ABSTRAK
PENGARUH KETERLIBATAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TELEPON GENGGAM
MEREK SAMSUNG Oleh
EFNEDI IRAWAN
konsumen yaitu faktor pribadi, faktor produk, dan faktor situasi berpengaruh pada keputusan pembelian Telepon Genggam Merek Samsung.
Hasil regresi linear berganda membuktikan faktor pribadi (X1), faktor produk (X2) dan faktor situasi (X3) berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap keputusan pembelian Telepon Genggam Merek Samsung. Pengaruh faktor-faktor tersebut sebesar 54,10% terhadap keputusan konsumen dalam membeli Telepon Genggam Merek Samsung dan sisanya sebesar 45,90% diberikan oleh variabel lain yang tidak diidentifikasi dalam penelitian ini.
1
I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia usaha yang semakin meningkat mengharuskan perusahaan untuk semakin kreatif dan inovatif dalam melayani konsumen salah satunya melalui penawaran produk dengan memberikan pelayanan dan fasilitas yang semakin baik. Menyadari peran pentingnya konsumen bagi perusahaan, untuk itu perusahaan dituntut harus mampu menyediakan produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen tidak terlepas dari keterlibatan konsumen. Karena keterlibatan merupakan titik awal bagi konsumen dalam pencarian informasi tentang produk yang akan dibeli. Keterlibatan memicu konsumen dalam pencarian informasi. Lebih jelasnya mengenai pengertian Keterlibatan yaitu menurut Setiadi, Nugroho (2008:115):
Keterlibatan adalah status motivasi yang menggerakkan serta mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada saat konsumen membuat keputusan.
Konsumen memiliki perasaan keterlibatan terhadap suatu produk, maka konsumen akan melakukan pencarian informasi yang banyak dan mendalam mengenai produk tersebut, dan sebaliknya bila konsumen tidak memiliki perasaan terlibat maka konsumen tidak akan terpicu untuk melakukan pencarian informasi secara mendalam tentang produk yang akan dibeli tersebut. Informasi tentang produk yang konsumen butuhkan pada umumnya seperti jenis produk, manfaat produk, harga, risiko penggunaan produk dan sebagainya.
3
Konsumen tidak terus menerus mengalami perasaan terlibat terhadap suatu produk, bahkan untuk produk penting seperti telepon genggam (handphone). Teknologi komunikasi yang semakin canggih, menjadikan masyarakat di seluruh dunia akan terhubungkan satu sama lain tanpa adanya hambatan yang berarti. Termasuk internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainnya. Bukan hanya badan usaha atau lembaga organisasi saja yang membutuhkan informasi tetapi juga tiap individu yang merupakan bagian dari masyarakat juga ingin dengan cepat dapat mengakses dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Kondisi ini menantang para pemasar untuk tidak lagi sekedar memuaskan pelanggannya akan tetapi sedapat mungkin berusaha untuk memanjakan dan membahagiakan pelanggannya dengan memberikan kejutan fantastis melalui identifikasi dan pemenuhan kebutuhan yang tersembunyi dari pelanggannya. Hal ini dilakukan dengan menggali nilai-nilai yang mungkin benar-benar dihargai pelanggan tetapi pelanggan belum pernah mengalaminya. Akhirnya fenomena persaingan yang ada didalam era globalisasi akan semakin mengarahkan sistem perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut pangsa pasar.
berkombinasi untuk menciptakan tingkat keterlibatan yang dialami konsumen selama proses pengambilan keputusan. Perusahaan perlu memahami dan mempelajari tentang keterlibatan konsumen serta perlu mengetahui dan mengidentifikasi dengan jelas fokus dari keterlibatan konsumen.
Keterlibatan mempunyai arti penting dalam proses pengambilan keputusan, dan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keterlibatan konsumen akan suatu produk selama proses pengambilan keputusan. Pada dasarnya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan konsumen, menurut Setiadi, Nugroho (2008:121)ada 3 faktor anteseden dari keterlibatan antara lain:
1. Faktor pribadi
Tanpa aktivasi kebutuhan dan dorongan, tidak ada keterlibatan. Keterlibatan yang paling kuat bila produk dipandang mencerminkan kepentingan, keinginan, kebutuhan.
2. Faktor Produk
Produk adalah obyek. Sebagai obyek, produk bersifat pasif. Adapun pengaruhnya dalam keterlibatan berkenaan dengan cara konsumen merespon produk. Ada beberapa karakteristik produk yang mempengaruhi yaitu Komitmen waktu, Harga, Arti simbolis, Tingkat bahaya, Kemungkinan kinerja tidak maksimal
3. Faktor situasi
5
Faktor situasi yaitu mencakup Situasi pembelian, Situasi penggunaan yang diinginkan, Tekanan waktu, Lingkungan sosial, Lingkungan fisik.
Seperti yang telah dijelaskan bahwa konsumen tidak terus menerus mengalami perasaan terlibat, bahkan untuk produk penting seperti telepon genggam. Hal ini membuat peneliti menjadikan telepon genggam sebagai objek penelitian untuk membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan konsumen.
Kegiatan pemasaran harus mampu untuk memberikan kepuasan pada konsumen jika menginginkan usahanya untuk terus berjalan dan konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan, sehingga kesinambungan perusahaan dapat dipertahankan.
Kotler, Philip (2008:6) memberikan komentar tentang pentingnya pemasaran yaitu Sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.
Berdasarkan hal di atas berarti, kegiatan pemasaran pada akhirnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Karena itu, pihak perusahaan diharuskan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen melalui pemahaman tentang perilaku konsumen.
