Pengembangan Learning Management System (LMS) Di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka

196  Download (0)

Teks penuh

(1)

11 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Sekolah

Pada tahap ini merupakan tahap peninjauan terhadap tempat penelitian sekolah yaitu SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka, diantaranya sejarah singkat tentang sekolah, visi, misi, struktur organisasi sekolah dan deskripsi pekerjaan.

2.1.1 Sejarah SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka

SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka merupakan salah satu sekolah kejuruan swasta yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda Belakang No. 36 Cikuya Cicalengka Kabupaten Bandung, SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka berdiri pada tahun 2008, merupakan salah satu SMK swasta yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Semua kebijaksanaan dikeluarkan oleh Yayasan Putra Mandiri Indonesia (YPPMI) Bandung.

SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka memiliki 2 program keahlian yaitu: Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Kendaraan Ringan. SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka mengutamakan menanamkan nilai-nilai agama ke seluruh siswa, menjadi sekolah yang berkualitas unggul berlandaskan IMTAQ dan IPTEK serta menghasilkan tamatan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

2.1.2 Visi dan Misi Sekolah

SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka mempunyai visi dan misi yaitu sebagai berikut :

1. Visi

“Menyiapkan Peserta Didik yang Berkualitas, Berprestasi, dan Berakhlakul

(2)

12

2. Misi

Sekolah SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka sebagai sekolah kejuruan memiliki misi yaitu :

1. Meghasilkan tamatan yang memiliki ketaqwaan yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap keharmonisan lingkungannya.

2. Menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensi tinggi, mampu bersaing di pasar tenaga kerja nasional dan internasional (Global).

3. Menghasilkan tamatan yang mampu memenuhi tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk mengembangkan dirinya.

4. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang teknologi bagi masyarakat.

2.1.3 Wilayah Kerja dan Kegiatan Observasi

SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka berwilayah di Kabupaten Bandung, Jl. Ir. H Juanda Belakang, Desa Cikuya Cicalengka. Lahan SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka merupakan lahan milik sendiri dengan lokasi yang strategis dan dekat dengan dunia usaha dan industri, tidak jauh dari sekolah sudah banyak berdiri perusahaan-perusahaan besar yang biasa dipakai untuk tempat magang atau Praktek Kerja Lapangan oleh siswa-siswi SMK. SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka terletak di ketinggian +689 m DPL, kurang lebih 30 KM sebelah Timur Kota Bandung, merupakan daerah yang strategis karena terletak dalam jalur Lintas Selatan dan dekat dengan jalan raya dan stasiun kereta api.

(3)

13

sebelah Selatan SMK juga lahan kosong milik sendiri yang akan dibuat lapangan bulu tangkis dan futsal juga banyak terdapat rumah penduduk.

2.1.4 Kebijakan Sekolah

Sebagai salah satu unit pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Untuk mencapai sasaran menjadi sekolah yang berkualitas unggul dan menghasilkan tamatan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global, seluruh jajaran pimpinan dan seluruh staf SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka (guru dan tenaga kependidikan lainnya) berkomitmen untuk :

1. Meningkatkan prestasi putra Indonesia yang mandiri dan siap pakai; 2. Meningkatkan kesejahteraan warga sekolah;

3. Memberikan tugas yang jelas dan tuntas kepada guru dan TU sesuai dengan bidang dan kemampuannya;

4. Staf guru dan staf TU mendapat kesempatan yang sama dalam mengetahui program pelatihan dan kesra;

5. Semua kebijaksanaan dikeluarkan oleh Yayasan Pendidikan Putra Mandiri Indonesia (YPPMI) Bandung;

6. Menyelesaikan kasus dan segala bentuk permasalahan yang ada dengan cara musyawarah, adil dan bijaksana.

2.1.5 Logo SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka

Berikut merupakan logo dari SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka :

(4)

14

2.1.6 Badan Hukum SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka

SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka berdiri pada tahun 2008 dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Semua kebijaksanaan dikeluarkan oleh Yayasan Putra Mandiri Indonesia (YPPMI) Bandung.

2.1.7 Struktur Organisasi

Gambar di bawah ini adalah Bagan Struktur Organisasi SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka. (Gambar 2.2)

(5)

15

2.1.8 Deskripsi Pekerjaan

Deskripsi pekerjaan ini akan menerangkan tentang tugas pokok dan rincian tugas pengelola sekolah dalam mengetahui wewenang dan tanggung jawab dari masing bagian. Adapun deskripsi tugas pokok dan rincian tugas dari masing-masing bagian pengelola sekolah adalah sebagai berikut :

1. Kepala sekolah

Deskripsi fungsi dan tugas kepala sekolah yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.1 berikut :

Tabel 2.1 Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah

Fungsi Tugas

Sebagai Pemimpin 1. Menyusun perencanaan RAPBS beserta staf dan guru

2. Mengorganisasikan kegiatan 3. Melaksanakan pengawasan

4. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan 5. Menentukan kebijakan

6. Mengadakan rapat 7. Mengambil keputusan

8. Mengatur proses belajar mengajar

9. Mengatur administrasi : kantor, siswa, pegawai, perlengkapan

10.Mengatur organisasi siswa intra sekolah (OSIS)

2. 11. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha

Sebagai Administrator

(6)

16

4. Pengawasan 5. Kurikulum 6. Kesiswaan 7. Perlengkapan 8. Perpustakaan 9. Laboratorium

10. Ruang Keterampilan/Kesenian . Sebagai Supervisor 1. Kegiatan belajar mengajar

2. Kegiatan bimbingan karier 3. Kegiatan ekstrakulikuler 4. Kegiatan ketatausahaan 5. Kegiatan hubungan industri

6. Kegiatan kerjasama dengan kepala sekolah dapat mendelegasiakan kepada wakil kepala sekolah.

2. Wakil Kepala Sekolah

Deskripsi fungsi dan tugas wakil kepala sekolah yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.2 berikut :

Tabel 2.2 Fungsi dan Tugas Wakil Kepala Sekolah

Fungsi Tugas

Urusan Kurikulum

1. Menyusun program pengajaran

2. Menyusun pembagian tugas dan jadwal pelajaran 3. Menyusun jadwal dan pelaksanaan UTS, UAS serta

ujian akhir (UN)

(7)

17

5. Mengatur jadwal penerimaan buku laporan penilaian hasil belajar dan ijazah

6. Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan pelajaran

7. Menyusun laporan pelaksanaan pelajaran 8. Membina kegiatan MGMP

9. Melaksanakan pemilihan guru teladan dan membina kegiatan lomba akademis

Urusan

Sarana/Prasarana 1. Menyusun program pembinaan siswa

2. Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, kerindangan, keindahan dan kekeluargaan (6 K)

7. Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa penerima beasiswa

8. Pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah

9. Mengatur mutasi siswa

10.Menyusun kegiatan ekstrakulikuler

11.Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala

Urusan Hubungan Industri

1. Mengatur dan mengadakan hubungan sekolah dengan dunia usaha/industri

(8)

18

orang tua/wali siswa

3. Membina hubungan sekolah dengan komite sekolah 4. Membina pengembangan sekolah dengan lembaga

pemerintah dan lembaga sosial lainnya

5. Menyusun dan melaksanakan praktek kerja industri 6. Melaksanakan dan penelusuran tamatan pada dunia kerja 7. Menyusun laporan secara berkala

Urusan Evaluasi dan Pengembangan

1. Mengkoordinasikan pelatihan/penataran guru dan TU 2. Mengkoordinasikan pengembangan BK

3. Mengkoordinasikan pengembangan kurikulum 4. Mengkoordinasikan pengembangan kesejahteraan 5. Mengkoordinasikan pengembangan akreditasi.

