• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPKPS Akuntansi Syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RPKPS Akuntansi Syariah"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Drs. Ahmad Jumirin, M.Si
  • Mata Pelajaran: Akuntansi Syariah
  • Topik: Akuntansi Syariah
  • Tipe: RPKPS

I. Tinjauan Menyeluruh Atas Akuntansi Syariah

Bagian ini memberikan pengantar komprehensif tentang Akuntansi Syariah, mendefinisikannya, menjelaskan pentingnya, dan menelusuri sejarah perkembangannya. Ini mencakup perbandingan mendalam antara Akuntansi Syariah dengan akuntansi konvensional, menyoroti perbedaan prinsip dan praktiknya. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman sistematika berpikir dan pengaplikasian nilai-nilai Islam dalam konteks bisnis. Secara pedagogis, bagian ini membentuk fondasi pemahaman yang kuat bagi mahasiswa sebelum mempelajari praktik-praktik spesifik.

1.1 Pengertian dan Pentingnya Akuntansi Syariah

Sub-bab ini mendefinisikan Akuntansi Syariah sebagai sistem pencatatan dan pelaporan keuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah Islam. Ini menekankan pentingnya Akuntansi Syariah dalam menjaga transparansi, keadilan, dan etika dalam transaksi bisnis. Nilai akademisnya terletak pada eksplorasi nilai-nilai keagamaan yang diterapkan dalam kerangka akuntansi. Aplikasi pedagogisnya adalah memahami dasar filosofis dan etis dari Akuntansi Syariah sebelum mempelajari aspek teknisnya.

1.2 Sejarah Akuntansi Syariah

Sub-bab ini menelusuri perkembangan Akuntansi Syariah dari masa lalu hingga saat ini, menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip syariah telah mempengaruhi praktik bisnis dan pencatatan keuangan sepanjang sejarah. Ini termasuk membahas perkembangan standar dan regulasi Akuntansi Syariah, seperti PSAK 59 dan PAPSI. Nilai akademisnya adalah memahami konteks historis perkembangan Akuntansi Syariah dan bagaimana ia beradaptasi dengan perkembangan zaman. Secara pedagogis, ini memberikan perspektif yang lebih luas tentang perkembangan konseptual bidang ini.

1.3 Prinsip dan Tujuan Akuntansi Syariah

Sub-bab ini membahas prinsip-prinsip fundamental Akuntansi Syariah, seperti larangan riba, gharar, maysir, dan penekanan pada keadilan dan transparansi. Tujuan dari Akuntansi Syariah juga dibahas, meliputi penyampaian informasi yang akurat dan relevan untuk pengambilan keputusan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Nilai akademisnya terletak pada identifikasi dan analisis prinsip-prinsip inti yang membedakan Akuntansi Syariah dari sistem lain. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami kerangka kerja etika dan prinsip yang mendasari seluruh proses akuntansi.

1.4 Perbedaan Konsep Akuntansi Syariah dan Akuntansi Konvensional

Sub-bab ini membandingkan dan kontraskan Akuntansi Syariah dengan akuntansi konvensional, menonjolkan perbedaan-perbedaan utama dalam hal prinsip, metode, dan praktik. Ini termasuk membandingkan pengukuran laba, penilaian aset, dan pengungkapan informasi. Nilai akademisnya terletak pada kemampuan untuk membandingkan dan menganalisis dua sistem akuntansi yang berbeda. Secara pedagogis, ini mempertajam pemahaman mahasiswa tentang karakteristik unik dan keunggulan relatif dari masing-masing sistem.

II. Akuntansi Syariah dalam Perspektif Ontologis

Bagian ini mengeksplorasi landasan filosofis dan ontologis Akuntansi Syariah, menghubungkannya dengan nilai-nilai Islam dan sistem ekonomi tanpa bunga. Pembahasan meliputi peran zakat dalam sistem ini dan implikasinya terhadap pengukuran laba. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman mendalam tentang akar filosofis Akuntansi Syariah. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami motivasi dan tujuan di balik prinsip-prinsip Akuntansi Syariah.

2.1 Ontologi Akuntansi Syariah

Sub-bab ini menyelidiki dasar-dasar ontologis Akuntansi Syariah, menjelaskan bagaimana pemahaman tentang kepemilikan, kekayaan, dan kewajiban dalam Islam membentuk prinsip-prinsip akuntansi. Ini akan membahas konsep harta halal dan haram, serta implikasinya terhadap praktik akuntansi. Nilai akademisnya adalah menghubungkan praktik akuntansi dengan sistem nilai dan keyakinan yang lebih besar. Secara pedagogis, ini menciptakan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana nilai-nilai Islam membentuk praktik akuntansi.