Menurut Prasetijo dkk (2005:9):
Sebagai suatu perusahaan, telepon genggam melakukan kegiatan pemasaran dengan menetapkan program-program yang tersusun dalam suatu strategi pemasaran yang dirancang dan disesuaikan dengan perilaku konsumen yang menjadi pasar sasarannya. Jin-Tsann Yeh dan Chyong-Ling Lin, (2010), meneliti mengenai ekuitas merk untuk produk-produk teknologi tinggi seperti personal computer dan printer. Temuannya adalah bahwa ekuitas merk produk-produk tersebut sangat mempengaruhi konsumen dalam menentukan pilihannya. Akhir-akhir ini Synovate (sebuah perusahaan yang biasa melakukan riset pasar) menggelar survei mengenai merk yang terlintas di benak konsumen ketika memikirkan produk teknologi.
Synovate menggelar survei kepada 5.500 responden yang tersebar di Kanada, China, Prancis, Hungaria, India, Romania, Arab Saudi, Taiwan serta Thailand untuk mengetahui tanggapan mereka mengenai produk teknologi terbaru. Dalam survei tersebut ternyata Samsung disebut sebagai merk yang paling melekat di benak responden (Top of Mind) ketika mereka berpikir mengenai produk teknologi.
7
dapat mempengaruhi keterlibatan konsumen dalam memutuskan pembelian telepon genggam produk Samsung.
Pengetahuan tentang keterlibatan konsumen dalam membeli telepon genggam sangat berperan bagi perusahaan untuk dapat membaca dan memahami keinginan konsumen secara mendalam. Berdasarkan hal tersebut perusahaan dapat melakukan inovasi untuk menarik lebih banyak konsumen, tentunya dengan menyediakan produk yang dibutuhkan dan yang sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen guna menciptakan loyalitas konsumen. Karena seperti yang diketahui bahwa mempertahankan konsumen lebih sulit dibandingkan mencari konsumen. Saat ini konsumen sudah semakin selektif dan kritis dalam memilih dan membuat keputusan sebelum melakukan pembelian.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan permasalahan pada penelitian ini adalah :
1. Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi Keterlibatan konsumen dalam pembelian telepon genggam merek Samsung.
2. Faktor mana yang paling dominan yang mempengaruhi keterlibatan konsumen dalam pembelian telepon genggam merek Samsung.
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor pribadi, faktor produk dan faktor situasi terhadap keterlibatan konsumen dalam pembelian telepon genggam merek Samsung.
2. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan yang mempengaruhi keterlibatan konsumen dalam pembelian telepon genggam merek Samsung.
1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan
9
membuat konsumen merasa terlibat dalam pengambilan keputusan pembelian telepon genggam.
2. Bagi Penulis
Melalui penelitian ini diharapkan penulis dapat memahami dan menngaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari Universitas Lampung khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan terhadap keputusan pembelian.
3. Bagi Pembaca
Bermanfaat sebagai bahan informasi dan pengalaman mengenai keterlibatan konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan konsumen.
1.5 Kerangka Berpikir
Konsumen mengambil banyak keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association dalam Rangkuti (2002:6): perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian di sekitar dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidupnya.
dalam Rangkuti (2002: 106) adalah status motivasi yang menggerakkan serta mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada saat mereka membuat keputusan.
Keterlibatan (involvement) mengacu pada persepsi konsumen tentang pentingnya atau relevansi personal suatu objek, kejadian, atau aktivitas. Konsumen yang melihat bahwa produk yang memiliki konsekuensi relevan secara pribadi dikatakan terlibat dengan produk dan memiliki hubungan dengan produk tersebut. Konsekuensi dengan suatu produk atau merek memiliki aspek kognitif maupun pengaruh. Secara kognitif, termasuk dalam keterlibatan adalah pengetahuan arti-akhir tentang konsekuensi penting yang disebabkan oleh penggunaan produk. Juga termasuk dalam keterlibatan adalah pengaruh seperti evaluasi produk.
Umumnya ada dua faktor yang mempengaruhi keterlibatan menurut Setiadi, Nugroho ( 2008:118), antara lain:
Relevansi-pribadi intrinsik
Mengacu pada pengetahuan arti-akhir konsumen yang disimpan dalam ingatan. Konsumen mendapatkan pengetahuan arti-akhir ini melalui pengalaman masa lalu mereka terhadap suatu produk. Faktor yang mempengaruhi pada relevansi pribadi intrinsik meliputi: faktor Pribadi (konsumen) dan faktor Produk (obyek).
Faktor pribadi
11
Faktor Produk
Produk adalah obyek. Sebagai obyek, produk bersifat pasif. Adapun pengaruhnya dalam keterlibatan berkenaan dengan cara konsumen merespon produk. Ada beberapa karakteristik produk yang mempengaruhi cara orang merespon. Pada poin itulah dipandang adanya peranan produk pada keterlibatan.
Relevansi-Pribadi situasional
Ditentukan oleh aspek lingkungan fisik dan sosial yang ada disekitar kita yang dengan segera mengaktifkan konsekuensi dan nilai penting, sehingga membuat produk dan merek yang terlihat secara pribadi relevan, yang diprtimbangkan adalah faktor situasi.
Faktor situasi
Kalau keterlibatan yang langgeng dianggap sebagai ciri tetap, keterlibatan situasi berubah sepanjang waktu. Keterlibatan ini bekerja secara temporer dan selesai setelah terjadi pembelian.
Gambar 1. Model Kerangka Pemikiran
1.6 Hipotesis
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan adalah bahwa faktor pribadi, produk dan situasi berpengaruh terhadap keterlibatan konsumen dalam keputusan pembelian telepon genggam Merek Samsung.
FAKTOR-FAKTOR YANG MAMPENGARUHI
KETERLIBATAN
FAKTOR PRIBADI
FAKTOR PRODUK
FAKTOR SITUASI
13
II. LANDASAN TEORI
2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran
Saat ini, pemasaran harus dipahami tidak hanya dalam pemahaman kuno sebagai
membuat penjualan tetapi dalam pemahaman modern yaitu memuaskan
kebutuhan pelanggan. Bila pemasar memahami kebutuhan pelanggan, menetapkan
harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk dan jasa tersebut secara
efektif, maka produk atau jasa tersebut mudah dijual.
Perusahaan harus dapat memonitor secara terus-menerus kebutuhan dan keinginan
pembeli yang terus berubah – ubah, dan menyesuaikan produksi-produksi, jasa
dan metode distribusi perusahaan dengan kebutuhan dan keinginan pasar.
Pendekatan seperti ini disebut pendekatan pemasaran, karena berorientasi pada
kepuasan konsumen. Untuk mendapatkan gambaran mengenai pemasaran, di
bawah ini dikemukakan beberapa pengertian pemasaran dari beberapa ahli.
Pengertian pemasaran menurut Kotler (2008 : 8) menyebutkan bahwa :
Pemasaran adalah suatu proses social yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk bernilai dengan pihak lain.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan
untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, untuk berkembang dan
diproduksi dan berlanjut setalah produk terjual dan terus berkelanjutan untuk
menafsirkan tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen setelah mengonsumsi
produk yang dihasilakan oleh perusahaan. Pemasaran yang dilakukan oleh
perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen untuk menjaga
agar perusahaan dapat terus berjalan atau konsumen mempunyai pandangan yang
baik bagi perusahaan untuk memperluas pasar yang ada.
2.2 Arti dan Pentingnya Perilaku Konsumen
Memahami perilaku konsumen tidaklah mudah, terkadang konsumen berterus
terang menyatakan kebutuhan dan keinginannya, namun ada pula konsumen yang
berperilaku sebaliknya. Perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung
terlibat dalam mendapatkan, kemudian mengkonsumsi dan menghabiskan produk
atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusulnya.
Kebutuhan dan keinginan konsumen yang bervariasi menjadi pedoman bagi
rancangan strategi pemasar. Pembeli biasanya mempertahankan preferensi dan
prioritas produk yang berbeda-beda, konsumen umumnya menginginkan produk
dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan harga yang bersaing.
Perbedaan-perbedaan tersebut yang dapat menciptakan segmen pasar.
Segmentasai memberikan peluang bagi perusahaan untuk menyesuaikan produk
atau jasanya dengan permintaan pembeli secara efektif. Kepuasan konsumen
dapat ditingkatkan dengan pemfokusan segmen. Penentuan pasar sasaran
merupakan proses pengevaluasian dan pemilihan setiap segmen yang dilayani
15
didukung oleh pengetahuan mempelajari perilaku konsumen dalam melakukan
pembelian atas barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen tetapi harus melalui
penelitian terpadu dan berkesinambungan sejalan dengan pertumbuhan
perusahaan.
Menurut Kotler (2008 : 158 ) analisis pasar konsumen dimulai dengan mencari
jawaban 7-O yaitu:
1. Siapa yang ada dipasar konsumen ( Occupants )
Pasar konsumen terdiri dari seluruh individu- individu dan rumah tangga yang
membeli atau membutuhkan barang-barang dan jasa untuk keperluan pribadi.
Pada dasarnya konsumen dibedakan berdasarkan umur, pendapatan, tingkatan
pendidikan, selera dan sebagainya.
2. Apa yang dibeli konsumen (Objects)
Menurut tingkat penggunaannya, barang dapat digolongkan menjadi barang
konsumsi dan barang produksian. Berdasarkan tingkat pemakaiannya, dan
keberujudannya, barang dapat digolongkan menjadi barang tidak tahan lama,
barang tahan lama, dan jasa.
3. Kapan konsumen membeli (Occasions)
Waktu pembelian yang dilakukan oleh konsumen dapat dianalisis dari beberapa
faktor. Frekuensi pembelian suatu barang atau jasa tergantung dari tingkat
pemakaian produksi tersebut. Tingkat pembelian juga dipengaruhi oleh faktor
4. Siapa yang terlibat dalam pembelian ( Organization )
Keluarga merupakan unit dasar kegiatan ekonomi di pasar konsumen.
Peranan-peranan yang dimainkan oleh anggota keluarga dalam pembelian barang atau jasa
adalah: initiator, influencer, decider, buyer, dan user.
5. Mengapa konsumen membeli ( Objective )
Konsumen membeli suatu barang atau jasa karena ingin memuaskan kebutuhan
dan keinginan. Kebutuhan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya
faktor sosial, ekonomi, psikologi, perkembangan fisik, dan lain sebagainya.
6. Bagaimana konsumen membeli ( Operations)
Pembelian merupakan bermacam-macam tindakan yang dipengaruhi oleh
kebiasaan-kebiasaan membeli para konsumen, yang meliputi keputusan tentang
jenis produksi, bentuk, merek, waktu dan cara pembayarannya.
7. Dimana konsumen membeli (Otlets)
Tentang dimana mereka melakukan pembelian. Perusahaan harus dapat
membedakan antara di mana pembelian dilakukan dan di mana rencana serta
putusan dalam pembelian tersebut.
2.3 Jenis-jenis Perilaku Keputusan Pembelian
Perilaku pembelian kompleks
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang ditentukan oleh
keterlibatan konsumen yang tinggi dalam pembelian dan perbedaan yang
17
Perilaku pembelian pengurangan disonasi
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang mempunyai karakter
keterlibatan tinggi tetapi hanya ada sedikit anggapan perbedaan
antarmerek.
Perilaku pembelian kebiasaan
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang mempunyai karakter
keterlibatan konsumen rendah dan anggapan perbedaan merek sedikit.
Perilaku pembelian mencari keragaman
Perilaku pembelian konsumen yang mempunyai karakter keterlibatan
konsumen yang rendah tetapi dengan anggapan perbedaan merek yang
signifikan.
Gambar 2. Empat tipe perilaku pembelian
Keterlibatan tinggi Keterlibatan rendah
banyak perbedaan antar merek sedikit perbedaan antarmerek
Sumber : (Philip Kotler , 2008)
Proses keputusan pembelian atas suatu produk terdiri dari lima tahap yaitu :
1. Pengenalan kebutuhan
Tahap pertama proses keputusan pembeli, di mana konsumen menyadari
suatu masalah atau kebutuhan.
2. Pencarian informasi
Tahap proses keputusan pembelian dimana konsumen ingin mencari lebih
banyak lagi, pada tahap ini konsumen mungkin hanya akan memperbesar
perhatian atau melakukan pencarian informasi secara aktif.
3. Evaluasi alternative
Tahap proses keputusan pembelian di mana konsumen menggunakan
informasi untuk mengevaluasi merek alternative dalam sekelompok
pilihan yang ada.
4. Keputusan pembelian
Keputusan pembeli tentang merek mana yang dibeli.
5. Perilaku pascapembelian
Tahap proses keputusan pembeli di mana konsumen mengambil tindakan
selanjutnya setelah pembelian, berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan.
Tingkat keterlibatan relefansi pribadi konsumen tergantung pada dua aspek rantai
arti akhir yang diaktifkan :
Pentingnya atau relefansi pribadi dari akhir bagi konsumen
Kekuatan hubungan antara tingkatan pengetahuan produk dan
tingkatan pengetahuan pribadi.
Konsumen yang percaya bahwa suatu ciri produk secara kuat dihubungkan
dengan tujuan nilai akhir yang penting akan menempati posisi keterlibatan yang
lebih tinggi. Begitupun sebaliknya konsumen yang percaya bahwa ciri produk
19
yang rendah. Konsumen yang percaya bahwa ciri produk tidak mengakibatkan
konsekuensi yang relefan akan mengalami keterlibatan yang kecil atau bahkan
tidak sama sekali. Konsumen cenderung terlibat pada produk ketika :
1. Produk dipentingkan bagi konsumen, ketika : a) citra yang dibentuk oleh
pribadi konsumen mengikat pada produk, contoh penggunaan mobil merek
toyota mencerminkan antara personalitas pengguna dan mobil toyota tersebut,
b) produk memiliki makna simbolik yang mengikat pada nilai konsumen,
contoh memiliki mobil merek BMW mencerminkan kekuatan dan sukses, c)
produk tidak mahal, memiliki peran fungsional yang penting, contoh
memasak dengan cepat difasilitasi dengan produk microwave.
2. Produk memiliki ketertarikan emosional. Konsumen tidak hanya mencari
manfaat fungsional tetapi mencari keputusan manfaat produk yang di dorong
oleh respon emosional.
3. Produk diminati secara terus menerus bagi konsumen
4. Melibatkan tingkat risiko produk signifikan. Pembelian sebuah mobil berarti
melibatkan risiko keuangan, pembelian komputer melibatkan resiko
teknologi, penggunaan perubahan pakaian melibatkan risiko sosial.
5. Produk teridentifikasi dengan norma kelompok. Produk memilik simbol atau
Meneliti Proses Keputusan Pembelian
Perusahan yang pintar akan meneliti proses keputusan membeli yang melibatkan
kategori produk yang dihasilkannya. Perusahaan akan menanyakan kepada
konsumen kapan konsumen pertama kali mengenal kategori produk dan merek
dari perusahaan, apa kepercayaan merek, seberapa keterlibatan dengan merek,
bagaimana konsumen membuat pilihan merek dan seberapa puas konsumen
setelah pembelian dilakukan.
Keadaan tersebut terjadi karena konsumen berbeda dalam cara membeli suatu
produk tertentu. Dalam pembelian sebuah komputer beberapa konsumen akan
banyak menghabiskan waktu dalam mencari informasi dan membuat
perbandingan, yang lain mungkin langsung pergi ke toko komputer dan membeli
suatu merek yang direkomendasi. Dengan demikian kosnsumen dapat
disegmentasikan atau dikelompokkan menurut gaya pembelian misalnya, pembeli
yang berhati-hati versus pembeli yang infulsip dan starategi pemasaran yang
berbeda dapat diarahkan kepada masing-masing segmen.
Bagaimana para pemasar dapat mempelajari tahap-tahap khusus dalam proses
pembelian untuk suatu produk tertentu. Perusahaan dapat mengintropeksi
mengenai perilakunya sendiri yang mungkin (metode introsfektif). Perusahaan
juga dapat mewawancarai sejumlah kecil pembeli terakhir, meminta konsumen
untuk mengingat kembali kejadian-kejadian yang mendorong pembeliannya
(metode retrosfektif).
Perusahan dapat mencari konsumen yang merencanakan membeli produknya dan
21
pembelian (metode prosfektif). Dapat juga perusahaan meminta konsumen untuk
menjelaskan cara yang ideal untuk membeli suatu produk (metode preskriptif).
Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembeli menurut
model Howard Seith dalam Mangkunegara (1998: 48) terdiri dari empat elemen
pokok, yaitu:
1. Bahan atau input
Berupa dorongan dari sumber pemasaran (termasuk periklanan) yang berkaitan
dengan berbagai macam merk seperti harga, kualitas, ketersedian dan pelayanan
dan lingkungan sosial (kelas-kelas sosial). Hasil utama dari model ini adalah
keputusan pembeli.
2. Proses Intern
Digolongkan dalam dua bagian, yaitu pengamatan dan pembelajaran, di mana
pembeli dapat belajar dari suatu pengamatan terlebih dahulu atau dari pengalaman
orang lain.
3. Hasil atau output
Hasil dari Model Howard-Seith adalah keputusan untuk membeli, tidak hanya
sekali saja, tetapi juga untuk waktu-waktu mendatang.
4. Pengaruh eksogen
Variabel eksogen yang mempengaruhi perilaku pembeli meskipun pengaruhnya
tidak begitu besar, seperti: pentingnya pembelian, sifat kepribadian, status
keuangan, batasan waktu, faktor sosial dan organisasi, kelas sosial dan
Dengan demikian model ini menitikberatkan pada pembelian ulang dan
menggambarkan dinamika perilaku pembelian selama satu periode, yang
memperlihatkan bahwa pembeli memiliki motif, pandangan dan mengambil
keputusan melalui proses belajar.
Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen dalam pembeliannya dapat
berbeda-beda. Menurut Howard dalam Mangkunegara (2008: 49) ada tiga macam situasi
pembelian, yaitu:
1. Perilaku Responsi Rutin
Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian
yang berharga murah dan sering dilakuan, yang pada umumnya kegiatan
pembelian dilakukan secara rutin, tidak memerlukan banyak pikiran, tenaga dan
waktu. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-merk beserta atributnya dan
pembeli tidak selalu membeli merk yang sama karena dipengaruhi oleh kehabisan
persedian atau sebab-sebab lain.
2. Penyelesaian Masalah Terbatas
Jenis pembelian yang lebih kompleks, dimana pembeli tidak mengetahui sebuah
merk dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan informasi
lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli.
3. Penyelesaian Masalah Ekstensif
Jenis pembelian yang sangat kompleks, dimana pembeli menjumpai jenis produk
23
Banyaknya pergeseran dan perubahan trend akan mempengaruhi perilaku
konsumen, dimana konsumen di masa depan lebih menyukai produk dengan
merasakan sendiri, bertindak demi kepentingan sendiri, makin terlibat dalam
dunia bisnis sehingga menjadikan pasar bekerja lebih baik.
Pergeseran dan perubahan trend akan terlihat pada beberapa hal (Rusmianti, Ni
Nyoman 2002 : 4), antara lain:
a. Pergeseran produksi ke konsep kegunaan dengan dimensi sebagai pemakai,
kualitas, pelayanan, jaminan dan modifikasi produk.
b. Dari kelompok individu ke kerjasama yang lebih besar.
c. Dari perekonomian regional dan nasional ke perekonomian global.
d. Dari industri tradisional ke industri berteknologi tinggi yang kaya, berkiblat
pada R & D.
e. Dari tenaga fisik tak terdidik ke tenaga terdidik yang dalam prakteknya
dilakukan oleh tenaga-tenaga berpendidikan, penelitian, dan perangkat lunak.
Beberapa hal yang harus diperhatikan perusahaan untuk dapat mempertahankan
konsumen, antara lain:
a. Perusahaan dituntut untuk menawarkan derajat kepuasan yang memenuhi
harapan atau bahkan melampauinya.
b. Perusahan harus dapat mengantisipasi ancaman dari pesaing yang mungkin
melakukan hal yang sama, atau bahkan melampaui apa yang diberikan
perusahan kepada pelanggan.
c. Perusahaan harus memperhatikan kemampuan intern dalam menghadapi
2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan
Tingkat keterlibatan konsumen dipengaruhi oleh dua sumber, relevansi pribadi
intrinsik dan situasional. Relevansi pribadi intrinsik mengacu pada pengetahuan
arti akhir konsumen yang disimpan dalam ingatan. Konsumen mendapatkan
pengetahuan arti- akhir ini melalui pengalaman masa lalu mereka terhadap suatu
produk. Pada saat konsumen menggunakan produk (atau memperhatikan orang
lain menggunakannya), konsumen belajar bahwa ciri produk tertentu memiliki
konsekuensi yang dapat membantu mencapai tujuan dan nilai yang penting.
Relevansi pribadi intrinsik adalah suatu fungsi ciri konsumen dan produk.
Relevansi pribadi situasional ditentukan oleh aspek lingkungan fisik dan sosial
yang ada disekitar nya yang dengan segera mengaktifkan konsekuensi dan nilai
penting. Relevansi pribadi situasional selalu berkombinasi dengan relevansi
pribadi intrinsik konsumen untuk menciptakan tingkat keterlibatan yang
benar-benar dialami konsumen selama proses pengambilan keputusan.
Faktor – Faktor Anteseden dari Keterlibatan
Faktor pribadi
Tanpa pengaktifan kebutuhan dan dorongan, maka tidak akan ada keterlibatan,
dan ini paling kuat apabila produk atau jasa dipandang sebagai citra tinggi yang
mempertinggi.
Faktor produk
Produk tidak menimbulkan keterlibatan dalam dan dari diri sendiri. Cara
25
karakteristik akan menentukan tingkat keterlibatan, secara umum keterlibatan
lebih besar yang memenuhi kebutuhan dan nilai penting.
Faktor situasi
Meskipun keterlibatan yang langgeng dapat dipertimbangkan sebagai ciri yang
stabil, keterlibatan situasi (instrumental) akan berubah sepanjang waktu.
Keterlibatan situasi bersifat operasional atas dasar temporer dan akan memudar
segera setelah hasil pembelian terpecahkan.
2.5 Bentuk Keterlibatan dan Hasil
Memperlihatkan bentuk-bentuk yang diambil oleh keterlibatan dan cara
keterlibatan itu menjadi diekspresikan di dalam perilaku konsumen. Saat
keterlibatan dengan produk, konsumen mempersepsikan produk yang sama
secara berbeda. Saat keterlibatan dengan keputusan pembelian, situasi pembelian
yang penting dapat memunculkan level keterlibatan dengan aksi pembelian untuk
sebuah produk dengan keterlibatan rendah.
Dua tipe produk involvement;
1. Situational Invovement, terjadi ketika keputusan pembelian diperlukan pada situasi khusus dan bersifat sementara. Contoh, keterlibatan tinggi pada produk
pembelian mobil yang dilakukan pada basis situasional Pembelian dillakukan
konsumen secepatnya pada pagi hari, tetapi tidak mengetahui jenis mobil apa
yang akan dibeli, maka jasa WEB diperlukan untuk mempercepat
2. Enduring Involvement, terjadi pada kondisii lebih permanen dan berlangsung
terus menerus.
Situational involvement dan enduring involvement cenderung berakibat pada
pengambilan keputusan komplek.
Karakteristik Involvement pada produk berbeda terjadi pada basis lintas budaya
(a croos cultural basis). Contoh, sepeda menjadi lebih dipentingkan bagi
masyarakat China, sebagai alat transportasi utama, tetapi lain halnya dengan
Amerika, lebih menyukai membeli Mobil.
