5
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar 2.1.1. Pengertian Sistem
Abdul Kadir mengemukakan bahwa “Sistem merupakan sekumpulan elemen yang saling terintegrasi dan dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”
(Trimahardhika & Sutinah, 2017).
Menurut Jogiyanto dalam Jurnal Informatika (Susanti, 2016) mengemukakan bahwa “Sistem adalah kumpulan dari elemen- elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
2.1.2. Karakteristik Sistem
Sistem yang dikatakan baik memiliki karakteristik-karakteristik tertentu.
Karakteristik sistem menurut (Hutahaean, 2015:3) yang dimaksud yaitu:
1. Komponen
Sistem terdiri dari komponen-komponen yang bekerja sama dan saling berinteraksi dalam membentuk satu kesatuan. Komponen sistem tersebut berupa subsistem. Setiap subsistem tersebut menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batasan Sistem (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar harus dapat dikendalikan demi kelangsungan hidup dari suatu sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Media yang menghubungkan satu subsistem dengan subsistem yang lain.
Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Melalui penghubung tersebut, bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain. Dengan demikian, dapat terjadi suatu sistem yang membentuk satu kesatuan.
5. Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam suatu sistem dapat berupa perawatan (maintenance input) dan sinyal (signal input).
6. Keluaran Sistem (Output)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.
Keluaran ini dapat berupa masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi.
Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain bagi subsistem lain.
7. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
Sumber: (Hutahaean, 2015)
Gambar II.1 Karakteristik Sistem
2.1.3. Klasifikasi Sistem
Menurut (Hutahaean, 2015:6) Sistem juga dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, yaitu:
1. Klasifikasi sistem sebagai:
a. Sistem Abstrak (Abstract System)
Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide yang tidak tampak secara fisik.
b. Sistem Fisik (Physical System)
Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai:
a. Sistem Alamiyah (Natural System)
Sistem alamiyah merupakan sistem yang terjadi melalui proses alam.
b. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
Sistem buatan manusia merupakan sistem yang dibuat manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (Human Machine System).
3. Sistem diklasifikasikan sebagai:
a. Sistem Tertentu (Deterministicl System)
Sistem tertentu merupakan sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.
b. Sistem Tak Tentu (Probalistic System)
Sistem tak tentu merupakan sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung probabilistik.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai:
a. Sistem Tertutup (Close System)
Sistem yang tidak terpengaruh bahkan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem ini bekerja otomatis tanpa adanya campur tangan lingkungan luar.
Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relativeley closed system.
b. Sistem Terbuka (Open System)
Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
Sehingga sistem ini harus mempunyai pengendali yang baik karena sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.
2.1.4. Pengertian Informasi
Pratama mengemukakan bahwa, “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti dan manfaat” (Lestari et al., 2018).
Sedangkan Jogiyanto mengemukakan bahwa “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang penerimanya” (Susanti, 2016).
2.1.5. Pengertian Sistem Informasi
Menurut Loudon dalam Jurnal Bianglala Informatika (Syukron & Hasan, 2015) mengemukakan bahwa “Sistem Informasi (Information Systems) secara teknis dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi ”.
“Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan” (Hutahaean, 2015:13).
2.1.6. Pengertian Administrasi Kependudukan
Administrasi Kependudukan yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, adalah rangkaian kegiatan penataan dan penerbitan dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain (Marbun et al., 2015).
2.2. Teori Pendukung
2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD) 1. Pengertian Entity Relationship Diagram
Menurut Fathansyah dalam Jurnal Interkom (Hardiyanto et al., 2019) menyatakan bahwa:
Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan komponen-komponen Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari ‘dunia nyata’
yang kita tinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD).
Sedangkan menurut Ladjamudin “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam secara abstrak” (Rahmayu, 2015).
2. Komponen Entity Relationship Diagram
Komponen-komponen ERD menurut Ladjamudin dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Rahmayu, 2015), hubungan entitas terdiri dari:
a. Entity
Entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam sistem, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan atau dimana terdapat data. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokkan dalam empat jenis nama, yaitu orang, benda, lokasi, kejadian (terdapat unsur waktu di dalamnya).
b. Atribut
Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap relationship. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa
sebenarnya yang dimaksud entitas maupun relationship, sehingga sering dikatakan atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relationship.
c. Relationship
Relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat.
Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung (Relationship) diberi nama dengan kata dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya (bisa dengan kalimat aktif atau kalimat pasif). Penggambaran hubungan yang terjadi adalah sebuah bentuk belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi panjang.
d. Relationship Degree
Relationship degree atau derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpatisipasi dalam satu relationship. Derajat relationship yang sering dipakai di dalam ERD terdiri dari Unary Relationship, Binary Relationship dan Tenary Relationship.
e. Kardinalitas
Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain. Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Kardinalitas relasi yang terjadi di antara himpunan dua entitas (misalnya A dan B) dapat berupa:
1) Satu ke satu (One to One)
Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan elemen pada Entitas B. Demikian juga sebaliknya setiap elemen B berhubungan paling banyak satu elemen pada Entitas A.
2) Satu ke banyak (One to Many)
Setiap elemen dari Entitas A berhubungan dengan maksimal banyak elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B berhubungan dengan paling banyak satu elemen di Entitas A.
3) Banyak ke satu (Many to One)
Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan satu elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B berhubungan dengan maksimal banyak elemen di entitas A.
4) Banyak ke banyak (Many to Many)
Setiap elemen dari Entitas A berhubungan maksimal banyak elemen pada Entitas B demikian sebaliknya.
Sumber: (Lestari et al., 2018)
Gambar II.2 Contoh Gambar ERD
3. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Frieyadie dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Rahmayu, 2015) “LRS merupakan hasil dari pemodelan Entity Relational Ship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas”. Dalam pembuatan LRS terdapat 3 hal yang dapat mempengaruhi Frieyadie yaitu:
a. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka di gabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity).
b. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many), maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.
c. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas mana pun, melainkan menjadi sebuah LRS.
Sumber: (Lestari et al., 2018)
Gambar II.3 Contoh Gambar LRS
2.2.2. Unified Modeling Language (UML)
Menurut Gata dan Grace Gata dalam Jurnal Interkom (Hardiyanto et al., 2019) menyatakan bahwa “Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar yang dipergunakan untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun perangkat lunak”. Sementara itu alat bantu yang digunakan untuk dalam perancangan berorientasi objek berbasiskan UML menurut Gata dan Grace Gata (2013:4) adalah sebagai berikut:
1. Use Case Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) mengemukakan bahwa “Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat”.
Sumber: (Lestari et al., 2018)
Gambar II.4
Contoh Gambar Use Case Diagram
2. Activity Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) “Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Activity Diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Sumber: (Trimahardhika & Sutinah, 2017)
Gambar II.5
Contoh Gambar Activity Diagram
3. Sequence Diagram
Menurut Fadallah dan Rosyida dalam Jurnal Interkom (Lestari et al., 2018) mengemukakan bahwa ”Sequence diagram digunakan untuk menunjukkan aliran fungsionalitas dalam use case. Setiap objek yang terlibat dalam diagram use case digambarkan dengan garis putus-putus vertikal, kemudian message yang dikirim oleh objek digambarkan dengan garis horizontal secara kronologis dari atas ke bawah”.
Sumber: (Lestari et al., 2018)
Gambar II.6
Contoh Gambar Sequence Diagram
4. Class Diagram
Menurut Fadallah dan Rosyida dalam Jurnal Interkom (Lestari et al., 2018) mengemukakan bahwa “Class diagram menunjukkan interaksi antar kelas dalam sistem. Diagram kelas dibangun berdasarkan diagram use case dan diagram sekuensial yang telah dibuat sebelumnya”.
Kelas memiliki tiga area pokok yaitu: Nama (stereotype), Atribut dan Metode.
Atribut dan Metode dapat memiliki salah satu sifat berikut:
a. Private, tidak dapat dipanggil dari luar kelas yang bersangkutan.
b. Protected, hanya dapat dipanggil oleh kelas yang bersangkutan dan anak-anak yang mewarisinya.
c. Public, dapat dipanggil oleh siapa saja.
Sumber: (Lestari et al., 2018)
Gambar II.7
Contoh Gambar Class Diagram
2.2.3. Website
Arief mengemukakan bahwa “Website adalah kumpulan dari halaman web yang sudah dipublikasikan di jaringan internet dan memiliki domain/URL (Uniform Resource Locator) yang dapat diakses semua pengguna internet dengan cara mengetikan alamatnya” (Fridayanthie & Mahdiati, 2016).
1. Internet
Menurut Oneto dan Sugiarto “Internet adalah jaringan komputer”. Ibarat jalan raya, internet dapat dilalui berbagai sarana transportasi, seperti bus, mobil dan motor yang memiliki kegunaan masing-masing (Prayitno & Safitri, 2015).
2. Web Browser
Menurut Abdulloh dalam Jurnal Evolusi (Handayani et al., 2018) menggambarkan bahwa “Web browser digunakan untuk menampilkan hasil website yang telah dibuat.
Web browser yang paling sering digunakan, di antaranya Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explorer, Opera, dan Safari”.
Sedangkan web browser menurut Winarno dan Utomo “Web Browser adalah alat yang digunakan untuk melihat halaman web“ (Prayitno & Safitri, 2015).
3. Web Server
Menurut Fathansyah dalam jurnal (Prayitno & Safitri, 2015) menerangkan bahwa
“ Web Server adalah Server Web (Web Server) merujuk pada perangkat keras (server) dan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP ataupun variannya (seperti FTP dan HTTPS) atas berkas- berkas yang terdapat pada suatu URL ke pemakai”.
2.2.4. Basis Data (Database)
Menurut Winarno dan Utomo mengemukakan bahwa “Database atau biasa disebut basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan. Data tersebut biasanya terdapat dalam tabel-tabel yang saling berhubungan satu sama lain, dengan menggunakan field atau kolom pada tiap tabel yang ada” (Prayitno & Safitri, 2015).
1. XAMPP
Menurut Wardana menerangkan bahwa “XAMPP adalah paket software yang di dalamnya sudah terkandung Web Server Apache, database MySQL, dan PHP interpreter” (Handayani et al., 2018).
2. Apache
Menurut Sadeli dalam Jurnal Bianglala Informatika (Supriyanta & Nisa, 2015)
“Apache (Server HTTP Apache atau ServerWeb/WWW Apache ) adalah web server yang dapat dijalankan di banyak 10 sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft 14 Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web”.
3. MySQL
Menurut Anhar mengemukakan bahwa “MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL Database Management System atau DBMS dari sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL dan lainnya” (Prayitno & Safitri, 2015).
4. Php MyAdmin
Menurut Abdulloh dalam Jurnal Evolusi (Handayani et al., 2018) mengemukakan bahwa “Php MyAdmin merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk membuat database MySQL sebagai tempat untuk menyimpan data-data website”.
2.2.5. Bahasa Pemograman
1. HTML (Hypertext Markup Language)
Menurut Hidayatullah dan Kawistara dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) mengemukakan bahwa:
Hyper Text Markup Language atau HTML adalah bahasa standar yang digunakan untuk menampilkan halaman web. Yang bisa dilakukan dengan HTML yaitu:
mengatur tampilan dari halaman web dan isinya, membuat table dalam halaman web, mempublikasikan halaman web secara online, membuat form yang bisa digunakan untuk menangani registrasi dan transaksi via web, menambahkan objek-objek seperti citra, audio, video, animasi, java aplet dalam halaman web, serta menampilkan area gambar (canvas) di browser.
