• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN PERHITUNGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA DAN PERHITUNGAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

ANALISA DAN PERHITUNGAN

3.1. Perhitungan

Dalam perhitungan perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan mesin, meliputi :

a. Perhitungan efisiensi bahan bakar b. Perhitungan sistem pengapian 3.1.1. Data-Data Mesin

• Diameter silinder (D) : 70,5 mm = 7,5 cm • Panjang langkah (L) : 67,9 mm = 6,79 cm • Jumlah silinder (z) : 4 buah

• Putaran mesin (n) : 7.000 rpm • Kapasitas silinder : 1.200 cc 3.1.2. Data-data teoritis

• Temperatur udara luar (To)

Dengan memperhitungkan bahwa mesin dioperasikan dikota semarang yang berada diatas permukaan laut, diambil To =

30oC = 303oK.

• Tekanan udara luar (Po)

Tekanan udara luar daerah pantai sebesar 76 cmHg = 1 atm. • Temperatur gas buang (Tr)

Untuk motor bensin berkisar 800oK – 1.000oK. kenaikan temperatur didalam silinder akibat suhu luar (∆tw), berkisar 10oK-15oK, diambil 15oK.

• Koefisien gas bekas (

γ

r)

Adalah ratio yang menunjukkan perbandingan antara jumlah mol gas bekas dan jumlah mol campuran bahan bakar yang diisap ke dalam silinder, harga koefisien gas bekas untuk motor 4 langkah adalah 0,03-004.

(2)

• Tekanan udara di akhir langkah isap (Pa)

Tekanan udara di akhir langkah isap untuk motor bensin 4 langkah tanpa super charger berkisar 0,085-0,92, diambil 0,9.

3.1.3. Perhitungan

1. Volume Langkah (Vl)

Adalah besar ruang yang ditempuh oleh piston selama melakukan kerja.

4 14 , 3 2 z L D Vl ⋅ ⋅ ⋅ = dimana : D = diameter piston (cm)

L = panjang langkah piston (cm)

z = jumlah silinder 4 4 79 , 6 ) 5 , 7 ( 14 , 3 2 = l V = 1.199,3 cm3 2. Perbandingan Kompresi (ε)

Adalah perbandingan antara volume total silinder dengan volume sisa.

C C L V V V + =

ε

dimana :

VL = volume langkah silinder (cm3)

VC = volume ruang bakar (cm3)

ε = 5 , 164 5 , 164 3 , 199 . 1 + = 8,3

3. Temperatur Awal Kompresi (Ta)

Adalah campuran bahan bakar yang berada di dalam silinder pada saat piston mulai melakukan langkah kompresi.

Ta = r T r tw Ta r γ γ + + + ∆ + 1 Dimana :

(3)

Ta = temperatur udara luar (oK).

∆tw = kenaikan temperatur didalam akibat panas dari

luar (oK).

r

γ

= koefisien gas bekas.

Adalah ratio yang menunjukkan perbandingan jumlah mol gas bekas dengan jumlah mol campuran bahan bakar

Tr = temperatur gas buang (oK)

Ta = 04 , 0 1 900 04 , 0 15 303 + ⋅ + + = 340,38oK

4. Tekanan Akhir Kompresi (PC)

Adalah tekanan campuran bahan bakar didalam silinder pada akhir langkah kompresi. PC = Pa . εn1 P1 . V1n1 = P2 . V2n1 P2 = PC P2 = P1. 1 2 1 n V V ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎣ ⎡

Dimana n1 adalah eksponen politropik yaitu eksponen yang menunjukkan sifat dan bentuk dari proses adiabatik. Eksponen ini menunjukkan perubahan tekanan dan volume yang terjadi pada saat bahan bakar dikompresikan. Dengan menggunakan proses “ trial dan error”, diperoleh harga n1 = 1,34 – 1,39

Sehingga :

PC = P1 . εn1 = 0,9.(8,3)1,35 = 15,67

5. Temperatur kompresi (TC)

Adalah temperatur campuran bahan bakar sebelum pembakaran (pada akhir langkah kompresi).

TC =Ta . εn1-1

= 340,38.(8,3)1,35-1

(4)

6. Perbandingan tekanan dalam silinder selama pembakaran (λ)

Adalah ratio yang menunjukkan perbandingan tekanan maksimum pada pembakaran campuran bahan bakar dengan tekanan pada awal pembakaran. λ = pc pz = 67 , 15 40 = 3,417

7. Nilai pembakaran bahan bakar (Qb)

Adalah jumlah panas yang mampu dihasilkan dalam pembakaran 1 kg bahan bakar.

Bensin mempunyai kompresi sebagai berikut : C = 87 % H = 11% O = 2 %.

Menurut persamaan dulong dengan kompresi demikian bensin tersebut mempunyai nilai pembakaran (Qb) sebesar :

Qb = 81 . C + 200 . (H - 0/8)

= 81 . 87 + 200 (11 – 2/8)

= 9.197 kkal/kg

Bensin mempunyai nilai pembakaran 9.500 – 10.500 kkal/kg. jadi kompresi tersebut dapat dipakai.

8. Kebutuhan Udara Teoritis (Lo)

Adalah kebutuhan udara yang diperlukan membakar bahan bakar sesuai perhitungan. Lo = ⋅⎢⎣⎡ + − ⎥⎦⎤ 32 4 12 21 , 0 1 C H O = ⋅⎢⎣⎡ + − ⎥⎦⎤ 32 2 , 0 4 11 , 0 12 87 , 0 21 , 0 1 = 0,505 mol

9. Koefisien Kimia Perubahan Molekul Selama Pembakaran (µo)

Adalah koefisien yang menunjukkan perubahan molekul yang terjadi selama proses pembakaran bahan bakar.

(5)

µo = O L Mg

α

dimana :

α = koefisien kelebihan udara.

Untuk motor bensin harga koefisien kelebihan udara berkisar antara 0,85 – 1,05.

Mg = jumlah molekul hasil pembakaran 1 kg bahan bakar Mg = MCO2 + MHO2 + MO2 + MN2 (i) MCO2 = C/12 = 0,87/12 = 0,072 (ii) MH2O = H/2 = 0,11/2 = 0,055 (iii) MO2 = 0,21 , (α - 1 ) = 0,21 . (1,05 – 1) = 0,011 (iv) MN2 = 0,79 . (α - 1 ) = 0,79 . (1,05 – 1) = 0,392 sehingga : Mg = 0,072 + 0,05 + 0,011 + 0,302 = 0,44 mol jadi : µo = 505 , 0 . 05 , 1 44 , 0 = 0,83

10.Koefisien Perubahan Molekul Setelah Poses Pembakaran (µ)

Adalah menunjukkan perubahan molekul yang terjadi sebelum dan setelah pembakaran. µ = r r o

γ

γ

µ

+ + 1 = 04 , 0 1 04 , 0 83 , 0 + + = 0,84

(6)

Adalah temperatur gas hasil pembakaran campuran bahan bakar untuk motor bensin yang memiliki siklus volume tetap Tz , dapat dicari dengan

rumus : µ . (Mcp)gas . Tz =

[

(

)

1,985

]

...( ) ) 1 ( . . ii C gas CV O Z T M r L Qb + + +

γ

δ

δ

dimana :

(

MCP

)

gas = kapasitas gas buang =

(

MCV

)

gas +1,985

(

MCP

)

gas = Agas + Bgas . TC

= VOC2.(MCV)CO2 + VH2O. (MCV)H2O + VO2.(MCV)O2N

+ VN2 . (MCV)N2

(i) Menurut N.M. Glagolev (MCV)CO2 = 7,82 + (125 . 10-5) . Tz

(MCV)H2O = 5,79 + (112 . 10-5) . Tz

(MCV)O2 = 4,62 + (53 . 10-5) . Tz

(MCV)N2 = 4,62 + (112 . 10-5) . Tz

(ii) Volume relative gas hasil pembakaran

VCO2 = 0,136 53 , 0 072 , 0 2 = = gas M MCO VH2O = 0,104 53 , 0 055 , 0 2 = = gas M O MH VO2 = 0,021 53 , 0 11 , 0 2 = = gas M MO VN2 = 0,740 53 , 0 392 , 0 2 = = gas M MN

Dari sini diperoleh :

Agas = VCO2 . ACO2 + VH2O . AH2O + VO2 . AO2 + VN2 . AN2 = 0,136 . 7,82 + 0,105 . 5,79 + 0,021 . 4,62 + 0,740 . 4,62 = 5,182

(7)

= (0,136 .125 + 0,104 .112 + 0,021 . 53 + 0,740 .53) . 10-5 . Tz = 68,981 . 10-5 . Tz (MCV) = 5,182 + 68,981 . 10-5 . TZ Sehingga : (MCV)gas = 5,182 + 68,981 . TZ + 1,985 = 7,167 + 68,981 . Tz

(MCV)max = kapasitas panas udara pada akhir langkah kompresi

= 3,62 + 53 . 10-5 . Tc

= 3,62 + 53 . 10-5 . 713,91 = 3,998

Dari sini dapat diperoleh :

0,84. ( 7,167 + 68,981 . 10-5 . Tz ) . Tz =

(

) (

3,998 1,985

)

.713,91 04 , 0 1 . 505 , 0 . 05 , 1 9197 . 9 , 0 + + + 6,02 . Tz + 57,94 . 10-5 . Tz = 19288,2 57,94 . 10-5 . T z2 + 6,02. Tz – 19288,2 = 0 Tz =

(

)

a ac b b 2 4 0,5 2 ± − =

[

(

)

(

) (

)

]

0005794 , 0 . 2 2 , 19288 . 0005794 , 0 . 4 02 , 6 02 , 6 ± 2 0,5 − =

[

]

0011588 , 0 702 , 44 24 , 36 02 , 6 ± + 0,5 − = 0011588 , 0 997 , 8 02 , 6 ± − = 2.569,037 0K 12.Perbandingan Ekspansi ( ρ )

Adalah ratio yang menunjukan perubahan yang terjadi pada gas hasil pembakaran campuran bahan bakar pada awal langkah ekspansi. Perbandingan ekspansi pendahuluan dapat dicari dengan rumus :

ρ = C Z T T . .

λ

µ

(8)

= 91 , 713 . 56 , 2 03 , 2569 . 84 , 0 = 1,406

13.Perbandingan Ekspansi Selanjutnya ( δ )

Adalah ratio yang menunjukkan perubahan pada gas hasil pembakaran selama langkah ekspansi :

ρ

ε

δ

= 406 , 1 3 , 8 =

δ

= 5,9

14.Tekanan Akhir Ekspansi ( pb )

Pb = PnZ1

δ

35 , 1 9 , 5 40 = 3,64

15.Tekanan Indikator Rata-Rata Teoritis ( pit )

Adalah besar rata-rata tekanan yang dihasilan oleh pembakaran campuran bahan bakar dan bekerja pada piston sesuai perhitungan:

Pit =

(

)

⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎣ ⎡ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ − − − ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ − + − − 1 −1 −1 1 1 1 1 1 1 . 1 . 1 . 1 n n n n Pc

ε

ρ

ρ

λ

ρ

λ

ε

= 2,146 . [ 1,039 + 10,283 . (0,463 ) – 2,857 . ( 0,524 )] = 9,23 kg/cm2

16.Tekanan indikator rata -rata ( pi )

Adalah besar rata-rata teanan yang dihasilkan dari pembakaran campuran bahan bakar.

Pi = Q . Pit

Dimana :

(9)

Dalam perhitungan diambil 0,9 Pi = 0,9 . 9,23

= 8,307 kg/cm2 17.Efisiensi Pengisian ( Ήch )

Adalah ratio yang menunjukkan kemampuan silinder dalam menghisap campuran bahan bakar.

ήch =

(

)

(

)

r o o a T r tw T Po T P . . . 1 .

γ

ε

ε

+ ∆ + − dimana :

Pa = tekanan campuran bahan bakar dalam silinder pada ahir

langkah isap. Po = tekanan udara luar

ε = perbandingan kompersi ήch = ) 900 . 04 , 0 15 303 .( 1 ). 1 3 , 8 ( 303 9 , 0 3 , 8 + + − ⋅ ⋅ = 2 , 2584 4 , 2263 = 0,87

18.Pemakaian bahan bakar indikator ( F1 )

Adalah jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk menghasilkan tekanan indikator. F1 = o o o ch T L P P . . . . . 4 , 318 1

α

η

= 303 . 505 , 0 . 56 , 2 . 307 , 8 1 . 87 , 0 . 4 , 318 = 0,085 kg/HP.jam = 0,14 liter/HP.jam

(10)

Adalah jumlah konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan kerja efektif.

Fe =

m

F

η

1

Dimana :

ήm = Besarnya berisar 0,8 – 0,85, diambil 0,8

Fe = 8 , 0 14 , 0 = 0,175 kg/HP.jam = 0,21 liter/HP.jam 20.Tekanan efektif (Pe)

Adalah besar rata-rata tekanan efektif yang bekerja pada permukaan piston.

Pe = P1. ήm

= 8,307 . 0,8 = 6,64 atm 21.Daya efektif ( Ne )

Adalah besar rata-rata daya yang dihasilkan oleh mesin. Ne = Pe . VL .z . n . a 75 , 100 . 60 1 Dimana :

a : jumlah siklus per putaran, untuk motor 4 langkah = 0,5 = 000 . 450 5 , 0 . 7000 . 4 . 3 , 119 . 64 , 6 = 24,77 Ps Catatan : 1 HP = 75 kg.m/det = 0,735 kw 1 ps = 76 kg.m/det = 0,763 kw

(11)

Fh = Fe . Ne

= 0,175 . 24,77

= 4,33 kg/jam

= 5,196 liter/jam 23. Kesimpulan

Dari perhitungan diatas maka dapat diketahui bahwa : 1. Daya efektif ( Ne ) yang dihasilkan = 24,77 Ps

2. Pemakaian bahan bakar efektif ( Fe ) = 0,21 liter/ jam

Referensi

Dokumen terkait

Evaporator adalah komponen pada sistem pendingin yang berfungsi sebagai penukar kalor, serta bertugas menguapkan refrigeran dalam sistem, sebelum dihisap oleh kompresor. Panas

Hasil Penelitian adalah hasil observasi yang dilakukan melalui dialog, dengan menggunakan instrumen pengumpulan data sebagaimana terlampir pada bagian lampiran, yang disusun

Abses adalah kumpulan nanah (netrofil yang telah mati) yang terakumulasi pada sebuah kavitas jaringan karena adanya proses infeksi (biasanya karena bakteri dan virus atau parasit)

Untuk meningkatkan perkembangan kanak-kanak dapat dilakukan dengan dilakukannya praktik pola pengasuhan yang interaktif antara orang tua dengan anak, dimana dengan

Sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik dengan metode SAW (Simple Additive Weighting) yang dikembangkan. Ariyanto (2012) memiliki beberapa kriteria,

Perbedaan mendasar dari penelitian ini dengan Ikhsan Budi (2007) yaitu subjek pajak orang pribadi yang terdaftar di kantor pelayan pajak surabaya, Pada penelitian ini

Metode korelasi silang bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara fluktuasi nilai Indeks Osilasi Selatan, yang menunjukkan kejadian fenomena El Niño atau La Niña,

Berdasarkan laporan penilai independen tanggal 27 Desember 2016, nilai wajar hak atas tanah dan bangunan masing-masing adalah sebesar Rp 332,9 milyar dan Rp 47,3 milyar.