3. Hirarki keterlibatan dalam proses pilihan konsumen apakah memamanfaatkan
keterlibatan pada produk rendah atau tinggi, yaitu: 1) membentuk keyakinan
merek (brand belief) merupakan komponen sikap kognitif; 2) konsumen
mengevaluasi merek merupakan komponen afektif; 3) membuat keputusan beli
merupakan komponsen perilaku. Berikut perbedaan keterlibatan rendah dan
27
Gambar 3. Hirarki Keterlibatan Rendah dan Tinggi
Hirarki Keterlibatan Rendah Hirarki keterlibatan Tinggi
1. Keyakinan pada merek dibentuk
pertama kali dengan pembelajaran
pasif
1. Keyakinan pada merek dibentuk
pertama kali dengan pembelajaran
aktif
2. Keputusan pembelian dibuat 2.Merek dievaluasi
3. Merek mungkin dievaluasi atau
tidak dievaluasi setelah pembelian
3.Keputusan pembelian dibuat
Konsumen pada keterlibatan rendah, konsumen sadar akan merek dan membentuk
keyakinan tentang merek secara pasif. Konsumen membuat keputusan pembelian
dengan sedikit informasi yang dimiliki dan mengevaluasi merek setelah
pembelian untuk menentukan tingkat kepuasan. Pada situasi ini, konsumen
mengembangkan sikap pada merek lemah, tingkat evaluasi merek lebih rendah
dibandingkan dengan keterlibatan tinggi, dan memproses informasi lemah..
Sebaliknya, konsumen pada keterlibatan tinggi membentuk keyakinan pada
merek secara aktif, dan konsumen memiliki banyak informasi, sehingga mereka
mengevaluasi merek terlebih dahulu sebelum keputusan pembelian dilakukan agar
tidak menimbulkan kekecewaan bagi konsumen.
Keputusan konsumen pada keterlibatan rendah, teridentifikasi pada: 1) mengambil
produk dengan merek yang paling dikenal, seperti studi oleh Hoyer dan Brown
secara berulang akan memilih produk tersebut, walaupun kualitas lebih rendah
dibandingkan dengan merek lain; 2) memilih merek yang digunakan seperti
produk yang terakhir digunakan konsumen jika produk cukup tersedia. Pada
keputusan Komplek, teori yang diterapkan adalah teori cognitive learning, yaitu
suatu proses yang mmebutuhkan pengembangan sikap merek oleh konsumen dan
29
III. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian dan Sumber Data 3.1.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah survei sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode survei deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dalam mengumpulkan data dan informasi menggunakan kuesioner. Metode ini untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, selain itu untuk menerangkan hubungan, menguji hipotesis-hipotesis, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan (Moh.Nazir:2005).
Metode penelitian survei adalah usaha pengamatan untuk mendapatkan keterangan-keterangan yang jelas terhadap suatu masalah tertentu dalam suatu penelitian. Penelitian ini dilakukan secara meluas dan berusaha mencari hasil yang segera dapat dipergunakan untuk suatu tindakan yang sifatnya deskriptif yaitu melukiskan hal-hal yang mengandung fakta-fakta, klasifikasi dan pengukuran yang akan diukur adalah fakta yang fungsinya merumuskan apa yang terjadi
faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan Konsumen dalam Pembelian Telepon Genggam Merek Samsung
3.1.2 Sumber Data
Dalam penelitian ini, data yang akan digunakan bersumber dari : 1. Data primer
Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara, dan pengamatan langsung terhadap sumber yang diteliti. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang dukumpulkan dan diperoleh dari pihak-pihak lain. Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari Lembaga-Lermbaga yang terkait dan literatur-literatur yang berhubungan dan sumber-sumber lain yang mendukung.
3.2 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 3.2.1 Populasi
31
dan Bisnis Universitas Lampung yang memiliki telepon genggam Merek Samsung. Tidak
terdapat data yang pasti mengenai jumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Lampung yang memiliki telepon genggam Merek Samsung. Tidak semua
anggota populasi akan menjadi responden pada penelitian ini, sehingga perlu dilakukan
pengambilan sampel. 3.2.2 Sample
Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan persyaratan yang ditentukan oleh Hair et al.
(1998). menyatakan jumlah sampel yang diambil minimal 5 kali dari jumlah parameter
yang dipergunakan dalam penelitian.
3.3Variabel Operasional Penelitian
3.3.1 Variabel Independen (X)
Variabel bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi penyebab terjadinya perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiono, 2003:33). Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah Keterlibatan (Faktor Pribadi, Faktor Produk dan Faktor situasi), dikarenakan variabel ini yang akan mempengaruhi variabel terikat (Y) yaitu keputusan pembelian telepon genggam merek Samsung oleh Mahasiswa fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
3.3.2 Variabel Dependen (Y)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiono, 2003:33). Variabel terikat (Y) dalam
Tabel 1. Variabel Operasional Penelitian
Variabel Definisi Indikator Skala
Pribadi Keterlibatan yang paling kuat bila produk
Produk Produk adalah obyek. Sebagai obyek, produk
Situasi Kalau keterlibatan yang langgeng dianggap
adalah Keputusan yang diambil dalam mengkonsumsi sesuatu yang dilakukan oleh konsumen
33
3.4 Validitas dan Reliabilitas
3.4.1 Uji validitas
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Sugiyono 2003:109). Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Jadi dengan melakukan uji validitas maka bisa dilihat seberapa baik instrumen tersebut dapat mengukur suatu penelitian.
Penelitian ini menggunakan analisis faktor dalam uji validitas. Validitas masing-masing indikator peneltian dilakukan denga uji Anti- Image Matrices dan pengukuran nilai factor loading untuk setiap indikator. Nilai anti-image yang diharapkan minimum adalah 0,500, yang berarti variabel cocok/sesuai dengan struktur variabel lainnya di dalam faktor tersebut.
3.4.2 Uji Reliabilitas
Keterangan :
r11 = Reliabilitas instrumen
k = Banyak butir pertanyaan
21
= Jumlah varians pertanyaan
2
Coefficient Alpha (Croanbach Alfa) yaitu koefisien reliabilitas yang menunjukkan seberapa baik item dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi satu sama lain. Hasil uji reliabilitas dengan nilai Alfa Croanbach > 0,5 dikatakan reliabilitas (Ferdinand, Augusty 2002:63)
3.5 Alat Analisis
3.5.1 Analisis Kualitatif
35
3.5.2 Analisis Kuantitatif
Dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Berganda, analisis ini dipakai untuk mengetahui pengaruh anatara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan analisis linear berganda. Persamaan regresi linear berganda yang dirumuskan adalah sebagai berikut.
Y = a+ b1X1 + b2X2 + b3X3 + Et
Keterangan :
Y = Keputusan pembelian Telepon Genggam Merek Samsung
a = Konstanta
X1 = Pribadi
X2 = Produk
X3 = Situasi
b1, b2, b3 = Koefisien regresi
D. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hipotesis awal yang diajukan
adalah dapat diterima dengan alasan sebagai berikut.
5.1.1 Hasil statistik melalui regresi linear berganda membuktikan faktor pribadi
(X1), faktor produk (X2) dan faktor situasi (X3) berpengaruh secara simultan
dan parsial terhadap keputusan pembelian telepon genggam merek Samsung.
5.1.2 Faktor pribadi (X1), faktor produk (X2) dan faktor situasi (X3) memberikan
sumbangan sebesar 54,10% terhadap keputusan konsumen dalam membeli
telepon genggam merek Samsung, dan sisanya sebesar 45,90% dipengaruhi
oleh variabel lain yang tidak diidentifikasi dalam penelitian ini.
5.1.3 Hasil analisis kuantitatif membuktikan bahwa faktor pribadi merupakan
pengaruh dominan bagi konsumen dalam membuat keputusan pembelian
telepon genggam merek Samsung, hal tersebut berdasarkan nilai β sebesar
0,574. Sedangkan berdasarkan hasil analisis deskriptif, terlihat bahwa situasi
59
mempengaruhi keterlibatan konsumen dalam pembelian telepon genggam
merek Samsung.
5.2 Saran
Saran yang dapat direkomendasikan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut.
5.2.1 Sebaiknya pihak-pihak terkait dalam penjualan telepon genggam merak
Samsung memperhatikan faktor pribadi dari dimensi kebutuhan, kepentingan
dan keinginan karena merupakan hal utama yang dipertimbangkan oleh
konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Salah satu cara yang dapat
dilakukan adalah dengan menciptakan suatu fitur-fitur yang sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan konsumen serta harus dapat menanamkan persepsi
dalam ingatan konsumen untuk menyediakan produk yang sesuai dengan
kebutuhan dan kepentingan pribadi konsumen.
5.2.2 Perusahaan disarankan untuk dapat meningkatkan kegiatan promosi, seperti
brosur, pameran, media periklanan, dan lain-lain Tujuannya tentu saja untuk
memberikan informasi yang jelas mengenai produk telepon genggam merek
Samsung yang akan ditawarkan kepada konsumen. Perusahaan harus
menyediakan informasi yang lebih lengkap yang dibutuhkan oleh konsumen
agar konsumen tidak mengalami kesulitan dalam pencarian informasi. Selain
itu perusahaan juga harus memperhatikan kedua variabel lainnya yaitu faktor
5.2.3 Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini
pada alat analisis, variabel-variabel lain yang belum dibahas dalam penelitian
ini, ataupun dapat mengembangkan pada obyek lain sehingga dapat digunakan
PENGARUH KETERLIBATAN KONSUMEN TERHADAP
KEPUTUSAN PEMBELIAN TELEPON GENGGAM MEREK
SAMSUNG
(STUDI PENELITIAN PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG)
(Skripsi)
Oleh
EFNEDI IRAWAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
Halaman
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Sumber Data ... 29
3.3 Variabel Operasional Penelitian ... 31
3.5.1 Analisis Kualitatif ... 34
3.5.2 Analisis Kuantitatif ... 35
IV. PEMBAHASAN 4.1 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 36
4.1.1 Uji Validitas ... 36
4.1.2 Uji Reliabilitas ... 37
4.2 Analisis Tabulasi Angket ... 38
4.2.1 Dimensi Pribadi (X1) ... 39
4.2.2 Dimensi Produk (X2) ... 42
4.2.3 Dimensi Situasi (X3) ... 46
4.2.4 Variabel Keputusan Pembelian ... 48
4.3 Analisis Kuantitatif ... 51
4.4 Uji Hipotesis ... 55
4.4.1 Uji Koefisien Secara Bersama-sama (Uji F) ... 55
4.4.2 Uji koefisien Regresi Secara Parsial (Uji T) ... 56
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 58
5.2 Saran ... 59
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Kuesioner
Lampiran 2 Rekapitulasi Hasil Identitas Umum Responden
Lampiran 3 Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas 30 Responden
Lampiran 4 Data hasil kuesioner untuk 90 Responden
Lampiran 5 Data Frekuensi Jawaban Responden
DAFTAR PUSTAKA
Ferdinand, Augusty. 2002. Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen. BPUNDIP: Semarang
Jin-Tsann Yeh dan Chyong-Ling Lin, 2010, Measuring the effectiveness of advertisements sent via mobile phone: Implications of the Appeal, Endorser, and Involvement model and purchasing Behavior, Social Behavior And Personality.
Kotler, Philip. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran.Jilid 1. Edisi 12. Alih bahasa Bob Sabran,. Erlangga. Jakarta
Kuncoro, Mudrajad.2003.Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Erlangga. Jakarta Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor
Peter, Paul J & Olson. 1999. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Alih Bahasa Damos Sihombing, M.B.A. Jilid 1. Edisi 4. Erlangga.
Prasetijo, Ristiyanti & John J.O.I Ihalauw. 2005. Perilaku Konsumen. Andi. Yogyakarta
Santoso, Singgih. 2006. Menguasai Statistik di Era Reformasi dengan SPSS 14. PT. Elex Media Komputindo
Supranto, Johannes, 2004, Analisis Multivariat, Gramedia Indonesia, Jakarta.,
Setiadi, Nugroho J. 2008. Perilaku Kkonsumen : Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Kencana. Jakarta
Simamora, Bilson. 2003. Membongkar Kotak Hitam Konsumen. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Sinulingga,Budi.1999.Pembangunan Kota Tinjauan Regional dan Lokal. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta
Sugiyono. 2003. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Umar, Husain. 2001. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Uyanto. 2006. Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Operasional Variabel ... 32
2. Kriteria Validitas pada Analisis Faktor ... 37
3. Reliabilitas Keterlibatan Pembelian Telpon Genggam Samsung ... 38
4. Tanggapan Konsumen Telepon merupakan Kebutuhan ... 39
5. Tanggapan Konsumen Telepon merupakan Hal Penting ... 40
6. Tanggapan Konsumen Telepon merupakan Keinginan ... 41
7. Tanggapan Konsumen Harga Telepon Sesuai Kemampuan ... 42
8. Tanggapan Konsumen Telepon Memiliki Desain Menarik ... 43
9. Tanggapan Konsumen Telepon Memberikan Kenyamanan ... 44
10.Tanggapan Konsumen Telepon Memiliki Fitur sesuai Kebutuhan ... 45
11.Tanggapan Konsumen Telepon Dibeli karena Kondisional ... 46
12.Tanggapan Konsumen Telepon Dibeli Saat Promosi ... 47
13.Tanggapan Konsumen Telepon Dibeli karena Faktor Pribadi ... 48
14.Tanggapan Konsumen Telepon Dibeli karena Faktor Produk ... 49
15.Tanggapan Konsumen Telepon Dibeli karena Faktor Situasi ... 50
16.Analisis Determinasi R2 ... 53
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
1. Model Kerangka Pemikiran ...12
2. Empat Tipe Perilaku Pembelian...17
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah dengan segala puji dan syukur, penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala rahmat dan segala karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga Skripsi ini akhirnya dapat diselesaikan. Penulisan Skripsi ini tanpa bantuan berbagai pihak tentu tidak akan mampu diselesaikan sendiri, oleh karena itu atas bantuan dan dorongan serta motivasi yang diberikan penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
2. Bapak Aripin Ahmad, S.E., M.Si sebagai Pembimbing Utama yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, pengarahan, koreksi, dan dorongan kepada penulis.
3. Bapak Ribhan, S.E., M.Si sebagai Pembimbing Kedua yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, pengarahan, koreksi, dan dorongan kepada penulis.
4. Bapak Asep Unik, S.E, M.E selaku Dosen Pembimbing Akademis
6. Kedua orang tua penulis, Bapak Rahmad Effendi dan Ibu Turah, yang selalu mendoakan dan mendukung penulis dalam penyelesaian Skripsi ini.
7. Rekan–rekan mahasiswa Angkatan 2007 jurusan Manajemen Non Reguler
Univeritas Lampung atas kebersamaan dan keceriaan serta persahabatan yang luar biasa selama menempuh studi di Manajemen Universitas Lampung.
Semoga Skrispi ini berguna dikemudian hari untuk semua pihak dan dapat membuka serta menjadi inspirasi bagi penulisan tesis lainya.
Bandar Lampung, 12 Februari 2013
Lampiran I KUESIONER PENELITIAN
Saudara diminta mengisi pernyataan berikut ini dan mengisi nilai yang sesuai.
Pilihan jawaban sebagai berikut :
SS : Sangat Setuju (81 - 100) S : Setuju (61 - 80)
CS : Cukup Setuju (41 - 60) TS : Tidak Setuju (21 - 40) STS : Sangat Tidak Setuju (1 - 20)
A. Variabel Pribadi (X1)
No. Pernyataan STS TS Jawaban Responden CS S SS
1. Handphone merupakan Kebutuhan Saya yang harus dipenuhi
2. Membeli Handphone merupakan suatu hal yang penting bagi Saya 3. Saya membeli Handphone karena
sesuai dengan keinginan Saya
B. Variabel Produk (X2)
No. Pernyataan STS TS CS Jawaban Responden S SS
1. Harga Handphone Samsung terjangkau dan sesuai dengan kemampuan Saya
2. Handphone Samsung memiliki desain yang menarik bagi Saya
3. Handphone Samsung memberikan kenyamanan bagi Saya dalam kegiatan sehari-hari
2
C
. Variabel Situasi (X3)
No. Pernyataan Jawaban Responden
STS TS CS S SS
1. Saya membeli Handphone Samsung karena Saya sedang dalam kondisi memerlukan Handphone
2. Saya membeli Handphone Samsung sedang melakukan promosi penjualan
KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y)
No. Pernyataan Jawaban Responden
STS TS CS S SS
1. Pertimbangan Saya membeli
Handphone Samsung adalah karena faktor pribadi.
2. Pertimbangan Saya membeli
Handphone Samsung adalah karena faktor produk.
3. Pertimbangan Saya membeli
Handphone Samsung adalah karena faktor situasi.
R
IWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 29 Januari 1988, merupakan
anak Pertama dari dari pasangan Bapak Rahmad Effendi dan Ibu Turah.
Penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SDN 1 Way Kandis lulus
pada tahun 2000, Sekolah Menengah Pertama ditempuh di SMP Abdurrahman
Ibnu Auf Bandar Lampung yang diselesaikan pada tahun 2003, Sekolah
Menengah Atas ditempuh di SMAN 5 Bandar Lampung dan diselesaikan pada
tahun 2006.
Tahun 2007 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Non Reguler Fakultas Ekonomi