PENERAPAN PIDANA TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCABULAN (Studi Putusan Nomor:
3/Pid.Sus.Anak/2019/PN.Sbw)
Untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mencapai drajat S-1 pada Program Studi Ilmu Hukum
JURNAL ILMIAH
Oleh :
M. Aisyassuadi Hidayat D1A114147
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM 2020
Halaman Pengesahan pembimbing
PENERAPAN PIDANA TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCABULAN (Studi Putusan Nomor:
3/Pid.Sus.Anak/2019/PN.Sbw)
JURNAL ILMIAH
M. Aisyassuadi Hidayat D1A114147
Pembimbing I
H. Fatahullah, SH.,MH.
NIP: 195611231 198603 1 021
PENERAPAN PIDANA TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCABULAN
(Studi Putusan Nomor: 3/Pid.Sus.Anak/2019/Pn.Sbw) M. AISYASSUADI HIDAYAT
D1A114147 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek pencabulan terhadap anak, yang dimana anak haruslah dilindungi hak dan kewajibannya sehingga dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, sebagai alat untuk melindungi anak tersebut karena anak adalah penerus bangsa jika anak ketika masih kecil saja sudah dirusak masa depannya dengan cara dicabuli maupun itu laki-laki ataupun perempuan, dengan demikian dalam penelitian ini penyusun meneliti mengenai penerapan pidana terhadap pelaku pencabulan terhadap anak, yang dimana telah secara jelas merusak masa depan si anak dan melanggar asas kesusilaan, dalam penelitian ini penyusun menggunakan metode deskriptif komulatif untuk melihan hubungan dua variabel.
Kata Kunci: Penerapan pidana anak
The application of criminal against children criminal who committed acts of abuseThe study (decisions number: 3/pid.sus.anak / 2019 / pn.sbw)
ABSTRACT
This research aims to determine the aspects of the fornication of children, where the child must be protected by his rights and obligations so that the Law No. 35 year 2014 about child protection, as a tool to protect The child is because the child is the successor of the nation if the child is already tampered with his future by means of being married or male or female, thus in this study the compiler examined the criminal application of Perpetrators of fornication of children, who have clearly ruined the child's future and violated the principle of morality, in this research compilers using a comulative descriptive method to establish the relationship of two variables.
Keyword: PunishmentImplementation child
I. PENDAHULUAN
Dalam ketentuan Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum, ini mengandung pengertian bahwa segala tatanan kehidupan bangsa, bermasyarakat dan bernegara adalah didasarkan atas hukum. Pernyataan Negara hukum kemudian ditandai adanya lembaga yudikatif yang bertugas untuk menegakan aturan hukum. Sebagaimana yang diatur pada Pasal 24 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu:
“kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakan hukum dan keadilan”.
Undang-Undang yang mengatur tentang perlindungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum terdapat pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Peradilan Anak.
kasus kejahatan seksual oleh anak yang terjadi di Kabupaten Sumbawa Besar yang mana dalam putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor 3/Pid.Sus.Anak/2019/PN.SBW menyatakan anak yang berinisial Biyes terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana
“dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain“
sebagaimana diatur Pasal 81 ayat (2) Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Apa yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam putusan pengadilan Nomor:03/Pid.Sus.Anak/2019/Pn.Sbw. dan Bagaimana penerapan Pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam putusan pengadilan Nomor:03/Pid.Sus.Anak/2019/Pn.Sbw
1. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam Putusan pengadilan Nomor: 03/Pid.Sus.Anak/2019/Pn.Sbw. dan Untuk mengetahui penerapan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor: 03/Pid.Sus.Anak/2019/Pn.Sbw.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat Secara akademis hasil penelitian ini digunakan sebagai persyaratan menyelesaikan studi strata satu (S1) pada Fakultas Hukum Universitas Mataram. Manfaat Teoritis Untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu hukum, serta untuk menambah bahan kajian teoritis di ranah pengembangan ilmu hukum pada khususnya mengenai penerapan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan Manfaat Praktisnya diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan solusi yang tepat bagi pengambilan kebijakan apabila timbul permasalahan dalam bidang
hukum pidana khususnya pada penerapan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan, serta sebagai penambahan wawasan masyarakat tentang sistem hukum pidana yang berkembang di Indonesia.
3. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif merupakan penelitian yang mengkaji peraturan perundang-undangan (law in book), putusan pengadilan, dan yang berkaitan dengan yuridis formal tentang pokok permasalahan yang diteliti, sebagai sumber datanya hanyalan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan/atau data tersier.1
4. Metode Pendekatan
Pendekatan Undang-Undang, Pendekatan Konseptual, dan Pendekatan Kasus
5. Jenis dan Sumber Bahan Hukum
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dipilih oleh penyususn adalah penelitian normatif. Dengan jenis bahan hukum Skunder, Primer, dan Tersier
1 Amiruddin, H. Zaenal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta 2004, Hlm. 108
II. PEMBAHASAN
1. Dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam Putusan Pengadilan Nomor: 3/Pid.Sus.Anak/2019/Pn.Sbw
A. Pertimbangan hukum oleh hakim
Pertimbangan hakim (Ratio Decidendi) adalah argumen atau alasan yang dipakai hakim oleh hakim sebagai pertimbangan hukum yang menjadi dasar sebelum memutuskan perkara. Dalam praktek peradilan pada putusan hakim sebelum pertimbangan yurudis ini dibuktikan. Maka hakim akan menarik fakta-fakta dalam persidangan yang timbul dam merupakan konklusi komulatif dari keterangan para saksi, keterangan terdakwa, dan barang bukti. Kekuasaan hakim dalam menjatuhkan suatu putusan terhadap pelaku tindak pidana adalah dengan membuat pertimbangan-pertimbangan. Dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana, hakim akan menggunakan pertimbangan yuridis dan pertimbangan non yuridis.
1) Pertimbangan Yuridis
Pertimbangan yuridis ini pun di bagi menjadi 2 (dua) bagian : a) Fakta-fakta persidangan
a. Dakwaan Jaksa Penuntut Umum
Dakwaan adalah surat atau akte yang memuat rumusan tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa yang
disimpulkan dan ditarik dari hasil pemeriksaan penyidik dan merupakan dasar serta landasan bagi hakim dalam pemeriksaan dimuka pengadilan.
b. Tuntutan pidana
Tuntutan pidana menyebutkan jenis-jenis dan beratnya pidana atau jenis-jenis tindakan yang di tuntut oleh jaksa penuntut umum untuk dijatuhkan oleh pengadilan kepada terdakwa, dengan menjelaskan karena telah terbukti melakukan tindak pidana pencabulan
c. Keterangan saksi
Keterang saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang merupakan keterangan mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengan sendiri, lihat sendiri, dan yang ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuannya itu.
d. Keterangan terdakwa
Berdasarkan Pasal 184 ayat (1) KUHAP huruf e keterangan terdakwa digolongkan sebagai alat bukti, keterangan terdakwa adalah apa yang dinyatakan terdakwa di sidang tentang perbutan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri e. Barang bukti
Barang bukti adalah barang yang di pergunakan oleh terdakwa untuk melakukan suatu tindak pidana atau barang sebagai hasil dari suatu tindak pidana. Barang-barang yang telah
di sita oleh penuntut umum bertujuan untuk menguatkan keterangan saksi dan keterangan terdakwa
2) Pertimbangan Non Yuridis
a. Pertimbangan yang memberatkan dan meringankan
Hakim sebelum mengeluarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap haruslah terlebih dahulu melihat aspek yang memberatkan dan meringankan terhadap pelaku agar ada rasa keadilan untuk pelaku tindak pidana maupun korban dari tindak pidana itu sendiri.
Kadaan yang memberatkan:
a) Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat;
b) Perbuatan terdakwa dilakukan kepada anak yang masih dibawah umur sehingga dapat merusak masa depan anak korban S.
Keadaan yang meringankan:
a) Terdakwa berlaku sopan selama dipersidangan;
b) Terdakwa mengakui dan berterus terang dipersidangan.
c) Terdakwa belum pernah dihukum d) Terdakwa masih di bawah umur e) Terdakwa masih bersekolah
2. Penerapan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor: 03/Pid.Sus.Anak/2019/Pn.Sbw.
A. Posisi Kasus
Berawal Anak Joni Hamdani yang berpacaran dengan Saksi SAHDIAH Als DIAH Binti SUPARDI, kemudian pada hari Kamis
tanggal 06 Desember 2018 sekitar jam 18.00 wita Saksi SAHDIAH pergi berangkat ketempat mengaji dengan berjalan kaki dan setelahnya Anak JONI HAMDANI mengikuti anak SAHDIAH dari belakang dengan menggunakan motor dan menawarkan untuk mengantar Saksi SAHDIAH ke tempat mengaji kemudian Saksi SAHDIAH menyetujuinya dan naik ke atas motor anak JONI HAMDANI, namun Anak JONI HAMDANI tidak membawa Saksi SAHDIAH ke tempat mengaji melainkan membawa Saksi SAHDIAH ke rumah Anak JONI HAMDANI. Setibanya di rumah Anak JONI HAMDANI kemudian Anak JONI HAMDANI membawa Saksi SAHDIAH kedalam kamar Anak JONI HAMDANI kemudian Anak JONI HAMDANI merayu Saksi SAHDIAH dengan mengatakan “ayo sayang kita begituan sebentar (maksudnya bersetubuh)” kemudian Saksi SAHDIAH menolak kemudian Anak JONI HAMDANI menggendong dan menidurkan Saksi SAHDIAH ke atas kasur kemudian Anak JONI HAMDANI mencium bibir serta berusaha membuka celana Saksi SAHDIAH namun Saksi SAHDIAH berusaha melepaskan tangan Anak JONI HAMDANI kemudian Anak JONI HAMDANI mengikat kedua tangan SAHDIAH menggunakan slayer (kain pengikat kepala yang ada di kamar anak JONI HAMDANI).
Kemudian Anak JONI HAMDANI membuka celana luar dan celana dalam Saksi Anak SHADIAH kemudian Anak JONI HAMDANI memasukkan penisnya ke dalam vagina Saksi SAHDIAH dan
mendorong maju mundur selama beberapa menit sampai merasa spermanya akan kluar lalu Anak JONI HAMDANI mencabut penisnya dari vagina Saksi SAHDIAH dan mengeluarkan sperma di perut Saksi SAHDIAH.
B. Identitas Terdakwa
Nama Lengkap : JONI HAMDANI ALS JONI AK H. BIYES Tempat Lahir : Tepas ;
Umur/ Tanggal : 16 Tahun / 24 Januari 2003;
Jenis Kelamin : laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal : Rt.02/Rw. 01 Dusun Sanggrahan Ds. Tepas Sepakat Kec. Brang Rea Kab. Sumbawa Barata Prov.NTB
Agama : Islam
Pekerjaan : Tidak ada Pendidikan : -
C. Perbuatan Terdakwa
Anak JO mengikuti anak SA dari belakang dengan menggunakan motor dan menawarkan untuk mengantar Saksi SA ke tempat mengaji.
Anak JO tidak membawa Saksi SA ke tempat mengaji melainkan membawa Saksi SA ke rumah Anak JO. Setibanya di rumah Anak JO kemudian Anak JO membawa Saksi SA kedalam kamar Anak JO;
kemudian Anak JO merayu Saksi SA dengan mengatakan “ayo sayang kita begituan sebentar (maksudnya bersetubuh); kemudian Anak JO menggendong dan menidurkan Saksi SA ke atas kasur;
kemudian Anak JO mencium bibir serta berusaha membuka celana Saksi SA Anak JO mengikat kedua tangan SA menggunakan slayer (kain pengikat kepala yang ada di kamar anak JO); kemudian Anak JO
membuka celana luar dan celana dalam Saksi Anak SH; kemudian Anak JO memasukkan penisnya ke dalam vagina Saksi SA dan mendorong maju mundur selama beberapa menit sampai merasa spermanya akan kluar lalu Anak JO mencabut penisnya dari vagina Saksi SA dan mengeluarkan sperma di perut Saksi SA.
D. Dakwaan
Perbuatan Anak JONI HAMDANI tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
E. Tuntutan
Menyatakan ANAK JONI HAMDANI ALS JONI AK H.
BIYES terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain“ sebagaimana diatur Pasal 81 ayat (2) Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dalam Dakwaan Kedua Penuntut Umum; Menjatuhkan pidana terhadap ANAK JONI HAMDANI ALS JONI AK H. BIYES dengan pidana penjara selama 3 (Tiga) Tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak ( LPKA ) Mataram dan Pelatihan kerja selama 1 (satu) bulan di Panti sosial marsudi putra Mataram; Menetapkan lamanya masa
penahanan yang telah dijalani oleh Anak JONI HAMDANI dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan
F. Putusan
Menyatakan Anak JONI HAMDANI Als JONI Ak. H.
BIYES terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Dengan sengaja melakukan tipu muslihat membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya ” Menjatuhkan pidana penjara pembinaan kepada Anak JONI HAMDANI Als JONI Ak. H. BIYES dengan pidana pembinaan selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Mataram dan 1 ( satu ) bulan latihan kerja di Panti sosial Marsudi Putra Mataram
III. PENUTUP
Kesimpulan
Dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam kasus pidana dengan nomor putusan 3/Pid.Sus.Anak/2019/PN.Sbw ini adalah mengacu dari 2 (dua) pertimbangan yang di ambil oleh hakim yaitu pertimbangan yuridis dan pertimbangan non yuridis. Dimana pertimbangan yuridis dari hakim iyalah untuk menarik fakta-fakta dalam proses persidangan seperti keterangan para saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti selain dari pada itu ada juga hal yang menjadi pertimbangan hakim yaitu memberatkan dan meringankan.
Sedangkan pertimbangan non yuridis dari pertimbangan hakim adalah melihat dari aspek sosiologis yang berguna untuk mengkaji latar belakang dari terdakwa, aspek psikologis untuk mengkaji kodisi psikologis terdakwa pada saat melakukan tindak pidana tersebut, dan dari aspek kriminologis digunakan untuk mengkaji sebab-sebab pelaku melakukan tindak pidana dan bagaimana sikap serta prilaku yang melakukan tindak pidana. Sedangkan Penerapan pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur pada putusan No.
03/Pis.Sus.Anak/2019/PN.Sbw telah diputus oleh hakim selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan tambahan 1 (satu) bulan pelatihan, di mana dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan. Dimana terdakwa telah terbukti melanggar unsur tindak pidana yang di dakwakan, yakni terdakwa JONI secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang No. 35
Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Yang menyatakan “Dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain”.
Saran
Diharapkannya putusan dalam kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi hakim lainnya untuk lebih teliti dan cermat dalam mempertimbangkan suatu perkara sebelum diputus, dimana harus difikirkan rasa keadilan bagi pihak yang dirugikan, dan kepentingan-kepentingan dari pada si anak, agar ada rasa keadilan hukum bagi masyarakat terhadap anak sebagai pelaku dan korban tindak pidana, untuk tidak diulangi dilain waktu oleh orang yang sama maupun orang yang berbeda dilain waktu. Dan Putusan yang telah dikeluarkan oleh hakim terhadap terdakwa Joni dirasa terlalu ringan bahkan jauh dari sara adil terhadap korban, dimana terdakwa hanya mendapat hukum 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan. Yang dimana bila dibandingan dengan korban yang akan menanggung malu seurum hidup dan trauma phisikis karena pencabulan yang dilakukan oleh terdakwa.
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Amiruddin, H. Zaenal Asikin, 2004, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta, Raja Grafindo Persada