• Tidak ada hasil yang ditemukan

Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan"

Copied!
136
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Penanggung jawab : Dr. Joni Haryadi D.,M.Sc.

Kepala Seksi Tata Operasional : Agus Arifin Sentosa, S.Pi

Anggota : Riswanto, S.Kel

Indriatmoko, S.Kel Dwi Cahya Kusuma, S.Si

Kontributor : Kasubbag Tata Usaha

Kepala Seksi Pelayanan Teknis Pegawai BP2KSI

Seksi Tata Operasional

Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

Alamat:

Jl. Cilalawi No.1 Jatiluhur, Purwakarta Jawa Barat, Indonesia

Telp/Fax. +62 264 208768

e-mail : [email protected]

(3)

KATA PENGANTAR

Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (BP2KSI), yang selanjutnya disingkat BP2KSI, merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pada tahun 2016, BP2KSI telah menyusun Laporan Tahunan T.A. 2016 sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Harapan kami, laporan ini dapat merepresentasikan gambaran menyeluruh dari pelaksanaan semua program dan kegiatan BP2KSI selama tahun anggaran 2016.

Akhirnya, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Purwakarta, Desember 2016 Kepala Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

Dr. Joni Haryadi D, M.Sc

NIP. 19730603 200312 1 002

(4)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

BAB II. VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN STRUKTUR ORGANISASI ... 3

2.1. Visi dan Misi... 3

2.2. Kebijakan ... 4

2.3. Rencana Strategis ... 6

2.4. Struktur Organisasi ... 7

BAB III. LAYANAN PERKANTORAN ... 18

BAB IV. DOKUMEN DUKUNGAN MANAJERIAL ... 24

4.1. Penyusunan Program dan Anggaran ... 25

4.2. Monitoring, Evaluasi Kegiatan dan Pelaporan ... 28

4.3. Tata Usaha... 34

4.4. Pelayanan Teknis ... 37

BAB V. SARANA DAN PRASARANA ... 42

BAB VI. DOKUMEN DATA DAN INFORMASI PEMULIHAN STOK DAN KONSERVASI SUMBER DAYA PERAIRAN ... 47

BAB VII. LAYANAN IPTEK ... . 100

BAB VIII. PERMASALAHAN DANTINDAKLANJUT ... 108

BAB IX. PENUTUP ... 110 LAMPIRAN

(5)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Keragaan sumber daya manusia di Balai Penelitian Pemulihan dan

Konservasi Sumber Daya Ikan per 31 Desember 2016 ... 10

Tabel 2. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat umur tahun 2016... 11

Tabel 3. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2016... 12

Tabel 4. Pegawai yang mengikuti tugas belajar dan izin belajar tahun 2016... 13

Tabel 5. Komposisi jabatan fungsional peneliti BP2KSI tahun 2016... 14

Tabel 6. Komposisi jabatan fungsional teknisi litkayasa BP2KSI tahun 2016... 15

Tabel 7. PNS BP2KSI berdasarkan golongan ruang per Desember 2016 ... 17

Tabel 8. Realisasi anggaran BP2KSI masing-masing Program/Kegiatan/Output per 31 Desember 2016... 18

Tabel 9. Penetapan Kinerja (TAPJA) BP2KSI 2016 ... 33

Tabel 10. Daftar uraian pekerjaan pemeliharaan sarana riset dan kantor BP2KSI TA 2016... 42

Tabel 11. Daftar uraian pekerjaan pemeliharaan gedung bertingkat BP2KSI TA 2016.. 45

Tabel 12. Kegiatan penelitian APBN yang dilakukan BP2KSI Tahun Anggaran 2016 ... 47

Tabel 13. Gambaran umum lokasi penelitian ... 50

Tabel 14. Tabel Konsep Pengembangan Zona Inti Kawasan Konservasi TWA Teluk Bumbang- Lombok Tengah... 53

Tabel 15. Tabel Konsep Pengembangan Zona Inti Kawasan Konservasi TWA Teluk Sepi- Lombok Tengah... 54

Tabel 16. Tabel Konsep Pengembangan Zona Inti Kawasan Konservasi TWA Teluk Awang- Lombok Tengah... 55

Tabel 17. Hasil tangkapan juvenil ikan napoleon di sekitar perairan Anambas yang diperoleh dari petugas enumerator (Februari - Agustus 2016). ... 59

Tabel 18. Indeks relatif penting untuk struktur komunitas ikan di Danau Matano... 70

Tabel 19. Indeks ekologi dari strutur komunitas ikan di Danau Matano ... 71

Tabel 20. Analisa Status Mutu Air Berdasarkan Metode Storet ... 78

Tabel 21. Keanekaragaman Jenis Ikan di Danau Limboto Tahun 2016 ... 79

Tabel 22. Pembobotan Untuk Kesesuaian Zonasi Reservat Ikan Manggabai dan Payangka ... 80

Tabel 23. Beban pencemaran di DAS Citarum... 85

Tabel 24. Nilai Parameter kualitas air pada beberapa embung di NTT ... 94

Tabel 25. Estimasi potensi produksi ikan pada embung di NTT... 95

Tabel 26. Aktivitas Perpustakaan BP2KSI tahun 2016 ... 101

(6)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Struktur Organisasi BP2KSI ... 8

Gambar 2. Struktur Organisasi Pengelolaan Anggaran dan Kegiatan Serta Tenaga Pelaksana BP2KSI... 9

Gambar 3. Distribusi pegawai BP2KSI berdasarkan PNS dan non PNS Tahun 2016... 10

Gambar 4. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan kelompok umur tahun 2016... 11

Gambar 5. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2016 12 Gambar 6. Suasana Ujian Terbuka S3 a.n. Lismining P. Astuti (4 Februari 2016)... 13

Gambar 7. Suasana Ujian Terbuka S3 a.n. Amula Nurfiarini (26 Februari 2016)... 14

Gambar 8. Persentase sebaran jabatan fungsional peneliti BP2KSI tahun 2016 ... 15

Gambar 9. Persentase sebaran fungsional teknisi litkayasa BP2KSI tahun 2016... 16

Gambar 10. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan jabatan fungsional Tahun 2016 16 Gambar 11. Cover Dokumen RENSTRA BP2KSI Tahun 2016-2019... 27

Gambar 12. Pelaksanaan evaluasi hasil penelitian tahun anggaran 2015 dan pemantapan kegiatan penelitian tahun anggaran 2016... 30

Gambar 13. Pelaksanaan Pemantapan Rencana Kerja kegiatan penelitian tahun anggaran 2017 ... 31

Gambar 14. Peta Pengembangan Zona Inti Kawasan Konservasi TWA Teluk Bumbang- Lombok Tengah... 52

Gambar 15. Peta Pengembangan Zona Inti Kawasan Konservasi TWA Teluk Sepi- Lombok Tengah... 53

Gambar 16. Peta Pengembangan Zona Inti Kawasan Konservasi TWA Teluk Awang- Lombok Tengah... 54

Gambar 17. Peta lokasi penelitian Kesesuaian Zonasi di Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu ... 56

Gambar 18. Peta sebaran kemunculan setasea (lumba-lumba dan paus) di perairan TNP Laut Sawu... 58

Gambar 19. Peta stasiun pengamatn benih Napoleon di Perairan TNP Kepulauan Anambas ... 58

Gambar 20. Dendogram yang menunjukkan pengelompokkan beberapa lokasi pengamatan yang memiliki karakteristik kualitas perairan yang relatif sama di perairan sekitar Pulau Telukpau, Kabupaten Anambas pada April 2015... 60

Gambar 21. Lokasi lobster bertanda tertangkap kembali di Perairan Prigi... 61

(7)

Gambar 24. Jumlah lobster bertanda yang tertangkap kembali di Perairan

Pangandaran... 63

Gambar 25. Kondisi TKB lobster di Damas (kiri) dan di Karanggongso (kanan), Prigi, Trenggalek... 64

