• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 PERUMUSAN DAN PENGEMBANGAN STRATEGI. 3.1 Gambaran Umum ASUS Campus Organization

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 PERUMUSAN DAN PENGEMBANGAN STRATEGI. 3.1 Gambaran Umum ASUS Campus Organization"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

63 BAB 3

PERUMUSAN DAN PENGEMBANGAN STRATEGI

3.1 Gambaran Umum ASUS Campus Organization 3.1.1 ASUS Campus Organization

ASUS Campus Organization merupakan program internasional yang dirancang untuk mahasiswa aktif dari segala jurusan dengan memberikan pelatihan dalam bidang IT, manajemen, dan bisnis. ASUS Campus Organization juga memberikan pengalaman bekerja di perusahaan multinasional, memperluas ilmu pengetahuan, dan juga melatih kemampuan interpersonal yang sangat penting dalam membangun masa depan mahasiswa. Melalui programnya, ASUS Campus Organization memiliki tujuan tersendiri yang ingin dicapai. Tujuan tersebut berbunyi

“The Objective is for YOU to develop YOURSELF and OTHERS”.

Untuk saat ini, program ASUS Campus Organization sudah diadakan di dua kota besar di Indonesia yaitu Jakarta dan Yogyakarta dengan menjalin kerja sama dengan beberapa universitas. Berikut ini adalah daftar universitas yang sudah menjalin kerja sama dengan ASUS Campus Organization:

1) Wilayah Jakarta

− Universitas Bina Nusantara − Universitas Tarumanegara − Universitas Bunda Mulia − Universitas Trisakti − Universitas Bakrie

(2)

64 − Universitas Kristen Krida Wacana

− Universitas Multimedia Nusantara 2) Wilayah Yogyakarta

− Universitas Atmajaya − Universitas Gajah Mada

− Universitas Kristen Duta Wacana

Selain di Indonesia, ASUS juga mempunyai program serupa di berbagai negara seperti, Taiwan, China, Thailand, Vietnam, India, Singapore, Amerika Serikat, dan Kanada dengan nama organisasi yang berbeda-beda.

3.1.2 Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi ASUS Campus Organization

Sumber: ASUS Campus Organization

Berikut ini adalah deskripsi tugas dan wewenang dari masing-masing jabatan yang ada pada ASUS Campus Organization:

(3)

65

1) Coach

• Memimpin jalannya ASUS Campus Organization.

• Membuat dan merencanakan program atau kegiatan yang akan dijalankan.

• Melakukan perekrutan dan wawancara serta menyeleksi mahasiswa yang akan bergabung dalam organisasi.

• Memberikan pengarahan kepada seluruh anggota ASUS Campus Organization dan mengupdate informasi mengenai ASUS Campus Organization.

2) City Coordinator

• Menjadi perwakilan ASUS Campus Organization di kota Jakarta atau Yogyakarta.

• Memimpin, mengarahkan, dan mengontrol kegiatan ASUS Campus Organization yang dijalankan di kota Jakarta atau Yogyakarta.

3) Public Relation Division

Membuat press release mengenai ASUS Campus Organization.

• Menjalin hubungan kerja sama dengan media dan organisasi di universitas yang bekerja sama dengan ASUS Campus Organization.

(4)

66

4) Event Division

• Mengadakan perekrutan anggota ASUS Campus Organization.

• Mengatur seminar yang diadakan di univesitas. • Mengadakan campus road show.

• Membantu divisi lainnya.

5) Social Media Division

Mengelola website ASUS Campus Organization (on

process).

• Mengelola facebook dan twitter ASUS Campus Organization (on process).

• Membantu divisi lainnya.

6) Activist

Activist adalah sebutan untuk semua mahasiswa yang telah

(5)

67

3.1.3 Proses Pemasaran

Gambar 3.2 Proses Pemasaran ASUS Campus Organization

(6)

68

Berikut ini adalah penjelasan mengenai proses pemasaran yang selama ini berjalan pada ASUS Campus Organization:

1. Coach atau pimpinan ASUS Campus Organization akan

menentukan dan membuat program kegiatan yang akan diadakan, baik kegiatan perekrutan anggota, acara campus road

show, atau kegiatan lainnya beserta dengan alokasi dana yang

diperbolehkan dan menentukan universitas mana saja yang menjadi target dari program kegiatan ASUS Campus Organization.

2. Coach atau pimpinan ASUS Campus Organization akan

mendatangi universitas yang menjadi target dari program kegiatan ASUS Campus Organization untuk bertemu dengan Dekan atau Kaprodi untuk menjalin kerja sama dan mendapatkan izin supaya program kegiatan ASUS Campus Organization bisa dijalankan di universitas tersebut.

3. Jika Dekan atau Kaprodi bersedia dan setuju untuk menjalin kerja sama dengan pihak ASUS Campus Organization, maka akan dibuat MoU (Memorandum of Understanding) selama satu tahun antara pihak universitas dan pihak ASUS Campus Organization.

4. Coach atau pimpinan ASUS Campus Organization akan

menyampaikan program kegiatan yang akan dijalankan kepada

divisi event, divisi public relation, dan divisi social media.

5. Untuk program kegiatan yang akan diadakan, baik perekrutan anggota maupun campus road show, coach atau pimpinan

(7)

69

ASUS Campus Organization dan divisi event akan menentukan tanggal pelaksanaan program kegiatan, kemudian menghubungi pihak universitas ke bagian peminjaman ruangan untuk menanyakan fasilitas ruangan yang bisa digunakan pada tanggal yang diinginkan tersebut. Jika tersedia, maka akan langsung dibooking oleh pihak ASUS Campus Organization. Namun, jika tidak tersedia maka pihak ASUS Campus Organization akan menanyakan kapan ada ruangan yang bisa digunakan. Apabila tanggal dan ruangan yang tersedia dirasa sesuai, maka akan langsung dibooking oleh pihak ASUS Campus Organization. 6. Selanjutnya coach atau pimpinan ASUS Campus Organization

dan divisi event akan mencari dan mengajak unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) yang bersedia menjadi sponsor kegiatannya. Hal ini dilakukan supaya proses pelaksanaan peminjaman ruangan lebih mudah dan tidak dikenakan biaya nantinya.

7. Sebagai proses akhir, maka akan diadakan technical meeting dengan pihak universitas dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau himpunan mahasiswa jurusan (HMJ).

8. Divisi social media mulai melakukan pembuatan dan pencetakan

brosur, poster, dan flyer.

9. Mendekati berlangsungnya kegiatan, maka akan dilakukan publikasi dan promosi secara offline dan online untuk menarik perhatian mahasiswa. Secara offline dilakukan dengan pemasangan brosur dan poster di universitas, sedangkan secara

(8)

70

online dilakukan dengan pemasangan brosur online di website universitas dan website UKM atau HMJ.

10. Terakhir, divisi public relation akan membuat press release dan artikel mengenai program kegiatan yang telah dilakukan untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas melalui majalah yang dimiliki oleh universitas atau pun yang dimiliki oleh UKM yang telah bekerja sama dengan ASUS Campus Organization.

3.2 Perumusan Strategi

3.2.1 Analisis Tahap Masukan

1) Evaluasi Faktor Internal Perusahaan (IFE)

Berikut ini adalah hasil evaluasi faktor-faktor internal ASUS Campus Organization:

Faktor Strenghts (Kekuatan)

a) Didukung langsung oleh perusahaan ASUS

ASUS Campus Organization merupakan organisasi yang secara khusus dibentuk langsung oleh perusahaan ASUS Indonesia, dimana perusahaan ASUS ini sudah memiliki nama dan menjadi

top brand di Indonesia maupun di luar negeri. Oleh karena itu,

semua kegiatan yang dijalankan oleh ASUS Campus Organization selalu mendapatkan dukungan penuh dari perusahaan ASUS.

(9)

71

b) Memiliki sumber pendanaan (dukungan keuangan) yang kuat Dalam menjalankan semua kegiatannya, ASUS Campus Organization selalu mendapatkan dukungan keuangan secara langsung dari perusahaan ASUS sehingga semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar tanpa harus sibuk mencari sumber pendanaan.

c) Program dijalankan secara jelas dan terstruktur

Untuk setiap program kegiatan yang akan dijalankan, ASUS Campus Organization sudah memiliki prosedur yang jelas, mulai dari perencanaan program kegiatan sampai dengan pelaksanaan program kegiatan tersebut. ASUS Campus Organization tidak sembarangan dalam menjalankan program kegiatannya sehingga programnya selalu dijalankan secara jelas, terstruktur, dan benar-benar dipersiapkan secara matang.

d) Memiliki training dan workshop yang berkualitas

Dalam memberikan training atau workshop kepada anggotanya, ASUS Campus Organization selalu berusaha untuk menghadirkan narasumber atau pembicara yang ahli di bidangnya sesuai dengan tema training atau workshop yang sedang diberikan untuk memastikan bahwa semua anggotanya mendapatkan ilmu dan materi yang berkualitas.

