sifat ekonomis yang dibutuhan oleh surat kabar dan perlu diingat bahwa yang membaca surat kabar itu bukanlah hanya masyarakat dari kalangan terpelajar, melainkan juga sampai kepada masyarakat bawah.”
Surat kabar merupakan salah satu sumber informasi tertulis yang memuat
tulisan dari berbagai macam penulis tentang suatu hal dan peristiwa. Surat kabar
dalam menyampaikan informasinya menggunakan bahasa tulisan sebagai media
informasi kepada pembaca. Bahasa surat kabar haruslah jelas dan mudah dipahami
oleh si pembaca, namun demikian bukan berarti bahasa tulis yang ada dalam surat
menyajikan informasi si penulis harus menulis berita yang mudah dipahami isi
berita yang ditulisnya. Apabila si penulis tidak menuliskan isi yang mudah dipahami
tentu pembaca akan sulit mengerti makna dari tulisan tersebut atau bahkan salah
menangkap makna yang terkandung dalam tulisan itu.
Harian Seputar Indonesia terbit perdana, pada tanggal 30 Juni 2005. Harian
ini dibentuk oleh PT Media Nusantara Informasi (MNI), sub-sidiary dari PT Media
Nusantara Citra (MNC) yang menaungi RCTI, TPI, Global TV dan Trijaya
Network. PT MNC sudah sangat berpengalaman dalam mengelola media serta
terbilang mapan dan berpengaruh, baik di kalangan masyarakat maupun pengambil
keputusan.
Harian Seputar Indonesia memuat berita yang cukup lengkap meliputi ;
Berita utama (news) meliputi berita budaya, cerpen dan puisi, ekonomi dan bisnis,
internasional, megapolitan, nusantara, nasional, opini, politik dan hukum, periskop,
polling dan analisis, quite of the boy, mirror, resensi buku, dan tokoh. Berita
olahraga meliputi, bola manca, bola nasional, dan ragam olahraga.
Berita life style meliputi automatic, fashion, family, syariah, food, home dan garden,
office solution, movie dan musik, kesehatan, kolom dan pendidikan, ragam,
selebrita, techno, travel, trend dan beauty, karier, energi, properti, remaja.
Berita daerah meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,
Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan
Sehubungan dengan uraian di atas, peneliti tertarik untuk menganalisis
perubahan makna kata harian Seputar Indonesia dan jenis perubahan makna yang
paling dominan digunakan dalam harian tersebut. Selain itu, harian Seputar
Indonesia mempunyai kalangan pembaca yang cukup banyak di Sumatera Utara,
sehingga harian ini relevan untuk diteliti menjadi objek penelitian penulis yang
1.2 Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi masalah dalam penelitian ini
adalah :
1. Bagaimanakah penggunaan jenis-jenis perubahan makna kata dalam harian
Seputar Indonesia?
2. Jenis perubahan makna apa yang paling dominan dalam harian Seputar
Indonesia?
1.3 Batasan Masalah
Sebuah penelitian haruslah memiliki batasan masalah. Hal ini dilakukan agar
penelitian yang dikaji terarah dan tidak terjadi penyimpangan masalah yang hendak
diteliti. Adapun penelitian ini hanya menganalisis masalah tentang jenis-jenis
perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus - 6
September 2010.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian adalah :
1.
Mendeskripsikan penggunaan jenis-jenis perubahan makna kata dalamharian Seputar Indonesia.
2.
Mendeskripsikan jenis perubahan makna yang paling dominan pada harian1.4.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :
1.
Menambah bahan bacaan yang dipergunakan sebagai bahan perbandingankepada peneliti-peneliti lain yang akan menganalisis hal yang sama di bidang
linguistik khususnya yang ingin meneliti perubahan makna kata dalam media
cetak.
2.
Sebagai bahan masukan dalam kalangan pers dalam rangka turutmengembangkan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.
Menambah wawasan kebahasaan mengenai relasi kemaknaan khususnyaBAB II
KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep
Konsep adalah gambaran mental dari objek, proses, atau apapun yang ada di
luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain
(Kridalaksana, 2001:117).
Menurut Malo, dkk (1985:47) konsep – konsep yang dipakai dalam ilmu
sosial walaupun istilahnya sama dengan yang digunakan sehari – hari, namun
makna dan pengertiannya dapat berubah. Di samping adanya perbedaan mengenai
makna dan pengertian suatu konsep dalam bahasa sehari – hari, sering juga terdapat
perbedaan di antara para ahli atau peneliti sendiri mengenai makna dan pengertian
istilah yang sama.
2.1.1 Semantik
Kata semantik dalam bahasa Indonesia (Inggris: semantics) berasal dari
bahasa Yunani, yaitu sema (kata benda) yang berarti tanda dan lambang. Kata
kerjanya adalah semaino yang berarti menandai atau melambangkan. Tanda atau
lambang disini sebagai padanan kata sema itu adalah tanda linguistik (Perancis :
signe linguistique) seperti yang dikemukan oleh Ferdinand Saussure (dalam Chaer,
1995 : 2) yang terdiri atas (1) komponen yang mengartikan, yang berwujud
bentuk-bentuk bunyi bahasa dan (2) komponen yang diartikan atau makna dari komponen
Semantik berarti teori makna atau teori arti (Inggris, semantics, kata sifatnya
semantik yang dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan kata semantik sebagai
nomina (Verhaar, dalam Pateda, 2001:7).
Kata semantik ini kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk
bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan
hal-hal yang ditandainya. Atau dengan kata lain, bidang studi dalam linguistik yang
mempelajari makna atau arti dalam bahasa. Istilah semantik lebih umum digunakan
dalam studi linguistik karena istilah-istilah yang lainnya itu mempunyai cakupan
objek yang lebih luas, yakni mencakup makna tanda atau lambang pada umumnya
(Chaer, 1995 : 3).
Jadi semantik adalah salah satu cabang linguistik mempelajari tentang studi makna.
2.1.2 Makna
Makna adalah hubungan antara bahasa dengan dunia luar yang telah
disepakati bersama oleh para pemakai bahasa sehingga dapat saling dimengerti
(Grice dalam Amidudin, 2001:53). Makna adalah arti sebuah kata, pengertian yang
diberikan kepada suatu bentuk kata dalam kebahasaan (KBBI, 2005:703).
Makna memiliki arti yang berubah, karena pada saat kata tersebut
dimasukkan dalam kalimat akan mempunyai makna yang berbeda (Chaer, 2003:70).
Dari pengertian para ahli di atas, bahwa makna adalah isi yang terkandung di
dalam bentuk kata, yang dapat menimbulkan reaksi tertentu, apabila dimasukkan
2.1.3 Harian Seputar Indonesia
Surat kabar merupakan salah satu sumber informasi tertulis yang memuat
tulisan berbagai macam penulis tentang bermacam hal dan peristiwa.