2. PHP (Perl Hypertext Preprocessor)
Menurut Hidayatullah dan Kawistara dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) mengemukakan bahwa:
PHP singkatan dari Perl Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang berintergrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting).
PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman web dinamis.
Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan.
3. JavaScript
Menurut Sidik menjelaskan bahwa “JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat program yang digunakan agar dokumen HTML yang ditampilkan dalam browser menjadi lebih interaktif, tidak sekedar indah saja”
(Prayitno & Safitri, 2015).
4. J-Query
Menurut Hidayatullah dan Kawistara dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) mengemukakan bahwa, “J-Query adalah suatu library JavaScript yang akan menjadikan web lebih bagus dalam hal user interface,
lebih stabil, dan dapat mempercepat waktu kinerja dalam pembuatan web hanya perlu memanggil fungsinya saja tanpa harus membuat dari awal”.
5. CSS (Cascading Style Sheet)
Menurut Winarno dan Utomo menerangkan bahwa “CSS merupakan bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengatur style-style yang ada di tagtag HTML” (Prayitno & Safitri, 2015).
6. Bootstrap
Menurut Abdulloh dalam Jurnal Evolusi (Handayani et al., 2018) “Bootstrap merupakan salah satu framework CSS yang sangat populer di kalangan pecinta pemrograman website. Dengan menggunakan bootstrap, proses desain website tidak dibuat dari nol, sehingga proses desain website lebih cepat dan mudah”.
2.2.6. Studi Literatur
Berikut beberapa penelitian yang sudah ada dan berhubungan menjadi acuan tercapainya sebuah penelitian ini. Terdapat 3 (Tiga) studi literatur yang digunakan peneliti sebagai referensi informasi untuk penelitian ini, yaitu:
1. Penelitian ini berjudul “Perancangan Sistem Informasi Administrasi Data Kependudukan Pada Desa Pengadegan Subang”(Ramadhan, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah mengubah sistem kerja manual menjadi sistem yang terkomputerisasi sehingga semua data administrasi desa menjadi terkomputerisasi menggunakan suatu aplikasi yang dapat mempermudah aparatur desa maupun penduduk dalam melakukan kepentingan administrasinya. Penelitian ini membuat rancangan sistem informasi administrasi data kependudukan berbasis desktop sedangkan penelitian penulis membuat rancangan sistem informasi kependudukan berbasis web.
22
2. Penelitian ini berjudul “Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Data Kependudukan Pada Desa Bale Bandung Jaya” (Nuryani, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem untuk menyelesaikan permasalahan pada pelayanan administrasi data kependudukan dan mengimplementasikan sistem pelayanan data kependudukan dari manual ke sebuah program. Kekurangan dari penelitian ini adalah surat pengantar yang tidak mempunyai fungsi dan tujuan berbeda serta bentuk surat pengantar yang sama. Solusi dari penelitian ini adalah membuat bentuk surat pengantar yang berbeda, serta harus mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda. Seperti surat pengantar pembuatan ktp, surat pengantar pembuatan akta kelahiran, surat pengantar pembuatan kartu keluarga, dan lain-lain.
3. Penelitian ini berjudul “Perancangan Sistem Informasi Data Kependudukan Pada Desa Rancabango Subang” (Wahyuni, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun komputerisasi sistem untuk sistem data kependudukan yang diharapkan nantinya bisa lebih mempermudah pekerjaan juga lebih efisien dalam waktu pengerjaan. Kekurangan atau permasalahan dari penelitian ini adalah cetakan pembuatan akta kelahiran dan kartu keluarga, karena pembuatan akta kelahiran dan kartu keluarga biasanya dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai dengan prosedur yang berlaku. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan membuatkan surat permohonan akta kelahiran dan kartu keluarga. Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian penulis adalah penelitian ini mengusulkan pembuatan akta dan kartu keluarga di kantor Desa, sedangkan penelitian penulis hanya mengusulkan pembuatan surat keterangan kelahiran, kematian dan surat pindah datang.