Gambar 26. Kondisi TKB lobster di Panajnjung Barat (kiri) dan di Pananjung Timur (kanan), Pangandaran... 64

Gambar 27. Lokasi Penelitian Ecological Related Species of Sharks and Ray ... 65

Gambar 28. Komposisi tangkapan hiu dan pari di perairan Tanjung Luar ... 65

Gambar 29. Lokasi pengamatan hiu paus di Teluk Tomini, Sulawesi Utara ... 66

Gambar 30. Lokasi penelitian Restocking Belida di Sungai Kampar, Riau ... 67

Gambar 31. Produksi ikan belida periode 2013-2015 di Kep. Riau ... 68

Gambar 32. Filogram Neighbour Joining Kimura 2 Parameter sample ikan Belida dan referen spesiesnya... 68

Gambar 33. Lokasi penelitian di Danau Matano... 70

Gambar 34. Jenis ikan invasif di Danau Matano, ikan lohan/flowerhorn ... 71

Gambar 35. Peta sebaran ikan lohan di komplek Danau Malili... 72

Gambar 36. Jumlah tangkapan ikan lohan berdasarkan mata jaring... 72

Gambar 37. Lokasi Penelitian Danau Limboto ... 76

Gambar 38. Desain Reservat percobaan ... 77

Gambar 39. Peta Batimetri Danau Limboto... 77

Gambar 40. Lokasi Penelitian di DAS Citarum... 82

Gambar 41. Kondisi kualitas air Sungai Citarum tahun 2015... 83

Gambar 42. Nilai WQI beberapa anak Sungai Citarum ... 83

Gambar 43. Nilai WQI Sungai Citarum... 84

Gambar 44. Beban BOD (ton/bulan) di beberapa anak sungai Citarum ... 85

Gambar 46. Lokasi survei penelitian hiu tahun 2016... 88

Gambar 47. Lokasi Penelitian di wilayah perairan Teluk Bone dan Sinjai (Sulawesi Selatan) ... 88

Gambar 48. Lokasi penelitian di wilayah a. Pulau Ternate dan Tidore, b. Kep. Guraici Halmahera Selatan, Maluku Utara. ... 89

Gambar 49. Lokasi penelitian Kuda Laut di wilayah perairan Pulau Bintan, Kepulauan Riau... 90

Gambar 50. Lokasi penelitian Kuda Laut di wilayah perairan Teluk Lampung... 90

Gambar 51. Peta lokasi penelitian CBF pada embung kecil dan bendungan ... 92

(8)
(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Sumber Daya Manusia BP2KSI Tahun 2016

Lampiran 2. Kegiatan Pengembangan Profesional dan Keahlian Pegawai BP2KSI Tahun 2016

Lampiran 3. Kegiatan Penelitian Kelautan dan Perikanan BP2KSI Tahun 2016 Lampiran 4. Seminar, Pertemuan Ilmiah dan Diseminasi BP2KSI Tahun 2016 Lampiran 5. Kegiatan Pertemuan, Koordinasi, dan Sosialiasi BP2KSI Tahun 2016 Lampiran 6. Publikasi Karya Tulis Ilmiah Peneliti dan Teknisi Litkayasa lingkup BP2KSI

Tahun 2016

(10)

I. PENDAHULUAN

Beberapa faktor yang menjadi penyebab terancamnya kelestarian sumber daya ikan di perairan tawar dan laut antara lain adalah pemanfaatan berlebih (over exploitation) sumber daya hayati, penggunaan teknik dan peralatan penangkap ikan yang merusak lingkungan, perubahan dan degradasi fisik habitat, pencemaran, introduksi spesies asing, konversi kawasan lindung menjadi peruntukan pembangunan dan perubahan iklim global serta bencana alam. Dampak dari semua itu menyebabkan stok ikan pada berbagai kawasan perairan baik di perairan tawar maupun laut telah menurun sehingga memerlukan pemulihan dan konservasi bagi kawasan yang masih memungkinkan untuk dikonservasi. Oleh karena itu, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting bagi pemulihan dan konservasi sumber daya ikan. Pengelolaan sumber daya ikan secara berkelanjutan harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (BP2KSI) adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut di tingkat nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (P4KSI) yang saat ini telah berubah nomenklaturnya menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan (PUSLITBANGKAN). Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan (PUSLITBANGKAN) merupakan salah satu unit organisasi eselon II di bawah Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan perikanan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditetapkan pada 14 Agustus 2015, PUSLITBANGKAN merupakan penggabungan antara Unit Kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (P4B) dan Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumberdaya Ikan (P4KSI) yang telah ada sebelumnya. BP2KSI dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.36/MEN/2011 dengan tugas melaksanakan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut.

Berdasarkan sejarah berdirinya, BP2KSI yang berlokasi di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat awalnya merupakan suatu unit kerja dengan nama Stasiun Penelitian Perikanan Jatiluhur yang berdiri pada tahun 1967, secara struktural berada di bawah Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian. Tahun 1970-1980 berubah menjadi Lembaga Penelitian Perikanan Darat (LPPD) cabang Jatiluhur. Sampai dengan tahun 2000, lembaga tersebut mengalami perubahan status unit kerja sebanyak 5 kali

(11)

dimana perubahan status unit kerja yang terakhir menjadi Instalasi Pemacuan Sumberdaya Perikanan sebagai unit pelaksana teknis di bawah Balai Riset Perikanan Laut Jakarta, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Pada tahun 2003 lembaga tersebut berubah status menjadi Loka Riset Pemacuan Stok Ikan (LRPSI), secara struktural berada dibawah Pusat Riset Perikanan Tangkap (PRPT), DKP. Pada akhir tahun 2009 berubah status menjadi Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan Jatiluhur (BRPSI). Pada tahun 2011, BRPSI berubah nama menjadi Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (BP2KSI).

BP2KSI dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.36/MEN/2011, tanggal 26 September 2011 yang mendapat persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dalam surat Nomor:

B/1800/M.PAN-RB/7/2011, tanggal 28 Juli 2011. Pada Peraturan Menteri tersebut BP2KSI mempunyai tugas melaksanakan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut.

Monitoring perlu dilakukan untuk mewujudkan penyelenggaraan pembangunan sektor perikanan dan kelautan secara berkelanjutan terhadap potensi sumber daya ikan perairan tawar dan laut dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya tersebut mutlak diperlukan. Berdasarkan kegiatan monitoring tersebut akan diketahui status terkini dari suatu perairan. Perairan yang mengalami kerusakan akibat eksploitasi sumberdaya perairan yang berlebihan tanpa memperhitungkan daya dukung perairan sehingga berdampak pada penurunan stok ikan dan degradasi lingkungan perairan perlu dilakukan pemulihan atau rehabilitasi.

Laporan Tahunan BP2KSI 2016 ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan unit kerja secara struktural kepada instansi di atasnya, serta diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi.