Harian Seputar Indonesia terbit perdana, pada 30 Juni 2005. Harian ini
dibentuk oleh PT Media Nusantara Informasi (MNI), sub-sidiary dari PT Media
Nusantara Citra (MNC) yang menaungi RCTI, TPI, Global TV dan Trijaya
Network. PT MNC sudah sangat berpengalaman dalam mengelola media serta
terbilang mapan dan berpengaruh, baik di kalangan masyarakat maupun pengambil
keputusan.
Harian Seputar Indonesia terbit setiap hari, dengan mempunyai 24 halaman.
Pada harian inimemuat berita yang cukup lengkap meliputi, berita utama (news)
yang memuat budaya, cerpen dan puisi, ekonomi dan bisnis, internasional,
megapolitan, nusantara, nasional, opini, politik dan hukum, periskop, polling dan
analisis, quite of the boy, mirror, resensi buku, dan tokoh. Beria olahraga meliputi,
bola manca, bola nasional, dan ragam olahraga. Berita life style meliputi automatic,
fashion, family, syariah, food, home dan garden, office solution, movie dan musik,
kesehatan, kolom dan pendidikan, ragam, selebrita, techno, travel, trend dan beauty,
karier, energi, properti, remaja. Berita daerah, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah
dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera selatan
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Perubahan Makna
Secara sinkronik makna sebuah kata/leksem tidak berubah, secara diakronik
ada kemungkinan berubah, dalam jangka waktu terbatas makna sebuah kata tidak
akan berubah, tetapi dalam jangka waktu yang relatif tidak terbatas ada
kemungkinan bisa berubah (Chaer, 1990:131). Namun, bukan berarti setiap kata
akan berubah maknanya.
Perubahan makna dalam bahasa Indonesia dapat disebabkan oleh dua
faktor umum, yaitu (1) faktor linguistik dan (2) faktor nonlinguistik. Faktor
linguistik adalah faktor kebahasaan yang mengakibatkan perubahan makna. Jadi,
suatu kata berubah maknanya karena mengalami proses kebahasaan, seperti proses
pengimbuhan (afiksasi) dan penggabungan (komposisi). Faktor nonlinguistik adalah
faktor nonkebahasaan yang mengakibatkan perubahan makna (Chaer, 1955:131).
Faktor ini meliputi :
1) Perkembangan dalam ilmu dan teknologi. Konsep makna yang dikandung telah
berubah sebagai akibat dari pandangan yang baru, atau teori baru dalam suatu
bidang ilmu atau sebagai akibat dalam perkembangan teknologi. Misalnya,
perubahan makna kata pada sastra dari makna tulisan sampai pada makna karya
imaginatif adalah salah satu contoh perkembangan bidang keilmuan.
2) Perkembangan sosial budaya. Bentuk katanya tetap sama tetapi konsep makna
makna yang dikandungnya berubah. Misalnya, kata sarjana dulu diartikan orang
yang pandai atau cendikiawan, sekarang kata sarjana berarti orang yang sudah lulus
dari perguruan tinggi, meskipun barangkali lulusnya cuma dengan indeks prestasi
yang pas-pasan, serta kemampuan tidak lebih jauh dari seorang yang belum lulus
3) Perbedaan asosiasi, di sini makna baru yang muncul adalah berkaitan dengan hal
atau peristiwa lain yang berkenaan dengan kata tersebut. Misalnya, kata amplop
yang berasal dari bidang administrasi atau surat-menyurat, makna asalnya adalah
sampul surat. Amplop biasa dimasukkan surat tetapi bisa pula benda lain, misalnya
uang. Dalam kalimat Beri saja amplop maka urusan pasti beres, kata amlop di sini
bukan bermakna uang sebab amplop yang dimaksud bukan berisi surat atau tidak
berisi apa-apa, melainkan berisi sogokan.
4) Pengembangan istilah. Salah satu upaya dalam pengembangan atau
pembentukan istilah baru adalah dengan memanfaatkan kosakata bahasa Indonesia
yang ada jalan memberi makna baru, entah dengan menyempitkan makna kata
tersebut, meluaskan, maupun memberi arti baru. Misalnya kata papan yang semula
bermakna lempengan kayu tipis, kini diangkat menjadi istilah untuk makna
perumahan.
5) Adanya bidang pemakaian. Kata-kata yang menjadi kosa kata dalam
bidang-bidang tertentu dalam kehidupan sehari-hari dapat digunakan dalam bidang-bidang lain atau
menjadi kosakata umum. Misalnya kata jurusan yang berasal dari bidang lalu lintas
dengan makna arah, kini digunakan juga dalam pendidikan dengan makna seksi atau
bagian bidang ilmu.
6) Pertukaran tanggapan indera (sinestesia). Dalam penggunaan bahasa banyak
terjadi kasus pertukaran tanggapan antara indera yang satu dengan yang lain.
Misalnya kata pedas yang seharusnya ditanggap dengan alat indera perasa lidah,
tertukar menjadi ditanggap oleh alat indera pedengaran seperti tampak dalam ujaran
kata-katanya sangat pedas.
7) Perbedaan tanggapan. Setiap unsur leksikal atau kata sebenarnya secara sinkronis
mempunyai makna yang tetap. Namun karena pandangan hidup dan ukuran dalam
rendah (kurang menyenangkan) dan nilai rasa yang tinggi. Misalnya kata bini
dewasa ini dianggap kata yang bernilai rasa rendah.
8) Adanya penyingkatan. Banyak kosa kata dalam bahasa Indonesia yang sering
digunakan, kemudian tanpa diucapkan secara keseluruhan orang sudah mengerti
maksudnya. Misalnya kata meninggal dalam kalimat Ayahnya meninggal,
maksudnya adalah Ayahnya meninggal dunia.
9) Proses gramatikal. Proses gramatikal seperti afiksasi, reduplukasi, dan komposisi
(penggabungan kata) akan menyebabkan pula terjadinya perubahan makna.
2.2.2 Jenis-jenis Perubahan Makna
Berdasarkan pemakaiannya, bahasa mengalami perkembangan, pergeseran,
atau perubahan makna.
Perubahan makna ada lima jenis (Chaer, 1995:141). Jenis-jenis perubahan makna
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Perubahan makna meluas
Perubahan makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau
leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena
berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain.
Misalnya pada kata baju pada kalimat berikut :
- Warga yang melihat kejadian tersebut mengaku bahwa pelaku pemerasan
itu memakai baju aparat keamanan (5 September 2010, halaman 7, kolom
berita nasional).
Kata baju sebenarnya hanya berati pakaian sebelah atas dari pinggang sampai ke
bahu seperti pada frase baju batik, baju safari, baju lengan pendek dan sebagainya.
Tetapi pada kalimat, Warga yang melihat kejadian tersebut mengaku bahwa pelaku
meluas sebab termasuk celana, baju, topi, ikat pinggang dan sepatu. Begitu juga
dengan baju olahraga, baju dinas dan baju sekolah.
2. Perubahan makna menyempit
Perubahan makna menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata
yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi
terbatas hanya pada sebuah makna saja.
Misalnya pada kata ahli :
- Ahli telematika, Roy Suryo mengatakan bahwa, video kuntilanak yang ada
di Magelang hanya rekayasa komputer (5 September 2010, halaman 7,
kolom berita nasional).
Kata ahli pada mulanya berarti orang yang termasuk dalam satu golongan atau
keluarga seperti dalam frase ahli waris yang berarti ‘orang yang termasuk dalam
satu kehidupan keluarga’, dan juga ahli kubur yang berarti ‘orang-orang yang sudah
dikubur’. Kini kata ahli sudah menyempit maknanya yang berarti ‘orang yang
pandai dalam satu cabang ilmu atau kepandaian’ seperti tampak dalam frase ahli
sejarah, ahli bedah dan sebagainya.
3. Perubahan makna total
Perubahan total adalah berubahnya sama sekali makna sebuah kata dari
makna asalnya.
Misalnya pada kata ceramah pada kalimat berikut :
- Acara makan bersama berlangsung setelah selesai salat magrib dan
dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah, dan mendengarkan ceramah agama
oleh Ustadz H Yazid Syamsudin. (29 Agustus 2010, halaman 17, kolom
Kata ceramah pada mulanya berarti cerewet atau banyak cakap tetapi kini berarti
pidato atau uraian mengenai suatu hal yang disampaikan di depan banyak orang.
4. Perubahan makna penghalusan
Penghalusan (efumia) adalah konsep makna mengenai kata atau bentuk itu
tidak berubah, namun gejala yang ditampilkannya kata-kata atau bentuk-bentuk
yang dianggap memiliki makna yang lebih halus, atau lebih sopan daripada yang
digantikan.
Misalnya kata penjara dan pemecatan pada kalimat berikut :
- ”Pelaku sudah diamankan dan dijerat pasal 363 KUH Pidana tentang
pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara” kata AKP Doni
Alexander, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. (23 Agustus 2010,
halaman 10, kolom berita daerah Sumatera Utara).
- Pemerintah dengan tegas mengatakan akan melakukan pemecatan terhadap
pejabat-pejabat yang menyalahgunakan jabatannya. (1 September 2010,
halaman 24, kolom berita nasional).
Kata penjara diganti dengan kata yang maknanya dianggap lebih halus yaitu
lembaga pemasyarakatan.
Kata pemecatan (dari pekerjaan) diganti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).
5. Perubahan makna pengasaran
Pengasaran (disfemia) adalah usaha untuk mengganti kata yang maknanya
halus atau bermakna biasa dengan kata yang maknanya kasar.
Misalnya kata menjebloskan pada kalimat berikut :
- Polisi telah menjebloskan perampok Bank Niaga tersebut. (1 September
Kata atau ungkapan masuk kotak dipakai untuk mengganti kata kalah. Kata
menjebloskan yang dipakai untuk menggantikan kata memasukkan.
2.3 Tinjauan Pustaka
Berdasarkan tinjauan pustaka yang dilakukan, maka ada sejumlah sumber
yang didapat untuk dikaji dalam penelitian ini, ada pun sumber tersebut adalah
sebagai berikut:
Asnur Taharian Nasution (1980), dalam skripsinya yang berjudul Perubahan
Makna dalam Bahasa Indonesia, menganalisis tentang perubahan makna pada
bahasa Indonesia dan jenis-jenis perubahan makna. Dalam penelitiannya dia
menyimpulkan bahwa kata dapat mengalami perubahan makna dan perubahan ini
dapat dilihat dari bermacam-macam sudut, peristiwa sehingga maknanya berubah.
Rosintan Pasaribu (1995), dalam skripsinya yang berjudul Analisis
Perubahan Makna Kata pada Novel Kuncup Berseri, Karya N.H Dini. Pemakaian
kata-kata yang mengalami perubahan makna tidak banyak dijumpai di novel
tersebut. Kata-kata yang mengalami perubahan makna yang dimuat pada umumnya
merupakan pengulangan dari awal.
Berdasarkan sumber di atas, maka dapat dijadikan sebagai sejumlah data
yang relevan dan berhubungan dengan penelitian pemakaian kata yang mengalami
perubahan makna dalam harian Seputar Indonesia karena hasil penelitian
sebelumnya dapat menjadi informasi bagi peneliti untuk memperoleh analisis yang
lebih lengkap dengan menggunakan teori perubahan makna. Oleh karena itu,
analisis perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia sama sekali belum
pernah diteliti dan pada kesempatan ini akan diteliti tentang bagaimana penggunaan
jenis-jenis perubahan makna dan jenis perubahan makna apa saja yang paling
dominan digunakan dalam harian Seputar Indonesia edisi 23 Agustus – 6
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi adalah letak atau tempat. Lokasi penelitian dapat dilakukan di
lapangan atau di perpustakaan. Di perpustakaan peneliti mencari sumber data
berupa buku-buku atau tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian ini.
Penelitian ini berlangsung di ruang belajar peneliti untuk mengumpulkan data-data
yang diambil dari harian Seputar Indonesia.
3.2 Populasi dan Sampel
Populasi adalah sekelompok orang, benda atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel, suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang
berkaitan dengan masalah penelitian (KBBI, 2003:889). Populasi dalam penelitian
ini adalah perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia.
Sampel adalah sebagian dari pemakaian bahasa yang mewakili dari suatu
populasi (Sudaryanto, 1990:30). Sampel adalah sesuatu yang digunakan untuk
menunjukkan sifat suatu sekelompok yang lebih besar, bagian yang mewakili
kelompok atau keseluruhan yang lebih besar. Karena jumlah populasi di atas terlalu
besar maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya berjumlah 14
terbitan pada harian Seputar Indonesia. Adapun sampel yang diambil sebanyak 14
terbitan tersebut terhitung dari tanggal 23 Agustus - 6 September 2010. Dari 14
3.2 Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Metode adalah cara mendekati, mengamati, menganalisis, dan menjelaskan
suatu fenomen (Kridalaksana, 2001:136). Metode adalah cara yang harus
dilaksanakan (Sudaryanto, 1998:9). Untuk mencapai tujuan, penelitian ini
menggunakan metode simak. Metode simak adalah suatu metode dengan cara
menyimak suatu bahasa.
Teknik adalah cara melaksanakan suatu metode (Sudaryanto, 1998:9).
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat, yaitu mencatat
semua data yang mengandung kata yang mengalami perubahan makna pada Harian
Seputar Indonesia.
Langkah kerjanya adalah membaca secara keseluruhan isi tulisan pada
harian Seputar Indonesia. Isi tulisan yang ada pada harian Seputar Indonesia
disimak. Data yang sudah didapat yaitu kata yang mengalami perubahan makna
pada harian Seputar Indonesia kemudian dicatat. Setiap data yang sudah didapat
dipilih dan dipilah dengan membuang data yang tidak diperlukan. Kemudian data
dimasukkan ke dalam kartu data.
