• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFORMASI INDIKATOR KINERJA SEKSI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG LAUT II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "INFORMASI INDIKATOR KINERJA SEKSI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG LAUT II"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1. INFORMASI INDIKATOR KINERJA

SEKSI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG LAUT II

IK 1. Jumlah pelaku usaha perikanan dan non perikanan dalam pengelolaan limbah yang berdampak pada sumber daya ikan dan lingkungannyayang diverifikasi hasil pemeriksaan kepatuhannya

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

1 DEFINISI

Pelaku usaha adalah perorangan/ badan yang melakukan usaha di bidang perikanan, meliputi Usaha Pengolahan Ikan, Usaha Penangkapan Ikan dan Usaha Pembudidayaan Ikan

Patuh dalam pengelolaan limbah adalah kepatuhan pelaku usaha untuk tidak menimbulkan pencemaran perairan yang berdampak pada sumber daya ikan dan lingkungannya disebabkan dari usaha bidang perikanan maupun non perikanan 2 FORMULA PERHITUNGAN/PENGUKURAN

𝑋𝑝𝑟𝑙2= ∑ 𝑎 Keterangan :

Xprl2 = Jumlah pelaku usaha perikanan dan non perikanan dalam pengelolaan limbah yang berdampak pada sumber daya ikan dan lingkungannyayang diverifikasi hasil pemeriksaan kepatuhannya

𝑎 = Pelaku usaha perikanan dan non perikanan dalam pengelolaan limbah yang berdampak pada sumber daya ikan dan lingkungannyayang diverifikasi hasil pemeriksaan kepatuhannya

Parameter kepatuhan:

memiliki dokumen perizinan (AMDAL/UKL-UPL/izin lingkungan);

memiliki IPAL;

kesesuaian IPAL terpasang.

Parameter terverifikasi :

Verifikasi/ pemeriksaan oleh tim verifikator di pusat dilakukan dengan memeriksa laporan hasil pengawasan oleh UPT PSDKP/DKP yang menggunakan form pengawasan.

Parameter verifikasi meliputi:

Kesesuaian terhadap tata cara pengawasan.

Kesesuaian pengisian form pengawasan

Penilaian kepatuhan pelaku usaha (patuh/tidak patuh)

Apabila sudah dilaksanakan pemeriksaan terhadap parameter tersebut, berarti hasil pengawasan oleh UPT tersebut telah diverifikasi.

3 SATUAN PENGUKURAN Jumlah

4 JENIS ASPEK TARGET PADA SKP Kuantitatif

5 VALIDITAS Lead process

6 UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB Seksi Pengawasan PRL II

(2)

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

7 SUMBER DATA Verifikasi terhadap hasil pengawasan

pencemaran perairan yang dilakukan oleh UPT

8 STATUS DATA Hasil perhitungan raw data

9 JENIS KONSOLIDASI DATA Posisi akhir

10 METODE CASCADING Buat Baru

11 KLASIFIKASI/POLARISASI Maximize

12 PERIODE PELAPORAN Triwulanan

(3)

IK 2. Persentase penyelesaian tindak lanjut dugaan pelanggaran pencemaran perairan

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

1 DEFINISI

Kejadian pencemaran perairan yang diselesaikan adalah adalah akumulasi kejadian pencemaran perairan yang ditangani sesuai ketentuan.

2 FORMULA PERHITUNGAN/PENGUKURAN

𝑌𝑝𝑟𝑙2= ∑ 𝑎

∑ 𝑏 𝑥 100%

Keterangan :

Yprl2 = Persentase penyelesaian tindak lanjut dugaan pelanggaran pencemaran perairan

𝑎 = Kejadian pencemaran perairan yang ditindak lanjuti b = Kejadian pencemaran perairan

Sumber informasi pelanggaran berasal dari pelaporan/pengaduan masyarakat - pulbaket, koordinasi, supervisi - laporan kejadian.

Parameter penyelesaian tindak lanjut :

Melakukan tinjauan lapangan.

Melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

Berita Acara Pemeriksaan/ Laporan Kejadian Disclaimer :

Apabila tidak ada kejadian pelanggaran, capaian kinerja adalah 100%

3 SATUAN PENGUKURAN Persentase (%)

4 JENIS ASPEK TARGET PADA SKP Kualitatif

5 VALIDITAS Lag outcome

6 UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB Seksi Pengawasan PRL II

7 SUMBER DATA Direktorat PPSDK

8 STATUS DATA Hasil perhitungan raw data

9 JENIS KONSOLIDASI DATA Posisi akhir

10 METODE CASCADING Buat Baru

11 KLASIFIKASI/POLARISASI Maximize

12 PERIODE PELAPORAN Triwulanan

(4)

IK 3. Persentase pemenuhan bahan telaah rancangan kebijakan pemerintah bidang pengawasan SDKP lingkup Seksi Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut II

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

1 DEFINISI

Bahan telaah rancangan kebijakan adalah dokumen pendukung yang digunakan untuk mengkaji mengenai konsep kebijakan pemerintah yang berisi latar belakang, tujuan penyusunan, sasaran yang ingin diwujudkan.

Kebijakan pemerintah bidang pengawasan SDKP adalah seluruh produk peraturan perundang-undangan untuk menjabarkan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) di bidang pengawasan SDKP dalam bentuk keputusan, pengaturan, petunjuk teknis, petunjuk pelaksana, standar operasional prosedur (SOP), dan lain-lain.

2 FORMULA PERHITUNGAN/PENGUKURAN

𝑅𝐾𝑝𝑟𝑙2 = 𝑎

𝑏 𝑥 100 % Keterangan :

RKprl2 = Persentase pemenuhan bahan telaah rancangan kebijakan pemerintah bidang pengawasan SDKP lingkup Seksi Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut II 𝑎 = Dokumen pendukung dalam mengkaji rancangan kebijakan

𝑏 = Dokumen pendukung dalam mengkaji rancangan kebijakan yang dibutuhan

3 SATUAN PENGUKURAN Persen (%)

4 JENIS ASPEK TARGET PADA SKP Kualitatif

5 VALIDITAS Lead process

6 UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB Seksi Pengawasan PRL II

7 SUMBER DATA Direktorat PPSDK

8 STATUS DATA Hasil perhitungan raw data

9 JENIS KONSOLIDASI DATA Posisi akhir

10 METODE CASCADING Buat Baru

11 KLASIFIKASI/POLARISASI Maximize

12 PERIODE PELAPORAN Tahunan

(5)

IK 4. Indeks Profesionalitas ASN lingkup Seksi Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut II

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

1 DEFINISI

 Profesionalitas ASN diukur berdasarkan kesesuaian Kualifikasi, Kompetensi, Kinerja, dan Disiplin per masing-masing Pegawai AS dalam melaksanakan tugas dan jabatannya

 Kualifikasi [Bobot 25%] yaitu yang berkenaan dengan tingkat pendidikan ASN sesuai SK Pangkat terakhir atau SK Pencantuman Gelar yang sudah di-update pada aplikasi SIMPEG Online KKP dengan penilaian sebagai berikut:

 Pendidikan S3, Nilai 25

 Pendidikan S2, Nilai 20

 Pendidikan S1, Nilai 15

 Pendidikan D3, Nilai 10

 Pendidikan DII/DI/SMA, Nilai 5

 Pendidikan SMP/SD, Nilai 0

 Kompetensi [Bobot 40%] yaitu yang berkenaan dengan keikutsertaan ASN dalam Diklatpim (bagi Pejabat Eselon) serta Diklat Fungsional, Diklat 20 JP, atau Seminar (Bagi ASN Non Eselon), dengan penilaian sebagai berikut:

 Pejabat Struktural dihitung dgn komponen:

o DIKLATPIM: Pernah ikut (Nilai 15), tidak pernah (nilai 0) o DIKLAT 20JP: Pernah ikut (Nilai 15), tidak pernah (nilai 0) o SEMINAR: Pernah ikut (Nilai 10), tidak pernah (nilai 0)

 Pejabat Fungsional Tertentu dihitung dgn komponen:

o DIKLAT Teknis/Fungsional: Pernah ikut (Nilai 15), tidak pernah (nilai 0) o DIKLAT 20JP; Pernah ikut (Nilai 15), tidak pernah (nilai 0)

o SEMINAR. Pernah ikut (Nilai 10), tidak pernah (nilai 0)

 Pejabat Fungsional Umum/Staf dihitung dgn komponen:

o DIKLAT 20 JP; Pernah ikut (Nilai 15), tidak pernah (nilai 0) o SEMINAR. Pernah ikut (Nilai 10), tidak pernah (nilai 0)

 Kinerja (Bobot 30%) yaitu berkenaan dengan hasil penilaian prestasi kerja ASN melalui aplikasi Penilaian Perstasi Kerja Online KKP yang dikolaborasikan dengan database kepegawaian (SIMPEG Online KKP), dengan penilaian sebagai berikut:

 Nilai SKP 91 – Ke atas Nilai : 30

 Nilai SKP 76 – 90 Nilai : 25

 Nilai SKP 61 – 75 Nilai : 15

 Nilai SKP 51 – 60 Nilai : 5

 Nilai SKP 50 ke bawah Nilai : 1

 Disiplin (Bobot 5%) yaitu berkenaan dengan pernah atau tidaknya ASN dijatuhi hukuman disiplin, dengan penilaian sebagai berikut:

 Tidak Pernah Mendapatkan Hukuman Disiplin Nilai 5

 Pernah Mendapatkan Hukuman Disiplin Ringan Nilai -1

 Pernah Mendapatkan Hukuman Disiplin Sedang Nilai -2

 Pernah Mendapatkan Hukuman Disiplin Berat Nilai -3

2 FORMULA PERHITUNGAN/PENGUKURAN

 ASN Struktural :

(6)

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

(Nilai Kualifikasi ) + (Kompetensi (Diklatpim + Diklat 20 oj + Seminar)/3) + (Nilai Skp) + (Nilai Disiplin)

 ASN Fungsional :

(Nilai Kualifikasi ) + (Kompetensi (Diklat fungsional + Diklat 20 oj + Seminar)/3) + (Nilai Skp ) + (Nilai Disiplin)

 ASN Staf :

(Nilai Kualifikasi ) + (Kompetensi (Diklat 20 oj + Seminar)/2 ) + (Nilai Skp ) + (Nilai Disiplin)

3 SATUAN PENGUKURAN Indeks

4 JENIS ASPEK TARGET PADA SKP Kualitatif

5 VALIDITAS Lag output

6 UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB Seksi Pengawasan PRL II

7 SUMBER DATA - Aplikasi SIMPEG Online KKP

- Aplikasi E-SKP

8 STATUS DATA Hasil perhitungan raw data

9 JENIS KONSOLIDASI DATA Posisi akhir

10 METODE CASCADING Lingkup dipersempit 11 KLASIFIKASI/POLARISASI Maximize

12 PERIODE PELAPORAN Triwulanan

(7)

IK 5. Persentase pemenuhan bahan Bimtek dan pelatihan lingkup Seksi Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut II

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

1 DEFINISI

Pemenuhan bahan bimtek merupakan ketersediaan dokumen pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan bimtek hingga selesainya seluruh kegiatan sampai disusun laporan yang lengkap

Bimtek dilakukan umtuk memberikan pemahaman tentang tata cara pengawasan di bidang pencemaran perairan.

2 FORMULA PERHITUNGAN/PENGUKURAN

𝐵𝑇𝑝𝑟𝑙2 = 𝑎

𝑏 𝑥 100 % Keterangan :

BTprl2 = Persentase pemenuhan bahan Bimtek dan pelatihan lingkup Seksi Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut II

𝑎 = Jumlah dokumen pendukung yang tersedia b = Jumlah dokumen pendukung yang diperlukan

Parameter dokumen kegiatan:

Dokumen persiapan.

Dokumen post tes.

Dokumentasi pelaksanaan kegiatan.

Dokumen evaluasi kegiatan.

Dokumen pertanggung jawaban.

Dokumen laporan kegiatan.

3 SATUAN PENGUKURAN Nilai

4 JENIS ASPEK TARGET PADA SKP Kualitatif

5 VALIDITAS Lead process

6 UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB Seksi Pengawasan PRL II

7 SUMBER DATA Dit. PPSDK

8 STATUS DATA Hasil perhitungan raw data

9 JENIS KONSOLIDASI DATA Rata-rata

10 METODE CASCADING Buat baru

11 KLASIFIKASI/POLARISASI Maximize

12 PERIODE PELAPORAN Triwulanan

(8)

IK 6. Persentase pemenuhan bahan Peningkatan Kemampuan Teknik Sampling

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

1 DEFINISI

Pemenuhan bahan Peningkatan Kemampuan Teknik Sampling merupakan ketersediaan dokumen pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan hingga selesainya seluruh kegiatan sampai disusun laporan yang lengkap

Peningkatan Kemampuan Teknik Sampling adalah pelatihan kepada Polsus PWP3K dan Pengawas Perikanan hingga mendapatkan sertifikat kompetensi pengambilan sampel pencemaran agar hasil uji kualitas air dapat diakui sebagai alat bukti yang sah.

2 FORMULA PERHITUNGAN/PENGUKURAN

𝑃𝑃𝑝𝑟𝑙2= 𝑎

𝑏 𝑥 100 % Keterangan :

PPprl2 = Persentase pemenuhan bahan Peningkatan Kemampuan Teknik Sampling 𝑎 = Jumlah dokumen pendukung yang tersedia

b = Jumlah dokumen pendukung yang diperlukan

Parameter dokumen kegiatan:

Dokumen persiapan.

Dokumen post tes.

Dokumentasi pelaksanaan kegiatan.

Dokumen evaluasi kegiatan.

Dokumen pertanggung jawaban.

Dokumen laporan kegiatan.

3 SATUAN PENGUKURAN Persentase (%)

4 JENIS ASPEK TARGET PADA SKP Kualitatif

5 VALIDITAS Lead process

6 UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB Seksi Pengawasan PRL II

7 SUMBER DATA Dit. PPSDK

8 STATUS DATA Hasil perhitungan raw data

9 JENIS KONSOLIDASI DATA Rata-rata

10 METODE CASCADING Buat baru

11 KLASIFIKASI/POLARISASI Maximize

12 PERIODE PELAPORAN Triwulanan

(9)

IK 7. Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar lingkup Seksi Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut II

INFORMASI INDIKATOR KINERJA URAIAN

1 DEFINISI

Sistem Manajemen Pengetahuan adalah suatu rangkaian yang memanfaatkan teknologi informasi yang digunakan oleh instansi pemerintah ataupun swasta untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari.

Perhitungan penerapan Manajemen Pengetahuan lingkup Direktorat PPSDK dilakukan atas (i) tingkat sharing dokumen mandatory; (ii) tingkat keikutsertakan pejabat dan staf serta (iii) tingkat keaktifan unit kerja dalam SI-MP.

2 FORMULA PERHITUNGAN/PENGUKURAN

Capaian IKU Manajemen Pengetahuan di Level 4 dihitung dari nilai Manajemen Pengetahuan pada Unit Eselon IV termasuk staf, sebagaimana rumus berikut :

𝑴𝑷𝟒= 𝑴𝑷𝒑𝒓𝒍𝟐 Keterangan:

MP4 = Persentase manajemen pengetahuan

MPprl2 = Persentase manajemen pengetahuan Seksi Was PRL II

3 SATUAN PENGUKURAN Persentase (%)

4 JENIS ASPEK TARGET PADA SKP Kualitatif

5 VALIDITAS Lag output

6 UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB Seksi Pengawasan PRL II

7 SUMBER DATA www.sip.kkp.go.id dan

https://kkp.go.id/djpsdkp

8 STATUS DATA Hasil perhitungan raw data

9 JENIS KONSOLIDASI DATA Rata-rata

10 METODE CASCADING Lingkup dipersempit 11 KLASIFIKASI/POLARISASI Maximize

12 PERIODE PELAPORAN Triwulanan

Referensi

Dokumen terkait

Peserta Wanita : Memakai blouse lengan panjang warna putih, bawahan/rok warna hitam (bahan dan model bukan jeans), berdasi panjang warna merah, bersepatu warna

Stasiun PSDKP Belawan 7 SUMBER DATA Inspektorat Jenderal 8 JENIS KONSOLIDASI DATA Nilai Posisi Akhir 9 METODE CASCADING Lingkup Dipersempit 10 KLASIFIKASI/POLARISASI

Untuk menghindari timbulnya masalah dalam situasi yang tidak pasti seperti ini adalah sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu, mencari informasi sebanyak mungkin

Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik membahas pelaksanaan mutasi sebagai pembahasan dalam penelitian ini, dengan memilih judul adalah “Hubungan Pelaksanaan Mutasi

Aderi Che Noh (2006) dalam Hasnida Ibrahim menunjukkan bahawa kelemahan dalam pengajaran Pendidikan Islam menyebabkan timbulnya masalah penguasaan pelajar dalam

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata persepsi komponen rumah tangga dan pelaku usaha terhadap pengelolaan air limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran

Kepatuhan (compliance) pelaku usaha kelautan dan perikanan adalah: kepatuhan para pelaku usaha kelautan dan perikanan dalam memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan

Fakta di atas menggambarkan contoh pelaggaran HAM berat dalam bentuk genoside.. Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk