Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat

103  Download (0)

Teks penuh

(1)

PENGARUH KETERSEDIAAN KOLEKSI TERHADAP PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN KELILING KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP

DAN DOKUMENTASI KABUPATEN PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Studi untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam Bidang Studi Ilmu

Perpustakaan dan Informasi

Oleh:

Febri Yulianti

120723018

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

DEPARTEMEN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN

Judul Skripsi : Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat

Oleh : Febri Yulianti

NIM : 120723018

Pembimbing I : Dra. Zaslina Zainuddin, M.Pd

Tanda Tangan :

Tanggal :

Pembimbing II : Dra. Zurni Zahara Samosir, M.Si

Tanda Tangan :

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Skripsi : Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat

Oleh : Febri Yulianti

NIM : 120723018

DEPARTEMEN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI

Ketua : Dr. Irawaty A. Kahar, M.Pd

Tanda Tangan :

Tanggal :

FAKULTAS ILMU BUDAYA

Dekan : Dr. Syahron Lubis, M.A

Tanda Tangan :

(4)

PERNYATAAN ORISINALITAS

Karya ini adalah karya orisinal dan belum pernah disajikan sebagai suatu tulisan untuk memperoleh suatu kualifikasi tertentu atau dimuat pada media publikasi lain.

Penulis membedakan dengan jelas antara pendapat atau gagasan penulis dengan pendapat atau gagasan yang bukan berasal dari penulis dengan mencantumkan tanda kutip.

Medan, 29 April 2014 Peneliti

(5)

ABSTRAK

Yulianti, Febri. 2014. Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Medan: Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dan seberapa besar kontribusi ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Lokasi penelitian ini adalah di Kecamatan IV Jurai. Pemilihan lokasi penelitian di sini adalah karena lokasi perpustakaan keliling di Kecamatan IV Jurai tingkat kunjungan pengguna lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi pos layanan yang ada di 12 kecamatan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.

Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengguna yang terdaftar sebagai pengunjung perpustakaan keliling di Kecamatan IV Jurai berjumlah 1.643 orang. Penentuan besarnya sampel berpedoman kepada rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, dapat diketaui banyaknya sampel adalah 95 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Pengukuran variabel dilakukan dengan skala likert.

Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan pendekatan koefisien korelasi dan pengujian reliabilitas instrumen dengan uji Cronbach Alpha. Untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan perpustakaan digunakan teknik regresi linier sederhana sedangkan untuk pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada

tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pengolahan data dilakukan dengan

menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Solution) versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaan keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Koefisien determinasi (R2) hasil regresi adalah sebesar 0,427, hal ini menunjukkan bahwa 42,7% pemanfaatan perpustakaan keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dipengaruhi oleh ketersediaan koleksi, sedangkan 57,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

(6)

KATA PENGANTAR

Pertama sekali penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat”. Shalawat dan salam tidak lupa penulis kirimkan buat junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan pada masa saat sekarang ini.

Penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan pada perguruan tinggi dan syarat untuk mencapai gelar sarjana. Dalam proses penyelesaian skripsi ini, penulis tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, namun berkat Rahmat dan Hidayah Allah SWT serta bantuan dari berbagai pihak, akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Kedua Orang Tua yang telah memberi dukungan atau semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

2. Bapak Drs. Syahron Lubis, M. A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

(7)

4. Ibu Dra. Zaslina Zainuddin, selaku pembimbing I yang telah memberikan penulis arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Ibu Dra. Zurni Zahara Samosir, M.Si, selaku pembimbing II yang telah memberikan penulis arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Seluruh staff Perpustakaan Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi

yang telah memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian dan mengumpulkan data penelitian.

7. Buat teman-teman angkatan 2012 S1 Program Ekstensi Ilmu Perpustakaan yang tiada hentinya memberikan dukungan dan semangat kepada penulis. 8. Buat teman-teman baikku Rice Kurniawati, Lailaturrahmi, Feni Rusdiani

Silvi, Aisyah Hamdi, Vita Nova Rullis, Fauziah Nadra, Isra Dianami, Gusma Yuriza, Kristi Elferida dan Kurrota Dzikra yang telah bersedia menjadi sahabat yang tiada hentinya memberikan dukungan dan semangat kepada penulis

Akhirnya penulis do’akan semoga Allah SWT memberikan balasan terhadap apa-apa yang telah kita perbuat dengan balasan yang berlipat ganda. Amin.

Medan, 29 April 2014 Wassalam

(8)

DAFTAR ISI

BAB II KAJIAN TEORITIS 2. 1 Perpustakaan Keliling ……… 8

2. 5. 1 Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Informasi ………… …….. …… ……….……… …. 25

(9)

3.8.2 Uji Reliabilitas Instrumen ………...…….….. 35

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 1 Pengumpulan Data ………. 39

4. 2 Pengujian Validitas dan Reabilitas Instrumen ……..………. 39

4. 2. 1 Pengujian Validitas Instrumen ………….…………. 39

4. 2. 2 Pengujian Reliabilitas Instrumen………. 42

4.3 Analisis Data ……...………. 43

4.3.1 Tanggapan Responden Terhadap Ketersediaan Koleksi ………. 43

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1: Jumlah Pengguna Aktif Perpustakaan Keliling Kecamatan IV Jurai Tahun

2012-2013………... ……… 24

Tabel 3.2: Penentuan Sampel……….. ... . 26

Tabel 3.3: Pedoman Pemberian Interpretasi Koefisien Korelasi………….. ... .. .. 38

Tabel 4.1: Ringkasan Hasil Pengujian Validitas………... . 41

Tabel 4.2: Hasil Uji Reliabilitas Instrumen………... 42

Tabel 4.3: Distribusi Jawaban Responden Terhadap Relevansi Koleksi ……… .. 43

Tabel 4.4: Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kelengkapan Koleksi ……….. 46

Tabel 4.5: Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kemutakhiran Koleksi ………... 49

Tabel 4.6: Distribusi Jawaban Responden Terhadap Tujuan Pemanfaatan Perpustakaan ………..…………. 51

Tabel 4.7: Distribusi Jawaban Responden Terhadap Frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan ……….………. 54

Tabel 4.8: Distribusi Jawaban Responden Terhadap Tingkat Kunjungan Ke Perpustakaan ………...……….. 56

Tabel 4.9: Statistik Ketersediaan Koleksi (Variabel X)………... 60

Tabel 4.10: Distribusi Frekuensi Data Variabel Ketersediaan Koleksi (Variabel X)……… 61

Tabel 4.11: Statistik Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y)……… 62

Tabel 4.12: Distribusi Frekuensi Data Variabel Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y)……….. 63

Tabel 4.13: Perhitungan Uji Normalitas Galat Taksiran Variabel X……… 65

Tabel 4.14: Perhitungan Uji Normalitas Galat Taksiran Variabel Y …………... 66

Tabel 4.15: Rangkuman Uji Normalitas………... 67

Tabel 4.16: Hasil Uji Statistik Koefisien Regresi Linier………... 67

(11)

ABSTRAK

Yulianti, Febri. 2014. Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Medan: Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dan seberapa besar kontribusi ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Lokasi penelitian ini adalah di Kecamatan IV Jurai. Pemilihan lokasi penelitian di sini adalah karena lokasi perpustakaan keliling di Kecamatan IV Jurai tingkat kunjungan pengguna lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi pos layanan yang ada di 12 kecamatan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.

Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengguna yang terdaftar sebagai pengunjung perpustakaan keliling di Kecamatan IV Jurai berjumlah 1.643 orang. Penentuan besarnya sampel berpedoman kepada rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, dapat diketaui banyaknya sampel adalah 95 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Pengukuran variabel dilakukan dengan skala likert.

Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan pendekatan koefisien korelasi dan pengujian reliabilitas instrumen dengan uji Cronbach Alpha. Untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan perpustakaan digunakan teknik regresi linier sederhana sedangkan untuk pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada

tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pengolahan data dilakukan dengan

menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Solution) versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaan keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Koefisien determinasi (R2) hasil regresi adalah sebesar 0,427, hal ini menunjukkan bahwa 42,7% pemanfaatan perpustakaan keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dipengaruhi oleh ketersediaan koleksi, sedangkan 57,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang Masalah

Informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat, seiring dengan kemajuan zaman dan memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi. Informasi dapat diperoleh tidak hanya dari pendidikan formal, lingkungan, ataupun internet, tetapi juga melalui perpustakaan. Perpustakaan sebagai sarana pendidikan, penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat kepada semua lapisan masyarakat. Dewasa ini terdapat berbagai jenis perpustakaan. Pembagian jenis perpustakaan tersebut disesuaikan dengan tujuan dan fungsi dari perpustakaan yang bersangkutan. Salah satunya adalah perpustakaan umum, perpustakaan ini memberikan layanan kepada semua kalangan masyarakat tanpa membedakan umur, ras, dan status sosial.

(13)

keliling dapat melayani beberapa pos baca (service point) di satu kecamatan atau kelurahan.

Perpustakaan keliling merupakan salah satu bentuk layanan perpustakaan yang dilakukan dengan cara mendekatkan koleksi perpustakaan kepada pengunjungnya. Pada umumnya koleksi tersebut dibawa dengan menggunakan mobil. Dengan cara ini, perpustakaan dapat memberikan jasa perpustakaan di daerah yang penduduknya sulit melakukan akses ke perpustakaan umum. Koleksi perpustakaan ini tidak hanya tergantung pada banyaknya jumlah, dan keragaman koleksi yang dimiliki, tetapi juga ditinjau dari kebutuhan pemakai dan kemutakhiran koleksi. Ketersediaan koleksi yang baik harus memadai baik mengenai jumlah, jenis, dan mutunya, tersusun rapi sehingga mudah diakses dan dimanfaatkan pengguna. Ketersediaan koleksi ini akan mempengaruhi tingkat pemanfaatan perpustakaan. Frekuensi pemanfaatan perpustakaan menjadi faktor penentu keberhasilan pengelola perpustakaan. Perpustakaan yang berhasil adalah perpustakaan yang dikunjungi dan dimanfaatkan oleh pengunjung, namun dalam penelitian ini peneliti hanya membatasi pada ketersediaan koleksi yang menjadi suatu daya tarik pengunjung.

(14)

dikunjungi rata-rata empat pos sehari. Kegiatan layanan perpustakaan keliling dalam satu pos layanan, rata-rata waktu yang dihabiskan lebih kurang 1,5 jam saja termasuk perjalanan yang ditempuh dan perpustakaan keliling wajib melakukan pergantian koleksi dalam kurun waktu sebulan sekali setiap mengunjungi pos layanan.

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pra survey pada perpustakaan keliling KPAD dengan meninjau koleksi yang tersedia dengan jumlah pengunjung perpustakaan. Dari hasil pra survey peneliti memperoleh data yang dapat dijadikan penelitian diantaranya kesenjangan jumlah koleksi yang tersedia dengan jumlah pengunjung perpustakaan. Adapun jumlah koleksi yang dibawa perpustakaan keliling pada tahun 2012 - 2013 menurut rinciannya yaitu buku teks dengan nomor kelas 000 – 900 berjumlah 6.272 judul (9905 eksemplar), buku fiksi berjumlah 2.646 judul, Koran sebanyak 5 terbitan dan majalah sebanyak 19 judul.

(15)

dipersentasekan, maka hanya sekitar 8% pertahun yang mengunjungi perpustakaan keliling.

Dari data ini terlihat bahwa koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan keliling masih kurang bervariasi. Hal ini ditandai dengan masih kurang puasnya pengguna dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan, permasalahan ini timbul dilihat dari ketersediaan judul koleksi yang ditampilkan saat ini masih belum dapat memuaskan keinginan pemakai. Hal ini harus menjadi perhatian pengelola untuk menambah judul koleksi baru pada koleksi. Kenyataan di lapangan seperti ditemukan di Kecamatan IV Jurai misalnya di daerah Salido, Lumpo dan Taratak Tinggi. memperlihatkan bahwa ketersediaan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan keliling sangat kurang. Para pemakai sering mengeluh bahwa koleksi yang dibawa tidak ada penambahan. Kadang terpaksa mereka membaca atau meminjam koleksi yang sama yang semuanya akan berujung pada kebosanan dan kekecewaan terhadap perpustakaan keliling, Hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya konsultasi antara daerah dengan petugas layanan dan kurangnya anggaran perpustakaan untuk menyediakan koleksi dan fasilitas perlengkapan untuk daerah. Hal ini berbeda sekali keadaannya dengan perpustakaan sekolah sebagai pos layanan perpustakaan keliling yang perlengkapannya sudah terpenuhi dengan baik. Akan tetapi petugas perpustakaan yang khusus berada di perpustakaan sekolah tidak ada melainkan hanya guru bidang studi lainnya yang ditugaskan di perpustakaan tersebut.

(16)

pemanfaatan koleksi di setiap pos yang bisa terealisasikan hanya sampai pada pos kedua kunjungan. Hal ini karena keterbatasan koleksi yang disediakan oleh pihak perpustakaan keliling. Inilah yang membuat pengunjung yang berada di posko-posko berikutnya tidak lagi memperoleh koleksi yang diinginkan. Selain itu, rentang waktu yang diberikan oleh perpustakaan keliling selama 1,5 jam juga kurang efektif dalam rangka pemilihan koleksi yang akan dipinjamkan oleh pengguna di daerah maupun sekolah tertentu. Waktu yang terbatas menyebabkan kepala sekolah maupun kepala desa harus lebih efisien dan selektif dalam melakukan pemilihan koleksi

Keadaan seperti inilah yang membuat pemanfaatan perpustakaan keliling di posko-posko berikutnya menjadi kurang memuaskan masyarakat. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ketersediaan koleksi yang secara tidak langsung berkaitan dengan tingkat pemanfaatan perpustakaan, melalui penelitian ini diharapkan akan dapat digambarkan pengaruh dari ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan perpustakaan. Dilatarbelakangi oleh hal di atas, penulis menetapkan judul penelitiaan ini adalah “Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat”.

1. 2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

(17)

2. Seberapa besar kontribusi ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat?

1. 3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1. Pengaruh dari ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.

2. Seberapa besar kontribusi pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.

1. 4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat:

a. Bagi Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, dapat dijadikan sebagai rujukan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan penyediaan koleksi perpustakaan dan sebagai alat evaluasi terhadap pemanfaatan perpustakaan keliling.

b. Bagi peneliti, untuk menambah pengetahuan dan pemahaman peneliti tentang

pemanfaatan perpustakaan keliling yang berkaitan dengan ketersediaan koleksi. c. Peneliti selanjutnya, dimana hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan

(18)

1. 5 Hipotesis

(19)

BAB II

KAJIAN TEORITIS

2. 1 Perpustakaan Keliling

2. 1. 1 Pengertian Perpustakaan Keliling

Menurut Pepustakaan Nasional RI, perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dengan membawa bahan pustaka, seperti buku dan lain-lain untuk melayani masyarakat dari suatu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap (Perpustakaan Umum). Dapat dikatakan kedudukan perpustakaan keliling sebagai perluasan layanan perpustakaan umum untuk memungkinkan penduduk yang pemukimannya jauh dari perpustakaan dapat memanfaatkan jasa perpustakaan.

Ali (2006: 108) menyatakan bahwa:

“perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dengan membawa bahan pustaka seperti buku, majalah, koran dan bahan pustaka lainnya untuk melayani masyarakat dari suatu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan umum yang menetap”.

Perpustakaan mendatangi masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari perpustakaan umum yang biasanya berada di pusat kota kabupaten atau kotamadya. Dengan adanya perpustakaan keliling ini memungkinkan penduduk yang tinggal jauh dari perpustakaan umum dapat memanfaatkan jasa yang diberikan oleh perpustakaan umum.

(20)

terjangkau oleh perpustakaan umum yang statis, seperti orang tahanan, orang cacat dan kelompok sejenis lainnya. Sekolah atau instansi yang belum mempunyai perpustakaan yang menetap bisa memperoleh jasa layanan dari perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling dapat melayani pula masyarakat pedesaan dimana belum ada pelayanan perpustakaan desa atau melayani masyarakat di suatu sekolah atau instansi yang tidak ada pelayanan perpustakaan menetap.

2. 1. 2 Tujuan Perpustakaan Keliling

Penyelenggaraan perpustakaan keliling bertujuan untuk:

1. Meratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai ke daerah terpencil yang belum/tidak memungkinkan adanya perpustakaan permanen.

2. Membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan pendidikan nonformal kepada publik luas.

3. Memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada publik. 4. Memperkenalkan jasa perpustakaan kepada publik.

5. Meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku pada masyarakat. 6. Mengadakan kerja sama dengan lembaga masyarakat sosial, pendidikan, dan

pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural masyarakat

(21)

2. 1. 3 Fungsi dan Tugas Perpustakaan Keliling

Perpustakaan keliling dalam menjalankan tugasnya dapat berfungsi sebagai berikut:

1. Untuk Memberikan Pelayanan Eksistensi

Di Negara-negara maju perpustakaan permanen terdapat di banyak pelayanan perpustakaan. Untuk melayani kebutuhan masyarakat tersebut perpustakaan mengadakan pelayanan ekstensi. Pelayanan ini biasanya perpustakaan keliling di sini juga membawa misi promosi.

2. Sebagai Surveyor Untuk Mendirikan Perpustakaan Permanen

Pertumbuhan di daerah-daerah pedesaan akan terus berkembang. Oleh karena itu, perpustakaan keliling tidak mungkin selamanya dapat melayani pemakai jasa perpustakaan yang terus meningkat, dikarenakan keterbatasan bahan pustaka yang dapat dibawa dengan menggunakan

3. Sebagai Alat Transportasi (Delivery Van)

Perpustakaan keliling dapat pula berfungsi sebagai alat transportasi buku-buku dari perpustakaan pusat ke perpustakaan cabang. Di sini perpustakaan keliling tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan itu kendaraan yang digunakan dirancang khusus sebagai sarana pengangkutan koleksi yang dilengkapi dengan kotak-kotak atau peti buku, dan tidak menyediakan fasilitas untuk pelayanan. 4. Untuk Mempromosikan Koleksi Perpustakaan (Exhibition Van)

(22)

untuk memberikan kesempatan kepada petugas perpustakaan cabang atau guru-guru untuk memilih koleksi yang dibutuhkan oleh perpustakaan cabang tersebut atau oleh perpustakaan sekolah. Seperti perpustakaan keliling yang berfungsi sebagai sarana transportasi, perpustakaan keliling ini (Exhibition Van) juga tidak memberikan pelayanan langsung kepada

masyarakat sekitar perpustakaan dalam kehidupannya.

Sedangkan menurut Supriyanto (2006: 108) tugas dan fungsi perpustakaan keliling adalah sebagai berikut:

a. Melayani masyarakat yang belum terjangkau oleh perpustakaan menetap, karena di lokasi tersebut belum dapat didirikan perpustakaan karena belum ada dana yang tersedia.

b. Melayani masyarakat yang oleh karena situasi atau kondisi tertentu tidak dapat datang atau mencapai perpustakaan menetap, misalnya karena sedang dirawat di rumah sakit, menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan, berada di panti asuhan atau rumah jompo dan lain-lain.

c. Mempromosikan layanan perpustakaan kepada masyarakat yang belum pernah mengenal perpustakaan.

d. Memberikan pelayanan yang bersifat sementara sampai perpustakaan

(23)

2. 2 Ketersediaan Koleksi

2. 2. 1 Pengertian Ketersediaan Koleksi

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, koleksi perpustakaan harus lengkap dan beragam, sehingga informasi yang dicari akan lebih mudah diperoleh. Ketersediaan koleksi yang beragam dapat memberikan alternatif pada pengguna untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Menurut Sutarno (2006: 85) ketersediaan koleksi adalah “adanya sejumlah koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan dan cukup memadai jumlah koleksinya dan koleksi tersebut disediakan agar dapat dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan tersebut”.

Sedangkan Muntashir (2005: 11) menjelaskan:

Ketersediaan koleksi merupakan hal yang sangat penting dalam pemanfaatan koleksi. Suatu perpustakaan yang menyediakan koleksi dengan lengkap biasanya memiliki pengguna yang cukup sering memanfaatkan koleksi perpustakaan tersebut. Dengan koleksi yang baik perpustakaan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi penggunanya.

Dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa ketersediaan koleksi merupakan kesiapan perpustakaan dalam menyediakan koleksi untuk dimanfaatkan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhannya.

Koleksi merupakan komponen utama di dalam perpustakaan, dikarenakan informasi yang dibutuhkan pengguna terdapat pada koleksi yang dimiliki perpustakaan. Sutarno menyatakan bahwa:

(24)

Berdasarkan pernyataan tersebut, koleksi menjadi modal utama bagi sebuah perpustakaan. Koleksi dapat juga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Oleh karena itu koleksi perpustakaan harus tersedia. Secara umum, ketersediaan koleksi perlu merujuk pada prinsip-prinsip berikut:

1. Relevansi

Aktifitas pemilihan dan pengadaan disesuaikan dengan program perpustakaan, berorientasi kepada pemustaka, sehingga kepentingan pemustaka menjadi acuan dalam pemilihan dan pengadaan bahan pustaka.

2. Kelengkapan

Koleksi perpustakaan diharapkan dapat mencakup berbagai subjek ilmu pengetahuan. Semua komponen koleksi mendapatkan perhatian yang wajar sesuai dengan tingkat prioritas yang ditentukan.

3. Kemutakhiran

Kemutakhiran sumber informasi harus diupayakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kemutakhiran bahan pustaka dapat dilihat dari tahun terbit. Jika bahan pustaka diterbitkan pada tahun terakhir, maka dilihat dari kemutakhirannya, bahan pustaka itu termasuk didalamnya (Darmono, 2001: 49-50).

Menurut Sutarno (2006: 75) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan ketersediaan koleksi antara lain:

1. Kerelevanan, koleksi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna perpustakaan.

2. Berorientasi kepada pengguna perpustakaan. 3. Kelengkapan koleksi.

4. Kemutakhian koleksi.

(25)

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa ketersediaan koleksi adalah keharusan perpustakaan dalam menyediakan koleksi bahan pustaka untuk dipergunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan.

2. 2. 2 Tujuan Ketersediaan Koleksi

Pengguna perpustakaan membutuhkan informasi yang bervariasi sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Perpustakaan menyediakan berbagai koleksi untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Setiap jenis perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda dalam menyediakan koleksi.

Menurut Yulia (2010: 1.5) adapun tujuan penyediaan koleksi perpustakaan adalah:

“Untuk menunjang pelaksanaan program perpustakaan umum. Seperti halnya untuk perpustakaan keliling maka tujuan penyediaan koleksi perpustakaan adalah untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat”.

Menurut Siregar (1998: 2) tujuan ketersediaan koleksi pada perpustakaan yaitu :

1. Mengumpulkan dan menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan pengguna. 2. Mengumpulkan dan menyediakan bahan pustaka bidang-bidang tertentu yang

berhubungan dengan latar belakang penggunanya.

3. Memiliki koleksi bahan/ dokumen yang lampau dan yang mutahir dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, kebudayaan, hasil penelitian dan lain-lain. 4. Memiliki koleksi yang dapat menunjang pendidikan dan penelitian serta

kebutuhan informasi penggunanya.

5. Memiliki bahan pustaka/ informasi yang berhubungan dengan sejarah daerah tempat perpustakaan umum berdiri.

(26)

2. 2. 3 Jenis-Jenis Koleksi

Menurut Yulia (2010: 3-10) menyatakan bahwa ada empat jenis koleksi perpustakaan yaitu :

1. Karya cetak

Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak, seperti:

a. Buku

Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh dan yang paling utama terdapat dalam koleksi perpustakaan. Berdasarkan standar dari UNESCO tebal buku paling sedikit 49 halaman tidak termasuk kulit maupun jaket buku. Diantaranya buku fiksi, buku teks, dan buku rujukan. b. Terbitan berseri

Bahan pustaka yang direncanakan untuk diterbitkan terus dengan jangka waktu terbit tertentu. Yang termasuk dalam bahan pustaka ini adalah harian (surat kabar), majalah (mingguan bulanan dan lainnya), laporan yang terbit dalam jangka waktu tertentu, seperti laporan tahunan, tri wulanan, dan sebagainya.

2. Karya noncetak

Karya noncetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan tidak dalam bentuk cetak seperti buku atau majalah, melainkan dalam bentuk lain seperti rekaman suara, rekaman video, rekaman gambar dan sebagainya. Istilah lain yang dipakai untuk bahan pustaka ini adalah bahan non buku, ataupun bahan pandang dengar. Yang termasuk dalam jenis bahan pustaka ini adalah:

a. Rekaman suara

Yaitu bahan pustaka dalam bentuk pita kaset dan piringan hitam. Sebagai contoh untuk koleksi perpustakaan adalah pelajaran bahasa inggris yang dikombinasikan dengan pita kaset.

b. Gambar hidup dan rekaman video

Yang termasuk dalam bentuk ini adalah film dan kaset video. Kegunaannya selain bersifat rekreasi juga dipakai untuk pendidikan. Misalnya untuk pendidikan pemakai, dalam hal ini bagaimana cara menggunakan perpustakaan.

c. Bahan Grafika

Ada dua tipe bahan grafika yaitu bahan pustaka yang dapat dilihat langsung (misalnya lukisan, bagan, foto, gambar, teknik dan sebagainya) dan yang harus dilihat dengan bantuan alat (misalnya slide, transparansi, dan filmstrip).

d. Bahan Kartografi

(27)

3. Karya Dalam Bentuk Mikro

Bentuk mikro adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan semua bahan pustaka yang menggunakan media film dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa melainkan harus memakai alat yang dinamakan microreader. Bahan pustaka ini digolongkan tersendiri, tidak dimasukkan bahan noncetak. Hal ini disebabkan informasi yang tercakup didalamnya meliputi bahan tercetak seperti majalah, surat kabar, dan sebagainya. Ada tiga macam bentuk mikro yang sering menjadi koleksi perpustakaan yaitu:

a. Mikrofilm, bentuk mikro dalam gulungan film. Ada beberapa ukuran film yaitu 16 mm, dan 35 mm.

b. Mikrofis, bentuk mikro dalam lembaran film dengan ukuran 105 mm x 148 mm (standar) dan 75 mm x 125 mm.

c. Microopaque, bentuk mikro dimana informasinya dicetak kedalam kertas yang mengkilat tidak tembus cahaya. Ukuran sebesar mikrofis.

4. Karya Dalam Bentuk Elektronik

Dengan adanya teknologi informasi, maka infornasi dapat dituangkan ke dalam media elektronik seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Untuk membacanya diperlukan perangkat keras seperti computer, CD-ROM player, dan sebagainya.

Pada dasarnya koleksi yang dapat dilayankan kepada pemustaka dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, antara lain:

a. Bahan pustaka tercetak yaitu, buku, surat kabar, majalah, buletin, selebaran, pamflet, dsb. Khusus untuk buku dapat dikelompokkan ke dalam buku sirkulasi, yaitu buku yang dapat dipinjamkan kepada anggota perpustakaan untuk dibawa pulang, dan buku referensi, yaitu buku yang digunakan hanya untuk perpustakaan menetap saja sebagai acuan, misalnya: ensiklopedi, kamus, direktori, almanak, indeks, bibliografi, buku tahunan, dan buku pedoman.

b. Bahan pustaka terekam yaitu, slide, filmstrip, kaset audio, kaset video, dan film. Untuk perpustakaan keliling yang telah berkembang bahkan sudah memiliki bahan pustaka yang terekam dalam bentuk mikro.

c. Bahan pustaka tidak tercetak maupun tidak terekam, mengingat perpustakaan keliling melayani segala lapisan masyarakat termasuk anak-anak. Maka ada perpustakaan keliling yang menyediakan koleksi berupa kumpulan mainan anak-anak, berbagai jenis batu-batuan, manik-manik, dan lain-lain (Supriyanto, 2006: 109-110).

(28)

bahan pustaka berupa buku dan tercetak lainya. Dan koleksi yang paling sering dimanfaatkan oleh pengguna adalah bahan pustaka tercetak yaitu buku.

2. 2. 4 Kriteria Pemilihan Koleksi

Layanan perpustakaan keliling akan menarik perhatian pengunjung apabila bahan pustaka yang dilayankan sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan selera pemustaka/pengunjung perpustakaan, untuk itu perlu diperhatikan kriteria pemilihan koleksinya. Adapun kriteria pemilihan koleksi bagi perpustakaan keliling adalah sebagai berikut:

a. Sesuai dengan kebutuhan pengunjung baik yang nyata maupun potensial. Kebutuhan pengunjung dapat dideteksi dari kuesioner yang dibagikan saat mereka berkunjung ke perpustakaan.

b. Tahun terbit dipilih yang paling akhir, paling tidak dua tahun terakhir sehingga diupayakan edisi terbaru.

c. Diupayakan agar penulis/pengarang buku tersebut cukup terkenal sehingga menjadi daya tarik pengunjung.

d. Isi bahan pustaka tidak mengkritik, menentang dan member tafsiran yang salah tentang Pancasila, UUD 1945, GBHN, Bangsa dan Negara Indonesia.

e. Isi bahan pustaka tidak berisi ajaran ekstrim kiri seperti komunisme, baik Marxisme, Leninisme, maupun ajaran-ajaran komunis lainnya.

f. Isi bahan pustaka tidak berisi ajaran-ajaran ekstrim kanan.

g. Isi bahan tidak mengadu domba antarsuku, ras, agama, golongan politik, sosial maupun golongan lain yang hidup di Indonesia.

h. Isi tidak melanggar norma-norma moral, norma agama, norma keindahan yang berlaku dan hidup di Indonesia.

i. Isi buku tidak mengetengahkan sadisme yang berlawanan dengan asas-asas perikemanusiaan yang berlaku di Indonesia dan dunia internasional.

j. Isi buku tidak terlarang oleh Kejaksaan Agung RI

k. Isi buku benar-benar bersifat keilmiahan dan bermanfaat bagi pengembangan kecerdasan dan budaya masyarakat.

l. Fisik buku mencerminkan desain dan tipografi yang baik, kertas dan penjilidan yang baik, serta huruf, gambar, dan ilustrasinya menarik. (Supriyanto, 2006: 110-111).

(29)

2. 2. 5 Penataan Koleksi di Rak

Penyusunan koleksi di rak pada perpustakaan keliling harus memudahkan pemakai dalam mencari bahan pustaka yang diinginkan. Susunan koleksi yang biasa digunakan adalah menurut klasifikasi atau subjek. Karena, hal ini dapat memudahkan pengguna untuk menelusi koleksi dengan cepat dan mudah. Teknik penyusunan koleksi yang biasa digunakan berdasarkan subjek umumnya menggunakan sistem klasifikasi DDC sebagai berikut:

000 – Karya Umum 100 – Filsafat 200 – Agama

300 – Ilmu-Ilmu Sosial 400 – Bahasa

500 – Ilmu Pengetahuan Murni 600 – Teknologi / Ilmu Terapan 700 – Kesenian

800 – Kesusastraan

900 – Geografi, Sejarah, dan Biografi F – Fiksi

R – Referensi

2. 3 Petugas Perpustakaan Keliling 1. Peranan Petugas Layanan

(30)

pengunjung dan memanfaatkan segala fasilitas yang ada. Berhasil atau tidaknya suatu layanan perpustakaan sangat tergantung kepada petugas yang melaksanakan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, petugas perpustakaan memiliki peranan yang penting dalam kegiatan layanan perpustakaan.

2. Kriteria Petugas

Secara umum, kriteria petugas perpustakaan keliling adalah sebagai berikut: a. Ramah, sabar, sehingga pengunjung mempunyai kesan menyenangkan

terhadap layanan perpustakaan keliling.

b. Cekatan dan terampil, karena waktu dan tempat layanan sangat terbatas. c. Mempunyai fisik sehat, karena harus berpindah-pindah dari satu pos ke

pos layanan berikutnya.

d. Mampu menjalin kerja sama dan mengadakan hubungan dengan masyarakat setempat, sehingga layanan yang diberikan di wilayah yang bersangkutan berjalan lancar.

e. Bertingkah laku sopan dan menghormati adat istiadat setempat.

f. Bersikap mandiri dan kreatif, sehingga dapat menyelesaikan masalah sendiri apabila mendapat kesulitan dalam menjalankan tugas.

g. Lebih diutamakan mengerti sedikit tentang seluk beluk kendaraan yang dipakai perpustakaan keliling.

h. Menjaga sarana dan prasarana sebaik-baiknya agar tidak terjadi kerusakan serta menjaga kebersihan semua fasilitas perpustakaan keliling.

i. Berpakaian seragam lengkap sesuai dengan peraturan (Supriyanto: 2006: 130-131).

3. Jumlah Petugas yang Diperlukan

(31)

a. Seorang penanggung jawab unit merangkap petugas layanan.

b. Seorang pengemudi merangkap sebagai petugas layanan (Supriyanto,

2006: 132).

2. 4 Pengguna Perpustakaan Keliling

Salah satu faktor yang membuat perpustakaan dan layanannya menjadi hidup adalah pengguna (Whittaker, 2004: 21). Whittaker menjelaskan bahwa pengguna dibedakan menjadi external users dan internal users. External users adalah pengguna yang bukan anggota organisasi atau masyarakat yang dilayani perpustakaan. Jika perlu mereka hanya sesekali menggunakan jasa perpustakaan dan membayar atas semua jasa yang mereka inginkan. Sedangkan internal users adalah pengguna yang secara aktif menggunakan jasa perpustakaan.

Dalam hubungannya dengan penggunaan perpustakaan, khususnya perpustakaan keliling, peranan pengguna sangat penting terutama dalam menentukan jenis koleksinya. Keterlibatan pengguna akan menentukan perkembangan dan masa depan perpustakaan tersebut (Golberg, 2003: 32). Pengguna menentukan jenis koleksi atau dengan kata lain koleksi yang disediakan harus memenuhi kebutuhan masyarakat setempat yang dilayani.

(32)

berdasarkan pada kebutuhan pengguna yang tergantung pada pos pelayanan yang akan dituju, sehingga masing-masing koleksi yang disediakan oleh perpustakaan keliling akan berbeda antara pos pelayanan yang satu dengan pos pelayanan yang lain tergantung pada pengguna yang akan dilayaninya.

Sulistyo-Basuki (1993: 399-400) membagi jenis pengguna berdasarkan sosio-profesional (pekerjaan) menjadi tiga bagian utama, yaitu:

a. Pemakai yang belum terlibat dalam kehidupan aktif pencarian informasi, seperti mahasiswa.

b. Pemakai yang mempunyai pekerjaan tetap dan bidang-bidang spesialis tertentu, seperti pegawai negeri (yang masih dapat dikelompokkan lagi seperti teknisi, asisten, administrator, dan lain-lain), professional (dosen, dokter, pengacara), dan industriawan.

c. Pemakai umum, yang memerlukan informasi umum untuk keperluan khusus.

Pengguna perpustakaan dapat disebut anggota perpustakaan apabila mereka tercatat atau terdaftar sebagai anggota perpustakaan. Keanggotaan perpustakaan keliling terbuka bagi semua orang yang ingin mendaftarkan diri menjadi anggota dengan melengkapi persyaratan tertentu. Syarat-syarat untuk menjadi anggota perputakaan keliling menurut Perpustakaan Nasional RI (2002: 22) diantaranya ialah:

a. Warga setempat, yang dibuktikan dengan KTP dan bagi pelajar dengan Kartu Tanda Pelajar.

b. Mengisi formulir untuk menjadi anggota yang disediakan oleh perpustakaan. Formulir harus disahkan oleh pamong setempat dan bagi pelajar disahkan oleh kepala sekolah.

c. Menyerahkan pas foto terbaru 2 buah, ukura 4 x 6 cm.

(33)

2. 5 Pemanfaatan Perpustakaan

Pemanfaatan merupakan salah satu bentuk usaha penggunaan fasilitas sarana dan prasarana yang ada. Menurut Sutarno (2006: 215) “pemberdayaan atau pendayagunaan perpustakaan adalah suatu upaya memanfaatkan perpustakaan dan segala fasilitas yang tersedia, baik oleh penyelenggara maupun oleh penggunanya secara maksimal”. Berarti dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan perpustakaan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh pengguna dengan menggunakan berbagai layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Perpustakaan dikatakan berhasil jika pemustaka dapat memanfaatkan perpustakaan dengan baik dan dari pemanfaatan perpustakaan itu, pengguna dapat memenuhi kebutuhan informasinya.

Bimbingan pemanfaatan perpustakaan merupakan salah satu bentuk layanan perpustakaan yang sering dilakukan oleh berbagai jenis perpustakaan. Tujuan layanan ini adalah untuk membantu pengguna perpustakaan agar dapat memanfaatkan semua bentuk sarana layanan perpustakaan dengan mudah. (Darmono, 2001 : 199).

Bimbingan pemanfaatan perpustakaan merupakan salah satu cara untuk membantu memperkenalkan perpustakaan dan membantu pengguna agar pengguna dapat memanfaatkan perpustakaan dengan baik, dan secara tidak langsung pun pengguna dapat mengetahui manfaat perpustakaan.

Menurut Hardiana (2010: 91) ada beberapa indikator yang dapat dikaji untuk melihat dan menilai manfaat dan keberadaan perpustakaan yaitu tujuan pemanfaatan koleksi, frekuensi pemanfaatan koleksi, dan tingkat kunjungan ke perpustakaan. 1. Tujuan Pemanfaatan Koleksi

(34)

a. Sirkulasi dan transaksi informasi, yaitu siklus berputarnya informasi dimulai dari: dibaca dan dipelajari, diteliti, dikaji dan dianalisis, dimanfaatkan dan dikembangkan di dalam kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian, laboratorium, dan ditransformasikan kepada orang lain.

b. Dipinjam dari perpustakaan dan dibawa pulang, bagi anggota perpustakaan dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

c. Disalin (fotokopi) dalam batas-batas tertentu, untuk kepentingan ilmiah, bukan komersial.

d. Dibaca di tempat untuk koleksi yang tidak dapat dipinjam keluar perpustakaan (referensi).

e. Diakses langsung oleh pengguna dan dipergunakan melalui elektronik.

Sebagai pusat informasi, perpustakaan dituntut untuk selalu memberikan pelayanan kepada pengguna. Untuk itu perpustakaan terus berusaha untuk menyediakan berbagai sumber informasi dan bahan-bahan yang relevan bagi penggunanya sehingga pengguna lebih efektif dalam pemanfaatan koleksi. Sebagai pusat pemanfaatan informasi perpustakaan harus mampu menyebarluaskan informasi kepada pengguna sehingga tujuan pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat tercapai. 2. Frekuensi Pemanfaatan Koleksi

Setiap pengguna perpustakaan keliling memiliki frekuensi pemanfaatan koleksi yang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada kebutuhan informasi, waktu dan kesempatan yang dimiliki. Oleh sebab itu, frekuensi pemanfaatan merupakan indicktor untuk mengetahui sejauh mana pengguna memanfaatkan koleksi di perpustakaan keliling.

Tersedianya koleksi di perpustakaan keliling juga mempengaruhi tingkat pemanfaatan. Perpustakaan keliling yang mempunyai koleksi yang tersedia dengan baik dan lengkap akan cenderung sering dimanfaatkan oleh pengguna

(35)

jumlah putaran ulang per peristiwa dalam satua

Jika dilihat dari bidang ilmu perpustakaan, frekuensi pemanfaatan koleksi yaitu kekerapan penggunaan koleksi oleh pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasinya.

3. Tingkat Kunjungan Ke Perpustakaan

Setiap perpustakaan mempunyai pengunjung, anggota dan pemakai perpustakaan. Oleh karena itu, kehadiran masyarakat dan pengguna menjadi salah satu kunci keberhasilan perpustakaan. Sutarno (2006: 123) menyatakan bahwa sebab masyarakat baru mau ke perpustakaan jika mereka tahu arti dan manfaat perpustakaan, membutuhkan sesuatu di perpustakaan, tertarik dengan perpustakaan, merasa senang dengan perpustakaan dan dilayani dengan baik oleh pihak perpustakaan.

Kunjungan dapat diartikan berkunjung, datang atau pergi, atau dapat juga diartikan menjenguk. Jadi tingkat kunjungan adalah tingkat berkunjung atau juga dapat disebut dengan frekuensi berkunjung. Setiap pengguna perpustakaan pasti memiliki frekuensi kunjungan yang berbeda-beda dalam memanfaatkan koleksi dan layanan perpustakaan.

(36)

fasilitas dan layanan yang baik kepada pengguna, misalnya dengan koleksi yang memadai dan mutakhir atau tidak ketinggalan zaman.

2. 5. 1 Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Informasi

Kawasan pemanfaatan dalam teknologi pendidikan membidangi tentang bagaimana secara teori dan praktek proses dan sumber informasi dimanfaatkan untuk kepentingan informasi. Informasi merupakan suatu kebutuhan yang telah dikenal dan bahkan sadar atau tidak sadar telah dilakukan manusia. Aktualisasi potensi ini sangat berguna bagi manusia untuk dapat menyesuaikan diri demi pemenuhan kebutuhannya. Kebutuhan informasi dapat juga berlangsung di perpustakaan.

Menurut Azwar (2003: 100-101) pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber informasi secara efektif memerlukan keterampilan berikut:

1. Keterampilan mengumpulkan informasi meliputi: mengenal sumber informasi dan pengetahuan, menentukan lokasi sumber informasi, cara menggunakan katalog dan indeks, menggunakan bahan pustaka baru dan referensi lainnya.

2. Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah serta mendokumentasikan informasi beserta sumbernya.

3. Keterampilan menganalisis, meliputi memahami bahan yang dibaca, dan membedakan antara fakta dan opini.

4. Keterampilan menggunakan informasi, seperti memanfaatkan intisari informasi, menggunakan informasi dalam diskusi dan menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.

(37)

Menurut Darmono (2001: 2) perpustakaan merupakan pusat sumber informasi yang menyimpan, mengelola, dan memberikan layanan koleksi baik buku dan non buku kepada masyarakat umum, dan mengatur koleksi secara sistematis untuk digunakan oleh pengguna sebagai sumber informasi. Jika dikaitkan dengan pengertian sumber informasi, maka perpustakaan merupakan salah satu dari berbagai macam sumber informasi lainnya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Dengan demikian perpustakaan merupakan salah satu sarana di lingkungan masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi pengguna.

2. 5. 2 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan

(38)

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemanfaatan perpustakaan menurut Prayantini (2012: 6) antara lain adalah:

1. Ruangan perpustakaan 2. Suasana perpustakaan 3. Pelayanan perpustakaan 4. Tujuan ke perpustakaan

5. Rata-rata jumlah peminjaman buku 6. Frekuensi kunjungan ke perpustakaan 7. Durasi kunjungan ke perpustakaan 8. Pemanfaatan koleksi

Adapun beberapa faktor lain yang mempengaruhi terhadap pemanfaatan perpustakaan adalah:

1. Minat Baca

Faktor minat pengguna sangat menentukan terhadap pemanfaatan perpustakaan, karena adanya kesadaran pribadi pengguna sebagai pendorong jiwanya untuk memanfaatkan perpustakaan, Hal ini menunjukkan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang. Dengan adanya minat pengguna terutama dalam hal membaca buku-buku yang tersedia di perpustakaan maka dengan sendirinya perpustakaan tersebut turut membantu terhadap pemanfaatan sumber informasi. Karena bagaimanapun kelengkapan, baik sarana dan fasilitas yang ada pada suatu perpustakaan tidak akan bermanfaat sebagaimana yang diinginkan kalau tidak ada minat pengguna untuk memanfaatkannya.

2. Tenaga Pengelola

(39)

3. Koleksi Perpustakaan

Menurut Larasati (1991;55), bahwa fungsi perpustakaan adalah berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Bahan-bahan yang diperlukan untuk koleksi perpustakaan selain buku-buku adalah majalah, surat kabar, kliping, bahan-bahan stensilan, pamplet-pamplet dan alat peraga.

4. Motivasi

Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong untuk melakukan sesuatu. Menurut Donald dalam Sardiman (1998;73), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Ada dua jenis motivasi, yaitu:

a. Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu.

b. Motivasi Intrinsik.

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemampuan sendiri.

5. Gedung dan Fasilitas Perpustakaan

Mengenai keadaan gedung perpustakaan ini yang harus diperhatikan adalah letak, jumlah ruangan dan tata ruangannya perlu diperhatikan untuk mendirikan perpustakaan. Selain gedung, fasilitas perpustakaan merupakan hal yang penting, yang dimaksudkan adalah segala perkakas yang digunakan dalam penyelenggaraan perpustakaan selain buku-buku dan bahan pustaka. Perlengkapan atau fasilitas ini meliputi rak buku, rak surat kabar, rak majalah, kabinet gambar, meja sirkulasi, lemari atau kabinet katalog, papan display, papan pengumuman, meja baca dan perlengkapan lainnya yang digunakan secara tidak langsung. Selain kelengkapan fasilitas perpustakaan tersebut, yang perlu diperhatikan adalah penataan ruangan perpustakaan sehingga memberikan kelancaran bagi pengelola dalam menyelenggarakan perpustakaan, juga pemakai perpustakaan pada umumnya

Menurut Handoko (2005: 28), bahwa dari segi pengguna pemanfaatan bahan pustaka di perpustakaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal meliputi:

(40)

2. Motif, merupakan suatu yang melingkupi semua penggerak, alasan atau dorongan yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.

3. Minat, adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Faktor eksternal meliputi:

1. Kelengkapan koleksi, yaitu banyaknya koleksi yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna.

2. Keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna, dapat dilihat melalui kecepatan dan ketepatan mereka memberi layanan.

3. Keterbatasan fasilitas dalam pencarian kembali.

(41)

BAB III

METODE PENELITIAN

3. 1 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan dan menganalisis data dengan tujuan tertentu. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menganalisis data, salah satunya yaitu metode penelitian kuantitatif. Menurut Sinulingga (2011: 31) metode penelitian kuantitatif adalah “metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan memakai instrumen pengumpulan data dan analisis yang bersifat kuantitatif”. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana.

3. 2 Lokasi penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan IV Jurai. Pemilihan lokasi penelitian di sini adalah karena lokasi perpustakaan keliling di Kecamatan IV Jurai tingkat kunjungan pengguna lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi pos layanan yang ada di 12 kecamatan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.

3. 3 Populasi Dan Sampel 3. 3. 1 Populasi

(42)

pengguna perpustakaan keliling di Kecamatan IV Jurai berjumlah 1.643 orang (Sumber: Statistik Pengunjung tahun 2012-2013) yang terdiri dari:

Tabel 3.1 Jumlah Pengguna Aktif Perpustakaan Keliling Kecamatan IV Jurai Tahun 2012-2013

No Pengguna Jumlah Pengguna

1 Pelajar 420

2 Mahasiswa 510

3 Umum 713

Total 1643

3. 2. 2 Sampel

Secara sederhana, sampel diartikan sebagai bagian dari populasi yang dianggap dapat mewakili dari populasi. Dengan populasi yang sangat besar, maka tidak semua yang dapat dijadikan responden penelitian. Menurut Sugiyono (2007: 116) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Ada beberapa cara yang digunakan dalam menentukan besarnya sampel, salah satunya adalah menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% yaitu sebagai berikut:

n = � 1+��2

n

=

1.643 1+1.643(0,1)2

n

=

1.643 17,43

(43)

Keterangan:

n = Jumlah sampel yang dicari N = Jumlah populasi

e = Standar error sebesar 10%

Dengan demikian, dari jumlah populasi 1.643 diperoleh ukuran sampel sebanyak 95 sampel penelitian. Sedangkan kriteria untuk menentukan sampel penulis menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Menurut Sugiyono (2007: 118) “Teknik Proportionate Stratified Random Sampling adalah teknik sampling yang digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional”. Sampel diambil dari pengguna yang datang ke perpustakaan keliling. Adapun rincian pengambilan sampelnya adalah sebagai berikut:

Tabel 3. 2 Penentuan Sampel

No Nama Perhitungan Jumlah

1 Pelajar 420

1643

×

95=24,28

24

2 Mahasiswa 510

1643

×

95=29,48

30

3 Umum 713

1643

×

95=41,22

41

Total 1643 95

3. 4 Jenis dan Sumber Data

(44)

2. Data Sekunder, Data yang mendukung data primer yang diperoleh melalui buku, jurnal, majalah serta dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian.

3. 5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data penelitian, teknik yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Angket yaitu pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pernyataan untuk

diisi oleh responden.

b. Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data dengan cara membaca materi yang berhubungan dengan bahasan penelitian yang diperoleh melalui buku, jurnal, majalah dan dokumen lain yang berhubungan.

3. 6 Definisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diukur yaitu ketersediaan koleksi sebagai variabel bebas/independent (X) dan pemanfaatan perpustakaan sebagai variabel terikat/dependent (Y). Lebih jelasnya definisi dari masing-masing variabel penelitian ini adalah :

1. Variabel ketersediaan koleksi (X)

Ketersediaan koleksi adalah kesiapan bahan pustaka pada suatu perpustakaan untuk digunakan, dimanfaatkan, dan didayagunakan pengguna perpustakaan. Indikator dari variabel ini adalah :

(45)

2. Variabel pemanfaatan perpustakaan (Y)

Pemanfaatan perpustakaan adalah proses atau cara, perbuatan untuk menggunakan semua layanan dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Dalam Indikator dari variabel ini adalah:

1. Tujuan pemanfaatan 2. Frekuensi Pemanfaatan 3. Tingkat kunjungan

3. 7 Skala Pengukuran Variabel

Skala pengukuran variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2007: 132) “Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.” Bobot untuk setiap jawaban responden akan digunakan sistem skor skala likert dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Jawaban “Sangat Setuju (SS)” mempunyai Skor 5 b. Jawaban “Setuju (S)” mempunyai Skor 4

c. Jawaban “Kurang Setuju (KS)” mempunyai Skor 3 d. Jawaban “Tidak Setuju (TS)” mempunyai Skor 2

e. Jawaban “Sangat Tidak Setuju (STS)” mempunyai Skor 1 3. 8 Pengujian Validitas dan Realibilitas Instrumen 3. 8. 1 Uji Validitas Instrumen

(46)

instrumen dapat diuji dengan menggunakan korelasi skor butir dengan skor total “ Product Moment (Pearson)”. Simbol korelasi Product Moment ditulis dengan huruf

“r” dengan rumus:

r= �∑ ��−∑ � ∑ �

�[� ∑ �²−(∑�)2] [�∑�2−(∑�)2]

Keterangan:

r : koefisien korelasi Product Moment n : jumlah individu dalam sampel X : angka mentah untuk variabel X Y : angka mentah untuk variabel Y

Pengujian validitas angket dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Analisis dilakukan terhadap semua butir- butir angket dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20.0, dimana batas angka kritis (α) adalah 0,05 (5%). Pengujian validitas dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika rhitung positif dan rhitung > rtabel maka pertanyaan dinyatakan Valid.

2. Jika rhitung negatif dan rhitung < rtabel maka peryataan tersebut dinyatakan tidak

Valid.

3. 8. 2 Uji Reliabilitas Instrumen

(47)

sekali saja dan untuk pengujian reliabilitasnya digunakan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai

Cronbach Alpha > 0,60 (Umar, 2003:106 ).

3. 9 Analisis Data

3. 9. 1 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dimaksudkan untuk memberikan data yang diamati agar bermakna komunikatif. Untuk distribusi frekuensi menggunakan rumus:

P =

x 100%

Keterangan: P = persentase

f = jumlah jawaban yang benar n = jumlah soal

Menganalisis deskriptif dilakukan dengan menginterpretasikan besarnya persentase secara deskriptif berdasarkan tabel distribusi frekuensi jawaban responden. Untuk menginterpretasikan besarnya persentase, digunakan metode menurut Sudijono (2001: 41) :

1 – 25 % Sebagian Kecil 26 – 49 % Hampir Setengah 50 % Setengah

(48)

3. 9. 2 Analisis Regresi Linier

Untuk mendapatkan hasil yang lebih terarah, penulis menggunakan bantuan program software SPSS (Statistical Product and Solution) versi 20.0. Model analisis data yang digunakan adalah menggunakan statistik Regresi Linier Sederhana (RLS) antara pemanfaatan perpustakaan dengan ketersediaan koleksi. Model Regresi Linier Sederhana (RLS) dirumuskan sebagai berikut :

Ŷ= α + βX

Dimana :

Ŷ = Pemanfaatan Perpustakaan

X = Ketersediaan Koleksi

α = Intercep / Konstanta

β = Koefisien regresi

3. 10 Uji Signifikan 3. 10. 1 Uji Parsial (Uji-t)

Uji parsial merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi terhadap tingkat pemanfaatan perpustakaan keliling dilakukan pengujian secara parsial. Pengujian secara parsial dilakukan dengan uji-t yaitu dengan membandingkan nilai thitung dengan

ttabelpada tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05 ).

Jika thitung < ttabel pada α = 0.05 artinya secara parsial ketersediaan koleksi

tidak berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaan keliling.

Jika thitung > ttabel pada α = 0.05 artinya secara parsial ketersediaan koleksi

(49)

3. 10. 2 Koefisien Determinasi ( R2)

Pengujian kontribusi pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dapat dilihat dari koefisien determinasi (R2) dimana 0 <R2< 1. Hal ini menunjukkan nilai R2 semakin mendekati nilai 1, maka pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel (Y) semakin kuat. Sebaliknya jika nilai R2 semakin dekat pada nilai 0 maka pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) semakin lemah.

Untuk mengukur kekuatan pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan perpustakaan keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat berpengaruh kuat atau lemah, maka dapat berpedoman pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Pedoman Pemberian Interpretasi Koefisien Korelasi

Nilai Interpretasi

0,0 – 0,19 0,2 – 0,39 0,4 – 0,59 0,6 – 0,79 0,8 – 0,99

Sangat Tidak Erat Tidak Erat

Cukup Erat Erat

(50)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini berdasarkan angket dan studi kepustakaan. Pada bab ini, yang menjadi pembahasan adalah pengumpulan data berdasarkan angket, dengan cara memberi daftar pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket diberikan kepada pengunjung perpustakaan keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat sebanyak jumlah sampel penelitian yaitu 95 orang responden.

Penyebaran angket dilakukan untuk mengukur pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan perpustakaan keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Setiap variabel penelitian memiliki beberapa indikator berdasarkan teori-teori kemudian setiap indikator memiliki beberapa butir pernyataan yang akan diolah menggunakan metode statistik.

4. 2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 4. 2. 1 Pengujian Validitas Instrumen

(51)

dengan skor total jawaban responden. Untuk menganalisisnya digunakan r Product Moment Correlation, dengan kriteria:

Apabila rhitung > rtabel dengan taraf signifikansi 5% maka butir pernyataan

tersebut adalah valid.

Apabila rhitung < rtabel dengan taraf signifikansi 5%, dan df = n – k, maka butir

pernyataan tersebut adalah tidak valid. Dimana: df = degree of freedom

n = jumlah sampel k = banyaknya variabel

Pengujian validitas instrumen variabel X dan Y dilakukan dengan menganalisis uji coba instrumen yaitu dengan angket. Jumlah butir pernyataan yang diuji coba untuk variabel X adalah sebanyak 14 butir pernyataan, dan Y sebanyak 16 butir pernyataan.

Setiap butir pernyataan yang diketahui valid atau tidaknya maka data harus dikonversikan ke rtabel. Nilai rtabel diperoleh dari df = n – 2 yaitu df = 30 – 2 = 28

maka rtabel = 0,361 pada taraf signifikansi 5%. Jika nilai Corrected Item-Total

(52)

Tabel 4.1 Ringkasan Hasil Pengujian Validitas

Variabel Butir Pernyataan rtabel rhitung Kesimpulan Ketersediaan

Sumber: Hasil Perhitungan SPSS Versi 20.0

(53)

sementara untuk variabel Y dari 16 butir pernyataan angket diperoleh 11 butir pernyataan yang valid atau diterima yaitu butir pernyataan nomor 2,4,3, 5,7,10,11,12,13,14 dan 15 serta 5 butir pernyataan yang drop atau ditolak yaitu nomor 1,6,8,9 dan 16.

4. 2. 2 Pengujian Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Setelah semua butir pernyataan dinyatakan valid, maka uji selanjutnya adalah menguji reliabilitas (kehandalan) instrumen. Reliabilitas instrumen digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama.

Uji reliabilitas dapat dilakukan bersama-sama terhadap seluruh butir pernyataan untuk lebih dari satu variabel, namun sebaiknya uji reliabilitas dilakukan pada masing-masing variabel sehingga dapat diketahui konstruk variabel mana yang tidak reliabel. Suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Hasil pengujian reliabilitas instrumen ditunjukkan pada tabel 4.2

Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Instrumen Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan Ketersediaan Koleksi 0,733 Reliabel Pemanfaatan Perpustakaan 0,703 Reliabel Sumber: Hasil Penelitian 2014

(54)

4. 3 Analisis Data

4. 3. 1 Tanggapan Responden Terhadap Ketersediaan Koleksi (Variabel X) Ketersediaan koleksi perpustakaan adalah kesiapan bahan pustaka pada suatu perpustakaan untuk digunakan, dimanfaatkan, dan didayagunakan untuk pengguna perpustakaan. Ketersediaan koleksi perpustakaan sangat menunjang penuh fungsi dan tujuan perpustakaan. Dengan koleksi yang memadai perpustakaan dapat melakukan tugasnya dengan baik. Variabel ketersediaan koleksi ini dapat diukur berdasarkan beberapa indikator antara lain: relevansi, kelengkapan, dan kemutakhiran. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap ketersediaan koleksi pada Perpustakaan Keliling KPAD Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dapat dilihat dari distribusi jawaban pernyataan angket nomor 1 sampai 11.

Tabel 4.3 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Relevansi Koleksi No

Tabel 4.3 menunjukkan hasil jawaban angket yang diperoleh dari 95 responden untuk variabel ketersediaan koleksi dengan indikator relevansi koleksi yaitu:

(55)

responden (23,2%) menyatakan kurang setuju, 13 responden (13,7%) menyatakan tidak setuju, dan 5 responden (5,3%) menyatakan sangat tidak setuju.

Berdasarkan data tersebut mengidentifikasikan bahwa 18 responden (19,0%) menyatakan tidak setuju. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian kecil responden tidak dapat menemukan koleksi yang dibutuhkan di perpustakaan keliling. Hal ini disebabkan karena koleksi yang disediakan oleh perpustakaan keliling belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan bacaan responden. Dari gambaran tersebut dapat diketahui bahwa ketersediaan koleksi perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, perpustakaan keliling dituntut untuk mengadakan penambahan koleksi sesuai dengan kebutuhan pengguna agar pemanfaatan perpustakaan juga semakin tinggi.

2. Pada pernyataan 2 (koleksi fiksi dan non fiksi di perpustakaan keliling bermanfaat dalam mendukung aktivitas pekerjaan Saya) dari 95 responden terdapat 24 responden (25,3%) menyatakan sangat setuju, 32 responden (33,7%) menyatakan setuju, 16 responden (16,8%) menyatakan kurang setuju, 13 responden (13,7%) menyatakan tidak setuju, dan 10 responden (10,5%) menyatakan sangat tidak setuju.

(56)

3. Pada pernyataan 3 (koleksi yang ada di perpustakaan keliling sesuai dengan kebutuhan pengguna) dari 95 responden terdapat 17 responden (17,9%) menyatakan sangat setuju, 13 responden (13,7%) menyatakan setuju, 25 responden (26,3%) menyatakan kurang setuju, 22 responden (23,2%) menyatakan tidak setuju, dan 18 responden (18,9%) menyatakan sangat tidak setuju.

Berdasarkan data tersebut mengidentifikasikan bahwa 40 responden (42,1%) menyatakan tidak setuju. Dari data tersebut dapat disimpulkan hampir setengah responden menyatakan tidak setuju bahwa bahwa koleksi yang ada di perpustakaan keliling sesuai dengan kebutuhan pengguna.

4. Pada pernyataan 4 (jumlah koleksi yang ada di perpustakaan keliling sudah memenuhi kebutuhan pengguna) dari 95 responden terdapat 12 responden (12,6%) menyatakan sangat setuju, 25 responden (26,3%) menyatakan setuju, 19 responden (20,0%) menyatakan kurang setuju, 24 responden (25,3%) menyatakan tidak setuju, dan 15 responden (15,8%) menyatakan sangat tidak setuju.

Berdasarkan data tersebut mengidentifikasikan bahwa 39 responden (40,1%) menyatakan tidak setuju. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa hampir setengah responden menyatakan tidak setuju bahwa jumlah koleksi yang ada di perpustakaan keliling sudah memenuhi kebutuhan pengguna.

(57)

dengan kebutuhan pengguna. Seharusnya perpustakaan keliling mampu menjalankan salah satu fungsi perpustakaan yaitu fungsi informasi. Fungsi informasi perpustakaan adalah perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya agar pemustaka dapat mengambil berbagai ide dari buku yang ditulis oleh ahli dari berbagai bidang ilmu, menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyerap informasi serta mempunyai kesempatan memilih informasi dari berbagai bidang yang sesuai dengan kebutuhan, memperoleh kesempatan mendapatkan berbagai informasi yang tersedia untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dan untuk mendapatkan informasi guna memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat (Darmono, 2001: 3).

Tabel 4.4 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kelengkapan Koleksi No

Tabel 4.4 menunjukkan hasil jawaban angket yang diperoleh dari 95 responden untuk variabel ketersediaan koleksi dengan indikator kelengkapan koleksi yaitu:

(58)

menyatakan tidak setuju, dan 15 responden (15,8%) menyatakan sangat tidak setuju.

Berdasarkan data tersebut mengidentifikasikan bahwa 42 responden (43,2%) menyatakan tidak setuju. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa hampir setengah responden menyatakan tidak setuju bahwa koleksi buku teks (pengetahuan umum, referensi, fiksi) tersedia di perpustakaan keliling.

2. Pada pernyataan 6 (koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar, jurnal,

buletin) tersedia di perpustakaan keliling) dari 95 responden terdapat 20 responden (21,1%) menyatakan sangat setuju, 17 responden (17,9%) menyatakan setuju, 15 responden (15,8%) menyatakan kurang setuju, 24 responden (25,3%) menyatakan tidak setuju, dan 19 responden (20,0%) menyatakan sangat tidak setuju.

Berdasarkan data tersebut mengidentifikasikan bahwa 43 responden (45,3%) menyatakan tidak setuju. Dari gambaran tersebut dapat diketahui bahwa hampir setengah responden menyatakan tidak setuju bahwa koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar, jurnal, buletin) tersedia di perpustakaan keliling.

(59)

Berdasarkan data tersebut mengidentifikasikan bahwa 40 responden (42,1%) menyatakan tidak setuju. Dari gambaran tersebut dapat diketahui bahwa hampir setengah responden tidak setuju bahwa koleksi perpustakaan keliling memiliki judul yang beragam. Oleh karena itu, pihak perpustakaan keliling perlu melakukan penambahan koleksi.

4. Pada pernyataan 8 (Menurut Saya, kondisi fisik koleksi perpustakaan keliling sangat baik) dari 95 responden terdapat 13 responden (13,7%) menyatakan sangat setuju, 30 responden (31,6%) menyatakan setuju, 23 responden (24,2%) menyatakan kurang setuju, 17 responden (17,9%) menyatakan tidak setuju, dan 12 responden (12,6%) menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan data tersebut mengidentifikasikan bahwa 29 responden (30,5%) menyatakan tidak setuju. Dari gambaran tersebut dapat diketahui bahwa hampir setengah responden menyatakan tidak setuju bahwa kondisi fisik koleksi perpustakaan keliling sangat baik. Untuk itu perpustakaan keliling perlu melakukan pelestarian koleksi.

Tanggapan pengguna terhadap kelengkapan koleksi adalah tidak lengkap dilihat dari subjek koleksi dan bentuk penyajian informasinya. Responden belum dapat memperoleh koleksi sesuai dengan kebutuhan informasinya seperti koleksi terbitan berkala, pengetahuan umum, referensi dan fiksi. Seperti dinyatakan oleh Sulistyo-Basuki:

Figur

Tabel 3.1 Jumlah Pengguna Aktif Perpustakaan Keliling Kecamatan IV Jurai

Tabel 3.1

Jumlah Pengguna Aktif Perpustakaan Keliling Kecamatan IV Jurai p.42
Tabel 3. 2 Penentuan Sampel

Tabel 3.

2 Penentuan Sampel p.43
Tabel 3.3 Pedoman Pemberian Interpretasi Koefisien Korelasi

Tabel 3.3

Pedoman Pemberian Interpretasi Koefisien Korelasi p.49
Tabel 4.1 Ringkasan Hasil Pengujian Validitas

Tabel 4.1

Ringkasan Hasil Pengujian Validitas p.52
Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Tabel 4.2

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen p.53
Tabel 4.3 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Relevansi Koleksi

Tabel 4.3

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Relevansi Koleksi p.54
Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kemutakhiran Koleksi

Tabel 4.5

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kemutakhiran Koleksi p.60
Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Tujuan Pemanfaatan

Tabel 4.6

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Tujuan Pemanfaatan p.62
Tabel 4.8 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Tingkat Kunjungan Ke

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Tingkat Kunjungan Ke p.67
Tabel 4.9 Statistik Ketersediaan Koleksi (Variabel X)

Tabel 4.9

Statistik Ketersediaan Koleksi (Variabel X) p.71
Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Data Variabel Ketersediaan Koleksi

Tabel 4.10

Distribusi Frekuensi Data Variabel Ketersediaan Koleksi p.72
Tabel 4.11 Statistik Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y)

Tabel 4.11

Statistik Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y) p.73
Gambar 4.1 Histogram Sebaran Data Ketersediaan Koleksi

Gambar 4.1

Histogram Sebaran Data Ketersediaan Koleksi p.73
Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Data Variabel Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y)

Tabel 4.12

Distribusi Frekuensi Data Variabel Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y) p.74
Gambar 4.2 Histogram Sebaran Data Pemanfaatan Perpustakaan

Gambar 4.2

Histogram Sebaran Data Pemanfaatan Perpustakaan p.75
Tabel 4.13 Perhitungan Uji Normalitas Galat Taksiran Variabel X

Tabel 4.13

Perhitungan Uji Normalitas Galat Taksiran Variabel X p.76
Tabel 4.14 Perhitungan Uji Normalitas Galat Taksiran Variabel Y

Tabel 4.14

Perhitungan Uji Normalitas Galat Taksiran Variabel Y p.77
Tabel 4.16 Hasil Uji Statistik Koefisien Regresi Linier

Tabel 4.16

Hasil Uji Statistik Koefisien Regresi Linier p.78
Tabel 4.15 Rangkuman Uji Normalitas

Tabel 4.15

Rangkuman Uji Normalitas p.78
Tabel 4.17 Hasil Uji Statistik Determinan (R2)

Tabel 4.17

Hasil Uji Statistik Determinan (R2) p.79

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : Pengaruh Ketersediaan Koleksi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat 1 Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN 1 Perpustakaan Keliling 1. 1 Pengertian Perpustakaan Keliling 1. 2 Tujuan Perpustakaan Keliling 1. 3 Fungsi dan Tugas Perpustakaan Keliling 2 Ketersediaan Koleksi 1 Pengertian Ketersediaan Koleksi 2 Tujuan Ketersediaan Koleksi 3 Jenis-Jenis Koleksi 4 Kriteria Pemilihan Koleksi 5 Penataan Koleksi di Rak 3 Petugas Perpustakaan Keliling KAJIAN TEORITIS 4 Pengguna Perpustakaan Keliling KAJIAN TEORITIS 5 Pemanfaatan Perpustakaan KAJIAN TEORITIS 5. 1 Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Informasi 5. 2 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan 1 Metode Penelitian 2 Lokasi penelitian 3 Populasi Dan Sampel 1 Populasi 2. 2 Sampel 4 Jenis dan Sumber Data 5 Teknik Pengumpulan Data 6 Definisi Operasional Variabel 7 Skala Pengukuran Variabel 8 Pengujian Validitas dan Realibilitas Instrumen 8. 1 Uji Validitas Instrumen 8. 2 Uji Reliabilitas Instrumen 9 Analisis Data 9. 1 Analisis Deskriptif 9. 2 Analisis Regresi Linier 10 Uji Signifikan 10. 1 Uji Parsial Uji-t 10. 2 Koefisien Determinasi R 1 Pengumpulan Data 2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 2. 1 Pengujian Validitas Instrumen 361 027 2. 2 Pengujian Reliabilitas Instrumen HASIL DAN PEMBAHASAN 3 Analisis Data 3. 1 Tanggapan Responden Terhadap Ketersediaan Koleksi Variabel X 3. 2 Tanggapan Responden Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Variabel Y 4 Pengolahan Data 1 Deskripsi Data 6 Metode Analisis Statistik 6. 1 Analisis Koefisien Regresi Sederhana 7 Pengujian Hipotesis 7. 1 Uji Pengaruh Secara Parsial Uji-t 7. 2 Pengujian Koefisien Determinasi R