3.3 Metode dan Teknik Analisis Data
Metode digunakan dalam menganalis data adalah metode agih . Metode agih
adalah metode yang alat penentunya justru bagian dari bahasa yang bersangkutan itu
sendiri (Sudaryanto, 1998:15).
Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik bagi unsur
langsung. Teknik bagi unsur langsung adalah teknik membagi satuan lingual data
menjadi beberapa bagian atau unsur, dan unsur-unsur yang bersangkutan dipandang
sebagai bagian yang langsung membentuk satuan lingual yang dimaksud
Setelah satuan lingual data dibagi menjadi beberapa bagian atau unsur,
kemudian digunakan teknik lanjutan, yaitu teknik ganti. Teknik ganti yaitu
mengganti konteks yang mendukung data itu dengan konteks yang berbeda
sehingga dapat dilihat makna yang berbeda dari data tersebut (Sudaryanto,
1993:36).
Contoh :
1 a. Bersama Ibu Michelle Obama, ketiganya berkunjung ke kota Florida itu untuk
bebicara dengan warga dan pemimpin bisnis setempat.
(23 Agutus, berita utama, halaman 7)
b. Mengusung desain busana yang simpel dan memberi kesan dramatis, rupanya
koleksi ibu tiga anak ini mendapat perhatian serius dari para selebriti dunia.
Dari contoh di atas, pada kalimat tersebut kata ibu (merujuk contoh 1a) merupakan
kata yang mengandung makna baru yaitu setiap perempuan dewasa. Pada kalimat
(merujuk pada contoh 1b) kata ibu memiliki makna asal yaitu perempuan yang
melahirkan. Namun, karena adanya keterkaitan makna ‘perempuan dewasa’ dan
‘perempuan yang melahirkan kita’, maka kata ibu ini digolongkan ke dalam bentuk
kata yang mengalami perubahan makna meluas.
Selain itu, untuk menentukan jenis perubahan makna yang paling dominan
digunakan dalam harian Seputar Indonesia edisi 23 Agustus – 6 September 2010
menggunakan metode kuantitatif.
Metode kuantitatif merupakan metode keputusan yang menggunakan angka.
Pemecahan dengan model kuantitatif akan menghasilkan nilai atau angka untuk
Untuk menentukan jenis perubahan makna yang paling dominan dalam harian
Seputar Indonesia edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dapat menggunakan rumus
BAB IV
ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM HARIAN SEPUTAR
INDONESIA
4.1 Penggunaan Jenis-jenis Perubahan Makna Kata dalam Harian Seputar
Indonesia
Berdasarkan jenis perubahan makna pada harian Seputar Indonesia pada
edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu (1)
perubahan makna meluas, (2) perubahan makna menyempit, (3) perubahan makna
total, (4) perubahan makna penghalusan, dan (5) perubahan makna pengasaran.
4.1.1 Perubahan Makna Meluas
Perubahan makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau
leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena
berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain.
Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna meluas yang terdapat
dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 adalah
sebagai berikut :
1. a Warga yang melihat kejadian tersebut mengaku bahwa pelaku pemerasan
itu memakai baju aparat keamanan.
( Data No. 1 )
b Dia datang ke acara resepsi pernikahan Anissa Pohan dengan memakai
baju lengan panjang.
Contoh di atas makna kata baju pada kalimat (a) adalah keseluruhan pakaian mulai
dari sepatu, celana, dan baju. Sedangkan makna kata baju pada kalimat (b) adalah
kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna
meluas.
2. a Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memastikan bahwa teluk
Meksiko aman untuk bisnis dan wisatawan setelah tragedi kebocoran
minyak lepas pantai dapat teratasi.
( Data No. 8)
b “Taksi dapat menyentuh konsumen secara langsung,” ujar Presiden Better
Place Jepang, Kiyokota Fujii Maaro.
Contoh di atas makna kata presiden pada kalimat (a) adalah kepala negara.
Sedangkan makna kata presiden pada kalimat (b) adalah ketua atau kepala
perusahaan. Sehingga kata presiden kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
3. a Bersama Ibu Negara Michelle Obama, ketiganya berkunjung ke kota di
Florida itu untuk berbicara dengan warga dan pemimpin bisnis setempat.
(Data No. 6)
b Ibu saya mengalami kecelakaan, ketika mobil yang ditumpanginya
menabrak pembatas jalan.
Contoh di atas makna kata ibu pada kalimat (a) adalah sebutan atau sapaan kepada
orang berkedudukan atau memiliki status sosial yang lebih tinggi. Sedangkan makna
kata ibu pada kalimat (b) adalah sebutan kepada orang yang melahirkan kita atau
kepada orang tua perempuan. Sehingga kata ibu kalimat (a) dan kalimat (b)
4. a Inilah kali pertama dia melihat putranya yang diharapkannya menjadi
tenaga medis.
( Data No. 10 )
b Putra Pangeran Charles dan Lady Diana, William telah menikah dengan
Kate Midleton pada tanggal 29 April.
Contoh di atas makna kata putra pada kalimat (a) adalah anak yang berjenis kelamin
laki-laki. Sedangkan makna kata putra pada kalimat (b) adalah sebutan untuk anak
raja yang laki-laki. Sehingga kata putra pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
5. a Terkait insiden perusakan Kantor Bupati Gowa, Totok menyebutkan
hingga saat pihaknya sudah mengantongi empat nama yang diduga pelaku
utama.
( Data No. 16 )
b Dia mengantongi beberapa ratus ribu uang yang diperoleh dari temannya.
Contoh di atas makna kata mengantongi pada kalimat (a) adalah memperoleh atau
menerima nama. Sedangkan makna kata mengantongi pada kalimat (b) adalah
memasukkan ke dalam kantong. Sehingga kata mengantongi pada kalimat (a) dan
kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
6. a “Maka itu, orang tua harus tahu bahwa di antara produk-produk yang
mampu mensterilkan dapurnya, kesehatan anak dapat terancam,” kata
analisis senior lingkungan hidup di Washington DC, Sonya Lunder.
( Data No. 17 )
Contoh di atas makna kata orang tua pada kalimat (a) adalah ayah dan ibu yang
mempunyai atau melahirkan anak. Sedangkan makna kata orang tua pada kalimat
(b) adalah untuk menyebut orang yang sudah tua umurnya. Sehingga kata orang tua
pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan
makna meluas.
7. a “Kalau tahun lalu berada diurutan ketiga, tahun ini minimal bisa
bertengger di urutan kedua atau pertama,” katanya.
( Data No. 18 )
b Ayam itu bertengger di atas pagar rumah kami.
Contoh di atas makna kata bertengger pada kalimat (a) adalah berdiam, bertempat.
Sedangkan makna kata bertengger pada kalimat (b) adalah hinggap (di pagar).
Sehingga kata bertengger pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan
makna yaitu perubahan makna meluas.
8. a Mereka berpendapat sebanyak 328 mahasiswa dari berbagai jurusan
mendapat surat peringatan dari kampus lantaran nilainya tidak memenuhi
ketentuan.
( Data No. 19 )
b Wisatawan yang hendak berkunjung ke Parapat sebaiknya mengambil
jurusan Berastagi.
Contoh di atas makna kata jurusan pada kalimat (a) adalah seksi atau bagian bidang
ilmu. Sedangkan makna kata jurusan pada kalimat (b) adalah arah atau tujuan.
Sehingga kata jurusan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan
9. a Untuk memastikan tenggelamnya di sungai, puluhan aparat keamanan dari
Polres Tator melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai Saddan di
sekitar lokasi yang diduga korban pertama kali tercebur di sungai.
( Data No. 21 )
b Dia tidak menyisir rambut pagi ini.
Contoh di atas makna kata menyisir pada kalimat (a) adalah menyusuri atau
berjalan. Sedangkan makna kata menyisir pada kalimat (b) adalah merapikan
(rambut) dengan sisir. Sehingga kata menyisir pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
10.a Kegiatan pondok pintar yang dilaksanakan yang dilaksanakan SCTV
menarik animo masyarakat.
( Data No. 22 )
b Para petani membangun pondok di sekitar ladangnya.
Contoh di atas makna kata pondok pada kalimat (a) adalah bangunan atau rumah.
Sedangkan makna kata pondok pada kalimat (b) adalah bangunan untuk tempat
sementara (biasanya didirikan di sekitar ladang atau hutan). Sehingga kata pondok
pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan
makna meluas.
11.a Namun, minat mereka menguap seiring berjalannya waktu.
( Data No. 23 )
b Pada saat kita membuka botol spiritus sebaiknya cepat-cepat menutupnya,
karena spiritus cepat menguap.
Contoh di atas makna kata menguap pada kalimat (a) adalah hilang atau lenyap.
mengeluarkan uap. Sehingga kata menguap pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
12.a Pemudik yang mengggunakan kereta api dari Medan menuju kota
Pematang Siantar hingga hari ketiga lebaran kemarin masih sepi.
( Data No. 24 )
b Harga batubara sekarang sangat mahal, makanya kereta api itu tidak
dipakai lagi.
Contoh di atas makna kata kereta api pada kalimat (a) adalah kereta yang terdiri
atas rangkaian gerbong yang ditarik dengan menggunakan tenaga listrik. Sedangkan
makna kata kereta api pada kalimat (b) adalah kereta yang terdiri atas rangkaian
gerbong yang ditarik dengan menggunakan tenaga uap (untuk menghasilkan uap,
batubara atau kayu yang dibakar). Sehingga kata kereta api pada kalimat (a) dan
kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
13.a Kuat dugaan akibat meredupnya mental para pemain The Blues setelah
kalahkan Newcastle United 4 -3 di Piala Carling.
( Data No. 27 )
b Tulisan semakin tidak terbaca, karena semakin meredupnya lampu yang
kami pakai.
Contoh di atas makna kata meredupnya pada kalimat (a) adalah merosot atau
berkurang. Sedangkan makna kata meredupnya pada kalimat (b) adalah menjadi
redup atau suram. Sehingga kata meredupnya pada kalimat (a) dan kalimat (b)
14.a Setelah sukses menggarap film Avatar, James Cameron berencana
membuat film tiga dimensi (3D) yang menceritakan suku pedalaman
Amazon di Brazil.
( Data No. 28 )
b Banyak petani yang menggarap sawah atas dasar bagi hasil.
Contoh di atas makna kata menggarap pada kalimat (a) adalah mengerjakan sebuah
film. Sedangkan makna kata menggarap pada kalimat (b) adalah mengerjakan atau
mengolah tanah pertanian. Sehingga kata menggarap pada kalimat (a) dan kalimat
(b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
15.a Walaupun seorang telah dinyatakan bersalah dan dimasukkan ke hotel
prodeo, misalnya dia tetap subyek hukum dan tidak boleh di objekkan
dengan operasi melalui keluarga.
( Data No. 30 )
b Penyakit ginjal yang belum parah dapat disembuhkan tanpa operasi.
Contoh di atas makna kata operasi pada kalimat (a) adalah melakukan suatu
tindakan atau gerakan. Sedangkan makna kata operasi pada kalimat (b) adalah
membedah (untuk mengobati penyakit). Sehingga kata operasi pada kalimat (a) dan
kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
16.a “Di pameran ini kami coba hadirkan motif tasek melayu. Motif ini
diinspirasi oleh seorang istri yang sedang ditinggal berlayar oleh suaminya.
Tasek artinya pantai. Biasanya kain motif ini digunakan pada acara
pernikahan,” ungkap Intu.
( Data No. 31 )
Contoh di atas makna kata berlayar pada kalimat (a) adalah bepergian dengan
kapal. Sedangkan makna kata berlayar pada kalimat (b) adalah memakai
(menggunakan) layar. Sehingga kata berlayar pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
17.a Selain untuk menimba ilmu, Indonesia juga membawa misi mengintip
kekuatan karateka Jepang yang akan menjadi salah satu kekuatan di Asian
Games.
( Data No. 32 )
b Setiap hari ia menimba air sumur untuk menyirami tanamannya.
Contoh di atas makna kata menimba pada kalimat (a) adalah mencari, memperoleh
(ilmu, pengetahuan). Sedangkan makna kata menimba pada kalimat (b) adalah
mengambil air dari sumur. Sehingga kata menimba pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
18.a Jika tidak mau ketinggalan dari musuhnya, MU wajib menumbangkan
Newcastle.
( Data No. 33 )
b Angin puting beliung itu telah menumbangkan pepohonan di sekitar
rumahku..
Contoh di atas makna kata menumbangkan pada kalimat (a) adalah mengalahkan.
Sedangkan makna kata menumbangkan pada kalimat (b) adalah merobohkan (pohon
besar). Sehingga kata menumbangkan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
19.a Modus lainnya yang dilakukan adalah menyiapkan pembagian sekarung
beras ukuran 10 kg, lengkap amplop serta kartu nama calon yang harus
dipilih.
( Data No. 36 )
b Setelah saya ketik suratnya, kemudian saya masukkan ke dalam amplop.
Contoh di atas makna kata amplop pada kalimat (a) adalah sogokan. Sedangkan
makna kata amplop pada kalimat (b) adalah sampul surat. Sehingga kata amplop
pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan
makna meluas.
20.a Hasil kajian dapat melahirkan formula yang lebih andal untuk menjawab
berbagai soal di tubuh kejaksaan.
( Data No. 39 )
b Istrinya meninggal setelah melahirkan anak pertama.
Contoh di atas makna kata melahirkan pada kalimat (a) adalah membuat,
menjadikan. Sedangkan makna kata melahirkan pada kalimat (b) adalah
mengeluarkan anak (dari kandungan). Sehingga kata melahirkan pada kalimat (a)
dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
21.a Pria yang berprofesi sebagai sopir bajaj itu memerkosa putrinya yang saat
itu masih berusia 13 tahun setelah istrinya bekerja sebagai pembantu di
Hongkong.
( Data No. 41 )
b Putri Sultan Hamengkubuono telah dilamar oleh pangeran Kelantan.
Contoh di atas makna kata putri pada kalimat (a) adalah anak yang berjenis kelamin
anak raja yang perempuan. Sehingga kata putri pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
22.a Nyatanya, dia beberapa melesakkan tembakan ke gawang.
( Data No. 43 )
b Dia beberapa kali melepaskan tembakan ke udara, namun perampok itu
tidak menggubrisnnya.
Contoh di atas makna kata tembakan pada kalimat (a) adalah menyepak bola ke
arah gawang. Sedangkan makna kata tembakan pada kalimat (b) adalah melepaskan
peluru dari senjata api. Sehingga kata tembakan pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
23.a Tapi namanya gugur setelah memperpanjang kontrak sebagai arsitek
Amerika Serikat.
( Data No. 47 )
b Akibat cuaca yang buruk, banyak tanaman buah petani yang gugur.
Contoh di atas makna kata gugur pada kalimat (a) adalah batal. Sedangkan makna
kata gugur pada kalimat (b) adalah jatuh sebelum masak (sebelum waktunya).
Sehingga kata gugur pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna
yaitu perubahan makna meluas.
24.a Sebab, kepala sekolah sebelumnya yang menandatangani surat keterangan
pengganti ijazah Fahuusa sudah mencabutnya dengan surat peryataan
Agustus lalu.
(Data No. 51 )
Contoh di atas makna kata mencabutnya pada kalimat (a) adalah menarik kembali
apa yang suda dikeluarkan atau dinyatakan. Sedangkan makna kata mencabutnya
pada kalimat (b) adalah menarik supaya lepas. Sehingga kata mencabutnya pada
kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna
meluas.
25.a Namun, karier cemerlang Sakai di level timnas Junior tetapi tidak
menjalar ke senior.
( Data no. 52 )
b Pohon rotan itu menjalar ke mana-mana.
Contoh di atas makna kata menjalar pada kalimat (a) adalah merata atau meluas.
Sedangkan makna kata menjalar pada kalimat (b) adalah merambat (tumbuhan yang
merambat). Sehingga kata menjalar pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
26.a Akibat letusan gunung sinabung, harga jeruk merangkak naik.
( Data No. 53 )
b Anaknya baru pandai merangkak.
Contoh di atas makna kata merangkak pada kalimat (a) adalah bergerak dengan
berlahan-lahan. Sedangkan makna kata merangkak pada kalimat (b) adalah bergerak
dengan bertumpu pada kaki dan tangan. Sehingga kata merangkak pada kalimat (a)
dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
27.a Langkah ini dilakukan untuk mematangkan persiapan jelang tampil di
Guanghou.
b Untuk mematangkan buah pisang itu, memerlukan waktu 3 - 4 hari.
Contoh di atas makna kata mematangkan pada kalimat (a) adalah memantapkan.
Sedangkan makna kata mematangkan pada kalimat (b) adalah menjadikan matang.
Sehingga kata mematangkan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
28.a Saudara Herlambang telah diminta untuk menghadiri persidangan kasus
penggelapan dana yang ada di perusahaan Danareksa.
( Data No. 56 )
b Saya membeli kue untuk saudara saya yang ada di Manado.
Contoh di atas makna kata saudara pada kalimat (a) adalah sapaan kepada lawan
bicara. Sedangkan makna kata saudara pada kalimat (b) adalah orang yang seibu
dan seayah (seayah atau seibu saja). Sehingga kata saudara pada kalimat (a) dan
kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
29.a Sastra dihantui kekuatan politik.
( Data No. 59 )
b Anak-anak dihantui dengan sikapnya yang dingin itu.
Contoh di atas makna kata dihantui pada kalimat (a) adalah mengganggu, mengusik.
Sedangkan makna kata dihantui pada kalimat (b) adalah menyebabkan takut
(khawatir, gelisah). Sehingga kata dihantui pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
30.a Ciri itu sudah terpatri pada diri Simon Cowell yang terkenal pedas dan
tajam.
b Untuk mengasilkan bunyi nyaring, timah itu harus terpatri dengan baik.
Contoh di atas makna kata terpatri pada kalimat (a) adalah melekat erat - erat.
Sedangkan makna kata terpatri pada kalimat (b) adalah keadaan dipatrikan.
Sehingga kata terpatri pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan
makna yaitu perubahan makna meluas.
31.a Dia pun merencanakan menghabisi pemilik warnet yang memecatnya.
( Data No. 62 )
b Beliau menghabisi pidatonya dengan harapan agar hadirin tergerak hatinya
untuk membantu korban bencana Wasior.
Contoh di atas makna kata menghabisi pada kalimat (a) adalah menghilangkan
nyawa, membunuh. Sedangkan makna kata menghabisi pada kalimat (b) adalah
menyudahi, mengakhiri. Sehingga kata menghabisi pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
32.a Carlos Tevez meruntuhkan dominasi Chelsea dengan gol kemenangan
1-0 bagi Manchester City di City Of Manchester Stadium tadi malam.
( Data No. 63 )
b Bom yang dasyat itu telah meruntuhkan puluhan gedung di kota itu.
Contoh di atas makna kata meruntuhkan pada kalimat (a) adalah menjatuhkan.
Sedangkan makna kata meruntuhkan pada kalimat (b) adalah merusakkan,
merobohkan. Sehingga kata meruntuhkan pada kalimat (a) dan kalimat (b)
33.a Salah satu yang paling banyak menyedot perhatian, khususnya para peserta
ibu-ibu adalah saat sesi pembuatan kue handuk (towel cake) yang juga
diadakan di Pondok Pintar.
( Data No. 65 )
b Setiap harinya penduduk kota menyedot udara kotor.
Contoh di atas makna kata menyedot pada kalimat (a) adalah mengambil.
Sedangkan makna kata menyedot pada kalimat (b) adalah menghisap, menghirup.
Sehingga kata menyedot pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan
makna yaitu perubahan makna meluas.
34.a Sudah banyak pihak yang mengendus adanya hubungan asmara terlarang
antara Mamba dan istri raja itu.
( Data No. 66 )
b Kini kami mengendus bau yang tidak enak.
Contoh di atas makna kata mengendus pada kalimat (a) adalah mulai mengetahui.
Sedangkan makna kata mengendus pada kalimat (b) adalah mencium (bau).
Sehingga kata mengendus pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan
makna yaitu perubahan makna meluas.
35.a Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengungkapkan bahwa mayoritas
orang AS serta negara dan politikus di seluruh dunia sepakat bahwa
beberapa segmen di dalam pemerintahan Amerika Serikat (AS) mendalangi
serangan 11 September 2001 untuk memulihkan penurunan perekonomian
AS dan membenarkan operasi militer Negeri Paman Sam di Timur tengah
untuk menyelamatkan Zionis Israel.
b Dia lahir dengan operasi caesar.
