• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTRET ANGKATAN KERJA DAN PEKERJA KALIMANTAN TENGAH 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "POTRET ANGKATAN KERJA DAN PEKERJA KALIMANTAN TENGAH 2013"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

POTRET ANGKATAN KERJA DAN PEKERJA

KALIMANTAN TENGAH 2013

(4)

POTRET ANGKATAN KERJA DAN PEKERJA

KALIMANTAN TENGAH 2013

Nomor Publikasi : 62000.1404

Katalog BPS : 3201125.62

Ukuran Buku : 15 x21 cm

Jumlah halaman : x + 111 halaman

Naskah, Gambar Kulit dan Tata Letak :

Tim Penyusunan Analisis Gini Ratio dan Konsumsi Rumah Tangga, Analisa Data Kemiskinan, Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013

Diterbitkan oleh:

Bappeda Provinsi Kalimantan Tengah

(5)
(6)
(7)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 v

DAFTAR ISI

Kata pengantar ... iii

Daftar Isi ... v

Daftar Tabel ... vii

Daftar Gambar ... ix

Bab I Pendahuluan... 1

Bab II Metodologi... 7

2.1. Sumber Data ... 7

2.2. Metode Pengumpulan Data ... 8

2.3. Metode Analisis ... 10

2.4. Bagan Ketenagakerjaan... 10

2.5. Konsep dan Definisi ... 11

Bab III Gambaran Umum ... 23

3.1. Geografi dan Iklim ... 23

3.2. Pemerintahan... 24

3.3. Penduduk ... 25

3.4. PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi ... 27

Bab IV Ketenagakerjaan ... 31

4.1. Penduduk Usia Kerja ... 31

4.2. Angkatan Kerja ... 37

4.3. Bukan Angkatan Kerja ... 41

4.4. Penduduk Bekerja (Tenaga Kerja) ... 43

4.4.1. Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama ... 46

4.4.2. Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama ... 52

4.4.3. Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Utama ... 55

(8)

vi Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013

4.4.5. Bekerja Menurut Jam Kerja ... 64

Bab V Indikator Ketenagakerjaan ... 75

5.1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ... 75

5.2. Pekerja Tidak Penuh ... 87

5.3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ... 94

5.4. Tingkat Kesempatan Kerja ... 98

5.5. Laju Pertumbuhan Kesempatan Kerja ... 100

5.6. Elastisitas Kesempatan Kerja ... 101

5.7. Produktivitas Pekerja ... 103

(9)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 vii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Batasan Kegiatan Formal/Informal ... 21 Tabel 3.1. Realisasi Anggaran Daerah, 2011-2013 ... 25 Tabel 3.2. Perkembangan PDRB Kalimantan Tengah,

2011-2013 ... 28 Tabel 4.1. Penduduk Usia Kerja Menurut Jenis Kegiatan

Utama, 2013... 34 Tabel 4.2. Persentase Angkatan Kerja Menurut Pendidikan

dan Kabupaten/Kota, 2013 ... 39 Tabel 4.3. Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja

Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, 2013 ... 45 Tabel 4.4. Penduduk Bekerja Menurut Kelompok Umur dan

Lapangan Pekerjaan Utama, 2013 ... 48 Tabel 4.5. Penduduk Bekerja Menurut Kelompok Sektor

Ekonomidan Kabupaten/Kota, 2013 ... 50 Tabel 4.6. Persentase Penduduk Bekerja Menurut Status

Pekerjaan Utama dan Kabupaten/Kota, 2013 ... 54 Tabel 4.7. Persentase Penduduk Bekerja Menurut Jenis

Pekerjaan Utama, 2011 – 2013 ... 56 Tabel 4.8. Persentase Penduduk Bekerja Menurut Pendidikan

dan Kabupaten/Kota, 2013 ... 60 Tabel 4.9. Persentase Penduduk Bekerja Menurut Pendidikan

dan Status Pekerjaan, 2013 ... 64 Tabel 4.10. Persentase Penduduk Bekerja Menurut Jam Kerja

dan Kabupaten/Kota, 2013 ... 66 Tabel 4.11. Persentase Penduduk Bekerja Menurut Jam Kerja

(10)

viii Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 Tabel 5.1. Tingkat Pengangguran Terbuka menurut

Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2013 ... 79 Tabel 5.2. Tingkat Pengangguran Terbuka menurut

Kelompok Umur, 2013 ... 81 Tabel 5.3. Tingkat Pengangguran Terbuka menurut

Kabupaten/ Kota dan Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan, 2013 ... 83 Tabel 5.4. Persentase Pekerja Tidak Penuh Terhadap Total

Pekerja menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2013 ... 90 Tabel 5.5. Persentase Pekerja Tidak Penuh Provinsi

Kalimantan Tengah Menurut Kabupaten/Kota dan Kriteria Pekerja Tidak Penuh, 2013 ... 92 Tabel 5.6. Persentase Setengah Penganggur dan Pekerja

Paruh Waktu menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2013... 94 Tabel 5.7. Produktifitas Pekerja menurut Lapangan

(11)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Bagan Ketenagakerjaan ... 11

Gambar 3.1. Persentase PNS Daerah Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan, 2013... 24

Gambar 3.2. Piramida Penduduk, 2013 ... 26

Gambar 3.3. Indeks Pembangunan Manusia, 2009-2013 ... 27

Gambar 3.4. Distribusi PDRB, 2013 ... 29

Gambar 4.1. Penduduk Usia Kerja Menurut Kelompok Umur, 2013 ... 32

Gambar 4.2. Penduduk Usia Kerja Menurut Pendidikan, 2013.... 35

Gambar 4.3. Penduduk Usia Kerja Menurut Kabupaten/Kota, 2013 ... 36

Gambar 4.4. Persentase Angkatan Kerja terhadap Penduduk Usia Kerja Menurut Kabupaten/Kota, 2013 ... 38

Gambar 4.5. Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, 2013... 40

Gambar 4.6. Bukan Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, 2013 ... 42

Gambar 4.7. Persentase Tenaga Kerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2013 ... 47

Gambar 4.8. Persentase Tenaga Kerja Menurut Status PekerjaanUtama, 2013 ... 52

Gambar 4.9. Persentase Tenaga Kerja Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2013 ... 58

Gambar 4.10. Persentase Tenaga Kerja Menurut Pendidikan dan Lapangan Pekerjaan Utama, 2013 ... 61

(12)

x Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 Gambar 4.11. Persentase Tenaga Kerja Menurut Jam Kerja dan

Jenis Kelamin, 2013 ... 67 Gambar 4.12. Persentase Tenaga Kerja Menurut Jam Kerja dan

Lapangan Pekerjaan, 2013 ... 68 Gambar 4.13. Persentase Tenaga Kerja Menurut Jam Kerja dan

Pendidikan, 2013 ... 71 Gambar 5.1. TPT Provinsi Kalimantan Tengah, 2011-2013 ... 78 Gambar 5.2. Persentase Pekerja Tidak Penuh Provinsi

Kalimantan Tengah , 2011-2013 ... 89 Gambar 5.3. Pekerja Tidak Penuh Kalimantan Tengah,

2011-2013 ... 91 Gambar 5.4. TPAK Provinsi Kalimantan Tengah,

2011-2013 ... 95 Gambar 5.5. Persentase TPAK menurut Kabupaten/Kota

dan Jenis Kelamin, 2013 ... 97 Gambar 5.6. TKK menurut Kabupaten/Kota, 2013 ... 99 Gambar 5.7. Laju Pertumbuhan KK, 2011-2013 ... 100

(13)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 1

BAB I

PENDAHULUAN

Program pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Tengah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, selalu diarahkan kepada tercapainya suatu tatanan kehidupan penduduk yang selaras, serasi dan seimbang yang merupakan pencerminan dari masyarakat yang adil dan makmur secara merata berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Salah satu misi pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005-2025 untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang Maju, Mandiri dan Adil, yang diwujudkan dalam peningkatan kualitas kependudukan dan ketenagakerjaan, keluarga kecil berkualitas, serta pemuda dan olahraga di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Peningkatan kualitas kependudukan dan ketenagakerjaan merupakan salah satu refleksi perwujudan kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan sendiri diukur dari seberapa banyak masyarakat yang dapat hidup layak. Mereka yang tidak dapat hidup layak akan masuk ke dalam kemiskinan. Secara absolut, penduduk dikatakan miskin ketika tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya (basic needs). Kebutuhan pokok tersebut meliputi kemampuan memenuhi pangan, sandang, papan dan tidak mempunyai kemampuan untuk mengakses berbagai pelayanan dasar seperti air bersih, transportasi umum, fasilitas kesehatan, dan

(14)

2 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013

pendidikan. Ketidakmampuan yang menjerumuskan penduduk ke dalam kemiskinan tersebut tidak lain adalah kemampuan daya beli yang tidak memadai.

Secara ekonomi, daya beli penduduk sangat tergantung pada keterlibatan secara aktif penduduk di pasar tenaga kerja. Penduduk yang aktif bekerja memproduksi barang/jasa akan memperoleh timbal balik dari perusahaan tempatnya bekerja berupa upah/gaji. Sebaliknya mereka yang tidak aktif bekerja dalam angkatan kerja akan menjadi pengangguran yang akan menjadi beban bagi diri dan keluarganya.

Salah satu tantangan besar bagi bangsa Indonesia adalah menciptakan lapangan kerja atau usaha yang layak (decent work) bagi angkatan kerja yang besar dan cenderung terus meningkat karena perubahan struktur umur penduduk. Tantangan tersebut mencakup dua hal sekaligus, yaitu penciptaan lapangan pekerjaan baru bagi angkatan kerja yang belum bekerja dan peningkatan produktivitas kerja bagi mereka yang sudah bekerja sehingga memperoleh imbalan kerja yang memadai untuk dapat hidup layak (decent living).

Tantangan itu sangat besar untuk dihadapi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Walaupun demikian, peran yang dimainkan pihak pemerintah dapat sangat menentukan melalui pembangunan yang secara konsisten dirancang berbasis ketenagakerjaan, serta dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi.

(15)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 3

Pengangguran dapat dilihat sebagai akibat dari tidak bekerjanya pasar tenaga kerja dengan baik. Dari sisi penawaran, secara umum di Indonesa mengalami masalah labor market missmatch. Sedangkan dari sisi permintaan, ada keterbatasan daya serap pasar tenaga kerja. Pengangguran senantiasa bertambah setiap tahun seiring dengan laju pertumbuhan penduduk usia kerja. Tingginya angka pengangguran tidak hanya menimbulkan masalah di bidang ekonomi saja, melainkan juga menimbulkan berbagai masalah di bidang sosial seperti kemiskinan dan kerawanan sosial.

Selain dihadapkan pada masalah pengangguran, keadaan ketenagakerjaan juga dihadapkan pada masalah setengah pengangguran, yang secara ekonomi tergolong bekerja namun jam kerjanya berada di bawah jam kerja normal. Hal ini tentunya juga terkait dengan masalah produktivitas tenaga kerja dalam mewujudkan decent living.

Dalam menjawab tantangan untuk mewujudkan decent work dan decent living, agar upaya penurunan tingkat pengangguran pada khususnya, dan pemantauan situasi ketenagakerjaan yang lebih baik pada umumnya, pemerintah sangat memerlukan data yang lengkap, akurat, relevan, mutakhir, dan berkesinambungan. Untuk memenuhi kebutuhan data tersebut BPS telah melaksanakan sebuah survei yang khusus dirancang untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan dengan pendekatan rumah tangga melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS).

(16)

4 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013

Melalui publikasi “Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013”, diharapkan dapat bermanfaat secara lebih luas kepada para pengguna data dari berbagai kalangan, terutama pemerintah daerah untuk mendapatkan gambaran ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan demikian, hal ini bisa merangsang terealisirnya decent work dan decent living untuk kesejahteraan masyarakat.

Pembahasan pada tulisan ini terbatas pada variabel-variabel yang terdapat pada kuesioner SAKERNAS dan indikator-indikator ketenagakerjaan yang dibentuk dari pengembangan variabel-variabel tersebut. Hal-hal yang dibahas didasarkan pada bagan ketenagakerjaan untuk lebih memudahkan bagi para pengguna informasi dalam memahami gambaran dan permasalahan ketenagakerjaan, seperti penduduk usia kerja, angkatan kerja, pengangguran terbuka, sektor informal, sektor usaha/lapangan pekerjaan utama dan lain sebagainya. Selain itu dibahas juga mengenai indikator-indikator terkait ketenagakerjaan seperti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Tingkat Kesempatan Kerja (TKK), dan indikator lainnya.

Tujuan secara umum dalam tulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013. Sedangkan tujuan yang lebih khusus adalah:

1. Untuk mengetahui karakteristik keadaan penduduk usia kerja, angkatan kerja, dan bukan

(17)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 5

angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah.

2. Untuk mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi pada angkatan kerja dan pekerja di Provinsi Kalimantan Tengah.

3.

Untuk mengetahui karakteristik ketenagakerjaan

yang lebih spesifik di Provinsi Kalimantan Tengah melalui indikator-indikator ketenagakerjaan.

(18)
(19)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 7

BAB II

METODOLOGI

2.1. Sumber Data

Sejauh ini sumber data makro mengenai situasi ketenagakerjaan yang secara luas dianggap paling kredibel adalah berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS). Survei tersebut diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin dalam mengintegrasikan data ketenagakerjaan yang mempunyai peran penting. SAKERNAS dirancang khusus untuk mengumpulkan data yang menggambarkan keadaan umum ketenagakerjaan antar periode survei.

Semula data SAKERNAS yang memiliki jumlah total sampel sekitar 60.000 rumah tangga hanya dapat dipakai untuk estimasi level propinsi. Namun sejak SAKERNAS Semester II yang dilaksanakan bulan Agustus 2007, dengan sampel sebanyak 200.000 rumah tangga. Sehingga data ketenagakerjaan yang dihasilkan mempunyai ketercukupan sampel untuk dapat dipergunakan mengestimasi sampai level kabupaten/kota.

Dengan semakin besar jumlah sampel SAKERNAS, menjadikan SAKERNAS lebih representatif dan lebih memungkinkan untuk dibuat analisis yang lebih komprehensif. Gambaran umum ketenagakerjaan yang diperoleh lebih tajam, sehingga cerminan situasi ketenagakerjaan yang sebenarnya dapat teraktualisasikan.

(20)

8 Potret Angkatan Kerja dan Pengangguran Kalimantan Tengah 2013

Berdasarkan pertimbangan tersebut, data hasil pengolahan SAKERNAS Agustus 2013 ini digunakan sebagai sumber data dalam menggambarkan situasi tenaga kerja dalam publikasi Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013.

2.2. Metode Pengumpulan Data

Sejarah pengumpulan data ketenagakerjaan melalui SAKERNAS mengalami berbagai perubahan-perubahan sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1976. Sampai dengan saat ini, SAKERNAS mengalami berbagai perubahan baik dalam periode pencacahan maupun cakupan sampel wilayah dan rumah tangga. Tahun 1986 sampai dengan tahun 1993 SAKERNAS dilaksanakan secara triwulanan. Sedangkan tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 SAKERNAS dilakukan secara semesteran pada bulan Februari dan Agustus. Untuk SAKERNAS Februari, level estimasi hanya sampai tingkat provinsi dan jenis survei yang digunakan adalah panel survey, dengan memakai sampel rumah tangga yang sama untuk periode survei semester pertama. Sedangkan pada SAKERNAS semester kedua, jenis survei yang digunakan adalah cross sectional survey.

Dengan semakin mendesaknya tuntutan data ketenagakerjaan baik variasi, kontinuitas, kemutakhiran dan peningkatan akurasi data yang dihasilkan, maka pengumpulan data SAKERNAS sejak tahun 2011 mulai dilakukan kembali secara triwulanan yaitu : bulan Februari (Triwulan I), Mei (Triwulan II), Agustus (Triwulan III) dan November (Triwulan IV) yang penyajian

(21)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 9

datanya dirancang sampai tingkat provinsi. Untuk kegiatan SAKERNAS pada bulan Agustus 2013 selain dengan sampel triwulanan juga terdapat sampel tambahan, dimaksudkan untuk memperoleh angka tahunan sebagai estimasi penyajian data sampai tingkat kabupaten/kota.

Jumlah sampel SAKERNAS Agustus 2013 di Provinsi Kalimantan Tengah adalah sekitar 4.640 rumah tangga (tersebar pada 464 blok sensus) dari total 200.000 rumah tangga (tersebar pada 20.000 blok sensus) di seluruh Indonesia. Dari 464 blok sensus (20.000 blok sensus secara nasional) di antaranya 116 blok sensus (5.000 blok sensus secara nasional) adalah sampel SAKERNAS triwulanan III dan 348 blok sensus (15.000 blok sensus secara nasional) yang merupakan sampel SAKERNAS tambahan. Penambahan sampel tambahan sebesar 348 blok sensus (15.000 blok sensus secara nasional) dimaksudkan untuk memperoleh estimasi data hingga tingkat kabupaten/kota. Rumah tangga korps diplomatik, rumah tangga dalam blok sensus khusus dan rumah tangga khusus yang tinggal dalam blok sensus biasa tidak tercakup dalam sampel SAKERNAS 2013.

Data dan informasi yang dikumpulkan melalui SAKERNAS 2013 dilakukan dengan wawancara langsung kepada rumah tangga sampel terpilih. Jumlah rumah tangga sampel terpilih dari setiap blok sensus terpilih adalah 10 rumah tangga dengan metode systematic sampling dari daftar listing rumah tangga.

Dari setiap rumah tangga terpilih dikumpulkan keterangan mengenai keadaan umum setiap anggota rumah

(22)

10 Potret Angkatan Kerja dan Pengangguran Kalimantan Tengah 2013

tangga yang mencakup nama, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin dan umur. Khusus untuk anggota rumah tangga yang berumur 10 tahun ke atas akan ditanyakan keterangan mengenai status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, pengangguran dan pengalaman kerja.

2.3. Metode Analisis

Interpretasi mengenai gambaran keadaan ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Tengah dari hasil pengolahan data mentah dan tabulasi, dipaparkan melalui analisis dekriptif sederhana. Melalui grafik dan tabel-tabel yang lebih mudah ditangkap secara visual dan praktis sehingga akan memudahkan konsumen dalam memperoleh informasi, mengidentifikasi kondisi sebuah indikator, dan membandingkan indikator baik antar periode maupun antar wilayah.

2.4. Bagan Ketenagakerjaan

Pemahaman mengenai konsep ketenagakerjaan sangat penting untuk dapat mengidentifikasi penduduk yang termasuk kedalam kelompok angkatan kerja, bukan angkatan kerja, berkerja atau pengangguran.

Indikator-indikator ketenagakerjaan harus mempunyai konsep yang jelas dan tidak ambigu. Diperlukan suatu konsep dan definisi yang dapat membedakan antar indikator dengan indikator lainnya dengan batasan-batasan yang logis, bisa diterima secara umum dan berlaku untuk cakupan wilayah yang luas.

(23)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 11

Dalam rangka memudahkan pemahaman konsep dan definisi, diagram ketenagakerjaan akan membantu mengidentifikasikan indikator-indikator ketenagakerjaan seperti terlihat pada gambar 2.1. di bawah ini.

Gambar 2.1. Bagan Ketenagakerjaan

2.5. Konsep dan Definisi

Konsep dan definisi yang digunakan dalam pengumpulan data ketenagakerjaan oleh BPS mengacu pada The Labour Force Concept yang disarankan oleh International Labour Organization (ILO).

Berdasarkan bagan ketenagakerjaan, penduduk dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penduduk usia kerja dan

(24)

12 Potret Angkatan Kerja dan Pengangguran Kalimantan Tengah 2013

penduduk bukan usia kerja. Selanjutnya usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukannya. Kelompok tersebut adalah Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja.

Penduduk Usia Kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih.

Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.

Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya.

Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan tidak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/ kegiatan ekonomi.

Pengangguran Terbuka adalah Angkatan kerja yang tidak bekerja/tidak mempunyai pekerjaan, yang mencakup angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan dan yang punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja (have a job in future start) adalah keadaan dari seseorang yang mempunyai

(25)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 13

pekerjaan tetapi selama seminggu yang lalu tidak bekerja karena berbagai sebab, seperti: sakit, cuti, menunggu panenan, mogok dan sebagainya, termasuk mereka yang sudah diterima bekerja tetapi selama seminggu yang lalu belum mulai bekerja.

Contoh:

Pekerja tetap/pegawai pemerintah/swasta yang sedang

tidak masuk bekerja karena cuti, sakit, mogok, mangkir, mesin/peralatan perusahaan mengalami kerusakan dan sebagainya.

Petani yang mengusahakan tanah pertanian dan sedang

tidak bekerja karena alasan sakit atau menunggu pekerjaan berikutnya (menunggu panen atau menunggu hujan untuk menggarap sawah).

Orang-orang yang bekerja atas tanggungan/resiko sendiri dalam suatu bidang keahlian (pekerja profesional/mempunyai keahlian khusus), yang sedang tidak bekerja karena sakit, menunggu pesanan dan sebagainya.

Mencari pekerjaan (looking for work) adalah kegiatan seseorang yang tidak bekerja dan pada saat survei orang tersebut sedang mencari pekerjaan, seperti:

Yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.

Yang sudah pernah bekerja, karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan.

(26)

14 Potret Angkatan Kerja dan Pengangguran Kalimantan Tengah 2013

sesuatu hal masih berusaha untuk mendapatkan pekerjaan lain.

Usaha mencari pekerjaan ini tidak terbatas pada seminggu sebelum pencacahan saja, tetapi bisa dilakukan beberapa waktu yang lalu asalkan seminggu yang lalu masih menunggu jawaban apabila sedang bekerja/dibebastugaskan baik akan dipanggil kembali ataupun tidak, dan berusaha umtuk mendapatkan pekerjaan, tidak dapat disebut sebagai pengangguran.

Mempersiapkan Usaha (establishing a new bussiness/firm) adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha yang ”baru”, yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan/keuntungan atas resiko sendiri, baik dengan atau tanpa mempekerjakan buruh/karyawan/pegawai dibayar maupun tidak dibayar Mempersiapkan suatu usaha yang dimaksud adalah apabila ”tindakan nyata”, seperti mengumpulkan modal, perlengkapan/alat, mencari lokasi/tempat, mengurus izin usaha dan sebagainya telah/sedang dilakukan.

Pekerja Tidak Penuh (Setengah Penganggur) adalah orang yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu) Setengah penganggur dibagi menjadi dua, yaitu:

Setengah Penganggur (Setengah penganggur terpaksa) adalah orang yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu), dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan.

(27)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 15

adalah orang yang bekerja dibawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu), tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (sebagian pihak menyebutnya sebagai pekerja paruh waktu/part time worker).

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah perbandingan antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja dan biasanya dinyatakan dalam persen.

Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) adalah perbandingan

antara jumlah penduduk yang bekerja dengan jumlah penduduk angkatan kerja, biasanya dinyatakan dalam persen.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah

perbandingan antara jumlah angkatan kerja (bekerja dan pengangguran) dengan jumlah penduduk usia kerja, dan biasanya dinyatakan dalam persen.

Sekolah adalah kegiatan seseorang untuk bersekolah di sekolah formal, mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi selama seminggu yang lalu sebelum pencacahan. Termasuk pula kegiatan dari mereka yang sedang libur sekolah.

Mengurus rumah tangga adalah kegiatan seseorang yang mengurus rumah tangga tanpa mendapatkan upah, misalnya: ibu-ibu rumah tangga dan anaknya yang membantu mengurus rumah tangga. Sebaliknya pembantu rumah tangga yang mendapatkan upah walaupun pekerjaannya mengurus rumah tangga dianggap bekerja.

(28)

16 Potret Angkatan Kerja dan Pengangguran Kalimantan Tengah 2013

Kegiatan lainnya adalah kegiatan seseorang selain bekerja, sekolah, dan mengurus rumah tangga, termasuk didalamnya mereka yang tidak mampu melakukan kegiatan seperti orang lanjut usia, cacat jasmani (buta, bisu dan sebagainya) dan penerima pendapatan/pensiun yang tidak bekerja lagi selama seminggu yang lalu.

Pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah tingkat

pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi suatu tingkatan sekolah dengan mendapatkan tanda tamat (ijazah).

Jumlah jam kerja seluruh pekerjaan adalah jumlah jam kerja yang dilakukan oleh seseorang (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal diluar pekerjaan) selama seminggu yang lalu. Bagi pedagang keliling, jumlah jam kerja dihitung mulai berangkat dari rumah sampai tiba kembali di rumah dikurangi waktu yang tidak merupakan jam kerja, seperti mampir ke rumah famili/kawan dan sebagainya. Untuk pembantu rumah tangga yang melakukan pekerjaan yang terus menerus didalam rumah tangga dihitung banyaknya jam kerja sehari rata-rata 12 jam.

Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja/perusahaan/kantor dimana seseorang bekerja. Klasifikasi baku yang digunakan dalam penggolongan lapangan pekerjaan/lapangan usaha adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2000. Dalam pengumpulan datanya menggunakan

(29)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 17

18 kategori tetapi dalam penyajian data/publikasinya menggunakan sembilan kategori/sektor yaitu:

1. Pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan; 2. Pertambangan dan penggalian;

3. Industri pengolahan; 4. Listrik, gas dan air; 5. Bangunan/konstruksi;

6. Pedagang besar, eceran, rumah makan dan hotel; 7. Angkutan, pergudangan dan komunikasi;

8. Keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan; dan

9. Jasa kemasyarakatan.

Jenis pekerjaan/jabatan adalah macam pekerjaan yang sedang dilakukan oleh orang-orang yang termasuk golongan bekerja atau orang-orang yang sementara tidak bekerja.

Jenis/jabatan pekerjaan dibagi dalam 8 golongan besar, yaitu: 1. Tenaga professional, teknisi dan yang sejenisnya; 2. Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan; 3. Tenaga tata usaha dan tenaga yang sejenis; 4. Tenaga usaha penjualan;

5. Tenaga usaha jasa;

6. Tenaga usaha pertanian, kehutanan, perburuan, Perikanan; dan

7. Tenaga produksi, operator alat angkut, pekerja kasar lainnya. Upah/gaji bersih adalah penerimaan buruh/karyawan yang biasanya diterima selama sebulan, berupa uang atau barang, yang

(30)

18 Potret Angkatan Kerja dan Pengangguran Kalimantan Tengah 2013

dibayarkan melalui perusahaan/kantor/majikan. Penerimaan bersih yang dimaksud tersebut adalah setelah dikurangi dengan potongan-potongan iuran wajib, pajak penghasilan dan lainnya. Status pekerjaan adalah jenis kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatan. Mulai tahun 2001 status pekerjaan dibedakan menjadi 7 kategori, yaitu:

1) Berusaha sendiri, adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung resiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja tidak dibayar, termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus.

Contoh:

Tukang becak yang membawa becak atas resikonya

sendiri.

Sopir taksi yang membawa mobil atas resiko sendiri. Kuli-kuli di pasar, stasiun, atau tempat-tempat lainnya yang

tidak mempunyai majikan tertentu.

2) Berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap/buruh

tidak dibayar, adalah berusaha atas resiko sendiri danmenggunakan buruh/karyawan/pegawai tak dibayar dan atau buruh/karyawan/pegawai tidak tetap.

Contoh:

Pengusaha warung yang dibantu oleh anggota rumah

tangganya atau orang lain yang diberi upah tidak tetap.

(31)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 19

tangganya atau seseorang yang diberi upah hanya pada saat membantu saja.

Petani yang mengusahakan tanah pertaniannya dengan

dibantu anggota rumah tangga atau orang lain. Walaupun pada waktu panen, petani memberikan bagi panen (bawon, paro, dan sebagainya). Pembantu pemanen tidak dianggap sebagai buruh tetap, sehingga petani digolongkan sebagai berusaha dengan bantuan anggota rumah tangga/buruh tidak tetap.

3) Berusaha dengan buruh tetap, adalah berusaha atas resiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh/karyawan/pegawai tetap yang dibayar.

Contoh:

Pemilik toko mempekerjakan satu atau lebih buruh

tetap.

Pengusaha sepatu yang memakai buruh tetap.

4) Buruh/Karyawan/Pegawai, adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi (baik pemerintah atau swasta) dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan/pegawai, tetapi sebagai pekerja bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika mempunyai 1 (satu) majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan terakhir, khusus pada sektor bangunan/konstruksi batasannya tiga bulan Apabila majikannya instansi/kantor/perusahaan, boleh lebih dari satu.

(32)

20 Potret Angkatan Kerja dan Pengangguran Kalimantan Tengah 2013

5) Pekerja bebas di pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari satu majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik berupa usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang, dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan. Usaha pertanian meliputi: pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan perburuan, termasuk pertanian. 6) Pekerja bebas di non pertanian, adalah seseorang yang

bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari satu majikan dalam sebulan terakhir), di usaha non pertanian dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan.

Usaha non pertanian meliputi: usaha sektor pertambangan, industri, listrik, gas dan air, sektor konstruksi/bangunan, sektor perdagangan, sektor angkutan, pergudangan dan komunikasi, sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan, sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.

7) Pekerja tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu orang lain yang berusaha, dengan tidak mendapatkan upah/gaji, baik berupa uang maupun barang.

(33)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 21

Penjelasan:

Pekerja tak dibayar tersebut dapat:

Sebagai anggota rumah tangga dari orang yang dibantu, seperti istri/anak yang membantu suaminya/ayahnya bekerja di sawah.

Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, seperti famili yang membantu melayani penjualan di warung.

Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga dari orang yang dibantunya, seperti orang yang membantu menganyam topi pada industri rumah tangga tetangganya.

Kegiatan Informal diambil dari kombinasi antara jenis pekerjaan utama dan status pekerjaan utama. Batas kegiatan informal dapat dilihat seperti pada Tabel 2.1. sebagai berikut:

(34)
(35)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 23

BAB III

GAMBARAN UMUM

3.1. Geografi dan Iklim

Provinsi Kalimantan Tengah terletak antara 0°45’ Lintang Utara, 3°30’ Lintang Selatan dan 110°45-115°51 Bujur Timur. Terletak diantara tiga Provinsi tetangga yaitu Provinsi Kalimantan

Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan Luas wilayah Kalimantan Tengah sebesar 153.564 km² atau 8,04 persen dari total luas daratan Indonesia. Dengan sebelas sungai besar dan tidak kurang dari 33 sungai kecil/ anak sungai, keberadaannya menjadi salah satu ciri khas Provinsi Kalimantan Tengah. Sungai Barito dengan panjang mencapai 900 km dengan rata-rata kedalaman 8 m merupakan sungai terpanjang dan dapat dilayari hingga 700 km.

Sebagai daerah yang beriklim tropis, wilayah Provinsi Kalimantan Tengah rata-rata mendapat penyinaran matahari sekitar 55,02% per tahun. Udaranya relatif panas yaitu siang hari mencapai 32,8°C dan malam hari 22,5°C sedangkan rata-rata banyaknya curah hujan pertahunnya relatif tinggi yaitu mencapai 224,50 mm.

(36)

24 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 3.2. Pemerintahan

Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan tahun 2013 membawahi 13 kabupaten dan satu kota, terdiri atas 136 kecamatan dan 1.569 desa/kelurahan termasuk unit pemukiman transmigrasi (UPT). Pada tahun 2013 tidak ada pemekaran kecamatan, sementara itu terjadi pemekaran desa/kelurahan di 2 kabupaten yakni Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kapuas.

Selanjutnya data yang ada juga menunjukkan adanya peningkatan kualitas PNS dari sisi pendidikan yaitu semakin berkurangnya jumlah pegawai yang berpendidikan SMA kebawah, sementara jumlah pegawai yang berpendidikan tinggi semakin meningkat. Pada tahun 2013, 39 persen PNS di Kalimantan Tengah berpendidikan Sarjana Strata 1, sementara masih ada 1 persen diantara mereka yang berpendidikan SD .

Gambar 3.1. Persentase PNS Daerah Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan, 2013 SD 1,27% 2,18% SLTP SLTA 35,98% Diploma 13,05% S1 38,94% S2/S3 8,58%

(37)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 25

Dari total penerimaan daerah sebesar 2,80 triliun, penerimaan asli daerah (PAD) menyumbang sebesar 1,09 triliun rupiah atau hampir 39 persen, ada peningkatan kontribusi PAD terhadap penerimaan daerah Kalimantan Tengah pada tahun 2013, dimana pada tahun 2011 PAD menyumbang 38 persen terhadap penerimaan daerah. Sementara itu persentase dana perimbangan pada tahun 2013 menurun. Dana perimbangan pada tahun 2012 sebesar 52 persen menurun kontribusinya pada tahun 2013 menjadi 51 persen.

Tabel 3.1. Realisasi Anggaran Daerah, 2011-2013

3.3. Penduduk

Dari analisis piramida menggambarkan bahwa penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tergolong penduduk muda, sedangkan pada kelompok umur penduduk tua menunjukkan penduduk perempuan cenderung lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Anggaran 2011 2012 2013 (1) (2) (3) (4) Penerimaan (Milyar Rp) PAD 832 945 1 093 Dana Perimbangan 1 072 1 296 1 442 Lain-lain 24 272 273 Belanja (Milyar Rp) Belanja Modal 432 635 940 Belanja langsung 812 1 122 1 567

(38)

26 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 130 65 0 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75 + Laki-laki 0 65 130 Perempuan

Gambar 3.2. Piramida Penduduk, 2013

Rata-rata laju pertumbuhan penduduk untuk periode tahun 2000-2013 berada pada kisaran 2 persen. Hal ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kelahiran melalui program Keluarga Berencana (KB).

Penyebaran penduduk Kalimantan Tengah masih belum merata khususnya di daerah pedesaan karena masih kurangnya sarana jalan darat, sehingga daerah sepanjang aliran sungai menjadi daerah pemukiman penduduk. Dengan luas wilayah sekitar 153.564 km², tingkat kepadatan penduduk pada tahun 2013 mencapai 16 orang per km2.

Penduduk laki-laki Provinsi Kalimantan Tengah lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Hal ini dapat

(39)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 27

ditunjukkan oleh sex ratio yang nilainya lebih besar dari 100. Pada tahun 2013, untuk setiap 100 penduduk perempuan terdapat 109 penduduk laki-laki.

Gambar 3.3. Indeks Pembangunan Manusia, 2009-2013

Secara keseluruhan tingkat keberhasilan pembangunan manusia Provinsi Kalimantan Tengah yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi dapat digambarkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tahun 2013, IPM mencapai 75,68 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012 dengan nilai indeks 75,46. Reduksi shortfall selama periode tersebut adalah positif 0,88 dan ini artinya IPM Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2013 dibanding tahun 2012 relatif naik 0,88 persen ke sasaran indeks pembangunan manusia ideal sebesar 100.

3.4. PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi

Perekonomiam China dan India yang kian membaik selama tahun 2013, membawa dampak positif bagi perekonomian

74,36 74,64 75,06 75,46 75,68 1,84 1,09 1,66 1,62 0,88 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 70,00 71,00 72,00 73,00 74,00 75,00 76,00 77,00 2009 2010 2011 2012 2013

(40)

28 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

Kalimantan Tengah. Kedua negara tersebut merupakan tujuan ekspor utama Kalimantan Tengah. Dengan membaiknya perekonomian kedua negara tersebut menyebabkan permintaan batubara meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja perekonomian Kalimantan Tengah selama tahun 2013 mengalami peningkatan dibanding tahun 2012, ditandai dengan pertumbuhan PDRB sebesar 7,37 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh komoditi andalan ekspor Kalimantan Tengah yakni CPO dan batubara.

Tabel 3.2. Perkembangan PDRB Kalimantan Tengah, 2011-2013

Sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,35 persen, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan sebesar 11,66 persen, diikuti sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 11,21 persen.

Indikator 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4)

PDRB ADHK (miliar rupiah) 20 078 21 420 23 000

PDRB ADHB (miliar rupiah) 49 048 55 886 63 515

PDRB per Kapita ADHK (ribu rupiah) 8 825 9 194 9 645

PDRB per Kapita ADHB (ribu rupiah) 21 558 23 987 26 635

(41)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013 29 Gambar 3.4. Distribusi PDRB, 2013

Selama tiga tahun terakhir, distribusi PDRB Kalimantan Tengah di dominasi sektor Pertanian, dan pada tahun 2013 sebesar 27,11 persen sekaligus menjadi unggulan perekonomian Kalimantan Tengah. Kontributor kedua terbesar adalah sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (21,49%), kemudian disusul sektor Jasa-jasa (13,69%) .

Selama sepuluh tahun terakhir, PDRB Kalimantan Tengah telah naik 3,5 kali lipat Kenaikan ini terutama didominasi oleh pertumbuhan sektor tersier. Sedangkan PDRB perkapitanya naik 2,7 kali selama sepuluh tahun terakhir.

Keuangan, Persewaan & Js Perusahaan 6,22% Jasa-jasa 13,69% Pertanian 27,11% Pertambang an & Penggalian 9,96% Industri Pengolahan 6,65% LGA 0,70% Bangunan 5,39% Perdaganga n, Hotel & Restoran 21,49% Pengangkut an & Komunikasi 8,80%

(42)
(43)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 31

BAB IV

KETENAGAKERJAAN

Gambaran keadaan ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2013 akan disajikan pada bab ini yang akan membahas mengenai situasi dan kondisi ketenagakerjaan di daerah ini, termasuk di dalamnya karakteristik tenaga kerja yang ada seperti jenis dan status pekerjaan, pendidikan, jam kerja dan karakteristik lainnya. Melalui publikasi ini, penulis mencoba untuk mengulas keadaan ketenagakerjaan di Bumi Tambun Bungai ini dengan menggunakan konsep-konsep ketenagakerjaaan yang lazim digunakan baik secara nasional maupun internasional.

4.1. Penduduk Usia Kerja

Untuk bisa dibandingkan antar wilayah atau negara maka konsep ketenagakerjaan yang digunakan adalah konsep Labour Force Framework sesuai yang telah direkomendasikan International Labour Organization (ILO). Penduduk dikelompokkan menjadi beberapa bagian Kelompok-kelompok tersebut digambarkan dalam bagan ketenagakerjaan (lihat bab II).

Penduduk dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu penduduk usia kerja dan bukan usia kerja Indonesia. Batasan umur pada penduduk usia kerja, menggunakan batas bawah usia kerja (economically active population) 15 tahun (meskipun dalam survei SAKERNAS dikumpulkan informasi mulai dari penduduk usia 10 tahun) dan tanpa batas atas usia kerja.

(44)

32 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

Pemberian batas bawah dan batas atas bervariasi dari setiap negara sesuai dengan kebutuhan dan situasi. Sebagai contoh penggunaan batas bawah: Mesir (6 tahun), Brazil (10 tahun), Swedia, USA (16 tahun), Canada (14 dan 15 tahun), India (5 dan 15 Tahun), dan Venezuela (10 dan 15 tahun), sementara penggunaan batas atas penduduk usia kerja contohnya: Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia (74 tahun), Mesir, Malaysia, Mexico (65 tahun). Beberapa negara termasuk Indonesia tidak menggunakan batas atas.

Dalam publikasi ini digunakan batasan penduduk usia kerja dengan batas bawah 15 tahun dan tanpa batas atas menganut pada konsep yang selama ini dipakai oleh BPS. Distribusi dan komposisi penduduk usia kerja digolongkan menurut kelompok umur dengan interval 5 tahun untuk memudahkan dalam menginterpretasikan dan menganalisis data ketenagakerjaan.

Gambar 4.1. Penduduk Usia Kerja Menurut Kelompok Umur, 2013

0 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000

(45)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 33 Gambar 4.1 menyajikan kondisi sebaran penduduk usia kerja di Provinsi Kalimantan Tengah. Seperti halnya daerah berkembang lainnya, Kalimantan Tengah yang tergolong dalam piramida penduduk muda. Hal tersebut merupakan potensi yang besar sebagai pemasok angkatan kerja dan juga bisa menjadi pemasok bukan angkatan kerja.

Porsi penduduk usia 15-19 tahun merupakan salah satu kelompok umur yang tertinggi, umumnya mereka berada pada usia sekolah. Secara umum penduduk usia tersebut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah sehingga mereka akan menyumbang porsi besar pada kelompok bukan angkatan kerja dan sebaliknya akan mengurangi porsi kelompok angkatan kerja.

Dalam struktur penduduk muda, porsi penduduk usia 20-24 dan 25-29 tahun juga menyumbang porsi besar pada penduduk usia kerja. Pada interval umur tersebut biasanya banyak terdapat new entrance pada dunia kerja. Setelah lulus dari SLTA atau pendidikan tinggi, lapangan kerja siap diperebutkan oleh para pencari kerja. Dengan besarnya komposisi penduduk pada usia tersebut penyediaan lapangan pekerjaan harus sebanding dengan penduduk usia kerja yang siap masuk angkatan kerja.

Di dalam Tabel 4.1, dapat diperoleh informasi persebaran penduduk usia kerja atau penduduk 15 tahun menurut kegiatan utama yang dilakukan berdasarkan wilayah perkotaan dan perdesaan serta jenis kelamin. Jumlah penduduk usia kerja di perdesaan hampir dua kali lipat yang berada di perkotaan. Hal

(46)

34 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

ini wajar karena persebaran penduduk Kalimantan Tengah masih terkonsentrasi di perdesaan.

Tabel 4.1. Penduduk Usia Kerja Menurut Jenis Kegiatan Utama, 2013

Kegiatan Utama Kota Desa Laki-laki Perempuan

(1) (2) (3) (4) (5) 1. Penduduk Usia 15 Tahun ke atas 550 124 1 059 001 844 186 764 939 2. Angkatan Kerja 353 373 744 254 723 252 374 375 - Bekerja 336 504 727 207 702 993 360 718 - Tidak Bekerja (Penganggura n terbuka) 16 869 17 047 20 259 13 657 3. Bukan Angkatan Kerja 196 751 314 747 120 934 390 564 - Sekolah 71 032 73 841 70 728 74 145 - Mengurus RMT 105 566 208 947 16 045 298 468 - Lainnya 20 153 31 959 34 161 17 951 4. TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) 64,24 70,28 85,67 48,94 5. TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) 4,77 2,29 2,8 3,65

Namun dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), wilayah perkotaan lebih besar dibandingkan di perdesaan. Persentase jumlah penganggur atau orang yang mencari kerja terhadap jumlah angkatan kerja di perkotaan lebih tinggi dari wilayah perdesaan.

Para pendatang baru di pasar tenaga kerja yang jumlahnya tidak sedikit ini akan mendatangkan masalah baru jika lapangan pekerjaan yang tersedia tidak mampu menyerap mereka semua. Meskipun mereka berperan sebagai penyebab meningkatnya partisipasi angkatan kerja, namun bila mereka tidak bekerja maka

(47)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 35

mereka akan masuk ke dalam kelompok para pencari kerja atau pengangguran. Pada kenyataannya, pertambahan jumlah angkatan kerja tidak secepat pertambahan lapangan pekerjaan. Akibatnya jumlah lapangan pekerjaan yang ada tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang jumlahnya terus meningkat. Lapangan pekerjaan semakin menjadi rebutan sekian banyak para pencari kerja yang yang terdapat di pasar tenaga kerja. Mereka yang kalah bersaing harus tersingkir dari lapangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.

Semakin lebar gap antara jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia dengan jumlah para pencari kerja, maka semakin lama jumlah pengangguran juga akan terakumulasi. Kemudian beban pasar tenaga kerja untuk menyediakan lapangan pekerjaan akan semakin berat. Permasalahan lain yang timbul dari gap tersebut adalah latar belakang penduduk usia kerja yang menjadi salah satu tolak ukur kualitas tenaga kerja nantinya.

Gambar 4.2. Penduduk Usia Kerja Menurut Pendidikan, 2013

Tidak/ belum tamat SD 14,52% SD 32,66% SMP 24,71% SMA 16,63% SMK 4,61% Diploma/ Universitas 6,87%

(48)

36 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

Gambar 4.2 memperlihatkan komposisi penduduk usia kerja Kalimantan Tengah menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Terlihat bahwa 50 persen penduduk usia kerja di daerah ini berpendidikan SD ke bawah. Sedangkan penduduk usia kerja yang telah menamatkan pendidikan tinggi (diploma/ universitas) hanya 6 persen.

Gambar 4.3. Penduduk Usia Kerja Menurut Kabupaten/Kota, 2013

Didalam Gambar 4.3, dapat diperoleh informasi persebaran penduduk usia kerja dari masing-masing kabupaten/kota. Potensi yang dapat dihasilkan dari penduduk tersebut semestinya dapat dioptimalkan. Jumlah penduduk usia kerja yang besar seharusnya dapat menggerakkan roda perekonomian bila penduduk usia kerja tersebut mampu bersaing dalam dunia kerja. Dengan catatan man power sebanyak itu mendapatkan tempat untuk berusaha dan bekerja. Namun bila tidak tertampung dalam

0 100.000 200.000 300.000

(49)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 37

pasar tenaga kerja, justru potensi negatiflah yang nantinya akan dihasilkan.

Sekilas tampak komposisi jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Kalimantan Tengah terkonsentrasi di kelompok umur muda. Kondisi ini memungkinkan terdapat banyak angkatan kerja baru yang siap bersaing di pasar tenaga kerja. Persaingan dalam mendapatkan pekerjaan terjadi bukan hanya terbatas pada para new comers yang baru lulus dari jenjang pendidikan, tetapi juga para pencari kerja yang sebelumnya pernah bekerja maupun yang masih bekerja tetapi kurang puas dengan pekerjaan yang dijalaninya sekarang, sehingga masih berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Lebih dari setengah penduduk Kalimantan Tengah berdomisili di empat kabupaten/kota, yakni Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas dan Palangka Raya. Jumlah penduduk usia kerja tentu saja berkorelasi positif dengan jumlah penduduknya. Besarnya jumlah penduduk usia kerja bagaikan pedang bermata dua, ada sisi positif dan negatif, tergantung pada pemerintah daerah dalam mengelola wilayahnya apakah dapat mengasah potensi sumber daya manusianya untuk mendulang permata atau bisa jadi akan menuai bencana yang ditimbulkan dari sampah masyarakat yang salah kelola.

4.2. Angkatan Kerja

Angkatan kerja (labour force) adalah penduduk usia kerja yang bekerja atau memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan termasuk di dalamnya pengangguran. Peran

(50)

38 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

serta penduduk usia kerja dalam pasar tenaga kerja mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh bertambahnya jumlah penduduk usia kerja yang diikuti dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja. Keadaan ini merupakan suatu kondisi ekonomi yang positif.

Peran serta aktif penduduk usia kerja dalam pasar tenaga kerja ditunjukkan oleh semakin banyaknya penduduk usia kerja yang terserap dalam lapangan kerja. Ketika jumlah angkatan kerja terus bertambah, pertambahan tersebut lebih banyak menyumbang besaran jumlah penduduk yang bekerja atau terserap pada lapangan pekerjaan Sebaliknya jumlah yang menganggur terus mengalami penurunan.

Gambar 4.4. Persentase Angkatan Kerja terhadap Penduduk Usia Kerja Menurut Kabupaten/Kota, 2013

50,00 55,00 60,00 65,00 70,00 75,00 80,00 77,52 68,21

(51)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 39 Gambar 4.4 menunjukkan bahwa di Kalimantan Tengah persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja tahun 2013 sebesar 68,21 persen, artinya tingkat partisipasi angkatan kerja pada pasar tenaga kerja hampir 70 persen. Peran atau partisipasi angkatan kerja tertinggi terjadi di Kabupaten Barito Timur yakni lebih dari 80 persen. Hal itu kemungkinan diakibatkan sektor pertambangan yang mulai berkembang di samping didukung oleh sektor perkebunan, khususnya perkebunan karet di Barito Utara. Partisipasi angkatan kerja di tiga kabupaten, yakni, Barito Timur, Gunung Mas dan Barito Utara persentasenya sudah lebih dari 75 persen. Artinya, kurang dari seperempat penduduk usia di kabupaten tersebut yang termasuk bukan angkatan kerja.

Tabel 4.2. Persentase Angkatan Kerja Menurut Pendidikan dan Kabupaten/Kota, 2013

Kabupaten/Kota SLTP ke Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan bawah SLTA Universitas Diploma/ Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) Kotawaringin Barat 70,17 22,02 7,81 100,00 Kotawaringin Timur 68,34 25,34 6,33 100,00 Kapuas 77,59 13,17 9,24 100,00 Barito Selatan 62,74 27,98 9,27 100,00 Barito Utara 76,52 16,41 7,08 100,00 Sukamara 72,20 18,15 9,65 100,00 Lamandau 72,04 15,71 12,24 100,00 Seruyan 76,67 17,88 5,44 100,00 Katingan 65,49 28,30 6,21 100,00 Pulang Pisau 68,54 20,76 10,69 100,00 Gunung Mas 71,32 22,13 6,55 100,00 Barito Timur 63,54 27,80 8,66 100,00 Murung Raya 73,30 20,59 6,11 100,00 Palangka Raya 43,61 36,36 20,03 100,00 Kalimantan Tengah 68,29 22,71 9,00 100,00

(52)

40 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

Tabel 4.2 menginformasikan bahwa angkatan kerja di Kalimantan Tengah yang berpendidikan SLTP ke bawah sebesar 68,29 persen. Lebih dari dua pertiga angkatan kerja di daerah ini berpendidikan SLTP ke bawah. Bila dilihat menurut kabupaten/kota, lebih dari 75 persen angkatan kerja di Kabupaten Kapuas, Barito Utara dan Seruyan masih berpendidikan SLTP ke bawah. Persentase angkatan kerja yang berpendidikan SLTA, termasuk di dalamnya SMK yang terbesar adalah Kota Palangka Raya, yakni sebesar 36,36 persen. Untuk angkatan kerja dengan persentase pendidikan diploma/universitas cukup tinggi dibandingkan kabupaten lain, terdapat di Palangka Raya, Lamandau dan Pulang Pisau.

Gambar 4.5. Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, 2013

0% 20% 40% 60% 80% 100%

Kotawaringin TimurSeruyan Katingan Kotawaringin Barat Kapuas Murung Raya Pulang PisauLamandau Palangka Raya Sukamara Gunung Mas Barito SelatanBarito Utara Barito Timur

(53)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 41 Gambar 4.5 menunjukkan komposisi angkatan kerja di Kalimantan Tengah didominasi oleh laki-laki. Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan memiliki komposisi angkatan kerja laki-laki terbesar dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Hal ini wajar, karena di empat kabupaten tersebut merupakan daerah dimana banyak perusahaan perkebunan sawit dan industri, dimana banyak didominasi tenaga kerja laki-laki.

Kabupaten Barito Timur, Barito Utara, dan Barito Selatan merupakan tiga kabupaten dengan peran perempuan dalam angkatan kerja terbesar dibandingkan kabupaten lain. Seperti kita ketahui di ketiga kabupaten tersebut merupakan daerah potensi perkebunan karet. Sektor perkebunan karet cukup banyak menyerap tenaga kerja perempuan.

4.3. Bukan Angkatan Kerja

Penduduk usia kerja yang dibatasi pada umur 15 tahun ke atas dibagi menjadi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Penduduk bukan angkatan kerja ini diantaranya dirinci menjadi tiga kelompok besar kegiatan, yaitu penduduk yang sedang sekolah, penduduk yang sedang mengurus rumah tangga dan penduduk yang sedang melakukan kegiatan lainnya.

Jumlah penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja tahun 2013 adalah 511.498 orang (31,79 persen dari total penduduk usia kerja) dengan rincian 126.833 orang (28,32 persen) sedang sekolah, 300.117 orang (61,49 persen) sedang mengurus rumahtangga, dan 49.022 orang (10,19 persen) sedang

(54)

42 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

melakukan kegiatan lainnya. Jumlah penduduk bukan angkatan kerja mengalami kenaikan dari Agustus 2011 ke kondisi Agustus 2013 dari keadaan semula 324.462 orang menjadi 511.498 orang.

Sebaran proporsi penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja, seperti yang dijelaskan pada Gambar 4.6 memiliki pola yang seragam di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Mayoritas penduduk bukan angkatan kerja merupakan kegiatan mengurus rumah tangga kemudian kegiatan sedang bersekolah berada di posisi berikutnya dan selanjutnya adalah kegiatan lainnya menjadi kontributor terkecil dalam proporsi penduduk bukan angkatan kerja.

Gambar 4.6. Bukan Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, 2013

0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 Kotawaringin Barat

Kotawaringin TimurKapuas Barito SelatanBarito Utara Sukamara LamandauSeruyan Katingan Pulang PisauGunung Mas Barito Timur Murung Raya Palangka Raya

(55)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 43 4.4. Penduduk Bekerja (Tenaga Kerja)

Angkatan kerja, dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu penduduk yang bekerja dan pengangguran. Penduduk yang bekerja juga dibagi menjadi dua, penduduk yang sedang bekerja dan penduduk yang bekerja tetapi selama referensi survei seminggu yang lalu sementara tidak bekerja (cuti, sakit, mogok, dll). Dalam tulisan ini untuk kategori sementara tidak bekerja tidak diulas karena persentasenya sangat kecil.

Pengelompokan lapangan pekerjaan yang dilaksanakan dalam SAKERNAS Agustus 2011 berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2005. Penyusunan KBLI berpedoman pada International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) revisi 3 tahun 1990. Namun pada penyajian datanya hanya dikelompokkan menjadi sembilan sektor besar dan atau berdasarkan sektor primer, sekunder dan tersier tergantung dari keperluan analisis.

Sembilan sektor yang dimaksud adalah sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik/gas/air, konstruksi/bangunan, perdagangan hotel dan restoran, angkutan/pergudangan/komunikasi, lembaga keuangan & jasa perusahaan, dan jasa kemasyarakatan. Namun kadangkala untuk keperluan analisis global, sektor-sektor tersebut disederhanakan lagi menjadi sektor agriculture, sektor manufacture, dan sektor sevices. Sektor agriculture merupakan sektor pertanian dalam arti luas, sektor manufacture terdiri dari sektor pertambangan, listrik air gas, industri pengolahan dan

(56)

44 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

konstruksi sedangkan sektor services merupakan pengelompokan dari sektor perdagangan, angkutan dan komunikasi, lembaga keuangan, serta jasa.

Berdasarkan rekomendasi International labour Organization (ILO) sebagaimana tercantum dalam buku “Surveys of Economically Avtive Population, Employment, Unemployment and Underemployment”, An ILO Manual on Concept and Methods, untuk memperhatikan the one hour criterion, yaitu digunakannya konsep/definisi satu jam dalam referensi tertentu untuk menentukan seseorang dikategorikan sebagai (employed) bekerja.

Berdasarkan hal dimaksud, maka dalam pelaksanaan SAKERNAS digunakan konsep/definisi “bekerja paling sedikit 1 jam dalam seminggu yang lalu (refensi survei)” untuk mengkategorikan seseorang (currently economically active population) sebagai bekerja, tanpa melihat lapangan usaha, jabatan, maupun status pekerjaannya. Konsep bekerja satu jam selama seminggu yang lalu juga digunakan oleh banyak negara antara lain Pakistan, Filipina, Bulgaria, Hungaria, Polandia, Rumania, Federasi Negara-negara Rusia dan yang lainnya.

Tabel 4.3 memberikan informasi bahwa sebanyak 727.207 orang atau hampir 68,37 persen penduduk yang bekerja di Provinsi Kalimantan Tengah berada di wilayah perdesaan. Bahkan di Kabupaten Pulang Pisau dan Murung Raya, kurang dari 15 persen tenaga kerja yang bekerja di wilayah perkotaan. Hampir semua kabupaten lainnya kecuali Kota Palangka Raya, persentase

(57)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 45

penduduk yang bekerja di wilayah perdesaan berkisar antara 59-86 persen. Sedangkan di Kota Palangka Raya lebih dari 90 persen tenaga kerja berada di perkotaan.

Tabel 4.3. Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, 2013

Kabupaten/Kota Perkotaan Perdesaan Laki- laki Perem-puan

(1) (2) (3) (4) (5) Kotawaringin Barat 50 534 68 999 82 583 36 950 Kotawaringin Timur 60 464 105 859 122 304 44 019 Kapuas 25 986 126 975 98 804 54 157 Barito Selatan 12 060 47 510 36 684 22 886 Barito Utara 14 984 46 332 36 565 24 751 Sukamara 6 780 18 413 15 853 9 340 Lamandau 6 185 27 642 21 708 12 119 Seruyan 13 604 57 813 50 138 21 279 Katingan 14 892 51 456 46 132 20 216 Pulang Pisau 7 330 47 255 35 114 19 471 Gunung Mas 10 404 40 250 31 992 18 662 Barito Timur 13 813 41 866 32 500 23 179 Murung Raya 6 589 37 606 28 634 15 561 Palangka Raya 92 879 9 231 63 982 38 128 Kalimantan Tengah 336 504 727 207 702 993 360 718 Jumlah penduduk yang bekerja di dalam angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah berjumlah 1.063.711 orang dengan proporsi 702.993 berjenis kelamin laki-laki (66,09 persen) dan jumlah penduduk perempuan yang bekerja sebanyak 360.718 orang (33,91 persen). Perbandingan pekerja laki-laki dan pekerja perempuan di Kalimantan Tengah pada tahun 2013 adalah 6:4 Artinya adalah dari 6 pekerja laki-laki terdapat 4 pekerja perempuan. Kondisi serupa berlaku untuk sebagian kabupaten/kota

(58)

46 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

kecuali Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan berbanding 7:3. Daerah tersebut merupakan sentra perkebunan sawit dan industri CPO yang banyak menyerap tenaga kerja laki-laki.

Di era emansipasi wanita, kesetaraan gender menuntut persamaan antara laki-laki dan perempuan di segala bidang, baik itu pendidikan, kesehatan, maupun dalam hal memperoleh pekerjaan. Dari Tabel 4.3 belum tampak adanya keseimbangan antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan yang bekerja. Peran perempuan yang bekerja yang paling menonjol terdapat di Kabupaten Barito Timur dan Barito Utara yang ditunjukkan dengan perbandingan 6:4. Angka ini cukup menunjukkan bahwa perempuan Barito Timur dan Barito Utara mampu bersaing dengan penduduk laki-laki dalam hal memperoleh pekerjaan, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan.

4.4.1. Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

Penduduk bekerja di bermacam-macam lapangan pekerjaan. Variasi lapangan pekerjaan ini diakomodir sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sampai dengan lima digit (meliputi 18 kategori/sektor) sehingga dapat menangkap lapangan pekerjaan dengan rinci. Namun dalam penyajian datanya tidak memungkinkan untuk menampilkan seluruh lapangan pekerjaan lima digit kode KBLI. Kemudian lapangan-lapangan pekerjaan tersebut dikelompokkan dalam sembilan sektor lapangan pekerjaan utama.

(59)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 47 Gambar 4.7. Persentase Tenaga Kerja Menurut Lapangan

Pekerjaan Utama, 2013

Pada keadaan Agustus 2013, sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak digeluti oleh sebagian besar penduduk di Kalimantan Tengah, yang menjadikan sektor ini menempati peringkat pertama dengan 52,70 persen. Sedangkan sektor jasa kemasyarakatan dan perdagangan berada pada peringkat kedua dan ketiga dengan besaran masing-masing 13,96 persen dan 13,86 persen. Sementara itu sektor keuangan dan jasa perusahaan dan listrik, gas dan air menjadi sektor yang jumlah pekerjanya paling sedikit. Pada sektor listrik, gas, dan air menyerap tenaga kerja sebesar 0,18 persen dan sektor keuangan dan jasa perusahaan sebesar 1,60 persen dari total tenaga kerja.

52,70

7,32 2,97 0,18 4,19 13,86 3,21 1,60 13,96

(60)

48 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

Secara umum, partisipasi penduduk untuk bekerja pada tiap lapangan usaha menunjukkan pola yang hampir sama. Pada kelompok umur 15-19 dan 20-24 tahun, partisipasi penduduknya dalam bekerja biasanya masih rendah. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk dari kelompok umur tersebut biasanya masih sekolah atau masih baru mencari pekerjaan. Kemudian partisipasi penduduk untuk bekerja pada umur 25 tahun sampai 44 tahun biasanya akan terus meningkat. Seiring bertambahnya usia, partisipasi tersebut cenderung akan turun.

Tabel 4.4. Penduduk Bekerja Menurut Kelompok Umur dan Lapangan Pekerjaan Utama, 2013

Kelompok Umur

Lapangan Usaha / Pekerjaan Utama

Pertani-an Pertamba-ngan Industri

Listrik, Gas, dan Air Konstruk-si (1) (2) (3) (4) (5) (6) 15-19 35 783 5 306 1 603 112 1 559 20-24 55 693 15 394 2 870 263 4 890 25-29 66 061 16 446 4 628 311 8 497 30-34 91 678 16 927 4 989 360 7 883 35-39 69 338 10 702 5 534 205 5 672 40-44 74 846 5 592 3 409 88 5 348 45-49 52 662 3 325 2 615 248 4 504 50-54 44 461 1 936 1 789 324 4 228 55-59 28 266 984 1 267 - 1 114 60 + 41 806 1 232 2 856 - 892 Jumlah 560 594 77 844 31 560 1 911 44 587

(61)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 49 Lanjutan Tabel 4.4

Kelom-pok Umur

Lapangan Usaha / Pekerjaan Utama Perdaga-ngan Angkut-an dAngkut-an Komuni-kasi Lembaga Keuangan dan Jasa Perusahaan Jasa Jumlah (1) (7) (8) (9) (10) (11) 15-19 9 588 1 154 359 3 646 59 110 20-24 13 355 2 668 2 837 13 025 110995 25-29 22 001 7 806 5 888 25 384 157 022 30-34 24 516 5 022 3 565 25 719 180 659 35-39 23 753 6 599 2 039 19 115 142 957 40-44 20 704 4 797 730 21 073 136 587 45-49 13 037 2 178 691 18 360 97 620 50-54 8 037 2 536 470 13 839 77 620 55-59 4 224 479 42 6 050 42 426 60 + 8 261 906 430 2 332 58 715 Jumlah 147 476 34 145 17 051 148 543 1 063 711

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa lebih dari separuh persen tenaga kerja di Kalimantan Tengah yang bergelut di sektor pertanian. Sebagian besar diantaranya merupakan tenaga pada kelompok usia 30-34 tahun. Sektor pertambangan dan penggalian memiliki pola yang cukup unik dibandingkan sektor lainnya. Jika sektor lainnya biasanya didominasi oleh kelompok umur tertentu. Dan kemudian seiring bertambahnya umur, perlahan persentase penduduk yang bekerja di sektor tersebut akan turun. Namun khusus sektor pertambangan dan penggalian, penduduk yang bekerja di sektor tersebut terkonsentrasi di tiga kelompok umur. Penduduk pada kelompok umur 20-24 tahun, 25-29 tahun, dan 30-34 tahun yang bekerja di sektor pertambangan hampir sama

(62)

50 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

besarnya. Bekerja di sektor pertambangan biasanya menuntut kondisi fisik yang prima sehingga pada kelompok umur tersebut partisipasinya cukup besar.

Tabel 4.5. Penduduk Bekerja Menurut Kelompok Sektor Ekonomidan Kabupaten/Kota, 2013

Kabupaten/ Kota Primer Sekunder Tersier

(1) (2) (3) (4) Kotawaringin Barat 49,50 15,89 34,62 Kotawaringin Timur 57,44 8,88 33,69 Kapuas 72,74 4,93 22,32 Barito Selatan 72,83 3,51 23,66 Barito Utara 70,90 2,94 26,17 Sukamara 59,45 8,51 32,05 Lamandau 62,50 7,21 30,29 Seruyan 72,24 4,59 23,17 Katingan 70,26 4,37 25,36 Pulang Pisau 66,47 7,16 26,38 Gunung Mas 73,36 2,65 23,99 Barito Timur 64,44 7,31 28,25 Murung Raya 63,51 5,21 31,28 Palangka Raya 13,61 10,26 76,13 Kalimantan Tengah 60,02 7,34 32,64 Catatan

1. Sektor Primer : Pertanian dan pertambangan/penggalian 2. Sektor Sekunder ; Indutri, Listrik Gas Air dan Konstruksi

3. Sektor Tersier :Perdagangan, Transportasi Komunikasi, Lembaga Keuangan dan Jasa

Pola persebaran tenaga kerja pada kelompok sektor ekonomi (sektor primer, sekunder dan tersier) menurut kabupaten/kota tergambar dalam Tabel 4.5. Hampir semua kabupaten kecuali Kota Palangka Raya, lebih dari separuh bekerja di

(63)

Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Provinsi Kalimantan Tengah 2013 51

sektor primer. Hal ini wajar karena sektor pertanian khususnya perkebunan serta sektor pertambangan berkembang pesat dibanding sektor lainnya. Kabupaten Kapuas, Barito Utara, Seruyan dan Gunung Mas merupakan kabupaten dengan persentase tenaga kerja sektor primer di atas 70 persen.

Kabupaten Kapuas sebagai lumbung padi Kalimantan Tengah cukup memberikan kontribusi dalam tenaga kerja di sektor pertanian. Kabupaten Seruyan, salah satu kabupaten di pesisir laut jawa, memberikan kontribusi tenaga kerja, terutama di perikanan dan perkebunan. Kabupaten Barito Utara juga banyak menyerap tenaga kerja di sektor primer, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan. Demikian pula dengan Kabupaten Gunung Mas yang penduduknya banyak mengusahakan perkebunana karet.

Di sektor sekunder, Kota Palangka Raya memberikan andil dalam penyerapan tenaga kerja yang cukup besar bila dibandingkan kabupaten lain. Hal ini salah satunya dikarenakan peranan sektor kontruksi dalam menyerap tenaga kerja. Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur juga memberikan kontribusi penyerapan tenaga kerja di sektor sekunder, khususnya di sektor industri pengolahan termasuk indutri kecil/rumah tangga.

Fenomena ekonomi di Kalimantan Tengah, yakni mulai terjadinya pergeseran ekonomi dari sektor primer ke tersier. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan persentase penyerapan tenaga kerja sektor tersier sebesar 32,64 persen melebihi penyerapan sektor sekunder yang hanya sebesar 7,34 persen. Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur dan

(64)

52 Potret Angkatan Kerja dan Pekerja Kalimantan Tengah 2013

Kotawaringin Barat menyerap tenaga kerja sektor tersier yang besar dibandingkan kabupaten lainnya.

4.4.2. Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama

Status pekerjaan utama adalah jenis kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan pada suatu unit usaha/kegiatan. Status pekerjaan utama dibedakan menjadi tujuh kelompok pada saat proses pengumpulan data, namun kadang-kadang dalam melakukan analisis status usaha yang mempunyai karakteristik yang hampir sama dapat digabungkan sesuai kebutuhan penyajian dan analisis data. Bila penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan utama dikombinasikan dengan jenis pekerjaan utama maka akan diperoleh kategori apakah seseorang tergolong bekerja di sektor formal atau informal (lihat pembahasan bab II).

Gambar 4.8. Persentase Tenaga Kerja Menurut Status PekerjaanUtama, 2013

Berusaha Sendiri

20,91% Dibantu Buruh Berusaha Tidak Tetap/ Buruh Tak Dibayar 16,80% Berusaha Dibantu Buruh Tetap/Buruh Dibayar 3,23% Buruh/ Karyawan 38,00% Pekerja Bebas Di Pertanian 1,33% Pekerja Bebas Di Non Pertanian 2,30% Pekerja Keluarga/ Pekerja Tak Dibayar 17,44%

Gambar

Gambar 2.1.  Bagan Ketenagakerjaan
Gambar 3.1.  Persentase PNS Daerah Menurut Tingkat Pendidikan  yang Ditamatkan, 2013  SD  1,27%  2,18% SLTP  SLTA  35,98%  Diploma  13,05% S1 38,94% S2/S3 8,58%
Gambar 3.2.  Piramida Penduduk, 2013
Gambar 3.3.  Indeks Pembangunan Manusia, 2009-2013
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah perbandingan antara jumlah pengangguran terhadap penduduk angkatan kerja. TPT Kalimantan Selatan keadaan Februari 2012 adalah 3,91

 Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2015, sebanyak 63 ribu orang (23,17 persen) bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 35 jam perminggu, sedangkan penduduk

Pada Februari 2017, sebanyak 89 ribu orang (28,80 persen) bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 35 jam per minggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja 35 jam

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH. Daerah adalah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Pemerintahan Daerah

Permasalahan mendasar tenaga kerja Kalimantan Tengah dirumuskan sebagai penduduk usia kerja yang didominasi oleh tenaga kerja dengan kompetensi dan etos kerja

 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Tengah pada Februari 2015 sebesar 3,14 persen, mengalami peningkatan dibanding TPT Februari 2014 maupun TPT

 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Tengah pada Agustus 2014 mencapai 3,24 persen, mengalami peningkatan dibandingkan TPT setahun sebelumnya, yaitu

Pekerja Paruh Waktu adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal ( kurang dari 35 jam seminggu), tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima