• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perubahan Makna Kata Dalam Harian Seputar Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Perubahan Makna Kata Dalam Harian Seputar Indonesia"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM

HARIAN SEPUTAR INDONESIA

SKRIPSI

OLEH

PESTA ULI RIA PANGGABEAN

070701004

DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat hasil karya yang

pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan

sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah

ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan

disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila pernyataan yang saya buat ini tidak benar,

saya bersedia menerima sanksi berupa pembatalan gelar kesarjanaan yang saya

peroleh.

Medan, Juni 2010

Hormat Saya,

(3)

ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM

HARIAN SEPUTAR INDONESIA

OLEH

PESTA ULI RIA PANGGABEAN

ABSTRAK

Penelitian ini menganalisis penggunaan perubahan makna kata dalam harian

Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010. Tujuan penelitian

untuk mendeskripsikan penggunaan perubahan makna kata dalam harian Seputar

Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dan jenis perubahan makna

(4)

PRAKATA

Segala puji syukur bagi Dia, Allah pemilik kehidupan ini. Oleh karena

rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun skripsi ini tepat pada

waktunya.

Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana

humaniora pada Departemen Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas

Sumatera Utara. Adapun judul ini adalah “Analisis Perubahan Makna Kata dalam

Harian Seputar Indonesia”.

Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan moril

maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu, ucapan terima kasih yang tulus

penulis sampaikan kepada :

1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya,

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si. sebagai Ketua Departemen

Sastra Indonesia dan Drs. Haris Sutan Lubis, M.S.P. sebagai Sekretaris

Departemen Sastra Indonesia, Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dra. Salliyanti, M.Hum. sebagai pembimbing I dan bapak Drs. T Aiyub

Sulaiman sebagai pembimbing II. Terima kasih atas segala waktu, ilmu, dan

kesabaran selama membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Drs. Syahrial Isa, M.Hum. sebagai dosen wali yang telah banyak

memberikan bimbingan dan nasehat selama penulis menjalankan

perkuliahan.

5. Kedua orang tua tercinta, bapak S. Panggabean dan ibu D. Br Manik yang

(5)

Dengan kesungguhan hati penulis persembahkan semua ini sebagai tanda

sayang dan terima kasih atas segala hal yang telah diberikan.

6. Buat kakanda Purnama Panggabean dan Rinali Panggabean yang tidak

bosan-bosannya mendukung penulis. Adinda Margareth Panggabean yang

selalu memberi semangat. Kepada kalian bertiga juga penulis persembahkan

semua ini.

7. Seluruh staf pengajar dan pegawai Fakultas Ilmu Budaya, Universitas

Sumatera Utara, khususnya staf pengajar Departemen Sastra Indonesia atas

segala ilmu yang diberikan selama lebih kurang empat tahun.

8. Pemimpin kelompok kak Rapi, SS. dan kak Marta, SE. yang selalu

mendoakan, memberi semangat, serta memberi asupan rohani kepada

penulis.

9. Teman kelompok tumbuh bersama (KTB) Nurlela Silalahi dan Flora Gultom

yang selalu menemani penulis baik pada saat tertawa maupun menangis.

10.Adik rohani penulis, YADIKI (Yanti, Asima, Diana, Iska, Kristianti, dan

Intan) yang selalu menyemangati dan mendoakan penulis.

11.Teman-teman satu kost yang selalu mau memberi laptopnya untuk penulis

pinjam ada kak Triana, Dina, Ayaki, dan Iin.

12.Komponen pelayanan UKM KMK USU UP Fakultas Ilmu Budaya,

khususnya koordinasi (Dortama Lumban Gaol, Eva Munthe, Evi Haloho,

Johenro Silalahi, Forester Mendrofa, dan Melita Panggabean) yang selalu

mendoakan dan memberi semangat kepada penulis.

13.Teman – teman stambuk 2007 Irene, Nani, Irma Sofie, Mustika, Imel dan

teman-teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu terima kasih

(6)

14.Adik – adik stambuk 2008, 2009, dan 2010 dan kakak, abang stambuk 2006

yang selalu memberi semangat kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini. Oleh

karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk

kesempurnaan skripsi ini.

Akhirnya, penulis berharap skripsi ini dapat menambah wawasan dan

pengetahuan pembaca mengenai analisis perubahan makna kata dalam surat kabar

dan juga perkembangan linguistik.

Medan, Juni 2011

Penulis,

(7)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ……….………..……….………. i

ABSTRAK ……….……….………..……..…………. ii

PRAKATA ……….……….….…...………... iii

DAFTAR ISI ... vi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ……….…………....………. 1

1.2 Masalah ………...….……….…………. 4

1.3 Batasan Masalah ……….……….…………..….………. 4

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian …….….….………….……..……… 5

1.4.1 Tujuan Penelitian …………..….…….………….……. 5

1.4.2 Manfaat Penelitian ………..…..…...….………….. 5

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep ……….……….. 6

2.1.1 Semantik ……….…….…………. 6

2.1.2 Makna ………..……….…..……….. 7

2.1.3 Harian Seputar Indonesia …... 8

2.2 Landasan Teori ... 9

2.2.1 Perubahan Makna ... 9

(8)

2.3 Tinjauan Pustaka ... 14

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 16

3.2 Populasi dan Sampel ... 16

3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ... 17

3.4 Metode dan Teknik Analisis Data ... 17

BAB IV ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM HARIAN SEPUTAR INDONESIA 4.1 Penggunaan perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia ... 20

4.1.1 Perubahan Makna Meluas ... 20

4.1.2 Perubahan Makna Menyempit ... 39

4.1.3 Perubahan Makna Perubahan Total ... 42

4.1.4 Perubahan Makna Penghalusan ... 44

4.1.5 Perubahan Makna Pengasaran ... 49

4.2 Perubahan Makna yang Paling Dominan dalam Harian Seputar Indonesia ……….….……… 54

4.1.1 Perubahan Makna Meluas ... 54

4.1.2 Perubahan Makna Pengasaran ... 56

4.1.3 Perubahan Makna Menyempit ... 57

4.1.4 Perubahan Makna Penghalusan ... 58

(9)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan ... 60

5.2 Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA

(10)

ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM

HARIAN SEPUTAR INDONESIA

OLEH

PESTA ULI RIA PANGGABEAN

ABSTRAK

Penelitian ini menganalisis penggunaan perubahan makna kata dalam harian

Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010. Tujuan penelitian

untuk mendeskripsikan penggunaan perubahan makna kata dalam harian Seputar

Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dan jenis perubahan makna

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa lambang

bunyi, yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Ritonga, 2008:1). Bahasa juga

merupakan perwujudan tingkah laku manusia baik lisan maupun tulisan sehingga

orang dapat mendengar, mengerti, serta merasakan apa yang dimaksud. Sudah

sewajarnya bahasa dimiliki oleh setiap manusia di dunia ini yang secara rutin

dipergunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalin hubungan antara

sesama manusia (Samsuri, 1982 : 4).

Setiap bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia belum bisa dikatakan

bahasa, bila makna tidak terkandung di dalamnya. Apakah setiap arus ujaran

mengandung makna atau tidak, haruslah dilihat dari konvensi suatu kelompok

masyarakat tertentu. Setiap kelompok masyarakat bahasa, baik kecil maupun besar,

secara konvensional telah sepakat bahwa setiap struktur bunyi ujaran tertentu akan

mempunyai arti tertentu pula. Dengan demikian terhimpunlah bermacam-macam

susunan bunyi yang satu berbeda dari yang lain, yang masing-masing mengandung

suatu makna tertentu bersama-sama membentuk perbendaharaan kata dari suatu

masyarakat (Ritonga, 2008:1).

Dalam penggunaan bahasa secara umum acapkali kata-kata itu digunakan

secara tidak cermat sehingga maknanya umum. Tetapi dalam penggunaan secara

khusus, dalam bidang kegiatan tertentu, bahasa itu digunakan secara cermat

sehingga maknanya tepat dalam penggunaan. Makna sebuah kata, walaupun secara

(12)

Makna kata baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Kalau

lepas dari konteks kalimat, makna kata itu menjadi umum dan kabur. Tetapi dalam

penggunaan secara khusus, dalam bidang kegiatan tertentu, penggunaan kata-kata

secara cermat sehingga maknanya pun menjadi tepat (Chaer, 2003:70).

Perkembangan makna mencakup segala hal tentang makna yang

berkembang, berubah, dan bergeser. Gejala perubahan makna sebagai akibat dari

perkembangan makna oleh para pemakai bahasa. Bahasa berkembang sesuai dengan

perkembangan pikiran manusia (Djajasudarma, 2008:62).

Peranan surat kabar dalam pembinaan bahasa dapat bersifat positif, namun

juga dapat bersifat negatif. Apabila bahasa yang digunakan oleh pers adalah bahasa

yang baik dan terpelihara tentu saja pengaruhnya akan baik terhadap masyarakat

pembaca. Akan tetapi, apabila bahasa yang digunakan oleh pers itu bahasa yang

kacau dan tidak terpelihara, misalnya dalam penggunaan kata-kata tidak benar,

maka akan memberikan pengaruh yang negatif dan merugikan masyarakat.

Badudu (1985:138) menyatakan bahwa :

“bahasa pers ialah satu ragam bahasa yang memiliki sifat-sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, dan menarik. Hal ini disebabkan adanya sifat ekonomis yang dibutuhan oleh surat kabar dan perlu diingat bahwa yang membaca surat kabar itu bukanlah hanya masyarakat dari kalangan terpelajar, melainkan juga sampai kepada masyarakat bawah.”

Surat kabar merupakan salah satu sumber informasi tertulis yang memuat

tulisan dari berbagai macam penulis tentang suatu hal dan peristiwa. Surat kabar

dalam menyampaikan informasinya menggunakan bahasa tulisan sebagai media

informasi kepada pembaca. Bahasa surat kabar haruslah jelas dan mudah dipahami

oleh si pembaca, namun demikian bukan berarti bahasa tulis yang ada dalam surat

(13)

menyajikan informasi si penulis harus menulis berita yang mudah dipahami isi

berita yang ditulisnya. Apabila si penulis tidak menuliskan isi yang mudah dipahami

tentu pembaca akan sulit mengerti makna dari tulisan tersebut atau bahkan salah

menangkap makna yang terkandung dalam tulisan itu.

Harian Seputar Indonesia terbit perdana, pada tanggal 30 Juni 2005. Harian

ini dibentuk oleh PT Media Nusantara Informasi (MNI), sub-sidiary dari PT Media

Nusantara Citra (MNC) yang menaungi RCTI, TPI, Global TV dan Trijaya

Network. PT MNC sudah sangat berpengalaman dalam mengelola media serta

terbilang mapan dan berpengaruh, baik di kalangan masyarakat maupun pengambil

keputusan.

Harian Seputar Indonesia memuat berita yang cukup lengkap meliputi ;

Berita utama (news) meliputi berita budaya, cerpen dan puisi, ekonomi dan bisnis,

internasional, megapolitan, nusantara, nasional, opini, politik dan hukum, periskop,

polling dan analisis, quite of the boy, mirror, resensi buku, dan tokoh. Berita

olahraga meliputi, bola manca, bola nasional, dan ragam olahraga.

Berita life style meliputi automatic, fashion, family, syariah, food, home dan garden,

office solution, movie dan musik, kesehatan, kolom dan pendidikan, ragam,

selebrita, techno, travel, trend dan beauty, karier, energi, properti, remaja.

Berita daerah meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,

Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan

Sehubungan dengan uraian di atas, peneliti tertarik untuk menganalisis

perubahan makna kata harian Seputar Indonesia dan jenis perubahan makna yang

paling dominan digunakan dalam harian tersebut. Selain itu, harian Seputar

Indonesia mempunyai kalangan pembaca yang cukup banyak di Sumatera Utara,

sehingga harian ini relevan untuk diteliti menjadi objek penelitian penulis yang

(14)

1.2 Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi masalah dalam penelitian ini

adalah :

1. Bagaimanakah penggunaan jenis-jenis perubahan makna kata dalam harian

Seputar Indonesia?

2. Jenis perubahan makna apa yang paling dominan dalam harian Seputar

Indonesia?

1.3 Batasan Masalah

Sebuah penelitian haruslah memiliki batasan masalah. Hal ini dilakukan agar

penelitian yang dikaji terarah dan tidak terjadi penyimpangan masalah yang hendak

diteliti. Adapun penelitian ini hanya menganalisis masalah tentang jenis-jenis

perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus - 6

September 2010.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.4.1 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian adalah :

1.

Mendeskripsikan penggunaan jenis-jenis perubahan makna kata dalam

harian Seputar Indonesia.

2.

Mendeskripsikan jenis perubahan makna yang paling dominan pada harian

(15)

1.4.2 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :

1.

Menambah bahan bacaan yang dipergunakan sebagai bahan perbandingan

kepada peneliti-peneliti lain yang akan menganalisis hal yang sama di bidang

linguistik khususnya yang ingin meneliti perubahan makna kata dalam media

cetak.

2.

Sebagai bahan masukan dalam kalangan pers dalam rangka turut

mengembangkan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

3.

Menambah wawasan kebahasaan mengenai relasi kemaknaan khususnya

(16)

BAB II

KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep

Konsep adalah gambaran mental dari objek, proses, atau apapun yang ada di

luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain

(Kridalaksana, 2001:117).

Menurut Malo, dkk (1985:47) konsep – konsep yang dipakai dalam ilmu

sosial walaupun istilahnya sama dengan yang digunakan sehari – hari, namun

makna dan pengertiannya dapat berubah. Di samping adanya perbedaan mengenai

makna dan pengertian suatu konsep dalam bahasa sehari – hari, sering juga terdapat

perbedaan di antara para ahli atau peneliti sendiri mengenai makna dan pengertian

istilah yang sama.

2.1.1 Semantik

Kata semantik dalam bahasa Indonesia (Inggris: semantics) berasal dari

bahasa Yunani, yaitu sema (kata benda) yang berarti tanda dan lambang. Kata

kerjanya adalah semaino yang berarti menandai atau melambangkan. Tanda atau

lambang disini sebagai padanan kata sema itu adalah tanda linguistik (Perancis :

signe linguistique) seperti yang dikemukan oleh Ferdinand Saussure (dalam Chaer,

1995 : 2) yang terdiri atas (1) komponen yang mengartikan, yang berwujud

bentuk-bentuk bunyi bahasa dan (2) komponen yang diartikan atau makna dari komponen

(17)

Semantik berarti teori makna atau teori arti (Inggris, semantics, kata sifatnya

semantik yang dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan kata semantik sebagai

nomina (Verhaar, dalam Pateda, 2001:7).

Kata semantik ini kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk

bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan

hal-hal yang ditandainya. Atau dengan kata lain, bidang studi dalam linguistik yang

mempelajari makna atau arti dalam bahasa. Istilah semantik lebih umum digunakan

dalam studi linguistik karena istilah-istilah yang lainnya itu mempunyai cakupan

objek yang lebih luas, yakni mencakup makna tanda atau lambang pada umumnya

(Chaer, 1995 : 3).

Jadi semantik adalah salah satu cabang linguistik mempelajari tentang studi makna.

2.1.2 Makna

Makna adalah hubungan antara bahasa dengan dunia luar yang telah

disepakati bersama oleh para pemakai bahasa sehingga dapat saling dimengerti

(Grice dalam Amidudin, 2001:53). Makna adalah arti sebuah kata, pengertian yang

diberikan kepada suatu bentuk kata dalam kebahasaan (KBBI, 2005:703).

Makna memiliki arti yang berubah, karena pada saat kata tersebut

dimasukkan dalam kalimat akan mempunyai makna yang berbeda (Chaer, 2003:70).

Dari pengertian para ahli di atas, bahwa makna adalah isi yang terkandung di

dalam bentuk kata, yang dapat menimbulkan reaksi tertentu, apabila dimasukkan

(18)

2.1.3 Harian Seputar Indonesia

Surat kabar merupakan salah satu sumber informasi tertulis yang memuat

tulisan berbagai macam penulis tentang bermacam hal dan peristiwa.

Harian Seputar Indonesia terbit perdana, pada 30 Juni 2005. Harian ini

dibentuk oleh PT Media Nusantara Informasi (MNI), sub-sidiary dari PT Media

Nusantara Citra (MNC) yang menaungi RCTI, TPI, Global TV dan Trijaya

Network. PT MNC sudah sangat berpengalaman dalam mengelola media serta

terbilang mapan dan berpengaruh, baik di kalangan masyarakat maupun pengambil

keputusan.

Harian Seputar Indonesia terbit setiap hari, dengan mempunyai 24 halaman.

Pada harian inimemuat berita yang cukup lengkap meliputi, berita utama (news)

yang memuat budaya, cerpen dan puisi, ekonomi dan bisnis, internasional,

megapolitan, nusantara, nasional, opini, politik dan hukum, periskop, polling dan

analisis, quite of the boy, mirror, resensi buku, dan tokoh. Beria olahraga meliputi,

bola manca, bola nasional, dan ragam olahraga. Berita life style meliputi automatic,

fashion, family, syariah, food, home dan garden, office solution, movie dan musik,

kesehatan, kolom dan pendidikan, ragam, selebrita, techno, travel, trend dan beauty,

karier, energi, properti, remaja. Berita daerah, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah

dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera selatan

(19)

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Perubahan Makna

Secara sinkronik makna sebuah kata/leksem tidak berubah, secara diakronik

ada kemungkinan berubah, dalam jangka waktu terbatas makna sebuah kata tidak

akan berubah, tetapi dalam jangka waktu yang relatif tidak terbatas ada

kemungkinan bisa berubah (Chaer, 1990:131). Namun, bukan berarti setiap kata

akan berubah maknanya.

Perubahan makna dalam bahasa Indonesia dapat disebabkan oleh dua

faktor umum, yaitu (1) faktor linguistik dan (2) faktor nonlinguistik. Faktor

linguistik adalah faktor kebahasaan yang mengakibatkan perubahan makna. Jadi,

suatu kata berubah maknanya karena mengalami proses kebahasaan, seperti proses

pengimbuhan (afiksasi) dan penggabungan (komposisi). Faktor nonlinguistik adalah

faktor nonkebahasaan yang mengakibatkan perubahan makna (Chaer, 1955:131).

Faktor ini meliputi :

1) Perkembangan dalam ilmu dan teknologi. Konsep makna yang dikandung telah

berubah sebagai akibat dari pandangan yang baru, atau teori baru dalam suatu

bidang ilmu atau sebagai akibat dalam perkembangan teknologi. Misalnya,

perubahan makna kata pada sastra dari makna tulisan sampai pada makna karya

imaginatif adalah salah satu contoh perkembangan bidang keilmuan.

2) Perkembangan sosial budaya. Bentuk katanya tetap sama tetapi konsep makna

makna yang dikandungnya berubah. Misalnya, kata sarjana dulu diartikan orang

yang pandai atau cendikiawan, sekarang kata sarjana berarti orang yang sudah lulus

dari perguruan tinggi, meskipun barangkali lulusnya cuma dengan indeks prestasi

yang pas-pasan, serta kemampuan tidak lebih jauh dari seorang yang belum lulus

(20)

3) Perbedaan asosiasi, di sini makna baru yang muncul adalah berkaitan dengan hal

atau peristiwa lain yang berkenaan dengan kata tersebut. Misalnya, kata amplop

yang berasal dari bidang administrasi atau surat-menyurat, makna asalnya adalah

sampul surat. Amplop biasa dimasukkan surat tetapi bisa pula benda lain, misalnya

uang. Dalam kalimat Beri saja amplop maka urusan pasti beres, kata amlop di sini

bukan bermakna uang sebab amplop yang dimaksud bukan berisi surat atau tidak

berisi apa-apa, melainkan berisi sogokan.

4) Pengembangan istilah. Salah satu upaya dalam pengembangan atau

pembentukan istilah baru adalah dengan memanfaatkan kosakata bahasa Indonesia

yang ada jalan memberi makna baru, entah dengan menyempitkan makna kata

tersebut, meluaskan, maupun memberi arti baru. Misalnya kata papan yang semula

bermakna lempengan kayu tipis, kini diangkat menjadi istilah untuk makna

perumahan.

5) Adanya bidang pemakaian. Kata-kata yang menjadi kosa kata dalam

bidang-bidang tertentu dalam kehidupan sehari-hari dapat digunakan dalam bidang-bidang lain atau

menjadi kosakata umum. Misalnya kata jurusan yang berasal dari bidang lalu lintas

dengan makna arah, kini digunakan juga dalam pendidikan dengan makna seksi atau

bagian bidang ilmu.

6) Pertukaran tanggapan indera (sinestesia). Dalam penggunaan bahasa banyak

terjadi kasus pertukaran tanggapan antara indera yang satu dengan yang lain.

Misalnya kata pedas yang seharusnya ditanggap dengan alat indera perasa lidah,

tertukar menjadi ditanggap oleh alat indera pedengaran seperti tampak dalam ujaran

kata-katanya sangat pedas.

7) Perbedaan tanggapan. Setiap unsur leksikal atau kata sebenarnya secara sinkronis

mempunyai makna yang tetap. Namun karena pandangan hidup dan ukuran dalam

(21)

rendah (kurang menyenangkan) dan nilai rasa yang tinggi. Misalnya kata bini

dewasa ini dianggap kata yang bernilai rasa rendah.

8) Adanya penyingkatan. Banyak kosa kata dalam bahasa Indonesia yang sering

digunakan, kemudian tanpa diucapkan secara keseluruhan orang sudah mengerti

maksudnya. Misalnya kata meninggal dalam kalimat Ayahnya meninggal,

maksudnya adalah Ayahnya meninggal dunia.

9) Proses gramatikal. Proses gramatikal seperti afiksasi, reduplukasi, dan komposisi

(penggabungan kata) akan menyebabkan pula terjadinya perubahan makna.

2.2.2 Jenis-jenis Perubahan Makna

Berdasarkan pemakaiannya, bahasa mengalami perkembangan, pergeseran,

atau perubahan makna.

Perubahan makna ada lima jenis (Chaer, 1995:141). Jenis-jenis perubahan makna

tersebut adalah sebagai berikut :

1. Perubahan makna meluas

Perubahan makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau

leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena

berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain.

Misalnya pada kata baju pada kalimat berikut :

- Warga yang melihat kejadian tersebut mengaku bahwa pelaku pemerasan

itu memakai baju aparat keamanan (5 September 2010, halaman 7, kolom

berita nasional).

Kata baju sebenarnya hanya berati pakaian sebelah atas dari pinggang sampai ke

bahu seperti pada frase baju batik, baju safari, baju lengan pendek dan sebagainya.

Tetapi pada kalimat, Warga yang melihat kejadian tersebut mengaku bahwa pelaku

(22)

meluas sebab termasuk celana, baju, topi, ikat pinggang dan sepatu. Begitu juga

dengan baju olahraga, baju dinas dan baju sekolah.

2. Perubahan makna menyempit

Perubahan makna menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata

yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi

terbatas hanya pada sebuah makna saja.

Misalnya pada kata ahli :

- Ahli telematika, Roy Suryo mengatakan bahwa, video kuntilanak yang ada

di Magelang hanya rekayasa komputer (5 September 2010, halaman 7,

kolom berita nasional).

Kata ahli pada mulanya berarti orang yang termasuk dalam satu golongan atau

keluarga seperti dalam frase ahli waris yang berarti ‘orang yang termasuk dalam

satu kehidupan keluarga’, dan juga ahli kubur yang berarti ‘orang-orang yang sudah

dikubur’. Kini kata ahli sudah menyempit maknanya yang berarti ‘orang yang

pandai dalam satu cabang ilmu atau kepandaian’ seperti tampak dalam frase ahli

sejarah, ahli bedah dan sebagainya.

3. Perubahan makna total

Perubahan total adalah berubahnya sama sekali makna sebuah kata dari

makna asalnya.

Misalnya pada kata ceramah pada kalimat berikut :

- Acara makan bersama berlangsung setelah selesai salat magrib dan

dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah, dan mendengarkan ceramah agama

oleh Ustadz H Yazid Syamsudin. (29 Agustus 2010, halaman 17, kolom

(23)

Kata ceramah pada mulanya berarti cerewet atau banyak cakap tetapi kini berarti

pidato atau uraian mengenai suatu hal yang disampaikan di depan banyak orang.

4. Perubahan makna penghalusan

Penghalusan (efumia) adalah konsep makna mengenai kata atau bentuk itu

tidak berubah, namun gejala yang ditampilkannya kata-kata atau bentuk-bentuk

yang dianggap memiliki makna yang lebih halus, atau lebih sopan daripada yang

digantikan.

Misalnya kata penjara dan pemecatan pada kalimat berikut :

- ”Pelaku sudah diamankan dan dijerat pasal 363 KUH Pidana tentang

pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara” kata AKP Doni

Alexander, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. (23 Agustus 2010,

halaman 10, kolom berita daerah Sumatera Utara).

- Pemerintah dengan tegas mengatakan akan melakukan pemecatan terhadap

pejabat-pejabat yang menyalahgunakan jabatannya. (1 September 2010,

halaman 24, kolom berita nasional).

Kata penjara diganti dengan kata yang maknanya dianggap lebih halus yaitu

lembaga pemasyarakatan.

Kata pemecatan (dari pekerjaan) diganti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

5. Perubahan makna pengasaran

Pengasaran (disfemia) adalah usaha untuk mengganti kata yang maknanya

halus atau bermakna biasa dengan kata yang maknanya kasar.

Misalnya kata menjebloskan pada kalimat berikut :

- Polisi telah menjebloskan perampok Bank Niaga tersebut. (1 September

(24)

Kata atau ungkapan masuk kotak dipakai untuk mengganti kata kalah. Kata

menjebloskan yang dipakai untuk menggantikan kata memasukkan.

2.3 Tinjauan Pustaka

Berdasarkan tinjauan pustaka yang dilakukan, maka ada sejumlah sumber

yang didapat untuk dikaji dalam penelitian ini, ada pun sumber tersebut adalah

sebagai berikut:

Asnur Taharian Nasution (1980), dalam skripsinya yang berjudul Perubahan

Makna dalam Bahasa Indonesia, menganalisis tentang perubahan makna pada

bahasa Indonesia dan jenis-jenis perubahan makna. Dalam penelitiannya dia

menyimpulkan bahwa kata dapat mengalami perubahan makna dan perubahan ini

dapat dilihat dari bermacam-macam sudut, peristiwa sehingga maknanya berubah.

Rosintan Pasaribu (1995), dalam skripsinya yang berjudul Analisis

Perubahan Makna Kata pada Novel Kuncup Berseri, Karya N.H Dini. Pemakaian

kata-kata yang mengalami perubahan makna tidak banyak dijumpai di novel

tersebut. Kata-kata yang mengalami perubahan makna yang dimuat pada umumnya

merupakan pengulangan dari awal.

Berdasarkan sumber di atas, maka dapat dijadikan sebagai sejumlah data

yang relevan dan berhubungan dengan penelitian pemakaian kata yang mengalami

perubahan makna dalam harian Seputar Indonesia karena hasil penelitian

sebelumnya dapat menjadi informasi bagi peneliti untuk memperoleh analisis yang

lebih lengkap dengan menggunakan teori perubahan makna. Oleh karena itu,

analisis perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia sama sekali belum

pernah diteliti dan pada kesempatan ini akan diteliti tentang bagaimana penggunaan

jenis-jenis perubahan makna dan jenis perubahan makna apa saja yang paling

dominan digunakan dalam harian Seputar Indonesia edisi 23 Agustus – 6

(25)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi adalah letak atau tempat. Lokasi penelitian dapat dilakukan di

lapangan atau di perpustakaan. Di perpustakaan peneliti mencari sumber data

berupa buku-buku atau tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian ini.

Penelitian ini berlangsung di ruang belajar peneliti untuk mengumpulkan data-data

yang diambil dari harian Seputar Indonesia.

3.2 Populasi dan Sampel

Populasi adalah sekelompok orang, benda atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel, suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang

berkaitan dengan masalah penelitian (KBBI, 2003:889). Populasi dalam penelitian

ini adalah perubahan makna kata dalam harian Seputar Indonesia.

Sampel adalah sebagian dari pemakaian bahasa yang mewakili dari suatu

populasi (Sudaryanto, 1990:30). Sampel adalah sesuatu yang digunakan untuk

menunjukkan sifat suatu sekelompok yang lebih besar, bagian yang mewakili

kelompok atau keseluruhan yang lebih besar. Karena jumlah populasi di atas terlalu

besar maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya berjumlah 14

terbitan pada harian Seputar Indonesia. Adapun sampel yang diambil sebanyak 14

terbitan tersebut terhitung dari tanggal 23 Agustus - 6 September 2010. Dari 14

(26)

3.2 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Metode adalah cara mendekati, mengamati, menganalisis, dan menjelaskan

suatu fenomen (Kridalaksana, 2001:136). Metode adalah cara yang harus

dilaksanakan (Sudaryanto, 1998:9). Untuk mencapai tujuan, penelitian ini

menggunakan metode simak. Metode simak adalah suatu metode dengan cara

menyimak suatu bahasa.

Teknik adalah cara melaksanakan suatu metode (Sudaryanto, 1998:9).

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat, yaitu mencatat

semua data yang mengandung kata yang mengalami perubahan makna pada Harian

Seputar Indonesia.

Langkah kerjanya adalah membaca secara keseluruhan isi tulisan pada

harian Seputar Indonesia. Isi tulisan yang ada pada harian Seputar Indonesia

disimak. Data yang sudah didapat yaitu kata yang mengalami perubahan makna

pada harian Seputar Indonesia kemudian dicatat. Setiap data yang sudah didapat

dipilih dan dipilah dengan membuang data yang tidak diperlukan. Kemudian data

dimasukkan ke dalam kartu data.

3.3 Metode dan Teknik Analisis Data

Metode digunakan dalam menganalis data adalah metode agih . Metode agih

adalah metode yang alat penentunya justru bagian dari bahasa yang bersangkutan itu

sendiri (Sudaryanto, 1998:15).

Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik bagi unsur

langsung. Teknik bagi unsur langsung adalah teknik membagi satuan lingual data

menjadi beberapa bagian atau unsur, dan unsur-unsur yang bersangkutan dipandang

sebagai bagian yang langsung membentuk satuan lingual yang dimaksud

(27)

Setelah satuan lingual data dibagi menjadi beberapa bagian atau unsur,

kemudian digunakan teknik lanjutan, yaitu teknik ganti. Teknik ganti yaitu

mengganti konteks yang mendukung data itu dengan konteks yang berbeda

sehingga dapat dilihat makna yang berbeda dari data tersebut (Sudaryanto,

1993:36).

Contoh :

1 a. Bersama Ibu Michelle Obama, ketiganya berkunjung ke kota Florida itu untuk

bebicara dengan warga dan pemimpin bisnis setempat.

(23 Agutus, berita utama, halaman 7)

b. Mengusung desain busana yang simpel dan memberi kesan dramatis, rupanya

koleksi ibu tiga anak ini mendapat perhatian serius dari para selebriti dunia.

Dari contoh di atas, pada kalimat tersebut kata ibu (merujuk contoh 1a) merupakan

kata yang mengandung makna baru yaitu setiap perempuan dewasa. Pada kalimat

(merujuk pada contoh 1b) kata ibu memiliki makna asal yaitu perempuan yang

melahirkan. Namun, karena adanya keterkaitan makna ‘perempuan dewasa’ dan

‘perempuan yang melahirkan kita’, maka kata ibu ini digolongkan ke dalam bentuk

kata yang mengalami perubahan makna meluas.

Selain itu, untuk menentukan jenis perubahan makna yang paling dominan

digunakan dalam harian Seputar Indonesia edisi 23 Agustus – 6 September 2010

menggunakan metode kuantitatif.

Metode kuantitatif merupakan metode keputusan yang menggunakan angka.

Pemecahan dengan model kuantitatif akan menghasilkan nilai atau angka untuk

(28)

Untuk menentukan jenis perubahan makna yang paling dominan dalam harian

Seputar Indonesia edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dapat menggunakan rumus

(29)

BAB IV

ANALISIS PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM HARIAN SEPUTAR

INDONESIA

4.1 Penggunaan Jenis-jenis Perubahan Makna Kata dalam Harian Seputar

Indonesia

Berdasarkan jenis perubahan makna pada harian Seputar Indonesia pada

edisi 23 Agustus – 6 September 2010 dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu (1)

perubahan makna meluas, (2) perubahan makna menyempit, (3) perubahan makna

total, (4) perubahan makna penghalusan, dan (5) perubahan makna pengasaran.

4.1.1 Perubahan Makna Meluas

Perubahan makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau

leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena

berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain.

Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna meluas yang terdapat

dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 adalah

sebagai berikut :

1. a Warga yang melihat kejadian tersebut mengaku bahwa pelaku pemerasan

itu memakai baju aparat keamanan.

( Data No. 1 )

b Dia datang ke acara resepsi pernikahan Anissa Pohan dengan memakai

baju lengan panjang.

Contoh di atas makna kata baju pada kalimat (a) adalah keseluruhan pakaian mulai

dari sepatu, celana, dan baju. Sedangkan makna kata baju pada kalimat (b) adalah

(30)

kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna

meluas.

2. a Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memastikan bahwa teluk

Meksiko aman untuk bisnis dan wisatawan setelah tragedi kebocoran

minyak lepas pantai dapat teratasi.

( Data No. 8)

b “Taksi dapat menyentuh konsumen secara langsung,” ujar Presiden Better

Place Jepang, Kiyokota Fujii Maaro.

Contoh di atas makna kata presiden pada kalimat (a) adalah kepala negara.

Sedangkan makna kata presiden pada kalimat (b) adalah ketua atau kepala

perusahaan. Sehingga kata presiden kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

3. a Bersama Ibu Negara Michelle Obama, ketiganya berkunjung ke kota di

Florida itu untuk berbicara dengan warga dan pemimpin bisnis setempat.

(Data No. 6)

b Ibu saya mengalami kecelakaan, ketika mobil yang ditumpanginya

menabrak pembatas jalan.

Contoh di atas makna kata ibu pada kalimat (a) adalah sebutan atau sapaan kepada

orang berkedudukan atau memiliki status sosial yang lebih tinggi. Sedangkan makna

kata ibu pada kalimat (b) adalah sebutan kepada orang yang melahirkan kita atau

kepada orang tua perempuan. Sehingga kata ibu kalimat (a) dan kalimat (b)

(31)

4. a Inilah kali pertama dia melihat putranya yang diharapkannya menjadi

tenaga medis.

( Data No. 10 )

b Putra Pangeran Charles dan Lady Diana, William telah menikah dengan

Kate Midleton pada tanggal 29 April.

Contoh di atas makna kata putra pada kalimat (a) adalah anak yang berjenis kelamin

laki-laki. Sedangkan makna kata putra pada kalimat (b) adalah sebutan untuk anak

raja yang laki-laki. Sehingga kata putra pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

5. a Terkait insiden perusakan Kantor Bupati Gowa, Totok menyebutkan

hingga saat pihaknya sudah mengantongi empat nama yang diduga pelaku

utama.

( Data No. 16 )

b Dia mengantongi beberapa ratus ribu uang yang diperoleh dari temannya.

Contoh di atas makna kata mengantongi pada kalimat (a) adalah memperoleh atau

menerima nama. Sedangkan makna kata mengantongi pada kalimat (b) adalah

memasukkan ke dalam kantong. Sehingga kata mengantongi pada kalimat (a) dan

kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

6. a “Maka itu, orang tua harus tahu bahwa di antara produk-produk yang

mampu mensterilkan dapurnya, kesehatan anak dapat terancam,” kata

analisis senior lingkungan hidup di Washington DC, Sonya Lunder.

( Data No. 17 )

(32)

Contoh di atas makna kata orang tua pada kalimat (a) adalah ayah dan ibu yang

mempunyai atau melahirkan anak. Sedangkan makna kata orang tua pada kalimat

(b) adalah untuk menyebut orang yang sudah tua umurnya. Sehingga kata orang tua

pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan

makna meluas.

7. a “Kalau tahun lalu berada diurutan ketiga, tahun ini minimal bisa

bertengger di urutan kedua atau pertama,” katanya.

( Data No. 18 )

b Ayam itu bertengger di atas pagar rumah kami.

Contoh di atas makna kata bertengger pada kalimat (a) adalah berdiam, bertempat.

Sedangkan makna kata bertengger pada kalimat (b) adalah hinggap (di pagar).

Sehingga kata bertengger pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan

makna yaitu perubahan makna meluas.

8. a Mereka berpendapat sebanyak 328 mahasiswa dari berbagai jurusan

mendapat surat peringatan dari kampus lantaran nilainya tidak memenuhi

ketentuan.

( Data No. 19 )

b Wisatawan yang hendak berkunjung ke Parapat sebaiknya mengambil

jurusan Berastagi.

Contoh di atas makna kata jurusan pada kalimat (a) adalah seksi atau bagian bidang

ilmu. Sedangkan makna kata jurusan pada kalimat (b) adalah arah atau tujuan.

Sehingga kata jurusan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan

(33)

9. a Untuk memastikan tenggelamnya di sungai, puluhan aparat keamanan dari

Polres Tator melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai Saddan di

sekitar lokasi yang diduga korban pertama kali tercebur di sungai.

( Data No. 21 )

b Dia tidak menyisir rambut pagi ini.

Contoh di atas makna kata menyisir pada kalimat (a) adalah menyusuri atau

berjalan. Sedangkan makna kata menyisir pada kalimat (b) adalah merapikan

(rambut) dengan sisir. Sehingga kata menyisir pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

10.a Kegiatan pondok pintar yang dilaksanakan yang dilaksanakan SCTV

menarik animo masyarakat.

( Data No. 22 )

b Para petani membangun pondok di sekitar ladangnya.

Contoh di atas makna kata pondok pada kalimat (a) adalah bangunan atau rumah.

Sedangkan makna kata pondok pada kalimat (b) adalah bangunan untuk tempat

sementara (biasanya didirikan di sekitar ladang atau hutan). Sehingga kata pondok

pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan

makna meluas.

11.a Namun, minat mereka menguap seiring berjalannya waktu.

( Data No. 23 )

b Pada saat kita membuka botol spiritus sebaiknya cepat-cepat menutupnya,

karena spiritus cepat menguap.

Contoh di atas makna kata menguap pada kalimat (a) adalah hilang atau lenyap.

(34)

mengeluarkan uap. Sehingga kata menguap pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

12.a Pemudik yang mengggunakan kereta api dari Medan menuju kota

Pematang Siantar hingga hari ketiga lebaran kemarin masih sepi.

( Data No. 24 )

b Harga batubara sekarang sangat mahal, makanya kereta api itu tidak

dipakai lagi.

Contoh di atas makna kata kereta api pada kalimat (a) adalah kereta yang terdiri

atas rangkaian gerbong yang ditarik dengan menggunakan tenaga listrik. Sedangkan

makna kata kereta api pada kalimat (b) adalah kereta yang terdiri atas rangkaian

gerbong yang ditarik dengan menggunakan tenaga uap (untuk menghasilkan uap,

batubara atau kayu yang dibakar). Sehingga kata kereta api pada kalimat (a) dan

kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

13.a Kuat dugaan akibat meredupnya mental para pemain The Blues setelah

kalahkan Newcastle United 4 -3 di Piala Carling.

( Data No. 27 )

b Tulisan semakin tidak terbaca, karena semakin meredupnya lampu yang

kami pakai.

Contoh di atas makna kata meredupnya pada kalimat (a) adalah merosot atau

berkurang. Sedangkan makna kata meredupnya pada kalimat (b) adalah menjadi

redup atau suram. Sehingga kata meredupnya pada kalimat (a) dan kalimat (b)

(35)

14.a Setelah sukses menggarap film Avatar, James Cameron berencana

membuat film tiga dimensi (3D) yang menceritakan suku pedalaman

Amazon di Brazil.

( Data No. 28 )

b Banyak petani yang menggarap sawah atas dasar bagi hasil.

Contoh di atas makna kata menggarap pada kalimat (a) adalah mengerjakan sebuah

film. Sedangkan makna kata menggarap pada kalimat (b) adalah mengerjakan atau

mengolah tanah pertanian. Sehingga kata menggarap pada kalimat (a) dan kalimat

(b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

15.a Walaupun seorang telah dinyatakan bersalah dan dimasukkan ke hotel

prodeo, misalnya dia tetap subyek hukum dan tidak boleh di objekkan

dengan operasi melalui keluarga.

( Data No. 30 )

b Penyakit ginjal yang belum parah dapat disembuhkan tanpa operasi.

Contoh di atas makna kata operasi pada kalimat (a) adalah melakukan suatu

tindakan atau gerakan. Sedangkan makna kata operasi pada kalimat (b) adalah

membedah (untuk mengobati penyakit). Sehingga kata operasi pada kalimat (a) dan

kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

16.a “Di pameran ini kami coba hadirkan motif tasek melayu. Motif ini

diinspirasi oleh seorang istri yang sedang ditinggal berlayar oleh suaminya.

Tasek artinya pantai. Biasanya kain motif ini digunakan pada acara

pernikahan,” ungkap Intu.

( Data No. 31 )

(36)

Contoh di atas makna kata berlayar pada kalimat (a) adalah bepergian dengan

kapal. Sedangkan makna kata berlayar pada kalimat (b) adalah memakai

(menggunakan) layar. Sehingga kata berlayar pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

17.a Selain untuk menimba ilmu, Indonesia juga membawa misi mengintip

kekuatan karateka Jepang yang akan menjadi salah satu kekuatan di Asian

Games.

( Data No. 32 )

b Setiap hari ia menimba air sumur untuk menyirami tanamannya.

Contoh di atas makna kata menimba pada kalimat (a) adalah mencari, memperoleh

(ilmu, pengetahuan). Sedangkan makna kata menimba pada kalimat (b) adalah

mengambil air dari sumur. Sehingga kata menimba pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

18.a Jika tidak mau ketinggalan dari musuhnya, MU wajib menumbangkan

Newcastle.

( Data No. 33 )

b Angin puting beliung itu telah menumbangkan pepohonan di sekitar

rumahku..

Contoh di atas makna kata menumbangkan pada kalimat (a) adalah mengalahkan.

Sedangkan makna kata menumbangkan pada kalimat (b) adalah merobohkan (pohon

besar). Sehingga kata menumbangkan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

(37)

19.a Modus lainnya yang dilakukan adalah menyiapkan pembagian sekarung

beras ukuran 10 kg, lengkap amplop serta kartu nama calon yang harus

dipilih.

( Data No. 36 )

b Setelah saya ketik suratnya, kemudian saya masukkan ke dalam amplop.

Contoh di atas makna kata amplop pada kalimat (a) adalah sogokan. Sedangkan

makna kata amplop pada kalimat (b) adalah sampul surat. Sehingga kata amplop

pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan

makna meluas.

20.a Hasil kajian dapat melahirkan formula yang lebih andal untuk menjawab

berbagai soal di tubuh kejaksaan.

( Data No. 39 )

b Istrinya meninggal setelah melahirkan anak pertama.

Contoh di atas makna kata melahirkan pada kalimat (a) adalah membuat,

menjadikan. Sedangkan makna kata melahirkan pada kalimat (b) adalah

mengeluarkan anak (dari kandungan). Sehingga kata melahirkan pada kalimat (a)

dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

21.a Pria yang berprofesi sebagai sopir bajaj itu memerkosa putrinya yang saat

itu masih berusia 13 tahun setelah istrinya bekerja sebagai pembantu di

Hongkong.

( Data No. 41 )

b Putri Sultan Hamengkubuono telah dilamar oleh pangeran Kelantan.

Contoh di atas makna kata putri pada kalimat (a) adalah anak yang berjenis kelamin

(38)

anak raja yang perempuan. Sehingga kata putri pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

22.a Nyatanya, dia beberapa melesakkan tembakan ke gawang.

( Data No. 43 )

b Dia beberapa kali melepaskan tembakan ke udara, namun perampok itu

tidak menggubrisnnya.

Contoh di atas makna kata tembakan pada kalimat (a) adalah menyepak bola ke

arah gawang. Sedangkan makna kata tembakan pada kalimat (b) adalah melepaskan

peluru dari senjata api. Sehingga kata tembakan pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

23.a Tapi namanya gugur setelah memperpanjang kontrak sebagai arsitek

Amerika Serikat.

( Data No. 47 )

b Akibat cuaca yang buruk, banyak tanaman buah petani yang gugur.

Contoh di atas makna kata gugur pada kalimat (a) adalah batal. Sedangkan makna

kata gugur pada kalimat (b) adalah jatuh sebelum masak (sebelum waktunya).

Sehingga kata gugur pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna

yaitu perubahan makna meluas.

24.a Sebab, kepala sekolah sebelumnya yang menandatangani surat keterangan

pengganti ijazah Fahuusa sudah mencabutnya dengan surat peryataan

Agustus lalu.

(Data No. 51 )

(39)

Contoh di atas makna kata mencabutnya pada kalimat (a) adalah menarik kembali

apa yang suda dikeluarkan atau dinyatakan. Sedangkan makna kata mencabutnya

pada kalimat (b) adalah menarik supaya lepas. Sehingga kata mencabutnya pada

kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna

meluas.

25.a Namun, karier cemerlang Sakai di level timnas Junior tetapi tidak

menjalar ke senior.

( Data no. 52 )

b Pohon rotan itu menjalar ke mana-mana.

Contoh di atas makna kata menjalar pada kalimat (a) adalah merata atau meluas.

Sedangkan makna kata menjalar pada kalimat (b) adalah merambat (tumbuhan yang

merambat). Sehingga kata menjalar pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

26.a Akibat letusan gunung sinabung, harga jeruk merangkak naik.

( Data No. 53 )

b Anaknya baru pandai merangkak.

Contoh di atas makna kata merangkak pada kalimat (a) adalah bergerak dengan

berlahan-lahan. Sedangkan makna kata merangkak pada kalimat (b) adalah bergerak

dengan bertumpu pada kaki dan tangan. Sehingga kata merangkak pada kalimat (a)

dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

27.a Langkah ini dilakukan untuk mematangkan persiapan jelang tampil di

Guanghou.

(40)

b Untuk mematangkan buah pisang itu, memerlukan waktu 3 - 4 hari.

Contoh di atas makna kata mematangkan pada kalimat (a) adalah memantapkan.

Sedangkan makna kata mematangkan pada kalimat (b) adalah menjadikan matang.

Sehingga kata mematangkan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

28.a Saudara Herlambang telah diminta untuk menghadiri persidangan kasus

penggelapan dana yang ada di perusahaan Danareksa.

( Data No. 56 )

b Saya membeli kue untuk saudara saya yang ada di Manado.

Contoh di atas makna kata saudara pada kalimat (a) adalah sapaan kepada lawan

bicara. Sedangkan makna kata saudara pada kalimat (b) adalah orang yang seibu

dan seayah (seayah atau seibu saja). Sehingga kata saudara pada kalimat (a) dan

kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

29.a Sastra dihantui kekuatan politik.

( Data No. 59 )

b Anak-anak dihantui dengan sikapnya yang dingin itu.

Contoh di atas makna kata dihantui pada kalimat (a) adalah mengganggu, mengusik.

Sedangkan makna kata dihantui pada kalimat (b) adalah menyebabkan takut

(khawatir, gelisah). Sehingga kata dihantui pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

30.a Ciri itu sudah terpatri pada diri Simon Cowell yang terkenal pedas dan

tajam.

(41)

b Untuk mengasilkan bunyi nyaring, timah itu harus terpatri dengan baik.

Contoh di atas makna kata terpatri pada kalimat (a) adalah melekat erat - erat.

Sedangkan makna kata terpatri pada kalimat (b) adalah keadaan dipatrikan.

Sehingga kata terpatri pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan

makna yaitu perubahan makna meluas.

31.a Dia pun merencanakan menghabisi pemilik warnet yang memecatnya.

( Data No. 62 )

b Beliau menghabisi pidatonya dengan harapan agar hadirin tergerak hatinya

untuk membantu korban bencana Wasior.

Contoh di atas makna kata menghabisi pada kalimat (a) adalah menghilangkan

nyawa, membunuh. Sedangkan makna kata menghabisi pada kalimat (b) adalah

menyudahi, mengakhiri. Sehingga kata menghabisi pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

32.a Carlos Tevez meruntuhkan dominasi Chelsea dengan gol kemenangan

1-0 bagi Manchester City di City Of Manchester Stadium tadi malam.

( Data No. 63 )

b Bom yang dasyat itu telah meruntuhkan puluhan gedung di kota itu.

Contoh di atas makna kata meruntuhkan pada kalimat (a) adalah menjatuhkan.

Sedangkan makna kata meruntuhkan pada kalimat (b) adalah merusakkan,

merobohkan. Sehingga kata meruntuhkan pada kalimat (a) dan kalimat (b)

(42)

33.a Salah satu yang paling banyak menyedot perhatian, khususnya para peserta

ibu-ibu adalah saat sesi pembuatan kue handuk (towel cake) yang juga

diadakan di Pondok Pintar.

( Data No. 65 )

b Setiap harinya penduduk kota menyedot udara kotor.

Contoh di atas makna kata menyedot pada kalimat (a) adalah mengambil.

Sedangkan makna kata menyedot pada kalimat (b) adalah menghisap, menghirup.

Sehingga kata menyedot pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan

makna yaitu perubahan makna meluas.

34.a Sudah banyak pihak yang mengendus adanya hubungan asmara terlarang

antara Mamba dan istri raja itu.

( Data No. 66 )

b Kini kami mengendus bau yang tidak enak.

Contoh di atas makna kata mengendus pada kalimat (a) adalah mulai mengetahui.

Sedangkan makna kata mengendus pada kalimat (b) adalah mencium (bau).

Sehingga kata mengendus pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan

makna yaitu perubahan makna meluas.

35.a Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengungkapkan bahwa mayoritas

orang AS serta negara dan politikus di seluruh dunia sepakat bahwa

beberapa segmen di dalam pemerintahan Amerika Serikat (AS) mendalangi

serangan 11 September 2001 untuk memulihkan penurunan perekonomian

AS dan membenarkan operasi militer Negeri Paman Sam di Timur tengah

untuk menyelamatkan Zionis Israel.

(43)

b Dia lahir dengan operasi caesar.

Contoh di atas makna kata operasi pada kalimat (a) adalah gerakan militer.

Sedangkan makna kata operasi pada kalimat (b) adalah membedah. Sehingga kata

operasi pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu

perubahan makna meluas.

36.a Setelah sampai di Ambon, hatiku hanyut menyaksikan keadaan para

penduduk.

( Data No. 68 )

b Beberapa rumah hanyut terbawa banjir.

Contoh di atas makna kata hanyut pada kalimat (a) adalah terharu, sedih. Sedangkan

makna kata hanyut pada kalimat (b) adalah terbawa oleh arus banjir. Sehingga kata

hanyut pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu

perubahan makna meluas.

37.b Mereka bahkan menjadi klub yang paling sering membukukan

kemenangan sebanyak 10 kali di City of Manchester pada era Liga Primer.

( Data No. 69 )

b Kita harus membukukan pembelian alat-alat tulis kemarin.

Contoh di atas makna kata membukukan pada kalimat (a) adalah memperoleh,

merebut kemenangan. Sedangkan makna kata membukukan pada kalimat (b) adalah

mencatat dalam buku. Sehingga kata membukukan pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

38.a Permainan Chelsea tetap sulit berkembang dan akhirnya harus rela

(44)

( Data No. 70 )

b Dia menelan pil.

Contoh di atas makna kata menelan pada kalimat (a) adalah menderita kekalahan.

Sedangkan makna kata menelan pada kalimat (b) adalah memasukkan makanan ke

tenggorokan. Sehingga kata menelan pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

39.a PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) semakin serius menggarap

pasar motor sport.

( Data No. 71 )

b Dia menggarap sebidang tanah peninggalan orang tuanya.

Contoh di atas makna kata menggarap pada kalimat (a) adalah mengerjakan pasar

motor sport. Sedangkan makna kata menggarap pada kalimat (b) adalah

mengerjakan sawah. Sehingga kata menggarap pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

40.a Persik Kendal menerima suntikan sebesar Rp1,2 Miliar.

( Data No. 72 )

b Untuk mengatasi wabah itu, dokter memberi suntikan serum ke tubuh sapi

yang sakit.

Contoh di atas makna kata suntikkan pada kalimat (a) adalah menambahkan dana

atau menerima bantuan. Sedangkan makna kata suntikan pada kalimat (b) adalah

memasukkan cairan obat dengan jarum. Sehingga kata suntikan pada kalimat (a)

(45)

41.a Sejumlah kader terlibat persaingan memperebutkan kursi ketua DPD,

antara lain Farouk M Betta, Haris Yasin Limpo, Kadir Halid, dan Supomo.

( Data No. 73 )

b Kami dipersilahkan duduk di kursi depan.

Contoh di atas makna kata kursi pada kalimat (a) adalah kedudukan, jabatan.

Sedangkan makna kata kursi pada kalimat (b) adalah tempat duduk yang

mempunyai kaki. Sehingga kata kursi pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

42.a “Saya tak punya hubungan apa pun dengan Pak Marwan, tapi dari

pengalaman selama rapat kerja di DPR dan masukan dari banyak orang yang

bisa dipercaya, dia relatif bisa diharapkan,” ujar Nasir Jamil.

( Data No. 74 )

b “Pak saya mau minta uang untuk membayar SPP,” kataku.

Contoh di atas makna kata pak pada kalimat (a) adalah panggilan hormat kepada

laki-laki. Sedangkan makna kata pak pada kalimat (b) adalah orang tua laki-laki

atau ayah. Sehingga kata pak pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan

makna yaitu perubahan makna meluas.

43.a Dia berkata, “Tiba-tiba saya dengar dia lulus polisi dan selama menjadi

polisi, saya baru melihat dia memakai seragam polisi ya baru ini saat dia

meninggal. Wong, kalau datang ke rumah enggak pernah pakai baju dinas”.

(Data No. 55)

b Acara itu dibuat untuk memperkenalkan baju batik asal Pekalongan.

Contoh di atas makna kata baju pada kalimat (a) adalah seragam dinas kepolisian

(46)

(b) adalah pakaian dari atas pinggang sampai bahu. Sehingga kata baju pada kalimat

(a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

44.a Suryo berjanji akan mencetak 4 juta pengusaha baru di Indonesia dalam

lima tahun ke depan.

( Data No. 75 )

b Saya disuruh untuk mencetak buku.

Contoh di atas makna kata mencetak pada kalimat (a) adalah membuat. Sedangkan

makna kata mencetak pada kalimat (b) adalah membuat tulisan pada kertas dengan

melumas tinta dan ditekankan pada kertas. Sehingga kata mencetak pada kalimat (a)

dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna meluas.

4.1.2 Perubahan Makna Menyempit

Perubahan makna menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata

yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi

terbatas hanya pada sebuah makna saja.

Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna menyempit yang

terdapat dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010

adalah sebagai berikut :

45.a Umumnya yang dipalsukan adalah ijazah sarjana pendidikan.

( Data No. 20 )

b Orang yang baru datang itu dianggap sarjana oleh warga sekitar.

Contoh di atas makna kata sarjana pada kalimat (a) gelar strata satu yang dicapai

seseorang yang telah menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi.

(47)

pengetahuan). Sehingga kata sarjana pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.

46.a Ahli telematika, Roy Suryo mengatakan bahwa video kuntilanak yang ada

di Magelang hanya rekayasa komputer.

( Data No. 2)

b Paris Hilton ditolak berkunjung ke Jepang, alasan pihak Jepang menolak

ahli waris hotel Hamilton ini dikarenakan terbukti positif memakai narkoba.

Contoh di atas makna kata ahli pada kalimat (a) adalah orang pandai dalam satu

cabang ilmu atau kepandaian dalam suatu bidang yaitu bidang telematika.

Sedangkan makna kata ahli pada kalimat (b) adalah orang yang termasuk dalam

satu kehidupan keluarga. Sehingga kata ahli pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.

47.a Relasi sastra dan kekuasaan terus-menerus diperbincangkan dengan

hadirnya teks-teks yang merefleksi dan menggkritisi politik maupun

subyek-subyek di sekitarnya.

( Data No. 25 )

b Masyarakat selalu menyimpan kitab yang memiliki nilai sastra.

Contoh di atas makna kata sastra pada kalimat (a) adalah karya yang bersifat

imajinasi kreatif. Sedangkan makna kata sastra pada kalimat (b) adalah orang buku

yang baik isinya dan bahasanya.. Sehingga kata sastra pada kalimat (a) dan kalimat

(b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.

48.a Pada acara berbuka itu, turut hadir Kenaziran Masjid Al Hikmah dan

(48)

( Data No. 29 )

b Dia bekerja sebagai ustadz.

Contoh di atas makna kata ustadz pada kalimat (a) adalah guru mengaji atau guru

agama Islam Sedangkan makna kata ustadz pada kalimat (b) adalah guru atau

pengajar. Sehingga kata ustdaz pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.

49.a Ikrar ribuan jemaat dari 220 gereja yang merupakan bagian dari 38 resort

HKBP se-Silindung di 10 kecamatan tersebut, dipimpin Sekretaris Jendral

(sekjen) HKBP Pendeta Ramlan Hutahaean.

( Data No. 35 )

b Pada waktu itu, dia kenal sebagai pendeta di daerah tersebut.