(10)

72

e) Memiliki kegiatan yang menarik

Selain memberikan pembelajaran kepada anggotanya, ASUS Campus Organization selalu berusaha untuk memberikan kegiatan yang menarik kepada anggotanya, misalnya dengan mengadakan kegiatan summer camp dan kegiatan gathering seperti makan-makan dan menonton film di bioskop.

Faktor Weaknesses (Kelemahan) a) Belum dikenal masyarakat luas

ASUS Campus Organization baru mulai aktif sejak tahun 2011 dan masih terbilang baru sehingga masih banyak masyarakat luas yang belum mengetahuinya.

b) Informasi yang beredar di masyarakat sangat terbatas

Informasi mengenai ASUS Campus Organization yang tersedia di masyarakat luas sampai saat ini hanya bisa dilihat di website ASUS Indonesia dan informasinya pun sangat terbatas karena hanya menjelaskan mengenai apa itu ASUS Campus Organization, manfaat dari program, dan syarat pendaftaran. Di luar itu, ASUS Campus Organization belum memiliki media tersendiri untuk menyampaikan informasi seputar organisasinya sehingga informasi yang didapatkan oleh masyarakat luas sangat minim sekali.

(11)

73

c) Media promosi yang digunakan masih kurang efektif

ASUS Campus Organization saat ini hanya melakukan promosi melalui brosur, mouth to mouth, dan melalui website pihak lain (misalnya website universitas) sehingga kurang mendukung kegiatan promosi yang dijalankan karena wilayah promosinya sangat terbatas.

d) Kurangnya kegiatan promosi

ASUS Campus Organization hanya sedikit melakukan kegiatan promosi, dimana saat ini hanya melakukan kegiatan promosi pada saat akan mengadakan suatu kegiatan dan diluar semua kegiatan yang diadakan, ASUS Campus Organization tidak pernah melakukan kegiatan promosi apapun.

e) Belum memanfaatkan penggunaan teknologi untuk mendukung kegiatan organisasi

Dibandingkan dengan kompetitornya, ASUS Campus Organization masih belum mencoba memanfaatkan penggunaan teknologi untuk mendukung kegiatan organisasinya, terutama dalam hal strategi pemasaran dimana belum mencoba melakukan promosi secara online seperti menggunakan website atau menggunakan media sosial sehingga menjadi sulit untuk menjangkau banyak pihak dan tertinggal jauh dari pesaingnya.

(12)

74 Setelah mendapatkan hasil evaluasi faktor-faktor internal ASUS Campus Organization, berikut ini adalah hasil analisis dari

faktor-faktor internal tersebut:

Faktor-Faktor Internal Bobot Rating

Skor (Bobot x Rating) Strenghts (Kekuatan)

1. Didukung langsung oleh perusahaan ASUS. 0.0136 3 0.0408

2. Memiliki sumber pendanaan (dukungan keuangan) yang kuat. 0.0205 3 0.0615 3. Program dijalankan secara jelas dan terstruktur. 0.1043 4 0.4172 4. Memiliki training dan workshop yang berkualitas. 0.1550 4 0.62

5. Memiliki kegiatan yang menarik. 0.2215 4 0.886

Sub Total 0.5149 2.0255

Weaknesses (Kelemahan)

1. Belum dikenal masyarakat luas. 0.0256 1 0.0256

2. Informasi yang beredar di masyarakat sangat terbatas. 0.0517 2 0.1034 3. Media promosi yang digunakan masih kurang efektif. 0.0744 2 0.1488

4. Kurangnya kegiatan promosi. 0.2714 2 0.5428

5. Belum memanfaatkan penggunaan teknologi untuk mendukung kegiatan organisasi. 0.0620 2 0.124

Sub Total 0.4851 0.9446

TOTAL 1.00 2.9701

(13)

75

2) Evaluasi Faktor Eksternal Perusahaan (EFE)

Berikut ini adalah hasil evaluasi faktor-faktor eksternal ASUS Campus Organization:

Faktor Opportunities (Peluang)

a) Adanya ketertarikan mahasiswa bergabung dalam organisasi di luar universitas

Selama melakukan kegiatan perekrutan di berbagai universitas, minat dari mahasiswa untuk mendaftarkan diri menjadi anggota ASUS Campus Organization cukup besar. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan tersendiri untuk bergabung dalam organisasi di luar universitas.

b) Pesaing masih sedikit

Sampai saat ini, belum banyak perusahaan yang menyediakan organisasi bagi mahasiswa sehingga ASUS Campus Organization bisa menjadi salah satu pilihan utama bagi mahasiswa yang tertarik untuk mencari pengalaman berorganisasi di luar kampus.

c) Melakukan kegiatan pemasaran secara online

Dalam dunia bisnis, kegiatan pemasaran secara online semakin diminati dimana banyak perusahaan terus berlomba untuk menyediakan layanan yang dapat menginformasikan banyak hal kepada pelanggannya. Salah satunya dengan membuat website untuk melakukan kegiatan pemasaran. Hal ini juga disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah pengguna internet saat ini

(14)

76

sehingga kegiatan pemasaran secara online sudah menjadi tren tersendiri.

Faktor Threats (Ancaman)

a) Adanya pesaing yang sudah menggunakan website dalam melakukan kegiatan promosi

Adanya pesaing yang sudah lebih maju dari ASUS Campus Organization dalam melakukan kegiatan pemasarannya, yaitu dengan menggunakan website.

b) Pesaing lama sudah menjalin kerja sama dengan lebih banyak universitas

Sampai saat ini, pesaing dari ASUS Campus Organization sudah menjalin kerja sama dengan lebih banyak universitas sehingga pesaing tersebut berkesempatan lebih besar untuk menarik mahasiswa untuk bergabung.

c) Munculnya pesaing-pesaing baru yang menawarkan program yang lebih menarik

Seiring berjalannya waktu, akan mulai muncul pesaing-pesaing baru yang menawarkan organisasi sejenis seperti ASUS Campus Organization, dimana kemungkinan besar pesaing-pesaing tersebut akan berusaha untuk menawarkan program yang lebih menarik.

(15)

77 Setelah mendapatkan hasil evaluasi faktor-faktor eksternal ASUS Campus Organization, berikut ini adalah hasil analisis dari

faktor-faktor eksternal tersebut:

Faktor-Faktor Eksternal Bobot Rating

Skor (Bobot x Rating) Opportunities (Peluang)

1. Adanya ketertarikan mahasiswa bergabung dalam organisasi di luar universitas. 0.3608 4 1.4432

2. Pesaing masih sedikit. 0.1079 3 0.3237

3. Meningkatnya kegiatan promosi secara online. 0.1458 4 0.5832

Sub Total 0.6145 2.3501

Thrreat (Ancaman)

1. Adanya pesaing yang sudah menggunakan website dalam melakukan kegiatan promosi. 0.0290 3 0.087 2. Pesaing lama sudah menjalin kerja sama dengan lebih banyak universitas. 0.2350 3 0.705 3. Munculnya pesaing baru yang menawarkan program yang lebih menarik. 0.1214 2 0.2428

Sub Total 0.3854 1.0348

TOTAL 1.00 3.3849

(16)

78 3.2.2 Analisis Tahap Pencocokan

1)Matriks SWOT

Berikut ini adalah berbagai kemungkinan alternatif strategi berdasarkan matriks SWOT:

IFE

EFE

STRENGTHS – S

1. Didukung langsung oleh perusahaan ASUS.

2. Memiliki sumber pendanaan (dukungan keuangan) yang kuat.

3. Program dijalankan secara jelas dan terstruktur. 4. Memiliki training dan workshop yang berkualitas. 5. Memiliki kegiatan yang menarik.

WEAKNESSES – W

1. Belum dikenal masyarakat luas.

2. Informasi yang beredar di masyarakat sangat terbatas.

3. Media promosi yang digunakan masih kurang efektif.

4. Kurangnya kegiatan promosi.

5. Belum memanfaatkan penggunaan teknologi

untuk mendukung kegiatan organisasi.

OPPORTUNITIES – O

1. Adanya ketertarikan mahasiswa bergabung

dalam organisasi di luar universitas. 2. Pesaing masih sedikit.

3. Melakukan kegiatan promosi secara

online.

STRATEGI SO Penetrasi Pasar

1. Melakukan kegiatan promosi di universitas lain yang belum dijangkau sebelumnya. (S2, S4, S5, O1, O2)

2. Melakukan kegiatan pemasaran dan promosi secara

online dengan menggunakan website. (S2, S5, O1, O2, O3)

Pengembangan Produk

1. Mengembangkan kegiatan yang lebih bervariasi dan lebih menarik dari yang sudah ada. (S2, S5, O1)

STRATEGI WO Penetrasi Pasar

1. Meningkatkan dan memperbanyak kegiatan

promosi di universitas yang sudah bekerja sama dengan ASUS Campus Organization. (W1, W2, W4, W5, O1, O2)

2. Memanfaatkan penggunaan teknologi seperti

menggunakan website untuk mendukung

kegiatan organisasi dan membantu meningkatkan kegiatan promosi. (W1, W2, W3, W5, O1, O3) 3. Melakukan kegiatan promosi di universitas lain

yang belum dijangkau sebelumnya. (W1, W2, O1, O2)

(17)

79 2. Bekerja sama dengan lebih banyak narasumber

untuk menyediakan training dan workshop yang jauh lebih berkualitas dan lebih menarik. (S1, S2, S4, O1)

Pengembangan Pasar

Memperluas target pasar dengan bekerja sama dengan lebih banyak universitas lain yang belum dijangkau sebelumnya. (S2, S3, S4, S5, O1, O2)

Pengembangan Pasar

Memperluas target pasar dengan bekerja sama dengan lebih banyak universitas yang belum dijangkau sebelumnya. (W1, W2, O1, O2)

THREATS – T

1. Adanya pesaing yang sudah menggunakan

website dalam melakukan kegiatan

promosi.

2. Pesaing lama sudah menjalin kerja sama dengan lebih banyak universitas.

3. Munculnya pesaing baru yang

menawarkan program yang lebih menarik.

STRATEGI ST Penetrasi Pasar

Menggunakan website dalam melakukan kegiatan promosi. (S2, T1)

Pengembangan Produk

Mengembangkan kegiatan yang lebih bervariasi dan lebih menarik dari yang sudah ada. (S2, S5, T2, T3)

Pengembangan Pasar

Memperluas target pasar dengan bekerja sama dengan lebih banyak universitas lain yang belum dijangkau sebelumnya. (S2, S3, S4, S5, T2)

STRATEGI WT Penetrasi Pasar

1. Meningkatkan dan memperbanyak kegiatan

promosi. (W1, W4, T1, T2)

2. Menggunakan website dalam melakukan kegiatan

promosi. (W1, W2, W3, W5, T1)

Pengembangan Produk

Melakukan pembaharuan program secara berkala dengan mengikuti selera pasar. (W1, T2, T3)

Pengembangan Pasar

Memperluas target pasar dengan menjalin kerja sama dengan universitas lain yang belum dijangkau sebelumnya. (W1, W2, T2, T3)

(18)

80

Untuk mengetahui alternatif strategi mana yang nantinya akan diterapkan oleh ASUS Campus Organization, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut:

• Perhitungan sumbu X (IFE)

Titik sumbu X = Strengths (Kekuatan) – Weaknesses (Kelemahan) = 2.0255 – 0.9446

= 1.0809

• Perhitungan sumbu Y (EFE)

Titik sumbu Y = Opportunities (Peluang) – Threat (Ancaman) = 2.3501 – 1.0348

= 1.3153

(19)

81

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, bisa disimpulkan bahwa ASUS Campus Organization berada pada kuadran I yaitu pada kondisi yang mendukung strategi agresif. Ini menunjukkan bahwa ASUS Campus Organization berada pada situasi yang paling menguntungkan, dimana memiliki beberapa peluang dan memiliki beragam kekuatan yang dapat mendukung dalam memanfaatkan peluang-peluang tersebut. Oleh karena itu strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi yang berorientasi pada pertumbuhan untuk mengeksploitasi keuntungan tersebut, yaitu dengan menggunakan strategi SO (lihat Table 3.3, p78-79).

2) Matriks Internal – Eksternal (IE)

Berdasarkan hasil analisis tahap masukan yang dilakukan sebelumnya, didapatkan total nilai IFE yang diberi bobot sebesar 2.9701 dan total nilai EFE yang diberi bobot sebesar 3.3849. Dengan menggunakan kedua total nilai tersebut, maka didapatkan hasil analisa kemungkinan alternatif strategi berdasarkan matriks internal – eksternal (IE) sebagai berikut:

(20)

82

Berdasarkan gambar di atas, bisa disimpulkan bahwa ASUS Campus Organization berada pada sel II yaitu pada kondisi tumbuh dan membangun. Dalam hal ini, strategi yang paling sesuai untuk diterapkan adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau strategi integrasi (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, atau integrasi horisontal).

3) Matriks Grand Strategy

Hasil analisa yang dilakukan dengan menggunakan matriks SWOT dan matriks IE menunjukkan bahwa ASUS Campus Organization berada dalam posisi strategis yang baik sekali yaitu pada kondisi pertumbuhan dan membangun. Sedangkan untuk saat ini, ASUS Campus Organization berada pada kondisi persaingan yang kuat dengan para pesaingnya dan berada pada pertumbuhan pasar yang cukup cepat dimana organisasi yang serupa dengan ASUS Campus Organization mulai bermunculan satu demi satu. Melihat kondisi tersebut, maka ASUS Campus Organization paling sesuai untuk diletakkan pada kuadran I matriks grand strategy.

(21)

83

Gambar 3.5 Hasil Analisa Matriks Grand Strategy

Berdasarkan hasil tersebut, bisa disimpulkan bahwa ada beberapa pilihan strategi yang dapat diterapkan oleh ASUS Campus Organization, yaitu strategi konsentrasi pada pasar dan produk seperti pengembangan pasar, penetrasi pasar, dan pengembangan produk. Selain itu, strategi alternatif lainnya yang bisa diterapkan adalah integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horisontal, dan diversifikasi terkait.

(22)

84

3.2.3 Analisis Tahap Keputusan

Pilihan Strategi Matriks SWOT Matriks IE Matriks Grand Strategy Total Integrasi ke depan − √ √ 2 Integrasi ke belakang − √ √ 2 Integrasi horisontal − √ √ 2 Penetrasi pasar √ √ √ 3 Pengembangan pasar √ √ √ 3 Pengembangan produk √ √ √ 3 Diversifikasi terkait − − √ 1

Diversifikasi tidak terkait − − −

Rasionalisasi − − −

Divestasi − − −

Likuidasi − − −

Usaha patungan − − −

Tabel 3.4 Hasil Analisa Strategi Berbagai Matriks

Berdasarkan hasil analisa strategi berbagai matriks tahap pencocokan, bisa dilihat bahwa ada tiga pilihan strategi alternatif yang paling dominan muncul, yaitu penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Oleh karena itu, ketiga pilihan strategi alternatif ini dirasa paling sesuai untuk dapat diterapkan dengan alasan sebagai berikut:

− Penetrasi pasar, karena dapat membantu upaya pemasaran dari ASUS Campus Organization.

− Pengembangan pasar, karena dapat membantu upaya pengembangan pasar yang sedang dikuasai oleh ASUS Campus Organization.

− Pengembangan produk, karena dapat membantu upaya perbaikan atau peningkatan program yang selama ini sudah dijalankan oleh ASUS Campus Organization.

(23)

85 Untuk menentukan salah satu strategi yang akan diterapkan, maka dilakukan analisa tahap keputusan dengan menggunakan

matriks QSPM. Hasilnya adalah sebagai berikut:

STRATEGI-STRATEGI ALTERNATIF

Faktor-Faktor Kunci Bobot

Penetrasi Pasar Pengembangan Pasar Pengembangan Produk

AS TAS AS TAS AS TAS

Strenghts (Kekuatan)

1. Didukung langsung oleh perusahaan ASUS. 0.0136 2 0.0272 2 0.0272 2 0.0272

2. Memiliki sumber pendanaan (dukungan keuangan) yang kuat. 0.0205 3 0.0615 2 0.041 3 0.0615 3. Program dijalankan secara jelas dan terstruktur. 0.1043 2 0.2086 3 0.3129 3 0.3129 4. Memiliki training dan workshop yang berkualitas. 0.155 3 0.465 3 0.465 4 0.62

5. Memiliki kegiatan yang menarik. 0.2215 3 0.6645 3 0.6645 4 0.886

Weaknesses (Kelemahan)

1. Belum dikenal masyarakat luas. 0.0256 3 0.0768 4 0.1024 2 0.0512

2. Informasi yang beredar di masyarakat sangat terbatas. 0.0517 4 0.2068 3 0.1551 2 0.1034 3. Media promosi yang digunakan masih kurang efektif. 0.0744 4 0.2976 3 0.2232 2 0.1488

4. Kurangnya kegiatan promosi. 0.2714 4 1.0856 3 0.8142 2 0.5428

5. Belum memanfaatkan penggunaan teknologi untuk mendukung

(24)

86 Opportunities (Peluang)

1. Adanya ketertarikan mahasiswa bergabung dalam organisasi di luar

universitas. 0.3608 4 1.4432 4 1.4432 3 1.0824

2. Pesaing masih sedikit. 0.1079 3 0.3237 3 0.3237 3 0.3237

3. Meningkatnya kegiatan promosi secara online. 0.1458 4 0.5832 3 0.4374 2 0.2916 Thrreat (Ancaman)

1. Adanya pesaing yang sudah menggunakan website dalam

melakukan kegiatan promosi. 0.029 3 0.087 2 0.058 1 0.029

2. Pesaing lama sudah menjalin kerja sama dengan lebih banyak

universitas. 0.235 3 0.705 4 0.94 2 0.47

3. Munculnya pesaing baru yang menawarkan program yang lebih

menarik. 0.1214 2 0.2428 2 0.2428 4 0.4856

TOTAL 6.7265 6.4366 5.4981

(25)

87

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, bisa disimpulkan bahwa untuk saat ini ASUS Campus Organization lebih disarankan untuk menerapkan strategi penetrasi pasar. Dalam menerapkan strategi penetrasi pasar, maka bisa dilakukan dengan membuat website e-marketing yang akan digunakan sebagai sarana utama dalam melakukan pemasaran dan promosi, menggunakan media sosial untuk membantu kegiatan pemasaran dan promosi serta untuk membantu menginformasikan mengenai website

e-marketing yang telah ada, meningkatkan dan memperbanyak kegiatan

promosi di unversitas yang sudah menjadi target dari ASUS Campus Organization, dan mencoba melakukan kegiatan promosi di universitas lain yang belum dijangkau sebelumnya.

3.3 Pengembangan Strategi E-Marketing 3.3.1 Situation Analysis

3.3.1.1 Customer in Sight

Dalam perancangan dan pengembangan website ASUS Campus Organization diperlukan adanya pemahaman baru mengenai konsumen dan untuk mendapatkannya maka dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 300 mahasiswa di Universitas Bina Nusantara, Trisakti, dan Tarumanegara.

3.3.1.2 Demand Analysis

Untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan dari pelanggan saat ini dan target pelanggan, maka dilakukan penyebaran kuisioner. Karena target pelanggan dari ASUS Campus

(26)

88

Organization sudah diketahui dengan pasti yaitu mahasiswa, maka penyebaran kuisioner langsung disebarkan kepada mahasiswa dengan jumlah responden sebanyak 300 mahasiswa dengan rincian sebagai berikut:

− Universitas Bina Nusantara : 100 mahasiswa − Universitas Trisakti : 100 mahasiswa − Universitas Tarumanegara : 100 mahasiswa

Ketiga universitas ini dijadikan sebagai sampel karena jumlah anggota ASUS Campus Organization di universitas tersebut paling banyak. Berikut ini adalah hasil yang didapat:

1) Pengenalan Mengenai ASUS Campus Organization

Gambar 3.6 Pengenalan Mengenai ASUS Campus Organization

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa 82% responden tidak tahu atau tidak pernah mendengar mengenai ASUS Campus Organization. Hal ini berarti bahwa masyarakat luas terutama mahasiswa memerlukan pengenalan yang lebih

(27)

89

luas mengenai ASUS Campus Organization. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan strategi pemasaran seperti menggunakan website karena bisa menyampaikan lebih banyak informasi mengenai ASUS Campus Organization.

Gambar 3.7 Sumber Informasi Mengenai ASUS Campus Organization

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa dari 55 responden yang pernah tahu atau pernah mendengar mengenai ASUS Campus Organization, kebanyakan dari mereka mengetahui informasinya melalui media promosi (brosur,

(28)

90

poster, flyer, banner, majalah kampus, dll) dan melalui internet (website universitas). Sampai saat ini ASUS Campus Organization memang belum memiliki media atau sarana online tersendiri yang dapat digunakan untuk memasarkan informasi seputar programnya. Oleh karena itu, dalam perencanaan strategi e-marketing dapat diarahkan untuk menggunakan website, sehingga ASUS Campus Organization memiliki media tersendiri untuk menyampaikan informasi mengenai programnya supaya informasi bisa lebih lengkap dan pihak yang ingin mengetahui informasi mengenai ASUS Campus Organization bisa langsung mengaksesnya melalui website.

2) Sulit Tidaknya Mendapatkan Informasi Mengenai ASUS Campus Organization

Gambar 3.8 Sulit Tidaknya Mendapatkan Informasi Mengenai ASUS Campus Organization

(29)

91

Gambar 3.9 Faktor Penyebab Kesulitan Mendapatkan Informasi Mengenai ASUS Campus Organization

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan data pada Gambar 3.8 dan Gambar 3.9 di atas, dapat dilihat bahwa dari 55 responden yang pernah tahu atau pernah mendengar mengenai ASUS Campus Organization, 51 responden mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai ASUS Campus Organization dan faktor penyebab terbesarnya yaitu karena kurangnya media promosi yang digunakan dan informasi yang disampaikan sangat terbatas. Memang untuk saat ini, media promosi yang digunakan oleh ASUS Campus Organization masih berupa brosur, poster, dan masih lewat website universitas sehingga kurang efektif untuk menyampaikan informasi kepada banyak pihak. Selain itu media promosi yang digunakan saat ini membuat informasi yang

(30)

92

disampaikan sangat terbatas. Oleh karena itu, ASUS Campus Organization memang perlu membuat sebuah website yang selalu bisa diakses setiap saat dan mampu menyampaikan informasi secara lengkap sehingga tidak ada lagi pihak yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai ASUS Campus Organization.

3) Ketertarikan Terhadap Organisasi di Luar Universitas

Gambar 3.10 Ketertarikan Bergabung Dalam Organisasi Di Luar Universitas

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa 68% responden sangat memiliki ketertarikan untuk bergabung dalam organisasi di luar universitas dimana organisasi tersebut disediakan oleh pihak luar yaitu oleh perusahaan. Hai ini tentunya menjadi keuntungan bagi ASUS Campus Organization untuk dapat menarik banyak mahasiswa untuk menjadi

(31)

93

anggotanya. Oleh karena itu, strategi e-marketing dengan menggunakan website dapat digunakan ASUS Campus Organization sebagai sarana pemasarannya sehingga kemungkinan besar informasi bisa disampaikan secara lebih luas kepada mahasiswa di kota-kota lainnya sehingga semakin banyak mahasiswa yang tahu dan semakin banyak yang tertarik untuk bergabung.

Gambar 3.11 Faktor Ketertarikan Bergabung Dalam Organisasi Di Luar Universitas

(32)

94

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa faktor terbesar yang menyebabkan responden tertarik untuk bergabung adalah manfaat yang diperoleh (sebesar 55%) serta program dan kegiatan yang ditawarkan (sebesar 35%). Oleh karena itu, dalam mengembangkan website, ASUS Campus Organization perlu menjelaskan manfaat apa saja yang akan diperoleh oleh mahasiswa jika mereka bergabung dan harus mampu menawarkan program dan kegiatan yang menarik di dalam websitenya sehingga dapat lebih menarik mahasiswa untuk bergabung.

4) Penggunaan Internet

Gambar 3.12 Tingkat Penggunaan Internet

(33)

95

Gambar 3.13 Hal yang Dilakukan Pada Saat Menggunakan Internet

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan kedua data di atas dalam hal penggunaan internet, dapat dilihat bahwa 69% responden menggunakan internet setiap harinya dan 31% responden menggunakan internet 3 – 4 kali dalam seminggu. Selain itu, kebanyakan dari responden menggunakan internet untuk browsing atau mencari informasi apapun (sebesar 51%) dan menggunakan social

network (sebesar 39%). Ini menunjukkan bahwa responden

sangat aktif dalam menggunakan internet terutama dalam melakukan pencarian informasi. Untuk itu, ASUS Campus Organization dapat memanfaatkan penggunaan internet dalam

(34)

96

kegiatan pemasarannya karena semua responden sudah terbiasa dan paham akan penggunaan internet. Selain itu, ASUS Campus Organization juga dapat memanfaatkan penggunaan media sosial seperti facebook, twitter, path, atau media lainnya yang banyak digemari oleh masyarakat untuk dapat mendukung dan mengoptimalkan kegiatan pemasarannya.

5) Kebutuhan Sebuah Website E-marketing

Gambar 3.14 Pendapat Mengenai Penggunaan Website

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa 98% responden sangat setuju apabila ASUS Campus Organization membuat dan menggunakan website sebagai sarana pemasarannya. Oleh karena itu, ASUS Campus Organization harus dapat memanfaatkan peluang ini untuk membuat dan menggunakan website secara optimal untuk menyampaikan informasi secara lengkap dan up to date.

(35)

97

Gambar 3.15 Informasi yang Diperlukan Dalam Website

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa informasi yang paling diinginkan ada di dalam website dan yang paling ingin diketahui oleh responden adalah informasi mengenai about

us/profile organisasi, gallery (event dan foto kegiatan), contact us, how to join program, dan news mengenai program. Oleh

(36)

98

karena itu, informasi ini harus dijadikan sebagai informasi utama yang harus tersedia di dalam website. Sedangkan informasi lainnya, seperti FAQ, testimonial, dan profile anggota bisa dijadikan sebagai informasi pendukung yang dimasukkan dalam website.

Gambar 3.16 Harapan Pengguna dari Website

Sumber: 300 Mahasiswa (Binus, Trisakti, dan Untar)

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa sebagai calon pengguna, 41% responden berharap website yang akan dibangun nantinya akan mampu menyediakan informasi yang lengkap dan up to date, 34% responden berharap tampilan atau desain dari website akan menarik, 25% responden berharap website akan mudah untuk digunakan, dan yang lainnya

(37)

99

berharap website menyediakan fasilitas online chat dan aman untuk digunakan. Oleh karena itu, dalam merancang website, penyediaan informasi yang lengkap dan up to date akan menjadi perhatian utama, yang selanjutnya akan didukung dengan tampilan atau desain website yang dibuat menarik dan user

friendly sehingga dapat memuaskan harapan dari calon penguna.

3.3.1.3 Implikasi Hasil Kuisioner

Berdasarkan hasil kuisioner yang telah dilakukan sebelumnya

(lihat 3.3.1.2 Demand Analysis, p87-99), maka didapat data sebagai

berikut:

1) 245 responden (82% responden) tidak pernah mengetahui atau mendengar mengenai ASUS Campus Organization. 2) 55 responden (18% responden) tahu atau pernah mendengar

mengenai ASUS Campus Organization, tapi 51 responden (93% responden) mangatakan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi seputar ASUS Campus Organization karena kurangnya media promosi dan informasi yang disampaikan sangat terbatas.

3) 295 responden (98% responden) menyarankan untuk menggunakan website sebagai sarana dan strategi pemasaran kedepannya.

Melihat ketiga data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ASUS Campus Organization memang membutuhkan sarana atau

(38)

100

media pemasaran baru yaitu berupa website yang berguna untuk menyampaikan informasi secara lengkap, up to date, dan bisa diakses oleh siapa pun. Berikut ini adalah kriteria website yang menjadi keinginan dari responden:

1) User friendly, yaitu website mudah untuk digunakan

sehingga semua pihak dapat dengan mudah memahami cara penggunaan website.

2) Interesting interface, yaitu website memiliki tampilan atau

desain yang menarik dan enak untuk dilihat.

3) Full information, yaitu website mampu menampilkan

informasi seputar ASUS Campus Organization secara lengkap dan selalu up to date.

4) Content

Dari segi konten, diharapkan website akan mampu menyediakan menu-menu atau tersedianya informasi sebagai berikut:

About us/profile organisasi

Gallery (event dan foto kegiatan)

Contact us

How to join organisasi

News organisasi

FAQ

Testimonial anggota

Profile anggota

(39)

101

3.3.1.4 Brand Perception

Berdasarkan hasil kuisioner yang telah dilakukan sebelumnya tentang pengenalan mengenai ASUS Campus Organization (lihat

3.3.1.2 Demand Analysis, p88), bisa dilihat bahwa 245 responden

(82% responden) tidak pernah mengetahui atau mendengar mengenai ASUS Campus Organization dan hanya 55 responden (18% responden) yang tahu atau pernah mendengar mengenai ASUS Campus Organization. Ini menandakan bahwa brand dari ASUS Campus Organization belum dikenal dan mendapat perhatian dari mahasiswa yang menjadi targetnya. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kegiatan pemasaran dan pengenalan mengenai ASUS Campus Organization kepada mahasiswa. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan strategi pemasaran dengan memperbanyak kegiatan promosi dan menggunakan media online seperti website.

3.3.1.5 Competitor Analysis

Berikut ini adalah pesaing potensial bagi ASUS Campus Organization:

1) Astra 1st Development Program

Astra 1st Development Program merupakan organisasi yang dibentuk oleh PT Astra International Tbk bagi mahasiswa yang menyediakan program mentoring untuk mengembangkan kemampuan teknis dan non teknis sehingga

(40)

102

mahasiswa nantinya siap untuk memberikan kontribusi dimana mereka bekerja.

Kelebihan dari Astra 1st Development Program:

• Mempunyai program pengembangan kepribadian yang komprehensif dan menyediakan kesempatan untuk belajar di Grup Astra.

• Sangat royal terhadap anggotanya. Contohnya Astra 1st Development Program bersedia menyediakan beasiswa atau donasi bagi mahasiswa yang bergabung dalam Astra 1st Development Program sebesar lima juta rupiah per orang per semesternya dan untuk mahasiswa yang terlibat dalam proyek yang disediakan oleh Astra 1st Development Program akan diberikan uang sebesar lima juta rupiah.

• Sudah bekerja sama dengan banyak universitas di berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Universitas Indonesia, Airlangga, Padjadjaran, Atmajaya, Bina Nusantara, Institut Teknologi Bandung, Trisakti, Gajah Mada, Maranatha, dll.

Sudah menggunakan media sosial twitter dan website PT Astra International Tbk dalam melakukan kegiatan pemasarannya.

(41)

103

Kekurangan dari Astra 1st Development Program:

• Astra 1st Development Program hanya dijalankan selama satu tahun.

• Informasi mengenai Astra 1st Development Program yang beredar di masyarakat luas masih terbatas karena informasinya baru tersedia dalam website PT Astra International Tbk dan informasi yang disediakan juga tidak lengkap.

• Belum memiliki website.

• Kegiatan pemasaran yang dilakukan kebanyakan masih menggunakan brosur dan flyer yang disebarkan disetiap kampus.

2) AIESEC

AIESEC merupakan organisasi untuk pelajar yang difokuskan pada pembangunan kepemimpinan anak muda. AIESEC hadir di lebih dari 113 negara dan teritori termasuk di Indonesia dengan lebih dari 86.000 anggota, AIESEC adalah student-run organisation terbesar di dunia yang menawarkan orang muda kesempatan untuk menjadi warga dunia, mengubah dunia, dan untuk mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang penting saat ini.

Kelebihan dari AIESEC:

• Organisasinya berskala internasional karena sudah diadakan di 113 negara diseluruh dunia. Di Indonesia

(42)

104

sendiri, AIESEC sudah melibatkan 16 universitas di delapan kota, seperti Universitas Indonesia, Andalas, Brawijaya, Diponegoro, Airlangga, Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, dll.

• Sudah memiliki website dan informasi yang tersedia dalam website cukup lengkap serta adanya kemudahan dalam pencarian informasi yang dibutuhkan. Selain itu, juga menyediakan aplikasi pendaftaran online di websitenya bagi mahasiswa yang tertarik untuk bergabung.

Sudah menggunakan media sosial facebook, twitter,

youtube, dan blog untuk membantu kegiatan pemasarannya dimana informasinya selalu up to date. • Sudah memiliki banyak mitra kerja sama, seperti

Coca-Cola Indonesia, Unilever Indonesia, ISIC, dll.

Kekurangan dari AIESEC:

Informasi yang tersedia dalam website kurang up to

date.

Layanan Contact Us yang disediakan dalam website kurang efektif karena tidak menyediakan fasilitas untuk mengirimkan pesan langsung kepada pihak AIESEC melalui website tersebut.

(43)

105

Berdasarkan hasil analisis pesaing di atas, maka bisa dilihat bahwa AIESEC jauh lebih unggul daripada ASUS Campus Organization dari segi pemasarannya karena AIESEC sudah memiliki website sendiri yang menyediakan informasi secara lengkap dan sudah menyediakan aplikasi pendaftaran online di websitenya. AIESEC juga sudah menggunakan media sosial facebook, twitter, youtube, dan

blog yang selalu diupdate untuk menunjang kegiatan

pemasarannya. Dari sisi lainnya, AIESEC juga lebih unggul karena sudah bekerja sama dengan banyak universitas di berbagai kota di Indonesia dan sudah memiliki banyak mitra kerja sama. Semua hal ini tentunya membuat AIESEC bisa memasarkan organisasinya secara luas, dimana pun, dan kapan pun, serta semakin memperbesar kesempatan bagi AIESEC untuk menarik mahasiswa bergabung dalam organisasinya.

Kalau dibandingkan dengan Astra 1st Development Program, maka ASUS Campus Organization tidak jauh berbeda dalam hal pemasarannya karena keduanya sama-sama belum memiliki website dan masih memasarkan organisasinya dengan menggunakan brosur dan flyer yang disebarkan disetiap kampus dan melalui website perusahaan mereka masing-masing. Namun, Astra 1st Development Program sedikit lebih unggul karena sudah menggunakan

(44)

106

media sosial twitter untuk menunjang kegiatan pemasarannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa ASUS Campus Organization memang memiliki kelemahan dalam hal pemasaran dibanding para pesaingnya. Untuk mampu mengimbangi bahkan mengungguli para pesaingnya, maka ASUS Campus Organization dapat memanfaatkan kelemahan yang dimiliki para pesaing dan mengubahnya menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan oleh ASUS Campus Organization untuk membantu menetapkan strategi pemasaran baru. Berikut ini adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh ASUS Campus Organization berdasarkan hasil analisis pesaing:

• Membuat website yang memiliki desain dan fitur yang menarik serta mampu menyediakan fasilitas yang mempermudah pengguna, seperti fasilitas registrasi online dan fasilitas layanan pelanggan yang interaktif. • Menggunakan website sebagai sarana utama dalam

memasarkan organisasinya dan menyampaikan informasi secara luas sehingga bisa menarik lebih banyak mahasiswa untuk bergabung, dengan memastikan bahwa informasi yang tersedia dalam website selalu up to date.

• Menjalin kerja sama dengan lebih banyak universitas di berbagai kota di Indonesia supaya bisa melakukan

(45)

107

kegiatan pemasaran secara lebih luas dan memperbesar kesempatan bagi ASUS Campus Organization untuk menarik mahasiswa bergabung dalam organisasinya.

3.3.1.6 Intermediary Analysis

Berikut ini adalah berbagai pihak yang selama ini menjadi perantara ASUS Campus Organization, baik dalam melakukan kegiatan pemasaran maupun dalam melakukan kegiatan lainnya:

• Universitas Wilayah Jakarta:

− Universitas Bina Nusantara − Universitas Tarumanegara − Universitas Bunda Mulia − Universitas Trisakti − Universitas Bakrie

− Universitas Kristen Krida Wacana − Universitas Multimedia Nusantara Wilayah Yogyakarta:

− Universitas Atmajaya − Universitas Gajah Mada

− Universitas Kristen Duta Wacana

• Unit kegiatan mahasiswa dan himpunan jurusan − BNEC (Bina Nusantara English Club) − BNCC (Bina Nusantara Computer Club) − Badan Eksekutif Mahasiswa Tarumanegara

(46)

108 − FRSD Tarumanegara

• Media : Majalah CHIP dan File Magazine. • Lainnya : Binus Career

Selama menjalankan kerja sama dengan semua perantara yang disebutkan di atas, ASUS Campus Organization banyak mendapatkan keuntungan, seperti mendapatkan kemudahan untuk memasarkan programnya dan informasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan langsung disalurkan ke universitas yang menjadi sasaran dari ASUS Campus Organization.

Walaupun ASUS Campus Organization tidak perlu mengeluarkan dana untuk perantaranya, namun hal ini sepertinya kurang efektif bagi kegiatan pemasaran ASUS Campus Organization karena:

− Untuk bisa melakukan kegiatan pemasaran di universitas, ASUS Campus Organization harus berurusan dengan pihak universitas untuk mendapatkan izin terlebih dahulu dan jika disetujui baru bisa mulai melakukan kegiatan pemasaran dengan memasang brosur dan flyer di universitas tersebut. Hal ini tentunya membutuhkan proses dan waktu yang lama. Selain itu, belum tentu brosur atau flyer yang dipasang di universitas dibaca oleh semua mahasiswa. − Untuk memasarkan atau mempublish kegiatan yang sudah

pernah diadakan, ASUS Campus Organization harus bekerja sama dengan media tertentu untuk memuat

(47)

109

beritanya. Hal ini membuat ASUS Campus Organization harus mencari terlebih dahulu perantara yang bersedia mempublikasikan kegiatannya tersebut. Selain itu, jika hanya dipublikasikan di satu atau dua media tertentu maka tidak semua orang yang membaca atau mengetahuinya.

Berdasarkan hasil analisis perantara, maka sebaiknya ASUS Campus Organization mencoba memajukan kegiatan pemasarannya secara lebih optimal dengan membuat website. Dengan membuat website, maka ASUS Campus Organization dapat secara langsung menginformasikan kegiatan yang akan diadakannya dan dapat dibaca oleh semua orang. Selain itu, informasi mengenai kegiatan yang pernah diadakan oleh ASUS Campus Organization dapat langsung diposting di dalam website dan selalu up to date tanpa harus sibuk mencari perantara yang bersedia mempublikasikannya. Namun, sebaiknya ASUS Campus Organization tetap menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan perantara yang sudah ada supaya kegiatan pemasaran yang akan dilakukan menjadi lebih optimal.

3.3.1.7 Internal Marketing Audit (Internal Capabilities and Resources) Audit pemasaran internal ASUS Campus Organization dilakukan dengan menilai tiga hal berikut ini, yaitu:

(48)

110 • Orang-orang

Untuk saat ini, ASUS Campus Organization sudah memiliki divisi social media yang bertugas menangani digital

marketing campaign, media sosial, dan website (on process).

Divisi ini memang dibentuk untuk menentukan strategi pemasaran yang akan dijalankan dan melakukan kegiatan promosi.

Bisa dilihat bahwa ASUS Campus Organization sudah memiliki orang-orang yang bertanggung jawab dalam hal pemasaran. Jadi apabila ASUS Campus Organization akan membuat dan menggunakan website sebagai sarana pemasarannya, maka ini merupakan pilihan yang tepat karena sudah ada persiapan terlebih dahulu mengenai siapa orang-orang yang akan bertanggung jawab untuk mengelola website yang akan dibuat tersebut.

• Proses

Untuk saat ini, kegiatan pemasaran yang dijalankan oleh ASUS Campus Organization dimulai dengan menghubungi pihak universitas untuk meminta izin sekaligus untuk mengadakan kerja sama mengenai kegiatan yang akan diadakan dan jika disetujui baru bisa mulai melakukan kegiatan pemasaran dengan memasang brosur dan flyer di universitas tersebut.

(49)

111

Bisa dilihat bahwa proses pemasaran yang dijalankan oleh ASUS Campus Organization sudah cukup baik karena sudah jelas tahapannya, mulai dari tahapan perencanaan (meminta izin dan menjalin kerja sama dengan pihak universitas) sampai dengan pelaksanaannya (melakukan promosi di universitas). Jadi apabila ASUS Campus Organization akan membuat dan menggunakan website sebagai sarana pemasarannya, maka bisa dipastikan bahwa ASUS Campus Organization sudah siap karena proses pemasaran yang dijalankannya saat ini sudah jelas dan terstruktur, bahkan dengan adanya website akan sangat membantu mempercepat proses pemasaran yang akan dilakukan karena informasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan bisa langsung segera diposting di website dan bisa dibaca oleh siapa pun.

• Teknologi

Untuk saat ini, ASUS Campus Organization belum memanfaatkan penggunaan teknologi untuk mendukung kegiatan pemasarannya. Jadi apabila ASUS Campus Organization akan membuat dan menggunakan website sebagai sarana pemasarannya, maka hal ini merupakan pilihan yang tepat karena akan sangat membantu meningkatkan kegiatan pemasaran yang dijalankan selama ini.

(50)

112

3.3.1.8 SWOT Analysis

Analisis SWOT dari ASUS Campus Organization mencakup kekuatan dan kelemahan, peluang yang dimiliki, ancaman yang akan dihadapi, serta hasil analisis strategi yang harus diterapkan, dimana hasilnya dapat dilihat pada halaman 78-81 mengenai matriks SWOT.

3.3.2 Objectives

Setelah melakukan analisis situasi untuk mengetahui lingkungan internal dan eksternal dari ASUS Campus Organization, langkah selanjutnya adalah menentukan daftar tujuan yang akan dicapai oleh ASUS Campus Organization supaya perencanaan e-marketing yang akan dijalankan menjadi lebih terarah dan berguna untuk menentukan strategi apa yang akan digunakan selanjutnya.

Berikut ini dapat disimpulkan tujuan yang akan dicapai berdasarkan hasil analisis situasi dengan berpedoman pada 5S:

Sell – peningkatan jumlah anggota

Tujuan utama yang ingin dicapai oleh ASUS Campus Organization yaitu jumlah mahasiswa yang bergabung atau jumlah anggota dari ASUS Campus Organization mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk mencapai tujuan ini, maka sebagai daya tariknya, website yang dibangun akan memberikan informasi yang sedetail-detailnya, mulai dari informasi seputar program ASUS Campus Organization dan bagaimana cara untuk bergabung serta kegiatan-kegiatan yang akan diadakan atau pun yang sudah pernah

(51)

113

diadakan. Selain itu, akan disediakan fitur testimonial yang akan digunakan sebagai penambah daya jual dari program ASUS Campus Organization karena rata-rata banyak orang lebih cenderung percaya dan terpengaruhi oleh perkataan orang lain. Dengan adanya website tersebut, diharapkan dapat memperluas wilayah pemasarannya sehingga semakin banyaknya pihak terutama mahasiswa yang tahu mengenai ASUS Campus Organization dan semakin banyaknya mahasiswa yang tertarik untuk bergabung.

Serve – menambah nilai

Dengan menggunakan website, maka tujuan yang ingin dicapai selanjutnya adalah dapat memberikan nilai lebih atau nilai tambah kepada pengguna website. Hal ini dilakukan melalui desain dan fitur website yang dibuat semenarik mungkin serta menyediakan informasi yang lengkap dan up to date. Selain itu, akan disediakan fasilitas online registration yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mendaftarkan diri secara langsung sebagai calon anggota apabila mereka tertarik untuk bergabung dalam ASUS Campus Organization, dan juga akan disediakan fasilitas contact us yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengirimkan pesan langsung kepada pihak ASUS Campus Organization apabila ada komentar atau hal-hal lain yang ingin ditanyakan. Dengan begitu, diharapkan pengguna akan dapat

(52)

114

merasakan suatu nilai lebih atau nilai tambah tersendiri pada saat menggunakan website ASUS Campus Organization.

Speak – lebih dekat dengan pelanggan

Setelah bisa memberikan nilai tambah kepada penggunanya, maka tujuan selanjutnya adalah berusaha untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan menyediakan website yang bisa diakses 24/7 dan menyediakan fasilitas contact

us untuk berkirim pesan sehingga pelanggan merasa lebih dekat

dengan ASUS Campus Organization karena mereka bisa langsung memberikan saran, komentar, atau pun menanyakan hal-hal yang ingin mereka tanyakan dan sebaliknya ASUS Campus Organization juga bisa merasa semakin dekat dengan pelanggannya karena pada saat ada keperluan (misalnya promosi) bisa langsung menghubungi pelanggannya seperti mengirimkan email blast dengan menggunakan data diri pelanggannya yang sudah pernah menggunakan fasilitas contact us.

Save – menghemat biaya

Tujuan lain yang ingin dicapai oleh ASUS Campus Organization yaitu dapat meminimalkan biaya yang akan dikeluarkan, terutama biaya untuk promosi seperti pencetakan brosur, flyer, dan banner yang akan digunakan pada saat melakukan promosi di berbagai universitas. Hal ini dilakukan dengan menggunakan website sebagai sarana utama dalam

(53)

115

melakukan kegiatan pemasaran atau promosinya, dimana brosur yang akan digunakan dalam kegiatan promosi dapat langsung diposting di dalam website sehingga pelanggan dapat melihat langsung brosur promosi tersebut lengkap dengan informasinya. Selain itu, ASUS Campus Organization juga dapat mengirimkan brosur promosinya secara email blast kepada pelanggannya dengan menggunakan database pelanggan yang pernah menggunakan layanan contact us pada website. Dengan begitu, diharapkan ASUS Campus Organization dapat lebih menghemat biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan promosinya dan bisa mengalihkannya untuk keperluan lainnya.

Sizzle – memperluas merek online

Tujuan terakhir yang ingin dicapai yaitu dapat memperluas

brand dari ASUS Campus Organization secara online. Untuk bisa

memperluas brand secara online, tentunya ASUS Campus Organization memerlukan media online yang dapat mendukungnya dan salah satu media online yang dapat digunakannya adalah website. Namun, website yang digunakan tersebut tidak akan secara otomatis langsung diketahui oleh semua orang. Oleh karena itu, pada tahap awal perlu dilakukan sosialisasi atau pengenalan kepada masyarakat luas (promosi) bahwa saat ini ASUS Campus Organization sudah memiliki website sendiri. Dengan semakin banyaknya orang yang mengetahui website tersebut dan mengaksesnya, maka rating dari website ASUS Campus

(54)

116

Organization pada search engine di internet akan terus meningkat dan bisa berada pada posisi paling atas. ASUS Campus Organization juga harus bisa memastikan bahwa websitenya memiliki informasi yang menarik untuk diketahui oleh orang lain, sehingga dapat membuat pengguna website tertarik untuk melakukan penyebaran informasi melalui media sosial seperti

facebook, twitter, kaskus, blog, dan lainnya. Dengan semakin

tersebarnya informasi mengenai ASUS Campus Organization di dunia maya, maka diharapkan dapat memperluas dan memperkuat

brand online dari ASUS Campus Organization.

3.3.3 Strategy

Untuk mencapai tujuan dari ASUS Campus Organization yang telah ditetapkan sebelumnya, maka langkah selanjutnya adalah menentukan bagaimana strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi e-marketing yang digunakan akan berpedoman pada STOP dan SIT.

3.3.3.1 Segmentation, Targeting, Objectives, dan Positioning (STOP) Segmentation

Jenis Segmentasi Keterangan

Geografis Kota : Jakarta dan Yogyakarta Demografis Jenis Kelamin : Pria dan Wanita

Pendidikan : Mahasiswa

Psikografis Kepribadian : suka berkumpul dan bergabung dalam organisasi.

(55)

117

Perilaku Mencari manfaat berupa pelatihan dan pengembangan diri serta ingin menambah pengalaman dalam berorganisasi.

Tabel 3.6 Segmentasi ASUS Campus Organization

Dalam hal segmentasi, khusus untuk segmentasi demografis, psikografis, dan perilaku akan sama baik sebelum dan sesudah penerapan e-marketing menggunakan website. Namun, untuk segmentasi geografis akan terjadi perubahan, dimana pada saat sebelum menggunakan website segmentasinya hanya mencakup kota Jakarta dan Yogyakarta, tapi sesudah menggunakan website diharapkan segementasinya dapat lebih diperluas lagi yaitu mencakup kota-kota lain yang belum dijangkau sebelumnya.

Targeting

Dalam hal targeting, baik sebelum dan sesudah penerapan e-marketing menggunakan website, pasar sasaran dari ASUS Campus Organization lebih kepada pemasaran terkonsentrasi, dimana organisasi ini sangat ditujukan pada segmen pasar mahasiswa yang mencari pengalaman dalam berorganisasi terutama organisasi diluar universitas.

(56)

118 • Objectives

Selama menjalankan strategi penerapan e-marketing, strategi yang dijalankan tersebut akan berpedoman pada tujuan

e-marketing yang telah ditetapkan sebelumnya (lihat 3.3.2 Objectives, p112-116), yaitu:

Sell – peningkatan jumlah anggota

Serve – menambah nilai

Speak – lebih dekat dengan pelanggan

Save – menghemat biaya

Sizzle – memperluas merek online

Positioning

Dalam hal positioning, baik sebelum dan sesudah penerapan e-marketing menggunakan website, ASUS Campus Organization dapat diposisikan sebagai organisasi yang disediakan oleh perusahaan yang memberikan pelatihan dan pengalaman dalam berorganisasi kepada mahasiswa di luar universitas.

3.3.3.2 Sequence or Stages, Integration, dan Tools (SIT) Sequence or Stages

Dalam melakukan pemasaran secara online menggunakan website, maka tipe website yang akan dipilih untuk ASUS Campus Organization adalah tipe website pada tingkatan level 2, yaitu mengembangkan website sederhana

(57)

119

atau disebut brochureware. Tipe website ini dirasa paling sesuai untuk dikembangkan karena untuk saat ini ASUS Campus Organization lebih berfokus kepada penyediaan dan penyampaian informasi mengenai organisasi dan kegiatan-kegiatannya.

Integration

Dalam pengembangannya, website akan mengintegrasikan database online. Berikut ini adalah database online yang akan digunakan:

tb_aboutus

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_aboutus (primary key) int 11 Kode About Us

judul_aboutus varchar 100 Judul/Nama Submenu About Us keterangan_aboutus varchar 10000 Isi Submenu About Us

status_aboutus varchar 10 Status Submenu About Us (aktif/tidak aktif)

tb_city

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_city (primary key) int 11 Kode Kota

nama_city varchar 100 Nama Kota

status_city int 11 Status Kota (aktif/tidak aktif)

tb_contactus

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_contactus (primary key) int 11 Kode Contact Us

name_contactus varchar 50 Nama Pelanggan

email_contactus varchar 40 Alamat Email Pelanggan

(58)

120 − tb_event

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_event (primary key) int 11 Kode Event

judul_event varchar 50 Judul Event

img_event varchar 40 Gambar Event

keterangan_event longtext Isi Event

status_event varchar 10 Status Event (aktif/tidak aktif)

img_extention varchar 10 Format Gambar

tb_galery

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_galery (primary key) int 11 Kode Gallery

img_galery varchar 40 Gambar Gallery

keterangan_galery varchar 1000 Keterangan Gallery status_galery varchar 10 Status Gallery (aktif/tidak aktif)

img_extention varchar 10 Format Gambar

galeryfolder_galery int 11 Judul Gallery Folder

tb_galeryfolder

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_galeryfolder (primary key) int 11 Kode Gallery Folder judul_galeryfolder varchar 50 Judul Gallery Folder

img_galeryfolder varchar 40 Gambar Cover Gallery Folder status_galeryfolder varchar 10 Status Gallery Folder

(aktif/tidak aktif)

img_extention varchar 10 Format Gambar

tb_pengguna

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_pengguna (primary key) int 11 Kode Admin

nama_pengguna varchar 30 Nama Admin

pass_pengguna varchar 50 Password Admin

keterangan_pengguna varchar 50 Keterangan Admin

img_pengguna varchar 100 Gambar Admin

(59)

121 − tb_registration

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_registration (primary key) int 11 Kode Registrasi fullname_registration varchar 70 Nama Pendaftar university_registration varchar 50 Universitas Pendaftar dateofbirth_registration date Tanggal Lahir Pendaftar

city_registration varchar 50 Kota Pendaftar phone_registration varchar 30 No. Telepon Pendaftar email_registration varchar 30 Alamat Email Pendaftar

cv_registration varchar 50 CV Pendaftar

tb_slideshow

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_slideshow (primary key) int 11 Kode Slide Show

link_slideshow varchar 50 Pilihan Judul Event

(Menghubungkan)

img_slideshow varchar 40 Gambar Slide Show

keterangan_slideshow varchar 1000 Keterangan Singkat Slide Show

status_slideshow varchar 10 Status Slide Show

(aktif/tidak aktif)

img_extention varchar 10 Format Gambar

tb_testimonitext

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_testimonitext (primary key) int 11 Kode Testimonial Text img_ testimonitext varchar 40 Gambar Anggota ACO keterangan_ testimonitext varchar 1000 Isi Testimonial

nama_ testimonitext varchar 200 Nama Anggota ACO kampus_ testimonitext varchar 200 Universitas Anggota ACO

status_ testimonitext varchar 10 Status Testimonial Text (aktif/tidak aktif)

(60)

122 − tb_testimonivideo

Nama Field Type Panjang Keterangan

id_testimonivideo (primary key) int 11 Kode Testimonial Video

judul_ testimonivideo varchar 50 Judul Video

video_ testimonivideo varchar 40 Video

keterangan_ testimonivideo varchar 1000 Keterangan Video status_ testimonivideo varchar 10 Status Testimonial Video

(aktif/tidak aktif)

Tools

Tools yang akan digunakan dalam pembuatan website

antara lain Dreamweaver, XAMPP, phpMyAdmin, Framework

CodeIgniter, Filezilla, Adobe Photoshop, dan Paint.

3.3.4 Tactics

Perumusan taktik dalam rencana penerapan strategi e-marketing akan menggunakan bauran pemasaran 7P sebagai berikut:

1) Product

ASUS Campus Organization menawarkan jasa berupa penyediaan pelatihan dan pengalaman dalam berorganisasi kepada mahasiswa di luar universitas. Dalam meningkatkan strategi pemasaran secara online, maka informasi berupa jasa yang ditawarkan oleh ASUS Campus Organization tersebut akan ditampilkan secara lengkap di dalam website yang akan dibuat nantinya.

(61)

123

2) Price

Dalam menawarkan dan mempromosikan programnya melalui website, ASUS Campus Organization tidak akan mengenakan biaya apapun kepada mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dalam organisasinya. Meskipun dalam website nantinya akan disediakan fasilitas pendaftaran secara online bagi mahasiswa, ASUS Campus Organization tetap tidak akan mengenakan biaya apapun kepada mahasiswa yang tertarik untuk bergabung. Hal ini dikarenakan sejak awal menjalankan kegiatannya, ASUS Campus Organization memang tidak pernah mengenakan biaya apapun atau dengan kata lain ASUS Campus Organization menyediakan program ini secara gratis kepada semua mahasiswa.

3) Place

Internet merupakan tempat yang akan dipilih ASUS Campus Organization dalam menawarkan dan mempromosikan programnya secara online. ASUS Campus Organization akan menggunakan website sebagai tempat untuk memasarkan programnya karena website dapat diakses secara global kapan saja dan dimana saja selama pengguna mempunyai koneksi internet sehingga akan mempermudah penyampaian informasi.

4) Promotion

Kegiatan promosi ASUS Campus Organization akan dilakukan dengan menggunakan:

Gambar

Gambar 3.1 Struktur Organisasi ASUS Campus Organization  Sumber: ASUS Campus Organization
Gambar 3.2 Proses Pemasaran ASUS Campus Organization  Sumber: ASUS Campus Organization
Tabel 3.1 Hasil Analisa Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE)
Tabel 3.2 Hasil Analisa Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebuah rumah produksi Broadcast Design Indonesia yang di dalamnya ada Divisi On Air dan divisi inilah yang

Masing-masing dari kelima pilar tersebut memiliki satu Creative Social Media Officer dan satu sampai dua Creative Social Media Intern dengan total anggota Divisi Social Media

Umumnya, divisi yang terdiri dari subdivisi kreatif, copy dan konten, media sosial, serta strategist ini melakukan kegiatan branding pada media sosial klien dengan

Berdasarkan data dan uraian tersebut diatas, penulis tertarik untuk mengetahui apakah kegiatan pemasaran yang dilakukan Karuhun dengan menggunakan social network

Menjalin hubungan dengan media (Media Relations) merupakan salah satu tugas inti divisi ini. Dalam tiap kegiatan yang dilakukan oleh Summarecon mal Serpong Exposure media

Pada website yang akan dikembangkan dapat menjadi media utama bagi perusahaan dan perantara dalam melakukan kegiatan pemasaran, memberikan informasi mengenai

Melihat hal ini Standard Chartered Bank melalui divisi Wealth Management berusaha secara aktif untuk memimpin market yang ada dengan melakukan langkah-langkah terobosan yang

E-commerce dan social media dua variabel yang berkolaborasi menjadi perantara agar mampu berkompatitif di pasar global, karena para pelaku UMKM dapat melakukan pemasaran secara online,