• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Website

Website merupakan kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file - filenya saling terkait. Web terdiri dari page atau halaman, dan kumpulan halaman yang dinamakan homepage. Homepage berada pada posisi teratas, dengan halaman-halaman terkait berada di bawahnya. Biasanyan setiap halaman di bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain dalam web.

Website awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan penelusuran informasi di internet. Informasi yang disajikan dengan web menggunakan konsep multimedia, informasi dapat disajikan dengan menggunakan banyak media, seperti teks, gambar, animasi, suara, atau film. (Gregorius,2000 h‟30). WWW (World Wide Web) adalah sebuah metode baru yang berjalan di dunia internet yang akhir - akhir ini berkembang dengan cepat (Bunafit Nugroho,PHP & MySQL dengan Editor Dreamweaver MX, 2004, h : 1 )

2.1.1 Web Browser

Web browser atau yang biasa disebut dengan browser, merupakan suatu

program yang dirancang untuk mengambil informasi-informasi dari suatu server komputer pada jaringan internet.

2.1.2 Web Server

WEB server adalah sebuah bentuk server yang khusus digunakan untuk

menyimpan halaman website atau home page. Komputer dapat dikatakan sebagai

(2)

Personal Web Server ( PWS ). PWS ini difungsikan agar halaman web yang ada

didalam sebuah komputer server dapat dipanggil oleh komputer klien.

Macam-macam web server :

 Apache Web Server - The HTTP Web Server

 Apache Tomcat

 Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)  Lighttpd

 Sun Java System Web Server

 Xitami Web Server  Zeus Web Server

2.2 PHP

Pada awalnya php merpakan kepedekan dari personal home page (situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu php masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.

Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakanya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak permrograman yang tertarik ikut mengembangkan php, pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, PHP sudah diimplementasikan dalam program C . Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai php.3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

(3)

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek. ( Wikipedia, Rasmus Lerdorf, 2011 )

2.3 Kelebihan PHP

PHP mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu :  PHP mudah dibuat dan kecepatan akses tinggi

PHP dapat berjalan dalam web server yang berbeda dan system operasi yang berbeda pula. PHP dapat berjalan di system operasi UNIX, Windows98, Windows NT, dan Macintosh.

 PHP diterbitkan secara gratis

PHP juga dapat berjalan pada web server Microsoft Personal Web Server, Apache, IIS, XItami, dan lain sebagainya.

 PHP adalah termasuk bahasa yang embedded (bisa ditempel atau

diletakkan dalam tag HTML)

PHP termasuk server-side programming. (Rasmus Lerdorf, 2011)

2.4 MySQL

Menurut (Kadir 2003:101) SQL (dibaca “ess-quel-el”) merupakan kependekan dari Structured Query Language. SQL digunakan untuk berkomunikasi dengan sebuah database, sesuai dengan ANSI, SQL merupakan bahasa standar untuk system manajemen database relasional. Statement SQL

(4)

digunakan untuk melakukan update terhadap database, atau mengambil data dari sebuah database.

Suatu database memungkinkan kita untuk melakukan penyimpanan, pencarian, pengurutan, dan pengambilan data secara efisien. Server MySQL mengendalikan akses ke data untuk menjamin bahwa beberapa user dapat bekerja bersama-sama, menyediakan akses yang cepat dan menjamin hanya user yang memiliki hak yang dapat mengakses.

Merupakan sebuah system manajemen database relasi (relational database management system). Bersifat open source dapat didownload secara bebas, mysql memiliki kinerja, kecepatan, proses, dan ketangguhan yang tidak kalah dengan database yang lain. Contohnya:

oracle, Sybase, unity, dll. Pada awalnya mysql hanya berjalan diatas platform system operasi linux. Hampir semua distro linux telah memasukkan mysql sebagai database standarnya., namun saat ini mysql dapat pula berjalan diatas system operasi lainnya, contoh : Ms. Windows, Solaris, FreeBSD, mac OSX, dsb.

Karena itu MySQL ialah server multi-user, multi-threaded. MySQL menggunakan SQL, standar bahasa query database di seluruh dunia. MySQL dipublikasikan sejak 1996, tetapi memiliki sejarah perkembangan dari tahun 1979.

2.5 Keistimewaan MySQL

MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :

a. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.

b. Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.

c. „Multiuser’. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.

(5)

d. Performance tuning. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

e. Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.

f. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query). g. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level

subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.

h. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

i. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).

j. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.

k. Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).

l. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool) yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.

m. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.

