• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemetaan Klasifikasi Iklim Oldeman Dan Schmidth-Fergusson Sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Iklim Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pemetaan Klasifikasi Iklim Oldeman Dan Schmidth-Fergusson Sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Iklim Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Sumatera Utara"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ayi Sudrajat
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Retno Widhiastuti, MS
    • Dr. Delvian, SP, M.Si
    • Ir. O.K. Nazaruddin Hisyam, MS
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
  • Topik: Pemetaan Klasifikasi Iklim Oldeman Dan Schmidth-Fergusson Sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Iklim Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Sumatera Utara
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2009
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini membahas latar belakang pentingnya pemetaan klasifikasi iklim di Sumatera Utara, yang berfungsi sebagai dasar bagi pengambilan kebijakan terkait pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk memperbarui klasifikasi iklim Oldeman yang sudah usang dan memperkenalkan klasifikasi Schmidth-Fergusson yang lebih sesuai untuk kehutanan. Dengan adanya pemetaan yang akurat, diharapkan dapat mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih efektif.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian menyoroti pentingnya pemahaman yang benar tentang iklim sebagai sumber daya dan bukan hanya sebagai faktor penyebab bencana. Penelitian ini menekankan perlunya data iklim yang akurat untuk membantu dalam perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor, terutama di Sumatera Utara.

1.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada dua pertanyaan utama: bagaimana klasifikasi iklim Oldeman terbaru di Sumatera Utara dan bagaimana relevansi klasifikasi Schmidth-Fergusson dalam pengelolaan kehutanan. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekurangan dalam klasifikasi yang ada dan mencari solusi yang lebih tepat.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan klasifikasi iklim Oldeman yang baru dan klasifikasi Schmidth-Fergusson, serta mengevaluasi penerapannya dalam sektor kehutanan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna bagi pengambil keputusan dalam pengelolaan sumber daya alam.

1.4. Hipotesis Penelitian

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menyatakan bahwa klasifikasi iklim Oldeman yang ada saat ini tidak relevan lagi dengan data terbaru dan bahwa klasifikasi Schmidth-Fergusson lebih cocok untuk penggunaan dalam bidang kehutanan.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini mencakup penyediaan peta klasifikasi iklim yang baru, memberikan dasar bagi pengambil kebijakan dalam perencanaan pembangunan, serta menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan tentang pengelolaan sumber daya alam dan iklim.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini mengkaji teori dan konsep dasar mengenai iklim dan klasifikasi iklim yang relevan dengan penelitian. Ini mencakup pengertian iklim, berbagai sistem klasifikasi iklim yang digunakan, serta pentingnya sistem informasi geografis dalam pemetaan iklim. Tinjauan pustaka ini memberikan landasan teori yang kuat untuk analisis yang dilakukan dalam penelitian.

2.1. Iklim

Iklim didefinisikan sebagai rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu lama dan dipengaruhi oleh berbagai unsur seperti suhu, kelembapan, dan curah hujan. Pemahaman yang baik tentang iklim sangat penting untuk perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam, terutama dalam konteks pertanian.

2.2. Klasifikasi Iklim

Klasifikasi iklim berdasarkan suhu dan curah hujan sangat penting untuk memahami pola iklim yang mempengaruhi pertanian. Penelitian ini membahas sistem klasifikasi Oldeman dan Schmidth-Fergusson, yang masing-masing memiliki pendekatan berbeda dalam menentukan tipe iklim berdasarkan kebutuhan air tanaman.

2.3. Sistem Informasi Geografis (SIG)

SIG merupakan alat penting dalam pemetaan dan analisis data iklim. Dengan menggunakan SIG, peneliti dapat mengolah dan menganalisis data curah hujan untuk menghasilkan peta klasifikasi iklim yang akurat. Penggunaan SIG dalam penelitian ini membantu dalam visualisasi data dan pengambilan keputusan berbasis data.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian mencakup lokasi, waktu, bahan, alat, serta metode pengumpulan dan analisis data. Penelitian ini menggunakan data curah hujan dari berbagai sumber dan menerapkan analisis statistik untuk membandingkan data lama dan baru. Metode yang digunakan untuk pemetaan iklim mencakup penggunaan perangkat lunak GIS untuk menghasilkan peta yang akurat.

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Provinsi Sumatera Utara, dengan pengumpulan data berlangsung dari Maret hingga Mei 2009. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan distribusi stasiun pengukur curah hujan yang representatif untuk analisis iklim.

3.2. Bahan dan Alat

Bahan utama dalam penelitian ini adalah data curah hujan dari 265 stasiun pengukur, peta topografi, dan perangkat lunak seperti ArcView GIS untuk analisis data. Alat yang digunakan juga mencakup komputer dan GPS untuk pengumpulan data.

3.3. Metode Pengumpulan Data dan Analisis Data

Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung dan sumber sekunder. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk menentukan perbedaan antara periode 1970-1993 dan 1970-2008, serta menggunakan GIS untuk pemetaan klasifikasi iklim.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pola curah hujan antara dua periode yang dianalisis, yang berdampak pada klasifikasi iklim. Pemetaan klasifikasi iklim Oldeman dan Schmidth-Fergusson menghasilkan peta baru yang lebih relevan untuk pengelolaan sumber daya alam di Sumatera Utara.

4.1. Analisis Rata-rata Jumlah Bulan Basah dan Bulan Kering

Analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara jumlah bulan basah dan bulan kering dari data tahun 1970-1993 dan 1970-2008. Hal ini mengindikasikan perubahan pola hujan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya alam.

4.2. Pemetaan Klasifikasi Iklim Oldeman dan Schmidth-Fergusson

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa klasifikasi iklim Oldeman tahun 2009 terdiri dari 8 klasifikasi, sementara Schmidth-Fergusson memiliki 5 klasifikasi. Peta ini memberikan informasi yang lebih akurat untuk pertanian dan kehutanan.

4.3. Evaluasi Kesesuaian Klasifikasi Iklim Schmidth-Fergusson untuk Bidang Kehutanan

Evaluasi menunjukkan bahwa klasifikasi iklim Schmidth-Fergusson lebih sesuai untuk pengelolaan kehutanan dibandingkan dengan Oldeman. Ini penting untuk perencanaan dan pengembangan sektor kehutanan di Sumatera Utara.

4.4. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dengan Memanfaatkan Informasi Sumberdaya Iklim

Pemanfaatan informasi iklim dalam pengelolaan sumber daya alam sangat penting untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi. Peta klasifikasi iklim yang baru dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa klasifikasi iklim Oldeman yang ada tidak lagi relevan dan perlu diperbarui. Klasifikasi Schmidth-Fergusson menawarkan alternatif yang lebih baik untuk pengelolaan sumber daya alam di Sumatera Utara. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pemantauan berkala terhadap perubahan iklim dan pembaruan data.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pemetaan klasifikasi iklim yang baru sangat penting untuk pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik di Sumatera Utara, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang terjadi.

5.2. Saran

Saran bagi pengambil kebijakan adalah untuk mempertimbangkan hasil penelitian ini dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk terus memantau perubahan iklim dan dampaknya.

Referensi Dokumen

  • Agroclimatic Zones for Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) di Indonesia ( Rachmat-Adiwiganda, M., H.H. Siregar and E.S. Sutarta )
  • Klimatologi ( Anonimus )
  • Prediksi Erosi dengan Menggunakan Metode USLE dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Piksel di Daerah Tangkapan Air Danau Buyan ( As-Syakur, A.R. )
  • Laporan Akhir Penyusunan Peta Rawan Banjir dan Kekeringan di Kabupaten Asahan ( BMKG )
  • Strategi Anitisipasi Kejadian Iklim Ekstrim ( Boer, R. dan S. Alimoeso )

Gambar

Tabel 1. Kriteria Penentuan Tipe Iklim Oldeman
Gambar 1. Segitiga Oldeman
Tabel 3. Kriteria Pembagian Tipe Iklim Schmidth-Fergusson (Tabel Q)
Tabel 4. Zona Agroklimat Schmidth-Fergusson
+7

Referensi

Dokumen terkait

Judul yang dipilih penulis untuk tugas akhir ini adalah “Sistem Pengendalian Internal Gaji pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara.” Penulis menyadari

Selain kebijakan dalam bentuk yang normatif, perhatian untuk mengatur pengelolaan perikanan dan kelautan di Sumatera Utara dalam perkembangnya bisa juga dicermati

Perbandingan Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Oleh Pengguna Digital Native dan Digital Immigrants pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.. Penelitian ini bertujuan