Pengaruh Rekomendasi Audit Internal terkait Mesin Menganggur terhadap Optimalisasi Kinerja Unit.

Teks penuh

(1)

viii

ABSTRACT

The purpose of this research is to find out how much the effect of completion of the internal audit recommendation related to Idle Machine againts Unit Performance Optimalitation at P.T. Kimia Farma (Persero) Tbk. Analysis model that being used was simple linear regression, with data quality that tested by using validiti test and reliability test. Classic assumption test that being used in this research were normality test and heterocedastisity test. Hypotesis test that being used were parsial test and coefficient determination in this research. Descriptive Statistic is also used to help analysing data by describing the collected data.

The result of this research showed that the dependent variable Completion of the Internal Audit Recommendation related to Idle Machine affect the independent variable Unit Performance Optimalitation.

(2)

ix

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Rekomendasi Audit Internal Terkait Mesin Menganggur terhadap Optimalisasi Kinerja Unit pada P.T. Kimia Farma (Persero) Tbk. Model analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana, dengan pengujian kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji heterokedastisitas. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji signifikasnsi parsial dan keofisien determinasi.

Descriptive Statistic juga digunakan untuk membantu menganalisis data dengan

mendeskripsikan data yang terkumpul.

Hasil penelitian menunjukkan variabel independen Rekomendasi Audit Internal Terkait Mesin Menganggur mempengaruhi variabel dependen Optimalisasi Kinerja Unit.

Kata – kata kunci: Rekomendasi Audit Internal, Mesin Mengaggur, Optimalisasi

(3)

x

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Kegunaan Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 7

2.1 KAJIAN PUSTAKA ... 7

2.1.1 Pengertian Auditing ... 7

2.1.2 Pengertian Audit Internal ... 9

2.1.3 Faktor – Faktor Produksi ... 27

2.1.4 Pengertian Kinerja ... 27

2.2 KERANGKA PEMIKIRAN ... 35

2.3 Pengembangan Hipotesis ... 39

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 40

3.1 Objek Penelitian ... 40

(4)

xi

3.3 Operasionalisasi Variabel ... 40

3.4 Populasi dan Sampling ... 42

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 42

3.6 Teknik Analisis Data ... 43

3.7 Pengujian Data ... 43

3.7.1 Uji Validitas ... 43

3.7.2 Uji Reliabilitas ... 44

3.7.3 Uji Hipotesis ... 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 49

4.1 Hasil Penelitian ... 49

4.1.1 Program Audit Internal ... 50

4.1.2 Penilaian Kinerja ... 52

4.2 Analisis Data ... 53

4.2.1 Analisis Deskriptif Data Penelitian ... 53

4.2.2 Pengujian Validitas ... 65

4.2.3 Pengujian Reliabilitas ... 67

(5)

xii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(6)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel I Operasionalisasi Variabel ... 41 Tabel II Pimpinan instansi telah memantau tindak lanjut temuan hasil audit serta

rekomendasinya... 54 Tabel III Pimpinan instansi telah mencegah terjadinya temuan yang sama berulang terjadi pada tahun berikutnya... 55 Tabel IV Pimpinan instansi telah menindaklanjuti seluruh temuan dan rekomendasi hasil audit...55 Tabel V Pimpinan Telah Menunjuk tim atau petugas khusus untuk memantau

penyelesaian tindak lanjut hasil audit... 56 Tabel VI Pimpinan instansi telah berkala melaporkan status penyelesaian audit kepada pimpinan... 56 Tabel VII Pimpinan instansi telah menggunakan rekomendasi hasil audit guna memperkuat pengendalian intern... 57 Tabel VIII Instansi telah memiliki mekanisme secara tertulis sebagai prosedur untuk menindaklanjuti temuan hasil audit...57 Tabel IX Mekanisme atau prosedur tersebut, materinya telah cukup operasional untuk menindaklanjuti temuan hasil audit... 58 Tabel X Mekanisme atau prosedur tersebut telah digunakan optimal menindaklanjuti temuan hasil audit... 58 Tabel XI Tindakan Korektif dilaksanakan oleh pimpinan dalam jangka waktu yang

ditetapkan... 59 Tabel XII Pegawai dapat menyelesaikan tugas pokok yang disepakati antara atasan dan pegawai... 60 Tabel XIII Pegawai memiliki inisiatif untuk memperbaiki/meningkatkan hasil