(6)

2.6 Unified Modelling Language

Unified Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang

didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek (Fowler, 2005:1).

UML adalah sintaks umum untuk membuat model logika dari suatu sistem. Dan digunakan untuk menggambarkan sistem agar dapat dipahami selama fase analisis dan desain. Sintaks yang didesain bersifat independen dari bahasa target dan proses perangkat lunak/tool, tapi cukup umun dan fleksibel karena dapat dimodifikasi dengan menggunakan definisi perluasan dan mengakomodasi hampir semua bahasa. Sintaks yang didefinisikan mudah dipahami, dan diaplikasikan ke dalam proyek. Ini memerlukan definisi himpunan semantik yang sesuai untuk proses arsitektur atau perangkat lunak.

UML akan digunakan pada tahap analisa dan desain. Desain yang dihasilkan berupa diagram-diagram UML yang akan diterjemahkan menjadi kode program pada tahap implementasi. UML terdiri atas 13 jenis diagram resmi seperti tertulis dalam tabel 2.1 (Munawar. 2005).

Tabel 2.1 Jenis diagram resmi UML

No. Diagram Kegunaan

1. Activity Perilaku prosedural dan parallel 2. Class Class, Fitur, dan relasinya

3. Communication Interaksi diantara objek. Lebih menekankan ke link 4. Component Struktur dan koneksi dari komponen

5. Composite structure Dekomposisi sebuah class pada saat runtime

6. Deployment Penyebaran / instalasi ke klien

7. Interaction overview Gabungan sequence dan activity diagram

8. Object Contoh konfigurasi dari contoh-contoh 9. Package Struktur hierarki saat kompilasi

(7)

urutan

11. State machihne Bagaimana event mengubah sebuah objek selama aktif

12. Timing Interaksi antar objek. Lebih menekankan pada waktu

13. Use case Bagaimana user berinteraksi dengan sebuah sistem

2.7 Use Case Diagram

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas dari sebuah sistem.

Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah Use case diagram merepresentasikan sebuah interaksi antara pengguna sistim dengan sistem. Use case diagram mengambarkan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, membuat sebuah daftar belanja, dan

sebagainya. Aktor adalah sebuah entitas manusia atau sistem yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Notasi-notasi yang digunakan dalam pemodelan diagram use case dapat dilihat pada Tabel 2.2 adalah:

Tabel 2.2. Notasi Diagram Use Case

Notasi Deskripsi

Aktor, yang digunakan untuk menggambarkan pelaku atau pengguna. Pelaku ini meliputi manusia atau sistem komputer atau subsistem lain yang memiliki metode untuk melakukan sesuatu.

Contoh: Manager, Pelanggan, dan lain-lain.

Use case, digunakan untuk menggambarkan

spesifikasi pekerjaan (job specification) dan deskripsi pekerjaan (job description), serta

(8)

keterkaitan antar pekerjaan (job).

Contoh: pesan barang, menutup pintu, dan lain-lain.

Aliran proses (relationship), digunakan untuk menggambarkan hubungan antara use case dengan

use case lainnya.

Aliran perpanjangan (extension point), digunakan untuk menggabbarkan hubungan antara use case dengan use case yang diperpanjang (extended use

case) maupun dengan use case yang dimasukkan

(included use case).

Aliran yang digunakan untuk menggammbarkan hubungan antara actor dengan use case.

<<extended>>

Kondisi yang mendeskripsikan apa yang terjadi antara use case dengan use case yang diperpanjang.

<<include>>

Include adalah kondisi aliran proses langsung

(directed relationship) antara dua use case yang secara tak langsung menyatakan kelakuan (behaviour) dari use case yang dimasukkan.

<<has>>

Adalah kondisi yang mendeskripsikan apa yang terjadi antara actor dengan use case.

2.7.1 Activity Diagram

Activity diagram merupakan bagian dari model dinamis yang digunakan

untuk menggambarkan work flow / proses sistem kita. Diagram ini menunjukkan bagaimana suatu proses dimulai, kemudian alur proses dari tiap keputusan yang

(9)

ada hingga berakhirnya proses. Serta diagram ini juga memungkinkan untuk menampilkan proses yang terjadi secara pararel.

Activity diagram memungkinkan siapapun yang melakukan proses untuk

memilih urutan dalam melakukannya. Dengan kata lain, diagram hanya

menyebutkan aturan-aturan rangkaian dasar yang harus kita ikuti. Hal ini penting untuk pemodelan bisnis karena proses-proses sering muncul secara paralel.

