SEMEN ALUMINA KIMIA CEMENT, ALUMINA, CHEMICALS
1. N a m a
Golongan Campuran
Sinonim / Nama Dagang
Calcium aluminate cement; Alumina cement; Cement bonded alumina Nomor Identifikasi :
Nomor CAS : 65997-16-2 Nomor OHS : 53205 Nomor EC (EINECS) : 266-045-5
2. Sifat Fisika Kimia
Nama bahan
Semen alumina kimia Deskripsi
Bentuk serbuk, berwarna kelabu, tidak berbau. Rumus molekul: Tidak tersedia informasi ; Titik lebur 1440oC; Gravitasi spesifik 2,93-3,3; Tidak larut dalam air;
Kerapatan 1120 g/dm3 pada 20oC.
Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat Bahaya Peringkat NFPA (Skala 0-4):
Kesehatan 1 = Tingkat keparahan rendah Kebakaran 0 = Tidak dapat terbakar Reaktivitas 0 = Tidak reaktif
Klasifikasi EC:
Xi = Iritan
R36/38 = Iritasi pada mata dan kulit
R41 = Risiko kerusakan serius pada mata
R43 = Dapat menyebabkan sensitisasi karena kontak / bersinggungan dengan kulit
S2 = Jauhkan dari jangkauan anak-anak S25 = Hindari jangan sampai mengenai mata S22 = Awas berbahaya, jangan menghirup debu
S26 = Jika mengenai mata, bilas segera dengan sejumlah besar air dan cari pertolongan medis
S28 = Setelah mengenai/kontak dengan kulit, cuci segera dengan sejumlah besar ... (ditunjukkan oleh produsen)
S29 = Jangan dibuang ke dalam saluran limbah
S37/39 = Pakai/kenakan sarung tangan dan pelindung mata/wajah yang baik
S46 = Jika tertelan, cari segera pertolongan medis dan perlihatkan wadah atau label
S60 = Bahan ini dan wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya
S64 = Jika tertelan, bilas mulut dengan air (hanya jika pasien dalam keadaan sadar)
3. Penggunaan
Produk bangunan/konstruksi.
4. Identifikasi Bahaya
Risiko utama dan sasaran organ
Bahaya utama terhadap kesehatan: Risiko serius kerusakan mata. Kontak dengan semen basah, konsentrat basah, atau adukan semen basah dapat menyebabkan iritasi, dermatitis, atau luka bakar. Kontak antara serbuk semen dengan cairan tubuh (misal keringat dan air mata) dapat pula menimbulkan iritasi kulit dan saluran pernafasan, dermatitis, luka bakar. Bahan ini mengandung Kromium VI yang dapat menimbulkan reaksi alergi.
Rute paparan
Paparan jangka pendek Terhirup
Bersifat agak korosif.
Kontak dengan kulit
Bersifat agak korosif, menimbulkan iritasi.
Kontak dengan mata
Bersifat agak korosif, menimbulkan iritasi.
Tertelan
Bersifat agak korosif, dapat menimbulkan ulserasi pada mulut dan kerongkongan disertai mual dan muntah.
Paparan jangka panjang Terhirup
Paparan yang berlebih dapat menimbulkan iritasi membran mukosa pada hidung dan tenggorokan serta batuk.
Kontak dengan kulit
Paparan yang berkepanjangan atau berulang dengan bahan dalam bentuk serbuk atau yang dibasahkan dapat menimbulkan ruam kulit dan dermatitis.
Kontak dengan mata
Paparan yang berkepanjangan dapat menimbulkan lakrimasi, nyeri, kemerahan, dan kemungkinan luka bakar pada kornea.
5. Stabilitas dan reaktivitas
Reaktivitas : Stabil pada suhu dan tekanan normal. Kontak dengan air dapat meningkatkan suhu 2-3 oC Kondisi yang harus dihindarkan : Udara lembab, kelembaban, bahan makanan Tancampurkan : Bahan pengoksidasi kuat (misal oksida fosfor,
hidrogen fluorida), asam kuat, etanol,
interhalogen (misal klorin trifluorida), basa kuat Bahaya dekomposisi : Bahaya produk terdekomposisi: Jika dibakar
akan menghasilkan uap toksik Polimerisasi : Tidak terpolimerisasi
6. Penyimpanan
Simpan dan tangani sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan
standard yang berlaku.
Simpan dalam wadah yang asli.
Hindarkan dari kerusakan fisik.
Simpan di tempat yang sejuk dan kering.
Simpan di tempat yang berventilasi baik.
Simpan dalam keadaan tertutup rapat jika tidak digunakan.
7. Toksikologi
Toksisitas
Data pada hewan
LD50 oral-tikus (rat) 2,255 mg/kg.
Karsinogenik
Semen kalsium aluminat tidak terdaftar sebagai karsinogenik pada monografi NTP, OSHA, atau IARC.
Informasi Ekologi
Hanya tersedia data ekotoksisitas yang terbatas. Pastikan dilakukan langkah- langkah yang memadai untuk mencegah masuknya bahan ini ke lingkungan.
Efek terhadap lingkungan yang mungkin terjadi: Setelah hidrasi (beberapa jam atau hari pada kondisi lembab) bahan bersifat stabil di tanah dan air, dengan pergerakan konstituen yang diabaikan.
Bahaya terhadap air kelas 1 (German Regulation) (Self-assessment): Agak berbahaya bagi air. Jangan biarkan bahan masuk ke air tanah atau saluran pembuangan air.
8. Efek Klinis
Keracunan akut Terhirup
Dapat menyebabkan batuk atau bersin.
Kontak dengan kulit
Dapat mengiritasi kulit dan membran mukosa.
Kontak dengan mata
Dapat mengiritasi atau melukai mata. Dapat menimbulkan kemerahan pada tempat kontak di mata.
Tertelan
Keracunan kronik Terhirup
Paparan silika yang respirable dapat menyebabkan pneumokoniosis.
Kontak dengan kulit
Paparan berulang atau yang berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi.
Kontak dengan mata Dapat mengiritasi mata.
Tertelan
Tidak tersedia informasi.
9. Pertolongan Pertama
Terhirup
Bila aman memasuki area, segera pindahkan dari area pemaparan. Bila perlu gunakan kantong masker berkatup atau pernafasan penyelamatan. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
Kontak dengan kulit
Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai dipastikan tidak ada bahan kimia yang tertinggal (selama 15-20 menit). Bila perlu segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
Kontak dengan mata
Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia yang tertinggal. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
Tertelan
Segera cuci mulut dan berikan minum yang banyak. Segera hubungi Sentra Informasi Keracunan atau dokter setempat. Jangan sekali-kali merangsang muntah bagi pasien. Bila terjadi muntah, jaga agar kepala lebih rendah daripada panggul untuk mencegah aspirasi. Bila korban pingsan, miringkan kepala
menghadap ke samping. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
Catatan untuk dokter: Lakukan pengobatan simptomatik.
10. Penatalaksanaan
Stabilisasi
a. Penatalaksanaan jalan nafas, yaitu membebaskan jalan nafas untuk
menjamin pertukaran udara.
b. Penatalaksanaan fungsi pernafasan untuk memperbaiki fungsi ventilasi
dengan cara memberikan pernafasan buatan untuk menjamin cukupnya kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida.
c. Penatalaksanaan sirkulasi, bertujuan mengembalikan fungsi sirkulasi
darah.
d. Jika ada kejang, beri diazepam dengan dosis:
Dewasa: 10-20 mg IV dengan kecepatan 2,5 mg/30 detik atau 0,5 mL/30 menit, jika perlu dosis ini dapat diulang setelah 30-60 menit. Mungkin diperlukan infus kontinyu sampai maksimal 3 mg/kg BB/24 jam.
Anak-anak: 200-300 µg/kg BB
Dekontaminasi
a. Dekontaminasi mata
Dilakukan sebelum membersihkan kulit:
Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan
miring ke sisi mata yang terkena atau terburuk kondisinya.
Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan
sejumlah air bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% diguyur perlahan selama 30 menit atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata.
Hindarkan bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya.
Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit.
Jangan biarkan pasien menggosok matanya.
Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah
sakit atau fasilitas kesehatan terdekat dan konsul ke dokter mata.
b. Dekontaminasi kulit (termasuk rambut dan kuku)
Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat.
Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin
atau hangat serta sabun minimal 10 menit.
Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau
kertas secara lembut. Jangan digosok.
Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi atau
muntahannya dan buanglah dalam wadah/plastik tertutup.
Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan
menggunakan sarung tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya.
Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.
11. Batas Paparan dan Alat Pelindung Diri
Batas paparan semen alumina kimia:
10 mg/m3 ACGIH TLV-TWA
15 mg/m3 OSHA PEL-TWA
Ventilasi: Sediakan sistem ventilasi penghisap udara setempat. Pastikan dipatuhinya batas paparan yang sudah ditentukan.
Proteksi mata: Gunakan kaca mata pengaman tahan percikan. Sediakan kran pencuci mata untuk keadaan darurat serta semprotan air deras dekat dengan area kerja (12).
Pakaian: Gunakan pakaian pelindung yang tahan bahan kimia.
Sarung tangan: Gunakan sarung tangan pelindung yang tahan bahan kimia.
Respirator: Pada kasus ventilasi tidak memadai, gunakan perlengkapan pernafasan yang memadai. Jika menghadapi konsentrasi di atas batas paparan harus menggunakan perlengkapan pernafasan yang disetujui NIOSH.
12. Manajemen Pemadam Kebakaran
Bahaya ledakan dan kebakaran: Bahan ini bersifat alkali dan melepaskan panas jika kontak dengan air. Hindarkan kontak antara panas yang dihasilkan pasta alkali dengan logam aluminium.
Media pemadam kebakaran: Bahan kimia kering, semprotan air, karbon dioksida, busa tahan alkohol.
Pemadaman Kebakaran: Dalam kebakaran apapun, gunakan peralatan pernafasan serba lengkap bertekanan (yang disetujui NIOSH atau yang sejenis) dan full protective gear.
13. Manajemen Tumpahan
Jika bahan tertumpah, kumpulkan dan gunakan kembali bila memungkinkan.
Gunakan pelindung mata yang tahan debu serta sarung tangan karet atau PVC. Jika kemungkinan terjadi kontaminasi berat dan timbul risiko terhirup, gunakan respirator Kelas P1 (Partikel). Serap dengan pasir basah atau yang sejenis, lalu tempatkan dalam wadah yang dapat ditutup untuk kemudian dibuang.
Tumpahan sedikit: Tumpahan bahan disapu, tetapi hindarkan terbentuknya debu. Kumpulkan dalam wadah tertutup dan diberi label untuk kemudian dibuang.
Tumpahan yang banyak: Gunakan perlengkapan pelindung untuk mencegah bahan kontak langsung dengan mata dan kulit serta terhirup. Tumpahan bahan disapu atau dihisap dengan vacuum, tetapi hindarkan terbentuknya debu. Tutup dengan adsorbent lembab (bahan yang inert, tanah, atau pasir). Kumpulkan dan masukkan dalam wadah tertutup lalu diberi label untuk kemudian dibuang.
Bersihkan tempat tumpahan dengan air yang banyak.
14. Daftar Pustaka
OHS, MDL Information System, Inc., Donelson Pike, Nashville, 1997.
http://www.adelaidebrighton.com.au (Diunduh tahun 2012)
http://almatis.thewercselite.com (Diunduh tahun 2012)
http://www.bluecirclesoutherncement.com.au (Diunduh tahun 2012)
http://www.buildingsystems.basf.com (Diunduh tahun 2012)
http://www.feb.uk.com (Diunduh tahun 2012)
http://www.kerneosinc.com (Diunduh tahun 2012)
http://www.murexin.rs (Diunduh tahun 2012)
http://www.orbitalfasteners.co.uk (Diunduh tahun 2012)
http://www.wakol.com (Diunduh tahun 2012)
http://www.waterproofing.com.hk (Diunduh tahun 2012)
http://www.lookchem.com/cas-659/65997-16-2.html (Diunduh tahun 2012)
http://www.cimentfondu.com/gb/artisans/PDF/SDS_Ciment_Fondu.pdf
(Diunduh tahun 2012)
--- Disusun oleh:
Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas) Pusat Informasi Obat dan Makanan, Badan POM RI Tahun 2012
---