2.2 Zakat dalam Perspektif Akuntansi Syariah

Sub-bab ini membahas peran zakat dalam Akuntansi Syariah, menjelaskan bagaimana kewajiban zakat dihitung dan dilaporkan. Ini juga akan membahas implikasi zakat terhadap pengukuran laba dan distribusi kekayaan. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman tentang aspek ibadah dalam konteks akuntansi. Secara pedagogis, sub-bab ini menyoroti integrasi antara aspek keagamaan dan aspek bisnis dalam Akuntansi Syariah.

2.3 Sistem Ekonomi Tanpa Bunga

Sub-bab ini membahas peran Akuntansi Syariah dalam sistem ekonomi tanpa bunga, menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip syariah diterapkan dalam berbagai instrumen keuangan Islam, seperti mudharabah, murabahah, dan musyarakah. Ini juga akan membahas implikasi penghapusan bunga terhadap pengukuran laba dan penilaian aset. Nilai akademisnya terletak pada analisis sistem ekonomi alternatif yang didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan dan menghindari eksploitasi. Aplikasi pedagogisnya adalah memahami bagaimana Akuntansi Syariah mendukung model ekonomi yang berbeda.

III. Konsep Kepemilikan dan Penilaian Aktiva

Bagian ini membahas konsep kepemilikan dalam Islam dan bagaimana hal itu mempengaruhi penilaian aset dalam Akuntansi Syariah. Ini meliputi diskusi tentang metode penilaian aset yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan perbandingannya dengan metode penilaian dalam akuntansi konvensional. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman bagaimana konsep kepemilikan dalam Islam mempengaruhi praktik akuntansi. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami perbedaan utama dalam penilaian aset antara kedua sistem.

3.1 Konsep Kepemilikan Aktiva

Sub-bab ini membahas konsep kepemilikan aktiva dalam perspektif syariah, membedakan antara kepemilikan penuh dan kepemilikan bersama. Ini menekankan pentingnya kejelasan kepemilikan dalam transaksi bisnis syariah dan bagaimana hal itu direfleksikan dalam pencatatan akuntansi. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman perbedaan mendasar dalam konsep kepemilikan antara sistem syariah dan konvensional. Aplikasi pedagogisnya adalah untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana perbedaan tersebut mempengaruhi praktik akuntansi.

3.2 Dasar Penilaian Harta

Sub-bab ini membahas dasar-dasar penilaian harta dalam Akuntansi Syariah, menekankan pada prinsip keadilan dan menghindari penipuan. Ini akan membahas berbagai metode penilaian yang dapat diterima dalam syariah, mempertimbangkan nilai pasar, nilai wajar, dan nilai historis. Nilai akademisnya terletak pada analisis berbagai metode penilaian dan implikasinya terhadap pengukuran laba. Secara pedagogis, mahasiswa akan memahami keragaman metode dan memilih metode yang paling tepat.

3.3 Konsep Dasar Historis dan Penilaian Harta

Sub-bab ini membahas konsep dasar historis dan penilaian harta dalam Akuntansi Syariah, menjelaskan bagaimana metode historis biaya digunakan dalam konteks syariah. Ini juga akan membandingkan dan mengkontraskan metode historis biaya dengan metode penilaian lainnya dalam Akuntansi Syariah. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman konteks historis biaya dan keterbatasannya dalam konteks syariah. Secara pedagogis, mahasiswa akan memahami fleksibilitas dalam memilih metode penilaian sesuai konteks.

3.4 Pengklasifikasian Perusahaan dalam Konsep Historis

Sub-bab ini membahas bagaimana pengklasifikasian perusahaan dilakukan dalam konteks historis biaya dalam Akuntansi Syariah. Ini akan membahas bagaimana pengklasifikasian ini berbeda dengan pengklasifikasian dalam akuntansi konvensional dan implikasinya terhadap pelaporan keuangan. Nilai akademisnya terletak pada analisis bagaimana sistem klasifikasi mempengaruhi interpretasi data keuangan. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami konsistensi dalam menerapkan metode historis biaya dan konsekuensinya.

IV. Konsep Laba dalam Sistem Ekonomi Tanpa Bunga

Bagian ini membahas konsep laba dalam Akuntansi Syariah, menekankan pada perbedaannya dengan konsep laba dalam akuntansi konvensional. Ini meliputi diskusi tentang bagaimana prinsip-prinsip syariah mempengaruhi pengukuran dan pelaporan laba, termasuk relevansi konsep laba historis dan business income dengan zakat. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman definisi dan pengukuran laba yang berbeda dalam dua sistem. Secara pedagogis, bagian ini menjelaskan bagaimana konsep laba dalam Akuntansi Syariah mencerminkan tujuan dan prinsip-prinsip yang mendasarinya.