3. Dewan/Komite

Deskripsi fungsi dan tugas Dewan/Komite Sekolah yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.3 berikut :

Tabel 2.3 Fungsi dan Tugas Dewan/Komite Sekolah

Fungsi Tugas

Urusan Pengurus Sekolah

1. Bersama-sama pengurus lain dan anggota menyusun rencana program Dewan/ Komite Sekolah;

2. Mengesahkan rencana program kerja Dewan/Komite Sekolah;

3. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah yang ditetapkan oleh anggota melalui rapat-rapat;

(9)

19

Sekolah kepada Kepala Sekolah;

5. Mengkomunikasikan hasil rapat Dewan/Komite Sekolah kepada Kepala Sekolah;

6. Mengundang rapat pihak sekolah atas undangan Kepala Sekolah;

7. Menghadiri rapat dinas sekolah atas undangan Kepala Sekolah;

8. Menerima klarifikasi sumber pembiayaan sekolah yang berasal dari pemerintah dan kebutuhan sekolah; 9. Menerima klarifikasi persoalan yang dihadapi

sekolah;

10.Memberikan edaran, imbauan dan atau bentuk lain kepada Stakeholders;

11.Mengesahkan segala keputusan Dewan/Komite Sekolah dan atau keputusan bersama dengan sekolah, melalui penandatangan yang disahkan dengan cap resmi;

12.Mengadakan pertanggungjawaban keuangan yang dititipkan masyarakat kepada sekolah;

13.Mengesahkan pemberian penghargaan Dewan/Komite Sekolah kepada Kepala Sakolah, guru, staf TU yang berprestasi;

14.Memberikan perintah kepada bendahara untuk mengeluarkan/memberikan sejumlah dana atas pengajuan sekolah;

15.Memberikan sanksi kepada anggota pengurus yang tidak dapat menunaikan tugas dengan baik;

(10)

20

4. Tata Usaha

Deskripsi fungsi dan tugas Tata Usaha sekolah yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.4 berikut :

Tabel 2.4 Fungsi dan Tugas Tata Usaha Sekolah

Fungsi Tugas

Urusan Pengelolaan Tata Usaha

1. Penyusunan program kerja tata usaha sekolah; 2. Pengelolaan keuangan sekolah;

3. Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa; 4. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata

usaha sekolah;

5. Penyusun administrasi perlengkapan sekolah; 6. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah; 7. Mengkoordinasi dan melaksanakan 10K;

8. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan.

5. Wakil Urusan Kurikulum

Deskripsi fungsi dan tugas Wakil Urusan Kurikulum yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.5 berikut :

Tabel 2.5 Fungsi dan Tugas Wakil Urusan Kurikulum

Fungsi Tugas

(11)

21

pelajaran;

3. Mengatur penyusunan progam pembelajaran (program-program satuan pembelajaran dan persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum;

4. Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler;

5. Mengatur pelaksanaan program penilaian, kriteria kenaikan kelas, kriteria kelulusan dan laporan kemajuan belajar siswa, serta pembagian rapor dan STTB;

6. Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan;

7. Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar;

8. Mengatur pengembangan MGMP dan koordinator mata pelajaran;

9. Mengatur mutasi siswa;

10.Melakukan supervisi administrasi dan akademis; 11.Menyusun laporan.

6. Wakil Urusan Kesiswaan

(12)

22

Tabel 2.6 Fungsi dan Tugas Wakil Urusan Kesiswaan

Fungsi Tugas

1. Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 10K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kesehatan, dan kerindangan);

2. Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi Kepramukaan, Palang Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah remaja (KIR), Usaha Kesehatan sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), dan lain-lain;

3. Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi; 4. Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili

sekolah dalam kegiatan di luar sekolah; 5. Mengatur mutasi siswa;

6. Mengatur program pengembangan diri;

7. Mengatur program pesantren kilat/kegiatan amaliah ramadhan;

8. Menyelenggarakan Porseni antar kelas;

9. Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa berprestasi;

10.Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa;

11.Menyusun dan membuat kepanitiaan penerimaan siswa baru dan pelaksanaan MOS;

(13)

23

7. Wakil Urusan Sarana Prasarana

Deskripsi fungsi dan tugas Wakil Urusan Sarana dan Prasarana yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.7 berikut :

Tabel 2.7 Fungsi dan Tugas Wakil Urusan Sarana Prasarana

Fungsi Tugas

1. Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar;

2. Merencanakan program pengadaannya; 3. Mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana; 4. Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian; 5. Mengatur pembukuannya;

6. Menyusun laporan.

8. Wakil Urusan Humas

Deskripsi fungsi dan tugas Wakil Urusan Humas yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.8 berikut :

Tabel 2.8 Fungsi dan Tugas Wakil Urusan Humas

Fungsi Tugas

(14)

24

2. Membina hubungan antara sekolah dengan orang tua/wali murid;

3. Menjalin hubungan dengan lembaga/instansi terkait dalam rangka pengembangan sekolah;

4. Koordinasi dengan semua staf untuk kelancaran kegiatan sekolah;

5. Menyelenggarakan bakti sosial, karya wisata, dll; 6. Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di

sekolah;

7. Mewakili Kepala Sekolah apabila berhalangan untuk menghadiri rapat masalah yang bersifat umum;

8. Membuat laporan kegiatan secara berkala.

9. Wali Kelas

Deskripsi fungsi dan tugas Wali Kelas yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.9 berikut :

Tabel 2.9 Fungsi dan Tugas Wali Kelas

Fungsi Tugas

Sebagai Pengelola Kelas

1. Mengelola kelas

2. Menyelenggarakan administrasi kelas yang meliputi: denah tempat duduk siswa, jadwal pelajaran, daftar piket kelas, jurnal kelas dan tata tertib kelas;

3. Mengetahui identitas dan kepribadian anak didik; 4. Mengetahui tingkat kemampuan, status sosial/ekonomi

anak didik;

(15)

25

6. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger); 7. Pembuatan catatan khusus tentang siswa; 8. Pencatatan mutasi siswa;

9. Pengisian buku laporan hasil belajar siswa; 10.Pembagian buku laporan hasil belajar siswa.

10. Guru

Deskripsi fungsi dan tugas Guru sekolah yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dijelaskan pada tabel 2.10 berikut :

Tabel 2.10 Fungsi dan Tugas Guru

Fungsi Tugas

Sebagai Pengajar 1. Membuat perangkat pembelajaran, meliputi Silabus, Program Tahunan dan Program Semester, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, LKS

2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

3. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar; ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas, ujian akhir sekolah 4. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

5. Menyusun dan melaksanakan program remedi dan pengayaan

6. Mengisi daftar nilai siswa

7. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar

(16)

26

9. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum

10.Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

11.Mengadakan pengembangan program pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya

12.Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa 13.Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum

memulai pembelajaran menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.

2.2 Landasan Teori

Landasan teori bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Peneliti mengutip beberapa teori dari berbagai buku dan internet yang berhubungan dengan

variable-variable penelitian dan teori-teori ini merupakan landasan dalam penelitian.

Adapun beberapa landasan teori yang dipakai dalam penyusunan penelitian pengembangan learning management system di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka.

2.2.1 Learning Management System (LMS)

Learning Management System (LMS) dapat didefinisikan sebagai suatu

perangkat lunak atau software untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan sebuah kegiatan, kegiatan belajar mengajar, kegiatan secara online (terhubung ke internet), e-learning dan materi-materi pelatihan. Semua itu dilakukan secara online

[3]. Namun tidak sesederhana itu, sebuah learning management system yang kuat harus dapat melakukan hal-hal berikut :

(17)

27

3. Membangun dan menyampaikan konten pembelajaran secara tepat. 4. Konsolidasi pelatihan inisiatif pada sebuah scaleable web-based latform

5. Mendukung portabilitas dan standar

6. Mendukung personalisasi konten dan memungkinkan penggunaan kembali.

2.2.1.1 Karakteristik Learning Management System

Learning Management System (LMS) adalah perangkat lunak yang digunakan

untuk membuat materi pembelajaran on-line berbasiskan web dan mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil-hasilnya. Di dalam LMS juga terdapat fitur-fitur yang dapat memenuhi semua kebutuhan dari pengguna dalam hal pembelajaran. Saat ini ada banyak jenis LMS yang ditawarkan, setiap jenis LMS memiliki fitur-fiturnya masingmasing yang digunakan dapat berbeda fiturnya. Fitur-fitur yang terdapat dalam LMS pada umumnya antara lain :

a. Administrasi, yaitu informasi tentang unit-unit terkait dalam proses belajar mengajar :

1. Tujuan dan sasaran 2. Silabus

3. Metode pengajaran 4. Jadwal kuliah 5. Tugas

6. Jadwal ujian

7. Daftar referensi atau bahan bacaan 8. Profil dan kontak pengajar

9. Pelacakan/tracking dan monitoring

b. Penyampaian materi dan kemudahan akses ke sumber referensi

(18)

28

3. Contoh ujian yang lalu

4. FAQ (Frequently Asked Questions)

5. Sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas 6. Situs-situs bermanfaaat

7. Artikel-artikel dalam jurnal online

c. Penilaian

d. Ujian online dan pengumpulan feedback

e. Komunikasi

1. Forum diskusi online

2. Mailing list diskusi

3. Chat

Melalui LMS ini, siswa juga dapat melihat nilai tugas dan tes serta peringkatnya berdasarkan nilai tugas maupun tes yang diperoleh. Selain itu, mahasiswa dapat melihat modul-modul yang ditawarkan, mengambil tugas-tugas dan tes-tes yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, narasumber lain, dan siswa lain. LMS tersedia dalam berbagai macam pilihan.

2.2.2 Analisis Butir Soal

Beberapa alasan mengapa diperlukan analisis terhadap butir-butir tes adalah :

1. Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan setiap butir tes sehingga dapat dilakukan perbaikan dan atau pemillihan butir-butir tes yang berkualitas. 2. Untuk memberikan informasi tentang spesifikasi butir tes secara lengkap,

(19)

29

3. Untuk segera dapat diketahui kelemahan yang terkandung dalam setiap butir tes, seperti butir yang mudah atau sukar dan kemampuan butir tes untuk membedakan siswa kelompok atas dan kelompok bawah. Hal ini bila diketahui dengan segera akan memungkin bagi guru untuk mengambil keputusan apakah butir tes yang bermasalah harus dibuang, diperbaiki, atau tetap dipertahankan guna mengukur hasil belajar siswa[4].

2.2.2.1 Tingkat Kesukaran Soal (Difficulty Index)

Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar 0,00 - 1,00. Semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh dari hasil hitungan, berarti semakin mudah soal itu. Suatu soal memiliki TK= 0,00 artinya bahwa tidak ada siswa yang menjawab benar dan bila memiliki TK= 1,00 artinya bahwa seluruh siswa dapat menjawab benar. Rumus Tingkat Kesukaran (TK) adalah seperti berikut ini [5]:

TK = (2.1)

Keterangan :

TK = Tingkat kesukaran soal B = Jumlah nilai jawaban benar

N = Jumlah seluruh siswa yang mengerjakan tes.

(20)

30

Tabel 2.11 Interpretasi Tingkat Kesukaran

Tingkat Kesukaran Interpretasi

0,00 - 0,30 Sukar

0,31 - 0,70 Sedang

0,71 - 1,00 Mudah

2.2.2.2 Daya pembeda (Discriminating Power)

Perhitungan daya pembeda adalah pengukuran sejauh mana suatu butir soal mampu membedakan peserta didik yang sudah menguasai kompetensi dengan peserta didik yang belum/kurang menguasai kompetensi berdasarkan kriteria tertentu [4]. Daya pembeda setiap butir soal dapat digunakan rumus sebagai berikut :

DP = (2.2)

Keterangan :

DP = Daya Pembeda

WL = jumlah peserta didik yang gagal dari kelompok bawah

WH = jumlah peserta yang gagal dari kelompok atas

n = 27% x N / 50% x N.

2.2.3 Algoritma

(21)

31

1. Algoritma adalah deretan langkah-langkah komputasi yang mentransformasikan data masukan menjadi keluaran.

2. Algoritma adalah deretan instruksi yang jelas untuk memecahkan masalah, yaitu untuk memperoleh keluaran yang diinginkan dari suatu masukan dalam jumlah waktu yang terbatas.

3. Algoritma adalah prosedur komputasi yang terdefinisi dengan baik yang -menggunakan beberapa nilai sebagai masukan dan menghasilkan beberapa nilai yang disebut keluaran. Jadi, algoritma adalah langkah komputasi yang mentransformasikan masukan menjadi keluaran. [6]

2.2.3.1 Text Preprocessing

Text Preprocessing adalah langkah awal sebelum dilakukan sebuah

pencocokan pada sting. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah:

1. toLowerCase / case folding, yaitu mengubah semua karakter huruf menjadi

huruf kecil,

2. Menghilangkan delimiter-delimiter seperti tanda titik(.), koma(,), spasi dan karakter angka yang ada pada kata tersebut

3. Hapus kata umum (stopword).

4. Tokenizing yaitu pemotongan string dalam teks berdasarkan kata yang

menyusunnya dan disimpan dalam sebuah variable array [7].

2.2.3.2 Lavenshtein Distance

(22)

32

antara dua string ditentukan berdasarkan jumlah minimum perubahan/pengeditan yang dibutuhkan untuk melakukan transformasi dari satu bentuk string ke string yang lain. Ada 3 macam operasi utama yang dapat dilakukan oleh algoritma levenshtein distance yaitu:

a. Operasi pengubahan karakter

Operasi pengubahan karakter merupakan operasi menukar sebuah karakter

dengan karakter lain. Contohnya penulisan string “informatica” menjadi “informatika”. Dalam kasus ini karakter „c’ diganti dengan huruf „k’.

b. Operasi penambahan karakter

Operasi penambahan karakter berarti mengambahakan karakter ke dalam

suatu string. Contohnya string “infrmatika” dilakukan penambahan karakter

„o’ setalah karakter „r’ untuk membentuk string “informatika”. Penambahan

karakter tidak hanya dilakukan dengan menyisipkan ditengah-tengah string, tapi juga bisa ditambahkan diawal atau diakhir string.

c. Operasi penghapusan karakter

Operasi penghapusan karakter dilakukan untuk menghilangkan karakter dari

suatu string. Contohnya string “informatikar”, karakter terkhir dihilangkan

sehingga menjadi string “informatika”. Pada operasi ini dilakukan operasi

penghapusan karakter „r’.[8]

Contoh :

1. Jika a adalah “informatika” dan b adalah “informatika”, maka LD(a,b) =

0, karena tidak ada transformasi yang dibutuhkan. Kedua string adalah identik.

2. Jika a adalah “informatika” dan b adalah “infrmatika”, maka LD(a,b) =

1, karena dibutuhkan satu insert (menambahkan „o’) dicukupkan untuk

(23)

33

Perhitungan harga pengeditan pada setiap operasi yang dilakukan adalah sesuai dengan aturan berikut:

1. d(a,ԑ) = 1 harga untuk menghapus substring a 2. d(ԑ,a) = 1 harga untuk penyisipan substring a

3. d(a,a) = 1 harga untuk substitusi substring a ke substring b4. d(a,a) = 0

Semakin besar nilai yang dihasilkan oleh operasi levenshtein distance maka semakin besar pula perbedaan di antara kedua string tersebut. Penggunaan levenshtein

distance terbatas pada penentuan kemiripan dua buah string dilihat dari posisi

huruf-huruf yang ada di kedua kata.

Misalnya, jika pada kunci jawaban guru “kumpulan makhluk hidup” dengan

jawaban siswa “kumpulan makluk hidup”. Pada jawaban siswa dan kunci jawaban

terlihat perbedaan pada string “makhluk” dengan “makluk”, maka salah salah satu

string jawaban siswa tersebut berjarak 1 dari string kunci jawaban. Jarak tersebut secara persentase bernilai 14% dari ukuran string “makluk” sehingga kemiripan relatif dari string tersebut dengan salah satu string kunci jawaban adalah 86%.