(12)

II. VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN STRUKTUR ORGANISASI

2.1 VISI DAN MISI

Dalam struktur organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP), Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (BP2KSI) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis/Eselon III-b yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut.BP2KSI memiliki visi sebagai berikut:

" Tersedianya IPTEK/ terwujudnya inovasi IPTEK untuk mendukung penyelenggaraan pemulihan habitat dan konservasi SDI yang berkelanjutan"

Makna Visi tersebut adalah sebagai berikut, IPTEK terdiri dari 2 (dua) kata yaitu Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

1. Ilmu Pengetahuan, digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis melalui proses penelitian, dan hasilnya disebut naskah ilmiah. Metodologi ilmiah yang bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun eksploratif digunakan untuk menerangkan pembuktian gejala atau fenomena alam;

2. Teknologi, dihasilkan dari penerapan atau pemanfatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai tertentu bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan, dan peningkatan mutu kehidupan manusia, menjelaskan “cara” atau

“metode” serta “proses” atau “produk”;

3. Mewujudkan IPTEK mengandung makna bahwa masa depan pembangunan kelautan dan perikanan ditentukan oleh IPTEK ;

4. Mendukung penyelenggaran pemulihan habitat dan konservasi SDI yang berkelanjutan mengandung makna memberi dukungan hasil Litbang (IPTEK &

Inovasi IPTEK) yang berkualitas kepada pengguna untuk penyelenggaraan pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan;

Misi BP2KSI Tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut :

1. Melaksanakan litbang untuk menghasilkan penguasaan dan pemanfaatan iptek pemulihan dan konservasi SDI sehingga menjadi pusat acuan dalam pemanfaatan teknologi pemulihan habitat dan konservasi SDI

2. Meningkatkan pengembangan pemanfaatan teknologi pemulihan habitat dan konservasi SDI untuk menghasilkan produk inovasi yang memiliki daya saing tinggi dan menyentuh kepentingan masyarakat luas serta diserap dan dimanfaatkan oleh pengguna akhir.

(13)

3. Menumbuhkan jejaring kerjasama dan kemitraan antar lembaga penelitian baik di dalam maupun luar negeri serta membangun kemitraan dengan pelaku usaha untuk peningkatan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara optimal.

4. Menerapkan sistem manajemen mutu kegiatan manajerial dan litbang pemulihan dan konservasi SDI

Tujuan BP2KSI adalah sebagai berikut:

" Meningkatkan kapasitas kelembagaan, SDM aparatur, hasil litbang dan inovasi IPTEK pemulihan dan konservasi SDI untuk mendukung program pembangunan

kelautan dan perikanan nasional."

Tujuan BP2KSI mencerminkan arah pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan serta penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Litbangrap IPTEK) 5 (lima) tahun kedepan dalam rangka menunjang tercapainya tujuan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Penjabaran Tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Siap Pakai masa depan dalam rangka menunjang tujuan dan sasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan;

2. Meningkatkan akses stakeholder terhadap pilihan IPTEK siap pakai untuk antisipasi, mitigasi dan pengelolaan perikanan;

3. Meningkatkan kualitas pembinaan dan dukungan administrasi serta manajemen litbang untuk mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

2.2 KEBIJAKAN

Kebijakan BP2KSI dalam menjalankan kegiatan selalu berpedoman pada tugas dan fungsi yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.36/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan.

BP2KSI mempunyai tugas melaksanakan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut. Dalam menjalankan tugas tersebut, BP2KSI menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta laporan;

b. Pelaksanaan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut yang meliputi penelitian pemulihan sumber daya ikan, mencakup restocking

(14)

sumber daya ikan, dan rehabilitasi/restorasi habitat, serta konservasi ekosistem dan konservasi jenis sumber daya ikan;

c. Pelayanan teknis, jasa informasi, komunikasi dan pengelolaan kerja sama penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut;

d. Pengelolaan sarana dan sarana penelitian;

e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Motto :

Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan juga mempunyai kebijakan motto yang disimbolkan dengan “BPPKSI” (Bashfulness; Persistence; Principle; Knowledge;

Sincerity dan Intelligence) yang memiliki arti sebagai berikut :

Bashfulness / Perasaan Malu

a. Malu karena datang terlambat dan pulang paling awal.

b. Malu melihat teman sibuk melakukan aktivitas dan kita hanya berdiam diri.

c. Malu jika hanya menuntut hak tapi tidak tahu kewajiban yang harus dilakukan.

d. Malu karena kerja selalu salah dalam melakukan sesuatu.

e. Malu karena bekerja tidak sesuai dengan aturan atasan.

f. Malu karena bekerja tidak berprestasi dari orang lain.

g. Malu kerena tugas tidak terlaksana / selesai tepat waktu.

h. Malu berprilaku dan berbicara tidak sopan.

i. Malu tidak bertegur sapa ke sesama rekan.

j. Malu tidak berperan aktif dalam mewujudkan kebersihan dan keindahan lingkungan kantor,

Persistence / Ketekunan

a. Ketekunan yang berkomitmen merupakan modal seluruh karyawan BP2KSI untuk mencapai hasil pekerjaan yang maksimal.

b. Kesuksesan bekerja bukan datang dari orang yang luar biasa, tapi orang yang bisa melakukan hal-hal yang luar biasa secara tekun.

Principle / Prinsip

a. Perencanaan kerja yang baik dan efektif.

b. Penjadwalan yang tepat.

c. Pelaksanaan kerja sesuai dengan perencanaan.

d. Prinsip rekam jejak perjalanan pelaksanaan perkerjaan.

e. Pengembangan diri.

(15)

Knowledge / Pengetahuan

a. Pengelolaan pengetahuan (knowledge management), menjadi salah satu metode peningkatan produktifitas BP2KSI, hal ini merupakan pemanfaatan sumber daya manusia secara optimal. Pemanfaatan sumber daya manusia melalui potensi kreativitas dan inovasi, agar dapat meningkatkan produktivitas BP2KSI.

b. Pemanfaatan potensi pengetahuan (knowledge) setiap karyawan BP2KSI untuk mengembangan mandate BP2KSI dalam melaksanakan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan di perairan tawar dan laut.

Sincerity / Ketulusan

a. Karyawan BP2KSI secara tulus membuat komitmen terhadap diri sendiri, melaksanan semua pekerjaan sebaik mungkin.

b. Karyawan BP2KSI bersikap konsisten serta menunjukan sikap profesionalisme.

Diaman reputasi profesionalisme kerja akan ternilai tidak hanya dari satu tindakan melainkan dari tindakan-tindakan yang simultan dan dijalankan berkesinambungan.

c. Karyawan BP2KSI berusaha bersikap tulus dalam bekerja, sehingga akan datang dengan sendirinya penilaian yang tulus dari rekan kerja maupun pimpinan, dan secara lebih luas akan membantu meningkatkan citra BP2KSI.

Intelligence / Kecerdasan

a. Bekerja cerdas dengan kekuatan manajement (Management Power).

b. Bekerja cerdas dengan kekuatan kreativitas (Creativity Power).

c. Bekerja cerdas dengan kekuatan daya ungkit (Leverage Power).

2.3 RENCANA STRATEGIS

Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan (BP2KSI) mengemban tugas pokok menyelenggarakan penelitian untuk mendukung pengelolaan perikanan tangkap dan konservasi sumber daya ikan. Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya maka telah disusun draft dokumen Rencana Strategis Program dan Kegiatan tahun 2015-2019, yang selanjutnya disebut Renstra BP2KSI 2015-2019. Penyusunan Renstra BP2KSI 2015-2019 mengacu pada review renstra organisasi diatasnya yaitu Renstra Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi SDI (P4KSDI) yang nanti akan disesuaikan dengan perubahan nomenklatur karena penggabungan dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (P4B) menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan (Puslitbangkan). Dengan dilaksanakannya penyusunan dokumen renstra ini, diharapkan pencapaian output dapat mencapai kinerja yang lebih

(16)

baik dan memenuhi aspek akuntabilitas kinerja instansi pemerintah serta sistem penganggaran berbasis kinerja.

Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi SDI (BP2KSI) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Balitbang KP harus dapat mendukung kinerja Direktorat Jenderal Teknis terkait dalam hal penyiapan data dan informasi, paket teknologi dan bahan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan nasional. Kebijakan dan strategi Balitbang KP menetapkan produk litbang memenuhi program prioritas nasional, Kementerian (K/L), Direktif Presiden untuk percepatan pembangunan, serta program kegiatan litbang yang bersifat responsif dan antisipatif terhadap perubahan lingkungan SDI.

Untuk mendukung hal tersebut, kegiatan BP2KSI difokuskan untuk mendukung upaya pemulihan dan konservasi SDI maupun permasalahan yang dihadapi dengan ruang lingkup kegiatan sebagai berikut:

a. Penyusunan program pelaksanaan, evaluasi dan analisis hasil penelitian dan pengembangan pemulihan dan konservasi SDI

b. Pengkajian penerapan teknologi rehabilitasi lingkungan dan konservasi SDI c. Pengumpulan dan pengolahan data pemulihan dan konservasi SDI

d. Penilaian kesesuaian dan efektifitas pengelolaan kawasan konservasi perairan

e. Pelaksanaan dan penyiapan saran teknis rehabilitasi populasi SDI, daya dukung dan daya pulih perairan serta konservasi jenis dan genetik

f. Standardisasi di bidang penelitian dan pengembangan pemulihan dan konservasi SDI g. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pemulihan dan konservasi SDI

Diseminasi dan sosialisasi hasil penelitian pemulihan dan konservasi SDI h. Pengembangan layanan jasa penelitian pemulihan dan konservasi SDI

2.4 STRUKTUR ORGANISASI

BP2KSI merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan yang sekarang menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Susunan organisasi dan tata kerja BP2KSI tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.36/MEN/2011, tanggal 26 September 2011 dipimpin oleh seorang Kepala dengan jabatan struktural eselon III-b. Pada Peraturan Menteri tersebut BP2KSI mempunyai tugas melaksanakan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut.

(17)

KEPALA

BALAI PENELITIAN PEMULIHAN DAN KONSERVASI SUMBERDAYA IKAN Dr. JONI HARYADI D.,M.Sc

NIP. 19730603 200312 1 002

KEPALA SUBBAGIAN TATA USAHA TATOK PRISWANTO NIP. 19860111 200912 1 002

KEPALA SUBBAGIAN TATA OPERASIONAL ZULKARNAEN FAHMI, S.Pi, M.Si

NIP. 19771112 200502 1 001

Plh. KEPALA SUBBAGIAN PELAYANAN TEKNIS ASTRI SURYANDARI NIP. 19790709 200312 2 006

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Gambar 1. Struktur Organisasi BP2KSI

Susunan organisasi BP2KSI terdiri atas: 1) Subbagian Tata Usaha; 2) Seksi Tata Operasional; 3) Seksi Pelayanan Teknis dan 4) Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, persuratan, kearsipan, kepegawaian, rumah tangga dan perlengkapan, serta tata laksana. Seksi Tata Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evalusi, serta laporan. Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis, jasa, informasi, komunikasi, diseminasi, publikasi, kerja sama, dan pengelolaan prasaranadan sarana penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut serta perpustakaan. Struktur organisasi BP2KSI disajikan pada Gambar 1. Selain itu, juga terdapat susunan organisasi BP2KSI berdasarkan kuasa pengguna anggaran. Adapun struktur organisasi pengelolaan anggaran dan kegiatan serta tenaga pelaksana BP2KSI disajikan pada Gambar 2.

(18)

Gambar 2. Struktur Organisasi Pengelolaan Anggaran dan Kegiatan Serta Tenaga Pelaksana BP2KSI

Tugas pembinaan kegiatan penelitian (perencanaan dan evaluasi) dan profesionalisme peneliti dan teknisi litkayasa dilaksanakan oleh Kepala BP2KSI dan dibantu oleh masing-masing ketua kelompok penelitian. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan NOMOR KEP.11.1/BALITBANG KP/2011 tentang Penetapan Kelompok Penelitian Lingkup Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan, kelompok penelitian pada BP2KSI dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :

1. Kelompok Penelitian Pemulihan dan Rehabilitasi Habitat 2. Kelompok Penelitian Konservasi Ekosistem

3. Kelompok Penelitian Konservasi Jenis dan Genetik Sumber Daya Manusia

Kondisi sumber daya manusia di BP2KSI per 31 Desember 2016 adalah pegawai BP2KSI berjumlah 68 orang terdiri dari 45 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 23 pegawai kontrak dengan rasio 66,18% dan 33,82% (Gambar 3). Perkembangan jumlah PNS di BP2KSI selama tahun 2016 menurun karena adanya mutasi kerja Pegawai Negri Sipil (PNS) a.n. Zulkarnaen Fahmi, S.Pi, M.Si ke Loka Perairan Perikanan Tuna (LPPT) Benoa.

Selain itu, satu Pegawai BP2KSI a.n. Suparti telah habis masa baktinya sebagai Pegawai

(19)

Negeri Sipil (PNS). Perkembangan tenaga kontrak di BP2KSI selama tahun 2016 mengalami peningkatan karena bertambahnya 4 orang tenaga kontrak. Secara umum, jumlah total pegawai di BP2KSI pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 1,1%

dibanding tahun 2015. Jumlah SDM yang terdapat di BP2KSI masih relatif ideal dalam pelaksanaan tugas dan fungsi instansi. Kondisi sumber daya manusia BP2KSI per Desember 2016 secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Keragaan sumber daya manusia di Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan per 31 Desember 2016

No. Uraian Pegawai

Negeri Sipil Kontrak Total

1 Peneliti 22 1 23

2 Teknisi Litkayasa 8 6 14

3 Tenaga Administrasi 12 6 18

4 Pustakawan 1 - 1

5 Pekarya 1 4 5

6 Pengemudi 1 1 2

7 Satpam - 5 5

Jumlah 45 23 68

Gambar 3. Distribusi pegawai BP2KSI berdasarkan PNS dan non PNS Tahun 2016

a. Komposisi pegawai berdasarkan tingkat umur

Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat umur pada tahun 2016 disajikan pada Tabel 2. Per 31 Desember 2016, jumlah pegawai negeri sipil BP2KSI yang memiliki jumlah paling tinggi terdapat pada dua kelompok umur yaitu 31-40 dan 51-60 yaitu 14 orang. Pada kelompok umur 41-50 memiliki jumlah paling sedikit yaitu 6 orang.

Kelompok 51-60 tahun pada tahun ini terdapat PNS yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai PNS pada umur 58 tahun. Oleh karena itu BP2KSI perlu melakukan

66,18%PNS Non PNS

33,82%

(20)

pemutakhiran analisis beban kerja (ABK) dalam rangka restrukturisasi pegawai agar tidak terjadi kekosongan formasi.

Pegawai kontrak BP2KSI didominasi oleh kisaran umur 31-40 sebanyak 13 orang dan yang paling sedikit pada kelompok umur 18 – 20 sebanyak 1 orang. Secara keseluruhan, pegawai BP2KSI pada tahun 2016 didominasi oleh kelompok umur 31 – 40 tahun (57%), yang diikuti oleh kelompok umur 21 - 30 tahun (30%) (Gambar 4).

Tabel 2. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat umur tahun 2016 No. Tingkat Umur Jumlah (Orang)

Total PNS Kontrak

1 18 - 20 0 1 1

2 21 - 30 11 7 18

3 31 - 40 14 13 27

4 41 - 50 6 2 8

5 51 - 60 14 0 14

6 61 - 70 0 0 0

Jumlah 45 23 68

Gambar 4. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan kelompok umur tahun 2016 b. Komposisi pegawai berdasarkan tingkat pendidikan

Berdasarkan tingkat pendidikan, secara keseluruhan persentase jumlah pegawai BP2KSI pada tahun 2016 secara umum telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 terutama pada kategori lulusan S1 yakni sebesar 27% atau meningkat sebesar 4% . Adapun penurunan presentase pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat pendidikan terlihat pada kategori lulusan SMA yakni sebesar 44%, jumlah ini menurun

18 - 20 1%

21 - 30 26%

31 - 40 40%

41 - 50 12%

51 - 60 21%

(21)

jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Gambar 5). Secara keseluruhan, komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat pendidikan disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2016 No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang)

Total PNS Kontrak

1 S3 5 0 5

2 S2 7 0 7

3 S1 13 5 18

4 D4 2 0 2

5 D3 2 2 4

6 SMA 15 15 30

7 SMP 0 0 0

8 SD 1 1 2

Jumlah 45 23 68

Gambar 5. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2016 Dalam upaya peningkatan kualitas SDM jangka panjang melalui tugas dan izin belajar, terdapat 3 orang pegawai lingkup BP2KSI yang sedang melaksanakan tugas dan izin belajar hingga bulan Desember 2016 dengan keragaan disajikan pada Tabel 4. Pada tahun 2016, dua orang PNS BP2KSI atas nama Amula Nurfiarini, S.P., M.Si. dan Lismining Pujiyani Astuti, S.P., M.Si. telah menyelesaikan tugas belajar S3.

