• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam perpindahan merek telepon seluler merek lain ke merek samsung: studi pada pengguna telepon seluler merek samsung yang sebelumnya menggunakan telepon seluler merek lain di Universitas Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam perpindahan merek telepon seluler merek lain ke merek samsung: studi pada pengguna telepon seluler merek samsung yang sebelumnya menggunakan telepon seluler merek lain di Universitas Islam "

Copied!
165
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PERPINDAHAN MEREK TELEPON SELULER

MEREK LAIN KE MEREK SAMSUNG

(Studi Pada Pengguna Telepon Seluler Merek Smsung Yang Sebelumnya Menggunakan Telepon Seluler Merek Lain di Universitas Islam Negeri

Syarief Hidayatullah Jakarta) Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh

Vanny Ravindra NIM: 1110081000038

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(2)

i

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PERPINDAHAN MEREK TELEPON SELULER

MEREK LAIN KE MEREK SAMSUNG

(Studi Kasus Pada Mahasiswa/i Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

OLEH

VANNY RAVINDRA NIM: 1110081000038

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I Pembimbing II

Dr.Yahya Hamja, MM Dr. Muniaty Aisyah, Ir.MM

NIP.194906021978031001 NIP.197803072011012003

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(3)

ii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF

Hari ini Senin, 11 Agustus 2014 telah dilakukan ujian komprehensif atas nama mahasiswa :

1. Nama : Vanny Ravindra 2. NIM : 1110081000038 3. Jurusan : Manajemen

4. Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Perpindahan Merek Telepon Seluler Merek Lain ke Merek Samsung.

Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan mahasiswa yang bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di atas dinyatakan “LULUS” dan diberi kesempatan untuk melanjutkan ke tahap Ujian Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 11 Agustus 2014

1. Yoghi Citra Pratama, M.Si. ( )

NIP : 19830717 2011011 011 Ketua

2. Ade Suherlan, MBA ( )

NIP : 1980052009121001 Sekretaris

3. Cut Erika Ananda, MBA ( )

(4)

iii

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Perpindahan Merek Telepon Seluler Merek Lain ke Merek Samsung

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

Hari ini Rabu, 22Oktober 2014 telah dilakukan Ujian Skripsi atas mahasiswa : 1. Nama : Vanny Ravindra

2. NIM : 1110081000038 3. Jurusan : Manajemen 4. Judul Skripsi :

Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang bersangkutan selama proses ujian Skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut dinyatakan LULUS dan skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 26 Juni 2014

1. Leis Susanawaty, SE, M.Si ( )

NIP : 1972208092005012004 Ketua

2. Titi Dewi Warninda, SE, M.Si. ( ) NIP : 197312212005012002 Sekretaris

3. Dr. Yahya Hamja, MM ( )

NIP : 19490602 197803 1 001 Pembimbing I

4. Dr. Muniaty Aisyah, Ir. MM ( )

NIP : 19780307 201101 2 003 Pembimbing II

5. Cut Erika Ananda, MBA ( )

(5)

iv

LEMBAR PERNYATAANKEASLIAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Vanny Ravindra NIM : 1110081000038 Jurusan : Manajemen

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya:

1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan danmempertanggungjawabkan.

2. Tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain.

3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atautanpa izin pemilik karya.

4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data.

5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggung jawab atas karya ini.

Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggung jawabkan, ternyata memang ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan ini, maka saya siap dikenai sanksi berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Jakarta, 11 September 2014

(6)

v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Data Pribadi

Nama : Vani Ravindra

Usia : 21 Tahun

Tempat Lahir : Tangerang Tanggal Lahir : 12 Agustus 1992 Kebangsaaan : Indonesia

Agama : Islam

Alamat Rumah : Jl.Wadassari 1 RT 01/02 No.27 Kel.Pd.Betung Kec.Pd.Aren Tangerang selatan

Status : Belum Menikah

B. Riwayat Pendidikan

1998 - 2004 : SDN Pesanggrahan 08 Petang Jakarta 2004 - 2007 : SMPN 177 Jakarta

2010 – 2010 : SMAN 47 Jakarta

2010 – 2014 : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

(7)

vi ABSTRACT

This research aims to determine the factors that influence consumer decisions in brand switching from another brand of selullar phone to Samsung brand. This research uses 100 consumer who use a seluller phone Samsung brand in Jakarta State Islamic University. Sample use non-probability sampling method, that is taking of not randomsample, with accidental sampling. Techniqueof data collection bydistributing of questionnaire directly to respondent. Amount of variables which checked is 27 variables. Of data analyzed use analysis of factor with SPSS 17.0 For Windows.Research earnings yield indicate that out of 27 variable which analyzed with factor analysis model is 8 the formed factor, factor 1 Advertising (eigenvalues value 7.025), factor 2 Consumer Dissatisfaction (eigenvalue value 3.034), factor 3 Product (eigenvalues 1,801 value), factor 4 Brand image (eigenvalues 1,781 value), factor 5 Price (eigenvalues 1.583 value ), factor 6 Promotion (eigenvalues value 1.296), factor 7 the ability of the product to be repaired (eigenvalues 1,136 value), and factor 8 locations (eigenvalues 1,095 value).

(8)

vii ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam perpindahan merek telepon seluler merek lain ke merek Samsung. Data penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang konsumen yang menggunakan telepon seluler/Smartphone merek Samsung di Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah Jakarta. Metode penentuan sampel adalah non-probability sampling, yaitu penarikan sampel secara tidak acak, dengan cara Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden. Jumlah variabel yang diteliti adalah 27 variabel. Data diolah dengan menggunakan analisis faktor dengan alat bantu SPSS 17 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 27 variabel yang dianalisa dengan model analisis faktor ada 8 faktor yang terbentuk, faktor yang mempengaruhi konsumen dalam perpindahan merek telepon seluler lain ke merek Samsung, yaitu faktor 1 Periklanan (nilai eigen value 7.025), faktor 2 Ketidakpuasan Konsumen (nilai eigen value 3.034), faktor 3 Produk (nilai eigen value 1.801), faktor 4 Citra Merek (nilai eigen value 1.781), faktor 5 Harga (nilai eigen value 1.583), faktor 6 Promosi (nilai eigen value 1.296), faktor 7 kemampuan produk untuk diperbaiki (nilai eigen value 1.136), dan faktor 8 lokasi (nilai eigen value 1.095)

(9)

viii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Wa shallallahu wa sallam ‘ala Nabiyyina Muhammadin, Wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, Amma ba’du.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah megaruniakan Rahmat dan Hidayah-Nya. Shalawat serta salam tidak lupa penulis hanturkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya yang telah membawa cahaya kehidupan bagi kita semua.

Tidak henti-hentinya penulis mengucap rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’alakerena berkat kehendak dan izin-Nya penulis berhasil menyelesaikan skripsi ini guna memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi. Penulis juga menyadari bahwa skripsi tidak lepas dari bantuan dan dukungan orang-orang disekitar penulis dalam penyusunannya. Untuk itu, dengan selesainya penulisan skripsi ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua orang tua penulis, Bapak Abu Bakar dan Ibu Nengsih atas doa, usaha, dan keikhlasan kalian yang sudah membesarkan dan mendidik penulis sampai saat ini. Tanpa kedua orang tua penulis bukan apa-apa dan hanya dengan ridho dari kedua orang tua serta Allah SWT penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Prof. Dr. Komarudin Hidayat selaku Rektor Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

(10)

ix

5. Bapak Dr. Yahya Hamja, MM selaku dosen pembimbing I. Terima kasih banyak atas waktu, saran, motivasi, dan ilmu yang sangat bermanfaat yang telah bapak berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

6. Ibu Dr. Muniaty Aisyah, MM selaku dosen pembimbing II. Terima kasih banyak atas waktu yang selalu bapak sediakan untuk membimbing penulis, serta masukan dan motivasinya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak Hemmy Fauzan, SE., MM selaku dosen pembimbing akademik.

8. Seluruh jajaran staf karyawan dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

9. Seluruh responden penelitian yang telah meluangkan waktunya untuk menjawab kuesioner yang penulis berikan. Penulis sadari tanpa bantuan dan kerja sama kalian penelitian ini tidak dapat berjalan.

10. Sahabat tercinta Isna, Sofwa, Icha, Danil terima kasih atas dukungan nya. Untuk Isna semoga cepat sidang dan wisuda bareng. Buat Danil selamat sudah Wisuda duluan.

11. Kawan-kawan KKN Sahabat 2013 yang telah memberikan pengalaman baru selama sebulan KKN, Andi, Karjo, Taslim, Upi, Nadiah, Nuni, Malik, Ujoh, Rahmat, Ipin, dan Ababil sukses untuk kita semua.

12. Kawan-kawan Manajemen A, kawan – kawan konsentrasi pemasaran, Derian, Hafidz, Rachmat, Fitrah, Lutfi, Adit, Reza, Anjar, Abi dan yang lainnya sukses untuk kita semua kawan. Ingat, tim futsal kita pernah berjaya pada masanya hehehe.

13. Kawan-kawan seperjuangan Tiwi, Putra, Nisa, Ita, Wanti, dan yang lainnya terima kasih untuk kebersamaan kita, untuk ilmu yang kita bagi, dan untuk kerja keras kita, dan untuk motivasi yang kalian berikan, sukses untuk kita semua.

(11)

x

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, saran dan kritik membangun sangat diharapkan bagi penulis. Akhir kata, besar harapan bagi penulis agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, 11 September 2014

(12)

xi

DAFTAR ISI

COVER DALAM i

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF iii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI iv

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP vi

ABSTRACT viii

ABSTRAK ix

KATA PENGANTAR x

DAFTAR ISI xiii

DAFTAR TABEL xvi

DAFTAR GAMBAR xix

DAFTAR LAMPIRAN xx

BAB I -- PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Perumusan Masalah 9

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 9

1. Tujuan Penelitian 9

2. Manfaat Penelitian 9

BAB II -- TINJAUAN PUSTAKA 11

A. Landasan Teori 11

1. Pemasaran 11

2. Bauran Pemasaran 11

3. Perilaku Konsumen 13

(13)

xii

5. Periklanan 20

6. Harga 24

7. Ketidakpuasan Konsumen 31

8. Citra Merek 35

9. Penelitian Terdahulu 40

10. Kerangka Pemikiran 44

11. Hipotesis 45

BAB III -- METODOLOGI PENELITIAN 46

A. Ruang Lingkup penelitian 46

B. Metode penentuan sampel 46

C. Metode pengumpulan data 47

D. Metode analisis data 49

1. Uji Kualitas Data 49

2. Analisis Faktor 50

E. Operasional Variabel penelitian 58

BAB IV – HASIL DAN PEMBAHASAN 61

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 61

1. Sejarah Singkat Produk 61

B. Hasil Dan Pembahasan 66

1. Uji kualitas data 66

2. Karakteristik Responden 69

3. Analisis Deskriptif 71

4. Analisis Faktor 87

BAB V – KESIMPULAN DAN IMPLIKASI 113

A. Kesimpulan 113

B. Implikasi dan saran 113

(14)

xiii

DAFTAR TABEL

1.1 Daftar Penjualan tahun 2012-2013 4

1.2 Data Penjualan Dilihat dari OS 4

1.3 Data Penjualan Smartphone 2012-2013 5

1.4 Daftar TOP Brand Index 2012-2013 6

1.5 Daftar TOP Brand Index 2014 6

2.1 Penelitian Terdahulu 39

3.1 Ukuran Ketepatan KMO 53

3.2 Operasional Variabel 58

4.1 Hasil Tryout Uji Validitas 66

4.2 Hasil Uji Reliabilitas Periklanan 68

4.3 Hasil Uji Reliabilitas Harga 68

4.4 Hasil Uji Reliabilitas Ketidakpuasan Konsumen 68

4.5 Hasil Uji Reliabilitas Citra Merek 68

4.6 Jenis Kelamin 70

4.7 Iklan Samsung Menarik Perhatian 71

4.8 Ketertarikan Konsumen Melihat Iklan Lebih Lanjut 72

4.9 Iklan Samsung Menggerakan Keinginan 72

4.10 Iklan Samsung Meyakinkan Calon Pembeli 73

4.11 Iklan Samsung Membuat Tindakan Pembelian 73

4.12 Kesesuaian harga 74

(15)

xiv

4.14 Harga lebih Stabil 75

4.15 Adanya Potongan Harga 76

4.16 Promosi Harga 76

4.17 Penetapan Harga Geografis 77

4.18 Kinerja 77

4.19 Fitur 78

4.20 Kehandalan 79

4.21 Daya Tahan 79

4.22 Kesuaian 80

4.23 Dapat Diperbaiki 81

4.24 Model yang bgus 81

4.25 Produk Merek Ternama 82

4.26 Reputasi Merek 82

4.27 Penampilan Produk 83

4.28 Kualitas Produk 83

4.29 Fitur Unik 84

4.30 Kebanggan Memakai Merek 85

4.31 Merek Mudah Diingat 85

4.32 Merek Mudah Diucapkan 86

4.33 Merek Mudah Dikenal 86

4.34 KMO and Barletts Test 88

4.35 Nilai MSA 89

4.36 Communalities 90

4.37 Total Variance Explained 96

(16)

xv

4.39 Rotated Component Matrix 102 4.40 Pembagian Faktor yang Terbentuk 110

DAFTAR GAMBAR

(17)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner 123

(18)
(19)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang penelitian

Dalam era global seperti sekarang ini perdagangan bebas berkembang dengan pesat tanpa mengenal batasan wilayah maupun negara, hal itu menimbulkan persaingan bisnis yang sangat ketat sehingga menuntut perusahaan bekerja lebih atau lebih kreatif dalam menciptakan peluang bisnis dan inovasi produk. Saat ini begitu banyak merek dan produk pesaing yang ada di pasar membuat konsumen memiliki banyak pilihan dan alternatif produk atau jasa untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berbagai macam pilihan produk baik barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen memberikan kesempatan bagi konsumen untuk memilih merek apa yang akan dikonsumsi. Beragamnya merek yang ditawarkan kepada konsumen memberikan kesempatan bagi konsumen untuk berpindah dari merek satu ke merek lainya. Perilaku perpindahan merek pada pelanggan merupakan fenomena yang komplek yang

dipengaruhi faktor-faktor keprilakuan, persaingan dan waktu (Srinivasan dalam Shellyana dan Dharmesta, 2002:92).

(20)

2 kepada kerabat atau orang lain, namun di jaman sekarang telepon seluler atau yang dikenal handphone sudah menjadi alat pendukung berbagai kegiatan dan aktivitas manusia. Karena itu di jaman sekarang handphone

yang dapat menunjang kegiatan dan aktivitas manusia disebut dengan ponsel pintar atau smartphone. Pengembangan produk ponsel pintar atau

smartphone sangat cepat. Pengembangan itu terletak pada bentuk, ukuran dan fiturnya.

Menurut id.techinasia.com (2014)Samsung adalah produsen Smartphone terbaik di Asia dan Dunia. Tapi ada banyak pesaing lainya yang mencoba untuk menggeser kekuasaan Samsung dan Apple. Persaingan tersebut sangat terutama di Asia. Dimana sejumlah produsen Handphone menarik pelanggan dengan perangkat yang bagus, tapi dengan harga yang terjangkau. 16 pesaing baru diantaranya adalah Xiaomi, Cooldpad, oppo, micromax, karbonn, xolo, smartfren, evercross, cyrus, mito, ninetology, i-mobile, fpt, q-mobile, cherry mobile, dan Starmobile. Dan pesaing lama diantaranya LG, Motorola, Nokia, Sony, Imo.

(21)

3 institusi analisis dan riset, juga mendukung fakta ini yaitu bahwa penjualan ponsel pintar atau smartphone meningkat dari 11% di kwartal ketiga 2011 menjadi 13% di kwartal yang sama 2012. IDC bahkan menamakan Indonesia sebagai pasar telepon genggam terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu juga dengan adanya perjanjian ACAFTA (ASEAN CHINA

Free Trade Area) tahun 2010 maka semakin terbuka pintu perdagangan antara negara-negara di ASEAN dengan China yang implikasinya terlihat dari maraknya merek-merek ponsel china seperti Beyond, Vitell, Taxco, Huawei, ZTE, dan lainya.

(22)

4 Pada bulan November 2013 Gartner salah satu perusahaan analisis terbesar di dunia merilis data penjualan telepon seluler dan Smartphone

pada tahun 2013.dilihat dari data tersebut terlihat bahwa Samsung telah merajai pasar ponsel di Dunia. (tabel 1.1)

Tabel 1.1

Data penjualan smartphone pada tahun 2012-2013 untuk lingkup seluruh dunia

Data penjualan Smartphone dilihat dari sistem operasinya untuk lingkup seluruh dunia tahun 2012-2013

Operating system

2013 units 2013 market share (%)

(23)

5 Tabel 1.3

Data penjualan telepon seluler pada tahun 2012-2013 Company 2013 units 2013 market

share (%)

2012 units 2012 Market share (%)

Samsung 117.053,8 25,7 97.956,8 22,7

Nokia 63.048,4 13,8 82.300,6 19,1

Apple 300.330,0 6,7 24.620,3 5,7

LG Electronics 18.030,7 4,0 13.968,8 3,2

ZTE 13.696,4 3,0 16.605,9 3,9

Huawei 13.574,4 3,0 11.918,9 2,8

Lenovo 12.999,8 2,9 7.203,7 1,7

TCL

Commnication

12.345,6 2,7 9.326,7 2,2

Sony mobile Communication

9.757,5 2,1 8.2012,4 1,9

Yulong 8.801,0 1,9 5.218,5 1,2

Others 156.004,7 34,2 153.701,20 35,7

Total 455.642,3 100,0 431.023,8 100,0

Sumber : gart ner.com(2013)

Dapat dilihat diatas merek ponsel samsung merajai tingkat penjualan ponsel di dunia, disusul dengan nokia dan apple. Untuk kategori

smartphone juga merek Samsung berada di posisi puncak yang di susul oleh apple dan lenovo di posisi kedua dan ketiga.

(24)

6 Tabel 1.4

Daftar TOP Brand Index tahun 2012, 2013

2012 2013

Handphone TBI Smarphone TBI Handphone TBI Smartphone TBI

Merek Merek Merek Merek

Nokia 54.2% Blackberry 40.7% Nokia 50,9% Blackberry 39.0% Huawei 8.5% Nokia 37.9% Samsung 9.8% Nokia 37.0% Samsung 4.8% Samsung 6.6% Cross 4.3% Samsung 11.1% Nexian 4.6% Nexian 3.9% Nexian 4.2% Nexian 3.6% Sumber : t opbrand-aw ard.com(2013)

Tabel 1.5

Daftar TOP Brand Index tahun 2014 2014

Smarphone TBI

Merek

Blackberry 44.3%

Nokia 22.7%

Samsung 18.0%

Nexian 2%

Sumber : t opbrand-aw ard.com (2014)

Dapat kita lihat diatas top brand index Samsung masih kalah dengan Nokia dan Blackberry, namun kalau dilihat dari perkembanganya, ponsel dan smartphone merek samsung mengalami peningkatan yang lumayan. Itu mengindikasikan bahwa ponsel pintar merek samsung sudah banyak digemari oleh masyarakat indonesia. Menurut Fabian dalam (ht t p:/ / t elset new s.com / 61092/ sam sung-kuasai-pasar-ponsel-indonesia/)

mengatakan bahwa dari keseluruhan pangsa pasar ponsel di Indonesia, baik itu feature phone maupun smartphone, samsung menguasai market share

sebesar 24.8%. dari jumlah tersebut, 30% diantaranya dari lini smartphone.

(25)

7 Menurut Peter dan Olson (2002) dalam Wardani (2010:15) perpindahan merek brand switching adalah pola pembelian yang dikarakteristikan dengan perubahan atau pergantian dari suatu merek ke merek lain. Dari sekian banyak yang dapat menyebabkan perilaku perpindahan merek, terdapat beberapa faktor yaitu citra merek, ketidak puasan konsumen, iklan dan harga.

Penelitian Monroe, Dodd dan Grewal (1991) dalam Khairani (2011:4) menyatakan bahwa pembeli yang mempunyai citra merek yang tinggi akan menimbulkan minat beli. Jika sebuah merek sudah dikenal dan kemudian dalam benak konsumen ada asosiasi tertentu terhadap sebuah merek untuk membedakanya dengan merek yang lain lalu konsumen akan mempersepsikan dengan kualitas yang tinggi.

Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen terhadap produk merupakan konsep penting yamg perlu dipahami pemasar karena dapat memengaruhi perilaku konsumen selanjutnya. Sehingga dapat diindikasikan bahwa ketidakpuasan konsumen merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perpindahan merek karena pelanggan yang tidak puas akan mencari informasi pilihan produk lain dan mereka mungkin akan berhenti membeli produk atau mempengaruhi orang lain untuk tidak membeli (setiyaningrum dalam ikhsan 2012:7).

(26)

8 dan pendorong bagi konsumen untuk berpindah merek dan menyatakan bahwa konsumen dengan tingkat persepsi periklanan yang berbeda mempunyai berbagai macam kemungkinan untuk berpindah merek. Periklanan menurut kotler (20013:202) didefinisikan sebagai segala bentuk penyajian non-personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.

Faktor selanjutnya yang dapat memengaruhi perpindahan merek adalah harga. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk dan jasa atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut (Kotler dan Amstrong 2008:439). Sebagai contoh, apabila harga yang ditawarkan sama dengan merek sainganya, hal semacam itu juga dapat menyebabkan perpindahan merek.

Dari pernyataan diatas penulis mencoba untuk mengetahui apakah faktor citra merek, ketidakpuasan konsumen, iklan dan harga mempengaruhi konsumen produk telepon seluler lain dalam memutuskan perpindahan ke merek telepon seluler Samsung. Dengan melakukan penelitian dalam bentuk skripsi yang berjudul :

(27)

9 B. Perumusan Masalah

Dari uraian diatas, penulis mencoba merumuskan masalah yang ingin dikaji, yaitu : faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam perpindahan telepon seluler merek lain ke merek samsung

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini penuli memberikan batasan masalah dengan tujuan agar pembahasan pada penelitian ini tidak melebar dan tetap on the track . Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah peneliti hanya membahas pada faktor periklanan, harga, ketidakpuasan konsumen, dan citra merek.

2. Manfaat Penelitian a. Bagi Penulis

(28)

10 b. Bagi Pihak Lain

Hasil penelitian ini dapat digunanakn sebagai tambahan refrensi penelitian selanjutnya yang lebih lengkap dari ini

c. Bagi perusahaan

(29)

11 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Pemasaran

Pemasaran adalah suatu konsep yang menyangkut suatu sikap mental, suatu cara berpikir yang membimbing anda melakukan sesuatu yang tidak selalu menjual benda tetapi juga menjual gagasan-gagasan, karier, tempat, (pariwisata, rumah, lokal industri), undang-undang, jasa (pengangkutan, penerbangan), hiburan (pertunjukan, pertandingan-pertandingan), dan kegiatan-kegiatan nirlaba seperti yayasan-yayasan sosial dan keagamaan (Morrisan, 2010:2).

Strategi pemasaran (marketing strategi) merupakan suatu rencana yang didesain untuk mempengaruhi pertukaran dalam mencapai tujuan organisasi (Peter dan Olson, 2005:10).

2. Bauran Pemasaran

(30)

12 a. Produk

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, dan pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi dan ide (Kotler dan Keller 2013:4).

b. Harga

Harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; elemen lain menghasilkan biaya (Kotler dan Keller 2013:67)

Produk dengan harga tinggi atau mahal memberikan pesan kepada konsumen mengenai kualitas produk yang juga tinggi begitu pula sebaliknya. Persepsi ini biasanya sudah tertanam kuat dibenak konsumen sehingga jika ada produk yang menjanjikan kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah daripada produk pesaing, maka hal ini hanya akan membingungkan konsumen. dengan kata lain faktor harga, promosi, dan saluran distribusi harus menyampaikan satu pesan mengenai positioning produk dimata konsumen. tiga faktor, yaitu kualitas produk tingkat persaingan serta kegiatan promosi yang dilakukan saling berinteraksi dalam menentukan harga suatu produk (Morissan, 2010:78-79).

c. Promosi

(31)

13 (Morissan, 2010:25). Promosi penjualan adalah variasi insentif jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan suatu barang atau jasa pada event-event atau waktu-waktu tertentu (Surachman,2008:183).

d. Distribusi

Saluran pemasaran (Marketing Channel)sekelompok organisasi yang saling bergantung dan terlibat dalam proses pembuatan produk dan jasa yang disediakan untuk digunakan atau dikonsumsi (Kotler dan Keller 2013:106)

3. Perilaku Konsumen

a. Pengertian perilaku konsumen

American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen (Consumen Behaviour) sebagai “interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka (Peter dan Olson, 1999:6). Ada tiga ide penting dari definisi diatas, yaitu perilaku konsumen adalah dinamis, hal tersebut melibatkan interaksi antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar, dan hal tersebut melibatkan pertukaran.

(32)

14 2) Perilaku konsumen adalah keterlibatan interaksi antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian di sekitar maksudnya yaitu untuk memahami konsumen dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat kita harus memahami apa yang mereka pikirkan (kognisi), dan mereka rasakan (pengaruh), apa yang mereka lakukan (perilaku), dan apa serta dimana (kejadian disekitar) yang mempengaruhi serta dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan, dirasa, dan dilakukan konsumen.

3) Perilaku konsumen melibatkan konsumen maksudnya adalah pertukaran di antara individu. Hal ini membuat definisi perilaku konsumen tetap konsisten dengan definisi pemasaran yang sejauh ini juga menekankan pertukaran.

Perilaku konsumen didefinisikan sebagai studi tentang unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi, dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, seta ide-ide (Mowen dan Minor, 2002:6).

Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini (Setiadi, 2008:3).

(33)

15 yang berhubungan dengan konsumsi (Schifmann dan Kanuk, 2008:6).

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dibedakan menjadi dua (Setiadi, 2008:4) yaitu :

1) Faktor kebudayaan a) Kebudayaan

Merupakan faktor penentu yang paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang.

b) Sub Budaya

Setiap kebudayaan terdiri dari sub budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Contohnya, kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis.

c) Kelas sosial

Adalah kelompok-kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaanya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa.

2) Faktor Sosial

a. Kelompok referensi

(34)

16 b. Keluarga

Kita dapat membedakan antara dua keluarga dalam kehidupan pembeli, yaitu keluarga orientasi: orang tua seseorang, keluarga prokreasi: pasangan hidup anak-anak seseorang keluarga merupakan organisasi pembeli dan konsumen yang paling penting dalam suatu masyarakat dan telah diteliti secara insentif.

c. Peran dan status

Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya, keluarga, klub, organisasi.

3) Faktor pribadi

a) Umur dan tahapan dalam siklus hidup b) Pekerjaan

Para pemasar beruasaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat diatas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu.

c) Keadaan ekonomi

Terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan, tabungan dan hartanya, kemampuan untuk meminjam dan sikap terhadap mengeluarkan lawan menabung.

d) Gaya hidup

(35)

17 e) Kepribadian dan konsep diri

Karakteristik psikologis yang berbeda dari setiap orang yang memandang responya terhadap lingkungan lingkungan yang relatif konsisten.

4) Faktor-faktor psikologis a) Motivasi

Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman.

b) Persepsi

Didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini.

c) Proses belajar

Menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman.

d) Kepercayaan dan sikap

Kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

4. Perpindahan Merek

a. Merek

(36)

18 lambang, atau desainatau gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau jasa dari produk-produk milik pesaing.

Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut. (Rangkuti, 2009:2).

Merek merupakan nama atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap, simbol, lambang, tanda, slogan, kata-kata atau kemasan) untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari penjual atau pemegang merek (Surjaatmadja, 2008:3). b. Pengertian perpindahan merek

Perpindahan merek (Brand Switching) adalah saat dimana seorang konsumen atau sekelompok konsumen berpindah kesetiaan dari satu merek sebuah produk tertentu ke merek produk lainya (Abisatya, 2009:6). Perpindahan merek ini ditandai dengan adanya perbedaan signifikan antar merek. Konsumen dalam hal ini tidak mengetahui banyak mengenai kategori produk yang ada.

Perpindahan merek adalah pola pembelian yang dikarakteristikan dengan perubahan atau pergantian dari suatu merek ke merek lain (Peter dan Olson dalam setiyaningrum, 2007).

(37)

19 mereknya untuk menjelaskan merek tersebut. perpindahan merek juga ditandai dengan keterlibatan yang rendah.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan merek

Pada saat pelanggan yang loyal berpindah ke perusahaan atau brand atau produk lain, perusahaan akan mengalami kerugian pendapatan di masa yang akan datang dan kehilangan pelanggan yang sangat menguntungkan. Perilaku konsumen yang melakukan

Brand Switching menurut Keavaney (1995), pindahnya pelanggan ke perusahaan atau produk lain dimungkinkan oleh adanya faktor-faktor seperti harga, inconvenience, core service failure, service encounter failure, response to service failure, persaingan antar perusahaan, dan masalah-masalah etika.

Menurut Bitner dalam Setiyaningrum (2007) menyatakan bahwa faktor-faktor seperti waktu, ada/tidakya uang, sedikitnya alternatif, switching cost, dan kebiasaan dapat mempengaruhi loyalitas konsumen terhadap suatu merek dan sebagai akibatnya terjadi perpindahan merek.

Menurut Lin et All dalam Khrisna (2009) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Brand Switching diantaranya adalah : 1). Product/service attributes, yaitu merupakan segala macam

(38)

20 2). Marketing capabilities, yaitu merupakan macam kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan dalam usahanya untuk memasarkan produk/jasa. Sub-faktornya adalah kreativitas iklan, variasi promosi, dan intensitas iklan.

3). Perceived quality, yaitu merupakan tingkat kualitas yang dirasakan oleh konsumen setelah membeli dan mengkonsumsi produk/jasa. Sub-faktornya adalah kualitas fitur, kualitas barang 4). Aftersales service, yaitu merupakan pelayanan lebih lanjut yang

mampu diberikan perusahaan setelah proses pembelian produk/jasa. Sub-faktornya adalah apresiasi kepada konsumen, pelayanan servis center, dan kecepatan servis center.

5). Brand recognition, yaitu meliputi seberapa jauh konsumen mengetahui, mengenal, dan memberi tanggapan suatu merek dari produk/jasa. Sub-faktornya adalah popularitas merek, penghargaan atas merek dan reputasi merek.

5. Periklanan

a. Pengertian periklanan

(39)

21 b. Tujuan periklanan

Tujuan periklanan yaitu tugas komunikasi khusus dan tingkat pencapaian yang harus dicapai dengan pemirsa tertentu dalam jangka waktu tertentu (Kotler dan Keller 2013:203)

Tujuan periklanan dapat digolongkan menurut sasaranya, yakni untuk memberi informasi, persuasi atau meningkatkan para pembeli, menambah nilai dan membantu usaha lain perusahaan. 1). Iklan normatif, bertujuan untuk membentuk permintaan pertama

dengan memberitahu pasar tentang produk baru, mengusulkan kegunaan baru suatu produk, memberitahukan pasar tentang perubahan harga, menjelaskan cara kerja suatu produk, menjelaskan pelayanan yang tersedia, mengoreksi kesan yang salah, mengurangi kecemasan pembeli dan membangun citra perusahaan

2). Iklan persuasif, bertujuan untuk membentuk permintaan selektif suatu merek tertentu, dilakukan pada tahap kompetitif dengan membentuk preferensi merek, mendorong alih merek, mengubah persepsi pembeli tentang atribut produk, membujuk pembeli untuk membeli sekarang, dan membujuk pembeli menerima/mencoba menstimulasikan penggunaan produk. 3). Iklan pengingat, bertujuan untuk mengingatkan pada produk

(40)

22 membelinya membuat pembeli tetap ingat produk itu walau tidak musimnya, dan mempertahankan kesadaran puncak. 4). Iklan penambah nilai, bertujuan untuk menambah nilai merek

pada persepsi konsumen dengan melakukan inovasi, perbaikan kualitas dan penguatan persepsi konsumen.

5). Iklan bantuan aktivitas lain, bertujuan membantu memfasilitasi aktivitas lain perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran, misalnya iklan membantu dalam pelepasan promosi penjualan (kupon), membantu wiraniaga (perkenalan produk), menyempurnakan hasil komunikasi pemasaran yang lain.

Bagi produsen, iklan bukan hanya menjadi alat promosi barang maupun jasa, melainkan juga untuk menanamkan citra kepada konsumen maupun calon konsumen tentang produk yang ditawarkan. Citra yang dibentuk oleh iklan sering kali menggiring khalayak untuk percaya pada produk, sehingga mendorong calon konsumen untuk mengkonsumi maupun mempertahankan loyalitas konsumen.

c. Tahapan hierarki efek akibat periklanan

(41)

23 pembelian. Model yang pada umumnya dipakai untuk melihat tahapan-tahapan ini adalah model AIDCA.

1). Perhatian (Attention)

Pada tahap ini iklan yang ditayangkan harus dapat menarik perhatian khalayak sasaranya, jika tahap ini tidak berhasil, maka tahap selanjutnya menjadi tidak berguna. Dengan mengetahui hasil pada tahap ini perusahaan sudah dapat mengevaluasi program periklanan yang dilaksanakan.

2). Minat (Interest)

Jika perhatian khalayak sasaran berhasil direbut, iklan yang ditayangkan hendaknya dapat membuat pemirsa berminat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk yang diiklankan. Untuk itu pemirsa harus dirangsang agar mau mengikuti pesan-pesan iklan tersebut.

3). Keinginan (Desire)

Iklan harus berhasil menggerakan keinginan pemirsa untuk memiliki atau menikmati produk tersebut. kebutuhan atau keinginan mereka untuk memiliki, memakai, atau melakukan sesuatu sebagai kelanjutan tahap interest.

4). Rasa percaya (Conviction)

(42)

24 masih timbul keraguan. Dalam kondisi ini hendaknya iklan harus dapat meyakinkan atau menimbulkan rasa percaya diri calon pembeli.

5). Tindakan (Action)

Pada tahap ini hendaknya calon pembeli sudah dapat mengambil keputusan, membeli atau tidak. Tetapi belum sungguh-sungguh berusaha untuk membeli. Mungkin keinginan untuk membeli sudah diputuskan tetapi pembelian belum juga dilakukan karena ada kendala. Untuk itu iklan harus dapat menuntun calon pembeli untuk mengambil langkah akhir berupa tindakan pembelian.

Lu-shu dan Chang (2003) dalam Ermayanti (2006:99), berpendapat bahwa periklanan memberikan perangsang dan pendorong bagi konsumen untuk berpindah merek dan menyatakan bahwa konsumen dengan tingkat persepsi yang berbeda mempunyai berbagai macam kemungkinan untuk berpindah merek

6. Harga

a. Pengertian harga

Harga adalah suatu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; elemen lain menghasilkan biaya (Kotler dan Keller 2013:67).

(43)

25 jasa yang biasanya menggunakan nilai uang. Harga suatu produk ditentukan tidak saja berdasarkan biaya produksi namun juga faktor-faktor lain, seperti persaingan serta persepsi konsumen terhadap produk (Morissan, 2010:78).

b. Penentuan Harga

Penentuan harga memiliki berbagai macam strategi sesuai dengan tahap yang dilalui oleh sebuah produk atau jasa. Kotler dan Amstrong (2008) diantaranya mengelompokan strategi penentuan harga sebagai berikut :

1). Strategi penetapan harga produk baru, yakni penetapan harga memerah pasar dan penetapan harga untuk penetrasi pasar. 2). Strategi penetapan harga bauran produk, yakni penetapan harga

lini produk, penetapan harga produk tambahan, penetapan harga produk terikat, penetapan harga produk sampingan, dan penetapan harga paket produk.

3). Strategi penyesuaian harga, yang terdiri dari penetapan harga diskon dan pengurangan harga, penetapan harga tersegmentasi, penetapan harga psikologis, penetapan harga untuk promosi, penetapan harga dinamis, penetapan harga internasionaldan penetapan harga berdasarkan geografis.

(44)

26 c. Tujuan penetapan harga

Penetapan harga haru diarahkan pada suatu tujuan. Sebelum penetapan harga dilakukan, tujuanya harus ditetapkan terlebih dahulu. Tujuan penetapan harga meliputi : (a) orientasi laba: mencapai target laba dan meningkatkan laba: (b) orientasi penjualan: meningkatkan volume penjualan, dan mempertahankan atau mengembangkan pangsa pasar. (Machfoedz, 2007:88)

1). Tujuan berorientasi pada laba

Perusahaan dapat memilih satu diantara dua tujuan berorientasi laba dalam kebijakan penetapan harga. Tujuan berorientasi laba dapat ditempuh dalam periode jangka pendek atau jangka panjang.

a) Mencapai target laba

Perusahaan dapat memilih menetapkan harga produknya untuk mencapai presentase tertentu dari penjualan atau investasinya. Pencapaian tujuan seperti itu diterapkan oleh pedagang pelantara atau produsen. Banyak pengusaha perdagangan eceran dan grosir menggunakan target laba pada penjualan neto sebagai tujuan penetapan harga periode jangka pendek

b) Meningkatkan laba

(45)

27 perusahaan daripada tujuan lainya. Kesulitan yang dihadapi tujuan ini adalah bahwa istilah memperbesar laba berkonotasi buruk yang dihubungkan dengan harga tinggi dan monopoli. Tujuan memperbesar laba akan lebih menguntungkan perusahaan jika diaplikasikan dalam jangka panjang. Tetapi, untuk mengaplikasikan ini perusahaan harus menerima kerugian dalam jangak pendek.

2). Tujuan berorientasi pada penjualan

a) Meningkatkan volume penjualan

Penetapan harga dibeberapa perusahaan difokuskan pada volume penjualan selama periode tertentu, misalnya 1 tahun atau 3 tahun. Manajemen bertujuan meningkatkan volume penjualan dengan memberikan diskon atau strategi penetapan harga yang agresif lainya meskipun harus mengalami rugi dalam jangka pendek.

b) Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar

(46)

28 perusahaan jepang menerima marjin laba yang lebih kecil dan mengurangi biaya sehingga dapat menjual produk dengan harga dibawah harga jual yang seharusnya.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga

Menurut Hasan (2007:304) perusahaan harus pahan betul faktor-faktor yang secara langsung mempengaruhi tingkat harga yang akan ditentukan :

1) Kondisi perekonomian

Kondisi ekonomi (inflasi, booming, atau resesi, tingkat suku bunga), kebijakan serta peraturan pemerintah, dan aspek sosial (kepedulian terhadap lingkungan) sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku.

2) Permintaan dan penawaran

(47)

29 3) Tujuan perusahaan

Tujuan perusahaan yang ingin dicapai dinyatakan secara eksplisit, seperti :

a) Mencapai laba maksimum

b) Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan c) Menciptakan kepemimpinan kualitas

d) Untuk meningkatkan volume penjualan

e) Meraih pangsa pasar yang besar, mempertahankan dan memperbaiki pangsa pasar

f) Menciptakan stabilisasi harga dan mengatasi persaingan g) Kembalinya modal yang tertanam dalam jangka waktu

tertentu

h) Dan lain sebagainya 4) Faktor legal dan etis

faktor ini biasanya menjadi alat pengawasan pemerintah dalam penentun harga maksimum, minimum, atau harga tertentu (untuk gabah, jasa angkutan, bahan bakar, bunga pinjaman), diskriminasi harga (iuran Tv, listrik) serta praktek praktek lain yang mencegah usaha-usaha ke arah monopoli.

5) Bauran pemasaran

(48)

30 6) Biaya

Biaya merupakan daktor dasar dalam penentuan harga yang minimal, sebab tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian. Biaya-biaya yang harus dipertimbangkan dalam penetapan harga setidaknya sebagai : a) Biaya out-of-pocket, biaya peningkatan, biaya kesempatan,

cotrollable cost, biaya pengganti, biaya nonoperasional b) Struktur biaya

c) Hubungan volume biaya d) Competitive advantage e) Pengaruh pengalaman biaya

f) Seberapa besar pengaruh biaya masa depan perusahaan 7) Ukuran bisnis

Manajemen perlu memutuskan siapa yang harus menetapkan harga, misalnya oleh manajemen puncak, manajemen lini produk, manajer penjualan, manajer produksi, manajer keuangan, dan akuntan.

8) Persaingan

(49)

31 9) Sifat pasar

Setiap perusahaan perlu memahami kaitan sifat pasar dan permintaan yang dihadapinya, apakah termasuk persaingan sempurna, persaingan monopolistik, oligopoli, atau monopoli. 7. Ketidakpuasan Konsumen (Consumer Unsatisfaction)

a. pengertian ketidakpuasan konsumen

menurut Peter dan Olson (2005:160) serta Kotler dan Amstrong (2008) ketidakpuasan konsumen muncul ketika kinerja suatu produk ternyata lebih buruk dari kinerja yang diharapkan. Konusmen yang merasa tidak puas terhadap suatu produk cenderung tidak akan melakukan pembelian ulang, cenderung beralih merek, serta mengajukan keberatan kepada produsen, pengecer, dan bahkan menceritakan kepada konsumen lainya.

Mower dan Minor dalam Ermayanti (2006) berpendapat bahwa ketidakpuasan dapat menyebabkan konsumen melakukan beberapa tindakan:

1) konsumen lebih mungkin meninggalkan hubungan dengan produk dan perusahaan

2) konsumen lebih mungkin mengurangi tingkat konsumsi barang dan jasa

b. Ketidakpuasan Konsumen terhadap Brand Switching

(50)

32 disamping bertujuan untuk membuat strategi pemasaran yang tepat, juga dikarenakan bahwa proses pembuatan keputusan yang dilakukan konsumen dalam membeli suatu produk tidak dianggap sama. Setelah melakukan pembelian, konsumen akan mengevaluasi atas keputusan dan tindakanya dalam membeli. Jika konsumen menilai kinerja produk atau layanan dirasakan sama atau melebihi apa yang diharapkan, maka konsumen akan puas dan sebaliknya jika kinerja produk atau layanan yang diterima kurang dari yang diharapkan, maka konsumen akan tidak puas. Konsumen yang tidak puas cenderung akan bersikap negatif, menghentikan pembelian atau menceritakan hal-hal yang tidak menyenangkan mengenai produk atau jasa yang dibelinya kepada konsumen lain (Suryani 2008:19).

Menurut Assael (1998) dalam Setiyaningrum 2007 bahwa kepuasan dapat memperkuat sikap positif terhadap merek, meningkatkan kecenderungan untuk membeli kembali merek yang sama, sedangkan ketidakpuasan memunculkan sikap negatif terhadap merek, dan mengurangi kecenderungan untuk membeli merek yang sama.

c. Faktor –faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan konsumen

(51)

33

positioning. Kualitas mempunyai imbas yang langsung terasa pada produk. Hal ini akan semakin mendekatkan pemasar dengan nilai nilai pelanggan dan kepuasan pelanggan.

Menurut Tjiptono (2008:67), didalam kualitas produk terdapat delapan dimensi utama yang biasanya digunkan, yaitu:

1). Kinerja (performance) karakteristik operasi dasar dari suatu produk. Misalnya kecepatan pengiriman paket titipan kilat, ketajaman gambar dan warna sebuah TV, serta kebersihan makanan di restoran.

2). Fitur (Feature), karaktristik pelengkap khusus yang dapat menambah pengalaman pemakaian produk. Contohnya minuman gratis selama penerbangan pesawat, AC pada mobil dan koleksi tambahan aneka nada panggil pada telepon genggam

3). Kehandalan (reliability) yaitu probabilitas terjadinya kegagalan atau kerusakan produk dalam waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan, semakin andal produk bersangkutan.

(52)

34 yang kerap kali menekankan aspek daya tahan sebagai positioning kunci.

5). conformance, yaitu tingkat kesesuaian produk dengan standar yang telah ditetapkan, misalnya ketepatan waktu, keberankatan dan kedatangan kereta api, dan keesuaian ukuran sepatu dengan standar yang berlaku.

6). Service ability

Service ability yaitu kecepatan dan kemudahan untuk direparasi serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.

7). Estetika (aesthetics)

Estetika (aesthetics) menyangkut penampilan produk yang dapat dinilai dengan panca indera (rasa, aroma, suara dan seterusnya) 8). Persepsi terhadap kualitas (Perceived Quality)

Persepsi terhadap kualitas (Perceived Quality) yaitu kualitas yang dinilai berdasarkan reputasi penjual, contohnya mobil BMW, arloji Rolex, kemeja polo, dan peralatan elektronik Sony. Suatu perusahaan tidak akan bertahan tanpa ada konsumen yang mempergunakan atau memakai produk yang dihasilkan pihak produsen, oleh sebab itu guna meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan suatu perusahaan haruslah berdasarkan kepuasan pelanggan (Costumer satisfaction)

(53)

35 karena lebih diminati konsumen sebagai pemakai produk tersebut. menurut Umar (2001:93) mengemukakan bahwa kualitas produk merupakan hal yang penting bagi konsumen. kualitas produk, baik yang berupa barang atau jasa perlu ditentukan melalui dimensi-dimensinya, yang disebut dengan dimensi kualitas barang atau produk.

8. Citra merek

a. Definisi citra merek

Image konsumen yang postifi terhadap suatu brand lebih memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian. Brand yang baik juga menjadi dasar untuk membangun citra perusahaan yang positif.

Manfaat dari citra merek yang positif, perusahaan bisa mengembangkan lini produk dengan memanfaatkan citra positif yang telah terbentuk terhadap merek produk lama. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan citra merek yang sudah positif.

Berikut ini adalah beberapa pengertian mengenai citra merek (brand image) menurut pandangan para ahli:

(54)

36 2) Keller (2008:66) mendefinisikan citra merek sebagai persepsi atau kesan tentang suatu merek yang oleh sekumpulan asosiasi yang menghubungkan pelanggan dengan merek dalam ingatanya.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa citra merek merupakan hasil persepsi dan pemahaman konsumen mengenai merek suatu produk yang dilihat, dipikirkan dan dibayangkan. Dengan menciptakan citra merek yang tepat untuk uatu produk, tentu akan sangat berguna bagi pemasar, karena citra merek akan mempengaruhi penilaian konsumen atas alternatif merek yang dihadapinya.

(55)

37 1) Meningkatkan pemahaman pengetahuan terhadap aspek-aspek

perilaku konsumen dalam mengambil keputusan.

2) Memperkaya orientasi konsumen terhadap hal-hal yang bersifat simbolis lebih dari pada fungsi-fungsi produk.

3) Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.

4) Meningkatkan keunggulan bersaing berkelanjutan mengingat inovasi teknologi sangat mudah untuk ditiru oleh pesaing.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh Graeff (1996) dalam Rahma, (2007:30) menyebutkan bahwa perkembangan pasar yang begitu pesat, akan mendorong konsumen untuk lebih mempertimbangkan citra merek dibangingkan memperhatikan karakteristik produk yang ditawarkan. Kondisi tersebut menunjukan bahwa produk berada dalam psosisi “mature” pada daur hidup produk. Meliputi proprietari, competitive dan image stage. Proprietari menjelaskan bahwa merek mampu menunjukan keunikan suaut produk di pasar. Competitive menjelaskan bahwa merek mampu menjelaskan suatu produk memiliki keunggulan bersaing yang kan menggerakan pesaing untuk melakukan pengembangan produk agar dapat bertahan di pasar. Sedangkan

(56)

38 Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan pendapat para ahli bahwa merek adalah asosiasi merek yang ada dibenak konsumen, dimana diciptakan oleh uatu asosisasi merek yang kuat, unik dan baik. Dan asosiasi konsumen terhadap merek menentukan citra merek.

b. Pengukuran citra merek berdasarkan aspek sebuah merek

Menurut Keller (2008:56) bahwa pengukuran sebuah merek dapat dilakukan berdasarkan pada aspek sebuah merek, yaitu:

strength, uniqueness, dan favourable :

1) Kekuatan (strength)

Strength mengarah pada berbagai keunggulan-keunggulan yang dimiliki merek bersangkutan yang bersifat fisik, dan tidak ditemukan pada merek lainya. Seperti desain produk, produk memiliki kualitas yang baik, dan nama merek yang sudah memiliki reputasi dibidang dunia teknologi. Keunggulan merek itu mengacu pada atribut-atribut fisik atas merek bersangkutan sehingga bisa dianggap sebagai sebuah kelebihan dibandingkan merek lainya.

2) Favourability

Favourability mengarah pada kemampuan merek untuk mudah diingat oleh pelanggan. Termasuk dalam kelompok

(57)

39 maupun kesesuaian antara kesan dibenak pelanggan dengan citra yang diinginkan perusahaan atas merek bersangkutan. 3) Keunikan (uniqueness)

(58)

40 B. Penelitian Terduhulu

(59)
(60)
(61)

43 C. Kerangka Pemikiran

(62)

44 Gambar 2.2

Kerangka pemikiran

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Perpindahan Merek Telepon Seluler

Merek Lain ke Merek Samsung

Periklanan

1. Kekuatan (strength) 2. Keunikan

3. Favourable Ketidakpuasan

konsumen 1. Kinerja (performance) 2. Fitur (feature)

3. Kehandalan (reliability) 4. Daya tahan (durability) 5. Keseuaian

(63)

45 D. Hipotesis

(64)

46 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Objek penelitian kali ini dilakukan pada produk telepon seluler merek Samsung. Sedangkan subjek penelitian ini adalah para Mahasiswa/i Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang pernah memakai atau menggunakan telepon merek lain lalu berpindah menjadi merek Samsung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel periklanan, harga, ketidakpuasan konsumen, dan citra merek mampu mempengaruhi konsumen sehingga melakukan perpindahan merek yang sebelumnya merek telepon seluler lain menjadi merek Samsung.

B. Metode Penentuan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009:80). Populasi pada penelitian ini adalah pengguna telepon seluler/Smartphone merek Samsung di Jakarta.

(65)

47 (2005:108) tidak ada ukuran sampel minimal yang diterima dalam analisis faktor. Memang, semakin besar jumlah sampel maka analisis faktor semakin akurat. Sebaiknya ukuran sampel berjumlah 100 orang atau lebih. Jangan melakukan analisis faktor kalau jumlah sampel kurang dari 50, namun ketentuan ini tidak mutlak. Sebagai aturan umum, jumlah responden minimal adalah tiga kali jumlah variabel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 orang.

Metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non probability sampling yaitu metode pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui cara

accidental sampling yang merupakan teknik penentuan sampling berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono, 2010:67)

C. Metode Pengumpulan Data

(66)

48 1. Data Primer

Cara mendapatkan data dari sumber pertama yang menjadi objek penelitian melalui penyebaran kuesioner dengan pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan yang tidak memberikan kebebasan kepada responden karena alternatif jawaban sudah ditentukan oleh peneliti.

Dalam penelitian ini pengukuran yang digunakan untuk mengukur tanggapan responden adalah dengan memakai skala ordinal, yaitu skala yang tidak hanya mengkategorikan variabel-variabel untuk menunjukan perbedaan diantara berbagai kategori, tetapi juga mengurutkan kedalam beberapa cara ( Sekaran, 2006:17)

Pertanyaan pertanyaan pada penelitian kali ini dibuat dengan skala likert. Skala likert merupakan skala yang dapat memperlihatkan tanggapan konsumen terhadap karakteristik suatu produk (sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju). Informasi yang diperoleh dengan skala likert berupa skala pengukuran ordinal, oleh karenanya terhadap hasilnya hanya dapat dibuat rangking tanpa dapat diketahui berapa besarnya selisih antara satu tanggapan ke tanggapan lainya (Durianto, 2004:41). Skala likert sebagai berikut :

 Sangat setuju (SS) = Diberi bobot / skor 5  Setuju (S) = Diberi bobot / skor 4

 Ragu-ragu (R) = Diberi bobot / skor 3  Tidak setuju (TS) = Diberi bobot / skor 2

(67)

49 2. Data sekunder

Yaitu data yang diambil dengan melakukan studi kepustakaan, yang diperoleh dengan membaca buku-buku teori yang berhubungan dengan permasalahan penelitian untuk memperoleh landasan teoritis yang berguna dalam mempertanggungjawabkan penelitian ini, literatur, tabloid, surat kabar, majalah, jurnal, dan lainya. Peneliti juga menggunakan Internet sebagai media untuk mendapatkan bahan/data yang diperlukan.

D. Metode Analisi Data

1. Uji Kualitas Data

Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dan menentukan.Pada tahap inilah data diolah sedemikian rupa sehingga berhasil disimpulkan kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan-persoalan yang diajukan dalam penelitian.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis faktor. a. Uji Validitas Data

(68)

50 mendefinisikan suatu variabel.Daftar pertanyaan ini pada umumnya mendukung suatu kelompok variabel tertentu.Suatu kuesioner dikatakan valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. (Sugiyono, 2004:172).

Untuk dapat melihat sebuah instrument penelitian itu berguna

atau tidak, dapat dilakukan uji validitas terhadap beberapa

pertanyaan, dengan mengambil responden sebanyak 20 orang.

Selanjutnya adalah membandingkan nilai r hitung dengan r tabel

untuk degree of freedom (df)= n-2.n adalah jumlah sampel

(Sarwono, 2006:226).

b. Uji Reliabilitas Data

(69)

51 Reliabilitas suatu instrument dikatakan baik jika memiliki Cronbach Alpha> 0,60 (Ghozali, 2006:46)

2. Analisis Faktor

a. Konsep Dasar Analisis Faktor

Analisis faktor adalah salah satu keluarga analisis multivariate

yang bertujuan untuk meringkas atau mereduksi variabel amatan secara keseluruhan menjadi beberapa variabel atau dimensi baru, akan tetapi variabel atau dimensi baru yang terbentuk tetap mampu mempresentasikan variabel utama. Analisis faktor berguna untuk mengelompokkan variabel penelitian atau menemukan dimensi- dimensi yang diteliti. (Santoso 2007).

Menurut Suliyanto (2005:114) analisis faktor adalah suatu teknik untuk menganalisis tentang saling ketergantungan (Interdependence) dari beberapa variabel secara simultan dengan tujuan untuk menyederhanakan dari bentuk hubungan antara beberapa variabel yang diteliti menjadi sejumlah faktor yang lebih sedikit daripada variabel yang diteliti, yang berarti dapat juga menggambarkan tentang struktur data dari suatu penelitian.

(70)

52 dengan cara mendefinisikan satu set kemasan variabel atau dimensi dan sering disebut dengan faktor. (Ghozali, 2006:303)

b. Fungsi Analisis Faktor

Malhotra (2009) menjelaskan kegunaan analisis faktor yaitu: 1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari dan

menerangkan korelasi diantara satu set variabel.

2) Mengidentifikasi suatu variabel faktor baru yang lebih kecil, menetapkan variabel-variabel yang semula berkolerasi dengan analisis multivarian atau analisis regresi atau di diskriminan. 3) Mengidentifikasi tidak tepat kecil variabel dari tidak tepat besar

variabel untuk digunakan dalam analisis multivarian selanjutnya.

c. Proses Analisis Faktor

Menurut Santoso (2007:59), proses utama analisis faktor meliputi hal- hal berikut:

1) Menentukan variabel apa saja yang akan diteliti

2) Menguji variabel-variabel yang telah ditentukan dengan metodeBarlett Test of Sphericity atau Measure of Sampling Adequancy(MSA). Pada tahap awal analisis faktor ini dilakukan penyaringan terhadap sejumlah variabel, hingga terdapat variabel-variabel yang memenuhi syarat untuk dianalisis.

(71)

53

factoring ; proses ini akan mengekstrak satu atau lebih faktor dari variabel- variabel yang tidak lolos pada uji variabel sebelumnya.Dalam analisis faktor dikenal dua pendekatan utama, yaitu:

a) Exploratory factor analysis (EFA), dengan menggunakan EFA banyaknya faktor yang akan terbentuk tidak ditentukan terlebih dahulu, justru dicari sampai data menjawab kebutuhan dalam menerangkan keragaman data variabel-variabel asal.

b) Confirmatory factor analysis (CFA), yaitu banyaknya faktor yang terbentuk telah ditetapkan terlebih dahulu.

4) Membuat matriks korelasi

(72)

54 Tabel 3.1

Ukuran ketepatan KMO

Ukuran KMO Rekomendasi

0,9 Sangat Setuju

0,8 Setuju

0,7 Ragu-ragu

0,6 Tidak Setuju

0,5 Sangat Tidak Setuju

<0,5 Ditolak

Sumber : Suliyanto (2004:125) a) KMO

KMO uji yang nilainya berkisar antara 0 sampai 1 ini mempertanyakan kelayakan (Appropriateness) analisis faktor. Apabila nilai indeks tinggi (berkisar antara 0,5 sampai 1,0) analisis faktor layak dilakukan. Sebaliknya, jika nilai KMO dibawah 0,5 analisis faktor tidak layak dilakukan.

b) Barlett Test

Barlett test merupakan tes statistik untuk menguji apakah betul-betul variabel yang dilibatkan berkolerasi. Nilai barlett test didekati dengan nilai chi-sequare.

c) Uji Measure of Sampling Adequency (MSA)

Pada uji MSA angkanya haruslah berada pada 0 sampai 1, dengan kriteria:

(73)

55  MSA > 0,5; Variabel masih bisa diprediksi dan bisa

dianalisis lebih lanjut

 MSA < 0,5; Variabel tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dianalisis lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel lainnya.

5) Menentukan ketetapan model

Pada dasarnya, model analisis faktor dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

a) Principal Components Analysis

principal components analysismerupakan model dalam analisis faktor yang tujuannya untuk melakukan prediksi terhadap sejumlah faktor yang akan dihasilkan.

b) Common Factor

Common factormerupakan model dalam analisis faktor yang tujuannya untuk mengetahui struktur dari variabel yang diteliti (karakteristik dari observasi).

6) Menentukan jumlah faktor

Untuk menentukan banyaknya jumlah faktor yang terbentuk dalam analisis faktor dapat digunakan beberapa pendekatan berikut:

a) Penentuan berdasarkan apriori

(74)

56 b) Penentuan berdasarkan eigenvalue

Untuk menentukan jumlah faktor yang terbentuk dapat didasarkan pada eigenvalue.Jika suatu variabel memiliki

eigenvalue> satu, dianggap sebagai suatu faktor, sebaliknya jika suatu variabel hanya memiliki eigenvalue < satu, tidak dimasukkan dalam model.Dalam penelitian ini peneliti menentukan jumlah faktor dengan menggunakan nilai

eigenvalue> 1.Susunan eigenvalue selalu diurutkan dari yang terbesar sampai terkecil.

c) Penentuan berdasarkan screen plot

Screen plot pada dasarnya merupakan grafik yang menggambarkan hubungan antara faktor dengan eigenvalue, pada sumbu Y menunjukan eigenvalue, sedangkan pada sumbu X menunjukan jumlah faktor. Untuk dapat menentukan berapa jumlah faktor yang diambil, ditandai dengan slop yang sangat tajam antara faktor yang satu dengan faktor berikutnya.

(75)

57 Sedangkan apabila menggunakan kriteria kumulatif persentase varian, besarnya nilai kumulatif varian > 60%. 7) Rotasi faktor

Alat terpenting untuk interpretasi terhadap faktor adalah rotasi faktor.Tujuan rotasi faktor untuk memperjelas variabel yang masuk kedalam faktor tertentu. Ada beberapa metode rotasi, Ghozali (2006:254)

1) Rotasi orthogonal yaitu memutar sumbu 900. Proses rotasi orthogonal dibedakan menjadi quartimax, varimax, dan equamax. Dalam penelitian ini proses rotasi yang digunakan adalah varimax.

2) Rotasi oblique yaitu memutar sumbu ke kanan, tetapi tidak harus 900. Proses rotasi oblique dibedakan lagi menjadi

oblimin, promax, dan ortholique.

8) Interpretasi faktor

Menurut Suliyanto (2005:124) interpretasi faktor dilakukan dengan mengklasifikasikan variabel yang mempunyai faktor loading diatas 0,5. Variabel dengan faktor loading kurang dari 0,4 dikeluarkan dari model:

1) Penentuan skor faktor

(76)

58 tidak terlalu ditekankan, karena pembahasannya tidak dilanjutkan kepada multivariet.

2) Penyeleksian Surrogate Variable

Penyeleksian surrogate variableadalah mencari salah satu variabel dalam setiap faktor sebagai wakil dari masing-masing faktor. Pemilihan ini didasarkan pada nilaifactor loadingtertinggi.

E. Operasional variabel

(77)

59 Tabel 3.2

Operasional Variabel Penelitian

Variabel Sub Variabel Indikator Skala

Periklanan (Husein Umar, 2005:246)

Mengetahui 1. Menarik Perhatian

(Attention) Ordinal

2. Ketertarikan

Konsumen (Interest) Terpengaruh 3. Menggerakan

Keinginan (Desire) 4. Meyakinkan Calon

Pembeli (Conviction) Bertindak Untuk

Melakukan Pembelian

5. Tindakan Keputusan Pembelian Konsumen (Action)

Harga (Kotler dan Amstrong 2008)

Kebijakan Harga 6. Kesesuaian Harga yang

Ditawarkan Ordinal

7. Harga Terjangkau 8. Harga Stabil Penyesuaian

Harga

Gambar

Gambar 2.2 Kerangka pemikiran
 Tabel 3.1 Ukuran ketepatan KMO
Tabel 3.2
  Tabel 4.1 Hasil Tryout untuk Uji Validitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan hak bebas ror''alti non-ekskiusif ini Uruversitas Sebelas Maret berhak menyimpan, mengalihmediakan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database),

program-program yang diadakan sekolah dalam upaya meningkatkan. kemampuan tetapi lebih bersifat mandiri, kreatif

Persentase ibu rumah tangga yang melaksanakan tindakan pencegahan DBD dengan baik lebih tinggi pada responden yang menunjukkan sikap positif (81%) dibandingkan dengan

Hasil : Penanganan bahaya infeksius juga sudah dapat dikendalikan dengan adanya pemeriksaan kesehatan pada semua petugas laundry yang mengacu pada Peraturan

 Presentasi per kelompok Papan tulis dan OHP Membuat sebuah aplikasi Java berbasis objek dengan metoda polymorphism dan inheritance. Buku 2 :

Skripsi dengan judul “ Pembelajaran Al-Quran Melalui Metode Thoriqotydi SMA Plus Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Sanan Kulon Blitar ” yang ditulis oleh Uci Fauziyah, NIM..

Tujuan umum Penelitian ini, adalah untuk menjawab dan mendeskripsikan tentang Penggunaan musik Dangdut dan Dangdut Cirebonan pada sajian kesenian Buroq grup Putra

[r]