Contoh di atas makna kata pendeta pada kalimat (a) adalah pemuka atau pemimpin

agama Kristen (menempuh pendidikan sekolah tinggi teologia). Sedangkan makna

kata pendeta pada kalimat (b) adalah orang yang pandai. Sehingga kata pendeta

pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan

makna menyempit.

50.a “Saya ingin minimal dua sehingga bisa didapatkan yang terbaik,” tegas

Bambang dalam dialektika bertajuk ‘Mencari Kapolri dan Jaksa Agung

Reformis’ di gedung DPR, Jakarta kemarin.

( Data No. 38 )

b Gedung yang dibangun jaman dahulu tidak bisa kita lihat lagi, karena

sudah banyak rusak.

Contoh di atas makna kata gedung pada kalimat (a) adalah bangunan yang terbuat

(49)

dan biasanya dipakai untuk menyebut bangunan yang bertingkat. Sedangkan makna

kata gedung pada kalimat (b) adalah bangunan yang terbuat dari apa saja sudah bisa

dikatakan gedung. Sehingga kata gedung pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna menyempit.

51.a Pria itu mengaku istrinya sedang bekerja sebagai pembantu di Hongkong.

( Data No. 58 )

b Musibah yang terjadi di daerah itu, banyak yang memberi diri untuk

menjadi pembantu.

Contoh di atas makna kata pembantu pada kalimat (a) adalah orang upahan,

pekerjaannya (membantu) mengurus pekerjaan rumah tangga. Sedangkan makna

kata pembantu pada kalimat (b) adalah orang yang membantu. Sehingga kata

pembantu pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu

perubahan makna menyempit.

4.2.3 Perubahan Makna Total

Perubahan makna total adalah berubahnya sama sekali makna sebuah kata

dari makna asalnya. Memang ada kemungkinan makna yang dimiliki sekarang

masih ada sangkut pautnya dengan makna asal, tetapi sangkut pautnya ini

tampaknya sudah jauh sekali.

Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna total yang terdapat

dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010 adalah

sebagai berikut :

52.a Acara makan bersama berlangsung setelah selesai salat magrib dan

dilanjutkan dengan salat isya berjamaah, dan mendengarkan ceramah agama

(50)

( Data No.3 )

b Dia selalu berceramah kalau ada sesuatu hal yang tidak disukainya.

Contoh di atas makna kata ceramah pada kalimat (a) adalah pidato atau uraian

mengenai suatu hal yang disampaikan di depan banyak orang. Sedangkan makna

kata ceramah pada kalimat (b) adalah cerewet atau banyak cakap. Sehingga kata

ceramah pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu

perubahan makna total.

53.a Rencana tersebut digagalkan dengan penangkapan sejumlah gembong

teroris seperti Dulmatin alias Djoko Pitono dan Noordin M Top.

( Data No. 14 )

b Banyak harimau gembong diburu, karena memiliki jual yang tinggi.

Contoh di atas makna kata gembong pada kalimat (a) adalah orang yang terkemuka

atau yang utama. Sedangkan makna kata gembong pada kalimat (b) adalah

hariamau yang mempunyai bulu belang-belang. Sehingga kata gembong pada

kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna

total.

54.a Cracker adalah orang yang ilmunya setingkat di atas leader yang bukan

sekedar mengubah haluan perusahaan, melainkan juga mengubah wajah

perindustrian.

( Data No. 15 )

b Para pejuang memasang sepucuk meriam pada haluan kapal.

Contoh di atas makna kata haluan pada kalimat (a) adalah arah atau tujuan.

(51)

sebelah muka atau depan. Sehingga kata haluan pada kalimat (a) dan kalimat (b)

mengalami perubahan makna yaitu perubahan makna total.

55.a Bahkan anak kecil pun kalau diberi ‘pager’ mungkin sudah tidak mau

karena dianggap tidak canggih dan kuno karena hanya bisa menerima pesan

singkat (dan benar-benar singkat).

( Data No. 26 )

b Dia canggih di mata teman-temannya.

Contoh di atas makna kata canggih pada kalimat (a) adalah berkembang atau

modern. Sedangkan makna kata canggih pada kalimat (b) adalah cerewet, banyak

cakap, bawel. Sehingga kata canggih pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami

perubahan makna yaitu perubahan makna total.

56.a Namun, ketika pena sastrawan terus menerus mengejar tragedi-tragedi

politik, maka teks sastra akan terjebak pada kubangan kepentingan.

( Data No. 64 )

b Pena pada kakinya sangat lebat.

Contoh di atas makna kata pena pada kalimat (a) adalah alat tulis yang

menggunakan tinta. Sedangkan makna kata pena pada kalimat (b) adalah bulu.

Sehingga kata pena pada kalimat (a) dan kalimat (b) mengalami perubahan makna

yaitu perubahan makna total.

4.1.4 Perubahan Makna Penghalusan

Penghalusan (efumia) adalah konsep makna mengenai kata atau bentuk itu

tidak berubah, namun gejala yang ditampilkannya kata-kata atau bentuk-bentuk

(52)

digantikan. Kecenderungan untuk menghaluskan makna kata tampaknya merupakan

gejala umum dalam masyarakat bahasa Indonesia.

Contoh kata – kata yang yang mengalami perubahan makna penghalusan yang

terdapat dalam harian Seputar Indonesia pada edisi 23 Agustus – 6 September 2010

adalah sebagai berikut :

57.a Pemerintah dengan tegas mengatakan akan melakukan pemecatan terhadap

pejabat-pejabat yang menyalahgunakan jabatannya.

( Data No. 7 )

b Pemerintah dengan tegas mengatakan akan melakukan pemberhentian

terhadap pejabat-pejabat yang menyalahgunakan jabatannya.

Contoh di atas makna kata pemecatan pada kalimat (a) dianggap memiliki makna

yang tidak sopan dan kasar sehingga diganti dengan pada kalimat (b) yang

memiliki makna yang lebih halus dan sopan. Kata pemecatan pada kalimat (a)

mengalami pergantian pada kata pemberhentian kalimat (b) sehingga pergantian

kata tersebut menyebabkan perubahan makna yaitu perubahan makna penghalusan.

58.a Kejaksaan Agung (kejagung) yang menyelidiki kasus dugaan korupsi

ruilslag KBM memindahkan penahanan Ramli ke bui Tanjunggusta, Medan

untuk mempermudah persidangannya.

( Data No. 8 )

b Kejaksaan Agung (kejagung) yang menyelidiki kasus dugaan korupsi

ruilslag KBM memindahkan penahanan Ramli ke lembaga pemasyarakatan

Tanjunggusta, Medan untuk mempermudah persidangannya

Contoh di atas makna kata bui pada kalimat (a) dianggap memiliki makna yang

tidak sopan dan kasar sehingga diganti dengan pada kalimat (b) yang memiliki

Referensi

Dokumen terkait

MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF KATA BENDA, KATA KERJA, KATA SIFAT DALAM KORAN KOMPAS EDISI JULI - AGUSTUS 2016 SEBAGAI IMPLEMENTASI BAHAN AJAR TINGKAT SMP.. Fakultas

Sesuai data yang dianalisis rujukan eksoforis yang terdapat pada wacana iklan dalam harian Solopos edisi Agustus-Oktober 2013 yang paling sering

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa, wujud makna referensial pada istilah pendidikan pada kolom wacana surat kabar harian Solopos edisi Januari-februari 2014

Tujuan penelitian adalah, untuk mengetahui sejauhmana isi rubrik foto Frame di Harian Seputar Indonesia ditinjau dari nilai berita.. Untuk menjawab tujuan di atas, maka

Analisis Isi Kuantitatif Objektivitas Pemberitaan Partai Nasional Demokrat dalam Surat Kabar Harian Seputar Indonesia Periode Oktober 2011 –..

Surat kabar harian Seputar Indonesia memiliki visi, yaitu sebagai koran keluarga yang hadir dengan berita aktual, akurat dan mendalam namun tetap bergaya dan penuh warna.. Misi

Apa yang dilakukan Harian Seputar Indonesia tidaklah keliru, namun sebagai media massa yang menjunjung tinggi objektivitas, komitmennya untuk menjadi media independen yang bebas

Dari 8 kata terseut, 2 kata yang mengalami perubahan makna peyorasi, yaitu berahi, tanam; 2 kata yang mengalami perubahan makna metafora, yaitu terbit dan mati;