• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

P U T U S A N

Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:

Nama lengkap : AJIZAL Als AJIZ Bin PAKIH BUSUNG; Tempat lahir : Sumatera Barat;

Umur/ Tanggal lahir : 51 tahun/ 13 September 1969; Jenis Kelamin : Laki – laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat tinggal : Jl. Brigjen Katamso Gg. Ramin I No. 56 RT. 001/ RW. 002 Kel. Tanjungpinang Timur Kec. Bukit Bestari Kota Tanjungpinang; Agama : Islam;

Pekerjaan : Pedagang;

Terdakwa tidak ditahan dalam proses Penyidikan dan kemudian ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:

1. Penuntut Umum sejak tanggal 14 Agustus 2019 sampai dengan tanggal 2 September 2019;

2. Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang sejak tanggal 27 Agustus 2019 sampai dengan tanggal 25 September 2019;

3. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang sejak tanggal 26 September 2019 sampai dengan tanggal 24 Nopember 2019;

Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat Hukum dan Terdakwa akan menghadap sendiri dalam persidangan ini;

Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor 252/ Pid. Sus/ 2019/ PN Tpg tanggal 27 Agustus 2019 tentang Penunjukan Majelis Hakim; - Penetapan Majelis Hakim Nomor 252/ Pid. Sus/ 2019/ PN Tpg tanggal 27

Agustus 2019 tentang Penetapan Hari Sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, keterangan Ahli, dan keterangan Terdakwa serta memperhatikan alat bukti lainnya dan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan ia terdakwa AJIZAL Alias AJIZ Bin PAKIH BUNGSU, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “menyalahgunakan pengangkutan dan/ atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah” sebagaimana dalam dakwaan Penuntut Umum melanggar Pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi;

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa AJIZAL Alias AJIZ Bin PAKIH BUNGSU dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan dan denda sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan, dengan perintah agar Terdakwa tetap ditahan;

3. Menyatakan Barang Bukti berupa:

1. 1 (satu) unit mobil Daihatsu Feroza BP 1708 UF warna hijau ; 2. 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral atau botol Aqua yang

berisi bahan bakar minyak; Dirampas untuk Negara

3. 69 (enam puluh Sembilan) buah botol air mineral atau botol Aqua kosong ;

4. 2 (dua) buah selang panjang 1,5 M (satu koma lima meter). Dirampas Untuk Dimusnahkan

4. Menetapkan supaya Terdakwa dibebani biaya perkara sebesar Rp 2.000,- (dua ribu rupiah).

Setelah mendengar Pembelaan dari Terdakwa yang pada pokoknya memohon keringanan hukuman dan memohon agar barang bukti mobil dikembalikan kepada Terdakwa karena masih dipergunakan untuk melangsungkan kehidupan keluarganya dan memiliki bukti kepemilikan BPKB dan STNK terhadap mobil tersebut;

Setelah mendengar Replik Penuntut Umum terhadap pembelaan dari Terdakwa dan Duplik dari Terdakwa yang pada pokoknya masing-masing tetap pada Tuntutan dan Pembelaan masing-masing;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum berdasarkan Surat Dakwaan Nomor Reg. Perkara: PDM-69/ TG. PIN/ Eku. 2/ 08/ 2019 tanggal 14 Agustus 2019 yang dibacakan di persidangan sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Pertama:

Bahwa ia terdakwaAJIZAL Als AJIZ Bin PAKIH BUSUNG,pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekira pukul 09.00 wib atau setidak-tidaknya pada waktu–waktu lain pada bulan Oktober tahun 2018 atau setidak-tidaknya di waktu lainnya yang masih termasuk dalam tahun 2018, bertempat di Jl. DI Panjaitan KM 7 Tanjungpinang tepatnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) KM. 7Tanjungpinang atau setidak-tidaknya pada tempat laindimana Pengadilan Negeri Tanjungpinang berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara ini, menyalahgunakan pengangkutan dan/ atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah. Perbuatan mana dilakukan terdakwa I dan terdakwa II dengan cara sebagai berikut:

Bahwa berawal pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekira pukul 09.00 wib Terdakwa yang mengendarai 1 (satu) unit mobil Daihatsu Feroza warna hijau dengan nomor polisi BP 1708 UF mengisi bahan bakar minyak jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang terletak di Jalan DI Panjaitan Km. 7 Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang. Sesaat sebelum Terdakwa mengisi bahan bakar minyak jenis Premium, saksi RIA NOVIANTI selaku Operator di SPBU tersebut bertanya kepada Terdakwa, “diisi berapa pak?” kemudian dijawab Terdakwa “Isi Full.” Setelah dilakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam tangki mobil Terdakwa, diketahui bahan bakar minyak yang dibeli adalah sebanyak 54 L (lima puluh empat liter dengan total harga sebesar Rp 349.000,- (tiga ratus empat puluh sembilan ribu rupiah), yang mana harga bahan bakar minyak jenis Premium adalah seharga Rp 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh rupiah). Setelah tangki minyak dalam mobil penuh kemudian Terdakwa pergi agak jauh dari SPBU tersebut dan kemudian BBM jenis Premium yang ada di dalam tangki mobil tersebut Terdakwa sedot dengan menggunakan selang untuk kemudian ditampung ke dalam botol bekas air mineral atau botol Aqua yang berukuran 1.500ML (seribu lima ratus mili liter) dan Terdakwamasukkan ke dalam mobil. Setiap kali Terdakwa mengisi BBM jenis Premium sebanyak 54L (lima puluh empat liter), akan dibagi menjadi 36 (tiga puluh enam) botol, dan kemudian BBM jenis Premium tersebut Terdakwa jual ke kios-kios pinggir jalan dengan harga Rp 12.000,- (dua belas ribu rupiah) per botolnya dikali 36 (tiga puluh enam) botol dengan total Rp 432.000,- (empat ratus tiga puluh dua ribu rupiah). Sehingga Terdakwa akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 83.000,- (delapan puluh tiga ribu rupiah).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Bahwa bahan bakar minyak jenis Premium yang dibeli oleh Terdakwa merupakan jenis bahan bakar yang disubsidi oleh Pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Bahwa berdasarkan Berita Acara Pengukuran Minyak Premium yang ditandatangani oleh Penera UPTD Metrologi Legal Kota Tanjungpinang Darwin Ritonga, STtanggal 15 Oktober 2018 yang melakukan pengukuran terhadap 77 (tujuh puluh tujuh) buah botol Aqua kapasitas 1500 mL yang berada dalam mobil BP 1708 TF yang dikemudikan oleh Tersangka AJIZAL. Setelah dilakukan pengukuran pada botol - botol tersebut didapat hasil cairan BBM jenis Premium sebanyak 109,25 L (seratus Sembilan koma dua puluh lima liter).

Bahwa perbuatan Terdakwa yang melakukan penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi jenis Premiumtersebut tidak ada memiliki izin untuk melakukan pengangkutan dan/ atau niaga dari pemerintah. Adapun perbuatan tersebut dilakukan untuk kepentingannya sendiri.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 Undang - Undang RI No. 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

Atau: Kedua:

Bahwa ia terdakwaAJIZAL Als AJIZ Bin PAKIH BUSUNG,pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekira pukul 09.00 wibatau setidak-tidaknya pada waktu–waktu lain pada bulan Oktober tahun 2018 atau setidak-tidaknya di waktu lainnya yang masih termasuk dalam tahun 2018, bertempat di Jl. DI Panjaitan KM 7 Tanjungpinang tepatnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) KM. 7 Tanjungpinang atau setidak-tidaknya pada tempat lain dimana Pengadilan Negeri Tanjungpinangberwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara ini, melakukan niaga dalam kegiatan usaha hilir tanpa izin usaha niaga. Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut: Bahwa berawal pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekira pukul 09.00 wib Terdakwa yang mengendarai 1 (satu) unit mobil Daihatsu Feroza warna hijau dengan nomor polisi BP 1708 UF mengisi bahan bakar minyak jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang terletak di Jalan DI Panjaitan Km. 7 Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang. Sesaat sebelum Terdakwa mengisi bahan bakar minyak jenis Premium, saksi RIA NOVIANTI selaku Operator di SPBU tersebut bertanya kepada Terdakwa, “diisi berapa pak?” kemudian dijawab Terdakwa “Isi Full.” Setelah dilakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam tangki mobil Terdakwa, diketahui

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

bahan bakar minyak yang dibeli adalah sebanyak 54 L (lima puluh empat liter dengan total harga sebesar Rp 349.000,- (tiga ratus empat puluh sembilan ribu rupiah), yang mana harga bahan bakar minyak jenis Premium adalah seharga Rp 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh rupiah). Setelah tangki minyak dalam mobil penuh kemudian Terdakwa pergi agak jauh dari SPBU tersebut dan kemudian BBM jenis Premium yang ada di dalam tangki mobil tersebut Terdakwa sedot dengan menggunakan selang untuk kemudian ditampung ke dalam botol bekas air mineral atau botol Aqua yang berukuran 1.500ML (seribu lima ratus mili liter) dan Terdakwa masukkan ke dalam mobil. Setiap kali Terdakwa mengisi BBM jenis Premium sebanyak 54L (lima puluh empat liter), akan dibagi menjadi 36 (tiga puluh enam) botol, dan kemudian BBM jenis Premium tersebut Terdakwa jual ke kios-kios pinggir jalan dengan harga Rp 12.000,- (dua belas ribu rupiah) per botolnya dikali 36 (tiga puluh enam) botol dengan total Rp 432.000,- (empat ratus tiga puluh dua ribu rupiah). Sehingga Terdakwa akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 83.000,- (delapan puluh tiga ribu rupiah).

Bahwa bahan bakar minyak jenis Premium yang dibeli oleh Terdakwa merupakan jenis bahan bakar yang disubsidi oleh Pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Bahwa berdasarkan Berita Acara Pengukuran Minyak Premium yang ditandatangani oleh Penera UPTD Metrologi Legal Kota Tanjungpinang Darwin Ritonga, STtanggal 15 Oktober 2018 yang melakukan pengukuran terhadap 77 (tujuh puluh tujuh) buah botol Aqua kapasitas 1500 mL yang berada dalam mobil BP 1708 TF yang dikemudikan oleh Tersangka AJIZAL. Setelah dilakukan pengukuran pada botol - botol tersebut didapat hasil cairan BBM jenis Premium sebanyak 109,25 L (seratus Sembilan koma dua puluh lima liter).

Bahwa perbuatan Terdakwa yang melakukan penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi jenis Premiumtersebut tidak ada memiliki izin untuk melakukan niaga dalam kegiatan usaha hilir dari pemerintah. Adapun perbuatan tersebut dilakukan untuk kepentingannya sendiri.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 53 huruf (d) Undang–Undang RI No. 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa telah menyatakana mengerti dan tidak mengajukan keberatan atau eksepsi;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

1. Julizar di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut: - Bahwa, pada Hari Rabu, tanggal 10 Oktober 2018 sekira Pukul 09.00 di

SPBU Batu 7 Kota Tanjungpinang, saksi sebagai Petugas Kepolisian sedang melakukan pemantauan karena terjadi kelangkaan BBM;

- Bahwa, Bahwa, saksi mencurigai Terdakwa yang sedang mengendarai Mobil Daihatsu Feroza BP 1708 berwarna hijau yang sedang mengisi bahan bakar premium kemudian agak menjauh dari SPBU dan berhenti di pinggir jalan;

- Bahwa, Terdakwa ketika didekati oleh saksi ternyata sedang mengalirkan BM Premium dari tangki mobil Daihatsu feroza menggunakan selang ke dalam botol bekas air mineral ukuran 1500ml;

- Bahwa, saksi juga menemukan 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral yang berisikan bahan bakar premium dan 69 (enam puluh Sembilan) botol kosong di mobil terdakwa;

- Bahwa, ketika ditanyakan oleh saksi, Terdakwa menjelaskan bahwa botol mineral yang telah berisikan BBM Premium tersebut dijual Terdakwa ke kios-kios pinggir jalan dengan harga Rp. 12.000,- (dua belas ribu Rupiah) perbotol;

- Bahwa, total BBM premium yang dibeli di SPBU Batu & adalah 54 (lima puluh empat) liter dengan harga perliternya Rp. 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh Rupiah);

- Bahwa, Terdakwa tidak memiliki surat ijin pengangkitan dan surat ijin niaga BBM Bersubsidi;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa membenarkan dan menyatakan tidak keberatan;

2. Riyanti, di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut: - Bahwa, saksi adalah Operator di SPBU Batu 7, dan pada Hari Rabu,

tanggal 10 Oktober 2018 sekira Pukul 09.00 di SPBU Batu 7 Kota Tanjungpinang, saksi ada mengisi Mobil Daihatsu Feroza BP 1708 berwarna hijau milik Terdakwa;

- Bahwa, total BBM premium yang dibeli di SPBU Batu & adalah 54 (lima puluh empat) liter dengan harga perliternya Rp. 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh Rupiah);

- Bahwa, di SPBU menjual BBM bersubsidi jenis premium dan solar; Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat bahwa keterangan tersebut benar.

3. Yogik Nurwanto, di bawah sumpah pada pokoknya sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

- Bahwa, saksi adalah Operator di SPBU Batu 7, dan pada Hari Rabu, tanggal 10 Oktober 2018 sekira Pukul 09.00 di SPBU Batu 7 Kota Tanjungpinang, saksi ada mengisi Mobil Daihatsu Feroza BP 1708 berwarna hijau milik Terdakwa;

- Bahwa, total BBM premium yang dibeli di SPBU Batu & adalah 54 (lima puluh empat) liter dengan harga perliternya Rp. 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh Rupiah);

- Bahwa, di SPBU menjual BBM bersubsidi jenis premium dan solar;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak mengajukan keberatan.

Menimbang, bahwa kemudian Penuntut Umum telah mengajukan Ahli yaitu Taufiqurrohman, S.T., M.M., M.T., namun tidak hadir di persidangan dan kemudian keterangannya dibacakan di persidangan dengan persetujuan Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa, ahli memiliki keahlian sebagai Analis Data dan Informasi BPH Migas;

- Bahwa yang dimaksud dengan Pengolahan, Pengangkutan, Penyimpanan, dan Niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdasarkan Undang-undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi adalah :

a. PENGOLAHAN adalah kegiatan memurnikan, memperoleh bagian-bagian, mempertinggi mutu dan nilai tambah minyak bumi dan atau gas bumi, tetapi tidak termasuk pengolahan lapangan.

b. PENGANGKUTAN adalah kegiatan memindahkan minyak bumi, gas bumi dan hasil olahannya dari wilayah kerja atau tempat melalui pipa transmisi dan distribusi.

c. PENYIMPANAN adalah kegiatan penerimaan, pengumpulan dan pengeluaran minyak bumi dan atau gas bumi.

d. NIAGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) adalah Kegiatan pembelian, penjualan, ekspor, impor minyak bumi dan/atau olahannya termasuk niaga gas bumi melalui pipa.;

- Bahwa yang dimaksud dengan :

a. SPBU adalah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum yang dapat mengambil langsung dari Pertamina dan penyaluran atau pendistribusiannya langsung ke masyarakat umum.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

b. SPBB adalah stasiun pengisian bahan bakar untuk bunker yang dapat mengambil langsung dari Pertamina dan penyaluran atau pendistribusiannya langsung ke kapal dengan bobot mati tertentu. c. SPBN adalah stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan yang

dapat mengambil langsung dari Pertamina dan penyaluran atau pendistribusiannya langsung kepada masyarakat nelayan.

d. SPDN adalah solar packed dialer nelayan yang dapat mengambil langsung dari Pertamina yang penyaluran atau pendistribusiannya langsung ke nelayan umum.

e. APMS adalah agen premium dan minyak solar yang dapat mengambil langsung dari Pertamina dan penyaluran atau pendistribusiannya langsung kepada masyarakat umum dan tidak dibenarkan menjual ke Industri.

f. Industri adalah suatu perusahaan yang dapat mengambil langsung dari Pertamina dan penyaluran atau pendistribusiannya untuk industri sendiri .

g. AGEN BBM INDUSTRI adalah Agen yang diangkat untuk melayani kebutuhan BBM Industri dibawah 100 Kilo liter / bulan dengan harga keekonomian dan sistem penyerahan franco di lokasi konsumen. h. POLL KONSUMEN adalah lembaga yang diadakan untuk melayani

kebutuhan BBM / BBK bagi konsumen – konsumen kecil yang tidak terjangkau oleh pelayanan SPBU dan APMS maupun oleh prosedur pelayanan industri dan pelayanan Bunker.

i. AMT adalah agen minyak tanah yang dapat mengambil langsung dari Pertamina dan penyaluran atau pendistribusiannya langsung ke pangkalan minyak tanah yang terdaftar pada agen dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah setempat; - Bahwa yang berhak melakukan pengangkutan Bahan Bakar Minyak

(BBM) subsidi adalah Agen/ Penyalur yang memiliki perjanjian kerjasama dengan Badan Usaha Niaga pemegang PSO (Public Service Obligation) dari Pemerintah sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan Pasal 48 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Migas dan Perpres 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak;

- Bahwa berdasarkan Pasal 9 Undang-undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bahwa Kegiatan Usaha Hilir Migas dapat dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Milik Daerah (BUMD), Koperasi atau Usaha Kecil, Badan Usaha Milik Swasta.

- Bahwa persyaratan yang harus dimiliki oleh suatu badan usaha ataupun perseorangan agar dapat melakukan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar adalah Izin Usaha Pengangkutan dari Pemerintah sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan Pasal 23 Undang-undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, atau memiliki perjanjian kerjasama dengan Badan Usaha Niaga untuk melakukan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan Pasal 48 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Migas dan Perpres 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak;

- Bahwa yang berwenang untuk mengeluarkan atau menerbitkan Surat Izin Pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan Pasal 23 Undang-undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi;

- Bahwa sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bahwa bentuk kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi adalah :

a. Kegiatan Usaha Hulu, meliputi : - Eksplorasi.

- Eksploitasi.

b. Kegiatan Usaha Hilir, meliputi : - Pengolahan.

- Pengangkutan. - Penyimpanan. - Niaga.

- Bahwa tentang pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi mulai dari Badan Usaha Niaga pemegang PSO (Public Service Obligation) sampai penyalur (SPBU, APMS, SPDN dan Agen Minyak Tanah, dan lain-lain) kepada masyarakat yang berhak menerima Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi;

- Bahwa yang dimaksud dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah bahan bakar yang berasal dan atau diolah dari minyak bumi, sedangkan yang dimaksud dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi adalah Bahan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Bakar Minyak (BBM) yang volume tertentu, konsumen tertentu, jenis tertentu (Premium/ Bensin, Solar, Karosene/ Minyak Tanah) dan harganya tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah;

- Bahwa prosedur pendistribusian/ pengangkutan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi adalah mulai dari Badan Usaha Niaga Umum yang mendapatkan penugasan PSO (Public Service Obligation) dari Pemerintah untuk mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kemudian melalui penyalur badan usaha tersebut dengan berdasarkan perjanjian kerjasama disalurkan kepada konsumen pengguna yang berhak menerima Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang harga jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan konsumen pengguna jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu (subsidi);

- Bahwa Setiap orang dan atau badan hukum sebagai subjek hukum yang tunduk dalam peraturan yang berlaku di Negara kesatuan Republik Indonesia didalam melakukan perbuatan hukum yang melanggar peraturan yang berlaku sebagaimana diatur dalam UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas.;

- Bahwa Perbuatan usaha melakukan penyimpanan dan niaga tanpa izin sebagaimana dimaksud pasal 53 huruf c dan d UU No. 22 tahun 2001 tentang migas adalah perbuatan yang dilarang melakukan kegiatan usaha yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pasal 32 UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas;

- Bahwa BBM Subsidi yang ada di penyalur (SPBU, APMS, SPPB,SPBN) adalah untuk konsumen penguna sebagaimana diatur dalam lampiran Peraturan Presiden no. 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual BBM, BBM subsidi tersebut tidak dapat dijual kembali oleh oleh setiap orang dan atau badan usaha apabil telah dibeli dari penyalur atau spbu, apabila BBM yang dibeli lalu dituangkan kembali dalam sebuah tempat dengan maksud disimpan dan atau ditimbun dan selanjutnya BBM subsidi tersebut akan dijual kembali dengan maksud mendapat keuntungan adalah kegiatan usaha yang tidak dapat dibenarkan sebab dalam pasal 18 ayat 2 Perpres 191 tahun 2014 melarang setiap orang melakukan penimbunan BBM;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

- Bahwa usaha Mikro yang bisa mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi adalah usaha Mikro pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang telah diverifikasi oleh instansi berwenang yang berhak mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar 8 Kl/ bulan/ usaha Mikro (delapan kilo liter per bulan per usaha kecil) sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual BBM dan konsumen pengguna jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu (subsidi), dan masyarakat tidak diperbolehkan menjual atau mengecerkan kembali Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang ada di SPBU atau APMS dengan tujuan memperoleh keuntungan;

Terhadap keterangan Ahli yang dibacakan tersebut, Terdakwa membenarkan dan menyatakan tidak keberatan;

Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa, pada Hari Rabu, tanggal 10 Oktober 2018 sekira Pukul 09.00 di SPBU Batu 7 Kota Tanjungpinang, setelah Terdakwa mengisi BBM Premium dan kemudian pergi menjauhi dan berhenti di pinggir jalan kemudian didatangi Petugas Kepolisian dari Polres Tanjugpinang;

- Bahwa, Terdakwa pada saat itu sedang mengendarai Mobil Daihatsu Feroza BP 1708 berwarna hijau miliknya;

- Bahwa, pada saat Terdakwa ketika didekati oleh Polisi, Terdakwa sedang mengalirkan BBM Premium dari tangki mobil Daihatsu feroza menggunakan selang ke dalam botol bekas air mineral ukuran 1500ml; - Bahwa, Polisi menemuukan 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral

yang berisikan bahan bakar premium dan 69 (enam puluh Sembilan) botol kosong di mobil terdakwa;

- Bahwa, botol mineral yang telah berisikan BBM Premium tersebut dijual Terdakwa ke kios-kios pinggir jalan dengan harga Rp. 12.000,- (dua belas ribu Rupiah) perbotol;

- Bahwa, total BBM premium yang dibeli di SPBU Batu 7 adalah 54 (lima puluh empat) liter dengan harga perliternya Rp. 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh Rupiah);

- Bahwa, Terdakwa tidak memiliki surat ijin pengangkitan dan surat ijin niaga BBM Bersubsidi;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

1. 1 (satu) unit mobil Daihatsu Feroza BP 1708 UF warna hijau ;

2. 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral atau botol Aqua yang berisi bahan bakar minyak;

3. 69 (enam puluh Sembilan) buah botol air mineral atau botol Aqua kosong;

4. 2 (dua) buah selang panjang 1,5 M (satu koma lima meter).

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa, pada Hari Rabu, tanggal 10 Oktober 2018 sekira Pukul 09.00 di SPBU Batu 7 Kota Tanjungpinang, setelah Terdakwa mengisi BBM Premium dan kemudian pergi menjauhi dan berhenti di pinggir jalan kemudian didatangi Petugas Kepolisian dari Polres Tanjugpinang;

- Bahwa, Terdakwa pada saat itu sedang mengendarai Mobil Daihatsu Feroza BP 1708 berwarna hijau miliknya;

- Bahwa, pada saat Terdakwa ketika didekati oleh Polisi, Terdakwa sedang mengalirkan BBM Premium dari tangki mobil Daihatsu feroza menggunakan selang ke dalam botol bekas air mineral ukuran 1500ml; - Bahwa, Polisi menemuukan 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral

yang berisikan bahan bakar premium dan 69 (enam puluh Sembilan) botol kosong di mobil terdakwa;

- Bahwa, botol mineral yang telah berisikan BBM Premium tersebut dijual Terdakwa ke kios-kios pinggir jalan dengan harga Rp. 12.000,- (dua belas ribu Rupiah) perbotol;

- Bahwa, total BBM premium yang dibeli di SPBU Batu 7 adalah 54 (lima puluh empat) liter dengan harga perliternya Rp. 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh Rupiah);

- Bahwa yang dimaksud dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah bahan bakar yang berasal dan atau diolah dari minyak bumi, sedangkan yang dimaksud dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang volume tertentu, konsumen tertentu, jenis tertentu (Premium/ Bensin, Solar, Karosene/ Minyak Tanah) dan harganya tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah;

- Bahwa, Terdakwa tidak memiliki surat ijin pengangkitan dan surat ijin niaga BBM Bersubsidi;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang berbentuk alternatif, sehingga Majelis Hakim dengan memperhatikan fakta-fakta hukum tersebut di atas memilih langsung dakwaan alternatif pertama sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

1. Setiap Orang;

2. Menyalahgunakan pengangkutan dan/ atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:

1. Unsur Setiap Orang;

Bahwa unsur “Setiap Orang” ini adalah orang atau manusia atau badan hukum sebagai subyek hukum yang didakwa melakukan suatu perbuatan yang dilarang dan diancam dengan undang-undang (Menselijke Handeling) yang dilakukan oleh orang yang dapat dipertanggungjawabkan (Toerekening Vat baar

heid);

Bahwa dipersidangan ini telah dihadapkan Terdakwa bernama AJIZAL Als AJIZ Bin PAKIH BUSUNG, yang di dalam persidangan terdakwa dalam keadaan sehat dan menyatakan bersedia diperiksa sebagai terdakwa dalam perkara yang didakwakan kepadanya, yaitu melakukan tindak pidana sebagaimana dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum;

Bahwa selama dalam persidangan, terdakwa tersebut adalah subyek hukum yang dapat atau mampu bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya sesuai dengan maksud dari disiplin ilmu hukum pidana yang terdapat dalam ajaran pertanggungjawaban pidana (Toerekenings Vat baar

heid) dimaksud;

Bahwa hal tersebut dikuatkan dengan pernyataan terdakwa dalam persidangan yang menyatakan bahwa terdakwa bersedia diperiksa dalam perkara ini berkaitan dengan adanya surat dakwaan yang didakwakan kepadanya;

Dengan demikian unsur ini telah terpenuhi menurut hukum.

2. Menyalahgunakan pengangkutan dan/ atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Bahwa Niaga bahan bakar minyak dan gas bumi harus mendapatkan ijin usaha Niaga dari Pemerintah (sebagaimana diatur dalam pasal 23 UU No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi);

Bahwa yang dimaksud dengan Niaga berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 14 UU No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi adalah kegiatan pembelian, penjualan, ekspor, impor Minyak Bumi dan/atau hasil olahannya, termasuk Niaga Gas Bumi melalui pipa

Bahwa yang dimaksud dengan “Bahan Bakar Minyak” berdasarkan Pasal 1 angka (4) UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi adalah bahan bakar yang berasal dan/ atau diolah dari minyak bumi;

Bahwa berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan pada Hari Rabu, tanggal 10 Oktober 2018 sekira Pukul 09.00 di SPBU Batu 7 Kota Tanjungpinang, setelah Terdakwa mengisi BBM Premium dan kemudian pergi menjauhi dan berhenti di pinggir jalan dan kemudian Terdakwa mengalirkan BBM Premium dari tangki mobil Daihatsu feroza menggunakan selang ke dalam botol bekas air mineral ukuran 1500ml. Bahwa Kemudian Terdakwa diamankan oleh Polisi dan didapati 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral yang berisikan bahan bakar premium dan 69 (enam puluh Sembilan) botol kosong di mobil terdakwa, di mana botol mineral yang telah berisikan BBM Premium tersebut dijual Terdakwa ke kios-kios pinggir jalan dengan harga Rp. 12.000,- (dua belas ribu Rupiah) perbotol, dan sebelumnya total BBM premium yang dibeli di SPBU Batu 7 adalah 54 (lima puluh empat) liter dengan harga perliternya Rp. 6.450,- (enam ribu empat ratus lima puluh Rupiah);

Bahwa, menurut Ahli dan menurut Undang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang dimaksud dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah bahan bakar yang berasal dan atau diolah dari minyak bumi, sedangkan yang dimaksud dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang volume tertentu, konsumen tertentu, jenis tertentu (Premium/ Bensin, Solar, Karosene/ Minyak Tanah) dan harganya tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Terdakwa harus memiliki ijin dalam melakukan perbuatannya tersebut dan faktanya tidak ditemukan satupun ijin yang dimiliki oleh Terdakwa, baik itu surat ijin pengangkitan dan surat ijin niaga BBM Bersubsidi;

Dengan demikian unsur ini telah terpenuhi menurut hukum.

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi telah terpenuhi, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Menyalahgunakan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah” sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif pertama;

Menimbang, bahwa dalam persidangan, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, maka Terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa mampu bertanggung jawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana;

Menimbang, bahwa tujuan pemidanaan bukanlah suatu pembalasan melainkan merupakan pembinaan bagi terdakwa yang telah berbuat salah sehingga diharapkan agar nantinya dapat kembali lagi ke tengah-tengah masyarakat setelah dapat memperbaiki kesalahannya oleh karena itu Majelis Hakim sependapat dengan Penuntut Umum mengenai pembuktian dan mengambil alih pertimbangan hukum dari Penuntut Umum namun tidak sependapat mengenai lamanya pemidanaan yang akan dijatuhkan kepada Terdakwa;

Menimbang, bahwa mengenai lamanya pidana yang akan dijatuhkan kepada Terdakwa, Terdakwa Terdakwa telah memohon agar diberikan pidana yang seringan-ringannya maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan Permohonan Terdakwa dengan mengacu kepada asas-asas keadilan terhadap diri terdakwa berdasarkan fakta-fakta yang terbukti di persidangan;

Menimbang, bahwa sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, ancaman pidana penjara dan pidana denda bersifat kumulatif, maka Majelis Hakim selain menjatuhkan pidana penjara juga akan menjatuhkan pidana denda yang besarnya akan ditentukan sebagaimana amar putusan di bawah ini dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan yang lamanya akan ditentukan di amar putusan di bawah ini;

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dikenakan penahanan yang sah, maka penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan terhadap Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan di persidangan untuk selanjutnya dipertimbangkan sebagai berikut:

- 1 (satu) unit mobil Daihatsu Feroza BP 1708 UF warna hijau;

Karena barang bukti tersebut milik Terdakwa dan dapat dibuktikan kepemilikannya di persidangan oleh Terdakwa dengan menunjukkan BPKB dan STNK asli dan barang bukti tersebut menurut Majelis Hakim memiliki nilai ekonomis bagi Terdakwa yang berasal dari kalangan menengah ke bawah di mana mobil tersebut masih diperlukan untuk kelangsungan hidup keluarganya dan di dalam mobil tersebut tidak ditemukannya modifikasi khusus dalam Tangki Mobil terkait perbuatan terdakwa tersebut oleh karena itu, maka Majelis Hakim tidak sependapat dengan Tuntutan dari Penunutu Umum sehingga beralasan agar barang bukti tersebut haruslah dikembalikan kepada Terdakwa, sedangkan:

- 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral atau botol Aqua yang berisi bahan bakar minyak;

Karena barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan dan masih memiliki nilai ekonomis, maka adalah beralasan agar barang bukti tersebut haruslah dirampas untuk Negara

- 69 (enam puluh Sembilan) buah botol air mineral atau botol Aqua kosong;

- 2 (dua) buah selang panjang 1,5 M (satu koma lima meter).

Karena barang bukti tersebut tidak memiliki nilai ekonomis lagi, maka adalah beralasan agar barang bukti tersebut haruslah dirampas untuk dimusnahkan

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa;

Keadaan yang memberatkan:

- Perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam rangka mengatur dan mengawasi penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak;

Keadaan yang meringankan:

- Terdakwa sopan di persidangan dan mengakui secara terus terang perbuatannya sehingga memperlancar proses persidangan;

- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan melakukan perbuatannya di kemudian hari;

- Terdakwa belum pernah dihukum;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

- Terdakwa masih memiliki tanggungan istri dan anak yang harus dinafkahinya;

- Terdakwa melakukan perbuatannya untuk menafkahi keluarganya; Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara;

Memperhatikan, Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI:

1. Menyatakan Terdakwa AJIZAL Als AJIZ Bin PAKIH BUSUNG telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Menyalahgunakan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah” sebagaimana dalam dakwaan pertama Penuntut Umum;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan 4 (empat) bulan dan denda sejumlah Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan;

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan; 5. Memerintahkan agar barang bukti berupa:

- 1 (satu) unit mobil Daihatsu Feroza BP 1708 UF warna hijau, dikembalikan kepada Terdakwa ;

- 76 (tujuh puluh enam) buah botol air mineral atau botol Aqua yang berisi bahan bakar minyak, dirampas untuk Negara

- 69 (enam puluh Sembilan) buah botol air mineral atau botol Aqua kosong dan;

- 2 (dua) buah selang panjang 1,5 M (satu koma lima meter) dirampas untuk dimusnahkan

6. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, pada Hari Kamis, Tanggal 26 September 2019, oleh Santonius Tambunan, S.H., M.H., sebagai Hakim Ketua, Acep

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 18 Putusan Nomor 252/Pid.Sus/2019/PN Tpg.

Sopian Sauri, S.H., M.H., dan Guntur Kurniawan, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Kamis, tanggal 3 Oktober 2019 oleh Hakim Ketua dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh Hj. Nor Asikin, S.H., Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang, serta dihadiri oleh Mona Amalia, S.H., Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dan Terdakwa.

Hakim-hakim Anggota, Hakim Ketua,

Acep Sopian Sauri, S.H., M.H. Santonius Tambunan, S.H., M.H.

Guntur Kurniawan, S.H.,

Panitera Pengganti,

Hj. Nor Asikin, S.H.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tinjauan pustaka diatas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 : Terdapat pengaruh intervensi program penanggulangan

"roses aterosklerosis itu sendiri dipercepat oleh berbagai faktor, seperti hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterol, dan faktor)faktor

Hasil yang diperoleh dari percobaan ini tidak maksimal karena kapas dan lilin yang digunakan untuk menutup ujung botol tidak tertutup rapat sehingga masih

Dari Tabel 11 diketahui ternyata bobot risiko yang ditanggung oleh petani didalam struktur rantai pasok sangat tinggi yaitu 0,74 sementara profit yang dperoleh

Alhamdulilah segala puji syukur patut Penulis haturkan kehadirat ALLAH SWT yang senantiasa membimbing hambanya dan atas kasih sayang-Mu jualah, sehingga Penuis

Bagi kalangan akademis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan tentang pengaruh Price to book Value (PBV) dan

• Perseroan menargetkan menggarap proyek senilai total Rp7,4 triliun pada 2014, yang berasal dari perolehan kontrak baru dan kontrak dari tahun sebelumnya (carry over). Target

Untuk mendukung usaha itu, penulis sengaja menyisipkan garis-garis besar kaidah-kaidah dasar bahasa Arab, yang memungkinkan dijadikan acuan merangkai kata bahasa Arab dalam