BAB III
METODE PENELITIAN
3. 1. Desain Penelitian
Menurut Christensen (Seniati, 2009) desain penelitian adalah suatu rencana yang dipersiapkan dan digunakan untuk menjawab masalah penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti membuat desain penelitian sebagai berikut:
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental within subject. Desain ini hanya menggunakan satu kelompok eksperimen saja, dimana setiap subjek mendapat perlakuan manupulasi / treatment yang sama (Bordens, 2005).
Selanjutnya, penelitian within subject ini dikategorikan sebagai penelitian One Group Pretest – Posttest Design, Menurut Christensen dalam Seniati (2009), disebut juga desain before – after design. Yaitu desain satu kelompok dengan melakukan dua kali uji di awal sebelum pemberian manipulasi dan sesudah dilakukan manipulasi terhadap subjek penelitian.
Peneliti memilih desain ini karena peneliti melihat bahwa desain ini cocok sekali dengan subjek penelitian yaitu anak TK. Dalam desain penelitian seperti ini, semua subjek diperlakukan secara sama, sehingga hal ini menjadikan kontrol terhadap perlakuan subjek agar tidak merasa iri karena seluruh subjek tidak merasa dibeda – bedakan perlakuannya.
3. 1. 1. Tipe Penelitian
Controlled Laboratory Experiment, Menurut Christensen dalam Seniati (2009), adalah tipe penelitian eksperimen yang melakukan manipulasi terhadap IV (variabel bebas) dan melakukan kontrol terhadap SV (variabel sekunder). Peneliti memilih tipe penelitian ini karena peneliti menggunakan ruang khusus ketika subjek sedang diteliti. Seluruh subjek dikumpulkan dan ditempatkan pada ruang yang berbeda dari ruang kelasnya sehari – hari, yaitu ruang aula, disini subjek diberikan manipulasi selama penelitian berlangsung (3 minggu). Peneliti melakukan manipulasi IV yang berupa Dongeng boneka terhadap DV yaitu frekuensi menabung, selain itu peneliti juga melakukan kontrol terhadap variabel sekunder yaitu dengan teknik konstansi dan eliminasi.
3. 2. Operasional Variabel Penelitian 3. 2. 1. Independent Variabel (IV)
Independent variable dalam penelitian eksperimen adalah dimensi yang digunakan oleh peneliti untuk melakukan manipulasi terhadap DV. variabel ini disebut bebas karena tidak terikat oleh apapun, dan peneliti bebas menentukan variabel ini seperti apa (Shaughnessy, 2009). Shaughnessy (2009) juga menambahkan bahwa biasanya, variabel ini berupa bagian yang sederhana dalam kehidupan sehari – hari, baik fisik maupun non fisik. Contohnya adalah
mobil, barang, benda yang mampu dirasa oleh panca indera untuk variabel fisik, dan contoh untuk non fisik bisa berupa perasaan misalnya kecemasan, sedih, perilaku, dll. Dalam penelitian ini, peneliti memilih dongeng boneka sebagai variable independent.
3. 2. 2. Dependent Variabel (DV)
Menurut Shaughnessy (2009), dependent variable dalam penelitian eksperimen adalah variabel kuhusus yang diharapkan terjadinya perubahan oleh peneliti karena pengaruh pemberian IV dalam proses eksperimen. Dalam penelitian ini, peneliti memilih frekuensi perilaku menabung sebagai DV, karena peneliti ingin melihat dan mengukur seberapa besar perubahan DV yang terjadi akibat pengaruh pemberian IV. DV diukur dengan cara mengukur perilaku frekuensi yang muncul ketika eksperimen ini berlangsung. Cara mengukurnya yaitu peneliti memberikan poin 1 ketika perilaku DV muncul, dan poin 0 ketika perilaku DV tidak muncul, kemudian selama 3 minggu, diakumulasikan perilaku menabung tersebut.
3. 2. 3. Sekunder Variabel (SV)
Sekunder variabel menurut Shaughnessy (2009) dalam penelitian eksperimen adalah variabel – variabel lain yang memiliki kemungkinan berpengaruh terhadap DV. Untuk itu, ada perlakuan kontrol terhadap SV, sehingga dapat diminimalisir pengaruh SV terhadap hasil DV dalam sebuah eksperimen penelitian. dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan teknik control berupa teknik konstansi dan eliminasi. Teknik konstansi yaitu menyamakan kondisi perlakuan, sedang kan teknik eliminasi yaitu menghilangkan variable yang berbeda sehingga diperoleh kesamaan atau kesetaraan (Shaughnessy, 2009).
