• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 BINJAI TA. 2013 / 2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 BINJAI TA. 2013 / 2014."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA

KELAS XI SMA NEGERI 5 BINJAI

TA. 2013 / 2014

Skripsi

Oleh :

RISTIAN SISWANTO NIM. 109851017

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA

KELAS XI SMA NEGERI 5 BINJAI

TA. 2013 / 2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH :

RISTIAN SISWANTO NIM. 109851017

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

(3)

i

ABSTRAK

RISTIAN SISWANTO, NIM 109851017, “PENGARUH LAYANAN

BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA

KELAS XI SMA NEGERI 5 BINJAI TA. 2013 / 2014”.Skripsi, Fakultas Ilmu

Pendidikan Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Tujuan penelitin ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku asertif siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Binjai TA. 2013 / 2014

Subjek penelitian ini adalah kelas Kelas XI SMA Negeri 5 Binjai yang berjumlah 39 orang siswa. Adapun teknik pengambilan sampel data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebesar 12 orang yang diambil berdasarkan skor total dari pengisian instrumen angket yang mengandung karakteristik perilaku asertif yang disebar pada siswa kelas yang dianggap memiliki perilaku asertif yang cenderung rendah. Dari penyebaran angket itu diperoleh data 10 orang yang memiliki skor rendah dan yang tinggi 2 orang. Hasil penentuan sampel ini dilakukan oleh peneliti bersama-sama guru BK di sekolah SMA Negeri 5 Binjai.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakannya penerapan layanan bimbingan kelompok (pre test) keadaan perilaku asertif dengan rata-rata 68,91 dan setelah dilaksanakan penerapan layanan bimbingan kelompok (post test) perkembangan perilaku asertif siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata 77,83.

(4)

iii

2.1. Pengertian Perilaku Asertif ... 6

2.2. Karakteristik Individu Yang Berperilaku Asertif ... 10

2.3. Bersikap Asertif ... 15

2.4. Perbedaan Asertif, Non Asertif dan Agresif ... 17

(5)

iv

3.3 Operasional Variabel Penelitian ... 31

3.4 Desain Penelitian ... 32

3.5 Langkah-langkah Penelitian ... 33

3.6 Teknik Penelitian ... 33

3.7 Uji Coba Instrumen ... 37

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 39

BAB IV : Hasil Penelitian.... ... 40

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian... 40

4.2 Deskripsi Hasil Peneltian ... 40

4.3 Uji Hipotesis ... 42

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 44

BAB V : Kesimpulan dan Saran.... ... 46

5.1 Kesimpulan. ... 46

5.2 Saran. ... 46

Daftar Pustaka ... 48

(6)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Masa remaja adalah masa dimana seorang anak memiliki keinginan untuk mengetahui berbagai macam hal serta ingin memiliki kebebasan dalam menentukan apa yang ingin dilakukannya. Tidak semua remaja dapat berperilaku asertif. Perilaku asertif sangat penting bagi remaja, karena apabila seorang remaja tidak memiliki keterampilan untuk berperilaku asertif atau bahkan tidak dapat berperilaku asertif, disadari atau tidak remaja akan kehilangan hak-hak pribadi sebagai individu dan cenderung tidak dapat menjadi individu yang bebas dan akan selalu berada dibawah kekuasaan orang lain.

Alasan seorang remaja tidak dapat berperilaku asertif adalah karena mereka belum menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk berperilaku asertif. Seorang remaja dipilih, karena pada masa ini terdapat keraguan akan identitas diri sebagai remaja karena pada masa ini individu telah merasa dewasa namun masih ada orang-orang disekelilingnya yang menyebutnya “anak remaja”. Perilaku asertif diperlukan oleh seorang anak remja, terlebih apabila seorang remaja berada dalam lingkungan yang kurang baik seperti lingkungan perokok atau pecandu narkoba, pada satu sisi seorang remaja tidak ingin kehilangan teman dan pada sisi lainnya seorang remaja tidak ingin terjerumus pada hal-hal yang negatif.

(7)

2

yang kurang terampil dalam mengekspresikan dirinya secara asertif. Hal ini mungkin mendapatkan pengaruh dari latar belakang budaya keluarga dimana remaja itu tinggal, urutan anak tersebut dalam keluarga, pola asuh orang tua, jenis kelamin status ekonomi sosial orang tua atau bahkan sistem kekuasaan orang tua.

Perilaku asertif berbeda dengan perilaku agresif, karena dalam perilaku asertif, kita dituntut untuk tetap menghargai orang lain dan tanpa melakukan kekerasan secara fisik maupun verbal. Sedangkan perilaku agresif cenderung untuk menyakiti orang lain apabila kehendaknya tidak dituruti. Seorang remaja belum dapat mengkomunikasikan perasaan yang dirasa kepada orang lain secara jujur, mereka mengganggap mereka tidak memiliki hak untuk melakukan hal tersebut.

Sikap asertif merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengemukakan pendapat, saran dan keinginan yang dimilikinya secara langsung, jujur dan terbuka pada orang lain. Orang yang memiliki sikap asertif adalah orang yang memiliki keberanian untuk mengekspresikan pikiran, perasaan dan hak-hak pribadinya serta tidak menolak permintaan-permintaan yang tidak beralasan.

(8)

3

Mengacu pada pemikiran di atas, maka peneliti merasa perlu untuk

melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok

Terhadap Perilaku Asertif Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Binjai Tahun Ajaran 2013/2014.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan pemaparan pada latar belakang dan fokus masalah, maka peneliti mengidentifikasikan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Banyaknya siswa yang belum memiliki kemampuan dalam mengekspresikan sikap asertif.

2. Banyak siswa yang bersikap kurang tegas dalam menyampaikan suatu keputusan.

3. Banyak sikap dan tindakan siswa yang kurang berperilaku asertif dalam mengeluarkan pendapatnya pada orang lain.

4. Banyaknya siswa yang belum jujur dan terbuka dalam menyampaikan pendapatnya

1.3 Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah-masalah di atas, perlu kiranya dilakukan pembatasan masalah dalam penelitian ini, agar masalah yang diteliti lebih jelas dan terarah. Adapun masalah yang akan diteliti yaitu mengenai pengaruh penerapan bimbingan kelompok terhadap perilaku asertif siswa kelas XI di SMA Negeri 5 Binjai Tahun Ajaran 2013-3014

1.4 Rumusan Masalah

(9)

4

Apakah ada pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku asertif siswa kelas XI SMA Negeri 5 Binjai Tahun Ajaran 2013-2014 .

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh yang muncul

terhadap perilaku asertif siswa melalui penerapan layanan bimbingan kelompok

pada siswa kelas XI SMA Negeri 5 Binjai Tahun Ajaran 2013 - 2014.

1.6. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain:

a) Sebagai panduan dan wacana yang dapat menambah wawasan,

pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan dan proses penelitian

selanjutnya dengan penulisan yang konkret baik dalam pengembangan

teori yang telah dipelajari maupun praktisnya di lapangan.

b) Sebagai sumber informasi dan pengembangan untuk siswa bahwa

perilaku asertif berhubungan dengan kompetensi belajar yang juga dapat

mempengaruhi prestasi belajar pula.

c) Sebagai masukan bagi guru-guru di sekolah termasuk guru-guru BK

dalam melatih dan mengembangkan perilaku asertif siswa.

d) Sebagai bahan pengembangan dan masukan bagi mahasiswa jurusan

PPB/BK UNIMED dalam menambah dan memperluas wawasan berfikir

dalam memperkaya ilmu pengetahuan.

e) Sebagai bahan masukan bagi peneliti yang lain sehingga dapat dijadikan

referensi untuk kegiatan penelitian dibidang yang sama.

f) Sebagai nilai tambah bagi penulis dalam meningkatkan pengetahuan

(10)

5

profesionalitasan profesi nantinya dan dapat diterapkan dalam

lingkungan kehidupannya.

g) Sebagai bahan masukan bagi pembaca (masyarakat) untuk

(11)

50

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Dari hasil perhitungan diperoleh = 4,9227 setelah dibandingkan dengan pada dk = n -1 = 12 -1 = 11 taraf nyata = 0,05, diperoleh = 1,796 dan ternyata > (4,9227 > 1.796) maka ditolak dan diterima, sehingga kesimpulannya adalah

“terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku asertif siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Binjai TA. 2013 / 2014”.

2. Dengan adanya layanan bimbingan kelompok bertopik perilaku asertif siswa yang diberikan guru BK secara signifikan dapat menambah ilmu pengetahuan kepada siswa menjadi lebih mengetahui lebih banyak lagi sehingga dapat meningkatkan perilaku asertif siswa dalam kehidupan sosial.

B. Saran

1. Diharapkan agar guru memberikan layanan bimbingan kelompok yang lebih teratur dan sistematis untuk membantu siswa mengetahui hal yang berkaitan dengan perilaku asertif siswa.

2. Guru harus memberitahukan manfaat apa saja yang ditimbulkan jika individu memiliki perilaku asertif.

(12)

51

4. Sebaiknya guru BK di sekolah memberikan layanan bimbingan kelompok secara terprogram dikarenakan layanan bimbingan kelompok memberikan suasana nyaman dan terbuka seperti suasana di rumah sehingga siswa mampu mengembangkan dirinya secara baik.

(13)

52

DAFTAR PUSTAKA

Adams dalam Daud. 2004. dalam Simbolon. Pembentukan Harga Diri Manusia. Universitas Sumatera Utara.

Albert dan Emmons dalam Novalia dan Tri Dayakisni. 2013. Perilaku Asertif Dan

Kecenderungan Menjadi Korban Bullying. Fakultas Psikologi, Universitas

Muhammadiyah Malang

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Pt. Rineka Cipta

Beddel & Lennox dalam Azhary. 2009. Afiliasi Pada Remaja Pengguna Facebook. Bogor. Blogspot.com

Cawwod, D. 1988. Assertiveness for managers: Learning effective skill for

managing people. (2nd ed). Canada: International Self-Counsel Press, ltd

dalam MADE CHRISTINA NOVIANTI, DR. AWALUDDIN TJALLA. 2008. Assertive Behavior On Early Teen. Universitas Gunadarma

De Angelis, Barbara. 1997. Confidence - Percaya Diri. Jakarta. Gramedia

Docker. 1990. dalam http://jungjera.wordpress.com/tag/teori-asertif. all about Psychology and Korean.

Fatimah, E. 2006. Psikologi perkembangan : perkembangan peserta didik. Bandung : Pustaka Setia

Fensterheim. l980. dalam http://sulviadesainweb. blogspot. Com / 2012 / 08 / pengertian - perilaku-asertif_4.html

Lange, A. J & Jackubowski, P. (1978). Responsible assertive behavior: Cognitive

behavioral procedures training. Illionis: Research Press

Liendenfield. 1997. dalam TRI CAHYONO. Keefektifan Teknik Latihan Asertif untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI MAN Malang 1.

E-Jurnal

Martaniah. 1998.dalam Heni Rosita. Hubungan antara perilaku asertif dengan kepercayaan diri pada Mahasiswa. Universitas Gunadarma

(14)

53

Myers. 1992. dalam Heni Rosita. Hubungan antara perilaku asertif dengan kepercayaan diri pada Mahasiswa. Universitas Gunadarma

Palmer dan Froehner. 2002. Harga Diri Remaja: Penuntun Menumbuhken Harga

Diri Bagi Remaja. Jakarta: Gramedia.

Prayitno. 1995. “Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan

Profil)” Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sugiono, Prof Dr. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan

R&D. Bandung. Alfabeta

Taumbmann. l976.dalam http://jungjera.wordpress.com/tag/teori-asertif. all about Psychology and Korean.

Tohirin.2007. Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dan Madrasah, Jakarta: Pt. Raja Grafindo Perseda

Rathus, S. A & Nevid, J. S. 1983. Adjustment and growth: The challenges of life. (2nd ed). New York: CBS College Publishing

Rini, J. (2001). Asertivitas. Http://www.e-psikologi.com

Romlah. 2001. dalam Dedi Kurniawan Al Deku (2012) http://deku56.wordpress.com/2012/12/20/bimbingan-kelompok/

Sukardi, Dewa Ketut. 2003. Pengantar Teori konseling. Jakarta : Galian Indonesia.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wibowo, Mungin Edi. 2005. “Konseling Kelompok Perkembangan”. Semarang: UNNES Press.

Wijaya. 2000. dalam Heni Rosita. Hubungan antara perilaku asertif dengan kepercayaan diri pada Mahasiswa. Universitas Gunadarma

Winkel, W.S & Sri Hastuti. 2004. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi

(15)

RIWAYAT HIDUP

1. Latar Belakang Keluarga

Nama : RISTIAN SISWANTO Tempat/tanggal lahir : Securai, 04 Juli 1979 Nama Ayah : SukoSrahono

Nama Ibu : Suharni Pekerjaan orangtua

a. Ayah : PensiunanPertamina b. Ibu : Wiraswasta

Alamat orangtua : Jl. TanjungPura No. 73, DesaSecurai Utara, Kec. Babalan, Kab. Langkat

2. Latar Belakang Pendidikan

Sekolah Dasar : SD Negeri 050759 Securai (1984– 1991).

Sekolah Menengah Pertama : MTs MusthafawiyahPurbaBaru (1992-1995)

Sekolah Menengah Atas : MASMusthafawiyahPurbaBaru (1995-1998)

Perguruan Tinggi :UniversitasNegeri Medan D2 PGSD (2001

– 2004)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil uji hipotesis dapat di simpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan perilaku asertif melalui layanan bimbingan kelompok atau dengan kata.. lain layanan bimbingan

Masalah dalam penelitian ini adalah makna solidaritas belum dipahami sepenuhnya oleh siswa, karena masih disaksikan siswa selalu bersikap cuek ketika ada teman yang

Meningkatkan Kepercayaan Diri Dalam Bersosialisasi Melalui Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Siabu

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku membolos siswa kelas XI di SMA Negeri 1Binjai tahun ajaran

Pk : semua anak bapak sudah menyepakati bahwa banyak dampak yang timbul dari keluarga yang tidak harmonis, paling tidak pentingnya pembahasan ini untuk kita agar dapat

Berdasarkan latar belakang di atas, makapeneliti merasa penting untuk melakukan penelitian dengan judul :pengaruh layanan bimbingan kelompok melalui teknik diskusi

Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan (1) Latar belakang diadakannya layanan bimbingan kelompok adalah karena kurangnya interaksi sosial siswa kelas XI-IPA

Kata Kunci: Prestasi Belajar; Pemanfaatan Internet; Bimbingan Kelompok Latar belakang penelitian ini adalah adanya permasalahan yang diketahui sebelumnya siswa kelas XI