• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MORAL SISWA DI KELAS I SD ST. ANTONIUS II MEDAN T.A 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MORAL SISWA DI KELAS I SD ST. ANTONIUS II MEDAN T.A 2015/2016."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MORAL SISWA DI KELAS I

SD ST. ANTONIUS II MEDAN T.A 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

MARIA SARI NAIBAHO NIM. 1123111050

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

RIWAYAT HIDUP

1. Latar Belakang Keluarga

a. Nama : Maria Sari Naibaho

b. Tempat/ Tanggal Lahir : Medan, 29 Agustus 1995

c. Agama : Katolik

d. Nama Orang Tua

Nama Ayah : Hedin Naibaho (alm)

Nama Ibu : Esteria Sidabutar

e. Perkerjaan

Ayah :

-Ibu : Guru

f. Alamat Orangtua : Jl. Cempaka Gang Serasi Lk III No. 7

Medan

2. Riwayat Pendidikan

a. Sekolah Dasar : SD RK St. Ignatius Medan 2000 - 2006

b. Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 40 Medan 2006 - 2009

c. Sekolah Menengah Atas : SMA Negeri 12 Medan 2009 - 2012

(6)

ABSTRAK

Maria Sari Naibaho, 1123111050, Hubungan Komunikasi Interpersonal Orang Tua Terhadap Perilaku Moral Siswa Di Kelas I SD St. Antonius II Medan T.A 2015/2016, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2016.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif survei. Penelitian ini dilakukan karena adanya anak yang berkata tidak jujur, berkata dengan membentak kepada teman dan gurunya, mengganggu temannya pada saat di dalam kelas atau pada saat bermain, anak ribut di dalam kelas, mengeluarkan kata-kata yang kurang baik juga ada anak yang suka melawan pada apa yang gurunya katakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif hubungan komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku moral siswa di kelas I SD St. Antonius II Medan T.A 2015/2016.

Variabel bebas adalah komunikasi interpersonal orang tua dan variabel terikat perilaku moral siswa. Instrumen pengumpulan data yaitu lembar angket untuk orang tua dan lembar pengamatan untuk meneliti perilaku moral siswa. Teknik analisis data yang digunakan ialah uji validitas, uji normalitas, uji korelasi data, uji hipotesis dan indeks korelasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel nonprobabilitas yaitu keseluruhan dari jumlah anak yang ada pada kelas 1-B dengan jumlah sampel 44 anak.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap uji normalitas dan uji linearitas dapat diketahui bahwa data variabel komunikasi intrepersonal orang tua dan perilaku moral siswa berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linear. Setelah diuji korelasinya dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif antara komunikasi interpersonal dengan perilaku moral siswa di kelas I SD St. Antonius II Medan. Hal ini menunjukkan hasil perhitungan terlihat Harga koefisien korelasi terhadap komunikasi interpersonal orang tua sebesar 0,992dan

setelah diuji keberartian ternyata pada taraf signifikan α = 0,05. Harga thitung> ttabel

(0,992 > 0,297) sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku moral siswa dinyatakan berarti, Ho ditolak dan Ha diterima. Dan besarnya indeks kontribusi yang positif yang terdapat pada komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku moral sebesar 2,25%.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang

telah memeberikan karunia dan kekuatan dalam penyelesaian skripsi ini yang

berjudul Hubungan Komunikasi Interpersonal Orang Tua Terhadap Perilaku Moral Siswa Di Kelas I SD St. Antonius II Medan T.A 2015/2016 guna memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan di

Fakultas Ilmu Pendiidkan Universitas Negeri Medan. Peneliti juga mengucapkan

terima kasih kepada keluarga, khususnya kepada almarhum ayah tercinta (H.

Naibaho) beserta ibu tercinta (E. Sidabutar) dan kedua abang (Alfred Effendi

Naibaho, Berintus Naibaho) dan kakak (Yoseva Okta Marini Naibaho) yang

senantiasa memberikan doa, dukungan, semangat, bantuan dan saran kepada

peneliti.

Peneliti menyadari bahwa tanpa bantuan pihak lain maka peneliti tidak

mampu menyelesaikan penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan

terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian

penelitian ini. Ucapan terima kasih peneliti tujukan kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Dr. Nasrun, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Medan sekaligus dosen pembimbing skripsi peneliti

yang telah bersedia memberikan waktu, pemikiran dan bantuan untuk

penyelesaian skripsi ini. Terima kasih atas bimbingan, arahan, dan saran

(8)

3. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS selaku Wakil Dekan Bidang Akademik,

Bapak Drs. Aman Simaremare, MS selaku Wakil Dekan Bidang Umum

dan Keuangan serta Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd selaku Wakil

Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Negeri Medan.

4. Bapak Drs. Khairul Anwar, M.Pd selaku Ketua Jurusan PPSD Fakultas

Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan sekaligus Dosen Penguji III

yang telah banyak memberikan saran dalam penyempurnaan skripsi ini.

5. Ibu Dr. Naeklan Simbolon, M.Pd selaku Sekretaris Jurusan PPSD yang

turut membantu peneliti dalam penyusunan skripsi ini.

6. Bapak Drs. Robenhart Tamba M.Pd selaku dosen pembimbing akademik

yang telah membantu peneliti dalam masa perkuliahan dan dalam

penyelesaian skripsi ini.

7. Bapak Dr. Irsan Rangkuti, M.Pd selaku dosen penguji I yang bersedia

meluangkan waktu untuk menguji peneliti dalam

mempertanggungjawabkan skripsi ini. Terima kasih atas waktu, saran dan

arahan yang diberikan kepada peneliti.

8. Ibu Dra. Erlinda Simanungkalit, M.Pd selaku dosen penguji II yang

bersedia meluangkan waktu untuk menguji peneliti dalam

mempertanggungjawabkan skripsi ini. Terima kasih atas waktu, saran dan

(9)

9. Teristimewa untuk almarhum ayah tercinta yang selalu mendoakan,

memberikan arahan, bimbingan, dukungan, dan bantuan kepada peneliti.

Beserta Ibu terkasih yang selalu mendoakan dan memberikan semangat

sehingga penyusunan skripsi ini berjalan dengan baik.

10. Terima kasih kepada Sr. Serafina Gultom, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD

St. Antonius II Medan yang telah memberikan izin penelitian serta seluruh

guru, pegawai, dan tata usaha yang bekerja di SD St. Antonius II Medan.

11. Sahabat-sahabat terkasih Sixters (Siska Enjelin Hulu, Rumindang

Seprinauli Sianturi, Perianti Br. Sagala, Wanda Aprilin Sitompul, Saodor

Simbolon) yang telah menemani peneliti dalam suka maupun duka,

memberikan semangat, doa, masukan dan dukungan.

12. Teman-teman terkasih Frans Warren Sitanggang, Putri Marisi Sitanggang,

David Romulo Naibaho, Dewi Selfransiska, Fadia dan Arif yang

senantiasa selalu menemani peneliti dalam suka maupun duka serta selalu

menemani peneliti dan memberikan semangat dalam penyusunan skripsi

ini.

13. Terima kasih kepada keluarga besar UK-KMK St. Martinus UNIMED

khususnya kepada Cenny Uli Lumbantoruan, Rika Samosir, Jenny Flora

Saragi, Ayu Fransinta Tea Ginting, Avedhita Tarigan, Graciana Manalu,

Felix M. Sihombing, Kak Helena Turnip dan khususnya teman-teman

Gelora Teater yang telah memberikan semangat, bantuan serta doa dalam

(10)

14. Teman-teman C-Reguler 2012 FIP UNIMED yang sangat membantu

dalam memberikan motivasi dan bantuan bagi peneliti sehingga dapat

menyelesaikan penulisan skripsi ini.

15. Teman-teman PPLT SD Negeri 101770 Tembung (Dewi Puspita

Sukmana, Widya Syahfitri, Mariati Siregar, Desi Hartini Dalimunte, Atika

Khairani Putri, Adrina, Silvia Mutiara Dewi) yang telah memberikan

semangat dan bantuan kepada peneliti dalam penyusunan skripsi ini.

16. Semua pihak yang telah membantu baik ketika menjalani masa

perkuliahan maupun ketika menjalani proses penyusunan skripsi. Peneliti

meminta maaf karena tidak dapat menyebutkan satu per satu.

Peneliti menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penelitian ini.

Oleh karenanya, peneliti mengharapkan adanya masukan dan saran yang sifatnya

membangun dari semua pihak, guna menyempurnakan penelitan ini agar menjadi

jauh lebih baik. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Medan, 01 April 2016

Peneliti

(11)

DAFTAR ISI 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah... 6

1.3 Batasan Masalah ... 6

1.4 Rumusan Masalah... 6

1.5 Tujuan Penelitian ... 7

1.6 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kajian Teori... 9

2.1.1. Komunikasi Interpersonal... 9

2.1.1.1. Pengertian Komunikasi Interpersonal... 9

2.1.1.2. Komponen-Komponen Komunikasi Interpersonal ... 11

2.1.1.3. Proses Komunikasi Interpersonal ... 12

2.1.1.4. Komunikasi Interpersonal Orang Tua... 14

2.1.2. Perilaku Moral Anak... 16

2.1.2.1. Pengertian Perilaku Moral ... 16

2.1.2.2. Perilaku Moral Antisosial Pada Anak... 17

2.1.2.3. Perilaku Moral Prososial Pada Anak ... 18

(12)

2.2. Kerangka Berpikir ... 23

2.3. Hipotesis Penelitian... 24

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Jadwal Penelitian... 25

3.2. Populasi Dan Sampel ... 26

3.2.1. Populasi... 26

3.2.2 Sampel... 26

3.3.Metode Penelitian... 27

3.4. Variabel Penelitian Dan Defenisi Operasional ... 27

3.4.1. Variabel Penelitian... 27

3.4.2. Definisi Operasional ... 28

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 28

3.5.1. Instrumen Penelitian ... 28

3.5.2. Uji Coba Instrumen... 32

3.5.3 Uji Validitas ... 33

3.5.4 Uji Reliabilitas ... 33

3.6. Teknik Analisis Data... 35

3.6.1. Uji Persyaratan Analisis... 35

3.6.2. Uji Normalitas... 36

3.6.3. Uji Linieritas ... 37

3.6.4. Uji Hipotesis Penelitian ... 37

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1. Deskripsi Data Penelitian ... 39

4.1.1.Deskripsi Data Variabel Komunikasi Interpersonal Orang tua (X)... 39

4.1.2. Deskripsi Data Variabel Perilaku Moral Siswa (Y) ... 41

(13)

4.1.3.1 Tingkat Kecenderungan Data Variabel Komunikasi

Interpersonal Orang Tua (X)... 43

4.1.3.2 Tingkat Kecenderungan Data Variabel Perilaku Moral Siswa (Y) ... 44

4.2 Uji Persyaratan Analisis ... 45

4.2.1 Uji Normalitas ... 45

4.2.2 Uji Linearitas Dan Uji Keberartian Regresi ... 46

4.3 Pengujian Hipotesis... 48

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 48

Bab V Kesimpulan Dan Saran 5.1 Kesimpulan ... 51

5.2 Saran ... 52

(14)

DAFTAR TABEL

No DAFTAR TABEL HALAMAN

1. 2. 3. 4. 5.

Jadwal Kegiatan Penelitian

Kisi-Kisi Angket Komunikasi Interpersonal Orangtua (X)

Penskoran Skala Model Likert

Kisi-Kisi Pengamatan Perilaku Moral Anak (Y)

Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi 25

29

31

31

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Angket Komunikasi Interpersonal Orang tua ... 54

2. Lembar Pengamatan Perilaku Moral Anak... 57

3. Kriteria Penilaian Pengamatan Perilaku Moral Anak... 58

4. Hasil Uji Coba Angket Komunikasi Interpersonal Orang Tua ... 61

5. Hasil Perhitungan Validitas Angket Komunikasi Interpersonal Orang Tua ... 62

6. Perhitungan Reliabilitas Variabel Komunikasi Interpersonal Orang Tua ... 64

7. Data Hasil Penelitian Variabel Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dan Vaeriabel Perilaku Moral Anak ... 68

8. Perhitungan Mean Dan Standar Deviasi Dan Data Distribusi Frekuensi Dari Data Ubahan Penelitian ... 70

9. Identifikasi Tingkat Kecenderungan Data Variabel Penelitian ... 77

10. Uji Normalitas Sebaran Data Masing-Masing Variabel Penelitian ... 81

11. Perhitungan Regresi Sederhana Dan Uji Kelinieran Regresi Variabel Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dan Variabel Perilaku Moral Anak ... 96

12. Perhitungan Koefisien Korelasi Antara Variabel Penelitian ... 101

13. Perhitungan Indeks Korelasi Antara Variabel Penelitian ... 102

(16)

DAFTAR GAMBAR

1. Proses Komunikasi Interpersonal ... 13

(17)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Anak merupakan aset keluarga yang harus dijaga dengan baik, kelak

mereka akan menjadi aset bangsa dan negara, yang akan menentukan masa depan

bangsa dan negara, sehingga diperlukan bimbingan dan pengawasan yang baik

serta ketat untuk menghasilkan penerus-penerus yang bermoral baik, berwawasan

jauh serta paham akan fungsinya sebagai generasi penerus. Sebelum anak-anak

tiba ke tangan pendidik atau guru di sekolah, keluarga merupakan tempat pertama

anak belajar. Keluarga sebagai unit masyarakat yang terkecil memiliki peran yang

sangat strategis dalam pembentukan kepribadian seseorang.

Realitas perubahan zaman yang terus bergerak dinamis telah menyebabkan

perubahan dalam berbagai aspek kehidupan dalam keluarga dan mempengaruhi

secara mendasar hubungan orang tua dan anak, dalam hal ini akan kurang

memperhatikan kesopanan terhadap orang tua dan kurang pedulinya anak

terhadap orang lain, serta ikatan dengan keluarga yang lebih renggang dan kontak

antar anggota keluarga yang berkurang. Berbagai perubahan oleh faktor

perkembangan zaman tentu saja menuntut adanya kualitas manusianya yang

mampu bekerja dengan etos kerja tinggi, menghargai waktu, berorientasi ke masa

depan, mampu bekerja sama dengan orang lain dan menghargai prestasi. Salah

satu upaya untuk meningkatkan kualitas manusia tersebut adalah melalui

(18)

2

Pada dasarnya pendidikan merupakan upaya pengembangan kemampuan

dan kepribadian manusia. Pendidikan sebagai suatu proses erat kaitannya dengan

pengembangan kemampuan dan kepribadian manusia yang berwawasan, berilmu,

bermoral dan berbudaya di masa datang. Jika di telaah lagi lebih mendalam dari

segi proses, maka pendidikan merupakan proses pencernaan dan iternalisasi nilai.

Oleh sebab itu, anak perlu mendapat pendidikan sedini mungkin.

Pembentukkan yang terjadi pada masa anak-anak (usia 6-7 tahun),

membutuhkan suatu peranan baik itu internal atau yang lebih dikenal dengan

orang tua dan juga eksternal atau peran lingkungan dimana anak itu berada.

Dalam pembentukan dan perkembangannya, anak-anak merupakan makhluk yang

membutuhkan perhatian dari orang tua, kasih sayang yang diberikan padanya dan

tempat untuk anak mendapatkan perlindungan yang didapatkan anak dari orang

tuanya.

Perkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat

rendah. Pada tahap ini, penalaran moral terkait dengan punishment. Sebagai

contoh, anak berpikir bahwa mereka harus patuh karena mereka takut hukuman

terhadap perilaku yang membangkang dan takut akan hukuman yang akan

diterima jika ia melanggar aturan yang telah diberikan kepadanya. Hal ini

disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik

dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang

benar dan salah. Ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti

peraturan-peraturan karena tidak mengerti manfaat baginya sebagai anggota kelompok

(19)

3

Ketika dilahirkan, anak-anak memiliki pemahaman perilaku moral yang

kosong atau disebut dengan imoral. Tetapi dalam dirinya terdapat potensi moral

yang siap untuk dikembangkan. Karena itu, melalui pengalamannya

berkomunikasi dengan orang lain khususnya dengan orang tua selaku pendidik

utama dan pertama baginya, anak belajar memahami tentang perilaku mana yang

baik dan mana yang tidak.

Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan

manusia lainnya. Jika orang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain, ia

akan merasa terisolasi dari masyarakatnya. Manusia membutuhkan komunikasi

untuk membangun sebuah konsep diri, selain itu dengan komunikasi manusia

dapat mengaktualisasikan diri untuk kelangsungan hidup dan untuk memperoleh

kebahagiaan. Melalui komunikasi kita tumbuh dan belajar, kita menemukan

pribadi kita dan orang lain, kita bergaul, bersahabat, menemukan kasih sayang,

bermusuhan, membenci orang lain, dan sebagainya.

Secara kodrati manusia perlu berkomunikasi sejak masih bayi sampai

akhir hayatnya, atau ungkapan lain untuk menggambarkan hal ini adalah secara

empiris tiada kehidupan tanpa komunikasi secara interpersonal. Sepanjang

rentang kehidupan, manusia tidak terlepas dari aktivitas komunikasi interpersonal.

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi interpersonal sangat erat kaitannya

antara anak dan orang tua. Pada kehidupan anak, perilaku moral anak merupakan

apa yang ditangkap/direspon oleh anak dari orang tua terlebih yang utama dan

pertama dikenal oleh anak. Pada tahap ini, penalaran moral terkait dengan

punishment. Sebagai contoh, anak berpikir bahwa mereka harus patuh karena

(20)

4

Orang tua merupakan bagian terpenting dalam keluarga karena orang tua

sebagai pendidik utama dalam keluarga sangat menentukan pertumbuhan dan

perkembangan seorang anak, dalam hidup dan penghidupannya. Karena itu tugas

orang tua sebagai pendidik tidaklah dapat dipisahkan dari bagaimana kelak

perilaku moral anak-anak. Ada anak yang berkata tidak jujur, berkata dengan

membentak kepada teman dan ibu gurunya, mengganggu temannya pada saat di

dalam kelas atau pada saat bermain, mengeluarkan kata-kata yang kurang baik,

ribut di dalam kelas, dan ada juga anak yang suka melawan pada apa yang

gurunya katakan. Perilaku moral yang demikian terpengaruh oleh adanya

komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak.

Sebagai orang tua yang merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak

tak jarang diantara mereka yang mengabaikan bagaimana cara orang tua

berkomunikasi dengan anaknya. Dalam hal ini, perilaku anak terbentuk melalui

proses pembiasaan yang diterima oleh anak karena perilaku orang tua. Jika

perilaku moral anak tersebut semakin melekat pada anak dan bertambah sulit

untuk dihilangkan.

Komunikasi interpersonal merupakan jenis komunikasi yang sangat erat

kaitannya dengan kehidupan manusia. Komunikasi interpersonal terjadi antara

individu dan individu lainnya dimana hal ini merupakan proses penyampaian dan

penerimaan informasi dengan maksud dan tujuan yang sama. Dimana komunikasi

interpersonal adalah salah satu keharusan bagi manusia, hal ini dikarenakan

dengan berkomunikasi kebutuhan manusia akan terpenuhi. Komunikasi

(21)

5

terjadi pada anak dapat membentuk perilaku moral yang baik bagi diri anak.

Untuk menjadikan perilaku moral anak yang baik hendaknya sebagai orang tua,

haruslah bijak menyikapi tentang perilaku moral anak dan bagaimana lingkungan

menemani anak-anak dalam pengalaman keseharian anak dan orang tua juga perlu

untuk memperhatikan bagaimana caranya mereka untuk berkomunikasi dan

mengkomunikasikan sesuatu kepada anak.

Berdasarkan hasil observasi peneliti di SD St. Antonius II Medan, peneliti

banyak melihat beraneka ragam perilaku moral yang menyimpang yang tampak

pada anak-anak. Ada anak yang berkata tidak jujur, berkata dengan membentak

kepada teman dan ibu gurunya, mengganggu temannya pada saat di dalam kelas

atau pada saat bermain, mengeluarkan kata-kata yang kurang baik. Ada juga anak

yang suka melawan pada apa yang gurunya katakan. Perilaku moral yang

demikian terpengaruh oleh adanya komunikasi interpersonal orang tua dan anak.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti berusaha untuk

membahas dan menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal yang terjadi di

lingkungan keluarga antara orang tua dengan anak dan pada perilaku moral anak

dengan asumsi bahwa terdapat hubungan yang positif antara komunikasi

interpersonal orang tua terhadap perilaku moral anak, dengan maksud semakin

positif komunikasi interpersonal orang tua maka semakin baik perilaku moral

anak. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul:

“Hubungan Komunikasi Interpersonal Orang Tua Terhadap Perilaku Moral Siswa

(22)

6

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diidentifikasi masalah

penelitian sebagai berikut :

1. Anak sering berkata tidak jujur.

2. Berbicara dengan teman sebayanya dengan berteriak.

3. Kurangnya sopan-santun siswa kepada gurunya.

4. Anak sering berkata tidak baik.

5. Orang tua kurang memperhatikan cara berkomunikasi yang baik kepada

anak.

6. Kurangnya bimbingan guru dalam pembentukan perilaku moral siswa.

1.3 Batasan Masalah

Karena adanya keterbatasan pengetahuan, waktu, dan dana yang dimiliki

peneliti, maka peneliti memberi batasan masalah yaitu dapat dirumuskan:

“Hubungan komunikasi interpersonal orang tua terhadap perilaku moral siswa di

kelas I SD St. Antonius II Medan T.A 2015/2016”.

1.4 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat

hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal orang tua dan anak

(23)

7

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti ialah:

1. untuk mengetahui komunikasi interpersonal orang tua siswa di kelas I SD St.

Antonius II Medan.

2. untuk mengetahui perilaku moral siswa di kelas I SD St. Antonius II Medan

T.A 2015/2016.

3. untuk mengetahui terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi

interpersonal orang tua dengan perilaku moral siswa di kelas I SD St.

Antonius II Medan T.A 2015/2016.

1.6 Manfaat Penelitian

Sehubungan dengan penelitian yang akan dilaksanakan di atas, maka

penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis maupun

praktis.

a. Manfaat Teoritis

Memberi masukan terhadap perkembangan ilmu komunikasi khususnya

dalam perkembangan sebagai komunikasi interpersonal terhadap perilaku moral

siswa.

b. Manfaat Praktis 1) Bagi peneliti

Sebagai informasi bagi peneliti ataupun peneliti lain bagaimana suatu

(24)

8

2) Bagi orang tua

Sebagai masukan bagi orang tua agar dapat lebih mengerti bagaimana

proses komunikasi interpersonal dapat mempengaruhi perilaku moral anak.

3) Bagi Sekolah

Sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah, dengan pengambilan kebijakan

yang berkenaan dengan perilaku moral anak yang dialaminya mulai dari tempat

pertama anak memperoleh pendidikan yaitu dari rumah dimana agar sekolah dapat

memahami bagaimana posisi anak sejak dari rumah yang menjadi salah satu

(25)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan

bahwa:

1. Komunikasi interpersonal orang tua anak di kelas I-B SD St. Antonius II

Medan termasuk dalam kategori cukup dimana sebanyak 17 responden

(38,63%) termasuk kategori sedang dan sebanyak 15 responden 34,09%

termasuk dalam kategori cukup dan 7 respoden lainnya tergolong tinggi.

2. Perilaku Moral Siswa di kelas I-B SD St. Antonius II Medan termasuk

dikategorikan cukup dimana sebanyak 14 anak (31,81%) tergolong pada

kategori perilaku moral yang cukup dan kategori sedang sebanyak 19 anak

(43,18%) dan sebanyak 6 anak (13,63%) termasuk kategori tinggi.

3. Analisis korelasi product moment diperoleh rxy>rt yaitu 0,992> 0,297 pada

taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan

yang positif antara komunikasi interpersonal orang tua dengan Perilaku

Moral Siswa di kelas I-B SD St. Antonius II Medan.

4. Terhadap uji t diperoleh t hitung sebesar 6,50 sedangkan t tabel sebesar

2,01, dimana t hitung > t tabel yaitu 6,50 > 2,01 sehingga hipotesis yang

menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi

interpersonal orang tua dengan perilaku moral siswa kelas I di SD St.

Antonius II Medan T.A 2015/2016 dapat diterima. Artinya semakin tinggi

komunikasi interpersonal orang tua dengan anak, maka semakin baik

(26)

52

5.2 Saran

Berdasarkan uraian kesimpulan di atas maka saran yang dapat diajukan

adalah sebagai berikut:

 Bagi Orang tua

Bagi para orang tua hendaknya orang tua memperhatikan atau meluangkan

waktu agar intensitas komunikasi terjalin dengan baik dalam pembentukan

moral anak sejak dini.

 Bagi Guru

Dengan adanya hasil penelitian ini, hendaknya guru dan orang tua juga

menjalin hubungan komunikasi yang baik demi pertumbuhan dan

perkembangan moral anak.

 Bagi Sekolah

Sebagai wadah pembentukan dan pengembangan kemampuan yang sudah

dimiliki anak, perlunya diketahui bagaimana hubungan yang terjadi pada

anak dan orang tua untuk pengambilan kebijakan atas apa yang dilakukan

anak.

 Bagi Peneliti

Diperlukannya masukan-masukan dari berbagai sumber yang mendukung

hasil penelitian ini.

 Bagi Peneliti Lainnya

Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti lainnya, untuk meneliti

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Aw, Suranto. 2011. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

B Hurlock, Elizabeth. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

B Hurlock, Elizabeth. 1999. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Dirman, Cd & Juarsih, Cicih. 2014. Komunikasi Dengan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

Effendy, Onong Uchjana. 2002. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Effendy, Onong Uchjana. 2009. Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hasmayni. 2012. Psikologi Komunikasi. Medan: Mutiara.

http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8215/1/HILMI%20MU FIDAH-FITK.pdf diakses pada tanggal 14 Januari 2016.

https://slashedmoon.wordpress.com/2015/03/05/contoh-soal-uji-normalitas-secara-manual/ diakses pada tanggal 7 Maret 2016.

Iriantara, Yosal. 2014. Komunikasi Pembelajaran. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Martono, Nanang. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Meggit, Carolyn. 2013. Memahami Perkembangan Anak. Jakarta: Indeks.

Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Siregar, Syofian. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.

Referensi

Dokumen terkait

Indriyanti (2007) memaparkan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak yang ada dapat membantu anak dalam menghadapi masalah perilaku seks pranikah yang terjadi karena

Saya memberikan pandangan sinis setiap bertemu dengan teman atau adik kelas, yang suka melaporkan sikap yang telah saya lakukan terhadap dia, kepada orang

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber data bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang terkait dengan hubungan komunikasi interpersonal orangtua

Ha: Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan komunikasi interpersonal orang tua dengan perkembangan anak usia sekolah di SD Negeri No...

Ilmu Komunikasi Dalam Konteks Keperawatan untuk..

Bapak/ibu merespon/menanggapi dengan baik jika saya menceritakan masalah yang saya alami.. Bapak/ibu menegur jika saya kurang sopan berkomunikasi dengan

4) campur tangan; tidak adanya kebebasan bertingkah laku yang diberikan orang tua kepada anaknnya. Orang tua selalu turut campur dalam keputusan, rencana dan relasi anak, orang

Berkat limpahan kasih sayang dan hidayah Allah SWT kepada penulis, pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Kontrol Diri