4.1 Konsep Dasar Laba Perusahaan

Sub-bab ini membahas konsep dasar laba perusahaan dalam Akuntansi Syariah, menekankan pada prinsip-prinsip keadilan dan menghindari eksploitasi. Ini akan membahas berbagai metode pengukuran laba yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan membandingkannya dengan metode pengukuran laba dalam akuntansi konvensional. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman definisi laba yang berbeda dan implikasinya dalam pengambilan keputusan. Secara pedagogis, mahasiswa akan memahami perbedaan fundamental antara definisi laba dalam kedua sistem.

4.2 Penilaian Aktiva dalam Laba Perusahaan

Sub-bab ini membahas bagaimana penilaian aktiva mempengaruhi pengukuran laba dalam Akuntansi Syariah. Ini akan membahas implikasi dari berbagai metode penilaian aset terhadap pengukuran laba dan pentingnya memilih metode yang tepat sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Nilai akademisnya terletak pada analisis hubungan antara penilaian aset dan pengukuran laba. Secara pedagogis, mahasiswa akan memahami bagaimana metode penilaian mempengaruhi angka laba yang dilaporkan.

4.3 Relevansi Konsep Laba Historis dan Business Income dengan Zakat

Sub-bab ini membahas relevansi konsep laba historis dan business income dengan perhitungan zakat dalam Akuntansi Syariah. Ini akan menjelaskan bagaimana konsep-konsep ini digunakan untuk menentukan kewajiban zakat dan implikasinya terhadap distribusi kekayaan. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman integrasi aspek ibadah dan aspek bisnis. Secara pedagogis, mahasiswa akan memahami implikasi keagamaan dari pengukuran laba.

V. Penilaian dan Pengukuran serta Penyajian Akun-akun dalam Laporan Keuangan Syariah

Bagian ini membahas akun-akun yang digunakan dalam laporan keuangan syariah, serta metode penilaian dan pengukuran yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Ini meliputi diskusi tentang konsep laba pada berbagai tingkatan (sintaktis, semantik, dan pragmatik), serta penggunaan laba sebagai dasar perhitungan zakat. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman praktik pelaporan keuangan yang spesifik untuk Akuntansi Syariah. Secara pedagogis, bagian ini melengkapi pemahaman mahasiswa tentang keseluruhan proses akuntansi.

5.1 Akun-akun Laporan Keuangan Syariah

Sub-bab ini menjelaskan akun-akun yang digunakan dalam laporan keuangan syariah, dan membandingkannya dengan akun-akun dalam akuntansi konvensional. Ini akan membahas bagaimana akun-akun tersebut mencerminkan prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba dan spekulasi. Nilai akademisnya terletak pada identifikasi akun-akun spesifik dan bagaimana ia mencerminkan prinsip syariah. Secara pedagogis, ini memberikan pengetahuan praktis tentang penyusunan laporan keuangan syariah.

5.2 Konsep Laba dalam Akuntansi Syariah

Sub-bab ini membahas konsep laba dalam Akuntansi Syariah, menekankan pada perbedaannya dengan konsep laba dalam akuntansi konvensional. Ini akan membahas berbagai metode pengukuran laba yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan. Nilai akademisnya terletak pada analisis konsep laba dan bagaimana ia diukur secara berbeda. Secara pedagogis, ini memperdalam pemahaman mahasiswa tentang konsep laba yang sesuai dengan syariah.

5.3 Konsep Laba pada Tingkatan Sintaktis, Semantik, dan Pragmatik

Sub-bab ini menjelaskan konsep laba pada berbagai tingkatan, yaitu sintaktis (bentuk), semantik (makna), dan pragmatik (konteks). Ini akan membahas bagaimana ketiga tingkatan ini saling berkaitan dan penting dalam memahami konsep laba dalam Akuntansi Syariah. Nilai akademisnya terletak pada analisis konsep laba secara komprehensif. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami nuansa dan kompleksitas konsep laba.

5.4 Laba sebagai Dasar Perhitungan Zakat

Sub-bab ini membahas bagaimana laba digunakan sebagai dasar perhitungan zakat dalam Akuntansi Syariah. Ini akan menjelaskan metode perhitungan zakat dan implikasinya terhadap kewajiban zakat bagi para pelaku usaha. Nilai akademisnya terletak pada analisis aspek ibadah dan aspek bisnis. Secara pedagogis, ini menyoroti aspek praktis penerapan prinsip syariah dalam akuntansi.

VI. Laba dalam Konteks Sistem Ekonomi Tanpa Bunga

Bagian ini membahas larangan riba dalam Islam dan implikasinya terhadap sistem ekonomi tanpa bunga. Ini meliputi diskusi tentang konsep nilai waktu uang (TVM), biaya modal (CoC), biaya historis (HC), dan penghasilan usaha (BI), serta relevansi konsep laba dengan sistem ekonomi tanpa bunga. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman ekonomi Islam dan penerapannya dalam Akuntansi Syariah. Secara pedagogis, bagian ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang konteks ekonomi yang mendasari Akuntansi Syariah.

6.1 Larangan Sistem Bunga dalam Islam

Sub-bab ini membahas secara detail larangan riba dalam Islam, menjelaskan alasan-alasan di balik larangan tersebut dan dampaknya terhadap sistem ekonomi. Ini juga akan membahas bagaimana Akuntansi Syariah menghindari praktik riba dalam transaksi keuangan. Nilai akademisnya terletak pada analisis filosofis dan etis larangan riba. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam.

6.2 TVM, CoC, HC, dan BI

Sub-bab ini menjelaskan konsep nilai waktu uang (TVM), biaya modal (CoC), biaya historis (HC), dan penghasilan usaha (BI) dalam konteks Akuntansi Syariah. Ini akan membandingkan dan mengkontraskan konsep-konsep ini dengan konsep yang serupa dalam akuntansi konvensional. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman konsep-konsep keuangan dalam konteks syariah. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa dalam melakukan analisis keuangan sesuai prinsip syariah.

6.3 Relevansi Konsep Laba dengan Sistem Ekonomi Tanpa Bunga

Sub-bab ini membahas hubungan antara konsep laba dan sistem ekonomi tanpa bunga dalam Akuntansi Syariah. Ini akan menjelaskan bagaimana pengukuran laba dalam sistem ekonomi tanpa bunga berbeda dari pengukuran laba dalam sistem ekonomi berbasis bunga dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan. Nilai akademisnya terletak pada analisis dampak sistem ekonomi terhadap pengukuran laba. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami konteks ekonomi yang mendasari praktik akuntansi syariah.

VII. Implementasi Konsep Syariah dalam Bisnis

Bagian ini membahas penerapan konsep syariah dalam berbagai lembaga bisnis, termasuk bank syariah dan lembaga keuangan non-bank syariah. Ini meliputi diskusi tentang regulasi dan standar Akuntansi Syariah, seperti PSAK 59, Fatwa MUI, dan PAPSI, serta bagaimana regulasi tersebut memengaruhi praktik akuntansi. Nilai akademisnya terletak pada analisis praktik Akuntansi Syariah di dunia nyata. Secara pedagogis, ini menghubungkan teori dengan praktik dan mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja di sektor ekonomi syariah.

7.1 Pengertian dan Lembaga Bisnis Berbasis Syariah

Sub-bab ini menjelaskan berbagai jenis lembaga bisnis berbasis syariah dan bagaimana mereka mengimplementasikan prinsip-prinsip syariah dalam operasinya. Ini mencakup perbandingan antara bank syariah dan bank konvensional, serta berbagai jenis lembaga keuangan non-bank syariah. Nilai akademisnya terletak pada identifikasi dan klasifikasi berbagai model bisnis syariah. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa memahami lanskap bisnis syariah.

7.2 Ketentuan, Aturan, Pedoman, atau Fatwa yang Berkaitan dengan Bisnis Syariah

Sub-bab ini membahas regulasi dan standar Akuntansi Syariah yang relevan, seperti PSAK 59, Fatwa MUI, dan PAPSI. Ini akan menjelaskan bagaimana regulasi ini memengaruhi praktik akuntansi di lembaga bisnis syariah dan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi tersebut. Nilai akademisnya terletak pada analisis regulasi dan standar akuntansi. Secara pedagogis, ini mempersiapkan mahasiswa menghadapi regulasi yang berlaku dalam praktik.

VIII. Akuntansi Mudharabah, Murabahah, Salam, Istishna, Ijarah, Musyarakah, dan Qardhul Hasan

Bagian ini membahas secara detail berbagai jenis kontrak bisnis syariah dan implikasinya terhadap pencatatan dan pelaporan akuntansi. Setiap jenis kontrak (mudharabah, murabahah, salam, istishna, ijarah, musyarakah, dan qardhul hasan) dianalisis secara mendalam, termasuk metode pencatatan transaksi, pelaporan keuangan, dan pengungkapan informasi yang relevan. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman praktik akuntansi untuk berbagai jenis transaksi keuangan syariah. Secara pedagogis, ini menyediakan panduan komprehensif bagi mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip Akuntansi Syariah dalam berbagai konteks bisnis.

8.1 Akuntansi Mudharabah

Sub-bab ini membahas secara rinci Akuntansi Mudharabah, menjelaskan bagaimana transaksi mudharabah dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan sesuai dengan PSAK 59. Ini termasuk pembahasan tentang pembagian laba dan kerugian antara pemilik modal dan pengelola. Nilai akademisnya terletak pada penerapan prinsip syariah dalam konteks mudharabah. Secara pedagogis, ini memberikan pemahaman praktis dalam menerapkan teori ke dalam kasus.

8.2 Akuntansi Murabahah

Sub-bab ini membahas secara rinci Akuntansi Murabahah, menjelaskan bagaimana transaksi murabahah dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Ini mencakup pembahasan tentang penetapan harga dan margin keuntungan, serta pembagian laba dan kerugian. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman spesifik transaksi jual beli dan margin keuntungan dalam syariah. Secara pedagogis, ini memberikan analisis kasus yang nyata.

8.3 Akuntansi Salam dan Istishna

Sub-bab ini membahas Akuntansi Salam dan Istishna, dua jenis transaksi jual beli yang berbeda dalam Islam. Ini menjelaskan bagaimana transaksi-transaksi ini dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan penekanan pada aspek waktu dan penyerahan barang. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman perbedaan dua transaksi dan penerapannya dalam akuntansi. Secara pedagogis, ini melatih mahasiswa untuk mengidentifikasi perbedaan transaksi dan menerapkannya dalam konteks.

8.4 Akuntansi Ijarah

Sub-bab ini membahas Akuntansi Ijarah (sewa), menjelaskan bagaimana transaksi sewa dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Ini termasuk pembahasan tentang penyusutan aset dan pengakuan pendapatan sewa. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman transaksi sewa dan aplikasi akuntansi yang benar. Secara pedagogis, ini melatih mahasiswa memahami transaksi sewa dalam konteks syariah.

8.5 Akuntansi Musyarakah

Sub-bab ini membahas Akuntansi Musyarakah (bagi hasil), menjelaskan bagaimana transaksi musyarakah dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Ini termasuk pembahasan tentang pembagian laba dan kerugian antara para mitra. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman berbagi hasil dan bagaimana itu diimplementasikan dalam akuntansi. Secara pedagogis, ini membantu mahasiswa menerapkan prinsip pembagian hasil dalam praktik.

8.6 Akuntansi Qardhul Hasan

Sub-bab ini membahas Akuntansi Qardhul Hasan (pinjaman tanpa bunga), menjelaskan bagaimana transaksi qardhul hasan dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Ini menekankan pada sifat hibah dari transaksi ini dan implikasinya terhadap pelaporan keuangan. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman pinjaman tanpa bunga dan implikasinya dalam akuntansi. Secara pedagogis, ini menunjukkan bagaimana transaksi amal dipertanggungjawabkan dalam akuntansi.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan penulis membuat perancangan sistem informasi akuntansi pelaporan keuangan pertanggungjawaban kegiatan dana bos, diharapkan pencatatan dan pelaporan keuangan

Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi; prinsip-prinsip dan asumsi dasar pencatatan transaksi keuangan, siklus akuntansi, kegunaan dan

Pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah merupakan suatu kemampuan seorang pegawai untuk memahami suatu bentuk pelaporan akuntansi yang meliputi proses pencatatan,

• Kompetensi Utama: Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan (1) konsep dasar, prinsip, dan teknik pencatatan yang digunakan dalam siklus akuntansi

Adapun kelemahan dari teknik akuntansi akrual adalah (1) penerapan akuntansi akrual memperbesar ruang subjektivitas dalam pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi

Kekurangan dari sistem pencatatan akuntansi ini adalah pelaporan keuangan yang kurang lengkap sehingga untuk kedepannya dapat dilakukan penambahan laporan keuangan berupa perubahan

Dokumen ini merangkum konsep dasar akuntansi, termasuk informasi akuntansi, pemakai, hubungan dengan bidang lain, dan laporan

Definisi Konsep Akuntansi Konsep dasar akuntansi adalah aturan-aturan yang perlu dipahami dalam menyusun laporan keuangan agar laporan keuangan yang dibuat mempunyai standar yang sama