(7)

xiv

Tabel XVI Pegawai melakukan pekerjaan secara benar dan standar yang

sempurna... 62

Tabel XVII Pegawai memiliki keinginan untuk mengurangi kesalahan ... 63

Tabel XVIII Pegawai selalu hadir (Tidak Pernah Absen) ... 63

Tabel XIX Pegawai selalu disiplin (datang dan pulang tepat waktu) ... 64

Tabel XX Uji Validitas Rekomendasi Audit Terkait Mesin Menganggur ... 65

Tabel XXI Uji Validitas Optimalisasi Kinerja Unit ... 66

Tabel XXII Hasil Uji Reliabilitas ... 67

Tabel XXIII Hasil Uji Korelasi ... 68

(8)

xv

DAFTAR GRAFIK

Halaman

(9)

1

Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tujuan dari sebuah perusahaan salah satunya adalah untuk memperoleh laba/profit

yang menunjang tujuan lainnya yaitu pertumbuhan yang terus menerus (going

concern) dan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) (Brigham et al

2001:107). Oleh karena itu perusahaan dituntut dapat memenuhi semua kebutuhan

konsumen sesuai dengan bidang usahanya masing – masing terutama dalam hal

kualitas barang yang baik serta waktu penyelesaian produksi dan pengiriman yang

cepat.

Dalam usaha memenuhi kebutuhan konsumennya tersebut, perusahaan

manufaktur akan dihadapkan pada berbagai masalah terutama terbatasnya

faktor-faktor produksi seperti bahan baku, mesin, metode – metode yang digunakan dalam

proses produksi, modal dan sumber daya manusia. Tetapi meskipun kebutuhan

konsumen harus terpenuhi, semua perusahaan manufaktur juga harus

memperhitungkan kapasitas produksi yang paling minimum dan maksimum dengan

segala keterbatasan faktor – faktor produksi dalam setiap proses produksi.

Diantara faktor – faktor produksi tersebut hal yang paling erat hubungannya

dengan kapasitas produksi adalah mesin – mesin, karena mesin merupakan investasi

perusahaan yang paling mahal. Oleh karena itu penggunaan mesin sebagai aktiva

perusahaan harus sangat diperhatikan karena terbatasnya umur ekonomis suatu mesin

(10)

Universitas Kristen Maranatha

dan pemeliharaan mesin. Perusahaan harus dapat mengoptimalkan penggunaan setiap

mesin, dan juga mengontrol agar tidak terdapat mesin yang mengganggur. Faktor –

faktor produksi tersebut harus dikelola melalui manajemen perusahaan yang baik

yaitu perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan karena fungsi

audit internal lebih berfungsi sebagai mata dan telinga manajemen, karena

manajemen butuh kepastian bahwa semua kebijakan yang telah ditetapkan tidak akan

dilaksanakan secara menyimpang. (Tampubolon 2005 : 1)

Menurut Arrens et al (2006:14) terdapat tiga jenis audit, yaitu: Audit Laporan

Keuangan (Financial Statement Audit), Audit Kepatuhan (Compliance Audit), Audit

Operasional (Operational Audit) atau audit internal. Auditor Internal menurut

Standar Profesi Audit Internal adalah suatu aktivitas independen, yang memberikan

jaminan keyakinan serta konsultasi yang dirancang untuk memberikan suatu nilai

tambah serta meningkatkan kegiatan operasi organisasi. Audit Internal membantu

organisasi dalam mencapai tujuannya dengan cara memberikan suatu pendekatan

disiplin yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan keefektivan

manajemen resiko, pengendalian dan proses pengaturan dan pengelolaan organisasi.

Ruang lingkup audit intern yaitu menilai keefektifan sistem pengendalian

intern, pengevaluasian terhadap kelengkapan dan keefektifan sistem pengendalian

internal yang dimiliki organisasi, serta kualitas pelaksanaan tanggung jawab yang

diberikan. Penilaian atas pengendalian internal memerlukan suatu pemeriksaan oleh

seorang auditor yang independen dan objektif dalam melaksanakan pekerjaannya

serta dilaksanakan dengan memperlihatkan keahlian dan kecermatan profesional

untuk memastikan bahwa sistem pengendalian intern yang berjalan sesuai dengan

(11)

Universitas Kristen Maranatha 3

berasal dari satuan pengawas internal terhadap kegiatan manajemen dan kebijakan

yang telah dikeluarkan manajemen dalam kegiatan operasinya.

Menurut Standar Profesi Audit Internal, fungsi auditor internal melakukan

evaluasi dan memberikan kontribusi terhadap proses pengelolaan resiko,

pengendalian, dan governance, dengan menggunakan pendekatan yang sistematis,

teratur dan menyeluruh. Fungsi audit internal harus membantu organisasi dengan

cara mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko signifikan dan memberikan

kontribusi terhadap peningkatan pengelolaan resiko dan sistem pengendalian

internal.

Tujuan utama pengendalian intern menurut Tugiman (2006:44) adalah

Meyakinkan keandalan (reliabilitas dan integritas) informasi; kesesuaian dengan

berbagai kebijaksanaan, rencana, prosedur, dan ketentuan perundang-undangan;

perlindungan terhadap harta organisasi; penggunaan sumber daya yang ekonomis dan

efisien, serta tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Auditor

intern sangat menaruh perhatian pada semua bentuk pemborosan, kesalahan, dan

ketidakberesan apapun sebabnya dan betapapun kecilnya, artinya walaupun

pemborosan, kesalahan, dan penyelewengan tersebut tidak mempunyai pengaruh

signifikan atau tidak material terhadap laporan keuangan, auditor intern sangat

memperhatikan kondisi tersebut. Perhatian tersebut bukan disebabkan perlunya

memeriksa setiap penyimpangan kecil, akan tetapi berakar pada pemahaman bahwa

kesalahan kecil dapat berkembang menjadi masalah besar yang pada akhirnya dapat

menghambat jalannya aktivitas perusahaan. Bagi auditor intern, boleh jadi kesalahan

pemborosan dan penyelewengan itu tidak hanya sekedar kesalahan manusia yang

(12)

Universitas Kristen Maranatha

supervisi, kebijakan yang tidak memadai, atau kurang dipahaminya falsafah

manajemen. (Hartanto, 1994:294)

Pendekatan Audit yang dilakukan dalam audit internal adalah dengan menilai

efisiensi, efektivitas dan keharmonisan dari masing-masing fungsi yang terdapat

dalam perusahaan. Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan tersebut meliputi perencanaan

pemeriksaan, pengujian dan evaluasi informasi, pemberitahuan hasil audit, dan

tindak lanjut dari hasil pemeriksaan (Tugiman, 2006:53). Rekomendasi tersebut

merupakan hasil review atas aktivitas operasional perusahaan yang sedang berjalan

dan ditemukannya inefisiensi pada aktifitas tersebut sehingga dapat menimbulkan

resiko bagi perusahaan. Resiko tersebut salah satunya adalah kesalahan pembuatan

keputusan yang dibuat oleh manajemen dikarenakan penggunaan informasi yang

tidak optimal atas rekomendasi audit oleh pihak manajemen. Hal ini menyebabkan

kegiatan operasional tidak efisien dan efektif sehingga menghambat pencapaian

tingkap profitabilitas perusahaan yang diinginkan.

Pelaksanaan kegiatan audit intern merupakan tahapan – tahapan penting yang

dilakukan oleh seorang internal auditor dalam proses auditing untuk menentukan

prioritas, arah dan pendekatan dalam proses audit intern. Tahapan terakhir adalah

audit internal harus terus menerus meninjau/melakukan tindak lanjut (follow up)

untuk memastikan bahwa terhadap temuan-temuan pemeriksaan yang dilaporkan

telah dilakukan tindakan yang tepat. Audit internal harus memastikan apakah suatu

tindakan korektif telah dilakukan dan memberikan berbagai hasil yang diharapkan,

ataukah manajemen senior atau dewan telah menerima risiko akibat tidak

dilakukannya tindakan korektif terhadap berbagai temuan yang dilaporkan.

(13)

Universitas Kristen Maranatha 5

Untuk mengetahui berhasil tidaknya audit internal di dalam perusahaan, perlu

diadakannya perbandingan pengukuran kinerja sebelum dan sesudah audit internal

dilaksanakan. Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting

bagi sebuah perusahaan. Pengukuran tersebut dapat digunakan untuk menilai

keberhasilan perusahaan. Kinerja karyawan yang ada di dalam perusahaan

merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan. Jika kinerja karyawan

yang ada di dalam perusahaan itu baik maka tujuan-tujuan perusahaan juga akan

tercapai. Maka dari itu, perusahaan selalu berupaya agar kinerja karyawan di

perusahaannya terus meningkat.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul :

“Pengaruh Rekomendasi Audit Internal Terkait Mesin Menganggur terhadap

Optimalisasi Kinerja Unit .”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakan tersebut masalah yang ingin penulis bahas dalam

penelitian ini adalah:

“Apakah rekomendasi audit internal terkait mesin menganggur berpengaruh

signifikan terhadap optimalisasi kinerja unit?”

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh yang

signifikan antara rekomendasi auditor internal terkait mesin menganggur terhadap

(14)

Universitas Kristen Maranatha

1.4 Kegunaan Penelitian

Penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, antara lain:

1. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran

terhadap pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan untuk masalah

yang dihadapi oleh perusahaan.

2. Bagi Penulis

Penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan

pengalaman dalam bidang audit internal.

3. Bagi Pihak Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi

pihak yang memerlukan dan dapat dijadikan perbandingan dalam melakukan

penelitian yang lebih mendalam bagi masalah yang akan terjadi dalam bidang

(15)

73

Universitas Kristen Maranatha

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Pada bagian ini penulis menarik kesimpulan berdasarkan masalah yang telah

dirumuskan pada Bab I dan juga pada hasil yang telah dibahas pada Bab IV dengan

bantuan analisis statistik, yaitu analisis regresi, selanjutnya pengujian hipotesis

menggunakan statistik uji t. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka

dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Nilai korelasi ini tergolong kuat (> 0,600) dan memiliki nilai positif sehingga

dapat dikatakan pola hubungan antara Rekomendasi Audit Internat Terkait

Mesin Meanganggur terhadap Optimalisasi Kinerja Karyawan adalah searah.

Koefisien determinasinya (KD) menunjukkan nilai sebesar 0,603 atau sebesar

60,3% (dibulatkan 60%). Artinya variasi perubahan optimalisasi kinerja unit

dipengaruhi oleh rekomendasi audit internal terkait mesin menganggur

sebesar 60% dan sisanya 40% dipengaruhi faktor lain yang tidak diamati oleh

penulis.

2. Berdasarkan Uji t dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa

variabel bebas Rekomendasi Audit Internal terkait mesin menganggur

(16)

Universitas Kristen Maranatha

5.2 Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan di atas, maka saran yang diberikan oleh

penulis adalah:

1. Bagi Perusahaan

Ukuran keberhasilan dapat diukur dari bagaimana setiap rekomendasi yang

disarankan oleh Satuan Pengawas Intern (SPI) dapat ditindaklanjuti oleh

manajemen operasional / pelaksana. Secara umum terhadap rekomendasi

audit internal khususnya terkait mesin mengaggur telah dijalankan dengan

baik oleh perusahaan. Dapat dilihat dari kesiapan manajemen operasional

menanggapi setiap rekomendasi audit internal khususnya mesin menanggur.

Pelaksanaan audit internal akan dapat lebih efektif lagi jiga dilakukan

penambahan manajemen operasional yang langsung terkait dengan temuan

dari audit internal. Sehingga pelaksanaan dari rekomendasi audit dapat lebih

di kendalikan oleh perusahaan.

2. Bagi Penelitian Berikutnya

a. Untuk peneliti yang mempunyai objek penelitian yang sama, disarankan

untuk mengambil perusahaan yang highly competitive dan juga pada

perusahaan BUMN lainnya. Serta menggunakan sampel yang lebih

banyak.

b. Disarankan juga untuk mengambil variabel dan sample yang berbeda

yang secara bersama – sama dapat menjelaskan apa saja variabel –

(17)

75

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Soekrisno. (2004). Auditing, Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas

Indonesia, Jakarta.

Aguinis, Herman. (2007). Performance Management, Penerbit Pearson Prentice Hall,

New Jersey.

Arrens, Alvin A., & James K. Lobbecke., (1999). Auditing: Pendekatan Terpadu. Edisi Ketiga, Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Brigham, Eugene F., & Joel F. Houston (2001). Fundamentals Of Financial

Management, Cengage Learning. USA.

Dessler, Gary. (2000). Human Resources Management international edition, 8th

Edition. Penerbit Prentice Hall International Inc. New JerseySilalahi, Ulber.

(2002). Pemahaman Praktis Asas-asas Manajemen, Penerbit Mandar Maju.

Bandung.

Fuad, Noor & Gofur Ahmad. (2009). Integrated Human Resources Development,

Penerbit PT Grasindo. Jakarta.

Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan

Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.

Gomes, Faustino Cardoso. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit

ANDI. Yogyakarta.

Handoko, T. Hani. (1994). Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia,

Penerbit BPFE. Yogyakarta.

H.M., Jogiyanto. (2007). Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan

(18)

Universitas Kristen Maranatha

Hariandja, Marihot Tua Efendi. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. P.T.

Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Hartanto. D. (1994). Management Accounting, BPFE – UI. Jakarta.

Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu. (2005). Evaluasi Kinerja SDM. P.T. Refika

Adiatma. Bandung.

Messier, William F., Steven M Glover, Douglas F Prawit., (2005) Jasa Audit &

Assurance, 4th Edition. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Mulyadi. (2001). Akuntansi Manajemen. Erlangga. Jakarta.

Mulyadi. (2002). Auditing, Edisi Keenam, Buku satu. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Reider, Rob (2002) Operational Review: Maximum Result at Efficient Cost, 3rd

Edition. Penerbit John Willey & Sons, Inc. Hoboken, New Jersey.

Robbins, Stephen P. dan Mary Coulter., (2002). Manajemen, Penerbit Indeks.

Klaten.

Sawyer, Lawrence B, Mortimer A.Ditternhofer & James H.Schrener., (2005). Audit Internal’s Sawyers, Edisi Kelima. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Silalahi, Ulbert. (2002). Studi Tentang Ilmu Administrasi: Konsep, Teori dan

Dimensi. Sinar Baru Algesindo. Bandung.

Singaribum, M. (2006). Metode Penelitian Survey, LP3ES. Jakarta.

Spencer, M. Lyle & M. Signe Spencer. (1993). Competence at Work Modelas for

Superrior Performance, John Wily & Son, Inc. New York.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan

R&D), Penerbit Alfabeta. Bandung.

Tampubolon, Robert. (2005). Audit Internal Berbasis Resiko, Penerbit PT Elex

(19)

Universitas Kristen Maranatha 77

Timpe, A. Dale (1993). Kinerja: Seri Manajemen Sumbaer Daya Manusia. P.T. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Tugiman, Hiro.(2006). Standar Profesional Audit Internal, Edisi Kedua. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Warren, Carl S, James M.Reeve, dan Philip E.Fess., (2006), Pengantar Akuntansi, Edisi 21. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Wulandari, Retno. (2010). Skripsi Pengaruh Pola Pengajaran Praktek Bangunan

dan Daya Serap Siswa Terhadap Kompetensi Siswa Kelas I, II, dan III SMA Satya Karya Karanganyar. Pendidikan Program Teknik Sipil / Bangunan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...