• Tidak ada hasil yang ditemukan

Morfologi Benih, Pematahan Dormansi dan Perkecambahan Benih Kemenyan Durame (Styrax benzoin Dryander)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Morfologi Benih, Pematahan Dormansi dan Perkecambahan Benih Kemenyan Durame (Styrax benzoin Dryander)"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.  Keragaan Benih kemenyan Durame (Styrax benzoin Dryander)
Tabel 3.Hari Berkecambah dan Jumlah Kecambah Kemenyan Durame.
Gambar 3.  Tipe Perkecambahan dan Proses Perkecambahan benih kemenyan
Tabel 4. Rekapitulasi sidik ragam pengaruh media terhadap pertumbuhan semai       kemenyan 12 Minggu Setelah Tanam (MST)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil sidik ragam dapat diketahui bahwa berbagai perlakuan pematahan dormansi terhadap benih pasak bumi (E. longifolia) memberi pengaruh yang nyata terhadap seluruh

Keefektifan metode pematahan dormansi pada kulit benih yang keras tidak hanya dapat dilihat dari hasil uji tolok ukur vigor dan viabilitas benih. Jumlah benih keras yang

Tabel 14 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan pematahan dormansi benih Angsana berpengaruh sangat nyata terhadap parameter daya berkecambah, nilai perkecambahan, kecepatan

Perlakuan rendam jemur selama 3 hari dengan menggunakan media pasir dapat meningkatkan dan mempercepat perkecambahan benih kemenyan dengan daya berkecambah 88%, kecepatan

Dormansi pada benih delima dapat diatasi dengan perlakuan

4.2.4 Perbandingan metode pemecahan dormansi skarifikasi dengan stratifikasi Lopez dkk (2011) menyatakan bahwa dormansi benih dianggap sebagai kegagalan benih

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen benih 28 minggu setelah antesis, sortasi dengan larutan gula 15% atau air, dan kombinasi pematahan dormansi benih dipanaskan

Studi Teknik Pematahan Dormansi dan Media Perkecambahan Terhadap Viabilitas Benih Aren 8 Rofik dan Murniati (2008) menyatakan bahwa perlakuan deoperkulasi benih