• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN WARIS ANAK LUAR KAWIN DALAM HUKUM ISLAM PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 46 PUU VIII 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAGIAN WARIS ANAK LUAR KAWIN DALAM HUKUM ISLAM PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 46 PUU VIII 2010"

Copied!
145
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 4.1 Bagian Waris Dalam Hukum Islam .......................................................
Tabel 1

Referensi

Dokumen terkait

“ anak yang lahir diluar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya, serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan

Anak Mula’nah yaitu anak yang dilahirkan oleh seorang wanita yang di li‟an oleh suaminya, maka status anak tersebut berubah menjadi anak tidak sah (mula’nah) dan

Suatu perkawinan yang sah akan melahirkan seorang anak yang memiliki status dan kedudukan yang sah di mata hukum, sedangkan seorang anak yang lahir dari suatu

Penelitian dan penulisan skripsi dan bertujuan untuk menjelaskan logika hukum secara sistematis dan teleologis keberlakuan ketentuan hak waris anak luar kawin yang

Sedangkan dalam KUHPerdata mengenai anak yang lahir di luar perkawinan adalah anak yang dilahirkan dari seorang perempuan yang tidak dalam ikatan perkawinan berbeda dengan anak

Menurut Imam Musthofa, pembatalan keberlakuan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang No. Tahun 1974 tentang perkawinanbertujuan: 1) Memberi legalitas hukum hubungan darah antara anak dengan

Dalam KUHPerdata, UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam berlaku prinsip bahwa anak sah “demi hukum mempunyai hubungan hukum antara ayah dan ibunya termasuk dengan keluarga

Lain halnya seorang anak yang dilahirkan di luar suatu ikatan perkawinan yang sah, maka banyak menimbulkan masalah baik bagi yang berkepentingan anak bersangkutan maupun bagi masya-