Berikut ini adalah SV yang peneliti temukan: 1. Tingkat Pendidikan
Dikontrol dengan menggunakan teknik konstansi, yaitu dengan memilih subjek dengan tingkat pendidikan yang sama yaitu murid TK kelas nol kecil.
2. Kesempatan menabung
Dikontrol dengan menggunakan teknik konstansi, yaitu memilih subjek yang diberikan uang jajan sendiri oleh orang tuanya. Sehingga selama penelitian ini berlangsung, terjadi kesepakatan anatara peneliti dengan orang tua agar memberikan uang jajan terhadap anak dengan nilai yang sama yaitu sebesar 2000 rupiah. 3. Instrumen
Dikontrol dengan menggunakan teknik konstansi, yaitu dengan memberikan celengan dengan bentuk yang sama. Hal dimaksudkan agar tidak trejadi kecemburuan pada anak TK.
Setelah dilakukannya pilot project, terdapat dua tambahan SV, antara lain yaitu:
1. Waktu menabung
Dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu kegiatan menabung diberikan pada setiap akhir jam sekolah.
2. Kehadiran subjek
Dikontrol dengan teknik eliminasi dengan cara membuang data subjek yang absen ketika dilakukanya penelitian eksperimen ini (tidak masuk kelas saat dilakukan treatment). Hal ini dimaksudkan agar hasil data yang diperoleh yaitu DV benar karena pengaruh pemberian IV.
3. 3. Uji Hipotesis
3. 3. 1. Hipotesis Ilmiah
3. 3. 1. 1. Hipotesis Umum
Mendengarkan dongeng boneka tentang menabung dapat mempengaruhi frekuensi menabung.
3. 3. 1. 2. Hipotesis Eksplisit
Frekuensi menabung subjek yang mendengarkan dongeng boneka tentang menabung akan meningkatkan
frekuensi menabungnya dibanding sebelum subjek diberi dongeng boneka tentang menabung.
3. 3. 2. Hipotesis Statistik
3. 3. 2. 1. Hipotesis Alternatif (Ha)
Subjek yang telah diberi dongeng boneka tentang menabung memiliki frekuensi menabung yang meningkat secara signifikan dibanding sebelum subjek diceritakan dongeng boneka tentang menabung.
3. 3. 2. 2. Hipotesis Nol (H0)
Subjek yang telah diceritakan dongeng boneka tentang menabung memiliki frekuensi menabung tidak berbeda secara signifikan dibanding sebelum subjek diceritakan dongeng boneka tentang menabung.
3. 4. Subjek Penelitian
3. 4. 1. Populasi
Menurut Myers (2006), populasi adalah keseluruhan jumlah subjek yang akan diteliti. Pada penelitian ini, peneliti menentukan populasi penelitian yaitu anak laki-laki dan perempuan yang berusia 4 tahun sampai 6 tahun yang sedang belajar di TK.
3. 4. 2. Sampel
Menurut Myers (2006), sampel adalah bagian dari populasi penelitian yang dipilih sebagai wakil representatif dari keseluruhan populasi untuk diteliti. Pada penelitian ini, sampel yang dipilih oleh peneliti adalah murid nol besar dan nol kecil kelas A dan B, TK Mori, Jl. Kelingkit IV No : 68, Perumahan Bojong Indah, Jakarta Barat.
3. 4. 4. Tehnik Pengambilan Sampel
Peneliti menggunakan teknik representative Sampling. Representative Sampling menurut Leary (2008) adalah teknik pengambilan sampel dengan cara memilih sampel yang merepresentasikan / menggambarkan ciri – ciri dari populasi secara cukup akurat atau paling tidak mendekati sempurna.
Peneliti memilih sampel murid TK Mori, karena TK Mori memiliki murid yang cukup banyak dengan berbagai macam tipe anak TK. Maksudnya adalah murid TK Mori merupakan anak dari dari orang tua yang berbeda kalangan. Orang tua mereka berasal dari berbagai suku (jawa, sunda, cina), selain itu orang tua mereka juga memiliki latar mata pencaharian yang bermacam pula. Oleh sebab itu peneliti menilai bahwa murid TK Mori merupakan sampel yang cocok karena dapat mempresentasikan ciri dari populasi TK secara baik.
3. 4. 3. Jumlah Sampel
Jumlah sampel sebanyak 75 Anak, namun karena ketika eksperimen berlangsung ada 6 orang anak yang tidak mengikuti eksperimen secara utuh dari awal hingga akhir karena izin dan absen, maka ke 6 anak tersebut dieliminasi sebagai subjek sehingga total seluruh subjek yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 69 anak.
3. 5. Pilot Experiment
Menurut Myers (2006), pilot eksperimen merupakan eksperimen mini dengan menggunakan subjek yang lebih sedikit sebagai pretest terhadap IV sebelum dilakukannya eksperimen yang sesungguhnya.
Peneliti melakukan Pilot Experiment selama 3 minggu sebelum eksperimen penelitian yang sebenarnya dimulai. Pilot eksperimen dimulai pada tanggal 15 November 2010 dan berakhir pada tanggal 4 Desember 2010. Pada pilot ekpsperimen ini, peneliti menggunakan desain yang sebelumnya sudah direncanakan. Hal ini dimaksudkan juga sebagai penguat metode penelitian yang akan peneliti gunakan untuk eksperimen sebenarnya. Hasil dari pilot eksperimen, peneliti menemukan adanya dua variabel sekunder tambahan yang harus dikontrol, yaitu waktu menabung dan kehadiran subjek (absensi). Untuk lebih lengkapnya, time line dan hasil dari pilot experiment dapat dilihat pada lampiran.
3. 6. Setting Penelitian
3. 6. 1. Instrumen Penelitian
Peralatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah celengan yang diberikan kepada subjek, dengan bentuk yaitu tabung dan memilikik warna sama. Selain itu juga beberapa boneka untuk mendongeng. Boneka disini adalah boneka tangan yang bisa digerakkan kepala dan kedua tangannya. Boneka ini berwujud beruang, kelinci, bebek, dan kucing.
3. 6. 2. Persiapan
Diberikan celengan kepada setiap anak. Kemudian peneliti berkoordinasi dengan pihak sekolah (guru) dan orang tua agar tidak mempengaruhi / menyuruh subjek untuk menabung, hal ini dimaksudkan agar subjek tidak diintervensi oleh orang tua demi kepentingan pribadi. Selain itu peneliti melakukan kesepakatan kepada orang tua bahwa selama 3 minggu penelitian ini berlangsung, orang tua memberikan uang jajan kepada para anaknya sebesar 2 ribu rupiah. Kemudian peneliti memberikan buku catatan kepada wali kelas agar mencatat subjek yang nantinya akan menabung. Setelah itu peneliti menyiapkan sebuah ruang aula yang digunakan peneliti sebagai tempat eksperimen / laboratorium eksperimen. Ruang aula ini digunakan sebagai tempat eksperimen setiap hari selama 3 minggu setiap jam akhir sekolah yaitu pukul 09.00 WIB. Berikutnya peneliti
menyiapkan boneka dan dongeng boneka yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu pada minggu kedua penelitian dimana subjek diberikan treatment dongeng boneka yang untuk mempengaruhi frekuensi menabungnya.
3. 6. 3. Pelaksanaan
3. 6. 3. 1. Pretest
Pada minggu pertama ini penelitian bertujuan untuk melakukan pretest yaitu, subjek diberikan celengan yang berbentuk tabung. Kemudian subjek diberikan pengertian tentang menabung dan selanjutnya diperintahkan / disuruh untuk menabung. Setiap harinya selama seminggu di minggu pertama ini, sebelum pulang sekolah yaiut pukul 09.00, anak TK masuk ke dalam ruang eksperimen lalu diminta menunjukan celengannya dan kemudian disuruh untuk menabung, selanjutnya peneliti mencatat subjek yang menabung. Penelitian ini berlangsung selama 5 hari yang dimulai pada hari senin 6 Desember 2010 sampai hari sabtu 11 Desember 2010. Penelitian ini dihitung 5 hari Karena pada hari selasa tanggal 7 Desember 2010 terjadi libur nasional (1 Muharram 1432 H). Pada akhir minggunya, buku catatan diperiksa untuk mengetahui frekuensi masing - masing anak kemudian data tersebut direkap dan dijadikan sebagai data pretest.
3. 6. 3. 2. Intervensi
Pada minggu kedua ini, peneliti memberikan dongeng boneka tentang menabung kepada para subjek sebagai metode lain untuk menerapkan perilaku menabung. Dongeng boneka tentang menabung yang diberikan pada tahap eksperimen ini, dilakukan pada hari senin sampai hari jumat, dari tanggal 13 Desember 2010 sampai tanggal 17 Desember 2010. Sebanyak lima kali dongeng boneka diberikan disetiap akhir jam sekolah yaitu pada pukul 09.00 pagi sampai pukul 09.20 yang bertempat di ruang eksperimen (aula). Disetiap akhir pemberian dongeng boneka, subjek diminta untuk menunjukan celengannya kemudian menyuruh mereka untuk menabung. Subjek yang menabung kemudian dicatat di buku tabungannya oleh peneliti dengan dibantu guru. Setelah minggu kedua ini berakhir yaitu pada tanggal 18 Desember 2010, buku tabungan kembali diperiksa dan kemudian direkap. Data yang direkap dijadikan sebagai data intervensi.
3. 6. 3. 3. Posttest
Pada tahap ini terjadi pada minggu ketiga atau minggu terakhir penelitian berlangsung. Tahap ini terjadi selama 5 hari yang dimulai dari tanggal 20 Desember 2010 sampai 24 Desember 2010. Untuk kegiatan pada tahap ini kurang lebih
mirip dengan kegiatan tahap pertama, dimana subjek penelitian dikumpulkan pada ruang penelitan setelah berakhir jam sekolah yaitu pada pukul 09.00 – 09.20. Subjek kemudian disuruh untuk menunjukkan celenganya dan kemudian diperintahkan untuk menabung. Subjek yang menabung, kembali lagi dicatat dalam buku tabungan. Selanjutnya setelah hari kelima berakhir, buku tabungan tersebut diperiksa dan direkap datanya sebagai data posttest.
3. 7. Tehnik Analisis
Menurut Bordens (2005), inferential statistic adalah cara menganalisa data menggunakan statistik. Caranya adalah mengukur probabilitas eror dari varians dalam kelompok itu sendiri (pengaruh kehadiran dari variabel bebas). Jika, probabilitas eror tersebut ternyata kecil, maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas berpengaruh secara efektif terhadap variabel terikatnya.
Selain itu pengolahan data pada penelitian ini juga mengacu pada pengolahan data within-subject design oleh Bordens (2005). Dalam penelitian within subject, peneliti dapat membandingkan mean data pertama (pretest) dengan perlakuan data berikutnya (posttest). Dengan perlakuan seperti itu, peneliti dapat melihat perbedaan yang dihasilkan antar perlakuan pada tahap pretest dengan perlakuan pada tahap posttest (Bordens, 2005).
Sedangkan menurut Seniati (2009) untuk melihat pengaruh antara IV dan DV dapat menggunakan analisis statistik dengan teknik paired sample
t-test. Paired sample t-test adalah uji tes untuk menentukan signifikansi hipotesa dua arah dengan melihat apakah terdapat rata-rata yang nyata (signifikan) atau tidak pada sample yang menggunakan subyek yang sama namun mengalami dua perlakuan yang berbeda. Bordens (2005), juga menambahkan bahwa paired sample t-test merupakan perbandingan dalam satu kelompok yang memiliki dua atau lebih data dan memiliki variasi sama yang digunakan untuk mencari tahu korelasi antar data dalam satu kelompok untuk mengetahui signifikansi hubungannya.
Untuk menggunakan tehnik uji ini, peneliti dapat memilih level of significance. Menurut Seniati (2009), penelitian psikologi biasa menggunakan level of significance (los) lebih kecil atau sama dengan 0,05. Jadi sebuah hasil dikatakan signifikan apabila memiliki hasil perhitungan lebih kecil atau sama dengan dari los sebesar 0,05. Jika hal itu terjadi maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Pada pengujian signifikansi ini, peneliti menggunakan perhitungan statistik paired sample t-test dengan memanfaatkan software SPSS version 17.0. Software SPSS merupakan software penyedia jasa perhitunngan statistik yang memiliki nilai uji terstandarisasi, selain itu software ini banyak menjadi rujukan oleh beberapa kalangan dalam melakukan perhitungan uji satitistik. Peneliti menggunakan software ini dimaksudkan untuk mendapat nilai uji yang valid yang kecil sekali kemungkinan human error-nya.