Contoh di atas makna kata operasi pada kalimat (a) adalah gerakan militer.
Sedangkan makna kata operasi pada kalimat (b) adalah membedah. Sehingga kata
operasi pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu
perubahan makna meluas.
36.a Setelah sampai di Ambon, hatiku hanyut menyaksikan keadaan para
penduduk.
( Data No. 68 )
b Beberapa rumah hanyut terbawa banjir.
Contoh di atas makna kata hanyut pada kalimat (a) adalah terharu, sedih. Sedangkan
makna kata hanyut pada kalimat (b) adalah terbawa oleh arus banjir. Sehingga kata
hanyut pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu
perubahan makna meluas.
37.b Mereka bahkan menjadi klub yang paling sering membukukan
kemenangan sebanyak 10 kali di City of Manchester pada era Liga Primer.
( Data No. 69 )
b Kita harus membukukan pembelian alat-alat tulis kemarin.
Contoh di atas makna kata membukukan pada kalimat (a) adalah memperoleh,
merebut kemenangan. Sedangkan makna kata membukukan pada kalimat (b) adalah
mencatat dalam buku. Sehingga kata membukukan pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
38.a Permainan Chelsea tetap sulit berkembang dan akhirnya harus rela
( Data No. 70 )
b Dia menelan pil.
Contoh di atas makna kata menelan pada kalimat (a) adalah menderita kekalahan.
Sedangkan makna kata menelan pada kalimat (b) adalah memasukkan makanan ke
tenggorokan. Sehingga kata menelan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
39.a PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) semakin serius menggarap
pasar motor sport.
( Data No. 71 )
b Dia menggarap sebidang tanah peninggalan orang tuanya.
Contoh di atas makna kata menggarap pada kalimat (a) adalah mengerjakan pasar
motor sport. Sedangkan makna kata menggarap pada kalimat (b) adalah
mengerjakan sawah. Sehingga kata menggarap pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
40.a Persik Kendal menerima suntikan sebesar Rp1,2 Miliar.
( Data No. 72 )
b Untuk mengatasi wabah itu, dokter memberi suntikan serum ke tubuh sapi
yang sakit.
Contoh di atas makna kata suntikkan pada kalimat (a) adalah menambahkan dana
atau menerima bantuan. Sedangkan makna kata suntikan pada kalimat (b) adalah
memasukkan cairan obat dengan jarum. Sehingga kata suntikan pada kalimat (a)
41.a Sejumlah kader terlibat persaingan memperebutkan kursi ketua DPD,
antara lain Farouk M Betta, Haris Yasin Limpo, Kadir Halid, dan Supomo.
( Data No. 73 )
b Kami dipersilahkan duduk di kursi depan.
Contoh di atas makna kata kursi pada kalimat (a) adalah kedudukan, jabatan.
Sedangkan makna kata kursi pada kalimat (b) adalah tempat duduk yang
mempunyai kaki. Sehingga kata kursi pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
42.a “Saya tak punya hubungan apa pun dengan Pak Marwan, tapi dari
pengalaman selama rapat kerja di DPR dan masukan dari banyak orang yang
bisa dipercaya, dia relatif bisa diharapkan,” ujar Nasir Jamil.
( Data No. 74 )
b “Pak saya mau minta uang untuk membayar SPP,” kataku.
Contoh di atas makna kata pak pada kalimat (a) adalah panggilan hormat kepada
laki-laki. Sedangkan makna kata pak pada kalimat (b) adalah orang tua laki-laki
atau ayah. Sehingga kata pak pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan
makna yaitu perubahan makna meluas.
43.a Dia berkata, “Tiba-tiba saya dengar dia lulus polisi dan selama menjadi
polisi, saya baru melihat dia memakai seragam polisi ya baru ini saat dia
meninggal. Wong, kalau datang ke rumah enggak pernah pakai baju dinas”.
(Data No. 55)
b Acara itu dibuat untuk memperkenalkan baju batik asal Pekalongan.
Contoh di atas makna kata baju pada kalimat (a) adalah seragam dinas kepolisian
(b) adalah pakaian dari atas pinggang sampai bahu. Sehingga kata baju pada kalimat
(a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
44.a Suryo berjanji akan mencetak 4 juta pengusaha baru di Indonesia dalam
lima tahun ke depan.
( Data No. 75 )
b Saya disuruh untuk mencetak buku.
Contoh di atas makna kata mencetak pada kalimat (a) adalah membuat. Sedangkan
makna kata mencetak pada kalimat (b) adalah membuat tulisan pada kertas dengan
melumas tinta dan ditekankan pada kertas. Sehingga kata mencetak pada kalimat (a)
dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.
4.1.2 Perubahan Makna Menyempit
Perubahan makna menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata
yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi
terbatas hanya pada sebuah makna saja.
Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna menyempit yang
terdapat dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010
adalah sebagai berikut :
45.a Umumnya yang dipalsukan adalah ijazah sarjana pendidikan.
( Data No. 20 )
b Orang yang baru datang itu dianggap sarjana oleh warga sekitar.
Contoh di atas makna kata sarjana pada kalimat (a) gelar strata satu yang dicapai
seseorang yang telah menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi.
pengetahuan). Sehingga kata sarjana pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.
46.a Ahli telematika, Roy Suryo mengatakan bahwa video kuntilanak yang ada
di Magelang hanya rekayasa komputer.
( Data No. 2)
b Paris Hilton ditolak berkunjung ke Jepang, alasan pihak Jepang menolak
ahli waris hotel Hamilton ini dikarenakan terbukti positif memakai narkoba.
Contoh di atas makna kata ahli pada kalimat (a) adalah orang pandai dalam satu
cabang ilmu atau kepandaian dalam suatu bidang yaitu bidang telematika.
Sedangkan makna kata ahli pada kalimat (b) adalah orang yang termasuk dalam
satu kehidupan keluarga. Sehingga kata ahli pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.
47.a Relasi sastra dan kekuasaan terus-menerus diperbincangkan dengan
hadirnya teks-teks yang merefleksi dan menggkritisi politik maupun
subyek-subyek di sekitarnya.
( Data No. 25 )
b Masyarakat selalu menyimpan kitab yang memiliki nilai sastra.
Contoh di atas makna kata sastra pada kalimat (a) adalah karya yang bersifat
imajinasi kreatif. Sedangkan makna kata sastra pada kalimat (b) adalah orang buku
yang baik isinya dan bahasanya.. Sehingga kata sastra pada kalimat (a) dan kalimat
(b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.
48.a Pada acara berbuka itu, turut hadir Kenaziran Masjid Al Hikmah dan
( Data No. 29 )
b Dia bekerja sebagai ustadz.
Contoh di atas makna kata ustadz pada kalimat (a) adalah guru mengaji atau guru
agama Islam Sedangkan makna kata ustadz pada kalimat (b) adalah guru atau
pengajar. Sehingga kata ustdaz pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.
49.a Ikrar ribuan jemaat dari 220 gereja yang merupakan bagian dari 38 resort
HKBP se-Silindung di 10 kecamatan tersebut, dipimpin Sekretaris Jendral
(sekjen) HKBP Pendeta Ramlan Hutahaean.
( Data No. 35 )
b Pada waktu itu, dia kenal sebagai pendeta di daerah tersebut.
Contoh di atas makna kata pendeta pada kalimat (a) adalah pemuka atau pemimpin
agama Kristen (menempuh pendidikan sekolah tinggi teologia). Sedangkan makna
kata pendeta pada kalimat (b) adalah orang yang pandai. Sehingga kata pendeta
pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan
makna menyempit.
50.a “Saya ingin minimal dua sehingga bisa didapatkan yang terbaik,” tegas
Bambang dalam dialektika bertajuk ‘Mencari Kapolri dan Jaksa Agung
Reformis’ di gedung DPR, Jakarta kemarin.
( Data No. 38 )
b Gedung yang dibangun jaman dahulu tidak bisa kita lihat lagi, karena
sudah banyak rusak.
Contoh di atas makna kata gedung pada kalimat (a) adalah bangunan yang terbuat
dan biasanya dipakai untuk menyebut bangunan yang bertingkat. Sedangkan makna
kata gedung pada kalimat (b) adalah bangunan yang terbuat dari apa saja sudah bisa
dikatakan gedung. Sehingga kata gedung pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.
51.a Pria itu mengaku istrinya sedang bekerja sebagai pembantu di Hongkong.
( Data No. 58 )
b Musibah yang terjadi di daerah itu, banyak yang memberi diri untuk
menjadi pembantu.
Contoh di atas makna kata pembantu pada kalimat (a) adalah orang upahan,
pekerjaannya (membantu) mengurus pekerjaan rumah tangga. Sedangkan makna
kata pembantu pada kalimat (b) adalah orang yang membantu. Sehingga kata
pembantu pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu
perubahan makna menyempit.
4.2.3 Perubahan Makna Total
Perubahan makna total adalah berubahnya sama sekali makna sebuah kata
dari makna asalnya. Memang ada kemungkinan makna yang dimiliki sekarang
masih ada sangkut pautnya dengan makna asal, tetapi sangkut pautnya ini
tampaknya sudah jauh sekali.
Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna total yang terdapat
dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 adalah
sebagai berikut :
52.a Acara makan bersama berlangsung setelah selesai salat magrib dan
dilanjutkan dengan salat isya berjamaah, dan mendengarkan ceramah agama
( Data No.3 )
b Dia selalu berceramah kalau ada sesuatu hal yang tidak disukainya.
Contoh di atas makna kata ceramah pada kalimat (a) adalah pidato atau uraian
mengenai suatu hal yang disampaikan di depan banyak orang. Sedangkan makna
kata ceramah pada kalimat (b) adalah cerewet atau banyak cakap. Sehingga kata
ceramah pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu
perubahan makna total.
53.a Rencana tersebut digagalkan dengan penangkapan sejumlah gembong
teroris seperti Dulmatin alias Djoko Pitono dan Noordin M Top.
( Data No. 14 )
b Banyak harimau gembong diburu, karena memiliki jual yang tinggi.
Contoh di atas makna kata gembong pada kalimat (a) adalah orang yang terkemuka
atau yang utama. Sedangkan makna kata gembong pada kalimat (b) adalah
hariamau yang mempunyai bulu belang-belang. Sehingga kata gembong pada
kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna
total.
54.a Cracker adalah orang yang ilmunya setingkat di atas leader yang bukan
sekedar mengubah haluan perusahaan, melainkan juga mengubah wajah
perindustrian.
( Data No. 15 )
b Para pejuang memasang sepucuk meriam pada haluan kapal.
Contoh di atas makna kata haluan pada kalimat (a) adalah arah atau tujuan.
sebelah muka atau depan. Sehingga kata haluan pada kalimat (a) dan kalimat (b)
mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna total.
55.a Bahkan anak kecil pun kalau diberi ‘pager’ mungkin sudah tidak mau
karena dianggap tidak canggih dan kuno karena hanya bisa menerima pesan
singkat (dan benar-benar singkat).
( Data No. 26 )
b Dia canggih di mata teman-temannya.
Contoh di atas makna kata canggih pada kalimat (a) adalah berkembang atau
modern. Sedangkan makna kata canggih pada kalimat (b) adalah cerewet, banyak
cakap, bawel. Sehingga kata canggih pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami
perubahan makna yaitu perubahan makna total.
56.a Namun, ketika pena sastrawan terus menerus mengejar tragedi-tragedi
politik, maka teks sastra akan terjebak pada kubangan kepentingan.
( Data No. 64 )
b Pena pada kakinya sangat lebat.
Contoh di atas makna kata pena pada kalimat (a) adalah alat tulis yang
menggunakan tinta. Sedangkan makna kata pena pada kalimat (b) adalah bulu.
Sehingga kata pena pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna
yaitu perubahan makna total.
4.1.4 Perubahan Makna Penghalusan
Penghalusan (efumia) adalah konsep makna mengenai kata atau bentuk itu
tidak berubah, namun gejala yang ditampilkannya kata-kata atau bentuk-bentuk
digantikan. Kecenderungan untuk menghaluskan makna kata tampaknya merupakan
gejala umum dalam masyarakat bahasa Indonesia.
Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna penghalusan yang
terdapat dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010
adalah sebagai berikut :
57.a Pemerintah dengan tegas mengatakan akan melakukan pemecatan terhadap
pejabat-pejabat yang menyalahgunakan jabatannya.
( Data No. 7 )
b Pemerintah dengan tegas mengatakan akan melakukan pemberhentian
terhadap pejabat-pejabat yang menyalahgunakan jabatannya.
Contoh di atas makna kata pemecatan pada kalimat (a) dianggap memiliki makna
yang tidak sopan dan kasar sehingga diganti dengan pada kalimat (b) yang
memiliki makna yang lebih halus dan sopan. Kata pemecatan pada kalimat (a)
mengalami pergantian pada kata pemberhentian kalimat (b) sehingga pergantian
kata tersebut menyebabkan perubahan makna yaitu perubahan makna penghalusan.
58.a Kejaksaan Agung (kejagung) yang menyelidiki kasus dugaan korupsi
ruilslag KBM memindahkan penahanan Ramli ke bui Tanjunggusta, Medan
untuk mempermudah persidangannya.
( Data No. 8 )
b Kejaksaan Agung (kejagung) yang menyelidiki kasus dugaan korupsi
ruilslag KBM memindahkan penahanan Ramli ke lembaga pemasyarakatan
Tanjunggusta, Medan untuk mempermudah persidangannya
Contoh di atas makna kata bui pada kalimat (a) dianggap memiliki makna yang
tidak sopan dan kasar sehingga diganti dengan pada kalimat (b) yang memiliki