Notasi-notasi yang digunakan dalam pemodelan diagram aktifitas dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3. Notasi Diagram Aktifitas

No. Notasi Keterangan

1. Aktifitas, digunakan untuk menggambarkan

aktifitas dalam diagram aktifitas.

2. Node keputusan (decision node), digunakan

untuk menggambarkan kelakuan pada kondisi tertentu.

3. Titik awal, digunakan untuk menggambarkan

awal dari diagram aktifitas.

4. Titik akhir (final acton), digunakan untuk

menggambarkan akhir dari diagram aktifitas.

5. Akhir alur (flow final), digunakan untuk

menghancurkan semua tanda yang datang dan tak memiliki efek alur dalam aktifitas.

6. Aksi (action), digunakan untuk menggambarkan

alur antara aksi dengan aksi, titik awal dengan aksi, atau aksi dengan titik akhir.

7. Aksi penerimaan kejadian (accept event action),

sebuah aksi yang menunggu sebuah kejadian dari suatu peristiwa bertemu kondisi yang spesifikasi.

(10)

8. DataStore digunakan untuyk menjaga agar

semua tanda yang masuk dan menduplikasinya saat mereka dipilih untuk pindah ke alur selanjutnya (downstream).

9. Node fork memiliki satu aksi yang masuk dan

beberapa aksi yang keluar.

10. Join node digunakan untuk menggambarkan

beberapa aksi yang masuk dan satu aksi yang keluar.

2.7.2 Sequence Diagram

Sebuah diagram sequence secara khusus menjabarkan aktifitas sebuah skenario tunggal. Diagram tersebut menunjukkan sebuah objek contoh dan pesan-pesan yang melewati objek-objek di dalam ese case diagram (Fowler, 2005:81). Diagram sequence menggambarkan interaksi dengan menampilkan setiap partisipan dengan garisalir secara vertikal dan pengurutan pesan dari atas ke bawah.

Diagram sequence biasa digunakan untuk mnggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah kejadian (event) untuk menghasilkan output tertentu. Di awali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan. Masing-masing objek, termasuk aktor memiliki

lifeline vertikal. Pesan digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke

objek lainnya. Notasi-notasi yang digunakan dalam pemodelan sequence diagram terlihat dalam Tabel 2.4

(11)

Tabel 2.4 Notasi pemodelan diagram sequence (Fowler, 2005:81)

Notasi Keterangan

Aktor

Merupakan sebuah peran yang dimainkan seseorang pengguna dalam kaitannya dengan sistem.

Activation

Menggambarkan waktu yang dibutuhkan suatu objek untuk menyelesaikan suatu aktivitas

Kelas Entitas

Memodelkan informasi yang harus di simpan oleh sistem

Kelas ..

Adalah yang memodelkan interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem.

Kelas Kontrol

Digunakan untuk memodelkan “perilaku mengatur”, khusus untuk satu atau beberapa use case saja. Lifeline

Digambarkan dengan garis putus-putus, yang menggambarkan bahwa hadirnya objek terhadap waktu.

Aliran Pesan

Digambarkan dengan tanda panah, yang menggambarkan komunikasi antar objek.

Gambar

Tabel 2.1 Jenis diagram resmi UML
Tabel  2.2. Notasi Diagram Use Case
Tabel  2.3.  Notasi Diagram Aktifitas
Diagram  sequence  menggambarkan  interaksi  dengan  menampilkan  setiap  partisipan  dengan  garisalir  secara  vertikal  dan  pengurutan  pesan  dari  atas  ke  bawah
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Shalahuddin (2011) Diagram use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem informasi yang akan dibuat.. Use case digunakan

Definisi use case diagram adalah pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat dan mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih

Activity diagram dapat digunakan untuk menggambarkan segalanya dari alur kerja bisnis tinggi yang melibatkan banyak use case berbeda, untuk merincikan use case individu,

Diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behaivor) sistem informasi yang akan dibuat. Mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan

Use Case Diagram atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use Case mendeksripsikan sebuah interaksi

Menurut Leod (2008:214) menyatakan “Diagram Alir Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi (simbol- simbol) yang digunakan

Diagram interaksi digunakan untuk memodelkan interaksi objek di dalam sebuah use case atau proses. Diagram interaksi memperlihatkan interaksi

Menurut Ngo, Catherine Trudeau, Walter (2011) mengemukakan bahwa “Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem