APLIKASI SISTEM INFORMASI JUAL BELI BATIK DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC
(Studi Kasus : Rumah Batik Jambi)
Anisya1
ABSTRACT
Rumah Batik is a shop who engaged in the sale and purchase of batik clothing.
In activities, seller was documenting of all transaction to do just use manual book, and also to know inventory of item. Aim of holding this research for build an aplication who optimalization of trading activities, starting from trading until find out of inventory by visual-basic programming language.
Keywords : Trading, Visual Basic
INTISARI
Rumah Batik merupakan sebuah toko yang bergerak dibidang usaha jual-beli pakaian batik. Dalam kegiatannya, pengelola mendokumentasikan transaksi yang dilakukannya hanya menggunakan buku secara manual, dan juga untuk mengetahui persediaan barangnya. Tujuan diadakan penelitian ini membangun sebuah aplikasi yang mengoptimalkan kegiatan jual-beli mulai dari transaksinya hingga mengetahui jumlah barang yang tersedia dengan memanfaatkan bahasa pemrograman visual basic 6.0.
Kata Kunci : Jual-Beli, Visual Basic
1 Dosen Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik industry ITP
PENDAHULUAN
Setiap pemilik bidang usaha berupaya untuk melakukan perubahan terhadap sistem kerja operasional yang sudah ada demi tujuan dalam hal peningkatan kinerja perusahaan, terutama dalam hal pengolahan data yang nantinya akan menghasilkan informasi dan berguna untuk tujuan pengambilan keputusan.
Batik House merupakan sebuah toko yang bergerak dalam bidang transaksi jual-beli pakaian batik, dimana transaksi yang dilakukan setiap harinya bersifat rutin dan cukup besar. Pada pengolahan data transaksi pembelian barang pengelola toko masih menggunakan cara manual berupa penulisan pada buku yang telah disediakan khusus untuk transaksi biaya yang harus dikeluarkannya, begitu juga dengan transaksi penjualan produk toko ke pembelinya.
Sedangkan untuk pelaporan, hanya dibuatkan secara garis besar mengenai berapa jumlah biaya yang dikeluarkan dan jumlah biaya yang diperoleh.
Untuk itu perlu dibangun sebuah sistem informasi dan sebuah database yang dapat menampung data dalam jumlah banyak sehingga apabila dilakukan pengaksesan terhadap suatu data akan lebih mudah untuk mendapatkannya dan juga mudah melakukan perhitungan dalam jumlah banyak sehingga informasi yang diperoleh lebih baik dan cepat.
PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH
Pengertian Sistem
Ada dua kelompok pendekatan didalam mendefenisikan sistem yaitu
yang menekankan pada
prosedurnya dan menekankan komponen dan elemennya.
Penekanan sistem yang lebih menekankan pada prosedure yang
dikemukakan oleh Jerry Fitzgerald, Ardra F Fitzgerald dan Warnen D.
Stallings (Fundamental of System Analysis), mendefenisikan sebagai berikut:
“suatu prosedure adalah suatu urutan-urutan operasi klerikal (tulis menulis),biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi”.
Pengertian Sistem Informasi Menurut John F. Nash (1995:8) yang diterjemahkan oleh La Midjan dan Azhar Susanto menyatakan bahwa Sistem Informasi adalah : “Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat”.
Visual Basic 6.0
Visual Basic merupakan suatu aplikasi pemograman yang dirilis oleh pihak Microsoft dengan nama lengkap adalah Microsoft Visual Studio. Secara umum struktur program Visual Basic 6.0 terdiri dari dua bagian, yaitu Bagian Deklarasi Program
Bagian ini merupakan bagian peletakan semua deklarasi data yang akan digunakan. Kata cadangan yang merupakan bagian dari deklarasi adalah dim, public, private, static, const dan type.
a. Deklarasi Dim (Dimension)
Pendeklarasian dengan pernyataan Dim berlaku pada pemrograman modul, program dan sub-program.
Bentuk penulisan deklarasi Dim, yaitu: Dim nama_variabel As Tipe_data
b. Deklarasi Public
Public merupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada sebuah modul.
Public nama_variabel As Type data.
c. Deklarasi Private
Private menyatakan bahwa semua variabel yang dideklarasikan oleh pernyataan ini berlaku secara khusus (private).
Private nama_variabel As tipe_data
d. Deklarasi Static
Static sering digunakan untuk menjaga suatu variabel atau nilai agar tidak berubah selama program tidak dijalankan.
pernyataan static merupakan pernyataan level sub_program.
Static nama_variabel As Tipe_data
d. Deklarasi Const (Constanta) Const merupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada modul.
Public/Private Const
nama_variabel As tipe_variabel As tipe_data = ekspresi_variabel.
e. Deklarasi Type
Bentuk penulisan deklarasi Type adalah :
Private/Public Type
nama_variabel
Nama_elemen (Var_subscript) As type_data
End Type
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisa sistem yang sedang berjalan
Kegiatan analisa sistem yang sedang berjalan dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan- permasalahan yang sedang dihadapi oleh pemilik toko dan juga berguna untuk memberikan alternatif-alternatif yang dibutuhkan.
Sebelum kegiatan
perancangan sistem yang baru dilakukan, perlu kiranya kita membutuhkan sebuah gambaran yang memuat keterangan atau informasi yang berhubungan dengan sistem yang sedang berjalan sehinggan mampu mempermudah kita dalam hal menganalisa dan merancang sistem yang baru nantinya.
Prosedur pembelian atau order barang yang diterapkan pada Rumah Batik pada saat ini adalah:
1. Pemilik membuat daftar pembelian barang berdasarkan perkiraan stok persediaan sebanyak dua rangkap dimana satu untuk Supplier dan yang satunya lagi untuk pemilik sebagai arsip.
2. Berdasarkan daftar pembelian barang dari pemilik toko, maka supplier membuat faktur pembelian barang sebanyak dua rangkap dimana satu diserahkan pada toko dan satu lagi untuk supplier sebagai bukti pesanan barang.
3. Kemudian supplier menyerahkan barang-barang yang telah dipesan beserta faktur pembelian barang kepada toko.
4. Berdasarkan faktur pembelian barang dari supplier, pihak toko akan mengecek barang-barang yang masuk yang disesuaikan dengan faktur pembelian barang.
5. faktur pembelian barang disimpan dalam bentuk dokumen.
Evaluasi Sistem Yang Ada
Berdasarkan penjelasan mengenai sistem yang sedang berjalan dan analisa yang dilakukan pada Rumah Batik, maka ditemukan beberapa kelemahan pada sistem yang ada sekarang, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Proses pengolahan data pembelian dan penjualan masih dilakukan secara manual
sehingga mengakibatkan kurang efesien dalam mengelola keuangan.
2. Pengelolaan persediaan hanya berdasarkan perkiraan sehingga menyebabkan keraguan pemilik toko dalam mengambilan keputusan dan kerugian.
3. Adanya kesulitan pada pemilik toko dalam mengambil keputusan yang bersifat cepat dan mendadak.
Usulan Sistem Yang Baru Disain Global
Disain secara global bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pemakai tentang hasil dari pengembangan sistem sehingga akan memudahkan pengguna dalam pengoperasiannya. Disain global meliputi perancangan secara keseluruhan dan pengembangan file yang diperlukan dari sistem yang akan dirancang.
Tabel 1. Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama
Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru Pada aliran sistem informasi yang baru ini tidak terdapat perubahan sistem informasi prosedur pembelian dan penjualan barang secara menyeluruh, perubahan yang terjadi hanya pada metode pengolahan data-data pembelian dan penjualan barang
dari metode manual berubah menjadi metode komputerisasi.
Context Diagram
Context diagram merupakan gambaran sistem secara logikal, gambaran ini tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak ataupun file-file yang digunakan.
Keuntungan dari adanya context
diagram ini adalah mempermudah pemakai untuk mengerti sistem yang akan dikembangkan.
Pemilik Konsumen
Karyawan Kasir Toko
Supplier
FPB DPB
DP
Faktur penjualan
FPB,DP FPB,Faktur
Penjualan DPB
Lap.Pembelian Lap.Penjualan Lap.Persediaan
FPB,Faktur Penjualan Lap.Pembelian Lap.Penjualan Lap.Persediaan Faktur Penjualan
+Brg
+Brg
+Brg Sistem Informasi
Pembelian dan penjualan 0
Gambar 1. Context Diagram
Data Flow Diagram (DFD)
Data flow fiagram (DFD) adalah gambaran sistem secara global, ini tergantung kepada perangkat keras, perangkat lunak serta struktur file yang digunakan oleh sistem.
Keuntungan menggunakan DFD ini adalah untuk mempermudah pemakai yang kurang paham tentang sistem yang akan digunakan. Untuk lebih jelasnya data
flow diagram yang
didisain berdasarkan penganalisaan penulis dapat dilihat pada gambar 2
Pemilik
Konsumen Kasir
Karyawan Toko
Supplier Penyerahan
DPB 1.0
Cek DP &
Buat Faktur 6.0
Penyerahan DP 5.0
Entry Supplier,Barang Order,Konsumen.
Catat Pembelian
& Buat Laporan 4.0 Cek FPB &
Barang Masuk
Cek DPB Buat FPB
2.0 3.0
Catat Transaksi Buat Lap Penjualan
&Persediaan 0.7 Supplier
Barang Order
Penjualan Konsumen
DPB
DPB DPB
FPB + Brg
FPB FPB
FPB
DP
DP DP
Faktur Penjualan Laporan
Pembelian
Laporan Penjualan Laporan Persediaan
Data Faktur Penjualan
Faktur Penjualan
+Brg Data
UraianPenjualan Uraian Order
D 1 D 2 D 3
Gambar 2. Data Flow Diagram Level 0
Tabel 2. Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru
Entity Relationship Diagram (ERD) Entity relational diagram ini menggambarkan bentuk hubungan antara file-file yang ada, dimana entity adalah suatu kesatuan atau
sekumpulan data yang memiliki karakteristik yang sama. Entity bisa saja berupa orang, tempat, benda, peristiwa atau konsep yang bisa memberikan atau mengandung informasi. Entity yang terdapat pada
rancangan sistem informasi pembelian dan penjualan Batik House yang diusulkan oleh penulis terdiri atas tujuh file yaitu : file
supplier, file konsumen, file barang, file order (pembelian), file penjualan, file uraian order, dan file uraian penjualan. Selanjutnya dapat dilihat pada gambar 3.
Ba ran g
S upplie r Penjualan Konsu men
Or der Layani
L akukan
L akukan No_k on
Nm_Kon Alama t
Jumlah
Tgl_Penj
Jumlah Telp
Kd_Brg Sto ck
K d_S up Nm_S up
Telp Alama t Sat uan
Nm _Br g Kd_B rg
Tgl_O
N o Fak
Kd_S up Kd_O
Harga_Jual
Harg a_Beli
No_kon
Uraia n P enjuala n
N o Fak
Uraia n Or der
L akukan
L akukan
L akukan
Kd_Brg Kd_O
Gambar 3. Entity Relationship Diagram Disain Detail
Disain secara terinci atau disain detail adalah menggambarkan secara terinci sistem yang dirancang. Dalam disain detail ini akan digambarkan disain input, disain output dan disain file.
Suatu sistem informasi yang baik adalah suatu sistem yang dapat menghasilkan keluaran yang mudah dipahami, terinci dan bebas dari kesalahan-kesalahan perhitungan serta dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Berdasarkan kebutuhan sistem yang ada, maka dirancang beberapa bentuk laporan yang akan diberikan kepada pimpinan yang dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dalam pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.
Desain Output
Hasil keluaran dari suatu sistem komputer merupakan komunikasi antara manusia dengan sistem yang merupakan penghubung utama antara sistem dengan pemakai yang biasanya dikomunikasikan melalui bentuk lampiran laporan. Adapun bentuk outputnya adalah sebagai berikut : 1) Laporan Data Supplier
Laporan ini dicetak dua rangkap, satu diberikan kepada
pemilik toko dan satu rangkap lagi diberikan kepada kasir, dengan menggunakan file supplier. Bentuk laporan data supplier dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Laporan Data Supplier
2) Laporan Data Konsumen
Laporan data konsumen ini digunakan untuk mengetahui data- data konsumen yang menjadi pelanggan pada Rumah Batik, dengan frekwensi laporan tergantung keinginan atau masalah yang ada. Bentuk laporan data konsumen dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Laporan Data Konsumen
3) Laporan Data Barang
Laporan data barang ini digunakan untuk mengetahui data-data barang yang menjadi dimiliki pada Rumah Batik, dengan frekwensi laporan tergantung keinginan atau masalah yang ada. Bentuk laporan data barang dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Laporan Data Barang
4) Laporan Data Persediaan Barang
Laporan data persediaan ini digunakan untuk mengetahui data- data persediaan barang harian pada Rumah Batik.Bentuk laporan data persediaan barang dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Laporan Data Persediaan Barang
5) Laporan Data Order Per Kode Laporan data order ini digunakan untuk mengetahui data-data order yang dilakukan kepada supplier, dengan frekwensi laporan tergantung keinginan atau masalah yang ada. Laporan ini dicetak dua rangkap, satu diberikan kepada pemilik toko dan satu rangkap lagi diberikan kepada pengelola, dengan menggunakan file order, supplier, uraian order dan barang. Bentuk laporan data order per kode dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7. Laporan Data Order Per Kode
6) Laporan Data Order Harian Laporan data order harian ini digunakan untuk mengetahui data- data order yang dilakukan kepada supplier dalam satu hari, dengan frekwensi laporan tergantung keinginan atau masalah yang ada.
Laporan ini dicetak dua rangkap, satu diberikan kepada pemilik toko dan satu rangkap lagi diberikan kepada pengelola, dengan menggunakan file order, supplier dan barang. Bentuk laporan data order harian dapat dilihat pada tabel 8.
Tabel 8. Laporan Data Order Harian
7) Laporan Data Penjualan Per No.Faktur
Laporan data penjualan ini digunakan untuk mengetahui data- data transaksi yang dilakukan kepada konsumen per no.faktur, dengan frekwensi laporan tergantung keinginan atau masalah yang ada. Laporan ini dicetak dua rangkap, satu diberikan kepada pemilik toko dan satu rangkap lagi diberikan kepada pengelola, dengan menggunakan file transaksi, konsumen, uraian penjualan dan barang. Bentuk laporan data penjualan per no.faktur dapat dilihat pada tabel 9.
Tabel 9. Laporan Data Penjualan Per No.Faktur
Desain Input
Adapun bentuk rancangan input tersebut adalah sebagai berikut :
1) Entry Data Supplier
Entry data supplier ini akan memiliki periode masukan data pada saat ada supplier baru atau saat membetulkan data supplier jika terdapat kesalahan atau perubahan data, dengan frekuensi masukan tidak tentu.
Penyimpanan data dilakukan pada file supplier. Bentuk dari entry data supplier dapat dilihat pada gambar 4.
Gambar 4. Desain Entry Data Supplier
2) Entry Data Konsumen
Entry data konsumen ini akan memiliki periode masukan data pada saat ada konsumen baru atau saat membetulkan data konsumen apabila terdapat kesalahan data atau perubahan data, dengan frekuensi masukan tidak tentu, Penyimpanan data dilakukan pada file konsumen. Bentuk dari entry data konsumen dapat dilihat pada gambar 5 dibawah ini.
Gambar 5. Desain Entry Data Konsumen
3) Entry Data Barang
Entry data barang ini akan memiliki periode masukan data pada saat ada barang baru atau saat membetulkan data barang apabila terdapat kesalahan data atau perubahan data, dengan frekuensi masukan tidak tentu. Penyimpanan data dilakukan pada file barang.
Bentuk dari entry data barang dapat dilihat pada gambar 6 dibawah ini.
Gambar 6. Desain Entry Data Barang
4) Entry Data Order Barang
Entry data order barang ini akan memiliki periode masukan data pada setiap melakukan order barang kepada supplier, dengan frekuensi masukan tidak tentu atau setiap kiriman order barang dan faktur order diterima oleh toko dari supplier. Penyimpanan data dilakukan pada file order dengan melibatkan file supplier, file uraian order dan file barang. Bentuk dari entry data order dapat dilihat pada gambar 7 dibawah ini.
Gambar 7. Desain Entry Data Order Barang
5) Entry Data Penjualan Barang Entry data penjualan barang ini akan memiliki periode masukan data setiap hari setelah proses transaksi barang kepada konsumen, dengan frekuensi masukan setiap hari setelah faktur penjualan harian dikumpulkan. Penyimpanan data dilakukan pada file penjualan dengan melibatkan file konsumen,
file uraian penjualan dan file barang.
Bentuk dari entry data transaksi barang dapat dilihat pada gambar 8 dibawah ini.
Gambar 8. Desain Entry Data Penjualan Barang Desain File
Dalam membuat suatu program diperlukan adanya file yang saling berinteraksi satu sama lainnya. File- file program yang dibutuhkan merupakan satu kesatuan namun dibuat terpisah pada tempat yang berbeda dan tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri, karena keterkaitannya dengan main program. Dalam visual basic, file-file yang dibutuhkan akan dipakai oleh program aplikasi diorganisir dan disimpan dalam suatu file yang berekstensi *.Mdb. File yang digunakan pada aplikasi ini adalah sebagai berikut :
1. File Supplier
File supplier berisi semua data- data yang berhubungan dengan informasi dari setiap supplier yang terdaftar sebagai penyedia barang resmi. Struktur file supplier dapat dilihat pada tabel 10 dibawah ini :
Nama File Database : dbpersediaanrb
Nama Tabel : Supplier Field Key : Kd_Sup Organisasi : Index
Tabel 10. Desain File Supplier
No Field Key Type Width Description 1 Kd_Sup Text 8 Kode
Supplier 2 Nm_Sup Text 20 Nama
Supplier 3 Alamat Text 30 Alamat
Supplier 4 Telp Text 12 Telepon
2. Tabel Konsumen
Struktur file konsumen dapat dilihat pada tabel 11 dibawah ini :
Nama File Database : dbpersediaanrb Nama Tabel : Konsumen
Field Key : No_Kon Organisasi : Index Tabel 11. Desain File Konsumen
N o
Field Key
Typ e
Widt h
Descriptio n 1 No_Kon Text 8 Nomor
Konsumen 2 Nm_Ko
n
Text 20 Nama Konsumen 3 Alamat Text 30 Alamat
Konsumen 4 Telp Text 12 Telepon
3. Desain File Barang
File barang berisi semua data- data yang berhubungan dengan informasi dari setiap barang yang akan dijual. Struktur file barang dapat dilihat pada tabel 12 dibawah ini
Nama File Database : dbpersediaanrb
Nama Tabel : Barang Field Key : Kd_Brg Organisasi : Index
Tabel 12. Desain File Barang
No Field Key
Type Width Description 1 Kd_Brg Text 10 Kode
Barang 2 Nm_Brg Text 30 Nama
Barang 3 Satuan Text 5 Satuan 4 Stock Int 11 Stock
4. Desain File Order
File Order berisi semua data- data yang berhubungan dengan informasi dari setiap pembelian yang dilaksanakan. Struktur file pembelian dapat dilihat pada tabel 13 dibawah ini
Nama File Database : dbpersediaanrb
Nama Tabel : Order Field Key :
Kd_O,Tgl_O
Organisasi : Index Tabel 13. Desain File Order
No Field Key
Type Width Description 1 Kd_O Text 5 Kode
Order 2 Tgl_O Date 8 Tanggal
Order 3 Kd_Sup Text 5 Kode
Supplier
5. Desain File Penjualan
File Penjualan berisi semua data-data yang berhubungan dengan informasi dari setiap penjualan yang dilaksanakan.
Nama File Database : dbpersediaanrb
Nama Tabel : Penjualan Field Key :
No_Fak,Tgl_Penjualan Organisasi : Index Tabel 14. Desain File Penjualan
No Field Key Type Width Description
1 No_Fak Text 5 Nomor
Faktur 2 Tgl_Penjualan Date 8 Tanggal
Penjualan
3 No_Kon Text 5 Nomor
Konsumen
6. Desain Uraian Penjualan File uraian penjualan berisikan data transaksi penjualan yang timbul untuk menghindari redudansi data.
Nama File Database : dbpersediaanrb Nama Tabel : uraianpenjualan
Field Key : No_Fak
Organisasi : Index Tabel 15. Desain Uraian Penjualan
No Field Key Type Width Description
1 No_Fak Text 5 Nomor
Faktur
2 Kd_Brg Text 10 Kode
Barang 3 Jumlah Integer 2 Jumlah 4 Harga_Jual Currency 8 Harga Jual
7. Desain Uraian Order
File uraian order berisikan data transaksi pembelian yang timbul untuk menghindari redudansi data pembelian dengan hanya menyimpan satu kode order dengan banyak barang dalam order.
Nama File Database : dbpersediaanrb Nama Tabel : uraianpesan
Field Key : Kd_O Organisasi : Index Tabel 16. Desain Uraian Order
No Field Key Type Width Description
1 Kd_O Text 5 Kode Order
2 Kd_Brg Text 10 Kode
Barang 3 Jumlah Integer 2 Jumlah 4 Harga_Beli Currency 8 Harga Beli
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Rumah Batik Jambi, maka dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya:
1. Dengan diterapkan Sistem Informasi Penjualan ini dapat memudahkan transaksi jual-beli yang dilakukan oleh pihak pengelola toko.
2. Penerapan sistem baru
yang menggunakan
komputerisasi dapat memudahkan pekerjaan dalam pengolahan data penjualan dan pembelian yang tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang besar.
3. Pihak Pengelola toko dapat mengetahui jumlah barang yang tersedia.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Fathansyah, Ir. 2004. Basis Data. Bandung: Informatika.
[2] Jogiyanto, H.M, 2003. Analisa dan Disain Sistem Informasi : Sistem Informasi, Pendekatan Terstruktur, Teori, dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Andi Offset.
[3] Kusumo, Ario Suryo. 2000.
Buku Latihan Microsoft Visual Basic 6.0. Elex Media Komputindo.
[4] Kurniadi, Adi. 1999.
Pemrograman Visual Basic”.
Elex Media Komputindo.
[5] Kurniawan, Bagus. 2002.
Sistem Informasi Manajemen dengan Visual Basic 6.0”, Yogyakarta : Andi.
[6] Divisi Litbang MACOMS. 2002.
Database Visual Basic 6.0 dengan Crystal Reports.
Yogyakarta : Andi Offset.
[7] Wahana Komputer Semarang.
2001. “Tip & Trik Pemrograman Visual Basic 6.0”. Yogyakarta Andi.
[8] Pamungkas, Ir. 2001. Tip & Trik Microsoft Visual Basic 6.0.
Jakarta : PT. Elexmedia Computindo.
[9] M. Agus J. Alam. 2000.
Manajemen Database dengan Microsoft Visual Basic 6.0 Profesional. Elex Media Komputindo.
[10] Wikipedia. Database. 2011.
(Online)(http://id.wikipedia.com/
data_base.htm, diakses 15 Juli 2013).
[11] Sinaga, Masino. Koneksi Database VB Mysql. (Online).
(http://masinosinaga.com/kone si_vb.htm, diakses 15 Juli 2013).
[12] Bego, VB. Crystal Report pada VB. (Online). (http://vb
bego.net/vb_dan _CR.html, diakses 15 Juli 2013).
[13] NN. Filter Data Pada CR dari VB.2011. (Online).
(http:/freevbcode.com, diakses 1 Juli 2013).
[14] Wikipedia. Visual Basic.
(Online).
(http://id.wikipedia.com/visual_
asic.htm, diakses 1 Juli 2013).
[15] Wikipedia. Crystal Report.
Online).
(http://id.wikipedia.com/cristal_
report.htm, diakses 1 Juli 2013).