Levenshtein distance antara dua string ditentukan berdasarkan jumlah

minimum perubahan/pengeditan yang diperlukan untuk melakukan tranformasi dari satu bentuk string ke bentuk string yang lain. Untuk lebih jelasnya perhatikan matrik

ilustrasi pencari levenshtein distance antara dua string berikut yaitu “penjara” dan “jarak”. Jika kita melihat sekilas, kedua string “penjara” dan “jarak” memiliki jarak 4. Berarti untuk mengubah string “jarak” menjadi “penjara” diperlukan 4 operasi yaitu:

1. Menyisipkan karakter „p’

jarak pjarak

2. Menyisipkan karakter „e’

(24)

34

3. Menyisipkan karakter „n’

pejarak penjarak

4. Menghapus karakter „k’

penjarak penjara

Dengan menggunakan representasi matrik dapat ditunjukkan dengan tabel 2.12 berikut:

Tabel 2.12 Matrik Levenshtein Distance kata jarak dan penjara

P e n j a r a

0 1 2 3 4 5 6 7

j 1 1 2 3 3 4 5 6

a 2 2 2 3 4 3 4 5

r 3 3 3 3 4 4 3 4

a 4 4 4 4 4 4 4 3

k 5 5 5 5 5 5 5 4

Dari proses pencarian nilai ‚distance‛-nya, didapat bahwa jumlah modifikasi

minimum yang dilakukan untuk mengubah string ‚jarak‛ menjadi string ‚penjara‛

adalah sebanyak 4 operasi yaitu: penyisipan karakter „p’, penyisipan karakter „e’,

penyisipan karakter „n’, dan deletion karakter „k’.

Setelah mendapatkan biaya edit-distance maka untuk menghitung nilai Levenshtein Distance atau perhitungan similarity menggunakan Persamaan berikut :

Similarity = * 100

(25)

35

Nilai kemiripan (similarity score) diasumsikan pada rentang 0 (nol) hingga 1 (satu), yang artinya nilai 1 adalah nilai maksimum yang menunjukan bahwa dua kata adalah sama identik. Pendekatan yang digunakan oleh penelitian ini mampu mengukur nilai kemiripan antar dua string berdasarkan pada susunan karakter.[9]

2.2.4 Konsep Perancangan System

Dalam perancangan system yang akan dibangun, perlu adanya perencanaan pengolahan data dimana semua data disimpan ke dalam sebuah database agar seluruh data saling berelasi.

2.2.4.1 Sistem Basis Data

Basis data terdiri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya [10]. Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang diantaranya seperti :

1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

(26)

36

3. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Dalam sebuah basis data kita dapat menempatkan satu atau lebih file/tabel. Operasi-operasi dasar yang dapat kita lakukan berkenaan dengan basis data dapat meliputi :

a. Pembuatan basis data baru (create database). b. Penghapusan basis data (drop database).

c. Pembuatan file/tabel baru ke suatu basis data (create table). d. Penghapusan file/tabel dari suatu basis data (drop table).

e. Penambahan/pengisian data baru ke sebuah file/tabel di sebuah basis data (insert).

f. Pengambilan data dari sebuah file/tabel (retrieve/search) g. Pengubahan data dari sebuah file/tabel (update).

h. Penghapusan data dari sebuah file/tabel (delete).

Pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut ini:

a. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)

b. Pemanfaatan basis data memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah,

c. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)

(27)

37

d. Keakuratan (Accuracy)

Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aluran/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data, dan sebagainya, yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidakakuratan pemasukan/penyimpanan data.

e. Ketersediaan (Availability)

Pertumbuhan data (baik dari sisi jumlah maupun jenisnya) sejalan dengan waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Padahal tidak semua data itu selalu kita gunakan/butuhkan. Karena itu kita dapat memilah adanya data utama/master/referensi, data transaksi, dan histori hingga data kadarluarsa.

f. Kelengkapan (Completeness)

Lengap/tidaknya data yang kita kelola dalam sebuah basis data bersifat relatif (baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu). Bila seorang pemakai sudah menganggap bahwa data yang dipelihara sudah lengkap, maka pemakai yang lain belum tentu berpendapat sama. Atau, yang sekarang dianggap sudah lengkap, belum tentu dimasa yang akan datang juga demikian.

g. Keamanan (Security)

Sistem (aplikasi) yang besar dan serius pengeola basis data nya harus lah menerapkan aspek keamanan dengan ketat. Dengan ini kita dapat menentukan siapa-siapa (pemakai) yang boleh menggunakan dan yang boleh dilakukan basis data beserta objek-objek didalamnya .

h. Kebersamaan Pemakaian (Sharability)

(28)

38

inkonsistensi data(karena data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat yang bersamaan) atau kondisi deadlock.

Secara umum sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan/atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut. [10]

2.2.4.2 Entity Relationship Diagram (ERD)

ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak yang menekankan pada struktur-struktur dan relationship data. ERD memperlihatkan hubungan antar store pada DFD [11]. Elemen-elemen ERD diantaranya yaitu :

1. Entity

Entity adalah sesuatu apa saja yang ada didalam sistem, nyata maupun abstrak

dimana data tersimpan atau dimana terdapat data. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokkan dalam empat jenis nama yaitu : orang, benda, lokasi, kejadian (terdapat unsur waktu didalamnya).

2. Relationship

Relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antar entitas. Pada umumnya penghubung (Relationship) diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya (bisa dengan kalimat aktif atau kalimat pasif).

3. Relationship Degree

(29)

39

a. Unary relationship

Unary relationship adalah model relationship yang terjadi diantara entity yang berasal dari entity set yang sama. b. Binary relationship

b. Binary relationship

Binary relationship adalah model relationship antara intance-intance

dari suatu tipe entitas (dua entity yang berasal dari entity yang sama).

c. Ternary relationship

Ternary relationship merupakan relationship antara intance-intance dari tiga tipe entitas secara serentak.

4. Atribut Value

Atribut value atau nilai atribute adalah suatu occurrence tertentu dari sebuah attribute didalam suatu entity atau relationship.Ada dua jenis atribut :

a. Identifier (key) digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik (primary key)

b. Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menspesifikasikan

karakteristik dari suatu entity yang tidak unik. 5. Kardinalitas (Cardinality)

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain.

2.2.4.3 Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) Menurut Al Bahra dalam bukunya dengan judul

“Rekayasa Perangkat Lunak” menjelaskan bahwa diagram aliran data merupakan

(30)

40

1. Diagram Konteks Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari satu proses menggambarkan ruang lingkup sistem. Diagram konteks merupakan level teringgi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Diagram konteks akan memberikan gambaran tentang keseluruhan sistem yang akan dibatasi oleh boundar(dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses , dan tidak boleh ada data store.

2. Diagram Nol/Zero Merupakan diagram yang menggambarkan proses dari dataflow diagram nol memberikan gambaran secara menyeluruh mengenaisistem yang akan ditangani, menunjukan tentang fungsi utamaatau proses yang ada , aliran data, dan eksternal entity.

3. Diagram Rinci (level Diagram) Diagram rinci adalah diagram yang menguraikan proses apa yang ada didalam diagram nol atau level diatasnya. Setiap proses di DFD harus memilik spesifikasi proses, tanpa ini kita tidak akan mengetahui apa yang terjadi pada proses tersebut. Banyak cara /metode yang digunakan untuk menggambarkan proses tersebut. [12]

2.2.4.4 Kamus Data

Kamus data tidak menggunakan notasi grafik sebagaimana halnya Data Flow Diagram (DFD). Kamus data berfungsi untuk membantu pelaku sistem mengartikan aplikasi secara detail dan mengorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem mempunyai dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses.

(31)

41

yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem [10].

2.2.5 Perangkat Lunak Pendukung

Perangkat lunak yang mendukung pengembangan sistem Learning

management system adalah sebagai berikut :

2.2.5.1 Dreamweaver

Dreamweaver merupakan sebuah aplikasi untuk merancang pembuatan website. Dreamweaver dibuat oleh perusahaan Macromedia sehingga dinamakan Macromedia Dreamweaver. Dreamweaver memiliki kelebihan dalam hal kemudahan penggunaan. Untuk pengguna awam, Dreamweaver menyediakan fungsi tampilan Design, sehingga pengguna dapat merancang tampilan halaman web dengan konsep WYSIWYG (What You See Is What You Get). Untuk pengguna tingkat lanjut, Dreamweaver menyediakan tampilan Code sehingga pengguna dapat merancang tampilan yang lebih lengkap menggunakan kode. Pengguna juga dimudahkan dengan berbagai fasilitas yang dimiliki Dreamweaver seperti tag auto-completion untuk penulisan kode HTML [13].

2.2.5.2 PHP

PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor, adalah sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamis dengan cepat.

PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side HTML =

embedded scripting, di mana script-nya menyatu dengan HTML dan berada si server.

(32)

42

dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server Pages) dan JSP (Java Server Pages).

Berikut adalah keunggulan dari script PHP :

1. Source program atau script tidak dapat dilihat dengan menggunakan view HTML source yang ada pada web browser.

2. Script tersebut dapat memanfaatkan sumber aplikasi dimiliki oleh server, seperti misalnya untuk keperluan database connection. Saat ini PHP sudah mampu melakukan koneksi dengan berbagai database.

3. Pada aplikasi yang dibuat dengan PHP, pada saat dijalankan server akanmengerjakan script dan hasilnya lah yang dikirimkan ke web browser. Hal itu akan menyebakkan aplikasi tidak memerlukan kompatibilitas web browser.

4. PHP dapat melakukan semua aplikasi program CGI, seperti mengambil nilai form, menghasilkan halaman web yang dinamis, mengirimkan dan menerima cooki. PHP juga dapat berkomunikasi dengan layanan-layanan yang menggunakan protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dan lainnya.[14]

2.2.6.3 MySQL

MySQL (baca : mai-se-kyu-el) merupakan sebuah software yang berguna sebagai suatu Database Server yang cukup terkenal. Kepopulerannya seiring dengan penggunaan script PHP untuk web programming. Database server itu sendiri merupakan suatu software yang bertugas untuk melayani permintaan (request) query

dari client.

(33)

43

mengatur bagaimana menyimpan, menambah, mengakses data dan transaksi-transaksi database lainnya. MySQL cepat sekali berkembang, karena MySQL merupakan suatu software yang bersifat Open Source.

Sebagai software DBMS, MySQL memiliki sejumlah fitur seperti yang di jelaskan di bawah.

a. Multiplatform

MySQL tersedia pada beberapa platform (Windows, Linux, Unix, dan lain-lain).

b. Andal, cepat, dan mudah digunakan

MySQL tergolong sebagai database server yang andal, dapat menangani database yang besar dengan kecepatan tinggi, mendukung banyak sekali fungsi untuk mengakses database, dan sekaligus mudah uuntuk digunakan. c. Jaminan keamanan akses

MySQL mendukung pengamanan database dengan berbagai kriteria pengaksesan. Sebagai gambaran, dimungkinkan mengatur user tertentu agar bisa mengakses data yang besifat rahasia, sedangkan user lain tidak boleh. d. Dukungan SQL

SQL mendukung perintah SQL (Structure Query Language). Sebagaimana diketahui, SQL merupakan standar dalam pengaksesan database relasional [15].

2.2.5.4 Internet

(34)

44

internet sudah menghubungkan lebih dari 100.000 jaringan komputer dengan pemakai lebih dari 100 juta orang.

Awal mula internet adalah jaringan komputer untuk sistem pertahanan yang dikembangkan oleh Department Pertahanan Amerika Serikat. Proyek jaringan ini diberi nama Advance Research Project Agency (ARPA). Jaringan komputer ini kemudian diberi nama ARPANET. Pada tahun 1969, para ahli ilmu pengetahuan memikirkan untuk membuat sebuah jaringan komputer yang dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya Department Pertahanan Amerika Serikat kemudian menjadi sponsor untuk melibatkan jaringan ini kedalam ARPANET. Demonstrasi pertama dari ARPANET ini menghubungkan komputer di University of California at Los

Angeles (UCLA) dengan komputer di Stanford University. Pada thun 1971, jaringan

ARPANET sudah melibatkan 20 situs (sites) termasuk Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University. Pada tahun 1981, jumlah situs yang terhubung ke ARPANET sudah mencapai 200 situs. ARPANET berkembang dengan sangat cepatnya , tidak hanya melibatkan jaringan diantara universitas-universitas saja, tetapi juga melibatkan organisasi-organisasi lainnya diseluruh dunia. Di tahun 1983, karena sistem ini sudah menghubungkan banyak sekali jaringan-jaringan diseluruh dunia, maka mulai dikenal dengan nama internet.[14]

2.2.6 Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif [16]. Macam-macam skala pengukuran dapat berupa skala nominal, skala ordinal, skala interval dan skala rasio, dari skala pengukuran itu akan diperoleh data nominal, ordinal, interval dan ratio.

(35)

45

1. Skala Likert 2. Skala Guttman 3. Rating Scale

4. Semantic Deferential

Keempat jenis skala tersebut bila digunakan dalam pengukuran, akan mendapatkan data interval atau rasio.

Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial [11]. Dengan skala likert variable yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban dari setiap item instrumen mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang diantaranya yaitu :

a. Sangat setuju a. Selalu

b. Setuju b. Sering

c. Ragu-ragu c. Kadang-kadang d. Tidak setuju d. Tidak Pernah e. Sangat tidak setuju

a. Sangat positif a. Sangat baik

b. Positif b. Baik

c. Negatif c. Tidak baik

d. Sangat negatif d. Sangat tidak baik

Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya :

(36)

46

3. Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor 3 4. Tidak setuju/hampir tidak pernah/ negatif diberi skor 2 5. Sangat tidak setuju/tidak pernah/diberi skor 1

Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.

Setelah dilakukan kuesioner langkah selanjutnya adalah mencari presentase masing-masing jawaban dengan menggunakan rumus :

Y = P/Q*100% (2.4)

Keterangan :

Y = Presentase

P = Jumlah Nilai tertinggi dari skor yang dipilih oleh responden Q= Banyaknya responden di kalikan skor tertinggi

Setelah mendapatkan hasil presentase dari setiap soal, maka hasil tersebut dapat di tafsirkan sebagai berikut :

1. Nilai presentase 0% - 20% = Tidak setuju terhadap kuesioner

2. Nilai presentase 21% - 40% = Kurang setuju terhadap kuesioner

3. Nilai presentase 41% - 60% = Biasa saja terhadap kuesioner

4. Nilai presentase 61% - 80% = Setuju terhadap kuesioner

(37)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta yang bertempat di Jalan Ir. H. Juanda belakang, Desa Cikuya Cicalengka. SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka memiliki dua program keahlian yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah, bahwa sistem

Learning Management System yang ada saat ini merupakan sarana pelengkap atau

pendukung proses belajar mengajar, bukan sebagai pengganti sistem pembelajaran yang sudah ada. Pada Learning Management System yang ada saat ini masih terdapat kekurangan. Kekurangan tersebut yaitu belum memenuhi kebutuhan sisi pengguna guru dalam menganalisis kualitas dari setiap butir soal latihan, sehingga guru masih kesulitan dalam mendapatkan hasil analisis soal latihan yang bobotnya sesuai. Soal-soal dari latihan yang dibuat dan diinputkan ke dalam sistem

Learning Management System oleh guru seringkali mendapatkan hasil latihan

siswa dimana hampir semua siswa dalam satu kelas memperoleh nilai rendah atau memperoleh nilai tinggi, hal ini kemungkinan penyebabnya soal yang dibuat oleh guru itu sangat mudah atau sangat sukar. Guru dalam menganalis soal tersebut harus melakukan serangkaian perhitungan yang panjang sehingga membutuhkan waktu yang lama dan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

(38)

2

menjadi salah. Maka dari itu dibutuhkan suatu metode untuk menangani kesalahan inputan jawaban siswa dengan memberikan toleransi agar tidak dinilai salah.

Pada penelitian ini, penulis menggunakan algoritma Levenshtein Distance

untuk penanganan kesalahan penulisan jawaban siswa karena mampu menentukan kemiripan dua buah kata (string) hanya dilihat dari posisi huruf-huruf yang ada di kedua kata yang dicermati [1]. Algoritma ini cukup efisien karena hanya memperhitungkan jarak karakter penyusun antar kata yang dicocokkan sehingga eksekusinya lebih cepat, dibandingkan pada penelitian sebelumnya yang menggunakan algoritma soundex dan algoritma string matching seperti Brute

Force, Knuth-Morris Pratt dan Boyer-Moore yang melakukan pencocokan secara

bertahap pada seluruh rangkaian string sehingga memiliki proses yang cenderung panjang, rumit dan tentunya lebih lama proses eksekusinya.

Berdasarkan uraian masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, solusi yang ditawarkan adalah pengembangan Learning Management System di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka, sehingga diharapkan dapat memperbaiki sistem yang telah ada sebelumnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah yang mendasari penyusunan tugas akhir ini adalah

bagaimana mengembangkan Learning Management System di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka.

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud

(39)

3

1.3.2 Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka tujuan yang ingin dicapai dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Membantu guru dalam menganalisis butir-butir soal latihan yang bobotnya sesuai yakni kualitas soalnya baik sehingga memudahkan bagi guru dalam mengevaluasi dalam pembuatan soal latihan yang baik, sehingga soal latihan tersebut bisa digunakan pada latihan selanjutnya.

2. Membantu guru dalam mengoreksi jawaban latihan esai siswa untuk penilaian terhadap kemampuan kompetensi siswa, sehingga proses pengoreksian latihan esai bisa lebih cepat dan efisien.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah bertujuan untuk memudahkan perancangan dan menghindari meluasnya permasalahan, adapun batasan masalah pada penulisan tugas akhir ini yaitu :

1. Data yang diolah yaitu data-data yang sudah ada dalam Learning

Management System SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka dan data absensi

siswa.

2. Sistem yang akan dikembangkan adalah meliputi proses analisis butir soal, proses latihanesai dan pengoreksian secara otomatis oleh sistem.

3. Analisis soal yang dilakukan berupa analisis tingkat kesukaran dan daya pembeda soal sesuai dengan ketentuan yang ada di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka.

4. Analisis soal hanya diterapkan untuk menganalisis hasil latihan pilihan ganda saja, tidak melakukan analisis terhadap latihan esai.

5. Pembuatan latihan berbentuk esai dan pengoreksian secara otomatis oleh sistem dengan menggunakan algoritma Lavenshtein Distance.

6. Pengoreksian esai yang dikembangkan hanya sebatas soal dengan jawaban definitif bukan opini ataupun deskriptif

(40)

4

8. Metode analisis yang akan digunakan dalam pembangunan sistem ini berdasarkan analisis terstruktur, dimana pemodelan datanya menggunakan ERD (Entity Relationship Diagram) serta untuk menggambarkan pemodelan fungsionalnya menggunakan DFD (Data Flow Diagram).

1.5 Metodologi Penelitian

Metode-metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah metode pengumpulan data dan metode pembangunan perangkat lunak.

1.5.1 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Studi Literatur

Pengumpulan data dengan cara mempelejari sumber kepustakaan diantaranya hasil penelitian, jurnal, paper, buku referensi, dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian.

b. Observasi

Observasi yaitu mengamati secara langsung proses kerja yang dilaksanakan di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai objek yang diteliti.

c. Wawancara

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan tanya jawab langsung yang ada kaitannya dengan topik yang diambil.

d. Kuisioner

(41)

5

Alur penelitian yang akan dilaksanakan adalah :

1. Identifikasi masalah dan penggalian kebutuhan awal (preeleminary) terhadap Learning Management System yang sudah ada untuk melakukan pengembangan sistem Learning Management System supaya memenuhi kebutuhan sisi penggunanya.

2. Tinjuan kepustakaan sebagai bahan referensi untuk memahami proses penelitian tentang pengembangan Learning Management System dengan mempelajari literatur – literatur baik cetak maupun elektronik dan juga menelaah dokumen – dokumen yang terkait dengan penelitian.

3. Mengumpulkan data terkait penelitian pengembangan Learning

Management System melalui proses wawancara dan observasi langsung ke

Sekolah SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka.

4. Pengembangan Learning Management System yang terdiri dari analisis kualitas butir soal latihan dan pengoreksian latihan esai secara otomatis

sebagai berikut :

1. Analisis Kualitas Butir Soal Latihan yaitu : a. Analisis tingkat kesukaran soal

b. Analisis daya pembeda soal c. Hasil analisis kualitas butir soal

2. Pengoreksian Latihan Esai secara otomatis dengan Algoritma

Levenshtein Distance dengan tahapan :

a. Text Preprocessing

b. Penanganan kesalahan inputan jawaban dengan memberi toleransi supaya jawaban tidak dinilai salah dengan menggunakan algoritma Levenshtein Distance.

c. Pengoreksian jawaban latihan esai secara otomatis dengan menggunakan algoritma Levenshtein Distance.

d. Hasil nilai latihan esai

5. Implementasi dan pengujian sistem pengembangan Learning Management

System guna mengetahui sejauh mana sistem pengembangan memenuhi

(42)

6

6. Menarik kesimpulan dan memberikan saran terhadap sistem yang dikembangkan.

Pada Gambar 1.1. menjelaskan mengenai alur penelitian yang akan dilaksanakan :

Mulai

Identifikasi masalah dan penggalian kebutuhan awal (preeleminary) terhadap media pembelajaran online atau Learning Management System untuk pengembangan sistem supaya memenuhi kebutuhan sekolah

Pengumpulan Data

Wawancara Observasi

Pengembangan learning management system (LMS) yang terdiri dari analisis kualitas butir soal, penanganan kesalahan inputan jawaban dan pengoreksian latihanesai secara otomatis sebagai berikut :

Kajian Pustaka

Telaah Dokumen Studi Literatur

Implementasi dan Pengujian

Kesimpulan dan Saran

Selesai Analisis Kualitas Butir

Soal Latihan

Pengoreksian Latihan Esai Secara Otomatis dengan algoritma Levenshtein Distance

Text Preprocessing

Toleransi kesalahan pengetikan jawaban

Pengoreksian dan pembobotan nilai

Hasil nilai latihan Esai

(43)

7

1.5.2 Metode Pembangunan Perangkat Lunak

Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall. Menurut Pressman (2010) model

waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam

membangun software. Berikut ini gambaran dari waterfall model.

Gambar 1.2 Model Waterfall [2]

a. Communication

Langkah ini merupakan analisis terhadap kebutuhan software, dan tahap untuk mengadakan pengumpulan data dengan melakukan pertemuan dengan customer, maupun mengumpulkan data-data tambahan baik yang ada di jurnal, artikel, maupun dari internet.

b. Planning

Proses planning merupakan lanjutan dari proses communication (analysis

requirement). Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement

atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan software, termasuk rencana yang akan dilakukan.

c. Modelling

Proses modeling ini akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan software yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement.

d. Construction

Construction merupakan proses membuat kode. Coding atau pengkodean

(44)

8

komputer. Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu software, artinya penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa diperbaiki.

e. Deployment

Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah software atau sistem. Setelah melakukan analisis, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan oleh user. Kemudian software yang telah dibuat harus dilakukan pemeliharaan secara berkala.[2]

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan proposal penelitian ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN

Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang permasalah, mencoba merumuskan masalah, menentukan maksud dan tujuan, menentukan metodologi penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini berisi gambaran umum tentang SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka tentang sejarah singkat, visi, misi, struktur organisasi beserta deskripsi tugasnya dan berisi teori-teori pendukung yang digunakan untuk aplikasi

Learning Management System yang berisi pengertian sistem, penjelasan Learning

Management System, penjelasan analisis butir soal, penjelasan algoritma

(45)

9

BAB 3 ANALISIS PERANCANGAN SISTEM

Pada bab ini berisi tentang analisis sistem, analisis pengguna, analisis pemecah masalah, analisis kebutuhan fungsional dan nonfungsional, serta perancangan sistem pengembangan media pembelajaran online.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Pada bab ini berisi pembahasan implementasi serta penjelasan tentang teknik dan strategi pengujian sistem yang digunakan.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

(46)
(47)

177

DAFTAR PUSTAKA

[1] T.N. Dao, An improvement on capturing similarity between strings, 2005.

http://www.codeproject.com/Articles/11157/An-improvement-on-capturing-similarity-between-str, diakses 25 Juni 2015.

[2] Pressman, R. 2010. Software Engineering: A Practitioner's Approach

Seventh Edition. New York: McGraw Hill.

[3] Ellis, Ryann K. 2009. Field Guide to Learning Management Systems.

American Society for Training and Development.

[4] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto. 2012, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, edisi kedua. PT. Bumi Aksara.

[5] Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan

Dasar dan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. 2008.

Panduan Analisis Butir Soal. Jakarta

[6] Rinaldi Munir. 2007. Algoritma dan Pemrograman. Bandung: Informatika Bandung.

[7] Weiss, S.M., Indurkhya, N., Zhang, T., Damerau, F.J. 2005. Text Mining :

Predictive Methods fo Analyzing Unstructered Information. Springer :

New York.

[8] Deddy Winarsono, Daniel O Siahaan, Umi Yuhana. 2009, sistem penilaian otomatis kemiripan kalimat menggunakan syntactic-semantic similarity

pada sistem e-learning, Jurnal Ilmiah Kursor, vol. 5(2).

[9] Benisius. 2010. Sistem Pengkoreksian Kata Kunci dengan Menggunakan

MetodeLevenshtein Distance. Jurnal Ilmiah Lintas Ilmu UNIERA

[10] Fatansyah, 2002, Basis Data, keempat ed. Bandung: Informatika Bandung. [11] Ladjamudin, 2006. Rekayasa Perangkat Lunak, edisi pertama. Graha Ilmu,.

[12] Nugroho, B. 2008. Panduan Lengkap Menguasai Perintah SQL . Media Kita: Jakarta

(48)

178

[14] Jogiyanto, H. M., M.B.A., Prof., Dr. 1999. Pengenalan Komputer. Jogjakarta: Andi.

[15] Kadir, Abdul. 2008. Tuntunan Praktis Belajar DataBase menggunakan

MySQL, Andi Offset, Yogyakarta.

(49)

v DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACK ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR SIMBOL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xx

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 2

1.3.1 Maksud ... 2

1.3.2 Tujuan ... 3

1.4. Batasan Masalah ... 3

1.5. Metodologi Penelitian ... 4

1.5.1 Metode Pengumplan Data ... 4

1.5.2 Metode Pembangunan Perangkat Lunak ... 7

1.6. Sistematika Penulisan ... 8

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 10

2.1 Tinjauan Sekolah ... 10

2.1.1 Sejarah SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka ... 10

(50)

vi

2.1.3 Wilayah Kerja dan Kegiatan Observasi ... 11

2.1.4 Kebijakan Sekolah ... 12

2.1.5 Logo SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka ... 12

2.1.6 Badan Hukum SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka ... 13

2.1.7 Struktur Organisasi ... 13

2.1.8 Deskripsi Pekerjaan ... 14

2.2 Landasan Teori ... 25

2.2.1 Learning Management System (LMS) ... 25

2.2.1.1 Karakteristik Learning Management System ... 26

2.2.2 Analisis Butir Soal ... 27

2.2.2.1Tingkat Kesukaran Soal (Difficulty Index) ... 28

2.2.2.2 Daya Pembeda (Discriminating Power) ... 29

2.2.3 Algoritma ... 29

2.2.3.1 Text Preprocessing ... 30

2.2.3.2 Levenshtein Distance ... 30

2.2.4 Konsep Perancangan Sistem ... 34

2.2.4.1 Sistem Basis Data ... 34

2.2.4.2 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 37

2.2.4.3 Data Flow Diagram (DFD) ... 37

2.2.4.4 Kamus Data ... 39

2.2.5 Perangkat Lunak Pendukung ... 39

2.2.5.1 Dreamweaver ... 40

2.2.5.2 PHP ... 40

2.2.5.3 MySQL ... 41

(51)

vii

2.2.6 Skala Pengukuran ... 43

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN ... 46

3.1 Analisis Sistem ... 46

3.1.1 Analisis Masalah ... 46

3.1.2 Analisis Sistem yang Berjalan ... 46

3.1.2.1 Prosedur Analisis Kualitas Butir Soal Latihan LMS ... 47

3.1.2.2 Prosedur Koreksi Soal Latihan Esai ... 50

3.1.3 Analisis Aturan Bisnis ... 52

3.1.4 Analisis Kualitas Butir Soal ... 52

3.1.4.1 Analisis Butir Soal Tingkat Kesukaran ... 55

3.1.4.2 Analisis Butir Soal Daya Pembeda ... 59

3.1.4.3 Kesimpulan Analisis Butir Soal ... 67

3.1.5 Analisis Algoritma Levenshtein Distance Pada Pengoreksi Esai Otomatis... ... 69

3.1.5.2.1 Text Preprocessing ... 72

3.1.5.2.2 Pemeriksaan kata pada kunci dengan jawaban menggunakan levenshtein ... 76

3.1.5.3 Kpengoreksian dan pembobotan esai menggeunakan Levenshtein Distance ... 80

3.1.6 Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 83

3.1.6.1 Analisis Kebutuhan Pengguna ... 83

3.1.6.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras ... 86

3.1.6.3 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak ... 87

3.1.7 Analisis Basis Data ... 89

3.1.8 Analisis Kebutuhan Fungsional... 93

(52)

viii

3.1.8.2 Data Flow Diagram (DFD) ... 95

3.1.8.3 Spesifikasi Proses ... 105

3.1.8.4 Kamus Data ... 108

3.2 Perancangan Sistem ... 121

3.2.1 Skema Relasi ... 121

3.2.2 Struktur Tabel ... 123

3.2.3 Perancangan Struktur Menu ... 127

3.2.4 Perancangan Antarmuka ... 130

3.2.5 Perancangan Pesan ... 138

3.2.6 Jaringan Semantik ... 141

3.2.6 Perancangan Prosedural ... 143

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 149

4.1 Implementasi ... 149

4.1.1 Kebutuhan Perangkat Keras ... 149

4.1.2 Kebutuhan Perangkat Lunak ... 150

4.1.3 Implementasi Basis Data ... 150

4.1.4 Implementasi Antarmuka ... 154

4.2 Pengujian ... 155

4.2.1 Pengujian Black Box ... 155

4.2.2 Kasus dan Hasil Pengujian Black Box ... 156

4.2.2.1 Login Guru... 156

4.2.2.2 Pengujian Pengolahan Analisis Tingkat Kesukaran ... 157

4.2.2.3 Pengujian Pengolahan Analisis Daya Pembeda ... 158

4.2.2.4 Pengujian Pengolahan Koreksi Esai Otomatis ... 159

(53)

ix

4.2.3 Pengujian Betha ... 163

4.2.3.1 Skenario Pengujian Betha ... 164

4.2.3.2 Hasil Pengujian Betha... 166

4.2.3.3 Kesimpulan Hasil Pengujian Betha ... 175

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 176

5.1 Kesimpulan ... 176

5.2 Saran ... 176

(54)

iii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

tugas akhir dengan judul “Pengembangan Learning Management System (LMS)

Di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka”.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis menghadapi banyak kendala namun berkat adanya doa, dorongan dan dukungan akhirnya kendala itu dapat teratasi. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun akan penulis terima dengan senang hati.

Dengan terselesaikannya skripsi ini, dengan segala kerendahan hati penulis ingin menyampaikan rasa hormat, terimakasih, dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu penyusunan skripsi ini, khususnya kepada :

1. Ayahanda Juanda Muhammad, Ibunda Nurmala Muchtar, kakak-kakakku tersayang Herry Yunanda dan Eva Riana, serta adik-adikku tercinta Mirza, (Alm) Rina, Haris, Kalina, Wulan, Iki dan seluruh keluarga besar yang telah memberi dukungan berupa doa, pengorbanan dan penyemangat yang tak ternilai dalam menyelesaikan skripsi ini.

2. Ibu Utami Dewi W S.Kom,. M.Kom selaku dosen pembimbing dan sekaligus dosen wali penulis. Terima kasih karena telah bersedia meluangkan waktu memberi bimbingan dengan sabar, juga motivasi dan nasehat selama penyusunan skripsi ini.

(55)

iv

4. Rekan yang telah berperan penting, kang Budhi, Gumilar, Hilma Vilona, Bang Odie, Darwin dan Prizal Azima yang telah banyak membantu, menyumbang doa dan memberi dukungan serta semangat kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

5. Teman-teman kelas IF-12 angkatan 2009 dan sahabat-sahabat seperjuangan yang sangat setia saat suka dan duka menempuh perjalanan tugas akhir hingga terselesaikan dengan baik.

6. Bapak Drs. Anda Suhanda selaku Kepsek SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka, Pak Eric dan segenap guru dan siswa yang ikut berpartisipasi dalam penelitian di SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka

7. Dan kepada pihak-pihak lain yang telah begitu banyak membantu namun tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah dan rahmat-Nya bagi kita semua, terima kasih untuk bantuannya selama ini, semoga juga dapat menjadi amal ibadah dihadapan-Nya. Aamiiin.

Tugas akhir ini merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi Teknik Informatika di UNIKOM. Penulis menyadari tugas akhir ini masih jauh dari sempurna dengan segala kekurangannya. Untuk itu penulis harapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan dari tugas akhir ini. akhir kata semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bandung, 19 Agustus 2015

(56)

i

ABSTRAK

PENGEMBANGAN

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM

(LMS) DI SMK PUTRA INDONESIA 1 CICALENGKA

Oleh :

RAUZAL

10109515

SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka merupakan salah satu sekolah kejuruan swasta yang bertempat di Jalan Ir. H. Juanda Belakang, Desa Cikuya Cicalengka. Sistem pembelajaran online yaitu Learning Management System

(LMS) yang ada saat ini merupakan sarana pelengkap atau pendukung proses belajar mengajar. LMS tersebut masih memiliki beberapa kekurangan yaitu belum memenuhi kebutuhan sisi pengguna guru dalam menganalisis kualitas setiap butir soal sehingga dalam menganalisis soal masih dilakukan secara manual dan LMS tersebut belum tersedia latihan yang berupa esai. Kendala lainnya yang dialami guru kesulitan dalam mengoreksi jawaban esai siswa, karena harus melakukan pengoreksian jawaban siswa secara satu persatu, sehingga memerlukan waktu yang lama.

Berdasarkan masalah di atas, solusinya yaitu dengan melakukan pengembangan pada Learning Management System (LMS) pada SMK Putra Indonesia 1 Cicalengka. Pengembangan yang dilakukan yaitu Analisis butir soal yang berupa analisis tingkat kesukaran soal dan daya pembeda soal, serta pengoreksian esai otomatis dan pembobotan latihan esai dengan menggunakan algoritma Levenshtein Distance. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, observasi, wawancara dan kuesioner. Metode pembangunan perangkat lunak yaitu menggunakan metode Waterfall, untuk analisis perangkat lunak menggunakan model terstruktur yaitu Entity Relationship Diagram (ERD) untuk memodelkan data, dan Data Flow Diagram untuk memodelkan fungsional.

Hasil pengujian sistem dengan menggunakan metode pengujian betha yaitu pengujian secara langsung kepada pengguna. Dari hasil pengujian menyimpulkan bahwa LMS yang telah dikembangakan dapat membantu guru dalam menganalisis butir soal dan memudahkan guru dalam melakukan koreksi jawaban esai siswa.

Figur

Gambar 1.1 Alur Penelitian Pengembangan Learning Management

Gambar 1.1

Alur Penelitian Pengembangan Learning Management p.42
Gambar 3.1 Prosedur analisis kualitas butir soal LMS

Gambar 3.1

Prosedur analisis kualitas butir soal LMS p.63
Gambar 3.2 Prosedur Koreksi Jawaban Latihan Esai

Gambar 3.2

Prosedur Koreksi Jawaban Latihan Esai p.65
Tabel 3.1 Daftar Soal-soal Latihan

Tabel 3.1

Daftar Soal-soal Latihan p.67
Tabel 3.3 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal

Tabel 3.3

Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal p.72
Tabel 3.5 Daftar Skor Siswa

Tabel 3.5

Daftar Skor Siswa p.75
Tabel 3.6 Daftar Skor Siswa yang Terurut

Tabel 3.6

Daftar Skor Siswa yang Terurut p.76
Tabel 3.7 Jawaban benar-salah dari kelompok atas

Tabel 3.7

Jawaban benar-salah dari kelompok atas p.78
Tabel 3.9 Perhitungan WL + WH dan WL – WH

Tabel 3.9

Perhitungan WL + WH dan WL – WH p.79
Tabel 3.10 Hasil Analisis Butir Soal Latihan

Tabel 3.10

Hasil Analisis Butir Soal Latihan p.81
Gambar 3.3. Flowchart sistem koreksi latihan Esai Otomatis

Gambar 3.3.

Flowchart sistem koreksi latihan Esai Otomatis p.84
Gambar 3.6 Subproses

Gambar 3.6

Subproses p.85
Tabel 3.13 Karakter yang akan dihapus

Tabel 3.13

Karakter yang akan dihapus p.88
Tabel 3.14 Penjelasan Tokenizing

Tabel 3.14

Penjelasan Tokenizing p.89
Gambar 3.14 Tabel matriks Levenshtein Distance iterasi (1,1), (1,2), (1,3)

Gambar 3.14

Tabel matriks Levenshtein Distance iterasi (1,1), (1,2), (1,3) p.93
Gambar 3.16 Tabel matriks Levenshtein Distance iterasi (3,1), (3,2), (3,3)

Gambar 3.16

Tabel matriks Levenshtein Distance iterasi (3,1), (3,2), (3,3) p.93
Gambar 3.17 Tabel matriks Levenshtein Distance iterasi (4,1), (4,2), (4,3)

Gambar 3.17

Tabel matriks Levenshtein Distance iterasi (4,1), (4,2), (4,3) p.94
Tabel 3.20 Perangkat Lunak yang Digunakan Untuk Pengembangan

Tabel 3.20

Perangkat Lunak yang Digunakan Untuk Pengembangan p.101
Gambar 3.19 Entity Relationship Diagram Sistem Baru

Gambar 3.19

Entity Relationship Diagram Sistem Baru p.104
Tabel Atribut

Tabel Atribut

p.105
Gambar 3.20 Diagram Konteks Sistem Baru

Gambar 3.20

Diagram Konteks Sistem Baru p.108
Gambar 3.21 DFD Level 1 Sistem Baru

Gambar 3.21

DFD Level 1 Sistem Baru p.110
Gambar 3.22 DFD Level 2 Proses 5 Pengolahan Pembelajaran

Gambar 3.22

DFD Level 2 Proses 5 Pengolahan Pembelajaran p.112
Gambar 3.23 Level 2 Proses 6 Pembelajaran

Gambar 3.23

Level 2 Proses 6 Pembelajaran p.113
Gambar 3.24 DFD Level 3 Proses 5.2 Pengolahan Latihan

Gambar 3.24

DFD Level 3 Proses 5.2 Pengolahan Latihan p.115
Gambar 3.25 DFD Level 3 Proses 5.4 Pengolahan Latihan Esai

Gambar 3.25

DFD Level 3 Proses 5.4 Pengolahan Latihan Esai p.116
Gambar 3.27 DFD Level 4 Proses 5.2.4 Lihat Soal Latihan

Gambar 3.27

DFD Level 4 Proses 5.2.4 Lihat Soal Latihan p.118
Gambar 3.28 DFD Level 4 Proses 5.4.4 Lihat Soal Esai

Gambar 3.28

DFD Level 4 Proses 5.4.4 Lihat Soal Esai p.119
Tabel 3.24. Spesifikasi Proses

Tabel 3.24.

Spesifikasi Proses p.119
Tabel 3.25 Kamus Data

Tabel 3.25

Kamus Data p.132

Referensi

Memperbarui...