Dengan bertambahnya dua orang berkualifikasi S3 (doktor), semoga kinerja dan kontribusi BP2KSI dalam melaksanakan penelitian di bidang pemulihan dan konservasi sumber daya ikan di Indonesia dapat semakin baik dan meningkat.

7%S3 S2

10%

27%S1

3%D4 6%D3

SMA 44%

SMP 0%

3%SD

(22)

Tabel 4. Pegawai yang mengikuti tugas belajar dan izin belajar tahun 2016

No Nama Program Perguruan

Tinggi Beasiswa Tahun

Masuk

1 Andri Warsa, S.Si.a) S2 IPB BPSDM KP 2013

2 Yayuk Sugianti, S.St.Pib) S2 UNPAD - 2014

3 Nanang Widarmanto, S.Pi S2 UNDIP BPSDM KP 2016

Keterangan: a) Tugas Belajar; b) Izin Belajar

Lismining Pujiyani Astuti merupakan mahasiswa program doktor (S3) pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor telah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Intervensi Internal terhadap Biodegradasi Bahan Organik Limbah Karamba Jaring Apung di Waduk Ir. H.

Djuanda dalam Upaya Memperbaiki Kualitas Perairan”. Disertasi tersebut dibimbing dan dipromotori oleh Komisi Pembimbing yang beranggotakan Dr. Ir. Enan M. Adiwilaga, Prowf. Dr. Budi Indra Setiawan dan Dr. Niken T.M. Pratiwi. Ujian tertutup telah dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2014 dengan penguji luar komisi adalah Dr. Hefni Effendi dan Dr. Majariana Krisanti. Ujian terbuka telah dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2016 dengan penguji luar komisi adalah Prof. (riset) Dr. Krismono dan Dr. Yusli Wardiatno.

Amula Nurfiarini merupakan mahasiswa program doktor (S3) pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor telah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Rancangan Pengembangan Suaka Perikanan (Fish Sanctuary) Estuari Berbasis Sistem Sosial-Ekologis di Segara Anakan Kabupaten Cilacap”. Disertasi tersebut dibimbing dan dipromotori oleh Komisi Pembimbing yang beranggotakan Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc., Prof. Dr. Seyo Budi Susilo, M.Sc., dan Dr. M. Mukhlis Kamal, M.Sc. Ujian tertutup telah dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2016 dengan penguji luar komisi adalah Dr. Ario Damar, M.Sc dan Dr.

Ir. Majariana Krisanti, M.Si. Ujian terbuka telah dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2016 dengan penguji luar komisi adalah Dr. Sigid Hariyadi, M.Sc. dan Dr. Fayakun Satria, S.Pi., M.App.Sc.

Gambar 6. Suasana Ujian Terbuka S3 a.n. Lismining P. Astuti (4 Februari 2016)

(23)

Gambar 7. Suasana Ujian Terbuka S3 a.n. Amula Nurfiarini (26 Februari 2016) c. Komposisi pegawai negeri sipil berdasarkan fungsional

Komposisi Jabatan Fungsional (jabfung) Peneliti di BP2KSI per 31 Desember 2016 menunjukkan bahwa formasi fungsional didominasi oleh Peneliti Madya sebesar 31%, kemudian diikuti oleh Peneliti Muda (30%). Peneliti Utama, Peneliti Pertama dan Peneliti Non Klasifikasi memiliki presentase yang sama sebesar 13% (Gambar 8). Beberapa peneliti selama tahun 2016 telah mengajukan Pengajuan Angka Kredit (PAK) kepada Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I) dan sedang menunggu proses penerbitan DUPAK dan SK, sehingga komposisi jabfung peneliti BP2KSI pada tahun 2016 akan mengalami perubahan.

Komposisi lengkap fungsional peneliti dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Komposisi jabatan fungsional peneliti BP2KSI tahun 2016

No. Jenjang Fungsional Peneliti Jumlah (orang)

1 Peneliti Utama (1 Profesor Riset) 3

2 Peneliti Madya 7

3 Peneliti Muda 8

4 Peneliti Pertama 2

5 Peneliti Non Klasifikasi 3

Jumlah 23

(24)

Gambar 8. Persentase sebaran jabatan fungsional peneliti BP2KSI tahun 2016 Secara umum, komposisi peneliti tersebut sudah relatif ideal. Terdapat tiga orang peneliti non klasifikasi dimana yang pertama belum mengajukan PAK karena terkait tugas belajar dan belum mengikuti diklat fungsional peneliti sementara yang kedua masih merupakan CPNS. Jumlah peneliti sebanyak 22 orang sampai saat ini masih belum ideal mengingat bertambahnya tugas dan fungsi BP2KSI di bidang penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan. Diharapkan penambahan jumlah peneliti agar tugas dan fungsi BP2KSI di bidang penelitian berjalan dengan baik.

Komposisi lengkap fungsional teknisi litkayasa dapat dilihat pada Tabel 6. Pada formasi teknisi litkayasa. Jumlah PNS teknisi sebanyak 8 orang sampai saat ini masih belum ideal mengingat bertambahnya tugas dan fungsi BP2KSI di bidang penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan. Diharapkan segera penambahan jumlah teknisi litkayasa agar tugas dan fungsi BP2KSI di bidang penelitian berjalan dengan baik.

Walaupun demikian, sebagian tugas dan fungsi teknisi litkayasa telah dibantu oleh 6 orang tenaga teknisi kontrak.

Tabel 6. Komposisi jabatan fungsional teknisi litkayasa BP2KSI tahun 2016

No. Jenjang Fungsional Teknisi Litkayasa Jumlah (orang)

1 Teknisi Litkayasa Penyelia 2

2 Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 2

3 Teknisi Litkayasa Pelaksana 3

4 Teknisi Litkayasa Pemula 1

5 Teknisi Litkayasa Non Kelas 0

Jumlah 8

Peneliti Utama

14%

Peneliti Madya 27%

Peneliti Muda

36%

Peneliti Pertama

9%

Peneliti Non Klasifikasi

14%

(25)

Gambar 9. Persentase sebaran fungsional teknisi litkayasa BP2KSI tahun 2016

Selain peneliti dan teknisi litkayasa, komposisi pegawai fungsional yang terdapat di BP2KSI adalah fungsional Pustakawan Pertama (1 orang). Rasio antara PNS fungsional dan non fungsional di BP2KSI adalah sebesar 61,70 : 38,30 dengan sebaran komposisi jabatan fungsional PNS disajikan pada Gambar 10. Persentase pegawai non fungsional tersebut merupakan staf pelaksana di BP2KSI dan beberapa fungsional non kelas. Status sebagai sebuah balai memerlukan dukungan pegawai fungsional sehingga diharapkan jumlah pegawai fungsional di tahun ke depan dapat meningkat.

Gambar 10. Komposisi pegawai BP2KSI berdasarkan jabatan fungsional Tahun 2016 Teknisi Litkayasa

Penyelia 25%

Teknisi Litkayasa Pelaksana

Lanjutan 25%

Teknisi Litkayasa Pelaksana

37%

Teknisi Litkayasa Pemula

13%

Peneliti 42%

Peneliti Non Kelas

7%

Teknisi Litkayasa

18%

Pustakawan

2%

Fungsional Non

31%

(26)

d. Komposisi pegawai negeri sipil berdasarkan golongan ruang

Komposisi PNS BP2KSI berdasarkan golongan ruang per 31 Desember 2016 disajikan pada Tabel 7. Golongan III mendominasi PNS BP2KSI diikuti oleh Golongan II dan Golongan IV.

Tabel 7. PNS BP2KSI berdasarkan golongan ruang per Desember 2016

No Unit

Kerja

Golongan IV Golongan III Golongan II Golongan I

A B C D E A B C D A B C D A B C D

1 BP2KSI

2 2 1 1 2 5 11 7 5 2 3 4 0 - - - -

Jumlah 2 2 1 1 2 5 11 7 5 2 3 4 0 - - - -

(27)

III. LAYANAN PERKANTORAN

Jumlah anggaran untuk pembiayaan kegiatan Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (BP2KSI) pada Tahun Anggaran 2016 berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan Tahun Anggaran 2016 Nomor: SP DIPA- 032.11.2.660045/2016 yang telah disahkan pada tanggal 7 Desember 2015 adalah sebesar Rp 29.051.393.000,-. Dalam rangka refocusing dan akomodasi Program Lanjutan dan Program Prioritas Kabinet Kerja, pada bulan Agustus 2016 terjadi revisi DIPA BP2KSI yaitu Revisi I pada tanggal 5 Agustus 2016 dengan pagu menurun menjadi Rp 15.951.393.000,- lalu pada tanggal 30 September 2016 tejadi Revisi II DIPA BP2KSI self bloking anggaran sebesar Rp. 300.000.000,- tanpa merubah pagu sebelumnya. Pada tanggal 14 Oktober 2016 terdapat Revisi III DIPA yang hanya merubah nilai MAK output pada beberapa kegiatan tanpa merubah nilai pagu sebesar Rp 15.951.393.000,-. Berdasarkan pagu Revisi ke: 03, maka realisasi capaian anggaran yang terserap per 31 Desember 2016 sebesar Rp 14.238.813.191,- atau 89,26% dari total anggaran. Persentase capaian realisasi anggaran pada bulan Desember 2016 mengalami peningkatan pada beberapa Output, karena adanya perpindahan nilai MAK output pada pagu anggaran pada Revisi ke 03 DIPA BP2KSI. Pada tanggal 29 Desember 2016 terjadi Revis 04 Anggararan terkait pagu minus belanja pegawai. Realisasi anggaran per 31 Desember 2016 secara rinci disajikan pada Tabel 8.

Tabel 8. Realisasi anggaran BP2KSI masing-masing Program/Kegiatan/Output per 31 Desember 2016

No Program/Kegiatan/Output Pagu Target Realisasi

(Rp) (Rp) (%) (Rp) (%)

Program Penelitian dan

Pengembangan Iptek Kelautan dan

Perikanan 15.951.393.000 15.636.964.998 98,0 14.238.813.191 89,26 Penelitian dan Pengembangan Iptek

Perikanan 15.951.393.000 15.636.964.998 98,0 14.238.813.191 89,26 Konservasi Habitat dan/atau

Sumberdaya Ikan [Base Line] 2.816.934.000 2.816.934.000 100,0 2.504.347.118 88,90 Kawasan Konservasi yang

terindentifikasi kerentanan, kelangkaan dan Keterancaman kelestarian sumber daya ikan dan habitatnya

1.250.810.000 1.250.810.000 100,0 1.180.787.900 94,40

011 Penelitian Pengembangan Kawasan Konservasi Perikanan di Lombok

Tengah, Nusa Tenggara Barat 343.170.000 343.170.000 100,0 316.665.600 92,28 012 Penelitian Kesesuaian Zonasi di

Kawasan Konservasi Taman Nasional

Laut [TNL] Sawu 476.510.000 476.510.000 100,0 456.976.500 95,90

013 Penelitian Bahan Penetapan Status Perlindungan Jenis Ikan Napoleon [Cheilinus undulatus] di Kepulauan Anambas dan Natuna, Kepulauan Riau

431.130.000 431.130.000 100,0 407.145.800 94,44

(28)

Teknologi Perlindungan Jenis dan

Konservasi Kawasan 1.566.124.000 1.566.124.000 100,0 1.323.559.218 84,51 011 Kajian Hasil Restocking Lobster dan

Penempatan Terumbu Karang Buatan [TKB] di Kawasan Konservasi Indonesia

446.680.000 446.680.000 100,0 353.761.218 79,20

012 Ecological Related Species of Rays and

Sharks 336.620.000 336.620.000 100,0 252.762.000 75,09

013 Ecological Assessment untuk Restocking Belida di Perairan Provinsi

Riau 309.660.000 309.660.000 100,0 287.483.000 92,84

014 Penelitian Ecological Related Species untuk Kima, Bambu Laut dan Kuda

Laut 473.164.000 473.164.000 100,0 429.553.000 90,78

Data dan Informasi Litbang Perikanan

1.429.360.000 1.429.360.000 100,0 1.238.556.150 86,65 Penelitian pemulihan dan konservasi

sumberdaya ikan 1.429.360.000 1.429.360.000 100,0 1.238.556.150 86,65 011 Penelitian Kawasan Konservasi Induk

Udang [Penaeus monodon] di Pantai

Timur Aceh, Kabupaten Aceh Timur 357.920.000 357.920.000 100,0 272.769.000 76,21 012 Penelitian Pengendalian Spesies Ikan

Asing Invasif [IAS] di Danau Matano Komplek Danau Malili, Sulawesi Selatan

321.820.000 321.820.000 100,0 309.118.500 96,05

013 Kegiatan Crash Program dan Penguatan Data IPTEK Konservasi

Sumberdaya Ikan 264.200.000 264.200.000 100,0 208.598.850 78,95

015 Pemulihan Habitat dan Konservasi

Sumberdaya Danau Limboto 485.420.000 485.420.000 100,0 448.069.800 92,31 Karya Tulis Ilmiah (KTI) Bidang IPTEK

Perikanan Budidaya [Base Line] 78.990.000 78.990.000 100,0 46.600.000 58,99 Karya Tulis Ilmiah Pemulihan dan

Konservasi SDI 78.990.000 78.990.000 100,0 46.600.000 58,99

Komponen Inovasi Perikanan

904.280.000 904.280.000 100,0 793.977.000 87,80 Penelitian Teknologi Pemulihan dan

Konservasi Sumber Daya Ikan 904.280.000 904.280.000 100,0 793.977.000 87,80 011 Penelitian Pemulihan Populasi dan

Rehabilitasi Habitat Sumber Daya Ikan, Daya Dukung dan Daya Pulih Perairan di Daerah Aliran Sungai [DAS] Citarum

540.600.000 540.600.000 100,0 473.775.000 87,64

A Teknologi Pengendalian Pencemaran dan Modeling Kualitas Perairan di Daerah Aliran Sungai [DAS] Citarum, Jawa Barat

198.355.000 198.355.000 100,0 166.700.000 84,04

B Penelitian Optimalisasi Daya Dukung Perairan dan Revitalisasi Zonasi

Budidaya KJA di Waduk Kaskade 139.700.000 139.700.000 100,0 114.694.000 82,10 C Penelitian Uji Serap Polutan Organik

oleh Bahan Aktif Tanaman Air, Pengendalian Eceng Gondok dan Uji Kelayakan Smart KJA

202.545.000 202.545.000 100,0 192.381.000 94,98

012 Pengembangan CBF di

Waduk/Situ/Embung Tergenang

Musiman di Nusa Tenggara Timur 363.680.000 363.680.000 100,0 320.202.000 88,04 Pelayanan dan pengelolaan sarana

dan jasa litbang perikanan 484.935.000 484.935.000 100,0 343.886.780 70,91 Layanan litbang dan hasil iptek

pemulihan dan konservasi sumber

daya ikan 484.935.000 484.935.000 100,0 343.886.780 70,91

(29)

011 Pelayanan teknis diseminasi hasil

penelitian 265.689.000 265.689.000 100,0 167.396.840 63,00

A Pertemuan seminar hasil penelitian

internal (Peneliti dan Litkayasa) 124.699.000 124.699.000 100,0 59.320.840 47,57 B Pengelolaan laboratorium pengujian

berdasarkan ISO/IEC 17025-2008 140.990.000 140.990.000 100,0 108.076.000 76,66 012 Penyelenggaraan pelayanan publik

dan PIAK 219.246.000 219.246.000 100,0 176.489.940 80,50

A Penyelenggaraan layanan laboratorium, dokumentasi dan

perpustakaan 179.766.000 179.766.000 100,0 176.489.940 98,18

B Perjalanan dan pertemuan penilaian

inisiatif anti korupsi (PIAK) 39.480.000 39.480.000 100,0 10.345.000 26,20 Perencanaan dan penganggaran

litbang perikanan 266.240.000 266.240.000 100,0 167.656.100 62,97 Perencanaan Pemulihan dan

Konservasi Sumber Daya Ikan 266.240.000 266.240.000 100,0 167.656.100 62,97 011 Penyusunan Program dan Anggaran

266.240.000 266.240.000 100,0 167.656.100 62,97 A Perjalanan dan Pertemuan

Penyusunan Anggaran 129.440.000 129.440.000 100,0 70.029.000 54,10

B Perjalanan dan Pertemuan

Penyusunan RKT/KUK/KAK/Proposal

Teknis 35.220.000 42.690.000 121,2 28.512.100 80,95

C Pertemuan Pembahasan Rencana

Kerja Tahun 2016 60.720.000 60.720.000 100,0 36.110.000 59,47

D Petemuan Kelompok Penelitian

40.860.000 33.390.000 81,7 33.005.000 80,78 Pengendalian dan Pelaporan Litbang

Perikanan 141.129.000 141.129.000 100,0 72.888.000 51,65

Pengendalian dan Pelaporan Pemulihan dan Konservasi Sumber

Daya Ikan 141.129.000 141.129.000 100,0 72.888.000 51,65

011 Monitoring, Evaluasi Kegiatan dan

Pelaporan 141.129.000 141.129.000 100,0 72.888.000 51,65

A Pertemuan Evaluasi Hasil Penelitian T.A 2015 dan Pemantapan Kegiatan

Penelitian T.A 2016 58.899.000 58.899.000 100,0 55.992.000 95,06

B Perjalanan dan Pertemuan Penyusunan Laporan Tahunan dan

Implementasi SAKIP 82.230.000 82.230.000 100,0 16.896.000 20,55

Penatausahaan Keuangan, BMN dan

Rumah Tangga Litbang Perikanan 339.700.000 339.700.000 100,0 278.283.400 81,92 Penatausahaan Keuangan Pemulihan

dan Konservasi Sumber Daya Ikan 208.540.000 208.540.000 100,0 184.289.200 88,37 011 Penyelenggaraan Sistem Akuntansi

Instansi (SAI) 80.920.000 80.920.000 100,0 65.632.000 81,11

012 Penyelenggaraan Administrasi

Pelaksanaan Anggaran 127.620.000 127.620.000 100,0 118.657.200 92,98 A Perjalanan dan Pertemuan

Pengelolaan Anggaran 70.980.000 70.980.000 100,0 68.058.200 95,88

B Pertemuan Implementasi Sistem Pengawasan Internal Pemerintah

[SPIP] 56.640.000 56.640.000 100,0 50.599.000 89,33

Penatausahaan BMN dan Rumah Tangga Pemulihan dan Konservasi

Sumber Daya Ikan 131.160.000 131.160.000 100,0 93.994.200 71,66

011 Penyelenggaraan Administrasi Barang

Milik Negara (BMN) 38.650.000 38.650.000 100,0 17.576.200 45,48

012 Penyelenggaraan Administrasi Rumah

Tangga dan Umum 92.510.000 92.510.000 100,0 76.418.000 82,61

(30)

Pengembangan SDM dan Penataan

Organisasi Litbang Perikanan 498.380.000 498.380.000 100,0 457.548.000 91,81 Pengembangan SDM dan Penataan

Organisasi Pemulihan dan Konservasi

Sumber Daya Ikan 498.380.000 498.380.000 100,0 457.548.000 91,81 011 Penyelenggaraan Administrasi

Sumberdaya Manusia 280.276.000 280.276.000 100,0 257.355.000 91,82 A Perjalanan dan Pertemuan

Peningkatan Kompetensi Pegawai 86.315.000 86.315.000 100,0 73.345.000 84,97 B Perjalanan dan Pertemuan

Peningkatan Jiwa Korsa Pegawai 193.961.000 193.961.000 100,0 184.010.000 94,87 012 Penyelenggaraan Administrasi

Penataan Organisasi 218.104.000 218.104.000 100,0 200.193.000 91,79 A Perjalanan dan Pertemuan

Administrasi Kepegawaian 57.880.000 57.880.000 100,0 54.216.000 93,67 B Perjalanan Operasional Pimpinan

Satuan Kerja 124.560.000 124.560.000 100,0 121.142.000 97,26

C Perjalanan dan Pertemuan

Implementasi Reformasi Birokrasi dan

Penguatan Organisasi 35.664.000 35.664.000 100,0 24.835.000 69,64

Pengelolaan Data, Informasi dan

Publikasi Hasil Litbang Perikanan 65.622.000 65.622.000 100,0 48.365.000 73,70 Pengelolaan Data, Informasi dan

Publikasi Hasil Penelitian Pemulihan

dan Konservasi Sumber Daya Ikan 65.622.000 65.622.000 100,0 48.365.000 73,70 051 Penyelenggaraan Administrasi Data

Informasi dan Publikasi Litbang

Konservasi SDI 65.622.000 65.622.000 100,0 48.365.000 73,70

Pengembangan Kerjasama Litbang

Perikanan 57.890.000 57.890.000 100,0 28.790.000 49,73

Pengembangan Kerjasama Penelitian

Pemulihan dan Konservasi SDI 57.890.000 57.890.000 100,0 28.790.000 49,73 051 Penyelenggaraan Administrasi Data

Informasi dan Publikasi Litbang

Konservasi SDI 57.890.000 57.890.000 100,0 28.790.000 10,09

Layanan Perkantoran

8.867.933.000 8.553.504.998 96,5 8.257.915.643 93,12 001 Pembayaran Gaji dan Tunjangan

6.735.504.000 6.408.776.000 95,1 6.252.771.037 92,83 A Pembayaran Gaji dan Tunjangan

6.735.504.000 6.408.776.000 95,1 6.252.771.037 92,83 002 Penyelenggaraan Operasional dan

Pemeliharaan Perkantoran 2.132.429.000 2.132.428.998 100,0 2.005.144.606 94,03 A Pengadaan Penambah Daya Tahan

Tubuh 73.500.000 73.500.000 100,0 73.498.500 100,0

B Pengadaan Pakaian Dinas/Kerja

28.760.000 28.760.000 100,0 28.760.000 100,0 C Pertemuan/Jamuan Tamu

35.400.000 35.400.000 100,0 34.053.000 96,19 D Pemeliharaan Gedung, Bangunan dan

Halaman Kantor 150.057.000 150.057.000 100,0 149.944.000 99,92

E Pemeliharaan Peralatan Kantor

368.110.000 368.110.000 100,0 312.104.750 84,79 F Pemeliharaan Kendaraan Bermotor

208.220.000 208.220.000 100,0 203.062.124 97,52 G Layanan Daya dan Jasa

247.200.000 247.200.000 100,0 214.280.947 86,68 H Keperluan Perkantoran

1.021.182.000 1.021.181.998 100,0 989.441.285 96,89

(31)

Layanan perkantoran pada BP2KSI merupakan kegiatan yang hampir keseluruhan dilaksanakan oleh Subbagian Tata Usaha BP2KSI dengan pagu sebesar Rp.8.867.933.000,- atau 55,59% dari pagu total BP2KSI TA 2016. Layanan perkantoran ada beberapa kegiatan, yaitu: pembayaran gaji, tunjangan dan lembur pegawai serta operasional perkantoran.

1. Pembayaran gaji dan tunjangan

Dari pagu anggaran untuk layanan perkantoran sebesar Rp.8.867.933.000,- tersebut, pagu sebesar Rp. 6.735.504.000,- dipergunakan untuk membiayai kegiatan layanan perkantoran yang berupa belanja pegawai meliputi pembayaran gaji dan tunjangan PNS sebanyak 45 orang. Pembayaran gaji dan tunjangan meliputi belanja gaji pokok PNS, belanja pembulatan gaji PNS, belanja tunjangan suami/istri PNS, belanja tunjangan anak PNS, belanja tunjangan struktural PNS, belanja tunjangan fungsional PNS, belanja tunjangan PPh PNS, belanja tunjangan beras PNS, belanja uang makan PNS, belanja tunjangan umum PNS, dan belanja uang lembur serta belanja tunjangan khusus/kegiatan. Realisasi Anggaran belanja pembayaran gaji dan tunjangan pegawai BP2KSI pada per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp.6.252.771.037,- atau sebesar 92,83% dari pagu gaji dan tunjangan.

2. Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran

Alokasi anggaran Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan pada DIPA BP2KSI TA 2016 yang dipergunakan untuk membiayai penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran adalah sebesar Rp. 2.132.429.000,-. atau sebesar 100% dari pagu operasional dan pemeliharaan perkantoran.

Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran terdiri dari beberapa kegiatan, antara lain:

- Pengadaan penambah daya tahan tubuh, - Penyediaan pakaian dinas dan pakaian kerja, - Pertemuan/jamuan tamu/konsumsi rapat,

- Pemeliharaan gedung, bangunan dan halaman kantor, - Pemeliharaan peralatan kantor,

- Pemeliharaan kendaraan bermotor, - Layanan daya dan jasa, dan

- Keperluan perkantoran.

Realisasi serapan untuk penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran adalah sebesar Rp 2.005.144.606,- atau 94,03% dari total pagu layanan perkantoran. Realisasi tersebut tidak mencapai 100% dikarenakan adanya beberapa

(32)

kegiatan yang tidak mencapai serapan hingga 92,24% seperti kegiatan pertemuan/jamuan tamu/konsumsi rapat dan layanan daya dan jasa. Secara umum, persentase serapan untuk kegiatan layanan perkantoran sebesar 94,03% sudah relatif baik dan menunjukkan kegiatan penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran berjalan dengan baik di BP2KSI.

(33)

IV. DOKUMEN DUKUNGAN MANAJERIAL

Dokumen Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Penelitian IPTEK Pengelolaan Perikanan Tangkap dan Konservasi Sumber Daya Ikan merupakan salah satu output dalam Program/Kegiatan/Output di RKA-KL BP2KSI Tahun 2016. Kegiatan tersebut mencakup beberapa kegiatan yang terkait manajerial di BP2KSI, antara lain sebagai berikut:

2371.019 Perencanaan dan Penatalaksanaan Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

2371.019.001 Perencanaan Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan 011 Penyusunan Program dan Anggaran

A Penyusunan RKAKL-DIPA

B Penyusunan RKT/KUK/KAK/Proposal teknis

C Penyusunan rencana kerja (RENSTRA BP2KSI Tahun 2015-2019) D Pertemuan Kelompok Penelitian

2371.020 Pengendalian dan pelaporan Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

2371.020.001 Pengendalian dan Pelaporan Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan 011 Monitoring, Evaluasi Kegiatan dan Pelaporan

A Evaluasi Hasil Penelitian T.A. 2015 dan Pemantapan Kegiatan Penelitian T.A. 2016 B Implementasi Sistem Pengawasan Internal Pemerintah [SPIP]

C Penyusunan Laporan Tahunan dan Implementasi SAKIP

2371.021 Penatausahaan keuangan, BMN dan rumah tangga Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

2371.021.001 Penatausahaan Keuangan 011 Sistem Akuntansi Instansi [SAI]

012 Pengelolaan dan Pelaksanaan Anggaran

2371.021.002 Penatausahaan BMN dan Rumah Tangga 011 Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN)

012 Administrasi Rumah Tangga dan Umum

2371.022 Pengembangan SDM dan penataan organisasi Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

(34)

2371.022.001 Pengembangan SDM dan Penataan Organisasi Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

011 Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pegawai 012 Penataan Organisasi Instansi

A Administrasi Kepegawaian

B Operasional Pimpinan Satuan Kerja

C Implementasi Reformasi Birokrasi dan Penguatan Organisasi

2371.023 Layanan Litbang dan Hasil Iptek Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

2371.023.001 Layanan Litbang dan Hasil Iptek Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan

011 Pelayanan Teknis Diseminasi Hasil Penelitian A Diseminasi Hasil Kegiatan penelitian [FNPSI V]

B Seminar hasil penelitian internal (peneliti dan litkayasa) 012 Penyelenggaraan pelayanan publik dan PIAK

A Penyelenggaraan layanan laboratorium, dokumentasi dan perpustakaan B Penyelenggaraan Penilaian Inisiatif anti korupsi [PIAK]

4.1 PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN

Kegiatan penyusunan program dan anggaran dilakukan oleh Seksi Tata Operasional sebagaimana Pasal 5 ayat (1) PERMEN KP No. PER.36/MEN/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan. Dalam dokumen RKA-KL BP2KSI TA 2016 dinyatakan bahwa kegiatan Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas komponen kegiatan penyusunan RKAKL/POK/ROK/DIPA, penyusunan RKT/KUK/KAK/ Proposal Teknis, penyusunan rencana kerja dan pertemuan Kelompok Peneliti

a. Penyusunan Anggaran

Kegiatan penyusunan anggaran dilakukan dengan penyusunan RKAKL/ROK/DIPA dan penyusunan RKT/KUK/KAK/Proposal Teknis. Kegiatan tersebut dilakukan secara sinergis dimana penyusunan RKA-KL (Rencana Kerja Anggaran-Kementerian/Lembaga), ROK (Rencana Operasional Kegiatan), RKT (Rencana Kerja Tahunan), KUK (Kerangka Umum Kegiatan), KAK (Kerangka Acuan Kerja), RAB (Rincian Anggaran Biaya), dan data dukung yang diperlukan dilakukan sepanjang tahun berjalan hingga pada akhirnya menjadi DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) untuk Tahun 2016 dan 2017.

Referensi

Dokumen terkait

Arahan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Berdasarkan Aspek Lingkungan dan Teknis di Kawasan Konservasi Laut │ 197 ARAHAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN BERDASARKAN ASPEK.. LINGKUNGAN DAN

Untuk itu, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Balai Riset dan

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Budidaya Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Sumatera

Sebagai unit pelaksana teknis konservasi sumber daya alam, tugas pokok Balai Konservasi Sumber Daya Alam adalah penyelenggaran konservasi sumber daya alam hayati dan

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.. Menguak Tabir

1) Mendapatkan data dan informasi mengenai status populasi terkini dan gambaran potensi ancaman ikan asing invasif Cichlid di Waduk Sermo, DIY. 2) Mendapatkan data dan

Untuk itu, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Balai Riset dan

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.. Menguak Tabir